[Freelance] You’re The Owner of My Heart [part 2]

Author : Amy Lee

Genre : Love, romance, friendship, badminton

Categories : All Ages, Fanfiction, Chapters, SHINee, f(x)

Cast :

-Min Ha Na -Choi Min Ho -Lee Yong Dae  -Luna f(x) -Sung Ji Hyun

©©©

Aku akan melakukan apapun saat ini untuk mewujudkan hal itu. Impianku selama ini.

Berdiri di atas podium tertingi lalu menyanyikan lagu kebangsaan sebagai seorang atlit nasional. Bukan sebagai seorang model yang dulu mereka kenal. Dan aku bukanlah seorang aktris yang baik dan berbakat. Aku hanyalah seorang atlit.

©©©

      “Jjagiya,fighting‼!”pekik Min Ho saat ia datang khusus ke bandara untuk melepasku yang akan mengikuti Olimpiade di London

Aku tersenyum padanya,”Aku masuk dulu,oppa!”ucapku

Hhuueekk! Sejak kapan aku mulai memanggilnya oppa? Haah! Itung-itung salam perpisahan sebelum aku tiba di London dan mengikuti kompetisi selama dua minggu –kalau aku lolos ke babak final-.

Hyung!”panggil Min Ho dan Yong Dae oppa berbalik

“Ya?”

“Aku titip Ha Na selama di London,ya?”

Yong Dae oppamelirikku lalu tertawa,”Kau mau pengawasan yang deluxe atau yang biasa saja?”

“Yang super quality deh!”

“Yaak-! Kau pikir aku ini uang! Perlu dijaga segala!”

Min Ho hanya mencibir ke arahku

“Sudah, sana masuk! Nanti kau tidak jadi ikut Olimpiade!”

“Oke. Doakan aku supaya bisa jadi juara,yeoboSaranghae!”ucapku lalu masuk ke ruang tunggu keberangkatan bersama Yong Dae oppa

Saat aku berbalik untuk yang terakhir kalinya, Min Ho masih berdiri di tempatnya sambil melambai padaku. Ia masih menampilkan senyumannyayang ‘menawan’  itu. Hehehe…

©©©

      ‘Min Ho SHINee MENJALIN SEBUAH HUBUNGAN DENGAN LUNA F(X)?’

Aku melemparkan majalah yang memuat berita itu dengan kesal ke sudut ruangan. Lalu, aku menghempaskan tubuhku di kasur yang ‘super empuk’  itu saat ini.

Hari ini, aku berhasil mengalahkan Wang Yihan dari China di babak perempat final tunggal putri. Senang? Tentu karena aku berhasil mengalahkan salah satu idolaku. Tetapi kemudian, kebanggaan sekaligus keharuan itu berubah 360 derajat setelah aku membaca sebuah majalah Korea milik Sung Ji Hyun.

Tepat saat aku memasuki ruang ganti atlit di stadion itu, Ji Hyun menyodorkan majalah itu kepadaku.

“Bukan maksudku untuk mengubah moodmu saat ini, tapi kau sepertinya harus membacanya,”

CHOI MIN HO‼‼AKAN KUHAJAR KAU!

Luna? Siapa dia? Luna F(x)? Apa itu F(x)? Rumus fungsi matematika? Kurasa tidak! Aaah! Apa peduliku! Siapapun anak itu, akan kucerca kalian setelah aku sampai di Korea nanti! Lihat saja!

Hhhuaaa….‼! Kenapa ada berita itu saat ini? Tidak tahukah kalau aku sedang butuh konsentrasi?!

Luna…. Luna…. Luna….

Aah! Anak itu! Bukankah waktu itu juga sempat digosipkan bersama? Apakah itu Luna yang sama? Up to you wanna do what!

Bel kamar bordering.

Onni‼”teriakku memanggil sosok yang sekamar denganku selama mengikuti Olimpiade, Bae Youn Joo.

“Youn Joo onni!”teriakku sekali lagi

Tidak ada sahutan. Kemana dia? Bukannya tadi sudah pulang bersamaku?

Akan kucincang kau siapapun yang menggangguku saat ini!

Aku membukakan pintu kamar. Seorang namja berdiri di depan pintu dengan senyuman khasnya.

Oppa?”

“Mumpung di London, ayo kuajak kau jalan-jalan. Ini kunjungan ketiga-mu kan?”

Aku menatapnya heran. Ada apa ini? Kunjungan ketiga? Oh, iya. Aku baru tiga kali datang ke London untuk mengikuti serangkaian turnamen. Tetapi sebelum-sebelumnya aku pernah berkunjung ke sini.

Dan kenapa dia mengajakku jalan-jalan? Tidak tahu apa…

“Bagaimana?”tagih oppa

Aku menggaruk pelipisku yang sebenarnya tidak gatal itu –dengan brutal-.

“Aish-!”desisku,”Aku sedang tidak mood keluar. Lelah sekali,”

“Ayolah! Nanti kutraktir makan es krim di salah satu pub terbaik di kota ini!”

“Memangnya ada?”tanyaku penuh tanda tanya. Pub yang menyediakan es krim? Memangnya ada?

Kajja!”

Yaah, tidak enak saja menolak tawaran kakakku ini!

“Kajja!”ucapku kemudian

©©©

*Min Ho POV*

Hyung, apa berita ini benar?”Tanya Taemin sambil menyodorkan sebuah majalah padaku

“Yaak-! Min Ho-ya! Kenapa kau tega sekali? Yeojachingumu sedang berjuang di sana, kau malah membuat gossip seperti ini!”omel Onew hyung

“Berita apa?”tanyaku tidak mengerti. Tadi sebelum ini, Key dan Jonghyun yang datang mengomeliku mengenai berita-berita, tapi tidak menjelaskannya.

“Apa kau benar berpacaran dengan Luna nuna?”Tanya Taemin

“Luna?!”ucapku kaget,”Aku sama sekali tidak menyukainya! Apalagi berpacaran dengannya!”

“Lalu, bagaimana dengan berita-berita ini?”tuding Onew hyung

Anio… Naneun mollaseo!”bantahku,”Ini… Ini kan waktu kami tanpa sengaja bertemu di bandara! Kenapa jadi berlebihan sih?”

Onew hyung mengangkat bahu,”Ingat! Kau itu artis Tidak bisa seenaknya saja keluyuran. Salahmu kenapa tidak memakai kacamata atau masker saat mengantar Ha Na!”

Aku menggeleng pelan, tidak mengerti mengenai berita yang menguap kini. Aku sama sekali tidak memiliki hubungan khusus seperti yang diberitakan di sini. Aku dan Luna memang bertemu di bandara dan kembali ke Seoul bersama. Saat itu Luna baru kembali dari Taiwan dan ia tidak dijemput.

Jeongmal saranghae Ha Na-a! Jeongmal saranghae!

©©©

*Yong Dae POV*

“Ji Hyun-a, apa kau lihat Ha Na?”tanyaku pada Sung Ji Hyun yang baru saja keluar dari ruang khusus atlit wanita. Sehabis main tadi, Ha Na tidak lagi terlihat batang hidungnya. Mungkin di sedang di dalam ruang ganti.

Ji Hyun menggeleng,”Katanya ia mau ke hotel,”

Aish-! Anak itu! Bukannya mendukung teman-temannya yang lain malah kembali ke hotel.

Oppa!”panggil Ji Hyun

“Ne?”

“Sepertinya suasana hatinya sedang tidak mood setelah membaca majalah yang dibawa oleh Baek Cheol kemarin,”jelasnya

“Majalah?

Aku menekan tombol bel kamar Ha Na beberapa kali. Tidak ada jawaban. Apa ia belum sampai? Padahal kan tidak terlalu jauh dari hotel ke stadion.

Dan akhirnya Ha Na membukakan pintu dengan wajah kusut. Ya. Sangat berbeda dari saat ia selesai bertanding tadi. Walaupun ia tidak menunjukkan kegusarannya itu, tapi aku yakin –menilik dari tingkahnya yang ogah ogahan itu- ia sedang memiliki masalah lain.

“Mumpung di London, ayo kuajak kau jalan-jalan. Ini kunjungan ketiga-mu kan?”ajakku

Sepersekiann detik tidak menjawab,

“Bagaimana?”tagihku lagi

Ha Na menggaruk pelipis kirinya.Sepertinya dengan tenaga yang ‘luar biasa’  sehingga eninggalkan bekas kemerahan di pelipis kirinya.

“Aish-!”desisnya. Seperti mengeluh memang,”Aku sedang tidak mood keluar. Lelah sekali,”

“Ayolah! Nanti kutraktir makan es krim di salah satu pub terbaik di kota ini!”

“Memangnya ada?”tanyanya sambil menatapku heran

Kajja!”ajakku

Dan sekarang, aku dan Ha Na ada di salah satu pusat perbelanjaan yang sebagian besar tokonya diisi oleh butik-butik besar milik designer-designer ternama. Ha Na tampak terkagum-kagum melihat pakaian-pakaian yang ada di dalam etalase took tersebut.

“Apa kau tidak salah mengajakku ke sini,oppa?”Tanyanya polos dengan mata masih menatap lekat benda benda di etalase-etalase toko-toko yang ‘wah’ itu

“Kenapa?”

“Tidak,”ucapnya,”Apa tidak salah kau mengajakku yang masih memakai seragam tim seperti ini?” ia menunjuk pakaiannya yang masih berupa jaket dan celana trening biru

Aku tertawa kecil,”siapa yang mengenalimu sebagai model Korea saat ini?”

Tidak ada tanggapan darinya.

“Wow! Tiga ratus pounds!”pekiknya tertahan sambil berhenti untuk melihat dengan jelas sebuah gaun berwarna peach selutut

Aku mengamati gaun itu, lalu tersenyum. tidak ada salahnya membuatnya senang saat ini.

Aku menarik tangan Ha Na masuk ke dalam toko itu.

May ! take a look for that gown?”tanyaku pada salah satu penjaga

This,sir,”

Aku menerima gaun itu dan mendekatkannya ke tubuh Ha Na yang terlihat lebih gemuk saat memakai seragam tim nasional.

“Coba sana!”

Mwo?!”tanyanya tidak percaya

“Sudah,sana!”perintahku sambil mendorong pelan tubuh mungilnya

Beberapa menit kemudian, Ha Na keluar dari kamar pas.

Ia cantik sekali! Tidak salah selama ini julukan yang diberikan oleh para netizen terhadap seorang Min Ha Na, Cherry Blossom Model. Gaun itu melekat cocok sekali dengan tubuhnya. Tidak ada kekurangan.

Oppa,”desisnya,”Aku hanya membawa lima puluh pounds ke sini!”

Sekali lagi, aku menatapnya kagum dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Can you give me a shoes for her?”tanyaku pada penjaga yang dari tadi juga menatap kagum Ha Na

Sure,sir!”

Setelah penjaga toko itu pergi, Ha Na menarik lenganku pelan.

“Aku sungguh tidak membawa uang lebih dari lima puluh pounds,oppa!”

Aku menatapnya yang memiliki tinggi yang lebih pendek *tinggi Lee Yong Dae itu 180cm* dariku.

“Lihatlah! Sepatu olahragamu itu tidak cocok dengan gaunmu,”komentarku dan menatap ‘lain’ sepatu olahraga yang bermerk Yonex Victor itu

I think this highells is settle for her,”ucap penjaga wanita itu sambil mengeluarkan sebuah highells berwarna senada

Aku menyerahkan sepasang sepatu itu pada Ha Na. Dan ia menatapku risih.

“Perlukah aku yang menggantikan sepatumu,Min Ha Na ssi?

*Ha Na POV*

Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran orang ini. Membawaku masuk ke sebuah butik dan menyuruhku mencoba memakai setelan pakaian dengan harga ‘wah’ ini. Sedangkan aku benar-benar tidak membawa uang lebih selain yang tadi pagi kubawa. Kukira oppa hanya akan mengajakku makan es krim di taman kota, eh taunya….

“Kalian pasangan yang cocok,tuan!”ucap si kasir sebelum kami meninggalkan tempat itu

Aku menatap kasir itu kaget, lalu berganti menatap Yong Dae oppa yang hanya tersenyum menanggapi ucapan si kasir.

Setelah gaun dan berbagai aksesorisnya, oppa menyuruhku untuk didandani di salon yang juga ada di toko megah itu.

Gomawo,”ucapku,”Arigatou, xiexie, gracias, and thank you,”ucapku sambil menatap wajah oppa yang sedang menatap lurus ke depan

“Untuk apa?”tanyanya

“Untuk baju dan segala asesoriesnya. Lain kali aku akan memberimu trip gratis ke Busan atau ke Jeju,”ucapku

“Aku hanya ingin kau senang. Itu saja,”ucapnya

“Tapi aku benar-benar merasa berhutang padamu. Tadi itu ada hampit setengah juta won. Coba kau mengajakku ke Apgeujong, pasti kau akan dapat diskon, karena aku punya beberapa kenalan di sana,”

“Jadi intinya kau tidak suka,begitu?”tanya oppa dengan wajah sedikit sendu

Aku menggeleng,”Anio… hanya saja…”

“Kalau kau tidak mau, cukup tersenyum saja! Amaka aku tidak akan melakukan hal ini lagi untukmu!”

“Nde?”

“Nah, sekarang,”oppa berbalik menatapku,”Ayo,kita makan es krim! Lima puluh pounds-mu tidak akan habis kalau kau kuajak makan es krim di tempat ini!”

“tempat ini?”

Yaa, jelas saja tidak akan habis! Beli es krimnya saja di pedagang es yang mangkal di pinggir jalan!

“Siapa lawanmu besok,oppa?”tanyaku mencoba mengalihkan topic pembicaraan kami yang dari tadi hanya berkisar dunia fashion, entertainment, dan pengalaman kami.

“Kenapa? KAu mau membantuku? Kalaupun kau bantu, aku dan hyung belum tentu pasti bisa mengalahkan mereka,”jawab oppa sambil melirikku sinis

Aku mencibir,”I wish you’ll win!”

“Kalau kau ikut menonton, aku pasti menang!”

“Nde?”

“Lupakan,”ucapnya tanpa menoleh ke arahku lagi,”Jadi, bagaimana perasaan hatimu saat ini?”

Dia pasti menang kalau aku menonton? Huh, apakah ia itu peramal? Dari tampangnya saja ia lebih cocok jadi artis daripada jadi atlit, bagaimana mau jadi peramal?

©©©

      Saat kami sampai di hotel, jam besar yang ada di dekat meja resepsionis sudah menunjukkan pukul enam sore. dan waktunya makan malam! Hahahah…. aku sih masih kenyang tapi karena oppa yang memaksa, jadi aku ikut saja menuju restoran yang tidak jauh dari pintu masuk.

Di sana, aku dan oppa bergabung dengan Youn Joo onni, Jung Eun onni, Baek Cheol, dan Jae Sung oppa. Mereka sontak menghentikan kegiatan makannya dan menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala. Uugh! Pasti gara-gara gaun ini!

“Demi Tuhan pencipta alam!”ucap Jung Eun onni

“Dari mana saja kalian?”Tanya Jae Sung oppa. sepertinya pertanyaan itu lebih tertuju pada Yong Dae oppa yang berdiri di sebelahku

“Jalan-jalan,”jawab Yong Dae oppa enteng, lalu mengambil posisi duduk di sebelah patnernya itu

“Kau habis pemotretan?”Tanya Baek Cheol

Aku menggeleng cepat.

“Apa perlu aku menyuruhmu duduk dulu, angsa?”komentar Yong Dae oppa yang melihatku masih berdiri terpaku di tempatku. Kenapa harus angsa? Tidak adakah binatang lain yang lebih indah? Butterfly lah minimalnya!

“Kau habis kencan dengannya,ya?”Tanya Youn Joo onni saat kami berdua baru memasuki kamar

“Siapa bilang?”elakku,”Aku hanya diajak jalan-jalan, lalu oppa membelikanku gaun ini,”

“Jarang-jarang lho seorang Lee Yong Dae sebegitu baiknya dengan wanita! Apalagi yang manja seperti kau ini!”

“Manja?Siapa bilang aku manja?!”

“Sikapmu yang masih seperti anak-anak itu buktinya!”ucap Youn Joo onni sebelum masuk ke kamar mandi,”Mungkin dia menyukaimu!” serunya kemudian dari kamar mandi

Aku tertawa tertahan.

Mungkin dia menyukaiku? Lee Yong Dae jatuh cinta padaku? Ha Na pabo! Masih banyak di luar sana gadis yang lebih cantik darimu!

Tapi, menurut mereka aku ini cantik, anggun, dan banyak namja yang menyukaiku. Apa itu benar?

MIN HA NA! Sadarlah! Kau sudah memiliki seorang namjachingu!

“Aaah!”erangku sambil mengacak-acak tatanan rambutku sendiri, lalu membenamkan wajahku ke atas bantal

“Kau sebenarnya lebih cantik di luar lapangan!”

“Beruntung sekali Min Ho memiliki seorang kekasih sepertimu!”

“Banyak namja dari kalangan artis yang menyukaimu,Ha Na!”

Aku menarik tubuhku menuju cermin yang ada di dekat jendela.

“Mereka bilang aku cantik,”desisku sambil mematut diri di depan cermin

“Rambutku,”desisku sambil berusaha memperbaiki rambutku yang acak-acakan

“Aku tidak pernah operasi plastic. Eomma bilang aku tetap cantik walaupun tidak dioperasi plastic,”desisku sambil memutar tubuhku pelan,”Gaunnya indah. Cocok di tubuhku,”

“Manager Jung bilang banyak yang menjulukiku Cherry Blossom Model. Kakiku indah menurut mereka. Tinggiku standar. Mataku bening. Hidungku…”

“Kau pulang kencan dengan Yong Dae kan?”bisik Youn Joo onni tepat di telingaku

Aku memejamkan mataku kemudian menatap langit-langit kamar.

Onni‼‼”pekikku lalu menghadiahi seniorku ini dengan pukulan-pukulan tanganku

©©©

      “Jjagiya,setidaknya dengar dulu penjelasanku!”pinta Min Ho ditelepon

“Maaf, aku harus bertanding beberapa saat lagi,”ucapku lalu memutus sambungan telepon

Sebenarnya sih aku masih di dalam bus yang akan mengantar rombongan tim ke stadion tempat kami bertanding. Daripada ‘anak itu’ mengotori otakku yang sudah jernih pagi ini, lebih baik aku memutus sambungan telepon. Lagipula, kupikir ada baiknya setelah aku kembali –eh, secepatnya- menghentikan hubungan kami. Menurutku kami lebih baik jadi sahabat saja.

Entah sejak kapan aku mulai berpikir mengenai Min Ho yang kembali menjadi sahabatku. Aku baru sadar pagi ini bahwa Min Ho bukan lagi alasan utamaku untuk tetap bersemangat menjalani hari-hariku. Ada seonggok perasaan lain yang tidak kuketahui tumbuh di hatiku.Entahlah. Aku mulai merasa tidak nyaman dengan hubunganku dengan Min Ho.

“Hei, kenapa melamun?!”

Aku menoleh ke sampingku. Yong Dae oppa sudah duduk di sebelahku yang sejak dasri hotel tadi kosong. Ia tersenyum padaku.

Aku tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Aku merasa aku tidak perlu senyum atau lebih tepatnya berpura-pura aku baik-baik saja dihadapannya. Aku lebih nyaman untuk menunjukkan segala keluh kesahku dihadapan Yong Dae oppa. Toh selama ini, selama aku masuk tim utama, ia selalu menjadi teman baikku dan tidak pernah mengeluh dengan sikapku.

Jadi, ungkapkan saja segalanya saat ini! Apapun yang menjadi keluh kesahku!

©©©

TBC

Readers yang baik,, kali ini wajib komen ya???? Author nggak maksa kok, Cuma mewajibkan kasih komen aja…. *sama aja kaleee!* Okkeehh??? Di chapter berikutnya kita ketemu lagi! Bye readers! ^^

Eh iya… b4 I go, ceritanya mungkin 3 chapters yang temanya beda-beda, tapi tetep dalam konteks *ceile,bahasanya boo!* PERCINTAAN TRAGIS hahahah…  *evil smile!* soalnya author belum pengalaman bikin FF comedy. Dari awal debutnya *preettt* selalu bikin mellow drama aja *ga nanyaa!*

Udahlah, daripada anda semua melempari saya, lebih baik anda mengkritik melalui komen anda, readers! Berhubung bebeh saya tercinta a.k.a Lee Yong Dae udah jemput saya buat malem mingguan, jadi bye-bye! ^^ :D

2 thoughts on “[Freelance] You’re The Owner of My Heart [part 2]

  1. duh, yong dae oppa romantiz skalee,
    udah..mendingan ha na ama yong dae oppa aja,, aku rela kok:)

    chap slanjutnya haruz lebih seru ya thor?!
    Lanjutkan!

  2. bener tu kata Ha Na *apa author ya?*
    kalo young dae oppa tampangnya lebih cocok jadi artis,

    tapi, young dae oppa mah udah terkenal di korsel sana, secara andalan men doublenya sono, juga mix double ya,

    terserah deh, mau sama siapa Ha Na akhirnya,
    yang bikin kan author,
    ma young dae oppa, okey,
    ma min ho, okey.

    Next part, tak tunggu

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s