[Freelance] He’s Mine and That’s It part 6

He’s Mine and that’s It (part 6)

Hei, it’s me Kei and yes, I’m back

Saya masih suka sama karakter antagonis. Jadi saya kembali dengan tokoh utama karakter antagonis. So, enjoy it, my lovely readers  (^^)v

FINE!!YOU GOT WHAT YOU WISH!!” teriak Hyori dari dalam mobil dan menutup jendela.

**

“Kemana Hyori? Kenapa akhir-akhir ini dia jarang kemari, Hyukie?” Tanya Sora pada adik laki-lakinya itu.

“Hah? Tidak tahu. Sibuk mungkin.” Jawabnya asal.

“Bagaimana mungkin kau tidak tahu? Dia kan tunanganmu.”

“Kami tidak bertemu hampir seminggu ini.”

“Kalian sedang bertengkar ya?” Tanya Sora sambil mencubit pinggang Hyuk Jae agar dia memperhatikannya.

“Aw, sakit nuna.”

“Dia itu perempuan, Hyuk. Dia pasti menunggumu untuk datang dan meminta maaf.”

“Tapi aku tidak salah, nuna.”

“Tidak peduli kau salah atau tidak.” Katanya sambil membelai rambut Hyuk. ”Datang dan bawalah bunga. Atau bawa dia berkencan dan makan malam. Dia pasti menyukainya.”

“Tapi nuna…”

“Sudah cepat telpon Hyo sebelum aku yang menelponnya.”

“Baiklah.” Katanya sambil mengambil handphonenya dan memencet tombol-tombol itu. “Yoboseyo? Kau sedang dimana? Bisa kita bertemu nanti malam? Ah, baiklah. Iya aku tahu. Bye.”

“Anak pintar.” Ucap Sora sambil tersenyum bangga.

**

Finally you two again.” Kata Alice sambil tersenyum dan menyambut kedua langganan tetapnya itu. “Sudah lama sekali kalian tidak main kemari. Aku merindukan kalian.”

“Maaf, kami sibuk.” Kata Hyori sambil duduk di kursi bar. “Aku mau …”

“Seperti biasa kan? 2 gelas spesial untuk pasangan favoritku.” Kata Alice sambil memasukkan beberapa minuman ke shakernya. “Ini dia dan ini gratis.”

Thanks, buddy.” Jawab Hyori sambil tersenyum.

“Ah, sudah mulai.” Kata Hyuk Jae.

Tiga orang laki-laki dengan wajah Eropa memasuki stage mini yang ada di pojok café Alice. Mereka adalah Boyce Avenue, band yang disukai oleh Hyori. Band ini selalu meng-cover lagu-lagu dan dinyanyikan lagi dengan akustik dan tentu saja gaya mereka sendiri. Suara vokalisnya yang khas selalu bisa membuat mood Hyori membaik dan membuatnya relax. Sama seperti teh bunga krisan yang selalu ada di sekitarnya, tidak di rumah, apartemen, bahkan di kantornya.

And the next song will be for our lovely fan, Hyori. It’s her favorite song called hate that I love you by Rihanna.” Kata sang vokalis sambil tersenyum ke arah Hyori.

“Aku,,kita harus bicara.” Kata Hyuk Jae ditengah-tengah lagu.

“Nanti. Setelah mereka selesai tampil.” Kata Hyori tanpa melepaskan pandangannya dari band favoritnya itu. “Kau tidak mau kita berbicara dengan moodku yang buruk kan?”

What a great performance just like usual.” Kata Hyori pada sang vokalis Boyce Avenue yang saat ini sedang berdiri di sampingnya.

Thank you, Hyori.” Jawabnya sambil tersenyum. “It’s been a while rite since the last time you watch our performance.”

Yeah, I know. It’s been a crazy month. I’m sorry.”

That’s ok, girl. We’ll be around here every Tuesday nite twice a month.”

I know!!You’re the best and I love you so much.” Kata Hyori sambil memeluk laki-laki itu.

“Aheemm, sudah malam. Ayo pulang.” Kata Hyuk Jae sambil melepas pegangan tangan Hyori pada laki-laki itu.

Be careful, Hyo.”

I will.”

**

“Jadi apa yang mau kau katakan?” Tanya Hyori to the point.

“Apa-apaan sih kau tadi memeluk laki-laki itu?”

“Bukan urusanmu.”

“Tapi kau tunanganku.”

“Oh, kau ingat kalau aku tunanganmu?”

“Apa-apaan sih kau itu Hyo?”

“Ingat, Hyuk!! Kau telah menelantarkanku di malam pembukaan hotel waktu itu.”

“Aku tidak menelantarkanmu, Hyo. Kalau aku menelantarkanmu aku tidak akan menyuruh Younghwa mengantarmu pulang.”

“Aku tidak peduli. Yang aku tahu kau menelantarkanku.”

“Demi Tuhan, Hyo!!” kata Hyuk Jae frustasi. “Kau sendiri? Kau tahu kalau Jiwoon mengalami asma malam itu? Dia tidak tahan dingin.”

“Oh ya? Apa peduli ku?” jawabnya dingin.

Tidak, sebenarnya Hyori tahu semua kejadian malam itu. Dia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah tapi dia kembali ke hotel dan mengikuti mereka. Hyuk Jae berlari khawatir dan ditangannya ada Jiwoon yang terlihat kesulitan bernafas. Mereka pergi ke rumah sakit dan Jiwoonpun di rawat karena kondisinya yang tidak stabil. Rupanya dia bekerja lembur sehingga kurang tidur dan terlambat makan di tambah dengan penyakit asma-nya yang kambuh berhasil membuat dokter menahannya untuk bermalam disana.

Semalaman Hyuk Jae di rumah sakit dan menjaganya. Setelah keluar dari ruang gawat darurat, Hyuk Jae tidak pernah meninggalkan Jiwoon hingga dua hari setelah itu sewaktu Jiwoon diperbolehkan pulang. Darimana Hyori tahu semua detil itu? Ya, dia berada tidak jauh dari Hyuk Jae. Dia berdiri di pojok dengan gaunnya yang masih basah dan hanya ditutupi oleh coat hitam. Hampir saja perawat memaksanya untuk check in di salah satu kamar karena bibirnya yang pucat dan suhu badannya yang tinggi keesokan paginya. Diapun menyerah dan kembali pulang ke apartemennya. Untung saja Alice mempunyai perasaan yang tidak enak pagi itu dan mendatangi Hyori di apartemennya sehingga Alice lah yang merawatnya sampai sembuh.

“Dia sampai masuk rumah sakit karena malam itu.”

“Jadi ini yang mau kau bicarakan denganku?”

“Kau kemana saja seminggu ini?” ucap Hyuk Jae setelh menelan ludahnya dengan susah payah karena menahan diri untuk tidak terpancing emosi.

“Sibuk.”

“…”

“Sudah?”

“Apakah nunaku atau ommaku menelponmu?” tanyanya hati-hati.

“Kalau kau khawatir aku akan mengadukan hubunganmu dengan Jiwoon, tenang saja karena batas waktu tiga bulan yang kuberikan belum berakhir. Aku tidak akan mengingkari janjiku.”

“Nuna yang menyuruhku menelponmu.” Katanya beberapa menit setelah terjadi keheningan diantara mereka.

“Oke, apa yang nunamu mau dariku?” tanyanya dingin. Wow, ternyata gara-gara Sora-onnie dia mengajakku pergi malam ini.

“Dia bertanya mengapa kau tidak pernah main lagi ke rumah.”

“Bilang saja aku sibuk atau terserahlah alasan apa yang kau buat.” Jawab Hyori. Tiba-tiba saja Hyori bersin. “Bisa kita pulang sekarang?”

“Kau sakit?”

“Iya. Jadi bisa kita pulang sekarang?”

“Sejak kapan kau sakit?”

“Bukan urusanmu. Cepat antar aku pulang atau aku akan pulang sendiri.”

“Aku antar kau pulang. Tapi kita akan ke apotek dulu membeli obat.”

“Aku sudah punya obat di apartement. Bisa kita pulang sekarang?”

**

“Alice?” Tanya Hyori sore itu di rumah Alice.

“Apa?”

“Haruskah aku melepasnya?”

“Hah? Siapa yang kita bicarakan?” tanyanya dengan dahi berkerut.

“Hyuk Jae.”

“Kau kenapa? Ceritakan padaku masalahmu.” Kata Alice sambil menyerahkan mug berisi teh bunga krisan favorit Hyori sambil duduk disampingnya.

Hyori menceritakan segalanya pada Alice. Alice meresponnya dengan senyuman dan beberapa kata-kata penenang. Alice sudah lama mengenal Hyori sehingga dia tahu bahwa Hyori hanya butuh tempat curhat. Hyori adalah tipe perempuan ekstrover yang kuat. Dia tidak suka orang mengasihaninya. Dia yang memutuskan kapan dia membutuhkan campur tangan orang lain dalam masalahnya.

“Kau mencintainya?”

“I used to love him but now? Aku tidak tahu.”

“Aku sedang malas menjadi orang baik, Hyo.” Kata Alice memandang bunga mawar yang tumbuh di halaman belakangnya itu.

“Sudah kuduga. Kita memang sepikiran, Alice. Kita terlalu memuja tokoh antagonis drama-drama itu.” Kata Hyori tersenyum sambil menyelonjorkan kakinya.

“Lagipula kau sudah menjadi tokoh antagonisnya disini. Maksudku sekalian saja kau menjadi tokoh jahat. Totalitas teman!!”

“Aku tahu.”

“Bukan kah akan sangat lucu kalau Hyuk Jae tetap bersamamu kalau dia tahu semua manipulasi dan kelicikan yang telah kau perbuat untuk memutuskan hubungan mereka berdua?”

“Dan life happily ever after?” Tanya Hyori sambil tertawa. “Bisa dituntut aku oleh Disney karena telah merusak tradisi mereka dengan menjodohkan pangeran dengan penyihir jahat instead of para putri-putri lemah tak berdaya itu.”

“Disney? Ah, kau benar!” ucap Alice sambil ikut tertawa. “Kasihan snow white, sleeping beauty, Cinderella, bahkan si putri duyung Ariel kalau pangeran mereka kau rebut.”

I wonder how their life is when their prince charm couldn’t find them.

Miserable?”

Or a having a greater life with someone else?

Only God that know or in this case the author.”

**

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Hyori sore itu pada perempuan yang memakai kemeja berwarna pink dengan rok hitam dengan aksen pita yang mempercantik penampilannya.

“Baik.”

“Ku dengar kau masuk rumah sakit setelah itu?”

“Iya.”

“Aku tak tahu kalau asmamu bisa kambuh karena dingin.”

“Jadi kau tahu kalau aku punya asma?” Tanya perempuan itu sambil menatap Hyori dengan tatapan tidak percaya.

Hyori melihatnya balik dan mengangguk. “Aku cuma tak tahu kalau fisikmu selemah itu. Sorry.”

“Sudahlah, apa yang kau inginkan dariku?”

“Kau bilang kalau kalian mau putus? Mana buktinya?”

“Kami memang sudah putus, seperti yang kau mau. Aku sudah berusaha untuk menghindar darinya.”

“Tapi usahamu tidak cukup keras. Nyatanya aku masih melihat kalian bersama.”

“Bukan salahku kalau dia mendatangiku. Aku sudah menyuruhnya pergi dari kehidupanku.”

“Jadi kau mau bilang kalau dia terlalu mencintaimu, begitu?”

“Aku tidak pernah bilang seperti itu.” Bantahnya.

“Aku tidak mau tahu. Kau harus menepati janjimu dengan tidak lagi menemuinya.”

“Aku sedang berusaha.”

“Kalau kau butuuh apartemen baru aku bisa menyediakannya. Atau bahkan kau mau memulai kehidupan baru di kota lain, aku juga bisa membantumu.”

“Ckckckckck, apa yang tidak bisa dilakukan oleh nona muda sepertimu, Hyori-ssi?”

“Tidak ada. Itulah mengapa aku melakukan semua ini. Lagipula bukannya ku dengar usaha ayahmu sedang mengalami sedikit masalah finansial?” kata Hyori sambil meminum coffee lattenya. “Aku juga bisa membantumu. Kau tinggal menye… Hyukie?”

Hyori hanya bisa menelan ludahnya perlahan sambil membulatkan matanya. Jiwoon langsung memutarkan badannya dan melihat Hyuk Jae yang sedang berdiri memandang Hyori.

“Hyukie? Se,, se,, sejak kapan kau disitu?” Tanya Hyori terbata-bata.

“Cukup lama sehingga mengetahui semua kebusukan yang telah kau perbuat.” Katanya sinis.

“Apa yang kau maksud dengan kebusukan?” Tanya Hyori tenang.

“Hentikan semua kepura-puraan ini, Hyo. Aku mengetahui segalanya, walaupun tidak detil tapi aku tahu semuanya. Awalnya aku tidak percaya kau sanggup melakukan semua ini, hanya saja setelah kata-katamu tadi aku jadi tahu kau perempuan semacam apa.”

“Aku, aku, aku punya alasan melakukan ini semua, Hyukie. Kau harus mendengar semuanya.” Ucap Hyori panik meminta kesempatan untuk menjelaskannya.

“Sudah cukup aku mendengar semuanya.” Kata Hyuk Jae sambil menarik tangan Jiwoon. “Kau bisa mengatakan segalanya pada keluargaku dan aku sudah tidak takut lagi dengan ancamanmu itu.”

“Hyukiiiiiiiiiiiiiiie.” Jerit Hyori sewaktu mereka pergi dari café.  “Fine, sudah seperti ini. Kenapa tidak sekalian saja.” Kata Hyori sambil mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.

Yoboseyo? Bisa kita bertemu sekarang? Ah, aku tahu. Baiklah, aku akan kesana.”

TBC

Tag: Eunhyuk (Lee Hyuk Jae)

35 thoughts on “[Freelance] He’s Mine and That’s It part 6

  1. waaahhhhh
    udah pblish secepat ini…

    YAAAKKKK HYUKKKK
    HYUK HARUS DENGAR PENJELASAN HYORI DULU T.T
    hiks hiks…..kasian hyoric
    hyo itukan jga sakit kan pas hri itu,smnggu ga kliatan krna sakit? tapi dia ga pernah mengeluh dengan orng lain :(
    aq suka hyo yg tegar dn tdk mau dkasihani :)

    quthor daebak deh bwt krkternya oke banget :D
    AKU SUKA, FF NYA SAMPE NIKAH YA :D
    HYO LOVE HYUK :D
    HAHAAAAHAHAHA

    next part mudah2an ga lama,kalo ad wktu bwt n pblsh ya thor :)

  2. Waaah,uda publish aj nih..
    WHAT?!?knp hyuk bs dstu.ckck..
    Pling ga dngerin pnjelasan hyori dl hyuk..
    It hyori nlfn syp??
    Hyori ga mgkn lgsg nyerah kan??
    Adeuh kpn nyatunya ni mrka..

    Next part dtnggu scptnya ya^^
    penasaran tngkat akut nih..

  3. aahhhh bisa gila ini…
    Gabisa nebak gimana endingnya ==
    haduh beneran kesel sama hyori…
    Tapi lebih kesel sm hyuk…
    Coba dy tegas dkit, jangan libatin hyo…
    Esmosi -.-‘

  4. ƪ(“╰ _ ╯ )ʃ Hyukjae!!!!
    *fans hyori ngamuk*

    Apa Jiwoon yg merencanakan Hyukjae mendengar percakapan mereka? *buruk sangka*
    ㅋㅋㅋ

    Spechless nih mau komentar apa
    Nyesek bacanya(?)
    (╥﹏╥) kasian Hyori..

  5. yaa entah kenapa saya jadi suka hyori yaa ?
    oke saya hyori fans *hohoho*

    endingnya naggung , bener2 penasaran
    yee 1 hari 1 FF , besok boleh jugalah ;)

  6. ak tau mgkin hyori mang slah n licik,tp apa slah kalau dia mau memperthankan mliknya,dah gt yg mulai duluan siapa?yg ngajak pr2 pcran jg siapa?hyuk cb donk diposisi hyori jgn cm mentingin perasaan sndiri m prasaan jiwoon mlu,cb pkrin perasaan hyori,gm,na hrus pura2,hrus ngliat tunangannya mesra m cwek lain,jgan jd cwok yg egois dong hyuk,bt hyori jgn pth smagat,n jgan mau dijdiin tameng lg m hyuk,km kan pran antagonis,jd jgan nanggung skalian aj hncurin klau hyuk g mau ndengrin pnjlasan km,cuekin aj gntian aj km pcran m cwok lain,djamin ntar hyuknya jg kelimpungan,hyori hwaiting y,hidup antagonis

  7. Kyaaaaa!!!!!!! Kereeen bgt!!! Hah… Dpt bgt feel’a… Ikutan sesek bca ini… Kekeke… Lnjutan’a ASAP y chingu… *mksa* kekeke

  8. horeeeeeee cepet bgt publishnya… senengnya hahahhahah
    aish,, ko hyuki bs ada disana??? aaaaaaaaahhhhhh dia ga tau ap kalo hyo jg sakit??? dsar ga peka cckkckckckckck
    inget hyuk,, dia tunanganmu…
    bener2 sulit ditebak kelanjutannya…
    thor,,, cepet lanjutttttttt.. ga sabaran nie…..
    PENASARAN GILAAAAAAA >o<

  9. arghh… Tiap lagi seru,, TBC!! >,<
    penasaran!! :(

    lanjut thor!!! :)
    jangan lama" yah ~
    ohya,, satu lagi. FFnya kurang panjang T.T
    Jd kurang puas deh. . .
    *reader byk cingcong*
    hehe :D

  10. walaupun suka sama jahat y hyori tapi pas ngelakuin rencana y hyori ke jimwoon rada2 sebel jg tapi ada rasa kasian jg sama hyori cuma gara2 mau dptin cinta y hyuk. . . .
    Hyuk y jg tega bgt padahal hyori y kan jg menderita sebenar y. . .
    Hyo tlpn siapa ya? Keluarga hyuk pa buat rencana jahat lg? Jgn sampe hyori ngebunuh jinwoon y tu jahat y udah ngak bagus lg, jahat y dah cara kotor,lanjut

  11. Makin seru !!! Yg cepet yaa lanjutannya ! Sehari 1 part gitu biar ga kelamaan nunggunya kan penasaran hahaha :)

  12. hwaaa. . . Gatau klo bkal publish scpat ini.
    Oh oke, sebel bgt ma hyori. Tp klo ngliat from an0ther side, sukaaa bgt ma keras kepalanya, egoisnya, usaha2nya, semuanya. It was cool. . . XD
    hyuk jae. . . Ah, ini yg bkin emosi nih. . . Bner2 deh, ga bs ngliat prasaan hyori sdkitpun.
    Author-ah. . . Ditunggu next chap nya. Hwaiting!

  13. Seru banget thor!!!
    Harusnya eunhyuk dengerin dulu dong si hyorinya *tendang hyuk
    Wah,si hyori nelpon siapa tuh?
    Lanjut thor,postingnya jangan lama lama ya ^^

  14. omo, hyuk denger semuanya?!
    aiish makin ribet urusannya..
    terus itu siapa yang di telepon hyori?
    penasaran sama lanjutannya!!
    thor, next part asap yoo!!

  15. DAEBAK!
    Keren bgd ffnya.
    Antagonis dan menderitanya hyori kliatan.yang salah tuh lee hyukjae oppa!dy jg yg dng tdk sngaja membuat hyo jatuh cinta.huaaa. . . .
    PENASARAN TINGKAT AKUT!lanjut author!
    Oh ya,kalo blm kenal,salam kenal.
    Hwangri imnida 16 yo.

  16. aigoo~ skrg hyori mau ngapain lgi tuh??
    aish, jinca!! ak penasaran bgt nih sm kelanjutannya.. lgsg kbur aj deh k next part..
    oh iya, nice ff thor. like it so much :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s