[Freelance] New Rookie part 3

Title                      : New Rookie -3.Poisoned Opor Ayam and Short Message-

Author                  : Amy Lee

Categories          : Comedy, Romance, Friendship, Chapters

Genre                   : Love, Comedy, Friendship

Cast                      :

-Alodia/Kang Yoo In         -Lee Chae Ri/CR                -Joo Na                -Vanessa              -SHINee

-Donghae            -Eunhyuk             -Choi Siwon        -Lee Taemin        -Super Junior

···

Ketika kau mulai merasakan apa itu cinta untuk yang kedua kalinya, setelah hal buruk menerpamu saat merasakan cinta untuk yang pertama kalinya. Kau mulai berharap cinta yang kedua ini akan lebih baik dari yang pertama.

Tentang bayangan masa lalu itu membuatmu kuat dan meyakini yang kedua ini akan lebih baik.

···

Ia hanyalah mimpiku saat itu. Ia hanyalah sebuah yang kukagumi saat itu. Dan ia hanyalah impianku belaka pada saat itu.

Kini ia begitu dekat denganku. Seorang fans dengan orang dikaguminya saat itu…

···

*Yoo In POV*

“Taemin-ssi!”teriakku memanggil Taemin yang sudah berjalan duluan sejak memasuki koridor sekolah tadi

Ia berbalik dan menatapku.

“Pantas saja kemampuan dance-mu tidak meningkat! Jalanmu saja lambat begitu!”ejeknya

“Jangan meremehkan kemampuan danceku,Lee Tae Min!”

“Kenapa?”tanyanya menantangku

Woooaa! Kenapa lagi anak ini?! Tadi ia berbaik hati menjemputku. Sekarang sikapnya malah berubah 180 derajat. Dasar jiwa labil!

“Tidak bisakah kau berjalan lebih cepat dari itu?”balasku

“Oh,”ucapnya,”Baiklah! Aku tidak akan berdebat denganmu saat ini,”

“Lalu?”tanyaku

Kulihat di ujung koridor saja, Lee Ji Hoon seonsaengnim sedang berjalan ke arah kami. Lalu, aku kembali menatap Taemin garang.

“Tadi pagi aku mengirim e-mail padamu, jadi kau harus membacanya,”ucapnya dingin

“E-mail?” Nah, kenapa sekarang mendadak sok misterius dia?

“Demi Tuhan pencipta alam,”kataku,”Sok misterius sekali kau!”

Kemudian, aku berjalan memasuki kelasku yang tinggal beberapa langkah lagi dari tempatku berdiri. Sebelum aku masuk, aku sempat melihat Lee Ji Hoon seonsaengnim memperhatikan Taemin dan aku tentunya dari ujung koridor. Lalu kulihat Taemin masih berdiri di tempatnya.

“Lee Tae Min-ssi, apa kau tidak akan mengikuti pelajaran hari ini?”Tanya Lee seonsaengnim kemudian

Lalu, Taemin berjalan menuju kelasnya yang terletak di sebelah kelasku.

Aku menutup pintu kelas dan duduk di bangkuku. Untung saja seonsaengnim belum masuk!

Tak lama setelah aku duduk dan membuka buku pelajaran, BoA seonsaengnim masuk dengan sebuah tas gitar di tangan kanannya.

“Sangat mendukung!”desisku

Annyeong haseyo, students!”

Annyeong haseyo,seonsaengnim!”jawab kami serempak

“Hari ini, seperti yang saya katakan minggu lalu, kita akan mengambil nilai bernyanyi tanpa music hari ini. Kalian sudah siap kan?”

Ne,seonsaengnim,”jawab seluruh kelas serempak

Nilai bernyanyi? Nyanyi apa? Minggu lalu?

“Ada pertanyaan, Miss Aloe?”

Hhhuuuaa!! Aku tidak suka dipanggil Aloe!

Aku menggeleng,”Tidak ada seonsaengnim,”

“Dimulai dari atas,ya?”lanjut BoA seonsaengnim

“Alodia Saraswati!”

Aku kembali mengangkat kepalaku. Uugh! Ada apa lagi sih? Masih ngantuk nih! Menghancurkan acara tidurku saja!

“Ada yang bisa saya bantu,Bu?”tanyaku

Sejenak kulihat ekspresi tidak mengerti dari seonsaengnim. Aku juga mengerenyitkan keningku tidak mengerti kenapa beliau menatapku seperti itu.

“Kau bicara bahasa Indonesia,ya?”Tanya Lee Ji Eun

“Ha?”ulangku

“Silahkan bernyanyi,Aloe!”

“Nyanyi?Nyanyi apa?”

“Jangan berbicara bahasa asing selain bahasa Inggris di kelas ini,Aloe!”

Ish-! Kenapa selalu bahasa Indonesia sih yang dipake kalau lagi kaget kayak gini? Ah, gak pa-apa! Untung nggak ada yang ngerti.

“Ayo,Aloe!”

Aku maju ke depan kelas sambil memutar otak bernyanyi lagu apa. Yaah, walaupun Nixie sudah mengeluarkan empat single plus satu mini album yang berisi lima lagu, tapi aku masih enggan untuk bernyanyi lagi-lagu Nixie. Tidak ada alasan berarti. Hanya saja terasa asing bagiku untuk bernyanyi dengan bagian rap yang ada di setiap lagu.

“Kau mau menyanyi lagu apa?”

“Hmm…”gumamku

Seluruh kelas hening menanti aku melanjutkan kalimatku

“Kau belum mempersiapkan lagu?”tebak BoA seonsaengnim. Binggo!

“Bagaimana kalau kau bernyanyi lagu terbaru dari Nixie plus dengan dance yang kalian tampilkan kemarin malam?”

“Ha?”ucapku tanpa sadar,”Tidak!”

“Lalu?”

“Hmm… apa aku boleh bernyanyi lagu Indonesia?”

“Tentu,”ucap seonsaengnim setengah berseru

Aku mengangguk pelan, lalu perlahan mulai bernyanyi lagu favoritku

“Seperti bintang-bintang,

Hilang ditelan malam,

               Bagai harus melangkah tanpa kutahu arah

Lepaskan aku dari derita tak bertepi

Saat kau tak di sini….”

Sekali lagi aku memperhatikan seluruh kelas yang mendadak sepi dan diam. Semuanya menatapku yang menyanyikan lagu Saat Kau Tak Di Sini. Apa mereka belum pernah mendengar lagu Indonesia sebelumnya?

“Saat kau tak ada

Atau kau tak di sini

Terpenjara sepi, Kunikmati sendiri

Tak terhitung waktu tuk melupakanmu

Aku tak pernah bisa

Aku tak pernah bisa,”

Saat aku selesai bernyanyi, seluruh kelas bergemuruh dengan tepuk tangan. Termasuk seonsaengnim sendiri.

“Wow, lagu bagus! Walaupun sebenarnya aku tidak mengerti artinya,”ucapnya sambil tersenyum,”Silahkan kembali ke bangkumu,Yoo In,”

···

               “Aku pulang!”ucapku sambil melepas sepatuku masuk ke apartemen

Tidak ada jawaban. Apa mereka semua pergi?

Lalu, samar-samar kudengar suara seorang wanita sedang menyebutkan angka-angka.

Semakin aku masuk, kulihat CR onni, Vanessa, dan Joo Na sedang duduk dan memperhatikan wanita yang seperti seorang guru itu menjelaskan pelajaran.

Oh, jadi mereka belajar dengan guru privat hari ini!

Kulihat lagi ke arah mereka yang tampak serius belajar hari ini. Mereka sedang memperlajari trigonometri untuk kelas 1. Yaah, Joo Na kan masih kelas 1.

“Apa kalian mengerti?”ucap guru itu

Mereka bertiga mengangguk.

Kuputuskan untuk menghampiri mereka.

“Hei!”sapaku sambil menepuk pundak CR onni

“Sudah pulang?”Tanya CR onni tanpa menoleh padaku. Ia sedang mengerjakan latihan di buku tulisnya

“Kalian sedang belajar trigono untuk kelas 1?”tanyaku. Sebenarnya sih setengah mencemooh Vanessa yang selalu mengatakan aku punya kemampuan ‘payah’ dalam segala hal. Kini, ia terlihat sangat kesulitan dalam membuat latihannya

“Aku pernah memperlajarinya di Indonesia dulu,”ucapku,”Seonsaengnim, setelah ini mereka masih belajar?”

Seonsaengnim muda itu menoleh padaku, lalu tersenyum.

“Kau mau ikut juga? Setelah ini mereka akan belajar bahasa Inggris,”

Aku menggeleng pelan,”Tadi aku sudah belajar di sekolah,”

“O,ya tadi Hyuk Jae oppa mencarimu,”ujar Joo Na

“Oh,ya?Ada apa?”

Joo Na mengangkat bahu,”Katanya ia menagih janjimu,”

“Hhuaa!”pekikku,”Onni, apa kau masih punya persediaan bahan mentah?”

“Kurasa sudah sedikit. Coba saja kau lihat di kulkas,”

Aku langsung berlari ke arah dapur dan membuka kulkas. Aku baru ingat kemarin aku berjanji untuk membuatkan makanan khas Indonesia untuk Eunhyuk oppa jika penampilan Nixie sukses kemarin malam. Aduuh! Kenapa sampai lupa,sih? Kalau tadi pagi aku ingat, kan bisa pesan ke manager Kim untuk membelikan bahan-bahannya!

Onni, apa tidak ada daging sapi lagi?!”teriakku

“Tidak!”balas CR onni berteriak

Aku mulai berpikir lagi. Masak apa,ya? Yang ada hanya sayuran, tidak ada daging, cabe, bumbu dapur, dan buah. Atau aku buat opor ayam saja untuk makan malam??? Oke, Alodia! Lets go to the market now!

Aku mengambil uang yang sudah disediakan untuk membeli kebutuhan di samping kulkas. Lalu, beranjak pergi menuju supermarket yang tidak jauh dari sini.

“Aku titip coca cola!”teriak Vanessa sebelum pintu apartemen tertutup

Lima menit kemudian, aku sampai di supermarket ini. Tidak ramai memang. Tentunya! Sekarang masih jam 2 siang. Orang-orang belum keluar kantor. Hanya ada beberapa ibu rumah tangga yang sedang membayar di kasir.

Setelah mengambil kereta dorong, aku segera menuju stand daging. Memilih daging ayam, lalu sayuran, air perasan kelapa, dan beberapa makanan pesanan juga makanan lainnya.

“Semuanya seratus ribu won,”ucap kasir itu

···

               Baru pada pukul 5 sore, seluruh kegiatan memasakku selesai. Hhuuaa, capeknya! Selelah inikah mama waktu pulang dari pasar tradisional dan langsung memasak? Ckckck… yang jelas aku menyesal tidak membantu mama dahulu sebelum aku ke Korea.

“Yaak-! Apa yang kau perbuat dengan istanaku, Alodia!”pekik CR onni

Istana? Cih, yang benar saja! Setiap kali selesai memasak, yang mengakhirinya pastilah Joo Na atau Vanessa!

Aku tersenyum kecil,”Hari ini, aku sudah memasak special untuk Nixie dan Super Junior!”ucapku senang,”Jadi, malam ini kita makan di dorm SuJu saja! Biar tidak susah-susah mencuci peralatan. Okee?”

CR onni tampak berpikir sejenak, lalu ia mengangguk.

“Bereskan hasil pekerjaanmu ini dulu! Aku tidak suka dapur menjadi kotor seperti ini! Bisa-bisa manager Kim menghukumku!”

“Oke!”

···

               “Wooaa, ada acara apa ini?”Tanya Jung Soo oppa saat melihat empat member Nixie membawa dua cawan besar berisi opor ayam –Vanessa, dan Joo Na-, seplastik besar yang berisi lontong –CR onni-, dan dua pisau yang kubawa tanpa penutup.

“Yaak-!Pisau itu untuk apa?!”Tanya Donghae oppa

Aku tersenyum menampilkan senyum evilku pada Donghae oppa yang duduk di sofa. Lalu aku mendekat padanya sambil mengangkat kedua tanganku yang memegang pisau.

“Aku minta dagingmu,ya,oppa?”ucapku sambil menatap Donghae oppa. Jujur, aku sebenarnya ingin tertawa melihat ekspresi Donghae oppa yang seperti ini, juga Hyuk Jae oppa yang duduk di sebelahnya.

Aku makin tidak tega dengan Donghae oppa,jadi aku menempelkan salah satu pisau ke kaki Donghae oppa. Hahahaha….

“Sepertinya masakanku butuh tulang. Jadi…”

“Kang Yoo In!”teriak CR onni,”Mana pisau kesayanganku?!”

Aku menyerahkan salah satu pisau kepada CR onni yang sudah berdiri di sampingku.

Oppa,ayo makan! Siang tadi sepulang sekolah Yoo In sudah memasak untuk kalian. Katanya sih dia ada janji kalau kemarin malam penampilan Nixie sukses,”ajak CR onni

Hhuah! Dasar leader tidak bisa diajak kompromi! Sebentar lagi saja aku pasti bisa mengambil gambar Donghae oppa dan Hyuk Jae oppa.

Aku mendengus kencang, lalu berjalan menuju dapur SuJu. Tujung orang member SuJu plus dua member Nixie sudah mengambil posisi di meja makan. Hanya tersisa dua kursi di meja makan.

“Hmm…”ucap Shindong oppa,”Mashakhanmhu enhak sekhahi!”

Aku tersenyum,”Apa kalian tidak khawatir aku menambahkan racun tikus ke dalam masakanku?”

Kenapa tidak dilanjutkan saja?! Kali ini mungkin bisa lebih sukses daripada aksi untuk Donghae oppa.

Hampir seluruh orang yang duduk di meja makan terbatuk-batuk dan bahkan Ryeowook oppa nyaris mengeluarkan kembali makanan yang ada di mulutnya.

“Kalau dia menambahkan racun tikus, maka yang akan mati duluan ada si pemasaknya dan Vanessa,”ucap CR onni dari belakangku. Ia kemudian tersenyum kecil padaku karena berhasil menggagalkan ‘aksi’ku lagi

“Tadi Yoo In sempat memakan sepotong ayam sebelum dibawa ke sini,”lanjutnya

Tapi, mereka masih terdiam dan menatapku bergantian dengan CR onni.

“Aduuuhh!”teriak Vanessa. Kali ini, ia mendadak terjatuh dari kursi sambil megangi perutnya dengan ekspresi kesakitan.

Aku menatap Vanessa kaget. Ada apa? Kenapa dia seperti itu?!

“Hhhhuuueeekkk!!”seluruh member Suju yang sudah makan duluan berlarian ke wastaufel, kamar mandi, dan tempat cuci piring

“Aku tidak mau mati sebelum menikah!”ucap Heechul oppa

“Kalau aku mati bisa-bisa seluruh ELF menangis!”teriak Sungmin oppa

“Aku belum selesai level Sembilan!”imbuh Kyuhyun oppa

Pandanganku kembali tertuju pada Vanessa yang masih terbaring sambil kejang-kejang di lantai. Tidak ada yang menghampirinya. CR onni membeku di tempatnya. Donghae dan Hyukjae oppa masih menatap kejadian ini tidak percaya.

Aku memberanikan diri mendekati Vanessa.

“Hhhuuuaaa!!! Onni, jangan mati!!!”teriak Joo Na dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya

“Heh,”ucapku sambil mengguncang tubuh Vanessa,”Kau tidak akan…”

“Huuaahhahahahahahah…”

Suara tawa itu terdengar begitu keras dari dapur dorm SuJu. Menghentikan segala kegiatan ‘pengeluaran’ kembali oleh enam member SuJu yang sudah sempat memakan masakanku.

“Sudah kuduga!”desis Siwon oppa dengan ekspresi kalemnya lalu melanjutkan makan malamnya

“Hahahahah…”kali ini suara tawa Vanessa itu seperti tertuju padaku

“Kau…”geramku

“Hahahahah…”

Vanessa kali ini berdiri dan mencoba menghentikan tawanya.

Onni! Kalian bersekongkol!”omel Joo Na

Aku tetap diam setelah didorong pelan oleh Joo Na

“Yaak-!Kalian berdua sama-sama bersifat setan! Hanya leader kalian saja yang berhati malaikat!”ujar Leeteuk oppa

“VANESSA JUNG!!!! KAU MENGAMBIL ALIH RENCANAKU!!!”teriakku sambil menuding Vanessa yang sudah kembali duduk di bangkunya

···

               Indahnya!! Dulu aku hanya bermimpi untuk bisa datang ke sini. Datang ke kota yang sangat indah di malam hari seperti saat ini.

Seoul terlihat lebih mempesona dari lantai 12 gedung apartemen ini. Dibandingkan dari apartemen kami yang terletak di lantai 5, di lantai 12 ini jauh lebih tampak semuanya. Lampu-lampu gedung pencakar langit yang tersebar di seluruh kota, maupun lampu-lampu kendaraan yang melintasi jalanan kota Seoul.

Indahnya!

“Kenapa kau tidak ikut makan?”Tanya Donghae oppa

Aku menoleh padanya,”Aku sudah makan tadi sebelum datang ke sini,”

“Kau masih kesal pada Vanessa?”

Aku menggeleng,”Dia dan aku sama-sama evil. Tidak ada gunanya evil dengan evil bertengkar,”

“Lalu? Kenapa kau memilih menyendiri di balkon seperti ini? Kenapa tidak menonton atau main game bersama Kyuhyun?”

“Aish-!”desisku,”Aku hanya ingin menikmati pemandangan Seoul oppa!”

“Belum puaskah kau memandangi lampu-lampu itu sejak satu jam yang lalu, Yoo In?!”Tanya CR onni dari dalam

“Sebentar lagi!”

“Sudahlah! Ayo masuk! Ayo kita main games!”

Aku mendesah. Tidak bisa mengelak lagi dari ajakan Donghae oppa dan tatapan Siwon oppa dari dalam sana.

Di ruang tamu, 12 orang sudah duduk melingkar di lantai. Semuanya sedang terfokus pada gelas berisi stik mirip sumpit di dalamnya.

“Game apa ini?”tanyaku

“Ini seru!”ucap Sungmin oppa

Aku duduk di sebelah Vanessa yang masih memamerkan senyum kemenangannya padaku. Aku membalasnya dengan senyum kecil.

Setelah permainan berjalan beberapa saat, aku baru tahu ini permainan apa.

Huuaa! Ternyata permainan ‘pengakuan dosa’! Gawat! Masih untung mereka menanyakan pertanyaan-pertanyaan ‘normal’. Kalau yang ditanyakan seperti pada Eunhyuk oppa? Bisa brabe urusannya!

“Yoo In!”seru Ryeowook oppa

Aku menatap mereka satu persatu. Apa yang akan mereka tanyakan? Haruskah aku menjawab 13 pertanyaan dari mereka secara jujur? Harus! Karena tadi semuanya sudah setuju untuk menjawab jujur! Haruskah aku melakukan segala hal konyol yang mereka suruh? Harus!

“Aku duluan!”ucap Ryeowook oppa

“Apa?”tanyaku kecil menangih pertanyaan yang akan keluar dari mulut mereka satu per satu

“Tadi yang kau masak itu, bisa dijelaskan?”

Waah! Untung hanya ini!

“Baiklah,”ucapku sambil menarik nafas,”Tadi itu namanya Opor Ayam. Makanan khas Indonesia yang selalu ada saat Lebaran. Bahan dasarnya daging ayam. Ibuku bisa membuat yang lebih enak dari yang kubuat tadi,”

“’Tapi yang tadi itu, O… O apa? O…peur.. a…”kata Shindong oppa mencoba mengingat

“Opor ayam,”ralatku

“Ya. Itu. Enak! Itu pertama kalinya aku memakan masakan Indonesia! Lain kali, kau harus memasakkan makanan Indonesia yang lain!”

“Setuju!”imbuh Heechul oppa dan Kyuhyun oppa

“Lebaran itu apa?”Tanya Joo Na

“Ha?”tanyaku,”Oh, Lebaran. Itu hari perayaan. Sama seperti natal yang dirayakan umat kristiani. Lebaran itu untuk orang muslim,”

Kulihat semuanya mengangguk

“Apa kau memang suka memasak?”Tanya Leeteuk oppa

Aku meringis,”Tidak. Tadi itu hanya karena janjiku pada Hyuk Jae oppa,”

“Oh,”

“Bagaimana dengan manusia yang bernama Lee yang kau taksir di sekolahmu?”celetuk CR onni

Mwo?! Lee? Lee siapa?”tanyaku histeris. Sebenarnya lebih histeris daripada yang disebutkan. Nyaris berteriak malahan. Aduuuh! Bisa terbongkar semua rahasiaku!

“Yang menyatakan cintanya melalui e-mail tadi pagi!”imbuh Vanessa

“Wow!”teriak Sungmin oppa,”Adikku ternyata sudah jatuh cinta!”

“Dan sebentar lagi kau harus menghilangkan sifat evilmu itu!”imbuh Donghae oppa

Aku menarik nafas untuk menenangkan diri. Baiklah! Akui saja!

Chakkaman! E-mail?! Kenapa Vanessa bisa…

“Yaak-! Kau membaca e-mailku tanpa seizinku,Miss Jung!”teriakku lalu menghadiahi sebuah pukulan di pundak Vanessa

“Aw!”pekiknya tertahan

“Jangan saling menyakiti! Akui saja!”ucap Heechul oppa

Aku meringis lagi. Menatap bergantian 13 orang yang menatapku penuh rasa penasaran ini.

“Oke. Dia itu bermarga Lee,”ucapku,”Aku tidak tahu apa yang ia ucapkan melalui e-mailnya…”

“Ia mengatakan ‘aku mencintaimu,Yoo In. Maukah kau menjadi yeojachinguku?’ dan bla-bla-bla,”ucap Vanessa tanpa rasa bersalah

Aku mendelik padanya

Kenapa aku bisa punya teman seperti dia sih?!

“Apakah yang dimaksud itu Lee Taemin? Maknae SHINee? Kau menyukainya kan,onni?”tebak Joo Na

Aku hanya tertunduk dengan wajah memerah.

“Ya. Kenapa kalau aku menyukainya?”tanyaku sambil menatap Joo Na setelah itu

“Yeee!!!! Akhirnya kau mengaku!”teriak CR onni girang

Uugh! Vanessa!!!!

“Akhirnya!”ucap Donghae oppa

Lalu, Donghae oppa dan Eunhyuk oppa memelukku bersamaan dan larut dalam tawa bahagia mereka. Tidak denganku!

“Ini!”ucap Vanessa sambil menyodorkan ponselnya yang sudah membuka e-mail yang dikirim oleh Taemin tadi pagi

Aku mengambil iPhone4 milik Vanessa dan beranjak menjauh dari 13 orang yang saat ini sama ‘evil’nya itu. Aku membaca e-mail tersebut dengan semburat merah di pipiku.

Saranghae,Yoo In! Would you be my yeojachingu?…

               Itulah intinya…

···

               “Oppadeul,aku titip mangkuk dan peralatan lainnya,ya! Besok pagi akan aku ambil lagi! Selamat malam!”ucap CR onni

“Selamat malam oppadeul!”ucap Joo Na sambil tersenyum manis

“Kami pulang dulu,oppa!”ucap Vanessa

“Semoga malam ini kau mimpi indah,Yoo In!”

“Jadilah kekasih yang baik,ya!”

“Semoga langgeng!”

“Jangan nakal!”

“Mimpi indah! Mimpikan pacar barumu!”

Yaaa, itulah sebagian kata-kata,ucapan-ucapan dari oppadeulku itu sebelum kami berempat lenyap di dalam lift.

“Sepertinya ada yang datang,”ujar Joo Na setelah masuk. Aku berbalik lagi dan memperhatikan anak itu yang sedang mengambil sesuatu dari lantai

“Apa?”Tanya Vanessa

“Ini, ada pesan,”ucapnya menyodorkan kertas kecil yang berisi tulisan hangul itu

“Apa ini?”Tanya CR onni merebut kertas itu dari tangan Joo Na

“Temui aku saat kau sudah kembali di taman,”baca CR onni

Lantas setelahnya, CR onni menatap bergantian kami. Saat matanya beradu dengan mataku, ia terlihat berpikir.

“Sepertinya hanya kau yang memiliki janji,”ucapnya

Mwo?Aku tidak punya janji,”kataku

“Lalu siapa lagi yang akan membuat surat ini dengan tujuan bertemu denganmu? Aku saja tidak punya penggemar di sekolah. CR onni sudah izin dari sekolahnya sejak seminggu yang lalu,”jelas Vanessa

“Lee Taemin,”bacaku pada tulisan kecil yang ada di sudut kiri bawah kertas itu

Oh tidak!!! Kenapa ia tidak menghubungi ponselku saja sih?!

“Hati-hati!”teriak CR onni dari pintu yang terdengar samar-samar olehku yang sudah berlari menuju lift

···

*Taemin POV*

Hufffttt…. Sudah dua jam. Kenapa dia tidak datang? Apa ia belum kembali? Memangnya kemana saja seluruh penghuni apartemen itu?

Sudah jam sepuluh. Dan dari tadi Jin Ki hyung sudah menghubungiku tetapi terus aku reject. Bagaimana ini? Apakah aku harus menunggunya sampai pagi? Tetap ada kemungkinan ia akan menolakku.

Malam sudah makin larut. Suasana di sini sudah sangat sepi. Hanya suara gesekan dedaunan di musim semi seperti ini yang tinggal menemaniku. Tidak ada manusia lain di taman ini.

Sekali lagi aku melirik jam tanganku. Tepat jam 10 malam.

Aku menimang kotak kecil berwarna merah yang sedari tadi kupegang. Membukanya dan meraba permukaan benda yang ada di dalamnya.

Ia tidak datang.

Ya.

Ia menolakku…

···

*Yoo In POV*

Oppa, tetaplah di sana! Jangan pergi! Jebal! Gidarida!

Aku terus berlari menuju taman yang ada di tengah kota ini. Angin musim semi yang cukup menusuk tulang kuacuhkan saja. Walaupun terasa dingin di kulitku yang hanya terbungkus cardigan krem tanpa jaket atau pelindung lainnya, tetapi aku tetap berlari. Toh nanti jika aku berhenti, akan terasa panas akibat pembakaran di tubuhku.

Sampai! Seruku dalam hati senang.

Apa ia masih ada di sini? Atau sudah pulang?

Aku terus mencari-cari sosok itu. Tidak ada.

Dari sudut taman yang satu, ke sudut taman yang lain. Tetap tidak kutemukan. Ia sudah pulang!

Ya. Ia sudah pulang!

Ini salahku! Tidak pulang sejak tadi! Kalau saja aku menolak acara games itu, aku pasti sudah bertemu dengannya! Mengatakan yang sebenarnya.

Saranghae!!!

···

Ayoooo komennya!!!! ^^ Tengkyu udah baca readers! Don’t be silent readers na!

7 thoughts on “[Freelance] New Rookie part 3

  1. itu Lee siapa??
    Lee Taemin?
    Lee Hyuk Jae
    atau Lee Donghae..

    au ah..
    aku penasaran..
    lanjutannya jangan lama2 ya..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s