[Freelance] Refrain part 2

Title                      : Refrain -2 END + Afterstory-

Author                  : Amy Lee

Categories          : Love, Oneshoot, Fanfiction, Friends, Super Junior

Cast                      :

-Lee Ji Eun                          -Super Junior

-Lee Dong Hae                  -Kim Ga Eul

-Choi Siwon

666

*Donghae POV*

“Oppa,Siwon mana?”

               Aku menatap Ji Eun yang tampak memasang ekspresi childistnya. Aku yang selalu merasa gemas melihat wajahnya yang seperti itu langsung mencubit pipinya yang chubby itu.

               “Aw, sakit tau!”

               “Oh,ya?”tanyaku lagi, lalu mencubit pipinya sekali lagi

               “Oppa!”

               Aku tertawa melihat ekspresinya ini

               “Entahlah. Aku tidak tahu. Katanya tadi ia pulang ke rumahnya,”jawabku akhirnya

 

               “Oh, itu dia!”ucapku sambil menunjuk ke sebuah arah

               “Siwon? Itu siapa?”tanya Ji Eun

               Aku mengangkat bahu

               Siwon tersenyum pada kami saat sudah berdiri di dekat kami. Kulirik tangannya yang menggenggam tangan yeoja di sampingnya.

               “Nugu?”tanyaku

               “Sunny imnida,”ucap gadis itu sambil tersenyum dan menatap Siwon mesra

               “Dia yeojachinguku,”ucap Siwon sambil tersenyum

               “Wooaaa!! Chukkae!”pekikku sambil menjabat tangan Siwon

 

               Kau tahu? Aku senang bukan karena Siwon sudah memiliki yeojachingu, tetapi karena aku tahu, aku bisa mendapatkan Ji Eun dengan mudah setelah ini. Aku tahu, Ji Eun menicntai Siwon. Tidak ada salahnya mencoba kan?

               Kulirik Ji Eun yang tampak diam terpaku. Matanya menatap kosong lantai yang kami pijaki saat ini.

               Lalu, tanpa dikomandoi, Ji Eun menghempaskan kamus-kamus bahasa asing yang daritadi dipegangnya, lalu keluar dari ruangan ini.

               Siwon menatap Ji Eun heran. Begitu juga Sunny.

               “Dia kenapa?”tanya Siwon

               Aku mengangkat bahu.

 

               Hari ini, mereka sudah saling menyadarinya. Aku tidak bisa lagi menyusup masuk ke kehidupan mereka. Aku bukan siapa-siapa saat ini baginya. Walaupun ia tahu –barangkali- aku menicntainya.

Ingatanku kembali pada saat hari di mana Ji Eun memutuskan untuk menerima beasiswa sekolah di Paris.

“Oppa, kurasa aku akan mengambil beasiswa itu,”

               “Kenapa?”tanyaku kaget. Jelas sekali aku kaget. Kenapa ia memutuskannya tiba-tiba? Padahal kemarin lusa ia masih teguh pada pendiriannya yang pertama, yaitu tetap melanjutkan kuliahnya di Seoul.

               Ji Eun terdiam,”Aku ingin… lebih mendalami ilmuku di Paris. Paris kan kota mode, jadi mana tahu nanti setelah aku kembali, aku berhasil menjadi designer ternama!”jelasnya yang diakhiri dengan tawa palsunya

               Aku menatap matanya dalam. Kuharap ia tahu apa yang kurasakan saat ini.

               “Ji Eun-ah,”ucapku

               “Ne?”

               “Bisakah kau tinggal untukku?”

               Ia menatapku tidak percaya

               “Aku tahu, kau memutuskan ke Paris karena Siwon. Ya,kan? Dialah alasan utamamu. Kau ingin melupakannya,”

               Ji Eun menggeleng,”Oppa, aku tidak bisa,”

               “Ji Eun-a, tinggallah bersamaku di Seoul. Jangan pergi! Aku akan membantumu melupakan Siwon,”

               “Aku tidak berniat melupakannya,oppa,”desis Ji Eun sambil tertunduk

               Aku merengku wajahnya dengan kedua tanganku. Memaksanya untuk menatap mataku

               “Biarkan aku masuk ke kehidupanmu. Biarkan aku membantumu melupakannya,”

 

Lalu, keesokan harinya, Ji Eun menyuruhku datang ke bandara tepat sebelum keberangkatannya.

“Oppa,maaf aku harus pergi! Kumohon sampaikan maafku pada Siwon karena tidak memberitahunya aku berangkat hari ini. Aku harap ia tidak sedih,”

 

               Kenapa ia selalu mengingat Siwon? Kenapa ia tidak berusaha untuk melupakan nama itu? Sekali saja. Kenapa ia selalu peduli pada Siwon walaupun jelas-jelas Siwon telah melukainya?

666

*Ji Eun POV*

Siwon terus menggendongku sampai di mobilnya. Setelah ia mendudukkanku di kursi samping kemudi, ia pun masuk dan mengemudikan mobil perlahan meninggalkan gedung butik milik Mister Thomas. Ia sama sekali tidak berbicara sepatah katapun selama mengemudi. Aku juga tidak tahu apa yang akan kukatakan.

Siwon menghentikan mobil yang dikemudikannya di depan sebuah klinik. Aku memperhatikan klinik itu. Untuk apa dia membawaku ke sini?

Sebelum aku sempat melontarkan pertanyaan, Siwon sudah terlebih dahulu mengangkatku kembali. Ia membawaku masuk dengan tatapan penasaran dari beberapa pengunjung.

“UGD,”desisku,”Kau pikir aku sakit parah!”protesku dengan suara yang kecil

Kulihat bibirnya tertekuk membentuk sebuah senyuman kecil

“Ada apa,Siwon-ssi?”tanya seorang ahjussi yang mengenakan pakaian dokter setelah Siwon membaringkanku di atas tempat tidur di ruangan UGD ini

“Tadi ia terjatuh. Kupikir kakinya terkilir atau mungkin patah,”jelas Siwon pada dokter itu

“Mari kita lihat,”ucap dokter itu

Dokter Jang –seperti yang kulihat pada name tagnya- memeriksa pergelangan kaki kiriku dengan meraba bagian mata kakiku yang mulai terlihat bengkak itu.

“Apa kau merasa sakit?”

Aku menggeleng

Lalu, dokter Jang mengurut pelan bagian yang terlihat bengkak di kakiku itu dan aku mulai merasakan rasa ngilu yang sangat sakit itu.

“Sepertinya kakimu hanya terkilir,”ucap dokter Jang,”Apa kau terjatuh tadi?”
Aku mengangguk

Jangan sampai kakiku di gips (lagi)! Aku sedang membutuhkan kaki yang sempurna saat inI!

666

               Siwon menyodorkan segelas kopi panas padaku. Aku menerima kopi itu dan menyesapnya perlahan.

Setelah dari klinik tadi, Siwon membawaku ke tepian sungai Han. Ia tidak bicara banyak. Aku tidak tahu kenapa. Padahal tadi dialah yang membawaku pergi dari Donghae oppa.

“Kakimu masih terasa sakit?”tanyanya

Aku menggeleng

“Apa…kuliahmu sudah selesai?”

Aku beralih menatap Siwon, kulihat ia sedang menatap lurus ke depan.

“Ya. Sejak tahun lalu,”

Kami terdiam untuk beberapa saat. Lalu, kurasakan Siwon menggenggam tanganku.

Aku mencoba menarik tanganku, namun ia malah menggenggam kedua tanganku dengan erat.

Aku menatapnya.

Mianhae,Ji Eun-a,”ucapnya

Aku mengangkat alisku,”Wae? Kau tidak salah,”

Ia menggeleng,”Aku salah. Aku salah waktu itu tidak tahu keadaan yang sebenarnya,”

Aku memejamkan mataku sepersekian detik sambil menggeleng pelan

“Kau tidak pernah salah di mataku,”

Tatapan matanya yang sendu ini kembali meruntuhkan puing-puing pertahan diriku. Airmataku jatuh tak terbendung lagi.

“Uljima,”ucapnya sambil menghapus air mataku

Aku tersenyum, walaupun jelas-jelas perasaan itu kembali muncul dan tergambar jelas saat ini.

“Maukah kau memaafkanku?”

Aku mengangguk,”Aku tidak pernah menyalahkanmu karena memilih Sunny-ssi. Aku tidak bisa memaksakan perasaanmu padaku,”

Hajiman, tanpa kau paksa pun sekarang, aku sudah mencintaimu. Saranghae,Ji Eun,”

Aku tersenyum lagi,”Saranghae,Siwon-a,”

666

*Donghae POV*

“Apa Siwon belum pulang juga?”tanya hyung manager. Itu adalah pertanyaan ke seribunya sejak Siwon dan Ji Eun pergi tadi siang

Aku menggeleng

“Memangnya Siwon dan Ji Eun-ssi itu sudah saling kenal,ya?”tanya Hyuk Jae

Aku tersenyum miris

“Kurasa mereka memang kenal,”jawab Leeteuk hyung

“O,ya bukankah kau juga ikut menyusul Ji Eun-ssi tadi siang?”tanya Heechul hyung

Aku mengangguk,”Kenapa?”

“Kau juga kenal Ji Eun-ssi,kan?”

“Menurutmu?”tanyaku balik

“Kurasa kau ‘terlibat’ diantara mereka bertiga,”kata Sungmin

Aku tersenyum kecil,”Tidak lagi saat ini,”

Aku melangkah keluar dari dorm. Meninggalkan mereka yang masih menatapku heran.

Ya. Aku tidak lagi terlibat dengan ‘urusan’ mereka berdua. Kecuali kalau Siwon kembali menyakiti Ji Eun.

666

2 weeks later…

*author POV*

“Mrs Choi, tolong kau antarkan pakaian ini ke dormnya Super Junior. Kau tau alamatnya kan? Semuanya untuk mereka bersepuluh. Mereka akan memakai pakaian ini besok. Jadi, tolong antarkan sekarang,”

Ji Eun melirik bosnya itu sekilas. Lalu kembali menatap layar laptopnya. Ia sedang berimajinasi dengan games dress-up yang khusus dibuat untuk mendesain pakaian-pakaian.

“Mrs Choi! Kau dengar aku tidak?!”teriak Mister Thomas. Kali ini matanya menatap Ji Eun yang masih sibuk dengan laptopnya itu

“Tidak ada yang bernama Mrs Choi di sini, Bos,”ucap Ji Eun enteng

Mister Thomas tampak mendengus kencang

“Yang kumaksud itu kau! Jadi, sekarang cepatlah pergi untuk mengantarkan pakaian-pakaian ini! Sekarang!”

Nde?! Namaku Lee Ji Eun. Bukan Choi Ji Eun!”sergah Ji Eun

“Terserah apa katamu lah! Yang jelas,”Mister Tom menarik sebuah majalah yang baru saja tiba di mejanya pagi ini,”Berita ini aku yakin seratus persen benar!”

“Berita?”tanya Ji Eun

“Aish-!Kau bisa beli majalah ini nanti sepulang dari tempat Super Junior. Sekarang, pergilah! Go, go,go!”

Ji Eun bangkit dari kursinya dan berlarih ke meja tamu dan mengambil tiga buah tas besar yang terletak di sana.

“Atas nama siapa?”

“Super Junior dari Mister Tom. Bilang itu adalah pakaian yang akan mereka pakai dalam film terbaru mereka,”

Ji Eun melangkah tanpa suara menuju pintu keluar.

666

               “Woooaaa, tinggi sekali!”ucap Ji Eun terpana melihat gedung apartemen yang ditempati oleh Super Junior

Walaupun ia sudah pernah beberapa kali datang ke tempat ini sebelumnya, tetapi tetap saja  rasa kagumnya itu tidak beralih.

“Lantai dua belas? Hhmmmppfffhh…. Fighting!”

Ji Eun sampai di lantai dua belas dan setelah keluar dari lift, matanya ‘tepana’ melihat coretan-coretan di dinding, juga keadaan pintu apartemen yang ‘sangat mengenaskan’ itu. Bulu kuduknya bergidik ngeri.

Ji Eun lalu menekan tombol bel. Kemudian pintu terbuka sedikit.

Nugu?”tanya namja di balik pintu

“Kiriman dari Mister Tom. Baju yang akan kalian pakai di film terbaru kalian,”jelas Ji Eun

Pintu terbuka semakin lebar. Ia dapat melihat keadaan seluruh apartemen dari pintu. Apartemennya sepi. Dan namja yang membukakan pintu itu sama sekali tidak beralih dari PSP yang dipegangnya.

“Kau tarus di atas meja sana saja,”perintahnya

Tanpa dikomandoi lagi, Ji Eun masuk dan menaruh tiga tas besar itu di atas meja. Lalu, ia berbalik dan memandang seluruh apartemen lagi.

“Mana Siwon?”tanyanya

“Dia pergi. Ada jadwal pemotretan,”jelas namja itu masih terpaku pada PSPnya

“Huuuaaaa!!! Aku kalah lagi!!!”teriaknya kemudian

Ji Eun menatap Kyuhyun heran.

“Dasar aneh,”desis Ji Eun

“Ji Eun-ssi?”ucap Kyuhyun

“Apa?”tanya Ji Eun

“Wooaa,aku tidak tahu kalau yang datang itu kau. Kupikir hanya kurir antar,”

“Yaa, aku memang kurir antar,”jawab Ji Eun sambil berjalan menuju pintu

“Kau mau ke mana?”tanya Kyuhyun

“Pulang,”jawab Ji Eun sambil menatap Kyuhyun

“Tidakkah kau mau tinggal di sini dulu? Siwon hyung sebentar lagi pulang,”

“Apa hubungannya denganku?”tanyanya balik

“Hyyaaa… anak aneh! Yeoja pabo!”ejek Kyuhyun,”Apa kau tidak mau bertemu dengan namjachingumu itu?!”

Ji Eun meringis, lalu dengan cekatan, tas tangan kecil yang dibawanya mendarat dengan sukses di kening Kyuhyun.

Hyung…. Ada orang jahat yang memukul kepalaku!!!”teriak Kyuhyun

“Kau yang mulai duluan!”ucap Ji Eun membela diri

Lalu, dari arah kamar, keluar seorang namja lain yang telah rapi pakaiannya *maaf, bhsnya agak kacau!^^*.

“Kau mau ke mana,hyung?”tanya Kyuhyun pada Donghae

“Ada janji. Kau tunggu di dorm,ya! Aku pulang nanti malam. Oke?”

Pandangan Donghae beralih kepada Ji Eun.

Ji Eun berdiri termangu menatap Donghae. Donghae juga begitu.

“Ji Eun-ssi? Kau bisa temani Kyuhyun di sini,kan?”tanya Donghae mencoba tetap tenang

*Donghae POV*

“Kau mau ke mana,hyung?”tanya Kyuhyun

“Ada janji. Kau tunggu di dorm,ya! Aku pulang nanti malam. Oke?”jawabku sambil merapikan dasi hitam yang terpasang di kerah kemejaku

Aku melirik ke arah yeoja yang berdiri terpaku di sebelah Kyuhyun

Ji Eun. Ia di sini? Kenapa aku tidak tahu?

Aish-! Dia di sini itu kan wajar wajar saja!

“Ji Eun-ssi? Kau bisa temani Kyuhyun di sini,kan?”tanyaku dengan nada tenang yang dibuat-buat. Bagaimana aku bisa tenang sementara Ji Eun di sini?

“Heh? Aku… aku…”

“Ayolah,nuna! Aku bisa mengajakmu main game terbaru sampai Siwon hyung pulang,”rengek Kyu

Aku tersenyum pada Ji Eun. Dan ia tampak meringis.

“Anu… Mister Tom memintaku…”

“Aha! Jangan khawatir, aku akan menelepon Mister Tom! Oke? Arachi? Temani adikku itu,ya? Turuti saja apa yang ia inginkan selama itu tidak membahayakanmu,”

Kemudian, aku melesat keluar dari dorm dan menutup pintu.

Huuaa,nyaris saja aku tidak bisa mengendalikan diri!

666

*Author POV*

Setelah Donghae menutup pintu, Kyuhyun kembali menatap Ji Eun yang masih belum bisa menguasai dirinya itu.

“Duduklah!”perintah Kyuhyun,”Anggap rumahmu sendiri. Kalau kau mau makan, silahkan ambil di kulkas. Oh,ya, mungkin kau bisa memasak sendiri,”

Ji Eun duduk dan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.

“Kyu, Donghae… oppa pergi ke mana?”

Kyuhyun menggeleng, lalu membawa laptopnya ke meja tamu

“Mungkin sedikit kencan di akhir pekan,”jawabnya

“Oh,”

“O,ya kau memang mengenal Siwon hyung dari dulu?”

“Ha?”tanya Ji Eun lagi,”Hmm… memang. Sebelum aku kuliah di Prancis, aku sudah mengenal mereka,”

“Mereka?”

Ji Eun mengangguk.Lalu,”ah,maksudku Siwon,”

Kyuhyun mengangguk,”Kau tidak marah kan?”

“Marah? Kenapa?”

“Karena aku tidak mengambilkan minum untukmu?”

Ji Eun tertawa,”Bukankah tadi kau bilang aku bisa mengambil sendiri dan anggap dorm ini sebagai rumahku sendiri?”

“Oh,”ucap Kyuhyun sambil tertawa kecil

Kyuhyun kemudian memilih game favoritnya dan mulai tenggelam dalam kesibukan game itu. *authornya ga begitu tau ama nama2 game terbaru*

Ji Eun yang mulai bosan dicuekin oleh Kyuhyun, mulai mencari-cari kegiatan yang bisa ia lakukan hingga Siwon datang.

“Apa kau sudah makan?”tanyanya kemudian

Kyuhyun menggeleng

“Apa ada bahan mentah?”

Kyuhyun mengangguk,”Di kulkas,”

Ji Eun beranjak menuju dapur, kemudian mengacak-acak isi kulkas Super Junior. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat dua porsi ramen.

“Kyu! Apa kau mau makan?”

“AAAAA!!!”teriak Kyuhyun

“Kyu?! Apa kau baik-baik saja?!”tanya Ji Eun sambil berlari menuju tempat Kyuhyun yang sedang bermain game tadi.

“Ada apa?”tanya Ji Eun pada Kyuhyun yang terlihat baik-baik saja

“Aku kalah kali!!!”

“Ish! Kukira kau kenapa! Ramenya ada di meja makan!”

Kyuhyun tersenyum evil,”Kalau tidak enak, akan kuadukan pada Siwon hyung!”

Ji Eun terkikik,”Oh,ya? Legenda Sungai Han milikmu itu yang patut dipertanyakan keasliannya!”

Kyuhyun dan Ji Eun melahap makan siang mereka berdua saja. Tanpa ada suara lain selain ketukan sumpit dan sesekali tawa mereka.

“Aku pulang! Kyunie!”panggil seseorang

Ji Eun menghentikan makannya,”Siapa itu?”

Kyuhyun mengangkat bahu cuek,”Kami di dapur hyung!” Lalu, saat Ji Eun sedang memperhatikan siapa yang datang, Kyuhyun merebut mangkok ramen milik Ji Eun.

“Cho Kyu Hyun! Makan siangku!!!!”teriak Ji Eun sambil mencoba merebut kembali jatah makan siangnya

“Ji Eun?”

Ji Eun menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Siwon yang tampak membawa sesuatu di tangannya.

“Hai,hyung! Nuna memasak ramen untuk makan siangku. Dan rasanya sama sekali tidak enak,”sapa Kyuhyun plus penjelasan tanpa rasa bersalah yang membuat Ji Eun merah padam

“Oh, kupikir kau belum makan,”komentar Siwon, lalu ia beralih kembali pada Ji Eun,”Kapan kau datang? EKnapa tidak bilang dulu padaku sebelumnya?”
“Hmm… tadi Mister Tom menyuruhku mengantar pakaian,”jelas Ji Eun,”Apa kau sudah makan?”

Siwon kemudian mengambil posisi duduk di samping Ji Eun dan mengeluarkan sebuah kotak makanan dari dalam kantong yang ia bawa. Sepertinya makan cepat saji.

“Berhubung kalian sudah makan, jadi jatah milikmu, jadii untukku,Kyunie!”

“Mwo?!”tanya Kyuhyun tidak terima,”Tidak bisa! Kalau jatahku ya tetap jatahku!”

Siwon menggeleng lalu melahap sebuah burger.

“Sepertinya isi kulkas kalian lengkap sekali. Ada banyak jenis buah di sini, sayuran, daging, dan bumbu-bumbu,”ucap Ji Eun saat ia kembali memeriksa kulkas

“KyuWonie!”teriak seseorang

Ji Eun langsung buru-buru menutup pintu kulkas dan berdiri terpaku di samping kulkas setelah melihat siapa yang datang.

Donghae datang bersama seorang yeoja. Ji Eun merasa ia pernah melihat yeoja yang bersama Donghae itu.

“Wooaaa!!! Hyung, siapa dia? Yeojachingumu?”tebak Kyuhyun langsung

Donghae tersenyum dan mengangguk,”Dia yeojachinguku. Shin Ga Eul!”

“Hyaaa!!! Ga Eul-a!!!!”teriak Ji Eun setelah benar-benar yakin siapa yeoja yang ada di samping Donghae

“Kapan kalian kenal?! Kenapa kau tidak bilang padaku?”tanya Ji Eun masih dengan nada kaget sambil mengguncang bahu Ga Eul

“Kalian saling kenal?”tanya Donghae dan Siwon bersamaan

Ji Eun dan Ga Eul mengangguk

“Dia sepupuku,”jawab Ji Eun

Lalu, dua pasang anak manusia itu sama-sama tertawa bahagia. Bagaimanakah dengan Kyuhyun????

“Hhuuuaaaa!!!!! Yeojachinguku sekaligus istriku selamanya!!! Saranghae!!!”teriak Kyuhyun sambil berlari mengambil PSPnya

666

Akhirnya selesai 1 story raders!! Komen,yaa?? O,ya endingnya maaf kalo jelek! Hahahah…. ^^

5 thoughts on “[Freelance] Refrain part 2

  1. *ngakak* d akhirnya..
    “Hhuuuaaaa!!!!! Yeojachinguku sekaligus istriku selamanya!!! Saranghae!!!”teriak Kyuhyun sambil berlari mengambil PSPnya
    Nice FF chingu.. :)

  2. cerita y bagus, tapi yg aku ngak ngerti pas hae bw pacar y gaeul perasaan pas gaeul datang k dorm y suju n hae y mau pergi, hae masih menentukan perasaan y k ji eun kok tiba2 udah punya cwe ja, menurut ku d situ y kecepetan. . . . .
    Tp aku tunggu karya lain y

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s