[Freelance] My Life Time [Epilog]

Author  : Afi

Cast : all member super junior, khususnya Eunhyuk dan Kyuhyuh, dan beberapa cast tambahan dari JYPent {2PM, Jang WooYoung}

kategori   : on writing, 16+

#EPILOG#

Ji Rin PoV {backsound : what if – Super Junior}

Kukeluarkan ponselku dan segera mengirim pesan kepada Appaku. Dia pasti senang dengan keputusanku ini. Aku tersenyum kecil dan beranjak dari tempat dudukku. Kulihat seorang pria yang tengah sibuk menyeduh hot chocolate didapur, ia bersenandung kecil membuatku merasakan sesuatu. Seperti rasa ingin menyentuh pundaknya yang cukup jauh dari jangkauanku

“Wooyooung sshi” ujarku membuat pria itu berbalik dan tersenyum sambil menunjukkan 2 gelas couple yang kami beli dalam bazaar valentine kemarin

“Dua hot chocolate sudah siap”jawabnya

“Gomawo” jawabku dan langsung menghirup coklat panas buatan Wooyoung oppa “ahm.. Wooyoung sshi”

“Aigoo~ embel embel sshi lagi ? ” Gerutunya

“Aku mau pulang saja, aku sudah tidak apa apa”ujarku menggubris gerutuannya itu, kata kata ku membuatnya menoleh dan menatapku bingung

“Aku antar ya” jawabnya membuatku mengangguk pelan.

Mobil terhenti didepan gerbang hitam yang tinggi. Ia menghela nafas sebentar dan tersenyum padaku. Aku menoleh kearah kanan dan membalas senyumannya.

“Cah~ sudah sampai, kau yakin baik baik saja ?”

“Yap… Aku sangat sangat yakin”

“Oke, kalau begitu baguslah”

“Wooyoung sshi…gomawo”

“Ne ?”

“Sudah beberapa bulan ini aku mengenalmu, dan sudah beberapa bulan ini kita selalu bersama kan ? Aku melakukan itu semua karna Mi Yeonnie kan ?”

“Ya kau benar, aku mengerti maksud pembicaraanmu” ujarnya, aku menoleh perlahan dan melihat kesedihan yang tersirat di wajahnya

“WooYoung sshi…”

“Kalau begitu … Mulai besok kau tidak perlu datang lagi ke rumahku. Dan kau tidak harus membersihkannya lagi. Perjanjian…perjanjian kita-” ucapannya terhenti saat ia menoleh kearahku. Kulihat senyuman mirisnya mulai merekah diwajahny

“Perjanjian kita berakhir sampai disini” tambahku membuatnya mengangguk kecil

“Jadi pertemuan kita berakhir disini ?”Tanyanya membuatku mengangguk lagi

“Ya..kalau begitu…aku pulang dulu”ujarku membuatnya mengangguk “kita masih bisa bertemu ?”

“Nde ?”

“Suatu saat nanti kita pasti bisa bertemu lagi”ujarku membuatnya mengangguk “sampai jumpa”

Aku menutup pintu mobilnya perlahan, ku lambaikan tanganku mengantar kepergian mobil Wooyoung sshi yang melaju cepat meninggalkan gerbang rumahku. Perlahan tanganku kembali masuk kedalam saku mantel, tanganku menyentuh sesuatu disana. Aku merogoh saku ku dan mengambil sesuatu dari dalamnya

Inikan, aigo~ inikan kunci rumah Wooyoung sshi. Aku seharusnya mengembalikan kunci ini pada WooYoung sshi. Apa kita memang tidak boleh berpisah dengan cara ini. Perlahan ku baringkan diriku diatas tempat tidurku. Kukeluarkan ponselku perlahan. Terlihat wajahku dan WooYoung sshi dilayar ponselku.

Senyumanku perlahan merekah, dia benar benar pria yang baik untukku. Aku tidak tahu bagaimana harus menyampaikan rasa terima kasihku padanya. Awalnya dia memang benar benar menyebalkan. Satu satunya pria yang selalu serius dalam melakukan satu hal.

Dia juga punya sikap yang baik pada perempuan, sayang pada keluarga, bahkan sikapnya yang menyebalkan lama kelamaan menghilang. Rasanya beberapa bulan belakangan ini aku jadi mengenal sosoknya dengan baik. Apa lagi dia benar benar bisa diandalkan sebagai teman yang baik.

Aku menutup ponselku dan beranjak menuju meja belajarku. Tapi aku tidak bisa melakukan ini. Ku hela nafasku perlahan dan mengeluarkan kertas dan pulpenku. Jemariku mulai menari nari bersama pulpen diatas kertas putih yang polos. Setelah selesai menulis, aku langsung melipat kertas itu dan memasukkannya kedalam amplop kecil.

Perlahan ku tolehkan pandanganku kearah kunci yang tergeletak didekat tanganku. Chakeman~ aku baru sadar ini bukan kunci yang selama ini ku bawa. Aku mengambil kunci itu dan membuka botol kecil yang menjadi gantungan kunci itu. Ada kertas didalamnya. Aku membuka kertas itu dan tertawa kecil

Ini kunci Jang WooYoung sshi. Disini kertas ini tertulis namanya dan pin code untuk masuk keapartemen mereka. Dasar ceroboh. Aku benar benar harus mengembalikan kunci ini. Tok tok~ aku berbalik dan melihat sosok Appa yang berjalan memasuki kamarku. Aku beranjak berdiri dan menyambut kedatangannya dengan pelukan.

“Kau benar akan melakukan ini ?”Tanya Appa membuatku sedikit mengepal tanganku

“Ne…semua demi Mi Yeonnie. Apapun akan ku lakukan. Bahkan meninggalkan tempat ini”

Appa tersenyum kecil dan mencium keningku perlahan. Ia meletakkan sebuah amplop diatas meja belajarku. Ia menepuk pundakku perlahan dan berjalan menuju pintu kamar.

“Jangan seperti itu, kau punya kehidupan pribadikan ? Masih ada waktu untuk berubah pikiran, pikirkan sekali lagi”

Pintu sudah tertutup sekarang, tubuhku serasa lemas. Aku langsung duduk perlahan dan mengulurkan tanganku mengambil amplop putih itu. Appa…eottohkeh, aku tidak tahu. Keputusanku benar atau tidak. Anio… Aku tidak bisa begini. Aku harus melakukannya, aku bisa melakukannya.

*** {backsound : a short journey- Super junior/take off – 2PM}

Ku hirup udara pagi yang mulai menyapa paru paruku, ini hari terakhirku berada di Seoul. Ku langkahkan kakiku keluar dari perumahan dan memutuskan untuk berjalan jalan di dekat sungai han yang tidak jauh dari rumahku. Kulihat dua orang siswi yang berjalan berlawanan arah denganku

Seragam itu kan ? Aku berbalik dan melihat kedua gadis yang memakai seragam coklat. Aku tersenyum kecil saat mengingat kenangan bersama Mi Yeonnie. Kulangkahkan kakiku lagi hingga sampai di dekat Sungai Han. Aku menoleh kearah kiri dan menemukan sesosok pria yang sedang berlari mendekat kearahku. Ia membuka hoodie nya dan tersenyum padaku

“Apa kabar ? Kau baik baik saja kan ?” Tanya KyuHyun sshi membuatku tersenyum dan mengangguk pelan.

“Sedang berolahraga ?”

“Ne… Kaja kita duduk sebentar”

“Anio… Aku sedang buru buru, ingin kesuatu tempat. Oh ya bagaimana keadaan Eunhyuk sshi”

“Kepergian Mi Yeonnie shi memang sangat tiba tiba, itu yang membuat Eunhyuk hyung masih sama seperti kemarin, rasa sedihnya masih sering terlihat saat dia termenung sendiri. Tapi suatu saat nanti dia akan kembali, butuh waktu untuk mengubah itu semua. Iya kan ? Bagaimana dengan mu ?”

“Aku…aku tidak tahu bagaimana keadaanku. Aku tidak tahu bagaimana aku mengatakan perasaanku. Apa aku baik baik saja atau tidak”

“Aku tahu kau baik baik saja, kau hanya butuh sedikit cahaya untuk mewarnai kebingunganmu ini. Kau bisa melakukannya, karna yang kutahu… Kau adalah wanita yang tegar. Kau mandiri, dan kau sedikit galak”ujarnya membuatku tertawa

“Aku … Aku memang jatuh cinta padamu KyuHyun sshi. Sampai sekarangpun kurasa aku masih menyukaimu”

“Ji Rin ah… Aku tidak bisa menerima mu sebagai … Aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku… Aku belum memikirkan hal itu untuk hal hal seperti itu”

“Arasso… Humfh… Rasanya sudah kebal ditolak olehmu KyuHyun ah” gerutuku membuatnya tersenyum dan merangkul bahuku perlahan

Laki laki yang tersenyum disebelahku adalah cinta pertamaku, walaupun aku merasa sangat sedih tidak bisa mendapatkannya. Bahkan sampai sekarang. Sampai saat aku akan benar benar meninggalkannya.

“Boleh aku memelukmu ?” Tanyaku membuatnya tertawa dan langsung menarikku kedalam dekapannya

“Tentu… kita kan teman”

Kau benar… Aku hanya butuh satu warna di hidupku. Dulu cahaya itu adalah kau KyuHyun sshi. Kau yang mengubahku menjadi seperti sekarang. Selama ini aku berharap kau bisa mengerti perasaanku, mengerti kemauanku dan semua isi hatiku. Dan aku sudah mendapatkannya sekarang.

Tapi… Bukan kau lagi cahaya paling terang dihidupku. Masih ada yang lain. Mianhae KyuHyun sshi. Dan terima kasih karna kau sudah membantuku dan mengubahku menjadi seperti sekarang. Dan.. Sekarang aku akan menemukan cahayaku, cahayaku sendiri. Cahaya yang paling bersinar di hidupku.

Langkahku terhenti didepan pintu abu abu. Aku rasa ini rumahnya. Ku lirik jam tanganku dan tersenyum kecil. Ini masih jam 7 pagi, sudah ada yang bangun belum ya. Aku menekan tombol yang ada di gagang pintu sesuai dengan kode yang ada dikertas kecil kemarin. Pintu langsung terbuka, aku tersenyum nakal dan langsung masuk dengan semua keranjang belanjaan yang ada di tanganku.

Perlahan ku masuki ruang tamu yang terlihat sangat sepi. Langkahku kembali terhenti saat mendengar dengkuran halus dari dalam. Aku tersenyum kecil saat melihat WooYoung sshi yang tertidur disofa dan ChanSung sshi yang tertidur dilantai. Ini pertama kalinya aku melihat seorang idol tidur dilantai.

Aku berjalan menuju dapur dan meletakkan beberapa belanjaanku di atas meja dapur. Dengan hati hati aku mulai mengambil beberapa alat dan mulai memasak nasi, aku juga mengeluarkan daging untuk membuatkan mereka sarapan pagi. Sambil menungguk dagingnya mencair aku memutuskan untuk membantuku. Aku tidak tahu letak barang barang dirumah ini

Ku keluarkan kameraku dan mulai memotret WooYoung oppa yang terlihat sangat manis saat tidur. Dia selalu seperti ini. Kamar pertama, ini seperti kamar Nickhun sshi. Dia juga masih tidur. Kamar kedua, Junsu sshi dan Taecyeon sshi. Aku tertawa pelan saat melihat kasur yang bertingkat didalam kamar sekecil ini. Seperti di asrama sekolah.

Kamar terakhir. Ku lihat JunHo sshi yang masih menutup setengah wajahnya dengan selimut. Dia terlihat lucu. Setelah memotretnya seperti yang lainnya, aku langsung duduk disisi yang kosong dan menyentuh lengannya dengan ujung jemariku. Respon kecil yang diberikan JunHo sshi sampai ia benar benar membuka matanya.

“Oh Jung Ji Rin sshi” serunya yang sedikit terkejut melihat ku “apa yang kau lakukan disini ? Kenapa kau bisa masuk ?”

“Sssstttt, jangan berisik. Bantu aku ya, aku butuh asisten didapur. Nanti akan kuceritakan semuanya” pintaku

“Ok, tapi keluarlah dulu”

Aku langsung mengangguk dan berlari kecil menuju dapur. Setelah membersihkan dirinya. JunHo sshi langsung duduk dimeja makan sambil membantuku memberitahukan letak letak bumbu dapur ataupun alat masak yang ada didapur. Memang tidak salah aku membangunkannya

“Kenapa kau datang sepagi ini ?”Tanyanya sambil memnguap

“Sssstttt jangan berisik, kau bisa membangunkan yang lain”gerutuku sambil menyuapkan sepotong daging ke mulutnya yang masih terbuka karna menguap “enak ?”

“Sangat”bisiknya membuatku tersenyum

“Awalnya aku hanya mau mengembalikan kunci ini, tapi setelah dipikir pikir lebih baik aku membuatkan sesuatu untuk kalian”

“Bagus lah kalau begitu, kami memang selalu kelaparan setiap pagi. Bisa ku bantu ?”

“Ah ya, itu angkat sup kimchi itu dan letakkan di mangkok. Pelan pelan ya”

JunHo sshi langsung melakukan apa yang kuperintahkan. Sesekali aku tertawa saat ia mencuri curi kesempatan untuk mencicipi masakan yang sudah mulai tertata diatas meja. Sayur, daging, sup, nasi, dan pangsit sudah tersedia diatas meja. Aku tersenyum kecil dan langsung menepuk telapak tangan JunHo sshi.

“Kerja yang bagus”bisiknya sambil menatap puas tataan meja makan

“Kalau begitu bangunkan yang lain. Ppalli”

“Dengan ini…” Aku tersenyum lagi saat melihat JunHo sshi sudah memegang sebuah mangkok dan sendok “Bangun !!!!!” Teriaknya sambil memukul mukul mangkok dengan sendok itu.

Aku menutup telingaku dan terus tertawa melihat tingkah pria pria ini saat baru bangun tidur. Chansung sshi yang masih bergelut dengan selimutnya. Taecyeon sshi yang masih termenung di tempat tidurnya. Bahkan Junsu sshi tidak menunjukkan respon sama sekali. JunHo sshi tiba tiba menarik tanganku dan menunjukkan kamar Nickhun sshi. Aigooo~ dia terlihat manis sekali.

“Yak~ Ji Rin shi, kemari sebentar”ujar Chansung sshi sambil menarik tanganku dan menarikku hingga ke ruang tengah

“Bangunkan dia” ujar JunHo sshi sambil menunjuk kearah WooYoung sshi yang masih tertidur disofa

“Wae… Anio kalian saja”

“Cepat ! Nanti nasinya keburu dingin”ujar Taecyeon sshi yang sudah berdiri dibelakangku

Perlahan aku berjalan menuju sofa dimana Wooyoung sshi masih berbaring di sana. Perlahan ku ulurkan tanganku ke wajahnya. Aku berbalik sebentar dan melihat chansung sshi, JunHo sshi dan Taecyeon sshi yang menatapku dengan tatapan yang menakutkan untukku.

“Yak kenapa kalian melihatku seperti itu”

“Anio… Kami tidak lihat, kaja kita ke dapur saja”ajak Chansung sshi dan langsung beranjak menuju dapur

Aku tersenyum lagi dan kembali berbalik kearah WooYoung sshi yang masih tertidur

“Wooyoung sshi bangun, sarapan sudah siap” ujarku sambil menepuk pundaknnya

Tiba tiba tangannya bergerak perlahan dan menarik tanganku kedalam dekapannya. Jantungku serasa berdetak sangat cepat sekarang. Ini tidak seperti biasanya. Aku merasa sesuatu yang berbeda sekarang. Aku kenapa ?

“Jangan pergi, don’t go” serunya membuatku berbalik

Rasanya guntur mulai berbunyi nyaring di hatiku. Kata kata yang keluar dari mulutnya membuatku merasakan sesuatu yang hebat. Mataku mulai memanas sekarang, perlahan air mataku mulai jatuh ke pipiku hingga mengenai jemari nya. Mata Wooyoung sshi terbuka, dan ia sudah menatapku dengan tatapan bingung.

“Ji..Ji Rin ah” serunya saat melihatku dan langsung beranjak duduk sambil merapikan rambutnya “ke..kenapa kau bisa ada disini ?”

Aku langsung berbalik dan langsung menghapus air mataku yang terus mengalir. Aku menghela nafas dan mencoba memasang senyuman diwajahku

“Cepat makan, aku sudah siapkan makanan”

“Jinjja ? Ayo makan~” ujarnya dan langsung berdiri sambil menarik tanganku yang masih ada didalam genggamannya

Kutarik tanganku dan menepis genggamannya, itu membuat langkahnya terhenti dan berbalik melihatku dengan tatapan bingung

“Du..duluan saja. Aku mau membangunkan yang lain, kau duluan saja ” ujarku cepat dan langsung berlari menuju arah yang berlawanan.

Tidak seharusnya aku bersikap seperti ini. Aku tidak boleh merasa goyah karna hal ini. Aku menghela nafas panjang dan kembali berjalan menuju meja makan. Semua sudah berkumpul disana. Kurekahkkan senyumanku dan langsung duduk didekat JunHo sshi dan Junsu sshi. Mereka makan dengan lahap

Aku senang menerima pujian dari mereka semua. Aku jadi merasa sedih kalau tahu aku akan meninggalkan mereka semua. Aku menghela nafas sebentar dan langsung mematikan kran air yang masih menyala setelah cucian piringku sudah selesai. Aku berbalik dan menatap bingung ke enam pria yang sudah rapi dengan…baju mereka ?

“Kalian mau ke mana dengan baju seperti itu ?”

“Pantai !” Seru mereka dan langsung menarik tanganku berlari keluar rumah.

Ini..inikan masih pagi. Ke pantai sepagi ini ? Yang benar saja. JunHo sshi membantuku menaiki mobil hitam yang sudah terparkir didepan. JunHo sshi dan Wooyoung sshi langsung duduk mengapitku ditengah. Mobil pun mulai jalan meninggalkan apartemen mereka

Senyuman terus merekah diwajahku. Seperti berada di veriety show. Kami terus bercanda dan tertawa hingga sampai ditempat tujuan. Bahkan kami menggelar tikar diatas pasir yang lembut menyapa kakiku. Rasanya sangat menyenangkan bisa berada disini. Apapun yang terjadi aku tidak akan menangis hari ini. Aku tidak akan menangis.

{Backsound : a goose’s dream – many version (terserah mau versi siapa aja, tapi kalo author sukanya versi kyuhyun dan jonghyun)}

Langit mulai memerah. Rasanya matahari sudah siap untuk terbenam. Kami memutuskan untuk pulang. Lagipula aku memang harus segera pulang. Aku menghirup nafas panjang dan tersenyum kecil. Aku rasa aku akan sangat merindukan tempat ini. Aku membungkuk pelan dan menyentuh pasir putih yang lembut menggelitik telapak tanganku

“Yak~ apa yang kau lakukan disitu ?”

“Anio…tidak ada. Ke..kenapa kau masih ada disini”

“Yak~ Ji Rin shi. Wae ? Kau ada masalah ? Seharian ini kau terlihat berbeda”

“Anio… Aku baik baik saja, wae ?”

“Masa ? Aku melihat mu sangat berbeda hari ini. Sikap mu seperti wanita”

“Hah ? Memangnya kau pikir aku laki laki ?”

“Bukan begitu, biasanya kau tidak mau pergi bersama kami. Masak untukku kami, bahkan kau biasanya tidak mau di bantu. Kau bilang kau bisa melakukan semuanya sendiri. Tapi… Hari ini kau berbeda. Bahkan kau terus berfoto dengan JunHo sshi”

“Yak… Ini apa ? Pendapat atau cemburu ha ?”

“Sudah lupakan, ppalli. Kalau tidak kau akan ditinggal”ujarnya

“Aku pasti akan merindukan tempat ini”jawabku membuatnya menghentikan langkahnya, aku berbalik dan sedikit bingung melihat wajahnya “wae ? Kenapa tatapanmu seperti itu”

“Aku…aku akan membawaku kesini lagi, suatu saat nanti. Aku janji”ujarnya sambil mengulurkan tangannya perlahan

“Kau janji ? Hah ? Apaan sih ? Kau pikir aku mau pergi denganmu” ejekku membuatnya langsung memasang wajah kesal dan berbalik meninggalkanku

Aku tertawa kecil dan berjalan dibelakangnya. Entah kenapa aku sedikit berat meninggalkannya. Aku pasti akan kehilangan teman berkelahi nantinya. Angin berhembus cukup kencang, aku mengulurkan tanganku dan menyentuh jemari WooYoung sshi perlahan.

“Kata kata laki laki tidak bisa ditarik lagi loh, kau harus menepatinya” kataku sambil menggenggam tangannya

“Kau … Ms. Arrogant” gerutunya membuatku tertawa perlahan disampingnya

Perjalanan pulang tidak membosankan sedikitpun. Suasananya masih saja ramai seperti tadi saat berangkat. Mereka sama sekali tidak lelah membuat lelucon. Terutama JunSu sshi. Aku terus tertawa dengan lelucon yang dibuatnya bersama Taecyeon sshi. Tiba tiba mobil terhenti, tidak jauh dari rumahku.

“Wae ?”Tanya WooYoung sshi pada NicKhun sshi yang tiba tiba menghentikan mobilnya

“Sepertinya bannya bocor”

“Biar ku cek” seru WooYoung sshi yang sudah membuka pintu mobil

“Anio… Lebih baik kau mengantar Ji Rin shi, ini butuh waktu yang lama” jawab NicKhun sshi membuatku mengangguk pelan

“Ne… Ini tidak jauh dari rumahku kok. Aku bisa jalan sendiri”

“Anio… WooYoungie yang akan mengantarmu”ujar JunSu sshi yang langsung memukul pundak WooYoung sshi “yak~ apa yang kau lakukan ? Cepat antar dia… Ppalli !”

“Ne kaja”

“Terima kasih ya hari ini sangat menyenangkan, sampai jumpa lagi. Sekali lagi terima kasih”ujarku disambut riuh teriakan mereka “selamat tinggal” ujarku dan langsung menutup pintu mobil

Langkahku makin lama makin perlahan, semakin mendekati rumah langkahku makin berat. Aku berhenti sejenak dan membiarkan WooYoung oppa berjalan cukup jauh. Langkahnya juga terhenti sekarang, ia berbalik dan menatapku bingung.

“Wooyoung sshi”

“Apa ?” Tanyanya sambil terus berjalan

“Bagaimana kau tahu arah menuju rumahku ?”Tanyaku bingung

“Yak~ akukan pernah mengantarmu pulang”

“Iya ya ? Oh ya kau sudah 2 kali mengantarku. Kemarin dan hari ini” jawabku dan mulai melangkah disebelahnya

“3 kali”

“Ha ? Kapan ? Bukankah baru 2 kali ?”

“Saat kau tidur ditengah jalan seperti orang bodoh”

Aku menghentikan langkahku sebentar dan mengingat kejadian yang dia sampaikan. Jangan jangan saat malam itu, malam saat aku pertama kali kerumah kecil itu. Jadi yang selama ini ku kira Kyuhyun itu… Itu WooYoung sshi. Jantungku mulai berdebar dengan keras sekarang.

Kuulurkan tanganku perlahan dan menahan langkahnya dengan menarik tangannya. Ia berbalik dan menatapku bingung untuk kesekian kalinya.

“Gomawo”

“Untuk ?”

“Semuanya…aku.. Aku pertama kali aku melihatmu, kau sangat sangat menyebalkan” jelasku sambil melanjutkan langkahku hingga gerbang rumah “tapi aku tidak bisa bohong, semenjak bertemu denganmu. Aku merasa punya teman yang sangat perhatian padaku, dan teman yang mau mengerti aku. Kau sama seperti Mi Yeonnie”

“Anio… Jangan bicara begitu… Cah kita sudah sampai” ujarnya sambil melepaskan genggaman tangannya padaku

Aku hanya terdiam, pikiranku serasa berputar putar tak berarah. Aku tidak bisa berkata kata. Banyak yang ingin ku sampaikan padanya. Tapi tidak ada yang bisa keluar dari mulutku. Ku tolehkan pandanganku kearah gerbang tinggi yang ada disebelahku. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku hanya tersenyum miris dan menundukkan kepalaku

“Wae ?” Tanyanya sambil menepuk pundakku “tidak biasanya kau sesedih ini berpisah denganku”

“Jinjja… Jinjja !”Gerutuku sambil menghentakkan hak tinggiku ketanah “ini sangat menyebalkan”

“Wae Ji Rin ah ? Tingkah mu aneh sekali belakangan ini”

Aku langsung mengulurkan tanganku dan menariknya kedalam pelukanku. Perlahan kumasukkan kunci dan sepucuk surat ke saku mantelnya. Sepucuk surat yang menggambarkan persahabatanku dengannya. Aku menghapus air mataku dengan cepat

“Yak~ waeyo ?” Tanyanya bingung dan langsung melepaskan pelukanku

“Kau…” Mulutku terasa kaku sekarang, tubuhku mulai gemetar saat matanya menatap lekat kedua mataku. Ia seolah mencari tahu apa yang ku sembunyikan “kau harus bertambah keren ya, jaga dirimu”

“Mwo ?”

“Anio… Cepat pergi ! Aku harus masuk”

“Ppalli masuk, aku akan menunggumu sampai kau masuk”

Aku mengangguk pelan dan langsung membuka pintu gerbang rumahku, aku berbalik sebentar dan melihat WooYoung sshi yang masih berdiri sambil tersenyum padaku. Kulambaikan tanganku sebentar dan langsung masuk kedalam rumahku. Perlahan kututup gerbang dan menunggu sebentar

Apa dia sudah pergi ? Kubuka gerbangku perlahan. Aku menoleh kearah kanan dan melihat punggung nya yang mulai menjauh. Aku tidak mau berakhir seperti ini. Bahkan aku tidak mengucapkan selamat tinggal. Tapi aku tidak bisa berkata kata didepannya. Wae ? Kenapa rasanya berat meninggalkan orang itu.

Mataku serasa memanas. Air mata perlahan jatuh dari sudut mataku. Aku tersenyum kecil dan langsung melambaikan tanganku. Selamat tinggal WooYoung sshi. Terima kasih

***

(backsound : dreaming- Kim Soo Hyun )

Semua sudah siap, jam pun sudah menunjukkan pukul 7 malam. Keberangkatanku sebentar lagi. Pesawat akan tiba jam 8 malam, dan berangkat jam 9 malam. Aku terus membuka ponselku dan dia tidak menghubungiku. Apa… Apa dia tidak membaca suratku ? Sudahlah Jung Ji Rin kau tak perlu memikirkannya

Aku menoleh perlahan kearah keranjang kecil berwarna biru didekat koperku. Aku membuka keranjang itu dan mengambil sebuah album foto didalamnya. Aku tersenyum kecil dan langsung membuka album foto itu. Daebak~ ini farewell dari teman temanku. Album itu berisi foto fotoku dan pesan pesan dari teman teman di sekolah.

Aigo~ aku tidak mau meninggalkan tempat ini dengan tangisan. Aku tidak mau meninggalkan kepahitan di negara kelahiranku. Aku sudah mengambil ke putusan untuk ikut Appa dan eomma ke Los Angels. Aku tidak mungkin berhenti disini. Aku langsung memasukkan album itu ketas.

Pengumuman sudah terdengar ditelingaku, sudah saatnya berangkat. Aku memakai tasku dan menarik koperku mengikuti Eomma yang berada didepanku. Perlahan langkahku ku terhenti, aku seperti mendengar sesuatu. Aku berbalik dan tidak melihat apapun. Ini hanya perasaaanmu saja, Jung Ji Rin kau bisa kau pasti bisa.

“Jung Ji Rin !” Seru seseorang membuat langkahku benar benar terhenti sekarang. Aku menoleh kearah suara itu dan melihat sosok pria yang ku tunggu tunggu berlari mendekatiku

“Kau ! Apa yang kau lakukan ha ? Jinjja ! Kau selalu membuatku repot, kau menyebalkan. Kau sangat sangat menyebalkan !” Ujarnya dengan penuh amarah

Aku hanya tersenyum miris dan mencoba menahan tangisku. Kenapa kau datang kesini ? Kenapa kau membuatku makin susah.

“Ke..kenapa kau datang kesini.. Babo ya !” Ujarku membuatnya menatapku dengan penuh rasa kesal dan langsung berbalik memunggungiku

“Lupakan ! Aku sebaiknya pergi, kau… Kau benar benar…mengganggu pikiranku”

Ia berbalik dan berjalan meninggalkanku, aku hanya bisa menatapnya dengan perasaan sedih. Ini yang bisa kulakukan disaat terakhir. Aku senang dia datang, tapi… Aku makin sulit beranjak dari tempat ini.

“Selamat tinggal WooYoung sshi” ujarku membuat langkahnya terhenti

“Wae ? Kenapa kau lakukan ini padaku ? ” Serunya sambil memaksaku menatap wajahnya “wae Jung Ji Rin ah wae ?”

“Ini… Ini yang kau bilang teman ? Seorang teman pergi diam diam seperti ini ? Dan lihat surat ini… Ini apa ? Apa maksudmu ! Kenapa kau tidak memikirkanku… Kenapa kau tidak memikirkan perasaanku ! Kau sudah gila ha ? Kau gila…dan kau berhasil membuatku lebih gila…lebih gila”

“Kau… Ingat apa yang kau katakan padaku ?” Tanyaku membuatnya terdiam dan melepaskan tangannya dari bahuku “kau… Kau selalu punya tekad dan selalu mengatakan pada dirimu sendiri, aku bisa melakukannya. Ya kan ? Kau pernah bilang, dalam menjalani sesuatu kita harus serius dan tidak setengah setengah. Benarkan ?”

“Prinsipmu luar biasa WooYoung sshi, dan.. Aku ingin melakukannya. Kau punya kehidupan WooYoung sshi, kehidupanmu baik baik saja sebelum bertemu denganku. Iyakan ? Bukankah setelah bertemu denganku, hidupmu sulit ?”

“Mwo ? Kau bicara apa Ji Rin sshi”

“Kau bisa. Ada atau tidak ada aku, hidupmu sama saja kan ? Tidak ada yang berbeda. Iyakan ? Meskipun itu tidak berlaku untukku, Aku… Bertemu denganmu, awalnya .. Semua sangat menyebalkan. Kau yang selalu membuatku gila, Tapi… Sekarang kurasakan hal yang berbeda. Kau sudah jadi cahayaku yang paling terang dalam hidupku, kau membantuku, kau juga selalu menyemangatiku. Untuk semua itu… Terima kasih banyak”

Panggilan kedua sudah terdengar ditelingaku, aku menundukkan wajahku sekarang. Sudah saatnya aku pergi. Aku tidak boleh seperti ini. Air mataku mulai jatuh perlahan ke kedua pipiku. Aku mencoba menatap wajahnya, ia terlihat begitu sedih saat melihat air mataku yang sudah terjatuh ke pipi

(Backsound : it has to be you – yesung super junior )

“Kau.. Jangan lupa membersihkan rumah, jangan tidur di sofa lagi, arasso ?. Oh ya kau tidak boleh menaruh merica di sup kimci.. Kalau lapar jangan terus terusan makan ramen, kau bisa gendut ! Arasso ? Jangan lupa belajar bahasa inggris lagi, pelafalanmu masih banyak yang salah, dan jangan sibuk berlatih, kau harus istirahat, yak kau dengarkan apa yang ku katakan ?”Ujarku membuatnya terus terdiam dan mulai mengeluarkan air matanya

“yak kenapa kau menangis ! Kau harus lebih mandiri, kau bisa melakukannya. Sebelum ini kau bisa kan melakukannya sendiri. Karna itu, setelah aku pergi… Kau harus lebih lucu, jangan jadi pria yang terlalu serius, mengerti ?” Jelasku panjang lebar di balik isak tangisku yang makin menjadi jadi

“Kau harus lebih keren. Kau harus lebih dewasa lagi WooYoung sshi, setelah itu cobalah untuk menarik perhatianku”

“Hentikan ucapanmu Ms. Arrogant, berhenti membohongiku” gerutunya sambil mengontrol isak tangisnya “kau tidak mau pergi kan ? Kau tidak bisa meninggalkan negara ini kan ? Kenapa kau melakukan ini padaku, kenapa kau begitu membenciku ? Bukankah kita sudah berteman ?”Tanyanya sambil terus mengeluarkan air mata ke pipinya

“Anio… Aku tidak membencimu, aku ingin mencapai mimpiku di LA. Aku akan belajar disana bersama keluargaku. Keputusan ini sudah benar benar kupikirkan, dan aku yakin itu” jawabku yang langsung mengalihkan pandanganku kearah lain. Aku tidak bisa menahan tangisku kalau terus melihat wajahnya

“Yak ! Jung Ji Rin ah, kubilang hentikan omong kosong ini” serunya sambil menggenggam pundakku dengan erat “lihat aku… I understand you better than yourself, am I right ?”

“Anio… Kau salah. Aku.. Aku ingin sepertimu. Aku ingin menggapai mimpiku. Hanya itu… Jinjja, aku… Aku benar benar bahagia sekarang, aku benar benar senang” jawabku yang langsung menunduk dan mengeluarkan air mata yang makin deras

“Yak~ apa ini yang kau sebut bahagia ? Apa air mata seperti ini yang kau bilang senang, Yak ! Ms. Arrogant, kau benar benar.. Kau benar benar bodoh” ujarnya yang langsung memelukku untuk menyembunyikan tangisnya

“WooYoungie oppa, jangan … Kumohon berhentilah menangis, aku tidak mau meninggalkanmu dengan air mata seperti ini. Jebal, berhentilah menangis” pintaku dan langsung membalas pelukannya dengan erat “yak ! Kau kan laki laki, berhentilah menangis seperti ini”

Isak tangisnya masih terdengar di telingaku, ku mohon berhentilah menangis. Aku tidak mungkin meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini. Ia melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tanganku perlahan. Ia mengeluarkan sebuah kunci dari tangannya dan meletakkan kunci itu kedalam telapak tanganku.

“Ji Rin ah, pergilah. Tunjukkan padaku keseriusanmu. Biar aku melihat dari sini, apa kau bisa melakukan semua omong kosongmu” ujarnya di tengah isak tangisnya yang sudah terkontrol

“Ne…aku akan melakukannya. Oppa… Kau juga, lakukan yang terbaik agar aku tidak malu punya sahabat sepertimu. Dan satu lagi… Terima kasih banyak” ujarku sambil tersenyum kecil

Ia langsung menghapus air matanya, ia juga mengulurkan tangannya dan menghapus air mataku. Ia memelukku lagi dan langsung mundur beberapa langkah sambil melambaikan tangannya

“Selamat tinggal WooYoung oppa”ujarku membuatnya menoleh padaku dan menggeleng sambil tersenyum kecil padaku

“Aku akan tetap menepati janjiku, aku akan jadi lebih baik dan membuatmu berlari mengejarku. Dan… Sampai jumpa sampai saat itu tiba” jelasnya dan langsung memakaikan topi putih yang ada dikepalanya di kepalaku “hati hati Jung Ji Rin ah”

“Kita akan bertemu… Ya… Suatu saat nanti” jawabku “walaupun aku sudah jadi orang yang berbeda ?” Tanyaku membuatnya mengangguk

“Aku seorang pria. Dan pria tidak akan menarik kata katanya. Apapun yang terjadi”

Kulangkahkan kakiku memasuki ruangan untuk check in. Aku menoleh kebelakang dan melambaikan tanganku pada WooYoung oppa yang berdiri mengantar kepergianku. Aku tersenyum padanya, ia membalas senyumanku dengan senyuman miris. Aku berjalan lebih cepat sekarang

Kuulurkan tanganku sambil menghapus air mata yang ada dipipiku. Ku ketuk sudut bibirku dan merekahkan senyumanku lagi padanya. Ia mengepal kedua tangannya dan mencoba tersenyum padaku. Dengan begini, aku lebih mudah meninggalkanku. Aku membuka mulutku perlahan ‘tunggu aku’. Sambil tersenyum kulangkahkan kakiku memasuki ruangan dengan cepat

Ku hela nafas panjang saat pesawat siap di terbangkan. Aku menguatkan sabuk pengamanku. Eomma menepuk bahuku perlahan membuatku tersenyum saat pesawat siap lepas landas. Aku menyentuh kepalaku dan melepaskan topi yang masih lekat dikepalaku. Inikan topi WooYoung oppa

Aku mengambil topi itu dan menemukan sesuatu dibelakangnya. Aku tersenyum saat melihat nomor handphone yang tertulis disana dan juga kata kata ‘Jangan lupakan aku’. Kau tidak akan ku lupakan Jang WooYoung sshi. Sudah banyak kekuatan dan semangat yang kau ajarkan lagi.

Aku menutup kedua mataku saat sudah sampai didalam pesawat. Pesawat mulai melintas terbang dilangit. Aku menoleh kearah jendela dan melihat taburan lampu menghiasi langit malam negara kelahiranku ini. Sampai jumpa lagi Seoul, sampai jumpa lagi kenangan indahku. Dan.. Selamat datang kehidupan baruku.

13 thoughts on “[Freelance] My Life Time [Epilog]

  1. ngga ada eunhyuk lagi min??
    boleh request ngga? cerita eunhyuk nya di bikin lagi dong min, dia ketemu sama cewek lain gitu :D tapi masih nyambung sama cerita yang ini :D hehe

  2. Author disiniii…. Boleh boleh terima saran dong buat season 2nya abis UAN ini mau dirilis hahahah.. Follow twitterku aja buat saran ya di @feanfi yooooo…. Untuk Kyuhyun bakal bnyak di season 2 ya, Wooyoung juga. Kalo Eunhyuk oppa… We’ll see hahaha

  3. Sebenernya aku agak bingung itu jirin ama wooyoung perasaannya gmn sbnrnya hehe , jd gregetan bacanya , Bikin season 2 yaaa bikin romance antara jirin ama wooyoung :)

  4. Iya author bikin season 2 nya dooong biar makin seru :B di season 2 itu nanti ji rin ketemu lagi sama wooyoung tapi ji rin udah berubah jadi cantik banget dan sukses gitu dan ternyata kyuhyun jadi suka~ hehe saran aja sih author ;)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s