15

[Freelance] Trouble to Say Love You [part 5 end]

Author : iz a.k.a Park yeon rie

Cast : Kim soo hyeon,,suzy (miss a),IU,Wooyoung (2pm),Choi minho,krystal,taecyeon,eunjung (t.ara),choi siwon,

Genre : Romance

Ratting : PG 16+

haii readerssku yang baik,,mohon comment yaaa….

Maaf publishnya lama,,sebenarnya author udah ngirim ff secepatnya lewat e-mail,,berhubung author freelance jadii publishnya nunngu admin yang baik hati ^^ hehehe gomawo pada admin yang selalu publish ff saya.

ada rencana mau biki sequelnya,,v tergantung pengennya readers… Oa maaf tak bisa membalas comment readers,, al.a author k.warnet cuma pas lagi publish ff ma ngejain tugas aja *uangnya mepet hehe*,,v  benar deh pengen balas commentnya,,pliss commentnya sangat author butuhin.. Kamsahamnida yang udah comment dari part pertama ampe akhir… Nice readerss^^

* dont be silent readers,,please commentnya *

suzy pov

>.< “apa yang kalian lakukan..” teriakku saat melihat soo hyun dan eunjung dalam posisi yg tengah berciuman

“aigo” soo hyun mendorong eunjung.

Aku mengambil jihyun dari box.a,,lalu bergegas pergi. Namun langkahku terhalang saat soo hyun menghalangi pintu keluar.

“kau… Kau… Kau dapat melihat… Kau membuatku menjadi org terbodoh didunia,,tch..” emosiku benar2 meluap.

“hanya ciuman perpisahan,,mengertilah,,dan masalah aku tak dapat melihat,itu bisa aku jelaskan,,aku mohon” soo hyun menatapku dengan wajah ditekuk.

“minggirlah,,kau menghalangiku dan jihyun” aku bersikeras mendorong soo hyun.

“onnie,,benar apa yang dikatakan soo hyun oppa,,tadi eunjung nona meminta soo hyun jadi kekasihnya,,walopun kekasih gelap juga tak apa,,namun soo hyun oppa meminta sangat agar eunjung nona tak mengharapkan ia lagi,,akhir.a eunjung nona meminta syarat yaitu good bye kiss..” jelas iu yg tiba2 muncul dari toilet.

“ttp saja dia membohongiku,,dia berpura2…” ucapanku terhenti saat soo hyun membalikan tubuhku dan mendekapku dgn menyadarkan dagunya pada pundakku.

“mianhae,,jeongmal mianhae…” ucapan soo hyun membuatku diam tak bergeming.

“selesaikanlah urusan kalian,,aku pergi menyusul wooyoung yg sedang membeli makanan… Kajja nona” iu menarik lengan eunjung untuk segera pergi.

~~TROUBLE TO SAY LOVE YOU~~

“lepaskan dasar yeoja tak tau diri,,seenaknya saja menarikku dan memberikan penjelasan yg tak real” ucap eunjung dengan raut menakutkan.

“mianhae eunjung-shi,,tapi aku tau tadi kamulah yg memaksa hyun oppa untuk menciummu khan” jawab iu tak kalah dingin.

“kau..” eunjung melayangkan tangannya pada wajah iu.

“berhenti… jgn pernah menyentuh calon istriku” sentak wooyoung terlihat penuh amarah dan berlari menghampiri iu.

“aishh…” kesal eunjung hingga ia meninggalkan iu dan wooyoung.

“gomawo mickey” raut iu memerah

“ehm.. Aku hanya tak ingin wajah minnie terluka,,khan pernikahan kita 1 bulan lagi” wooyoung menyikut badan iu.

“yak… Bukan.a mengkhawatirkan minnie,,mickey hanya khawatir ama wajah minnie.. Jahat sekali ” sebal iu memalingkan wajahnya yg cemberut

^^”kidding” wooyoung menatap iu

~~TROUBLE TO SAY LOVE YOU~~

SOO HYUN POV

aku meraih jihyun yg terlelap dipangkuan suzy,,lalu menaruhnya dengan perlahan d.box bayi.

Aku menyentuh dagu suzy,,agar wajahnya yg d.tekuk kembali menatap mataku.

“SARANGHAE…” ucapku dengan penekanan.

Tak ada jawaban dari suzy…

Hening….

“omo..omo gmn ini duhh …” pikir suzy mulai salting..

“aku… Aku .. Ada urusan sebentar..” saking saltingnya suzy bergetar saat mengucapkan alasan.

“jangan menghindar,,aku akan membuatmu menjawab perasaanku” aku menarik lengan suzy agar ia menghadapku,,lantas aku memegang pipi.a dgn kedua tanganku,,perlahan aku mengecup bibirnya lembut dan suzy hanya memejamkan mata…

Krek… Suara pintu terbuka,,aku melihat mr.cho dtg dan aku memberi isyarat menyuruh.a pergi sebelum suzy menyadari ada pengganggu dan melepaskan ciumannya lagi…

“jika kau menerima cintaku,,jgn menolak perlakuanku sebagai suami sah mu..” bisikku di sela2 ciuman kami,,dan aku mulai menghangatkan suasana..

……sensor……….

~~TROUBLE TO SAY LOVE YOU~~

suzy pov

kenapa sangat sulit untukku mengatakan kalau aku menyukai suamiku,,mungkin karena aku takut jikalau soo hyun akan menyakitiku,,ntahlah aku sendiri tak mengerti kenapa rasa cepat sekali berubah,,yg pasti tak ada hal yg tak bisa d.ungkapkan. Tak bisa jujur dgn perkataan,,tak bisa membuat rangkaian indah dalam suatu tulisan ukiran rasa,,kita masih bisa bertindak baik terlihat maupun tak terlihat,,pastinya ada jalan tersendiri.

Uaaaaa…. Aku terbangun dari tidurku,,dan aku melihat suamiku masih terlelap. Selimut dan ranjang ini menyesakkan untukku.

“omona….” aku baru sadar,,kala malam tadi kami melakukannya d.rumah sakit,,dan perlahan aku melepaskan “adik”.a yang masih tenggelam.

Hehehehehe *mian otak saya lagi yadong bgt*

~~Troube To Say Love You~~

author pov

1 bulan kemudian…..

@wedding mickey couple…

“chukae,,” suzy dan iu cipika-cipiki.

“wahh chukae young” ucap asal soo hyun dan mendapat sikutan dari wooyoung.

Drt…drt.. hp soo hyun bergetar

“chagii,,aku keluar sebentar yah” setelah menerima sms soo hyun meninggalkan kerumunan pesta.

“haiii,,taec oppa sendirian,temenin gih…” usul iu..

“minnie,,” wooyoung nampak tak setuju dengan saran iu,,namun mendapat ijakan dari iu sebgai tanda kalau suaminya*ceritanya uda nikah ni yeh* itu harus diam.

“sepertinya begitu” jawab suzy,,lantas menghampiri taecyeon.

…***….

“aku senang akhirnya dongsaeng oppa sadar,,kalo oppa hanya suka suzy,,istriku” terang soo hyun pada eunjung.

“ne… Ara… Oppa tolong bilang maaf aku ama suzy,,pesawat aku 2 jam lagi berangkat,,gomawoyo oppa masih mau jadi kaka terbaik buat aku…” eunjung memeluk soo hyun ,,dgn senyum dan penuh ketulusan soo hyun membalas pelukan.a mesra.

….***….

“benarkah sekarang kamu menolak berselingkuh denganku…” ucap taecyeon sambil meneguk minuman.a dan hanya d.jawab dgn anggukan dari suzy.

“aish… Kali ini aku sungguh kehilanganmu” taecyeon nampak tak rela.

“friend” suzy nampak gugup mengucapkan hal tersebut.

“we…. Just friend…. Andwae…” tolak taec oppa,,suzy yang mengdengar jawaban itu menundukan kepala pasrah.

“jadilah dongsaengku.. Eotokhe…” taec oppa menerawang jauh ke langit yang di rasanya sangat gelap,,belum sempat suzy menjawab..

Suzy melihat soo hyun dan eunjung berpelukan,,secara refleks suzy memanggil waiters dan meminum banyak alcohol.

“baru pertama kali aku melihat yeoja yang aku cinta ini minum alcohol,,tapi aku mengerti perasaannya sekarang,,biarkan seperti itu mungkin akan sedikit merasa tenang..” taecyeon menatap soo hyun yg tgah memeluk seseorg dgn kesal,,lalu di rebahkannya kepala suzy pada pundaknya yg datar,,membiarkan suzy meracau sendiri.

“oppa lihatlah,,dia melarangku bertemu dgnmu tapi dia seenaknya memeluk yeoja lain,,oppa eotoke… Apa harus cerai,,arghh aku gak mau cerai oppa…” racau suzy setengah sadar…

“omona apa yang aku lihat,,lehernya banyak sekali bintik merah” kaget taecyeon saat mengibaskan rambut suzy ke belakang.

“apa semalam banyak nyamuk…” tanya taecyeon perlahan.

“ada satu nyamuk nakal,,dia bernama kim soo hyun ,, oppa apa kau melihat leherku yang seperti di rebus air…” suzy makin ngelantur

….***….

@mobil

“akhirnya,,iu dan wooyoung menikah yah” soo hyun tersenyum ceria.

Suzy tetap diam tak menjawab soo hyun,,kali ini ia merasa pusing…

“wae…gwenchana” soo hyun yg melihat gelagat aneh dari suzy ,,menanyakan keadaan istrinya.

“kim soo hyun,,kim soo hyun,,kim soo hyun,,cerai,,tidak,,cerai,,tidak” suzy makin ngelantur.

Ckitttt… Soo hyun menghentikan mobilnya

“aigo,,kau mabuk ,,kim suzy kau mabuk…” soo hyun perlahan mengguncangkan tubuh suzy.

“wae… Jangan teriak,,kim soo hyun jelek,,kim soo hyun menyebalkan,,cerai sajalah…” dgn mata yg kini terpejam suzy terus menerus meracau.

“aishh… Kenapa dia demam lagi….” desis soo hyun dan kembali menyalakn mesin mobil,,namun sayang mobilnya tak dapat menyala,,sementara melihat keadaan suzy yang tengah demam tinggi ditambah mabuk,,akhirnya soo hyun menggendong suzy untuk mencari rumah sakit terdekat.

Uek…. Uek… Suzy memuntahkan isi perutnya dalam gendongan soo hyun.

“yakk,,kim suzy ,, tenanglah aku pasti bisa membawamu k.rumah sakit….” soo hyun terus berlari dan menahan beban berat suzy d.punggungnya.

1,5 jam kemudian….

@klinik

“tuan,,maaf tapi dokter kami tengah berisitirahat” ucap pelayan klinik tersebut.

Brug…

“mohon bantu istri saya,,saya berani bayar kalian 4x lipat,,mohon tangani istri saya,,ppali…” soo hyun berlutut dan berteriak memohon.

“aish… Ada apa ini,,kenapa berisik sekali” seorang namja menghampiri soo hyun dan pelayannya.

“dok,,” jawab pelayan itu bingung.

“sudahlah,,bawa pasiennya k.ruangan saya” dokter tsb merasa prihatin melihat suzy yang pucat.

setelah membaringkan suzy,,soo hyun menunggu d.luar dgn panik….

“tuan anda juga perlu mengobati luka kaki anda,,dan seperti.a istri anda membutuhkan banyak darah,,apa ” belum selesai pelayan berbicara

“darah aku sama dgn.a,,ambilah… Ambil saja darahku,,” terang soo hyun yang sebenarnya tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi pada suzy.

“istri anda pendarahan,,untung janin yang ada d.perutnya mampu bertahan” terang dokter tsb.

“ja… Janin…” soo hyun bingung.

“istri anda tengah mengandung,, 3 minggu” kali ini pelayan dokter tsb menjelaskan dgn detail.

Sebenarnya dgn kondisi soo hyun yang cape,,soo hyun dilarang dan tak bisa mendonorkan darahnya,,namun dgn permohonan yang gigih akhirnya soo hyun d.ijinkan dgn menandatangani kalau soo hyun akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu pada dirinya.

Soo  hyun menatap heran suzy yang terbaring d.hadapannya,,dan ia masih tak percaya dgn apa yang ia lihat ,,baju bagian belakang tuxedo putihnya penuh dgn darah.

…..***…….

Suzy pov

aku merasakan sakit d.kepala dan bagian perutku,,perasaan aku hanya minum alcohol tapi kenapa bisa kayak gini yah….

Perlahan aku mencoba melihat sekitarku,,dan namja yg semalam membuatku sakit hati,,kini terlihat pucat serta lemas,,

apa yang terjadi…??

Dimana aku…??

…..***……

“nona,,bagaimana keadaanmu,,apa sudah jauh lebih baik” tanya pelayan yg tiba2 masuk.

“ahh… Ne gomapta,, ini dmn?” heranku melihat ruangan kecil yg begitu lusuh.

“ini klinik nona,,kemarin namjachingu nona,,membawa nona dalam keadaan kurang baik,,untung janin anda tak kenapa napa” beritau pelayan tersebut sambil mengecek tekanan darahku.

“janin,,aku hamil…” senang,bingung,cemas itulah yang saat ini aku rasakan.

“akibat banyak alcohol yang masuk ke tubuh nona,,akhirnya nona pendarahan,,untung aja namjachingu nona ini memiliki darah yg sama,jadi kami tak perlu repot ,, nona saya permisi dulu” pelayan itu pergi dgn memberi senyum.

Sebentar ku perhatikan namja yang masih terlelap dgn menyandarkan kepala.a d.pinggir kasurku.

Apa begitu lelah menikah dgn yeoja pabo sepertiku,, lihatlah kini kamu begitu kurus,,pucat,,..

“gomawo yeobo” aku mengelus rambutnya dan sedetik kemudian air mataku jatuh.

….***….

Soo hyun pov

aku merasa ada tetesan air mengenai kepalaku,,apa aku bermimpi….

Betapa terkejutnya aku melihat suzy tengah menangis..

“gwenchana” tanyaku..

saat menyadari aku terbangun,,suzy dgn erat memelukku…

“saranghae… Jeongmal saranghaeyo kim soo hyun” ucapnya…

Akhirnya aku bisa mendengar kata2 yang sewaktu dulu aku tunggu… ^^

“nado,,istirahatlah karena skrg ada seseorang lg d.dalam tubuhmu,,jadi chagi harus kuat…” saranku,,membaringkan suzy.

“yeobo,,kau jugha perlu istirahat,,kemarilah temani aku,,pasti lelah semalam menjagaku” suzy menepuk sebelah pinggir kasurnya.

Aku mendekapnya …

“kemarin eunjung hendak minta maaf padamu,,tapi kamunya lagi asyik dengan iu dan wooyoung,,” jelasku tak ingin ada lagi yang ditutupi.

“right now,,i will always believe you hubby” desis suzy dan terlelap d.pangkuanku…

The end….

20

I LOVE YOUR DAD PART 1

Tittle: I Love Your Dad

Rating :General

Length : Short Story

Genre : Romance

Author:  Riska Fasyah Bayenti

EDITOR : Ocha Syamsuri

Cast :

Leeteuk as Park Jung Soo

Yourself as Song Hyun Ae

Kid as Park Je In (anak perempuan Leeteuk )

***

Part 1

*Song Hyun Ae POV*

Aku berjalan memasuki kamarku, kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang yang kuikrarkan sebagai tempat tidur ternyaman didunia. Hahhh..benar-benar nyaman dan hangat, kulihat jam didinding kamarku, sudah pukul sembilan malam rupanya.

Aku baru pulang dari tempat kerjaku. Hufh, entahlah apa tepat tempatku bekerja sekarang ini bisa kusebut sebagai tempat kerja. Sebenarnya aku digaji cukup lumayan tapi entah kenapa aku merasa seperti tidak bekerja saja disana. Entahlah, mungkin dilain waktu aku akan menceritakan lebih detailnya.

Aku memaksakan tubuhku untuk bergerak dan berjalan menuju ke kamar mandi. Aku perlu merefreshkan tubuhku. Continue reading

5

[Freelance] Surprise!

Author : 2MIN.ute

Main cast : taemin-minho

Support cast : onew-key, dream!minho-yuri, jonghyun

Rating : pg-13*I think*

Warning : boyxboy

PS : yeah, sorry aku pervert!!!! haha Lols ;P..I LOVE 2MIN COUPLE VERY MUCH and onkey couple…siapakah disini yang juga cinta dengan 2min couple atau onkey??  :D

17 july 2010, 22:30

Dear my lovely diary boongboong, hari ini sungguh melelahkan, promosi album baru, recording radio, recording show. Oh, aku sangat rindu saat-saat aku hanya duduk santai sehabis mengerjakan pekerjaan sekolah, sambil memakan parfait syrup blueberry dibalcon sambil mendengarkan ocehan key-hyung karena parfume kesayangannya dipakai oleh jonhyun hyung, mendengarkan onew-hyung yang membangga-banggakan friedchicken yang baru dibelinya, dan sambil mendengarkan favorite hyungku,orang yang aku berikan hatiku bermain soccer di psp kesayangannya.

Hari ini melelahkan dan sangat aneh bagiku, onew-hyung tidak mengangguku seperti biasa(biasanya onew-hyung akan melempar badanku kekasur dan menindihnya), key-hyung sangat pendiam padaku, dia tidak mengomentari apa yang aku pakai, apa yang aku makan, apa yang aku lakukan, jonghyun-hyung mengabaikan omonganku walaupun aku sudah memakai logat imutku, dan yang paling aneh dan buruknya lagi adalah, minho-hyung, dia mengajak yuri-noona, khun-hyung, donghae-hyung, eunsoo-noona  ke dorm kami dan dia juga mengabaikan omonganku dan saat pulang, ia mengantarkan yuri-noona sampai ke dorm so nyuh shi dae, oh god tidakkah hari ini ada satu saja yang baik bagiku, oke sang pangeran telah datang dari rumah putrinya, aku akan menanyakan kepadanya tentang semua yang terjadi hari ini. Oke good night boong boong, hanya kamu sekarang yang mengerti persaanku.

                              Lee Taemin 

Taemin : hyung? Hyung? Lah ini kenapa ga ada orang…tadi ada suara minho hyung datang.

Taemin melihat kesekeliling dorm. Ruang menonton kosong, ruang makan kosong, balcon kosong, didepan rumah juga kosong. Taemin mencoba ke kamar onew-hyung.

Taemin : hyung? Onew-hyung, apakah kau sudah tidur?

(tidak ada yang menjawab pertanyaanya hanya suara orang tertidur)

Taemin lalu keluar dari kamar onew, sebelum menutup pintu ia berkata “goodnight leader hyung…have a nice dream”. Saat keluar ia melihat key keluar dari kamar mandi, dengan handuk dikepalanya sepertinya key habis mencuci mukanya dan menggosok gigi dan bersiap untuk tidur.

Taemin : key-hyung, tumben sekali onew-hyung sudah tertidur hyung, apa dia sakit?

Key : tidak. Dia hanya ingin tertidur.

Taemin : hooo…oia hyung, tadi aku mendengar minho-hyung sudah pulang, tapi aku tidak menemukannya dimana-mana, dan dimana jonhyun-hyung?

Key : aku tidak mendengarnya. Jonghyun dikamarnya.

Jawaban key semuanya di jawab dengan nada datar, sangat tidak biasa bagi seorang almighty key.

Taemin : hyung, apa yang kau lakukan? Kenapa kau pergi kekamar onew-hyung? Bukankah aku sudah membereskan kamar kita seperti apa yang kau suruh, sudah bersih hyung sekarang, kau tidak perlu tidur dikamar onew-hyung kan?

Key : *sigh* memang kenapa kalau aku mau dikamar orang yang aku sayangi? Kamu dan minho juga selalu begitu, aku tidak pernah mengeluh lee taemin. Ini privacy orang taemin.

Key masuk kamar onew langsung menutup pintu dengan keras.

Taemin : tap-tappi..aku..ak-akuu..key-hyung. mungkin key-hyung sangat bad mood hari ini, yasudahlah tunggu sampai besok pasti dia juga akan baik lagi.

Taemin menuju kamar jonghyun dan minho. Mungkin minho sudah dikamarnya sekarang, pikir taemin.

Taemin membuka kamar itu, dan kamar itu gelap. Iapun berjalan menuju tempat tidur.

Taemin : jjong-hyung?? Minho-hyung?

Jonghyun : hmm..ada apa taemin kekamarku….

Jonghyun menjawab tetapi tidak membuka matanya.

Diranjang tempat tidur minho kosong.

Taemin : hyung, kau belum tidur? Tadi aku mendengar minho hyung sudah pulang, kau tau dimana dia?

Jonghyun : kau liat taemin, tempat tidurnya kosong, kenapa kau tidak mencarinya diseluruh rumah atau bertanya kepada hyung-hyung yang lain, aku lelah taemin.

Taemin : aku sudah mencarinya kemana-mana hyung, aku juga sudah bertanya pada yang lain, tapi tetap tidak ada.

Jonghyun : yasudah kalau begitu aku juga tidak mengantonginya taemin, taemin bisakah kau pergi sekarang, kepalaku makin pusing saat kau datang.

Taemin berjalan keluar dengan muka sedih. “key-hyung, jonghyun-hyung ada apa dengan mereka, sebelumnya mereka belum pernah seperti ini denganku…minho-hyung dimana kau, apakah kau tidak pulang hari ini, apakah kau menginap disana, hyung..”.

Taemin yang pasrah, kembali kekamarnya.

Taemin : minho tidak ada dimana-mana, key-hyung pun bersikap dingin kepadaku dan sekarang dia meninggalkan ku tidur sendirian, jonghyun hyung pun bersikap acuh kepadaku, ini benar-benar hari yang paling buruk dalam hidupku.

Taemin menahan airmatanya dan menidurkan badannya ketempat tidur. Dia tidak bisa tertidur, pikirannya hanya terpikir hal-hal aneh hari ini dan minho-hyung yang tidak pulang dari mengantar yuri-noona, biasanya jika ada yang belum pulang(kecuali dia ada schedule) key hyung akan terjaga untuk menunggu orang itu pulang, key-hyung dan onew-hyung sebagai leader akan terus menelfonnya, tapi sekarang, apakah minho-hyung sudah memberitahu hyung yang lain jika dia tidak pulang malam ini.

Taemin : ayo lee taemin, lupakan hari ini, besok juga akan jadi hari melelahkan, ayo sekarang tidur lee taemin!!!!!

Taemin mencoba tertidur. Setengah jam kemudian, taemin mulai tertidur lelap.

Dijam menunjukkan pukul 00:00 sekarang, taemin bermimpi.

(didalam mimpi taemin)

Taemin : minho-hyung?,key-hyung?,onew-hyung?,jonghyun-hyung?

Sosok minho,key,onew,jonghyun berada didepan taemin sekarang, mereka yang sedang tertawa-tawa terdiam melihat taemin memanggil nama mereka.

Jonghyun : yah? Siapa yah? Ada yang bisa kami bantu?

Onew : oh kamu mau meminta tandatangan? Atau anda stalker?

Key : yeobo, aku takut..(key memegang tangan onew)

Minho hanya terdiam melihat dengan sinis.

Taemin : hyung, ini aku, lee taemin..taeminnie hyung..minho-hyung ini aku dongsaeng kesayanganmu.

Minho : dongsaeng? Selama hidupku aku tidak punya adik, dan aku tidak punya junior sepertimu.

Taemin : hyung, aku maknae SHINee, maknae kalian.

Onew,key,jonghyun : maknae?

Key : haha…kalau kamu ingin meminta tanda tangan bilang saja anak kecil, tidak usah pake bilang segala kalau kamu maknae SHINee…semua shawol tau kalau the best maknae of SHINee dan hanya satu-satunya best maknae adalah minho, selain minho tidak adalagi, apakah kamu shawol baru?

Taemin : tapi, tapi…kita berlima, SHINee selalu berlima dan aku maknae kalian hyuuuung…

Minho : sebenarnya apa mau mu anak kecil, sebaiknya kau pulang sana, ibumu mencarimu

Onew,key,jonghyun,minho tertawa bersama. Taemin hanya bisa menangis

“MINHO-OPPAAA…” seorang perempuan cantik,tinggi hampir sejajar dengan taemin, kulitnya tidak putih seperti blackpearl, rambutnya yang panjang dan hitam, senyumnya yang indah, bodynya yang perfect berlari menuju minho, dan mencium pipi minho dengan mesra.

Minho : hey honey, aku sangat rindu padamu, aku menunggu mu dari tadi disini yuri

Minho mencium bibir yuri. “what????? Yuri-minho??? Mereka berciumaaaan???? Mereka saling bermesraan????” pikir taemin.

Yuri : aku juga rindu padamu stromg man….hari ini kita akan bersenang-senang

Minho : baiklah, aku menanti mu baby

Key : aku selalu senang melihat kalian selalu mesra, onew-hyung mari kita lakukan yang mereka lakukan malam ini.

Onew : apapun untuk mu key.

Onew mencium bibir key, mereka berciuman selama hampir 10 menit, mereka melepaskan ciuman mereka karena mereka kehabisan nafas.

Onew : key, bagaimana jangan malam ini, aku sudah tidak…key…

Key : haha…stupid chicken maniak, kenapa kau tidak sabaran…baiklah ayo kita pergi sekarang dan melakukannya.

Jonghyun : YA!!!! Mengapa hanya aku saja yang sendirian…

Taemin hanya terdiam dan makin menangis dengan apa yang dilihatnya.

Minho : apa yang kau lihat anak kecil, kami tidak mengenalmu, sebaiknya kau pergi sana, atau aku akan menyuruh security untuk mengusirmu dengan kasar.

Taemin : hyung mengapa kau melupakanku, mengapa kalian berbuat seperti ini hyung, minho-hyung tidakkah kau tau aku selalu percaya dan mencitaimu..

Taemin pergi meninggalkan mereka, berharap salah satu diantara 4 itu akan mengejarnya dan akan berkata “maafkan kami, our lovely maknae…kami selalu mencintaimu” atau berharap minho akan mengejarnya dan berkata “aku juga mencintaimu lee taemin” tetapi tidak ada satupun yang mengejarnya. Taemin berjalan entah dimana, ditempat dimana dia tidak mengenal, orang-orang melihatnya dan berbisik-bisik tentangnya.

Taemin hanya berjalan, dan dia melihat dirinya sudah tua, sendiri tidak ada yang mengenalnya, dia melihat onew dan key-hyung sudah menikah dan sudah mempunyai 3 anak, jonghyun 0hyung bersama seorang wanita cantik, mereka memupnyai 1 orang anak yang cantik dan minho dan yuri pun hidup bahagia dengan anak-anak mereka, taemin hanya sendiri, menangis, tidak ada yang mempedulikannya.

Taemin berjalan dan dia berhenti ditengah jalan karena dia lelah berjalan, pasrah akan keadaanya, datanglah mobil dari arah sebelah dengan kecepatan kencang tapi taemin tidak beranjak dari dia berdiri.

Taemin : selamat tinggal onew-hyung, key-hyung, jonghyun-hyung dan minho-hyung.

Mobil itu menabrak tubuh taemin, taemin terpental kedepan dan terbaring dijalanan dengan darah bercucuran dari dahi, tangan serta kakinya..orang-orang berkumpul ditempat kejadian dan memanggil-manggil nama taemin

“taemin, taemin, lee taemin, baby, honey, wake up, lee taemin, minnie, taeminne”

“apakah mereka masih ingat kepadaku, orang-orang tidak melupakanku, tapi sekarang aku sudah mati, sudah tidak ada gunanya lagi, tetapi mengapa aku masih bisa berbicara dalam fikiranku..apakah aku belum mati” taemin mencoba membuka matanya .

(akhir dari mimpi taemin)

“Aku membuka mataku, mataku sungguh berat untuk dibuka, daan saat aku membukia mataku ternyata pipiku basah karena aku menangis dan ketika melihat sekeliling semuanya gelap, apakah aku sudah mati? Tapi sekarang aku ditempat tidurku bersama tamama(salah satu character dari anime sergant keroro)”. Dari kejauhan taemin melihat ada cahaya, 5 cahaya yang menuju mendekatinya. “Apakah itu malaikat yang akan mengambil nyawaku”. Lalu terdengar suara.

“saenggil chukhahamnida….saenggil chukhahamnida…saranghae yo uri taminnieee…sanggil chukhahamnida” suara nyanyian selamat ulang tahun, suaranya seperti campuran suara onew-hyung,key-hyung,jonghyun-hyung dan minho-hyung.

Lampu kamar taemin pun dinyalakan dan berdiri dihadapan taemin ke 4 hyung tersayangnya, key memegang melon shortcake dengan 5 lilin diatasnya, onew membawa 2 kado, jonghyun 1 kado dan minho hanya berdiri sambil tersenyum.

Taemin hanya bisa terdiam, dia terkaget, “apakah ini mimpi? Apakah ini surga?”.

Key : lee taemin, mengapa kau malah terdiam, ayo cepat tiup lilinnya.

Semuanya tersenyum kepada taemin. Dan airmata taemin pun turun, dia mendekapkan wajahnya pada tamama dan mulai terisak sedih.

Taemin : tuhan, aku harap ini bukan hanya mimpi, kalaupun mimpi biarlah ini terus berlangsung atau tuhan, surgamu sungguh indah..

Minho mendekati taemin dan memeluknya. Minho melepaskan pelukannya dan melepaskan tamama dari muka taemin, minho mengusap air mata taemin.

Minho : pabo taemin, ini bukan mimpi maupun surga, ini keluargamu, hyung2 mu yang mencintaimu..sudah jangan menangis dan cepat tiup lilinnya.

Taemin masih terisak-isak sedih sambil ingin meniup lilinnya, tetapi onew bekata : jangan lupa your wish taemin sebelum meniup.

Taemin menutup matanya dan mulai mengucapkan permohonannya didalam hati, lalu meniup lilinnya.

Key : HAPPY BIRTHDAY TO MY LOVELY SON.

Key memeluk taemin.

Onew, jonghyun : oatanjoubi omedetou lee taemin

Key melepaskan pelukannya. Dan melihat ke taemin yang masih menangis, lalu key melihat onew dan jonghyun lalu ke minho.

Key : kenapa kau masih menangis taemin???

Taemin : *hiks hiks hiks* ak-ak-ak-aku..mi-mi-mia-mianhae hyung, aku selama ini terlalu bersikap seperti anak kecil, tidak pernah mandiri, sering menangis..ak-aku..

Key : aku yang harusnya meminta maaf kepadamu taemin, mereka menyuruhku untuk mengacuhkan mu dan bersikap dingin kepadamu kemarinn semua ide mereka taemin.

Jonghyun : ide kami??? Kan kamu key yang katanya ingin sekali membuat surprise yang berbeda dihari ulant tahun taemin ini, mengapa hanya kami yang disalahkan.

Key : tapi kan aku hanya bilang inin melakukan sesuatu yang berbeda KIM JONGHYUN!!!!! DINO!!! BUKAN BERSIKAP DINGIN KEPADA TAEMIN!!!!!!!!

Jonghyun : YAAA!!!!!!!! Bitch!!

Key : YAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!  Stupid dino, pervert,…fffff..

Onew : sudah key, jonghyun….ini semua salah semua, tidak seharusnya kita bertindak keterlaluan sampai taemin menangis sambil tidur.

Taemin : hyung…..*hiks hiks*

Key : taebaby, jeongmal mianhae…ini semua kita lakukan untuk membuat surprise buat mu..mau kah kau memaafkan kami???

Taemin : aku selalu memaafkan kalian…justru aku yang perlu minta maaf, jika itu benar-benar terjadi mungkin semua dikarenakan kesalahanku juga..hyung maafkan aku juga dan terimakasih atas surprisenya…aku tidak ingat kalau hari ini aku ulang tahun.

Jonghyun : pabo tamin…ini special birthday…sweetseventeen tae…ckckckck

Onew, key, taemin, minho tertawa

Onew : okeh sekarang sudah hampir pagi, tapi kita masih punya waktu 4 jam untuk tidur lagi, sebaiknya kita tidur lagi

Key : aku punya ide..

Minho : apalagi kim kibum??

Key : karena kita semuanya sudah bersalah terhadap taeminnie dan sudah mengabaikannya hingga dia tidur sendiri sambil menangis, sebaiknya kita tidur disini ber sama-sama, berlima..bagaimana???

Taemin : aku setuju ummaaaaaa keeeeyy

Key : yeah..my son sudah setuju, bagaimana dengan kalian??

Jonghyun : yup aku setuju (jonghyun langsung tidur menuju tempat tidur key)

Onew merapatkan tempat tidur taemin dan key menjadi satu dan berkata “ aku juga setuju…kim jonghyun minggir sana..aku mau tidur didekat key”

Jonghyun : yayayah…aku tidur bersama guling dan dinding saja juga tidak apa2

Key : minho? Bagaimana dengan mu?? (key sudah berada ditempat tidur disamping onew)

Taemin : minho hyung???

Minho : sebelumnya…(minho berjongkok didepan taemin) aishiteru yo lee taemin..tsukiatte kudasai..

Taemin : me too hyung…yoroshiku onegaishimasu.

Minho mencium kening taemin, lalu turun ke pipi dan berakhir di bibir taemin

Jonghyun :huffff guling,dinding mari kita tidur(jonghyun memeluk erat gulingnya)

Onew : key, sudah jangan dilihat terlalu serius seperti itu, mereka hanya berciuman saja tidak akan terjadi apa-apa selama kita disini tidur bersama (onew menggunakan tangannya mendorong key yang terbangun dan terkaget untuk ketempat tidur lagi)

Key : tap-tapi hyung mereka

Onew : key….seperti kita tidak pernah saja..ayo sudah biarkan mereka..anggap saja ini hadiah ulang tahun taemin key.

Minho melepaskan ciumannya dan tersenyum : happy birthday my lovely taemin… :D

Taemin : thankyou so much honey… :D

Minho pun tidur disamping taemin dan taemin tidur dipelukan minho sambil memegang tangan key umma..mereka berlima tidur di 2 tempat tidur yang dijadikan satu.

Key : taemin, apa yang kau minta tadi saat mengucapkan permintaan?

Taemin : aku meminta agar kita bisa selalu bersama walaupun nanti SHINee ada masalah, lalu aku meminta kita semua diberi kebahagiaan dan mendapat orang yang kita cintai, dan yang terakhir aku harap mimpiku malam ini tidak akan pernah terjadi sampai kapanpu.

Minho : 2 permohanmu telah terkabul taemin, tetapi apa mimpimu itu ?

Taemin : biarlah hanya jadi mimpi hyung, aku tidak mau itu terjadi.

Mereka berlimapun tidur nyenyak malam ini…ini adalah awal hari yang indah.

18 juli 2010, 22:30

Dear boongboong…..hari ini aku ulangtahuuuuun oh god bagaimana aku bisa lupa kalau hari ini aku ulangtahun dan ini adalah my sweetseventeen birthdaaaay..

Ternyata keanehan kemarin semuanya adalah hanya untuk membuatku sedih dan kesal dan itu semua adalah bagian dari  rencana key hyung dan jonghyun hyung untuk membuat surprise dihari ulang tahunku. Setelah semua kesedihan, tengah malam meunju hari ulang tahunku, hyung-hyung ku dating ke kamarku dan membuat surprise, entah sudah berapa ember airmataku jatuh. Soal yuri noona, eunsoo noona atau khun hyung, minho memang sengaja mengundang mereka untuk membuatku cemburu, dan saat minho hyung mengantar yuri noona, minho hyung meminta yuri noona untuk bagaimana cara mendapatkan cintaku…haha bukankah minho sangat manis… :3 dan ternyata memang malam itu minho sudah pulang*memang pendengaranku selalu tajam terutama untuk minho hyung…hehehe* tetapi dia bersembunyi di belakang dorm sambil membawa cake ulangtahunku yang baru dibelinya sehabis pulang mengantar yuri noona*sangat manis bukan*

Aku mendapatkan kado yang selama ini aku inginkan, game wii model terbaru dari onew-hyung, sepatu yang selama ini aku inginkan dari key-hyung, 1 box full berisi kumpulan lengkap lagu Michael Jackson dan kumpulan choreo dance terbaik sepanjang masa serta semua stuff film harry potter dari jonghyun-hyungdan minho-hyung. Dan minho hyung memerikan hadiah tambahan yaitu pernyataan cintanya kepadaku dan bertanya “will you be my boyfriend” yeaah of courseeee YEAHH BEST DAY EVER!!! \o/ dan aku berharap mimpi terburukku tadi malam tidak pernah terjadi dikehidupan nyata.

Aku harap ulangtahun berikutnya akan seperti ini juga*kecuali bagian mereka membuatku sedih*

Aku cinta SHINee…aku cinta minhohyung….minho hyung sudah datang boongboong, dia berkata hari ini dia ingin tidur bersamaku*kali ini hanya kita berdua* ;p

Goognight boongboong

                                    Lee Taemin 

#THE END#

63

[Freelance] He’s Mine and That’s It [part 8]

Hei, it’s me Kei and yes, I’m back

Saya masih suka sama karakter antagonis. Jadi saya kembali dengan tokoh utama karakter antagonis. So, enjoy it, my lovely readers  (^^)v
“Terima kasih.” Ucap Hyori menunduk sambil mengatur nafasnya. “Kaaaau??”

“Hai, sudah lama tidak bertemu.” Sapa laki-laki itu sambil melambaikan tangannya. “Mau ke lantai berapa?”

Basement.” Jawab Hyori dingin.

Hyori berdiri sejauh mungkin dari laki-laki itu. Dia memandang angka yang bergerak mundur yang berada di atas pintu lift. Laki-laki itupun juga hanya memandang tombol-tombol yang ada di depannya. Hanya ada suara ‘ting’ diantara mereka yang menadakan bahwa lift telah melewati sebuah lantai. Beberapa orang masuk dan keluar sebelum akhirnya tiba-tiba saja terjadi sebuah goncangan yang lumayan keras.

“Apa yang terjadi?” Tanya Hyori panik.

“Aku tidak tahu.” Jawab laki-laki itu melihat kesekeliling. Dia melihat angka digital di atas pintu lift tidak bergerak dan lampunya yang tiba-tiba berkelip-kelip. “Liftnya macet.”

“Cepat minta bantuan.” Teriak Hyori.

Yoboseyo?? “ katanya pada sebuah tombol bicara yang ada dibawah tombol angka-angka. “Kami terjebak di lift ini.”

Sayang tidak ada yang merespon.

“Ah, sial. Handphoneku baterainya habis.” Kata Hyori sambil memandang handphonenya. “Handphonemu?”

“Sudah mati daritadi.” Katanya.

Yo..bo…yoboseyo?” Panggil seseorang dari tombol bicara.

“Ah, ne. Yoboseyo. Kami terperangkap di lift ini.”

“Bisa tunggu sebentar karena kami sedang memanggil orang untuk membenarkannya.”

“Untuk berapa lama?”

“Kami tidak tahu. Tapi akan kami perbaiki secepatnya.”

Shit!” umpat Hyori sambil terduduk di lantai lift.

“Apa boleh buat.” Kata laki-laki itu sambil tersenyum.

“Terserah.”

“Apa kabarmu?” tanyanya memecah keheningan.

“Baik.”

“Kau terlihat kurusan. Kau diet ya?”

“Menurutmu?”

“Setahuku kau tidak mungkin diet. Seperti yang kau bilang dulu, you have no fat gen.”

“Apa yang kau lakukan disini?”

Meeting.”

“Bagaimana keadaan keluargamu?”

“Baik.”

“Omma sangat menyukai teh krisan buatanmu. Dia mencoba membuatnya tapi rasanya selalu tidak sama dengan buatanmu. Bagaimana caranya kau bisa mem…”

“Maaf, tapi saat ini aku sedang tidak ingin berbicara. Terutama denganmu.” Potong Hyori dingin dan kasar sehingga membuat lawan bicaranya hanya bisa mengikuti perintahnya.

Keheningan kembali mengisi suasana. Sudah sekitar 20 menit dan semua ini membuat Hyori tidak sabaran. Dia berdiri dan berjalan ke arah tombol bicara dan meminta kepastian kapan liftnya akan kembali berfungsi. Sang petugaspun hanya bisa menjawab bahwa liftnya sedang diperbaiki dan akan kembali berfungsi normal secepatnya. Hyori kembali duduk dan menyimpan kekesalannya dengan mengehela nafasnya keras.

“Kau kenapa?” Tanya laki-laki itu melihat Hyori yang mengacak-acak tas tangannya itu mencari sesuatu. “Mencari apa?”

“Ah, sial!!Dimana benda itu sewaktu aku membutuhkannya?” Tanya Hyori monolog.

“Kau mencari apa?” tanyanya lagi.

“Ah,,dimana?” Tanya Hyori lagi putus asa. Dia-pun memegang perutnya dan menyerah dalam usaha pencariannya.

“Hyo, kau kenapa?” tanyanya sambil memegang pundak Hyori.

“Aku tidak apa-apa dan jangan sentuh aku.”

“Jangan bilang kalau kau belum makan dari pagi?” tebaknya yang dijawab dengan dingin oleh Hyori.

“Bukan urusanmu. Ah…” teriak Hyori tertahan. Dia menekan perutnya dengan kedua tangannya. Wajahnya menyiratkan rasa sakit yang tak tertahankan.

“Dimana kau menyimpannya?”

“Bukan urusanmu.”

“JANGAN MEMBANTAHKU LAGI. Cepat katakan!” katanya tegas dan dengan wibawa yang membuat Hyori sedikit gentar.

“Di tasku. Aku selalu membawanya.” Jawabnya lirih.

Laki-laki itupun membalikkan tas Hyori sehingga membuat semua isi tasnya berceceran di lantai. Sayang benda yang dicarinya tidak ada. Hyori yang sudah tidak dapat menahan rasa sakitnya itu hanya bisa meringis kesakitan sambil menundukkan kepalanya.

“Tidak ada.” Kata laki-laki itu sambil memasukkan kembali isi tasnya dan menaruh tas itu di samping Hyori.

Dia kembali mencoba memegang bahu Hyori. Dia bergerak pelan untuk mengantisipasi gerakan penolakan yang akan di lakukan Hyori. Tapi mungkin karena Hyori sudah sangat kesakitan sehingga dia tidak meresponnya dengan gerakan ataupun perkataan.

“Apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu sedikit lebih baik?” tanyanya sambil mengelus rambut Hyori.

“Buka pintu liftnya. Mungkin obatku tertinggal di…” kata-kata Hyori terputus karena perutnya yang melilit.  “mobil. Ah, sakit.”

Dia yang kebingungan karena tidak pernah melihat Hyori sesakit itu hanya bisa terdiam. Memang dulu dia pernah melihat Hyori mengalami sakit maag. Tapi dia tidak sampai semenderita ini dan membuat hatinya sakit, terluka, dan bahkan lebih sakit daripada sakit yang dialami oleh Hyori. Hatinya nyeri melihat dirinya tidak bisa apa-apa di saat seperti ini.

“Sini, bersandarlah padaku.” Katanya sambil meraih badan atas Hyori dan meletakkan tangannya di perut Hyori agar dapat membantunya mengganjal.

Hyori yang sudah sangat kesakitan tidak mampu bereaksi. Tidak ada penolakan saat laki-laki itu meletakkan tangannya di antara perutnya dan tangannya sendiri. Saat tubuhnya berada di pelukan laki-laki yang telah memporak-porandakan hidupnya setahun yang lalu pun dia hanya bisa pasrah. Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.

**

*Hyori POV*

Aku terbangun karena suara berisik dari arah sebelah kananku. Sepertinya suara orang yang berbisik-bisik.

“Kau sudah bangun?” Tanya seseorang.

Aku menjawabnya dengan anggukan perlahan sebelum akhirnya aku membuka mataku dengan sempurna. Cahaya matahari sedikit menggagu mataku yang baru bangun ini.

“Kau??” tanyaku kaget sewaktu menyadari orang yang berdiri disampingku itu.

“Selamat pagi, nona besar. Bagaimana perasaanmu? Lebih baik?” tanyanya sambil tersenyum manis membelakangi cahaya matahari sehingga membuat senyumannya tambah berseri-seri.

“A..A..Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku sambil mencoba untuk duduk.

“Aku menjagamu semalaman lho.” Pamernya. “Kau pingsan di lift lalu kubawa ke rumah sakit. Tapi karena aku ingat kau sangat membenci suasana rumah sakit makanya aku menyuruh perawat untuk memberi perawatan di rumah saja.” Tambahnya lagi bangga dan menunjukkan selang infus yang ada di tanganku.

“Aku benci infus.” Kataku sambil mencoba melepas selang infus.

“Jangan dilepas. Tunggu sampai infusnya habis dulu.” Katanya sambil menahan tanganku.

“Untuk apa kau menjagaku? Kau bisa menelpon Alice atau keluargaku untuk menjagaku.” Tanyaku dingin.

“Karena aku ingin.” Jawabnya pendek. “Kau lapar? Aku tadi membuatkanmu bubur. Sebentar kuambilkan dulu ya.”

Untuk apa kau datang lagi ke kehidupanku Hyukie? Tidak cukupkan hatiku kau patahkan setahun yang lalu? Tidakkah kau tahu sangat menyakitkan melihatmu lagi?

Hyuk Jae datang dengan nampan berisi bubur dan air putih. Dia duduk di pinggiran kasurku dan menghadapku. Nampannya ditaruh di pangkuannya dan diapun mengambil mangkuk bubur dan bersiap untuk menyuapiku.

“Aku bisa makan sendiri.” Kataku dingin.

“Kau itu sedang sakit. Pasti tidak ada tenaga untuk mengangkat sendok.” Katanya sambil meniup sendok yang berisi bubur. “Buka mulutmu. Makanlah selagi hangat. Ini bubur kesukaanmu.”

Tahan dirimu, Hyori. Ini hanya dia merasa bertanggung jawab karena kau pingsan di hadapannya.

“Aku bisa makan sendiri.” Jawabku lagi.

“Kau itu pasienku dan seorang pasien harus mematuhi kata-kata perawatnya. Jadi sekarang nona Hyori, ayo buka mulutmu.” Katanya lagi kali ini dengan lembut dan senyuman yang membuatnya sangaaaat tampan.

“Wah, kau lapar ya?” tanyanya menggoda. “Lihat, buburnya habis tak tersisa. Kau mau lagi? Ku ambilkan.” Tawarnya yang kujawab dengan gelengan.

“Aku bukannya lapar. Hanya saja aku mau kau cepat pergi dari sini.”

“Saatnya minum obat kalau begitu.” Katanya sambil mengambil beberapa bungkus obat yang ada di meja di sebelah kasurku.

“Aku akan meminumnya lalu kau akan pergi dari sini kan?”

“Minum obatnya dulu, Hyo.”

“Jawab aku Hyukie. Iya kan?”

“…”

“Aku sudah baik-baik saja. Kau lihat sendiri kan? Aku sudah makan dengan baik dan minum obat. Aku bisa mengurus diriku sendiri.”

“Sebegitu besarkah rasa bencimu padaku, Hyo?” tanyanya sambil memandang mataku lekat-lekat. Aku melihat sirat keputus asaan di matanya.

“Kalau kau jadi aku, bagaimana perasaanmu?” tanyaku balik.

“Baiklah aku akan pergi setelah kau meminum obatmu.” Katanya mengalah dan menyerahkan tiga buah pil ke tanganku. “Istirahatlah. Akan kutelpon Alice untuk menjagamu.” Katanya setelah aku menelan pil-pil itu.

“Tidak usah. Aku ingin sendiri sekarang. Nanti aku yang akan menelpon Alice. Kau pulanglah.”

Akupun membalikkan badan menghadap tembok kamar dan pura-pura tidur sewaktu dia mengambil sweaternya yang ditaruh di kursi di kamar tidurku. Aku menutup mataku dan berusaha mendengarkan langkah kakinya keluar dari apartemen. Setelah bunyi ‘klek’  dari arah pintu yang menandakan bahwa dia sudah tidak ada lagi di apartemen, akupun membuka mata dan mulai meruntuki diriku.

Tegar, Hyo. Kau pasti bisa. Dia itu hanya seorang laki-laki brengsek. Lupakan dia dan move-on. Anggap saja dia tidak ada. Tidak pernah datang setelah peristiwa malam itu. Anggap saja semua ini tidak pernah terjadi.

**

“Eh, anda datang lagi tuan Lee.” Kata Minyoung ramah dari balik mejanya.

“Iya donk. Dia ada kan?” tanyanya sambil menunjuk pada ruangan yang ada di samping meja Minyoung.

“Sedang rapat, tuan. Tapi akan selesai sekitar 10 menit lagi. Anda mau menunggu?”

“Ku tunggu didalam saja kalau begitu.” Katanya sambil tersenyum dan melangkah masuk ke ruangan itu.

Ruangan itu ruangan yang minimalis tapi lembut. Terlihat dari pemilihan perabotan dan sofa yang mencerminkan pemiliknya yang ceria tapi tetap professional. Hyuk Jae duduk di sofa dan menaruh tas kertas berwarna coklat dan buket bunga krisan pink diatas meja. Dia berjalan ke arah meja kerja dan melihat meja yang sangat Hyori. Kertas-kertas betebaran dimana-mana, mug yang isinya tinggal setengah dan itu pasti teh krisan kesukaannya, laptop yang dibiarkan menyala dengan kertas warna-warni yang menghiasi pinggiran layarnya, sebuah sandal yang tergeletak berantakan dibawah meja, dan sebuah tusuk konde dari gading.

Hyuk Jae mengalihkan pandangannya dari semua hal itu dan melihat beberapa pigura foto yang ada di meja bagian kanan. Seingatnya dulu ada empat buah pigura. Foto keluarga Hyori, foto Hyori bersama onnie dan oppanya, foto Hyori bersama Alice, dan foto mereka berdua. Tapi sekarang hanya ada tiga buah pigura -tanpa fotonya dan Hyori tentunya- yang berdiri disana.

Apa yang kau harapkan? Dia masih memajang foto kalian berdua? Kata Hyuk Jae dalam hati sambil tersenyum miris. Lama dia memandang foto Hyori bersama oppa dan onnie-nya sampai seseorang masuk ke ruangan itu sambil mengobrol di telpon.

“Iya, aku tahu. Karena itu aku tidak mau kau memilihnya. Lebih baik pilih saja yang lain.” Kata Hyori masih diambang pintu. Tangannya penuh dengan file dan segelas minuman kaleng. Hanya terlihat punggungnya dari tempat Hyuk Jae berdiri. Dia tersenyum lalu berjalan ke arah Hyori dan membantunya membuka pintu. Hyori yang kaget karena beban di pinggangnya berkurang dengan segera menoleh dan menemukan laki-laki itu tersenyum.

“Nanti ku telpon lagi. Iya, tunggu aku disana.”katanya sambil masuk dan berjalan ke arah meja kerjanya. “Apa yang kau lakukan disini?”

“Kau pasti belum makan siang? Ayo makan siang. Aku bawa lasagna favoritmu dari toko di ujung jalan dekat kantorku kan?” katanya sambil tersenyum dan mengangkat kantong kertas coklat yang tertuliskan toko makanan Italia favorit Hyori.

“Aku sedang sibuk sekarang. Bisa kau tinggalkan aku?” tanyanya dengan tegas.

“Aku juga membawakanmu bunga krisan pink. Bunga ini baru saja datang tadi pagi.” Katanya berjalan mendekati Hyori dan menyerahkan buket bunga itu padanya.

“Taruh saja disitu. Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dan terima kasih.”

“Aku tidak akan bergerak pergi kalau kau belum memakannya, Hyo.”

“Aku tidak peduli, Hyukie. Aku masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan sore ini juga.” Katanya sambil memandang Hyuk Jae dari balik layar laptopnya.

“Kau mau kusuapi lagi?” tanyanya.

“Tidak terima kasih. Aku bisa makan sendiri dan ku mohon hentikan semua ini. Aku sudah tidak sakit lagi.”

“Tapi kau itu terlalu rajin bekerja sehingga sering melupakan jadwal makan. Bagaimana kalau kau sakit lagi?”

“Kalaupun aku sakit lagi, itu bukan urusanmu. Kau kan bukan siapa-siapaku lagi.” Kata Hyori sambil menekankan pada kata-kata ‘bukan siapa-siapaku lagi’.

“Aku tidak suka kalau kau sakit.”

“Itu urusanmu.”

“Hyo, please.”

“Oke, Hyukie. Akan kutegaskan satu hal padamu. Hentikan semua kegilaan yang telah kau lakukan belakangan ini. Sejak aku pingsan di lift waktu itu sampai saat ini kau selalu memperhatikanku. Kalau tidak menelpon kau datang dan membawakanku makanan. Menyuruhku makan dan tidak akan pergi sebelum aku memakannya.” Kata Hyori. “Bukan salahmu kalau aku sakit maag dan pingsan di lift waktu itu. Aku sangat berterima kasih padamu karena sudah merawatku. Tapi bisakah kau hentikan semua ini? Aku risih.”

“…”

“Kita ini bukan siapa-siapa lagi dan tidak dalam kondisi dimana kau bisa seenaknya memberikan perhatian kepadaku. Kalau kau melakukannya lagi, aku akan semakin sakit hati. Kenapa kau datang lagi setelah dengan teganya kau menghianatiku malam itu?”

“…”

“Kau tidak tahu betapa sakit hatinya aku kan? Kau dan semuanya membuatku muak dan putus asa. Jadinya, please, aku memohon padamu untuk menghentikan semua ini.”

“Kalau aku bilang aku mencintaimu dan menyesal atas apa yang telah kulakukan padamu kau percaya?” tanyanya tiba-tiba dan sukses membuat Hyori terkejut.

Tbc

Tag: Eunhyuk

18

[Freelance] The Model and The Singer [part 1]

Author  : Mi-Cha

Main Cast : –     Cho Kyuhyun

      • Emily Cho

Support Cast : Super Junior

Rating  : G

Genre  : Romance

Disclaimer : I own nothing except the story and Cho Kyuhyun

Hello…hello #sing. Saya buat ff romance nih. Jangan salahin kalo jelek. Like or comment please

Emily POV

Hello, Emily Sung disini! Kalian pasti belum pernah mendengar namaku. Oke, aku jelaskan ya. Aku ini yeoja blasteran Korea-Amerika-Indonesia yang lahir 21 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 23 Februari 1990 dengan nama korea Sung Mi-Cha (appaku tak mempunyai nama keluarga—Tradisi orang Indonesia) . Menguasai 3 bahasa : Inggris, Korea, dan Indonesia(sedikit—lumayan) Aku ini keturunan kerajaan Shilla dari pihak Eomma.

Saat ini aku tinggal di London dan kuliah di London College of Fashion. Ah, saat ini aku juga menjalani profesi sebagai model, aku ini cukup terkenal di Inggris dan Eropa loh, hahaha. Aku ini model bulanan tetap untuk Vogue, brand ambassador untuk Burberry bersama Emma Watson, aku juga punya label sendiri :Crystal. Kalo bicara masalah pekerjaanku rasanya akan jadi panjang sekali, aku skip saja ya.

Orang tuaku… mereka sangat baik padaku ^^. Dan, aku juga mempunyai banyak teman dan sahabat yang sangat setia padaku.

Tampaknya hidupku sangat sempurna bukan? Rasanya kalian pasti ingin bertukar hidup denganku ^^

Namun, setiap manusia pasti juga punya kekurangan. Kekuranganku ituu…sebenarnya aku ini EVIL! Gyahahahaha. Dari deskripsi tentangku diatas, dari tata bahasaku tak tampak bahwa aku ini seorang “evil” bukan? Kekeke, dan terkadang aku juga childish.

Oh, iya, ada satu poin penting lagi yang perlu kalian ketahui tentang aku. Dulu, sampai umurku 10 tahun, aku tinggal di Korea Selatan, tepatnya di Nowon. Lalu suatu hari aku mengalami kecelakaan hingga mengalami amnesia. Makanya aku pindah kesini untuk kepentingan berobat dan menjalani terapi. Tapi, sekarang sih aku sudah sembuh dan mengingat sebagian besar ingatan masa kecilku.

Dan, yang membuatku heran,aku mempunyai kalung berliontin “kyu” yang tidak kuingat asal-usulnya, kisahnya, atau apapun dari masa laluku. Saat aku menanyakan tentang kalung ini pada orang tuaku, mereka juga tak tahu. Sepertinya ini ada hubungannya dengan seseorang yang dekat denganku di masa kecilku, atau mungkin bhakan aku menyukainya. Dan, rasa-rasanya, aku punya hubungan yang dekat…Ah, peduli amat dengan asalnya, aku menyukai desainnya! Maka, kupakai saja terus kalung itu.

Emily POV End

Kyuhyun POV

Annyeong, Cho Kyuhyun Super Junior. Kalian tentu sudah tahu siapa aku bukan? Hahaha tentu saja, orang paling tampan dengan suara malaikat di Super Junior ini kan banyak fans-nya. Memberdeul saja kalah dengan ku. Sepertinya tak perlu menjelaskan apa-apa lagi tentangku. Kalau kalian ingin tahu lebih, cari saja di internet! Aku malas menerangkan.

Tapi, aku akan menceritakan sesuatu sekarang, tentang masa kecilku. Sejak kecil, aku sudah terkenal Karena ketampananku dan kepintaranku. Banyak yeoja yang ingin dekat denganku. Setiap hari dekat-dekat denganku, mengikutiku kemanapun, menawarkan segala sesuatu. Huh, membuatku risih saja. Karenanya, aku memilih mencari teman diluar. Aku mencari sahabat pena.

Dan suatu hari, saat aku berumur 11 tahun, aku mendapat sorang sahabat pena. Dia seorang yeoja yang cantik (dari fotonya) bernama Mi-Cha yang bertempat tinggal di Nowon. Dia yeoja yang pintar, menyenangkan diajak ngobrol, dan tentunya klop denganku, karena dia juga evil hahaha!

Kami saling berkirim surat selama setahun hingga suatu hari di musim panas dia mengajakku bertemu dan bertukar hadiah. Aku setuju dan pada hari sabtu, aku bertemu dengannya disebuah taman.

Tuhan, dia cantik sekali! Tersenyum manis bagai malaikat saat mengenalkan dirinya membuat wajahku memerah. Inikah love at first sight!?.

Tiba-tiba saja dia melemparkan sebuah kotak kecil padaku sambil tertawa, lalu berkata, “Heh! Kyu Pabo! Itu hadiahmu. Mana hadiah untukku?! Awas kalau hadiahmu itu murahan”. Dia menggunakan sapaan ‘Kyu Pabo’ yang biasa kami gunakan dalam surat-surat kami.

Aku tertawa evil dalam hati, “kau menantang raja evil rupanya Sung Mi-Cha”. Aku berdehem, lalu membalas “Tak akan, Nappeun Mi-Cha! Wee!” lalu aku langsung lari menjauh. Dia melongo sejenak lalu lari mengejarku.

Hosh,hosh larinya cepat juga. Saat berlari, tiba-tiba rasanya ada sepasang tangan mencengkeram bajuku, lelu menggelitikiku tampa ampun. Eomma! Aku paling tak tahan digelitiki!

“Yaa Mi-Cha! Haha, aduh! Stop! Stop! Hahaha! Ini hadiahnya! Sudah berhenti, ini geli ha, aduh!” pintaku. Dia berhenti menggelitikiku sambil tersenyum licik padaku. Kuberikan hadiahku dengan tampang cemberut sementara dia tertawa senang. “Gomawo Kyu Pabo! Haha, jangan marah! Ayo buka hadiahnya!” serunya.

Kami membuka hadiah masing masing. Aku terkejut melihat isi hadiahnya! Kulihat, dia juga terkejut melihat hadiah dariku. Kami saling member kalung dengan desain yang netral berliontn inisial kami. Aku memberinya kalung berliontin “kyu” sementara kalung darinya berliontin “mi”.

Pecahlah tawa kami karena ketidaksengajaan ini. Lalu seharian itu kami bersenang-sengang : bermain di taman, makan siang bersama, membeli eskrim, sampai main air.

Di sore hari, dia pamit pulang. Sebelum berbalik dia berkata sesuatu padaku “Hei, aku pulang dulu. Jangan rindukan aku dan jangan menangis karenaku. Dimasa depan kita pasti bertemu lagi… karena aku menyukaimu.” Cup. Dia mengecup pipiku pelan!

Dia langsung berbalik lalu lari pulang. Wajahnya memerah karena malu. Kusentuh pipiku yang tadi diciumnya. Tersenyum sendiri, aku berbalik juga dan pulang kerumah. Dijalan aku merasa aneh dengan kata-katanya tadi, tapi biarlah…

Sejak saat itu, aku tak pernah mendengar kabar darinya karena dia tak membalas suratku. Karena tak tahan, maka, suatu hari aku nekat pergi kesekolahnya dan menanyakan kabarnya pada temannya.

Aku benar-benar shock saat mengetahui ia pindah ke Inggris untuk menjalani pengobatan karena dia mengalami amnesia dan luka-luka lain setelah mengalami kecelakaan yang ternyata terjadi saat dia pulang setelah bertemu denganku! Itukah maksud kata-katanya untuk tidak merindukannya?

Aku merasa bersalah, sekaligus sedih, karena orang yang kusukai nasibnya seperti itu. Tapi, kemudian aku teringat kata-kata terakhirnya “…Dimasa depan kita pasti bertemu lagi…  karena aku menyukaimu”. Kuputuskan untuk menyerahkan nasibku pada takdir, menunggunya di masa depan.

Itulah sebabnya aku kini terkenal tidak dekat dengan yeoja kecuali Victoria, dia kan sahabatku. Dan foto yang tersebar di internet tentang ciumanku dengan yeoja yang digosipkan pacaran denganku, Choi Haneul, itu sebenarnya siasat dari perusahaan karena banyak gossip yang mengatakan kami (Super Junior) itu homo. Hey! Meski aku tak pacaran aku bukan homo, itu karena aku selalu menunggu cinta pertamaku : Sung Mi-Cha.

Kyuhyun POV End

Emily POV

Haah, capek sekali rasanya hari ini. Sejak dua hari yang lalu aku pergi ke Paris untuk melakukan pemotretan untuk Crystal season terbaru : White and Black. Kubuka pintu rumahku, kulihat Appa dan Eomma sedang berbincang diruang keluarga sambil minum teh, kelihatannya membicarakan sesuatu yang penting. Hey, amplop putih apa itu di meja?

Eomma rupanya menyadari aku sudah pulang.“Ah, Emily, kau sudang pulang rupanya. Mandilah dulu, lalu makan. Kita akan membicarakan hal penting, sayang.”

Keningku berkerut sedikit, “Hal penting? Apaan sih Eomma?”. Eomma tersenyum, lalu berkata “Sudah, mandi dan makanlah dulu. Nanti, kembalilah kesini”. Aku mengangguk dan pergi.

Selesai makan aku kembali ke ruang keluarga, duduk dihadapan Appa dan Eomma “Ayo ceritakan hal penting itu.”. wajah mereka terlihat bertambah serius, lalu Appa memulai “kemarin lusa, setelah kau berangkat ke Paris, surat ini datang. Untuk isi yang detail nanti bacalah suratnya. Sekarang garis besarnya dulu. Saat ini Korea Selatan sedang melakukan promosi budaya. Nah, pemerintah menginginkan adanya wakil dari pihak keturunan kerajaan Shilla. Nah, sehubungan dengan itu, kau diminta untuk mempromosikan makanan korea selatan dengan partnermu, Super Junior.”

Aku terkejut dan merasa sedikit keberatan dikarenakan pekerjaanku disini. Aku membuka mulutku untuk mencoba protes “Memangnya sepupu-sepupu yang lain tidak bisa? Jika aku setuju, bagaimana dengan pekerjaanku disini? Aku sudah susah-susah hingga seperti sekarang dan harus ditinggalkan begitu saja? Dan apa itu Super Junior?”

Eomma lalu menjawab “Sepupu-sepupumu semua juga ikut. Chanhyo mempromosikan tarian, Yunmi mempromosikan pakaian, Hyundae mempromosikan beladiri, Minhae alat musik, dan masih banyak yang lain, Yang tersisa adalah makanan, dan itu bagianmu.Yang jadi masalah disini adalah pekerjaanmu.Eomma kemarin lusa langsung berusaha menghubungi pemerintah untuk mendapatkan saran.”

Eomma berhenti sejenak untuk minum, kelihatannya ia haus, kekeke. “Dan Eomma mendapat saran yang cukup baik. Bagaimana jika kau membuka butik Crystal cabang Seoul? Dan untuk karir modelmu, pemerintah sudah mempromosikanmu pada beberapa agensi dan memperkenalkanmu pada publik. Dan katanya ada beberapa —  cukup banyak, yang tertarik padamu. Beberapa perusahaan fashion besar dan majalah fashion besar seperti SPAO, Nylon, Marie Clarie, Elle Girl,dan banyak lagi kok. Jadi, untuk karir kau tak perlu khawatir. Pemerintah juga sudah berani menjamin.”

Aku berpikir sejenak. Sepertinya bagus juga kalau aku melebarkan karir di Asia. Dan untuk Crystal di sini, aku bisa mengurusnya via online. Ya, aku akan ke Korea. “Baiklah Eomma, aku akan ke Korea. Kapan aku akan berangkat dan pertanyaan terakhirku belum dijawab. Siapa itu Super Junior?”

Ekspresi Eomma menjadi lega, lalu menjawab “Nanti Eomma akan mengabari pemerintah, kalau sudah, mereka akan mengirimkan surat yang mengatur semuanya. Dan Super Junior itu, mereka itu boyband dari Korea, yang katanya sih sudah cukup terkenal didunia internasional. Kalau tidak salah sekarang ada 10 member. Nanti kamu cari tahu sendirilah, sayang.”

“Yaa, Eomma! Mending aku tak usah Tanya. Sudah ya Eomma, aku ingin istirahat, Goodnight” ucapku sembari mencium Eomma dan Appa.

Setelah merebahkan diri di kasur, aku membaca surat yang ditujukan padaku. Hei, aku benar-benar akan menjadi partner Super Junior? Siapa sih mereka? ucapan Eomma tentang Super Junior membuatku penasaran.

Rasa kantukku hilang begitu saja, langsung saja aku bangkit dan menyalakan computer dan langsung browsing tentang Super Junior.

Hmm… sepertinya mereka lumayan juga. Tampangnya keren juga. Perasaan beberapa temanku juga pernah menyebut-nyebut Super Junior dan apa itu. Rupanya mereka benar-benar terkenal. Dan kelihatannya mereka itu tidak menyebalkan atau sombong, karena kulihat beritanya, tingkah mereka benar-benar konyol.

Lee Sungmin imut sekali! Hey, Cho Kyuhyun? Nama itu sepertinya familiar untukku, seperti ada rasa sayang teramat padanya, dan dia waktu kecil tinggal di Nowon??! Sama sepertiku. Aku melepas kalung yang melingkar dileherku, kupandangi baik-baik. Apakah dia ada hubungannya dengan kalung ini? Ah, sudahlah, sepertinya tak mungkin, lebih baik melanjutkan membaca.

Tapi belum puas rasanya hanya membaca profil dan fakta mereka. Lihat-lihat video mereka ah… Hemm…  coba dari yang paling terkenal, ya Sorry Sorry. Kukeraskan speaker sebelum videonya diputar, sepertinya musiknya takkan begitu keras. 90% saja, toh kamarku dindingnya dilapisi peredam suara.

“Gubrak! Adaw!” hyaa, ternyata musiknya keras sekali! Aku langsung terjungkal karena kaget sekali. Yaa, Emily paboya! Hee, tapi ternyata video ini bagus juga, dance-nya bagus dan lagunya juga enak didengar, coba yang liat yang lain ah… eung… Bonamana, keke judulnya lucu.

Whoaa!! Siapa itu yang menyanyikan lirik “…How to keep loving you? Naega jinjja nege jaralge idaero nal sseogyeo dujima..”? manly sekali kelihatannya, ah iya, itu Kyuhyun. Dan siapa itu yang main sulap bunga? Imut sekali wajahnya, hemm.. aduh, siapa yaa? Aha! Donghae. omo! Break dance-nya keren (>w<).

Yaa, waktunya lihat-lihat reality show mereka, sepertinya Exploration of Human Body bagus. 1 jam kedepan aku hanya tertawa terpingkal-pingkal melihat konyolnya mereka. Aigoo, mereka artis bukan sih? Tapi ada baiknya juga, sepertinya nanti aku takkan susah beradaptasi dengan mereka.

Aigoo, sudah pukul 01.00 GMT rupanya. Pantas saja aku mulai mengantuk. Ya sudahlah, aku tidur dulu.

Emily POV End

Kyuhyun POV

“Apa hyung? Kita akan mendapat partner baru? Untuk promosi makanan?” aku terkejut saat Teuk hyung mengatakan bahwa Super Junior akan mendapat partner baru. Teuk hyung mengangguk.

“Dia keturunan kerajaan Shilla. Dan dia itu model terkenal di Eropa. Namanya Emily Sung, nama koreanya aku tak tahu, Seunghwan hyung yang tadi memberitahuku.” Lanjutnya.

Aku manggut-manggut mendengar penjelasannya. “Kapan dia datang hyung?”. Teuk hyung mengutak-atik ponselnya, sepertinya ia lupa, kekeke “2 minggu lagi. Katanya dia masih harus mengurusi ijin kuliahnya. Katanya dia mau ikut kuliah via online (anggep aja ada, kekeke #plak) juga dia masih ada beberapa job. Kelihatannya dia itu super sibuk”

Aku jadi penasaran, browsing tentang dia ah.

-1 hour later-

Whoaa, cantik sekali dia. Pintar juga. Rasa-rasanya aku kenal, dilihat dari sifatnya apalagi. Nama koreanya…  Sung Mi-Cha? Dimasa kecil dia tinggal di Nowon? Apakah dia, si Nappeun Mi-Cha? Sahabat penaku dimasa kecil? Cinta pertamaku?  Tuhan, itukah dia?

Kyuhyun POV End

-2 weeks later-

Emily POV

Waai, akhirnya aku sampai juga di korea :D seperti rupanya suasana di kore. Lama sekali aku tak merasakannya ^^ Ngomong-ngomong Super Junior mana ya? Katanya mereka mau menjemputku.. Ah, sepertinya masih lama, aku menunggu di cafe di Incheon International Airport ini ah. Ku kirim pesan pada manajer mereka agar mereka takkan bingung mencariku. Hemm.. itu dia café-nya.

Saat aku hendak mencari meja, seseorang menepuk bahuku, astaga, itu leadermereka, Super Junior.

Emily POV End

Kyuhyun POV End

Dari tadi aku mengekor memberdeul dan Seunghwan hyung mencari Emily. “Dia dimana sih?” tanyaku pada Sungmin hyung. Ia menjawab “katanya dia ada di café. Dia bilang dia memakai baju ungu kemerahan dengan rok coklat, rambutnya digerai. Dari tadi kita belum menemukannya”

Ya. Pantas saja dari tadi terus berputar-putar, disini ka nada banyak café -,-. Hei, berbaju ungu kemerahan, ber-rok coklat dan rambutnya digerai? Aku melihat gadis seperti itu dicafe yang baru kami lewati.

Aku menepuk bahu Sungmin hyung, dan memberitahunya “Hyung, sepertinya itu dia” ucapkusambil menunjuk kearah gadis itu. Sungmin hyung lalu member tahu Teuk hyung

Semuanya bergegas mendekati gadis itu. Teuk hyung menepuk bahunya, dan ia berbalik kaget. Tapi kemudian membungkukkan badannya “Annyeonghaseo, Sung Mi-Cha imnida manasseo bangapseumnida. Tapi panggil aku Emily”. Kemudian dia menyeringai, hei, itu seringaian yang sama dengan seringaian Nappeun Mi-Cha “Kita harus jadi teman baik. Kekeke”.

Memberdeul tertawa melihat seringaiannya. Lalu kami memperkenalkan diri kami satu persatu. Saat giliranku memperkenalkan diri, dia terlihat memandangku sambil berpikir keras. Apakah dia mengenaliku? Bukankah ia mengalami amnesia? Itu kalau ia benar-benar si Nappeun Mi-Cha.

“Hey, mari bertukar nomor ponsel” Teuk hyung mengusulkan. Ia tersenyum “Ide bagus” katanya. Ia lalu membuka tasnya dan sepertinya berusaha mencari ponselnya. Ia mengeluarkan ponselnya, dan hei, da yang tersangkut, dan barang itu jatuh karena tertarik. Itu ada lah sebuah kalung. Kucermati baik-baik. Kalung itu….

TBC

Kyaaa!! Ini ff romance pertamaku :D anehkah jadinya? *tentu karena kamu aneh*. Okeh, sekian, love u all


7

[Freelance] Angel Hranitel [part 7b]

Angel Hranitel’  (part7b)

Credits by. Lucas Delacroix

Tags. Super Junior, Park Eunri, Jo Seungmi

Notes: I’m in MISERY…annyeong haseo, my lovely-exist-readers or my lovely-silent-readers. I love you all..You already know that I’m a high school student at third grade, right? Maybe this is my last part before I take a lot of things for my-stupid-graduate year..i’ll take a long-long holiday from writing. I promise, I’ll continue this story after this…I mean, after my graduate. Wish me luck, guys..pray for me..for national exam or SAT test. I’ll take a school of midwifery…J

And from this part..a place information such as Hampton hill, high school at blablabla..i’ll no longer to used it..i’ll use something which is more like..poem?? kekekkk, enjoy it!

Now, I write sins not tragedies..

Aku membuka mataku perlahan kemudian mengerjap beberapa kali untuk mengembalikan pemandangan normalku yang terganggu oleh sinar matahari yang masuk melalui celah-celah tirai kamarku yang bergoyang pelan tertiup angin.

Apa yang sedang kulakukan? hal yang terakhir kali kuingat adalah aku sedang beristirahat. Setelahnya? Aku tidak tahu.

Aku melirik tangan kananku yang terasa kaku.

Ada seseorang yang memasangkan selang infus kekulitku ketika aku tidak sadarkan diri. Dan selang itu tersambung dengan sekantung darah segar tergantung di tiang statis diatas kepalaku. Aku yakin, siapapun yang memasang benda ini pasti orang yang juga membiusku lewat ventilasi udara, karena tidak ada satu orang pun didunia ini yang tahu soal jarum garam dan cara mudah membiusku tanpa harus mendapat perlawanan hebat dariku.

Orang itu pasti Humprey.

Lelaki tua itu sudah cukup lama bekerja dengan ayahnya Krystal dulu. Dari dia masih muda sampai dia setua itu, dia pasti selalu mengingat apa saja yang ayah Krystal ajarkan padanya tentang diriku.

Aku menatap lemah kantung darah itu kemudian menghela napas dengan perlahan.

“Kau sudah bangun?”  seseorang asing bersuara nyaring sejernih suara anak-anak berdiri dibelakangku. Aku membalikkan tubuhku dan mendapati seorang wanita bertubuh mungil memakai kacamata hitam duduk disamping tempat tidurku. “Bagaimana perasaanmu? Ayahmu bilang, kau kehabisan darah. Apa yang terjadi?”

Siapa wanita ini?

Aku memejamkan mataku, “Aku baik-baik saja,” jawabku agak segan.

“Benarkah?” tanya wanita tidak yakin. Dia menunduk melepas kacamatanya, “Karena kau juga bicara seperti itu disekolah, Kyuhyun,”

Demi apapun yang kudus..

“Near..,”

Wanita aneh yang kutemui disekolah tadi..

Ini bukan sebuah kebetulan. Dia pasti merencanakan untuk bertemu denganku.

“Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja?” tanyanya berusaha menyentuh wajahku dengan tangannya yang selalu kutepis. “Ada apa denganmu? Itukah caramu memperlakukan ibumu?”

“Ibu?” ulangku. “Kau ibuku? Demi yang kudus, walaupun kau menikah dengan ayahku sekalipun, kau tidak pernah menjadi ibuku sampai kapanpun,” ketusku. “Katakan saja apa maumu dan pergi dari tempat ini, karena jujur saja, aku tidak mau berdebat dengan orang yang sudah menghancurkan hidup ibuku,”

“Kau bilang dia ibumu? Lalu bagaimana dengan Lady Minerva, Elliot?”

Apa?

Aku membalikkan badanku, melihat wanita itu melipat kedua tangannya didepan dada, menatapku dengan matanya yang berwarna merah cerah seperti darah.

Tidak ada lagi kekagetan yang kualami. Rasanya seperti keseharian yang lazim, bertemu mahluk aneh yang sejenis ataupun tak sejenis denganku hampir menegarkan hatiku untuk menghilangkan rasa panik dan takut yang dulu merayapi pikiranku.

“Siapa kau?” tanyaku mendesis, duduk dari posisiku. Aku menyurukkan tanganku pada rambutku yang berantakan.  Ada garis memanjang keunguan dipergelangan kiriku. Garis itu memiliki ornament rumit yang memanjang sampai melewati batas siku. Untuk mata orang awam, ini terlihat seperti bekas memar biasa. Tapi tidak untukku.

Ini Siglid, segel khusus yang terlarang digunakan karena bisa mengambil setengah jatah hidup dari si pembuat. Orpheans membuat segel ini khusus untukku. Dua kali sudah aku mendapatkan segel ini. yang pertama berhasil hilang oleh Minerva, yang kedua Dre sendiri yang memasangkannya disepanjang tulang punggungku untuk berjaga-jaga.

Kini..Succubus itu yang melakukannya? Darimana ia pelajari hal ini?

Wanita itu membungkuk, memberi hormat padaku. “Sungguh kehormatan bagiku untuk menemuimu, Elliot. Aku, Near,”

“Sudah berapa lama kau mengawasiku?”

“Teori? Secara teori aku sudah mengawasimu selama 3 bulan,” katanya. “Dan aku sadar kenapa kau lebih suka membaur dengan mangsa kita,” dia tersenyum miring. Wajah cantiknya mungkin bisa membuat Aprodhite bunuh diri. “Mereka sangat menarik,”

“Katakan apa maumu dan aku tak kan menyerangmu,” aku mengangkat tangan kiriku yang kini penuh dengan tulisan ibrani kuno yang mungkin akan menyentrumku dengan jutaan volt listrik jika kau mencoba menyerangnya.

Dia tertawa, “Sebenarnya mauku hanya satu. Tapi untuk menggapainya, aku harus melakukan banyak hal,” dia mengangkat bahunya, “Salah satunya mungkin itu. Aku membuat perjanjian dengan Alastair demi segel itu,” dia terlihat seperti orang yang tidak peduli dengan sisa jatah hidupnya.

“Termasuk menghancurkan hidup ibuku?”

Dengan polosnya ia mengangguk. “Hanya untuk bersenang-senang sebenarnya. Ayahmu tampan dan aku iri dengan ibumu. Untungnya bagiku,Lady Minerva memberiku izin untuk menghancurkan keluarga palsumu sehancur yang kuinginkan, asalkan aku bisa membawamu pulang,”

“Sebenarnya apa tujuanmu menghancurkan hidup orang lain? Tidakkah kau berpikir bahwa wanita brengsek itu salah? Tidakkah kau berpikir kalau itu adalah alasanku pergi?!” bentakku marah. aku mengepalkan tanganku begitu erat, menahan amarah yang mendidih diatas kepala. “Lucifer tidak seharusnya terbangun!! Dia akan menghancurkan semuanya, termasuk kalian. Kenapa kalaian masih bodoh dan percaya dengan perjanjian palsu itu?!”

“Lalu kenapa kau bicara seperti itu? Kau takut akan kegelapan yang tertanam pada dirimu Elliot?” dia menghampiriku dan duduk disisi ranjangku. “Kau takut dengan kenyataan yang akan merubahmu suatu saat nanti?”

Aku memalingkan wajahku segan, “Bukan urusanmu,”

“Memang bukan urusanku,” wanita itu mengangkat tangannya, merapikan rambutku yang berantakan. Aku menggerakkan tanganku ,menepis tangannya. “Tapi tahukah kau sebenarnya niatku kesini bukan untuk menghancurkan keluargamu, tapi untuk membalaskan dendamku,”

“Dendam?”

“Ya, dendam. Pada adikmu yang terlalu menghalangiku,” dia menghela napasnya kemudian tersenyum, “Dia sangat menghalangiku untuk mendapatkanmu. Ingatkah kau saat Lilith menapikku saat kau hendak membantuku?”

Sesaat pikiranku melayang keingatan saat pertama kali aku bertemu dengannya di perpustakaan kota.

Lilith yang pada dasarnya terlalu peka, melebihi kepekaanku, tidak menyukai orang asing manapun yang baru saja kutemui. Dan jika saat itu ia menapiknya, itu bukan berarti dia membencinya. Dia hanya bersikap apa yang instingnya katakan.

“Dia tidak ada kaitannya,” bantahku. Demi berusaha mengalihkannya, aku rela menatap wajahnya langsung. Mata  kami bertemu. Ada sedikit semburat keemasan dimatanya, menandakan dia bukan Succubus murni. “Kumohon, dia tidak ada kaitannya,” pintaku hampir merajuk. Ada sedikit harapan besar dia luluh pada permintaanku.

Tapi nyatanya tidak. Segel ini memang brengsek.

“Tentu dia ada,” wanita itu mengangkat alisnya yang sempurna, “Aku akan menghancurkan hidup adik kecilmu dan mungkin juga ibumu. Semua gadis yang berada didekatmu itu menyebalkan. Mereka merasa cantik dan pantas untukmu. Tidakkah itu menyebalkan? Kau membiarkan mereka menggodamu semaunya, sedangkan aku? kau melihat mataku saja tidak,”

“Kau—“ dia menempelkan telunjuknya dibibirku, menyuruhku diam.

“Aku tidak ingin menyakitimu, Elliot. Kau masih beruntung karena kau kan menyakiti adikmu saja. Dan yang seharus kau lakukan hanya turuti saja aku dan nikmati pertunjukannya dengan baik. Bila hak asuhmu sudah kudapatkan, maka kita hanya tinggal menunggu, seberapa lama ibumu akan bertahan. Jika ia memutuskan untuk bunuh diri, maka tidak terelakkan, Matthew juga harus mencabut nyawanya sendiri,” katanya tersenyum licik, ”Setelahnya, adikmu akan hancur. Dia akan sedih, hancur berkeping-keping. Kau tidak ada untuknya, orang tuanya tidak pernah ada untuknya dan kita..kita hanya tinggal menunggunya semuanya mati, sayang,”

“Lepaskan aku sekarang!” berontakku. “Kau tidak bisa melakukannya! Kau tidak bisa melukainya hanya karena hal sepele!”

“Hal sepele?” histerisnya didepan wajahku. Dia kemudian menarik wajahku dan menciumku tanpa seijinku lebih dahulu, melumat habis bibirku dengan kasar. “Hal seperti ini kau bilang sepele?”

“Lepaskan!” aku mendorong tubuhnya agar wajahnya menjauh dariku. Jika saja Siglid ini tidak menempel ditanganku, mungkin sudah kuhabisi mahluk menjijikan seperti ini. “Aku diam, bukan berarti aku setuju,”

Dia mengangkat tangannya, “Baiklah, baiklah. Mungkin aku butuh sedikit waktu untuk bisa melunakkan hatimu,”

“Tidak sampai kapanpun,”

“Ya terserah, sekarang istirahatlah,” dia berjalan mendekati pintu. Sebelum dia menutup pintu, dia berbalik dan tersenyum manis padaku. “Selama segel itu masih ada, kau dibawah kendaliku, jadi aku bisa melakukan apapun padamu. Berhati-hatilah, sayang,”

Blam.

Aku menatap ganas segel yang terukir jelas ditanganku itu, “Sial!”

      ******

      Pagi ini aku terbangun dengan keadaan paling buruk yang pernah kualami. Sepanjang eksistensiku, tidak pernah aku merasa bebas tapi terkukung erat seperti ini. Hanya karena segel sesimpel ini aku mengalami hari terburuk dalam hidupku.

Pagi itu, begitu terbangun, aku berhasil menyambar hadphoneku yang ditinggalkan Humprey diatas meja belajarku sebelum itu semua disita oleh Near dengan alasan agar aku tidak membuat susah ibuku karena terus-terusan menelponnya. Dia memakai alasan kalau akulah si anak manja dirumah, yang membuat Matthew langsung menyetujui idenya untuk membiarkan Humprey menjagaku seharian agar aku tidak kabur atau apa.

Matthew tentu memikirkan hal itu dari segi mental psikologi Ahra, tapi kurasa tidak dengan Near. Dia bertindak hampir seperti psycho. Dia tidak membiarkanku untuk bertemu dengan siapapun kecuali dengan seijin Humprey. Dan jika aku memberontak, Siglid akan menghukumku lebih dari seharusnya.

Aku langsung menelpon Dre begitu aku mendapatkan akses bebasku untuk memakai telepon. Aku tahu Near dan Matthew belum keluar dari kamar mereka pagi ini. Apapun yang mereka lakukan didalam, bukan lagi urusanku. Selama dia bukan Succubus murni, dia tidak akan menyakiti siapapun yang tidur dengannya.

“Dre,” desisku hampir berteriak lega ketika ia menjawab teleponku.

“Apa yang kau lakukan dan dimana kau sekarang, bodoh? Karena aku akan mencarimu dan memenggal kepalamu. Apa yang kau lakukan pada Lilith?!” serunya panjang lebar, yang bahkan tidak memberiku kesempatan untuk bicara.

Dasar penjilat. Bisa tidak dia memikirkanku dulu sebelum kepentingan adikku?

“Akan kujelaskan nanti. Tidak sekarang. Tapi bisakah kau mendengarkanku sebentar saja?”

“Sebenarnya bisa. Tapi, apa yang terjadi? Dan hari ini kelihatannya Lilith tidak akan masuk. Anak itu jatuh sakit. Menurut ibumu, dia sedikit syok dengan pertengkaran kedua orang tua kalian,”

“Sudah kuduga,” aku bersandar di dinding kamar mandiku sendiri, menatap pantulan wajahku dicermin. Pikiranku melayang pada ancaman Near kemarin. Aku hampir tidak bisa tidur tenang karena memikirkan kemungkinan buruk yang kan terjadi. “Bisa kau katakan padanya kalau aku janji akan kembali? Tolong jaga dia, kumohon,”

“Kau bersikap sangat aneh. Apa yang terjadi?”

“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Dre..tapi jika dia memang penting. Bagimu atau Donghae, tolong jaga dirinya selama aku tidak ada. Dan..,” aku menghentikan kalimatku, tidak tahu ingin melanjutkannya atau tidak.

“Apa?”

Aku menarik napasku dengan perlahan. Aku tidak memiliki pilihan. Beberapa hari terakhir ini, memang hanya keselamatannyalah yang menyita cukup banyak sisi kosong kepalaku.

“Eunri,” desisku nyaris tulus. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika ia terluka karena kebodohanku sendiri.“..Tolong jaga dia..” aku menatap pintu kamar mandiku yang tertutup. Terdengar suara ramai diluar sana. Wanita brengsek itu sudah terbangun. Aku kembali menatap pantulan wajahku dicermin. Iris mataku berubah hitam pekat, “..Dari apapun..,”

      ******

Eunri’s point of view

Sudah beberapa hari ini aku tidak melihat Kyuhyun lagi disekolah. Dia seolah-olah hilang semenjak pengambilan paksa hak asuh atas dirinya. Dia tidak hadir disekolah, berkali-kali absen pada kelas khusus dan berkali-kali pula aku berakhir dengan duduk sendiri.

Tahukah kau, jujur saja itu lebih buruk daripada duduk dengannya.

Hari ini aku sengaja memaksa ayahku untuk mengajakku pada pengadilan pertama untuk hari ini. Aku tahu kalau ini akan menjadi hal yang ramai dikota kecil seperti ini. Ruang pengadilan kecil yang biasanya hanya dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswa luar kota yang ingin belajar soal hukum, jadi penuh dengan warga masyarakat yang turut prihatin dengan kasus Nyonya Ahra.

Aku menghela napas. Ini tak kan selesai dalam waktu satu hari. Kudengar kekasih tuan Mathhew itu orang yang keras kepala. Dialah yang menyuruh Kyuhyun untuk tidak masuk selama ini dan mengambil homeschooling selama dia tidak masuk kesekolah.

Benar-benar egois.

Kuedarkan pandanganku kesekeliling ruang pengadilan yang cukup ramai ini. disebelah kananku, tepat lima kursi dari tempatku duduk, disanalah Lilith duduk merenung, menatap ibunya yang bersedih dengan mata sayu. Tiga hari dia tidak masuk sekolah karena asma-nya kambuh begitu mendengar kedua orang tuanya bercerai.

Ini cukup sulit baginya. Karena disaat sulit seperti ini dia malah dipisahkan dengan Kyuhyun, saudara kandung satu-satunya. Dan jika aku menjadi Lilith, aku bahkan tak tahu akan melakukan apa. Beruntung dia memilik Donghae. Setidaknya laki-laki itu masih setia menjaganya sepenuh hati seperti saat ini. Laki-laki itu bahkan tidak beranjak sedikitpun dari sisinya.

Sementara diseberang kanan, dibalik meja jaksa penuntut, Nyonya Ahra, wanita cantik yang menjadi single parent itu sekarang hanya duduk diam sembari menyeka air matanya yang tak mau berhenti. Terkadang, dia menatap putrinya dengan sikap bersalah sambil sesekali melontarkan gurauan tidak lucu demi melihat senyum putrinya yang akhir-akhir ini agak memudar dari wajah cerianya.

Dan ayahku, Demi Tuhan, apapun yang ia lakukan sekarang, takkan merubah keputusan apapun. Well, dari awal pun masalah ini sudah cukup rumit dengan sikap calon ibu angkat Kyuhyun yang tak mau mengalah.

Dia bahkan wanita yang umurnya tak lebih dari satu tahun denganku.

Tapi kemudian..

“Mom,”  Kyuhyun tiba-tiba saja muncul didepan pintu ruang masuk pengadilan dengan penampilan berantakan. Syalnya tidak terpasang dengan benar di cuaca sedingin ini sehingga lehernya yang kemerahan terlihat. Rambutnya acak-acakan dan napasnya terengah-engah seperti habis berlari. Apakah dia berlari melintasi lapangan parkir seluas itu?

Dia berlari pelan menghampiri ibunya yang langsung bangkit berdiri begitu melihatnya. Laki-laki itu langsung memeluk wanita itu dengan erat seakan tak berani melepaskannya lagi. “Maafkan aku, Mom,” bisiknya berulang kali.

Nyonya Ahra menangis dipelukannya, berkali-kali bergumam tak jelas, seperti terlalu bahagia untuk ini semua.

“Kakak!” seru si kecil Lilith nyaring, membuat kami semua menoleh. Aku tidak pernah mendengar Lilith memanggil Kyuhyun dengan embel-embel ‘kakak’ atau apa. Tapi ketika mendengarnya berseru memanggil Kyuhyun dengan begitu semangat pun, kurasa tidak ada perbedaan sama sekali.

“Oh, hai, Lilo,” Kyuhyun menangkap adiknya yang berlarian semangat kearahnya. Dia tampak lebih sehat dari sebelumnya. Kyuhyun benar-benar membawa banyak perubahan suasana ditempat ini. “Kau sedang sakit, huh? Gadis jelek ini bisa sakit, huh?” Kyuhyun mengacak-acak rambut adik perempuannya dengan semangat seraya tertawa senang. Dia memeluk adik kecilnya, “Aku merindukan suara berisikmu dirumah, Lilith,”

Rasanya menyenangkan sekali melihatnya bisa tersenyum selepas itu.

Apa karena faktor Kyuhyun yang selalu merengut dihadapanku sehingga rasanya menyenangkan sekali melihat Kyuhyun bisa segembira itu. Apa itu memang karakter aslinya? Apa dia memang senang tersenyum seperti itu?

Tanpa sadar mulutku bergerak diluar kehendakku, “Senang kau bisa kembali. Lilith sangat merindukanmu,” kataku dengan bodoh dan tak mungkin ditarik kembali.

Dia memperhatikanku dengan raut terkejut dan setengah bingung, tapi kemudian dia tersenyum. Tersenyum yang pertama kalinya untukku, “Terima kasih,” bisiknya tanpa suara padaku.

Apa ini sebuah khayalan saja? Jangan-jangan aku meracau karena cuaca buruk pagi ini?

Apa yang terjadi padaku? Kenapa rasanya aneh sekali ketika melihat senyumnya itu?

Jantungku terasa aneh.. seperti ada yang memaksanya untuk berdegup lebih kencang.

Saat aku ingin membalas kata-katanya, tiba-tiba saja seseorang menariknya, sehingga pelukannya pada Lilith terlepas. Adik perempuannya agak terhempas kebelakang, tapi untung saja Donghae lebih dulu menangkapnya sebelum tubuh mungil itu menabrak tiang kayu pembatas.

“Lilith!” pekik Nyonya Ahra setengah histeris diikuti desis kami menahan napas.

“Tidak. Kukatakan padamu tidak,” seorang wanita bertubuh mungil menarik tubuh Kyuhyun mundur. Laki-laki itu tidak melawan sama sekali. Dia hanya terlihat menunduk, meringis seperti kesakitan entah pada apa. “Jangan sentuh dia,”

“Dia bukan milikmu, kau bukan segalanya yang bisa melarangnya untuk berhubungan dengan siapapun,” desis Donghae, terdengar seperti ancaman keras.

“Kau orang asing, jangan coba untuk ikut campur,”

“Jika saja aku orang asing bagimu,” tandas Donghae lebih keras. “Lepaskan dia,” Donghae menunjuk Kyuhyun, yang masih menunduk dengan seorang laki-laki tua yang setia memeganginya, dengan dagunya.

Aku tidak tahu dengan apa yang mereka bicarakan, tapi aku rasa Donghae dan kekasih Tuan Matthew saling mengenal satu sama lain. Mereka berbincang seolah-olah orang-orang yang berada diruangan ini tidak bisa mendengar mereka.

“Tidak aka—“

“Near,” tiba-tiba Nyonya Ahra yang kelihatannya dari tadi tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis, kini angkat bicara. Dia berdiri tegak, mengibaskan rambut pirang keemasannya. “Kau boleh bersikap keras kepala, tapi mereka tetap darah dagingku. Kau tidak berhak menyakiti mereka sebelum ada keputusan tepat soal ini semua,”

“Darah dagingmu? Kau bilang Kyuhyun itu darah dagingmu?” apa yang mereka bicarakan? Kyuhyun bukan anak kandung Nyonya Ahra? “Dia tidak lebih dari anak yang kau adopsi,, Ahra! Sadarkan dirimu akan hal itu!! Suatu saat nanti dia akan mencari orang tua kandungnya, bukan dirimu! kau benar-benar menghancurkan dirimu sendiri..,”

Mataku pasti membulat lebar.

Aku benar-benar tidak percaya..

Jadi Kyuhyun bukan anak kandung Nyonya Ahra? Jadi dia itu adalah anak adopsi?

Nyonya Ahra tampak seperti kehilangan kekuatannya untuk berdiri tegak. Kedua kakinya seperti tampak lemas. Matanya berkaca-kaca menahan air mata yang menumpuk dipelupuk matanya.

Ini terlalu jahat..

Semua orang yang berdiri diruangan ini terdiam menahan napas. Mereka, sama sepertiku, baru tahu soal hal ini. Bagaimana kami tidak terkejut? Siapa sih yang tidak terkejut jika mendengar hal ini? Kyuhyun yang selama ini dikenal paling dekat dengan ibunya ternyata seorang anak adopsi. Kami saja sudah terkejut, bagaimana dengan Kyuhyun yang mendengarnya.

Aku melayangkan pandanganku padanya yang menatap ibunya. Matanya berkilat hampir tidak percaya. Seperti ada kilatan pengkhianatan yang hampir kentara disana.

Tidak ada yang lebih menyakitkan jika kau mengetahui kalau kau bukanlah anak kandung dari ibumu sendiri. Bisakah kau membayangkan luka yang lebih sakit dari ini?

Kyuhyun memberontak dari cengkraman laki-laki tua yang memeganginya tadi kemudian berbalik keluar ruangan, menabrak bahu ayahnya yang baru saja masuk. “Kyuhyun!” panggilnya tapi laki-laki itu tidak menggubrisnya. “Apa yang terjadi disini?” tidak ada seorang pun menjawabnya. “Katakan padaku, apa yang terjadi disini?!” raungnya hampir tampak marah.

Ayahku, mungkin seseorang yang paling dekat dengan keluarga mereka, menghampirinya. Ia membisikinya, cukup lama.

Begitu mendengar kata-kata yang ayahku bisikkan padanya, Tuan Matthew langsung menarik kasar tangan kekasihnya, “Kenapa kau katakan hal itu?”  bisiknya marah.

Wanita menyebalkan itu hanya mengangkat bahunya, “Dia patut tahu. Semua orang patut tahu,”

“Tidak seperti ini caranya. Tidakkah kau pikirkan apa yang dia rasakan sekarang?!”

Tidak. Aku bahkan tidak bisa memikirkannya. Sebenci apapun aku pada sikap Kyuhyun selama ini, aku tetap tidak bisa untuk tidak merasa kasihan padanya. Ini terlalu mendadak, dan tidak bisa dibayangkan apa yang dia rasakan sekarang.

Orang tuanya bercerai, memperebutkan hak asuh atas dirinya, sekarang..

Seseorang mengungkapkan rahasia kecil yang tidak diketahuinya.

Aku melangkahkan kakiku, melewati kerumunan.

Aku peduli.

      ******

Kyuhyun’s point of view

Dasar gila! Dasar succubus sialan!

Untuk apa dia mengatakan hal itu didepan umum? Hanya untuk lelucon katanya? Jika saja segel ini tidak ada, aku mungkin sudah memotong habis kepalanya.

Dasar menyebalkan! Ini menyulitkanku saja. Sudah kepalaku cukup pusing dengan pikiran berat mereka yang terus-terus memenuhi pikiranku, sekarang harus berbuat seperti ini. Tidak adakah hal yang lebih buruk?

Aku harus berpura-pura kaget dihadapan umum dan bersandiwara seakan –akan aku merasa sakit hati. Aku tahu Ahra mungkin tidak akan ambil pusing soal ini. yang dia khawatirkan hanya mentalku saja. Dari tadi kepalanya hanya berpikir bagaimana masyarakat akan memandangku nanti? Atau apakah nanti kebanyakan orang akan menggunjingku soal ini.

Pikirannya benar-benar murni seorang ibu. Dia bisa menjadikan alasan lain untuk menangis. Tapi aku? aku tidak punya pilihan apapun selain bersandiwara, pura-pura merasa sakit hati seperti kebanyakan manusia lakukan.

Aku sudah lihat banyak film, aku sudah baca banyak buku, tapi kenapa rasanya berbeda jika dipraktekan langsung.

Tidak sulit sebenarnya, jika mata bulat cokelat itu tidak memandangku dengan matanya yang berkaca-kaca.

Jujur, aku tidak tahu dia tulus sedih atau tulus mengasihani diriku.

Jadi, aku berbalik, menabrak bahu Matthew yang baru saja masuk. Aku sengaja menabraknya gar ada kesan dramatis yang benar-benar mengesankan kalau aku tersinggung. Aku bisa dengar semua orang menahan napas disana ketika aku tidak menggubris panggilan Matthew padaku.

Mereka benar-benar manusia. Mudah terlarut dengan hal-hal seperti ini.

Dan aku sangsi kalau mereka ada yang berani mengejarku, mungkin, kecuali orang itu kurasa.

“Kyuhyun,” panggilnya, menghetikan langkahku. Aku berbalik, mendapatinya berjalan, benar-benar mengikutiku, kearahku. “Mau kemana?”

Aku hampir mendengus. Hebat sekali, dia ternyata mengasihaniku, “Bukan urusanmu,”

Dia mengehela napasnya yang terasa agak sesak,”Aku kesini tidak mengajakmu bertengkar,” katanya pelan. Sangat pelan. “Aku hanya ingin memberimu ini,” dia mengulurkan sebotol air mineral dingin kepadaku. “Kuharap itu bisa membantumu untuk lebih tenang,”

Aku menerima botol itu dengan hati-hati agar tidak menyentuh tangannya atau apa. Bukannya penciumanku soal darahnya menjadi tidak masalah bagiku. Tapi ketika aku dalam keadaan kenyang seperti ini, kurasa rasa panas ditenggorokanku masih bisa ditelorir.

Tapi, sungguh, Demi Tuhan aku tidak menyangka hal ini. Maksudku, aku memang menyangka mungkin dia mengejarku— mengingat perkataan Dre kalau dia itu martir klasik yang selalu terlibat urusan orang— tapi aku tidak menyangka dia memberiku sebotol air mineral.

Aku tahu seharusnya ini tidk dipermasalahkan, tapi tetap saja. Jika memang dia seorang yang martir, dia pasti mengejarku hanya untuk bertanya, ‘Apa yang terjadi? Kau bisa katakan padaku,’ atau ‘Aku tahu masalah ini rumit’ atau yang lebih menjijikannya lagi, ‘Kau bisa cerita segala kesedihanmu,’

Tapi ini?

Sebotol air mineral?

Pikirannya benar-benar tidak bisa kutebak sama sekali. Dia memang menyiksa dalam dua cara. Aroma darahnya yang menggiurkan dan isi kepalanya yang sama-sama membangkitkan rasa ingin tahu orang disekitarnya.

Aku rasa aku akan gila hanya karena terus menebak isi kepalanya.

“Te..rima kasih,” aku tergagap bingung. Merasa tidak sopan karena sudah dibawakan, aku membuka penutup botol itu dan meminumnya, walaupun aku tahu ini hanya akan meluncur kedalam tenggorokanku dan tidak akan berguna sama sekali.

“Sama-sama. Dan aku juga kesini hanya untuk,” dia menghentikan kalimatnya, melirikku yang masih minum, “..meminta maaf padamu..,” tambahnya yang tanpa sadar membuatku langsung tersedak.

Kau pikir mahluk sepertiku tak pernah tersedak? Kalau begitu cobalah jadi diriku.

Apa dia bilang? ‘Maaf’?? kepada siapa? Dia meminta maaf kepada siapa?

Aku? lalu atas hal?

Dia benar-benar membuatku gila sekarang.

“A-atas hal?” aku pasti kelihatan begitu bodoh. Karena Eunri sendiri juga kaget melihat ekspresiku yang terlalu tiba-tiba untuknya. “Kau mau meminta maaf atas hal apa, Eunri? Kenapa kau tiba-tiba meminta maaf?” aku bertaruh inilah kalimat terpanjangku yang pernah kukatakan padanya.

“A-atas hal apapun. Mungkin selama ini aku cukup menyebalkan bagimu sampai kau marah padaku seperti itu selama ini,” dia menunduk menatap sepatu putihnya yang baik-baik saja. “Aku tahu aku bersikap menyebalkan, jadi aku mau meminta maaf. Mungkin itu akan meringankan isi kepalamu sekarang,”

“Ja-jadi, kau kesini bukan untuk mengasihaniku? Mengasihaniku yang ternyata anak adopsi ibuku sendiri?”

Gadis itu menggeleng cepat, tampak panik seakan apa yang dia katakan barusan telah menyakiti perasaanku karena tidak dikasihani, “Ti..dak? tidak mungkin aku melakukannya, kan?”

“Kenapa?” tanyaku tanpa sadar.

Eunri tampak terkejut ditanya seperti itu, tapi aku tahu dia tak akan mengelak. Bertaruh padaku gadis ini akan berkata sejujur-jujurnya, entah itu kan berakhir menyakitkan atau tidak, tapi kurasa Eunri memang tipe yang bicara tanpa memikirkan perasaan yang mendengar, “Karena kau tahu, kau bukan orang yang ingin dikasihani. Kau keluar dari ruangan itu. Bukankah itu sudah menandakan kalau kau bukan orang yang suka dikasihani?”

Apa?

“Lagipula, kelihatannya kau orang yang akan lebih berusaha menyembunyikan masalahmu sendiri ketimbang mengeluarkannya dan membuat beberapa orang disekitarmu menjadi sulit atau prihatin dengan keadaanmu. Jadi, aku tidak akan melakukan hal apapun yang membuatmu semakin benci padaku. Masalahnya,” dia menunduk, “Aku tidak suka kau membenciku seperti itu. kau seakan memperlakukanku seperti orang asing yang benar-benar bersalah padamu,”

“Aku tidak suka kau membenciku seperti itu Elliot. Kau pikir aku apa? Orang asing yang benar-benar bersalah padamu?”

“Tidakkah kau memikirkan bagaimana rasanya?”

“Tidakkah kau memikirkan bagaimana rasanya, Elliot?”

Aku menunduk.

Tidak mungkin..,bisik hatiku sendiri.

Tidak mungkin aku bisa merasa senyaman ini padanya.

Dia seharusnya menjadi seseorang yang kujauhi. Dia seharusnya menjadi seseorang yang tidak tahu apa-apa soal diriku. Dia seharusnya menjadi salah satu orang yang kubenci.

Tapi kenapa aku bisa senyaman ini?

Tuhan..kenapa Kau beri aku ujian yang seberat ini? apakah aku benar-benar bersalah padaMu kali ini? katakan kalau aku salah. Beritahu aku kalau aku benar-benar salah.

Tanpa sadar, aku mengulurkan tanganku, menarik tangan mungilnya dan memeluk tubuhnya yang tidak siap kedalam pelukanku.

Entah apa yang merasuki diriku, tiba-tiba perasaanku menjadi lebih hangat.

Serra seperti berada disini memelukku dan memenangkanku.

“Maaf,” bisikku benar-benar tanpa sadar.

Aku tahu ini salah, tapi kenapa rasanya kau tidak bisa memaksakan akal sehatku untuk menerima semua tindak logis ini kedalam kepalaku. Kenapa tidak kuteriaki saja otakku supaya berhenti?

Percayalah, aku sudah mencoba. Sekuat yang kau bisa.

Tapi kelihatannya otak rasionalku ingin menang kali ini.

Eunri, ragu, membalas pelukanku. Mungkin dia berpikir ini sekedar pelukan antar teman yang baru saja meminta maaf. Apa sih yang otaknya bisa pikirkan dengan benar?

Karena bagiku, rasanya ini lebih dari pelukan antar teman.

Aku memendamkan wajahku dibahunya dan membawa semua harum tubuhnya kekepalaku.

Aku berteriak berhenti, tersiksa dengan aromanya yang terlalu pekat. Tapi otakku tergiur dengan aroma peach yang bergerak liar didalamnya. Merasa egois, aku memeluknya lebih erat.

“Ti-tidak apa-apa..semuanya akan baik-baik saja.  Bukan salahmu jika kau harus mengetahui fakta sepahit ini..,” Eunri menepuk-nepuk punggungku dengan lembut.

Aku hampir terbuai dengan kelembutannya dan memutuskan untuk melupakan akal sehat, jika saja tidak ada seseorang yang bertindak menyebalkan.

Dre menarik Eunri dengan tegas dari pelukanku. Dia menarik tangan kanan gadis itu dan membawanya kebelakang punggungnya. “Tidak, jika kau tidak serius dan hanya menjadikannya permainanmu saja,”

Apa?

Siapa yang mempermainkannya?

Tunggu? Kenapa aku sekesal ini?

‘Oh, maafkan aku Elliot. Maafkan aku jika kau menganggu acara lovey-doveymu dengannya. tapi ini lebih penting ketimbang berpura-pura lemah dan meminta dipeluk seorang perempuan polos sepertinya,’ omel Dre dalam pikirannya padaku. ‘Jika kau tetap memeluknya seperti tadi, tidakkah kau berpikir kalau kontak itu akan muncul?’

Polos, aku menggeleng.

‘Bodoh. Jangan lakukan itu lagi sampai kau benar-benar memiliki akal sehat.’

“Kau baik-baik saja, Eunri?” tanyanya pada Eunri yang masih mengerjap bingung. Gadis itu mengangguk pelan “Bagus. Dia berbahaya untukmu,” kemudian dia menarik Eunri menjauh dari tempat itu. tapi sebelum dia menjauh, dia sempat menegurku.

‘Ethan hilang..Siglid takkan bisa hilang jika kita tidak mencari Ethan. Hanya dia yang mampu melepaskanmu dari segel itu. Aku sarankan lebih cepat lebih baik. Isi kepalamu memburuk semenjak memakainya,’

(Author’s note: I recommend you to hear Way Away- yellow card in this part or maybe Baby-justin bieber—if you like it..hehehe :P)

Ya..isi kepalaku rasanya memang memburuk.

Memburuk yang lebih buruk dari apapun.

Bayangkan saja, aku memeluk Eunri?! Aku memeluk Eunri??!! Apa yang aku pikirkan??!!

Aku menunduk memegangi kepalaku dengan gemas. Rasanya ingin memcahkannya sekarang juga.

Aku terlihat lebih bodoh dari orang mesum sekarang..

Sial!!

Aku sudah gila pasti. Eunri membuat duniaku sekrang terasa lebih gila daripada seharusnya. Memangnya apa yang dia lakukan padaku? Kenapa tiba-tiba saja kau jadi ingin memeluknya?

Aku pasti sudah gila..

Aku butuh valium lebih dari cukup disini sekarang juga sebelum aku berniat meledakkan kepala ini.

      *****

Eunri’s point of view

Dia tiba-tiba memelukku dengan sangat erat, membuatku terkesiap kaget. Aku menhan napas. Apakah ini benar? Apakah Kyuhyun benar-benar memelukku sekarang? Aku takut ini hanya leluconnya saja.

“Maaf..,” bisiknya teramat pelan.

Dia meminta maaf padaku. Aku pasti tidak salah dengar.

Apakah ini sebuah kemajuan berarti untuknya? meminta maaf saja mungkin sudah cukup hebat untuk orang ukuran sepertinya.

Tapi..

Mungkin saja dia memang sedang dalam keadaan kacau dimana orang-orang dewasa tidak ada yang mau mendengarnya.

Aku tahu bagaimana rasanya..

“Ti-tidak apa-apa..semuanya akan baik-baik saja. Bukan salahmu jika kau harus mengetahui fakta sepahit ini..,” tanpa sadar aku menepuk-nepuk punggungnya.

Mungkin dia membutuhkan seseorang yang mau mendengarkannya.

Kyuhyun memlukku lebih erat. Dia memendamkan wajahnya pada bahuku, membuatku hampir sesak karenanya.

Aku terdiam, mendengarkan irama napasnya yang teratur.

Rasanya tenang sekali. Ini berbeda jika Dad memelukku atau kakak yang memelukku.

Rasanya lebih dari sekedar tenang.

Aku terus menepuk-nepuk punggungnya. Aroma lehernya yang berada disamping wajahku tercium seperti kayu ivory.

Menyenangkan tapi juga menenangkan.

Apa aku akan kehilangan akal sehat? Semuanya terasa hangat disini, bahkan diudara sedingin ini.

“Tidak,” seseorang tiba-tiba menarikku kasar, lepas dari pelukan Kyuhyun.

Donghae..

Mau apa dia?

“Tidak, jika kau tidak serius dan hanya menjadikannya permainanmu saja,” tegasnya kasar. Dia menatap Kyuhyun tajam, sementara Kyuhyun menatapnya setengah bingung, setengah sadar seperti orang yang sedang dipaksa bangun dari tidurnya.

Apa sih mau Donghae? Kenapa dia tiba-tiba bersikap menyebalkan seperti ini?

Eh..tunggu..kenapa aku merasa kesal?

“Kau baik-baik saja, Eunri?” tanyanya. Masih bingung, aku mengangguk. “Bagus,” dia mengangguk mantap  “Dia berbahaya untukmu,” tambahnya langsung menarikku menjauhi Kyuhyun.

Aku menatap Kyuhyun sebentar sebelum benar-benar berbalik. Laki-laki itu mengernyit tampak bingung, tapi sedetik kemudian, seperti ada yang menampar wajahnya, dia langsung menunduk, mengerang sebal.

Dia pasti baru sadar kalau dia tadi memelukku.

Dia benar-benar menyebalkan.

******