[Freelance] Cruelty of Love [part 2]

Tittle    : Cruelty Of Love

Author : chabikyu

Cast      : Cho Kyuhyun (Super Junior), Seungri (BigBang), Yoon SeoJin (OC or You), Lee Yoorin (OC or You) and other.

Genre   : Romance Life

Rating  : PG15

Disclaimer : All cast belong to themself. This story just my imagination and fiction.

Ps         : ini ff nya rada menjijikan wajarkan sajalah. Oke, kalau gasuka gausah baca, no bash yah, terus komennya dong.. thanks before.

Aku menendang kakinya cukup keras, kudengar dia merintih kesakitan, dengan perlahan kumundurkan badanku dan yah, pintu lagi, sepertinya mengarah kedapur. Semuanya menatapku nanar, tapi aku tetap melangkah mundur, sedikit lagi sepertinya. Dan ketika aku hampir sampai ke arah pintu kurasakan badanku sedikit terpental kedepan kembali, sepertinya aku tertabak sesuatu

‘bruakk’ aku tak berani menatap siapa yang menabrakku itu, kali ini aku benar-benar akan mati, kurasakan bulir-bulir air mataku menetes sedikit demi-sedikit.

“Oppa, dia penyusup sialan itu, aku tak mau tahu pokoknya dia harus mati dan menerima hukuman dariku. Dia benar-benar kurang ajar dan sungguh menyebalkan.” Suara itu suara Yoorin, dia berkata sangat manja dan kembali dengan ritme halus, sedangkan aku sepertinya sekarang tambah terisak-isak, kenapa nasibku semalang ini, ini semua karenamu Cho Kyuhyun, dasar iblis brengsek.

Lagi-lagi daguku ditarik paksa oleh seseorang dan ……………….

“Kau?” teriakku dan orang itu bersamaan. Sama-sama terkejut tentunya.

“Sedang apa kau disini?” tanyanya dengan nada sepertia biasa ketika dia berbicara denganku, sinis sekali. Tapi aku berharap banyak terhadapnya walau aku sedikit tak yakin.

“Jadi kau penyusup itu? sialan kau membuang waktu orang-orang disini.” Katanya dengan nada dingin, Kata-kata itu malah membuat ku tak yakin dengan dia akan membelaku.

“Hmm, aku ….” Aku menundukkan kepalaku bingung harus berkata apa.

“Jika kau tak mau mengaku. Aku akan membiarkanmu mati disini dan membiarkan mereka menyiksamu habis-habisan” Ancamnya dengan nada serius

“Kyuhyun-ah kau kejam sekali terhadapku. Aku kesini karna mengikutimu, dan sialnya aku harus……….. hmm yeah seperti ini, aku mohon untuk kali ini saja kau harus membantuku.”

“Kyuhyun oppa, kau mengenalnya?” tanya Yoorin kearah Kyuhyun sambil melirik sinis kearahku.

“Dia istriku, aku jamin dia tidak akan membahayakan, lebih baik kalian kembalilah ketempat masing-masing.” Aku bernapas lega karena tahu aku sudah selamat dari mautku, ini pengalaman paling menarik di hidupku, selama ini aku jarang mendapatkan hal yang sungguh menakutkan seperti ini dan tanpa kusangka, aku sedikit pintar dalam hal kabum-kaburan.

“Hemm, kami minta maaf nona atas perlakuan kami tadi.” Kata Nickhun sedikit gugup. Aku hanya tersenyum kearahnya lalu mengangguk tapi ketika pandanganku terarah ke Yoorin dia masih saja menatapku sinis, sepertinya dia masih dendam denganku. Dan tanpa terasa mereka semua sudah bubar , tinggal aku dan dia disini.

Tapi dia malah berjalan pergi mendahuluiku. Aku tak menyangka ternyata pria seperti dia juga memiliki sisi baik.

“Yah kyuhyun-ah tunggu aku.” kataku melangkah mencoba mensejajarkan dengan langkahnya. “Aku pulang denganmu yah.” Kataku lagi dengan nada semelas mungkin. Mustahil ada kendaraan yang lewat disekitar sini dan taxi yang kutumpangi tadi malah pergi seenaknya, alhasil aku menjadi sedikit trauma tentunya menaiki taxi. Tapi untunglah, tadi di argo sudah puluhan  ribu won, untung belum aku bayar sama sekali hahaha.

Tapi dia malah mempercepat langkahnya dan tidak menghiraukanku. Ketika sampai dimobilnya dia langsung membuka pintu kemudi dan menaikinya. Aku ragu untuk masuk atau tidak. Bagaimana jika dia tidak mau mengumpangiku, walau disini banyak terpakir mobil-mobil mewah tapi aku tak yakin disini ada orang lain yang mau berbaik hati kepadaku untuk mengantarku pulang, kenal saja tidak.

“Kau mau naik atau tidak.” Katanya sambil membukakan pintu penumpang disebelah bangkunya. “Kau merepotkan sekali hari ini, sialan.” Katanya lagi lagi dengan nada sinis dan aku hanya diam tidak merespon, jika aku membalasnya dia pasti akan berpikir dua kali untuk memberikan tumpangan untukku.

Ketika mobil nya mulai berjalan dia mengklekson depan lalu pintu gerbang tersebut dibukakan oleh orang-orang yang menjaga didepan tadi.

“Kau tak apa kan ?” tanyanya akhirnya, sepertinya saat ini sudah berada di sudut kota karena telah terlihat sedikit keramaian disana-sini.

“apanya yang tak apa, kau tak lihat aku hampir mati beberapa kali disana tadi.”

“Kau sungguh bodoh Seojin, ternyata kau lebih bodoh dari apa yang aku bayangkan.”

“Kau lebih bodoh dariku, karna mau saja menikahiku,’

“Aku takkan menikahimu jika orang tuaku tidak memaksaku. Lagian aku tak sudi mempunyai istri sepertimu.”

“Kau pikir aku sudi? Sudahlah aku lebih jijik dibandingkan kejijikan mu terhadapku.”

Hening beberapa saat, tak ada yang memulai pembicaraan diantara kami.

“Bibirmu biru, siapa yang memukulmu?” tanyanya lagi.

“Si Yoorin brengsek itu, dia sungguh jalang dimataku.”

“Yah jaga ucapanmu.” Katanya sedikit membentak. Aku malah terkejut dan berpikir keras siapa Yoorin itu sebenarnya, pasti Yoorin sangat berarti di mata Kyuhyun, apa dia pacar barunya.

“Yoorin siapamu? Selingkuhanmu kan? Sudah kuduga paling dia hanya salah satu dari kumpulan wanita jalang koleksimu.” Kataku sinis.

“Sudah kubilang kan jaga perkataanmu. Yoorin jauh lebih baik daripada kau dan asal kau tahu dia jauh lebih penting dan berharga dihidupku dibandingkan dirimu ini.” jawabnya lagi dan malah dengan nada semakin tinggi. Entah kenapa kata-katanya itu malah menusuk sekali dihatiku. Aku menundukkan kepalaku dan malah terdiam membisu. Berarti selama ini, aku hanya dianggab sampah dalam hidupnya, baiklah aku juga tidak berharap agar dianggab penting olehnya, tapi bisakah sedikit saja dia menghargai perasaanku?  dan terasa cairan hangat keluar dari pelupuk mataku, kenapa aku menjadi sunggug cengeng seperti ini, sial. Kucoba untuk menghentikan tangisanku tapi malah isakanku semakin keluar.

“Hey kenapa kau malah menangis seperti itu, dasar cengeng.” Aku tak membalas perkatannya karena jika aku berbicara pasti aku akan semakin terisak. “Berhentilah, aku benci melihat orang menangis.” Lanjutnya lagi. Kembali kucoba untuk menghentikan isakanku, dan mengusap air mataku kasar, walau sekuat mungkin aku melakukannya aku takkan berhenti sebelum tenang dan sekarang aku malah menutup mukaku dengan kedua tanganku.

Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan sebuah taman kupu-kupu, tempat ini cukup ramai oleh anak-anak kecil yang sedang bermain disana.

Kurasakan tangannya menarik lengan kiriku perlahan, lalu kulepaskan kedua tanganku itu dan menatap kearah tangannya, dia memberikan ku sebuah saputangan ternyata.

“Hapus air matamu, maaf telah berkata kasar terhadapmu dan malah membuatmu menangis seperti itu.” untuk pertama kalinya setelah aku mengenalnya dia berkata lembut dan halus seperti itu kepadaku ketika kami sedang berdua saja, tanpa ada nada sindirian ataupun sinis-sinisnya. Aku menarik tanganku kasar dan membersihkan air mataku, percuma air mataku juga pasti akan tetap keluar. “sebaiknya kau minum dulu.” Lalu ia menyodorkan sebotol air mineral untukku, dan baiklah aku mulai sedikit tenang saat ini, hanya sedikit sih tapi.

“Sekitar 12tahun yang lalu aku bertemu Yoorin disekitar sini. Dia sendirian, padahal umurnya masih relative sangat kecil, sekitar 6 tahunan. Ketika aku tanyakan ternyata dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, orang tuanya mati dibunuh oleh pamannya sendiri dan dia sempat diculik tapi untungnya dia berhasil melarikan diri. Setelah bertemu dengannya aku merasa banyak perubahan yang terjadi dihidupku, mulai saat itu aku baru mengerti apa itu rasa sayang dan dia adalah orang pertama yang kusayangi setelah kakekku.” Mendengar ceritanya aku malah semakin terdiam, aku tak menyangka ternyata nasib Yoorin semalang itu.

“Kau tak menyayangi orang tuamu?”

“Tidak, sama sekali tidak, aku malah membenci mereka dan aku hanya menyayangi orang-orang yang sayang terhadapku tapi aku merasa mereka sama sekali tidak menganggabku.” Katanya dengan nada lirih. Jadi seperti ini Kyuhyun, Yoorin beruntung bisa disayangi orang sepertinya. Walau orang tuaku juga sedikit jahat terhadapku, tapi tetap saja aku menyayangi mereka.

“Yah, jika tidak ada orang tuamu kau takkan hadir didunia ini, bodoh.” Kataku tenang, dan dia tetap menatap tajam kearah depan.

“Jauh lebih baik jika aku tak pernah ada, menurutku.” Jawabnya santai, dia pintar, kaya, tampan, keren dan aku yakin pasti sangat banyak gadis yang mengejarnya, tidak ada orang tua yang benar-benar jahat terhadap anaknya, apalagi kyuhyun hanya anak satu-satunya kan, jadi kenapa dia bisa berpikir sebodoh itu.

“Lanjutkan ceritamu tentang Yoorin.”

“well, Aku takkan pernah rela jika dia sampai disakiti oleh siapapun, aku takkan segan-segan menghabisi orang-orang yang membuatnya menangis, dia slalu menjadi alasan untuk apa aku hidup setelah aku kehilangan kakekku dan setelah….. hm, aku malas menjelaskan bagian ini.” Setelah siapa lagi? Rumit sekali hidupnya. Pasti yang ingin disebutkannya itu juga sangat berharga dalam hidupnya, saudaranya mungkin.

“Kau mencintainya? Kenapa kau tak menikah saja dengannya?” tanyaku asal. Jadi seberharga itu ya seorang Yoorin dimata Kyuhyun. Dan lagi jika dia menikah dengan Yoorin hidupku tidak akan serumit ini, aku pasti masih bahagia bersama Seungri.

“Aku pernah berniat untuk menikahinya tapi kedua orang tuaku tidak menyetujuinya dan mereka malah mengancam akan membunuh dan membuat hidupnya menderita jika aku tak mau menikahimu, bayangkan saja orang tuaku itu sungguh kejam dan aku benar benar membenci mereka.” Kesimpulannya, jadi Kyuhyun membenci orang tuanya karena Yoorin, aku menjadi iri terhadapnya. Ehh iri terhadap Yoorin? tentu saja tidak kan. Tapi pasti sungguh membahagiakan jika aku disayangi bahkan dilindungi mati-matian oleh seorang seperti Cho Kyuhyun.

“Tapi kenapa dimataku gadis itu sungguh menjijikan.” Aku malah sepertinya sengaja memanas-manasi pria itu, paling aku akan kena bentakan lagi darinya atau akan lebih parah?.

“Kau belum mengenalnya, jika kau sudah dekat dengannya pasti kau merasakan betapa ia memancarkan aura kebaikkan.” Aku memasang tampang jijik dan ingin muntah setelah mendengar perkataannya itu. “Tapi sekarang Yoorin sudah murni kuanggab adekku namun tetap saja aku takkan membiarkan siapapun menyakitinya.” Lanjutnya lagi.

“Tapi tadi aku telah menyakitinya kan? Pertama aku mendorong badannya hingga tersungkur lalu aku juga menendang kakinya cukup keras, pasti itu sakit sekali. Jadi apa yang akan kau lakukan terhadapku?” aku mengarahkan pandanganku kearahnya, dan lag-lagi menatapku dengan tatatapan membunuhnya itu.

“Ternyata kau tetap saja menyebalkan.” Kurasakan mobil yang kutumpangi itu tiba-tiba saja sudah melaju sangat cepat. “Seharusnya tadi kubiarkan dulu Yoorin menyiksamu.” Katanya samar dan pelan tapi terdengar jelas olehku. Sepertinya, dia tadi menyesal telah menolongku, yang penting sekarang aku sudah selamat

—————————–

Ketika sampai di apartement aku langsung menyiapkan bajuku dan masuk kekamar mandi, sudah jam 10 malam. Aku sungguh capek hari ini. Ehh tapi sepertinya aku kehilangan sesuatu. Handphoneku. Aku langsung berlari keluar kamar dan syukurlah tepat saat itu Kyuhyun juga sudah keluar dari kamarnya.

“Kyuhyun-ah hape ku tadi ketinggalan disana, boleh aku meminta tolong kepadamu untuk mengambilnya?” tanyaku memelas. Aku benar-benar membutuhkan hape itu.

“Kau kan bisa membeli yang baru, lagian aku malas mencarinya.”

“Hape itu dari pacarku dulu, banyak kenangan kami didalamnya, ayolah Kyuhyun-ah kumohon kali ini saja kau membantuku lagi.” Mohonku hampir menangis, dia menatapku ragu tapi kemudian sepertinya berhasil.

“Baiklah, akan kuambilkan sekarang tapi kau tak usah menangis lagi.” Katanya datar, yeah apa sebegitu takutnya ia melihat wanita menangis sampai segininya, kalo beginikan aku tahu apa kelemahan pria ini.

“Tapi aku ikut yah, jebal.” Mohonku lagi, aku sengaja ingin ikut karna aku suka udara malam tapi sayangnya aku jarang sekali keluar malam.

“Ini sudah malam, kau besok tidak kuliah apa, kau itu sangat susah bangun pagi, pabbo.”

“Aku besok hanya ada jam siang, Kyuhyun-ah jebal.”

“Terserah kau sajalah.” Setelah dia berkata seperti itu aku langsung mencari mantelku dan pergi kearahnya, lagian aku sekalian ingin cari makan.

Diperjalanan kami berdua hanya sama-sama diam membisu, jika ada yang memulai bicara pasti ujung-ujungnya slalu saja adu mulutkan, sekarang lebih baik aku diam saja, aku lagi malas ribut dengannya, hari ini dia sudah lumayan baik denganku.

Samar aku melihat seorang pria yang tampangnya sangat familiar dimataku, kebetulan saat ini sedang lampu merah, dia menaiki sebuah mobil sport berwarna hitam yang kebetulan keberadaannya lebih rendah dari mobil Kyuhyun. Aku terus memperhatikannya, aku sedikit tak yakin dengan penglihatanku, tapi aku merasakan aku tak salah orang.

“Seungri oppa.” Teriakku reflek, tapi mobilnya sudah keburu melaju cepat karna lampu lalu lintas sudah berwarna hijau.

“Kau kenapa? Siapa yang kau panggil tadi?” kata Kyuhyun sambil menstart mobilnya.

“itu tadi, yah aku tak salah orang, itu tadi Seungri oppa.”

“Pacarmu itu?”

“Ne, dia.”

“Belum takdir sepertinya, sudahlah belum tentu juga diakan.”

“Tapi….” Aku tak meneruskan kata-kataku, lagian untuk apa Seungri kemari, tapi aku sudah sangat merindukan dia, aku ingin segera memeluknya dan bercerita banyak hal terhadapnya.

———————–

“Ini hapemu, tapi sepertinya kondisinya sudah rusak.” Kata Kyuhyun menghampiriku yang juga sibuk mencari kemana hapeku. Aku melirik hape itu dengan tatapan nanar dan kecewa, itu sama saja aku akan benar-benar kehilangan Seungri oppa. “Handphone mu sudah benar-benar hancur, walau diperbaiki juga percuma saja, kau pasti memakainya untuk melempar mereka tadikan, itu salahmu sendiri.” Lanjutnya lagi, Kyuhyun benar ini semua salahku, kenapa aku begitu bodoh. “Jangan bilang kau akan menangis lagi.” Sindirnya, kurang ajar sekali dia, apa selama ini dia menganggabku sebegitu cengengnya, sebelumnya aku bukanlah gadis yang cengeng seperti ini, tapi semenjak menikah dengannya lah aku menjadi seperti ini, berarti dia yang pembawa sial.

Rumah ini sudah sepi, karena sebagian besar sudah banyak yang terlelap, hanya ada Yoorin yang ikut mencari tapi slalu saja mengoceh menyindirku, sialan sekali dia. Aku hanya tidak enak dengan Kyuhyun saja makanya aku mendiamkannya.

“Sebaiknya kita pulang saja.” kataku akhirnya sambil tetap menggenggam hape yang sudah tak berbentuk itu lagi.

*Kyuhyun Pov*

Aku harus menikah dengan seorang gadis yang sama sekali tidak aku cintai, walaupun dia berparas lumayan dan aku yakin sekali bahwa dia adalah anak yang baik tapi tetap saja aku tak akan mau belajar untuk mencintai orang seperti dia. Umurnya hanya berpaut 2 tahun dibawahku, dan yeah dia seumuran dengannya. Aku tidak akan mau menikahi gadis itu jika ayahku tidak mengancam keselamatan Yoorin dan ‘dia’, gadis itu sudah cukup banyak menderita karena aku, jadi aku tak ingin menambah kehancuran hidupnya hanya karena masalah seperti ini, lebih baik aku saja yang mengorbankan hidupku dengan wanita itu dibanding aku harus melihat orang yang aku sayangi menderita dan kehilangan mereka.

Jujur, aku tidak hanya memiliki dendam dengan orang tuaku, tapi juga dengan gadis itu. aku bertekad untuk bisa menyakitinya kalau perlu hingga dia mati sekalipun. Aku menganggap bahwa jika dia tidak ada maka hidupku tidak akan seperti ini, dia sungguh pembawa sial untukku. Dan sudah kuduga sebelumnya, dia sama sekali tidak mencintaiku, bahkan dia sudah memiliki pacar yang sepertinya sangat ia cintai, walau mungkin tidak adil jika aku membalaskan dendam kepadanya, tapi tekad seorang Cho Kyuhyun tetap saja sebuah tekad, suatu saat aku pasti akan bisa melihat dia sekarat karena aku dan pada saat itulah aku akan merasa menang.

Sudah hampir sebulan aku menikah dengannya, tapi aku sama sekali belum memiliki rasa sayang sedikitpun terhadapnya, walau aku sempat merasa aneh di hari itu.

Dia menangis, menangis karena ku bentak. Itu semua karena dia telah menghina Yoorin didepanku, saat itu aku ingin sekali menampar mulutnya keras-keras tapi ntah kenapa aku hanya mendiamkannya saja dan merasa ada perasaan kasihan terhadapnya, mungkin aku hanya lagi merasa malas saja untuk melakukan itu, lagian selama ini aku tak pernah sekalipun melakukan kdrt terhadapnya, walau sebenarnya aku ingin sekali,

Aku slalu benci dengan gadis yang cengeng, jika aku lagi jahat saat itu aku pasti sudah menyuruhnya keluar dari mobilku dan meninggalkan ia sendirian tak peduli dimanapun tempat itu, tapi aku malah mengajaknya kesebuah taman dan menjelaskan semuanya lalu memberikan ia saputanganku. Ada apa denganku? Apa aku mulai menyayanginya? Sepertinya tidak, aku yakin itu sama sekali tidak. Aku hanya kasihan terhadapnya dan menjalankan tugas ku sebagai suami palsunya, itu saja dan hanya itu. Namun, sempat terpikirkan olehku untuk bisa membuatnya mencintaiku dengan sepenuh hatinya dan ketika hal itu terjadi aku harus bisa menyakiti hatinya sesakit mungkin, dendamku harus tetap terbalas. Dia, appa dan umma ku adalah musuh terbesarku, itu lah yang selalu ada dibenakku setiap saat.

Membuatnya menyukaiku pasti bukanlah hal yang mudah karena aku tahu sendiri jika dia masih sangat mencintai pacarnya dulu. Kalau dilihat-lihat sebenarnya dia juga sama sepertiku, persis, aku jadi berpikir apakah dia juga sama untuk membalaskan dendamnya terhadapku? Gadis ini bukanlah anak yang jahat, jadi hal itu kemungkinannya kecil sekali.

Terkadang aku sering penasaran dengan siapa itu pacarnya dulu, dia pasti pria yang baik. Seperti pepatah yang slalu mengatakan, gadis yang baik akan mendapatkan kekasih yang baik juga, tapi takdir malah berkata lain, gadis baik seperti dia harus mendapatkan pria jahat sepertiku. Tapi aku yakin sekali, dimata Seojin aku pasti merupakan pria yang ‘cukup baik’ karena perlakuanku selama ini terhadapnya. Ckckck, sayangnya aku sudah sedikit mengenalnya dengan baik, tapi itu tidak berlaku dengannya, dia belum tahu sejahat apa aku sebenarnya.

—————————–

“Arrrggghtttt.” Teriakkan keras itu membangunkan aku dari tidurku. Listrik sedang mati saat ini, wajar saja tadi aku sangat kepanasan, dan bodohnya saat ini sedang musim panas. Aku langsung mengambil hapeku dan menghidupnya, aku baru sadar jika aku tak pernah membeli senter ataupun lampu cadangan yang semacamnya dan membawanya kerumah ini, siapa yang terpikir akan mati lampu di apartemen seperti ini. Aku berjalan kearah kamar Seojin, sepertinya dia mimpi buruk atau apa terjadi sesuatu denganya? Aku mulai panic dan bergegas cepat kearah kamar itu. ku ketuk pintunya perlahan, tidak ada jawaban. Samar terdengar suara napas tak beraturan dari dalam sana. Ku senterkan dimana gagang pintu kamar ini lalu aku membuka pintu tersebut, pintunya tidak terkunci, dasar bodoh sekali dia.

Kuedarkan cahaya dari hapeku itu keruangan ini. Selama hampir 2 bulan lebih aku menikah dengannya, kali ini untuk pertama kalinya aku menginjakkan kakiku ke dalam kamarnya. Tidak terjadi apa-apa sepertinya, hanya ada Seojin disini sambil menutup kepalanya dengan bantal, badannya bergetar hebat, seperti orang yang sangat ketakutan.

“Seojin-ah, kau tidak apa kan?” kataku mulai menghampiri ketempat tidurnya dan ikut duduk disisi ranjang. Perlahan, dia menurunkan bantal itu dan menatapku kosong. Aku menyenterkan kembali hapeku kedepan wajahnya, sangat pucat. “Apa yang terjadi denganmu?” tanyaku lagi, karena aku yakin dia tidak akan menjawab pertanyaanku tadi.

Well, ini sungguh aneh, dia malah memelukku erat dan sepertinya dia menangis lagi. Badannya basah, aku penasaran dengan apa yang terjadi dengan anak ini.

“Seojin-ah, cepat katakan padaku apa yang terjadi.” Kataku mencoba menenangkannya.

“A___aku takut.” Eh? Dia seperti ini hanya karena takut, takut dengan setan?. “Gelab.” Lanjutnya lagi. Sepertinya dia phobia gelab, dasar manja sekali dia tapi dia mengingatkanku dengan seseorang.

“Tenanglah, ada aku disini.” Kataku lagi dengan nada sok baik. Kulirik jam dihapeku, pukul 02.30 malam, listrik belum juga hidup, mungkin ada kebakaran besar disekitar sini atau ada konsleting listrik.

Dia hanya tetap bernapas tak berarturan dan tetap berada dipelukanku.

“Kau tunggu disini, aku ambilkan minum dulu.”

“Jaa_ngan. Aku mohon jangan.” Katanya tambah panic, baiklah sepertinya emang jalanku harus memeluknya terus seperti ini.

“Baiklah, aku akan terus disini.” Aku pun membawanya kesisi pertengahan ranjang ini. “Kau hampir sama dengan……ehmm.” Aku tak melanjutkan kalimatku, kenapa aku malah mau membahas ini, yah pabbo sekali aku.

“Dengan siapa?” tanya Seojin, terdengar suaranya sudah sedikit tenang.

“Dengan Han Haerin, dia pacarku dulu.” Aku terpaksa menjawab pertanyaanya walaupun aku sangat malas sekali. “Tapi aku benar-benar sangat mencintainya, tidak seperti wanita yang biasanya.” Kataku melanjutkan, aku sudah hapal sekali jalan pikiran anak ini.

“Lalu, kenapa kau bisa putus dengannya?” aku paling malas menjawab pertanyaan yang seperti ini, itu sama saja aku akan mencakar lukaku yang belum terlalu kering. “Jika kau tak ingin menceritakannya, tidak apa.” lanjutnya, tumben sekali dia berkata seperti ini. biasanya kan dia slalu berusaha untuk memberi tahukan sesuatu padanya.

“Baiklah, sebaiknya sekarang kau tidur.” Kuambil selimut itu dan meletakkannya keatas badannya yang telah berbaring disampingku.

“Kau mau kemana?” tanyanya panic, sialan berarti aku harus tidur berdua dengannya malam ini, dia tak takut apa jika terjadi sesuatu dengannya, apa sekarang dia sedang menjelma menjadi gadis murahan.

“Aku akan tetap disini.” Dengan sangat terpaksa aku kembali membaringkan tubuhku di sebelahnya.

“Dulu, waktu kecil jika mati lampu aku sering sekali ditemani oleh kakakku jika aku ingin tidur. Sekarang kau anggab saja aku adekmu.”

“Baiklah jika itu maumu, sekarang kau tidurlah.”

“Aku tidak bisa tidur jika kepanasan.” Aku menghela napas panjang, apa dia ingin mengerjaiku? Pertama dia telah membangunkan tidurku dengan indahnya, lalu menyuruhku untuk menemani dia tidur, padahal dia tahu sendiri jika aku pria dan ia wanita, dan sekarang dia bermaksud untuk menyuruhku mengipasnya? Dasar sialan.

Kuraih hapeku dan mengedarkan cahayanya kesekitar dan diatas meja dekat tempat tidurnya terdapat sebuah buku yang tidak terlalu tebal dan berukuran panjang,  aku mengtambil buku itu dan menyibakkannya kebagian tubuhnya.

“Kyuhyun-ah Gomawo, selamat malam.” Lalu dia memejamkan matanya sedangkan aku tetap mengipasi badannya, selama ini aku tak pernah sekalipun melakukan pekerjaan ini terhadap siapapun, dan sekarang dia yang merupakan sampah dalam hidupku malah aku kipaskan seperti ini.

Sepertinya dia sudah terlelap, lalu kusenterkan wajahnya itu dan menatapnya kosong, wajahnya sungguh manis dan begitu polos. Lama aku menatapnya dan kemudian terasa jantungku berdetak kencang, kenapa aku? mulai menyukainya?. Itu sama sekali tidak akan pernah terjadi. Aku kembali terbaring disampingnya lalu mencoba memejamkan mataku dan dengan sengaja dia ku jadikan gulingku.

Tbc————–

Nah ini sengaja ga digantungin tbcnya.. terus itu cowo yang diliet seojin tadi beneran Seungri kok, baru sadar soalnya kalo seungri belum benar-benar muncul maka dari itu dengan sangat nanggung ngemasukin dia, itu sebenernya ada maksud dibalik maksud dong yah (?) .. terus kalo Haerin itu dia cewenya Kyuhyun kok #kanudahdisebutin #plak nah kalo lengkapnya ntaran yah, tapi emang sih yah kehidupan kyu ribet banget, siapa suruh coba dia cakep(?).. huhu ini ff dibuat untuk keisengan doang karna Kyu muncul mulu di kepala saya, maka dari itu nulis gaje, makanya ceritanya emang udah rada pasaran gitu, tapi seneng aja ngebayangin Kyu karakternya gini(?)

Komen dong, atau ngapain kek.. biar saya semangat gitu ngirim lanjutan dan ngelanjutin yang belum dilanjutkan.(?)

Oke thanks semua..sekian bacotan panjang saya..

56 thoughts on “[Freelance] Cruelty of Love [part 2]

  1. UWOOOW !
    Rame rame rame !
    >,<
    ini tuh chapter, tpi d.tag.ny ko oneshot ? hihi tpi gpplah yg pnting rame, bkin geregetaaan!
    Lanjutanny jgn lama2 ya author yg caem *piss*

  2. Yah~ tbc,mau lanjuuttt
    ceritaNya keren,jrang2 c’bebep jdi orang jahat n pendendam..,
    Hhaha dasar evilKyu ^^

  3. penasaran sama lanjutannya!!
    pas baca Kyuhyun POV, gila deeh..
    dia dendamnya kelewat batas. haha..
    ayo seojin, keluarkan auramu untuk menggaet kyu *?*
    thor, lanjutannya jangan lama2 yoo!

  4. aduhaaaiii , tbc pulaaa ..
    jd penasaran nih ama sambungan na :(
    kpan dong dlanjutin thoorr *mewek bareng kyu oppa* #plaaakk
    smoga d part 2 na makin romantis yaa .
    gimana kalo ada angst na di part 2 itu ??
    *jgn marah loohh , aku cuma saran*
    #lagi gila ama angst soale :D

  5. author…
    aku suka banget cerita ini tapi kok ga da lanjutannya??
    ayo dong udah penasaran..
    he3x..
    gomawo~

  6. kyu hidup y misterius bgt sih, jd penasaran bgt dunia apa yg kyu gelutin, makin penasaran pas kyu ngomong seojin dpt pria yg jahat. . .
    Kyu knp jahat mau balas dendam k seojin, tp ngak pa2 deh kyk y kyu dah mulai suka. . .

  7. thor lma bgt ga di terusin ….
    Jdi penasaran nih …
    Oh yach jgn lma2 yach terusinnya …
    Jgn bkin org penasarn lo ntar dosa ….
    Just kidding …
    Tpi beneran jgn lma2 ngepostnya yach …

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s