[Freelance] Harder Than You Know part 2

I’m back with the 2nd part of Harder Than You Know Fanfiction *halah belagu parah sok english* kekekee~ Happy Reading ya Guys :)

.

 

Cast:

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Yang Yoseob

Choi Minho

  • Choi Nara
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Siwon, Heechul, Eunhyuk, Sungmin (Super Junior) & Victoria (Fx)

Length: Part 2 – :)

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

Nara menangis. dia bahkan tak pernah menangis sejak SD hingga sekarang. Dan detik ini aku melihat ia menangis, di depanku!

“you said this would only get better. there’s no rush cause we have each other”

 

aku menampar diriku berulang kali, dan hujan pun datang lagi. kesalahan terbodoh yang pernah ku buat. aku pikir walaupun rival, kami selalu bersama. dan setelah ini, apakah kami bisa bersama

“Eunhyuk hyung selalu bisa memperlakukan Nara jauh lebih baik!! Memayungkannya dan bicara sopan padanya, seperti tadi!!” bathinku menyalahkan diri sendiri

Nara

@Nara House

Tak ku sangka Kyuhyun memandangku begitu rendah. Aku tau kami rival sekarang. Tapi haruskah dia bicara sekasar itu padaku? Walaupun kami rival, tapi Kyuhyun masih sangat baik terhadap Minho oppa. setidaknya seharusnya dia mengerti bagaimana dia memperlakukanku sekarang. Aku seharusnya tak mengingat semua janjinya dulu! Cho Kyuhyun SIAL!!

“cih! mana mungkin gadis sepertimu puas dengan 2 laki-laki!!”

Kalimat itu terngiang di telingaku. Sehina itulah aku di matanya ?

Apakah aku tak pantas untuk di cintai sehingga ia bicara seperti itu

Berhari-hari aku terdiam di kamar. Minho oppa khawatir padaku. Setiap hari ia berusaha membuat lelucon dan mengajakku mengobrol. Dan aku selalu menghindar, dan aku tau minho oppa sedih melihatku seperti ini

“Nara! Yaa! Choi Nara!! Gwenchana??” teriak oppa lagi dari balik pintu kamar. Aku hanya diam, menangis di balik pintu

“Cause I’m now over you”

** Ring Ding Dong Ring Ding Dong **

“ne~ chakkanman!” seseorang menekan bel rumah, dan minho oppa bergegas turun. Sudah agak lama minho oppa dengan tamu. Mereka tertawa-tertawa dan mengobrol dengan suara keras, dan sangat menggangguku yang sedang menggalaukan diri (?)

“aish!! Berisik !!” ku buka pintu kamar dan turun melihat siapa tamu yng membuat kebisingan bersama oppa

“Kyuhyun?” bathinku. Minho oppa & kyuhyun melihatku turun

“Nara!! Ppalli ada kyuhyun?” panggil minho oppa dari ruang keluarga

“……..” aku diam menatap mereka yang tersenyum melihatku

“apakah kau kemari hanya tuk memastikan kalimatmu, kyuhyun?” bathinku

“Ya!! Kemari” lambai minho oppa. kyuhyun hanya terdiam dan tersenyum melihatku. Sedangkan aku sangat muak melihatnya!

“aku mau minum!” aku masuk ke arah dapur dan mengambil susu segelas dan membawanya ke kamar

“hey, kemari, nara!” panggil minho oppa lagi

“malas!!!” aku menjawab pertanyaan minho oppa tanpa berbalik walaupun minho oppa memanggilku berulang kali

“I don’t care” bathinku saat memasuki kamar

** 4 Days later **

 

@ Class 2A

Nara

Hari ini masuk sekolah lagi, bisa bayangkan malasnya aku saat ini

“seharusnya aku izin saja tadi” ujarku menatap ke arah jendela

“annyeong, nara” sapa donghae yang tiba-tiba di sampingku

“ah, annyeong” sahutku simpel

“bagaimana liburanmu? Menyenangkan?” Tanya Donghae ramah. terkadang aku berpikir, kyuhyun dan Donghae adalah teman sejak kelas 1. Walaupun IQ Donghae tidak secerdas Kyuhyun. tapi sifat Donghae selalu jauh lebih baik dari Kyuhyun

“ya seperti itu’ ujarku sambil tersenyum. Dari pintu kelas ku lihat Kyuhun baru masuk. Dia berjalan ke arahku penuh senyum. Donghae berdiri dan ber “high five” dengannya

“apa kabar, kyu ??” Tanya Donghae

“ah, gwenchana. Annyeong, Nara!” sapa kyuhyun padaku. Aku kaget! Jujur dia tak pernah bertegur sapa macam ini. Donghae kaget, Chaerin langsung mendekat ke arah Kyu

“kau sakit?” Tanya Donghae pada kyuhyun yang masih tersenyum melihat ke arahku

“……” aku pun diam  tanpa menjawab apapun

 

“Are we just lost in time?”

Kyuhyun

Jujur aku merasa angat bersalah pada Nara. Setelah ku pikir-pikir, untuk apa aku dengannya ribut dulu. Dan sekarang aku melakukan kesalahan yang fatal. Dan jika Donghae atau Chaerin tau, ku rasa aku bisa di bunuh mereka dengan sadis!! Oke, mulai sekarang, aku akan melindungi Nara. Walau aku tau, dia tak akan menghiraukanku

“kau sakit?” tanya donghae saat aku menegur Nara. Chaerin yang mendengar langsung menyipitkan matanya

“aniyo! Hanya ingin menegur sahabat lama!” jawabku santai. Namun nara tak bergeming

“ternyata masih marah” bathinku

“nugu ?” Tanya Chaerin, dan aku memandang Nara lama sekali

“mwo? Chingu-ah?” ujar Donghae kaget

“heee???” teriak chaerin. Nara bangkit lalu keluar kelas meninggalkanku dan Donghae yang menatapku meminta penjelasan.

Nara sungguh tak menghiraukan pertanyaanku. Dulu walaupun kami rival dan tegur sapa kami aneh dan mungkin sedikit tajam, kami selalu menegur balik dengan kalimat yang kasar juga. Dan ketika aku menegur nara dengan sebutan “Chicken” dia kan menyaut dengan nada kesal. Setidaknya dia tidak mengacuhkan aku begini

“mwo?” Donghae & Chaerin menatapku dengan tangannya yg melipat. Dengan terpaksa ku ceritakan kejadian saat itu. Saat aku dan Nara bersahabat, dan juga saat aku mengatai nara perempuan murahan, nappa yeoja, dan lain-lain. Donghae sangat marah namun ia tidak memukulku atau membentakku seperti biasanya. Dan Chaerin hanya diam menatap bangku nara

“So, What Would You Do?” Tanya Donghae

“sebaiknya aku bagaimana?” tanyaku pada charein dan donghae

“jangan balik Tanya!” ujar donghae mendengus kesal, lalu terdiam

“….”Chaerin tak menanggapi pertanyaanku lalu menatap Donghae

“mati!” jawab Donghae singkat. Dia dan Chaerin langsung meninggalkanku mematung. Dan menyusul Nara. Ku menggebrak meja Nara saking kesalnya.

**braaaaak**

Tas Nara terjatuh “apa ini?” sesuatu jatuh dari tas Nara

“gantungan ini!” ia masih menyimpannya. Hadiah kelulusan saat SD dulu.

entah mengapa aku merindukannya saat ini.

Ingin memeluknya

Ingin menangis di depannya

Meminta maaf padanya

Dan mengatakan semuanya

“mianhanda, Nara!” sesalku

** 2 weeks later **

Kedaan tak berubah sejak 2 minggu lalu. Teman-teman sekelasku pun merasa tak nyaman. Sekarang kelas ini benar-benar sepi. Siwon seonsangnim, Eunhyuk hyung pun merasa aneh dengan sikap diam Nara padaku. Donghae & Chaerin sudah kehabisan akal untuk meredakan kemarahan nara padaku

“baik! Kelompok terakhir adalah donghae dengan Chaerin, dan Nara dengan Kyuhun” ujar seonsangnim

“andwae!!” teriak nara dari bangkunya. Semua tertuju pada nara, dan Heechul seonsangnim menatapnya

“waeyo, Nara??” Tanya Heechul seonsangnim pada nara yang diam mematung. Ku lihat Chaerin tersenyum ke arahku. Dan Donghae mengangkat jempolnya ke arah Heechul seonsangnim yang tersenyum

“pasti sudah di rencanakan. Gomawoyo” bathinku sambil tersenyum ke arah Chaerin

“baik. Sudah jelas! Kumpulkan dalam 3 minggu ke depan. Selamat mengerjakan. Annyeong jigaseyo” ujar Heechul seonsangnim. Nara masih mendengus kesal. Ku lihat semuanya sibuk ke arah partnernya. Membicarakan apa yang akan mereka lakukan dan kemana penelitian akan berlangsung. Sedangkan aku, hanya melihat nara yag sibuk menulis sesuatu di buku kecil miliknya

“hmm, Nara, mau penelitian tentang apa?” tanyaku membuka pertanyaan. Dan kurasa memang selalu aku yang membuka pertanyaan dari dulu

“…..” dia tetap dia menulis. Aku putus asa lalu Chaerin & Donghae tersenyum dan memberi semangat

“Choi Nara??” panggilku. Dia menutup bukunya dan memandangku kesal

“minggir!!!” dia bangkit dari bangkunya lalu bergegas pulang tanpa berpamitan padaku, donghae dan Chaerin.

“kepalaku mau pecah!!!!” teriak Chaerin sambil memukul-mukul kepalanya

“eottohkke?” Tanya Donghae pada chaerin. Chaerin mendengus kesal menatapku lalu berbalik dan mengambil tas di mejanya

“hey mau kemana??” Tanya Donghae

“aku pulang saja! Annyeong!” dan aku di tinggalkan dengan Donghae begitu saja

“Chaerin dan Nara ku rasa sejenis!” ujarku pada Donghae

“benar!” ujar Donghae

“kau setuju kan?” imbuhku

“he~ maksudmu??” Tanya Donghae bingung

“tipe yang suka meninggalkan!!!” aku sudah hampir putus asa menghadapi sikap nara

“If you need time, I guess I’ll go away”

** 3 Days Later **

@ Donghae’s House

“tugasmu sudah selesai?” Tanya Chaerin

“apa pula!! Kalau saja Heechul seonsangnim mengizinkan aku bekerja sendiri, akan ku kerjakan” ujarku penuh kesal sambil memainkan game di PSP-ku

“ya. Sayangnya tidak!” ledek Donghae dengan wajah polosnya. Rasanya ingin ku timpuk mereka berdua dengan PSP-ku. Namun aku takut PSP-ku hank

“kurasa Nara benar-benar marah padamu!” ujar Chaerin pasrah

“Seharusnya aku paham. Jika ia sudah kesal atau marah terhadap sesuatu maka ia tak akan pernah mau berbicara banyak dengan orang yang membuatnya marah atau kesal” bathinku sambil memutar-mutar PSP dengan pandangan kosong

“mwo??” cha..chakkanman…

Donghae & Chaerin langsung menghampiriku dan memandangku meminta meminta penjelasan

“Nara adalah tipe gadis yang jika ia kesal atau marah terhadap seseorang, ia tak akan mau berbicara dengan orang itu walaupun sangat terpaksa. Dan ia tak akan berbicara dengan rivalnya! Nara bukan tipe pendendam, namun jika ia sudah memnbenci seseorang, sikapnya menjadi batu!” jelasku. Dan Chaerin tampak sangat terperangah mendengar sifat-sifat nara dari mulutku. Kurasa ia baru tau sifat Nara yang ini

“bukankah kau rivalnya?” ujar Donghae bingung

“ah!! Kau bukan rivalnya! Berarti dia tidak pernah membencimu selama ini! Dia tak marah ataupun kesal berlebihan padamu!! right??” lanjut Chaerin. Ku rasa aku paham mengapa ia dan nara bersahabat. Mereka tipe gadis yang cepat tanggap keadaan, selain gadis yang sering meninggalkan!!!

“geurae!! Berarti selama ini….” Donghae tak melanjutkan kata-katanya. Chaerin menggembungkan pipinya lalu menepuk keras keningku

Oke, ku akui, aku sangat sangat salah!!! 3 tahun ini aku buta! Sungguh buta! Donghae dan Chaerin menyuruhku ke rumah Nara dan meminta maaf padanya. Ku berpamitan dan segera menuju rumah Nara dengan sepedaku

“Inside me now there’s only heart cache and pain”

Aku sudah melupakan sifat yeoja yang paling aku kenal melebihi diriku sendiri. Yeoja yang seharusnya menjadi sahabatku. Yeoja yang tak akan pernah meninggalkanku. Bahkan saat kami pertama kali masuk SMP dulu, kau tak pernah meninggalkanku.

“jeongmal mianhae, uri Nara!” teringat di saat aku tak ada yang menemani, kau tinggalkan yang lain dan kembali padaku. Di saat aku sendiri, kau datang dan menggenggam tanganku

** Flashback **

**4 years ago* *

“aku tak ada kelompok, nara!” ujarku pada nara

“namja yang bernama kibum itu kemana?” Tanya nara

“Dia meminta maaf padaku . dia ikut kelonpok lain.” nara terdiam. lalu dia ke arah kelompoknya. Semua murid keluar untuk melakukan penelitian di luar. Dan nara pergi dengan kelompoknya

“ku rasa aku harus sendiri!!” bathinku

“kajja, Kyu!” panggil nara

“kemana?” tanyaku bingung

“penelitian!” ujarnya kesal sambil berjalan ke arahku

“tapi.. tapi? Aku dengan siapa?” nara tersenyum lalu melingkarkan kelingkingnya ke kelingkingku

“denganku tentu saja! Walaupun hanya berdua, aku tak akan biarkan kau sendirian, Kyu” ujar nara dan aku langsung menggandeng tangannya

“mengapa?” tanyaku

“harder than you know, Kyu!” ujarnya penuh senyum

“gomawoyo, Nara!” ku acak-acak rambutnya

“we are best friends aren’t we?” ujarnya ramah

**flash back end**

“harder than you know!”

“we are best friends aren’t we?”

 

Kau selalu menyebutkan kalimat itu jika kau bingung mengatakan sesuatu yang asing.

Sekarang kau terasa asing bagiku, haruskah ku katakan “Harder Than You Know juga??”

“jeongmal babo gateun saram”

Bersalah! Menyesal! Itulah yang ku rasakan. Aku baru sadar ternyata bukan Nara yang salah, namun aku. Bahkan ketika aku benar-benar menganggapmu rival, kau tak sekalipun membiarkanku sendirian, nara. Jeongmal mianhae.

@ Nara House

Rumahnya selalu sepi. Hanya ada minho hyung dan nara. Dulu sewaktu SD dan SMP saat aku dan nara masih bersama, rumah ini tak pernah sepi. Walau terkadang ada Soo Man Ahjussi datang berkunjung, rumah ini selalu berantakan dan berisik. Penuh dengan teriakanku dan nara. Dan biasanya ada kertas di samping pintu berupa pesan minho hyung pada kami sebelum ia sekolah. Dan aku benar-benar kehilangan moment itu selama 3 tahun

“bodohnya aku!” bathinku

** Ring Ding Dong ** ** Ring Ding Dong **

Ku pencet bel berkali-kali tak ada yang menjawab. Gordennya terbuka, tak mungkin tak ada orang!

Ku ketuk pintu, dan ku panggil-panggil Minho hyung dan nara dari sini berkali-kali

“chakkanman!” tiba-tiba ada suara yeoja seseorang dari balik pintu

“Kyuhyun!!” ujar yeoja berparas cantik di hadapanku.

Yeoja yang sangat ku kenal berdiri di hadapanku.

Di rumah seseorang yang tidak ia kenal !!

“noona??” ujarku pada Victoria noona

“sedang apa kau disini” Tanya noona bingung

“ini rumah temanku!” jawabku

“Minho atau Nara?” Tanya noona bingung

“kau kenal mereka??” tanyaku semakin bingung

“aku sedang merawat yang kecil” ujar noona

Ya, Victoria noona adalah seorang dokter. Dari kecil ia tinggal di Amerika dengan Ahjumma. Dan ia baru kembali 3 tahun yang lalu. Saat aku dan nara sudah tak bersahabat lagi. Wajar jika ia tak mengenal minho hyung dan nara. Berbeda dengan Ahra noona, yang notabene teman les minho hyung dan sunbae nara di kelas musik

“yang kecil? Nara?” ujarku bingung. Lalu aku buru-buru masuk dan menuju kamar nara. Ku lihat dia terbaring lemah

“hyung, dia sakit apa?” tanyaku khawatir

“ah, aniyo. Gwenchana. Terlalu lelah saja” ujar minho hyung. Lalu minho hyung keluar kamar dengan Victoria noona

Ku perhatikan sekeliling. Sama sekali tak berubah. Masih seperti 10 tahun yang lalu saat aku menginjakkan kaki di kamar ini pertama kali. Saat aku benar-benar menganggapnya sahabat terbaik yang pernah ku miliki

“foto ini? Buku ini? Mainan ini? Gambar ini?” semua masih terpajang rapi seperti saat kami meletakan semuanya dulu. bersusah payah meletakan gambar yang tinggi. Bahkan sekarang aku lebih tinggi di bandingkan gambar ini. Kenangan yang indah

“kau sedang apa disini?” teguran Nara membuyarkan lamunanku

“ah  aniyo. Hanya berkunjung. Kau sakit apa?” aku mendekat dan duduk di kasurnya. Seperti saat dia sakit aku merawatnya di samping tempat tidurnya dulu

“gwenchana!” ujarnya singkat

“mianhae nara! Jeongmal mianhae!” aku menangis di hadapan nara. Dulu aku tak pernah membiarkan Nara mengantuk dan kelelahan. Tapi sekarang aku tak tau lagi bagaimana menjaganya hingga ia sakit begini

“ya! ya! untuk apa kau menangis?” bentak nara dengan suara rendahnya. Aku langsung memeluknya erat. Dia tak memelukku balik, tapi dia juga tak melepaskan pelukanku

“Kyuhyun-ah?” panggilnya

“jangan mengabaikanku lagi!” aku tetap memeluknya

“hey” ujarnya pelan

“jangan mengabaikanku lagi!” ulangku. Lalu ku mengendurkan pelukanku dan menatap Nara

“to ignoring you is harder than you know” dia tersenyum lalu mengeluarkan kotak

“kotak ini kan yang ….” Aku langsung tersenyum

“isinya masih ada! Bukalah” ujar nara sambil memberikan kotak mainan kami kepadaku

Kami tertawa sampai cegukkan berulang kali, saling mengejek hingga kehabisan kata-kata. bermain-main dengan senter kecil, foto, puzzle, bedak (?), dan kami bermain dengan banyak mainan-mainan yang sering kami mainkan dulu.

kamar ini sangat menyenangkan. Penuh dengan kenanganku dan nara. Kenangan yang sudah ku lupakan selama 3 tahun. Kenangan yang mendarah daging dalam hidup ku lebih dari 7 tahun.

Kamar yang menjadi saksi bahwa dulu aku pernah berjanji akan menjaga Nara selamanya. Kamar yang menjadi saksi bahwa “Choi Nara adalah sahabat terbaik!” bagi seorang Cho Kyuhyun !

.

.

*To Be Continued *

읽어 주셔서 감사합니다 ^^

(Thanks For Reading)

4 thoughts on “[Freelance] Harder Than You Know part 2

  1. Yes yes yes, ahir’a ada jg part 2 =)
    Mwo? Choi nara adl bestfriend trbaik? Salah! Choi Nara adalah istri terbaik! Buahahahaha *ngarep*

    So sweet bgt de babykyu ^^
    ampe brp taun tu? 7 taun y knangan itu trsimpn dlm hati? *ssh ungkapin’a*

    Lanjuutt~ bwt sequel’a..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s