Title : [DRABLE] Until I Can Breath Again Without You.

Title : [DRABLE] Until I Can Breath Again Without You.
Cast :
• Kwon Yoora.
• Henry Lau.
• Yunowmisowellah siapa yang satu lagi :D

Note : Sorry ini sebenernya lebih kayak perasaan saya sekarang :’)
Dan.. ini Drable tapi judulnya panjang sepanjang gaban -..-


S.e.o.u.l, 04.00 PM…

‘Jika aku pergi, anggap saja semua ini tidak pernah terjadi, kau tidak pernah mengenalku.. lupakan aku, aku mencintaimu..’

Seorang gadis bernama Kwon Yoora terisak di bawah guyuran hujan kota Seoul, ini bukan pertama kalinya, berjalan sendiri tak tentu arah.

Bibirnya berubah ungu, jari-jari tangannya mengkerut kedinginan, tapi ia tidak memperdulikannya, atau sebenarnya.. ia sama sekali tidak merasakannnya ?

Kakinya terus melangkah ke depan dengan pandangan kosong.
Hujan semakin deras seolah tak ada rasa kasihan sedikit pun pada gadis malang satu ini.

Jika di perhatikan lebih seksama, bibir gadis ini bergetar, yang pertama karena kedinginan, dan kedua, dia sedang menyebutkan nama seseorang.

Langkahnya terhenti pada sebuah taman sepi, jelas sekali, siapa juga yang mau bermain di taman terbuka seperti ini jika cuaca sedang hujan.

‘Aku punya sesuatu untukmu, coba tutup matamu dulu.. TARAAA~ Happy birthday, cake ini aku buat sendiri, ya ya ya, jangan memotong dulu, aku tahu kau tidak suka yang manis-manis tapi ayoolah.. demi tanganku yang tergores pisau saat memotong kiwi kau harus mencobanya, ok ?’

Nafas gadis itu tercekat, kenapa semua kenangan itu selalu muncul di saat hatinya sedang kacau ?

Tidak kasihan kah sang dewa cinta padanya ? pada gadis malang yang terus mengiba meminta sesuatu kembali ini?

Gadis itu memalingkan wajahnya ke samping, terus menapaki jalan yang ada di hadapannya, ia tidak ingin terus terlarut pada kenangan yang pada ujungnya hanya menyakitinya.

Lagi-lagi langkahnya terhenti, matanya buram kembali, hal yang paling menyakitkan adalah ketika kita sedang berusaha melepaskan bayang-bayang seseorang tapi nyatanya waktu tak berkehendak sama malah seolah semakin menjerumuskanmu.

‘Oppa, aku ingin naik sepeda ya ? ayolah jebal~ sewa kan aku sepeda yang itu, yang putih ~’

‘Kau akan jatuh dan terluka, aku tidak akan membiarkanmu terluka, kau mengerti ?’

‘Tapi kan aku ingin mencobanyanya…’

‘Kau bisa naik mobilku, daripada bersepeda, kulitmu akan terbakar, lebih baik di mobil, ada AC nya..’

‘Ok, terserah oppa, oppa pelit !’

‘arraseo arraseo, akan kusewakan, dasar wanita !’

‘Aigooo~ aku semakin menyayangimu oppa.. saranghae..’

Yoora menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Terlihat jelas di depannya kini, toko sewaan sepeda masih buka, walaupun semua pintu kaca yang mengelilinginya di tutup rapat.

“Sampai kapan kau akan terus begini ?” Tanya seseorang dengan suara laki-laki yang lembut.

Yoora sedikit tersentak.

“Mau apa kau ?” Tanya balik Yoora dengan nada yang tidak bisa di bilang ramah.

“Oh ayolah, aku bukan maling ataupun pencuri bank, kau tidak perlu se sinis itu padaku, lupakan dia, kau hanya menyakiti dirimu sendiri Ra-ya, dia sudah pergi-”

“Dia tidak pergi, dan jangan pernah panggil namaku dengan sebutan seperti itu, karena hanya satu orang yang boleh memanggilku dengan nama panggilan itu, kau bukan siapa-siapa ku..” Ujar Yoora kesal.

“Aku tunanganmu, ingat ?”

Yoora tersenyum mengejek. “Jangan pernah bermimpi Tuan Lau, saya tidak pernah menyetujuinya, kau ini bodoh atau apa, hah ? mereka yang kau sangat hormati itu sedang berusaha menjodohkanmu dengan wanita gila dan kau bersedia ? kemana semua gelar doctor dan master mu Tuan Lau ? di bawa terbang oleh badai Katrina ?” ucap Yoora frontal setengah mengejek walaupun suaranya bisa terbilang serak, ia memang tidak menyukai laki-laki ini.

“Kau tak mengerti, mereka semua menyayangimu, termasuk…aku.” Henry memelankan suaranya, ia sudah terbiasa menghadapi sikap dingin Yoora, tapi ia tidak perduli.

“Kau hanya menyakiti dirimu sendiri.” Baru saja Yoora ingin berbalik meninggalkan Henry tapi suara laki-laki itu seolah menahannya.

“Ya, aku belajar itu darimu.” Sahut Henry pelan.

Yoora mendengus sambil memutar bola matanya, muak.
Terserahlah, sekarang ia sedang tidak ingin di ganggu.

Yoora membalikan tubuhnya dan berjalan pelan, mungkin walaupun ia tak sadar, kakinya lelah terus menerus berjalan berjam-jam tanpa tujuan seperti ini.

“Mau kemana lagi sih ?” Henry menahan tangan Yoora.

Yoora memandang jijik tangan Henry yang sedang mencengkram sikunya. Dengan pelan Yoora melepaskan tangan Henry.

Yoora menghembuskan nafasnya pelan, berusaha agar emosinya terkontrol.

“Mungkin aku butuh waktu untuk berpikir tentang semua ini, Demi Tuhan ini tidak mudah, aku hancur, kehilangan seseorang yang sangat berarti untukmu, yang selama ini menjadi nafasmu, yang menjadi pusat inti hidupmu. Ini semua tidak mudah untukku, aku butuh waktu Henry-ssi..” Ujar Yoora lirih, air matanya membuat penglihatannya menjadi buram.

Henry terdiam. “Apakah waktu satu tahun belum cukup untukmu memahami semua ini ? apakah waktu satu tahun belum cukup membuatmu melupakannya ? belum cukup membuatmu menerimaku ? belum cukup kah ?” Henry menelan ludahnya sebentar.

“Jadi sampai kapan kau akan seperti ini ? sampai laki-lakimu kembali ? sampai aku mati hah ?! aku lelah Kwon Yoora, kau hanya menganggapku debu, kau hanya melihatku sebelah mata.” Lanjutnya berbisik.

“Satu tahun, dua tahun, tiga tahun sampai selamanya pun jika kau pikir itu hanya tentang angka aku tidak akan perbah bisa melupakannya. Dengar, aku tahu kau lelah, aku minta maaf untuk itu, dan jika tekanan keluargaku dan keluargamu membuatmu menyerah, silahkan. Aku tidak akan memaksamu tetap ada di sampingku.”

Apakah ada sakit melebihi saat kau kehilangan ?
Apalagi ini adalah nafasmu.
Apalagi dia adalah yang segala-galanya bagimu…
Bukan masalah waktu..

Henry menggeleng. “Maaf.. maafkan aku, aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap menerimaku. Untuk itu ijinkan aku berada di sekitarmu.. ijinkan aku.”

Yoora tersenyum untuk pertama kalinya. “Kau..baik sekali, tentu saja.”

Sampai kau bisa memberiku penjelasan aku tidak akan pernah melupakanmu..
Sampai aku bisa bertahan dan bernafas lagi seperti dulu, seperti sebelum kau datang, Tuan..Tan.

END.

Ngeeeekk.
Sebenernya itu gak gini endingnya.
Tapi yasudahlah ini juga sebagian konsepnya.
Maklum saya bukan penulis yang hebat -..-
Dan.. yeah ! sebenernya gara-gara DIA nih saya uring2an gak niat nulis,belajar,makan,renang,inetan. Semuanya KACAU!
Jadi..merr minta tolong sekali lagi ngertiin merr ya kalo merr sering bolos :’)

Thanks Silent reader, Love you Good reader :*

10 thoughts on “Title : [DRABLE] Until I Can Breath Again Without You.

  1. Ya elah author ampe kabetrik uring2an,, eling thor eling! Ckckckckck~ pst ampe ga mandi yah. Ya loh… ^^V

    So sweet bgt kata2’a yg end :) I like it.
    Henly oppa Bakpau emank baik tw! Author’a ajj bru tw! *smirk b2 ama Kyu

    • rawr! henry emang baik :D
      hahaha, aku masih eling sayang tapi mereka tuhyang buat aku jadi gak eling kayak gini -..-
      hahaha, btw thanks komen nya ^^

    • :O chapt 1, ntar deh ya dipikirin dulu ya, hahahaha, makasih atas masukannya, ntra merr perbanyak ff henry oke ? hahaha, makasih ya udh komen #chuu

  2. Whoa~ Mr. Tan toh yg ditunggu Kwon Yoora..
    FFnya bagus, ceritanya ngalir
    Sabar ya Hen, kalo Yoora masih gabisa ngelupain Tuan Tan, aku bersedia menerimamu (?) *ditimpuk*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s