[Freelance] What If I Falling In Love With My Oppa’s Hyung?

What If I Falling in Love with My Oppa’s Hyung?

Author: Tiwie

Main Cast:

-Kim Jong Woon aka Yesung

– Cho Jae Rin

– Cho Kyuhyun

Other Cast: Super Junior’s member and find the other by yourself :P

Genre: Romance, Family, Friendship

Length: Oneshoot

Rating: PG-13

Happy Reading ^^

-Author POV-

Dddrrrttt…dddrrrttt….

“Yoboseyo? Ne, noona….Wae?” ucap Kyu kepada noona yang meneleponnya.”Noona mau bicara dengan yang lain?” Kyu mengerutkan keningnya.”Ne…ne…tunggu sebentar,” kata Kyu sebelum memanggil hyung-hyungnya.”HYUNG…!!! KESINI SEBENTAR!!!” teriaknya. Dalam 3 menit, semua member telah berkumpul di ruang tengah.

“Noonaku mau bicara,” kata Kyu sebelum mendapat omelan dari Heechul. Dari 10 member yang berkumpul, hanya 3 orang yang sadar seratus persen. 3 orang itu adalah, Leeteuk, Siwon dan Kyu sendiri.”Cepatlah, Kyu..aku masih mengantuk,” pinta Shindong.

Kyu menaruh handphonenya diatas meja lalu menekan tombol loudspeaker. Tak lama, mncul suara seseorang yang sudah lama mereka kenal.

“Annyeong semuanya….apakah aku mengganggu?” ucap seseorang.”Tidaaakk….,” koor semua member.”Begini, aku mau minta tolong. Bisakah aku menitipkan adik perempuanku, yang berarti itu adik Kyu juga, di dorm? Dia sedang liburan dan tidak ada yang bisa menjaganya dirumah,” kata Ahra, noona dari Kyu. Semua member terkejut, tak terkecuali Kyu. Adik dari si Evil Kyu?.

“Untuk berapa lama noona?” tanya Kyu.”Seminggu. Dan kalian tidak perlu khawatir. Kelakuannya tidak seperti Kyu,” kata Ahra. Kyu memberi tatapan bagaimana-ini pada semua member dan dibalas dengan anggukan.”Baiklah noona. Besok antarkan dia kesini,” jawab Kyu.”Ah…gomawo Kyu… Kau memang namdongsaengku yang paling tampan,” puji Ahra.

“Aku memang tampan, noona,” balas Kyu. Heechul terlihat menjulurkan lidahnya, Shindong menguap dan Eunhyuk pura-pura muntah.”OK, besok aku antar dia ke dorm. Pastikan dia selamat selama seminggu, arasseo?” kata Ahra.”Ne…,” jawab Kyu malas.

“Ah…akan ada double evil selama seminggu,” gumam Ryeowook sesaat setelah Kyu menutup flip handphonenya. Mengkhawatirkan nasib dorm selama seminggu. Member yang lain juga nampak suram memikirkan nasib dorm mereka. Kyu menatap mereka dengan tatapan innocent,”Double evil? Asal kau tahu hyung, adikku itu seratus persen angel,”.

-Jae Rin POV-

Aku menatap pintu di depanku dengan kesal. Bisa-bisanya Ahra onnie meninggalkanku setelah memberitahuku letak persis dorm Kyu oppa. Aku tahu dia sibuk. Tapi, paling tidak kan dia bisa mengantarku sampai masuk ke dorm. Dengan malas aku menekan pelan bel dorm.

Ting…Tong…

Dengan sabar aku menanti di depan pintu. Semoga saja yang membuka pintu Kyu oppa. Tapi, sepertinya itu mustahil, mengingat betapa evilnya dia.”Annyeong….,” kataku sambil membungkukkan badan saat pintu dorm terbuka.

“Annyeong…kau adiknya Kyu ya?” tanya Sungmin oppa. Untunglah dia yang membukakan pintu. Entah bagaimana nasibku kalau yang membuka pintu itu Eunhyuk oppa.”Ne..apakah Kyu oppa ada?” tanyaku berbasa-basi.”Tentu..ayo masuk,” katanya sambil mempersilahkanku masuk.

Saat aku masuk, kesan pertama yang ada di kepalaku adalah, dorm ini BERANTAKAN!. Bahkan kamarku masih lebih rapi daripada dorm ini.”Oh ya, siapa namamu?” tanya Sungmin oppa.”Jae Rin…Cho Jae Rin,” jawabku. Dia tersenyum.”Kurasa kau tak perlu menyebutkan margamu. Ayo, kuantar kau ke kamar oppamu,” katanya lagi.

Saat menuju ke kamar Kyu oppa, aku bertemu dengan beberapa member. Ada Ryeowook oppa yang sedang membuat sarapan, Eunhyuk oppa yang baru saja selesai mandi. Percaya atau tidak, dia hanya memakai boxer, dan Sungmin oppa sampai harus menutup mataku.

“Ini kamarnya Kyu. Masuklah. Kurasa dia masih tidur,” kata Sungmin oppa sambil membuka pintu kamar. Aku masuk lalu menaruh ranselku di atas meja. Aku melihat siluet seseorang di atas tempat tidur. Sudah jam 7 dan dia belum bangun?, batinku heran sambil berjalan ke arah tempat tidur.

“Oppa, bangun….Kau tega membiarkan yeodongsaengmu ini berkeliaran sendirian di dorm?” kataku berusaha membangunkan Kyu oppa. Kyu oppa diam tak bergerak. Aku mendorong badannya pelan.”Oppa…ayo bangun,” kataku lagi –kali ini sedikit lebih keras. Dia hanya mengulet lalu kembali tidur.

Tak habis akal, aku menggelitiki pinggangnya. Sudah bisa ditebak, dia menggeliat kegelian.”Aaahh…hentikan..,” gumamnya. Eh?! Suaranya berbeda dari biasanya. Tiba-tiba saja, dia menahan tanganku lalu menarikku ke sampingnya.”Sudah kubilang, hentikan,” katanya. Aku terbelalak. Orang ini??!

-Yesung POV-

Aku merasakan ada yang menggelitiki pinggangku.”Aaah…hentikan,” gumamku. Berusaha menghentikan Wookie –atau siapapun ini-. Tapi, dia tetap tak berhenti melakukannya. Tak habis akal, aku menahan tangannya dan menariknya ke samping tubuhku.”Sudah kubilang, hentikan,” kataku. Perlahan kubuka mataku dan…”KKKKYYYYYYAAAAAAAAA……!!!!!!”

“YA! Siapa kau?” kataku panic. Walau aku belum sadar seratus persen, tapi aku tahu, makhluk di hadapanku ini bukan salah satu member Super Junior.”Ke…kenapa oppa bisa ada disini?” tanyanya. Eh?! Oppa..??! Berarti makhluk di hadapanku ini yeoja?.

“Jae Rin! Ada apa ini?!” tiba-tiba Kyu datang. Melihatku dan yeoja ini di atas tempat tidur.”Hyung…apakah kau..,” tanyanya menggantung. Aku menggeleng pelan sambil mengucek mataku.”Kau lupa, kalau semalam aku pindah ke tempatmu?” tanyaku. Kyu menepuk dahinya pelan.

“Oppa…kau kemana saja? Aku hampir mati ketakutan..,” yeoja itu turun dari tempat tidur lalu memeluk Kyu.”Itu adikmu Kyu?” tanyaku. Merusak momen mereka berdua.”Aku baru mandi, Jae Rin. Dan hyung, ini adikku, Jae Rin. Cho Jae Rin,” jawabnya.

Aku bangkit dari tempat tidur.”Kurasa kau tak perlu menyebutkan marganya lagi, Tuan Cho,” kataku menyindir. Dia terkekeh,”Siapa tahu kau lupa hyung,”. Aku menjitak kepalanya pelan.”Urus dulu adikmu itu. Jae Rin, aku pergi dulu ya. Maaf kalau aku membuatmu takut,” kataku sambil meninggalkan kedua kakak beradik itu.

“Tadi itu apa hyung?” tanya Sungmin dari depan TV.”Jae Rin kaget saat tahu aku tidur di tempatnya Kyu,” jawabku dari ruang makan. Aku menelungkupkan kepalaku diatas meja. Mencoba untuk tidur kembali.”Sudah kuduga kebiasaanmu itu akan jadi masalah hyung. Minggir, aku mau menaruh piring,” usir Wookie.

-Jae Rin POV-

“Wookie oppa, mau kubantu?” tawarku. Di dapur aku melihat Wookie oppa sedang memasak dan ada Yesung oppa yang sedang tidur di kursi makan.”Eh…kau mau membantuku masak?” Wookie oppa merespon dengan wajah… tak yakin?.

Karena penawaranku barusan, Yesung oppa ikut-ikutan menatapku. Bedanya, dia menatapku dengan mata setengah terpejam.”Kenapa? Karena aku adik si Evil King?” tantangku. Wookie oppa tertawa pelan sedangkan Yesung oppa berdiri untuk mengambil minum.”Ayolah oppa. Aku tidak akan mengacaukan dapurmu,” janjiku.

-Kyuhyun POV-

“Hei, Kyu..kau yakin adikmu tidak akan kenapa-kenapa?” tanya Leeteuk hyung.”Wae?” tanyaku tanpa mengalihkan pandangan dari PSP-ku.”Lihat adikmu di dapur,” kata Leeteuk hyung. Aku menoleh kea rah dapur. Disana terlihat adikku sedang memasak dengan Wookie dan Yesung hyung yang sedang mengatur piring di meja makan.

“Kau tak takut melihat adikmu bersama dengan Yewook couple itu?” tanya Leeteuk hyung lagi. Aku menggeleng pelan.”Aku lebih takut dia bersama dengan Eunhae couple,” jawabku tenang. Tanpa menyadari ada dua pasang mata menatapku tajam.

“Donghae-ya, kau dengar itu?” kata Eunhyuk hyung. Aku menajamkan pendengaranku.”Kalau begitu, bagaimanan kalau kita dekati si Jae Rin itu?” sambungnya. Aku menatap mereka dengan tatapan evilku. Tapi, tampaknya mereka tak peduli. Mereka malah semakin asyik membicarakan adikku.

Perlahan aku mendekati mereka berdua. Saat aku sudah ada di belakang mereka, kutundukkan kepalaku dan berkata,”Berani menggoda adikku, kau akan tahu akibatnya hyung,”. Bisa kurasakan kalau mereka bergidik ngeri mendengar suaraku.

-Author POV-

“Semuanya…sarapan sudah siap…!!” teriak Yesung. Dalam sekejap, seluruh member sudah berada di meja makan.”Aku penasaran dengan masakan adikku sendiri,” gumam Kyu.”Kau belum pernah memakan masakan adikmu?” tanya Donghae. Kyu menggeleng pelan.

“Itu kan gara-gara dia debut sebelum aku bisa memasak,” sahut Jae Rin.”Memangnya umurmu berapa, Rin-ah?” tanya Heechul.”Aku lahir tahun ’95,” jawab Jae Rin tenang. Leeteuk yang sedang makan tiba-tiba tersedak.

“Berarti…umurmu…17 tahun?” tanya Heechul memastikan.”Aku masih 15 tahun menurut umur internasional. Aku belum berulang tahun,” jawab Jae Rin lagi.”Kukira kau seumuran Luna,” gumam Ryeowook.

“Ah..sudah..sudah..lebih baik sekarang kita makan,” kata Kyu. Dia langsung mengambil lauk yang ada di mangkuk Jae Rin.”YA! Oppa…,” kata Jae Rin. Kyu terkekeh pelan.”Nanti kau mau ikut aku atau tinggal di dorm?”.“Untuk apa aku kesini kalau akhirnya hanya tinggal di dorm? Aku ikut,” jawab Jae Rin.

-Jae Rin POV-

“Aaawww….oppa, pelan-pelan,” rintihku. Saat ini aku sudah ada di dorm lagi. Setelah tadi seharian mengikuti Kyu oppa. Dan sebagai akibatnya, kakiku terkilir gara-gara tak sengaja terinjak salah satu ELF.

“Makanya, sudah kubilang hati-hati. Perhatikan langkahmu,” marah Kyu oppa sambil terus memijat kakiku. Aku menatapnya sebal, adiknya kesakitan dan dia masih bisa marah?. Dasar kau Evil, batinku.”Sudahlah Kyu, kasihan adikmu,” Yesung oppa membelaku.

“Sudahlah, besok kau harus tinggal di dorm. Jangan ikut aku sampai kakimu benar-benar sembuh,” putus Kyu .”Itu berarti aku harus tinggal di dorm sampai unnie menjemputku!” protesku. Kyu oppa lalu memberiku tatapan lalu-kenapa-itu-bukan-urusanku.

“Paling tidak, sampai aku bisa berjalan oppa… Jebal,” pintaku. Kyu oppa memandangku sebal. Langsung saja kuberikan puppy eyesku. Aku tahu dia tak akan tahan dengan itu.”Oke…oke…kau menang. Kau tinggal di dorm sampai kau bisa berjalan,” kata Kyu oppa. Aku tersenyum penuh kemenangan sambil menatapnya.

-Yesung POV-

Au berjalan dengan mata setengah terpejam. Tidak enak sekali rasanya harus terbangun di tengah malam dengan perut lapar. Tapi, ini salahku juga terlalu asyik mendengarkan Jae Rin bercerita sampai-sampai aku tak sadar jatah makanku diambil Shindong.

“Oppa, kau belum tidur?” tanya seseorang. Aku membuka mataku malas. Ternyata Jae Rin.”Aku kelaparan,” jawabku malas. Aku melihat isi kulkas, mencari tahu apakah ada yang bisa kumakan. Semoga ada cemilan, batinku penuh harap.

“Mau kubuatkan sesuatu oppa?” tawar Jae Rin. Ah, aku bahkan sampai lupa dia ada di dapur.”Memangnya kau mau masak apa tengah malam begini?” tanyaku sambil menutup kulkas. Dia menahan pintu kulkas dengan sikunya.

“Kau duduk manis saja oppa. Aku janji ini tak akan lama,” katanya sambil –pura-pura- menendangku. Aku duduk dan melihatnya mengambil sesuatu dari kulkas.”Kau mau masak apa?” tanyaku lagi.”Sudah kubilang diam,” jawabnya datar.

Setelah 5 menit menunggu, akhirnya makananku datang. Jae Rin menaruh piring berisi nasi dengan telur dadar diatasnya. Aku segera mengambil sumpit lalu berusaha mengambil telur itu.”Ini belum selesai oppa,” kata Jae Rin menghentikanku.

Dia lalu mengambil sesendok besar mentega dan menaruhnya diatas telur dadar yang masih panas.”Tunggu sampai menteganya meleleh,” katanya sambil tersenyum. Aku memperhatikan mentega itu dengan tidak sabar. Ayolah…aku sudah kelaparan.

Belum sempat aku menyumpit telur itu, Jae Rin sudah menyumpal mulutku dengan sesendok penuh nasi+telur.”Bagaimana? Enak kan?” tanyanya. Aku bersusah payah mengunyah dan menelannya. Dia menatapku dengan mata berbinar-binar. Aku mengangguk pelan.

“Darimana kau belajar membuat ini?” tanyaku sambil terus makan. Jae Rin bangkit dari duduknya lalu membuat susu coklat –kurasa-.”Itu eksperimenku saat aku dirumah sendirian dan tak ada makanan,” jawabnya. Aku mendengarkan ceritanya penuh perhatian –sambil terus makan-.

“Awalnya aku hanya menggoreng telur, tapi aku bereksperimen dengan menambahkan mentega diatasnya,” tambahnya lagi sambil menyodorkan susu coklat kearahku.”Gomawo, Jae Rin-ah,” kataku.”Kembali, oppa,” jawabnya manis.

-Jae Rin POV-

Aku melihat Kyu oppa menyanyi. Menyanyi diatas panggung tentunya. Dan memang kuakui, suaranya sangat bagus. Namun, perhatianku sekarang bukan pada oppaku, tapi pada orang di sampingnya. Suaranya yang khas membuatku merinding.

Aku melihat sekeliling. Banyak sekali ELF yang datang. Aku harus berhati-hati agar tidak terinjak lagi. Akhirnya kuputuskan untuk keluar setelah perform selesai. Aku mengacungkan dua jempol untuk oppaku.”Oppa..! Saranghae!” teriakku.

Bisa kulihat Kyu oppa sedikit shock. Aku tersenyum jahil. Aku dan oppaku bukanlah seseorang yang mudah mengatakan hal tadi. Kecuali ada maksud tertentu.

“Yesung oppa..!! Saranghae!” teriakku lagi. Sekarang gantian Yesung oppa yang shock melihatku. Bisa kurasakan senyuman Kyu oppa berubah menjadi senyuman membunuh (?) untukku. Aku menjulurkan lidahku padanya lalu cepat-cepat keluar.

Aku duduk termenung di ruang ganti. Apa sebaiknya aku sembunyi sebelum oppaku membunuhku, pikirku.

So put your hands together

               Let’s go, let’s go let’s go

From: Evil oppa

Messages: Kau akan mati, Angel! Tunggu sampai aku menemukanmu!

Aku tertawa kecil. Cepat-cepat aku keluar dari ruang ganti. Sebaiknya aku bersembunyi dulu. Segera aku cari tempat yang cocok untuk bersembunyi. Kulihat ada seseorang keluar dari sebuah ruangan di pojok. Sepertinya tempat itu cocok, pikirku. Aku berlari kecil ke arah ruangan itu lalu masuk ke dalamnya.

-Kyu POV-

Aku mengganti bajuku terburu-buru. Ingin sekali aku menjitak kepala adikku yang satu itu.”Kyuhyun-ah, pelan-pelan sedikit. Nanti kau kesandung lho,” kata Wookie megingatkanku.”Memangnya kau mau kemana sih?” tanya Yesung hyung.

“Mencari Jae Rin dan membunuhnya,” gumamku pelan.”Gara-gara yang tadi?” tanya Yesung hyung. Aku mengangguk pelan.”Aku pergi dulu hyung,”pamitku sambil keluar dari ruang ganti.”Hei Kyuhyun-ah, jangan lupa pakai ini!” teriak Wookie sambil melemparkan topi dan kacamata.”Gomawo hyung!” teriakku.

-Yesung POV-

“Kyuhyun lama sekali….,” gumamku. Sudah 1 jam kami menunggunya disini. Wookie sudah sejak 10 menit yang lalu tertidur. Sedangkan aku? Hanya mondar-mandir tak jelas. Mengkhawatirkan nasib kedua kakak beradik itu.

“HYUNG! Gawat, aku tak bisa menemukan Jae Rin!” teriak Kyu tiba-tiba. Membuat Wookie terbangun.”EH??!!! Yakin kau sudah mencarinya di semua tempat?” tanyaku khawatir. Dia mengangguk. Tampak jelas kekhawatiran dimatanya

“Dia bahkan tak mengangkat teleponku,” tambahnya lagi.”Bagaimana dia mau mengangkat, hapenya saja disini,” kata Wookie sambil mengacungkan Samsung Nori berwarna biru.”Bagaimana ini hyung? Aku bisa dibunuh Ahra noona,” gumamnya.

PLETAK..!!!!

Sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Kyu. Bukan dari aku, tapi dari Wookie.”Adikmu hilang dan kau masih memikirkan nasibmu sendiri?” kata Wookie. Aku menatap Wookie takjub. Sejak kapan nada bicaranya bisa menjadi sesinis itu?. Apa dia masih tertidur?

“Sudahlah, sekarang kita cari bersama-sama. Kyu, kau mencari di atas, Wookie kau di bawah dan aku akan mencari disini,” putusku. Tanpa menjawab perintahku, kedua maknae itu sudah meninggalkanku sendiri di depan ruang ganti.”Cih…,” desisku sambil berjalan mencari Jae Rin.

-Author POV-

Di lain tempat, Jae Rin terisak perlahan. Dia sudah terkunci di ruangan sempit itu selama kurang lebih 1,5 jam. Dia sangat membenci kesunyian. Tapi, apa boleh buat dia tak punya alat untuk membuat dirinya sibuk. Untuk menggerakkan tangannya saja dia kesulitan.

“Oppa…tolong aku…,” tangisnya menjadi semakin keras. Dia memeluk lututnya lebih erat. Dia sangat ketakutan sekarang ini. Yang bisa dilakukannya sekarang hanya menangis dan berdoa semoga oppanya menemukannya secepat mungkin.

Sementara itu, Yesung tampak berlari panic. Dia mengarahkan pandangannya ke semua penjuru. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah ruangan di pojok. Dia berlari penuh harap. Semoga Jae Rin ada di ruangan itu.

“Jae Rin-ah! Jae Rin-ah! Kau ada di sana?” kata Yesung sambil berusaha membuka pintu ruangan itu. Nihil. Pintunya terkunci. Tak ada jawaban dari dalam. Yesung berusaha melihat ke dalam melalui kaca yang ada di pintu. Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. Gelang yang dipakai Jae Rin.

“Jae Rin-ah, itu kau?” teriak Yesung. Terdengar suara tangisan dari dalam. Secepat mungkin Yesung berusaha medobrak pintu. Pada usaha ketiga, pintu terbuka. Terlihat sesosok yeoja yang meringkuk gemetaran.

-Yesung POV-

Aku mendobrak pintu dengan seluruh kekuatanku *okay, ini lebay*. Pada percobaan ketiga, aku berhasil. Dan disana ada Jae Rin, sedang duduk gemetaran di dekat pintu. Keringat dingin membasahi tubuhnya, membuat cardigan biru yang dipakainya basah.

“Jae Rin-ah, gwenchanayo?” tanyaku. Dia tersenyum kecil,”Gomawo oppa,”. Setelah itu, dia tak sadarkan diri. Segera kuambil hapeku dan kutelepon Kyu.”Kyu, aku menemukannya. Kau cepat bereskan barang-barang kita. Aku akan membawanya ke mobil,” perintahku.

Aku berlari dengan Jae Rin berada dalam dekapanku. Aku berlari menuju pintu belakang, dimana mobil manajemen menunggu. Kami tak mau ambil resiko dengan melalui pintu keluar.”Hyung! Dia baik-baik saja?” tanya Kyu khawatir.”Dia pingsan,” jawabku lalu menidurkannya di kursi mobil.

-Kyu POV-

Aku masuk ke dorm dengan wajah panik. Jae Rin berada dalam gendonganku.”Kyu, Jae Rin kenapa?” tanya Leeteuk hyung. Aku tak menggubris pertanyaannya. Terus saja aku berjalan ke kamarku, menidurkan Jae Rin di tempat tidur.

Yesung hyung masuk ke kamarku membawa handuk basah.”Lap dulu badannya. Dari tadi dia berkeringat dingin,” katanya. Aku mengambil handuk basah lalu mengelap Jae Rin dengan hati-hati.”Itu bukan salahmu Kyu. Pada dasarnya, kalian berdua kan evil,” kata Yesung hyung sebelum meninggalkanku. Aku tersenyum kecil.

“Kyu, bangun. Ayo makan,” suara Wookie hyung membuatku terbangun. Aku melihat Jae Rin. Dia masih belum bangun.”Makan dulu. Biar Yesung hyung yang menjaganya,” tambahnya.”Kenapa aku??!!!” protes Yesung hyung. Wookie hyung menatapnya tajam.

-Jae Rin POV-

Aku membuka mataku perlahan. Menyesuaikan mataku dengan keadaan sekitar. Aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh tanganku. Kulihat ada seseorang yang tertidur di tepi tempat tidur.”Kyu oppa?” lirihku.

“Kau sudah bangun?” tanya orang itu. Ternyata dia Yesung oppa.”Mana Kyu oppa?” tanyaku sambil berusaha duduk. Yesung oppa membantuku dengan lembut,”Kelihatannya dia sedang dipaksa makan sama Wookie,”. Aku tersenyum kecil.

“Oppa, gomawo,” kataku. Yesung oppa menoleh,”Untuk?”.”Kau kan yang menemukanku,” jawabku. Dia tersenyum, manis sekali.”Walau Kyuu bilang kau ini angel, pada dasarnya kau tetap evil,” candanya. Aku memanyunkan bibirku kesal.

“Sudah…sudah..jangan cemberut. Mau kupanggilkan Kyu?” tanyanya. Aku menggeleng,”Biarkan dia makan,” jawabku.”Bagaimana dengan yang lain?” aku menjawabnya dengan gelengan.”Oppa, ke sini sebentar,” kataku.”Apa?” tanya Yesung oppa sambil mendekat ke arahku.

CUP!

Kucium pipinya cepat.”Jae Rin-ah…kau..,”. Aku tersenyum lebar.”Ucapan terima kasihku,” balasku cepat. Dia mengacak-acak rambutku gemas.”Kau…memang angel,” gumamnya.

-Author POV-

Tak terasa sudah seminggu Jae Rin menginap di dorm. Sekarang sudah saatnya Jae Rin pulang ke rumah dan menjalani hidupnya yang biasa. Tampak ada semacam perpisahan di ruang tamu dorm.

“Gomawo oppadeul…sudah memperlakukan dengan baik selama aku disini,” kata Jae Rin sambil membungkukkan badannya.”Nggak usah malu-malu Jae Rin-ah…kau boleh datang kapan saja,” jawab Ryeowook. Jae Rin memeluk member Suju satu persatu.

Saat gilirannya Yesung, Jae Rin mengeratkan pelukannya dan berkata,”Aku akan merindukanmu oppa,”.”Nado,” balas Yesung.”Jae Rin, ayo cepat! Aku sudah kena semprot Ahra noona!” teriak Kyu.

“Sekali evil tetap evil. Tak akan bisa berubah menjadi angel,” kata Siwon. Semua yang ada disitu tertawa.”Sekali lagi, gomawo oppadeul,” kata Jae Rin.”Jika Leeteuk oppa menikah, jangan lupakan aku,” candanya. Jae Rin lalu bergegas menyusul Kyu yang sudah menunggu di depan lift.

“Baik-baik dirumah. Jika kau bisa lolos seleksi olimpiade itu, aku akan membelikanmu iPhone,” kata Kyu sebelum mereka berpisah.”Jinjja?” tantang Jae Rin. Kyu mengangguk. Jae Rin memeluknya erat.”Oppa, bagaimana kalau aku jatuh cinta pada hyungmu?” tanyanya.

Belum sempat Kyu merespon. Jae Rin sudah keluar gedung sambil melambaikan tangannya.”Jatuh cinta dengan hyungku?” gumam Kyu pelan. Kurasa aku tahu siapa hyungku itu, pikir Kyu sambil masuk ke dalam lift.

END

44 thoughts on “[Freelance] What If I Falling In Love With My Oppa’s Hyung?

  1. aigoo kaka ade sma2 evil,,
    huwahahaha,,
    tpi minimal jae rin g separah kakaY,,
    #dijitakkyuppa
    nice ff chingu,,X3

  2. lah,, nngegantung bener thorr…. lanjutin sihhh…. jeballll TT
    soalnya bagus sangad ini ceritanya..

    • gantung ya??? mian…aku gag bisa klo edingnya gag gantung…

      tapi ak lgi berusaha bikin lanjutannya kok…

      makasih ya udah baca…

  3. Loh?aq ko bca ni nangis ya?*cengeng ni gw*…pdahalkan crita’y gak sdih…jd pngen pnya ka2 deh kya mreka…
    Author crita’y bgus,bsa bwt aq nangis + ktawa..aq jg bngung nangis knapa ya?terharu x ya..?

  4. pasti yesung oppa, iya kn babykyu?!
    Biarin de kyupa evil, but 4 me he’s angel ^_-
    Lanjuttt donk plisssss :)
    aq mw jae rin ama kyu ajj 4ever ^^
    Good Job!!

    • kan kyu ama jae rin kakak adek, chingu….

      ama yeppa???? kasih ta gag ya….

      lanjutannya msih dlam proses….

      ditunggu ya…

  5. daebak, , like this

    Berasa aneh ngebayangin kyuppa punya adik!! gimana gitu . .

    saya suka senyum2 sendiri kalo bayangin yeppa!! :D
    *author: gila kale

  6. eeehhh, kayaknya endingnya gantung tuh..
    kira kira lebih asik tuh kalo dilanjutin…

    judulnya What If I Falling in love with my Oppas-Hyung !!!

    belum tau gmn dengan HYUNG nya… eh judulnya dibalikin lagi, chingu..

    ku tungguuuuuuuuuu!!!!!!!!!!

    • ak emang lebih suka bkin ending gantung, chingu…..^^v

      itu judul udah panjang banget…kemungkinan lanjutannya aku bikin pake judul beda….

      ditunggu ya…

  7. “sudah kuduga kebiasaanmu itu akan jadi masalah hyung. Minggir, aku mau menaruh piring.”
    Love this part. Padahal yg diceritain nya siapa, malah yewook moment yg bikin senyum-senyum.
    Jae rin suka ma yesung ya?? Author suka KRY ya? banyakin yewook momentnya dunn author. Yg ini asli lucu tapi gak lebay dan gak aneh..

  8. Waah…q mau peluk yesung oppa # hwaaa q cinta mati ma yesung oppa ‎​​​
    (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡) ……hahahaha ngiri sma jae rin…
    I like it cingu….

  9. after story nya thor.. ngegantung niy endingnya … gimana kelanjutan jaerin yesung????? haizzzz author bikin penasaran -_-

  10. Omg.. Mau banget jadi adeknya kyuuu u,u aku cukup evil kok buat ikut seleksi jadi adeknya kyu (?) hahaha
    typo lumayan banyak author, dan paragraftnya kurang rapih. Tapi itu semua gak berpengaruh dgn keseruan ff ini. Sayang yah kita gak tau kelanjutannya gimana.. Hahaha
    1 kata lg deh, DAEBAK!!

  11. mauuuuu jadi adenya Kyuuu biar bisa cium-cium dan peluk bang yesungggg!!!

    mauuu…./nangis guling-guling.

    FF-nya bagus dan bikin pengen..

    oia bikin yang “What if i fall in love with your dongsaeng?” donnkk.. ya,ya, ya..

  12. chinguu …. ff’a keren dech …
    chinguu …. aku mau request dong … kalo chinguu bisa n sempet tlng bikin lnjtnnya yach chinguu …..
    pasti seru nantii jadinya …..

    makasih sblmnya chinguu ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s