[Freelance] Refrain part 1

Title                      : Refrain -1-

Author                  : Amy Lee

Categories          : Love, Chapters, Fanfiction, Friends, Super Junior

Cast                      :

-Lee Ji Eun                          -Super Junior

-Lee Dong Hae                  -Kim Ga Eul

-Choi Siwon

NB : Sebenernya author pengen bikin 1 part aja, tpi gara2 kepanjangan, jdi bikinnhya 2 part… ^^

666

*Ji Eun POV*

Hujan turun dengan derasnya malam ini. Menimbulkan udara dingin menusuk tulang. Hal yang lumrah saat musim gugur seperti saat ini.

Bagiku, hujan kali ini adalah hal yang selalu terjadi ketika aku baru saja kembali dari taman kota. Setiap kali aku mengunjungi taman kota di musim gugur, hujan selalu turun deras malamnya. Tidak pernah tidak.

Paris, Ville de l’amour.

Bagiku sama saja. Tidak ada Ville de l’amour lain di dunia ini selain Seoul, kota asalku.

Seoul adalah kota pertama tempatku menghirup udara dunia. Seoul adalah kota pertama tempatku mengenal orang-orang yang ‘berarti’ di hidupku. Seoul adalah kota pertama tempatku mengenal pendidikan. Dan Seoul adalah kota pertama tempatku mengenal cinta.

Di Seoul, aku mengenal yang namanya cinta. Cinta yang selalu membuatku bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. Aku seperti orang bodoh ketika dihampiri oleh cinta itu. Namun, membuatku lebih mengenal dirinya dan diriku sendiri.

Tidak ada pengaruh berarti bagiku walaupun hari ini, tepat 7 tahun aku berada di Paris, Prancis. Diriku tetap sama. Lee Ji Eun yang dikenal selalu bersikap dingin, cuek, pintar, dan ‘bodoh’. Aku tetap Lee Ji Eun. Lee Ji Eun yang selama 7 tahun ini menuntut ilmu di University of Paris. Lee Ji Eun yang lebih memilih pendidikan daripada ‘kebahagiaannya’.

Saat pertama kali aku sampai di kota ini, hal yang pertama sekali kusadari adalah aku sendirian. Tidak ada teman-teman yang kukenali dan sahabat yang selalu ada di sampingku. Aku sendiri.

Perlahan-lahan, aku mulai terbiasa dengan kesendirianku ini. Hampir setiap malam di tahun pertamaku, aku menangis. Merindukan sahabatku, orang tua, dan orang-orang terdekat lainnya. Aku merindukan dua sahabatku. Aku merindukan tawa mereka, tindakan konyol mereka saat aku bersedih, dan saran-saran ‘birilian’ dari mereka berdua yang selalu membuatku tampil konyol.

Aku yakin pada saat itu waktu akan mengubah segalanya. Waktu akan menghapus segalanya. Perasaan, kekecewaan, dan kerinduanku. Waktu akan membawaku ke masa depanku. Bukankah setiap keputusan yang kita ambil selalu menghasilkan akhir yang berbeda?

“Ji Eun, kau serius akan pulang ke Korea?”

Ya. Aku akan kembali. Kembali setelah segala usaha yang kulakukan itu berhasil. Walaupun nanti, pertahanan diriku akan hancur ketika aku sampai di Korea, aku akan tetap kembali. Toh bukan itu saja yang membuatku ingin kembali. Aku merindukan orang tua dan keluargaku.

“Hei, kau dengar tidak?”

Aku tersadar. Ini bukanlah halusinasiku saja.

Nancy, teman seapartemenku sedang bertanya padaku.

“Ya. Besok aku akan pulang,”

“Lalu, bagaimana dengan pekerjaanmu? Bukankah mister Thomas memintamu untuk bekerja dengannya sampai kuliahmu selesai?”

“Bukankah kuliahku sudah selesai sejak tahun lalu?”tanyaku balik

Nancy mengangguk pelan,”Maksudku, kau kan salah satu karyawan terbaik mister Thomas?”
“Aku akan bekerja di butiknya yang ada di Seoul,”

Yaa, aku bekerja sebagai seorang asisten designer tekenal di dunia. Mister Thomas, begitulah yang biasa kupanggil pada pria paruh baya yang bermurahh hati mempekerjakanku saat aku melamar kerja ke butiknya dengan ‘tangan hampa’. Awalnya aku memang tidak memiliki pengalaman apapun di bidang design pakaian, tetapi setelah aku kuliah selama setengah tahun di fakultas tersebut, aku sudah sedikit-banyak-tahu mengenai dunia fashion Prancis.

“Apa perlu kuantar besok ke bandara? Di sini tertulis kau berangkat pukul 6 pagi,”tanya Nancy lagi sambil menunjukkan tiket pesawatku

Aku mendesah dan berbalik menatapnya yang duduk di atas tempat tidur,”Terserah kau saja. Asalkan itu tidak mengganggu jadwal kerjamu,”

Nancy tersenyum,”Kau gila,ya? Aku kan baru masuk kerja jam 9 pagi? Tentunya aku masih punya waktu untuk mengantar sahabatku ini!”

Aku tertawa kecil mendengar ucapan Nancy.

Yaa, kuharap pertahanan diriku tidak runtuh saat aku sampai di Korea. Dan akan tetap berdiri tegak saat aku bertemu dengannya.

666

*Donghae POV*

“Donghae-ya, saengil chukkae!”

“Sebelum kau meniup lilinnya, ucapkan harapanmu untuk tahun ke-25 mu,”perintah Leeteuk hyung

Aku memejamkan mataku. Berpikir apa yang harusnya kuharapkan di tahun ini. Tahun ke-7 setelah ia pergi menuju Paris. Dan ditahun ke 25 umurku saat ini.

“Oppa,maaf aku harus pergi! Kumohon sampaikan maafku pada Siwon karena tidak memberitahunya aku berangkat hari ini. Aku harap ia tidak sedih,”

               “Tentu. Berhati-hatilah di sana!,”

               Ia berjalan memasuki ruang keberangkatan bandara.

               Kenapa hanya Siwon yang kau ingat saat ini? Tidak perdulikah kau padaku? Tidak tahukah kau bahsa aku mencintaimu? Lebih dari kau mencintai Siwon. Ia tidak mencintaimu. Akulah yang harusnya kau cintai.

 

               Aku kembali membuka mataku, lalu meniup lilin yang berbentuk angka 25 di atas cake ulang tahunku.

“Kuharap kau kembali tahun ini,”ucapku dalam hati sebelum meniup lilin.

666

*Siwon POV*

Huuaah, aku terlambat! Harusnya kemarin aku sampai di Seoul! Haah, semoga saja Donghae hyung tidak marah karena aku tidak datang ke acaranya semalam!

Hari ini aku kembali dari Prancis setelah selama seminggu lebih di sana untuk menjalani pemotretan untuk sebuah majalah internasional. Kupikir delay yang terjadi di bandara di Paris tidak akan mengakibatkan keterlambatan jadwal kedatangan di Incheon. nyatanya?? Aku tidak bisa ikut merayakan ulangtahun Donghae hyung tadi malam.

Semoga saja hadiah ini bisa membuatnya tenang dan tidak marah padaku…

“Siwon-ssi,ayo!”ajak managerku setelah kami mengambil barang-barang  kami

“So Eun-a, apa kau sudah di bandara?”

Aku menoleh pada agasshi yang berjalan di belakangku. Agasshi itu memakai kacamata hitam sehingga aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya. Ia sepertinya adalah agasshi yang duduk di seat di seberang bangkuku selama perjalanan tadi.

“Oh, baiklah. Aku sudah selesai mengambil barang-barangku. Oke! Sampai ketemu!”ucap agasshi itu lalu memasukkan kembali ponsenya ke dalam tas

Suaranya seperti aku pernah mendengarnya…

666

*Ji Eun POV*

8.00 am KST

Welcome To Incheon Airport, South Korea

Have a Nice Day

Aku tersenyum senang setelah membaca tulisan itu di pintu keluar.

Seoul. Akhirnya aku sampai!

Aku melangkahkan kaki keluar dari terminal kedatangan bandara terbaik ini. Suasanya sangat ramai ketika aku tiba di luar. Angin musim gugur berhembus menerpa wajahku dan menerbangkan rambutku.

“Welcome back, Ji Eun!”pekik Ga Eul, sepupuku yang bersedia menjemputku hari ini

Aku tersenyum bahagia padanya,”Bagaimana kabarmu?

“Aku baik-baik saja. Kau sendiri?”

Aku tersenyum lagi padanya,”Seperti yang kau lihat!”

Kemudian, tiba-tiba saja Ga Eul menarikku mendekat padanya. Bisa kurasakan getaran di koperku yang ditubruk oleh sesuatu keras.

“Uugh! Tidak sopan sekali dia!”omel Ga Eul

Aku menoleh untuk memperhatikan siapa yang dimaksud Ga Eul. Seorang namja yang saat ini sedang berdiri di samping sedan silver mewah.

“Anda tidak apa-apa, agasshi?”tanya seseorang

Aku menoleh pada orang itu,”Oh,”

Dia berdiri di sana. Di hadapanku. Menatapku dengan tatapan khawatir yang selama ini kurindukan. Ya. Orang ini adalah dia.

“Maafkan temanku. Dia sedang terburu-buru,”ucapnya kemudian,”Anda tidak apa-apa kan, agasshi?”tanyanya lagi

Aku mengangguk pelan.

Kurasakan sesuatu yang keras menghancurkan pertahan diriku, pada akhirnya. Setelah ia pergi menyusul temannya yang sepertinya menabrakku tadi.

Ia masih sama. Senyumannya dan suaranya yang selembut beludru itu. Juga nada khawatir yang ia keluarkan tadi. Aku merindukannya. Ya, aku merindukannya. Aku merindukan segalanya!

Kenapa ia tidak ingat padaku?
“Hhuuaaa!! Ji Eun! Tadi itu Donghae Super Junior! Kenapa kau tidak minta tanda tangannya?!”pekik Ga Eul setelah ia pergi

Aku tetap bergeming. Donghae Super Junior? Bukankah namanya Lee Dong Hae? Apa itu Super Junior?

“Yaaak… Lee Ji Eun, kau dengar aku tidak?”tanya Ga Eul dengan nada kesal. Ia mengguncang bahuku.

Tetesan air di pelupuk mataku akhirnya jatuh. Tidak ada yang bisa kulakukan saat ini. Semuanya hancur. Pertahan diriku saat ini, yang selama 7 tahun ini berusaha kubangun akhirnya hancur hanya dengan beberapa detik pertemuan saja.

“Kenapa kau menangis?”tanya Ga Eul

666

*Donghae POV*

Hari ini Siwon kembali! Apa dia membawa hadiah special dari Prancis?! Huuaah, kuharap iya.

Hyung, saengil chukkae!”ucap Siwon ketika ia keluar dari terminal kedatangan

Ia mendorong sebuah kereta dorong yang penuh dengan koper-koper keperluannya. Seperti orang pindahan saja!

“Kau bawa kado ulang tahun untukku tidak?”tagihku

“Tentu! Aku minta maaf tidak bisa ikut kemarin malam. Pesawatnya delay 4 jam!”

“Tidak apa-apa. Yang penting kado darimu!”candaku lalu tertawa bersama

“Ini!”Siwon mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya

“Wooaa!! Apa ini?”tanyaku

Siwon tidak menjawab. Lalu, aku membukanya.

Sebuah jam tangan milik brand terkenal! Ya,ya,ya! Aku yakin!

“Ini… ini kan…”

Siwon mengangguk,”Itu hadiah dariku,hyung. Semoga kau suka!”
Hahah… tentu aku suka!

Siwon tampak celingukan ke sana-ke mari seperti mencari sesuatu.

“Kau cari siapa?”tanyaku

“Kau pergi ke sini dengan siapa?”

“Chullie hyung,”

“Wuuaah, kebetulan sekali!”ucap Siwon

Lalu ia berlari menuju mobilku yang terparkir tidak jauh dari sini. Ia terus berlari sambil membawa sebuah tas plastic menuju mobilku. Sepertinya hadiah untuk Heechul hyung.

Yaak! Hati-hati!

Siwon menabrak seorang agasshi yang sedang berbicara dengan temannya. Untunglah teman si agasshi itu menariknya cepat sebelum mereka bertabrakan. Kenapa anak itu tidak berbalik minta maaf?

Kebiasaan!

Aku mendekati agasshi yang mengenakan kacamata itu. Ia tampak heran memperhatikan Siwon yang sedang bercakap-cakap dengan Heechul hyung.

“Anda tidak apa-apa, agasshi?”tanyaku khawatir. Kulihat tadi ia seperti hampir jatuh, mungkin kaget

Agasshi itu menatapku heran,”Oh,”katanya

Kenapa aku menjadi gugup seperti ini? Agasshi ini, seperti aku kenal.

Aduuh, kenapa jantungku ini? Kenapa berdegup lebih kencang? Aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

“Maafkan temanku. Dia sedang terburu-buru,”jelasku

”Anda tidak apa-apa kan, agasshi?”tanyaku lagi memastikan karena kulihat agasshi ini baik-baik saja, hanya kaget. Kekekeke… mungkin ia ELF.

Akhirnya, agasshi itu mengangguk pelan, dan aku meninggalkannya bersama teman wanitanya itu.

Tapi kenapa aku bisa jadi seperti ini? Kenapa dengan perasaanku ini? Jantungku masih berdegup kencang. Siapa agasshi itu?

Hyung,ayo kita kembali!”ucapku setelah masuk ke mobil

Heechul hyung mengemudikan mobilku perlahan meninggalkan bandara ini.

Mobil kami melewati agasshi tadi. Temannya tampak sangat bahagia. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Teman agasshi yang ditabrak Siwon tadi itu tampak sangat bahagia, ia terus mengguncang tubuh agasshi itu. Sedangkan agasshi itu… kenapa cuma diam saja? Ia bukan ELF,ya?

“Kau sedang memperhatikan apa,Hae?”tanya Heechul hyung

Aku mengalihkan pandanganku dan menggeleng,”Tidak ada,”

666

*Ji Eun POV*

Oke. Ji Eun! Jangan ubah hari ini menjadi hari terburuk di dunia! Lupakan! Lupakan yang terjadi kemarin! Hari ini kau harus bekerja! Mister Thomas sudah menunggumu!

Ya. Aku bisa! Melupakan hal kecil kemarin.

Haaah, kenapa pikiranku masih tidak focus? Bagaimana aku bisa mengatakan hal kemarin itu adalah hal kecil biasa?

Jelas-jelas aku menangis lagi! Huuuaaaa, kenapa aku bertemu dengannya kemarin?!

“Nona Lee! Kau dengar aku tidak?!”bentak Mister  Thomas

“Ha?”ucapku gelagapan dan kembali sadar

“Mari kita temui klien pertamaku hari ini! Mereka itu artis terkenal di Negara ini. Jadi, aku mau kau bekerja dengan baik hari ini! Oke?”

Aku membuka mulut, namun Mister Thomas kembali menyela

“Tidak ada alasan! Aku tidak peduli kau baru tiba kemarin! Aku saja baru sampai tadi pagi tidak merasa capek!”

Bukan itu yang akan kutanyakan, Thomas Vicente!! Haaah, pimpinanku ini memang susah mengerti! Terkadang orang pintar itu sulit dibuat mengerti!

“Siapa artis itu?”tanyaku akhirnya setelah kegalauanku ini makin membesar

“Super Junior,”jawab Mister Thomas enteng

“Apa?”tanyaku nyaris memekik

“S-U-P-E-R –J-U-N-I-O-R,”eja Mister Thomas

“Sepertinya aku pernah dengar,”desisku

“Kau harusnya memang pernah dengar atau bahkan kau harus menjadi fans mereka. Banyak remaja di Negara ini yang menjadi fans mereka. Maka dari itu, aku harus berhasil membuat mereka menjadi trendsetter di Asia. O,ya salah satu membernya adalah klienku yang kemarin menjalani pemotretan di Paris,”jelas Mister Thomas panjang lebar. Tetapi percuma saja ia menjelaskan sepanjang sungai Nil sekalipun, aku tetap tidak akan menangkap penjelasannya itu.

Super Junior? Aku yakin pernah dengar nama itu? Kapan? Nama artis?

Kenapa aku jadi gugup seperti ini? Perasaanku juga berubah tidak enak. Apa mereka itu… jahat? Bodoh! Ji Eun, mana ada artis yang jahat!

Lalu, kenapa aku jadi seperti ini? Sebelumnya aku pernah bertemu dengan artis-artis kelas Hollywood, tetapi aku tidak pernah merasa seperti ini! Berarti ini akan berakhir buruk!

Oke, Ji Eun! Tenangkan dirimu! Tarik nafas, keluarkan! Ini-akan-baik-baik-saja!

“Siap,Nona Lee?”

Tanpa kujawab pun, Mister Thomas pasti akan membuka pintu ruangan ini dan masuk. Kalau aku tidak mau, pasti nanti setelahnya ia akan memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaannya yang berjubel itu!

Aku sedikit memejamkan mataku saat masuk ke dalam ruangan ini.

Suasananya lebih nyaman. Ada dua… empat… enam… sepuluh namja di dalam ruangan ini! Plus seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian formal, kupikir itu adalah manager mereka.

Hhuaah, mereka itu artis atau bukan sih? Masih ada saja yang bertindak seperti anak-anak, bermain pukul-pukulan dengan bantal, menari-nari di dalam ruangan ini.

They’re cool!!

Harus kuakui, mereka semua keren, tampan, dan… lucu! Hahahahah… Aku tahu sekarang, kenapa aku jadi gugup tadi. Karena mereka orang-orang yang tampan, kecuali namja yang gemuk itu! #plakkk

Annyeong,”sapa Mister Thomas dalam bahasa Koreanya yang pas-pasan itu. Aku ikut tersenyum sambil membungkuk sebae.

Aku mengedarkan pandanganku sekali lagi. Memperhatikan satu per satu wajah mereka.

Ga Eul!! Kalau kau di sini saat ini, kujamin kau tidak akan keluar seharian! Hahah… untuk pertama kalinya, selama bertemu dengan artis-artis, aku bersyukur menjadi asisten Mister Thomas.Kekekeke…

Saat mataku berhenti pada salah satu namja yang sedang mendengarkan music, aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan.

Perasaan yang tadi… bukan karena mereka artis yang tampan! Tetapi karena dia… Ia di sini.

“Hhuuaaa!! Ji Eun! Tadi itu Donghae Super Junior! Kenapa kau tidak minta tanda tangannya?!”

 

Super Junior. Itulah nama yang kudengar dari Ga Eul kemarin. Saat ia menghampiriku kemarin. Meminta maaf karena temannya menabrakku.

Apa ia tidak menyadari aku ada di sini?

Entahlah.

666

*Donghae POV*

Sebuah tangan menarik earphone yang melekat di telinga kiriku. Aku menoleh pada Kyuhyun.

“Sepertinya gadis itu menyukaimu,hyung,”ucapnya

Agasshi? Agasshi mana?

Aku mengikuti arah telunjuk Kyuhyun.

Ji Eun? Lee Ji Eun?

Saat kurasakan tatapannya memang benar-benar menatapku, aku mencoba tersenyum padanya. Tepat saat itu pula, ia langsung menunduk.

Kenapa dia? Apa aku berbuat salah padanya? Tidak. Aku tidak pernah berbuat salah padanya.

Ya. Dia Ji Eun! Lee Ji Eun. Sahabatku yang selama ini pergi ke Prancis sana.

Siwon. Apa ia tahu Siwon di sini?

Kulirik Siwon yang duduk paling ujung. Ya. Siwon tahu itu adalah Ji Eun. Siwon sedang memperhatikan Ji Eun.

Kenapa aku selalu berada di antara dua orang ini? Tidak bisakah kau bersamaku sebentar saja,Ji Eun-a?

“This is my assistant, she’s Lee Ji Eun. She’s Korean,”jelas Mister Thomas,  designer pakaian kami yang tadi diceritakan hyung manager

Ji Eun kembali mengangkat wajahnya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan sambil tersenyum.

666

*Siwon POV*

“This is my assistant, she’s Lee Ji Eun. She’s Korean,”jelas Mister Thomas,  designer pakaian yang kemarin juga kutemui saat di Prancis

Lee Ji Eun. Sahabatku. Aku yakin agasshi itu adalah dia.

Ji Eun mengangkat wajah dan tersenyum ke seluruh member. Ia tidak menatapku. Sama sekali tidak. Kurasa ia menghindariku. Kenapa?

Saat pandangannya sampai pada Donghae hyung,ia terhenti. Senyumannya itu perlahan hilang.

Apa yang dipikirkannya? Kenapa ia menjadi seperti itu saat bertemu dengan Donghae hyung?

Lalu, tiba-tiba, Ji Eun berlari keluar ruangan.

“Nona Lee!”teriak Mister Thomas

Aku menoleh pada Donghae hyung. Ia juga sedang menatapku. Pandangan kami bertemu.

Kemudian, entah mengapa Donghae hyung tersenyum kecil padaku. Ia ikut keluar ruangan.

Menyusul Ji Eun? Mungkin.

Tidak! Tidak boleh! Ia tidak boleh menyusul Ji Eun! Aku harus menemukan Ji Eun pertama kali!

Aku ikut berlari menyusul mereka.

“Siwon!”panggil hyung manager

Silahkan marah padaku setelah aku menemukan dan menjadikan Ji Eun milikku! Aku mencintaimu Ji Eun!

Maaf kalau selama ini aku salah mengartikan perasaanmu!

666

*Ji Eun POV*

Aku tidak kuat lagi jika harus berhadapan dengannya. Dengan Donghae oppa yang selama ini selalu mengerti aku. Dan dengan Siwon, orang yang kucintai selama ini!

Silahkan jika Mister Thomas ingin memecatku! Aku tidak akan bekerja selama yang menjadi klien itu adalah Donghae oppa dan Siwon!
“Ji Eun!”panggil seseorang di belakang

Tidak usah kejar aku! Berhentilah di sana! Aku tidak mau melihatmu terluka lagi,oppa!

“Lee Ji Eun! Berhenti!”teriak Donghae oppa. Aku yakin dialah yang sedang memanggilku

Aku terus berlari keluar gedung. Berlari. Hanya itu yang harus kulakukan saat ini. Menjauh dari mereka berdua!

“Aduh!”pekikku saat kurasakan higheellsku patah karena kupaksakan berlari

“Ji Eun!”teriak Donghae oppa.

Tetaplah di sana oppa! Hentikan langkahmu! Jangan dekati aku!

“Ji Eun, kau tidak apa-apa?”tanyanya khawatir

Aku menatap wajahnya yang tampak khawatir. Raut wajah yang membuatku terus merasa bersalah selama ini.

Donghae oppa menyentuh kakiku lembut. Ia melepaskan sepatuku.

“Lee Ji Eun!”ucap seseorang di belakang Donghae oppa

666

*Author POV*

Siwon berlari keluar gedung setelah melihat Donghae keluar gedung. Ia berhenti sebentar mencari-cari dua orang yang ia kejar. Ia melihat Donghae berhenti. Lalu, Donghae tampak berjongkok.

Siwon menghampiri Donghae.

“Lee Ji Eun!”ucapnya setelah melihat siapa yang ada di hadapan Donghae

Donghae dan Ji Eun ikut menoleh padanya.

Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Ia baru tahu, bahwa selama ini ia mencintai Ji Eun, sahabatnya sendiri. Siwon baru mengetahui perasaannya yang sebenarnya setelah Ji Eun pergi meninggalkannya.

“Ji Eun?”tanyanya memastikan

Ji Eun masih bergeming. Begitu pula Donghae.

Pandangan Siwon beralih ke Donghae.

Entahlah. Siwon berdebat dengan hatinya sendiri.

Donghae adalah sahabatnya selama ini. Ia tahu Donghae mencintai Ji Eun sejak lama. Sementara ia sendiri baru tahu perasaanya setelah Ji Eun pergi.

Dengan sekali gerakan, Siwon mengangkat Ji Eun dengan kedua tangannya. Ia meninggalkan Donghae yang masih di tempatnya.

Saranghae,Ji Eun-a! Mianhae selama ini , aku salah. Aku salah mengartikan perasaanmu itu sebagai sahabat! Aku mencintaimu!”desisnya

Ji Eun memejamkan matanya dan melingkarkan lengannya ke leher Siwon.

“Maaf,”ucapnya kemudian

666

*Donghae POV*

“Mana Siwon dan Ji Eun ssi?”tanya Teukie hyung

Aku tetap masuk dan mengabaikan sesaat pertanyaan itu

“Mereka pergi,”jawabku

Mwo?!”

Aku menatap hyung manager,”Bukankah kau yang bilang kalau Siwon harus belajar mencintai seorang yeoja?”tanyaku balik

“Oh,”ucap seluruh member kaget

“Bagaimana bisa?!”tanya hyung manager

Aku mengangkat bahuku.

Lebih baik kurelakan saja mereka. Tidak ada gunanya bersikeras. Perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan.

Asalkan kau bahagia, aku rela melakukan apa saja untukmu, Ji Eun-ah!

666

Komen ya readers!! ^^ Kamsahabnida

11 thoughts on “[Freelance] Refrain part 1

    • Judulnya sih emg ngabil dari sana.. gara2 author ga tau lagi mau ngasih judul apa… hehehe….^^
      thx udah baca,yaaa??? Tunggu part 2nya!

  1. uda tamat??
    waaaahh..
    hae oppa dengan aku aja!!! *dilempar panci ama org2-lumayan bisa dijual..*
    hehehe

    ceritanya bagus!!
    Suka deh..
    kalimad terakhirnya -“Asalkan kau bahagia, aku rela melakukan apa saja untukmu”- keereeennnn..

  2. wahhhh, bagus2.. *angkat jempol tangan + jempol kaki*
    penasaran ni.. uda ad kn lnjutannya? ayo bruan dipublish dongdongdong..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s