[Freelance] Love Challenge part 3

Kyuhyun’s POV

“Hyung, aku gugup sekali,” rengek Jino.

Dari tadi dia tidak bisa duduk dengan tenang. Aku mengerti apa yang dirasakannya, sama seperti pertama kali aku menginjakkan kakiku di atas panggung bersama super junior lima tahun yang lalu.

“Tenanglah, orang-orang yang berada di depan sana juga manusia. Mereka tak akan memakan dirimu,” balasku.

“Tapi Hyung, bagaimana jika aku melakukan kesalahan dan membuat malu kalian,” rengeknya lagi.

“Aissss berhentilah merengek seperti yeoja cengeng Jino~ya,” gertakku yang membuatnya menghembuskan napas berat.

Aigooo inikah pria idealmu, Han Hyena?? Meskipun dia adikku, tapi aku jauh lebih tampan dan lebih keren daripada dirinya. Dan yang pasti aku tidak cengeng seperti itu.

Hahhh sedang apa kau sekarang?? Apa kau sedang duduk manis di depan televisi?? Kurasa itu memang harus kau lakukan. Kau harus mendengar suaraku Na~ya. Mulai hari ini kau tak akan bisa mengacuhkan suaraku lagi.

“Bersiaplah sebentar lagi giliran kalian.”

*****

“Woahhhhh Jino~ya, kau keren sekali. Suaramu juga sangat bagus. Aigoo~ penampilan pertamamu benar-benar sangat memukau.”

Gadis ini sungguh ingin mati di tanganku. Tatapan apa itu?? Sungguh memuakkan.

“Benarkah?? Noona, kau menontonnya?? Bukankah hari ini kau bekerja??”

“Tentu saja. Aku harus menonton penampilan pertamamu. Hari ini aku hanya bekerja di siang hari hingga sore.”

Aku berdehem pelan, berusaha mengalihkan fokusnya dari wajah Jino dan beralih memandang wajahku. Setidaknya tunjukkan sedikit saja bahwa kau juga mendengar suaraku.

Tapi sialnya gadis ini bahkan sepertinya tidak peduli dengan kehadiranku di sini. Dia tetap saja tersenyum menjijikkan dan menatap Jino dengan tatapan kagumnya. Cih~

Aku menghempaskan tubuhku di sofa. Eomma dan appa tersenyum padaku. Setidaknya masih ada orang yang mengakui suaraku.

“Bagaimana?? Apakah melelahkan?? Kau harus menjaga kesehatanmu, Kyunie. Jadwalmu sekarang semakin padat saja,” ucap appa.

Aku terkekeh pelan mendengarnya.

“Arraseo, appa.”

“Jino~ya, apa kau ingin minum teh???”

Lagi-lagi suara itu mengalihkanku dan membuatku kesal setengah mati. Bagaimana bisa dia hanya menawari jino, apa dia pikir aku ini hantu yang tak kasat mata?? Astaga Hyena, kau sungguh bisa membuat seorang Hyung tega mencekik dongsaengnya sendiri. Dan apa ini?? Jino mengangguk dengan entengnya. Apa dia lupa gadis itu adalah calon kakak iparnya??

Dengan langkah seribu, gadis menyebalkan itu berlari menuju dapur. Kau benar-benar ingin menantangku, Na~ya.

Aku langsung berdiri dan mengikuti langkahnya. Aku berdiri di depan pintu dapur dan melipat tanganku di depan dada, memperhatikan setiap gerak geriknya yang sedang sibuk menyeduh teh.

“Sedang berusaha melancarkan aksi memikat Jino lagi??” ejekku.

Aku berjalan mendekatinya, berdiri di sampingnya, kemudian menuangkan air putih ke dalam gelas yang ada di depanku.

“Apa menurutmu, dengan cara seperti ini akan berhasil??”

Dia mendelik kesal ke arahku, tapi sedetik kemudian dia kembali mengalihkan pandangannya dari wajahku. Apa kau begitu malasnya menatap wajahku?? Di dunia ini begitu banyak gadis yang berharap bisa menatap wajahku dari dekat, seharusnya kau beruntung bisa melihatku sedekat ini.

“Tentu saja, tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Ini baru saja permulaan Cho Kyuhyun, masih ada waktu 27 hari lagi untukku menakhlukkan seorang Cho Jino,” balasnya tanpa menatapku.

Kau terlalu percaya diri Na~ya. Seperti yang kau katakan, tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Itu berarti juga tak ada jaminan, bahwa kau akan terus berhasil menolak pesonaku.

*****

“Appaku selalu mengatakan teh buatanku adalah teh yang paling enak yang pernah diminum olehnya. Semoga saja kau juga berpendapat seperti itu. Teh ini spesial untukmu Jino~ya,” ucapnya manja.

Cih~ Tak kusangka gadis kasar, menyebalkan, dan selalu ingin menang sendiri sepertinya, bisa juga bersikap manja seperti ini. Sangat menggelikan. Dan itu benar-benar tidak cocok dengan kepribadianmu, Na~ya. Berhentilah bersikap menjijikkan seperti itu.

Dan apa tadi?? Teh paling enak?? Spesial?? Kita lihat saja nanti. ^_^

Aku melihat Jino tersenyum pada Hyena dan setelah itu langsung meneguk teh ‘enak’ menurut versi gadis menyebalkan itu.

Hana..

Dul..

Set..

Byurrrrr..

Jino memuncratkan kembali teh yang sempat diminumnya tadi. Apa itu teh yang sangat enak??

Aku berusaha menahan senyumku ketika melihat mata Hyena membulat.

Apa kau pikir aku pria bodoh?? Apa kau pikir aku akan diam saja melihatmu terus berusaha memikat Jino?? Itu tidak mungkin Na~ya.

Tadi saat di dapur, ketika dia memunggungiku dan sibuk mencari gula, aku sempat memasukkan beberapa sendok garam ke dalam teh itu. Kurasa rasa asin akan lebih mendominasi rasa teh special buatannya.

Kau lihatkan Na~ya, Cho Kyuhyun akan selalu memegang kendali permainan ini, sampai kau mengaku kalah dan menyadari bahwa aku, Cho Kyuhyun adalah takdirmu.

*****

Hyena’s POV

Byurrrrrrrrrrrrr….

Mataku melotot ketika melihat Jino memuntahkan kembali teh buatanku yang telah diminumnya. Apa ada yang salah?? Selama ini tak ada yang tak suka dengan teh buatanku.

“Apa tehku tidak enak??”

Kulihat Jino meringis pelan dan ragu-ragu dia memandang wajahku.

“Noona, apa kau sulit untuk membedakan antara gula dan garam??”

“Mwo??” teriakku shock.

“A anieyo.. maksudku teh ini enak, hanya saja..” Jino menggigit bibir bawahnya dan menatapku dengan takut. “sedikit asin,” lanjutnya pelan.

Aku memang bukan wanita yang ahli dengan urusan dapur, tapi aku juga tidak sebodoh itu. Aku yakin yang kumasukkan ke dalam teh itu adalah gula. Jangan-jangan..

Aku langsung mengalihkan pandanganku ke arah pria setan yang duduk tenang di depanku. Dan sialnya, dia berpura-pura tak melihat tatapanku. Tapi aku bisa melihat wajahnya yang memerah dan aku yakin dia sedang berusaha menahan tawanya, membuat emosiku memuncak saja.

Jadi, kau ingin bermain curang, Cho Kyuhyun?? Baiklah, akan aku tunjukkan bagaimana bermain yang benar…

*****

Aku berhasil menyusul langkahnya tepat sebelum dirinya menarik kenop pintu kamarnya. Dengan cepat kutarik tangannya dan membuat tubuhnya menghadap ke arahku.

“Aisss…” geramnya. “Waeyo?? Apa kau ingin tidur denganku malam ini??”

Mwoya??? Langsung saja kutendang kakinya dan berhasil membuatnya meringis menahan sakit. Rasakan itu, kau pikir kau begitu menggoda sehingga bisa mengubahku menjadi wanita murahan?? Dasar kau menyebalkan Cho Kyuhyun!!!!!!

“Yak!!! Pasti kau yang melakukannya ‘kan??” hardikku.

Tapi lagi-lagi pria setan ini memasang ekspresi manusia tak berdosa sama sekali. Menjengkelkan, menyebalkan, brengsek, dasar pria setan!!! Kata kasar apa lagi yang harus kuucapkan untuk menggambarkan setan peliharaan keluarga Cho ini??

“Kau ini bicara apa??”

Aku mendengus kesal mendengar nada bicaranya itu.

“Mengaku saja, pasti kau yang memasukkan garam ke dalam teh itu!!”

“Yak jangan sembarangan bicara kau Han Hyena!!! Atas dasar apa kau menuduhku??”

“Siapa lagi yang selalu bersikap curang, selain dirimu Tuan Cho?? Tak ada orang lain selain dirimu dan aku di dapur tadi!!”

“Cih~ Jadi kau mencari kambing hitam atas kegagalanmu merayu Jino??” lagi-lagi dengan nada enteng.

Merayu??? Astaga kenapa kata yang keluar dari mulutnya selalu saja berkonotasi buruk??

“Aku tidak pernah merayu Jino!!!” balasku tak terima.

“Tidak merayu, tapi kau mencoba menggoda dan memikatnya ‘kan?? Lalu apa bedanya, Nona Han??”

Habis sudah kesabaranku. Lagi-lagi kulayangkan tendanganku, tepat pada tulang kering kakinya.

“Yak!!!”

Aku tidak mempedulikan teriakannya dan berlari masuk ke dalam kamarku. Kubanting pintu kamarku cukup keras sesaat sebelum dia menarik bahuku. Haahhh aku selamat juga dari amukan harimau.

“Yak keluar kau ratu iblis!!!!!!!!” teriaknya sembari menggedor pintu kamarku cukup kuat.

Ratu iblis??? Mwoya?? Aissss…

“Kau yang RAJA SETAN!!!!!!!!” balasku

“Yak Kyunie, apa yang sedang kau lakukan??? Sekarang sudah malam, jangan mengganggu Hyena!!!” kudengar teriakan Cho eomma dari lantai bawah.

Aigooo ternyata begini rasanya ketika ibumu membela dirimu?? Sudah lama aku tidak merasakannya.

Senyumku terkembang begitu saja. Kehangatan seorang ibu kembali menjalari hatiku.

Blammmmm..

Suara pintu itu sukses membuyarkan lamunanku. Aisss kenapa kamarnya harus bersebelahan dengan kamarku??? Menyebalkan!!!!!

*****

Kyuhyun’s POV

Brukkkk…

“Akhhhhh!!!” teriakku ketika tubuhku mendarat tepat di atas lantai. Pinggangku sakit sekali.

Aissss siapa yang sudah membasahi lantai di depan pintu kamarku??? Benar-benar ingin mati.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Aku mendongak untuk melihatnya. Kulihat matanya masih terpejam dan dia merentangkan tangannya, berusaha meregangkan otot-ototnya.

“Hoaaammmmm..”

Tapi sedetik kemudian matanya terbuka dan menatapku heran. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya, dan setelah itu alisnya langsung bertaut.

“Hah?? Kau sedang apa?? Wahhh ternyata kau suka bermain air pagi-pagi seperti ini, dan wahh celanamu basah..  jangan-jangan kau masih mengompol??” Celotehnya.

Mengompol?? Astaga Jika bukan karena aku menginginkamu lebih dari apapun di dunia ini, kau sudah kuhabisi sejak dulu Han Hyena.

Kuperhatikan ekspresi wajahnya lekat-lekat. Sangat mencurigakan. Aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan dirinya. Jadi kau mulai menunjukkan taringmu, Na~ya?? Benar-benar ingin melawanku??

*****

Hyena’s POV

“Akhhhhh!!!”

“Yes!!!” jeritku tertahan.

Aku menutup mulutku dan berusaha menahan tawaku. Kau pikir, kau saja yang bisa seenaknya terhadapku. Hahhh jangan meremehkan Han Hyena, Kyuhyun bodoh.

Aku sengaja bangun lebih awal hanya untuk mencipratkan air ke lantai di depan kamarnya. Kau salah jika berpikir bisa mengalahkanku dengan mudah, Kyuhyun~a.

Aku berdehem pelan, mengatur suaraku. Setelah itu kutarik kenop pintu kamarku. Aku berpura-pura memejamkan mataku dan merenggangkan ototku.

“Hoammmmm”

Apa aku sudah terlihat seperti orang yang baru bangun tidur?? Wahhh ternyata aku cukup berbakat menjadi seorang aktris. ^^

“Hah?? Kau sedang apa?? Wahhh ternyata kau suka bermain air pagi-pagi seperti ini, dan wahh celanamu basah..  jangan-jangan kau masih mengompol??”

Matanya melebar dan menatapku tajam. Ini baru yang namanya permainan, Kyuhyun~a.

“Sepertinya fansmu akan tertawa jika mengetahui idolanya masih mengompol,” ucapku acuh, kemudian berjalan melewatinya.

Tapi tiba-tiba kakiku tersandung sesuatu hingga membuatku terjerembab ke lantai. Aku meringis pelan menahan sakit. Kutolehkan kepalaku kasar ke arahnya, dan benar saja kaki panjangnya itu terulur sempurna. Jadi kau sengaja membalasku??

“Aku tak sengaja. Lagi pula jika berjalan gunakan matamu, bukan mulutmu,” ejeknya kemudian berdiri dan  berlalu dari hadapanku begitu saja,

“Aisssss… dasar Kyuhyun babo!!!!!!” teriakku kesal tapi dia terus saja berjalan menuruni anak tangga tanpa menggubrisku.

*****

“Antarkan makanan ini ke meja nomor 5.”

“Ne, sunbaenim.”

Kuambil nampan yang disodorkannya kepadaku, kemudian kubawa nampan yang berisi makanan itu pada meja yang ditunjukkan oleh ahjumma cerewet itu.

“Silahkan,” ucapku sopan pada pria bertopi yang duduk di hadapanku.

Pria tersebut mendongak, saat itu juga aku bisa melihat wajahnya. Dia menatapku kemudian melemparkan senyumnya padaku. Aigoo dia memang imut, tapi apa maksudnya tersenyum seperti itu??? Apa berusaha menggodaku?? Cih~ kau pikir aku akan tergoda?? Tidak akan…

“Khamsahamnida,” ucapnya.

Aku mengangguk pelan dan memaksakan bibirku untuk tersenyum. Aissss jika ada pilihan lain, aku akan memilih pekerjaan lain yang tidak menuntutku untuk terus berpura-pura ramah dan tersenyum pada semua orang.

Aku memunggunginya dan melangkahkan kakiku. Tapi..

“Agaesshi,” panggilnya.

Aku memutar kembali tubuhku hingga menghadap ke arahnya. Lagi-lagi dia tersenyum padaku.

“Kau cantik.”

“De??”

Tapi pria itu tidak menjawabku. Dia membenarkan topinya, dan langsung menyantap makanan yang sudah ku hidangkan tadi.

Pria ini sungguh aneh.

*****

Kyuhyun’s POV

“Astaga Kyu, cantik sekali,” celoteh Sungmin Hyung sembari menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.

“Nugu??” tanyaku tanpa mengalihkan mataku dari PSP. Jujur saja aku tidak tertarik dengan pembicaraan ini. Aku yakin dia baru saja bertemu dengan seorang ELF. Aku heran kenapa semua Hyungku suka sekali mengobral kata cantik untuk semua wanita.

“Hyena-mu.”

Sontak aku langsung menolehkan kepalaku ke arahnya. Senyumnya tersungging sempurna kepadaku.

“Mwo??”

Sungmin hyung menganggukkan kepalanya pelan. “Hyena-mu itu sangat cantik. Pantas saja kau setuju menikah dengannya.”

Aku melongo mendengar ucapannya. Hyena cantik?? Berarti Sungmin hyung sudah melihatnya.

“Chakkaman. Kau melihatnya dimana Hyung??”

“Di tempat kerjanya,” jawabnya enteng.

“Mwoya??? Maksudmu, kau baru saja dari sana??” dan dijawab dengan anggukkan kepala olehnya. “Astaga apa itu tidak berlebihan Hyung,” protesku.

“Memangnya kenapa?? Kau cemburu??”

“Yang benar saja. Mana mungkin aku cemburu pada gadis bodoh itu,” elakku.

Aku bukan cemburu. Hanya sedikit takut semua rahasiaku akan terbongkar. Kurasa sudah menjadi rahasia umum bahwa mulut-mulut hyungku sangat beracun. Tak ada satu rahasia pun yang bisa tersimpan rapat. Untung saja Hyena hanya bertemu dengan Sungmin Hyung, jika dengan member lain, habislah aku.

“Tapi sepertinya dia tidak mengenaliku.”

Aku menghela napas lega.

“Sudah kubilang dia itu gadis bodoh. Jangankan dirimu, bahkan super junior saja dia tidak tau.”

“Tapi dia cantik, Kyunie. Jika kau berubah pikiran dan menolak menikah dengannya, aku mau menggantikan dirimu.”

Sungguh aku gerah mendengar kalimat itu. Kulirik matanya tajam sedangkan dirinya terus saja menyunggingkan senyumnya.

“Silahkan saja, jika kau ingin wajah imutmu rusak di tanganku,” ucapku pelan namun tajam.

“Hahaha, ternyata kau benar – benar cemburu!!!!” seketika itu juga tawanya meledak.

Cemburu?? Ne, Satu makhluk bernama Jino saja sudah membuatku hampir gila. Dan jangan membuatku semakin gila hanya karena bersaing dengan member groupku sendiri.

Cantik??? Tiba-tiba saja bibirku mengembang teringat dengan kata yang diucapkan Sungmin hyung tadi. Bukan cantik tapi menarik. Tentu saja seseorang yang akan menjadi gadisku haruslah menarik dan mempesona. Begitu banyak wanita cantik yang pernah kutemui, tapi tak ada satu pun yang sanggup membuatku gila hanya karena ingin memilikinya. Ya Hyena-ku tidak cantik tapi dia satu-satunya gadis yang berhasil membuatku tak bisa mengalihkan tatapanku dari wajahnya. Apa masih ada alasan untuk diriku mengabaikan gadis seperti itu?? Aku adalah manusia paling bodoh di dunia ini jika melepaskannya begitu saja.

“Kyunie.”

Aku menoleh ke arah Sungmin Hyung. Tatapannya berubah menjadi serius dan menatapku tepat ke manik mataku.

“Apa… benar dia??”

Aku terpana sesaat dengan pertanyaannya tapi sedetik kemudian kulemparkan senyumku padanya.

“Aku pulang, Hyung.”

Tanpa kujawab, aku yakin kau mengerti maksudku, Hyung.

*****

Hyena’s POV

“Hye-Na~ya, kau sudah pulang?? Aigooo pasti kau sangat lelah.”

Aku hanya membalas ucapan Cho ahjumma dengan senyum simpul. Sudah satu minggu aku tinggal di sini, hidup bersama keluarga Cho. Cukup menyenangkan bisa merasakan keluarga yang utuh seperti ini, apa lagi setiap hari aku bisa melihat wajah malaikatku, meskipun di satu sisi aku juga harus melihat wajah setan yang terus berkeliaran di rumah ini. Cih~ Chaerin pernah mengatakan padaku bahwa member super junior tinggal di dorm mereka, tapi kenapa selama satu minggu ini setan peliharaan keluarga Cho itu selalu saja menghabiskan waktunya di rumah ini??? Membuatku tak leluasa mendekati Jino. Atau jangan-jangan ini salah satu dari permainannya?? Baiklah, Aku memang belum berhasil membuat Jino mencintaiku, tapi aku masih memiliki 3 minggu lagi, Kyuhyun~a.

“Aissss anak ini menyebalkan sekali,” geram Cho ahjumma yang membuatku sedikit bergidik. Cho ahjumma memukul kepala Kyuhyun tepat di depan mataku. Pertama kalinya kulihat Cho ahjumma bersikap seperti itu pada anak-anaknya. Tapi kurasa pria setan ini memang pantas mendapatkannya.

“Eomma, appo!!!” protesnya.

Cho ahjumma mendelik ke arahnya, tapi Kyuhyun malah memalingkan wajahnya dan terkesan tidak peduli dengan amarah eommanya.

“Aigooo ternyata penyakit setanmu itu benar-benar sudah parah. Kau tidak takut?? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada calon istrimu ini?? Aku hanya memintamu menjemput Hye-Na, kenapa susah sekali untukmu menuruti perintahku.”

Mwo?? Menjemputku?? Hahhh itu tidak akan pernah terjadi, ahjumma. Lagi pula aku lebih memilih berjalan kaki daripada harus pulang bersamanya.

“Kenapa harus aku?? Bukankah Jino juga sudah bersedia untuk menjemputnya!!”

Jino bersedia menjemputku?? Hoaahhhh benarkah???

Senyumku mengembang begitu saja. Ya aku tau Jino memang baik, tapi bolehkah aku sedikit senang?? Bukankah itu berarti Jino mengkhawatirkanku??

Tanpa sengaja tatapanku bertemu pandang dengan mata Kyuhyun dan saat itu juga senyumku langsung lenyap. Dari tatapannya, aku tau dia sedang mencibir ekspresiku saat ini. Memangnya salah jika aku bahagia Jino mengkhawatirkanku?? Setidaknya dia masih memiliki niat untuk melindungiku.

“Yak!! Hye-Na itu calon istrimu, bukan Jino!!! Kau yang harus bertanggung jawab atas dirinya!!!”

Seketika itu juga kepalaku tertunduk lemas. Keluarga ini kenapa suka sekali melambungkanku ke atas kemudian menjatuhkannya secara tiba-tiba??

Aku melirik wajahnya, dan aku bisa melihat senyum kemenangan tersungging di bibirnya.

Cih~ Aku akan menjadi nyonya Cho Jino, bukan Nyonya Cho Kyuhyun. Aku tak akan membiarkanmu menang begitu saja dan menjadikanku istri sah mu. Aku tak akan memberikanmu kesempatan untuk menjadikanku lelucon pribadimu seumur hidup.

*****

Yeogikkajiin geot gatasseo naeui gieogi

Dashin mot bol eolguldeulman seuchyeoga

Amugeotdo hal su eopseotdeon kkeute seoseo

Du son moa gidoman haesseo

(Aku pikir kenanganku berakhir di sini

Wajah yang tidak bisa lagi kulihat melintas di benakku

Aku bahkan tidak bisa melakukan apapun

Seolah aku sedang  berjalan di pinggir jurang)

Aku mengerjapkan mataku pelan. Suara itu… Suara itu begitu indah. Apakah itu yang namanya suara malaikat?? Apakah saat ini aku sedang berada di surga??

Kupaksakan mataku untuk terbuka dan kudapati segala sesuatunya masih terlihat sama seperti saat sebelum aku menutup mataku tadi malam.

Ajik motdahan nae maeumeul

Jeonhal su itge OH~OH

(Berharap kedua tanganku saling mengatup untuk berdoa

Agar bisa menyatukan sisa kepingan hatiku)

Lagi-lagi suara itu terdengar jelas di telingaku. Kupertajam pendengaranku, dan sedetik kemudian kakiku bergerak turun dari ranjang empuk ini. Kakiku berjalan begitu saja mengikuti alunan denting piano itu.

Dashi ireona

Nal kidaryeojun geudael bogo shipeo

Dashi doraga hago shipeun mal

Saranghamnida

(Aku ingin bangkit lagi

Dan melihatmu yang telah menungguku

Aku ingin berbalik lagi

Dan berkata bahwa aku mencintaimu)

Aku terus menyusuri setiap anak tangga. Setiap Lantunan nada yang keluar dari mulutnya seakan magnet bagiku. Menarik tubuhku begitu saja untuk mendekatinya. Suara malaikat…

Meomchweobeorin geotman gatasseo sesangi da

Haengbokhaetdeon shigandeulman seuchyeoga

Naegen eopseul geotman gatatdeon kkeute seoseo

Geureohke nan gidoman haesseo

(Aku merasa seolah dunia berhenti berputar

Hanya kenangan indah yang melintas

Seolah sedang berdiri di tepi jurang

Aku pikir ini tidak akan pernah terjadi padaku)

 

Aku menghentikan langkahku tepat pada anak tangga terakhir. Saat itu juga mataku terbelalak melihat sosok yang duduk di balik piano berwarna putih itu. Inikah… Suara malaikat itu??

Jinachyeo watdeon sarangdeureul

Neukkil su itge OH~OH

(Jadi aku hanya bisa berdoa

agar merasakan cinta di hatiku)

 

Kusandarkan tubuhku pada dinding yang berdiri kokoh di sampingku. Memperhatikan setiap ekspresi wajah yang ditunjukkannya, berbeda dari Cho Kyuhyun yang kukenal. Haruskah aku berkata jujur bahwa dia terlihat… sangat mempesona??

Dashi ireona

Nal kidaryeojun geudael bogo shipeo

Dashi doraga hago shipeun mal

Saranghamnida

(Aku ingin bangkit lagi

Dan melihatmu yang telah menungguku

Aku ingin berbalik lagi

Dan berkata bahwa aku mencintaimu)

Mata itu tetap saja terpejam sedangkan jari-jari lentiknya terus menekan tuts piano dengan sempurna. Senyum yang tersungging di wajahnya, berbeda dengan seringaian yang sering ditunjukkannya padaku. Ntahlah aku merasa senyum itu sarat dengan kesedihan, rapuh, tapi juga perjuangan.

Kupejamkan mataku. Membiarkanku terhanyut dengan nyanyian indahnya..

Moreun chae sarawasseo

Eolmana sojunghaesseonneunji OH

(Selama ini aku hidup

Tanpa tahu apa artinya hidup)

 

Aku menyandarkan kepalaku ke dinding dan memeluk tubuhku dengan tanganku sendiri. Terpaku… hanya kata itu yang bisa menggambarkan kondisiku saat ini

Dashi ireona

Nal kidaryeojun geudael bogo shipeo

Dashi doraga hago shipeun mal

Saranghamnida

(Aku ingin bangkit lagi

Dan melihatmu yang telah menungguku

Aku ingin berbalik lagi

Dan berkata bahwa aku mencintaimu)

 

Begitu banyak suara merdu yang kudengar

Tapi kenapa hanya nyanyianmu yang mampu membiusku??

Mungkinkah Tuhan menganugerahkan suara malaikat pada manusia biasa sepertimu??

*****

Kyuhyun’s POV

Aku membuka mataku perlahan, dan saat itu juga senyumku melebar ketika mendapati wajah gadis yang berdiri tidak jauh dari tempatku. Matanya masih terpejam, namun senyumnya terukir manis di wajah sempurnanya. Pertama kalinya aku melihat senyum indahnya untuk diriku. Kenapa Tuhan bisa menciptakan gadis sesempurna ini??

Tiba-tiba saja matanya terbuka. Dengan cepat kuperbaiki ekspresi wajahku dan saat matanya memandang wajahku, dia langsung menegakkan tubuhnya dengan benar dan sedikit terkejut. Matanya melebar dan membuatku semakin terpesona. Dia memalingkan wajahnya dari tatapanku. Dengan jarak seperti ini pun aku bisa melihat jelas dia sedang berusaha menutupi rona merah yang bersemu di pipinya.

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan begitu saja menuju ruang makan keluargaku tanpa menggubrisnya, seolah-olah tak peduli dengan apa yang baru saja terjadi.

Bagaimana?? Apa kau mulai menyadari suara indahku??

Mulai saat ini, aku akan membuat kau hanya mendengar suaraku. Kau hanya boleh mendengar nyanyianku, Na~ya.

*****

Hyena’s POV

Aku membungkukkan badanku memberi salam pada Cho ahjumma dan ahjusshi kemudian mendudukkan tubuhku di atas kursi makan yang sudah kududuki selama satu minggu ini. Aku duduk tepat di depannya dan saat ini aku hanya menundukkan wajahku menahan malu.

Aigooo bodohnya diriku, bagaimana mungkin aku bisa menatapnya seperti itu tadi??

“Hye-Na~ya, kenapa kau tidak memakan sarapanmu??”

“De??? Ah ne,” jawabku sembari tersenyum kaku pada Cho ahjumma.

Kuteguk susu yang berada di hadapanku. Tenanglah Hye-Na, memangnya kenapa jika dia tahu bahwa kau mendengarkannya menyanyi?? Bukankah itu hal biasa baginya??? Dia kan seorang penyanyi, jadi wajar saja jika ada orang yang mendengarkannya menyanyi, dan itu termasuk dirimu.

Aku terus menyeruput susuku sembari mengedarkan pandanganku ke segala arah, berusaha menghindari bertemu pandang dengan dirinya. Hatiku sedikit hangat ketika melihat Jino yang menyantap sarapannya dengan tenang dan tentu saja selalu terlihat tampan, bahkan hanya dengan kaus rumah berwarna putih yang dikenakannya saat ini.

“Bagaimana jika Kyunie dan Hyena segera bertunangan???”

Sontak aku mencengkeram meja makan dengan kuat. Kutatap wajah Cho Ahjumma dan kudapati raut wajah serius yang ditunjukkannya padaku. Cho Ahjumma mengerjap-ngerjapkan matanya, menunggu jawaban dari siapa pun.

Aku benar-benar seperti kehilangan oksigenku saat ini.

“Kurasa itu lebih baik!!”

Aku langsung menolehkan kepalaku ke arahnya dengan cepat. Hal bodoh apa yang baru di ucapkannya??? Tapi lagi-lagi dia tidak menggubrisku dan terus berfokus pada wajah eomma dan appanya. Dan ekspresi apa itu??

Astaga lelucon apa lagi ini?? Kenapa hidupku penuh dengan lelucon saat ini??

To Be Continue…

By : dongHAEGAeul

Tags : Kyuhyun, Jino

12 thoughts on “[Freelance] Love Challenge part 3

  1. Kn part 3 blm d publish! Ga sdar y saking seru’a?! *otoy, bkn author jg* ^^V

    Biasa’a yg khilangan oksigen’a itu kyu, skrg hyena jg =O
    Ngap tunangan?! Langsung nikah ajj!!!! =)

    Lanjuut~

  2. cerita’ny makin seru aj..
    konflik2 d’dlm’ny jg menarik bgt..
    cerita menantang..
    TOP bgt lah.. >.<

  3. Itu? Itu apa sungmiiiiiin?!!! Huaaa penasaran maksudnya sungmin apa hhu untung part 3 segera di publish :D part 5 ya authoooor :D

  4. gak ada yang bisa menolak pesona suara merdunya, KYU…

    Haahh… Hyeana kyaknya mulai suka tuh sama , Mr. CHo ..!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s