17

Summer Times 02

Note : semua POV oleh Younghyun.

DJ’s Present ~

Summer Times… just for you darl.

Continue reading

11

[Freelance] I Wanna Love You part 2

”Annyeonghaseyo,” ucap seseorang yang membuatku mengalihkan pandanganku dari wajah Ga Eun.

Kulihat seorang namja berpakaian rapi-kurasa dia guru baru itu, berdiri di depan kelas dan sedang membungkukkan tubuhnya sedikit. Namun sedetik kemudian mulutku menganga ketika  melihat wajah namja itu.

Aku hanya bisa menyembunyikan wajahku di balik kedua telapak tanganku.

”Choneun Lee Donghae imnida. Untuk beberapa saat, aku akan menggantikan Han Seosaengnim mengajar musik di sekolah ini. Kuharap kita bisa bekerja sama, dan ah satu lagi kalian tidak perlu terlalu bersikap formal padaku, kurasa usia kita tak berbeda jauh, dan siapa tau salah satu di antara kalian nanti akan menjadi istriku,” ucapnya yang sontak membuat para siswi berteriak histeris.

Pria itu tersenyum jahil padaku. Apa-apaan namja bodoh ini???

Akhhhh dasar pria genit….!!!!!!!!!

”Panggil saja aku Oppa atau Hyung,” lanjutnya lagi.

Selama pelajarannya aku sungguh tak bisa berkonsentrasi. Aissss kenapa pria ini selalu ada di mana-mana??? Mana ketenangan hidupku yang dulu sebelum pria mesum ini muncul???

Selama pelajaran aku merasa dia terus melirik ke arahku. Aku tau dia sengaja ingin menggangguku. Rasanya ingin sekali mencakar wajah tampannya itu. Chakkanman, Tampan??? Akhh dasar paboya, mana mungkin aku bisa mengatakan pria bertampang mesum seperti itu tampan. Hyuk oppa jauh lebih tampan daripada dirinya.

Kupukul pelan kepalaku.

”Ya!!!” ucap seseorang lembut. ”Ada apa dengan kepala mu…” dia memotong ucapannya dan seperti berpikir sejenak. ”Maaf siapa namamu???”

Mataku melotot mendengar ucapannya. Ah, jadi kau ingin berpura-pura tak mengenalku. Baiklah, lagipula ini lebih baik, aku tak perlu repot membungkam mulutmu untuk tak memberitahu seluruh penghuni sekolah bahwa kau tinggal di rumahku.

”Cho Gaeul imnida,” jawabku sembari menggertakkan gigiku.

”Ah, Gaeul-sshi ada apa dengan kepalamu??? Apa ada yang tak kau mengerti dengan penjelasanku tadi??? Tanyakan saja,” ucapnya dengan tetap memamerkan senyuman menjijikkannya itu.

”Tidak ada. Penjelasan anda sudah sangat jelas, Seonsaengnim,” jawabku dengan penekanan pada setiap kata yang kuucapkan.

”Ah, tak perlu memanggilku seformal itu. Panggil saja aku oppa,” balasnya.

Aku benar-benar ingin muntah mendengar ucapannya. Oppa??? Itu sungguh menggelikan. NEVER!!!

”Tapi ini dunia pendidikkan. Bagaimana pun anda tetap guru di Super senior High School dan meskipun anda merasa muda, anda tetap guru kami,” balasku dan alhasil membuatku mendapatkan cubitan dipinggangku.

Kutatap Ga Eun yang melotot padaku. Kemudian kualihkan lagi tatapanku pada namja itu yang menatapku dengan lembut. Kau berusaha menggodaku???

AKU TAK KAN TERGODA!!!!!!!!!!!!

*****

Saat bel istirahat berbunyi aku langsung bergegas keluar kelas, dan melarikan diri dari namja itu. Bahkan aku tak mempedulikan teriakan Ga Eun yang terus memanggil namaku dari depan kelas. Aku tak mau pria itu terus mengusikku. Sudah cukup aku menjadi bahan leluconnya di rumah, dan aku tak akan membiarkan dia melakukan hal yang sama padaku di sekolah.

Aku terus melangkahkan kakiku dengan cepat dan sesekali menolehkan kepalaku ke belakang. Jangan sampai pria itu mengikutiku dari belakang. Tak ada yang tak mungkin dilakukan oleh pria gila itu. Sepertinya dia sudah tak memiliki urat malu…..

Tiba-tiba…

BRUKKK….

Aku menabrak seseorang dan membuat minuman yang di bawa orang itu mengotori seragam sekolahku.

”Mianhae,” ucap orang itu.

Aku mengangkat kepalaku dan mataku tak berkedip melihat wajahnya. Dia sangat imut. Ingin sekali rasanya mencubit pipi namja ini.

”Mianhae,” ucapnya lagi yang membuatku sadar dari lamunanku.

”Gwaenchana,” balasku.

Pria itu mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan tangannya mulai bergerak menuju noda yang ada di bajuku. Aku langsung menahannya. Mau apa dia??? Jangan pernah menyentuhku.

”Gwaenchana,” ulangku.

Kemudian aku melangkahkan kakiku kembali dan meninggalkannya yang masih terpaku di tempatnya.

*****

Aku sengaja pulang terlambat hari ini. Aku tak ingin pulang ke rumah jika onnie dan oppa belum pulang. Aku tak mau membahayakan diriku lagi. Pria itu sungguh menakutkan.

Kulihat jam yang melingkar di tanganku. Sekarang sudah saatnya jam makan malam. Aku yakin onnie dan oppa pasti sudah pulang. Akhirnya aku melangkahkan kakiku menuju rumah tapi sayang ketika aku masuk ke dalam rumah, sesuatu yang menyakitkan hatiku kembali kulihat. Onnie dan oppa sedang bermesraan di ruang santai. Lagi-lagi hatiku bergemuruh. Aku sungguh ingin berteriak. Tapi seluruh tubuhku terasa kaku, bahkan aku masih terpaku di tempatku.

”Ya!!! Apa yang sedang kau tonton??” bisik seseorang yang berdiri di belakangku.

Aku menoleh ke belakang dan kulihat pria menyebalkan itu lagi. Dia masih memakai kemeja biru yang dikenakannya ketika mengajar tadi. Apa dia juga baru pulang???

”Bukan urusanmu,” ucapku ketus. ”Kau baru pulang??? Dari mana saja???” tanyaku.

”Aku membuntutimu,” sambarnya langsung yang sontak membuatku terbelalak.

Lalu senyum jahilnya kembali tersungging di bibirnya. ”Kau pikir aku tak memiliki pekerjaan lain, selain mengikutimu???” lanjutnya lagi.

Aissshhh pria ini sungguh menyebalkan.

”Ya!!! Apa yang sedang kalian lakukan??? Lebih baik kalian lanjutkan saja di kamar. Apa kalian lupa di sini ada anak di bawah umur,” ucapnya kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa di dekat oppa dan onnie.

Anak di bawah umur??? Berani sekali kau PRIA MESUM!!!!!!!

Kulihat wajah onnieku memerah dan akhirnya mereka menyadari keberadaanku di ruangan itu.

“Gaeul-ah, kenapa baru pulang??? Dari mana saja???” Tanya Ahra Onnie.

”Ya adik kecil, kau membuat kami khawatir,” sambung Hyuk oppa.

Ingin sekali aku mencibir mereka. Mengkhawatirkanku??? Dalam keadaan khawatir seperti itu saja kalian masih bisa bermesraan. Apa kalian bisa mengerti dengan perasaanku???
”Gaeul-ah???” ulang onnieku lagi karna tak mendapatkan jawaban dariku.

”Aku tak ingin pulang ke rumah sebelum onnie dan oppa ada di rumah,” jawabku.

Continue reading