[Freelance] Little Sweet Carols [Prologue+Part 1]

Author  : Afi

Main Cast : Jang WooYoung {2PM}, Cho Kyuhyun {Super Junior}, Lee Hyuk Jae/ Eunhyuk {Super Junior},Jung Ji Rin {yg kemarin itu loh J }, dan Jung Angel

Support Cast : Member 2PM, Member Super Junior, artis dari JYPent dan SMent

Rating  : 15++

Genre  : romance and friendship

Prolog

Hidup, harapan dan perjuangan adalah motto terbaik yang bisa di harapkan dimasa masa seperti ini,kehidupan kosong yang tidak berpeluang hanya akan menambah beban kehidupan semua orang dikota besar ini. Los Angeles, siapa yang tidak tahu nama tempat ku berdiri ini. Masih sepagi ini saja, tempat ini sudah ramai. Kota ini sudah sibuk dengan orang orang yang bekerja ataupun berjalan jalan.

By the way namaku Jung Ji Rin, aku sudah bekerja di kota yang amat sangat ramai ini. Memang sudah menjadi ritualku untuk selalu berlari pagi dihari minggu ,satu satunya hari yang kosong untuk seorang yang sibuk di kota besar ini. Setiap hari senin hingga sabtu aku menghabiskan waktu ku hanya untuk bekerja. Aku bekerja di perusahaan milik keluargaku

Appa ku adalah pemilik Carols Group, usaha dalam bidang advertisement dan garment. Eomma ku juga ikut membantu dalam bidang stylish dan salon. Sementara aku, aku bekerja sebagai pemilik salah satu anak perusahan Appa, dan nama cabang itu ku buat sendiri. Valentine’s Carols. Yang lebih dikenal dengan VC. Sesungguhnya kehidupanku sekarang sudah sangat sempurna.

Langkahku terhenti di depan pintu rumahku, aku menghela nafas panjang dan berjalan memasuki rumah bercat putih tinggi. Ruang tamu yang luas, rumah bertingkat, teras belakang dengan kolam berenang. Rumah impianku sudah ada digenggamanku sekarang. Mimpiku sudah menjadi kenyataan. Aku tersenyum kecil memasuki rumahku, seketika kurasakan getaran diponselku. Aku membuka ponselku dan melihat reminder yang menunjukkan tanggal 16 februari.

Hari ini genap 5 tahun aku meninggalkan negara kelahiranku. Rasanya rindu sekali merasakan musim semi di Korea. Aku keluar dan menu reminder, dan terlihat foto seorang pria yang menghiasi layar ponselku. Aku tersenyum kecil dan langsung memasukkan ponselku ke saku. Bagaimana keadaannya ya ? apa dia baik baik saja. Satu hal yang belum bisa ku gapai di kehidupankku ini. Cahaya ku yang paling terang. Cinta.

* Part 1 *

Ji Rin PoV
Kuhirup udara yang menyentakkan kedua dadaku, ku buka mataku perlahan dan beranjak dari tempat tidurku. Matahari sudah membangunkanku dari mimpi indahku. Sudah saatnya bekerja, kehidupanku dimulai. Ku hentakkan kaki ku ke lantai kayu untuk membangunkan seseorang yang masih mendengkur halus disisi kanan tempat tidurku. Aku membuka tirai pink yang memisahkan kamar yang luas ini menjadi dua bagian

”Angie, wake up !” seruku membangunkan seorang gadis yang masih tertidur didalam selimut pink tebalnya
Angel, begitu nama panggilan nona muda yang satu ini dirumah. Angel adalah adik angkatku, dulu dia adalah sepupuku. Sayangnya kedua orang tuanya meninggal karna kecelakaan, sehingga saat aku dan keluargaku resmi tinggal di LA Eomma mengangkatnya sebagai anak. Angel di besarkan di kota ini sejak kecil, jadi dia belum terlalu fasih dalam berbahasa korea. Kami lebih sering berkomunikasi dalam bahasa inggris. Angel anak yang baik, walaupun dia dibesarakan di LA, Dia masih mau menghormati budayaku yang ku bawa dari Korea.

Sebelum bekerja aku harus mengantar adikku ini ke sekolahnya, bagaimanapun Angel masih bersekolah di Senior Highschool. Setelah mandi, aku langsung mengenakan pakaian tempurku. Blazer, kemeja putih, dan rok. Aku menyisir rambutku perlahan dan langsung beranjak menuju pintu keluar. Jam sudah menunjukkan jam setengah 7 pagi, aku menghela nafas panjang dan kembali berjalan ke sisi pink world milik Angel.

”angie, come on ! wake up, it’s too late to wake up !”

“a minute sist”

“wake up now !”seruku sambil menarik selimut yang masih menutupi tubuhnya

“ok ! I have already wake up”jawabnya yang langsung beranjak berdiri dan berjalan gontai menuju kamar mandi

Aku tersenyum kecil dan langsung beranjak keluar kamar, kuturuni tangga perlahan dan berhenti didepan meja makan. Appa masih sibuk bergelut dengan korannya, sementara Eomma masih memoles roti bakar dan selai untuk Appa. Ku letakkan laptopku diatas kursi disebelahku dan langsung mengambil roti bakar yang ada didepanku. Tiba tiba pandanganku terpaku melihat Angel yang sudah duduk dihadapanku. Omo~ cepat sekali mandinya

”bagaimana keadaan kantor ?”tanya Appa tiba tiba membuatku menoleh dan tersenyum

”baik baik saja daddy, semua lancar”

”kau tetap akan merilis coklat dengan merek brand mu ?”

”yes, that’s great. Isn’t that ?”
”ya, hanya saja apa tidak apa menggabung pangan dengan garment ? apalagi VC sudah mengeluarkan garment, produk kecantikan, tas, sepatu, dan salon. Apa tidak terlalu berat ? Apa lagi kau juga akan membuat cabang di Korea. Daddy takut, kau sulit mengatur semuanya Jenni ah”

”tidak apa, akukan tidak bekerja sendiri. Untuk cabang di korea aku sudah menyerahkannya pada Shin Min shi. Daddy tenang saja, lagipula … sebentar lagi Angel akan membantuku. Iyakan ?”tanyaku membuat Angel menoleh kearahku sambil tersenyum

Kuletakkan laptop dan tasku kedalam mobil. Angel dengan cepat membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil. Aku juga langsung menyusul Angel dan menjalankan mobil silverku meninggalkan rumah. Ku tolehkan pandanganku kearah spion, dan sesekali menangkap ekspresi sedih di wajah Angel. Aku menghela nafas sebentar dan mempercepat laju mobilku

”why ? kau marah padaku ?”

”tidak, hanya … aku merasa sedih pada diriku sendiri”ujarnya saat kuhentikan mobilku saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah

”ke..kenapa ?”

”Sist, you’re the best. Siapa yang tidak tahu Ms. Jennifer pemilik anak cabang Carols group ? Valentine’s carols ? siapa yang tidak tahu brand new itu ? Kau sudah memiliki cabang di negara besar Paris, Jepang, dan sebentar lagi Korea. kau orang yang sangat pekerja keras, sangat berbeda denganku”

”masalah ini lagi ? kau selalu bilang hal itu setiap pagi saat aku mengantarmu ke sekolah”ujarku sambil tertawa kecil

”sampai sekarang aku tidak tahu harus menjadi apa, hidupku harus bagaimana ? dan aku tidak punya mimpi sama sekali. Sial ini membuatku … membuatku ingin marah”

”kau tidak perlu begini, lihat saja nanti malam. Kau akan pergi ke pub atau club bersama teman temanmu lagi kan ? sudah berapa kali ku bilang jangan pergi ketempat itu terlalu sering”

”hanya tempat seperti itu yang membuatmu merasakan hidup sist”

”tapi kau tidak akan menemukan mimpimu disitu. Mengerti ? Come on Angie, waktu belajarmu tinggal 1 bulan lagi. Apa kau tidak tahu akan melanjutkan sekolah dimana ?”

”kau sendiri ? apa kau sudah mendapatkan semua mimpimu ? kau sudah hidup dalam kesempurnaankan ?”

”tidak kau salah, aku masih mencari dan berusaha mendapatkan mimpiku”

”kau masih punya mimpi ? apa itu ?”

”sudah sampai, i’ll tell you about this next time. Byeeee~” jawabku saat sudah menghentikan mobilku tepat didepan gerbang sekolah Angel. Ia mengangguk pelan dan langsung mencium pipiku

“I love you sist, byeee~”jawabnya

Aku terus memandangi punggung Angel yang makin lama makin jauh dari pandanganku. Aku tersenyum kecil, siapa yang tidak mengenalku ? ada saja yang tidak mengenalku. Kukeluarkan ponselku dan menatap layar ponselku yang masih menyala. Pasti kau tidak mengenaliku lagikan ? cahayaku. Satu yang belum bisa ku dapatkan sejauh ini. Aku belum bisa mendapatkan cahaya ku sendiri.

***

WooYoung PoV

Ting tong, suara bel terdengar nyaring mengakhiri mimpiku. Aku merenggangkan otot ototku yang mulai mengencang. Ku gelengkan kepalaku perlahan dan menguap selebar lebarnya. Waktu masih menunjukkan jam 8 pagi. Aku melihat kesekelilingku dan baru menyadari semua orang masih tertidur

Aish siapa sih yang mengganggu sepagi ini ? Aku berjalan perlahan menuju pintu keluar dam membukakan pintu. Petugas kantor pos ? Aku menerima sebuah kotak coklat dari pria ini. Setelah menandatangi surat, aku berjalan perlahan masuk ke ruang tengah. Ini pasti pesanan JunHo. Aigo mengganggu saja

“Siapa yang datang ?”Tanya NicKhun hyung yang berjalan perlahan sambil menyikat giginya

“Entah ini milik JunHo”

“Pesananku sudah datang ?” Seru JunHo yang tiba tiba keluar dari kamarnya, seolah alarm di kepalanya menyala saat aku menyebutkan pesanan ini

“Ha… Ini, dan aku sudah terbangun gara gara itu” gerutuku dan langsung meletakkan

“Huaaa… Akhirnya VC ku datang” serunya dengan penuh antusias membuat Chansung terbangun dari tidurnya.

Kuhempaskan diriku disofa dan memperhatikan JunHo yang masih duduk di lantai sambil membuka bingkisannya itu. Aku menguap dengan lebar bersama dengan ChanSung yang sudah duduk disebelahku. JunHo mengeluarkan sebuah jaket dan topi berwarna putih dari sana.

Keren memang, fashionable dan sangat cocok saat JunHo memakainya. Aku menoleh sebentar dan melihat sebuah katalog yang terjatuh dari dalam kotak tadi. ChanSung juga menoleh perlahan dan ikut melihat katalog itu. Wah memang sangat keren, model model baju ini tidak terlalu mencolok dan aneh aneh.

“Hyung kau membelinya dari LA ?”Tanya ChanSung

“Ne… Ini keren kan ?”

“Pantas saja, modelnya bagus dan tidak ketinggalan jaman. Warna putihnya juga bagus. VC itu…”

“Valentine’s Carols, ini merek yang cukup terkenal kan ? Tidak kalah keren pula” jelas JunHo yang masih berdiri didepan cermin

“Produknya banyak, pemiliknya pasti sangat pintar” pujiku saat melihat semua isi katalog tadi

“Ku dengar pemiliknya seorang perempuan, dan usianya masih 22 tahun. Bukankah itu hebat ?”

“Siapa ?”

“Entah aku pun tidak tahu, kalau tidak salah… Jennifer siapa gitu”

“Yak kalian !” Seru JunSu hyung tiba tiba “cepat siap siap, aku lupa memberitahu kalian. MinJae hyung bilang kita harus sampai kantor jam 9”

“Ha ? Yak… JunSu hyung ! Kau kebiasaan terlambat memberitahukan apapun” gerutu Chansung “kenapa kalian berdua diam saja ?”

“Kapan dia bangun ?” Tanyaku membuat JunHo tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya dan bergegas kembali kekamar

***

Mobil terhenti didepan pintu masuk gedung JYPent. Ku buka headset yang menutupi kedua telingaku. Langkahku mulai cepat saat Taecyeon hyung sudah mempercepat langkahnya. Tidak biasanya Jin Young hyung mengumpulkan kami sepagi ini. Apalagi melihat kebiasaannya yang sama seperti JunSu hyung. Paling tidak bisa bangun pagi

JunSu hyung langsung membuka pintu ruang rapat, terlihat sudah banyak orang disana. Aku memakai kacamataku dan langsung duduk diantara JunHo dan TaeCyeon hyung. MinJae hyung terlihat menggeleng pada JunSu hyung yang datang dengan senyuman diwajahnya

“Baiklah karna yang ditunggu tunggu sudah datang, aku akan memberitahukan satu berita bagus untuk kalian”

“Daebak, jarang jarang pagi hari sudah dapat berita bagus” bisik ChangMin hyung yang sudah membuka notebooknya di atas meja

“Jadi… Project kita yang akan mengadakan konser di LA sudah di setujui”

“Ji..jinjja ?” Tanya Suzy tiba tiba membuat semua mata tertuju padanya “ahm mianhae… Aku hanya sedikit… Berlebihan”

“Baiklah dengarkan baik baik, latihan rutin dari sekarang, 3 minggu lagi kita akan berangkat. Kalian bisa membaca beberapa kegiatan kita disana pada laporan yang ada di depan kalian”

Aku mengulurkan tanganku perlahan dan langsung mengambil map biru yang ada dihadapanku. Terlihat jadwal yang tersusun rapi di halaman ketiga. Sampai disana langsung latihan, setelah itu konser, setelah itu pemotretan, lalu… Banyak sekali kegiatannya.  Mana waktu bebasnya.

“Hyung ! Pemotretan ini vogue dan VC ? Valentine’s carols ?” Tanya JunHo saat baru membaca jadwal

“Ne… Sudah kubilang ini kabar bagus. Dan hanya 15 orang dari kalian saja yang akan melakukan pemotretan di VC. Denganku tentunya”

“Wah… Daebak, ini sangat sangat bagus. Iyakan Wooyoung ah”

“Mana waktu bebasnya” gerutu dan menggubris kata kata JunHo

“Yak ! Kenapa kau tidak mendengarkanku ha ?”

“Mwo ? Mianhae mianhae. Apa tadi kau bilang apa ?”

“Lupakan, tumben kau mencari waktu bebas ? Bukankah yang ada di pikiranmu itu hanya latihan”

“Tempatnya akan berbeda. Come on, kita harus merasakan dunia malam disana”jawabku membuatnya menggeleng pelan

Aku tersenyum kecil dan mengeluarkan ponselku dari saku jaketku. Ini kesempatanku. LA, selama ini aku menantikan kesempatan ini. Aku akan mencarimu. Ku pakukan pandanganku pada gadis dengan seragam coklat yang menghiasi layar ponselku. Aku akan menemukanmu, aku akan menunjukkan diriku yang sekarang. Dan kau harus menunjukkan kerja kerasmu.

Apa kau masih mengingatku ? Apa kau tidak melihat nomer handphone yang ku berikan ? Kenapa kau tidak pernah menghubungiku. Aku menghela nafas panjang dan kembali memasukkan ponselku ke jaket. Aku harus berlatih dengan keras disini, jadi… Aku punya banyak waktu mencarimu di LA.

Setiap orang satu persatu keluar dari ruang rapat. Ku teguk segelas air yang ada dihadapanku dan langsung beranjak keluar ruangan bersama ChanSung dan Seulong yang ada didepanku.

“Cah, kata Jin Young hyung kita boleh beristirahat hari ini, dan besok kita mulai latihan rutin. Bagaimana kalau kita karoke ?”

“Yak Chansungie, suaraku akan habis kalau karoke, bagaimana kau kita ke club saja ? Kau mau ikut ? Wooyoung ah”

“Aku ? Anio… Kalian saja. Aku mau latihan saja”

“Dia memang orang aneh”

***

Angel PoV

Jarum jam berputar sangat cepat, ini sudah jam 5 sore. ku dengar bel sudah berbunyi ditelingaku. Great ! It’s time to go home. Aku langsung berjalan kelockerku dan meletakkan buku bukuku disana. Ku coret tanggal hari ini di kalender yang terpampang di depan ku. Hufh sudah tinggal 3 hari lagi menjelang ujian kelulusan. Tapi aku belum memutuskan dimana akan bersekolah

Apa yang bisa ku lakukan sekarang, semenjak kedua orang tua kandungku meninggal hidupku jadi tidak beraturan seperti ini. Padahal aku sudah dibesarkan dikeluarga adik ibu kandungku. Tidak seharusnya aku seperti ini, tapi aku sendiri bingung. Aku tidak ingin belajar. Aku tidak ingin mengurusi kertas kertas seperti yang dilakukan Jennifer. Aku tidak bisa.

“Oh Angel kebetulan kau sudah pulang”ujar daddy yang sedang duduk diruang tamu

“Aku pulang, ada apa dad ? ”

“Ini.. Rekan kerjaku menawarkan ini. Bagaimana kalau kau sekolah di Seoul ?”

“Seoul ? But why ? Kenapa tidak di kampus Jennifer”

“Menurut daddy, lebih baik kau sekolah di Korea. Dengan begitu pergaulanmu bisa lebih baik”

“No ! Aku tidak mau ! Aku tidak mau meninggalkan LA” teriakku dan langsung berlari keluar rumah

Ku hentikan taksi dan langsung duduk dibelakang. Aku menutup mataku perlahan sambil merasakan detak jantungku yang terus terusan berdetak cepat. Aliran darahku mengalir dengan deras sekarang. Aku menghela nafas panjang dan melihat kearah luar. Memang benar selama ini aku tidak bisa membahagiakan mereka

Yang selalu kukerjakan hanya apa yang kusukai, mereka sudah sangat menyayangiku bahkan sama seperti Jennifer. Walau aku pulang malam, nilai sekolahku buruk, pakaianku yang serba mini dan sesuka hati. Mereka tetap menyayangiku sebagai anggota keluarga mereka. Aku memang tidak ingin mengecewakan mereka, tapi aku tidak mau meninggalkan LA. Bagaimanapun kenanganku bersama orang tua kandungku…hanya ada disini.

Tapi aku tidak bisa begini terus, aku harus maju. Aku tidak mau mengecewakan mommy and daddy. Terutama aku tidak mau membuat malu Jennifer. Aku langsung memakai tasku dan beranjak meninggalkan sekolah. Lebih baik aku ke kantor VC dan meminta pendapat Jennifer, dia pasti tau yang terbaik.

Taksi memberhentikan lajunya tepat di depan sebuah gedung kaca yang menjulang tinggi. Aku langsung melangkah cepat dan berjalan memasuki gedung itu. Semua mata tertuju padaku. Bagaimana tidak ? Seorang gadis dengan tanks top pink dan rok mini serta sneakers memasuki sebuah perusahaan besar.

Biar saja mereka bicara apa. Yang jelas aku ingin bertemu dengan jennifer. Aku menekan tombol lift yang bertuliskan angka tiga belas. Ku turunkan topiku untuk menutupi wajahku, sambil bersandar di pojokan lift mulutku terus mengunyah permen karet. Tiba tiba pintu lift terbuka, dan beberapa karyawan memasuki lift.

“Kau sudah tau ? Ada gosip yang bilang, Ms. Jennifer itu tidak suka dengan laki laki”

“Really ? Jangan bicara yang tidak tidak”

“Apa kau tidak melihat, Ms. Jennie sangat baik pada setiap perempuan. Dan sangat berjaga jaga saat bersama laki laki kan ?”

Aku mengepal tangaku perlahan dan mengulurkannya untuk menarik rambut gadis pirang yang ada didepanku

“Do you want to die ? Keep your silly mouth girls ! I don’t want to see you again in my sister’s company, go out !” Ujarku dan langsung keluar dari lift saat pintu lift terbuka di lantai tiga belas.

Langkah ku semakin cepat, rasanya kepalaku sudah diliputi emosi. Aku langsung membuka pintu yang berwarna coklat mocca yang ada dihadapanku. Terlihat Jennifer yang masih bertaut dengan laptop yang terbuka didepannya.

“Oh angie, ada apa ? Tumben kau ada disini”

“I don’t know, aku seperti ke hilangan arah sekarang”

“Hei ? Ada apa ? Kenapa marah marah begini ?”Tanyanya sambil menepuk nepuk pundakku

“Aku bingung, aku ingin pergi dari sini. Aku ingin berubah”

“Lihat ini, aku akan kembali ke Korea dalam waktu 3 bulan dari sekarang. Bagaimana kalau kau ikut ? Siapa tahu kau tertarik belajar disana ?” Ujarnya sambil menunjukkan sebuah brosur padaku

“Tidak ! Aku tidak mau sekolah disana. Kenapa kalian semua meremehkanku ? Sebegitu tak bergunanya aku disini sampai kalian membuangku ke Asia ? Aku tidak mau meninggalkan LA !” Seruku kencang dan langsung melemparkan brosur itu ke sofa panjang.

Kutarik tas ku dan segera beranjak meninggalkan ruangan itu. Langkahku semakin cepat dan semakin cepat. Rasanya aku ingin berteriak sekencang kencangnya. Air mataku mulai menyapa kedua pipiku. Aku langsung menghapusnya dan segera mengeluarkan ponselku. Jemariku menari diatas ponselku, brak-, kurasakan hantaman yang cukup kuat dibahuku

Aish ! Sakit. Gerutuku yang sudah terduduk dilantai, aku menoleh kearah pria yang berwajah oriental yang berdiri didepanku. Ia mengulurkan tangannya mencoba membantuku berdiri. Kuraih ponselku yang terjatuh sambil menepis tangan pria itu. Sudah mendorongku dan sekarang ingin menarik perhatianku ?

“Ahm sorry”

“Watch your step dude ! Move !” Bentakku sambil mendorong bahunya dan segera keluar dari kantor itu

Ku ulurkan tanganku membuka pintu taksi yang sudah terparkir didepan. Aku menghela nafas panjang dan langsung menyandarkan kepalaku. Kenapa ? Kenapa aku seperti ini. Tidak seharusnya aku berbuat seperti ini pada mereka yang sudah menyayangiku. Dan menerima semua sikap burukku.

Apa yang bisa ku lakukan untuk membahagiakan mereka ? Nilai nilaiku selalu pas pasan, semua hidupku kuhabiskan di club malam dan untuk alkohol. Tapi… Kenapa ? Kenapa mereka ingin membuangku ke Seoul. Kenapa mereka tidak mengerti perasaanku ? Hanya disini… Hanya di LA. Semua kenanganku bersama orang tua kandungku hanya ada di sini.

Aku langsung melangkah memasuki sebuah club besar yang terletak ditengah kota beverly hills. Dentuman keras mulai menyapa telingaku. Para penjaga yang berdiri didepan pintu langsung mengantarku memasuki ruang VIP yang sudah ku pesan. Disana sudah ramai, semua teman temanku sudah datang.

Ku hempaskan tubuhku disofa panjang dan langsung meneguk beberapa gelas alkohol yang sudah tersedia didepanku. Hanya ini yang bisa kulakukan. Menghabiskan uang kedua orang tua angkatku dan juga menjual nama kakakku untuk masuk ketempat seperti ini. Tapi hanya ini gaya hidupku, gaya hidup yang melekat padaku. Apa yang harus kulakukan ?

“Miss, please wake up !”Seru seseorang membuatku menoleh perlahan

Aku membuka mataku perlahan, kepalaku masih pusing. Ruangan yang tadinya berisik sudah sangat sepi. Aku mengambil tasku dan mengeluarkan kartu kredit yang tersusun rapi didompetku.

“Kemana semua orang ?”

“Teman teman anda sudah pergi dari tadi. Apa nona masih ingin memakai tempat ini ?”

“No. Aku mau pulang” jawabku membuat pelayan tadi pergi sambil membawa kartuku.

Kakiku terasa gemetar, tubuhkupun lemas saat menuruni tangga. Bagaimana aku bisa pulang ? Aku benar benar sangat mabuk sekarang. Aku membuka dompetku dan mendengus kencang. Sial ! Aku tidak bawa uang yang cukup. Bagaimana bisa pulang. Ku rogoh tasku dan langsung mengambil ponselku.

Tiga puluh panggilan tak terjawab. Sesuai dugaan pasti Jennifer. Ku genggam erat ponselku dan kembali memasukkannya kedalam tas. Kakiku terus melangkah entah kemana. Kutolehkan pandanganku kearah jam tanganku, sudah jam 2 pagi. Aku mendengus pelan dan terhenti didepan vending machine.

Kopi ? No. Bir, yang kubutuhkan adalah alkohol. Aku tersentak saat menekan tombol orange juice. Ash ! Bodoh, kenapa orange juice. Aku menggenggam kaleng orange juice itu dan berjalan memasuki taman. Suasana serasa masih ramai di pagi buta seperti ini. Aku menoleh perlahan dan duduk di ayunan kecil sambil terus memandangi sekaleng minuman yang ada ditanganku.

“Aku… Mau mati saja” ucapku “aku tidak berguna berada disini… Rasanya mau mati saja”

Kukeluarkan sebuah cutter kecil dari dalam tasku, aku membawa ini untuk berjaga jaga. Tapi sekarang aku menggunakan ini untuk mengakhiri hidupku. Mom, dad. I want to see you. Right now. Aku menutup mataku perlahan, I’m sorry Jennie. I will never see you again.

* To Be Continue *

P.S : hei hei author afi kembali lagi dengan ff terbaru yang tidak jelas ini haha. Sesuai janji kemarin, saya membuat ff lanjutan dari My Life Time. Yang belum baca … coba di baca dulu My Life Timenya … takutnya ga ngerti alurnya nanti hehe jangan lupa comen juga tentunya… btw mohon maaf ya atas salah salah kata kata di atas haha. Dan terima kasih untuk yang udah setia baca My Life Time dan sekarang jadi pembaca Little Sweet Carols. Mohon maaf kalo comennya yg kemarin kemarin belum terpenuhi, tapi seperti biasanya saya minta comen dari temen temen semua. Don’t be a silent reader ya guys, comenmu menentukan alur cerita ini hahah. Gomawo J

4 thoughts on “[Freelance] Little Sweet Carols [Prologue+Part 1]

  1. KYAAA!!udah nunggu lama,akhirnya keluar juga lanjutan dari My Life Time,daebak!
    I like this story!!!so,don’t stay long,okey. . .****

  2. Eunhyuk nya belom muncul nih? tapi ceritanya makin mantap thor :D ak udah baca dari dulu yg My Life Time XD kekeke~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s