[Freelance] Love Challenge

Special For Han Hyena

 

Hanya satu nama yang kuinginkan di dunia ini. Hanya namamu. Aku tidak peduli apakah kau menginginkanku atau tidak. Aku adalah takdirmu. Suka atau tidak, terima atau tidak, sekuat apapun kau berusaha menolakku, kupastikan kau tak akan pernah bisa mengubah takdirmu. Kau hidup di dunia ini hanya untuk diriku dan itulah takdirmu.

Hyena’s POV

“STOOOOOPPPPP!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Akhirnya suara cemprengku ini bisa juga menghentikan mereka.

Kupunguti seluruh pakaianku yang sudah bertebaran di halaman rumah, kemudian berjalan menghampiri lima orang namja yang berdiri di depan pintu rumahku.

Aku berkacak pinggang di hadapan mereka. Kuberanikan mataku menatap wajah orang-orang itu. Sebenarnya nyaliku menciut melihat otat-otot besar yang bersarang di tubuh mereka. Tapi ini rumahku. Aku punya hak atas rumah ini. Bagaimana bisa mereka bersikap seperti ini padaku?? Aku tidak terima!!

“Ahjusshi ini rumahku!!!!!” sergahku.

Salah satu dari mereka menyeringai padaku. “Yak Anak kecil!!”

Mataku melebar ketika kata itu keluar dari mulutnya. Anak kecil?? Aissss ingin sekali rasanya aku berteriak tepat di depan wajahnya bahwa usiaku 20 tahun, Tapi kurasa itu sangat tidak sopan.

”Rumah ini dulu memang milikmu, tapi sekarang, sayang sekali kau tak memiliki hat atas rumah ini,” lanjutnya lagi.

”Mwo??”

”Ne. Appamu tidak mampu membayar hutang perusahaan pada Kim Corporation dan rumah ini beserta isinya menjadi jaminan hutang appamu.”

Lututku melemas mendengarnya. Rumahku.. Rumahku disita??

”Andwae!! Ini rumahku!! 20 tahun aku tinggal di sini. Bagaimana mungkin kalian mengusirku dari rumahku sendiri??” teriakku.

“Kami tidak punya jawaban atas pertanyaanmu. Tanyakan saja pada ayahmu yang sekarang ntah berada dimana,” balasnya.

Air mataku mengalir begitu saja. Bagaimana bisa ini semua terjadi di hidupku?? Sangat mengenaskan. Sudah satu minggu aku tak melihat wajah appaku, bahkan kabarnya pun aku tak tau. Dan sejak itu pula begitu banyak pria-pria menyeramkan mencari diriku.

”Kasihan sekali dirimu memiliki ayah yang tidak bertanggung jawab seperti dirinya.”

Kali ini tatapannya berubah. Tak ada lagi tatapan garang dari sorot matanya, tapi aku benci ditatap seperti ini. Aku tidak suka melihat tatapan iba dari orang lain untuk diriku.

”Tn. Kim memberikan waktu 2 hari lagi untuk mengemasi semua barangmu. Ingat, HANYA BARANG PRIBADIMU. Setelah itu kau harus angkat kaki dari rumah ini.”

Mereka pergi begitu saja setelah meluluhlantakan hidupku. Membiarkanku terpuruk sendiri seperti ini. Bahkan kakiku tak mampu menyanggah tubuhku lagi. Aku merosot ke lantai dan memeluk kedua lututku dengan erat, seolah-olah hal itu akan meringankan bebanku.

Appa, neo eodie?? Bukankah appa sudah berjanji tak akan meninggalkanku seperti eomma?? Setelah perusahaan bangkrut kenapa appa meninggalkanku sendirian seperti ini?? Kenapa appa membiarkan lalat-lalat pengganggu itu mengusik hidupku??

*****

Satu hari lagi. Setelah itu aku tak akan pernah menginjakkan kakiku lagi di rumah ini. Menyedihkan, hanya dalam hitungan jam saja aku akan berubah menjadi gelandangan.

Kupandangi lekat-lekat setiap sudut rumahku. Begitu banyak menyimpan kenangan hidupku.

”Agaesshi,” panggil seseorang.

Aku memutar badanku dan kudapati raut wajah yang mulai menua karena dimakan oleh waktu.

Aku tersenyum padanya dan kusodorkan sebuah amplop di depan dadanya. Jung ahjumma menatap amplop itu sejenak, kemudian kembali memandang wajahku.

”Ahjumma, mianhae aku tidak bisa membayar gajimu bulan ini. Hanya uang ini yang tersisa. Ambillah, setelah aku mendapatkan pekerjaan, aku akan segera membayar sisanya.”

Tangannya tak bergerak sama sekali untuk menyentuh uang ini. Aku meraih tangannya dan kuletakkan amplop itu di atas telapak tangannya.

Kuberikan senyumanku padanya. Aku tak ingin dia mengkhawatirkanku.

”Aku pasti akan sangat merindukan masakanmu,” ucapku pelan.

Meskipun senyum itu tersungging di bibirnya, tapi aku juga bisa melihat air mata yang mulai menggenangi pelupuk matanya. Kupeluk tubuhnya yang ringkih itu. Tubuh yang selalu lelah karena berusaha memenuhi semua permintaanku.

Tubuhnya bergetar pelan di pelukanku.

”Bagaimana bisa aku meninggalkan putri kecil keluarga Han?? Bagaimana putri ini akan hidup selanjutnya??” ucapnya disela isak tangisnya.

Hatiku tertawa kecil mendengarnya. Bagaimana aku akan hidup selanjutnya?? Itu juga yang menjadi pertanyaanku.

Aku melepas pelukannya, kemudian kutatap wajahnya.

”Tenanglah, aku akan baik-baik saja. Ahjumma tidak perlu khawatir.”

”Agaesshi harus hidup dengan baik,” ucapnya dengan nada mengancam.

Aku menganggukkan kepalaku mantap. ”Tentu saja.”

Mulai hari ini aku akan benar-benar hidup sendirian di atas dunia ini.

*****

Aku merebahkan kepalaku dengan lemas di atas meja. Cacing di perutku sudah melancarkan aksinya sejak satu jam yang lalu. Tapi uangku yang tersisa di dompet hanya 5000 won. Jika aku menghambur-hamburkannya, bagaimana hidupku besok?? Ahhh aku lapar!!! Beginikah rasanya kelaparan?? Aigoo Han Hyena, kenapa kau jadi semiskin ini?? Bahkan kau harus bersusah payah mengabaikan protes para cacing di perutmu.

Pletakkk

Tiba-tiba kurasakan sebuah jitakan mendarat tepat di kepalaku. Grrr siapa yang ingin mengantarkan nyawanya kepadaku?? Tak taukah, rasa lapar bisa menyebabkan seseorang melakukan tindakan kriminal??

Aku mengangkat kepalaku dan menatap seorang wanita yang berdiri di hadapanku. Wanita itu berkacak pinggang sembari menatapku garang.

”Ya!!” Teriakku kesal.

”Wae??” balasnya. ”Yeoja baboya. Kau tau?? Dari tadi aku mencarimu, dan kau malah asyik tidur di sini.”

Shin Chaerin, kau benar-benar ingin mati??

”Tidur katamu??” ucapku emosi. ” Ya!! Aku hampir mati menahan rasa lapar di sini dan jangan memancingku untuk mencabik-cabik tubuhmu, kemudian memakan dagingmu, Shin Chaerin!!”

Aku bisa melihat tubuhnya bergidik mendengar teriakanku.

”Aigoo kau mengerikan sekali. Kau masih sehat ’kan??” ucapnya sembari menyentuh keningku. ”Tidak panas,” ucapnya lagi.

Dengan cepat kusingkirkan tangannya dari dahiku. Kutatap matanya dengan tatapan memelasku.

”Aku lapar,” rengekku pelan.

”Jika kau lapar, kenapa kau tidak makan?? Aku sudah menunggumu satu jam di kantin kampus tapi kau tetap tak menunjukkan batang hidungmu,” sungutnya.

”Untuk apa aku ke sana jika tak ada satu makanan pun yang mampu kubeli.”

Chaerin terdiam sejenak dan menatapku serius.

”Apa para penagih hutang itu mengambil paksa seluruh uangmu??” tanyanya khawatir.

Aku menggelengkan kepalaku pelan. ”Mereka mengambil paksa rumahku beserta isinya.”

”Mwo??”

”Dan uangku, kuberikan pada Jung ahjumma.”

”Lalu sekarang kau tinggal di mana??”

”Mereka masih memberikanku waktu sampai besok,” jawabku lemas.

”Kenapa hidupmu bisa menjadi seperti ini Na~ya?? Appamu benar-benar keterlaluan. Jika appaku seperti itu mungkin aku akan menjadi anak durhaka yang tega menghabisi appanya sendiri.”

Aku mendengus pelan mendengarnya. Dia mengatakan diriku mengerikan, lalu sebutan apa yang pantas untuk dirinya??

”Kau jauh lebih mengerikan daripada diriku Chaerin-a. Ya, bisakah kau membantuku??”

”…”

”Bisakah kau mencarikanku pekerjaan?? Apa saja,” lanjutku.

Lagi-lagi dia tak menjawab pertanyaanku dan malah terus menatapku dengan tatapan tak percaya. Aiss aku tidak suka tatapan seperti ini.

”Berhentilah menatapku seperti itu jika kau masih ingin melihat dunia ini, Shin Chaerin,” ancamku.

”Kau serius ingin bekerja??” tanyanya, mengabaikan ancamanku itu.

”Tentu saja,” jawabku cepat. ”Aku butuh uang untuk melanjutkan hidupku. Aku butuh makan dan bagaimana aku bisa melanjutkan kuliahku jika tanpa uang.”

”Tapi…”

”Aku butuh pekerjaan, Chaerin-a,” ucapku putus asa.

”Ne, Arraseo. Restoran tempatku bekerja sedang membutuhkan karyawan. Aku akan menanyakannya nanti pada managerku.”

”Hoaaaahhh gomawo Chaerin-a.”

Kupeluk tubuh mungil itu dengan erat. Tak kuhiraukan tangannya yang terus menghujani punggungku dengan pukulan-pukulan kecil.

”Ya!! Lepaskan aku Han Hyena. Apa kau ingin membunuhku??” geramnya.

Kulepaskan pelukanku dan kulemparkan seyuman termanisku padanya. Tentu saja dia langsung memalingkan wajahnya. Hahaha Chaerin sangat membenci senyumanku yang seperti ini, padahal semua orang terpesona akan senyuman manisku. Aku berani berkata bahwa daya pikatku terletak pada senyumanku itu. ^_^

Tiba-tiba dia menarik tanganku dan menyeretku hingga ke depan pintu kelas.

”Ya!! Kau mau membawaku kemana??”

Chaerin menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku. Dia melipat tangannya di depan dadanya.

”Bukankah tadi kau bilang lapar?? Aku tidak mau melihatmu mati lemas karena kelaparan. Kutraktir kau makan,” ucapnya ketus.

”Hyaaaa…!!!” teriakku.

Dengan cepat kulingkarkan tanganku dilehernya dan mencium pipinya. Chaerin mendelik marah menatapku. Dia melepaskan tanganku yang melingkar di lehernya dengan kasar, kemudian melap pipinya.

”Cih… Kau menjijikkan.”

”Dan kau adalah sahabat terbaikku.”

*****

Ini adalah malam terakhirku untuk bisa merasakan empuk dan nyamannya ranjangku. Setelah malam ini aku tak tau akan tidur dimana. Masih untung jika nanti aku bisa tidur di kasur yang keras, tapi bagaimana jika aku malah merasakan kerasnya lantai atau bahkan tanah. Aissss itu menakutkan.

Tiba-tiba terdengar bunyi bel rumahku. Aku mendengus kesal mendengarnya. Siapa lagi ini?? Para penagih hutang lagi?? Aissss sekarang sudah malam, apa mereka tidak lelah terus mengganggu hidupku?? Setidaknya berikanlah ketenangan padaku malam ini saja.

Dengan malas kulangkahkan kakiku menuruni setiap anak tangga dan berhenti tepat di depan pintu rumahku. Kubuka pintu rumahku dengan kasar dan bersiap memaki orang yang ada di baliknya.

Tapi alisku bertaut ketika kudapati seorang pria sedang berdiri memunggungiku. Kuperhatikan tubuh itu dari ujung kaki hingga kepala. Jacket kulit yang dikenakannya terlihat sangat pas membalut tubuh proporsionalnya yang tinggi menjulang di hadapanku, Ya setidaknya proporsional di mataku, meskipun kuakui tubuhnya terlihat sedikit kurus. Diam-diam aku mengangkat tangan kananku hingga ke depan keningku, mencoba mengukur tinggi badanku dengan dirinya. Aisss sepertinya itu hanya akan menyakitkan hatiku. Ternyata tubuhku hanya sama tinggi dengan bahunya. Diriku yang terlalu pendek atau tubuhnya yang terlalu tinggi??

”Nuguseyo??” Tanyaku akhirnya.

Dengan perlahan pria itu membalikkan tubuhnya ke arahku dan melepas kaca mata hitam yang membingkai matanya dengan sempurna. Semuanya terasa seperti slow motion di mataku. Seketika itu juga, aku merasakan kehilangan oksigenku. Terpana akan pemandangan yang ada di depan mataku. Wajah ini.. Wajah ini terlalu sempurna… Apakah dia manusia?? Atau malaikat?? Malaikat.. Ya Malaikat, karena tak akan ada manusia yang memiliki kesempurnaan seperti ini.

”Han Hyena,” panggilnya.

Suara itu begitu indah di telingaku. Pelan tapi terdengar begitu tegas.

Lidahku kaku untuk menjawab ucapannya. Dia benar-benar membiusku.

”Aku tau aku tampan, jadi tidak perlu menatapku seperti itu.”

Sesaat aku tersadar dari lamunanku dan langsung memalingkan wajahku. Aku yakin wajahku memerah saat ini.

Tiba-tiba dia mendorong tubuhku pelan hingga membentur daun pintu dan masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa seizinku.

Wahhh sopan sekali orang ini.

”Ya!!! Aku belum mengizinkanmu untuk masuk ke dalam rumahku,” ucapku pelan, berusaha menahan emosi.

”Memangnya aku harus meminta izin padamu untuk masuk ke dalam rumah ini?? Kurasa tidak,” balasnya.

Aku terperangah mendengar ucapannya. Malaikat?? Baiklah aku tarik kembali ucapanku tadi. Tak akan ada malaikat yang menyebalkan seperti ini.

”Siapa kau??” tanyaku tajam.

”Mwo?? Kau tak mengenalku??” tanyanya balik. Aku bisa melihat tatapan tak percaya dari matanya.

Dia berjalan mendekatiku dan mensejajarkan wajahnya dengan wajahku.

”Lihat wajahku baik-baik, apa kau benar-benar tak mengenaliku?? Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Apa kau tak mengenali nama itu??” tanyanya lagi dengan nada menuntut.

Aisss… aku bisa merasakan napasnya yang menyentuh kulit pipiku dengan lembut. Kudorong tubuhnya dengan cepat agar menjauh dariku. Apa dia ingin membuatku mati berdiri??

“Aku tidak mengenalmu dan aku tidak peduli siapa dirimu. Lagi pula apakah ada peraturan di negara ini yang mengatakan wajib untuk mengenal dirimu. Cihhh sungguh hal yang paling buruk di dalam hidupku jika mengenalmu sebelumnya,” balasku.

”Aisss sebenarnya kau ini hidup di abad berapa??” geramnya.

”Katakan saja sebenarnya mau apa kau kemari??”

”Jika bukan karena hutang appamu, aku juga tidak mau menginjakkan kakiku di sini,” ucapnya ketus. ”Appamu berhutang pada appaku.”

Hutang?? Ingin sekali rasanya aku mengutuk appaku. Sampai kapan aku akan hidup seperti ini terus??

”Jika kau ingin menagih hutang padaku, percuma saja. Rumah ini sudah di sita. Aku sudah tidak memiliki apapun. Apa aku harus membayarnya dengan mataku? Hidung?? Atau organ tubuhku yang lain??” ucapku emosi.

Kutatap matanya dan dia membalasnya.

“Kau harus membayarnya dengan dirimu.”

“Mwo??”

Dia mengeluarkan sebuah map dari balik jaketnya dan menunjukkannya tepat di depan wajahku. Dengan sigap langsung kusambar map itu dan kubaca setiap kata yang tertulis di dalamnya. Mataku terbelalak ketika mendapati namaku di atas surat perjanjian itu.

“Appamu menjadikan Han Hyena sebagai jaminannya. Kau bisa baca sendiri ’kan?? Jika Tuan Han tidak sanggup melunasi hutangnya dalam waktu yang telah ditentukan, maka Han Hyena akan menikah dengan Cho Kyuhyun,” ucapnya mengulang isi surat perjanjian itu. ”Itu berarti kau harus menikah denganku.”

Kuremuk surat perjanjian itu dan kulempar ke dadanya.

”Keluar!!”

”Mwo??”

”Kubilang KELUAR dari rumahku!!” Teriakku gusar.

Kutarik jaketnya dan kuseret hingga ke depan pintu kemudian mendorongnya dengan kasar.

”Jangan pernah berpikir aku mau menikah dengan pria menyebalkan seperti dirimu.”

”Kau pikir aku mau menikah denganmu??” balasnya. ”Jika masih ada pilihan, meskipun pilihan terburuk dalam hidupku, aku pasti akan memilih pilihan terburuk itu daripada menikah dengan yeoja kasar seperti dirimu.”

”Baguslah kalau begitu. Jadi mulai sekarang jangan pernah menunjukkan lagi wajah setanmu itu di hadapanku.”

BRUKKKK…

Kubanting pintu rumahku dengan keras tepat di depan wajahnya. Pria itu benar-benar mengobrak-abrik emosiku.

”Ya!!! Dasar kau yeoja GILA!!” teriaknya dari luar sana.

“KAU YANG GILA!!” balasku.

Appa aku sungguh membencimu. Tega sekali kau menjual diriku. Aku sungguh membencimu, appa.

*****

Aku berdiri di depan gerbang rumahku. Kupandangi istanaku yang berdiri kokoh itu. Saatnya aku meninggalkan rumah ini.

Dengan berat kulangkahkan kakiku. Aku tak berani menoleh ke belakang lagi. Kuseret koper kecil yang berisi pakaianku, melewati setiap jalan-jalan kecil yang bisa mengantarkanku ke halte bis. Aku tidak peduli dengan setiap lirikan manusia yang berlalu lalang di jalan ini pada koperku.

Apa begitu aneh melihat seorang wanita menyeret koper kecil sore-sore begini?? Ahh kurasa tidak.

Aku menghentikan langkahku secara tiba-tiba. Kutolehkan kepalaku ke belakang. Aku merasa seperti ada yang mengikutiku. Kutajamkan mataku, memperhatikan semua orang yang ada di sekitarku saat ini. Semua orang masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing, tak ada tanda-tanda dari mereka yang sedang mengawasiku. Tak jauh dari tempatku, kulihat seseorang berdiri memunggungiku dan sepertinya dia sedang asyik berbicara melalui ponselnya.

Aku kembali melangkahkan kakiku, mencoba mengabaikan rasa takut itu. Tapi lagi-lagi perasaan itu kembali menyelimuti hatiku. Dengan cepat kubalikkan tubuhku dan saat itu juga aku melihat pria yang sedang berbicara di telepon itu ikut berbalik memunggungiku. Sekilas aku bisa melihat masker yang menutupi sebagian wajahnya.

Aisss ini mencurigakan. Ini aneh. Siapa lagi pria ini?? Penagih hutang atau pencuri yang tengah mengincar koperku??

Aku berlari semampuku, menuju ujung jalan, kemudian aku bersembunyi di balik tembok yang ada di ujung jalan ini. Kutempelkan telingaku pada tembok. Aku bisa mendengar derap langkah yang mengejarku dari balik sana.

1.. 2.. 3..

BUUUGG..

Kulemparkan tas ranselku tepat ke dadanya. Tanpa ampun kuhujani tubuhnya dengan tinjuanku.

“Akhhhhh”

Dia mengerang kesakitan dan sedetik kemudian dia langsung menahan tanganku.

“Lepaskan!! Siapa Kau??” Hardikku. “Jika kau ingin mencuri, percuma saja, aku tak memiliki barang berharga. Aku sudah jatuh miskin, apa kau bisa mengerti??”

Pria itu menatapku sejenak kemudian membuka maskernya dan setelah itu menutupnya kembali.

Mataku terbelalak melihatnya.

“Neo…” ucapku tak percaya. “Cho Ky emmm…”

Dia langsung membungkam mulutku dengan tangannya dan mengedarkan pandangannya, memastikan tak ada yang melihat kami saat ini.

“Kau sungguh berisik. Tak bisakah kau mengecilkan suaramu??” ucapnya.

Kugigit tangannya yang lagi-lagi membuatnya mengerang dan melepaskan bungkamannya.

“Apa kau benar-benar sudah gila?? Apa maksudmu mengikutiku seperti ini??”

“Hanya mengawasi dirimu. Aku ingin lihat apa kau ingin kabur dari hutang appamu,” balasnya.

“Neo..”

“Wae?? Bagaimanpun juga, appamu mempunyai hutang pada appaku dan hutang harus tetap dibayar!!”

“Aku tidak peduli. Sudah kukatakan aku tidak mau menikah denganmu. Bukankah kau juga tidak mau menikah denganku?? Lalu kenapa kau terus mengganggu hidupku?? Menjauhlah dari hadapanku!!” Gertakku.

“Ya!!! Kau pikir aku suka seperti ini?? Kau pikir aku tidak mempunyai pekerjaan lain selain mengikutimu?? Aisss kau tau ini sangat menyebalkan!! Jika bukan karena appa mengancam tidak akan mengakuiku sebagai anak lagi dan memutuskan semua kontrakku jika aku tidak berhasil membawamu menemui mereka hari ini, apa lagi jika aku menolak pernikahan itu, aku juga tidak mau menemui yeoja menyebalkan sepertimu lagi!!!” balasnya.

“Lagipula jika kita menikah, Aku lah orang yang dirugikan di sini. Sedangkan kau akan mendapatkan 2 keuntungan. Ayahmu akan terlepas dari ancaman jeruji besi dan kau..” ucapnya tajam. “Akan sangat beruntung mendapatkan pria tampan sepertiku sebagai suamimu,” lanjutnya.

Aigoo ternyata mulut pria ini sangat beracun. Berpotensi membuatku terserang penyakit darah tinggi.

“Sudah kukatakan aku tidak peduli!! Silahkan saja jika kalian ingin memenjarakannya.”

“Cihhh kasihan sekali Tuan Han memiliki anak seperti dirimu,” ejeknya.

“Mwo?? Ya!! Akulah yang patut dikasihani karena memiliki appa yang kabur begitu saja bahkan tega menjual anaknya sendiri!!!!!!!!!!”

Dia menatap mataku dan kutantang tatapan itu. Jangan pikir aku akan kalah darimu.

Tapi tiba-tiba dari matanya aku bisa melihat dia tersenyum padaku dan sesaat kemudian langsung mengambil langkah seribu, menjauh dariku.

Aku mengerutkan dahiku melihat keanehannya dan terus memandang punggungnya yang menjauh. Kurasa pria itu harus memeriksakan jiwanya secepat mungkin.

Aku berbalik dan bermaksud melanjutkan langkahku. Aku kembali menyeret koperku. Tapi baru beberapa langkah aku kembali menghentikan langkahku. Aneh. Seperti ada yang hilang.

Aku memukul kepalaku pelan ketika kusadari ranselku sudah tak berada dipunggungku lagi.

“Ya!!! Kembalikan ranselku!!” teriakku tapi pria itu hanya melambai-lambaikan tangannya padaku dan terus berlari-lari kecil.

Aku langsung berbalik arah dan  mengejarnya.

Aissss Jincha… Pria ini benar-benar sudah gila!!!

*****

Aku terus mengerucutkan bibirku. Pria ini benar-benar bisa membuatku meledak. Melihat senyum kemenangan yang terus tersungging di bibirnya, selalu membuatku berniat mencabik-cabik wajah tampannya itu. Aku tidak mau munafik, kuakui dia memang tampan.

Pria gila ini menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Aku terperangah melihat bangunan kokoh yang berdiri di hadapanku. Sangat besar, bahkan lebih besar dari istanaku. Tak kusangka keluarga Cho sekaya ini. Aigoo bahkan tamannya indah sekali. Nuansa hijau menyelimuti halaman rumahnya.

“Cepat turun!!” perintahnya.

Tanpa menoleh ke arahnya aku membuka pintu mobilnya dan menginjakkan kakiku di halaman rumahnya.

“Ayo cepat masuk!!” ucapnya lagi kemudian berjalan mendahuluiku.

Aku menoleh ke arahnya sejenak dan mendengus kesal. Setan ini sungguh tak memiliki perasaan. Meskipun barangku tidak terlalu banyak, tapi tetap saja aku kerepotan membawa koper ini. Apa dia tidak memiliki inisitif untuk membantuku?? Ouhh tentu saja, setan tak akan pernah berubah menjadi malaikat.

Aku melangkahkan kakiku dengan tetap mengedarkan pandanganku ke setiap sudut halaman rumahnya. Ini terlalu mempesona mataku. Tak sengaja pandanganku tertuju pada satu arah. Kulihat di sudut halaman rumah ini terdapat kursi taman yang dikelilingi bunga kesukaanku, bunga lili. Ahhh cantik sekali.

Tapi tiba-tiba tubuhku terhuyung karena tersandung anak tangga di teras rumahnya yang tak kusadari keberadaannya. Aku terjerembab ke lantai dan membuatku meringis kesakitan.

“Gwaenchanayo??” tanya seseorang.

Aku mengangkat kepalaku dan kudapati sepasang kaki berdiri di hadapanku. Mataku melebar ketika melihat jelas wajah pemilik kaki ini. Dia mengulurkan tangannya ke arahku dan tersenyum ramah.

Detak jantungku seakan berhenti. Tubuhku mematung. Sudah lama aku tak melihat wajah ini. Wajah malaikatku.

Ji.. Jino..

Tangannya menyentuh kedua lenganku dan membantuku berdiri, membuatku semakin membeku.

“Kau Han Hyena ‘kan??’ ucapnya lagi.

Dia mengenalku?? Dia mengenalku?? Akhirnya dia mengenalku. Ingin sekali rasanya berteriak.

“Ahhh ternyata kau lebih cantik daripada foto yang ditunjukkan appa dulu.”

Cantik?? Ahhh aku sungguh tidak tahan lagi. Aku sangat yakin pipiku memerah saat ini.

Chakkaman kenapa dia ada di sini??

“Foto?? Appa??” tanyaku.

“Ne, beberapa waktu yang lalu appa menunjukkan fotomu. Tak kusangka, akhirnya Hyung berhasil membawamu kemari juga, padahal tadi malam Hyung sudah menyerah.”

“Hyung??” tanyaku lagi.

“Ne, Hyung-ku. Kyuhyun Hyung.”

Aku merasa di sambar petir mendengarnya. Hyung?? Cho Jino?? Cho Kyuhyun?? Andwae!!! Bagaimana mungkin malaikatku bisa memiliki kakak setan seperti itu.

“Ya!!! Apa karena kakimu yang pendek sehingga membuat langkahmu pendek juga!!” teriak seseorang.

Kulihat pria setan itu berdiri di depan pintu rumahnya sembari berkacak pinggang.

Aku sungguh tidak percaya. Bagaimana Setan dan Malaikat bisa hidup sebagai satu keluarga seperti ini??

*****

“Aigoo ternyata calon menantu kita secantik ini.”

Uhukkk..

Aku langsung mengambil air putih dan memasukkannya ke dalam mulutku. Lega rasanya saat air itu mengaliri tenggorokanku.

Saat ini kami sedang berada di ruang makan keluarga Cho. Cho ahjumma memaksaku untuk makan malam bersama mereka dan yang membuatku risih adalah Cho ahjumma terus saja menatapku dengan tatapan berbinar. Dia terus saja memuji diriku, dan parahnya baru saja dia menobatkan diriku sebagai calon menantunya. Sungguh gelar yang menakutkan.

“Yeobo, sebaiknya kita segera mempersiapkan pernikahan Hyena dan Kyu.”

“Tentu saja,” jawab Cho ahjusshi.

“Mwo??” ucapku dan setan itu berbarengan.

Aigoo ternyata sikap gila pria ini diwarisi oleh ibunya. Dari tadi aku mencari kesempatan untuk menolak pernikahan itu, tapi keluarga ini bahkan tak memberikanku kesempatan untuk bicara sama sekali.

“Ne, eomma sudah merencanakan apa saja yang akan eomma lakukan dengan istrimu nanti. Sudah lama eomma ingin ada seorang anak perempuan di rumah ini,” ucapnya lagi.

“A.. Aku..” ucapku.

Semua mata kini mengarah ke arahku. Kenapa lidah ini susah sekali di gerakkan ketika aku mendepatkan kesempatan??

“Sepertinya wajahmu tidak asing,” ucap Jino tiba-tiba.

Aku menolehkan kepalaku ke arahnya dan kudapati dia tengah menatapku lekat-lekat, membuatku kelabakan saja.

“Rasanya aku pernah melihat wajahmu sebelumnya,” ucapnya lagi.

Aku tersenyum padanya. Akhirnya dia mengingat wajahku.

“Tentu saja, karena kau hoobaeku,” jawabku.

Dan karena kau pria yang sangat kukagumi sejak dulu.

“Hah??”

“Ne, dulu kau bersekolah di Neul Paran ‘kan??”

Dia menganggukkan kepalanya cepat.

“Ahhh aku ingat. Kau adalah Noona yang menangis karena jatuh dari tangga sekolah ‘kan??” tanyanya lagi.

Aku menganggukkan kepalaku pelan. “Dan kau yang menolongku waktu itu,” jawabku.

Ya, dia malaikatku. Dia menggendongku hingga ke ruang kesehatan waktu itu. Benar-benar seperti seorang pangeran.

“Ternyata iblis wanita yang kasar sepertimu bisa juga menangis.”

Lagi-lagi dia mengejekku. Aku berusaha mati-matian menjaga emosiku agar tidak menjitak kepalanya. Aku tidak mau Jino memberikan pandangan yang buruk padaku.

Kembali pada calon menantu, jika akua bersama Jino, bukankah aku tetap menjadi menantu keluarga Cho??

*****

Seusai makan, Cho ahjumma memaksa Kyuhyun mengajakku ke taman belakang rumah mereka. Kuakui rumah mereka benar-benar indah. Aku yakin tak ada mata yang tak terpana jika melihat halaman yang tertata rapi ini.

Kyuhyun duduk di sampingku, tapi dia tak menghiraukanku sama sekali dan terus berkutat dengan PSP-nya, membuatku iri saja. Sudah lama aku tidak memainkan PSP-ku. Hutang-hutang appa benar-benar mengalihkan perhatianku dari game. Dan sekarang aku malah meninggalkan PSP tercintaku itu di rumahku yang di sita itu.

“Ya!!! Boleh aku pinjam PSP-mu??’ tanyaku.

“Andwae!!” jawabnya singkat dan pelan.

Aisss….

“Ya,” panggilku lagi. Tak ada jawaban apapun dari mulutnya. “Bukankah keluarga ini hanya menginginkan aku menjadi menantu keluarga Cho??”

Dia mengalihkan pandangannya dari PSP-nya ke wajahku.

“Jika aku menikah dengan Jino, bukankah aku juga menjadi menantu keluarga ini?? Bagaimana jika perjanjian itu ditukar dengan pernikahanku dengan Jino??”

“Aigooo ternyata kau tidak tau malu. Bagaimana mungkin kau berbicara seperti itu pada orang yang akan menjadi calon suamimu,” ucapnya. “Lagi pula Jino tidak akan suka pada noona-noona sepertimu.”

“Ya!! Apa kau bukan pria yang tidak tau malu?? Bagaimana kau bisa memaksaku menikah denganmu, dan sudah jelas kita tidak saling mencintai. Aku heran kenapa kau begitu bernapsu menikahi diriku?? Atau jangan-jangan kau memang sudah mencintaiku sejak pertama kali melihatku.”

“Hahaha…” tawanya meledak, memekakkan telingaku. “Kau terlalu percaya diri Han Hyena. Menurutmu, bagian tubuh yang mana dari dirimu yang bisa membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap seorang Han Hyena??”

Aisss kenapa dia suka sekali mengejek orang.

“Lalu apa alasanmu untuk menikahiku??” tuntutku.

“Pertama, salahkan appamu kenapa membuat perjanjian seperti itu. Kedua, aku tidak mau semua impianku terhambat hanya karena dirimu. Menjadi penyanyi adalah impianku sejak kecil dan aku sudah mendapatkannya bersama Super Junior.”

Super Junior?? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu dari Chaerin.

“Super Junior??” tanyaku.

“Ne, apa kau mengenal nama itu??” tanyanya.

“Annieyo. Tapi sepertinya aku pernah mendengar nama itu.”

“Aisss… “ dengusnya. “ Appa mengancam akan memutuskan kontrakku dengan SM jika berani menolak pernikahan itu. Dan yang ketiga, kupikir-pikir, aku akan mendapatkan permainan yang mengasyikkan jika menikah denganmu,” lanjutnya lagi.

“Mwo??” teriakku.

“Tidak perlu bereaksi seperti itu. Nikmati saja hidupmu sekarang,” ucapnya santai.

Habis sudah kesabaranku.

Pletakkk..

Kujitak kepalanya dan membuatnya menatapku kesal.

“Ya!!!!” teriaknya.

“Wae?? Kau pikir hidupku adalah bahan leluconmu??’ hardikku.

Dia menatapku sejenak kemudian mendengus kesal.

“Aisss.. Baiklah jika sekarang kau bisa mengalahkan diriku, aku akan melepaskanmu dan membantumu bicara pada appa utnuk menikahkanmu dengan Jino,” ucapnya sembari menyodorkan PSP-nya ke depan dadaku.

Mataku langsung melebar dan menatapnya tak percaya.

“Jincha??” tanyaku memastikan.

Sedetik kemudian aku langsung menyambar PSP itu dari tangannya.

*****

Aku melipat tanganku di depan dada dan terus memandang jalanan Seoul yang mulai sepi. Lebih baik aku melihat hal yang menyeramkan di jalanan, misalnya saja hantu yang mungkin saja tiba-tiba muncul di jarak pandangku dari pada harus melihat wajah raja setan di sampingku.

Dia terus mengemudikan mobilnya dengan tenang. Dan aku yakin saat ini dia sangat senang. Lagi-lagi dia berhasil menggagalkan usahaku untuk lari darinya.

“Ya!! Kau itu tidak cantik, jadi jangan membuat wajahmu terlihat semakin aneh dengan ekspresi seperti itu,” ucapnya ketika kami sampai di depan rumah Chaerin.

Ya mulai malam ini aku akan tinggal bersama Chaerin. Chaerin sendiri yang memintaku tinggal di rumah sewaannya yang sederhana itu. Sahabatku memang benar-benar baik.

“Mengaku saja, kau curang!!” teriakku.

“Ya!!! Kau itu sudah kalah. Terima saja kekalahanmu,” balasnya.

“Kau curang Cho Kyuhyun!!”

“Jangan bicara sembarangan kau Han Hyena. Jangan salahkan diriku jika kau kalah, salah kan saja dirimu kenapa berani melawan GameKyu.”

“Aku tidak akan kalah jika kau tidak menyentuh rambutku secara tiba-tiba dan membuatku terkejut. Kau pasti sengaja melakukannya!!”

“Jangan sembarangan menuduh, sudah berapa kali kubilang, aku menyentuh rambutmu karena ada serangga yang hinggap di rambutmu itu.”

“Kau bohong!!” sergahku.

“Ya!!” teriaknya gusar. “Kenapa kau susah sekali menerima pernikahan itu. Bukankah aku juga menjadi korban karena perjanjian yang dibuat appamu itu??”

“Karena aku tidak menyukaimu dan jika kau juga merasa menjadi korban, kenapa kau tidak melepaskanku saja??” balasku.

“Arraseo!!” teriaknya. “Kuberikan waktu 1 bulan padamu untuk membuat Jino mencintaimu. Tapi jika kau gagal, kau tak ada pilihan selain menikah denganku.”

*****

Kyuhyun’s POV

“Arraseo!!” teriakku gusar. Wanita ini benar-benar keras kepala. Membuatku kehabisan akal menghadapinya.

“Kuberikan waktu 1 bulan padamu untuk membuat Jino mencintaimu. Tapi jika kau gagal, kau tak ada pilihan selain menikah denganku.”

“Benarkah?? Kau tidak sedang mengerjaiku ‘kan??” tanyanya yang terdengar sangat bersemangat.

“Aku sedang tidak bercanda,” jawabku serius.

“Dan kau tidak sedang mencari rencana untuk berbuat curang lagi ‘kan??”

“Satu hal yang harus kau tau, Jino bukan orang yang gampang jatuh cinta dan dia tidak pernah berniat memiliki pacar apalagi seorang istri yang memiliki usia lebih tua dari dirinya,” ucapku lagi tanpa menghiraukan pertanyaannya.

Dia terdiam mendengar ucapanku, tapi sesaat kemudian dia mengangkat kepalanya dan menatapku.

“Aku hanya tua satu tahun dari dirinya, kurasa tidak begitu masalah. Lagipula tidak ada yang tidak bisa terjadi di dunia ini.”

Dia melemparkan senyumnya padaku dan kemudian membuka pintu mobil, lalu turun dari mobilku. Aku bisa melihat wajah sumringah itu berjalan dengan langkah yang sangat ringan. Begitu bahagiakah??

Aku memang memberikan kesempatan padamu untuk lari dari sisiku, tapi kau jangan pernah bermimpi untuk kabur dengan begitu mudahnya, Han Hyena.”

To be Continue…

By : dongHAEGAeul

Tags : Kyuhyun, Jino

18 thoughts on “[Freelance] Love Challenge

  1. Keren banget laaahh ayoo lanjuutt *\(`▼´)><(`▼´)/*
    Rame rame ayoo pasti kyu nya juga suka deh haha.suka banget cerita kaya begini :)

  2. Gomawo yg udh bc, mian gak bs bls 11..
    Ouh y, nie ff mank d publish d blogny Hyena, bkn d blog it aj, tp jg d blog pribadiQ..
    Kan d ats aq blg nie special 2k Hyena, jgn mkr nie plagiat atw ny0m0t ff org krna nie ff mank puny aq yg aq bkin 2k dy, wjr aj kl d publish d blogny jg..
    Jd ini 100% karyaku..

  3. . Sayasuka ff.nihh ,, seruu bgt crita.x , lnjutannya cpett yahhh … Pnasaran mreka bkal nikah pha g ,

  4. haduh. . .mrs cho punya anak kok ganteng ganteng banget ya. .
    suka banget waktu kyu dteg ke rumah hyena
    kesannya tu kyuhyun bener bener ganteng banget *emang sih

  5. haduh. . .mrs cho punya anak kok ganteng ganteng banget ya. .
    suka banget waktu kyu dteg ke rumah hyena
    kesannya tu kyuhyun bener bener ganteng banget *emang sih haha

  6. Wahh…keren bgt ff’y seru lg.,
    ya udah kalo hyena gak mo ma kyu,kyu’y bwt gw ja.,hahaha…loh?
    Cpet ya thor lanjut’y…

  7. Hyena ga blh gtu,,, klo ga mw yud ntr kyu bwt aq, lgsg kawin :)

    Pko’a gmn pun hyena ttp hrs nikah ama kyu & pny anak byk!!

    Slalu itu PSP ada g ff2 kyupa =0

    Lanjuutt~

  8. pantes aja, aku jg udah pernah baca tp aku blm baca lanjutan y soal y lupa nama blog y. . .
    Aku suka ff y apalagi sama karakter kyu n hyena, aku rasa kyu udah suka tuh ma hyena. . . .
    Lanjut seru

  9. Waaah..kereen bgt ni ff… Q sbenere uda bca di blog hyena tpi blm komen..q komen dsini aja,,hahaha
    Q sukaaaaaaaaaaa bgeeeeet sma ni ff..bagus cingu…lanjuut

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s