[Freelance] Double Evil Magnae Are Cooking In The Kitchen!

Double Evil Magnae Are Cooking On The Kitchen!

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Cho Kyuhyun and Lee Ahna

Support Cast: Yesung, Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook.

Rating: All Ages

Genre: all ages, romantic, humor, oneshot

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com

Tag: Cho Kyuhyun, Super Junior

.

~my POV~

‘nothing can stop me from loving you you you’

Handphone ku berbunyi, ada yang menelepon. Siapa malam malam begini?

Kulihat layar handphone ku menunjukkan nama ‘Ahjussi Sialan’.

Aku memandang layar handphone ku heran, lalu menerima panggilan tersebut.

“ada angin apa kau tiba tiba menelepon, ahjussi sialan? Biasanya juga ga pernah.”

“aissh dasar bocah tengik tidak sopan, bukankah kau selalu memaksaku untuk meneleponmu hah, bocah tengik?”

“iya tapi kan kau selalu menolak. Dan tiba tiba saja kau menelepon. Ini pertama kalinya kau menelepon, ahjussi sialan. Padahal kita sudah seminggu, seminggu…”

“berpacaran.”

“ne. Lalu, ada apa, ahjussi sialan?”

“kita udah seminggu ga ketemu, dan besok jadwalku kosong.”

“lalu?”

“kau mau main ke dorm ku?”

“hm boleh, kebetulan besok aku ga kemana mana.”

“kalau begitu besok kau datang sendiri kesini ya. Aku malas menjemput.”

“MWOYA?! Kau ini namja macam apa, Cho Kyuhyun-ssi? Malas menjemput p-a-c-a-r yang sudah seminggu tidak kau temui?!”

“aku capek sekali baru pulang dari Singapura, tolong ngerti dong.”

‘trek’

Aku memutuskan telepon.

NAMJA MACAM APA ITU?!

***

~Kyuhyun’s POV~

“aish, kenapa dia tiba tiba memutus telepon? Dasar bocah tengik.”

Aku pun mengetik sms padanya.

.

To: Bocah Tengik

Besok datanglah kemari pukul 11.

.

Dan dia tidak membalas sms ku -,-

Aku pun keluar dari kamar, “hyung, besok bocah tengik itu mau kesini.” Kataku pada Yesung hyung, Ryeowook, Sungmin hyung dan Eunhyuk hyung yang sedang menonton tv.

“mwoya? Mau ngapain? Ngapel?” ujar Eunhyuk yang langsung mendapatkan bantal sofa terbang tepat di wajahnya.

“ngaco aja lu mah hyung.” Ujarku sambil mendelik pada Eunhyuk hyung.

“besok kita semua mau pergi, jadi kalian berdua aja disini.”

“mwoya?! Kalian mau kemana?!”

“jalan jalan. Oh iya, ga ada bahan makanan disini. Jadi kalau kalian mau makan, di luar aja atau beli bahan makanan terus masak sendiri.” Kata Ryeowook.

“oh nooo!” teriakku frustasi, “aku ga bisa masak!”

“mungkin saja Ahna bisa. Lihat saja besok.”

***

Walaupun kesal, tapi akhirnya aku pergi juga. Terpaksa aku menggunakan bus untuk pergi ke dorm nya -,- aku hanya memakai baju seadanya, celana jeans berwarna hitam, kaus hitam, dan tas hitam. Ya, hitam adalah warna kesukaanku.

Aku cuek? Memang.

Ingat dress ungu yang kupakai waktu ke gedung SM untuk bertemu Choi Minho? Sebenarnya itu adalah baju yang kupinjam dari kakakku /plak. Dan aku sama sekali tidak suka memakai dress. Rok pun tidak punya, selain rok sekolah tentu. *kenyataan*

Eomma selalu protes karena aku selalu saja memakai jeans hitam lagi jeans hitam lagi. Ya eomma ngidam apa sih pas hamil aku? Jangan salahin aku makanya (.___. ) aku kan pernah bilang, salahkan ibu mengandung ._.

Akhirnya aku sampai di depan gedung dimana dorm mereka berada.

.

To: Ahjussi Sialan

Aku sudah sampai. Jemput aku di depan gedung.

.

From: Ahjussi Sialan

Ternyata kau datang juga, kau memang kangen padaku

.

To: Ahjussi Sialan

Cih siapa lo ya -,-

.

From: Ahjussi Sialan

Siapa gue? Saha aing? Who am I, that the lord of all the earth, would care to know my name, would care to know my hurt~ who am I~ menurut kamu siapa lagi selain pacar dari seorang bocah tengik?

.

To: Ahjussi Sialan

Sudah cepat jemput aku!

***

~Kyuhyun’s POV~

Hahaha, aku tertawa membaca sms darinya.

Aduh aku malas menjemputnya -,- game PSP yang sekarang sedang kumainkan lagi rame ramenya soalnya.

“Sungmin hyung, jemputin bocah tengik itu di luar gedung ya, game nya lagi rame nih!” perintahku datar dengan mata masih terfokus pada layar PSP.

“kau ini, ga sopan banget sih?! Ngomong pake ‘tolong’ kek! Gaya lu udah kayak bos aja tau gak?!” ujar Sungmin hyung kesal.

“ne tolong hyung.” Kataku datar dan masih terfokus pada layar PSP.

“ish.” Sungmin hyung berdecak tapi dia pergi keluar untuk menjemput bocah itu juga.

***

~my POV~

“Sungmin-ssi?” celetukku kaget melihat sosok Sungmin yang berjalan mendekat.

“ne, evil itu menyuruhku untuk menjemputmu disini karena katanya dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari PSP nya tercinta.” Jelas Sungmin sambil menghela nafas karena kelakuan dongsaeng nya itu.

“MWOYA?! Cho Kyuhyun awas kau! Ayo kesana!” aku berjalan dengan penuh emosi.

Tentu saja, setelah menyuruhku datang kesini sendirian, dia malah menyuruh hyung nya menjemputku di depan gedung yang padahal hanya tinggal jalan sebentar! Sopan sekali, ahjussi sialan.

“eh, Ahna, jalannya bukan kesitu.” Kata Sungmin mengingatkan. Aku memang berjalan entah kemana karena pikiranku dipenuhi emosi, dan sekarang aku malu karena sok tau berjalan kemana, “sini lift nya disini.” Ujar Sungmin sambil menunjuk ke sebelah kiri yang kulewati begitu saja dan malah jalan lurus (.___. )

“ah ne.” Kataku malu karena sudah sok tau. Aku pun langsung menaiki lift bersama Sungmin.

“kubunuh kau kubunuh kau kubunuh kau!” gumamku mengutuk terus menerus.

Sungmin terus menatap takut padaku, sepertinya lift sudah dipenuhi oleh aura membunuhku ._.

‘ting’ lift berhenti di lantai 11. Aku langsung menghambur keluar.

“dimana dorm kalian?” tanyaku langsung.

“itu…” jawab Sungmin sambil menunjuk ke salah satu pintu.  Aku langsung berjalan ke depan pintu tersebut dan langsung membuka pintu yang ternyata tidak dikunci itu.

Aku langsung menerobos masuk dan menemukan sosok ahjussi sialan itu yang sedang tiduran di sofa dengan PSP di tangannya. Dia sama sekali tidak melihat ke arahku. Aku langsung berjalan mendekatinya dan langsung memukul kepalanya dengan tas tanganku.

‘BLETAK!’ tas tanganku mendarat sempurna pada kepalanya.

“aduh sakit! Ya! Bocah sialan! Apa apaan kau?!” keluhnya.

“itu balasan yang pantas untukmu, ahjussi sialan! Kau ini sudah menyuruhku untuk datang sendiri kemari lalu menyuruh Sungmin untuk menjemputku di luar gedung yang padahal hanya tinggal berjalan sedikit?! Namja macam apa kau ini hah, ahjussi sialan?!”

“aku sedang capek, bocah sialan. Lalu sebentar lagi game yang kumainkan ini tamat!”

“jadi kau lebih mementingkan game itu daripada aku hah?”

“eh eng bu-bukan gitu juga…”

“lalu apa?! Sebegitu pentingnya kah game itu sehingga berjalan keluar gedung untuk menjemputku yang tidak sampai 10 menit untuk melakukannya saja tidak mau?!”

Ketika dia mau membuka mulutnya untuk membalas, Ryeowook masuk ke dalam dorm.

“Kyu, ini bahan masakannya. Kami pergi dulu ya.” Kata Ryeowook sambil menaruh sekeresek besar yang sepertinya isinya adalah bahan bahan masakan di atas meja makan.

“kami pergi dulu. Baik baik di rumah.” Ujar Yesung.

“jangan menghancurkan dorm ya.” Kata Eunhyuk mengingatkan. Apa? Menghancurkan dorm? Mereka pikir kami ini monster hah?

“iya, Eunhyuk benar.” Tambah Sungmin membenarkan. Yesung, Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook pun keluar dari dorm. Wajah mereka ketika keluar kenapa cengar cengir begitu? Aneh.

“kenapa aku baru tau mereka pergi?! Aku kira mereka semua akan ada di dorm! Kalau begitu aku pulang saja. aku ogah hanya berduaan dengan seseorang yang terlalu gila game disini.” Aku berjalan menuju pintu keluar.

“yak! Tunggu!” Kyu beranjak dari sofa dan mengikutiku ke pintu depan. Aku mencoba untuk membuka pintu, namun tidak bisa.

“yak yak! Kenapa pintunya tidak mau membuka?!” ujarku panik.

“masa? Sini coba kubuka.” Kyu mencoba membuka pintu, namun pintu itu terkunci, “kita dikunci dari luar…”

“MWOYA?! Apa tidak ada cara untuk membuka pintu ini?!” tanyaku panik. Kyu menggelengkan kepalanya dengan kengerian di wajahnya.

“oh. My. God. Jangan coba macam macam padaku, ahjussi sialan.” Kataku sambil meliriknya dengan tajam.

“siapa yang bernapsu padamu, bocah tengik?” katanya balas memandangku tajam, “hey, aku lapar, buatkan aku makanan.”

“aku bukan pembantu yang bisa kau suruh suruh, ahjussi sialan. Lagipula aku tidak bisa memasak, kakakku saja mengejek caraku mengupas bawang.” *kenyataan*

“apua?! Kau tidak bisa masak?! Yeoja macam apa kau ini hah?”

“kalau kau sendiri tidak bisa memasak, jangan mengejek orang yang tidak bisa memasak, ahjussi sialan.”

“lalu kita makan apa…” Kyu beranjak ke dapur dan aku mengikutinya, “tidak ada makanan instan…”

‘you have one message’ handphone Kyu berbunyi. kyu langsung mengambil handphone nya yang tergeletak di sofa ruang tv, aku mengikutinya.

“sms dari siapa?” tanyaku.

“Sung… Min…”

“apa katanya?”

Kyu menunjukkan layar handphone nya kepadaku, “yang akur ya selama di dorm berdua! Jangan menghancurkan rumah okay? Kita pulang sekitar jam 6. Kalian santai lah di dorm ya.” aku membaca sms pada layar handphone nya.

“mereka sengaja.”

“lalu kita harus ngapain?!”

“menunggu mereka sampai pulang baru kau bisa pulang…”

“lantas kita makan apa?”

“kita harus memasak… sendiri…”

“aku tidak bisa masak… dan aku tau kau mungkin lebih parah daripada aku, aku masih bisa memasak jjajangmyun instant lebih baik daripada kau.”

“tapi tidak ada jjajangmyun instan dalam bahan masakan yang tadi Ryeowook berikan…”

“lalu kita harus masak apa…?” tanyaku ngeri.

“kau masak nasi dulu, tapi, aku tidak tau lauknya apa… kau bisa masak nasi kan?”

“tentu saja bisa, ahjussi sialan. Yang benar saja masak nasi ga bisa? Yang harus kita pikirkan itu, kita harus bikin lauk apa?”

“mari kita ke dapur.” Ajaknya lalu berjalan ke dapur.

“yak, hyung, aku bikin telur dadar saja ya?” tanyaku yang sudah menyerah melihat bahan makanan dalam keresek yang tampaknya sangat sulit untuk diolah lebih dari rumus matematika (.___. )

“shireo. Yang benar saja cuma makan telor dadar? Ogaaah!”

“ya terus kamu mau makan apa? Aku kan ga bisa masak! Kamu apalagi! Pintu dikunci dari luar dan kita tidak bisa makan diluar!”

“kita… coba… masak?” usulnya dengan wajah tidak yakin.

“aku dan kau tidak bisa masak, ingat?”

“coba cari resep makanan di internet.” Suruhnya. Aku pun langsung mengeluarkan handphone 5630 ku tersayang yang dibelikan oleh ahjussi sialan ini.

“cari resep apa?” tanyaku.

“mm bulgogi? Ini ada daging sapi.” Kata Kyu sambil mengeluarkan plastik berisi daging dari dalam keresek.

“oke. Mm bul-go-gi.  Ada, bahannya, 500 gram daging sapi khas dalam, pukul pukul? Lalu iris tipis?” aku membacanya dengan tampang bloon se bloon bloon nya lebih dari tampang bloon ketika melihat soal fisika yang masih bisa kucari walaupun salah.

“pukul pukul? Dipukul pake apa?” tanya Kyuhyun dengan tampang yang lebih bloon dariku.

“ng, ambil papan potong dulu, ada dimana?” tanyaku.

“papan potong? Mana aku tau! Aku ga pernah obrak abrik dapur tau!” ujarnya dengan wajah frustasi, “aku lapaaar! Aku belum makan dari tadi pagi masa!”

“itu deritamu, ahjussi sialan.” Gumamku ketika mencari papan yang digunakan untuk alas memotong. Aku lupa namanya apa /plak “ah ada!” ucapku ketika menemukan papan tersebut dalam lemari baju Ryeowook (?) /nyasarjauh

“sini mana dagingnya,” pintaku pada Kyuhyun yang daritadi memegang keresek berisi daging. Aku membuka plastik itu dan, karena aku tidak mau menyentuh daging mentah basah berlendir itu, aku membalik plastiknya bermaksud agar dagingnya keluar sendiri tanpa harus kusentuh ._.

‘pluk’

Dan daging itu mendarat dengan mulus di permukaan lantai ._.

“yak! Bocah tengik babo! Kenapa kau jatuhkan ke lantai hah?” ujarnya sambil menempeleng kepalaku -_-

“jangan main tempeleng, ahjussi sialan!” aku balas menempeleng kepalanya, “aku tidak mau menyentuh daging itu, nanti tanganku jadi bau! Kau saja yang ambil.”

“ogah, aku juga ogah sih sebenernya.”

“ish kau sama aja ama aku! Ya udah diem ga usah nyalahin dong.” Aku mengambil dua buah garpu dan menghimpit kedua daging itu dengan garpu dan mengangkatnya ke atas papan ._.

“cuci dulu dong! Udah jatoh ke lantai!”

“kau yang cuci.”perintahku.

“tidak mau, kau saja pakai sarung tangan plastik.”

“sarung tangan plastik nya dimana?”

“cari saja sendiri.” Ujarnya datar -__-

Dan akhirnya aku menemukan sarung tangan plastik di kamar mandi (?) dan langsung kupakai dan mencuci daging yang jatuh ke lantai tadi ._.

“ini sudah kucuci, sekarang kau pukul pukul.” Suruhku sambil menaruh daging di atas papan.

“pukulnya pake apa?” tanya Kyu dengan tampang cengok.

“iya ya… ya pake tangan lah bodo!” aku menempeleng kepalanya.

“oh iya pake tangan, lupa.” *krikrik*

“cepetan, pake sarung tangan nih.” Kataku sambil menyodorkan sarung tangan plastik pada Kyu dan langsung dia pakai.

“aku pukul ya.”

“hana dul set!”

‘DUK DUK DUK’

Kyuhyun terus menggebuki daging tersebut sampai babak belur, dan sampai papan retak dan hampir terbelah menjadi dua.

“sepertinya sudah cukup, lalu diapakan lagi?” tanya Kyu.

“ada wine?”

“ada.” Kyu mengeluarkan wine dari kulkas, “Lalu?”

“ada kecap asin?”

“ada.” Kyu mengambil kecap asin dari deretan saus.

“gula pasir?”

“adanya gula tropicana slim, gimana dong?” tanya Kyu dengan wajah bodo dan menunjuk gula tropicana slim.

“ah pake ajalah yang penting gula. Merica hitam bubuk ada?”

“ada nih.” Katanya sambil mengeluarkan merica hitam dari keresek.

“bawang bombay?”

“ada.”

“nah cincang dulu bombay nya.” Perintahku. Kyu langsung mengambil pisau dan mulai memotong motong bawang bombay tersebut.

“kacau.” Gumamku ketika melihat cincangan bawang bombay Kyu yang sepertinya bukan dicincang malahan dihancurkan.

“biarin. Kau tidak lebih baik dariku kan? Makanya lebih baik kau diem aja, bocah tengik.”

“iya iya. daun bawang?”

“daun bawang itu yang mana? Ini?” tanyanya sambil mengeluarkan SELEDRI dari dalam keresek.

“kau sama sekali tidak bisa memasak, tidak, kau mengerikan dalam memasak.” Ujarku memandangnya tajam, “itu seledri, ahjussi sialan. Bukan daun bawang!”

“ooh.” Dia membulatkan mulutnya sambil mengangguk angguk dan memandang seledri itu dengan kagum ._. “lalu apa lagi?”

“minyak… wijen?”

“minyak wijen?” Kyu mengorek ngorek keresek dan mengeluarkan sesuatu, “adanya minyak bimoli, gimana dong?”

“bimoli? Bibir monyong lima senti? Minyak apa itu?” tanyaku yang baru pertama kali mendengar merk minyak itu.

“ini loh, minyak bagus dari Indonesia. Ryeowook langganan minyak ini. dia selalu beli minyak merk ini di alfamart.”

“oooh begitu ya.” Aku mengangguk angguk, “2 siung bawang putih? Pasti ada kan?”

“ada, nih.”

“halusin hyung.” Suruhku.

“halusin gimana? Ah! Pake alat meni pedi ya biar halus?” tanyanya.

“astagfirullah Cho Kyuhyun! Kau kira bawang ini kuku apa dihalusin pake meni pedi?!” aku menatapnya tidak percaya, “kau ini kan pernah menang di olimpiade matematika, tidak kusangka kau begitu bego, ahjussi sialan.”

“seenak jidat lo ngatain gue bego! Aku kan cuma bercanda, bocah tengik!” ujarnya sambil menempeleng kepalaku -_-

“oh, bilang bilang dong kalo bercanda.”

“candaan macam apa yang bilang dulu sebelum bercanda, bocah tengik?”

“ha ha ha,” aku tertawa datar, “sini aku kupasin dulu bawangnya.” Aku mengambil bawang putih dari tangan Kyu. Dan langsung mencoba untuk mengupasnya.

Semenit…

Dua menit…

Tiga menit…

“nih bawangnya udah dikupas.” Kataku sambil memberikan bawang putih itu pada… “loh?”

Dan ternyata Kyu sudah tertidur lelap di meja makan karena aku mengupas bawang terlalu lama ._.

“yak! Hyung! Bangun!” aku mengguncangkan tubuhnya. Kepalanya terkulai di atas meja makan. Ternyata dia ganteng banget ya O.O

“ngapain mandangin aku? Ganteng ya?” dia tersenyum evil, sialan ternyata dia pura pura tidur -,- “kau sudah mengupas bawangnya?” gumamnya.

“ne sudah.”

“ternyata kau benar benar buruk padahal cuma ngupas bawang aja.” Sindirnya.

“sesama manusia yang buruk dalam hal memasak, jangan saling mengejek, ahjussi sialan. Ayo lanjut masaknya.”

“ne.” Dengan malas dia pun berdiri.

“tuh tumbuk dulu bawangnya ampe alus.” Suruhku. Dan dia pun mengambil ulekan dan mutu lalu mulai mengulek bawang putih.

“noh udah.”

“ne. biji wijen ada?”

“ada nih.” Ujarnya sambil menunjukkan bungkusan biji wijen di tangannya.

“nah itu disangrai dulu.”

“sangrai pake apa?”

“tuh pake katel. Setengah sendok aja.”

“ooh.” Kyu berjalan menuju kompor dan menaruh katel di atasnya.

Aku sibuk membaca petunjuk pembuatan bulgogi di layar handphone ku, “Kyu, ayo kita mulai mas- NGAPAIN KAMU?!”

“hah? Nyangrai?” tanyanya dengan wajah bodoh.

“nyangrai itu ga pake MINYAK woy!”aku kaget melihat Kyu yang sedang diam di depan kompor yang di atasnya ada katel dengan minyak yang banyak banget dengan biji wijen yang hanya sedikit mengambang di atas minyak sebanyak itu masa -_-

“oh ga pake minyak? Aku kan gatau nyangrai itu apaan.” Celetuknya dengan wajah polos.

“kalo gatau nanya kek -_- sana ulangin lagi, sangrai itu biji wijen yang bener!”

“dih kok kayaknya aku ngerasa kayak pembantu ya -,-“ gumamnya sambil melirik ke arahku. Aku hanya memasang wajah datar.

“udah nih udah disangrai, kali ini bener ga pake minyak.”

“oh ya bagus. Kalo gitu ayo kita masak.”

“ne. Pertama tama ngapain?”

“campur semua bahan sampe rata. Ambil mangkok besar hyung!” perintahku.

“lu dari tadi nyuruh gue mulu bisanya! Ogah ah! Sono ambil sendiri.”

“ish menyebalkan, ahjussi sialan dasar.” Gumamku lalu mengambil mangkok yang cukup besar untuk memuat daging daging tersebut, “yaak! Dagingnya lupa kita potong potong!”

“ah bener! Sana potong.” Perintahnya.

“biar adil, kita berdua yang potong!” usulku.

“ng iya deh.” Lalu kami pun mencoba memotong motong daging sapi tersebut. Dan, entahlah, kami tidak peduli lagi bentuknya mau ancur kayak gimana yang penting kita mah mikir cepet selesei dan bisa dimakan.

“aduh!” cerocosku ketika jariku teriris pisau ._.

“kenapa?” tanya Kyu langsung.

“jariku teriris pisau masa hiks hiks.” Kataku sambil menirukan suara menangis. Sebenernya sih ga sakit sakit amat ._.v

“sini mana.” Kyu menarik tanganku dan memasukkan jariku yang berdarah kedalam mulutnya O.O aku memandangnya terpana. Jantungku berdebar keras >.<

Sedetik…

Dua detik…

Tiga detik…

“yuck!! Apa apan kau! Jijik tau idiiih!” aku yang tersadar dari lamunan langsung menarik jariku keluar dari mulut yang sering dia pakai untuk ngomong ga sopan itu dan segera mencucinya di wastafel.

“itu untuk menghentikan keluarnya darah, babo!”

“ya udah ayo lanjut masaknya, kayaknya udah deh motongnya.” Kataku dan melihat potongan kacau daging di atas papan.

“campur aduk semua bahan,” aku memasukkan daging  ke mangkok, “tambahin sesendok wine, 3 sendok makan kecap asin, 2 sendok makan gula pasir eh tropicana slim ya kita pakenya, sesendok teh bubuk merica hitam, setengah buah bawang bombay yang udah dicincang, sebatang daun bawang yang udah dicincang, dua sendok makan minyak wijen eh kita pakenya bimoli kan ya, 2 siung bawang putih yang sudah dihaluskan, setengah sendok biji wijen yang sudah dihaluskan. Nah udah. Adukin hyung!”

“sini.” Kyu mendekat dan mulai mengaduknya dengan kekuatan turbo yang bahkan blender saja bisa kalah (?) “nih udah nyampur semua bumbunya.”

“nah kita tunggu 30 menit.”

“kita ngapain dulu?”

“ya kau main PSP aja hyung, aku mau online twitter.”

“cih ini anak maenannya twitter mulu. Ga bosen mbak? Tweet lu udah 50000 gitu elah.”

“biarin hyung, rame ngobrol ama temen walaupun ga pernah ketemu. Lagian dulu aku online twitter itu buat tau news Suju, tapi kayaknya sih sekarang jadi biasa aja.” Aku berbicara dengan enteng dan duduk di sofa di sebelahnya yang sedang memegang PSP.

“ya iyalah biasa, orang kamu kenal ama member nya.”

“hahaha itu benar hyung. Aku bisa tau berita langsung dari hyung, kalau lewat twitter itu banyak hoax nya, bikin sebel tau ga.” Kataku sambil memanyunkan bibir.

“hahaha contohnya hoax gimana?”

“contohnya ‘Cho Kyuhyun dekat dengan Victoria f(x)’” kataku datar sambil menatap Kyu tajam.

“hahaha lalu apalagi?”

“’Choi Minho dekat dengan Krystal f(x).” Kataku dengan tatapan menantang. Tawanya langsung berhenti begitu aku menyebut nama ‘Choi Minho’.

“mwo? Kau masih pedulikan dia?” tanyanya dengan tatapan tajam.

“aku kan sangat mengidolakan dia.” Kataku dengan mengangkat bahuku enteng.

“kalo kamu emang ngeidolain dia banget, kenapa ga kamu terima aja jadi pacar kamu minggu kemaren?” tanyanya dengan dingin.

“hahaha ahjussi sialan ini cemburu rupanya?” kataku dengan senyum lebar, senyum evil sebetulnya.

“untuk apa aku cemburu, bocah tengik?” dia menaruh PSP nya di sofa dan menatapku menantang dan memperlihatkan smirk nya, dia menggeser tubuhnya dan semakin mendekatiku.

“ma-mau apa kau?” tanyaku curiga.

“menurutmu mau apa?” tanyanya balik masih tersenyum mencurigakan, “oh iya, untuk apa aku curiga pada Choi Minho itu? Kalau ternyata kau malah memilih ahjussi sialan ini?”

“yak yak jauh jauh jauh sana jauh jauuuh! Ahjussi sialan!” perintahku karena sekarang wajahnya dan wajahku hanya berjarak sekitar 15 sentimeter.

“HUAHAHAHA.” Tawanya tiba tiba meledak dan menjauhkan wajahnya dariku, “kau tau tampangmu seperti apa tadi?! Hahaha tak kusangka pikiranmu kotor juga,bocah tengik huahahahaha tampang lo tadi ga nahan tau ga =))” dia tertawa puas sekali sepertinya -_-

“ish ahjussi sialan!” aku menempeleng kepalanya sebal. Dia hanya tertawa puas lalu memainkan PSP nya.

“oh iya, soal aku dekat dengan Victoria noona itu, aku hanya menganggapnya sebagai noona, jangan cemburu.” Gumamnya sambil memainkan PSP nya, “yang justru aku cemaskan itu malah kamu…”

“naega wae?”

“setiap kali aku bertemu Minho, dia selalu memandangku tajam. Seakan akan ingin mengatakan ‘takkan kurelakan Ahna untukmu’…” katanya pelan.

“wah, jadi ahjussi sialan ini cemburu?” godaku xo

“tidaak, karena aku yakin, kau hanya milikku seorang.” Ujarnya dengan smirk dan langsung mendapatkan sentilan dariku tepat di dahinya, “sakit bocah tengik!”

“makanya jangan seenak jidat kalo ngomong! Aku hanya milikmu seorang? Aku ini milik orang tuaku, babo!”

“ya, sekarang kau memang masih milik orang tuamu.” Dia mengangguk anggukan kepalanya, “tapi tunggulah, nanti kau …………………….” Gumamnya pelan.

“mwo? Tadi kau bilang apa?” tanyaku yang tadi tidak mendengar ucapannya dengan jelas.

“tidak, lupain aja. Nanti aja kamu denger lagi.” Katanya sambil senyum senyum.

“iih tadi kamu ngomong apa sih?!” tanyaku mulai kesal.

“nanti aja aku ulangin lagi.”

“nanti kapan?!”

“ng, kapan ya?” ucapnya sambil tersenyum evil membuatku menempelengnya lagi.

“yak! Kau ini sopan banget sih main nempeleng nempeleng!” ujarnya sambil menempelengku balik -,- “aku ini jauh lebih tua darimu, bocah tengik!”

“ya terus kenapa kalau kau lebih tua? Toh sifatmu tidak jauh denganku yang masih SMA ini.”

“neo! Benar benar bocah tengik!”

“ya, aku bocah tengik yang membuat seorang ahjussi sialan jatuh cinta, benar? Ah udah 30 menit. Ayo panggang bulgogi nya sekarang.” Aku langsung beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur.

“mana alat panggangnya?”

“cari saja di lemari atas kompor.” Suruhnya.

“ah ne benar.” Aku menemukan peralatan memanggang sederhana. Aku langsung menaruhnya di atas kompor dan memanaskannya.

“masak sekarang?” tanya Kyu yang tiba tiba sudah berada di belakangku.

“ah tunggu panas dulu.” Kataku sambil mengoles oles daging yang akan dipanggang dengan margarin yang sudah dilelehkan.

“sepertinya sudah panas.” Kata Kyu.

“ah ne, ayo kita masak.”

Aku dan Kyu sama sama menaruh daging di atas pemanggang.

“dipanggangnya berapa lama?” tanya Kyu.

“eng molla. Disini ga ada tulisan berapa lama dipanggang.” Jawabku sambil melihat resep bulgogi di layar handphone.

“15 menit mungkin?” tebaknya.

“mungkin saja. aku juga gatau. Eh kamar mandi di mana? Aku kebelet.”

“tuh disitu.” Katanya sambil menunjuk sebuah pintu. Aku langsung buru buru ke kamar mandi karena memang lagi kebelet.

Setelah selesai aku pun keluar dari kamar mandi. Kyu sudah duduk lagi di sofa dan dengan asyik memainkan PSP nya. Aku pun duduk di sebelahnya lalu menyalakan tv. Aku berhenti di channel  gossip yang sekarang sedang menayangkan gossip menyebalkan dengan judul ‘kedekatan Cho Kyuhyun Super Junior dengan Victoria f(x)’. Aku langsung mendengus melihatnya dan mematikan channel televisi dengan kesal.

“hmmp.” Dia tertawa tertahan.

“apa lu ketawa ketawa!” ujarku sambil melempar bantal sofa ke kepalanya.

“sopan lu ah!” lalu dia balas melempar bantal padaku -,- “cemburu bilang aja hahaha.”

“terserah. Aku kesal bukan karena kau dekat dengan Victoria eonni, tetapi karena infotainment yang terus menerus membuat berita yang ga bener.” Sergahku cepat.

“ooo.” Kyu membulatkan mulutnya, “ya itulah yang infotainment lakukan, mereka lakukan apapun demi naiknya rating penonton. Atau mungkin itu gossip yang dimulai dari management nya sendiri supaya artisnya semakin terkenal.”

“buruk sekali caranya.” Gumamku sambil memanyunkan bibir.

“ya itulah dunia artis,” ujarnya sambil menaikkan bahu, “tunggu, bau apa ini?!”

“ini… BAU GOSONG! Astaga!” aku langsung berdiri dan berlari ke arah dapur dan mendapati daging yang kami panggang ternyata sudah gosong seperti arang -,-

“kenapa kita sampai lupa lagi manggang?!” gumam Kyu pasrah sambil memukul dahinya sendiri.

“yah, tenanglah, masih ada beberapa lagi daging yang belum dipanggang.” Kataku sambil menunjukkan daging mentah di mangkok.

“ah benar. Ayo panggang lagi, kali ini jangan sampai gosong. Kita tunggu disini. Aku udah super laper.” Katanya sambil mengelus elus perutnya.

“iya, sekarang udah jam 1.” Kataku sambil melihat jam tanganku. Aku pun membuang daging gosong itu -,- “maaf ya aku buang makanan. Abisnya gosong.” Kataku merasa bersalah membuang daging tersebut.

“ngomong ama makanan mbak?” tanya Kyu heran.

“biarin. Kan buang makanan itu mubazir, jadi aku ngerasa ga enak ngebuang daging ini.” kataku bijak (?) *tumben*

“ooh ternyata kau ini ada sisi baiknya juga ya, bocah tengik.”

“jadi maksudmu aku ini ga ada sisi baiknya hah?! Ahjussi sialan!” aku menempeleng kepalanya, dia hanya cengar cengir.

Aku terus membalik balik daging tersebut karena takut gosong dan gagal lagi.

“kayaknya udah mateng.”

“iya deh, cobain sok.”

Aku pun mengambil piring dan sumpit, mengambil satu daging, “nih cobain.”

“suapin.” Pintanya.

“yak! Enak aja minta disuapin! Lu kata gue emak lu? Noh makan sendiri!” tolakku dan menyodorkan piring berisi bulgogi itu pada Kyu.

Kyu memegang sumpit dan mengangkat daging itu, mengendusnya dulu baru menggigitnya sedikit.

“eotthae?” tanyaku harap harap cemas.

“ini…” dia terdiam dan melanjutkan mengunyah, ekspresi wajahnya sulit ditebak -,-

“itu gimana?” tanyaku tidak sabar.

“tidak begitu buruk sih.” Katanya sambil terus mengunyah, “Walaupun tidak seenak buatan si Wowok.”

“jinjja? Ya jangan samain kita yang baru pertama kali bikin bulgogi ama bulgogi buatan Ryeowook dong! Sini aku cobain.”

“nih aaa.” Kyu menyodorkan daging di sumpitnya  padaku tapi aku malah menjauh.

“gaaa gamau! Ogah gue disuapin!” aku mengambil sumpit lain dan mengangkat daging lain dari pemanggangan. Setelah kutiup tiup agar dingin, kucoba.

“hmm benar. Enak tapi rasanya agak aneh ya? Jangan jangan gara gara kita ga pake minyak wijen ama malah pake gula tropicana slim dan bukannya gula pasir ya?”

“bisa jadi. Nah ayo makan.” Ajaknya. Aku memindahkan semua daging dari pemanggangan ke piring dan menaruhnya di meja, “mana nasinya? Cepat aku udah kalap yeuh, kalaparan.”

“bentar.” Aku berjalan ke rice cooker dan… “AKU LUPA MASAK NASI!!!”

“MWOYA?!”

~THE END~

22 thoughts on “[Freelance] Double Evil Magnae Are Cooking In The Kitchen!

  1. gatel kupingnya baca ajushi sialan………

    suka sih ceritanya … yaa tp jangan pake sialan dhuunggg!!!!!!!!!!!!

  2. Pasangan yg aneh.
    Dua2nya kagak berani megang daging -__- haha

    wookie langganan bimoli?
    Bukannya dia distributornya? Wkwk

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s