[Freelance] Love Challenge part 2

Saat kau menginginkan sesuatu

maka segenap alam akan membantumu untuk meraihnya

*Sang Alkemis*

Aku menginginkan dirimu, apakah alam akan membantuku untuk meraihmu??

Kyuhyun’s POV

Blammm..

Kututup pintu kamar dengan pelan dan kulihat Sungmin Hyung yang sedang asyik bermain gitar di atas  ranjangnya. Aku berjalan mendekati ranjangku dan menghempaskan tubuhku di atasnya.

“Kau dari mana saja?? Kenapa larut sekali baru pulang?? Bukankah hari ini tak ada jadwal apapun??” tanyanya.

“Hari ini aku menjalankan profesiku sebagai stalker,” jawabku tanpa memandang wajahnya.

“Mwo??”

“Menjadi seorang stalker, ternyata mengasyikkan Hyung.”

“Kau tidak sedang sakit kan Cho Kyuhyun??”

“Tentu saja. Kau tahu apa hasil yang kudapatkan dari profesi baru ku ini??”

Kukeluarkan kaset game yang ada di saku jacketku, kemudian Kutolehkan kepalaku ke arahnya.

“Jangan bilang kaset game itu,” selidiknya. “Tak ada yang lebih mengasyikkan di duniamu selain game.”

Aku tertawa mendengar jawabannya. Kaset game?? Apa itu terlalu identik dengan diriku?? ^^

“Annieyo.  Kali ini kau salah Hyung. Game ini kucuri dari Jino. Tapi game yang kudapatkan jauh lebih menarik dari ini. Permainan belum dimulai tapi kupastikan aku yang memegang kendali atas permainan ini.”

Aku tersenyum, bukan, tepatnya menyeringai padanya. Aku bisa melihat alisnya yang bertaut mendengar ucapanku, bahkan tatapannya pun menuntut penjelasan lebih dariku.

“GameKyu pasti menang.”

“Aisss jincha.. Sebenarnya kau ini sedang membicarakan tentang apa??” sungutnya.

“Jika aku kalah, aku berjanji akan memakai rok mini dan high heels di depan seluruh member.”

Sungmin Hyung menatapku sejenak kemudian mengibas-ngibaskan tangannya dengan malas di depan wajahnya.

“Terserah kau saja. Lupakan profesi stalkermu, dan tidurlah, besok kau akan kembali ke profesimu sebagai penyanyi sekaligus sebagai member super junior dan ingat dua hari lagi SM The Ballad akan mulai debut, Arraseo??” ucapnya sembari berguling di ranjangnya dan memunggungiku.

Aku menghembuskan napas pelan kemudian melipat kedua tanganku di belakang kepala, menjadikan tanganku sebagai pengganti bantal. Aku tak tau apa yang akan terjadi nantinya, tapi yang jelas saat ini aku seperti menemukan kembali oksigenku.

“Akhirnya kau melihatku juga.”

“Mwo??” sahut Sungmin hyung sedikit keras dan menoleh ke arahku.

Aku mengangkat bahuku dan berbalik memunggunginya. “Selamat malam, Sungmin-a.”

“Aisss…” desisnya pelan.

Permainan akan segera dimulai Na~ya. Meskipun kau menangis dan berlutut di hadapanku, tak akan mengubah apa pun. Aku, Cho Kyuhyun, selamanya akan menjadi takdirmu.

*****

Hyena’s POV

“Bangun Babo!!!!”

BUGGG…

Seiring dengan suara teriakan itu, aku juga merasakan sesuatu jatuh di atas wajahku.

Kupaksakan membuka mataku dan kusingkirkan benda yang membuatku tak bisa bernapas itu. Bantal?? Aisss apa yeoja mengerikan ini ingin membunuhku??

Dengan malas aku bangun dari tidurku dan duduk di atas ranjang yang sedikit keras dan ukurannya tentu saja jauh dari ukuran ranjangku.

“Chaerin-a, bisakah kau membiarkanku tidur satu jam lagi,” pintaku.

Chaerin menepuk-nepuk pipiku pelan, berusaha mengumpulkan nyawaku kembali. “Ya!! Tuan putri kau tau sekarang jam berapa?? Jika kau tak ingin terlambat masuk kelas dan berjalan kaki menuju kampus, sebaiknya kau bangun sekarang dan mandi secepatnya,” ucapnya dengan nada mengancam. “Kau lupa, sekarang kau sudah tidak punya uang Hyena-ya Jika kau tidak pergi bersamaku, itu berarti kau harus berjalan kaki, Arraseo??”

“Ne, Arraseo,” sungutku. “Aissss bilang saja kau ingin mengatakan aku sudah jatuh miskin, tidak perlu berbelit-belit.”

Aku langsung beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Melangkahkan kakiku dengan malas.

“Dan satu lagi,” ucapnya yang menghentikan langkahku. “Siang nanti, Seusai kuliah, ikut aku ke restoran. Aku sudah berbicara pada managerku. Mulai hari ini kau sudah bisa bekerja.”

Aku menatapnya dengan berbinar-binar. Tak kusangka hidup tanpa appa, tak begitu menakutkan seperti yang kubayangkan selama ini. Meskipun semuanya sudah berubah.

“Gomawo Chaerin-a.” hanya itu yang bisa kuucapkan. Dia sudah terlalu banyak menolongku.

“Sudahlah, aku kan sudah berjanj ummm.” Chaerin langsung menutup mulutnya dan memandangku dengan takut. “Ani, maksudku aku kan sudah mengatakan akan selalu membantumu, karna kau adalah sahabatku,” lanjutnya lagi.

Aku tersenyum simpul padanya, kemudian berbalik membelakanginya, kembali berjalan menuju kamar mandi.

Aku tau apa yang ingin kau ucapkan, Chaerin-a. Terima kasih kau selalu berusaha mengerti diriku.

*****

“Ya aku lupa menanyakannya. Sebenarnya tadi malam kau kemana?” Tanya Chaerin ketika kami menuju gerbang kampus. Hari ini adalah hari pertamaku bekerja jadi aku tidak boleh terlambat.

Aku terus berjalan tanpa menghiraukan pertanyaannya. Kurapatkan jaketku, sisa-sisa musim dingin tetap membuatku menggigil.

“Ya!! Jawab aku Na~ya,” ucapnya lagi dengan nada memaksa.

“Aisss kau berisik sekali,” geramku. “Tadi malam aku menemui keluarga calon suamiku,” jawabku cuek.

“Mwo??”

Kubungkam mulutnya dengan tanganku. Teriakannya sungguh berpotensi menyebabkan penderita jantung meninggal secara mendadak. Aku tersenyum canggung pada mahasiswa dan mahasiswi yang berlalu lalang di sekitar kami. Hoahhh Chaerin benar-benar memalukan.

“Kau jangan bercanda Han Hyena,” ucapnya lagi setelah bersusah payah melepaskan tanganku dari mulutnya.

“Aku tidak sedang bercanda. Appa sudah menjual diriku, apa itu sudah cukup menjelaskan semuanya??”

Dengan cepat Chaerin menggelengkan kepalanya. “Apa kau menerima semuanya??”

Aku menoleh kepadanya dan melemparkan senyumku. “Awalnya tidak, tapi kupikir tidak ada salahnya. Lagi pula, pria menyebalkan itu juga sudah membuat kesepakatan denganku, jika aku berhasil membuat adiknya jatuh cinta padaku, maka dia akan melepaskanku dan meminta appanya melupakan perjanjian itu.”

“Adik??”

“Ne, adiknya. Malaikatku. Ahhh Jino ku.”

“Tak kusangka, appamu sukses membuat dirimu menjadi gila,” desisnya. “Ani tapi aku yang gila,” ucapnya lagi, frustasi.

Aku hanya terkekeh pelan melihat ekspresinya. Benarkah aku gila?? Tapi jika dengan menjadi gila aku bisa mendapatkan Cho Jino, kurasa itu tidak masalah. ^^

Aku berjalan mendahului Chaerin. Tak kupedulikan mulutnya yang terus mengumpat diriku dengan kata “Babo”. Bukankah semua orang akan terlihat bodoh ketika jatuh cinta?? Sama seperti dirinya yang begitu bodoh mencintai idola-idolanya. Idola?? Chakkaman.. Bagaimana reaksinya jika Chaerin tau pria itu adalah Cho Kyuhyun?? Salah satu member super junior??

Kugelengkan kepalaku pelan. Untuk saat ini sepertinya dia tidak perlu tau tapi… Astaga apa mataku salah?? Tidak, mataku masih normal. Meskipun jarak kami cukup jauh dan kepalanya ditutup hoodie serta kaca mata hitam yang emmm lagi-lagi kuakui sempurna membingkai matanya, aku yakin siapa yang berdiri bersandar pada sebuah mobil yang terparkir di depan gerbang kampus. Cih apa dia pikir sedang membuat CF untuk sebuah mobil keluaran terbaru?? Untuk apa dia berdiri dengan pose seperti itu?? Aigooo~ setan ini benar-benar membuatku gila. Tapi kuacungi jempol dia berani keluar tanpa masker, lagi pula semua orang yang ada di sini tak memperhatikannya, siapa juga yang akan berpikir, seorang Cho Kyuhyun akan berkeliaran di tempat seramai ini?? Hoodie-nya ditambah lagi dia selalu menunduk dan menyembunyikan wajahnya, membuatnya cukup aman.

Kulirik Chaerin yang masih tertinggal cukup jauh di belakangku, kemudian beralih memandangnya. Kyuhyun menegakkan tubuhnya ketika melihatku dan mulai berjalan mendekatiku sembari menundukkan kepalanya dan memainkan kaca mata hitam itu. Dari langkahnya yang begitu pelan, aku yakin dia sedang mengamati situasi, takut ada yang menyadari kehadirannya.

“Mau apa lagi kau??” tanyaku ketus ketika dia berdiri tepat dihadapanku.

“Aigoo, ternyata kau memang yeoja yang tidak sopan,” desisnya.

“Memangnya kau pria yang sopan??” balasku. “Katakan saja mau apa kau mencariku?? Jangan bilang kau merindukanku,” ucapku asal.

Kyuhyun melepaskan kaca matanya dan memajukan wajahnya beberapa senti ke hadapanku. Tiba-tiba saja tangannya sudah berada di atas kepalaku. Shock?? Tentu saja.

“Jika tinggi badanmu bertambah, baru aku akan merindukanmu.”

Mwo?? Aisss dasar setan brengsek. Kenapa suka sekali menjadikan kekurangan seseorang untuk menjadi bahan leluconnya??

“Eomma, ingin kau tinggal di rumah kami.”

Mataku melotot mendengarnya. Tinggal di rumahnya?? Lelucon gila apa lagi ini?? Keluarga mereka benar-benar gila.

“Aku tak mau dan Sepertinya kau perlu memeriksakan kesehatan jiwamu,” ucapku sarkatis kemudian berbalik, tapi tangannya mencekal tanganku. Kutatap matanya dan Kali ini aku bisa melihat matanya yang melotot tajam ke arahku.

Kenapa?? tak terima dengan ucapanku?? Apa kalian pikir bisa mempermainkan hidupku terus??

Baiklah, kuakui mungkin ini sedikit gila dan berbahaya, tapi ide itu muncul begitu saja. Bukankah kau suka permainan, Cho Kyuhyun??

“Wahhhh CHO KYUHYUN!!!” Teriakku dengan suara maksimal yang kumiliki.

Sesaat dunia seperti berhenti berputar. Aku bisa melihat wajah putih itu semakin terlihat memucat dan menegang. Tangan hangatnya yang masih menggenggam pergelangan tanganku, secara mendadak berubah menjadi dingin.

“TERNYATA KAU BENAR-BENAR SUPER JUNIOR KYUHYUN!!! WAHHH TAK KUSANGKA CHO KYUHYUN SANGAT TAMPAN DILIHAT DARI JARAK SEDEKAT INI!!!”

Aku menyeringai padanya ketika selesai meneriaki kalimat itu. Dari ekor mataku aku juga bisa melihat semua mata kini tertuju ke arahnya, menatapnya dengan penuh napsu.

Kau akan menjadi mangsa para harimau yang kelaparan hari ini, Cho Kyuhyun. Nikmatilah permainan ini.

Kulepaskan cengkeramannya hanya dengan sekali hentakan pelan. Hah, sangat mudah. Kemudian aku berjalan mundur ke belakang sembari terus menatap lurus ke manik matanya.

Hana..

Dul..

Set..

“Hoahhh OPPA!!!”

Seiring dengan teriakan itu, semua yeoja mulai berlari menghampiri Kyuhyun, seperti semut yang mengerubungi gula.

Aku tersenyum puas dan melambaikan tanganku dengan ringan ke arahnya yang sudah terdesak di antara kerumunan yeoja bodoh dan mobilnya. Kemudian aku langsung berlari, menyambar tangan Chaerin yang masih terpaku menatap Kyuhyun dengan ekspresi yang tak bisa kulukiskan. Tapi perutku mual melihat ekspresinya. Menjijikkan.

*****

“Jelaskan semuanya padaku sekarang juga,” geram Chaerin.

Tak kuhiraukan ucapannya dan tetap berjalan sembari membawa nampan yang berisi pesanan pelanggan. Sepanjang hari Chaerin terus menggerutu dan mengumpat diriku karena kehadiran Kyuhyun di kampus tadi siang.

“Selamat menikmati,” ucapku ramah ketika selesai menghidangkan pesanan pelanggan itu di atas meja.

Jujur saja rasanya bibirku kaku sekali hari ini. Bagaimana tidak, sepanjang hari aku harus tersenyum manis pada setiap pengunjung restoran yang datang. Sungguh membosankan.

Aku berjalan mendekati Chaerin dan langsung menyodorkan nampan kosong itu padanya, tapi Chaerin malah menarik tanganku hingga ke dapur dan menyudutkan diriku di belakang pintu.

“Jika kau masih ingin hidup, jelaskan padaku sekarang!!” ancamnya.

“Chaerin-a, kita sedang bekerja. Apa kau ingin aku atau parahnya kita berdua di pecat??”

“Cepat katakan!!” balasnya tanpa menghiraukan ucapanku.

Aku mendengus pelan mendengarnya. Aissss kenapa aku bisa bertemu dengan orang yang sangat keras kepala seperti dirinya.

“Apa yang ingin kau tau??” akhirnya aku menyerah.

“Semuanya. Apa maksudmu, calon suamimu itu adalah Kyuhyun??” tanyanya antusias dan dengan sekali anggukan kepala kurasa sudah cukup menjawabnya. “Jincha?? Jadi, yang kau bilang sebagai malaikatmu itu adalah Cho Jino??”

“Ne,” jawabku singkat. Tapi tadi dia mengatakan apa?? Jino?? Cho Jino??

“Bagaimana kau bisa mengenal Jino??”

“Aigooo sebenarnya kau ini hidup di dunia apa Han Hyena?? Tentu saja aku tau, bahkan semua orang juga sedang membicarakannya karena dua hari lagi dia juga akan debut sebagai penyanyi bersama Kyuhyun dan SM The Ballad. Lusa adalah penampilan pertamanya.”

“Jincha?? Jino juga akan menjadi seorang penyanyi??”

“Ya!!!” teriak seseorang dan sukses membuatku dan Chaerin menoleh ke arah sumber suara itu.

Aisss sangat menyebalkan melihat wajah koki tua ini. Sejak pertama melihatnya aku sudah tidak menyukainya. Dia suka sekali mengintimidasiku dengan tatapan garangnya yang seolah-olah ingin menelanku hidup-hidup. Akhir-akhir ini aku banyak bertemu dengan orang-orang aneh.

“Apa kalian pikir kalian di bayar hanya untuk bergosip?? Semua orang sedang sibuk sedangkan kalian malah asyik mengobrol. Cepat keluar dari dapurku!!” gertaknya.

“Ne, Sunbae.”

“Han Hyena!!” panggilnya lagi. “Jika kau tak ingin ditendang oleh manajer dari sini sebelum mendapatkan gaji pertamamu, bekerjalah dengan baik. Jika kau hanya mengandalkan Fisikmu saja, tak akan bisa membuatmu bertahan di sini,” lanjutnya lagi dengan tajam.

Fisik?? Aiss jincha apa maksudnya?? Apa ingin mengatakan aku tak punya kemampuan?? Jika saja Chaerin tidak menahan bahuku, mungkin saat ini aku sudah berdiri di depannya dan melemparkan semua bahan makanan itu ke wajah keriputnya. Dasar wanita tua tak punya hati. Ahhh setidaknya dia mengakui keunggulan fisikku. ^^

Kuangkat kepalaku dan balas menatapnya. “Tentu saja,” jawabku angkuh dan berlalu dari hadapannya.

*****

Aku langsung berjalan terburu-buru ketika melihat salah seorang tamu yang baru memasuki restoran. Orang itu memilih meja yang ada di sudut ruangan. Ya seleranya sama denganku. Sejak memasuki restoran ini, mataku juga langsung tertuju pada tempat itu. Sepertinya sangat nyaman. Selain itu juga bisa memanjakan mata untuk melihat taman yang ada di samping restoran ini.

“Silahkan,” ucapku sembari menyodorkan buku menu pada pria itu tapi seketika itu juga mataku langsung melotot ketika dia mendongak dan melepas masker yang menutupi wajahnya. Aisss aku benci senyuman ini tapi kenapa Tuhan menganugerahkan wajah sesempurna itu untuk dirinya. Apa itu tidak terlalu berlebihan untuk setan seperti dirinya??

“Neo??” Ucapku tajam.

Kyuhyun menyambar buku menu dari tanganku dan langsung membolak-balik buku itu dengan senyum menjijikkan yang tetap tersungging di bibirnya.

“Aku pesan….”

“Sebaiknya kau keluar.”

“Kau mengusir pengunjung restoran ini?? Wahhh pelayan yang hebat,” balasnya sarkatis tanpa menoleh ke arahku.

Kurebut buku itu dari tangannya dan sukses membuatnya berpaling ke arahku.

“CHO KY ummm” dengan sigap tangannya membungkam mulutku. Aisss sepertinya cara tadi tidak berhasil untuk kedua kalinya.

Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telingaku dan sialnya ini malah membuat detak jantungku kacau. Aigooo kenapa setan ini begitu menggoda?? Tentu saja, bukankah setan diciptakan untuk menggoda manusia??

“Jika kau berani meneriaki namaku lagi, kupastikan semua orang di sini akan tau bahwa kita sebentar lagi akan menikah dan itu semua karena kau mengandung anakku, eotteokeh??” bisiknya.

Kugigit tangannya dan menatap matanya garang.

“MWO??” Teriakku.

“Aisss tidak perlu berteriak Hyena~ya. Dan ah, jika kau masih ingin bekerja di sini kurasa kau harus melayani diriku dengan baik,” ucapnya lagi sembari memandang lurus ke belakangku.

Aku mengikuti arah pandangnya dan benar saja Manager restoran ini sedang mengawasiku dari jauh. Astaga habislah kau Hyena.

Aku membungkukkan tubuhku kikuk pada Manager kemudian kembali memandang wajah setan itu. Terlihat sekali dari ekspresinya bahwa saat ini dia merasa puas.

“Anda ingin memesan apa tuan??” ucapku dengan penekanan pada setiap kata dan memaksakan bibirku untuk tersenyum.

Tiga hari mengenalnya, satu hal yang bisa kusimpulkan, Cho Kyuhyun adalah malaikat pencabut nyawaku.

*****

Dengan malas kulangkahkan kakiku ke parkiran mobil, menemui pria keras kepala yang tetap bersikeras menungguku pulang. Cih pria itu sama saja dengan wanita yang terus mengekoriku saat ini. Mendengar Kyuhyun berada di sini, Chaerin terus memaksaku untuk menemui pria menyebalkan itu. Aku tau apa yang ada di otaknya saat ini.

“Na~ya, itu benar-benar Cho Kyuhyun,” rengek Chaerin ketika melihat sosok Kyuhyun yang lagi-lagi bersandar pada mobilnya.

“Na~ya,” rengeknya lagi sembari menarik-narik ujung bajuku.

Habis sudah kesabaranku. Kuhentikan langkahku dan berbalik menghadapnya. Kutatap matanya garang tapi sialnya dia tak menggubris tatapanku. Matanya tetap tertuju pada pria setan itu.

“Jika kau tetap saja berisik dan menarik bajuku, kupastikan impianmu untuk melihat Kyuhyun dari dekat hanyalah sebuah mimpi, Chaerin-a.”

“Ne, arraseo,” ucapnya malas dan menarik tangannya dari bajuku.

“Apa kalian sudah selesai bekerja??”

Aku menolehkan kepalaku dan langsung kudapati Kyuhyun yang sudah berdiri di hadapanku.

“Jika kau ingin memaksaku untuk tinggal bersama kalian, aku tak kan mau. Apa kalian sudah gila?? Apa yang akan dikatakan oleh orang jika mengetahui ada seorang gadis yang tinggal bersama kalian??” hardikku.

“Kau pikir aku suka dan menerima begitu saja jika setiap hari harus melihat tubuh pendekmu itu berkeliaran di rumahku?? Aisss jika bukan eomma yang terus merengek dan mengganggu semua jadwalku hari ini, aku juga tak mau menemuimu. Kau tau sendiri bagaimana eommaku. Eomma tak akan memberikan kesempatan pada siapa pun untuk menolak permintaannya.”

“Itu kan eommamu, jadi bukan urusanku,” balasku.

“Bukankah nantinya juga akan menjadi eommamu,” ucap seseorang dengan polos.

Grrr Shin Chaerin kau ingin mati malam ini juga??

Aku mendelik ke arahnya dan berhasil membuatnya menunduk takut.

“Ternyata temanmu jauh lebih pintar dibandingkan dirimu.”

“Gomawo,” balas Chaerin pelan.

Aisss menjijikkan.

“Sudahlah sebaiknya kau tinggal saja di rumahku. Gadis manja sepertimu tak akan bisa bertahan hidup tanpa ada yang mengurusimu. Bersyukurlah orang tuaku masih mengkhawatirkanmu.”

Mulutmu benar-benar beracun Cho Kyuhyun. Ingin sekali rasanya menyumpal mulutnya itu dengan batu.

“Jika Hyena tinggal bersamamu, aku boleh sering-sering mengunjunginya ‘kan??”

Ahhh apa lagi ini, Chaerin-a?? Bilang saja kau bukan ingin mengunjungiku tapi kau ingin mencari kesempatan untuk melihat Kyuhyun sesering mungkin.

“Ya!!! Jangan meremehkanku. Aku bisa mengurusi hidupku sendiri, lagi pula aku masih memiliki Chaerin.”

“Apa kau pikir Chaerin adalah pelayanmu yang setiap saat bisa mengurusimu??” tembaknya.

Aku terperangah mendengar ucapannya. Pelayan?? Aku tak pernah berpikir seperti itu. Aku menoleh memandang Chaerin yang masih tertunduk. Apa dia berpikiran yang sama dengan setan ini?? Jika persahabatanku hancur karena ucapannya tadi, kubunuh kau Cho Kyuhyun.

“Chaerin-a, aku..”

“Ani, aku bukan pelayan Hyena. Tapi Hyena masih bisa mengandalkanku,” potongnya.

Air mataku hampir menetes ketika mendengarnya. Kau dengar Kyuhyun, dia sahabatku. Chaerin adalah sahabatku.

“Kau dengar ‘kan?? Sekarang pergilah,” ucapku kemudian berbalik, bersiap meninggalkannya. Berdebat dengannya tak akan pernah ada ujungnya.

“Kau yakin?? Waktumu hanya satu bulan Hyena~ya,” ucapnya yang membuat langkahku terhenti.

Kubalikkan tubuhku hingga menghadap dirinya. “Apa maksudmu??”

“Dimana kau bisa bertemu Jino selain di rumahku??” Aisss apa dia harus selalu menunjukkan seringaiannya di hadapanku??

“Sisa waktumu tak sampai satu bulan lagi, Hyena~ya atau kau memang sudah memantapkan hatimu untuk menjadi istriku??” godanya.

Jino?? Aku memang sulit untuk bertemu dengan Jino selain di rumah mereka. Jika tidak di rumah mereka, itu berarti akan sulit pula untuk diriku memikatnya. Tapi aku tidak sanggup jika setiap hari melihat muka setan ini. Jino…. Kau membuatku mencemplungkan diriku sendiri ke dalam neraka.

“Ya, pikirkan lagi keputusanmu,” bisik Chaerin. “Bayangkan saja wajah imut  malaikatmu itu.”

“Baiklah jika kau tetap ingin tinggal bersama sahabatmu. Tapi bersiaplah untuk menjadi nyonya Cho Kyuhyun, Hyena~ya.”

Kuangkat daguku dan menatap matanya tajam. “Andwaeyo, tapi Nyonya Cho Jino,” balasku.

*****

“Ah, calon menantuku sudah datang.”

Tanpa ba bi bu, Cho ahjumma langsung memelukku. Calon menantu?? Aku tersenyum kaku mendengarnya. Lagi-lagi gelar baru itu keluar dari mulut Cho ahjumma. Menggelikan.

“Syukurlah kau setuju tinggal bersama kami. Terlalu bahaya jika kau tinggal sendirian di luar sana,” lanjutnya lagi.

“Gomawo sudah mengkhawatirkanku, ahjumma.”

“Ahjumma??” teriaknya yang membuatku tersentak.

Matanya melotot padaku. Aigoo tatapan garangnya sama persis dengan setan itu. Apa aku salah bicara??

Aku menolehkan kepalaku ke arah Kyuhyun yang masih berdiri di sampingku, meminta perlindungan. Hah, tapi itu hanyalah hal bodoh yang kulakukan. Bagaimana mungkin aku mengharapkan pertolongan dari seorang setan?? Cih bahkan dia hanya menyeringai padaku dan berlalu begitu saja, menghempaskan tubuh kurusnya itu di sofa panjang yang diduduki appanya.

Aku kembali memandang Cho Ahjumma dan saat itu senyum keibuannya kembali tersungging di bibirnya. Tangannya merengkuh wajahku. Mataku terasa panas ketika merasakan sentuhannya.

“Panggil kami eomma dan appa,” ucapnya lembut.

“Eo-eomma??”

“Tentu saja. Kau adalah calon istri Kyunie, itu berarti kau adalah anak kami,” jawab Cho ahjusshi.

Lagi-lagi kupaksakan bibirku tersenyum. Baru saja aku tersentuh dengan ucapan Cho ahjumma, tapi jawaban Cho ahjusshi kembali menciutkan hatiku

*****

Kyuhyun’s POV

Aisss kesal sekali melihat wajahnya yang langsung berubah ketika disebut sebagai calon istriku. Begitu menyedihkannyakah menjadi istriku?? Lihat saja nanti Na~ya, sebentar lagi justru dirimulah yang akan mengejar-ngejar cintaku. Sudah kukatakan takdirmu itu adalah aku.

“Wah noona, kau sudah datang??”

Aisss perubahan ekspresinya saat ini benar-benar membuat perutku mual.. dasar idiot.

“Jino~ya, kau baru pulang??” balasnya.

Sangat menjijikkan. Dasar iblis betina. Aku benci nada suaramu yang seperti itu.

“Kudengar kau debut sebagai penyanyi dan besok adalah penampilan pertamamu di atas panggung. Wah kau hebat, aku jadi ingin mendengar suaramu. Suaramu pasti bagus.”

“Annieyo, suara Hyung jauh lebih bagus dari suaraku.”

Aku tersenyum bangga mendengarnya. Kau dengar itu, tak ada yang tak mengakui suara Cho Kyuhyun.

“Cho Jino HWAITIG!!!”

Seketika itu juga senyumku langsung lenyap. Bahkan dia tak menunjukkan sikap tertarik atau berminat sedikitpun terhadap suaraku. Kau meremehkanku Han Hyena??

“Aigoo Kau lucu sekali Noona.”

“Ya!! Kalian berisik sekali!!” hardikku tapi sialnya iblis betina ini lagi-lagi tak menggubrisku dan tetap tersenyum pada Jino.

Jadi ini strategi pertamamu untuk memikat Jino?? Ingin berpura-pura bersikap manis di hadapan jino??

Kuambil bantal sofa yang ada di sampingku dan melemparkannya tepat ke kepala Jino.

“Yak hyung, Appo,” protesnya.

“Cepat mandi sana,” gertakku dan itu lah Jino, selalu mematuhi perintahku.

Dari ekor mataku, aku bisa melihat Hyena menggembungkan pipinya kesal kepadaku, tapi aku tak menghiraukannya.

Strategi pertama Han Hyena, GAGAL..

Permainan akan terus berlanjut Na~ya.

“Hyena~ya sebaiknya kau juga mandi dan setelah itu beristirahatlah. Sekarang sudah larut,” ucap eomma. “Kyunie antar Hyena ke kamarnya.”

Aku bangkit dari sofa dan memandang wajahnya garang. “Shireo. Suruh saja Jino, mungkin akan membuatnya bermimpi indah mala mini. Aku mau pulang ke dorm, sudah cukup eomma mengacaukan jadwalku hari ini.”

Sesaat sebelum melangkahkan kakiku, aku melihat mata besar itu melotot padaku. Astaga kenapa aku justru mengagumi mata itu??

*****

“Eunhyuk-a, cepat buka pintunya!!”

Aisss berisik sekali. Apa yang sedang mereka ributkan?? Kupikir ketika tiba di dorm, aku bisa langsung beristirahat, atau setidaknya aku bisa kembali melanjutkan level terakhir starcrafku. Tapi sepertinya rencana itu akan tertunda. Dalam keadaan rebut seperti ini, siapa yang bisa bermain game dengan tenang??

Kulepaskan sepatuku dan kemudian menggantinya dengan sandal rumah.

“Andwae!! Aku sedang tidak ingin bermain, hae!!”

“Kau tega sekali padaku, kita sudah lama tidak bermain, Eunhyuk~a.”

“Aku mau tidur.”

“Kau bohong. Bilang saja kau ingin menonton video yadongmu itu.”

“Hyung, kalian semua di sini??” ucapku yang membuat donghae hyung berteriak dan menggedor pintu kamar Eunhyuk hyung. Sedangkan member yang lain, termasuk manager hyung sedang bersantai di depan tv, membuat dorm terlihat seperti kapal pecah.

“Kau sudah pulang??” Tanya donghae hyung.

“Dari mana saja kau?? Kata Sungmin beberapa hari ini kau selalu pulang larut,” sambung Teukie Hyung.

“Ah, aku dari rumah orang tuaku. Kebetulan sekali manager hyung sedang berada di sini. Ada yang ingin kukatakan. Mulai besok aku ingin tinggal di rumahku saja. Lagi pula jarak dorm dan rumahku tidak terlalu jauh.”

“Wae??” manager hyung menatapku dengan curiga.

Baiklah, kurasa tak ada salahnya berkata jujur pada mereka.

“Karena calon istriku ada di rumahku,” jawabku enteng.

“Mwo??” sahut mereka bersamaan. Mata nmereka terhubus tajam ke manik mataku. Sepertinya sedang mencari keseriusan dari ucapanku.

“Calon istri??” sambung satu suara lagi. Aku nenolehkan kepalaku ke sumber suara itu dan kudapati kepala eunhyuk hyung yang menyembul di antara celah pintu kamarnya yang terbuka.

Sesaat kemudian suara tawa membahana di ruangan ini dan aku juga bisa merasakan jitakan pelan di kepalaku. Aisss apa mereka pikir aku sedang bercanda?? Apa begitu mustahil jika aku menikah muda??

“Kau lucu sekali Kyunie,” ucap Sungmin Hyung.

“Ya aku sedang tidak bercanda!!!” teriakku gusar. Menghadapi sekumpulan orang gila benar-benar menguras emosi.

“Mana mungkin kau memiliki calon istri sedangkan kami tidak pernah melihatmu dekat, apa lagi berpacaran dengan seorang gadis,” balas Heechul Hyung.

“Takdir,” jawabku singkat dan membuat alis mereka bertaut.

Aku percaya akan takdir dan aku tau kau adalah takdirku. Han Hyena dan Cho Jino?? Selama Cho Kyuhyun hidup di dunia ini, itu tak akan pernah terjadi.

To be Continue..

By : dongHAEGAeul

Tags : Kyuhyun, Jino

25 thoughts on “[Freelance] Love Challenge part 2

  1. Lanjutt lanjuttt.. Hyena hrs jd sm Kyu ya >.<
    Jgn sampe kyu patah hati.. Hahaha..
    Next partnya jgn lama2 ya chingu..

    • hahaha doain aj moga Kyu berhasil.. wkwkwk..
      next partnya tunggu aj, udh Q kirim koq..
      gomawo dh bc ^^

  2. Wah t’nyata dah da part 2’y…ya dah bis bca part 1 lngsung capcus deh k part 2 hehe…
    Huh seru crita’y euy…
    Kyu yakin hyena tu jdoh’y b’arti dy sbener’y ska dong ma hyena.,hehe…*sok tw*

  3. Aq dkung hyena & kyu :)
    Pd maen strategi y?! -_-‘
    Ttp ye itu evil na s kyupa ada… serem!! :P
    Ud jujur aja klo emank ud ska ama hyena.. ^^

    Lanjuutt~
    cptn kawinin y >_<

  4. cerita’ny makin bagus aj..
    mskipun cerita s’macam ni bnyk bgt yg bredar d’pasaran..
    tp cerita ni ttp menarik bwt aq cz bikin penasaran..
    jd gk sabar nunggu part slnjut’ny..
    konflik yg ad dlm cerita ni jg gk lebay.alay mash realitis n logis..
    pengambaran karakter tiap tokoh’ny aq suka cz jelas bgt..
    jd scara kseluruhan GOOD bgt..

    (maaf klo kpnjangan..)

  5. jawabnya si kyu pas ditanyain punya calon istri singkat banget… tapi mengena *halah*
    “takdir” katanya. hahahha

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s