[Freelance] The Ghost From The Past [part 1]

Author : hyunjialmighty95

Cast :

  • Choi minho   as Minho
  • Kim Kibum Shinee  as kibum
  • Kim jonghyun           as  Jonghyun
  • Lee taemin    as Taemin
  • Amber f(x)   as amber
  • Luna f(x)      as luna

Other cast :

  • Victoria  f(x)   as eomma minho
  • Kwanghee    as Kwanghee harabodji
  • Tifaany SNSD   as tifanny

Length : sequel

Genre : mystery , romance, friendship

Rating : PG- 15

P.S: Annyonghaseo,  saya author baru disini, salam kenal ya park hyun ji- imnida.  Fanfic ini terilhami saat aku membaca fanfic buatan temen aku yang  bercerita tentang seorang peramal. Semoga kalian bisa enjoy membacanya. Dalam pembuatan ff ini aku juga terilhami dari sebuah novel tentang magic, saat membaca novel itu aku jadi kepikiran, kenapa ga buat ff tentang sihir  aja. Jadi nih baru perkenalan aja blom ada critanya. moga – moga castnya sesuai dengan karakternya. Ff ini juga pernah aku post di fbku ( yosephine thasya tansil).

Selamat membaca ^^

Dibawah ini adalah penjambaran dari karakter masing – masing  dari tokoh utama ff ini :

Choi Minho :  namja berusia 18 tahun .

Sekarang sudah lulus SMA dan akan melanjutkan sekolahnya ke Kyunghee Universty. Memiliki kemampuan sihir yang didapatnya dari eommanya yang seorang penyihir. Menyadari kemapuan sihirnya sejak berumur  11 tahun. Saat pertama kali menyadari kemampuannya, ia menutupi kemampuannya itu. Hanya sahabatnyalah yang mengetahui kemampuannya itu. Hingga akhirnya ia mulai berani menggunakan kemampuannya itu. Dingin terhadap semua yeoja walau banyak yeoja  mengejarnya.

Kim Kibum : Namja berusia 18 tahun.

Melanjutkan  sekolahnya bersama Kyuhyun di Kyunghee University. Memiliki kemampuan  berkomunikasi dengan arwah dan membaca aura seseorang . menyadari kemampuannya sejak berumur 10 tahun. Setelah mengetahui kemapuannya ia agak dijauhi oleh teman”nya. Tapi karena sikapnya yang cuek dan cerwet ia tak memperdulikan hal itu. Asalkan bersama sahabat dan yeoja yang amat dicintainya ia merasa sudah cukup.

Jonghyun : namja berusia 17 tahun

Sedang bersekolah kelas 3 SMA di chungdam School. Memiliki kemampuan membaca rune, sejenis buku yang berkaitab tentang sihir. Kemampuannya berasal karena ketertarikannya pada pradaban yunani kuno. Seorang namja yang pendiam dan tergolong tertutup. Tapi sikap itu tak akan berlaku bila ia berhadapan dengan sahabatnya.

Taemin : namja berusia 17 tahun

Sedang bersekolah kelas 2 SMA di sekolah yang sama dengan jonghyun. Seorang model remaja yang lagi naik daun. Orang tuanya yang kaya raya sehingga membuatnya berpikir bahwa hidup itu bisa di atasi bila ada uang. Tapi semua pemikirannya berubah setelah ia bersahabat dengan ke3 namja yang sekarang tlah dianngap sebagai hyungnya sendiri. Walau tak memiliki kemapuan apa pun tentang sihir tapi ada satu kemampuan khusus yang  mungkin hanya dia yang dapat melakukannya.

Jessicca :  karakter masih di rahasiakan ^^

Summary :

Kibum , minho, taemin, jonghyun adalah 4 namja yang sudah bersahabat sejak mereka duduk dibangku SMP , banyak yang merasa heran akan persahabatan ke4 namja ini. wae???? Ya karna karakter ke4 namja ini sangatlah bertolak belakang.

Sebentar lagi adalah libur panjang sekolah, bukannya menikmati liburan mereka malah terjebak dalam masalah yang sangat rumit. Maslah yamg pelik itu bermula dari kedatangan arwah eomma kyuhyun yang telah meninggal 5 tahun yang lalu ke kehidupan namja itu, seakan ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting.

Grup misik yang mereka bentuk untuk sebuah acara amal mengharuskan mereka bertemu dengan seorang model remaja yang lagi naik daun. Belum lagi jinki harabodji, kakek tua yang menjadi tetangga Minho . terkadang ia datang membantu dan  terkadang menghilang begitu saja.

Sadarkah mereka akan ada sesuatu yang menanti mereka ?  Sanggupkah merekah menhadapi sebuah kekuatan besar yang  berasal dari masa lalu yang bisa saja mengancam nyawa mereka?  Seperti apakah akhir dari semua masalah ini?

#####

      Disebuah ruangan sederhana yang tampak seperti sebuah studio musik yang kecil, tampak seorang namja sedang memetik senar gitar dengan merdu, jari jemarinya lincah mengikuti irama yang ada sambil sesekali bersenandung.Suara yang merdu, itulah kesan pertama setelah mendengar suaranya, ekspresinya sangat menghayati seakan lupa dengan keadaan sekitar.

kimiga ireba kimito naraba

(if you are by my side, if we are together)

Bokuwa bokude irukotoga derikuyo

( I can be my true self)

Hashagi sugita kisetsuga sugite ittemo

(even when the playful and carefree days are gone)

——kimi ga ireba—– junsu jyj—————–

Akhirnya  ia kegiatannya itu terhenti , karena terdengar seseorang yang membuka pintu. Stelah mendongak untuk memastikan siapa yang datang ia kembali lagi ke posisinya. Dari balik pintu, sesosok namja tampan bermata tajam datang mendekat ke arah namja yang masih melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti tadi.

“monho-a, mian aku terlambat. Jonghyun dan raeminodiseo? ujar namja itu ia menutup pintu dan mendaratkan tubuhnya ke sofa kecil berwarn hijau disudut ruangan.

“molla, mungkin sebentar lagi datang.”jawab namja bernama Choi Minho itu datar, ia masih terlalu asik dengan kegiatannya.

“omo, kau betah sekali berada di ruangan ini, kau tahu tempat ini sangat pengap dan panas , tak ada pendingin ruangan , kalau aku , lama – lama berada disini aku mungkin bisa mati kepanasan.” Namja itu tak henti mengibaskan tangannya. Keringat telah membanjiri tubuhnya.

“kibum-a bisakah kau menghentikan ocehanmu, aku lebih baik mati kepanasan dari pada mati karna mendengar suaramu itu *kibum: dasar kau, semua orang tahu kau terlalu hiperbola,minho-a* ya kenapa mereka belum datang juga padahal kita harus  latihan untuk acara amal yang akan diselenggarakan sebentar lagi, kau tahu acara itu sangat penting bagi kita. Ya, mengapa aku baru merasa ruangan ini panas sekali , apa karna kedatanganmu ya jadi auranya seperti di neraka.” Namja tampan itu memamerkan senyum 3 jarinya.

“ya, dasar kau, sekarang suara siapa yang memekakkan telinga dan apa madsudmu seperti aura neraka, kau menyindirku??? Sejak kapan kau bisa membaca aura seseorang, kau mau mengambil alih kemampuanku? Jinjja, bahkan auramulah yang seperti neraka. Oh ya bukannya kau mempunyai kekuatan sihir, kenapa tidak kau buat sejuk saja ruangan ini.” namja bermata tajam itu mulai melangkah ke arah seperangkat drum,  lalu ia mulai memainkan denagn tempo yang pelan.

“ya, kenapa tak kepikiran dari tadi.” Namja itu mulai berkosentrasi dengan pikirannya, ia mulai memusatkan pikirannya dan mengucapkan sebuah mantra “airo vista” sambil mengibaskan tangannya di udara. Stelah itu ruangan tiba – tiba menjadi sejuk dan tak pengap lagi.

“kau tahu aku sangat beruntung mempunyai sahabat sepertimu, terkadang sihir itu juga sangat berguna, oh ya bisakah kau mengubah kertas menjadi uang?” namja tampan itu mulai menghentikan kegiatannya dan menatap namja didepannya dengan tatapan serius yang bisa dibilang terlalu dibuat-buat.

“ya kau tahu ekspresimu itu sangat memuakkan, dan kalau aku bisa melalkukannya aku akan menjadi orang terkaya bukan hanya di korea tapi bahkan dunia, araseo? Dasar pabo namja.” Jawab  namja itu  dengan tatapan yang sinis. Tiba- tiba saja sebuah tangan telah mendarat ke kepalanya dengan telak.

“apa kau bilang pabo namja, yaa… tadi itu aku hanya bercanda.” Jawab namja itu masih dengan tatapan kesal. Kali ini ia berjalan kearah jendela , sekedar untuk mencari udara segar.

Suasana tiba – tiba hening mereka larut dalam pikiran masing –  masing dan enggan untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka terlalu nyaman dngan kegiatan diam mereka. Setelah beberapa saat akhirnya diantara mereka memutuskan untuk memulai pembicaraan.

”minho-a, kau masih ingat peristiwa seminggu yang lalu, saat kau mengerjai si nenek lampir Tiffany *mian para sone, peace jangan marah ya, inikan di ff (O.o), soalnya author takut di lempar kaleng ama botol hehehehehe * , kau tahu itu sangat lucu sekali dan kau bisa – bisanya menggunakan sihirmu untuk membuat tubuhnya menjadi gatal – gatal.” Kibum tersenyum kecil mengingat kejadian yang bisa dibilang langkah itu. Bisa – bisanya sahabatnya itu mengerjain yeoja cantik yang termasuk dalam deretan siswi populer itu.

“ itu bukan salahku salahnya sendiri, mengapa jadi yeoja terlalu genit, kau tahu dia bahkan mengikutiku kemana pun aku melangkah. Siapa yang ga risih diperlakukan seperti itu jadi kuputuskan untuk mengerjaiinya.” Ujar minho dengan semangatnya. Senyum evil tak pernah lepas dari wajahnya.

“dasar anak aneh, kau tahu kalau orang – orang tau kalau kau punya kekuataan sihir bagaimana, kau mungkin akan dicap sebagai anak aneh seumur hidupmu.”

“peduli apa dengan mereka, bukannya aku telah memiliki sahabat seperti kalian.” Ujarnya dengan bangga hati.

“ya, siapa yang bilang kami masih mau menjadi sahabatmu, kalau aku sih ogah.”

“ya, kau kalau begitu aku juga tak mau mempunyai sahabt sepertimu, mengerikan sekali saat kau bisa berkomunikasi dengan arwah – arwah itu.”

“apa yang kau bilang, percaya diri sekali kau.” Ujar kibum dan tangannya kembali menjitak kepala minho.

“kau, kenapa hobby sekali menjitak kepalaku.kepintaranku bisa lenyap tau.” Minho mengusap kepalanya.

“salahmu sendiri mengapa jadi orang terlalu narsis.”

“kibum-a kau masih ingat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu di rumah jinki harabodji, kau tau hal itu masih membuatku tidak tenang sampai sekarang.

Flahback

“anyyonghaseo harabodji, ada apa harabodji memanggil kami , apa ada hal yang penting?” ujar minho memulai pembicaraan. Sekarang mereka berada di sebuah rumah bergaya minimalis tapi cukupnya dengan warna putih yang mendominasi.

“ne, ada masalah pentingyang harus harabodji bicarakan dengan kalaian.” Suasana yang tadinya santai kini berubah menjadi sedikit tegang.tak biasanya jinki harabodji seperti ini, kali ini tatapannya penuh dengan keseriusan.*bayangin muka iteuk pas lagi serius*

“Minho-a” tiba – tiba suara harabodji mengagetkan minho yang dari tadi terlalu asik dengan pikirannya.

“ne, harabodji.” Uca minho gugup.

“hal yang inginku sampaikan ini ada hubungannya dengan eommamu dan kekuatan sihirmu. Ini, kau harus bisa menjaga buku ini. kau telah dipilih menjadi seorang penjaga rahasia para penyihir dan tugasmu adalah slalu menjaga buku ini jangan sampai jatuh pada orang yang tidak tepat.” Jinki harabodji memberikan sebuah buku hitam itu kepada minho.

“hajjiman, kenapa harus aku??” tanya minho yang masih blom ngerti keadaan.

“karena kaulah yang terpilih dan keturunan kalianlah yang slama ini menjaga buku ini.”

“jadi ,apa eommaku juga menjaga buku ini?”

“ne, karna ia telah meninggal makanya kalaulah yang harus menjaganya.aku tau kau sangat bingung dengan keadaan initapi dengan berjalannya waktu ku harap kau akan cepat terbiasa.” Ucap kwanghee harabodji menyemangati.

“hajjiman, apa hubungan masalah ini dengan kami.” Namja berkacamata yang sejak tadi tampak serius memperhatikan pembicaraan itu, akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya.

“mian, kalau aku lupa dengan keberadaan kalian. Tentu saja kalian ada hubungannya dengan masalah ini. sebenarnya persahabatan kalian itu telah diatur oleh para leluhur kalian.”ucap kwanghee harabodji sambil memandang keempat namja itu.

“aku tak mengerti madsud harabodji?” ucap kibum dengan tatapan heran.

“apa kalian sama sekali tidk menyadari mengapa dengan sikap kalian yang saling bertolak belakang kalian dapat menjadi sahabat seperti sekarang. Perbedaan itulah yang membuat para leluhur kalian memilih kalian untuk menjaga buku ini.”

“ke3 sahabatku mempunyai bakat masing- masing tentang sihir dan kau tahu sendirikan, aku tak punya kemampuan apa – apa tentang sihir.” Ucap taemin yang sejak tadi hanya diam di pojok ruangan.

“ya aku tahu hal itu, minho mempunyai kemampuan sihir yang didapatnya dari eommanya yang seorang penyihir, kibum bisa melihat aura seseorang dan dapat berkomunikasi dengan para arwah, jonghyun dapat membaca rune, dan kau taemin walau kau tak memiliki kemampuan apa –apa tentang sihir tapi ada satu kemampuan yang hanya kau saja yang bisa melakukannya.” kwanghee harabodji menggantungkan ucapannya.

“jinjja, apa kemampuanku harabodji??? Apa aku memiliki kemampuan yang terselubung? Tanya taemin dengan mata yang berbinar, dia mulai menghayal kemampuan apa yang ia punya.

“hmmm, kau benar mau mengetahuinya?” harabodji bertanya dengan hati – hati

“ya, aku mau tau. Jinjja, kau mau buat aku mati penasaran? Taemin mulai kehabisan kesabaran.

“hmmm, kemapuanmu adalah….. menjadi umpan untuk menangkap arwah.” Ucap kwanghee harabodji pelan.

“hahahahahaha, lucu sekali umpan arwah???” kibum tak bisa menahan tawanya, jonghyun dan minho pun tertawa terbahak – bahak sampai perut mereka terasa sakit.

“ya, itu bukan kemampuan namanya, itu malapetaka namanya, itu sama saja mengantar nyawa ke arwah – arwah yang tak jelas itu.tapi tak apalah aku tahu mengapa hanya aku yang bisa melakukan tugas itu. Bahkan arwah saja tak sanggup untuk menolak pesonaku makanya aku di jadikan umpan mereka.” Tanpa sadar kenarsisannya mulai keluar dan sekarang ia bertingkah sungguh lebai.

“taemin-a hentikan aksimu itu sungguh membuatku malu , entah ngapa aku bisa mempunyai sahabat sepertimu.” Ucap minho sambil melempar bantal yaang tak tahu asalnya dari mana kearah taemin* me: mungkin minho mencuri bantal itu dari kamar jinki. minho: yaa author apakah mukaku seperti pencuri ???dasar author pabo, akukan punya sihir jadi mudah saja bagiku untuk mendapatkannya. Me:mianhe, aku pikir kau mencurinya.(tertawa gaje)*

“aku mengerti sekarang, apa masalah ini ada hubungannya dengan arwah yang menyerang kita itu ?”

“jonghyun-a sebaiknya jangan membicarakan hal itu lagi, kau tak kasihan denga kibum.” Ujar Minho, ia menatap kibum prihatin.

“mianhe, aku tak bermadsud…”

“sudahlah itu bukan salahmu, aku yang salah karena aku dia meninggal. Kalau saja aku tak mengajaknya ke studio kita tentu hal itu takkan terjadi.” Kibum mulai menyalahkan dirinya dan tanpa ia sadari setetes airmata telah menggenang di pelupuk matanya.memori akan yeoja yang dicintainya itu terputar jelas dipikirannya, saat – saat yeoja itu menyelamatkan nyawanya dari serangan arwah nyasar yang menyerang mereka, saat  yeoja itu meninggal tepat di pelukannya.

“aku tahu perasaanmu itu kibum-a , amber tak akan senang jika ia melihatmu seperti ini.oh ya bukannya kau bisa berkomunikasi dengan arwah , berdoa saja mana tahu kau dapat bertemu dengannya lagi walau hanya dengan arwahnya.” taemin yang biasanya bersikap keanak- kanakan kali ini bisa berbicara bijak.

“ya, sejak kapan kau bisa sebijak itu, tapi kau benar ku harap itu bisa terjadi bukannya hidup ini ada kesempatan kedua.” Kibum mulai menguasai dirinya dan berusaha menenangkan diri.

“kalau begitu kami pulang dulu, harabodji. Annyong.” Pamit mereka serempak.

“ne, annyong. Hati – hati di jalan.” kwanghee harabodji mengantar mereka sampai ke pintu gerbang.

====Flashback End===

“ ya, kau masih mengingat peristiwa itu, memang ada apa?” kata kibum heran, mengapa sahabatnya itu tiba – tiba bertanya tentang hal itu.

“anni, aku hanya penasaran saja, apa kau sudah bertemu dengan amber? Mian, kalau pertanyaanku ini akan melukaimu. Ujar minho pelan. Ia tahu pertanyaannya pasti akan menyebabkan perasaan sahabtnya itu terluka dan entah kenapa dia tak dapat menahan rasa penasarannya itu.

“gawechana, aku blum bertemu dengannya, bahkan dalam mimpi sekali pun.” Ucap kibum sambil tersenyum getir. minho tahu senyum sahabatnya itu hanya supaya ia tak merasa bersalah saja.

“ya kau, harus bersabar, aku percaya kau pasti bisa bertemu dengannya.”

“ya aku harap begitu, entah kenapa sulit bagiku untuk bisa melupakannya. Entah kenapa aku terlalu mencintainya. Sikapnya yang tomboy tak seperti yeoja yang biasanya, tawanya, teriakannya dan terlebih sikap jailnya terus saja melintas dibenakku.”

“araseo, aku mengerti keadaanmu,butuh waktu yang lama untuk bisa melupakan orang yang paling berharga bagi kita.

“oh ya mana jonhyun dan taemin apa mereka tidak tahu jam berapa sekarang, hmmm awas saja kalau sebentar lagi mereka tidak datang akan ku hajar merekam apa mereka tidak tahu kalau acara amal kita ini sangat penting dan kita harus tampil dengan sukses.” Ucap kibum dengan semangat 45 yang hendak berperang melawan Belanda. MERDEKA…..MERDEKA*mian author lagi error*

minho yang melihat tingkah sahabatnya itu menjadi senang,ya itulah kibum walau sikapnya yang sering mencereweti apapun tapi itu lebih baik dibandingkan harus melihatnya bersedih mengingat yeoja itu.

Jugedo mot bonae

Naega eotteokhae neol bonae

Garyeo geodeun

Tteonaryeo geodeun

Nae gaseum gochyeo nae

Apeuji ankhe na

Saragal surado itge

Andwindamyeon eochapi ussal geo

Jugeodo mot bonae

—- 2AM—- I can’t let you go even if you die—–

Kibum menekan tombol play di ipodnya, terputar lagu yang menjadi lagu kenangannya dengan amber. Ya mungkin dengan mendengar lagu ini dia dapat merasakan keberadaan yeoja itu.

“oppa, bogoshippo….” Ujar seorang yeoja secara tiba – tiba. Tubuhnya yang transparan seperti kumpulan asap tak bisa menipu penglihatan kibum, ya itu amber yeoja yang dirindukannya slama ini. ia masih sama seperti saat kibum terakhir melihatnya.

“amber????”

Tbc ^^
Gimana part I nya bagus ga, karena aku masih tergolong pemula , aku butuh banyak saran dari kalian, jadi jangan lupa RCL ya.

Ghamsahamnida readers ^^

7 thoughts on “[Freelance] The Ghost From The Past [part 1]

  1. Udah bagus…cm kalimatnya masih ada y ngeganjel ato kurang pas…harus diperbaiki lg,
    koreksi…td jinki jd haraboji,tp knp d tengah jalan namanya bs jd kwanghee?
    Luna masuk cast tp koq sm sekali gak ada gerak geriknya y….?heheh

  2. fa: gomawo bwt komentarnya, oh ya tuh aq salah ketik mian ya soalnya aq ga sempat ngecek
    next chapter pasti aq perbaiki lagi
    luna ada d chapter ke 2^^

  3. bgus thor..
    mian, tpi tokoh yg ngomong lebi diperjelas please…
    kadang jdi agak bingung, ini yg ngomong sypa…
    mianhe.. gomawo…

    d tgu next part na….:)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s