[Freelance] Problem Between AhnKyu

Problem Between AhnKyu!

~author’s POV~

Mulai hari ini, Sungran dan Nichan pindah ke sekolah Ahna. Jadi mereka bisa bersama sama di sekolah. Sekarang Sungran dan Nichan berada dalam kelas yang sama dengan Ahna, yaitu kelas X-B.

Sewaktu istirahat, gerombolan perempuan sedang asyik mengobrol.

“hey lihat aku bawa apa!” ucap Jikyung.

“majalah Kpop terbaru!” teriak yang lain sambil mengerubungi Jikyung karena ingin melihat isi majalah tersebut. Perempuan yang tidak tertarik melihat majalah tersebut hanyalah Ahna, Sungran dan Nichan. Tentu saja. mereka sudah sering bertemu member Super Junior. Ahna malah sibuk menyalin PR Geografi.

“kyaaaaaa Ryeowook oppa! Oppa imut sekali! Aku jadi ingin menciumnya!” ujar Seora bahagia melihat foto Ryeowook di majalah tersebut. Teriakan Seora membuat Sungran memanyunkan bibirnya.

“kyaaa Teuk oppa! Teuk oppa sungguh tampan! Dia tidak terlihat seperti berumur 29 tahun! Sungguh! Aaah oppa~ aku ingin menjadi pacarmu!” kali ini Sooran, yang memang sangat menyukai Leeteuk. Dan Nichan hanya bisa menghela nafas berat.

“buka halaman foto Kyuhyun dong!” pinta Sooyun pada Jikyung, ketika Jikyung membuka halaman majalahnya yang terdapat foto Kyuhyun satu halaman, Sooyun berteriak, “OPPA!!! Omo omo Kyuhyun oppa sungguh amat sangat tampan! Kyuhyun oppa nae yeobo! Kyuhyun yeobo kyaaaaa!!!”

Saena, Nichan dan Sungran melirik ke arah Ahna, yang kelihatannya biasa saja, karena ekspresi wajahnya tidak berubah. Tetap datar seperti biasa.

Namun, Ahna yang sedang menulis PR Geografi menggunakan pensil mekanik, isi pensil tersebut terus patah. Ahna terus menerus memencet pensilnya dan mengisi lagi pensil mekaniknya dengan isi pensil baru. Namun, sekali menulis isi pensilnya kembali patah dan patah.

“sial! Kenapa patah terus sih! Rese banget ini pensil! Ngeselin! Aaargh!!!” Ahna berteriak kesal, “Saena! Sungran! Nichan! Ke toilet aja yuk!”

Saena, Sungran dan Nichan hanya bisa menghela nafas dan mengangguk.

Ahna, Saena, Sungran dan Nichan pun keluar dari kelas dan berjalan menuju toilet. Di perjalanan menuju toilet, Ahna terus menerus menabrak orang. Setelah menabrak orang, bukannya meminta maaf, malah memasang wajah datar dan terus berjalan -_-

Ahna pun memasuki toilet, dan menutup pintu toilet dengan agak keras.

“bilang aja kesel denger ucapan Sooyun.” Sungran menghela nafas dan berdecak.

“mana mungkin seorang Lee Ahna mau jujur kalo dia cemburu?” ucap Nichan.

“setuju.” Ucap Saena sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

Akhirnya Ahna pun keluar dari kamar mandi.

‘nothing can stop me from loving you~ you~ you~’ handphone Ahna berbunyi menandakan ada telepon masuk.

“yoboseyo Sanho? Ada apa? Main? Boleh. Kapan? Hari minggu? Kayaknya aku bisa. Siapa aja? Mmm. Dia ikut? Dia, Jisan… oh ikut. Ga cuma nanya. Aku ini udah punya pacar. Jangan meledek! Oh dia ikut ya. Kayaknya aku ga ikut deh. Aku masih ga enak ketemu dia. Liat nanti aja deh, bye.” Ahna pun menutup sambungan telepon.

“siapa?” tanya Sungran.

“temen SMP, Sanho.”

“cowok?”

“iya, sahabat aku. Sekelas dari kelas 1 sampe kelas 3.”

“terus, Jisan siapa?” kali ini Nichan yang bertanya.

Ahna tersenyum kecil, misterius.

“siapa?”

“mantan pdkt-an.” Jawabnya pelan sambil agak melamun.

Sungran, Saena dan Nichan saling berpandangan. Merasa aneh karena tiba tiba mood Ahna berubah setelah menyebut nama Jisan.

“pengen tau ceritanya dong, boleh ga?” pinta Saena.

“boleh, gini. Dulu pas SMP, dia bilang suka aku, tapi, aku suka orang lain, namanya Junyoung. Waktu itu aku bingung, dan akhirnya aku tolak. Dan aku pun tidak juga jadian dengan Junyoung.” Ahna menyelesaikan ceritanya dengan senyum simpul dan mengangkat bahunya, “balik ke kelas yuk.” Lalu Ahna berjalan ke kelas sedangkan Saena, Sungran dan Nichan saling berpandangan heran dan mengangkat bahu, lalu mengikuti Ahna ke kelas.

Ahna selesai mengerjakan PR nya dan mengeluarkan handphone nya untuk membuka twitter. Ahna terdiam memandang timeline. Jarinya tidak mengetikkan apa apa. Memandang terpaku pada layar handphone dengan wajah datarnya yang biasa. Tidak, tapi ditambah dengan mata menyipit yang tampak dingin memandang layar handphone nya.

“Ahna, ada apa?” tanya Nichan. Namun Ahna tidak menjawabnya dan tetap memandang layar handphone nya.

“Ahna? Marah?” tanya Sungran takut takut.

Ahna tidak menjawab.  Dan akhirnya Ahna mulai mengetikkan sesuatu, dan ternyata dia mencari nomor telepon, Ahna menaruh handphone nya ke telinga, “yoboseyo, Sanho. Hari. Minggu. Gue. Ikut. Main. Bye.” Ahna langsung memutuskan sambungan teleponnya, “Cho Kyuhyun…” Desisnya sambil menggenggam erat pensilnya, sampai patah…

“Ahna…” panggil Sungran dan Nichan dengan takut.

“iya ada apa sayang?” Ahna membalikkan kepalanya menghadap Nichan dan Sungran dan tersenyum. Namun senyum itu senyum mengerikan yang dipaksakan.

“e-eh nggak…” ucap Nichan ketakutan.

“ga jadi…” tambah Saena.

“KYAAAAA!!!” Sooyun berteriak histeris sambil melihat layar handphone nya, “KYUHYUN OPPA!!!”

“Kyuhyun oppa kenapa?” tanya yang lainnya. Saena, Nichan dan Sungran ikut memperhatikan.

“Kyuhyun oppa waktu di China! Dia mabuk terus ngomong aneh! Katanya dia mau bawa satu ELF China buat dibawa ke Korea terus dinikahin!!! Nikah! ANDWAE!!!” teriak Sooyun histeris, dan yang lainnya pun ikut histeris.

“MWOYA?! Kyuppa andwae! Andwae!!!” ucap Seora terlihat ingin menangis.

Nichan, Saena dan Sungran melongo mendengar cerita Sooyun dan membalikkan kepalanya kepada Ahna, yang ternyata sudah meremukkan pensil dengan tenaganya yang luar biasa -_-

“SJM kembali ke Korea lusa kan?” tanya Nichan.

“iya katanya lusa…” jawab Sungran.

“kehancuran…” gumam Saena.

“perang dunia ketiga…” ucap Sungran.

“kalian jangan ngedoain gitu deh…” tegur Nichan.

“tapi ga mungkin ga akan ada kejadian apa apa…” ucap Saena.

“setuju…” jawab Sungran.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Ahna’s POV~

“gamau ikuuut!!!” teriakku yang digusur (?) oleh Sungran dan Nichan ke dorm Super Junior. Aku langsung diseret oleh Nichan dan Sungran sepulang sekolah.

“udah tanggung, Lee Ahna.” Ujar Nichan sambil terus menarik lengan kananku.

“sebentar lagi juga sampai, Lee Ahna.” Tambah Sungran yang menarik lengan kiriku.

“atulah ah gamau ah males!” ucapku dengan wajah memelas yang jarang ditampakan, karena biasanya akulah yang membuat orang lain berekspresi memelas terhadapku -_-

“pacarmu baru datang setelah promosi di China dan Taiwan, Lee Ahna.” Ucap Sungran menyeretku masuk lift.

“pacarmu pasti mengharapkan sambutanmu, Lee Ahna.” Nichan menutup pintu lift, membuatku menghela nafas berat, memasang muka muram dan menerima nasibku dengan berat hati.

Nichan pun memencet bel dorm SJ lantai 11, dan yang membukakan pintu adalah Heechul. Di dorm  terdapat Leeteuk, Heechul, Yesung, dan Shindong yang tidak ikut ke China dan Taiwan karena mereka bukan member sub-group SJM. Dan juga ada Neul Rin, Yeoreum dan Hyosang.

“eh, Ahna ikut? Nanti kalau Kyu datang, jangan ngancurin dorm ya.” Ucap Heechul yang langsung melarikan diri ke dalam.

“YAK MAU KEMANA KAU AHJUSSI CENTIL?!” teriakku membahana di seluruh ruangan. Sampai Sungran dan Nichan menutup telinganya, “aissh!” aku membuka sepatunya asal dan menggeletak sembarangan. Nichan dan Sungran geleng geleng kepala melihatku yang kalau lagi bete ternyata menyeramkan -_-

Aku melemparkan tas ke sofa dengan seenaknya seakan akan di rumah sendiri, kemudian tiduran di sofa sambil memindahkan chanel TV yang sedang ditonton Yesung dengan seenaknya, “aaah capeknya di sekolah…” keluhku.

Tidak lama kemudian, gerombolan SJM pun datang. Semua langsung menyambut.

“Donghae oppa, gimana disana? Capek ya?” tanya Yeoreum yang langsung memeluk Donghae, Donghae pun mengelus rambut Yeoreum.

“ga kok ga capek, kan Yeoreum terus sms dan telepon oppa, jadi oppa ga capek disana. Makasih ya jagi.” Donghae pun mencium dahi Yeoreum. Aku yang melihat kejadian itu langsung mengerutkan dahinya, geli -_- geleuh -,-

“heh yadong ahjussi! Kamu di China ama Taiwan makannya ga bener ya! Makanya jangan pilih pilih dong. Terus kamu gimana makan disana? Ga kelaperan kan?” tanya Neul Rin bertubi tubi, menunjukkan perhatiannya kepada Eunhyuk.

“ga kok, kan ada ibunya Henry yang masakkin. Jadi aku ga tersiksa disana. Hehe. Makasih udah khawatir wkwk.” Ucap Eunhyuk lalu membungkukkan tubuhnya dan mencium bibir Neul Rin singkat.

“enak aja khawatir! Pede!” ucap Neul Rin sambil mencubit pelan lengan Eunhyuk, namun tersenyum malu. Errr -_-

“Wookie oppa, aku kangen~ oppa kangen aku ga?” tanya Sungran sambil memeluk lengan kanan Ryeowook.

“pasti kangen dong~ kangeeen banget~ sampe ga tahan pengen balik ke Korea.” Ucap Ryeowook romantis. Iyuuuh .-.

“yeobo, capek? Nanti aku bakalan masakkin semua makanan kesukaan kamu ya yeobo~ selamat datang kembali ke Korea~” sambut Hyosang.

“iya yeobo~ terima kasih~” Henry pun mencium Hyosang singkat.

Aku yang sudah tidak tahan melihat semua kejadian itu memeragakan muntah. Weekk :-&

“tidak menyambutku?” tanya suara yang amat sangat kukenal di belakangku. Suara lembut yang berasal dari setan yang turun dari neraka (?) -_- aku membalikkan badanku dan menaikkan sebelah alisku.

“oh rupanya ada tuan Cho Kyuhyun. Selamat datang kembali di Korea.” Ucapku dingin, “Bagaimana di China dan Taiwan? Senangkah disana?” tanyaku dengan nada meremehkan. Sekarang satu ruangan diam, memperhatikan kami berdua. Aku berjalan mendekati Kyu sampai jarak tinggal semeter. Tanganku bersedekap di depan dada. Aku membuat senyum yang dimanis-manis, “apakah rasa bir disana sama? Apa kau mabuk?” aku semakin menaikkan sebelah alisku, “bahagia di China? Bertemu ELF yang cantik kah?” tanyaku dengan nada sinis dan alis naik.

“terima kasih atas sambutannya, nona Lee Ahna.” Jawabnya tak kalah sinis, “senang sekali tentu.” Ucapnya dengan nada riang yang dibuat buat, “bir nya enak tentu. Aku ini pemabuk ketiga di SJ. Yah, mungkin aku mabuk.” Kyuhyun mengangkat bahunya, “tentu saja aku bahagia. Banyak gadis cantik di China. Yang menonton perform kami pun banyak ELF yang cantik.”

Oh, manas manasin? Oke boleh.

Aku langsung mengambil tas di sofa dan pergi. Ahjussi sialan. Ngerti perasaan gue dikit kenapa sih?!

***

~Kyuhyun’s POV~

Wajah Ahna semakin masam, belum pernah aku melihat tatapan matanya sedingin itu…

Ahna mengambil tasnya dan langsung pergi.

“Ahna! Mau kemana?!” tanya Nichan.

“pergi.” Jawabnya singkat dan langsung membanting keras pintu depan.

Semua yang tadinya menatap kepergian Ahna langsung berbalik memandang ke arahku.

“apa? Kenapa kalian ngeliat aku kayak gitu hah? Emang aku salah apa? Itu kan salah dia! Dia yang mulai duluan! Lagipula aku kan waktu itu mabuk! Aku gatau aku ngomong apaan!”

“kau juga salah. Harusnya ngelurusin masalah, bukannya malah dibikin tambah gede dong masalahnya. Dasar ga peka.” Leeteuk hyung menatapku dingin. Ucapannya menghujam jantungku. Lebay juga sih sebenernya. Ah bodo amat lah! Paling besok juga udah biasa lagi.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari Minggu Ryeowook berencana untuk masak besar besaran, pesta di dorm untuk perayaan ulang tahun Siwon. Aku disuruh untuk mengajak Ahna. Udah sejak rabu aku ga sms atau telepon dia, sekarang udah hari jumat. Telepon aja deh. Aku mencari nomornya di contact dan menekan tombol ‘call’. Ga diangkat. Kenapa sih? Curiga masih marah lagi -,-

Aku menekan tombol ‘call’ lagi. Masih ga diangkat juga -,-

Aku terus menerus meneleponnya, sampai, setengah jam kemudian barulah dia angkat.

“yak! Kenapa lama banget ngangkatnya?!” bentakku langsung. Kesal -,-

“males.” Ucap suara di seberang telepon.

“yak! Kau ini masih marah? Hah?”

Aku menunggu suaranya, namun dia tidak menjawab.

“hari minggu bisa ke dorm ga? Ryeowook mau masak besar besaran. Mau buat pesta di dorm.”

“ga bisa.”

“loh? Kenapa ga bisa? Hyosang, Nichan, Yeoreum, Neul Rin dan Sungran semuanya bisa. Kata Sungran dan Nichan ga ada tugas yang harus dikerjakan kan? terus kenapa kamu ga bisa?”

“aku ada janji.”

“janji? Apa ga bisa diganti ke hari yang lain?”

“ga bisa.”

“ah masa? Emangnya janji ama siapa sih?”

“janji main sama temen SMP. ketemu sama ‘cowok cowok’. Udah ya, pokoknya aku ga bisa.”

“yoboseyo? Yoboseyo!” dan ternyata sambungan telepon pun dia putuskan, “BOCAH TENGIK!!! MAU LO APA SIH HAH?!”

***

~Ahna’s POV~

Tau ah bodo amat. Pokoknya gue mau main nanti hari minggu. Males gue liat muka dia. Muka sok nya. Ngeselin. Ga peka dasar, “AAAAAA!!! AHJUSSI SIALAN BEGOOO!!!”

Aku mengacak acak rambutku sendiri seperti orang gila, lalu menjatuhkan diri di atas kasur.

Aku menghela nafas berat. Lalu mencoba untuk tidur.

‘nothing can stop me from loving you, you, you~’ handphone ku berbunyi, membuatku terbangun. Sudah pagi rupanya. Sekarang sudah hari jumat berarti. Aku mengulurkan tanganku untuk mengambil handphone tanpa membuka mata dan dengan malas dan menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelepon.

“hng, yoboseyo?”

“Ahna?!” ucap seseorang di seberang telepon yang langsung bisa kukenali sebagai suara Sungran karena suaranya yang cempreng. Ups.

“hng pa?” tanyaku dengan suara parau sehabis bangun tidur.

“cepat ke rumah saki… Sekarang juga. Aku ga bisa ngasih tau ini lewat telepon, kamu dateng aja sendiri kesini.”

“nnngapain? Ngantuk… lagipula, kenapa suaramu aneh begitu? Habis nangis ya?” ucapku malas lalu menguap.

“cepatlah kesini, please.”

Lalu Sungran pun memutuskan sambungan telepon.

“yoboseyo? Yoboseyo? Aissh dia kenapa sih. Males deh -,-”

Dengan enggan aku mengganti baju seadanya, dan memakai jaket lalu pergi menggunakan bis.

Setelah sampai, ternyata Sungran dan Nichan sudah menungguku di depan pintu masuk rumah sakit.

“hai, ada apa sih? Siapa yang sakit? Kenapa mata kalian merah begitu? Eh?” tanyaku yang mulai penasaran. Muncul perasaan tidak enak di hatiku.

“cepat ikut kami.” Suruh Nichan.

Nichan dan Sungran pun membalikkan badan dan berjalan masuk, aku mengikuti mereka dari belakang. Lalu Sungran dan Nichan berhenti setelah sampai di depan kamar rumah sakit.

“Ahna, tolong persiapkan hatimu.” Ucap Sungran dan kelihatan ingin menangis, lalu membuka pintu.

Dari dalam ruangan itu terdengar tangisan banyak orang. Suara tangisan itu membuatku semakin takut dengan apa yang sebenarnya terjadi.

“Kyuhyun oppa! Andwae… huuuhuhu.”

Aku mengenali suara itu. Itu suara Neul Rin. Kyuhyun? Apa yang terjadi pada Kyuhyun? Kyuhyun kenapa? Ahjussi sialan kenapa? My evil boy kenapa?

Akhirnya pintu kamar itu membuka seutuhnya. Memperlihatkan member member Super Junior yang sedang menangis. Dan juga Neul Rin, Yeoreum dan Hyosang yang juga menangis. Sungran dan Nichan yang berada di belakangku pun menangis. Dan memperlihatkan sebuah sosok yang amat sangat kukenal berada di atas kasur dengan mata tertutup.

Itu… Kyuhyun kah? Yang terbaring di atas kasur itu, ahjussi sialan kah?

Dokter di samping Kyuhyun, menarik kain putih di atas tubuh Kyuhyun dan menutupi tubuhnya, dan menutupi wajahnya dengan kain putih itu.

Kenapa dokter itu menutupi wajah Kyuhyun? Kenapa?

Rasanya, otakku tidak bekerja dengan baik. Seolah aku belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi di depanku.

Aku berjalan langkah demi langkah mendekati tubuh Kyuhyun yang diselimuti kain putih. Semua mata menatap ke arahku dengan wajah prihatin dan mata yang memerah karena menangis.

Akhirnya aku sampai di samping Kyuhyun. Aku membuka kain putih yang menutupi wajahnya yang, kuakui sangat tampan.

Kulihat wajah Kyuhyun yang sudah 2 hari tidak kulihat, sejak terakhir bertengkar hari rabu ketika dia kembali ke Korea.

Wajah Kyuhyun yang putih, sekarang terlihat lebih putih, pucat lebih tepatnya.

“Kyu hyung?” panggilku pelan. Namun dia tidak juga membuka matanya.

“ahjussi sialan?” panggilku lagi. Kali ini aku mengguncang tubuhnya, berharap dia cepat bangun.

“hyung bangun…” aku mengelus pipinya. Dingin…

Tangisan yang lain terdengar semakin menjadi jadi.

“hyung? Apa yang terjadi? Hyung? Bangun… kumohon, bangun…” darahku terasa membeku. Kenapa dia tidak juga bangun?

“Ahna-ya, Kyuhyun sudah tiada…” ujar Leeteuk lirih.

Aku berbalik menatap Leeteuk, “hyung? Leeteuk hyung sedang berbohong kan? Kalian sedang mempermainkanku kan?” ucapku tidak percaya.

Aku kembali menatap wajah Kyuhyun yang putih pucat, “ahjussi, kau sedang membohongiku kan? Mana mungkin kau… mana mungkin kau… itu tidak mungkin kan? Ayo bangun! Jangan mempermainkanku, ahjussi sialan! Bangun… kumohon… bangun…” aku terus mengelus wajahnya yang terasa semakin dingin.

“Kyuhyun hyung… bangun…” tanpa terasa, air mata meleleh di pipiku.

“hyung, ini bukan sungguhan kan? Kau pura pura tidur kan? Dokter, dia hanya main main kan?” aku mengalihkan pandanganku kepada dokter di seberang kasur.

Dokter itu menatapku iba.

“kenapa anda menatap saya seperti itu? Tolong jawab, dia hanya pura pura kan?! Iya kan?”

Aku berharap jawabannya adalah iya. Kumohon…

“maaf…” ucap dokter itu, membuat jantungku seakan berhenti.

“kenapa anda minta maaf? Maaf karena sudah ikut permainan bodoh ahjussi sialan ini?”

“maaf, saya sudah berusaha sebaik mungkin. Dia sudah meninggal… maaf, saya permisi dulu. Saya turut berduka cita… permisi.” Ucap dokter itu lalu pergi.

“dokter! Dokter bohong kan?! Leeteuk hyung, ini semua hanya main main kan? Iya kan?!”

“maaf Ahna. Ini sungguh sungguh. Kyuhyun telah, pergi ke dunia sana…”

“Leeteuk hyung  bohong! Ryeowook hyung! Apa yang dikatakan oleh dokter dan Leeteuk hyung itu bohong kan?! Iya kan?!” tanyaku pada Ryeowook yang kuyakini tidak akan berbohong.

Ryeowook hanya  menunduk, “Leeteuk hyung tidak berbohong, Ahna-ya… itu kenyataan…” jawab Ryeowook.

“bohong! Ini bohong kan? Hah? Hah?” aku mengalihkan pandangan ke satu persatu orang di ruangan tersebut. Namun mereka membisu.

Aku membalikkan badanku dan kembali menatap Kyuhyun.

“hyung! Ahjussi sialan! Bangun! Bangun!” aku mengguncangkan tubuhnya dengan keras. Namun tidak ada reaksi apa apa. Air mataku mengalir deras. Ini tidak mungkin terjadi… tidak mungkin…

“HYUNG BANGUN! JANGAN PERGI!!!”

“HYUNG JANGAN PERGI!”

Aku bangun dan terduduk di atas kasur. Nafasku tersengal-sengal seperti habis lari keliling lapangan bola 10 kali. Aku menghadap cermin yang terdapat di samping kasur. Air mata mengalir membentuk sungai di  pipiku.

“mimpikah? Mimpi?” ucapku dengan nafas tersengal sengal. Aku melihat ke arah jendela dan melihat hari sudah gelap.

Aku segera mengambil handphone ku dan melihat tanggal. Masih hari kamis. Rupanya aku hanya bermimpi. Sekarang jam 10 malam. Orang tuaku dan kakakku pasti sudah tidur.

“syukurlah, hanya mimpi…”

Aku mengatur nafasku yang masih tersengal sengal. Mimpi sialan.

Tunggu, sekarang bulan April kan?

Benar, bulan April. Bulan terjadinya kecelakaan mobil yang menimpa Kyuhyun, Leeteuk, Eunhyuk dan Shindong 4 tahun yang lalu.

Kecelakaan mobil yang hampir merengut nyawa Cho Kyuhyun.

Bagaimana kalau waktu itu, Tuhan benar benar menyuruh malaikatnya untuk mengambil nyawanya?

Bagaimana kalau waktu itu, Kyuhyun benar benar tidak bisa bertahan hidup?

Bagaimana kalau waktu itu dia tidak selamat dari cengkraman maut?

Pasti aku tidak akan bertemu dengannya.

Tidak akan ada Cho Kyuhyun yang menabrakku dengan mobilnya.

Aku tidak akan bisa mengancamnya dengan merusakkan PSP nya.

Aku tidak bisa melemparnya dengan bantal lagi.

Tidak ada yang bisa kuajak saling ejek lagi.

Tidak ada yang bisa kuajak kerja sama untuk mengerjai orang lain.

Tidak akan ada orang yang bisa kupanggil dengan sebutan ‘Ahjussi Sialan’

Tidak akan ada orang yang bisa memanggilku dengan sebutan ‘Bocah Tengik’

Air mataku kembali meleleh memikirkan semua hal itu.

“aaah kenapa aku jadi cengeng gini sih?! Ga sukaaa!” aku pun menghapus air mata di pipiku.

“Cho Kyuhyun. Saranghae…” ucapku  tanpa sadar.

Tiba tiba aku teringat kejadian kemarin di dorm.

“tapi gue masih bete sama elo! Jangan kira gue udah maafin lo! Pokoknya gue masih marah! Titik!
Cho Kyuhyun sialaaan!!!”  rutukku lalu menarik selimut dan kembali tidur dengan mudahnya. Soal tidur, aku jagonya… ._.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“annyeong haseyo…” ucapku dengan lesu setelah sampai di kelas. Hampir aja telat. Udah telat sih sebenernya, udah lewat 10 menit setelah bel. Untungnya yang jaga gerbang bukan guru killer tiada ampun seperti pak Ade yang langsung menutup gerbang begitu bel berbunyi -_-

“annyeong Ahna.” Jawab Nichan.

“kenapa matamu? Abis nangis?” tanya Saena.

“aaah pasti kangen Kyuhyun yaaa? Aaah ngaku ajaaa!” ujar Sungran yang langsung kukejar kejar di dalam kelas.

“diem lo!”

“hehehe ampun mbaknya~” ucap Sungran sambil menunjukkan tanda ‘v’ dengan jarinya.

“hih.”

Aku pun duduk di kursi dan melepaskan tas dari punggungku dan menopang kepalaku di atas tangan.

“kenapa nih? Lesu bener? Darah rendah kambuh mbak?” tanya Saena.

“gara gara mimpi.” Ucapku sambil menatap lurus ke papan tulis.

“mimpi apaan?” tanya Nichan yang tertarik. Sungran pun langsung ikut mengerubungiku.

“jangan ketawain tapinya!” ancamku.

“yaa ga akaan.” Ucap Sungran. Namun ucapan Sungran tidak bisa meyakinkanku -_-

“awas kalo ketawa… nanti aing peuncit siah!”

“iya mbak preman. Udah cepetan cerita!” suruh Sungran.

Aku menghela nafas, “mimpi ahjussi sialan meninggal.”

Penjelasan yang singkat padat dan jelas bukan?

Ucapanku tadi membuat mereka mengerutkan dahinya.

“mimpinya sedih amat deh. Sabar ya mbak.” Ucap Nichan.

“iya ih ya ampun. Itu mimpi sedih amat rasaan.” Ucap Saena dengan nada iba.

Sungran menelungkupkan kepalanya di meja, menutupi wajahnya.

“yak! Kau kenapa hah?” tanyaku pada Sungran, akhirnya Sungran mengangkat wajahnya dan ternyata, dia tertawa.

“hmp.” Sungran menutup mulutnya untuk menahan tawa, namun tampaknya dia tak lagi bisa membendungnya, “HAHAHAHAHA!!!” akhirnya tawanya lepas, tawa super keras yang terdengar amat sangat bahagia.

“SUNGRAN SIALAN!!!” teriakku keras tanpa menyadari bahwa guru baru saja masuk kelas.

“siapa tadi yang teriak teriak?!” tanya guru itu. Dan semuanya menunjuk ke arahku dan Sungran, “kalian berdua, keluar dari kelas!”

Sial -_-

“tapi bu…” aku hendak beralasan tapi…

“ga ada tapi tapian! Keluar!”

“baik bu.” Ucapku dan Sungran berbarengan.

Begitu keluar dari kelas…

“kamu sih ketawa keras keras!” desisku supaya tidak terdengar oleh guru di dalam kelas.

“salah kamu kenapa teriak teriak!” ujar Sungran berbalik menyalahkanku.

“salah kamu!!!” aku ngotot.

“kamu!!!” Sungran pun ngotot.

Kami saling ngotot dengan suara keras.

Pintu kelas pun membuka, dan guru keluar.

“kamu, Ahna,” guru menunjukku, “kamu, Sungran,” guru memindahkan telunjuknya dariku dan menunjuk Sungran.

“ya bu…?” jawabku dan Sungran pelan dan penuh ketakutan.

Bu guru memindahkan jarinya dengan penuh esmosi  ke arah pendopo, “sana ke pendopo!!! Kalian berisik!!!” bentaknya lalu kembali masuk ke dalam kelas sambil membanting pintu.

“kamu sih!” kataku menyalahkan.

Pintu kembali membuka dan guru itu memelototi aku dan Sungran.

“eh iya iya bu iya! Permisi!” ucap Sungran. Lalu kami pergi ke pendopo, dan masih terus saling menyalahkan satu sama lain tanpa henti -_-

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ah~ akhirnya sampai juga di rumah yang adem ayem aman dan nyaman tanpa gangguan (?) -_-

‘nothing can stop me from loving you, you, you~’

Handphone ku berbunyi. Sungran menelepon? Kenapa?

“yoboseyo?”

“Ahna! Cepat ke rumah sakit xxx! Kyuhyun-“

Sebelum Sungran menyelesaikan kalimatnya, aku langsung mengambil dompet dan tanpa mengganti baju seragamku, aku langsung berlari turun tangga dengan cepat dan mengunci rumah dengan terburu buru. Aku berlari ke halte bis dan untung saja ada bis yang baru datang.

Kyuhyun hyung. Apa yang terjadi pada Kyuhyun? Ini bukan mimpi kan? Kenapa mirip sekali dengan mimpi semalam? Kenapa?!  Apa semalam mimpi itu adalah pertanda? Kuharap dia tidak kenapa kenapa. Kumohon!

Aku langsung berlari turun dari bis begitu sampai di depan rumah sakit. Dan benar saja, Sungran dan Nichan sudah menunggu di depan pintu masuk.

“kamar nomor berapa?” tanyaku cepat.

“nomor 32.” Jawab Sungran. Dan aku langsung cepat lari masuk ke dalam rumah sakit dan berlari menuju kamar nomor 32.

Akhirnya aku sampai di depan kamar nomor 32. Jantungku berdegup kencang sambil memegang gagang pintu. Nafasku tersengal-sengal setelah berlari-lari.

Aku menutup mataku dan memberanikan diri untuk membuka pintu.

Dan kulihat Cho Kyuhyun  sedang terduduk di atas kasur sambil bercanda dengan member lain.

Kyuhyun menyadari kedatanganku, “eh, hai.” Sapanya dengan senyum yang kurindukan.

Seketika kakiku terasa amat sangat lemas. Tidak lagi bisa menumpu, aku pun terduduk di lantai.

“yak yak! Segitu mengkhawatirkan aku kah?” tanyanya dengan mata terbuka lebar menatapku.

Aku  memanyunkan bibirku, lalu langsung berdiri, “jangan kepedean!!!” teriakku lalu keluar dan membanting pintu kamar nomor 32.

Aku menghela nafas lega. Syukurlah, dia tidak kenapa kenapa…

“Ahna!” panggil seseorang di belakangku yang ternyata adalah Nichan yang bersama Sungran.

“ga nengok pacarmu tersayang? Habis tabrakan tuh.” Kata Sungran.

“HAH? Tabrakan? Demi apa?” aku membelalakkan mataku kaget. Tabrakan? Kenapa harus bulan April?

“beneran. Katanya mobilnya yang dikendarai bersama supirnya nabrak truk.” Jelas Nichan.

“TRUK?! Serius berapa rius lo?” tanyaku shock. Truk? Truk?!

“tigarius Na.” Jawab Nichan.

“ah gila. Truk lah parah. Yah, syukurlah dia ga apa apa…” ucapku sambil melamun.

“cieee yang perhatiaaan.” Goda Sungran.

“diem lo!” ancamku sambil melayangkan tinju -_-

“ampun mbaknya hehehe.” Sungran membentuk huruv ‘v’ dengan jarinya.

“hih.”

“katanya besok Kyu oppa udah boleh keluar rumah sakit.” Jelas Nichan.

“oh.” Gumamku (sok) ga peduli. Padahal mah dalem hati… syukurlah…

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini hari minggu pagi. Aku punya janji dengan teman SMP. Bertemu dengan Sanho, dan lain lain, termasuk Jisan.

Aku tidak ikut pesta di dorm. Aku sudah bilang tidak ikut. Mana mau aku menarik kembali ucapanku.

Sanho mengajakku untuk bersepeda. Tapi apa daya, sepedaku rusak -,- jadi aku hanya jalan kaki saja. Jalan kaki di daerah bebas mobil.

Aku sudah siap, dengan kaos putih dan jaket putih, dan jeans hitam agak lusuh yang selalu dikatain kayak gembel pake itu -_- ah bodo teuing lah -_-

Berangkat! Yah, semoga ga canggung ketemu Jisan .-.

***

~Kyuhyun’s POV~

Semua sedang sibuk mempersiapkan pesta. Ryeowook sedang masak. Leeteuk hyung dan Heechul hyung sedang pergi membeli soju. Yang cewek cewek lain sedang membantu Ryeowook memasak di dapur. Kecuali Yeoreum tentu, dia itu sebelas duabelas lah sama Ahna. Ora iso masak =.= #mendadakjawa

Tinggal satu yang kurang.

DIMANA BOCAH TENGIK ITU?!

Apa dia bener bener ga bakalan dateng?

Hah? Hah? Hah?

Dia masih marah soal aku mabuk itu terus ngomong aneh tentang mau bawa satu cewek China ke Korea untuk dikawinin? Hah?

Yang bener aja! Dasar tukang pundungan!

Nichan keluar dari dapur, kutanyakan saja.

“em, Nichan. Ahna dimana?”

“em… ga akan dateng. Dia ada janji sama temen SMP nya.” Jawabnya dengan agak ragu.

“kenapa ragu gitu jawabnya? Ada yang kamu sembunyiin ya?!”

“e-eh enggak oppa…” elak Nichan. Namun wajahnya tidak bisa berbohong.

“jujur! Dia pergi kemana ama siapa?”

“ehm… sebentar, aku panggil Sungran dulu.” Nichan pun langsung kabur ke dapur dan kembali membawa Sungran dengan selamat (?)

“oppa mau tau dia kemana dan ama siapa?” tanya Sungran.

“iya. Cepet bilang.” Kataku tak sabar.

Sungran dan Nichan berjalan mendekat, “Ahna pergi bersama teman SMP nya untuk bersepeda. Olahraga di hari minggu gitu lah. Terus… dia pergi sama temen SMP nya, sahabatnya yang bernama Sanho, cowok yang sekelas dengannya selama 3 tahun.” Jelas Sungran.

“Sanho suka Ahna?” selidikku dengan mata menyipit.

“nggak, yang suka Ahna bukan Sanho. Tapi Jisan. Teman Sanho. Dulu Ahna memang sempat dekat, tapi ditolak. Dan sekarang mereka ketemu, siapa tau Ahna disambet…” ucap Nichan yang membuat bulu kudukku berdiri.

“APUA?!?!?!” teriakku dengan lebay (?) -_- “terus gimana dong?!” tanyaku histeris.

“semuanya tergantung padamu.” Ucap Sungran, “lagipula, Ahna terlihat agak sedikit aneh ketika membicarakan Jisan. Sepertinya, sepertinya loh ya, Ahna mungkin masih menyimpan sedikit suka pada Jisan. Masih kemungkinannya loh ya. Aku ga tau juga.”

Aku membisu…

Aku tuli… hah? Enggak ah dasar author sarap! Elu tuh yang budek!!!

Author: jangan bersisik! Jangan buka aib gue napa =.=

Hahahahahahaha.

Eh terus ini gimana masalah Ahna?! Harus gimana?!

“Aaargh!!!” teriakku frustasi sambil menjenggut rambutku sendiri -_-

“ciyeee ada yang lagi cemburu buta~~~” goda Eunhyuk dan Donghae yang ternyata dari tadi menguping -_-

“berisik!” bentakku.

“kau bentak hyung mu hah? Dasar sopan!” tegur Leeteuk yang baru kembali dari membeli soju.

“udah biasa kaleee.” ujar Sungmin.

“kalau Cho Kyuhyun bisa sopan, itu artinya mau kiamat.” Gumam Shindong.

“setuju!” Heechul berteriak, diikuti anggukan yang lain.

“yak! Marukna aing teh pembawa kiamat?!” protesku. (emangnya aku pembawa kiamat?!)

“hey, jangan begitu ah. Jangan ngomongin kiamat, nanti kualat.” Tegur Siwon.

“iye iye pa haji iye~” ucap Yesung.

“heh terus masalah gue gimana iniii?”

“masalah elu kan? Bukan masalah kita? Ada hubungannya ama gue? Hubungan sama temen gue? Hubungan sama ibu gue? Hubungan sama nenek gue? Hah? Hah?” ucap Heechul dengan wajah pitabokeun -_-

“rese lu hyung.” Gerutuku sambil melempar bantal sofa.

“ketularan Ahna tuh maen lempar bantal.” Ujar Sungran.

“eh anak rese! Tapi iya juga sih…”

“eh Kyu oppa, mau tau ga pas semalem sebelum kecelakaan, Ahna mimpiin kalau oppa meninggal. Pas besoknya, hari jumat, dia ke sekolah mukanya kusuuut banget. Kantung matanya item. Kayaknya dia nangis tuh, padahal cuma mimpi.”

“wah iya? Demi naon siah?” tanyaku tidak percaya. Dia? Mimpiin aku? Kok tampak mustahil =A=

“demi starcraft!” Sungran meyakinkanku sambil menyentuh kupingnya dengan jari berkali kali sebagai tanda bahwa dia tidak berbohong *ngerti ga? -_-*

“terus ya, waktu kemarin oppa kecelakaan, Ahna langsung buru buru ke rumah sakit. Tanpa mendengarkan penjelasan kami tentang apa yang terjadi pada oppa. Dia langsung berlari ke kamar rawat oppa setelah kami beritahu.” Jelas Nichan.

“hah? Beneran? Segitu takutnya kah?” tanyaku tidak percaya.

“beneran oppa. Dia lari lari dari bis sampe ke kamar oppa.” Tambah Sungran.

“iya sih. Waktu dia buka pintu, nafasnya tersengal-sengal banget. Terus pas ngebuka pintu dan ngeliat aku, dia langsung jatuh ke lantai. Pas aku tanyain, eh dia malah banting pintu terus pergi.”

“dia itu pura pura ga peduli. Keliatan lagi dari mukanya. Dasar gengsian.” Sungran geleng-geleng kepala.

“hey! Sungran! Nichan! Bantuin lagi dong!” teriak Ryeowook dari dapur.

“iyaaa.” Teriak Sungran dan Nichan lalu kembali ke dapur.

Oke, aku pergi sekarang. Yah, jangan geer ya Lee Ahna. Aku ini mau jemput bocah tengik itu karena masa dia doang yang ga ikut, nanti aku dipoyokin -_- Aku ini ga takut kehilangan Ahna… beneran deh… beneran boongnya… -_-

***

~Ahna’s POV~

Akhirnya sampai juga.

“Sanho!” panggilku pada sahabatku yang sudah bersama yang lain, termasuk Jisan. Aku mendadahi sosok Sanho yang masih agak jauh dariku. Sanho menyadari kedatanganku, dan memberi isyarat untuk mendekat. Aku pun berjalan mendekat.

“aaa Ahna~ udah lama ga ketemu yaaa!” Chinmae langsung memelukku.

“eh kamu siapa sih? Tiba tiba gabung. Kayaknya ga kenal deh…” ucap Jieun, yang rese, tukang ngutang (?), tapi baik sih.

“oh, situ oke? Situ siapa sih? Dasar tukang ngutang.” Ucapku tak kalah jutek. Lalu kami sama sama tersenyum geje (?) dan saling memeluk, “Jieuuun! Jangan lupa kamu punya utang kan ke aku?”

“hah? Utang yang mana lagi?! Bukannya udah lunas?!” tanya Jieun shock.

“hehehe canda~” kataku nyengir.

“huuu dasar!” Jieun menyorakiku.

“eh mbak mbak, yang lain dipeluk, kok ane kagak?” tanya Sanho sambil membuka lengannya lebar seakan minta peluk.

“seenak jidat minta gue peluk! Sana peluk aja kambing! Idiiih!”

“idih ini cewek, judesnya kaga ilang ilang ye! Mana ada cowok yang mau ama lo! Eh tapi yang ini mau deng kayaknya.” Goda Sanho sambil melirik ke arah Jisan. Aku hanya nyengir canggung.

“apa kabar?” tanyaku basa basi.

“baik haha, kamu?” jawab Jisan.

“baik juga hehe.”

Aura kecanggungan amat sangat terasa .-.

“eh, kamu bilang di telepon pas hari senin, kamu udah punya pacar kan? Siapa?” tanya Sanho. Tampaknya membuat Jisan tertegun. Aduuuh Sanho begooo! Aku kan jadi ga enak!

“eng, rahasia… pokoknya, orang itu, ganteng tinggi putih pinter, tapi sifatnya sebelas duabelas ama aku gitu deh ya. Lebih parah mungkin.” Jelasku.

“siapa namanya?” tanya Sanho lagi.

“status dirahasiakan.” Kataku misterius.

“orang mana?”

“orang Amerika. Ya nggak lah! Orang Korea hahaha.”

“umurnya berapa?”

“emmm, pokoknya lumayan jauh deh sama aku.”

“HAH? Jangan jangan bapa bapa umur 30an terus dijadiin kamu pacar gelapnya ya?!” Sanho langsung kabur setelah mengucapkan kalimat itu. Emang dia jail sih -_-  aku mengejarnya dan akhirnya menangkap bajunya keras sehingga dia ga bisa kabur lagi.

“eh San, kayaknya lu udah lupa ya rasanya gue tabokin gimana? Mau coba ga? Kayaknya makin mantep loh! Cobain ya!” aku pun  melayangkan tanganku yang terbuka lebar menuju punggungnya. Tampolan Lee Ahna memang terkenal sejak SMP. Preman kelas coy! Suka nabok, suka nyakar, suka teriak teriak .-. cewek macam apa nah -_- #curhat

“ADUH! Sakit bray!” keluh Sanho begitu tampolanku mendarat mulus di punggungnya.

“hahaha rasain! Udah lama ga nampol lu, tangan gue kangen~ hahaha.”

“sial. Awas nanti! Eh, ga bawa sepeda?” tanya Sanho.

“nggak.” Jawabku polos.

“yaah gimana sih? Kita semua pada bawa sepeda nih!” Sanho menunjuk kumpulan sepeda yang adalah milik mereka.

“sepeda aku rusak sih T_T”

“aku bonceng aja!” tawar Jisan.

“eh?”

“iya bener! Kamu dibonceng Jisan aja! Sana! Good luck! Hahaha!” Sanho tersenyum busuk. Busuk. Busuuuk!!!

***

~Kyuhyun’s POV~

Akhirnya sampai juga. Aku keluar dari mobil menggunakan penyamaran yang lengkap tentunya. Semoga tak ada yang mengenaliku, aku sampai pakai masker yang menutupi hidung. Rasanya ga enak =.=

Tunggu dulu… bagaimana caranya… untuk menemukan Ahna… di antara kerumunan orang yang begini banyak?!

Aku mencoba untuk mencari sosok Ahna yang pendek itu, susah banget ye -_-

Aku memutuskan untuk berkeliling. Mungkin ga sih dia naik sepeda?

Aku mulai memperhatikan orang orang yang naik sepeda.

“kyaaa! Pelan pelan! Aku takut jatoh!”

Aku mendengar sebuah suara yang kuyakini adalah suara Ahna. Aku membalik dan melihat pemandangan yang amat-sangat mengesalkan.

Ahna sedang dibonceng seorang bocah laki laki. Dan bocah laki laki itu tampak senang sekali memboncengnya.

Errrrrrrrrrr aku aja ga pernah ngebonceng dia pake sepeda!

Eh tunggu, ga kelas sih seorang Cho Kyuhyun ngebawa cewek pake sepeda, Cho Kyuhyun ngebawa cewek pake mobil dong. Ga kayak ini bocah laki laki ga modal cuma pake sepeda! Eh tapi ini kan emang kawasan bebas mobil sih ya. Ah biarin deh pokoknya Cho Kyuhyun pasti lebih berkelas dibanding bocah ingusan itu.

Aaargh! Kenapa muka bocah tengik itu kelihatan senang?!

Awas kau!

***

~Ahna’s POV~

“kyaaa! Pelan pelan! Aku takut jatoh!” kataku takut pada Jisan yang memboncengku.

“hahaha iya iya aku pelan pelan!”

Tiba tiba aku melihat sebuah sosok lelaki misterius yang menggunakan masker, kacamata hitam, dan topi. Eh gila parah itu orang mau olahraga ato mau nguntit mas? Eh tunggu dulu… kayaknya aku kenal deh… postur tubuhnya, tinggi badannya… auranya…

Lelaki itu berjalan mendekati kami.

“Jisan, stop deh…” pintaku. Jisan mengerem sepedanya lalu aku turun.

“kenapa?” tanya Jisan.

Aku diam tak menjawab pertanyaannya, aku terfokus menatap lelaki misterius itu yang berjalan semakin dekat.

“dia siapa? Kau kenal?” tanya Jisan.

Namun aku mengabaikannya. Akhirnya lelaki misterius itu berhenti tepat di depanku.

Aku tidak bisa wajahnya tentu, dia memakai kacamata hitam dan masker sampai menutupi hidung, rambutnya tertutupi oleh topi. Tapi aku bisa mengetahuinya lewat aura neraka yang dari tadi berada di sekelilingnya ._.

Dia ini pasti, Kyuhyun.

Tidak ada orang yang mempunyai aura seperti ini. Dan, tampaknya dia sedang marah, karena aku baru saja berboncengan dengan lelaki lain. Yah, tampaknya rencanaku berhasil. Membuatnya cemburu…

Tapi aku benar benar takut sekarang .-.

Dari semua aura nya yang mengerikan, auranya sekarang lah yang paling memiliki nafsu membunuh paling besar ._.
“bahagia?” tanyanya dengan nada dingin. Suaranya memang menjadi tidak begitu jelas karena dia memakai masker.

“tentu saja.” Aku menjawab dengan nada menantang, “kenapa kau ada disini?”

“buat jualan kupat tahu mbak.” Jawabnya lalu tertawa sinis.

“oooh, ha ha ha, sejak kapan kau menjadi humoris hm?”

“sejak disantet Ki Joko Bodo.”

“ha? Hahaha.”

“hahaha. Aku kesini bukan untuk bercanda, bocah tengik.” Katanya kembali serius, “ayo pulang.” Lalu dia pun menarik tanganku dengan kasar.

“bagaimana kalau aku tidak mau?” aku diam di tempat dan tidak ingin ditarik pergi.

“bagaimana kalau aku memaksa?” dia melepaskan cengkeraman tangannya di tanganku. Dia berhadapan denganku lalu memelukku. Tunggu. Dia mengangkatku!!! Dia menggendongku terbalik, kepalaku menghadap punggungnya yang lebar.

“YAK YAK! TURUNKAN AKU!!!” aku mengayun-ayunkan kakiku memaksa turun. Gila aja digendong kebalik di tempat umum!

“tidaaak mau! Diamlah! Kalau kau terus meronta, kau akan semakin mempermalukan dirimu sendiri, bocah tengik.” lalu Kyuhyun pun berjalan sambil tetap menggendongku yang terus meronta sampai ke mobil, dia membuka pintu bangku penumpang sebelah bangku kemudi dan menaruhku di kursi dengan mudahnya lalu langsung menutup pintunya. Dia pun duduk di bangku kemudi dan langsung menyalakan mesin dan menjalankan mobil. Dia melepaskan maskernya, namun tetap memakai kacamata hitamnya. Sungguh, dia terlihat sangat tampan menggunakan kacamata gelap…

“huh.” Aku menggembungkan pipi dan mengerucutkan bibir.

“jelek sekali kau.” Ejeknya.

“diam! Kau membuatku malu di depan umum!” keluhku.

“salahmu sendiri.”

“ahjussi sialan! Ngapain jemput hah?” tanyaku berusaha seketus mungkin.

“disuruh hyungdeul. Kalo ga disuruh sih mana mau. Males deh ya. Tapi ga rugi deng. Jadi bisa mempermalukanmu di depan umum. HAHAHA!” dia tertawa keras -_-

“sialan lo!”

“oh iya, kata Sungran, ada yang mimpiin aku meninggal terus sampe nangis. Siapa sih?” tanyanya dengan nada sok polos.

“Sungran sialan.” Gumamku.

“emangnya siapa sih yang mimpi gitu sampe nangis?” tanyanya lagi.

“GUE! Puas?” kataku sinis untuk menutupi rasa malu -,- aku membuang muka ke luar jendela, menatap jalanan.

“belum. Terus, siapa yang lari lari turun dari bis sampe ke kamar rawat aku di rumah sakit pas tau aku masuk rumah sakit? Yang masuk ke kamar aku dengan nafas tersengal-sengal itu siapa yaa, aku lupa deh… tau ga?” tanyanya lagi dengan nada sok polos dan senyum busuk.

“ITU GUE. Puas udah sekarang, tuan Cho Kyuhyun?”

“puas banget. Terima kasih…” ucapnya tiba tiba dengan nada lembut.

Aku membalikkan wajah dan menatapnya, dia tersenyum lembut… dih… kok… tiba tiba ada angin apa… “terima kasih kenapa…?”

Tiba tiba dia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan di depan toko toko, dan menatapku serius, dia menatapku dalam dalam, “terima kasih sudah mengkhawatirkanku… terima kasih sudah menangis karena mengkhawatirkanku…  terima kasih untuk semuanya… maaf waktu di China aku mabuk dan hilang kendali. Aku sama sekali tak sadar dengan apa yang kukatakan. Maaf…”

Aku terhanyut dalam tatapannya yang dalam dan hangat.

Entah setan apa yang merasuki, Kyuhyun mendekatkan tubuhnya padaku, dan aku pun demikian.

Tiga puluh sentimeter.

Dua puluh sentimeter.

Mataku mulai terpejam…

Sepuluh sentimeter…

Lima…

‘TIIIIIIIIIIIN!!!’

Suara klakson truk mengagetkanku dan Kyuhyun. Kami sama sama tersentak dan kembali ke posisi duduk yang benar.

Aku menggeser dudukku mepet ke pintu dan menatap keluar jendela. Aku yakin wajahku saat ini sangat merah…

Tadi apa yang hampir aku lakukan?! O.O

Kyuhyun pun kembali menyetir menuju dorm.

“ma-maaf.” Gagapnya.

“eh eng, nggak, nggak ap-apa-apa…” jawabku yang juga canggung.

Perjalanan menjadi sangat sunyi, tidak ada yang berbicara…

Akhirnya kami pun sampai di dorm.

“hey kalian lama banget! Pacaran dulu di mobil yak? Ngapain aja?” tanya Heechul iseng.

“KAMI GA NGAPA-NGAPAIN!!!” jawabku dan Kyuhyun serentak, dan wajah kami pun memerah.

“liat! Wajah mereka berdua merah! Wah curiga…” Eunhyuk menyipitkan matanya menatapku dan Kyuhyun bergantian.

“KAMI GA CIUMAN!!!” teriakku lagi.

“tepatnya sih, ga kena…” tambah Kyuhyun. Yang membuatku menunduk malu.

Semua orang di ruangan mulutnya terbuka tidak percaya.

“KENAPA GA KENA?!” teriak Eunhyuk penasaran.

“bukan urusanmu, yadong ahjussi.” Desisku, “dasar, urusan beginian aja, semangat.” Ejekku.

“tuh denger kata Ahna hyung.” Neul Rin menyengol Eunhyuk yang nyengir.

“terus kalian ngapain?” tanya Henry.

“anak kecil ga usah tau.” Jawab Kyuhyun.

“ya ampun Kyu, tega amat dia dibilang anak kecil haha.” Ujar Zhoumi.

“oh iya Ahna, udah tau belum kemarin dia mabuk lagi?” tanya Leeteuk.

Aku mendelik pada Kyu, “belum, dia mabuk lagi? Aissh. Menyebalkan.”

“eh tunggu dulu. Kemarin pas mabuk dia mengigau aneh lagi.” Sambung Donghae.

“emang dia ngigau apa? Ngigauin cewek China lagi? Hah?” tanyaku penasaran dan menatap Kyuhyun dingin.

“bukan, kali ini cewek Korea.” Kali ini Sungmin angkat bicara.

“m-hm. Lalu?” mataku semakin menyipit menatap Kyuhyun.

“memangnya aku kemarin ngigau apaan?” tanya Kyuhyun yang tampaknya takut juga, berarti dia lupa apa yang dia igaukan? -_-

“kemarin kamu ngigau sambil peluk bantal, kamu cium cium itu bantal sampe iler kamu nempel semua, kamu ngigau ‘Ahna-ya~ saranghae~ Ahna~~~’ … HAHAHA!” Eunhyuk memeragakan Kyu yang mabuk sambil memeluk bantal dan mencium bantal itu…

“HAHAHAHAHAHAHA!!!” semua orang di dalam ruangan tertawa kecuali aku dan Kyu…

“ahjussi… KAU NGIGAU APAAN HAH?! DASAR YADONG!!!”

~THE END~

By: Delliana Islami a.k.a Lee Ahna. Cho Kyuhyun’s eternal wife forever ever after~ @idell03

14 thoughts on “[Freelance] Problem Between AhnKyu

  1. Hahahahahaha~ kyupa ngimpi basah tuh! Buahahahaha~
    Skalian aj cwe india, afrika, indonesia, malaysia, smw cwe d dunia ajj sebutin oppa klo ntr mimpi lg y ^^v

    Jd pd gagap sie?! hahahaha~
    Damai donk jng recok mulu!!
    ntr aq santet klian jd Tim & Jarri!

    Daebak thor!! :)

  2. Huahahahaha kocak bgt nih tp sekali2 ahna sm kyu dibuatin episode romantis dong kesian berantem melulu hahaha :D

  3. Kyu!!! Kapan u jadi Yadong?!?! #plak! Huakakak ya ampun…. Mpe ngigau….
    Unyuk oppa…. U bilang “knapa ngak kena?!” mau’a kena gitu? Astajim. Wkwkwk

  4. hahahaa….
    Kocak bgt….
    Jdi pengen punya pcar kyupa deh…
    Iri ma ahna’y….
    Oh,ya chingu.p ceritain dong kgmna mrka bisa jdian. Secara yg cwe evil yang satu’y devil..

    Klo ide aq diterima.di tunggu ff’y lgi
    -.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s