[Freelance] Jalgayo Nae Sarang

Annyeong!! I’m back with oneshoot fanfiction :) Happy Reading, and Leave me a comment ^^

** GOODBYE MY LOVE **

 

Cast:

  • Jung Jinwoon (2AM)
  • Kim Jongwoon (Yesung – Super Junior)
  • Han Nara

Length: Oneshoot

Genre: Friendship, Romance, Tragedy

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

“haruskah aku melepasmu?”

“haruskah aku menghapusmu?”

“apa yg harus ku lakukan?”

** Flashback 2 days ago **

 

“Jinwoon-ah!! ppalli” teriakku dari bawah balkon rumahnya

“chakkanman!!” ujarnya dari dalam kamar

‘cho neun Han Nara imnida~~

hari ini aku, namjachinguku (Jongwoon), dan sahabatku Jinwoon, ingin berjalan-jalan ke pantai. aku & Jinwoon sangat menyukai pantai dan bunga. aku berharap mempunyai ladang bunga di dekat pantai’

“chagi!!” panggil Jongwoon dari luar gerbang. aku langsung menghampiri dan memeluknya erat

“annyeong!!” teriak Jongwoon saat melihat Jinwoon keluar pintu

“yakin naik bus saja??” tanyaku memastikan

“tak apa. sekali-kali boleh” ujar Jinwoon. Jongwoon tersenyum

“malas~” ujarku mengeluh sambil bergelayut manja pada Jinwoon. Jika naik bisa, aku harus di dorong, makanya malas

“yaa!! Tidak boleh malas. Kajja” Jinwoon mengepit kepalaku di lengannya

“ah, handycam?” aku panik, lalu Jinwoon mengangkat handycam dan tersenyum licik

“tak akan lupa! tenang!” Jongwoon menepuk pundak Jinwoon, dan kami berjalan ke halte bus terdekat

“yaa!! Jangan merekam terus. Hati-hati!!” Jinwoon sangat menyukai photography. Dia selalu memoto & merekam apapun, apalagi berbagai jenis bunga, dan pasti ia selalu memperlihatnya padaku

“bunga itu indah, ia selalu tersenyum saat kita merawatnya” itulah yang aku pelajari dari sosok Jinwoon

“kajja, itu busnya” Jongwoon menggandeng tanganku erat menaiki tangga bus

“ups!!” Jinwoon mendorong tubuhku agar naik

“beratkah?” tanyaku pada Jinwoon

“aniyo. ppalli” ujar Jinwoon tersenyum saat mendorongku naik

dari dulu aku punya masalah dengan keseimbangan. jika menaiki bus, Jinwoon pasti di belakangku. sekarang sudah ada jongwoon. jadi saat Jinwoon mendorong tubuhku, dan Jongwoon bisa menarikku dari depan. Jadi Jinwoon lebih ringan mendorongku.

“gamsahamnida, Jinwoon-ah, jongwoon-ah!” ujarku

“saranghae~” Jongwoon mencium keningku. rasanya damai sekali

“serasinya~” Jinwoon mulai beraksi dengan handycamnya

“hey, apakah itu merekam?” tanyaku pada Jinwoon, ia mengangguk

“eeheemmm!” aku mengambil nafas panjang. Jinwoon tersenyum geli melihatku, dan Jongwoon terus menggenggam tanganku

“aku bahagia! saat ini aku memiliki 2 namja luar biasa di dalam hidupku” ujarku semangat sambil menggabungkan kedua tanganku dan membentuk hati di atas kepalaku. Jinwoon mengacungkan jempolnya

“aku akan memberikan persahabatan ini selamanya hanya tuk Jinwoon. terima kasih tak pernah bosan menjagaku. i like you the best, uri Jinwoon!” ujarku bangga. Jinwoon menutup handycamnya dan menunduk. Jongwoon mendukungku tuk memeluknya

“ucapkan terima kasih” bisiknya ke telingaku. aku menghampiri Jinwoon yg berjarak 1 bangku bus dari hadapanku. dia tersenyum

“aku tak akan bosan menjagamu, nara” ujarnya sembari menyunggingkan senyum khasnya

“jadilah wanita yg tegar dan selalu tersenyum” imbuhnya. aku mengangguk setuju

“janji?” iya menautkan kelingkingnya ke kelingkingku

“kan kau selalu menjagaku, right!” ujarku semangat lalu memeluknya. dia hanya tertawa lalu mengacak-acak rambutku

“eh!” aku limbung, Jongwoon langsung sigap menangkapku

“aduh, makanya duduk” jongwoon menjewer kupingku lalu mengecup keningku

“konsentrasi~ babo!” ledek Jinwoon padaku, dan aku hanya bisa mendengus kesal

“sudah sampai di Busan, tuan” ujar ahjussi di depan kami

“ah gomayo ahjussi. kajja” Jongwoon menggandengku, lalu aku menggandeng Jinwoon. Jinwoon bilang ini seperti kereta, tapi aku suka seperti ini

@ Beach

“lihat aku, jinwoon!! rekam!!” aku menari-nari ala Chae Gyeong di Princess Hours saat ia di rekam pangeran Shin di pantai

“apa aku cantik?” tanyaku pada Jinwoon sambil menunjuk pipiku. Jinwoon tertawa lalu berjalan ke  arah Jongwoon

“hey, hyung, otaknya seret. perlu di beri pelumaskah??” ujar Jinwoon pada Jongwoon sambil tertawa geli menatapku

“kekeke~~” Jongwoon ikut tertawa geli melihat tingkah Jinwoon

“terlalu~~” ujarku mendengus kesal

“chagi~ jangan ngambek” Jinwoon mengejekku karena aku ngambek

“kalian selalu ribut. dasar. keke~” ledek Jongwoon sambil merekam kami. aku dan Jinwoon menari-nari seperti orang bodoh

“berharap hari ini menjadi kenangan yang baik ya, Nara” ujar Jinwoon sambil tersenyum padaku

“pasti, dan selalu. kekeke~” ujarku semangat

“hey, aku mau kesana yaa” ujar Jinwoon menunjuk jalanan di samping kebun bunga

“ne~ aku nanti ke kebun bunganya. iya kan jongwoon?” jongwoon mengangguk dan mengacungkan jempolnya ke arah Jinwoon

“aku bawa handycamnya, mau merekam” Jinwoon berjalan menjauh memunggungi kami

“oppa!! ppalli~” aku mengajak Jongwoon ke kebun bunga. karena tak ada handycam, aku berphoto ria menggunakan handphone milik Jongwoon

“ah itu Jinwoon~ Jinwoon!!!” jongwoon melihat Jinwoon merekam pemandangan dari arah jalan raya. ia tersenyum ke arah kami dan melambaikan tangannya

“bagus tidak??” ujarku berteriak

“tentu saja!! aku kan handal~” ujarnya semangat

“mau menyusul Jinwoon?” tanya jongwoon padaku

“ne~ kajja” ternyata agak jauh bila harus memutar ladang bunga

“Jinwoon!!” aku memanggilnya tapi tak di jawab olehnya

“dia sedang asik merekam. kita kesana saja, oke?” Jongwoon menggandeng tanganku. Jinwoon makin lama makin ke tengah jalan

“ya~ jangan terlalu tengah!!” teriak Jongwoon memperingatkan Jinwoon. Tapi Jinwoon tidak mendengarnya

“kupingnya tersumpal angin, oppa?!” ujarku kesal

“eh??” Jongwoon terperangah ke arah kiri

“waeyo?!” ku lihat arah kiri juga

“Jinwoon!! awas, ada kendaraan!!!” Jongwoon berteriak dan melambai, tapi Jinwoon tak mendengar kami, dan malah melambai balik

“ya!! ada mobil!!! Jinwoon!!” aku berteriak dan melambai ke arahnya, ia juga melambaikan tangannya ke arahku

“dasar bodoh!!” gerutu Jongwoon yg mempercepat jalannya. jongwoon berlari meninggalkanku mengejar Jinwoon

**nguuooooongggg** **nguuooooongggg**

“Jinwoon awas!!!!” aku berteriak sangat amat keras, sehingga Jinwoon mendengarku dan menoleh ke arah kanannya

“awas!!!” imbuh Jongwoon sambil melambai ke arah Jinwoon

**jegeeeeerrr**

“jinwoon-ah!!!” terlambat! Jinwoon tertabrak truk yg melintas. aku dan Jongwoon benar-benar berlari ke arahnya

“Jinwoon!!!” Jongwoon berlari ke arah Jinwoon

“jinwoon!” aku menangis melihatnya bersimbah darah. ku letakan kepalanya di pangkuanku

“cepat bawa dia kerumah sakit!!” teriak supir truk itu panik

“kajja, ppali, nara!!” ujar Jongwoon

“mianhae, nara~” ujar Jinwoon dengan suara lemahnya

“sudah, jangan banyak bicara” ujar Jongwoon memperingatkan

“mianhae, nara~” ujar Jinwoon sabil tersenyum

“andwae, andwae” aku menangis melihatnya seperti ini

“hey dengar! cd itu, lihat ya. sampai akhir harus kau lihat!!” Jongwoon mengambil handycam yg lensanya sudah retak karena jatuh & mengambil cd di dalamnya lalu memberikannya padaku

“jongwoon, titip Nara ya!” ujar Jinwoon lemah

“apa-apaan kau!!” Jongwoon mulai panik

“ya! siapa yg akan membantuku merawat bunga?” ujarku menatapnya

“kau itu jangan ma….las…” suaranya melemah

“andwae!” aku mengguncangkan tubuhnya keras

“Jinwoon-ah, bertahan!!” ujar Jongwoon

“janji harus saling menjaga ya!” ujar Jinwoon mengingatkan

“jalgayo~~” Jinwoon menutup matanya. menutup tuk selama-lamanya

“JINWOON~~!!!!!” aku berteriak, menangis, dan meronta seperti orang gila. aku berharap in tidak nyata. Dan saat aku bangun, Jinwoon akan berteriak “annyeong, nara~!” seperti biasanya

Namun, pada kenyataannya adalah aku kehilangannya. Ini semua nyata! Jinwoon, sahabat terbaik yang pernah ku miliki, sahabat yang begitu berarti, kini sudah tak ada.

Tak ada lagi Jinwoon yang mencarikan bunga untukku

Tak ada lagi Jinwoon yang memoto bunga yang cantik-cantik untukku

Tak ada lagi Jinwoon yang membantuku naik bus

Tak ada lagi Jinwoon yang selalu menjagaku

Tak ada lagi Jinwoon yang selalu bisa memanjakan aku luar biasa sabar

“Jalgayo Nae Jinwoon”

** Flashback end **

ku putar cd yg kau berikan. cd yg isinya senda gurau kita, tepat di hari saat kau tak ada. bunga-bunga dan pemandangan yang indah dapat kau ciptakan hanya dari sebuah rekaman

“kau memang handal, Jinwoon” ujarku tersenyum melihat semua rekamannya

“kosong?” Kurasa isinya sudah habis

“hey, nara!” Jinwoon ? suara Jinwoon. lalu aku membesarkan volumenya

“bukankah ini di jalanan saat ia tertabrak?” bathinku

“aku terjatuh saat melupakanmu” ujarnya dalam video itu

“melupakan?” aku bingung, lalu ku tambahkan lagi volumenya

“saat tadi kau memelukku, rasanya aku ingin katakan ‘HEY NARA, AKU SANGAT MENCINTAIMU. WALAUPUN CINTAMU HANYA UNTUKNYA, CINTAKU TAK PERNAH HILAN. SARANGHAE NARA’ seperti itu sebenarnya!” mwo?? sa rang hae ?? tanpa terasa air mataku terjatuh

“aku hanya bisa berdoa tuk kebahagianmu~” senyumnya murni tanpa di buat-buat

“oh iya, jangan lupa tersenyum. Awas kalu kau murung!!” ujar Jinwoon sambil mengepalkan tangannya

“Jinwoon!!~” ada suaraku di video itu. tak lama, ada gambar truk besar. truk itu menabrak Jinwoon, dan handycam itu terjatuh

“Jinwoon-ah!” suaraku terdengar jelas di handycamnya, aku menangis.

detik-detik ia tertabrak terekam jelas disini. ia mengais-ngais handycam dan terlihat lagi wajahnya yg tersenyum menatap handycam

“I LOVE YOU NARA~”

*kreeep*

Handycam itu mati. aku menangis sejadi-jadinya. melempar semua barang yang ada di dekatku

“Jinwoon!! kembali sekarang!! ppalli Jinwoon, ppalli!!” Jongwoon berusaha memelukku namun ku tepis, wajahnya tampak sedih.

“tenangkan dirimu! aku pulang dulu~” Jongwoon pamit pulang tanpa mencium keningku, ia hanya memelukku erat

“maaf Jongwoon, sangat maaf!” aku menangis dan memeluk photo kami dengan pose terlucu yg pernah kami buat. Aku hampir gila karena kepergiannya yang begitu mendadak. Kepergiannya yang sangat amat menyisakan perih

“saranghae, jinwoon. jeongmal saranghae” ku mencium foto Jinwoon berulang kali, dan terus berharap ini hanya mimpi

aku sedih bukan karena kehilangan Jinwoon saja. tapi karena aku terlalu bodoh tuk menyadari ternyata aku juga sangat amat mencintai Jinwoon. hanya penyesalan dan tangisan yang mewarnai hariku saat ini. tanpamu bunga di taman tak akan tersenyum indah lagi padaku. tapi aku akan terus tersenyum untukmu. bahagialah disana

“Goodbye my love, I’ll send you off now. The memories and remembrances, i’ll forget them all. I’ll erase and erase and remove any mark of love, from my heart”

 

 

 

Jujur aku bingung pas nulis antara Jinwoon dan Jongwoon, kelibet-libet ^^,

Aku pikir kalian pasti juga begitu pas bacanya ;)

But, Thanks For Reading this Fanfiction ^^

8 thoughts on “[Freelance] Jalgayo Nae Sarang

  1. Ok, saya nangis.!!
    Cengeng.? Kenyataannya ff ini yg berhasil bikin saya nangis *knp jd baku gni bhs ku, efek ff*

    Serius ini ff bagus tpi sedih.. Sedihnya ngena bgt *apa krna aku cengeng yah.? Hehehee*

    Jongwoon saranghae….. :*

  2. Astaga ! ff ini SUKSES buat nangis pagi-pagi. Daebaak tuk author yang bisa songfict’in MV ini. ASLI KEREN !

  3. PINTEER!! Aku nangis !
    Walaupun aku tau ini mv apa, tapi pas di buat ff ternyata jauh lebih NGENES =.=

    daebak deh author :-*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s