11

[Freelance] Fate part 1

FATE PART 1

Author : Wellkyu a.k.a Wella

Pernah Publish di : http://ourfanfictionhouse.wordpress.com/

Tags : Kyuhyun, Siwon, Super Junior

Genre : Angst, Romance

~ Siwon P.O.V ~

Aku melajukan mobilku ke tempat itu, tempat yang hampir setiap hari kudatangi. Tempat dimana aku merasa benar-benar hidup, tempat aku merasakan kebahagiaan yang belum pernah kurasai. Entah apa yang membuatku menyukai gadis itu, sepertinya ada sesuatu dalam dirinya yang begitu membuatku ingin mendekatinya.

Dia hanya pelayan, hanya mengantar makanan yang kupesan. Tapi biasanya aku sengaja merepotkannya supaya dia kembali lagi dan lagi kemejaku, biasanya aku memesan makanan berulang-ulang atau bahkan menumpahkan minumanku agar dia datang membawa lap. Kadang aku juga merasa kasihan karena menambah pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakannya, tapi aku selalu ingin melihat wajahnya lebih dekat, aku ingin menatap setiap lekuk wajahnya yang sempurna.

Tapi sialnya si cengeng ini malah mengikutiku, namja itu lagi yang dicarinya. Dia sangat berisik setiap saat membandingkan aku dengan namja itu, cih dilihat darimanapun juga aku jauh darinya.

Begitu sampai aku langsung duduk ditempat favoritku, pojok paling kiri. Karena dari sudut ini aku bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan gadis itu, aku bahkan bisa melihat dia sedang tertawa dari pojok sini. Aku menatap sekelilingku, mana dia?

Dan yang memberikan menu padaku bukan dia, pelayan yang lain. Sungguh aku sangat kecewa, aku datang jauh-jauh hanya untuk melihatnya dan sekarang dia tidak ada?

“Mau pesan apa?” pelayan bertubuh gemuk itu tersenyum padaku, andai saja yang tersenyum itu dia

“Oppa!” aku kaget, dasar anak ingusan itu selalu saja menggangguku

“Beef steak 1, orange juice 1” tanpa melihat menu aku menjawab pelayan itu malas

“Samakan saja” In Hyeong mengembalikan menu itu pada pelayan wanita itu, sebenarnya aku tidak pernah mau menurunkan harga diriku tapi karena semua menyangkut gadis itu aku rela

“Eng mana pelayan yang biasanya?” aku bertanya sebelum pelayan itu pergi

“Maaf, yang mana? Pelayan disini banyak” dia tersenyum lagi, aish andai saja yang tersenyum bukan dia

“Lee Cheonsa, mana dia?” aku sudah hapal betul namanya, namanya tertera jelas di papan pengenalnya

Continue reading