Naui Bad Boy part 2

Naui Bad Boy part 2 (Special Eunhyuk Birthday)

Title              : Naui Bad Boy part 2 (Special Eunhyuk Birthday)

Author                    : Tanayuki

Main Cast     : –    Lee Hyukjae

–        Cho Eunra

–        Cho Kyuhyun

–        Lee Donghae

Support Cast : –    Kim Heechul                        –    Park Jungsoo

–        Park Cheonsa                      –    Lim Eunkyung

–        Kim Ryeowook                     –    Jung Jessica

Rating           : PG-14

Genre           : Romance, Friendship

Annyeong.. Ini lanjutan ffnya. Mian yaa kalo gak jelas. Di tunggu kritik dan sarannya. Gamsahamnida J

YYYYYYYYYY

“Pergilah..” kata Eunhyuk sambil menahan sakit dan menghindari pukulan-pukulan yang mengarah padanya.

“Bagaimana denganmu?” tanya Eunra. Sebelum Eunhyuk sempat menjawabnya, seorang namja mampu mendaratkan tendangannya di perut Eunhyuk yang membuat Eunhyuk terjatuh. Lalu ada seorang namja berbadan kekar yang membawa sebatang kayu besar dan langsung memukulkan kayunya ke punggung Eunhyuk.

“Argh!” Eunhyuk mengerang kesakitan. Darah segar langsung bercucuran keluar dari hidung dan mulut Eunhyuk. Eunra tak kuat melihat semuanya. Dengan cepat, Eunra menghubungi oppanya.

“Oppa, cepat datang ke belakang kampus ku,” kata Eunra sambil terisak.

“Kau kenapa, saeng?” tanya Kyu dengan panik.

“Tak ada waktu untuk cerita, oppa cepat ke sini,” pinta Eunra.

“Geuraeyo. Tunggu aku,” kata Kyu lalu mentup telponnya dan segera melesat ke kampus Eunra. 10 menit kemudian, Kyu datang bersama polisi yang langsung mengamankan keadaan di sana. Setelah cukup aman, Eunra langsung menghampiri Eunhyuk yang sudah tak sadarkan diri. Eunra mendekatkan wajahnya ke wajah Eunhyuk, berharap ada hembusan napas yang menyentuh pipinya. Tapi Eunra tak merasakan itu.

“Oppa, dia.. gak bernapas..” kata Eunra masih terus menangis. Kyuhyun kaget banget.

“Mwo?! Ayo bawa ke rumah sakit,” Kyuhyun pun memapah Eunhyuk ke mobilnya. Dan mereka pun berangkat ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Eunhyuk langsung masuk ke ICU.

“Ada apa, saeng? Kenapa kau lebam-lebam begitu? Dan kenapa Eunhyuk masuk ICU?” tanya Eunkyung dan Cheonsa yang baru saja datang.

“Eunhyuk menyelamatkan ku dari preman-preman yang mau menghabisiku,” jawab Eunra sambil menghapus air matanya.

“Harusnya aku nurut aja pas Eunhyuk nyuruh aku pulang sama dia,” kata Eunra pelan. Cheonsa dan Eunkyung hanya menepuk pundak Eunra pelan mencoba menghibur Eunra. Tak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang ICU.

“Gimana, dok?” tanya Kyuhyun.

“Eunhyuk sudah kembali bernapas, tapi sekarang ia masih belum sadar,” kata dokter itu.

“Huff, syukurlah,” kata semuanya.

“Tapi, Eunhyuk mengalami keretakkan di tulang rusuknya dan lebam-lebam yang cukup parah di sekujur tubuhnya,” lanjut dokter itu. Raut muka yang khawatir dan sedih terpancar jelas di wajah Eunkyung, Cheonsa, Eunra, dan Kyuhyun.

“Kami boleh menemuinya?” tanya Eunra. Sang dokter mengangguk. Eunra, Eunkyung, Cheonsa, dan Kyuhyun pun masuk ke ICU.

Semua orang terdiam melihat keadaan Eunhyuk yang berbalutkan perban dimana-mana. Wajahnya penuh lebam dan luka. Eunra meraih tangan Eunhyuk dan menggenggamnya.

“Mianhae.. Jeongmal mianhae, Eunhyuk-ssi,” kata Eunra sambil menelungkupkan  kepalanya di samping tubuh Eunhyuk. Tiba-tiba ada yang mengelus kepalanya dengan lembut. Eunra kira Kyuhyun lah yang mengelus kepalanya. Tapi ternyata Eunhyuk lah yang mengelus kepalanya.

“Gwenchana, Eunra,” kata Eunhyuk pelan sambil tersenyum. Eunra,Eunkyung, Cheonsa, dan Kyuhyun, tersenyum lega.

“Hmm, tadi pas kau menyuruhku untuk pulang denganmu, berarti kau sudah tau kalau akan ada yang ingin menghabisiku?”  tanya Eunra. Eunhyuk jadi teringat pada Heechul.

“Ehm.. ya hanya kebetulan aja,” jawab Eunhyuk dengan asal. Eunra hanya tersenyum.

“Eh, tunggu, pipi mu lebam juga?” tanya Eunhyuk sambil menyentuh pipi Eunra pelan.

“Cuma lebam sedikit kok, gapapa,” kata Eunra sambil tersenyum.

“Ehm, Eunra, kau belum memperkenalkannya padaku,” kata Kyuhyun.

“Eh iya, oppa, ini namanya Eunhyuk, King of Dance,” kata Eunra. Dari cara Eunra memperkenalkan Eunhyuk pada Kyuhyun, membuat Eunhyuk ingat pada tujuan awalnya yang ingin sekali menyingkirkan Eunra. Tapi sekarang, Eunhyuk benar-benar sudah tak peduli dengan semua keegoisannya.

“Dan, Eunhyuk, ini oppa ku, namanya Cho Kyuhyun,” kata Eunra.

“Annyeong, Kyuhyun-ssi,” kata Eunhyuk sambil tersenyum.

“Annyeong, Eunhyuk-ssi,” kata Kyuhyun sambil membalas senyuman Eunhyuk. Setelah berkenalan, mereka semua pun bercengkrama dengan akrab, seolah tak pernah ada kata permusuhan antara Eunra dan Eunhyuk.

“Hm, Eunhyuk, sekarang udah malem, kami pulang dulu ya. Kau istirahatlah,” kata Eunra sambil tersenyum. Eunhyuk hanya mengangguk.

“Kami pulang yaa. Annyeong,” kata semuanya lalu berjalan keluar ruang rawat Eunhyuk.

Tak lama setelah Eunra, Eunkyung, Cheonsa, dan Kyuhyun pulang, datanglah ketiga sahabat Eunhyuk.

“Nyuki, mian yaa. Anak buahku itu memang babo. Harusnya aku kenalkan dulu mereka padamu,” kata Heechul menyesal.

“Ah sudahlah, aku lebih suka seperti ini kok,” kata Eunhyuk.

“Maksudmu?” tanya ketiga sahabatnya.

“Aku lebih suka seperti ini karena aku jadi bisa dekat dengan yeoja itu,” jawab Eunhyuk. Leeteuk dan Heechul kaget.

“Kau melupakan planning mu tentang menyingkirkan yeoja itu?” tanya Heechul.

“Ne. Donghae sudah mengingatkanku tentang semuanya. Dan memang tak ada gunanya menyakiti orang seperti itu, apa lagi seorang yeoja,” kata Eunhyuk.

“Tapi kalo suatu saat Eunra tau kalo kau adalah otak awal dari semua ini, Eunra bisa sangat membencimu,” kata Leeteuk.

“Dia gak akan tau kalo tak ada yang memberi tahunya. Dan diantara kalian jangan ada yang coba-coba membocorkan semuanya. Arraseo?” kata Eunhyuk.

“Arraseo,” kata ketiga temannya. Lalu mereka kembali mengobrol dan tertawa bersama.

Tapi, karena mereka terlalu asik berbicara, mereka tak sadar kalau sejak tadi ada yang mendengar semua pembicaraan mereka. Dan karena yang mendengar semua pembicaraan Eunhyuk, Heechul, Leeteuk, dan Donghae, itu berada di pihak Eunra, jadi tentu saja dia tidak akan tinggal diam.

YYYYYYYYYY

Beberapa hari kemudian.

“Annyeong, Eunhyuk-ssi,” sapa Eunra sambil tersenyum.

“Halo, Eunra,” jawab Eunhyuk sambil tersenyum.

“Ini, aku buatkan sandwich untukmu. Dimakan yaa,” kata Eunra sambil menyodorkan kotak makannya.

“Gak mau ah!” kata Eunhyuk lalu memalingkan mukanya.

“Yaah, kenapa?” tanya Eunra dengan kecewa.

“Aku maunya disuapin,” kata Eunhyuk sambil memasang tampang aegyo nya.

“Yee, kirain beneran gak mau. Yaudah nih, aaaa,” kata Eunra lalu menyodorkan sepotong sandwich. Eunhyuk pun membuka mulutnya dan mulai memakan sandwich buatan Eunra.

“Hehe, gomawoyo, Eunra-ah,” kata Eunhyuk setelah selesai makan. Eunra mengangguk dan tersenyum. Eunhyuk mengacak rambut Eunra pelan.

“Eunhyuk-ssi, apa luka mu udah lebih baik sekarang?” tanya Eunra sambil menatap dada Eunhyuk yang masih diperban karena tulang rusuknya yang retak.

“Ne, luka ku sudah jauh lebih baik sekarang karena seorang suster,” kata Eunyuk sambil tersenyum.

“Suster?” tanya Eunra. Eunhyuk mengangguk.

“Iya. Dia suster yang paling perhatian karena mau ngecek keadaanku tiap hari. Dia juga suster paling baik karena dia selalu masak untukku. Dia juga suster yang paling hebat karena dia selalu bisa bikin aku seneng tiap ketemu dia,” kata Eunhyuk sambil terus tersenyum.

“Wah, emang ada suster kayak gitu? Suster yang mana?” tanya Eunra dengan polosnya.

“Ada kok. Sekarang susterrnya lagi duduk di samping aku,” kata Eunhyuk sambil menatap Eunra yang duduk di sampingnya. Muka Eunra langsung memerah setelah mengerti apa yang dimaksud Eunhyuk.

“Ehm, tapi nanti kalo aku udah sembuh, kamu masih mau gak jadi susterku?” tanya Eunhyuk dengan nada yang serius.

“Maksudnya?” tanya Eunra yang belum paham dengan maksud Eunhyuk. Wajah Eunhyuk berubah menjadi serius.

“Eunra, please be my.. “ Eunhyuk belum selesai dengan kata-katanya, tiba-tiba pintu ruangan Eunhyuk terbuka.

‘Aish~ ganggu aja nih,’ batin Eunhyuk.

“Halo, nyuki. Berduaan aja nih,” goda Leeteuk sambil tersenyum jail.

“Kenapa sih? Sirik aja,” kata Eunhyuk dengan sinis.

“Sinis banget sih, nyuk. Kita ganggu ya?” tanya Heechul. Eunhyuk baru akan menjawab iya, tapi Eunra sudah berbicara duluan.

“Nggak kok, Leeteuk-ssi, Heechul-ssi, dan Donghae-ssi. Aku udah mau pulang kok,” kata Eunra lalu merapihkan kotak makannya dan bersiap untuk pergi.

“Aku pulang dulu ya, Eunhyuk-ssi. Annyeong, Leeteuk-ssi, Donghae-ssi, Heechul-ssi, dan Eunhyuk-ssi,” kata Eunra lalu melangkahkan kakinya keluar.

“Besok dateng lagi yaa, Eunra,” kata Eunhyuk. Eunra mengangguk lalu berjalan pergi.

“Ya! Kenapa kalian di saat yang gak tepat sih?!” gerutu Eunhyuk.

“Mian, hyuk. Kita kan gak tau. Emang tadi kamu sama Eunra lagi ngapain?” tanya Donghae.

“Lagi.. lagi gak ngapa-ngapain,” jawab Eunhyuk pelan.

“Oh, kirain. Eh, nyuk, kapan kamu boleh pulang?” tanya Leeteuk.

“2 hari lagi,” jawab Eunhyuk singkat.

“Baguslah. Eh kamu kok deket banget sih sama Eunra?” tanya Heechul.

“Iya dong, dia kan susterku,” kata Eunhyuk dengan bangga.

“Suster?” tanya ketiga sahabatnya. Eunhyuk mengangguk dan tersenyum.

“Wah, hebat banget ya Eunra bisa bikin Eunhyuk kayak gini,” bisik Leeteuk. Heechul dan Donghae mengangguk.

YYYYYYYYYY

          Keesokan harinya, di kampus Eunra.

Eunra baru akan menghampiri kedua sahabatnya di kantin, tapi kedua sahabatnya itu keburu ditarik oleh Wookie keluar dari kantin. Eunra pun mengikuti mereka. Tapi Eunra mengikuti mereka secara diam-diam dan mendengarkan pembicaraan mereka.

“Ada apa, oppa?” tanya Eunkyung pada Wookie.

“Beberapa hari yang lalu, aku mau jengukin Eunhyuk. Sebelum aku masuk ke ruangannya, aku gak sengaja denger something,” kata Wookie dengan serius. Cheonsa dan Eunkyung mulai penasaran.

“Denger apaan, oppa?” tanya Cheonsa.

“Ternyata Eunhyuk dan teman-temannyalah yang menyewa preman-preman untuk menghabisi Eunra,” kata Eunhyuk. Cheonsa, Eunkyung, dan Eunra kaget banget, tapi Eunra berusaha menahan emosinya.

“Mwo?! Jinjjayo?” tanya Cheonsa dan Eunkyung yang kaget banget.

“Yang ku dengar sih gitu,” kata Wookie.

“Terus apa maksudnya? Kalo misalnya dia mau ngancurin Eunra, kenapa dia pake nyelametin segala akhirnya?” tanya Cheonsa.

“Mollaseo,” jawab Wookie.

“Atau mungkin aja dia cuma mau bikin Eunra kagum sama dia karena udah nyelametin Eunra,” kata Eunkyung.

“Tapi keliatannya Eunhyuk itu beneran udah berubah kok,” kata Cheonsa.

“Mungkin aja itu cuma acting,” kata Wookie. Eunra yang dari tadi mendengarkan semuanya, sudah tak dapat menahan emosinya lagi. Eunra langsung pergi dari tempat itu.

‘Kenapa aku jadi sangat sangat bodoh sih? Kenapa aku bisa percaya aja sama Eunhyuk? Padahal dia udah ngerjain aku berkali-kali. Mulai sekarang, aku gak akan mau ketemu sama dia lagi!’ batin Eunra  dengan sangat kesal.

Hari ini, Eunra gak menjenguk Eunhyuk. Eunhyuk bingung, kenapa Eunra gak dateng hari ini.

“Ya! Cho Eunra! Odie?!” tanya Eunhyuk entah pada siapa. Ia bingung sekaligus khawatir. Tiba-tiba pintu ruangan Eunhyuk terbuka. Ternyata yang datang adalah Eunkyung, Cheonsa, Wookie, dan Kyuhyun.

“Mana Eunra?” tanya Eunhyuk.

“Eunra gak mau dateng,” jawab Eunkyung pelan.

“Gak mau?” tanya Eunhyuk.

“Iya. Mana mau dia menemui orang yang hampir membunuhnya,” kata Cheonsa.

“A..apa maksudmu?” tanya Eunhyuk.

“Kau kan yang mengirim preman-preman untuk menghabisi Eunra?” tanya Kyu yang telah diceritakan oleh Cheonsa tentang semuanya.

“I..iya. Tapi aku bisa jelasin kejadian sebenernya. Aku bener-bener gak bermaksud…” Eunhyuk belum selesai dengan kata-katanya, tapi Kyu telah memotongnya.

“Kenapa kau tega melakukan itu? Apa yang ada dipikranmu sampe kamu bisa ngelakuin ini ke Eunra?” tanya Kyu. Eunhyuk hanya terdiam.

“Aku bingung, kenapa Eunra bisa gampang banget percaya sama kamu? Atau emang kamunya aja yang pinter ngebohongin yeoja?” tanya Wookie.

“Tapi maksudku bukan gitu. Ini salah paham. Tolong dengerin aku,” pinta Eunhyuk dengan sungguh-sungguh. Tapi mereka semua tidak ada yang mau mendengarnya.

“Gak ada gunanya dengerin kamu. Pokoknya kamu jangan ganggu Eunra lagi. Eunra itu udah benci sama kamu,” kata Cheonsa dengan sinis. Lalu mereka semua keluar dari ruangan Eunhyuk. Eunhyuk hanya terdiam. Ia benar-benar bingung sekarang. Lalu ia berniat untuk menelpon Donghae untuk mendengarkan ceritanya.

DH     : Yeoboseyo.

EH      : Yeoboseyo. Hae, cepet ke sini sekarang.

DH     : Ada apa hyuki? Baiklah aku segera ke sana.

EH      : Oh iya, jangan ajak kedua hyung mu ya.

DH     : Geuraeyo.

Eunhyuk menutup telponnya dan 20 menit kemudian, Donghae pun datang.

“Ada apa, hyuk? Eunra mana?” tanya Donghae.

“Eunra gak dateng hari ini. Eunra udah tau kalo aku yang kirim preman buat ngancurin Eunra,” jawab Eunhyuk.

“Tau darimana mereka? Kenapa kau gak jelasin yang sebenernya aja?” tanya Donghae.

“Aku udah mau jelasin, tapi mereka sama sekali gak denger kata-kataku. Malah katanya, Eunra udah benci sama aku. Eotte, Hae?” jawab Eunhyuk.

“Hm, gimana ya? Ya kamu coba aja jelasin ke Eunra nya langsung,” kata Donghae. Tiba-tiba, pintu kamar Eunhyuk terbuka. Seorang yeoja yang sangat ditunggu-tunggu Eunhyuk sekarang sedang berdiri di ambang pintu kamar Eunhyuk dengan mata yang penuh kemarahan dan kekecewaan.

“Gak usah repot-repot ngejelasin semuanya ke aku. Aku udah ngerti semuanya. Aku tau aku bodoh, tapi kali ini aku gak akan terperangkap lagi sama ide jahat mu,” kata Eunra dengan ketus.

“Eunra, aku gak bermaksud..” belum selesai Eunhyuk berbicara, Eunra sudah memotongnya.

“Aku gak mau denger apapun lagi dari mulutmu! Aku udah sangat sakit hati karena perbuatanmu ini. Dan aku gak mau kau ganggu aku lagi. Jadi, jangan pernah kau muncul dihadapan ku lagi setelah ini. Permisi,” kata Eunra dengan sangat sinis sambil menatap Eunhyuk tajam lalu ia berjalan pergi.

“Eunra! Cho Eunra! Dengerin aku dulu!” panggil Eunhyuk sambil berusaha mengejar Eunra, tapi Eunra sudah benar-benar pergi.

“Ergh! Kenapa semua bisa tau tentang hal ini? Dan kenapa semua orang gak mau denger penjelasanku dulu sih?!” gerutu Eunhyuk dengan kesal.

“Sabar, hyuk. Aku akan membantumu,” kata Donghae sambil menepuk pundak Eunhyuk pelan.Eunhyuk hanya terdiam.

          YYYYYYYYYY

          Hari hari pun berlalu. Tidak ada komunikasi apapun antara Eunhyuk dan Eunra. Tadinya Eunhyuk terus mencoba untuk menjelaskan pada Eunra apa yang sebenarnya terjadi, tapi Eunra sama sekali tidak mau mendengarnya. Sepertinya Eunra sudah sangat benci pada Eunhyuk. Akhirnya Eunhyuk pun menyerah.

Suatu hari, Leeteuk, Donghae, dan Heechul kasihan melihat keadaan Eunhyuk yang makin jadi berandalan setelah Eunra membencinya. Mereka pun berencana untuk memperbaiki keadaan dengan kembali meyakinkan Eunra dan teman-temannya kalau sebenarnya Eunhyuk tidak bersalah.

Saat jam pulang kampus, kebetulan Donghae, Leeteuk, dan Heechul melihat WooKyung dan KyuCheon di gerbang kampus. Jadi, mereka bertiga bermaksud untuk menjelaskan semuanya pada mereka sekarang.

“Eunkyung, Ryeowook, Cheonsa, Kyuhyun,” panggil Donghae.

“Mau apa kalian?” tanya Eunkyung dengan sinis.

“Kita mau jelasin tentang masalah Eunhyuk dan Eunra,” jawab Leeteuk.

“Kami gak perlu denger penjelasan apapun lagi,” kata Kyuhyun ketus.

“Tolong, kami bener-bener bermaksud baik kok. Kami cuma mau ngasih tau faktanya,” kata Heechul dengan sungguh-sungguh. WooKyung dan KyuCheon saling berpandangan.

“Baiklah, apa yang ingin kalian jelaskan? Kami tak punya banyak waktu,” kata Cheonsa.

“Jadi gini, awalnya, emang Eunhyuk yang nyuruh Heechul untuk menyewa preman untuk menghabisi Eunra 2 hari lagi. Nah, pas preman-preman yang disewa Heeechul itu udah siap untuk menghabisi Eunra, Eunhyuk malah berniat buat ngebatalin semuanya,” jelas Donghae.

“Eunhyuk berulang kali sms dan telpon Heechul, tapi karena Heechul ada hal yang harus dilakukan, jadi Heechul mengabaikan tepon dari Eunhyuk. Setelah berulang kali Eunhyuk mencoba menghubungi Heechul, Heechul pun mengangkat telponnya,” jelas Leeteuk.

“Pas aku angkat telponnya, Eunhyuk nyuruh aku buat batalin semuanya. tapi aku bilang gak bisa karena semua preman udah stand by di tempat dan udah gak bisa dibatalin lagi. Hm, mungkin kalian gak percaya sama omongan kami, tapi aku punya buktinya,” jelas Heechul sambil menyodorkan handphone nya untuk menunjukkan sms-sms dari Eunhyuk.

“Terus, Eunhyuk berusaha buat maksa Eunra untuk pulang sama dia, karena dia mau ngelindungin Eunra dari preman-preman itu, tapi Eunra menolaknya,” kata Donghae.

“Eunhyuk pun mengikuti Eunra yang bersikeras untuk pulang sendiri. Nah terus Eunhyuk liat kalo Eunra lagi berhadapan sama preman-preman. Terus Eunhyuk nyelametin Eunra dari preman-preman itu,” kata Leeteuk.

“Eunhyuk nyelamatin Eunra itu bukan karena mau bikin Eunra kagum sama dia. Tapi dia emang tulus nyelamatin Eunra,” kata Heechul. WooKyung dan KyuCheon menghela napasnya.

“Beneran gak ada niat jahat lain?” tanya Wookie memastikan. Teuk, Hae, dan Chul mengangguk dengan mantap.

“Serius?” tanya Kyu.

“Sumpah deh. Kita gak boong,” kata Teuk, Hae, dan Chul sambil membentuk huruf V dengan tangannya. WooKyung dan KyuCheon berunding sebentar.

“Geurae, kami percaya dengan cerita kalian. Tapi sepertinya Eunra udah bener-bener sakit hati sama Eunhyuk,” kata Eunkyung.

“Apa dia beneran gak mau maafin Eunhyuk?” tanya Leeteuk. Semuanya hanya mengangkat bahunya.

“Hm, maaf, tapi apa kalian mau bantu kita?” tanya Donghae.

“Bantu apa?” tanya Cheonsa.

“Bantu buat Eunra percaya lagi sama Eunhyuk. Karena sepertinya Eunhyuk itu udah sayang sama Eunra,” kata Heechul.

“Eotte? Aku sih terserah Kyu oppa aja,” kata Cheonsa. Kyu tampak berpikir.

“Geuraeyo, asalkan gak bikin Eunra sakit nantinya,” kata Kyuhyun sambil tersenyum. Leeteuk, Donghae, dan Heechul tersenyum lega.

“Waah, gomawo ya, semuanya. Eunhyuk pasti seneng,” kata Donghae sambil  tersenyum dan membungkukkan badannya.

“Ne, tapi kalian jangan kasih tau Eunhyuk dulu kalo kita udah percaya sama dia,” kata Wookie.

“Kenapa emang?” tanya Leeteuk.

“Gapapa, Cuma mau ngetes dia dulu aja,” jawab Wookie.

“Oh, baiklah. Sekali lagi gomawo ya, semuanya. Kami duluan ya. Annyeong,” kata Donghae sambil tersenyum lalu berjalan pergi diikuti oleh kedua temannya.

YYYYYYYYYY

          Keesokan harinya di rumah Eunra.

“Pagi, dongsaeng,” sapa Kyuhyun pada Eunra.

“Pagi, oppa. Ini sarapannya,” jawab Eunra sambil meletakkan sepiring spaghetti di meja makan.

“Hm saeng, kemaren Donghae, Leeteuk, sama Heechul udah ngejelasin semuanya ke aku, dan ternyata emang Eunhyuk gak salah,” kata Kyu pada Eunra.

“Oppa percaya sama mereka? Bisa aja mereka boong,” ujar Eunra pelan.

“Mereka punya buktinya, saeng. Waktu itu Eunhyuk emang bener-bener mau nyelamatin kamu,” kata Kyu meyakinkan Eunra.

“Terus? Maksud oppa aku harus baikan sama Eunhyuk? Gak akan,” kata Eunra dengan sinis.

“Bukan gitu, saeng. Kan kasian Eunhyuk udah nolongin kamu, tapi kamunya malah kayak gini,” kata Kyu dengan sabar.

“Oppa kenapa sih? Kenapa jadi belain Eunhyuk? Pokoknya aku gak akan mau baikan sama dia,” kata Eunra lalu berjalan keluar ruang makan. Kyu hanya menghela napasnya. lalu setelah Kyu selesai sarapan, ia dan Eunra pergi ke kampus.

Sesampainya di kampus.

“Gomawo, oppa,” kata Eunra sambil tersenyum kecil.

“Cheonmane, saeng. Hm nanti kamu pulang sendiri ya, soalnya aku ada acara di kampus. Gapapa kan, Eunra?” kata Kyuhyun.

“Ne, gwenchana, oppa,” kata Eunra.

“Ok, aku pergi dulu ya, saeng. Saranghae,” kata Kyu lalu memakai helmnya.

“Nado saranghae,” kata Eunra. Kyu pun memacu motornya pergi.

Jam 9 malam, Eunra baru selesai dengan tugas-tugas kuliahnya. Ia berjalan keluar kampusnya dengan lemas karena kelelahan. Jalanan di depan kampus Eunra sudah sangat sepi. Tak ada taksi yang lewat.

“Duh, gimana caranya aku pulang?” gumam Eunra. Eunra merogoh tasnya untuk mengambil hand phone nya, tapi Eunra tak menemukannya.

“Aigoo~ aku lupa bawa hand phone. Gimana dong?” gerutu Eunra entah pada siapa. Eunra memutuskan untuk berjalan kaki ke halte bus yang lumayan jauh dari kampusnya. Tiba-tiba ada seseorang dengan motornya berhenti di depan Eunra.

“Eunra,” panggil orang itu sambil membuka helmnya. Ternyata orang itu dalah Eunhyuk. Eunra tidak mempedulikannya dan terus berjalan meninggalkan Eunhyuk. Eunhyuk pun turun dari motornya dan mengejar Eunra.

“Kau mau kemana?” tanya Eunhyuk sambil menahan tangan Eunra.

“Ke halte bus,” jawab Eunra datar.

“Percuma. Udah gak ada bus lagi,” kata Eunhyuk. Eunra hanya terdiam. Lalu Eunhyuk menarik tangan Eunra dan berjalan ke motornya.

“Ayo, naik!” suruh Eunhyuk yang sudah naik di motornya. Eunra terdiam.

“Cepetan naik! Udah mau ujan,” kata Eunhyuk. Akhirnya Eunra naik ke motor Eunhyuk. Lalu Eunhyuk  memacu motornya pergi. Di tengah-tengah perjalanan, hujan turun sangat deras.

“Ya! Cari tempat berteduh,” kata Eunra sambil menutupi kepalanya dengan tasnya.

“Hujannya gak akan berhenti juga kalo kita berteduh. Udah terlanjur basah juga,” kata Eunhyuk. Eunra terdiam, dia kedinginan banget sekarang.

“Ambil jaket di tasku,” suruh Eunhyuk pada Eunra. Eunra pun mengikuti perintah Eunhyuk.

“Ini..” kata Eunra sambil memberikan jaket yang diambilnya pada Eunhyuk.

“Kamu aja yang pake,” kata Eunhyuk.

“Tapi kamu..” belum selesai Eunra berbicara, Eunhyuk sudah memotongnya.

“Pake aja. Aku gak mau disalahin lagi karena ngebiarin kamu keujanan terus sakit,” kata Eunhyuk. Akhirnya Eunra memakai jaket Eunhyuk.

“Sekarang, tolong lepasin helm ku,” kata Eunhyuk. Eunra pun melepas helm Eunhyuk.

“Pake helmnya, biar kamu gak makin keujanan,” kata Eunhyuk dengan datar.

“Tapi nanti kamu keujanan,” kata Eunra.

“Aku gapapa. Cepet pake,” kata Eunhyuk. Eunra pun memakai helm Eunhyuk. Sebenarnya Eunhyuk juga kedinginan. Jadi, ia menarik tangan Eunra dan melingkarkannya di pinggangnya. Eunra mengerti apa maksud Eunhyuk, jadi ia memeluknya agar Eunhyuk tidak kedinginan. Eunhyuk tersenyum.

Beberapa saat kemudian, Eunhyuk dan Eunra sampai di rumah Eunra.

“Cepatlah masuk,” kata Eunhyuk. Eunra mengangguk lalu melepas helm Eunhyuk dan mengembalikannya. Eunhyuk pun segera menyalakan motornya dan bersiap untuk pergi.

“Tunggu! Gomawoyo Eunhyuk-ssi,” kata Eunra sambil tersenyum. Eunhyuk mengangguk dan tersenyum. Lalu Eunra berjalan masuk ke rumahnya.

“Ehm, ehm, asik deh yang abis dianter pulang sama King of Dance,” goda Kyuhyun sambil tersenyum jail.

“Cuma kebetulan oppa,” kata Eunra.

“Yaa, tapi tetep seneng kan, saeng?” kata Kyuhyun.

“Iya.. eh, ngga kok. Biasa aja,” kata Eunra lalu berjalan ke kamarnya.

YYYYYYYYYY

          Hari  hari pun berlalu. Eunra semakin bingung dengan perasaannya. Semakin lama, Eunra perasaan benci Eunra pada Eunhyuk semakin berkurang. Eunra dan Eunhyuk memang masih jarang berbicara, tapi entah kenapa, Eunra menjadi senang tiap bertemu dengan Eunhyuk.

Sementara itu, Eunhyuk semakin yakin 100% kalo dia memang sudah sangat menyayangi Eunra. Dan akhirnya, dengan dukungan dari Donghae, Leeteuk, Heechul, WooKyung, dan KyuCheon, Eunhyuk berniat untuk membuat hal spesial untuk Eunra hari ini.

Jam 7 malam, Eunra sedang berdiam diri di kamarnya. Oppa nya sedang pergi jalan-jalan dengan Cheonsa. Jadi, Eunra sendirian di rumah. Ketika Eunra sedang asik dengan laptopnya, tiba tiba ada yang mengetuk jendela kamarnya. Karena Eunra penasaran, Eunra membuka jendelanya.

“Ya! Eunhyuk-ssi, apa yang kau lakukan?” Eunra kaget saat melihat Eunhyuk yang sedang duduk di cabang pohon apel yang tepat berada di depan jendela Eunra.

“Aku mau ketemu kamu,” jawab Eunhyuk dengan polos.

“Kenapa gak lewat pintu depan?” tanya Eunra.

“Aku udah mencet-mencet bel daritadi, tapi gak ada yang bukain. Yaudah, aku lewat sini aja,” kata Eunhyuk. Eunra menghela napas.

“Ada perlu apa kesini?” tanya Eunra.

“Kamu masih marah sama aku?” tanya Eunhyuk. Eunra bingung mau jawab apa.

“Yaa, sebenernya aku masih agak kesel sama kamu. Tapi yaudahlah, aku udah lupain semua,” kata Eunra pelan.

“Jadi intinya, kamu udah gak marah kan?” tanya Eunhyuk memastikan. Eunra menggeleng pelan. Eunhyuk tersenyum lega.

“Hm, Eunra, jalan yuk!” kata Eunhyuk. Eunra tampak berpikir.

“Geurae. Eh, bentar, kali ini kamu gak ngerjain aku kan?” tanya Eunra.

“Nggak kok, Eunra. Aku udah tobat tau,” jawab Eunhyuk sambil tersenyum.

“Baiklah, aku ganti baju dulu. Kamu tunggu di depan aja,” kata Eunra dan hendak menutup jendela kamarnya.

“Eh, tunggu! Kamu pake baju ini ya,” kata Eunhyuk sambil menyerahkan sebuah tas berisi dress. Eunra mengangguk dan menerima tas itu, lalu menutup jendela kamarnya. Eunhyuk pun segera turun dari pohon apel dan menuju ke depan rumah Eunra.

15 menit kemudian, Eunra keluar dari rumahnya. Ia mengenakan dress berwarna pearlscent blue pemberian dari Eunhyuk, lalu ia mengenakan flat shoes berwarna putih. Eunra terlihat sangat manis malam ini.

“Tai Wan Mei~” gumam Eunhyuk sambil menatap Eunra.

“Ya! Kenapa kau?” tanya Eunra yang merasa risih diliatin Eunhyuk seperti itu.

“Anni. Baju itu pas banget untuk kamu,” kata Eunhyuk sambil tersenyum. Eunra tersenyum.

“Ayo kita berangkat!” kata Eunhyuk sambil membukakan pintu mobilnya. Lalu mereka pun berangkat.

“Kita mau kemana sih? Kok jauh banget?” tanya Eunra. memang sudah 30 menit mereka menempuh perjalanan, tapi belum sampai juga.

“Bentar lagi sampe kok,” kata Eunhyuk. Beberapa saat kemudian, Eunhyuk menghentikan mobilnya.

“Kita sudah sampai,” kata Eunhyuk lalu keluar dari mobilnya diikuti olah Eunra.

“Ini di mana? Kok bagus banget tempatnya?” tanya Eunra sambil menatap ke sekelilingnya.

“Ini namanya Everlasting Land,” kata Eunhyuk.

“Kenapa namanya Everlasting Land?” tanya Eunra.

“Karena dari dulu sampe sekarang tanah ini masih keren kayak gini. Dan semoga selamanya akan kayak gini,” kata Eunhyuk. Eunra hanya membulatkan mulutnya.

“Ikut aku yuk!” ajak Eunhyuk lalu menarik tangan Eunra. Mereka pun berjalan menuju padang rumput yang sangat luas. Dan di sana ada sebuah balon udara yang sudah siap untuk terbang.

“Ayo naik!” ajak Eunhyuk. Sebenernya Eunra takut ketinggian, tapi dia malu bilang ke Eunhyuk. Jadi, Eunra terpaksa naik ke balon udara itu. Eunhyuk pun mulai menerbangkan balon udara yang ia naiki. Eunra menutup matanya dengan kedua tangannya.

“Kenapa, Eunra?” tanya Eunhyuk. Eunra hanya terdiam. Lalu, Eunhyuk menarik tangan Eunra yang ia gunakan untuk menutup matanya.

I can show you the world

Shining, shimmering, splendid

Tell me princess now when did you last let your heart decide

I can open your eyes, Take you wonder by wonder

Over sideways and under, On a magic carpet ride

A whole new world

A new fantastic point of view

          No one to tell us no, Or where to go

          Or say we’re only dreaming

Suara Eunhyuk terdengar sangat indah di telinga Eunra. Walaupun suara Eunhyuk tak begitu merdu, tapi itu mampu membuat Eunra tenang. Eunra pun membuka matanya perlahan.

“Gwenchanayo?” tanya Eunhyuk pelan.

“Gwenchana,” jawab Eunra. Walaupun Eunra sudah merasa agak tenang, tapi tangannya masih menggenggam tangan Eunhyuk denga erat. Eunhyuk mengacak rambut Eunra pelan.

“Eunra, liat kebawah deh,” kata Eunhyuk. Eunra memberanikan diri untuk melihat ke bawah. Ternyata di bawah ada sebuah danau yang tidak terlalu besar. Di tengahnya terdapat lilin-lilin yang tersusun rapi membentuk tulisan 2Eun. Di sekeliling danau terdapat kebun bunga yang sangat indah.

“Waah, it’s wonderful~” kata Eunra sambil terus menatap danau di bawahnya. Sekarang Eunra udah lupa sama ketakutannya tadi.

“Kamu suka?” tanya Eunhyuk. Eunra mengangguk.

“Aku masih punya hadiah lagi untuk kamu,” kata Eunhyuk.

“Hadiah apa?” tanya Eunra. Eunhyuk mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

“Ini,” kata Eunhyuk sambil  menunjukkan sebuah kalung yang simple. Cuma terbuat dari seutas benang berwarna biru dengan bandul berbentuk ♫ dan ada nama Eunra di bawahnya. Bandul itu hanya terbuat dari pahatan kayu.

“Ini aku bikin sendiri kalungnya, maaf ya kalo cuma ini yang bisa aku kasih, tapi aku harap kamu suka,” kata Eunhyuk pelan sambil memasangkan kalung itu di leher Eunra. Eunra tersenyum.

Balon udara Eunhyuk masih membawa mereka berdua terbang mengelilingi Everlasting Land. Mereka menikmati pemandangan di sekitar Everlasting Land sambil bersenda gurau. Malam ini terasa sangat menyenangkan bagi Eunhyuk dan Eunra.

“Eunhyuk-ssi, gomawoyo udah ngajak aku jalan-jalan hari ini,” kata Eunra sambil menyandarkan kepalanya di pundak Eunhyuk.

“Cheonmaneyo. Aku akan ngelakuin apapun dengan senang hati kalo itu untuk yeoja yang ku sayang,” kata Eunhyuk sambil tersenyum. Eunra tertegun.

“A..apa?” tanya Eunra yang kaget mendengar ucapan Eunhyuk.

“Hm, mungkin kamu gak percaya kalo aku, seorang Lee Hyukjae yang egois dan childish bisa sayang sama yeoja yang pernah ku benci,” kata Eunhyuk sambil tersenyum tipis. Eunra hanya terdiam.

Never tought that I fallin’ love, love, love, love

But it grew from a simple crush, crush, crush, crush

Being without you girl I was all messed up, up, up, up

When you walked out said that you have enough, ‘nough, ‘nough, ‘nough

Been a fool girl I know

Didn’t expect this is how things would go

Maybe in time, you’ll change your mind

Now looking back, I wish I could rewind

Because I can sleep ‘till you next to me

No, I can live without you, no more

Oh, I stay up ‘till you next to me

‘till this house feels like it did before

Feels like insomnia aaa~

Suara Eunhyuk kembali mampu membuat Eunra terhipnotis.Tanpa sadar, Eunra tersenyum sangat manis sambil menatap Eunhyuk dengan kagum.

“Saranghae, Eunra-ah,” kata Eunhyuk sambil menarik Eunra dalam pelukannya.

“Nado.. saranghae, Eunhyuk-ssi,” Kata Eunra sambil membalas pelukan Eunhyuk. Tiba-tiba Eunhyuk dan Eunra dikagetkan dengan suara letusan kembang api yang tepat berada di depan mereka.

“Hey, 2Eun couple! Chukhae yaa!!” teriak KyuCheon, WooKyung, 2Hae, Leeteuk, dan Heechul dari bawah.

“Ya! 2Eun! Ayo turun!” teriak Heecul dan Leeteuk. Eunhyuk pun mendaratkan balon udaranya.

“Ciyee Dancing King sama Dancing Queen udah akur lagi,” kata Kyuhyun.

“Hehe, gomawoyo, ini karena bantuan kalian semua,” kata Eunhyuk.

“Asik ya yang udah punya couple semua,” gerutu Leeteuk.

“Kan kamu udah punya couple juga,” kata Donghae.

“Siapa?” tanya Leeteuk.

“Lady HeeHee,” jawab Wookie diikuti tawa dari yang lainnya. Leeteuk hanya menggembungkan pipinya.

“Hm, 2Eun, bagaimana perasaan kalian hari ini?” tanya Heechul yang tiba-tiba bergaya seolah-olah dia adalah wartawan infotaiment. Eunhyuk dan Eunra saling berpandangan lalu tersenyum.

“Yaa seneng,” jawab Eunhyuk dan Eunra singkat.

“Cuma gitu aja?” tanya Heechul.

“Yaa intinya, aku seneng. Karena di sini, di Everlasting Land, aku bisa dapet Everlasting moment, Everlasting Friends, and Everlasting Love. Ya kan, jagi?” kata Eunhyuk sambil merangkul Eunra.

“Ne, Eunhyuk-ssi,” jawab Eunra.

“Ya! Aku ini namjachingu mu. Panggil aku oppa atau jagi,” suruh Eunhyuk. Eunra mengangguk dan tersenyum.

THE END

28 thoughts on “Naui Bad Boy part 2

  1. Ye ye ye ye,, 2Eun bersatu!!! :) *ayu kyu jagi qt jg bersatu* kekeke~

    bwt after story’a donk! I like it!
    So sweety bgt kunyuk oppa nyanyi *menerawang*,, uooooo DAEBAK!!!!!! ^^d

    Pko’a bgus bgt deh >0<

    • Wah sayangnya kyu oppa udah punya couple tuh hehe..
      Hmm, after storynya nanti aku bikin kalo banyak yg request yaa^^

      Gomawo chingu udah read dan comment :)

  2. Aku first ga ya?? smga first~~ akhr.a d post jga ya part 2.a .. aku ga bnyk omonglah yg pntg ff.a bgs,kyu jd baik bgd ya haha (gara2 cheonsa th#plak) good luck ya un.a (aku jga^^)

    • Iya unn, saya sudah menunggu lamaaaa sekali #lebay
      Hehe sekali kali gt image nya Kyu jadi baik..
      Amiiiin, semoga UN kita lancar~

      Gomawo unn udah meramaikan ff saya yang sepi ini huhu (?)

    • Hehe makasih makasih :) boleh deh kalo ada yang mau buatin dramanya hehe #ngarep
      Gomawo chingu udah read and comment ^^

  3. Mwo !!
    The End ??
    Aish. . . .
    Tp mw d.kta apa Eunhyuk&Eunra akhr.x bersatu jd 2Eun,
    hhe
    ‘Hae oppa! Kpn qta brsatu jdi 2H ??’
    gkgkgkgk. . .

    Keren chingu. . .
    Emm. . .
    After story ya ??
    Mau dunk baca

  4. Hehe iya dong, 2eun selalu bersatuuu #gaje
    After storynya nanti ya abis aku UN hehe :)
    Gomawo chingu udah baca daan komen ffku ^^

  5. @minkijaeteuk : hehe iya dong, 2eun emang selalu sosweet #plak
    sekali kali pengen bikin image kyu jadi angel hehe..
    gomawo udah read and comment :)

  6. uwwaaa.. hyuk so sweet amat..
    kalo aku jadi eunra, udah kagak bisa nafas gw!!
    suka banget sama ending nya!!
    semuanya bahagia.. ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s