10

[Freelance] Fate {PROLOG}

Fate

Sebelumnya uda di post : http://ourfanfictionhouse.wordpress.com/

Author : Wellkyu a.k.a Wella

Genre : Romance

Tags : Siwon, Kyuhyun, Super Junior

~ 03 Februari 1987 ~

Tagisan seorang bayi mungil membahana dalam rumah kecil itu, telah lahir seorang putra yang belum ternodai oleh apapun, belum ada coretan dalam lembaran hidupnya. Bayi yang dikirim dari surga itu menangis dalam dekapan ibunya, malam hujan dingin itu ia lahir dari rahim seorang wanita bernama Cho Sun Mi.

Seorang pria dengan lega menunggu diluar, menunggu kabar yang akan disampaikan bidan padanya, menunggu kepastian keadaan anaknya. Ada perasaan senang yang menggelitik kalbunya, namun rasa sedihnya tidak kalah menghantui dirinya. Bayi itu anaknya, namun perempuan yang melahirkan putranya itu bukan istrinya, istrinya dirumah sedang menunggunya pula.

Ia merasa bersalah, pada istrinya, pacarnya, dan terutama anak-anaknya. Ini anak keduanya namun tentu saja dari wanita yang berbeda, wanita yang sama-sama dicintainya.

“Tuan anak anda sudah lahir, seorang putra yang gagah dan tampan, mirip sekali dengan tuan” seorang gadis muda membuyarkan lamunan pria itu

“Laki-laki ternyata…. Boleh aku melihatnya?” dengan senyum lelaki itu memandang bidan yang membantu ‘pacar’nya melahirkan anaknya

“Tentu saja, silahkan” gadis itu berjalan memberi jalan masuk untuk masuk kedalam kamar sempit yang menjadi saksi bisu kejadian malam itu

Pria itu masuk kedalam kamar itu namun ia tidak berani menyapa wanita yang sedang menyusui anaknya itu, wanita yang amat sangat dicintainya namun tidak bisa dimilikinya. Ia merasa tidak pantas masuk kedalam hidup wanita itu, wanita yang begitu baik, wanita yang telah menghiasi hidup datarnya, wanita yang tidak mungkin bisa bahagia bersamanya.

“Oppa….” Wanita itu memanggil pria yang berdiri mematung memandang bayi mungil dalam dekapannya itu

“Gomawo kau sudah melahirkan anakku” pria itu tersenyum dan berjalan mendekatinya

Continue reading

20

Grave Diggers [1]

Grave Diggers [1]: Yonghwa
Main Character(s): CN Blue
Other character(s): Super Junior, Kara
Genre: friendship, angst, tragedy
Rating: R, untuk kekerasan, obat-obatan, kehidupan malam, dsb.

Inpired by CN Blue’s Intuition.
Masterlist

 

Awalnya pedih. Tiap teriakan berdenging di telinganya, tiap makian menghujam jantungnya seperti puluhan pisau. Seperti tenggelam dalam laut dalam, kakinya seolah tak berpijak. Sesak. Sesak. Dan yang bisa ia lakukan hanyalah menutupi wajahnya dengan bantal, berteriak sekeras-kerasnya. 

***

Continue reading

28

Naui Bad Boy part 2

Naui Bad Boy part 2 (Special Eunhyuk Birthday)

Title              : Naui Bad Boy part 2 (Special Eunhyuk Birthday)

Author                    : Tanayuki

Main Cast     : –    Lee Hyukjae

–        Cho Eunra

–        Cho Kyuhyun

–        Lee Donghae

Support Cast : –    Kim Heechul                        –    Park Jungsoo

–        Park Cheonsa                      –    Lim Eunkyung

–        Kim Ryeowook                     –    Jung Jessica

Rating           : PG-14

Genre           : Romance, Friendship

Annyeong.. Ini lanjutan ffnya. Mian yaa kalo gak jelas. Di tunggu kritik dan sarannya. Gamsahamnida J

YYYYYYYYYY

“Pergilah..” kata Eunhyuk sambil menahan sakit dan menghindari pukulan-pukulan yang mengarah padanya.

“Bagaimana denganmu?” tanya Eunra. Sebelum Eunhyuk sempat menjawabnya, seorang namja mampu mendaratkan tendangannya di perut Eunhyuk yang membuat Eunhyuk terjatuh. Lalu ada seorang namja berbadan kekar yang membawa sebatang kayu besar dan langsung memukulkan kayunya ke punggung Eunhyuk.

“Argh!” Eunhyuk mengerang kesakitan. Darah segar langsung bercucuran keluar dari hidung dan mulut Eunhyuk. Eunra tak kuat melihat semuanya. Dengan cepat, Eunra menghubungi oppanya.

“Oppa, cepat datang ke belakang kampus ku,” kata Eunra sambil terisak.

“Kau kenapa, saeng?” tanya Kyu dengan panik.

“Tak ada waktu untuk cerita, oppa cepat ke sini,” pinta Eunra.

“Geuraeyo. Tunggu aku,” kata Kyu lalu mentup telponnya dan segera melesat ke kampus Eunra. 10 menit kemudian, Kyu datang bersama polisi yang langsung mengamankan keadaan di sana. Setelah cukup aman, Eunra langsung menghampiri Eunhyuk yang sudah tak sadarkan diri. Eunra mendekatkan wajahnya ke wajah Eunhyuk, berharap ada hembusan napas yang menyentuh pipinya. Tapi Eunra tak merasakan itu.

“Oppa, dia.. gak bernapas..” kata Eunra masih terus menangis. Kyuhyun kaget banget.

Continue reading

11

[Freelance] I Hate My Hubby part 8

Title    : I hate My Hubby

Author : Kim Yurii

Length : Short Chaptered

Genre  : Sugary Sweet (romance)

Rating : All ages *tua muda kakek nenek juga boleh hha

Main Cast

  • Kim ki bum as Key
  • Choi Minho as Minho
  • Park Eunhye as Eunhye
  • Jung Yura as Yura

————————–

“Key, au pasti sangat Lelah, apakau juga akan merasa lelah karena menjagaku?” Yura beranjak dari ranjangnya dan mendekat perlahan kearah Key, wajahnya yang namak begitu lelah dan tertekan, luka ditangannya juga beberapa bagian wajahnyapun terlihat memar mungkin akibat suatu perkelahian.

“Eunhye, jeongmal mianhae, jeongmal mianhae,.” Key, apa banar kau mencintai gadis itu? Tapi aku sungguh masih mencintaiku, wae? Bagaimana bisa kau melupakanku key,

Maafkan aku karena kesalahanku 2th yang lalu, tapi sungguh aku tak benar-benar ingin melupakan,u waktu itu, aku bahkan terus bertahan untuk bisa bertemu denganmu.hiks, hiks.

Hari itu tanpa key sadari seorang gadis cantik yang sedang sakit terus menangis disampingnya. Menyadari betapa bodohnya dirinya hingga orang yang begitu ia cintai berpaling pada orang lain, bahkan terus terluka demi gadis lain.

Continue reading

13

[Freelance] Dark From Heaven part 3

 

Title                 :: Dark From Heaven Part 3

Author                        :: MirrelLia

Main Cast       :: Cho Kyuhyun Super Junior, Shin Ha Kyo

Support Cast  :: Leeteuk,

Rating             :: PG 13

Genre              :: Fantasy Romance

Warning          :: Typo bertebaran di mana-mana hahaha.

Ps                    :: FF ini udah pernah di publish diblog pribadi aku https://anamie.wordpress.com/ dan FF ini ada 4 part dengan judul yang berbeda-beda.

Disclaim          :: This real my imagination. Please don’t sue me!!

 

Bagimu aku adalah angin yang di hembuskan bumi

Bagimu aku adalah jejak pasir yang akan di hempaskan oleh ombak

Dan bagimu aku adalah jiwa rapuh yang tak berguna

Layaknya seutas tali yang tak pantas di satukan…

Chapter I #Mistake# [Kyuhyun POV]

               Karena kau hidup Mirrelle-ssi. Ah, tidak. Kesalahanmu karena kau bernafas dengan raga gadis yang kucintai.

Kata-kata yang ku lontarkan pada Mirrelle dua hari yang lalu masih saja terngiang jelas di pikiranku. Entah mengapa saat itu aku benar-benar sudah muak melihatnya. Aku tak sanggup jika harus berada di sampingnya lebih lama. Aura yang ia punya hanya membuatku sakit karena menyadarkanku bahwa gadis yang kucintai jiwanya sudah tiada.

Jika kau menganggap diriku aneh, tak masalah. Aku begitu mencintai gadis itu namun aku tak bisa menggapainya lagi. Ia terlalu jauh untuk ku  jangkau karna aku tak lagi bisa melihatnya. Salah. Aku tak bisa merasakan sosoknya. Ya, aku bisa melihatnya. Aku bisa saja menyentuh dan merengkuhnya dalam pelukanku jika saja aku mau. Namun itu bukan dia. Hanya tubuhnya, hanya sosoknya yang masih ada. Aku tak peduli jika ia memiliki ingatan dari gadisku, tapi bagiku ia hanya Elf jahat. Ia pasti menginginkan dirinya menjadi manusia, dan kesalahan terbesar adalah ia menjadi manusia dengan raga Ha Kyo.

“Kyuhyun-ah, Teuki hyung ingin berbicara denganmu.” Kata Sungmin hyung sambil melongokkan kepalanya di balik pintu kamar. Aku memang tidak memiliki kegiatan hari ini dan sejak tadi pagi aku hanya menghabiskan waktuku dengan bermain game di dalam kamar. Aku enggan sekali untuk sekedar mengobrol dengan yang lain, karena jujur saja suasana hatiku sedang memburuk.

“Suruh saja dia masuk. Lagipula sejak kapan masuk ke kamar ini butuh izin dariku.” Tukasku kasar, bahkan berbicara dengan Sungmin hyung pun tidak membuatku sedikit lebih sopan.

“Tinggalkan kami berdua.” Tiba-tiba Teuki hyung sudah masuk dan menyuruh Sungmin hyung keluar. Ia berjalan menghampiriku yang tengah duduk di tepi kasur sambil mengenggam psp milikku.

“Apa ini tujuan hidupmu ketika menjadi manusia?” tanyanya parau, aku mengerti ia sedang menahan amarahnya terhadapku.

“Aku tidak mengerti maksudmu.” Jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari layar psp.

“Nyatanya kau tetap menjadi seorang iblis yang tak memiliki perasaan. Setelah ku pikir-pikir kau tak pantas menjadi manusia sedikitpun.”

“Jika ini berkaitan dengan Mirrelle, aku tak ingin membahasnya. Dan nyatanya sekarang aku sudah menjadi manusia.” Tukasku sengit. Aku melemparkan psp ku ke atas kasur lalu berjalan menuju lemari pakaian. Aku benar-benar tak ingin menatap wajah Teuki hyung.

“Kau melakukan kesalahan Kyuhyun-ah. Kau salah jika menganggap ia menjijikkan. Dan seseorang sepertimu tidak pantas mengucapkan kata itu di depan seorang gadis.” Katanya lagi  dan kini darahku mulai mendesir menahan marah.

“Kenapa kau terus membelanya? Aku hanya tak suka jika ia berada di dekatku. Itu membuatku sulit bernafas dan sangat menyakitkan. Ia hanya mengingatkanku pada Ha Kyo.”

“Dia memang SHIN HA KYO, Kyuhyun-ah!!!” teriak Teuki hyung membuatku refleks menoleh padanya. Ia menangis. Untuk ke sekian kalinya aku melihat ia menangis karenaku.

“Kau yang bilang hanya raganya yang tetap hidup.” Kataku melunak. Jujur saja melihatnya seperti itu juga membuatku sakit. Setidaknya ialah hyung yang selalu menjagaku.

“Kau benar-benar tak mengerti arti hidup. Kau membuat kesalahan Kyuhyun-ah, kau tidak bisa bersabar padahal ketika kau menjadi iblis kau begitu sabar mengumpulkan kepingan jiwa.”

“Tidak usah berbelit-belit hyung. Aku tahu apa yang ku lakukan dan ku pikir aku wajar jika aku berkata seperti itu.” kataku sambil mengambil sehelai kemeja putih lalu mulai mengenakannya.

“Sebentar lagi kau akan bertemu dengannya. Tapi sayang kyuhyun-ah, kau telah menyakiti hati dari gadis yang berjiwa murni. Kau akan mengalami beberapa kesulitan dalam hidupmu.” Kata Teuki hyung lalu berjalan ke arah pintu kamar hendak meninggalkanku.

“Apa maksudmu?” tanyaku heran. Kata-kata yang ia lontarkan terasa aneh di telingaku. Terlalu ambigu untuk aku mengerti.

“Kau akan mengerti seiring berjalannya waktu. Tapi sekali lagi ku tekankan, kau melakukan kesalahan Kyuhyun-ssi.” Ucapnya pelan namun berhasil membuat tubuhku bergetar, karena pertama kalinya ia memanggil namaku dengan sebutan formal. Ia benar-benar murka padaku.

***

Continue reading

15

Love, Mission, Betrayal [part 8/8 end]

By: NamHeeRin

Genre: action, romance

Tags : eunhyuk, heechul, hangeng, siwon, leeteuk, yesung, zhoumi [series]

-previous-

Setelah selesai menceritakan masa lalunya,Heerin pun terdiam, keempat pria juga merasa tak nyaman, karena kelakuan buruk mereka diceritakan ulang, meski sekarang Heerin sudah tak mempermasalahkannya lagi. Park Ajusshi lah yang memecah kesunyian.

”Baiklah, sekarang aku akan menceritakan asal mula aku memecahkan persahabatan kalian.” Ucap Park Ajusshi.

—–

“Hal ini bermula saat 3tahun lalu, tepatnya seminggu sebelum orangtuamu tewas.” Kata Park Ajusshi, yang mulai menceritakan panjang lebar.

(flashback)

Ruang kerja itu terlihat sunyi, hanya ada Park Ajusshi yang sedang sibuk dengan berbagai berkas di meja kerjanya. Lalu, terdengar suara pintu yang diketuk, dan dipersilakan masuk oleh Park Ajusshi, dan masuklah sesosok pria yang telah lama dikenal oleh Park Ajusshi, yaitu ayah Heerin, Zhoumi.

“Wah, tumben sekali kamu datang kemari, apa ada hal penting yang terjadi?”Tanya Park Ajusshi.

“Jungsoo-yaa, can you do me a favor? It’s really important for me, for my daughter’s future.” Kata Zhoumi sambil menyebut nama Park Ajusshi.

Melihat mimic serius Zhoumi, dan merasa bahwa hal yang akan dibicarakan benar-benar penting, Jungsoo pun memasang telinga dengan tajam dan berkata, “just tell me, I’ll do my best.”

“Aku tahu bahwa waktuku dan istriku sudah tak banyak lagi. Organisasi musuh sudah mengetahui keberadaan dan informasi tentang kami, hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka mendapatkan kami. Tolong jangan menyela, ini memang faktanya. Yang aku ingin kaulakukan untukku adalah menghancurkan persahabatan Heerin, dengan keempat sahabatnya.

“Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu. Aku bukannya ingin kau benar-benar menghancurkan hubungan mereka, aku ingin kau menguji keempat pria itu, apakah mereka benar-benar tulus dengan Heerin atau tidak, dan juga, apakah mereka akan mengorbankan segala yang mereka miliki demi Heerin. Jika kau telah melakukannya, dan suatu saat hubungan mereka membaik, lakukan lagi, berkali kali, sampai mereka tak memiliki keraguan untuk tetap bersama Heerin apapun yang terjadi. Aku ingin yang terbaik untuk anakku, seperti aku beruntung bertemu denganmu. Bisakah kau melakukannya?” jelas Zhoumi.

Setelah berpikir sejenak, dan menghirup napas, akhirnya Jungsoo berkata, “Baiklah, aku akan melakukannya. Lagipula aku sudah menganggap Heerin seperti anakku sendiri, dan aku ingin yang terbaik untuk anakku. Kapan kali pertama ini harus dilakukan?”.

“When my wife and I already passed away, which won’t be a long time since today. Thank you for you help, I’ll go.” Ucap Zhoumi.

Seminggu kemudian, Jungsoo mendapat kabar bahwa Zhoumi dan istrinya telah meninggal, dan ia tahu bahwa ini saatnya ia harus melakukan misinya. Dalam hati ia meminta maaf pada Heerin, sebelum ia menekan angka di telepon yang hendak ia hubungi.

“Hello, who’s there?”Tanya suara di seberang telepon.

“You don’t need to know me. I just want you and your friends to go away from the girl you be friend with, and be her big enemies.” Ucap Jungsoo.

“Apa-apaan ini? Kami tak akan terpengaruh oleh ancaman omongkosong darimu.”ucap suara di seberang.

“Ini bukan sekedar omong kosong, Siwon-ssi, aku bisa melakukan berbagai hal pada orangtua kalian jika kau dan temantemanmu yaitu Hangeng-ssi, Heechul-ssi, dan Eunhyuk-ssi,  tak menjauhi gadis bernama Nam Heerin. Jika kau perlu bukti, lihat ke arah taman di sebelah kananmu, dan kau tahu bahwa aku tak bercanda. Lakukan, dan kau harus tahu bahwa aku selalu memantau kalian.” Ucap Jungsoo lalu mematikan sambungan telepon.

Ia pun menekan tombol yang mengaktifkan bom kecil di taman di dekat keempat pria itu, dan melihat ekspresi mereka melalui kamera CCTV.

(end of flashback)

“Jadi, begitulah, Heerin-ah, sebenarnya aku dalang di balik kehancuran persahabatan kalian, namun aku bangga akhirnya kalian berhasil  melewati rintangan ini. Tolong maafkan aku Heerin-ah. Heerin?Apa yang terjadi? Mukamu begitu pucat.” Kata Park Ajusshi saat melihat Heerin.

Heerin hanya terus mencari barang di tasnya, namun sepertinya barang yang ia cari tak ada. Ia terlihat semakin panic, dan kelima pria lain disana mulai beranjak dari kursinya dan segera menghampiri Heerin.

“Heerin-ah, apa yang terjadi? Jawab aku!” seru Siwon panic.

Heerin terlihat hendak bangun dari kursi dan melangkah keluar ruangan, namun tiba-tiba ia tak sadarkan diri, beruntung Siwon dengan sigap menahan jatuhnya tubuh Heerin.

“Apa yang terjadi? Apa yang harus kita lakukan? Segera bawa ia ke rumah sakit!” ucap Heechul.

Eunhyuk terlihat agak syok, namun tiba-tiba ia teringat dengan Yesung, dan berharap semoga Yesung mengetahui apa yang terjadi. Ia segera menekan nomor telepon Yesung dan menghubunginya.

“Hello, apakah ini Yesung? Aku Eunhyuk, teman Heerin. Apa sebenarnya hubunganmu dengan Heerin? Tolong jawab dengan jujur, ini penting.” Ucap Eunhyuk.

Tak terdengar apapun dari ujung lain telepon, namun tak lama kemudian Yesung menjawab, “I’m her medicine’s supplier, and why do you say it’s important? Is there anything wrong with Heerin?”.

“Ah, syukurlah, berarti kau tahu apa yang harus dilakukan. Tadi tiba-tiba Heerin pingsan setelah mencari-cari benda di tasnya, mungkin obatnya. Apa yang harus kami lakukan?” Tanya Eunhyuk.

Yesung langsung terdengar panic begitu mengetahui bahwa Heerin pingsan. Yesung meminta Eunhyuk memeriksa kondisi Heerin, yang diserahkan pada Hangeng karena Eunhyuk tak terlalu ahli, sehingga Heerin ditidurkan di kamar terdekat dahulu. Setelah mendengar hasil beberapa pemeriksaan sederhana, suara Yesung terdengar makin panic.

“Her condition has been very serious, just take her to Superior Hospital and ask for a doctor named Lee Sungmin. He’ll know what to do. I’ll meet you there. Hurry up.” Ucap Yesung lalu segera mematikan hubungan telepon.

Mereka semua bergegas membawa Heerin ke rumah sakit yang dimaksud. Setibanya disana, mereka langsung menanyakan dokter tadi, namun susternya mengatakan bahwa sang dokter sedang sibuk. Eunhyuk bersikukuh memberitahu nama Heerin, dan dengan segera dokter itu menemui mereka di ruang UGD. Mereka pun dipersilakan keluar karena akan diadakan pemeriksaan lebih lanjut, dan di luar mereka bertemu dengan Yesung, yang langsung menghampiri mereka.

“I think it’s the time for you all to know the truth.” Ucap Yesung.

—–

“Apa yang harus kami ketahui? Cepat jelaskan semuanya.” Kata Heechul.

“Heerin mengidap penyakit yang sekilas seperti hemophilia, yaitu darah sukar membeku, namun menimbulkan rasa sakit jika penyakitnya mulai bereaksi, karena itu aku memberinya obat penahan rasa sakit.  Disebabkan oleh kelainan factor pembekuan, namun untuk lebih jelasnya belum diketahui, karena biasanya ini merupakan penyakit turunan, sedangkan orangtua Heerin tak ada yang mengidap penyakit yang sama. Penyakit ini juga belum memiliki cara penyembuhan yang tepat, bahkan untuk menghambat perkembangan penyakitnya saja tidak bisa.” Jelas Yesung.

“Why don’t you tell us earlier, when we first met?”Tanya Eunhyuk gusar.

“That’s not my decision whether to tell you guys or not, it’s Heerin’s.” jawab Yesung.

“Jadi maksudmu, kemungkinan Heerin untuk bisa sembuh tak ada?”Tanya Siwon pelan.

“Aku tak suka mengatakannya, tapi, ya. Sungguh sulit menutupinya, apalagi dengan jenis pekerjaan seperti ini, sehingga aku membuat julukan The Red Lady dan menyebarkannya.” Ucap Yesung.

“Apa maksud julukan itu?” Tanya Hangeng.

“Musuh-musuh Heerin berpikiran bahwa julukan itu berarti seorang wanita berdarah dingin yang sering membunuh hingga tubuhnya dipenuhi darah, dan aku bersyukur ada yang mengartikan begitu, karena tujuan sebenarnya supaya ketika orang-orang melihat Heerin mengeluarkan darah, mereka tak berpikir bahwa itu merupakan kelemahannya, yang bisa memperburuk pekerjaannya.

“Jika dilihat kira-kira 2-3tahun yang lalu, Heerin sering tiba-tiba mimisan atau terluka sedikit namun mengalami pendarahan yang banyak, karena ia belum atau jarang mengonsumsi obat yang kuberikan sekarang. Sekarang hampir tak pernah, dan kupikir karena keadaannya memang membaik, ternyata ia mengonsumsi obatnya dalam dosis berlebihan, sehingga darahnya tersumbat di dalam tubuh dan mengakibatkan penyakitnya berkembang makin parah.” Jelas Yesung.

“What can we do now?” Tanya Heechul.

“Kita semua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya.” Jawab Yesung pelan.

Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang UGD dan segera berjalan ke arah mereka, tanpa perlu menanyakan siapa keluarga pasien.

“Perkenalkan, saya Lee Sungmin, bisa dibilang saya merupakan dokter pribadi Heerin, karena saya, Yesung, dan Heerin telah kenal cukup lama.” Ujar dokter itu.

Keempat pria lainnya memperkenalkan diri masing-masing kemudian menanyakan kabar Heerin.

“Syukurlah, ternyata keadaannya tak seburuk yang diduga, meski tetap tergolong kritis. Ia hanya tibatiba colaps karena keadaan emosi yang tak stabil yang berlangsung agak lama, dan terkesan tak diduga, sehingga otaknya harus bekerja melebihi batas, memicu penyakitnya bereaksi. Tapi, sekarang kondisinya sudah lebih baik dan sudah sadar. Ia akan segera dipindahkan ke ruang rawat, kalian bisa memilih tipe ruangnya di administrasi. Untuk sekarang ia akan beristirahat dulu di ruang UGD.” Jelas Sungmin.

Setelah dipindahkan ke ruang rawat, Heerin masih tertidur, ditemani oleh Siwon, sedangkan Yesung berdiskusi dengan Sungmin, dan Eunhyuk Heechul Hangeng ada yang membeli makanan maupun membawa perlengkapan yang mungkin Heerin butuhkan. Saat Siwon sedang membelai lembut rambut Heerin, tiba-tiba Heerin membuka kelopak matanya perlahan.

“Syukurlah akhirnya kau sadar, bagaimana, apakah ada bagian yang sakit? Atau aku akan memanggil Sungmin untuk memeriksa keadaanmu, tunggu sebentar.”ucap Siwon, lalu segera beranjak dari kursi, tetapi Heerin menahan tangan Siwon, sehingga Siwon menoleh padanya.

“Jangan panggil dia dulu. I want to talk to you.” Ucap Heerin lemah, dikarenakan kondisinya belum terlalu baik.

Heerin pun melepaskan genggamannya ke tangan Siwon, lalu Siwon kembali duduk dan menatap Heerin.

“Kuanggap kau sudah mengetahui tentang penyakitku, dan dulu aku tak memberitahu kalian karena aku tak ingin dikasihani dan ingin hidup seperti biasa, meski sekarang sudah tak bisa. Aku juga tahu bahwa penyakitku tak dapat disembuhkan, maka aku tak berharap yang muluk-muluk. Siwon-ah, promise me something. After I die, find another woman to live with, and be happy with her.” Pinta Heerin.

“I can’t and won’t do that.” Jawab Siwon yakin.

“You need to, I want you guys to be happy, and I don’t want you all miss me like crazy.”ucap Heerin sambil bergurau.

“Kita lihat saja nanti, sekarang kau beristirahat dulu.” Kata Siwon tak ingin membahas hal itu lebih lanjut.

Siwon beranjak dari kursinya, mencium dahi Heerin, berlanjut ke kedua pipinya, kemudian ke bibirnya pelan, namun ketika Heerin bereaksi menyambutnya, ciuman itu pun berubah menjadi lebih dalam, dan akhirnya dihentikan oleh dehaman dari pintu. Siwon pun menegakkan tubuhnya, dan Heerin tersenyum malu ke arah ‘pengganggu’  mereka yang ternyata Sungmin diikuti Yesung.

“Kalian ini, ditinggal sebentar saja sudah begitu, bagaimana jika ditinggal seharian? Kasurmu hanya bisa untuk satu orang, Heerin-ah.” Sindir Sungmin.

“Apa yang kalian maksud? Kami tak mengerti. Ah, kau ingin memeriksa Heerin kan? Silakan kalau begitu, aku keluar sebentar.” Sahut Siwon pura-pura bodoh.

Siwon pun berjalan keluar, dan memberi sinyal ringan pada Yesung untuk mengikutinya. Yesung meminta izin pada Heerin untuk membeli minuman, kemudian keluar menuju Siwon yang sedang bersandar di dinding tak jauh dari kamar Heerin.

“How’s her condition?” Tanya Siwon.

“Tak bagus, penyakitnya sudah mencapai tingkat paling parah, dia beruntung dapat bertahan sejauh ini. Kita hanya bisa menunggu sampai tiba waktunya.”jawab Yesung.

“Berapa lama lagi waktu yang ia miliki?”Tanya Siwon.

“Untuk orang biasa mungkin sehari, tapi melihat kemampuan Heerin, mungkin 3 hari, itu juga sudah merupakan keajaiban.”kata Yesung.

Siwon hanya menatap hampa ke depan, pikirannya melayang entah kemana. Akhirnya ia memutuskan bahwa ini belum waktunya  ia bersedih, yang harus ia lakukan sekarang membuat Heerin bahagia, bagaimanapun caranya.

Sejak saat itu, mereka semua selalu melakukan berbagai hal yang akan membuat Heerin tertawa, atau malah mengernyit kebingungan, yang penting Heerin melupakan kesedihannya dan bersenang-senang. Ketika Heerin sedang istirahat, mereka berempat kembali terdiam dan berada dalam aura kegelapan.

Sekarang merupakan hari ketiga, atau bisa disebut hari pertaruhan bagi Heerin dan keempat pria itu. Hari itu, mereka meminta izin untuk diperbolehkan membawa Heerin keluar wilayah rumahsakit. Mata Heerin ditutup dan tak ada yang berniat memberitahunya mengenai tempat tujuan mereka. Heerin hanya bisa pasrah dan berharap ini bukan hal bodoh lain yang akan mereka lakukan.

Setibanya di tempat tujuan, dan penutup mata Heerin telah dibuka, ia begitu terkejut sampai tak sempat mengatakan apapun. Ternyata mereka membawanya ke taman tempat mereka sering berkumpul dahulu, yang terletak di dekat rumah Hangeng, di pinggir danau.

Heerin dituntun menuju sebuah meja putih yang terletak di tengah taman, dan disana tersedia kursi untuk 2 orang. Heerin tak sempat bertanya, karena Siwon segera duduk di seberangnya sambil tersenyum manis. Heechul mengambil alih sebagai pramusaji mereka. Hangeng yang memasak berbagai hidangan, dan Eunhyuk datang sambil membawa sebuah bingkisan kecil ke hadapan Heerin.

Heerin membuka bingkisan itu, ternyata itu merupakan barang-barang yang pernah Heerin berikan pada masing-masing di antara mereka sebagai tanda persahabatan mereka. Heerin terlihat bingung, namun Eunhyuk menjelaskan bahwa barang yang dulu mereka lemparkan pada Heerin merupakan replica, dan barang aslinya selalu mereka pakai.

Tiba-tiba Yesung dan Sungmin datang dan mereka mulai menyanyikan berbagai lagu kesukaan Heerin. Heerin begitu terharu sampai ia menitikkan air mata kebahagiaan. Namun, ternyata itu semua belum cukup. Seusai makan, Yesung Sungmin Heechul Hangeng dan Eunhyuk menyanyikan lagu Marry You, dan Siwon bersimpuh di hadapannya.

“I know that you want me to be happy, but the only thing that can make me happy more than anything now is if you agreed with my propose. Will you marry me, Heerin-ah?”Tanya Siwon.

Tanpa pikir panjang, Heerin mengangguk dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Entah dari mana, saksi telah datang dan mereka mengucapkan janji setia serta bertukar cincin. Setelah itu, karena hari makin malam, mereka kembali ke rumahsakit dan Heerin pun langsung tertidur karena kelelahan.

“Sleep tight, darling, have a peaceful dream.”bisik Siwon sambil mencium bibir Heerin pelan, kemudian ia keluar dari ruangan itu dan menuju ke atap rumahsakit, memandang langit yang penuh bintang, dan tertidur disana.

Keesokan paginya, Siwon terbangun karena merasakan getar dari handphonenya. Ia sudah bisa menebak apa yang terjadi, ia hanya tersenyum sedih melihat awan pagi dan berbisik pelan, “Goodbye my wife.”

The end