[Freelance] Maybe part 1

 

               Author : Han Hye Mi

            FF ini juga di post di wordpress aku : http://hanhyemi.wordpress.com

 

Maybe PART 1

 

 

Mimpi pasti ada

Mimpi memang akan selalu menjadi hak semua orang

Tetapi disaat langkah kita kurang selangkah

Mimpi buruk pasti datang

Mengikuti dan dengan setianya membuntuti kita

Sampai keinginannya dituruti

Namun, tak selamanya mimpi buruk menjadi buruk

Karena di setiap cerita cahaya pasti akan datang dan menyelamatkan kita

Merubah mimpi buruk kita menjadi mimpi indah

Mimpi yang tidak pernah terbesit di otak kita sedetik pun

HAN HYE MI POV

Aku menyalakan TV dengan langkah malas. Sepi sekali tinggal sendirian di Apartment besar dan tidak ada hiburan lain selain menonton TV dan pergi ke luar rumah. Aku duduk di depan TV dan berpura-pura senang sambil menonton TV. Tangan ku gatal ingin cepat-cepat mengganti channel TV, tapi sepertinya dengan lambatnya TV ku menyala pelan-pelan membuatku semakin mendengus kencang.

Tombol next di remote TV ku berhenti pada satu channel, sepertinya karena aku sering tidak sabar mengganti channel, remote ku sampai pada masa berakhirnya. KBS, di channel itulah aku harus berhenti. Mungkin selama 1 minggu ini hanya channel itu yang terpampang pada layar TV ku.

Drama kesukaan Ju Ri sedang diputar. Judul drama itu adalah Playful Kiss. Jujur dulu aku sempat tertarik ingin menonton drama tersebut, karena pemeran utama laki-laki di situ adalah Hyun Joong. Tapi karena malas, aku berhenti menonton dan…. Sekarang episode dari drama ini semakin bertambah. Membuatku semakin malas.

Aku mematikan TV dan berjalan ke kasur. Benda satu ini adalah benda yang paling ku sayangi. Rasanya saat aku ingin berangkat ke sekolah, kasurku memanggil-manggil namaku dan berubah menjadi 1000 kali lebih empuk. Berusaha memejamkan mata, tiba-tiba hp ku berdering kencang. Sambil berdecak aku mengangkat telfon. Itu pasti Ju Ri

“Yoboseyo” kataku

“Annyeong, Hye Mi-ah!” sapanya

“Wae?”

“Ck, tak bisakah kau berbasa-basi sedikit?” omelnya

“Tidak. Wae? Kau mengganggu tidurku”

“Hmm.. Ya! Hye Mi-ah! Kau tau tidak, tadi aku bertemu Donghae di toko music! Dia sedang mendengarkan lagu, ya tuhan tampaan sekali”

“Oh. Chukae”

“Sudah? Hanya itu? Chukae?” tanyanya “Aigoo, Hye Mi-ah! Kau ini tidak bisa mengekspresikan kebahagiaan untuk temanmu ini ya?”

“Aku mengucapkan selamat selalu begini”

“Hah, terserahlah. Ya ampun Hye Mi-ah! Pokoknya aku senaaaang sekali!!” lanjutnya

“Hm”

“Aish!! Yasudahlah, sana kau tidur saja dasar tukang tidur. Sudah ya Annyeong Hye Mi-ah!”

Θ

Pagi ini rasanya aneh, sudah jam 7 pagi tapi langit masih gelap berwarna hitam. Aku menggeliat sebentar lalu turun dari tempat tidurku. Membuka handphone dan berdecak karena lima pesan suara masuk. Bisa dipastikan itu dari Ju Ri. Kali ini kenapa? Donghae lagi? Sudahlah, nanti aku juga bertemu dengan nya disekolah.

Mengingat sekolah, hari ini aku harus piket kelas! Ya tuhan aku lupa sekali bagaimana ini? Seharusnya kan aku tiba di sekolah jam setengah 7. Dengan kilat, aku masuk ke kamar mandi dan mandi bebek. Dengan mandi seperti ini saja belum tentu aku sampai disekolah jam setengah 8.

Θ

“Wah, pagi sekali kau sampai Hye Mi-ah” ejek Ju Ri

“Hm”

“Kau ini peka sedikit bisa tidak?”

“Peka di hidupku itu seperti ini Ju Ri-ah”

“Cish, kau ini tidak punya ekspresi apa-apa Hye Mi-ah. Bagaimana orang tau” timpalnya

“Terserahlah” kataku. Aku melihat Ju Ri kembali ke tempat duduknya karena guru kelasku sudah datang. Untung saja aku tidak telat, kalau aku sampai telat bisa-bisa aku mati ditangan guruku ini. Selain jahat, dia juga seperti iblis. Menyeramkan sekali. biarpun aku begini aku juga masih ingin hidup.

“Ju Ri-ah!” panggil guruku. Ck, dia ini sudah tau guru ini menyeramkan, masih saja punya waktu untuk melirik kea rah donghae.

“Ne!” jawab Ju Ri cepat, aku tau dia kaget. Haha Ju Ri-ah, kenapa bisa ya dia tertarik dengan donghae? Donghae itu… tipe orang yang ramah ke semua orang. Itu pendapatku. Jadi, dengan hanya membukakan pintu untuk Ju Ri satu kali saat itu belum bisa diartikan bahwa donghae menyukainya. Tapi, dengan keras kepalanya Ju Ri tetap bersikeras bahwa donghae menyukainya. Haah terserah dia sajalah

“Kalau saya sedang mengajar. PERHATIKAN KE DEPAN!” bentak guruku

“Ne. Mianhamida” jawabnya lalu menunduk. Aku hanya menggelengkan kepalaku melihat donghae melirik ke arah Ju Ri sambil menahan tawanya.

Θ

“HUH!! AKU SEBAL HYE MI-AH!!” teriak Ju Ri

“Ya! Tidak usah teriak bisa kan?”

“Coba kau jadi aku!! Aku malu Hye Mi-ah! Bagaimana ini?”

“Bagaimana apa?”

“DONGHAE!! Aku malu kalau dia tau aku melihat ke arahnya terus-terusan!!” teriak Ju Ri frustasi

“Kenapa malu? Kau kan suka padanya” jawabku dan dia melirik dengan tatapan bengis diarahkan kepadaku

“Aishhh!! Sudahlah. Aku jelaskan kau juga tidak mengerti” katanya menyerah. Aku hanya mengangkat bahu pertanda bahwa aku tidak peduli. Kami berjalan kearah kantin. Aku terkenal disekolah, tentu saja. Bagaimana mungkin aku tidak terkenal?

Tapi, lagi-lagi Ju Ri mengganggu keasikan ku dia mengatakan bahwa aku terkenal disekolah bukan karena aku cantik, tapi karena aku tidak mempunyai ekspresi apa-apa. Setidaknya, aku masih lebih baik daripada memberikan coklat di bawah meja orang yang disukainya terus menerus. Itu menurutku.

“Ju Ri-ah”

“Wae?” katanya dengan nada yang masih kesal

“Besok aku izin tidak masuk ya”

“Kau mau kemana?”

“Ada urusan. Kalau besoknya aku tidak masuk berarti aku masih pergi”

“Arasso” jawabnya

Θ

Aku mematikan keran air di bathtub. Badanku rasanya pegal sekali. sudah jam 6 sore dan aku baru pulang dari sekolah karena dance. Aku memang anggota dance, tapi diantara teman-teman ku aku lah yang paling payah. Ju Ri sering mengejekku bahwa aku tidak punya tujuan. Kata-katanya memang terlalu dewasa, aku saja jarang mengerti apa yang diucapkannya.

Selesai berendam, aku memutuskan pergi ke toko untuk membeli makanan ringan. Hobi ku yang satu itu tidak pernah hilang. Sepertinya keturunan dari kedua orang tuaku, terutama eomma. Diluar udara tidak begitu dingin, mungkin karena aku berada didalam kereta. Setidaknya aku masih memakai boots dan jaket tebal untuk menghalangi hawa dingin.

Aku memilih makanan ringan yang menurutku dilihat dari cofernya lezat. Setelah membayar, aku keluar dan berjalan menuju stasiun.

“Annyeong Hye Mi-ah” panggil seseorang, aku berbalik dan barang belanjaanku langsung terjatuh

“Kau”

“Lama ya kita tidak bertemu”

“Mau apa kau?”

“Aku tidak mau apa-apa darimu. Tapi…. Appamu mempunyai hutang yang besar padaku Hye Mi-ah. Di surat yang dia buat kalau dia tidak membayar hutangnya dalam waktu 6 bulan kau akan diserahkan padaku”

“Boe? Shireo”

“Kau menolak? Tenang Hye Mi-ah appamu tidak menjualmu” jawabnya

“Tidak menjual?” ulangku “Ini yang kau namakan tidak menjual?”

“Setidaknya kau jangan marah padaku. Ini surat dari appamu”

“Aku tidak mau” jawabku kemudian aku berlari, tapi jalan didepanku jalan buntu, belok ke kanan ya! Aku harus belok ke kanan

“Kau mau lari Hye Mi-ah?” tanyanya, tapi dia hanya diam di tempat seakan yakin bahwa aku tidak akan bisa kabur. Dan….. benar. Bodyguard nya sudah berada di depanku menghalangi jalan. Aku segera berbalik arah dan belok ke kiri. Aman. Aku terus berlari sampai tiba di belokan terjal. Jika aku mundur tiga langkah lagi, aku pasti mati!

“HAHAHA. Kan sudah aku bilang kau tidak bisa lar….” BUK! Ucapannya terpotong karena ada seseorang yang menolongku. Dia menghajar mereka satu persatu

“LARI!” teriaknya.

Aku langsung berlari dan meninggalkan tempat itu. Dan tepat, kereta baru saja tiba. Aku langsung masuk ke dalam kereta dan berpegangan pada jeruji di sampingnya. Nafasku terengah-engah, ya tuhan bagaimana mungkin appa menjual ku? Ani, appa tidak mungkin menjualku karena eomma pasti melarangnya. Tapi kenapa?

Lalu aku teringat tentang laki-laki itu. Dalam hati aku berterima kasih kepada laki-laki yang telah menyelamatkan aku. Kalau tidak ada dia, aku mungkin sudah dibawa ke perusahaan orang itu. Orang jahat itu adalah Kim Joon Si

Θ

Aku memutuskan untuk tidak pergi keesokan harinya karena takut Joon Si dan anak buahnya mengawasiku. Aku pergi ke sekolah menggunakan jaket tebal, topi, dan masker sehingga tidak ada seseorang yang mengenaliku. Aku tidak melepas alat penyamaranku sampai dikelas.

“Maaf, tempat duduk yang kau duduki sudah ada yang menempati. Dia tidak bisa masuk hari ini karena ada acara” kata Ju Ri. Bodoh! Apa sehebat itu aku dalam menyamar? Aku membuka alat penyamaranku dan melihat Ju Ri mengerutkan bibirnya

“YA! Kau ini, kukira kau anak baru” serunya

“Ani”

“Kenapa kau memakai kostum-kostum itu?”

“Tidak apa-apa”

“Aish, pasti ‘tidak apa-apa’ Ya! Han Hye Mi! sebenarnya kau ini kenapa?”

“Tidak apa-apa Ju Ri-ah”

“Ah. Mollayo” katanya lalu meninggalkan ku ke kursinya. Lima menit kemudian guru kelas kami datang dengan raut wajah serius

“Anak-anak! Kita harus belajar dengan sungguh-sungguh sekarang. Satu bulan lagi kalian akan tes kelulusan. Ibu mau kalian semua lulus dengan nilai terbaik dan masuk ke sekolah menengah atas yang kalian inginkan. Sekarang kita akan membahas tentang homozigot dan heterozigot. Buka buku kalian halaman 123”

Θ

Aku dan Ju Ri berjalan ke kantin. Tapi dengan bodohnya Ju Ri menabrak seseorang dan menumpahkan minum yang dipegang oleh orang tersebut. Aku melirik. Cih, ternyata Yoon Yo Jin. Anak paling menyebalkan dikelas, di kota, di negara, di seluruh dunia.

“Mian” kata Ju Ri

“Maaf? Kau ini punya mata tidak?” katanya

“Aku tidak sengaja”

“Tidak sengaja? Cuih, pembohong”

“Ayo pergi Ju Ri-ah” ajakku sambil menarik tangan Ju Ri

“YA! HAN HYE MI!” panggil Yo Jin, membuatku berbalik

“Wae?” tanyaku

“Dasar tidak punya sopan santun!”

“Siapa? Kau? Kau memang tidak punya”

“Itu kau bodoh! Ju Ri-ah sedang meminta maaf! Kenapa kau ajak dia pergi?” teriaknya

“Ju Ri-ah sudah selesai meminta maaf jadi menurutku sudah saatnya pergi. Masalah kau maafkan atau tidak itu urusanmu” jawabku

“Kau!” katanya terpendam. Aku segera menarik Ju Ri pergi

“Ya Hye Mi-ah, bagaimana kalau dia marah?” Tanya Ju Ri

“Memang aku peduli? Yang penting kau sudah minta maaf kan?” kataku kemudian dia mengangguk

Θ

TING… TONG…

Aish, siapa ini sore begini datang! Apa tidak tau jadwal tidurku terganggu? Dengan malas aku membuka pintu

“Nugu?” tanyaku kemudian tergelak

“Annyeong Hye Mi-ah” sapa orang itu lalu dengan santainya melewatiku masuk “Wah! Apartment yang bagus ya!”

“Mau apa kau? Mau bicara tentang hutang? Sana, kau telfon appaku saja. Nomornya ada di telfon rumah! Jangan ganggu aku!!”

“Ani. Aku tidak mau mengganggu mu aku hanya ingin kau menandatangani ini” katanya lalu mengeluarkan sebuah map

“Apa ini?”

“Itu surat pernyataan bahwa aku akan membebaskan mu dari hutang” jawabnya. Aku tercengang kemudian tersenyum lebar.

“Jinjayo?!” tanyaku “Jinjja?”

“Jinjja” katanya “Tapi, ada syaratnya” dia menambahkan

“Syarat?”

“Ne. baca saja” suruhnya dan dengan cepat aku membuka map itu. Syarat nya gila. Dari mana dia tahu kelemahanku?

“Kau bisa tidak?” tanyanya setelah melihat aku terdiam

“Dasar gila. Kau mengikutiku kemana-mana ya?”

“Tidak juga. Hanya akhir-akhir ini” katanya “Bagaimana?”

Aku terdiam selama beberapa menit. Memutuskan mana yang lebih baik. Aku bisa membantu orang tuaku terbebas dari hutangnya, tapi bagaimana dengan aku sendiri? Apa aku sanggup?

“Bagaimana Han Hye Mi?”

“Baik. Tapi….. hanya ini”

“Bagus! Aku tau kau pasti bisa” serunya menepuk-nepuk pundakku “Aku pergi dulu. Kita bertemu di hari tes ya. Dua bulan lagi. Selamat berlatih” katanya “Kalau kau berhasil dan sukses kau kan bisa menghasilkan uang. Dari uang itulah aku akan mendapatkan pengganti dari hutang appa mu” lanjutnya sambil tersenyum lalu melangkah keluar dari apartment ku.

Hanya dalam dua bulan? Aku harus masuk ke sekolah itu? Kapan aku akan berlatih? Kapan aku belajar untuk kelulusan? Ya tuhan, bagaimana ini?

TO BE CONTINUE

6 thoughts on “[Freelance] Maybe part 1

  1. Baca ff ne, jd ingat cerita drama Dream High yaaak~
    “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​
    Asiiik nih.. Apalagi klo ada cerita wooyoung-IU..

    Teruskn yaaah Thor~
    Penasaran…!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s