[Freelance] This Guy!!!

Tittle            : This Guy!!

Author                : Calista Choi

Main Cast    : Cho Kyuhyun, Choi Sooyeon

Support Cast         : Park Jungsoo, Lee Hyukjae, Kim Kibum

Rating                  : PG-13

Ps              : Silahkan komen apapun yang diinginkan. Kalo jelek, bilang aja kalo jelek ya. Saya nggak bakal tersinggung kok. Hehehehe. Kalo yang nggak mau komen jg nggak pa-pa. ^^

Pernah dipublish di blog pribadi, calistachoi.wordpress.com

Seorang gadis memakai seragam Daehan High School berjalan dengan riang di antara para pejalan kaki yang kebayakan adalah anak sekolahan. Tas berwarna krem di punggungnya bergoyang ke kanan dan ke kiri karena dia berjalan cukup bersemangat. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti, matanya mengamati sosok di depannya yang berjalan santai. Laki-laki dengan seragam sekolah yang sama dengannya. Ujung bibirnya tertarik ke atas, membentuk senyum yang indah. Lalu berlari ke arah sosok yang diamatinya.

“Jagiiii~” teriak gadis itu sambil menggelayut manja di lengan laki-laki itu.

“Berisik.” kata laki-laki itu sambil melirik sekilas gadis itu.

“Hehe. Bagaimana kabarmu hari ini? Kenapa pergi ke Jepang tidak memberitahuku? Kejam sekali kau.” gadis itu terus saja mengoceh.

“Hm.” laki-laki itu hanya menjawab dengan gumaman saja.

“Jagi, nanti pulang sekolah kita mampir ke cafe dulu ya?” kata gadis itu.

“Sirheo.” jawab laki-laki itu dengan nada dan ekspresi datar.

“Wae?”

“Sirheo.”

“3 hari tidak bertemu, memangnya kau tidak kangen padaku?”

“Aku senang berpisah denganmu.”

“Mwoya? Kau ini kenapa susah sekali mengungkapkan perasaanmu?”

“…………..” laki-laki itu diam saja, tak membalas ucapan gadis itu.

Choi Sooyeon dan Cho Kyuhyun adalah pasangan paling tenar di Daehan High School. Cho Kyuhyun sangat dingin, sedangkan Choi Sooyeon sangat manja. Bagaimana mereka bisa bersatu? Karena mereka dijodohkan. Klasik sekali ya? Tapi bukankah hidup memang begitu. Terkadang terasa biasa saja menurut pandangan orang lain, namun bagi yang mengalaminya pasti tetap terasa berwarna.

Ketika Sooyeon lahir, 7 bulan setelah kelahiran Kyuhyun, orang tua mereka sepakat menjodohkan mereka. Namun ketika Kyuhyun berusia 6 tahun, dia sekeluarga harus pindah ke Jepang karena urusan bisnis ayahnya. Dan ketika umurnya mau menginjak 17, dia kembali ke Korea bersama keluarganya. Keluarga Kyuhyun dan Sooyeon pun memutuskan untuk mendekatkan mereka agar mereka dapat saling jatuh cinta.

Pertama kali Sooyeon melihat Kyuhyun, dia langsung jatuh cinta. Tak peduli dengan Kyuhyun yang terus bersikap dingin padanya, dia terus saja menempel pada Kyuhyun.

“Jagi, ayo cepat. Kenapa jalanmu lelet sekali?” kata Sooyeon sambil menarik lengan Kyuhyun.

“Aish. Lepaskan.” kata Kyuhyun sambil berusaha melepaskan tangan Sooyeon yang menarik tangannya.

“Andwe. Ayo cepat. Sebentar lagi bel berbunyi.”

“Aish.”

Kyuhyun mengikuti Sooyeon yang terus menarik tangannya sambil menghela nafas. Gadis yang menariknya itu sepertinya memiliki princess syndrom. Semua keinginannya harus dituruti. Jika tidak, dia akan merengek sampai keinginannya dituruti.

Kyuhyun berhenti ketika sampai di depan kelasnya.

“Kenapa berhenti? Kelasku di sana, jagi.” kata Sooyeon, mendongak menatap Kyuhyun yang 20 cm lebih tinggi darinya.

“Ini kelasku.” kata Kyuhyun datar setelah menoleh sebetar ke arah Sooyeon.

“Lalu? Kelasku kan di sana.” kata Sooyeon manja.

Kyuhyun menoleh memandang Sooyeon.

“Ayo.” Sooyeon menarik tangan Kyuhyun.

“Gomawo. Jangan kemana-mana, langsung masuk ke kelasmu.” kata Sooyeon sambil tersenyum.

Kyuhyun memandangnya sekilas dan berbalik.

“Sooyeon-ah.” sapa teman sebangku Sooyeon.

“Hyeri-ya.” balas Sooyeon.

“Kalian itu sebenarnya pacaran tidak sih? Kenapa dia datar sekali?” tanya Hyeri.

“Apa maksudmu, Ri-ya?”

“Dia pacarmu kan Yeon-ah? Bahkan tunanganmu. Tapi kenapa dia tak pernah menunjukkan ekspresi cintanya padamu?”

“Aku tak mengerti maksudmu.”

“Aigooo~ kau ini lemot sekali.”

“Ya~”

“Hahaha. Kenapa aku punya teman yang lemot sepertimu, Yeon-ah?”

“Ya~ perkataanmu saja yang membingungkan.”

“Kau saja yang lemot.”

“Enak saja kau.”

“Hahaha.”

“Diam kau, Hyeri. Atau kau mau sepatuku melayang ke wajahmu?”

“Aish. Kau ini.”

“Makanya, diamlah.”

“Tapi apa kau benar-benar tak merasakan seuatu yang aneh dari Kyuhyun?” tanya Hyeri perlahan.

“Ani. Dia memang begitu. Lagipula Ahra eonni juga bilang begitu padaku. Dan kau jangan lupa satu hal yang penting, dia itu bukan sekedar namjachinguku. Tapi juga calon suamiku.” kata Sooyeon dengan penuh penekanan.

“Arasseo.”

Tak lama berselah, bel berbunyi nyaring. Seonsaengnim masuk ke kelas dengan anggunnya. Namun Sooyeon malah menatap papan tulis dengan pikirannya yang melayang ke pembicaraannya dengan Hyeri tadi. Kyuhyun memang dingin, bahkan dengannya yang notabene yeojachingunya. Ani ani, calon istrinya.

Tapi Ahra eonnie bilang, Kyuhyun memang selalu begitu. Aish, Cho Kyuhyun menyebalkan. Lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyukaiku.

——————————-

Mata pelajaran terakhir berakhir tepat saat bel berbunyi. Sooyeon segera merapikan buku-bukunya.

“Sooyeon-ah, kau piket hari ini. Jangan kabur lagi atau aku akan mengadukanmu pada ketua kelas sehingga kau dihukum.” kata Minyoung, teman sekelas Sooyeon.

“Minyoung-ah, aku ijin piket dulu ya. Besok aku akan mengganti hari ini. Ya?” rayu Sooyeon dengan wajah memohon.

“Andwe. Kau sudah bolos piket berkali-kali tapi tak pernah menggantinya. Hari ini kau harus piket atau akan kuadukan ketua kelas.” kata Minyoung tegas.

“Aish, kau menyebalkan Minyoungie.”

“Ne. Kau baru tahu?”

Sooyeon hanya merengut, dan kemudian mengambil ponselnya di saku jas dan mengetik pesan untuk Kyuhyun.

To : Kyuhyun

Jagi, aku piket dulu. Kau tunggu aku dulu ya. Nanti setelah aku piket, kita ke cafe. Ok?

Setelah mengirim pesan tersebut, Sooyeon segera memasukkan ponselnya kembali ke saku jasnya.

“Yeon-ah, kau hapus papan tulis dan menyapu ya? Yoora akan mengelap kaca dan merapikan lemari. Aku akan merapikan meja dan buang sampah.” kata partner Sooyeon.

“Arasseo.”

Sooyeon segera menghapus papan tulis dan menyapu lantai kelas. Setelah selesai, Sooyeon segera menyambar tasnya.

“Eunra-ya, Yoora-ya, aku duluan ya. Annyeong.” pamit Sooyeon pada partner piketnya.

“Ne. Annyeong.” balas kedua Eura dan Yoora bersamaan.

Sooyeon keluar kelas dan mendapati Kyuhyun berdiri tak jauh dari kelasnya sambil mendengarkan lagu dengan earphonenya. Sooyeon tersenyum dan segera menghampirinya.

“Jagiiii~” kata Sooyeon manja sambil mengalungkan tangannya ke tangan Kyuhyun yang dimasukkan ke dalam saku celana.

“Lama.” kata Kyuhyun.

“Tadi kan aku piket dulu. Minyoung mengancamku akan mengadukan pada Seungri kalau aku bolos piket lagi.” kata Sooyeon sambil nyengir.

“……..”

“Kajja kajja, kita ke cafe. Aku ingin minum capuccino dan makan tiramissu.” kata Sooyeon dengan wajah berseri-seri. Dia memang sangat cantik.

Kyuhyun hanya diam, namun mengikuti langkah Sooyeon.

“Yeon.” panggil Kyuhyun ketika mereka sudah berada di cafe dan menikmati pesanan mereka.

“Hm?” Sooyeon mendongak menatap Kyuhyun sambil mengunyah tiramisunya.

“Kau… pernah jatuh cinta?” tanya Kyuhyu dengan nada ragu.

“Ne. Aku jatuh cinta padamu saat pandangan pertama.” kata Sooyeon dengan senyum lebar.

“………..” Kyuhyun hanya diam dan terlihat salting. Dia menyeruput coffee lattenya.

“Memangnya kenapa kau menanyakan itu?” tanya Sooyeon tanpa menatap Kyuhyun.

“Ani. Hanya bertanya saja.”

“Kau tahu Kyu? Ketika pertama kali melihatmu saat pertemuan pertama kita, aku lansung jatuh cinta padamu. Dan saat itu aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Kau hanya untukku dan hanya milikku.” kata Sooyeon dengan wajah serius dan menatap tanpa fokus ke arah meja kosong di belakang Kyuhyun.

Kyuhyun menegang mendengar ucapan Sooyeon barusan.

“Lalu bagaimana kalau aku tidak mencintaimu?” tanya Kyuhyun.

“Bukankah sudah kukatakan kalau aku akan membuatmu mencintaiku?” tanya Sooyeon sambil menatap lurus ke arah mata Kyuhyun.

“Bagaimana kalau aku mencintai yeoja lain?”

“Mwo?”

“Hanya permisalan.”

“Aku akan membuatmu melupakan yeoja itu dan membuatmu mencintaiku. Apapun caranya.”

“Walaupun dengan cara yng buruk?”

“Kau hanya untukku dan hanya milikku. Ara?”

“……….”

Kemudian keduanya diam. Beberapa saat kemudian Kyuhyun mengajaknya pulang, lebih tepatnya memaksa.

————————————-

Sooyeon termenung di balkonnya. Dia duduk di bangku yang ada di balkonnya sambil memeluk lututnya. Percakapannya dengan Kyuhyun di cafe tadi terngiang kembali. Di pikirannya terlintas beberapa pertanyaan yang membuatnya gelisah.

Apakah Kyuhyun tidak menyukainya? Apakah Kyuhyun menyukai wanita lain? Apakah nanti Kyuhyun akan meninggalkannya? Apakah Kyuhyu, apakah Kyuhyun, apakah Kyuhyun, hanya itu yang berada dipikirannya saat ini.

“Kau kenapa sayang?” sebuah suara menginterupsi pikiran Sooyeon.

“Eomma?! Mengagetkanku saja.” sungut Sooyeon sambil memegangi dadanya. Jantungnya berdetak cepat karena kaget.

“Kau saja yang melamun, sehingga tak dengar saat eomma mengetuk pintu.” kata Eomma Sooyeon.

Sooyeon hanya diam. Kemudian di berbaring dan membuat paha eommanya menjadi bantal. Eommanya mengusap rambutnya dengan sayang.

“Eomma, kenapa eomma menjodohkanku dengan Kyuhyun?” tanya Sooyeon setelah lama terdiam.

“Eomma tak menjodohkanmu dengan Kyuhyun.”

Sooyeon menatap eommanya bingung.

“Appamu yang menjodohkanmu, bukan eomma.” kata eommanya kemudian.

“Aish, eomma. Bukannya tidak terlalu berbeda. Kan intinya eomma juga setuju.”

“Eomma saat itu hanya diam. Berdo’a yang terbaik untukmu. Kalau memang Kyuhyun yang terbaik untukmu, eomma pasti setuju.”

“Eomma, aku menyukainya. Bahkan saat pertama kali aku bertemu dengannya.” kata Sooyeon pelan.

“Eomma tahu.” jawab eommanya sambil tersenyum.

“Tapi aku takut kalau dia tidak menyukaiku eomma.”

“Kalau begitu, buat dia menyukaimu.”

“Memangnya eomma pikir itu mudah?”

“Bukankah itu tantangannya?”

“Hhhh. Arayo. Tapi….”

“Choi Sooyeon yang eomma kenal bukan pesimis begini.”

“Aish… Tapi eomma, aku ragu Kyuhyun akan menyukaiku. Aku takut kalau dia menyukai yeoja lain.” kata Sooyeon dengan nada putus asa.

“Kalian masih punya waktu yang panjang untuk saling menyukai. Kau tahu? Dari seringnya bertemu, bisa menimbulkan cinta di antara kalian.”

“Geureyo?”

“Tentu saja. Kau tidak percaya pada eomma?”

“Percaya. Bukankah dulu eomma dan appa juga begitu. Iya kan?”

Eomma Sooyeon hanya tersenyum.

“Tidurlah, ini sudah malam. Besok kan kau masih haru sekolah. O ya, besok sabtu hari ulang tahun perusahaan appanya Kyuhyun. Kau mau cari gaun kapan?” kata eomma Sooyeon.

“Besok saja eomma. Besok aku tidak ada acara. Kalu jum’at, aku mau main ke rumah Hyeri.” jawab Sooyeon.

“Baiklah, sekarang kau tidur.” kata eomma Sooyeon, kemuadian keluar kamar.

Sooyeon masuk ke kamarnya dan menutup pintu balkon. Dia mengambil ponselnya dan lansung menekan panggilan cepat.

“Yeoboseyo.”

“Kau belum tidur jagi?” tanya Sooyeon ketika yang ditelfon menyapanya. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

“Ada apa menelefon?”

“Memangnya tidak boleh ya, kalau aku menelefonmu?”

“Apa tidak ada yang penting?”

“Menurutmu, aku paling cocok pakai gaun warna apa?”

“……..”

“Warna hitam, putih, biru, pink, merah, atau hijau? Atau warna lain?”

“Terserah kau saja.”

“Ya! Aku kan bertanya padamu.”

“Aku suka biru.”

“Biru? Mmm, arasseo.”

“Sudah kan?”

“Kau sedang apa jagi?” tanya Sooyeon mengabaikan pertanyaan Kyuhyun.

“Aku mau tidur.”

“Arasseo. Tidurlah kalau begitu. Jalja.”

“Mm.”

Sooyeon mematikan sambungan telefonnya sambil mendesah pelan.

“Selalu begini.” gumam Sooyeon.

—————————-

Acara ulang tahun perusahaan appanya Kyuhyun berlangsung meriah. Sooyeon memakai gaun biru tua bahu terbuka dengan kalung berlian menghiasi lehernya yang indah. Sepatu perak menghiasi kaki jenjangnya. Rambut cokelatnya yang sebahu, dibiarkan terurai dengan jepitan kupu-kupu perak yang menghiasinya. Tampak sangat sempurna.

Selama acara berlangsung, Sooyeon selalu mengaitkan tangannya ke lengan Kyuhyun. Kyuhyun memakai jas hitam dengan kemeja biru dan tak menggunakan dasi. Mereka terlihat sangat serasi.

Sooyeon POV

Dari tadi, aku merasa kalau Kyuhyun terlihat fokus pada sesuatu. Termasuk saat ini. Aku jadi penasaran dengan apa yang dilihatnya. Kuikuti arah pandang Kyuhyun. Dia memandang seorang yeoja. Yeoja? Andweee~ aku tak akan membiarkannya.

“Jagi, kau lihat apa?” tanyaku berusaha mengalihkan perhatiannya.

“Ani.” jawabnya singkat sambil mengalihkan pandangannya.

‘Aish, kau sudah ketahuan Kyu. Awas saja kalau kau berani macam-macam.’ batinku dalam hati.

“Kyu, Yeon, kemarilah.” panggil appa Kyuhyun.

Kami mendekat.

“Nah, ini dia. Kyuhyun-ah, ini Park Jungsoo, rekan bisnis appa.” kata appa Kyuhyun.

“Annyeong haseyo.” sapa Kyuhyun pada pria bernama Park Jungsoo itu. Dia terlalu nyentrik untuk seorag pebisnis. Lihat saja, dia mengecat rambutnya berwarna pirang, memakai anting sebelah, bahkan dia tidak memakai jas dan malah memakai pakaian ala model. Aish, nyentrik sekali.

“Jungsoo-ya, ini anakku. Cho Kyuhyun, pewaris tunggalku. Dan ini, tunangannya, Choi Sooyeon. Kau tahu Choi Siwon kan? Nah, ini anak tunggalnya.” kata appa Kyuhyun. Aku hanya menundukkan kepalaku tanda menyapanya.

“Anak dari Choi Siwon? Aigooo~ Cantik sekali. Aku jadi ingat dulu ketika kau masih kecil. Dia meminta gendong padaku dan tidak mau turun.” kata Jungsoo ahjussi. Sedangkan aku hanya tersenyum.

Kemudian appa Kyuhyun dan Jungsoo ahjussi terlibat percakapan masa lalu. Aku hanya sesekali tersenyum namun sebenarnya aku tidak mengerti dengan apa yang mereka bahas.

Seolah mengerti yang kurasakan, Kyuhyun pamit pada mereka. Kami sedang duduk di bangku yang berada di balkon.

“Jagi, berikan jasmu. Aku kedinginan.” kataku karena menyerah melawan udara dingin. Dari tadi aku mengantisipasi kalau Kyuhyun akan dengan sangat mengerti memberikan jasnya padaku seperti di drama-drama itu, tapi ternyata dia tidak melakukannya. Menyebalkan.

“Masuk saja kalau kau kedinginan.” kata Kyuhyun sambil menatap langit.

“Sirheo. Aku mau di sini.”

“Ya sudah, aku akan masuk kalau begitu.” Kyuhyun beranjak dari duduknya.

Aku menarik tangannya.

“Aku ikut.”

“Kenapa mengikutiku terus?” tanya Kyuhyun yang kembali duduk.

“Memangnya kenapa? Bukankah wajar kalau aku mengikutimu?”

“…………”

Kemudian aku langsung memeluk lengan Kyuhyun.

“Dingiiin.” gumamku sambil memeluk tangannya.

Kemudian Kyuhyun mencoba melepaskan tangaku yang memeluk lengannya. Tapi aku tak mau. Dia terus memaksa.

“Wae?” tanyaku sambil menatapnya kesal.

Kulihat dia melepas jasnya dan memberikannya padaku. Aku langsung tersenyum girang, lalu memakainya.

“Ah, hangat.” gumamku.

Kusandarkan kepalaku ke bahu Kyuhyun.

“Aku suka baumu. Memakai jasmu seperti ini, aku jadi merasa kau sedang memelukku.” kataku pelan, tapi aku yakin Kyuhyun mendengarnya walau dia diam saja. Tak merespon apa yang kuucapkan.

—————————-

Hari minggu ini Kyuhyun menolak aku ajak ke taman bermain. Aish, menyebalkan. Memang sih, dia tidak suka keramaian. Tapi kan aku ingin sekali-sekali ke taman bermain bersamanya. Lalu aku memutuskan untuk pergi ke rumahnya saja. Mereokinya agar dia mau ke taman bermain denganku.

Sampai di rumah Kyuhyun, saat aku hendak membuka pintu mobil, aku melihat Kyuhyun masuk ke mobilnya dan mengendarainya. Langsung saja aku mengikutinya. Untung saja aku tidak bawa mobilku yang biasanya. Jadi dia tidak akan mengenali mobilku. Aku terus mengikutinya hingga ia berhenti di salah satu cafe. Aku memakai kaca mataku, kemudian turun.

Kyuhyun duduk di salah satu kursi di pinggir jendela, aku pun mengambil tempat duduk di pojok ruangan agar dia tidak melihatku. Seorang pelayan menghampirinya. Kulihat dia tersenyum. Tersenyum?? Mwoya?? Dia tersenyum pada pelayan yeoja itu?? Dia kan sangat pelit tersenyum. Dia hanya akan tersenyum pada waktu-waktu tertentu saja. Aish, aku merasa ada yang aneh. Kemudian kulihat mereka berbincang sebentar, sambil sesekali tersenyum lebar, lalu pelayan itu pergi. Dia masih saja tersenyum.

“Agashi, anda ingin memesan apa?” tanya seorang pelayan padaku.

“Hot chocolate saja. Dan tiramisu.” kataku tanpa membuka menu.

“Baiklah.” kata pelayan itu, kemudian pergi.

Kemudian kulihat Kyuhyun mengeluarkan sebuah buku dan membacanya. Tak lama, pelayan itu menghampirinya sambil membawa pesanannya. Aku yakin dia memesan coffee latte. Mereka terlibat pembicaraan singkat, dan tak lama pelayan itu pergi.

3 jam berlalu. Kyuhyun masih di sini sambil membaca buku. Omo~ aku lelah sekali. Dan tak ada tanda-tanda dia akan pergi. Pantatku sudah tidak tahan untuk duduk. Saat aku memangku kepalaku dengan tanganku tanda kebosanan, seorang yeoja yang memakai jeans dan kaos menghampirinya. Kyuhyun tersenyum pada yeoja itu lalu keluar dari cafe setelah membayar. Tentu saja aku langsung ikut bangkit dan mengikutinya.

Mobilnya berhenti di parkiran sungai Han. Mereka berjalan-jalan sambil sesekali tersenyum. Mwoya??? Siapa yeoja itu?? Aku benar-benar ingin mencakarnya sekarang juga. Dia tidak tahu apa, kalau Kyuhyun itu sudah bertunangan?? Aish, menyebalkan.

Setelah matahari tenggelam, Kyuhyun mengantarkan wanita tadi ke sebuah rumah sederhana. Yeoja itu melambai dan mobil Kyuhyun menghilang di tikungan. Aku segera turun dan menghamiri yeoja itu.

“Ya agashi.” kataku penuh penekanan pada yeoja itu. Yeoja itu menatapku bingung.

Aku membuka kaca mataku dan berdiri di depannya. Dia terperangah kaget.

“Wae? Kau mengenalku?” tanya dengan nada angkuh.

“Choi Sooyeon-ssi…”

“Apa hubunganmu dengan Kyuhyun, hah??” teriakku di depan wajahnya.

“Kyuhyun?” tanyanya dengan ekspresi innocent. Dia pandai berakting rupanya.

“Ne. Cho Kyuhyun, tunanganku.” kataku dengan penekanan pada setiap katanya.

“Maaf Choi Sooyeon-ssi, kenapa anda tidak bertanya langsung saja pada Cho Kyuhyun, tunangan anda?” katanya menantang. Aish, aku benar-benar ingin mencakar wajahnya yang menyebalkan itu!!

“Wae? Kau selingkuhannya agashi?”

“Bukankah sudah kubilang kalau sebaiknya anda bertanya pada tunangan anda saja?” katanya sambil tersenyum.

“Kau menantangku agashi? Arasseo, lihat saja nanti.” kataku penuh dendam kemudian melangkah pergi.

Aku masuk mobil dan langsung berteriak. Emosiku meluap. Kyuhyun menyebalkan!!

——————————-

Aku segera mencari segala informasi tentang yeoja itu. Namanya Yoon Chaerin. Tinggal dengan bibinya karena orang tuanya sudah meninggal. Dia mendapat beasiswa di Daehan High School. Aish, ternyata satu sekolah denganku. Dia bekerja part time di cafe.

Dari beberapa informasi yang kubaca ini, sudah terlihat jelas kalau dia tidak selevel denganku. Tapi kenapa Kyuhyun bisa menyukainya. Aish, menyebalkan.

Kubanting kertas yang berisi informasi yeoja itu.

“Kau akan mendapat ganjaran yang setimpal agashi. Lihat saja nanti.” gumamku.

——————————-

Saat istirahat aku segera ke kelas Kyuhyun. Mwoya?? Ternyata dia satu kelas dengan Kyuhyun? Dan sekarang dia sedang mengobrol dengan Kyuhyun. Aish, yeoja ini benar-benar sedang mengibarkan bendera perang padaku.

Aku langsung menghampiri meja Kyuhyun.

“Jagi, temani aku ke kantin.” kataku. Yeoja itu menoleh padaku.

“Kau bisa ke kantin dengan Hyeri.” katanya.

“Hyeri sedang dipanggil Park seonsaengnim.”

“Memang tidak ada teman yang lain?”

“Tidak ada. Hanya ada tunanganku.” kataku sambil melirik yeoja itu sekilas. Dia membuang wajahnya.

“Kau tidak bisa ke kantin sendiri? Aku sedang mendiskusikan tugas.”

“Tidak bisa.” kataku tegas.

Kemudian Kyuhyun bangkit.

“Chaerin-ah, kita lanjutkan nanti.” kata Kyuhyun sambil berdiri. Langsung saja kugandeng tangannya.

Aku segera memesan jajangmyeon dan minuman kaleng.

“Memangnya kau belum sarapan?” tanya Kyuhyun yang duduk di depanku. Jarang-jarang dia bertanya lebih dulu.

“Tidak sempat. Tadi aku kesiangan. Eomma sedang ke Busan, dan appa sedang ke Jepang. Aku ditinggal sendiri di rumah.” jawabku setelah menelan jajangmyeonku.

“Pembantumu?”

“Tidak ada yang berani membangunkanku.”

“……….”

Kemudian dia diam. Kulihat yeoja bernama Chaerin itu masuk ke kantin. Dia melirik ke arah kami duduk.

“Jagi, kau tidak ingin mencoba jajangmyeonku? Dari tadi sepertinya kau terus melihatku makan?” kataku.

“Tidak.” jawabnya singkat.

“Tidak usah berbohong. Kau kan sangat suka jajangmyeon.” kataku sambil menggodanya. Aku memakan jajangmyeonku dengan ekspresi berlebihan.

Kyuhyun langsung mengambil sumpitku dan memakan jajangmyeonku. Bahkan menghabiskannya.

“Mwoya?? Yang lapar sebenarnya aku atau kau? Kenapa jajangmyeonku kau habiskan?” kataku kesal. Kalau dia makan satu suapan saja sih tak masalah. Tapi kali ini dia menghabiskan jajangmyeonku yang masih setengah.

“Ya sudah, beli lagi sana.” katanya sambil meminum minumanku.

“Ya! Sudah menghabiskan makanku, sekarang kau mau menghabiskan minumanku?”

“Sana beli lagi.”

“Sirheo.”

“Begitu saja ngambek.”

“Belikan!” suruhku.

“Sirheo.”

“Ya! Kau sudah menghabiskan sarapanku. Cepat belikan lagi.”

“Aish.” Walau begitu, dia bangkit dan membelikanku jajangmyeon dan minum lagi.

Aku segera melahap jajangmyeonku sambil sesekali melihat Kyuhyun, seolah mengantisipasi kalau dia mau mengambil jajangmyeonku.

Kulihat Kyuhyun tersenyum pelit. Ah, manisnyaaaaaaa~

Aku meminum minumanku.

“Jagi, aku kenyang.” kataku dengan memangdang jajangmyeonku yang masih tersisa.

Kemudian Kyuhyun mengambilnya dan menghabiskannya. Setelah habis, Kyuhyun segera mengambil minumku. Sepertinya hari ini kami sering melakukan ciuman secara tidak langsung. Hahaha.

——————————-

Aku menghampiri Kyuhyun saat pulang sekolah. Kyuhyun berbicara sebentar pada Chaerin, lalu menghampiriku. Aku mengepalkan tanganku.

“Jagi, kau pulang duluan saja.  Aku masih ada perlu.” kataku.

“Perlu kutunggu?”

“Tidak usah. Kau duluan saja.”

Kyuhyun mengangguk dan meninggalkanku. Aku mengawasi Chaerin yang masih piket. 15 menit kemudian, Chaerin keluar kelas tapi langsung kudorong masuk lagi.

“Ya!! Jauhi tunanganku!!” kataku sambil mendorongnya hingga tubuhnya menghantam meja.

“…………”

“Kau rela hanya jadi selingkuhannya?? Kau tahu kan kalau aku tak mau melepasnya untukmu??!! Sekeras apapun kau berusaha, aku tak akan mau melepasnya!! Dasar yeoja murahan!!” kataku sambil menamparnya. Aku benar-benar emosi kali ini.

“…………”

“Ya!! Jangan diam saja!!!”

“Chaerin!!” teriak Kyuhyun yang sudah berdiri di depan pintu kelas. Dia langsung menghampiri Chaerin yang sedang menangis.

“Apa yang kau lakukan pada Chaerin??” teriak Kyuhyun.

“Memberi pelajaran yang berharga padanya.” jawabku kesal.

“Dengan cara menamparnya?” tanya Kyuhyun sinis.

“Menurutmu??” kataku kesal lalu berjalan keluar kelas sambil menendang meja yang di dekat pintu.

“Yeon!!” kudengar teriakan Kyuhyun lagi.

Aku langsung berlari dan segera pulang ke rumah. Aku langsung menyembunyikan wajahku di bantal dan menangis sekencang-kencangnya. AKU BENCI CHO KYUHYUN!!!

—————————-

Sore hari, aku berniat menenangkan pikiranku dengan berjalan-jalan di tepi sungai Han. Tapi sepertinya aku malah mendapat kejutan. Aku melihat Kyuhyun dan Chaerin duduk berdua di sebuah bangku dan masih mengenakan seragam. Kali ini kulihat Kyuhyun mengecup keningnya. Aish, aku benar-benar sudah tidak tahan melihatnya. Emosiku meluap. Aku segera menghampiri mereka.

“Apa yang sedang kalian lakukan di sini?” tanyaku saat aku sudah berdiri di depan mereka yang sedang duduk di tepi sungai han.

Kyuhyun melihatku terkejut.

“Kau berselingkuh dariku Cho Kyuhyun-ssi?” tanyaku sarat emosi.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaanku.

“Kau lebih ingin bersamanya? Arasseo, kau menyukainya dan sama sekali tidak menyukaiku. Sekeras apapun aku berusaha, kau pasti tidak akan menyukaiku. Begitu kan? Aku mengerti, aku akan bilang pada orang tua kita agar membatalkan perjodohan kita.” Air mataku menetes.

“Yeon!” teriak Kyuhyun memotong kalimatku

“Aku harap kau bahagia Cho Kyuhyun-ssi. Kupastikan kau tidak akan bertemu denganku lagi.”

“Yeon!” lagi-lagi dia berteriak.

“Dan kau yeoja menyebalkan. Kuharap Kyuhyun bisa bahagia denganmu walaupun kau begitu menyebalkan. Berselingkuh dengan tunanganku. Aish, aku tak menyangka bisa menyerah di tangan seorang yeoja murahan yang merebut tunangan orang.” Air mataku menetes lagi.

“Yeon!!” teriak Kyuhyun sambil berdiri.

“MWO?? Kau sudah dapatkan apa yang kau inginkan!! Mendapatkan yeoja murahan itu dan putus dariku, yeoja yang pasti kau anggap menyebalkan.” kataku yang kemudian berlari meninggalkannya.

“Yeon!!”

Kyuhyun menarik tanganku. Aku melepaskannya secara paksa. Tapi dia malah menarikku ke pelukannya. Aku menangis keras.

“Jangan buat aku semakin susah untuk meninggalkanmu.” kataku sesunggukan.

“Harusnya bukan begini.” kata Kyuhyun.

Aku segera melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun dan berlari ke arah mobilku.

“Yeon!!” Kudengar teriakan Kyuhyun, tapi kuhiraukan.

Aku memacu mobilku dengan kecepatan tinggi. Aku benar-benar membencinya sekarang. Kulihat ada truk dari arah berlawanan yang mengambil jalanku karena berusaha membalap mobil di depannya. Aku panik, berusaha mengerem. Namun sepertinya sudah nasibku mengalami kecelakaan ini.

Author POV

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjangnya. Dia teringat kejadian tadi saat di sungai Han. Di sisi lain, dia tidak mau Sooyeon memutuskannya. Tapi dia juga tak sanggup melepaskan Chaeyeon.

“Kyu~” panggil eomma Kyuhyun sambil mengetuk pintu kamar Kyuhyun.

“Ada apa eomma?” tanya Kyuhyun sambil membuka pintu kamarnya.

“Sooyeon kecelakaan. Eommanya tadi menelefon eomma….”

“Di rumah sakit mana eomma?” tanya Kyuhyun memotong kalimat eommanya.

“International Seoul.”

Kyuhyun langsung menyambar jaket dan kuncil mobilnya.

“Eomma nanti menyusul saja dengan appa.” kata Kyuhyun.

Sesampai di rumah sakit, Kyuhyun langsung bertanya ke informasi. Ternyata Sooyeon masih diperiksa di UGD. Kyuhyun segera mengurus pendaftaran rumah sakitnya. Tiba di depan UGD, Kyuhyun duduk di kursi tunggu. Tak lama dokter keluar.

“Keluarga dari Choi Sooyeon-ssi?” tanya dokter pada Kyuhyun.

“Ne. Bagaimana keadaannya dok?” tanya Kyuhyun.

“Keadaannya cukup parah. Banyak luka dan sepertinya tulang kakinya patah. Sampai sekarang masih belum sadar. Kami sedang membersihkan lukanya. Dan setelah ini kami akan melakukan rontgen pada kakinya dan juga CT scan, mengantisipasi kalau terjadi sesuatu dengan organ dalam kepalanya.” kata dokter.

“Ne, dok, lakukan apapun yang terbaik.”

“Algeseumnida.”

“Apa saya boleh masuk dok?”

“Silahkan. Tapi sepertinya suster masih membersihkan lukanya.”

“Ne. Kamsahamnida.”

Kemudian Kyuhyun langsung masuk ke UGD. Kyuhyun melihat keadaan Sooyeon yang cukup mengenaskan. Para suster sedang membersihkan luka-luka di wajahnya.

‘Kenapa jadi begini?’ batin Kyuhyun.

Bukannya melihat dan menunggu di samping Sooyeon, Kyuhyun malah keluar. Dia duduk di ruang tunggu. Dia merasa tidak sanggup bertemu dengan Sooyeon. Dia merasa sangat bersalah. Kyuhyun menangis. Mungkin baru kali ini dia menangis untuk seorang yeoja.

Tak lama kemudian, orang tua Kyuhyun datang.

“Bagaimana keadaannya?” tanya eomma Kyuhyun.

“…………..” Kyuhyun hanya diam sambil memandang lantai.

“Ya Cho Kyuhyun!” Eomma Kyuhyun menggoyangkan bahu Kyuhyun.

“Eomma. Kapan datang?” tanya Kyuhyun saat sadar dari lamunannya.

“Bagaimana keadaannya?” kali ini appa Kyuhyun yang bertanya.

“Banyak luka. Kata dokter, baru akan dilakukan rontgen pada kakinya dan CT scan.” jawab Kyuhyun.

“Omooo~” eomma Kyuhyun sepertinya kehilangan kata-katanya.

Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Kapan Hyena ahjumma akan datang eomma?” tanya Kyuhyun.

“Eomma belum menghubunginya lagi. Tadi ditelefon bilang kalau dia akan mengambil penerbangan tercepat.” jawab eomma Kyuhyun.

——————————-

Sooyeon sadar setelah eommanya tiba dan dokter langsung memberi penanganan lebih lanjut. Sehari kemudian Sooyeon dioperasi untuk menyambungkan tulang kakinya.

Hari ini Kyuhyun datang berkunjung. Kyuhyun mengetuk pintu, lalu membukanya.

“Kyuhyun-ah, kau sudah datang.” kata eomma Sooyeon yang sedang menyuapi Sooyeon.

“Usir dia eomma. Aku tak mau melihatnya lagi.” kata Sooyeon dingin.

“Yeon, apa yang kau katakan?” tanya eomma Sooyeon sambil mengerutkan keningnya. Kyuhyun hanya terdiam.

“Aku tak mau melihatnya eomma. Usir dia. Aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Tolong eomma bilang pada appa dan juga ahjumma dan ahjussi.” kata Sooyeon sambil membuang mukanya.

“Sooyeon-ah, apa yang sedang kau bicarakan?” Eomma Sooyeon masih tak mengerti dengan yang diucapkan Sooyeon barusan. Baru beberapa hari yang lalu Sooyeon mengatakan kalau dia menyukai Kyuhyun dan akan membuat Kyuhyun juga menyukainya. Kenapa jadi begini?

Kyuhyun masih berdiri di tempatnya.

“Ahjumma, bisa tinggalkan kami sebentar? Ada yang ingin kubicarakan dengan Sooyeon.” kata Kyuhyun.

“Kalau eomma berani keluar, eomma tak akan melihatku lagi.” kata Sooyeon dengan nada mengancam.

Kyuhyun dan eomma Sooyeon terdiam.

“Kyuhyun-ah, bagaimana kalau bicaranya nanti saja saat Sooyeon sudah pulih? Saat ini emosinya masih tidak stabil.” kata eomma Sooyeon menengahi.

“Baiklah, ahjumma. Saya permisi dulu.” Kyuhyun keluar dari kamar Sooyeon.

“Sebenarnya ada apa di antara kalian?” tanya eomma Sooyeon sambil mengelus rambut putrinya.

Sooyeon tidak menjawab dan malah menangis.

“Kenapa sayang? Aigooo~ putri eomma yang cantik ini kenapa menangis??” kata eomma Sooyeon pelan mencoba menghibur Sooyeon.

“Dia berselingkuh eomma. Dia menyukai yeoja lain. Bahkan aku sempat melihatnya mencium yeoja itu. Dia juga membentakku karena aku menampar yeoja itu.” kata Sooyeon sambil menangis.

“Mwo??”

“Eomma, aku tidak mau lagi bertemu dengannya. Aku benci Cho Kyuhyun. Katakan pada appa, appa harus membatalkan perjodohan ini. Aku tidak mau melihatnya lagi.” kata Sooyeon sesunggukan.

“Apa kau yakin kalau Kyuhyun selingkuh?”

“Eomma tak percaya padaku?”

“Ani, tapi bagaimana kalau yeoja itu saudara Kyuhyun?”

“Aku sudah mencari informasi tentang yeoja itu. Kalau eomma tak percaya, tanyakan saja pada Hyukjae ahjussi. Hyukjae ahjussi yang membantuku mencarikan informasi tentang yeoja menyebalkan itu.” jawab Sooyeon.

“Arasseo. Nanti saat appa pulang, eomma akan bicarakan dengan appa. Tapi apa kau tidak ingin bicara dulu dengan Kyuhyun? Mungkin Kyuhyun mau menjelaskan sesuatu.”

“Sirheoyo. Aku tidak mau bertemu dengannya lagi.”kata Sooyeon sambil mengusap air matanya.

“Tapi tadi eomma…”

“Sudahlah eomma, aku tak ingin ada pembicaraan tentangnya lagi. Walaupun nantinya appa bersikeras menjodohkanku dengannya, aku tidak akan mau. Appa tidak akan melihatku lagi kalau masih memaksaku.” kata Sooyeon memotong kalimat eommanya.

“Yeonie, jangan bilang begitu. Eomma tidak suka kau bilang begitu. Eomma akan usahakan appa menyetujui keputusanmu.” kata eomma Sooyeon kemudian.

———————————-

5 tahun kemudian…

Seorang yeoja dengan pakaian casual namun terkesan formal, melangkah anggun di keramaian airport.

“Ahjussi.” teriaknya ketika melihat namanya yang tertera di kertas di bawa seorang ahjussi.

“Aigooo~ Agashi semakin cantik saja.” kata ahjussi itu.

“Geureyo? Ah, Bogoshipeoyo ahjussi.” kata yeoja itu sambil memeluk sang ahjussi.

Ahjussi itu balas memeluknya dan tersenyum simpul.

“Ahjussi, bagaimana keadaan eomma dan appa?” tanya si yeoja setelah melepaskan pelukannya.

“Baik-baik saja. Sekarang sedang menunggu agashi di rumah.” jawab ahjussi itu, lagi-lagi tersenyum pada yeoja itu.

“Kalau begitu, ayo kita pulang. Aku kangen dengan eomma dan appa.” katanya sambil menggandeng tangan ahjussi itu.

Setelah memasukkan koper-koper ke bagasi, yeoja itu langsung masuk ke mobil, disusul oleh sang ahjussi yang kemudian melajukan mobilnya.

“Eommaaaaaaaaaa~” teriak yeoja tadi ketika membuka pintu depan rumahnya.

“Sooyeon….” Eommanya menyambut kedatangannya dengan pelukan hangat. Disusul appanya yang tersenyum lebar menatap putrinya.

“Aigooo~ putri kecilku sudah dewasa sekarang.” kata appanya sambil memeluk hangat dirinya.

“Bagaimana perjalananmu?” tanya appanya sambil menuntunnya masuk ke ruang tengah.

“Capek.” jawab yeoja tadi, Sooyeon. Choi Sooyeon.

“Kau mau istirahat dulu?” tanya eommanya, duduk di sofa sebelah Sooyeon.

“Aniyo. Aku masih mau dengan appa dan eomma.” katanya sambil memeluk lengan appa dan eommanya.

“Kapan siap bekerja dengan appa, Yeonie?” tanya appanya.

“Bagaimana kalau lusa?”

“Tidak terlalu cepat?” tanya eommanya.

“Aniyo eomma. Aku ingin cepat-cepat ekerja dengan appa. Appa juga pasti sudah penasaran dengan kinerjaku. Iya kan appa?”

“Tentu saja. Appa ingin tahu apa saja yang kau dapat dari belajar bisnis di Amerika.” jawab appanya.

“Ah, aku ingin segera bekerja.” kata Sooyeon sambil memeluk lengan appanya dan menyandarkan kepalanya ke bahu appanya.

——————————-

Sudah seminggu Sooyeon bekerja di kantor appanya. Dan malam nanti ada perayaan ulang tahun appanya. Sooyeon baru saja membeli kado untuk appanya. Dia terlalu sibuk bekerja sehingga sering terlupa untuk menyiapkan hadiah untuk appanya. Dan baru sekarang dia mmbelinya.

Sooyeon sedang duduk termenung di sebuah cafe.

“Choi Sooyeon?” sebuah suara menginterupsi lamunannya.

“Kim Kibum?” Sooyeon berteriak kaget ketika melihat orang yang menginterupsi lamunannya tadi.

“Hai.”

“Wow, aku tak menyangka bisa bertemu denganmu di sini.” kata Sooyeon.

“Ne, aku juga. Kapan kau pulang? Rasanya sudah lama tidak bertemu denganmu.”

“Aku pulang sekitar seminggu yang lalu.”

“Sudah mulai bekerja?”

“Ne. Sehari setelah sampai, aku langsung bekerja di kantor appa. Hehehe.”

“Tetap tak berubah. Pekerja keras.” Perkataan Kibum membuat Sooyeon menarik bibirnya membentuk lengkungan senyum yang indah.

“Kibum-ah, nanti malam ada pesta ulang tahun appaku. Kau harus datang bersamaku.”

“Pemaksa.”

“Terserah. Yang jelas kau harus datang bersamaku.”

“Arasseo nona pemaksa. Jam berapa acaranya?”

“Jam 7. Kau jemput aku di salon ya, agar kita datang bersama.”

“Ok.”

—————————-

Sooyeon POV

Malam harinya, Kibum menjemputku di salon.

“Sudah siap princess?” tanya Kibum menggodaku saat aku menghampirinya.

“Ne, pengawalku.” jawabku sambil tersenyum .

“Mwoya??”

“Hahaha.”

Kami masuk mobil dan segera menuju tempat acara diselenggarakan.

“Aigooo~ ini gongju dari mana?” goda appa saat melihatku.

Saat ini aku mengenakan gaun biru sapphire dan sepatu perak. Rambutku yang sepunggung kubiarkan tergerai, namun dijepit sedikit. Tiara mungil menghiasi rambutku.

“Dari kerajaan Choi.” kataku.

“O ya, kau belum mengenalkan temanmu.” kata eomma.

“Aku lupa. Hehe. Eomma, appa, ini Kibum. Kim Kibum. Dia tetanggaku saat di Amerika dulu. Dan kebetulan kami juga teman di kampus.” kataku.

“Annyeong haseyo.” sapa Kibum sopan sambil membungkukkan badannya.

“Ne. Annyeong haseyo.”

Mereka terlibat percakapan asyik sehingga aku dilupakan. Akhirnya aku pergi mengambil minuman.

BRUK!!

“Auuw!“ Seseorang menabrakku.

“Gwenchanayo?” tanya orang yang menabrakku tadi.

Aku mendongak, dan betapa kagetnya aku saat melihat siapa yang menabrakku.

“Cho Kyuhyun…” gumamku pelan.

Kulihat Kyuhyun menatapku kaget. Aku segera meninggalkannya secepat aku bisa.

“Yeon.” panggilnya sambil menarik tanganku. Ini pertemuan pertama kami setelah aku pergi ke Amerika.

“Tolong lepaskan tangan anda.” kataku dingin.

“Sirheo.”

“Wae?” tanyaku sambil mencoba melepaskan cengkeramannya.

“5 tahun aku mencarimu.” katanya singkat namun cukup membuatku kaget.

“Untuk apa mencariku? Sudah ada Chaerin kan?” tanyaku sinis.

“Chaerin? Dia terlupakan begitu saja saat aku mendengar kecelakaan yang menimpamu 5 tahunan yang lalu.” katanya dengan nada dipaksakan.

“Terserah padamu. Aku tidak peduli.”

“Tak bisakah kau beri aku kesempatan lagi?” katanya dengan nada putus asa.

“Tidak.”

“Wae?”

“Kau sekarang banyak bicara Cho Kyuhyun-ssi.”

“Menurutmu?” kata Kyuhyun sambil mengangkat sebelah alisnya lalu menarikku.

“Ahjussi, ahjumma, aku pinjam Sooyeon dulu.” katanya pada eomma dan appa.

“Ne. Silahkan, asalkan jangan lupa dikembalikan.” kata appa santai.

“Appa!!” teriakku kesal sambil berusaha melepaskan cengkeraman Kyuhyun di tanganku.

“Kau sudah menghindar selam 5 tahun, sayang. Kau harus menyelesaikannya.” kata eomma sambil tersenyum padaku.

‘Mwoya?? Aku merasa ada yang tidak beres.’ kataku dalam hati.

Kyuhyun memaksaku naik ke mobilnya. Aku terus memberontak.

“Diam atau kucium.” kata Kyuhyun singkat namun langsung membuatku terdiam. Dia selalu menyebalkan.

Kyuhyun melajukan mobilnya. Dan berhenti di suatu tempat. Taman dekat sekolah, Daehan High School, sekolah kami dulu.

“Ayo turun.” katanya sambil membukakan pintu mobil untukku.

“Sirheo.” kataku dingin.

“Kau benar-benar ingin kucium?” tanyanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Ya!!” teriakku sambil mendorong wajahnya.

Kami duduk di bangku taman.

“Katakan apa maumu Kyuhyun-ssi.” kataku sarat emosi.

“Mauku? Menikah denganmu, memiliki anak, dan hidup bersamamu selamanya.” jawabnya.

“Sejak kapan kau berubah jadi seperti ini? Mengerikan.”

“Sejak kau pergi.”

“Michin.”

“Ne, dan itu karena kau.”

“Sejak kapan kau jadi suka menggombal Kyuhyun-ssi. Ini sungguh sangat mengerikan.”

“Aku tahu aku salah saat itu.”

“Hentikan, aku tidak mau mendengarnya.”

“Aku hampir gila saat tahu kau kecelakaan. Bahkan sepertinya aku sempat gila karena kau pergi. Orang tuamu menyembunyikannya dariku kemana kau pergi.” kata Kyuhyun sambil melihat langit.

“Aku membencimu Cho Kyuhyun.”

“Ne, aku tahu. Tapi kau juga mencintaiku secara bersamaan.”

“Kau terlalu percaya diri tuan.”

“Bagaimana dengan ini?” katanya sambil menunjukkan sebuah buku. Mwoya?? Itu kan diaryku.

“Mwoya??? Kembalikan Cho Kyuhyun!!” teriakku sambil mencoba mengambil diaryku.

“Tidak akan sebelum kau mengakuinya.” katanya yang terus menjauhkan diaryku dari jangkauanku.

“Sirheo.”

“Wae?”

“Sirheo!!” teriakku sambil berbalik hendak meninggalkannya.

“Baiklah, kau tidak perlu mengakuinya. Sebagai gantinya, kau harus menikah denganku.”

“MWO?? Michyeosseo?”

“Ani.”

Aku langsung mendudukkan tubuhku di bangku taman. Menutupi wajahku dengan tanganku. Aku menangis.

“Yeon?” panggilnya.

Aku hanya diam dan tetap menangis. Aku sendiri tak tahu apa yang kutangisi. Tapi saat ini aku benar-benar ingin menangis.

“Wae?” tanyanya sambil menyentuh bahuku.

“Aku membencimu Cho Kyuhyun!! Aku benci padamu!! Ketika aku mencintaimu, kau malah berselingkuh. Aku mencoba melepasmu, aku tak ingin jadi orang jahat, aku bahkan merasakan sakit lebih dari yang kau rasakan saat aku memaksamu yang sedang mencintai yeoja lain untuk memandangku, tapi setelah 5 tahun kau malah mendekatiku. 5 tahun aku mencoba melupakanmu. Mencoba membuang jauh-jauh segala hal tentangmu. Kenapa kau datang lagi?? Kau ingin mempermainkan perasaanku?? Kenapa kau begitu kejam padaku?? Tak tahukah kau kalau aku merasa sangat sakit, hah??” kataku frustasi.

“Yeon.”

“Jangan pernah ganggu kehidupanku lagi. Aku benci padamu!!” teriakku sambil berlari menjauhinya.

——————————-

Author POV

Seorang namja dan yeoja duduk di bangku yang ada di balkon sebuah rumah dengan konsep desai modern kontemporer. Memiliki balkon cukup besar yang menghadap langsung ke taman.

Namja itu tiduran di pangkuan si yeoja. Menggenggam tangan yeoja itu dan memainkan jari-jarinya.

“Jagi, aku tak habis pikir, kenapa kau bisa berubah seperti ini? Dulu kau pelit sekali berbicara. Bahkan senyum pun kau juga pelit. Aku hampir tidak pernah melihatmu tersenyum.” kata si yeoja.

“Geureyo?” tanya si namja sambil menatap si yeoja.

“O. Bahkan aku juga masih bingung, kau mencintaiku padahal saat itu kau berselingkuh dariku.”

“Mwoya??” namja itu mendudukkan tubuhnya.

“O. Kau berubah, sangat berubah.”

“Kau tahu, aku sendiri juga tak tahu kenapa aku bisa berubah begini. Aku juga tak tahu kenapa aku mencintaimu.”

“Mwo??? Apa maksudmu Cho Kyuhyun??!!”

“Hahaha.”

“Ceritakan padaku, kenapa kau memutuskan Chaerin dan malah mencariku?”

“Menurutmu?”

“Ya Cho Kyuhyun, kau ingin mati, hah?”

“Sejak kapan kau jadi seperti ini? Aku lebih suka kau yang dulu.”

“Kalau begitu nikahi saja Sooyeon yang dulu. Kenapa kau malah menikahi Sooyeon yang sekarang.”

“Apa kau tidak tahu kalau aku menikahi dua-duanya?”

“Aish, mwoya?? Cepat ceritakan padaku. Kau janji akan menceritakan padaku setelah kita menikah.”

“Molla.”

“YA!!”

“Baca ini. Aku tak mau menceritakannya” kata Kyuhyun sambil menyerahkan selembar kertas pada Sooyeon.

“Aku melupakan Chaerin begitu saja saat mendengarmu kecelakaan. Awalnya kupikir hanya karena aku merasa bersalah padamu. Kau sudah bilang memaafkanku dengan syarat untuk tidak mengganggumu lagi, tapi ternyata itu malah terasa menyakitkan. Aku baru menyadari kalau aku merasa ada yang kurang ketika tidak melihatmu. Seperti benar yang kau tulis di diarymu, bahwa cinta bisa tumbuh dari kebersamaan. Tanpa aku sadari waktu itu aku sudah jatuh cinta padamu. Setahun aku seperti orang gila saat tidak bisa melihatmu. Nunna bilang, kalau kita memang berjodoh pasti kita akan ditemukan lagi. Dan ternyata kita memang berjodoh.”

“Beginikah? Kenapa kau tak menceritakan padaku bagaimana usahamu mencariku? Aku ingin mendengarnya langsung darimu.” kata Sooyeon dengan nada menggoda.

Kyuhyun menoleh ke arah Sooyeon dengan dahi berkerut.

“Jagi, apa kau tidak tahu kalau aku mau menikah denganmu itu karena Hyukjae ahjussi bercerita padaku tentang apa yang kau lakukan demi diriku?” kata Sooyeon sambil menaik-naikkan alisnya.

“Mwo?”

“Kau bahkan berlutut pada appa dan eomma. Hahaha. Aku tidak bisa membayangkan seorang Cho Kyuhyun yang sombong dan dingin ini bisa berlutut.” kata Sooyeon sambil berlari ke kamar.

“Ya!! Awas kau Choi Sooyeon!!” teriak Kyuhyun sambil menyusul Sooyeon ke kamar. Sooyeon menahan pintu agar Kyuhyun tidak bisa masuk. Dan Kyuhyun medorong pintunya agar dia bisa masuk.

Sooyeon POV

Aku memang tidak tahu persis apa yang dia rasakan saat itu. Dia berselingkuh dengan Chaerin, tapi setelah aku mengalami kecelakaan dia jadi berubah. Saat itu dia memang tidak mengatakan kalau dia mencintaiku. Dan ketika bertemu lagi setelah 5 tahun tidak bertemu, dia melamarku begitu saja. Bahkan dia bekerja sama dengan appa dan eomma.

Awalnya aku memang sempat tidak percaya. Tapi Hyukjae ahjussi menceritakan segala hal yang terjadi selama aku pergi. Dan entah kenapa aku langsung luluh. Hingga akupun mau menerima lamarannya. Tak bisa kupungkiri kalau aku masih mencintainya. Haaah, Cho Kyuhyun memang akan tetap menyebalkan.

Kyuhyun POV

Aku sendiri bingung dengan perasaanku waktu itu. Aku mencintai Chaerin. Namun ketika Sooyeon mengalami kecelakaan, aku merasa…bahwa aku penyebab ini semua. Aku merasa sakit saat melihatnya terbaring tak berdaya. Bahkan ketika dia tidak mau melihatku lagi, aku merasakan sakit yang teramat sangat. Aku berusaha untuk tak memikirkannya karena kupikir aku sudah punya Chaerin, sesorang yang kucintai. Namun ternyata pemikiranku salah. Aku merasa ada yang kurang dari hidupku. Memang Sooyeon itu menyebalkan, tapi ketika dia tidak ada dalam jarak pandangku, itu terasa lebih menyebalkan dan terasa sangat sakit.

Awalnya yang kukira hanya perasaan bersalah saja, ternyata salah. Ini adalah cinta. Nunna bilang, aku hanya tak mau mengakuinya saja. Aku malah mensugestikan diriku kalau aku mencintai Chaerin. Padahal sudah jelas aku mencintai Sooyeon.

Author POV

Sejak kejadian di taman itu, Kyuhyun selalu mendekati Sooyeon dengan cara apapun. Dia selalu menemui Sooyeon di kantornya ketika waktu makan siang tiba. Bahkan memaksanya kencan.

Memang awalnya Sooyeon marah dan berkali-kali mengusir Kyuhyun. Namun ketika Kyuhyun tak datang menemuinya, Sooyeon malah mencarinya. Merindukan setiap kali Kyuhyun menemuinya saat istrirahat makan siang.

Yah, cinta memang tidak bisa dibohongi.

END

39 thoughts on “[Freelance] This Guy!!!

  1. Pas bca part awal lucu, kaia dora : “tas punggung’a bergoyang ksna kmari” .. hahahahahaha~

    Amit2 deh bnr2 aq sebel bgt ama kyupa! Jutek bgt sih d awal2?! Dasar evil :P

    Keren dr awal ud d jodoin, aq mw bgt klo gtu =)
    Salit de ama sooyeon yg brtahan ngadepin noh evil 1!! Daebak!!

    Bnr2 manja bgt itu sooyeon! Pgn jitak! Hohohoho~ ^^V
    Ud manja, lemot! Haduh haduh! ckckckck~
    Tp salut de ama sooyeon! Keren!

    Good job thor…

    • kayak dora? hahaha. jd inget tontonan adekq dulu wktu masih SD. ^^

      kan anak orang kaya raya, biasa dong kalo manja. anak tunggal pula. hehehe.

      makasih ya, udah baca + komen~ :)

      • Ga rido ampe dsni ajja! Sooyeon’a hamil gtu, trs ksh pas sooyeon hmil ada kjadian apa gtu keq, trs kjadian lucu pst wktu lahiran, dll..

        Yyyyyyyy.. tingtingting ^_- *ngedipin*

        ayolaaah, ntr aq nangis geura!
        HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ;'[ *ud ah cape*

    • nasib kibum? aku jg gak tau. hahaha.
      awalnya mau dibikin ada cerita sooyeon sama kibum, tp ternyata udah sampe 20an halaman di word, akhirnya gak jadi masukin ceritanya. takut kepanjangan. hehehe. dia jd cameo aja deh. *sarap* ^^

      gomawo udah baca~ :)

  2. .Suka karakter yeon…
    Kejam bnget si kyu ama dia.,
    woah, yg pntg ending’a happy… Haha. G snggup bc ff kyu yg sad ending.
    FF mu daebak chingu,… :D

  3. whoa..kyu oppa jahat huhu
    rasain tuh jd kebalik dia yg ngejar-ngejar yeon deh kekeke
    bagus ceritanya :D
    bikinin after storynya dong ,iya ya? #maksa

  4. itulah cinta….

    saat dia sudah jauh baru terasa kalo kita sangat mencintainya…

    sebal, benci…semua hilang…kala dia jauh…

    yang ada hanya merindunya…..

    aaahhhhh…cinta

  5. hwaaaaa~
    ceritax keren bnget!!!
    aku suka sekaliiiii….
    bkinin after storynya donk… biar tambah keren..
    please~ aku suka bnget sm ceritax nih…

  6. . Chaerin tuh slingkuhannya ? Akk kira tuh bnerand sodara … Yang penting akhirnya kyuhyun ma yeon ?!

  7. FF nya keren
    Tapi emang perlu dilanjutin kyknya , hahaha
    Harusnya diceritain lebih detailnya kenapa kyu jadi cinta
    Agak bingung gara2 kyu-nya langsung berubah #efekotaklemot

  8. huwwaaaa.. suka banget ceritanya..
    sama kaya kisah hidup saya (?)
    mencintai orang yang super duper dingin
    *curcol*
    happy ending. like this ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s