[Freelance] Leeteuk’s Marriage Life…

Title : Leeteuk’s Marriage Life..(When Angel is Sick)

Author : Lee Hye Won_nabe a.k.a Alex Lee

Main Cast : Leeteuk, Song Hyo Min

Support Cast : Super Junior

Rating : +15

Genre : Romance

Disclaim : FF ini asli buah dari pikiran saia. Semua yang ada di FF ini punya saia kecuali tokoh tentunya J

 

Hyo Min POV

“Oppa, ayo bangun.” kataku untuk kesekian kalinya pada suamiku yang masih tertidur dibalik selimut.

*Author: Eh, belum kenalan?

Hyo Min: Ya dikenalin dong.. -,-

G’ penting, lanjut deh*

Anneyong haseyo, Song Hyo Min Imnida. Mungkin kalian akan kaget jika aku mengatakan bahwa aku adalah istri dari Leader Super Junior sekaligus assisten manager Super Junior. Yah, meski pun baru 2 bulan tapi aku sudah resmi jadi istri Leeteuk alias Park Jung Soo.

Awalnya, pernikahan kami tak disetujui pihak management karena takut akan membuat karir Leeteuk terganggu. Selain itu, kami juga dianggap terlalu terburu-buru, pasalnya kami baru 5 bulan pacaran dan Leeteuk sudah melamarku. Tapi akhirnya management mengijinkan karena ini merupakan hak Leeteuk.

Meski begitu, pernikahan kami dirahasiakan atas kemauanku. Aku punya alasan sendiri mengapa tak mau mempublikasikan status pernikahan kami. Walaupun begitu, aku tahu, semua ELF pasti akan ikut senang jika Leeteuk bahagia.

*Author g’ rela, relanya nikah sama author #plak ditabok Hyo Min*

Dan sekarang Leeteuk tak lagi tinggal di dorm bersama member lain. Sebulan sebelum kami menikah, ia membeli sebuah kamar apartemen di gedung yang sama dengan dorm Super Junior. Dorm Super Junior ada di lantai 11 dan 12, sedangkan apartemen kami ada di lantai 9. Ia membelinya atas namaku karena tak ingin media jadi curiga dan mencari tahu kenapa Leeteuk tinggal terpisah dengan member lain.

Akhirnya aku menyerah mengguncang-guncang tubuhnya karena Leeteuk tetap tak bergeming. Aku pun mencoba cara lain dan mendekati tubuhnya yang terbungkus selimut putih.

“Jung Soo-ah, ya sudah kalau kau tak mau bangun. Tapi jangan salahkan aku jika nanti ada artis tampan yang lewat dan menggodaku.” kataku dengan senyum jahil.

“Jagi, kenapa bicara begitu?” gumamnya tak jelas dari balik selimut.

“Makanya bangun. Ppali.” kataku menarik selimut hingga tak lagi menutupi tubuh Leeteuk. Kutarik tangannya agar ia bangkit, tapi aku agak terkejut. Buru-buru kuraba dahinya. Badannya panas.

“Oppa. Oppa sakit?” tanyaku panik.

Barulah ia membuka matanya, “Ani, Jagi. Aku cuma masih ngantuk.”

“Kenapa badan Oppa panas?”

Leeteuk bangkit berdiri dan mencium keningku, “Aku baik-baik saja. Jangan cemas.” Kemudian ia malah meninggalkanku dan berjalan menuju ke kamar mandi.

Aku menunggunya hingga ia selesai mandi dan bersiap-siap. Di tanganku sudah ada termometer karena aku ingin tahu berapa suhu badannya yang sesungguhnya. Lagipula, Leeteuk perlu bukti yang disodorkan di depannya kalau dia benar-benar sakit jadi dia tak bisa adu argumentasi denganku.

“Buka mulutmu.” perintahku.

Tapi dengan sigap, Leeteuk menahan tanganku yang siap memasukkan termometer ke mulutnya, “Aku kan sudah bilang aku baik-baik saja.”

“Hya! Park Jung Soo, kalau kau tak memasukkan termometer ini kemulutmu, jangan harap aku mau bicara denganmu selama seminggu.” ancamku.

*Hyo Min ngancem tapi ancemannya sama sekali gak serem #ditimpuk Hyo Min pake termometer*

Dan dia akhirnya patuh untuk membuka mulutnya dan membiarkanku menaruh termometer dimulutnya. Beberapa saat, alat itu berbunyi dan yang saat kulihat angka yang tertera adalah 38,2o C.

“Oppa, kau sedang demam? Aigo, bagaimana ini? Biar aku hubungi dulu manajer dan bilang kau sedang sakit.” kataku panik sendiri.

“Andwae, andwae. Manajer Hyung tidak perlu tahu.” katanya menahan tanganku yang sudah mengambil HP di saku jeansku.

“Hya, Oppa! Kenapa manajer tidak boleh tahu? Bagaimana dia bisa mengerti kalau aku bilang Oppa izin hari ini?”

“Karena aku tak akan izin hari ini.” katanya seraya menarik lembut lenganku untuk mengajakku keluar. “Kajja.”

“Eh, kenapa tidak izin?” tanyaku melepas pegangan tangannya. “Maksud Oppa, Oppa akan ikut latihan dan kerja hari ini?”

Leeteuk menoleh dan memberiku senyum mlaikatnya seraya mengangguk, ”Makanya, kajja. Kalau tidak bisa dimarahi manajer hyung.”

“Andwae, andwae. Oppa tidak boleh kemana-mana. Cepat ganti baju dan tidur saja.” protesku seraya menariknya lagi ke arah kamar tidur kami.

“Hyo Min-ah, sudahlah. Aku akan baik-baik saja. Demamnya akan segera turun. Kau jangan cemas.” katanya.

Ok, lama-lama aku jadi kesal karena dia bersikeras untuk tetap bekerja. Aku tahu Leeteuk hanya berusaha untuk bersikap profesional dengan menjalankan kewajiban. Meski julukannya ‘Angel Without Wings’ tapi dia kan tetap saja manusia, memangnya tidak bisa izin sehari saja untuk istirahat karena sakit. Dasar workaholic.

“Ya sudah, terserah Oppa saja. Aku tak mau lagi mengurusi Oppa kalau begitu, peduli amat kalau demam Oppa tambah parah.” kataku setengah berteriak dan langsung melengos pergi keluar apartemen untuk pergi ke bawah bersiap pergi bersama staf lain dan member ‘Super Junior’.

Tapi tetap saja dalam hati aku masih cemas akan kesehatannya. Aku bergumam dalam hati, ‘Tuhan, semoga suamiku cepat sembuh. Dia mungkin sedang kejar setoran untuk membiayaiku. Makanya, dia jadi workaholic begitu. Semoga malaikatku sehat selalu.’

* * * *

Leeteuk POV

Istriku marah padaku. Dia diam saja sepanjang perjalanan menuju ke tempat latihan Super Junior. Di tempat latihan pun dia sering sekali membuang muka jika bertemu pandang denganku. Aigo, wajahnya imut sekali jika ia marah begitu. Aku jadi gemas ingin mencubit pipinya itu.

Aku tahu dia sangat perhatian padaku. Tapi aku tak mau menelantarkan pekerjaanku hanya gara-gara demam. Meski dia marah dan diam, toh Hyo Min tak memberi tahu manajer atau member lain soal demamku yang tak seberapa ini.

‘Mianhae membuatmu kesal, Jagiya. Gomawo karena tak memberitahu siapa-siapa jika aku sakit. Demam, liat saja, aku tidak akan kalah olehmu. Teuki hwaiting!!!’ gumamku dalam hati.

“Hyung, sedang ribut dengan Hyo Min ya?” tegur Eunhyuk dengan berbisik.

“Eh, ani.” kataku mengelak, rasanya agak menggelikan baru menikah sudah ribut-ribut. Pasti anak ini mengolok-olokku habis-habisan kalau dia sampai tahu.

“Jadi, kenapa dari tadi tidak bicara apa-apa pada Hyo Min? Dan kenapa tadi tidak duduk di sebelah istrimu saat sarapan bersama di restoran tadi?” tanya Eunhyuk lebih lanjut.

‘Aish, anak ini ingin tahu sekali.’

“Pokoknya tidak ada apa-apa. Memangnya kalau suami istri mesti harus selalu duduk bersebelahan?” kataku. “Sudah, jangan banyak tanya. Ayo, latihan!”

* * * *

Hyo Min POV

“Hyung, gwenchanayo? Kenapa wajahnya pucat begitu?” tanya suara Siwon diantara kerasnya lagu Super Junior yang diputar. Buru-buru aku menoleh ke arah tengah ruangan, Siwon sudah mengamit lengan Leeteuk diikuti dengan yang member lain. Sementara Dong Hae segera menghentikan musik yang masih mengalun.

“Ayo istirahat dulu.” kata Sung Min. Siwon mengangguk dan membantu Leeteuk berjalan kearah pinggir ruangan. Aku menyambar sebotol air mineral dan mengikuti manajer mendekati Leeteuk yang tengah dikerumuni para member.

“Teuki kau kenapa? Sedang sakit?” tanya Manajer mengangsurkan sebuah handuk.

“Ani, hyung. Cuma merasa sedikit lelah.” elaknya mencoba tersenyum seraya mengambil handuk yang disodorkan.

‘Aish, sudah kelihatan begini, masih saja mencoba berbohong.’ gumamku dalam hati.

“Ah, ternyata begitu ya. Pasti kelelahan habis ‘main’ dengan Hyo Min semalam. Pantas saja tidak mesra pagi ini. Apa masih malu-malu gara-gara semalam?” celetuk Eunhyuk. Langsung saja kujitak kepala Eunhyuk yang kebetulan berdiri di sebelahku. Wajahku memanas mendengar celetukan si ikan teri ini.

*dijitak balik bininya Eunhyuk*

“Aish, kenapa menjitakku? Aku benar kan? Wajahmu dan Teuki hyung sudah memerah begitu seperti udang. Padahal tidak perlu malu kan kalian sudah menikah.” katanya seraya mengelus kepalanya yang tadi kujitak. Kulirik Leeteuk dan wajahnya memang memerah. Seketika para member lain sibuk bersuit-suit dan berdehem menggoda kami.

“Sudah, sudah.” potong Ryewook menengahi “Biar Teuki hyung istirahat dulu kalau begitu. Kasihan kalau latihannya dilanjutkan.”

“Ne, Wookie ada benarnya. Latihanmu sampai hari ini cukup, biar yang lain melanjutkan. Kau istirahat dulu saja kalau begitu, masih ada acara talk show dan siaran di Sukira, kan?.” kata Manajer.

Aku sudah akan membuka mulut untuk membocorkan demam Leeteuk supaya dia langsung disuruh pulang dan tidak perlu siaran. Tapi ia langsung mencegahnya dengan buru-buru berkata, “Ah, baiklah. Maaf sudah membuat khawatir. Gomawo semuanya.”

“Masih mau bertahan dan tidak mau menurut untuk istirahat dirumah?” tanyaku setelah semua member kembali latihan dan manajer pergi keluar.

“Jagi, aku baik-baik saja.” ujarnya tersenyum mencoba meyakinkanku bahwa ia benar-benar baik.

“Aish, berhentilah bilang baik-baik saja. Jelas-jelas wajah oppa sudah pucat begitu.” kataku seraya menyodorkan air mineral yang kubawa tadi dan duduk di sebelahnya.

“Gomawo, jagi.” katanya dan segera membuka dan meminum air yang kubawa. Ia berkeringat banyak sekali. Kuambil handuk yang ada di tangannya dan menyeka keringatnya.

“Minum air yang banyak. Aku pergi dulu membeli obat.” kataku hendak berdiri.

“Tidak usah, disini saja temani aku.” katanya menahan lenganku. Ia menyandarkan kepalanya ke bahuku. Jantungku langsung berdegup tak karuan.

‘Astaga, jantung ayo jangan berdetak cepat begini. Nanti kedengaran Teuki, aku malu.’ kataku dalam hati.

“Jagi..” panggilnya lemah.

“Hmm, apa?”

“Mungkin kalau kita coba ‘main’ untuk pertama kalinya malam ini, aku jadi cepat sembuh.” katanya dan langsung dengan sukses kujitak dan kutinggal keluar ruang latihan.

‘Pasti Angelku ketularan virus yadong Lee Hyuk Jae.’

*Author lari diuber bini Eunhyuk*

* * * *

Leeteuk POV

“Hyung, gwenchanayo?” tanya Eunhyuk melihat aku yang tengah tertunduk lemas. Keringat dingin sudah mengalir membanjiri tubuhku, padahal di dalam ruang ganti, AC nya dingin. Saat ini aku sedang menunggu waktu untuk tampil di acara talk show bersama Eunhyuk.

“Hyung.” panggil Eunhyuk sekali lagi.

“Gwenchana. Tidak usah khawatir.” jawabku lemah.

“Tidak khawatir bagaimana, hyung sudah lemas begini.” katanya cemas. Assisten manager yang menemani kami berdua dan stylish mulai melirik kearahku dan bertanya apa aku baik-baik saja.

*Catatan: Yang ada dipikiran author, karena member SuJu banyak jadi mungkin ada lebih dari 4 assiten manager*

Tiba-tiba, pintu ruang ganti terbuka. Kulirik ke arah pintu dan kulihat Hyo Min yang baru masuk. Kenapa dia ada disini? Bukannya dia tadi menemani Kyuhyun dan Shindong wawancara di SMEnt?

“Oppa, gwenchanayo? Sudah, kita pulang saja sekarang.” kata Hyo Min seraya berjongkok dihadapanku dan memegang dahiku.

“Ani..” sahutku lemah.

“Berhentilah terus memaksakan diri begini. Oppa sedang sakit, sudah seharusnya berada dirumah dan istirahat.” bentaknya marah.

“Eh, hyung sedang sakit? Kenapa tidak memberi tahu?” tukas Eunhyuk.

“Hanya sedikit demam.” jawabku.

“Apanya yang sedikit? Badan Oppa tambah panas. Ini yang tadi Oppa katakan demamnya akan segera turun.” sembur Hyo Min. Aku benar-benar tidak bisa membantahnya kali ini.

“Kenapa tak bilang dari tadi? Kalau tahu dari tadi kita bisa meminta member lain yang menggantikan.” kata assisten manager yang menemani kami.

“Mianhae. Salahku tidak memberi tahu sejak awal.” ujar Hyo Min seraya membungkuk meminta maaf.

‘Ah, kenapa dia yang meminta maaf? Padahal ini salahku.’

“Hyung, bukan..” barulah aku akan menjelaskan padanya bahwa ini salahku yang memaksa untuk tetap bekerja tapi dia keburu berkata, “Mau bagaimana lagi. Waktunya sudah mepet. Teuki, tolong bertahan sampai akhir acara ini ya.”

“Sunbae, bisa tidak biar Eunhyuk Oppa saja yang tampil? Demamnya naik.” mohon Hyo Min.

“Song Hyo Min, aku tahu kau khawatir dengan Teuki tapi mau bagaimana lagi, Eunhyuk tidak bisa tampil sendiri, paling tidak ada member yang menggantikan Leeteuk. Padahal waktunya sudah mepet.”

“Jagi, sampai acara ini selesai saja. Setelah itu aku akan istirahat di rumah.” kataku.

Hyo Min menghela nafas kemudian merogoh saku jaketnya. Ia mengambil obat dan menyodorkannya padaku bersama air yang ada diatas meja siaran.

“Minum obatnya. Setelah selesai acara aku antar pulang. Aku masih harus mengambil jadwal di kantor sebentar. Oppa istirahat saja sampai aku pulang.” katanya.

“Gomawo, jagi.” sahutku mencoba tersenyum. Aku menurut padanya dan segera meminum obat yang dia berikan padaku.

“Hyuk, maaf aku tidak bisa menemanimu siaran hari ini ya.” kataku pada Eunhyuk.

“Ne, gwenchanayo hyung. Jangan cemas soal Sukira. Sukira akan baik-baik. Asalkan ada aku, tak ada fans yang kecewa karena hyung tidak ada.”

*Keluar deh narsisnya Eunhyuk #diuber bini Eunhyuk lagi

Eunhyuk: Thor, ada dendem apa sih ama gua? Perasaan gua mulu jadi sasaran yang jelek-jelek.

Author: Maaf ya Nyuk, Gak dendem kok, malahan sebenernya saia suka ma kamu. Cuma kayaknya cocok aja kamu jadi peran yang agak aneh gitu #plak digampar Eunhyuk* *Abaikan reader*

* * * *

“Hyo Min-ah..” gumamku pelan seraya membuka mataku yang masih terasa berat. Kuedarkan pandanganku ke setiap sudut ruangan yang didominasi warna putih. Langit diluar jendela sudah gelap.

Hyo Min sudah pulang dari kantor management sejak tadi, tapi kemana dia? Aku bangkit untuk duduk meski kepalaku masih terasa sedikit pusing.

“Eh, Oppa sudah bangun. Apa sudah merasa lebih baik?” sapa Hyo Min membuka pintu kamar kami dengan sedikit kerepotan. Dia membawa baki berisi segelas air dan semangkuk makanan.

“Ayo makan dulu. Mianhae, aku tidak bisa masak dengan baik. Jadi mungkin tidak terlalu enak.” katanya meletakkan baki yang dibawanya di meja kecil disamping tempat tidur. Selama menikah memang dia jarang memasakkan makanan untukku karena kami sama-sama bekerja jadi sering makan bersama diluar. Tapi beberapa kali dia sempat masak untukku dan rasanya enak.

“Enak, Jagi.” pujiku. Dan memang rasanya enak, mungkin karena sebelum menikah dia tinggal hanya berdua dengan Chae Rin, stylish Super Junior sekaligus sahabatnya, makanya terlatih masak sendiri. Entahlah, yang pasti aku tambah jatuh cinta pada istriku.

“Gomawo.” katanya senang.

Aku tertawa melihat senyum Hyo Min. Aku jadi teringat perkataannya tadi pagi saat marah. Dia bilang tak mau lagi mengurusiku kalau demamku tambah parah. Tapi ternyata memang Hyo Min. Dia tetap mengurusi dan menyuapiku makanan supaya cepat sembuh, meskipun dari tadi pagi aku sudah membuatnya kesal karena bersikeras tetap bekerja.

“Kenapa senyum-senyum begitu?” tanya Hyo Min heran.

“Ani, hanya kau terlihat cantik sekali hari ini.”

“Hanya hari ini saja?”

“Ani, selalu cantik.” ralatku. Kemudian kudekatkan wajahku kearah wajahnya. Sedetik kemudian bibir kami sudah bertemu.

“Oppa, bibir Oppa panas.” komentarnya di sela-sela ciuman kami.

“Begitu ya? Mau rasakan juga tubuhku yang panas tidak?” kataku seraya melepas kancing piyamaku satu persatu. Dan lagi-lagi Hyo Min menjitak kepalaku.

“Sedang sakit bisa-bisanya masih berpikiran yadong begitu.” katanya dan melengos pergi keluar kamar.

“Jagi, aku sedang sakit.”

“Kalau sudah bisa semangat begitu pasti sudah sembuh.” katanya menutup pintu dari luar.

END

Haduh, Mianhae… #bow sedalem-dalemnya. Harap dimaklumi kalau ni FF gaje teramat sangat dan agak-agak aneh. Ini FF pertama saia dan saia baru mengenal dunia per-FF an jadi mohon komennya yah biar saia dapet masukkan, meski gak jamin bisa buat FF yang gak Gaje dan aneh lagi. Yang ngasih kritik sangat Author hargai, pujian apalagi ehhe.he *ngerasa bagus aja ni FF*. ehhe.he pokoknya Kamsha hamnida readers.

25 thoughts on “[Freelance] Leeteuk’s Marriage Life…

  1. Teuki kasian bgt udh sakit masih kerja hhu salut deh sm istrinya hahaha enyuk gak dimana2 ttp yadong -_- ditunggu karya selanjutnya ya author :D

    • Doain ide di kepala lancar ya, jadi bakal jadi FF (yang mungkin gaje dan aneh) lain… Kamsha hamnida..

  2. bgtu donk oppa low cri istri yg stia mnjga oppa klo lg skit ky’ aq nie hahaha. . . . #abaikan
    Oppa kers kpla deh dah skit msi aj krja . . .

  3. cih! bikin cemburu!
    huwaaaaaaa, iTeuk-ku ternyata udah punya biniiiiiiii!! huwaaaa!!!! *nangis gegulingan di pojok kamar mayat (???)*

    ga gaje kok. malah jelas banget pesennya.. suami istri itu kudu perhatian.

    masukan nih thor: gimana kalo konfliknya dibikin lebih memuncak lagi, pasti lbh menguras (cangelah bhs gw) emosi readers. trs, endingnya mendadak bangets! jadi gaget tau2 udh end ajah..

    *bow* mian nyampah ye, thor..

    • uwihhh, bagus nih idenya.. ehhe.he
      Entar saia cari dulu ilham untuk memulai ceritanya yah…
      Kamsha hamnida buat sarannya..
      :D

  4. nice ff..

    cieh… ehem.. pengantin baru nih ye…. XD XD

    kasian si unyuk dijelek-jelekin muluk… kasian deh lo nyuk…. ckckckck.

    si teuki jadi yadong gitu??? buset dah ckckck

  5. Eh, teuki oppa blm ‘malam pertama’ ama istrinya? Wah kasian sekali nasibmu oppa /plak
    Ya ampun, oppa klo sakit nape dpaksa kerja seh, kebiasaan dech, eeerrrr jaga ksehatan dunkz, udh b’umur jg neh, ga sadar2 juga /plak

  6. pengen jg jd istri teukie… *ngarep*
    si eunhyuk, dmn2 selalu jelek yah,,
    yadong, seenak’y sendiri, mau tau urusan org laen…
    tp tetep kusuka, hahaha

  7. Sebenernya ceritanya udah bagus, sayangnya Komentar dari AUTHOR ditengah-tengah cerita mengganggu, sbaiknya di hapus agar pembaca lbh tenang bcanya n mendapat feel dri crita ini.

  8. annyeong new readers here ^^

    puuukpuukpuuk kasian uri leader sakit … kerja nya dilanjutin pula sini bang aku sembuhin #plaak di tabok author -,-”

    keren thor d tunggu karya lain nya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s