[Freelance] Naui Bad Boy [After Story]

Author  :  Tanayuki

Main Cast  :  Lee Hyukjae, Lee Sungmin, Cho Eunra

Support Cast : Leeteuk, Kim Heechul, Lee Donghae, Kim Ryeowook, Sunny, Park Cheonsa, Im Eunkyung

Rating  :  PG-15

Genre  : Romance, Friendship, Action

Tag  : Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun, Heechul

P.S. : Read, Like, and Comment please ^^ kritik dan saran kalian berguna untuk ff yang selanjutnya J

Buat yang belum baca part sebelumnya, baca di sini NBB part 1 dan NBB part 2

HAPPY READING ^^

Hari ini Eunhyuk tidak datang ke kampus karena sakit. Dan nanti, Eunra berniat menjenguk namjachingunya itu di rumahnya.

“Kau akan menjenguk Eunhyuk hari ini?” tanya Donghae pada Eunra saat jam kuliah sudah usai.

“Ne, oppa. Apa oppa juga akan ke rumahnya?” jawab Eunra.

“Anni, Eunra. Aku harus mengatar Haebin pulang. Aku titip salam ya untuk Eunhyuk,” kata Donghae sambil tersenyum.

“Geuraeyo, oppa. Aku pergi dulu ya. Annyeong,” kata Eunra dan berjalan pergi.

“Tunggu. Aku akan mengantarmu,” kata Heechul dan berlari kecil menyusul Eunra. Merekapun berangkat ke rumah Eunhyuk.

Sesampainya di rumah Eunhyuk. Eunra mengetuk pintu rumah Eunhyuk dan terrnyata yang membuka pintunya adalah eommanya Eunhyuk.

“Annyeonghaseyo, ahjumma,” kata Eunra dan Heechul sambil membungkukkan badannya.

“Annyeong, Eunra dan Heechul. Ada apa ya?” kata eommanya Eunhyuk sambil tersenyum. Eunhyuk memang sudah mengenalkan Eunra ke eommanya, jadi Eunra dan eommanya Eunhyuk sudah lumayan akrab.

  “Kami mau menjenguk Eunhyuk, ahjumma,” kata Heechul.

“Menjenguk? Eunhyuk gak sakit kok,” kata eommanya Eunhyuk.

“Gak sakit? Terus kenapa gak masuk kuliah? Tadi dia bilang ke aku kalo dia sakit,” tanya Eunra bingung.

“Dia tadi bangun kesiangan, jadi gak kuliah,” jawab eommanya Eunhyuk.

“Terus Eunhyuknya sekarang di mana, ahjumma?” tanya Heechul sambil menahan emosinya karena merasa sudah dibohongi oleh Eunhyuk.

“Di kamar, kayaknya dia tidur lagi,” kata eommanya Eunhyuk.

“Aigo~ boleh kami masuk ke kamarnya, ahjumma?” tanya Heechul. Eommanya Eunhyuk mengangguk. Heechul pun langsung masuk ke kamar Eunhyuk diikuti oleh Eunra.

“Ya! Nyuki babo! Cepetan bangun!” seru Heechul sambil memukul-mukul Eunhyuk dengan bantal.

“Hmm, hyung.. Ngapain ke sini?” tanya Eunhyuk setengah sadar.

“Aish! Nyuk, banguuuuun! Ada Eunra nih. Gak malu apa?!” bentak Heechul. Mendengar nama Eunra, Eunhyuk langsung bangkit dari tempat tidurnya.

“Eh, ada jagi hehe. Annyeong,” kata Eunhyuk sambil tersenyum kecil.

“Katanya oppa sakit. Kok bohong sih?” tanya Eunra sambil menggembungkan pipinya.

“Hehe, mian, jagi. Nanti kalo aku bilang males, pasti kamu marah. Mian yaa,” kata Eunhyuk sambil mengelus kepala Eunra pelan.

“Heh, babo! Karena kau gak masuk tadi, Eunra hampir dilabrak tau!” seru Heechul.

“Dilabrak siapa?” tanya Eunhyuk penasaran.

“Sunny dan Sungmin” jawab Heechul.

“Sunny siapa?” tanya Eunhyuk dengan tampang polosnya.

“Aigo~ Sunny matanmu yang dulu menghilang ituuuu,” kata Heechul geregetan.

“Hah? Ngapain dia balik lagi? Dan Sungmin kenapa dia kembali?” tanya Eunhyuk.

“Mollaseo, nyuk,” jawab Heechul sambil mengangkat bahunya.

“Emang Sunny sama Sungmin ngomong apa aja?” tanya Eunhyuk. Heechul pun menceritakan semuanya.

FLASHBACK

Eunra, Cheonsa, Eunkyung, Ryeowook, dan Heechul sedang mengobrol di depan ruang kelas Eunra. Tiba-tiba ada dua orang yang datang menghampiri mereka.

“Halo, Kim Heechul. Long time no see,” kata seorang yeoja pada Heechul. Heechul tertegun saat mengetahui siapa yang memanggilnya.

“Sunny. Sedang apa kau disini? Dan kenapa ada Sungmin?” tanya Heechul saat melihat namja yang ada di samping Sunny.

“Halo, hyung. Kaget ya? Sebenarnya kami ke sini untuk mencari Eunhyuk,” kata Sungmin dengan datar.

“Hm, kami dengar, Eunhyuk udah punya yeojachingu ya? Yang mana? Aku ingin tahu selera Eunhyuk setelah berpisah denganku,” tanya Sunny.

“Aku yeojachingunya,” kata Eunra setelah mengumpulkan keberaniannya. Sunny dan Sungmin menatapnya dengan sinis.

“Oh, jadi kau yeojachingunya. Ternyata selera Eunhyuk menurun drastis ya, ckck,” kata Sunny dengan angkuh.

“Ya! Sunny! Jaga mulutmu itu. Dulu kau seenaknya saja meninggalkan Eunhyuk tanpa memberi kabar. Dan sekarang kau muncul hanya untuk mengolok-olok orang lain. Kau jauh tak lebih baik dari Eunra,” kata Heechul dengan nada tinggi.

“Oh, jadi nama gadis ini Eunra. Ck beruntung sekali kau ya,” kata Sunny sambil menatap Eunra dari atas sampai bawah.

“Sudahlah, lebih baik kalian pergi. Jangan ganggu Eunra lagi,” kata Heechul.

“Baiklah kami pergi dulu. Sampai jumpa lagi, Eunra,” kata Sungmin sambil tersenyum sinis lalu berjalan pergi diikuti Sunny.

END FLASHBACK

“Eunra is in danger,”  kata Heechul mengakhiri ceritannya.

“Ottokhae, hyung? Eunra-ya, kamu jangan ke kampus dulu deh sampe aku berhasil ngusir mereka,” kata Eunhyuk.

“Tapi kan aku lagi ada project acara di kampus, oppa. Aku gak bisa bolos,” kata Eunra.

“Aigo~ yaudah berarti kamu harus sama aku terus. Mulai sekarang kamu tinggal sama aku,” kata Eunhyuk dan langsung mendapat lemparan bantal dari Heechul.

“Yak! Babo! Kau gila ya?!” seru Heechul. Eunra hanya tertawa kecil.

“Emang kenapa, hyuung? Aku kan cuma gak mau Eunra kenapa-napa,” kata Eunhyuk.

“Ya tapi kalo Eunra tinggal sama kamu, nanti dia malah kenapa-napa,” kata Heechul.

“Hehe, oppa, nan gwenchana. Aku bisa kok jaga diri. Tenang aja,” kata Eunra sambil tersenyum manis.

“Geuraeyo. Nanti bilang sama aku ya kalo Sunny dan Sungmin ngapa-ngapain kamu,” kata Eunhyuk. Eunra mengangguk dan tersenyum. Tiba-tiba handphone Heechul berdering.

“Yeoboseyo.. Kenapa? Aku lagi di rumah Eunhyuk, hyung. Geurae, geurae, aku ke sana sekarang,” kata Heechul lalu menutup telponnya.

“Teuk hyung ya?” tebak Eunhyuk.

“Ne. Aku mau menemui Teuk hyung dulu ya. Nyuk, nanti anterin Eunra pulang loh,” kata Heechul sambil menenteng tasnya.

“Ne, ne. Kau khawatir banget sih sama Eunra. Aku kan namjachingunya,” kata Eunhyuk sambil cemberut.

“Kan aku cuma mengingatkan, nyuk. Geurae, aku pergi dulu yaa. Annyeong, nyuki. Annyeong, dongsaengie,” kata Heechul lalu berjalan pergi.

“Oppa, sebenernya ada apa sih antara kamu, Sungmin-ssi, dan Sunny-ssi?” tanya Eunra. Eunhyuk tampak berpikir.

“Hmm, dulu, sebenernya aku dan Sungmin itu temen deket banget. Dan dulu, Sunny itu pacarku,” Eunhyuk berhenti sejenak.

“Suatu hari, aku sedang mengendarai mobilku dengan cepat karena aku buru-buru banget. Dan aku gak sengaja nabrak yeojachingunya Sungmin,” Eunra sangat tertegun mendengar cerita Eunhyuk.

“Terus?” tanya Eunra.

“Yeojachingunya meninggal,” kata Eunhyuk pelan.

“A..apa?” Eunra kaget banget.

“Tapi aku bener-bener gak sengaja, jagi. Sumpah. Ini bener-bener kecelakaan, jagi,” kata Eunhyuk dengan tatapan yang menggambarkan penyesalan. Eunra tersenyum.

“Aku ngerti kok, oppa,” kata Eunra.

“Terus Sungmin jadi benci banget sama aku dan pindah keluar negri. Pada saat yang bersamaan, Sunny juga pergi gak tau kemana tanpa ngabarin aku sama sekali. Aku gak ngerti apa maksudnya. Padahal waktu itu aku sangat-sangat menyayangi Sunny,” jelas Eunhyuk panjang lebar.

“Dan sampe sekarang masih sayang sama Sunny?” tanya Eunra dengan agak sinis.

“Nggaklah, jagiyaaa. Aku kan udah punya kamu hehe,” kata Eunhyuk sambil mengelus kepala Eunra. Eunra tersenyum.

“Terus kenapa mereka balik lagi?” tanya Eunra.

“Molla. Mungkin mereka mau balas dendam. Kamu hati-hati ya, jagi,” kata Eunhyuk sambil tersenyum.

“Harusnya kamu yang hati-hati, oppa. Kalo aku gak akan kenapa-napa kok,” kata Eunra. Tiba-tiba handphone Eunra berdering.

From : Kyuhyun oppa ^^

Dongsaengie, aku lagi di restaurant xxx deket rumah Eunhyuk. Kamu bisa kesini gak? Udah lama aku gak makan bareng kamu.

To : Kyuhyun oppa ^^

Geurae oppa. Aku kesana sekarang.

“Siapa, jagi?” tanya Eunhyuk.

“Kyu oppa. Dia lagi ada di restaurant xxx dan minta aku buat kesana sekarang,” jawab Eunra.

“Ayo, aku anterin,” kata Eunhyuk.

“Hmm, gak usah, oppa. Aku kan tinggal jalan dikit. Aku bisa sendiri kok,” tolak Eunra. Eunhyuk menghela napasnya.

“Yakin?” tanya Eunhyuk memastikan. Eunra mengangguk mantap.

“Geuraeyo, jagi. Hati-hati ya,” kata Eunhyuk sambil tersenyum.

“Ne, oppa. Aku pergi ya. Annyeong, oppa,” kata Eunra sambil melambaikan tangannya.

“Annyeong, jagi. Saranghae,” kata Eunhyuk sambil membalas lambaian tangan Eunra dan mengantarnya keluar.

Eunra berjalan menuju restaurant yang tidak jauh dari rumah Eunhyuk. Kyuhyun sudah menunggunya di sana. Ia dan Kyuhyun memang sudah jarang makan bersama sejak Eunra berpacaran dengan Eunhyuk. Makanya ia tidak mau melewatkan saat-saat seperti ini.

Saat Eunra sedang berjalan, tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan membekap mulutnya. Eunra menjerit tapi suaranya tidak terdengar karena mulutnya dibekap. Ia mencoba melepaskan cengkraman orang itu tapi orang itu terlalu kuat. Lalu orang itu membawanya ke mobilnya dan memacu mobinya ke tempat yang tak ia kenal.

Mereka membawa Eunra ke sebuah gudang yang sepi dan kosong. Tak lama kemudian, masuklah seorang namja yang sepertinya tidak asing untuk Eunra.

“Halo, Eunra. Masih ingatkan denganku?” tanya namja itu sambil berjalan mendekati Eunra.

“Sungmin-ssi. Apa yang kau lakukan?” tanya Eunra saat mengetahui namja yang muncul di hadapannya.

“Hanya ingin membuat Eunhyuk merasa kehilangan,” jawab Sungmin. Eunra tidak mengerti dengan perkataan Sungmin.

“Apa maksudmu?” tanya Eunra dengan ketus.

“Mian, aku tau kau tak tahu apa-apa. Tapi karena namjachingumu yang bodoh itu, kau harus menjadi objek balas dendamku,” kata Sungmin.

Sementara itu di tempat yang berbeda.

“Aigo~ dimana Eunra?” tanya Kyuhyun entah pada siapa. Ia sudah mencoba untuk menelpon Eunra tapi handphonenya tidak aktif. Kyu pun mencoba menelpon Eunhyuk.

EH : Yeoboseyo. Ada apa, Kyuhyun-ah?

KH : Apa dongsaengku masih di sana?

EH : Eunra sudah pergi dari tadi untuk menemuimu.

KH : Tapi dia belum sampe juga. Dimana dia?

EH : Aku akan mencarinya. Nanti aku kabarin lagi.

KH : Geurae. Cepat hubungi aku lagi nanti.

Kyuhyunpun menutup telponnya. Bad feeling langsung memenuhi pikirannya. Ia takut kalau dongsaeng kesayangannya itu kenapa-napa.

Sementara itu, Eunhyuk berjalan keluar rumahnya untuk mencari Eunra. Ia panik. Ia takut terjadi hal yang tidak menyenangkan pada dongsaengnya itu. Ditengah-tengah kepanikannya, tiba-tiba matanya tertuju pada kalung yang tergeletak di tanah.

“Ini kan kalung Eunra. Tapi dimana dia?” gumam Eunhyuk entah pada siapa. Tiba-tiba handphonenya berdering. Ternyata itu telpon dari Sungmin.

SM : Yeoboseyo, Eunhyuk-ah. Masih ingat denganku?

EH : Cepat katakan apa maumu, Lee Sungmin?

SM : Ternyata kau masih mengingatku ya, hehe. Hmm, aku sedang bersama yeojachingumu sekarang.

EH : A..apa? Jangan bercanda, Sungmin.

SM : Kau tidak percaya? Silahkan dengar suaranya..

Eunra : Oppa.. tolong aku..

EH : Eunra? YA! LEE SUNGMIN! DIMANA KAU SEMBUNYIKAN YEOJAKU?!

SM : Wow, slow down, hyukie. Aku takkan menyakitinya kalau kau datang sekarang juga.

EH : Dimana kau?!

SM : Aku di gudang xxx. Cepat datang kalau kau takmau yeojamu terluka.

Sungmin pun menutup telponnya. Eunhyuk mengacak rambutnya pelan. Lalu ia berjalan pulang dan mengambil motornya. Ia pun langsung memacu motornya ke gudang yang diberitahu Sungmin.

Sesampainya di sana. Sebelum Eunhyuk masuk ke gudang itu, ia sempat mengirim sms ke Kyuhyun dan memberitahu lokasi gudang itu pada Kyu.

“Eunhyukie,” panggil seorang yeoja saat Eunhyuk akan berjalan masuk ke dalam gudang itu. Eunhyuk pun berbalik menghadap ke yeoja itu.

“Mau apa kau? Aku tak ada waktu,” kata Eunhyuk dengan sinis.

“Sinis sekali kau, hyuki. Kau banyak berubah ya setelah berpacaran dengan yeoja itu,” kata yeoja itu.

“Maksudmu apa, Sunny? Ck bicara denganmu hanya buang-buang waktu aja,” kata Eunhyuk lalu berbali dan hendak berjalan pergi tapi Sunny menahannya.

“Kau lebih peduli dengan yeoja itu dari pada denganku? Biarkan saja gadis itu pergi. Kau tak cocok dengannya,” kata Sunny yang membuat Eunhyuk geram.

“Kau tidak berhak bicara seperti itu! Dulu kau yang meninggalkanku dan sekarang kau minta aku untuk peduli denganmu? Aneh sekali kau. Dengar ya, aku sudah tidak ada hubungan apapun denganmu! Mulai sekarang jangan pernah muncul lagi dihadapanku!” kata Eunhyuk sambil melepaskan tangan Sunny yang menahan tangannya. Eunhyuk pun berjalan masuk ke gudang itu tanpa mempedulikan Sunny lagi.

“Lee Sungmin,” panggil Eunhyuk.

“Kau datang juga, akhirnya,” kata Sungmin sambil tersenyum sinis.

“Ck, tak usah banyak basa-basi. Cepat katakan apa maumu dan lepaskan yeojachinguku,” kata Eunhyuk dengan tegas.

“Tidak semudah itu, Eunhyukie. Kau masih ingat kejadian 3 tahun lalu?” tanya Sungmin.

“Kenapa kau masih mengungkitnya lagi? Aku kan sudah bilang kalau itu memang kecelakaan yang tidak ku sengaja. Aku pun sudah minta maaf. Kau mau apa lagi? Hah?” kata Eunhyuk sambil menahan emosinya.

“Mudah sekali untuk mengatakan itu, Eunhyuk-ah. Tapi kau tidak merasakan apa yang kurasakan! Kau tidak tau rasanya kehilangan yeoja yang kau sayangi. Menurutmu mudah untuk memaafkan ketika aku sudah mengalami hal seperti ini?!” kata Sungmin dengan suara yang meninggi.

“Lalu aku harus melakukan apa, Sungmin? Apa yang akan kau lakukan padaku nantinya tidak akan membuat yeojamu itu hidup kembali,” kata Eunhyuk.

”Ya, itu benar. Tapi, membalaskan dendam yeojaku padamu, itu adalah suatu kewajiban untukku. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan, Lee Hyukjae!” Sungmin mengambil sesuatu dari saku celananya. Eunhyuk dan Eunra tertegun melihat sesuatu yang dipegang Sungmin sekarang.

“K..kau..” Eunhyuk tak bisa melanjutkan kata-katanya saat Sungmin mendekatkan sebuah pistol ke kepala Eunra. Lalu beberapa pengawal Sungmin berjalan menghampiri Eunhyuk dan memeganginya agar Eunhyuk tidak melakukan apapun pada Sungmin.

“Kau harus merasakannya Eunhyukie. Kehilangan itu sangat menyakitkan!” kata Sungmin dan hampir saja menarik pelatuk pistol itu.

“Aku mohon. Aku mohon jangan lakukan itu. Bunuh saja.. aku,” kata Eunhyuk dengan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

“Oppa..” ucap Eunra lirih. Air matanya sudah mengalir membentuk sungai kecil di pipinya.

“Tolong, Sungmin. Jangan sakiti Eunra. Aku mohon. Akan ku lakukan apapun, tapi kau jangan lukai dia,” Eunhyuk memohon dengan sungguh-sungguh. Sungmin tersenyum sinis.

“Geurae. GO TO THE HELL, LEE HYUKJAE!” Sungmin mengarahkan pistolnya ke arah Eunhyuk lalu menarik pelatuknya.

“Andwae!” tepat pada saat Sungmin menarik pelatuk pistolnya, Eunra berlari ke arah Eunhyuk dan berdiri di hadapannya.

DORR!

Ternyata perhitungan Eunra tepat sekali. Peluru itu tidak mengenai Eunhyuk. Tapi peluru itu melukai bahu kiri Eunra. Eunra pun jatuh terduduk sambil memegangi bahu kirinya yang sudah berlumuran darah.

“Jagiya..” gumam Eunhyuk pelan. Airmatanya sudah tak dapat ia bending lagi.

“Ckckck, drama yang mengharukan sekali ya,” kata Sungmin sambil berptepuk tangan dan tersenyum sinis.

“Apa itu sakit, Eunra-ah?” tanya Sungmin dengan nada yang sok lembut sambil mengangkat dagu Eunra. Eunra tidak menjawab. Ia masih menahan sakit di bahunya itu.

“Hem, sepertinya yeojamu ini memang ditakdirkan untuk mati, Eunhyukie. Let’s say goodbye,” Sungmin kembali mendekatkan pistolnya ke kepala Eunra.

“Andwae. Andwae!” Eunhyuk berteriak. Ia benar-benar tidak ingin kehilangan yeoja yang paling disayanginya itu. Tapi ia tak bisa melakuka apapun karena 2 orang bertubuh besar memeganginya.

DORR!

Suara tembakan itu membuat Eunhyuk tentunduk lemas. Tapi tunggu. Itu bukan suara tembakan dari pistol Sungmin.

“Mau membunuh adikku, Sungminie?” tanya seseorang yang melepaskan tembakan tadi. Ya, orang itu adalah Cho Kyuhyun. Setelah Eunhyuk memberi tahukan Kyuhyun siapa dan di mana Eunra diculik, Kyuhyun pun langsung memacu moblnya ke gudang yang di beritahu Eunhyuk. Dan ternyata, Eunhyuk tiba di saat yang sangat tepat.

“Dia.. adikmu?” tanya Sungmin dengan terbata. Kyuhyun mengangguk. Sungmin tertegun dan ia menjatuhkan pistolnya.

“Apa yang sudah kau lakukan, Lee Sungmin? Berani sekali kau melukai adikku,” kata Kyuhyun dengan nada yang datar tapi mampu membuat Sungmin gemetaran.

“Kau pun tak pernah merasa kehilangan, Kyuhyun-ah. Adikmu ini memang harus pergi, supaya kau dan Eunhyuk merasakan sakitnya kehilangan yeoja yang disayangi!” seru Sungmin.

BUKK! Tinjuan Kyuhyun mendarat di pipi Sungmin dan sukses membuat sudut bibir dan hidung Sungmin mengeluarkan darah.

“Apa ini karena balas dendam? Kau tak seperti Sungmin yang ku kenal,” kata Kyuhyun dengan ketus. Sungmin hanya terdiam dan mengelap darah yang keluar dari hidungnya.

“Pergi sekarang juga! KKAJA!” seru Kyuhyun. Sungmin dan pengawal-pengawalnyapun pergi. Kyuhyun dan Eunhyukpun langsung menghampiri Eunra yang sudah pucat karena hampir kehabisan darah.

“Ayo, kita bawa ke rumah sakit,” kata Kyuhyun. Eunhyuk mengangguk dan langsung mengendong Eunra lalu membawanya ke mobil Kyuhyun. Kyuhyun pun langsung memacu mobilnya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit. Eunra langsung masuk ke ruang bedah untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu kirinya. Saat Eunhyuk dan Kyuhyun sedang menunggu proses operasi, Wookyung, 2Hae, Teuk, Chul, dan Cheonsa datang menghampiri Eunhyuk dan Kyuhyun.

“Annyeong, Hyukie. Annyeong, Kyuhyun-ah,” sapa mereka semua.

“Annyeong,” jawab Eunhyuk dan Kyuhyun dengan lemas.

“Apa Eunra baik-baik aja, oppa?” tanya Cheonsa.

“Ne, Cheonsa-ah,” jawab Kyuhyun singkat.

“Kalau dia baik-baik aja, kenapa harus dioperasi?” tanya Eunkyung. Eunhyuk dan Kyuhyun saling berpandangan.

“Hmm, bahu kiri Eunra kena tembak,” kata Eunhyuk pelan.

“MWO?!” semuanya kaget banget.

“Kau apakan Eunraku, Lee Hyukjae?” tanya Heechul.

“Enak aja Eunramu, dia Eunraku, hyung,” protes Eunhyuk.

“Kau saja tidak bisa menjaganya dengan baik,” kata Heechul.

“Sudahlah, kalian kayak anak kecil aja. Hm, nyuk, siapa yang melakukan semuanya?” tanya Leeteuk.

“Lee Sungmin,” jawab Eunhyuk pelan.

“Mwoya?! Kok bisa?” tanya Donghae.

“Jadi, awalnya Sungmin menculik Eunra pas Eunra lagi jalan mau menemui Kyuhyun. Terus Sungmin menyuruhku datang ke tempat dia menyembunyikan Eunra. Pas aku sampai di sana, Sungmin ternyata membawa senjata api. Dan dia bilang, dia mau membuatku merasa kehilangan dengan cara membunuh Eunra,” Eunhyuk berhenti bercerita sejenak.

“Terus?” tanya Ryeowook.

“Aku mohon-mohon sama Sungmin agar dia nggak melakukan itu ke Eunra. Dan Sungmin akhirnya berubah pikiran dan langsung mengarahkan pistolnya ke arahku dan pelurunya hampir mengenaiku kalau Eunra tak berdiri di hadapanku. Jadi, bahu kiri Eunra terluka karena tembakkan Sungmin,” lanjut Eunhyuk. Semuanya terdiam.

“Tunggu. Aku gak ngerti. Kenapa Sungmin mau ngelakuin semuanya?” tanya Ryeowook.

“Balas dendam. Karena dulu Sungmin pernah kehilangan yeojanya karena.. aku,” jawab Eunhyuk. Tepat saat itu, pintu ruang operasi Eunra terbuka. Eunhyuk, Kyuhyun, dan yang lainnya langsung menghampiri dokternya.

”Gimana, dok?” tanya Eunhyuk.

“Ternyata lukanya cukup dalam. Kami sempat mengalami kesulitan mengeluarkan pelurunya. Tapi sekarang keadaannya sudah baik-baik saja,” kata dokter itu sambil tersenyum. Semuanya menghela napas lega.

“Kami boleh masuk?” tanya Kyuhyun.

“Ne, silahkan. Tapi ia belum sadar karena obat biusnya belum hilang. Hm saya tinggal dulu sebentar,” kata dokter itu lalu berjalan pergi. Eunhyuk, Kyuhyun, dan yang lainnya pun berjalan masuk menemui Eunra.

Sementara itu, sedang memacu mobilnya entah kemana. Tiba-tiba ada panggilan masuk ke handphonenya. Ternyata itu dari Sunny.

SM : Yeoboseyo, Sunny. Ada apa?

HY : Apa rencanamu berhasil?

SM : Anniyo. I’m give up.

HY : Jangan bersedih, Sungmin-ah. Mungkin lain kali.

SM : Hmm. Kau dimana? Bisakah kita bertemu?

HY : Aku sedang di café xxx. Datanglah ke sini.

SM : Geurae. Tunggu aku.

Sungmin pun menutup telponnya dan memacu motornya ke café yang tadi diberitahu Sunny. Mungkin sekarang yang bisa menghiburnya hanya Sunny.

Sesampainya di café itu, Sungmin langsung menghampiri Sunny.

“Hey, Sungmin-ah. Ini minum dulu, supaya kau agak tenang,” kata Sunny sambil menyodorkan segelas soju pada Sungmin. Sungmin pun meminumnya. Sebenarnya Sungmin tidak terlalu suka minum seperti ini, tapi keadaannya sedang kacau sekarang.

“Apa yang terjadi dengan pipimu? Siapa yang memukulmu?” tanya Sunny dengan khawatir.

“Kyuhyun,” jawab Sungmin pelan.

“Siapa itu Kyuhyun?” tanya Sunny.

“Kakaknya Eunra dan teman baikku saat di SMA dulu,” jawab Sungmin. Sunny terdiam.

“Ck, kenapa aku bodoh sekali? Bahkan untuk membalaskan dendam yeojachinguku dulu pun aku tidak bisa,” rutuk Sungmin pada dirinya sendiri.

“Mungkin sudah saatnya kau melupakan dendam itu. Hm, maksudku, pasti yeojachingumu sudah tenang di alamnya dan tidak memikirkan masa lalunya. Aku tau pasti susah untuk melupakan. Tapi apa salahnya untuk memulai dari awal seolah tak pernah terjadi apapun,” kata Sunny sambil tersenyum.

“Tapi yeojaku pergi dengan cara yang tragis. Eunhyuk menabraknya. Padahal Eunhyuk adalah teman baikku saat itu,” kata Sungmin.

“Aku sangat mengenal Eunhyuk, dan aku yakin ia tidak sengaja saat itu. Aku yakin, ia tak suka melihatmu seperti ini. Pasti ia berharap kalau kau kembali seperti dulu lagi,” kata Sunny sambil tersenyum lagi.

“Tapi apa ia mau menerimaku lagi setelah aku melukai yeojachingunya?” tanya Sungmin.

“Tentu saja,” kata Sunny.

“Hmm, tunggu. Kenapa kamu kayaknya udah rela kalo Eunhyuk sama Eunra?” tanya Sungmin.

“Karena aku tahu awalnya aku yang salah dan ini konsekuensinya. Aku gak bisa maksain apa yang aku mau, karena hidup itu bukan paksaan tapi hidup itu pilihan. Dan aku pilih untuk gak ganggu mereka lagi,” kata-kata Sunny membuat Sungmin sadar atas semua kesia-siaan yang telah ia lakukan selama 3 tahun ini.

“Gomawoyo kau sudah mengingatkanku. Mau membantuku minta maaf pada Eunhyuk, Eunra, dan Kyuhyun?” tanya Sungmin. Sunny mengangguk cepat.

“Ne, tentu saja. Ayo!” kata Sunny dengan semangat lalu bangkit dari duduknya. Sungmin pun berjalan di samping Sunny dan menggenggam tangannya. Entah kenapa keduanya merasa nyaman saat mereka besama.

“Sunny, Sunny, Sunny, I love you~” tiba-tiba Sungmin melantunkan sebaris lirik lagu yang berjudul Sunny itu. Sunny tertegun dan menghentikan langkahnya.

“Waeyo?” tanya Sungmin sambil tersenyum.

“Tadi kamu..” Sunny bingung harus bilang apa.

“Yaa, kan kata kamu hidup itu pilihan. Dan aku pilih kamu untuk jadi gadisku. Kamu mau kan?” tanya Sungmin yang secara tidak langsung menyatakan perasaannya. Sunny tampak berpikir dan akhirnya ia mengangguk. Sungmin pun tersenyum lega dan merangkul Sunny. Mereka pun pergi ke rumah sakit tempat Eunra dirawat.

Di rumah sakit. Sekarang Eunra sudah sadar tapi keadaannya masih lemah. Di sampingnya ada Eunhyuk dan Kyuhyun yang menemaninya, sementara yang lainnya menunggu di luar.

“Eunra-ya, mianhaeyo. Aku bukan namjachingu yang baik. Aku selalu menyusahkanmu. Benar kata orang-orang, kalau aku memang tak pantas menjadi namjachingumu,” kata Eunhyuk.

“Aku gak pernah peduli dengan kata orang-orang. Menurutku, oppa tetap namjachingu yang baik,” kata Eunra sambil tersenyum. Eunhyuk membalas senyuman Eunra.

“Eunhyuk, kau kenal dengan Sungmin?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Dia dulu teman kuliah ku. Kau juga mengenalnya ya?” tanya Eunhyuk.

“Iya, dia temanku saat aku SMA,” jawab Kyuhyun.

“Tapi kenapa ia tidak mengenal Eunra?” tanya Eunhyuk.

“Kan dulu Eunra tinggal dengan orangtuaku di Jepang saat dia SMP,” jawab Kyuhyun.

“Oh gituu,” kata Eunhyuk seadanya. Tiba-tiba pintu ruangan Eunra terbuka. Ternyata Sungmin dan Sunny yang datang.

“Mau apa lagi kalian?” tanya Eunhyuk dengan ketus.

“Mianhamnida, Eunhyuk, Kyuhyun, Eunra,” kata Sungmin dan Sunny sambil membungkukkan badannya dalam-dalam. Eunhyuk dan Kyuhyun menatapnya bingung.

“Kami benar-benar minta maaf dan gak akan ganggu kalian lagi kok,” kata Sunny.

“Kenapa kalian cepat sekali berubah?” tanya Kyuhyun bingung.

“Ya kami baru saja memikirkan semuanya dan tidak ada gunanya mengungkit masa lalu,” kata Sungmin.

“Mianhaeyo, hyuk, kyu. Bisakah kita bersahabat seperti dulu lagi?” tanya Sungmin sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum. Eunhyuk dan Kyuhyun saling berpandangan. Dan akhirnya, Eunhyuk menyambut uluran tangan Sungmin dan memberikan Sungmin pelukan kecil. Kyuhyun pun melakukan hal yang sama.

“Gomawo, Eunhyukie, Kyuhyunie. Dan mianhae, Eunra-ssi. Jeongmal mianhaeyo,” kata Sungmin sambil tersenyum.

“Gwenchana, Sungmin-ssi,” kata Eunra sambil tersenyum.

“Aku juga minta maaf ya, Eunhyuk, Eunra,” kata Sunny. Eunra dan Eunhyuk mengangguk dan tersenyum.

“Makanya kalian cari pacar sana,” kata Eunhyuk dengan asal.

“Udah kok,” kata Sungmin.

“Nuguyaa?” tanya Eunhyuk dan Kyuhyun. Sungmin pun merangkul Sunny.

“Ini yeojachinguku,” kata Sungmin.

“Aigoo~ ternyata jodohmu gak jauh-jauh ya, Sungminnie,” kata Eunhyuk sambil tersenyum jahil. Mereka semua pun tertawa.

THE END

  Eottokhae? Eottokhae? After story macam apa ini? Mian ya kalo gak jelas dan banyak typo-_-  jangan lupa jadi readers yang baik yaa. READ, COMMENT, and LIKE, please J

24 thoughts on “[Freelance] Naui Bad Boy [After Story]

  1. Anyyeong…
    aku suka ceritanya, tapi alur nya kecepetan jadi ter kesan buru buru banget..
    dan rada maksa…
    maaf ya.. aku komentnya g nak Jeongmal mianhae..
    tapi aku suka kok…
    Gomawo^^V

  2. Wah menurut ku agak kecepetan thor, tapi aku suka kyu jd dewa penolong <3 umin kurang pantes jd jahat mukanya imut si hehe :P semangat author ditunggu ff nya lagi yaaaaa

  3. Crita’a koq buru2?! Tnang ajj ga akn ngacir koq kunyuk oppa’ :) *loh?!*

    HUaaaaaaa.. umin oppa ama sunny!! Andwae :(
    dsni ktuker nih, evil’a umi oppa & angel’a kyu! bgus bgus,, kali2 attu kyu jd angel! *tnang babykyu kau sll jd angel d hatiku ^_-*

    Iya, ga usah nengok2 lg k blakang, kcuali klo emank hrs! (:

    Daebak sll thor! I like this ^-^

    • Mian mian :( author lg dalam masa pemulihan otak setelah UN jd rada aneh gt bikin ffnya-_-
      Keep support ya di ff selanjutnya :)
      Gomawo^^

  4. wah.. ada after storynya toh thor? aku suka ini dr awal. tp mian br bs komen dsini. abis biasa baca via hp. hehe.

    thor, kalo bisa nama tempatnya dibuat, ngasal aja gpp. aku suka males kalo baca embel2 xxx. lebih enak pake nama, asal aja, ga hrs ada. hehe.. overall, it’s great.

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s