16

[Freelance] Harder Than You Know [part 4 end]

oKEY, this is the last part of Harder Than You Know Fanfiction :)

Happy Reading Guys :) don’t forget to give me a comment ^^

Cast:

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Yang Yoseob

Choi Minho

  • Choi Nara
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Siwon, Heechul, Eunhyuk, Sungmin (Super Junior) & Victoria (Fx)

LengthPart 4 (Last Part)

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

——————————————–

dia pergi! benar-benar meninggalkanku. selamanya pergi dari sisiku. tanpa menungguku.

“Nara, saranghae!!”

.

“are we just lost in time??”

.

@ class 2A

bangkunya kosong. kelas sepi. seluruh teman kelas menangisi kepergiannya.

sahabatku, Choi Nara

.

“kemarin, sahabat kita, Choi Nara, pergi meninggalkan kita” ujar Heechul seonsangnim. seluruh murid menangis, terutama Yoseob dan Chaerin.

Nara termasuk biang keladi hebohnya kelas ini. pandanganku kosong menatap bangku dimana Nara duduk. bangku dimana Nara selalu tersenyum dan bersemangat. bersemangat saling mengejek akan nilai kami

.

** backsound: Cherish That Person (Yoseob Beast) **

.

“Nara” lirih Yoseob dan anak-anak kelas menangis

“baiklah. mari berdoa tuk Nara. semoga Nara bahagia di atas sana. berdoa mulai” aku terus menatap bangku Nara, tak menangis seperti Donghae & yg lainnya. namun hatiku berteriak. menatap Nara yg bahkan sudah tidak ada. Sangat, dan teramat sangat merindukannya

“Nara??” aku seperti melihat Nara tersenyum sambil melambaikan tangan dari bangkunya

“hey, kumpulkan tugas” ujar donghae pelan. namun pikiranku penuh dg nara

“aku pikir aku sahabatmu. tapi ternyata aku salah, Tuhanlah sahabatmu, Nara” bathinku saat mengingat kalimatmu saat SD dulu

. Continue reading

32

[Freelance] And I Love You~ [Prologue]

Cast:

  • Cho Kyuhyun (SJ)
  • Han Nara à Cho Nara

Support Cast:

Soora, Eunji, Wooyoung (2PM), Yesung & Donghae (SJ)

LengthPrologue

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)

Backsound: And I Love You ~ (Yesung ft Luna)

—————————–

“annyeong! na neun Han Nara Imnida. kelas 2-3 Korean International High School. Bangapseumnida~”

.

begitulah caraku berkenalan dengan semua orang sejak aku masuk KISS.

dan mungkin saja akan berubah !!

.

** On the way home **

.

Nara

“kami duluan yaa~” ujar yesung dan soora dari kaca bus, dan bus mereka pun menjauh

“aku duluan ya~ hati-hati” ujar Donghae dari atas motornya

“yakin kau tak apa sendiri?” Tanya wooyoung

“nee~ naega gwenchana~” ujarku pada wooyoung, ia tersenyum lalu menggas motornya dan pergi menyusul Donghae

“bye, nara, sampai bertemu~” teriak eunji dari kaca mobilnya, aku melambai sambil tersenyum

“aku ingin sekali punya pacar, yang tampan, dan ….” kalimat permohonanku terhenti setelah melihat seseorang terjatuh

“mwo?? Nugu si??” orang itu tergeletak di jalanan. aku berlari menghampirinya

“yaa~ gwenchana?? yaa~ ….” aku langsung menutup hiduku cepat-cepat

“dasar laki-laki~” mulutnya penuh dengan bau alkohol berat

“wah~ kau tampan juga yaa!” sepintas aku tertarik dengan namja ini. rambutnya, wajahnya, dan tangan mungilnya

“ya~ ya~ bangun !!!” matanya tak terbuka namun mulut dan badanya tetap bergerak

“ah! tanda pengenal!!” ku rogoh sakunya dan ku temukan identitasnya

“kartu pelajar KISS??” apakah dia sekolah di KISS juga ?

“tampan juga kau disini” karena aku bingung tak tau harus apa, aku memanggil taksi dan mengantarkannya ke apartemennya yg ada di tengah kota

.

** apartemen **

.

“kau tinggal di apartement sebagus ini, oppa?”

astaga, kurus, tinggi, tampan, tapi berat juga, dan satu lagi menyusahkan!!!

.

* klik *

.

Pintu kamar terbuka, aku langsung merebahkannya ke kasurnya yang sangat empuk. lalu aku kembali ke depan tuk menutup pintu

.

“andwae~ andwae~” suaranya saat mengigau saja merdu, apalagi saat menyanyi yaa

“cih~ malas!!” bodohnya bisa terpikat dengan namja seperti dia, namja yang menyusahakan. ku ambil kompresan lalu menaruhnya di dahinya

.

“omo na, sudah jam 9! tapi dia masih sakit! sms sajalah” aku mengambil hp lalu mengirimi pesan ke eomma

.

————————————–

To: eomma

From: Nara

annyeong, eomma. maaf aku telat mengabari. aku pulang telat sekali malam ini. kuncilah pintu, aku bawa cadangan. Gamsahamnida~

—————————————–

** 10 minutes later **

——————————————

From: eomma

To: Nara

nee, arasso. Gwenchana~

——————————————-

.

“apa yang membuat kau mabuk? hah?” ujarku sambil menempeleng namja absurd ini

“waa~” tiba-tiba dia menarik dan memelukku, dan aku tak bisa lepas dari pelukannya. ia memelukku erat di atas kasur

“mianhae~ jeongmal mianhae~” ujarnya saat mengigau. sepertinya ia sedang sedih, makanya mabuk

“ah, bodo amat! lepaskan! lepaskan” aku meronta-ronta tapi tenaga yg aku punya tak cukup kuat. Haruskah aku latihan taekwondo mulai besok ??

.

*krruucuukkk*

.

“astaga, aku lapar~” tiba-tiba pelukannya mengendur, aku langsung lompat menjauhinya, dan memasang kuda-kuda takut ia menerkamku lagi (?)

.

“aduh, tak ada kah makanan matang??” ku ubek-ubek dapur apartemennya, tak ku temukan makanan ringan ataupun makanan yg sudah matang

“aduh, ini siap saji semua~ pantas kau kurus!!” ku keluarkan makanan dari kulkas, dan mulai memasak. Mencuci beras tuk bubur, dan mencari bumbu simpel tuk membuat makanan berkuah

.

* 2 hours later *

.

“bubur sudah, sup sudah, lauk sudah~ hmmm, wanginya!!” ujarku berbangga sambil mencium bau masakanku

.

“yaa!! kau siapa~” ia terbangun dan membentakku keras, kaget aku

“na? na neun Nara, Han Nara imnida” ujarku tersenyum

“maksudku kau sedang apa di apartemenku, dan apa yg kau lakukan pada dapurku??” bentak namja itu semakin keras, rasanya ingin ku lemparkan pisau daging ke arah wajahnya, dasar!!

.

“yaa!! kalau kau tak ku tolong kau bisa mati tadi~ bodoh!!!” teriakku keras dan melotot tajam ke arahnya. dia terus menatapku tanpa berkedip

.

* bruuk *

.

namja itu terjatuh dari tempat tidur. ia memegangi kepalanya

“hey, bantu aku! BODOH!” mwo? seenaknya menyuruhku, dasar gila~

“lebih baik aku pulang sajalah~” ujarku dalam hati sambil memandang namja itu. aku mengambil tas lalu berjalan ke arah pintu keluar

“yaa!! kau mau kemana??” tanya namja itu sambil berteriak

“back to home~” ujarku singkat lalu membuka pintu

.

* cekreeek *

.

“chakkanman!! Mianhae~” panggil namja itu sopan. ku berbalik dan menatapnya raut wajahnya

“itu kau bisa sopan! dasar gila~” bathinku. Aku menutup kembali pintu itu, dan akhirnya aku membantunya bangkit dari lantai

.

“gwenchana??” tanyaku ketus. dia diam menatapku

“tenang, aku akan pergi setelah kau bilang ‘ne, gwenchana’ oke!” dia tersenyum melihatku

“eomma dia sungguh tampan~” bathinku

“aniyo, gwenchana anirago” ujarnya lemah. akhirnya ku bawa dia ke meja makan

.

“makanlah~ aku membuatnya tuk mu. aku harus pulang sekarang!” ku siapkan makanannya dan mengambil tas, lalu bersiap pulang

“andwae~ ” ia memeluk pinggangku, aigoo eomma !!

kalau begini mana bisa aku pulang. dasar namja stress yang manja!!

.

“makanlah, aku menunggumu~” ujarku sambil menyuapinya.

ia makan masakanku dengan lahap, aku senang.

.

* 30 minutes later *

.

aku memapahnya ke kasur agar ia beristirahat.

Badannya jadi tambah berat, apa karena fakor kenyang ??

“kau disini sendiri?” tanyaku, dan ia hanya mengangguk pelan

“keluarga?” tanyaku lagi

“mereka tinggal di sekitar myeongdong. aku disini” ujarnya lemah

“siapa namamu?” tanyanya padaku

“kan tadi sudah!!! aigoo~ na neun Nara??” ujarku kesal

“kau tidak bertanya namaku?” Tanya namja ini sambil tersenyum ringan

“aku sudah tau alamatmu dari kartu identitas. Sudah pasti aku tau kau siapa~ dasar bodoh!!!” jawabku kesal. Namja ini membuatku naik darah

“jeongmal??” tanyanya

“ne~ Cho Kyuhyun-ssi!!” saat ku ucapkan namanya, dia tersenyum. Senyuman yang ramah yang dari tadi tak ku lihat~

.

“lebih baik kau tidur, oppa. aku harus pulang~” ujarku berpamitan

“tinggallah sampai aku benar2 tidur. Please?” astaga, permintaanya terlalu sulit, tapi aku juga tak bisa meninggalkannya dalam keadaan begini

“aish, menyusahkan~” bathinku menggerutu

“arasso. Tidurlah~” ia mulai memejamkan matanya.

dan aku? aku sibuk memejamkan mata di bawah, di samping kasurnya agar aku bisa langsung keluar saat ia terlelap

.

(Author)

eomma nara panik karena sampai subuh nara tak kunjung pulang. dan eomma kyuhyun jugag panik karena mendengar kabar kalau kyuhyun pingsan

.

Hp nara di lengkapi GPS, eomma Nara langsung menyusulnya di apartemen Kyuhyun. saat ingin masuk ke apartemen Kyuhyun, Nara eomma bertemu dengan Kyuhyun eomma

.

“maaf, ini, ah anu, anak saya disini~” ujar Nara eomma. kyuhyun eomma bingung

“maksud anda?” tanya kyuhyun eomma pada Nara eomma.

Lalu Nara eomma menunjukkan GPS Nara yg aktif di apartemen Kyuhyun. Kyuhyun eomma kaget melihat GPS Nara ada di apartemen anaknya~

.

* cekreeek*

.

“aigoo, Kyuhyun-ah!!!” teriak Kyuhyun eomma melihat Kyuhyun dan seorang yeoja berada di satu ranjang

“Nara-ah!! mwoha neun goya??” Nara eomma pun teriak melihat putrinya tidur di sebelah namja yang tak ia kenal

.

Kyuhyun & Nara membuka mata dan saling menatap

.

“mwo???”

“hee??”

“waaaa!!!!” ujar Nara berteriak sambil memukul-mukul Kyuhyun

“yaaa!!!” Kyuhyun pun berteriak Kaget

“kenapa aku di atas??” teriak Nara

“kau tidur di bawah~! tak mungkin ku biarkan kau disana!!” ujar Kyuhyun dan membuat Nara eomma & Kyuhyun eomma pingsan seketika

.

“eomma!!!!!” teriak Nara & Kyuhyun bersamaan lalu lompat dari tempat tidur menuju eomma-nya masig-masing

.

“kalian harus menikah secepatnya!!!!!” ujar Kyuhyun appa dari pintu masuk

“mwo???” “tapi….” Kyuhyun kaget dengan ucapan appanya

“Nara!!” Nara appa teriak sangat keras

“kau!!!!” Nara memukul-mukul Kyuhyun saking kesalnya

“kami tidak ada apa-apa. Sumpah, appa!!” ujar Kyuhyun sambil mencengkeram lengan appanya

“geurae. aku hanya menolongnya, appa!! Percaya padaku~” Nara pun berusaha membujuk appanya yang benar-benar marah dengan kelakukan Nara

“tak ada alasan~!!!” ujar Kyuhyun appa membentak mereka, dan Kyuhyun tidak bisa apa-apa mendengar appanya berteriak seserius itu

.

semuanya sia-sia. pernikahan akan tetap di langsungkan, dan hari itu adalah awal dari emosi-emosi yang tak terbendung di kehidupan nara dan Kyuhyun~

.

* 2 days later *

.

** the wedding day **

.

“aigoo~ uri nara kyeopta~” ujar Kyuhyun eomma sambil membelai calon menantunya

“beruntungnya Kyuhyun punya istri cantik dan pintar memasak sepertimu, Nara~” ujar Kyuhyun noona, Ahra

“harus jadi istri yang baik ya~” ujar Nara eomma, dan Nara langsung menangis di pelukan eommanya

.

Nara

“harus jadi istri yang baik ya~” ujar eomma, dan aku langsung memeluk eomma

“aku dan dia tak ada apa-apa, tapi kenapa harus jadi sejauh ini~ bathin Nara

.

“penganti pria sudah di altar~ mari” panggil seseorang dari wedding organizer

.

*cekreeek*

.

Pintu di buka, dan ada seseorang di sana. namja yang sangat rapi, bersih, dan tampan dengan setelah jas putih. Sayangnya namja itu bukan namja yang ku inginkan dan tidak seharusnya aku disini bersamanya. ku berjalan di iringi appa menuju ke tempat namja itu berdiri~

“appa saranghae” aku mengeratkan pelukanku di lengan apaa, dan appa tersenyum lebar

.

ada soora, eun ji, yesung, donghae, dan namja yang sebenarnya aku cintai “wooyoung” menggunakan kemeja biru pilihanku dulu. ia melihatku menggunakan dress pengantin ini dengan senyuman

“apakah kau tak tau, aku sangat menyayangimu, uri wooyoung!” bathinku

.

di depanku sekarang sudah ada namja yang sama sekali tak ku kenal. membantunya dulu merupakan musibah bagiku. menikah dan terpaksa hidup dengannya.

.

Kyuhyun

ia datang ! sebenarnya aku tak mau menikah dengan yeoja tak tau sopan-santun seperti dia.

ia pikir ia siapa? Berani-beraninya membentak Cho Kyuhyun!! aku tau aku berhutang nyawa, tapi tak seharusnya begini. brengsek!!!

.

“Nara?” ya Tuhan, dia cantik sekali dengan baju pengantin itu.

tapi dia tak tersenyum sama sekali. tatapannya hanya ke namja berkemeja biru yang ada di barisan keluarganya. Aku merasakan sisi feminism dari yeoja itu saat menatap namja berkemeja biru itu

“apakah itu seseorang yg kau cintai??” bathinku

“Cho Kyuhyun apa kau bersedia menikah dengan Han Nara? mencintainya saat suka maupun duka? dan saling menjaga sampai maut memisahkan?” tanya pastur kepadaku

“iya, saya bersedia” jawabku tegas

.

“anda, Han Nara apa kau bersedia menikah dengan Cho Kyuhyun? mencintainya saat suka maupun duka? dan saling menjaga sampai mau memisahkan?” tanya pastur kepada Nara. Nara hanya terdiam memandang namja itu

“Han Nara??” ujar pastur memanggilnya lagi

“iya, saya bersedia!” ujar Nara lemah

.

“mulai detik ini, kalian syah menjadi suami istri! Semoga pernikahan kalian di restui Tuhan~ amien!” ujar pastur, dan semua orang berteriak gembira. aku hanya tersenyum miris dengan keadaanku. Dan nara, tatapannya hanya ke namja itu

“yeoja ini terlalu melankolis~ aneh” bathinku melihatnya

.

“mianhae~” ujar Nara pelan ke namja tadi. namja tadi tersenyum dan mengacungkan jempol ke arah nara bersama teman-temannya yang lain

.

“ya!! jangan kau tunjukkan senyum begitu!! jelek!” ujarku pedas ke arah nara, dan senyuman manis itu seketika berubah jadi rautan kesal di wajahnya

“aku merasa suatu saat harus berhenti!! aku tak mencintainya!!” bathinku

“biarlah begini, suatu saat pasti terlepas” ujar Nara saat menatapku tajam

“cih~ tak berguna!” ujarnya pedas

“kau lebih tak berguna~” ujarnya membalikkan kalimatku

“kau~” ujarku kesal

“kenapa kau tak mati??” dan ternyata ucapannya bisa lebih pedas dari ucapanku, dan aku tak suka yeoja yang seperti ini! Sangat ~

“……” aku hanya diam menatapnya

.

**3 days later **

.

Kyuhyun

“back to school!” ujarku semangat sambil merapikan buku

.

ya, setelah menikah, aku dan Nara tinggal di apartemen. tidur ? tentu saja terpisah. aku membeli kasur kecil untuknya agar bisa di pakai di ruangan lainnya. dan hari ini saatnya sekolah dengan title “Cho Kyuhyun yang sudah menikah!” apa-apaan itu!!

“cih~ lihat saja kau! buat masalah di sekolah, ku bunuh kau di rumah!” ujarku memperingatkan Nara sambil melempar bantal

“kalau kau banyak bicara di sekolah, ku GANTUNG kau saat itu juga di sekolah!!!” ujar Nara dengan penekanan kata GANTUNG dan memukul bantal yang aku lempar ke dia sebelumnya

“baru kali ini ada yang berani melawanku. yeoja pula. Dasar tengil. brengsek!!” bathinku kesal

“hah! aku berangkat!” ujarnya melengos pergi

“chakkanman!! berangkat bersama, tunggu di bawah” ujarku padanya. ia langsung menutup pintu keras

.

*blaaamm*

.

* 5 minutes later *

.

“semoga hari ini bisa ku jalani dengan baik dengan yeoja gila itu” doaku sebelum berhenti di depan yeoja itu di depan pintu masuk apartemen

“ya!! mwohaneun goya?? ppali!!” Nara kaget melihat mobil ini. andai dia tau ini hadiah pernikahan dari appa, pasti dia senang bukan main

“ini mobilmu??’ Tanya Nara bingung sambil melihat-lihat isi mobil

“geurae~ bagus kan?” ujarku mengejeknya

“sangat~ bagus !” “kajja” ujarnya semangat

“berisik!!” aku menggas mobil ke arah sekolah

.

** 20 minutes later **

.

Nara

“hah, sampai” ujarku senang. kyuhyun melihatku seperti ingin membunuhku

“jangan macam-macam kau!!” ujarku tegas memperingatkan Kyuhyun. Kyuhyun menampakkan wajah kesal dan langsung memarkirkan mobilnya, dan aku masuk ke kelas sendirian

** Kelas 2-3**

dulu aku selalu bangga memperkenalkan diri di hadapan teman baru. sekarang sudah berubah. namaku dan hidupku berganti rupa.

.

“annyeong ! na neun Cho Nara Imnida. kelas 2-3 KISS. Status: menikah, istri Cho Kyuhyun kelas 2-1 KISS. Bangapseumnida~”

.

semua teman-temanku melihatku bingung. aku memang masih di kelas yang sama dengan sebelumnya, dan masih bersama sahabatku. wooyoung, soora, eunji, yesung, dan donghae. tapi ini sungguh malapetaka di hari pertama !!

.

“wah~ uri Nara sudah menikah sekarang~ chukkae, nara~” ujar taemin semangat

“dengan si tampan Kyuhyun~ berutung sekali” ujar Luna

“hahaha~ dia akan selalu beruntung~ ne Nara?” ujar Wooyoung tiba-tiba

.

Hatiku teriris saat dia mengatakan kalimat itu dengan senyuman santai.

Ingin ku katakan “tetaplah di sampingku seperti biasanya~” tapi tak bisa !

Bisakah waktu di putar kembali?

Jika bisa, malam itu aku ingin pulang bersama Wooyoung dan bersama dengannya saja, dan tidak bertemu dengan Kyuhyun. Biar saja yeoja lain yang menolongnya. Bukan aku~

.

.

“Cho Kyuhyun, aku bersumpah akan membunuhmu sampai di rumah nanti!!!”

.

.

.

Prologue is over, please wait for 1st part of And I Love You ~ ^^

.

읽어 주셔서 감사합니다 ^^

(Thank you so much for reading)

Don’t forget to give me your comment here ^^

59

[Freelance] He’s Mine and That’s It [part 10]

Hei, it’s me Kei and yes, I’m back

Saya masih suka sama karakter antagonis. Jadi saya kembali dengan tokoh utama karakter antagonis. So, enjoy it, my lovely readers  (^^)v
*JIWOON POV*

“Nona Hyori?” panggilku pada seorang perempuan yang sedang berkutat dengan banyak kertas di mejanya itu.

Perempuan itu mendongakkan kepalanya sambil tetap dengan beberapa kertas di tangan kirinya dan sebuah pensil di tangan kanannya.

“Ada apa?” tanyanya dingin.

“Bisa kita bicara?” tanyaku.

“Tidakkah kau melihatku sedang sibuk sekarang?” tanyanya sambil mengangkat tangannya.

“Tapi saya perlu bicara dengan nona. Ini mendesak.”

“Kalau yang kau maksud dengan mendesak adalah hal yang kau bicarakan di telpon beberapa minggu yang lalu, maka kurasa kau tahu jawabanku.”

“Tapi nona, kita perlu bicara mengenai hal itu.”

“Jiwoon-ssi, tolong. Aku tidak tertarik dengan laki-laki itu lagi. Lagipula aku sedang sibuk.”

“Saya tidak akan berhenti mengganggu nona sebelum kita bicara.” Kataku menekankan pada kata mengganggu. “Nona sudah merasakan gangguan saya selama sebulan ini kan?”

Hyori terlihat memandang mataku mencari kebenaran ancamanku sebelum akhirnya dia berpikir dan mengangguk setuju.

“Baiklah, tapi tidak disini. Kita keluar dari sini dan mencari tempat yang enak untuk bicara.” Katanya mengalah dan mulai membereskan kertas-kertas itu.

**

“Apa yang kau inginkan dariku?” Tanya Hyori sambil menyesap coffee latte hangatnya.

“Saya ingin menagih janji nona.”

“Janji yang mana?”

“Dulu nona berjanji pada saya kalau saya menyerahkan Hyuk Jae pada nona maka nona akan membuatnya bahagia.”

“Lalu? Baru sekarang kau akan membeirkannya padaku?” Tanyanya yang kujawab dengan anggukan. “Cih, maaf Jiwoon-ssi. Tapi aku sudah tidak tertarik lagi dengannya.”

“Tapi nona sudah berjanji kepada saya.”

“Itu kan sebelum kau kawin lari bersamanya. Lagipula aku tidak suka suami bekas orang. Masih banyak laki-laki single yang menungguku.”

“Kami belum menikah nona.”

“Kalian kekurangan uang ya?? Jadinya kau menjualnya padaku?” Tanya Hyori kasar.

“NONA HYORI, JAGA KATA-KATA ANDA!!” jawabku atau lebih tepat teriakku yang sukses membuatnya kaget dan sedikit terintimidasi. “Dia sudah pulang ke rumahnya dan aku sendiri yang membawanya pulang.”

“Kenapa kau melakukannya?” Tanya Hyori sedikit lebih lembut kali ini.

“Aku terlalu mencintainya nona. Dia akan menderita kalau bersamaku dan aku benci setiap memikirkannya.” Kataku dengan air mata yang hampir mengalir. “Karena itu nona. Aku mau anda membantuku membuatnya bahagia.”

“Bahagia? Maksudmu?”

“Terima kasih.” Kataku sambil menerima tisu yang diangsurkan Hyori. “Aku mau anda menerimanya kembali sebagai tunangan anda. Aku tahu anda masih mencintainya atau setidaknya menyukainya. Tidak susah untuk kembali mencintainya nona. He’s so loveable.”

“Woooow, permintaanmu itu sungguh ….” Kata-kata Hyori terputus karena dia bingung mengekspresikan kata yang pas untuk permintaanku yang sedikit berlebihan ini.

“Berlebihan sehingga anda tidak punya kata yang pas untuk mengekspresikannya?”

“Ya, semacam itu.”

“Aku tahu aku egois nona. Tapi tidak bisakah sekali dalam kehidupan percintaanku dengannya aku sedikit egois untuk kebahagiannya dan juga kebaikanku?”

“Jiwoon-ssi, kau itu terlalu baik dan naïf. Maaf, bukan maksudku untuk menghina. Tapi tidak bisakah kau berhenti memikirkan orang lain dan memikirkan dirimu sendiri? Ku dengar kau sudah keluar dari kantormu sekarang dan belum mendapatkan pekerjaan lagi? Tidak bisakah kau berhenti memikirkannya dan memikirkan masa depanmu?”

“Karena aku yang sudah membuatnya menderita seperti sekarang maka tanggung jawabku adalah membuatnya kembali bahagia seperti sedia kala sebelum bertemu denganku.” Jawabku sambil tersenyum. “Jadi nona bisa membantuku?”

“Maaf. Itu adalah permintaan yang paling tidak bisa kupenuhi.”

“Kenapa?”

“Aku sudah terlanjur sakit hati dengan semua perlakuannya padaku.”

“Itu semua salahku nona. Aku mohon maafkan dia dan salahkan aku saja.”

“Hahahaha..” tawanya hampa. “Aku tidak peduli itu salah siapa. Mau salahmu atau salahnya atau bahkan salahku. Aku tidak mau diperlakukan seperti itu lagi.”

“Tapi nona…”

“Sudahlah, Jiwoon-ssi.”

“Aku selalu tahu kalau anda dan Hyuk Jae akan menjadi pasangan yang serasi.” Kataku agar menarik perhatiannya.

“Hah? Maksudmu?” tanyanya masuk perangkapku. Dia menghentikan gerakan tangannya yang sedang mencari sesuatu di tas.

“Kalian berasal dari dari neighborhood yang sama sehingga kalian terlihat serasi dan cocok sekali dalam setiap hal. Selera fashion, makanan, bahkan sampai kebiasaan kecil. Kadang saya suka iri saat anda dan dia terlihat saling melengkapi satu sama lain.”

“Hah? Benarkah? Kapan?”

“Waktu itu makan siang di cafeteria kantor. Dia tahu kalau anda tidak terlalu menyukai kimchi dan cabai, jadinya dia dengan sigap mengambil potongan kimchi dan cabai dari piring anda. Anda juga, orang yang bisa memperbaiki moodnya yang sedang tidak baik hanya dengan sekotak susu strawberry.”

“Oh, itu.”

“Iya, nona. Hal-hal kecil itu yang membuat saya merasa kalau kalian itu sebenarnya di takdirkan untuk bersama.”

Tidak, bukan hanya itu. Banyak hal. Dari pakaian kalian yang selalu matching seakan kalian sudah merencakannya semalaman ataupun kebiasaan kalian yang tidak suka kalau jatah makan kalian di ganggu walaupun hanya satu suap saja.

Atau bagaimana casualnya tangan anda berada di lengan Hyuk Jae ketika kalian bersama –dan juga bagaimana Hyuk Jae mendiamkan tangan anda disana- dan bagaimana kalian saling menjaga kenyamanan masing-masing saat tertidur di bahu –bagaimana Hyuk Jae berusaha menghalangi cahaya matahari yang tiba-tiba menyinari muka anda dan bagaimana anda menekan kepala Hyuk Jae saat mobil melintasi jalan berbatu agar dia tidak merasakan guncangan dan tetap tidur nyenyak-

**

*SORA POV*

Itu kan mobil Hyori dan dia bersama Jiwoon? Wow, aku mencium sebuah konspirasi disini. Lebih baik aku mengikuti mereka.

Café yang cukup sepi. Lebih baik aku duduk di meja yang berada di belakang Hyori. Aku rasa aku bisa mendengar pembicaraan mereka.

“Ja.. jadi? Jiwoon benar-benar menyerahkan Hyukie?” kataku sambil menutup mulut takut kata-kataku didengar oleh mereka yang tidak sampai satu meter dari tempatku saat ini.

  “Aku rasa aku harus pergi sekarang, Jiwoon-ssi.” Kata Hyori secara tiba-tiba setelah tercipta keheningan karena kata-kata yang diucapkan oleh Jiwoon tadi.

Please consider permintaan saya tadi nona.” Kata Jiwoon lemah.

“Sudah kubilang tadi. Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu. Coba kau lakukan ini dulu saat aku masih mencintainya. Pasti dengan senang hati kululuskan permintaanmu ini.” Jawab Hyori sambil tersenyum getir.

“Saya tahu anda masih mencintainya. Saya tahu bahwa anda masih menghawatirkannya nona.” Kata Jiwoon sesaat sebelum Hyori pergi meninggalkan café itu.

Jiwoon hanya menghela nafas panjang setelah kepergian Hyori. Dia memandang jalan dengan tatapan nanar yang mengakibatkan posisi duduknya sedikit merosot.

“Jiwoon-ssi?” kataku sambil berdeham dan mengembalikan pikirannya yang melayang entah kemana.

“A..a..ah iya.” Katanya terbata dan kaget dengan kedatanganku. “Sora-ssi?”

“Selamat sore. Apa yang kau lakukan disini?”

“Hanya sedang menghabiskan waktu saja. Anda sendiri?”

“Aku tidak sengaja lewat sini dan melihatmu sedang melamun. Ada apa?”

“Ah, tidak apa-apa. Anda sudah pesan?”

“Ah, aku barusan minum. Mungkin nanti saja.” Kataku sambil tersenyum. “Ada sesuatu yang mau kau tanyakan padaku?”

“Pada anda?” tanyanya dengan dahi berkerut.

“Seperti misalnya kabar adikku?”

“Oh…”

“Dia akhirnya mau makan dan selang infusnya sudah dilepas. Dia terlihat kurus tapi percayalah dia akan kembali seperti sediakala.” Kataku bangga dengan kemajuan yang dicapai oleh Hyukie.

“Bagus kalau begitu.”

“Oh iya, ada sesuatu yang mau ku tanyakan padamu.”

“Apa?”

“Aku mendengar percakapanmu dengan Hyori daritadi. Apa maksudnya dari semua ini?”

Wajah Jiwoon kaget. “Ba..ba..bagaimana an..”

“Tidak penting. Aku sudah tidak tahan lagi untuk tidak ikut campur dengan permasalahan ini. Kenapa kau menyerahkan Hyukie kembali ke orang tuaku dan bahkan sekarang kau meminta Hyori untuk menjadikannya tunangannya kembali. Kau itu kehilangan otakmu ya? Atau jangan-jangan kau sakit ya? Apa tumor? Kanker?”

“Hahahahahaaa. Tidak Sora-ssi. Aku baik-baik saja.” Jawabnya sambil tertawa dan menutup mulutnya sebagai tanda kesopanan. “Hanya saja aku terlalu mencintainya. Itu saja.”

“Setahuku dimana-mana itu kalau kau mencintai seseorang maka kau akan berbuat apapun untuk mendapatkannya dan hidup bersamanya dan kau?”

“Aku TERLALU mencintainya. Aku ingin dia bahagia dan apabila kebahagiannya itu dengan tidak bersamaku maka aku akan melepasnya.”

“Bagaimana kau tahu kalau dengan melepaskan akan membuatnya bahagia?”

“Kita ini perempuan, Sora-ssi dan setiap perempuan punya intuisi. Saat ini intuisiku mengatakan bahwa nona Hyori akan memberikan kebahagiaan bagi Hyuk Jae. Dia akan menjadi istri yang baik dan juga dia tidak akan menjauhkan Hyuk Jae dari keluarganya, tidak seperti aku.”

“…”

“Sora-ssi? Bisa aku minta tolong sesuatu?” tanyanya sambil memandang mataku penuh keyakinan

“Apa?”

“Bisakah kau membuat mereka bersatu kembali?”

“Untuk apa aku melakukannya? Hyori telah berbuat jahat pada adikku dan kau.”

“Anggap saja itu masa lalu. Aku yakin nona Hyori bisa membahagiakan Hyuk Jae. Aku mohon.”

“Apa garansimu kalau mereka memang cocok dan ditakdirkan untuk bersama.”

“Aku tidak bisa memberikan garansi apapun. Tapi aku mohon percayalah padaku.”

“Aku, aku tidak tahu.” Jawabku sambil menghela nafas panjang.

Apa sih sebenarnya mau perempuan ini? Mengapa perempuan yang ada di sekitar Hyukie mempunyai kepribadian yang aneh-aneh seperti ini sih? Yang satunya jahat tapi baik –Hyori maksudku- dan yang satunya baik tapi jahat –yang ini Jiwoon-.

**

“Hyori?” tanyaku pada seorang perempuan yang sedang duduk lemas di salah satu kursi yang ada di toko sepatu. “Apa kabar?”

“Sora-onnie? Kabarku baik-baik saja.” Jawabnya kikuk. “Apa yang onnie lakukan disini?”

“Aku mau mengambil sepatu pesananku. Kau?”

“Sepatu yang kuinginkan sudah terlebih dahulu di beli oleh orang lain dan baru ada lagi stocknya minggu depan.”

“Oh, sayang sekali. Memangnya mau kau pakai kemana sepatu itu?”

“Minggu depan kau ulang tahun pernikahan oppaku dan kami mengadakan pesta kecil-kecilan di salah satu resor.” Katanya gembira. “Padahal aku sudah mendapatkan sebuah dress yang sangat cocok dengan sepatu itu.”

“Seperti apa sepatunya? Ceritakan padaku. Siapa tahu aku tahu tempat lain yang mempunyai sepatu yang kau inginkan.”

“Sepatunya berhak 10 cm, berwarna hijau tosca, bertali dengan detil batu-batu di tengahnya. Sangat elegan dan cantik sekali. Onnie tahu?”

“Wah, hijau tosca? Warna yang sedikit langka di pasaran.”

“Karenanya aku senang sekali sewaktu aku tadi menemukannya. Tapi ternyata sudah dibeli oleh orang lain.” Katanya lemah.

“Mau kutemani memilih sepatu lain?” tawarku.

I’d love to. Tapi aku harus kembali ke kantor. Banyak pekerjaan yang menungguku, onnie” tolaknya halus. Mungkin dia masih membenciku karena tidak berdiri di pihaknya sewaktu Hyuk Jae memperkenalkan Jiwoon ke keluarga kami malam itu.

“Hyo, tunggu!” panggilku saat dia sudah mulai melangkah meninggalkan toko.

“Iya?”

“Aku mau minta maaf atas perlakuanku padamu.”

“Oh.” Jawabnya singkat.

“Aku tahu mungkin kau sulit memaafkan perlakuanku dan adikku. Tapi aku hanya menginginkan kebahagiaan untuk Hyukie.” Kataku membela diri. Hyori merespon dengan senyuman hambar sebelum akhirnya dia membungkuk dan segera pergi.

Tbc

Tag: Eunhyuk

21

[Freelance] Me and My Doctor [part 7]

Ji Kyung POV

“Hyaa. . kau mau mengajakku kemana?” aku meronta-ronta meminta keluar dari mobil tengkorak jelek ini. “Tenanglah.  .kau pasti akan senang” jawabnya dengan mimik muka santai. Mobil melaju meninggalkan halaman parkir Kampus. Aku hanya diam di tempat. Percuma saja kalau aku meminta turun.

Mobil melaju ke salah satu gedung yang cukup megah. Lebih tepatnya seperti gedung milik SM. Kyuhun menghentikan mobilnya. Dia keluar. Aku pun ikut. Aku memandang setiap bagian gedung megah ini. Di bagian atasnya tertulis ‘JYP Entertaiment’. Aku melongo. Tunggu. . ini kan..

“Sudah tahu kan? Aku hanya ingin memenuhi janjiku padamu. Aku bukan orang yang ingkar janji.” Dia menarikku masuk kedalam. Aku masih tidak percaya. Aku ada di dalam gedung tempat 2PM berada. Kami pun masuk ke lift. “Mereka sedang latihan. Jadi kita harus ke atas” ujarnya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyaku. “Kau ini babo ya? Aku dan 2PM kan sama-sama artis. Dna kebetulan kami sering ada acara bersama. Saat kutelpon Nichkhun hyung, dia bilang kalau sedang latihan. Yasudah lalu aku bilang aku akan kesini dengan salah satu temanku”

Aku menurut saja. Kyuhyun menarikku ke salah satu ruangan yang ada di lantai 13. Aku melihat Nichkhun keluar dari ruangan tsb. “Hei, Kyuhyun.Ada apa” tanyanya. Dia melihatku sekilas. “ Siapa dia? Yeojachingumu?” tanyanya sambil melihat kami berdua penuh selidik. “Aniyo!” jawab kami bersama. “Dia temanku yang kemarin kuceritakan. Taecyeon hyung ada?”

“Ada. Dia di dalam. Masuk saja. Aku mau mencari minum sebentar” Nichkhun pun meninggalkan kami berdua. “Lihat. .Aku sudah mempertemukanmu dengan salah satu member favoritmu. Bilang apa?”

“Gomawo Kyuhyun!!!!!. . Aigoo. . dia tampan sekali.” Jawabku. Untung saja aku tidak pingsan di tempat karena melihat ketampanan Nichkhun oppa. Kyuhyun menarikku masuk ke dalam. “annyeong Hyungdeul” sapanya pada semua orang disana. “Annyeong Kyunnie. Sedang apa?” tanya mereka bersama. “Aku membawa temanku. Dia salah satu fans berat kalian.” Kyuhyun menarikku agar berdiri di depannya. “Annyeong Ji Kyung imnida. Salam kenal.” Aku memperkenalkan diriku pada mereka semua. “Kau Hottest?” tanya Taecyeon. “Ne oppa” jawabku gugup. Bayangkan, salah satu bias mu berbicara padamu sambil menatap matamu. Hua. . eomma help me! Bsa mati di tempat kalau seperti ini terus.

“Siapa biasmu?” tanyanya lagi. “Kau oppa dan Nichkhun oppa” jawabku malu-malu . Kami pun berbicara bersama. Ternyata mereka semua lucu-lucu. Apalagi Nichkhn oppa yamg tiba-tiba saja nimbrung. Walaupun mereka sudah dewasa tapi mereka masih memiliki sisi kanak-kanak yang lucu.

Tapi sayang si tengkorak mengganggu pembicaraanku denga mengajakku pulang. “Ayo, pulang” Kyuhyun menarik-narik lenganku. “Kyu, nanti saja. Aku masih ingin berbicara dengan dongsaengku” rengek Nichkhun oppa yang baru saja berbicara denganku.

“Aniyo. . Aku ada pemotretan nanti. Dan aku harus mengntarkannya selamat sampai di rumah”  jawabnya. Aku merengut kesal. Aku pun pamit pada Oppadeul disana dengan tampang dan nada tak rela. “Oppadeul. . Aku pulang dulu ya. .”aku membungkukkan badanku. Para oppadeul melambaikan tangan padaku tanda perpisahan. “Hati-hati Ji Kyung. Kapan-kapan main lagi ya” ucap Taecyeun oppa. Aku mengangguk. Aku berjalan keluar tanpa menunggu Tengkorak jelek itu. “Hahh. . hahh. . Ji Kyung. . Tunggu. . Jalanmu cepat sekali” ucapnya ngos-ngosan. “Salah sendiri lelet” jawabku ketus. “Hei, kau kenapa? Bukannya berterimakasih padaku malah menggetakku” tanyanya heran. “Kau itu. Aku kan masih ingin berbicara dengan Nichkhun oppa.” Jawabku sambil memukulnya dengan tas yang kubawa. “Hya. . berhenti. . stopp. . sakit. .” ucapnya berusaha mengelak dari tinjuanku. Aku menghentikan pukulanku. Aku berjalan meninggalkannya lagi. “Ji Kyung. . Tunggu. . Iya. . aku minta maaf” jawabnya sambil terus mengejarku.

“Ji Kyung jebal. . maafkan aku ya. . Please. .” Dia memasang puppy eyes andalannya. Hahh, tak akan mempan padaku. Wajahnya malah seperti anjing yang kelaparan. *lempar author pake golok*

“Iya.  .Kumaafkan. Asal. . . . .” ucapku menggantung. Dia menatapku heran. “Asal apa?” tanyanya penasaran. “Asal besok minggu kau mau mengajakku berkeliling Seoul. Aku sama sekali belum keliling Seoul semenjak tiba disini. Aku selalu disibukkan dengan pasienku yang badannya seperti tengkorak berjalan”

“Ne, besok aku akan menjadi tourguide yang handal.. Tapi jangan panggil aku tengkorak.” Pintanya. “Aniyo. . oh, tidak bisa” ejekku.

Kyuhyun membuka pintu mobil dengan tampang sebal. Aku terkikik pelan. Wajahnya lucu sekali. Aku pun ikut masuk ke mobil. Kyuhyun menjalankan mobilnya menuju arah apartemenku. Aku masih terdiiam membisu menatap jalanan Seoul.

“Sampai. . Cepat turun. .besok ke kampus aku antar. Jam 10 ya. . . Jangan telat. . “ suruh Kyuhyun. Ternyata mobil ini telah sampai di depan apartemen ku. Aku turun dari mobil. “Gomawo tengkorak. . Besok jangan lupa. .”. Dia menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Aku masuk ke dalam apartemenku. Aku merebahkan tubuhku pada kasur. Kubuka laptop ku dan mengaktifkan twitter ku.

@GaemGyu after spend my time with crazy doctor *author ngarang bebas*

‘Kurang ajar bocah itu menyebutku crazy doctor. . Awas ya. . ‘ gumamku sendiri. Aku membrowsing berita-berita terbaru tentang 2PM dan Big Bang. Tak sengaja mataku tertuju pada berita tentang SuperJunior.

‘CHO KYUHYUN SUPERJUNIOR DIKABARKAN MENJALIN KASIH DENGAN SALAH SATU MEMBER GIRLBAND SNSD’

Headline tersebut terpampang jelas beserta foto mereka berdua. Hatiku tiba-tiba saja sesak. Rasanya ingin menangis. Tapi kenapa?

Aku menutup layar laptopku. Aku menghubungi Yoonie oppa untuk bercerita tentang apa yang kurasakan.

Tutt. . tut. . .

“Yobboseo. . Kenapa Ji Kyung? Malam-malam menelpon?”

“Gwenchana oppa. Mian mengganggu. . Aku hanya ingin curhat denganmu”

“Ceritaknlah masalahmu. . Dokter Ji Yoon siap membantu”. Aku tertawa pelan mendengar nada bicaranya.

“Begini,. . . . . . . . “ Kuceritakan semua yang kurasakan pada Yoonie oppa. Dia hanya menjawab ‘hmm’ tiap kali aku berhenti bicara.

“Jadi, bagaimana?” tanyaku. “Bagaimana apanya?”tanyanya balik

“Dasar pabo. Aku kenapa?” tjawabku memperjelas. “Kalau itu kau yang babo. Kalau kau merasa sesak, sedih dan ingin menangis tiap melihat Kyuhyun dengan yeoja lain tandanya kau menyukainya”

“Mwo?”

“Begini deh. . Bagaimana persaanmu saat ada di sisi Kyuhyun?”

“Sebal sih. . Tapi entah aku merasa nyaman saat dekat dengannya”

“Nah. . . itu dia.”

“kenapa?”tanyaku. “Aishh, susah juga berbicara dengan orang lemot sepertimu.”

“Cepat katakan aku kenapa?” tanyaku sambil setengah memaksa. “Kau jatuh cinta Ji Kyung. .” jawabnya.

Mwo? Aku jatuh cinta pada tengkorak jelek itu. Aniyo. .

“Hah. .entahlah oppa. .” jawabku pasrah. “terserah kau sajalah. Tidur sana. .” suruhnya. “Ne oppa”

Aku mematikan sambungan teleponku. Aku kembali memikirkan perkataan Yoonie oppa tadi. ‘Hah. . lebih baik aku tidur saja’

Kyuhyun POV

Handphoneku berdering dengan keras mengganggu tidur nyeyak ku. Aku mengambil handphoneku yang ada di dekatku. ‘Ji Yoon? Ada apa dia menelponku’ gumamku. Aku pun mengangkatnya. Siapa yahu penting.

“Yobboseo. .” jawab suara dari seberang sana. “Ne, hyung. Ada apa?”

“Emm. . aku akan langsung ke pokok pembicaraan. Aku tahu kau paling sebal berbasa-basi”

“Ne. Ada apa?” jawabku setelah dia berhenti berbicara. “Apa kau menyukai Ji Kyung”

Uhuk. . uhukkk. . aku terbatuk mendengar pertanyaannya. Untuk apa dia menanyakan hal itu. “Kyuhyun. . kau tak apa kan?” tanyanya dari seberang.

“Ne, gwenchana hyung” jawabku. “Lalu?” tanyanya. “Lalu apanya?”

“Kau menyukai Ji Kyung tidak? Jujurlah padaku”. Aku menimang-nimang tawarannya. Apakah aku harus jujur atau aku menyangkalnya saja. Kalau aku bilang tidak suka nanti Ji Kyung malah jadian dengan Ji Yoon hyung. Arghhh. . . yasudahlah. . jujur saja.

“Ne hyung, Aku menyukainya”

“Baguslah. .” jawabnya. “Memang kenapa hyung?”

“Ji Kyung sepertinya mulai menyukaimu.”. Aku terpaku mendengar ucapan Ji Yoon Hyung. Benarkah? Seorang yeoja seperti dia akhirnya bisa luluh dihadapanku.

“Hmm, hanya itu yang idin kusampaikan. Hwaiting Cho Kyuhyun!”

Ji Yoon hyung menutup sambungan teleponnya. Sedangkan aku? Masih diam terpaku. Aigoo. . Cho Kyuhyun kau berhasil. Cintamu tidak bertepuk sebelah tangan. Aku pun kembali tidur dengan senyum yang mengembang.

Keesokan harinya. . .

“Cho Kyuhyun. . . Bangun!! Atau kau ingin kusiram dengan air?” Yeuki hyung berteriak dengan kerasnya. Teriakan yang dapat membangunkanku dari tidurku. Aku menggeliat pelan. Kulihat Teuki hyung sedang berdiri di samping tempat tidurku sambil membawa gayung air. Mwo? Gayung air? Jangan bilang dia akan menyiramku.

“Cepat bangun!! Kuhitung sampai angka 3 kalau tidak bangun, air ini akan mendarat di wajahmu. 1. . . 2. . . “ aku langsung bangun sebelum hyungku yang satu ini menyiramkan air itu ke wajahku yang rupawan ini.

“Ya. . ini aku bangun. .” ucapku saat aku merasa nyawaku sudah terkumpul seluruhnya. “Cepat mandi, Kau ada jadwal kuliah hari ini.” Omelnhya lagi.

“oh iya, ngomong-ngomong. Memangnya kau tidak menjemput Ji Kyung?” tanyanya. Omo! Aku lupa. Aku langsung menyambar handuk yang menggantung di kursi dekat laptopku. Aku mandi secepat kilat dan langsung mengambil kunci mobil milik Siwon hyung.

“Dah. . hyungdeul. .” pamitku. “kau tidak mau sarapan?”tanya Wookie hyung. “Tak usah. Nanti aku akan makan disekolah.”

Aku langsung menutup pintu dorm. Setelah menaiki lift yang membawaku ka area parkir, aku langsung menancapkan gas.

Beberapa menit kemudian. . .

Aku melihat Ji Kyung sedang di lobby apartemennya sambil bersandar pada salah satu tiang yang ada di sana. Dia mendengarkan lagu dari headphone-nya. Aigoo. . kenapa setiap hari kau bertambah cantik.

Aku menghampirinya. Dia masih tidak merasakan kehadiranku. Aku mencoba melihat list lagu yang didengarnya. ‘Mwo? Love again? Itu kan laguku?’ batinku.

“ehemm. . “ aku berdeham agar dia dapat merasakan kehadiranku. Dia berbalik dan menatapku kaget. “Kau telat 5 menit” ucapnya  sambil melihat ke arah jam tangannya. “Mian, Aku tadi telat bangun”

Dia hanya diam tidak menjawab. Kulihat dia memasukkan headphone-nya ke dalam tasnya lagi. “Hei, kulihat tadi kau sedang mendengarkan lagu Love Again? Itukan laguku. . wah, aku sepertinya kau mulai mengagumiku.” Godaku. Dia tampak kaget mendengar ucapanku.

“Ayo berangkat! Jangan buat aku tambah marah karna kau telat menjemputku”. ‘Mwo? Dia tidak malu seperti yeoja kebanyakan. Dan parahnya dia tambah marah. Aneh.’

Aku mengikuti gerak kakinya menuju pintu mobil. Aku membukakan pintu untuknya. Tampaknya dia masih sangat marah. Di dalam mobil aku sama sekali tidak berani membuka percakapan. Aku takut kalau aku salah bicara. Kuputuskan untuk  minta maaf nanti saat dia sedang istirahat. Tapi. . resikonya aku tidak bisa sarapan. Hiks. .

Ji Kyung POV

Sebenarnya aku tidak marah padanya. Aku hanya pura-pura marah untuk menutupi rasa maluku. Aku kaget saat dia tahu list lagu yang tadi sedang kudengar. Di mobil tampak sunyi senyap. Tak ada yang berani membuka pembicaraan. Aku juga tidak berani membuka percakapan. Apalagi saat ini aku sedang akting marah padanya. Mobil berhenti di pelataran parkir. Aku berjalan mendahuluinya. Aku sama sekali malas berbicara dengannnya.

Kulirik ke belakang, Kyuhyun tampak santai berjalan dengan tampang sama sekali tak bersalah. ‘dasar’  gumamku. Aku masuk ke dalam. Yoonie oppa sudah ada di kelas. Aku menghampirinya.

“Oppa.  .” panggilku. “apa chagiku?”

“Kyuhyun nakal. . “ rengekku seperti anak kecil. “Mwo? Kenapa?”

“Dia menangkap basah aku saat mendengarkan lagunya. Aku kan malu”

“Kukira apa” jawabnya santai. “Mwo? Lalu kau mengira apa?”

“Kukira di sedang berciuman dengan yeoja seksi lainnya. Atau. . dia sedang digosipkan dengan member girlband”

Pletak!! Aku memukul kepala namja satu ini. “Sakit. . .” rengeknya. Aku mendegus kesal dan mengacuhkannya. Salah sendiri memancing emosiku lagi. Dokter Jang masuk kedalam ruangan. Aku pun memperhatikan pelajarannya.

KYUHYUN POV

Kring. . Kring. . bel istirahat untuk kuliah kedokteran telah selesai. ‘It’s show time’ gumamku.

Flashback

Huaaa. . . kalau minta maaf pasti aku ditolak mentah-mentah. Lalu bagaimana ini. Aku tak ingin Ji Kyung marah. Arghh. . .

Drttt. . Drttt. . .  handphone ku bergetar menandakan sms masuk. Aku membukanya. Ternyata dari Ji Yoon hyung.

From : Ji Yoon

Hei, tadi Ji Kyung curhat padaku. Kau apakan dia? -_-

Kubalas cepat

To : Ji Yoon

Yak! Aku tidak melakukan apapun. Aku juga bingung. Hal sepele saja dia marah. Hii. . menakutkan. .

Semenit kemudian Ji Yoon membalas

From : Ji Yoon

Semalam dia marah gara-gara beritamu dengan Seohyun SNSD

To : Ji Yoon

Mwo? Kenapa dia marah?

From : Ji Yoon

Mwo? Begitu saja kau tidak tahu? Otak mu sebenarnya dimana hah? Di dengkul?

To : Ji Yoon

Enak saja!! Aku benar-benar tidak mengerti.

From : Ji Yoon

Cari tahu sendiri BODOH

Aku menyudahi pembicaraanku dengan Ji Yoon via sms. Aku benar-benar bingung. Maksudnya apa coba?

TBC

Mianhae~~ lanjutannya pendek banget. Author lagi sibuk berat *sok*. Biasalah. . anak SMA ulangannnnn mulu! -_-

Mian ya~~ maafkanlah author geje ini. OK. RCL jangan lupa ^^

4

[Freelance] Special Love

Author : Bee

Main Cast : Kang Dongwon

Rating : all age

Genre : Romance

PS : My first drabble! Gyaaaa! Finally I made it! My drabble!

“Akan aku katakan bahwa aku spesial. Aku menolak bilang aku ini hanya orang biasa. Aku ga terima kalau begitu. Karena aku memang istimewa. Terbukti dari semua yang aku dapatkan hingga saat ini, aku merasa diistimewakan. Dan kalau itu selalu terjadi, bukankah artinya aku memang istimewa?”

Kau terpaku menatapku. “Sombong banget, kamu.”

“Lah, aku emang sombong karena ada alasannya kan? Kalau aku hidup sampai sekarang cuman buat ngomong bahwa aku orang biasa, that there’s nothing special about me, bukannya harusnya kamu jadi merasa terhina?”

Kau menatapku bingung. “Kenapa?” tanyamu ragu.

“Karena aku jadi istimewa dengan kamu di sampingku. Kamu yang luar biasa, membuatku jadi gadis spesial. Kalau yang begitu dibilang biasa aja, mereka pasti gila.”

Pelan senyummu terukir. Senyum yang selalu ingin kulihat, kalau tak kulihat, selalu ingin kupancing agar terlihat. Karena dengan itu aku makin jatuh cinta padamu.

Kau ulurkan tanganmu memelukku. Mencium pelipisku dengan sayang, kau bisikkan di telingaku mesra, “Kamu memang spesial. Karena aku mencintaimu.”

Kucium balas rahangmu, karena hanya itu yang mampu kuraih dengan tinggiku yang tak seberapa, “Dan aku mencintaimu, Kang Dongwon…”

KKEUT.

dedicated to My Eternal Husband: Kang Dongwon. Baik-baik di army ya, Bebz.. Jinjja saranghae.

First published @ http://aineino.wordpress.com/