[Freelance] No Other part 2

Title                       : No Other [1/2]

Author                   : Kirana Park

Genre                     : Romance (?)

Rating                    : PG 15

Main Cast              : Cho Kyuhyun, Park Kyo Ra ( can be replace as U )

Support Cast         : Lee Donghae, Kim Heechul

Ps:

Assalamualaikum, annyeong ^^

Ini ff ketigaku yg di publish di wonder ff. buat adminnya makasih udah mau publish ff gaje-ku lagi hehe. Oya ini ff udah pernah aku publish di ffindo sama blog-ku www.kyukirana.wordpress.com

———— Happy Reading ————

Sender: 083288111095

            Bisakah kamu bersikap biasa saja saat bertemu denganku?

Sent:

15:21:22

Receiver: 083288111095

            Baiklah.

Sent:

15:21:55

***

            Setahun berlalu. Aku masih saling mengirim pesan dengan Kyuhyun. Kyuhyun juga sudah mengetahui namaku. Kamipun semakin akrab. Namun, aku masih saja selalu kabur saat bertemu dengannya. Dan aku pun juga belum sempat bertemu dan mengobrol dengannya. Memalukan memang. Tapi mau bagaimana lagi aku tidak sanggup melihat tatapan matanya yang sangat tajam itu. Sebenarnya Kyuhyun bukan orang yang jahat hanya sikapnya yang misterius dan pendiam membuat siswa-siswa menganggapnya dingin dan sombong. Kyuhyun justru orang yang baik. Walaupun dia tidak memiliki sahabat dekat, namun game dapat dijadikan sahabat bagi Kyuhyun.

            Hari ini tanggal 10 Oktober 2008. Itu berarti besok hari ulang tahunku. Aku berniat memberitahu Kyuhyun mengapa aku selalu kabur jika melihatnya. Aku tidak ingin di hari ulang tahunku aku masih ada beban berbohong kepada orang lain.

Receiver: 083288111095

            Kyu, aku ingin jujur denganmu.

Sent:

15:30:26

Receiver:

            Jujur soal apa?

Sent:

15:31:01

Receiver: 083288111095

            Maaf, sebenarnya aku dulu berpura-pura salah mengirim sms bukan untuk berkenalan dan berteman denganmu saja. Aku ingin tahu semua tentangmu. Karena aku menyukaimu. Ya, karena itu aku selalu kabur saat bertemu dengamu. Aku tahu kamu tidak ingin berpacaran sebelum kamu lulus SMA. Sms ini bukan ditujukan untuk menembakmu tetapi hanya ungkapan perasaan saja. Sekali lagi maaf.

Sent:

15:33:03

Sender: 083288111095

            Tak apa. Aku juga hampir menyukaimu.

Sent:

15:33:47

Receiver: 083288111095

            Menyukaiku? Bagaimana bisa?

Sent:

15:34:10

Sender: 083288111095

            Jangan GR aku hanya hampir suka. Karena kamu telah menjadi teman yang baik di dalam sms walaupun aku belum pernah mengobrol denganmu. Dan sepertinya kamu perhatian dan setia.

Sent:

15:34:55

“Ah ternyata dia orang yang gengsi juga ternyata. Tapi tak apalah. Aku yakin suatu hari nanti aku akan menjadi miliknya.” kataku optimis.

***

            Hari ini ulang tahunku. Lega rasanya mengungkapkan perasaan kepada orang yang sudah setahun lebih aku sukai. Malam minggu ini aku ingin merayakan ulang tahun di rumah saja. Namun karena Heechul oppa lagi-lagi lembur kerja dan orangtuaku di Canada maka aku hanya mengundang Hyun Ra untuk datang ke rumah.

                        “Saengil chukahae Kyo Ra…” ucap Hyun Ra sambil menyerahkan kotak kecil yang sepertinya kado untukku dan kemudian mencium kedua pipiku.

                        “Gomawo, Hyun Ra. Gomawo juga sudah mau datang.”

                        “Ya. Kita mau merayakan di mana?”

                        “Di kamarku saja. Kue ulang tahun dan makanan lainnya sudah ada di sana.”

            Meniup lilin, make a wish, dan makan kue sudah kami lakukan. Ada hal yang hampir aku lupa. Membuka kado dari Hyun Ra.

                        “Wah, Hyun Ra ini kan kalung yang dipakai Lee Donghae saat konser beberapa bulan lalu. Bagaimana bisa mendapatkannya.”

                        “Ah itu tidak penting. Yang penting kamu senang kan?”

                        “Ya. Gomawo Hyun Ra. Kamu benar-benar sahabat terbaikku.” kataku sambil memeluk Hyun Ra.

            Ddrrtt… ddrrtt… ddrrtt…

Sender: 083288111095

            Saranghae…

Sent:

19:23:36

            Aku mematung. Kedua tanganku membeku. Handphone-ku jatuh seketika. Air mataku reflek jatuh. Apakah ini benar? Apa aku tidak salah baca? Kyuhyun? Dia menyatakan cinta?

                        “Sang Ra, mengapa kamu mengangis?”

            Aku tak menggubris pertanyaan Hyun Ra. Tangisku semakin pecah. Kurebahkan badanku di atas kasur empukku dan terus menangis. Hyun Ra yang penasaran langsung mengambil handphone-ku yang jatuh di lantai dan membaca sms itu.

                        “OMONA~ Apa ini nomor Kyuhyun?” tanyanya kaget.

            Aku hanya mengangguk.

“Tapi sebentar, aku belum yakin sms itu benar untukku atau bukan.” kataku sambil mengusap air mata.”

Receiver: 083288111095

            Kamu tidak salah kirim kan?

Sent:

19:27:41

Sender: 083288111095

            Tidak.

Sent:

19:28:08

Receiver: 083288111095

            Kamu tadi hanya menyatakan atau menembakku?

Sent:

19:28:45

Sender: 083288111095

            Ya, dua-duanya.

Sent:

19:29:15

Receiver: 083288111095

            Tapikan kamu belum ingin pacaran sebelum lulus SMA? Dan kamu juga belum boleh kan?

Sent:

19:29:50

Sender: 083288111095

            Sepertinya aku sudah benar-benar menyukaimu. Bagaimana kamu mau tidak menjadi pacarku? Kita backstreet.

Sent:

19:30:27

                        “Hyun Ra, bagaimana ini?”

                        “Keputusan ada di tanganmu Kyo Ra. Kalau aku mending diterima aja. Toh kamu suka sama Kyuhyun juga sudah satu tahun lebih.”

Receiver: 083288111095

            Tidak, aku tidak bisa.

Sent:

19:31:24

Sender: 083288111095

            Kenapa? Bukankah kamu juga menyukaiku?

Sent: 19:32:01

Receiver:  083288111095

            Aku tidak bisa. Aku tidak bisa menolak untuk menjadi yeojachingumu.

Sent: 19:32:56

            9:00 PM. Limabelas menit yang lalu Hyun Ra meninggalkan rumahku. Aku masih sendiri di kamar, sesekali meneteskan air mata. Aku masih seperti bermimpi tentang apa yang baru saja aku alami satu setengah jam yang lalu.

                        “Saengil chukahae dongsaeng-ku sayang…” cetus Heechul oppa tiba-tiba.

                        “Oppa, oppa sudah pulang.” kataku sambil mengusap air mata.

            “Ya. Kalau oppa belum pulang, lantas yang di depanmu ini siapa? Tunggu, kamu habis menagis?”

                        “Ah tidak oppa.”

                        “Jangan berbohong. Apa yang membuatmu menangis?”

                        “Tidak ada oppa. Aku hanya rindu appa dan eomma saja.” jawabku bohong.

                        “Mereka pasti juga merindukanmu Kyo Ra. Ini kado untukkmu.”

            Heechul oppa memberikan dua kotak kado untukku. Setelah aku buka ternyata salah satu kotak itu kado dari appa dan eomma. Mereka memberikanku sweater cantik berwarna pink soft yang cocok dan pas untukku. Heechul oppa juga memberikanku hadiah yang tak kalah bagus, yaitu sepatu high heel yang warna biru model terbaru yang sudah lama aku inginkan.

            Malam ini benar-benar malam yang sangat membahagiakan untukku. Walaupun tidak ada appa dan eomma yang menemani merayakan ulang tahunku, aku tetap bahagia karena Heechul oppa dan Hyun Ra sudah ada untuk menggantikan mereka. Selain itu aku juga mendapat hadiah ulang tahun yang sangat special dari Kyuhyun, meskipun dia tidak mengetahui kalau hari ini adalah ulang tahunku.

***

            Hari ini pertama kalinya aku bertemu Kyuhyun di taman kota. Kali ini aku memang harus berani menemuinya karena dia sekarang sudah menjadi pacarku.

“Ini kado untukmu.” cetus Kyuhyun mengagetkanku.

                        “Kamu tahu dari siapa kalau aku baru saja berulang tahun?” tanyaku penasaran.

                        “Hyun Ra.”

                        “Ah dia. Gomawo ya.” kataku malu-malu.

*flashback end*

                        “Iya sih, tapi dia juga pernah cuekin aku.”

                        “Kalau di sms sih wajar…”

                        “Dia juga dulu nembak beraninya lewat sms. Tidak ada romantis-romantisnya.”

                        “Tapi kamu juga senang kan?”

                        “Sudahlah Hyun Ra aku malas membicarakannya.”

            Ddrrtt… ddrrtt… ddrrtt… Handphone Hyun Ra bergetar disaat kami bercengkrama. Aku lihat wajah Hyun Ra memasang tampang tak bersahabat setelah membaca sms itu. Sepertinya dia sedang kecewa.

                        “Ada apa?” tanyaku penasaran

                        “Kita kehabisan tiket konser SUPER DANCE Kyo Ra.”

            Sedih dan kecewa sudah pasti kurasakan. Sudah hampir tiga tahun aku ingin menyaksikan secara langsung SUPER DANCE khususnya Lee Donghae dance di depan mataku. Benar-benar bingung apa yang harus aku perbuat untuk bisa bertemu dengan group dance ternama itu.

***

            Kucoba lupakan sejenak tentang konser SUPER DANCE. Kuterima ajakan Kyuhyun untuk berkencan di café favorit kami. Mungkin itu bisa sedikit membuatku lupa akan kekecewaanku karena konser SUPER DANCE.

            Kulihat Kyuhyun sendirian di café menungguku sambil sesekali menyeruput cappuccino kesukaannya. Memang aku sudah membuatnya menunggu terlalu lama karena kemacetan yang tidak bisa kuhindari.

                        “Mianhae telah membuatmu menunggu oppa…”

                        “Tak apa.” balasnya tersenyum.

            Rasa canggung saat bertemu dengannya sempat kurasakan. Namun itu dapat kuatasi dengan sikap sok manisku terhadapnya. Aku berusaha menutupi rasa bosanku terhadapnya.

                        “Hwek…” cetus Kyuhyun tiba-tiba.”

                        “Kenapa?”

                        “Apa enaknya makan makanan itu?” tanyanya sambil memeletkan lidahnya.

            “Kau ini kapan mau berubah? Tubuhmu perlu sayuran. Selain itu sayuran juga membuat wajahku mulus tidak seperti wajahmu yang berongga itu oppa.” jawabku cekikikan.

            Kutatap wajah Kyuhyun yang kesal karena perkataanku barusan. Tampan. Ya, memang wajahnya tampan. Apalagi jika sedang tersenyum, manisnya… Tidak salah jika aku mengejar-ngejarnya sewaktu SMA dulu. Namun sifatnya yang kadang kekanak-kanakan tetap saja sering membuatku kesal.

“Kenapa kamu senyum-senyum melihatku? Aaah… aku tahu kamu pasti terpesona kan sama wajahku yang sangat tampan ini?” godanya.

“Oppa apa-apaan sih?” aku hanya menunduk.

                        “Jalan-jalan yuk!” ajaknya.

            Belum sempat kutolak ajakannya, tanganku sudah ditariknya.kyuhyun mengajakku ke mall yang tak jauh dari café tempat kami makan tadi.

“Saranghae chagiya, aku tidak mau kehilanganmu.” ucapnya sambil merangkul pundakku dan merapatkan ke tubuhnya. Akupun hanya tersenyum.

            Mataku tertuju pada poster jumbo SUPER DANCE. Mungkin karena akan menggelar konser, poster itu dipampang. Keren. Gaya rambut dan gaya berpakaian Leeteuk, Eunhyuk, Shindong, dan Donghae yang baru membuat mereka terlihat semakin tampan.

                        “Oppa, mari kita pulang.”

                        “Pulang? Tapi, tapi kan kita baru saja datang.” tanyanya terheran-heran.

                        “Aku capek oppa.” paksaku.

            Aku mengajak pulang Kyuhyun bukan karena aku sedang capek. Aku teringat lagi dengan Donghae dan SUPER DANCEnya.

***

                        “Yoboseyo?”

            “Yoboseyo, Hyun Ra apa tidak ada cara lain untuk bisa bertemu dengan SUPER DANCE?”

                        “Tidak ada. Hanya tiketlah satu-satunya cara untuk bisa melihat mereka.”

                        “Aish…” gerutuku. Aku langsung memencet tombol merah di handphone-ku.

            Kuberjalan mendekati jendela kamarku dan kunyalakan televisi. Baru saja aku bahas dengan Hyun Ra ditelepon, SUPER DANCE sudah ada di depan mataku. Di televisi maksudku.

Pemirsa, penjualan tiket mini konser group dance yang sedang naik daun SUPER DANCE ludes terjual. Konser yang mereka selenggarakan memang berbeda dengan konser-konser sebelumnya. Kira-kira apa yang membuat konser ini berbeda dengan berbeda dengan konser-konser sebelumnya? Langsung saja kita tanya langsung dengan SUPER DANCE. Baiklah apa membuat…

            Ttookk… ttookk… ttookk…

                        “Masuk.” balasku.

                        “Chagi, antar aku ke toko bu….”

            “Anniyo, anniyo. Aku tidak bisa. Oppa apa kamu tidak melihat, aku sedang asyik melihat SUPER DANCE di televisi? Pergi sendiri kan juga bisa tidak harus denganku.”

Setengah jam berlalu. Melihat wajah Donghae yang tampan itu walaupun hanya sekejap di televisi membuatku sedikit senang meski masih ada kekecewaan karena aku tidak kebagian tiket konsernya.

            Aku terdiam sejenak. Aku teringat sesuatu. Setengah jam yang lalu ada yang datang saat aku sedang asyik menonton televisi. Ada yang memanggilku Chagi, chagiya. Itu berarti setengah jam lalu Kyuhyun datang ke sini. OMONA~ apa yang telah aku lakukan? Aku tadi berkata sangat kasar. Pasti dia sangat kecewa. Ah aku egois sekali. Hanya mementingkan idola yang belum tentu aku bisa temui. Bergegas kuambil tas dan kunci mobil, segera aku pergi ke rumah Kyuhyun.

Rumahnya terlihat sepi. Namun mobil sport warna hitam milik Kyuhyun terpakir di halaman rumahnya. Aku turun dari mobilku dan masuk ke dalam area rumahnya karena pagar tidak terkunci. Pintu rumah Kyuhyun juga tidak terkunci.

“Annyeonghaseyo…”

            Tak seorang pun menjawabku. Kumasuki rumah Kyuhyun. Aku langsung berjalan ke arah kamar Kyuhyun.

“Oppa, apa kamu ada di dalam?”

“Masuk.”

Kulihat Kyuhyun sedang melakukan hobinya. Ya, bermain game. Di sudut kamar dia sedang bermain game dengan raut wajah yang kesal. Aku tahu pasti karena perbuatanku tadi. Tanpa basa-basi kuhampiri Kyuhyun dan langsung aku meminta maaf.

“Mianhae oppa kalau perbuatanku tadi membuatmu kesal dan marah. Kamu mau pergi ke mana, ayo aku antar.”

Kyuhyun tak menggubrisku. Dia masih sibuk dengan game-nya. Mungkin dia balas dendam karena aku tadi juga bertingkah seperti itu, sibuk menonton SUPER DANCE.

“Oppa… Kamu ingin balas dendam ya?” tanyaku sembari mengoyak-oyak tangannya.

Kyuhyun meletakkan PSP-nya. Kemudian dia hanya menetapku tajam. OMONA~ tatapannya… Aku hanya menatapnya sejenak lalu menunduk karena aku takut.

                        “Sebesar itukah rasa sukamu dengan Donghae dan SUPER DANCEnya itu? Sampai-sampai kamu tega memperlakukanku seperti itu. Mengapa kamu menunduk?” tanyanya sambil mengangkat daguku.

Aku memandangnya. Dia benar-benar marah. Namun tetap tampan, lebih tampan malah Wajahnya semakin lama semakin dekat dengan wajahku. Kurasakan bibirnya menempel dan bergerak di bibirku. Tangan kanannya memegang leherku dan tangan kirinya memegang pinggangku. Ciuman Kyuhyun semakin kasar. Aku sadar aku telah membuatnya kecewa tadi maka aku tak menolak ciuman yang lumayan lama darinya. Mungkin dengan menciumku amarahnya akan reda.

***

                        “Taadaa~…”

                        “Hyun Ra, ini kan…”

                        “Yup, tiket mini konser SUPER DANCE.”

                        “Bagaimana bisa kamu mendapatkannya?”

                        “Ah itu tidak penting. Yang penting kamu bisa bertemu Donghae dan aku bisa bertemu Eunhyuk.”

            Ternyata keberuntungan masih berpihak kepadaku. Kesedihan dan kekecewaan berubah menjadi keceriaan. Dalam hitungan hari aku akan bertemu dengan idolaku. Begitu juga dengan Hyun Ra. Tak sabar aku ingin cepat melihat SUPER DANCE langsung di depan mataku.

***

How to keep loving you? Naega jinjja nege jarhalge idaero nal ssuhkhyu doojima

            Aku rasa Kyuhyun meneleponku. Kulihat nama kontak di handphoneku dan yang benar saja itu Kyuhyun aku memang sengaja memasang ringtone itu untuknya.

                        “Ah pasti dia menelepon hanya untuk mengobrol yang tidak penting.”

            Aku hiraukan telepon darinya. Aku lanjutkan menonton video SUPER DANCE karena itu lebih menyenangkan dari pada mengangkat telepon dari Kyuhyun. Aku tidak pernah bosan melihat video SUPER DANCE walaupun aku melihatnya sudah berulang kali karena aku belum sepenuhnya bisa menirukan gerakan-gerakan dance yang menurutku itu rumit.

            Sebenarnya aku ngefans dengan Lee Donghae bukan hanya karena dia tampan dan pintar dalam hal dance. Ada beberapa persamaan antara aku dengan Donghae. Kami sama-sama lahir bulan Oktober walaupun berbeda tanggal namun hari lahir kami tidak terpaut jauh. Aku lahir tanggal 11 sedangkan dia lahir tanggal 15 otomatis kami memiliki zodiac yang sama yaitu libra. Selain itu kami sama-sama memiliki tahi lalat di leher sebelah kiri meski tahi lalatku lebih ke bawah. Aku juga orangnya tergolong tidak bisa diam, usil, dan suka jahilin orang sama sepertinya. Dan yang lebih penting kami sama-sama berparas imut, menurutku.

            Aku bosan mendengar ringtone yang sudah lima kali berdering. Dan lima panggilan itu berasal dari orang yang sama, yaitu Kyuhyun. Walaupun aku kesal dengannya panggilan ke enam tidak aku reject namun aku angkat karena aku juga ingin tahu apa sebenarnya tujuan dia meneleponku.

                        “Yoboseyo.” kataku lesu

                        “Hyaa~ chagi kau kemana saja?”

            “Aku di bawah oppa, handphone aku tinggal di kamar. Ada apa?” jawabku bohong.

                        “Chagi, temenin ngobrol aku tidak bisa tidur.”

                        “Oppa, ini sudah malam aku capek.”

                        “Ya sudah.”

            Benarkan, Kyuhyun hanya mengajakku mengobrol yang tidak penting. Sebenarnya aku tidak capek hanya saja aku malas saja mengobrol dengannya.

            Ddeerrrt… ddeerrrt… ddeerrrt…

                        “Aish apa lagi…” hardikku.

Sender: Evil Kyu

Malam chagiya, met bobo ya! Have a nice dream… ^___^

Sent:

21:21:21

                        “Hyaa~ Kyuhyun oppa lagi. Bisakah dia berhenti mengirimi sms seperti ini setiap malam? Aku bosan membacanya. Kenapa tidak sekalian ngomong di telepon?” gerutuku kesal.

***

            Hari yang kunanti akhirnya tiba. Akhirnya aku bisa melihat langsung SUPER DANCE, khususnya Donghae.

            Konser SUPER DANCE memang berbeda dengan konser-konser sebelumnya. Pembukaannya saja menggunakan gaya yang berbeda yaitu menggunakan topeng. Dan ada satu lagi yang berbeda, ada satu orang yang bukan anggota SUPER DANCE ikut dance. Orang itu hanya ikut satu dance saja, hanya pembukaan. Mungkin itu yang dimaksud special oleh SUPER DANCE waktu diwawancarai beberapa waktu yang lalu.

“Kyo Ra, kamu tahu tidak orang yang ikut dance itu pemenang lomba dance se-SEOUL?” tanya Hyun Ra sambil menuntuk ke arah panggung.

                        “Oh, iyakah? Beruntung sekali dia.”

            Di tengah-tengah konser. Donghae memegang sekuntum mawah merah. Sepertinya dia akan melemparkan ke arah penonton. Dan yang benar saja, bunga itu di lemparkan ke arah penonton dan jika salah seorang penonton mendapatkan bunga itu maka akan mendapatkan kesempatan dinner bersama Donghae.

                        “Kyo Ra…”

                        “Aaaa… Hyun Ra aku menangkap bunga itu.”

            Otomatis semua penonton melihat ke arahku. Ya, aku benar-benar beruntung. Beruntung bisa bertemu secara langsung dengan Donghae, beruntung bisa mengobrol secara face to face dengannya, dan beruntung bisa dinner bersamanya.

            Karena akulah yang mendapatkan kesempatan itu, aku tidak langsung pulang. Aku yang ditemani Hyun Ra harus menunggu Donghae untuk membuat janji. Saat aku asyik menunggu Donghae, aku melihat sekilas seorang namja yang sangat aku kenal. Kyuhyun, benarkah itu Kyuhyun? Atau hanya imajinasiku saja? Ah, kenapa aku tiba-tiba memikirkannya? Apa karena aku akan memutuskannya?

***

            Hari ini, sore ini pukul 7 pm, di sebuah restaurant yang cukup mewah aku bersama idolaku Donghae dinner bersama. Hanya ada aku dan dia karena mungkin Donghae sudah menyewa restaurant ini sebelumnya. Aku berdandan secantik mungkin dan mengenakan pakaian yang cocok. Aku tak ingin Donghae bosan melihatku nantinya.

            Kulihat dia sudah menungguku. Ah dia keren sekali. Mengenakan jas berwarna hitam dengan bunga mawar di saku jasnya membuatnya terlihat sangat gagah. Donghae yang melihatku langsung menghampiriku dan menyambutku. Serasa seperti ratu sehari.

                        “Apa kau senang?”

                        “Ne, sunbae.” jawabku gugup.

                        “Ah, jangan panggil aku sunbae. Panggil saja aku oppa.”

                        “Ne, sunbae eh maksudku ne, oppa.”

            Apakah aku bermimpi? Apakah ini sebuah kenyataan? Aku, aku bisa melihat dan mengobrol dengan seorang Lee Donghae. OMONA~ dia sungguh tampan. Lebih tampan jika dilihat secara dekat.

“Kenapa kamu melihatku seperti itu? Ada yang aneh dengan penampilanku? Atau ada sesuatu diwajahku?” tanyanya heran.

“Ah anniyeo. Oppa sepertinya kamu sangat menikmati makananmu itu? Kamu sangat menyukai sayuran ya?”

“Ne, aku tidak mementingkan rasa makanan. Aku lebih mementingkan gizi yang terkandung dalam makanan. Lagipula, sayuran sangat bermanfaat untuk tubuh. Aku tidak ingin di sela-sela jadwalku yang padat aku terserang penyakit.” terangnya panjang lebar.

                        “Oh begitu.” balasku menanggapi.

            Wah benar-benar pria idaman. Dewasa dan sangat memperhatikan kesehatan. Tidak seperti Kyuhyun yang sangat anti dengan sayuran. Ah lupakan Kyuhyun!

                        “Oppa, bolehkah aku bertanya?”

                        “Ne. Mworago?”

                        “Aku baca di internet, oppa menyukai wanita yang rambutnya di kucir ya?”

            “Hahaha… Ne, aku menyukai itu karena aku ingin melihat leher wanita khususnya tulang selangkanya di lehernya.” terangnya sambil menunjuk leherku.

            “Kau ternyata lucu juga oppa.”

            “Ne, aku memang humoris.”

Sebenarnya tidak hanya itu yang kami obrolkan. Malah Donghae sempat curhat tentang suka duka menjadi member SUPER DANCE. Dia juga sempat curhat tentang kekecewaannya terhadap mantan pacarnya yang juga ingin eksis dan terkenal dengan berpacaran dengannya. Walaupun kini Donghae single alias jomblo, aku tak ingin menanyakan apa dia ingin berpacaran lagi karena belum tentu juga aku menjadi pacarnya. Lagipula aku masih memiliki Kyuhyun yang sampai sekarang masih resmi sebagai pacarku.

Makan malamku bersama Donghae berakhir pukul 9 pm. Singkat memang namun bagiku itu cukup lama. Aku sangat menikmatinya. Dan yang paling membuatku senang saat Donghae mencium pergelangan tangan kananku saat aku akan pulang.

***

                        “Bagaimana dinner semalammu dengan Donghae?”

            “Baik-baik saja. Aku sangat menikmatinya. Ternyata dia sangat dewasa Hyun Ra. Aku semakin mengaguminya. Donghae juga menyukai sayuran, tidak seperti Kyuhyun. Dia juga humoris.”

            “Hanya itu?”

            “Ya tidak, aku mengobrol banyak sekali selama dua jam itu. Tetapi aku tidak mungkin menceritakanmu sedetail tadi malam.”

“Oh begitu. Ngomong-ngomong seharian ini aku tidak melihat Kyuhyun dan tumben dia tidak menghampirimu di kampus, kemana dia?”

“Manakutahu. Baguslah dia tidak menghampiriku. Aku pulang dulu ya…” kataku ketus seraya meninggalkan Hyun Ra dengan mobil audiku.

            Benar juga kata Hyun Ra tadi, kemana Kyuhyun? Tumben juga dia tidak menghapiriku. Aku tidak yakin dia betah untuk tidak menemuiku. Paling-paling sebentar lagi dia telepon dan memanggiku “Chagiya” dengan suara manjanya atau sms dengan bahasanya gombal karena kangen.

“Hah? Kyuhyun? Hyaa~ baru saja aku bicarakan. Dia malah sudah memarkirkan mobil sportnya di halaman rumahku. Aish pasti dia ingin mampir.” hardikku kesal.

“Chagi, rumahmu kosong ya? Dari tadi aku panggil-panggil tidak ada yang menyahut.”

                        “Ne.” jawabku singkat sambil melenggang masuk ke teras rumah.

            Kubuka pintu rumahku dan langsung saja aku menuju kamarku tanpa menyuruh Kyuhyun masuk karena sudah pasti dia membuntutiku.

“Hyaa~ oppa, kenapa kamu masih saja mengikutiku masuk kamar? Aku mau ganti baju. Jangan-jangan kau mau melihat aku ganti baju?”

                        “Hehe, iya chagi.” jawabnya cengengesan.

            “Oppaaaaaaa…. hilangkan pikiran mesummu itu.” teriakku sambil memukul-mukul lengan kirinya.

                        “Arra arra hentikan chagi, sakit. Baik akan kutunggu kamu di bawah.”

            Huff, Kyuhyun…. Kau menyebalkan sekali. Benar-benar menyebalkan. Kurasa ini waktu yang tepat untuk memutuskannya. Aku memang sudah tidak ada rasa lagi dengannya. Rasa cintaku terhadapnya sudah lenyap. Lenyap dimakan waktu. Ya, aku akan memutuskannya sekarang.

                        “Chagi, chagiya… hweek… hweek…” teriaknya memelet-meletkan lidah dan melompat-lompat kemudian menghampiriku yang menuruni tangga.

            Iya kan benar, seperti anak kecil. Ulah apa lagi yang dia perbuat.

                        “Minuman apa ini? Pahit… Hweek…”

                        “Itu kan jamu kecantikan milik Heechul oppa. Kamu meminumnya? Hahaha…”

            Kyuhyun hanya mengangguk dengan wajah innocentnya. Memang Kyuhyun kalau sudah di rumahku sudah seperti di rumah sendiri. Jadi makan dan minum pun dia ambil sendiri.

                        “Oppa…” panggilku disela-sela kami menonton televisi.

                        “Ne, ah ah aww…”

                        “Kenapa oppa?”

                        “Mataku, mataku kelilipan. Chagi tiupin…”

            Tanpa pikir panjang aku langsung meniup matanya. Cup… bibir Kyuhyun mendarat di bibirku. Dia menciumku dan melumat bibirku.

                        “Hyaa~ oppa, kamu menipuku ya?” tanyaku di sela-sela ciuman.

            Kyuhyun hanya bergumam. Ciumannya semakin lama semakin kasar hingga aku kehabisan napas.

                        “Cuk—kup op—pa”

            Kini ciumannya beralih ke leherku. Tangannya memeluk erat tubuhku. Ciumannya hampir sama saat aku menolak untuk mengantarnya ke toko buku. Ada apa ini, kenapa ciumannya begitu dalam? Tidak seperti biasanya. Apa aku telah kelewat dingin dengannya?

“Tadi kamu memanggilku, kamu ingin berkata apa?” tanyanya seraya mengendorkan pelukannya.

“Ah anniyeo. Oppa mengapa ciumanmu begitu dalam? Apa aku telah melakukan kesalahan?”

“Aku melakukannya karena aku merasa aku semakin jauh darimu. Chagiya aku menyayangimu. Aku tak ingin kehilanganmu.”

            Aku hanya tersenyum. Tuhan, bagaimana ini aku tak tega memutuskannya. Namun, di sisi lain aku sudah tidak mencintainya seperti dulu lagi. Aku tidak bisa membayangkan perasaannya jika aku benar-benar memutuskannya apalagi saat dia berkata tidak ingin kehilanganku, dia pasti sangat tulus mencintaiku.

“Oppa, kemarin saat aku berada di ruangan SUPER DANCE aku seperti melihatmu.” kataku mengalihkan perhatian.

“Benarkah? Ah hanya imajinasimu saja mungkin. Lagian aku seharian kemarin hanya bermain games di rumah. Jangan-jangan kamu kangen dengan wajahku yang amat sangat tampan ini ya?” godanya.

                        “Ah oppa, percaya diri benar kau.” Kyuhyun hanya cengengesan.

***

            Usahaku memutuskan Kyuhyun kemarin gagal seratus persen. Hanya karena perkataannya aku luluh tak tega. Tak tega menyakiti perasaannya.

“Hyun Ra, apa kamu punya cara untuk membantuku memutuskan Kyuhyun?” tanyaku saat di kantin kampus.

                        “Apa? Kamu ingin memutuskan Kyuhyun?” sentak Hyun Ra kaget.

                        “Ne, aku sudah tidak ada rasa lagi dengannya.”

            “Sang Ra, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. Dan mungkin ini saat yang tepat. Sebenarnya yang membeli tiket mini konser SUPER DANCE, yang ikut dance di awal pembukaan SUPER DANCE, dan namja yang kamu lihat di ruang member SUPER DANCE itu namjachingu-mu, Kyuhyun.”

“Ah itu tidak benar, kata Kyuhyun oppa dia seharian di rumah bermain games waktu konser berlangsung.”

“Kyo Ra, aku berkata jujur. Kyuhyun sendiri yang mengatakannya kepadaku. Memang dia yang memintaku untuk merahasiakan ini semua. Sang Ra, pikirkan sekali lagi. Apa kamu akan melepaskan Kyuhyun begitu saja? Apa kamu juga tidak menghargai pengorbanannya?”

            Aku diam sejenak. Kupikirkan kata-kata Hyun Ra barusan. Sebesar itukah jasa Kyuhyun? Sebesar itukah bukti rasa cintanya kepadaku?

“Hyun Ra, tadi kamu bilang Kyuhyun ikut dance saat pembukaan mini konser SUPER DANCE, berarti dia ikut lomba dance?”

“Ne, dia juara pertama lomba dance se-SEOUL beberapa waktu lalu. Memang dia tidak cerita kepadamu?”

                        “Anniyo.”

            Kyuhyun, Cho Kyuhyun orang yang sangat aku kenal asal usulnya. Aku tahu benar dia tidak begitu mengerti tentang dance. Kalau bukan aku ngefans dengan SUPER DANCE dia pasti tidak tahu menahu tentang dance. Dan kalau bukan karena aku dia juga tidak mungkin menikuti lomba dance se-SEOUL beberapa waktu lalu.

                        “Kyo Ra, kamu mau kemana?”

                        “Aku mau pulang, aku ingin sendiri.” Langsung aku tancap gas mobilku.

***

            BUGH~ kurebahkan tubuhku di atas kasur empukku. Aku masih memikirkan apa yang tadi dikatakan Hyun Ra.

                        “Tuhan bagaimana ini? Aku sudah tidak ada rasa lagi dengan Kyuhyun. Tapi dia sudah sangat baik dan setia denganku. Dia juga sudah melakukan hal yang tak kuduga sebelumnya hanya untuk bertahan menjadi pacarku. Tuhan, apa aku harus tetap mempertahankan statusku sebagai pacar Kyuhyun?”

            Ceklek~

                        “Hallo dongsaeng-ku…” sapa Heechul oppa sembari memainkan i-phonenya.

            Aku tak menggubris Heechul oppa yang barusan membuka pintu kamarku.  Aku tetap saja memikirkan yang dikatakan Hyun Ra.

“Hey, aku sedang berbicara denganmu, keapa kamu malah diam saja?” kata Heechul oppa kesal. Dia masih saja memainkan i-phonenya.

            Aku masih diam dan berpikir. Apa aku cerita saja dengan Heechul oppa. Siapa tahu dia bisa menyelesaikan masalahku ini.

                        “Mianhae oppa aku tidak bermaksud. Oppa, aku ingin cerita.”

                        “Mwo?” katanya sembari melenggang ke arah tempatku duduk.

                        “Aku ingin putus dengan Kyuhyun tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Apa oppa punya solusinya?”

“Mwo? Putus dengan Kyuhyun? Tidak salah? Mengapa kamu ingin putus?” tanya Heechul oppa bertubi-tubi.

“Aku, aku sudah bosan dengannya. Oppa, kau ini punya solusi tidak? Berhentilah bermain dengan i-phonemu itu. Kalau tidak ingin membantuku keluar saja. Tinggalkan aku sendiri.” bentakku kesal sambil melemparkan bantal kea rah Heechul oppa.

            Semenjak Heechul oppa memiliki account twitter, kerjaannya selalu online dan up-load foto setiap hari. Memang, oppaku ini sangat narsis.

            Ku ambil kardus, kado ulang tahun dari Kyuhyun sewaktu SMA dulu, saat pertama kami berkencan. Kupandangi kalung berliontinkan inisial KK. Kuingat perjuanganku mendapatkan cinta Kyuhyun.bisa dibilang berat memang. Entah mengapa setelah aku melihat kalung itu dan mengingat masa laluku aku rindu dengan Kyuhyun. Ya, aku rindu ingin bertemu dengannya dan melihat tingkah manjanya. Tanpa pikir panjang aku langsung ke rumahnya.

***

            Ceklek~ kubuka pintu kamar Kyuhyun. Kulihat dia sedang bermain clarinet.

                        “Hyaa~ chagiya mengagetkan saja. Tumben mampir. Oh aku tahu kamu kangen ya sama wajahku yang super ganteng ini? Iyakan?” godanya.

                        “Oppa, aku marah denganmu.” balasku memalingkan muka.

                        “Marah kenapa? Aku salah apa?”

            Aku tak menggubrisnya, mataku tertuju pada piala berwarna kuning keemasan yang lumayan besar bertuliskan JUARA 1 DANCE TINGKAT PROVINSI. Akupun melenggang mendekati piala itu.

“Kau telah membohongiku oppa. Sebenarnya yang membeli tiket mini konser SUPER DANCE, yang ikut dance di awal pembukaan SUPER DANCE, dan namja yang kamu lihat di ruang member SUPER DANCE itu kamu kan oppa.”

                        “Anni, anniyo…” jawabnya gugup.

            “Sudahlah oppa, mengaku saja. Kalau kamu tidak melakukannya lantas ini apa?” kataku sembari membawa piala ke arah Kyuhyun.

“Eh, emm mian chagi, aku memang melakukannya karena aku ingin melihatmu bahagia. Mian aku telah merahasiakan ini semua.” balasnya lalu memelukku dari belakang.

“Maafkan aku juga oppa, aku pasti sudah membuatmu bingung dengan sikap dinginku terhadapmu akhir-akhir ini. Maaf juga aku lebih mementingkan idolaku daripada kau. Oh ya chukahae oppa, kamu telah memenangkan lomba dance itu.”

            Pelukan hangat dan ciuman lembut kurasakan setelah aku mengucapkan selamat padanya. Maafkan aku oppa, aku tidak akan membuatku kecewa lagi. Aku juga akan belajar untuk mencintaimu lagi. aku juga akan lebih perhatian kepadamu. Aku tahu pacarku ini sangat setia dan tulus mencintaiku apa adanya. Aku juga tahu pacarku ini selalu ada sedangkan Donghae bukanlah siapa-siapa dia juga hanya sebatas idolaku saja.

Kyuhyun, there is no one else like you.

No other, no Donghae, just you and only you.

Saranghae oppa…

*Sepuluh Tahun Kemudian*

“Wah selamat ya Kyo Ra, semoga langgeng…” ucap Hyun Ra mencium kedua pipiku.

            Wajar saja jika Hyun Ra berkata seperti itu. Sekarang statusku bukan lagi menjadi seorang pacar Cho Kyuhyun namun statusku telah berubah menjadi seorang istri Cho Kyuhyun. Hyun Ra yang datang di ulang pernikahanku yang pertama dengan suaminya yang bernama Choi Siwon.

“Chagiya, tolong buatkan aku jajangmyeon yang super pedas ya. Yang porsi jumbo, aku ingin kau yang membuatnya. Buruan aku lapar sekali…” perintahku.

                        “Chagi, kamu ngidam ya?” tanya Kyuhyun heran.

~FIN~

Gimana gimana? Aneh ya? terlalu monoton? Apapun kesannya silahkan di komen. Author siap menerima komen atau kritikan.

Visit juga: www.kyukirana.wordpress.com

Gomawo ^^

7 thoughts on “[Freelance] No Other part 2

  1. ihh kyo ra…klo aq mah ogah ngediemin kyu kya gtu…
    ff’y bgus…
    pa lg flashback pas mreka ber2 saling smsan…koplak bgt,lucu…hihihi
    gak nyangka ya kyu yg pendiem pas dah jadian wow ganasss…hahaha..
    maaf ya thor pas part 1 aq gak coment hehehe…

  2. Untung aj Kyo Ra gk mutusin Kyu klo ntu trjdi sia2 donk pengorbanan Kyu bla2in bljr dance smpe juara 1 lg . . . .

    Aq suka akhr yg happy ending . . .

  3. aku suka sama cerita y tapi ada yg buat aku bingung Sa Rang tu siapa? Pas hyun ra ngomong sama kyo ra kok hyunra jd manggil Sa Rang. . . .
    Tp aku suka n ngerasa sedih kyu d cuekin mending buang k aku aja he. . . .he. . .he. . .he. . . .

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s