[Freelance] Love, Mission, Betrayal [part 3/8]

By: NamHeeRin

Genre: action, romance

Tags : eunhyuk, heechul, hangeng, siwon [series]

-previous-

Di meja makan, kini tinggal tersisa empat pria yang menghentikan makannya sejenak dan menatap piring mereka dengan nafsu makan yang telah menghilang. Lalu mereka mendongakkan kepala dan kembali menatap satu sama lain dengan pikiran yang juga sama, “Malam ini akan menjadi gawat.”.

—–

Sejam sebelum berangkat, Heerin dan Siwon bersiap menggunakan penyamarannya sebagai jasa pembersihan keliling. Mereka menggunakan pakaian out of fashion yang dibeli Heerin dan berusaha agar tak tampak terlalu mencolok. Heerin menguncir rambut dan poninya ke belakang. Mereka berdua pun menggunakan kacamata berbingkai tebal. Namun, hal itu masih tampak cukup sia-sia, karena mereka tetap terlihat mencolok.

“Can’t you make yourself look more simple? You still look attracted, although you told me in your plan not to take much attention.” ucap Siwon.

“It’s still better then look glamour like what your plan said. In this disguise, the guard won’t be so protected over us.” sahut Heerin.

“Whatever, let’s go.” kata Siwon.

Sepuluh menit sebelum waktu yang dijadwalkan, mereka berlima tiba di tempat tadi siang mereka mengamati, menggunakan 2 mobil. Mobil pertama berisi Siwon Hangeng, dan mobil kedua berisi Heerin Heechul Eunhyuk.

“Are you ready?” tanya Siwon disahut anggukan keempat orang lainnya.

“Your time since entered the side door ’til you get out from the building is 20 minutes, in that time I’ll stop the CCTV so your movement inside won’t be seen. But I don’t want to make it longer because the guard would wondered if the situation on CCTV’s still the same as before in a long time. Moreover I believe that you can do it less than 20 minutes.” Jelas Heechul.

Setelah itu, Heerin dan Siwon pindah ke mobil layanan pembersih sewaan yang akan mereka gunakan untuk melaksanakan aksinya. Heerin Siwon berangkat menuju tempat target, Hangeng menggunakan mobil yang tadi ia gunakan bersama Siwon mengawasi dari jarak 100m, sedangkan Heechul Eunhyuk tetap di tempat mereka berkumpul di dalam mobil yang mereka gunakan, yang memang telah berisi berbagai peralatan komunikasi canggih.

Beberapa saat sebelum tiba di gerbang masuk, Siwon dan Heerin menggunakan earphone mikro untuk mendengar instruksi Heechul mengenai jalur tersingkat menuju ruangan target. Heechul melacaknya melalui CCTV yang terpasang, karena yang dinonaktifkan hanya sinyal yang terhubung ke ruangan pengawas di tempat target. Heechul juga menghubungkannya dengan LCD di mobil Hangeng, agar mereka semua bisa mengamati situasi. Mobil layanan kebersihan itu memasuki gerbang masuk.

“Excuse me, we received order to clean up this place.” Kata Siwon.

“Ah, I think I know that, but I thought you’ll come tomorrow because the schedule says so.” Jawab salah satu penjaga.

“Yeah, but tomorrow my partner and I won’t be able to work, since she has a family reunion and I need to go to my sister’s hometown because she’s sick now. Your boss told us that he wanted the best employees from the company to handle his house, and we’re the ones. Moreover I’ve told him about it and he said that he’ll tell the guard. Hasn’t he tell you all?” jelas Siwon.

“Wait, I’ll ask the other guards.” Kata penjaga itu.

Ia pun menghubungi penjaga lain, dan tanpa mereka ketahui, teleponnya telah disadap oleh Heechul, sehingga Heechul akan berpura-pura sebagai penjaga yang menjawab telepon. Kemudian penjaga itu kembali pada Siwon.

“The other guard told me that it’s true you’ll come tonight. Sorry for the mistaken, you may come in after we’ve done the standard security system.” Ucap penjaga itu.

Para penjaga itu melaksanakan prosedur keamanan, lalu setelah dirasa aman, van layanan pembersihan itu diperbolehkan masuk. Setelah memarkirkan vannya, mereka berdua turun dan segera menuju pintu belakang van, membukanya, dan menurunkan troli peralatan kebersihan yang di dalamnya tersembunyi beberapa senjata untuk digunakan. Mereka pun menuju pintu masuk.

“I’ll stop the CCTV in 3..2..and now.” Ujar Heechul dari earphone.

Mereka segera memasuki pintu masuk dan bertemu penjaga yang langsung mempersilakan mereka untuk masuk. Setelah beberapa saat berjalan di lorong, mereka bertemu penjaga yang memeriksa isi troli mereka, yang untungnya tidak terlalu teliti sehingga mereka lolos dari pemeriksaan.

Semakin dalam mereka berjalan, mereka menemui dua penjaga lagi, dan salah satunya memeriksa troli mereka dan akhirnya menemukan senjata yang mereka sembunyikan. Penjaga itu hendak mengambil pistol yang terletak di sabuknya, namun gerakannya terhenti. Ternyata Heerin yang sigap segera menembak penjaga itu dengan pistol kedap suara yang ia taruh di celah bajunya. Siwon terlihat agak kaget, namun ia juga dengan sigap menahan badan penjaga itu agar tak langsung terjatuh ke lantai.

“Hey, what happened?” Tanya penjaga yang satunya lagi seraya berjalan menghampiri mereka.

Heerin berjalan mendekat padanya dan menembaknya. Penjaaga itu langsung ambruk dengan ditahan Heerin terlebih dahulu, lalu ditaruh di lantai. Heerin menoleh ke arah Siwon yang telah menaruh penjaga pertama di lantai.

“Segera menuju ruangan target, sebentar lagi penjaga lain akan menemukan mayat mereka.” Ucap Heerin.

Mereka segera bergegas menuju arah yang diinstruksikan Heechul, meninggalkan troli mereka di tempat tadi setelah sebelumnya membawa segala senjata yang tersembunyi di sana, dan Siwon telah mengeluarkan pistolnya.

Sepanjang perjalanan, penjaga-penjaga langsung bersiaga saat melihat Heerin Siwon, teriebih karena mereka memegang pistol di tangan dan senapan di punggung. Namun, Heerin Siwon lebih terlatih dari mereka. Sebelum para penjaga sempat beraksi, mereka berdua telah melumpuhkan para penjaga.

Semakin dekat dengan ruangan target, penjaga yang menghalangin mereka semakin banyak, ditambah penjaga yang berdatangan karena mendengar kegaduhan yang disebabkan penjaga yang mengejar mereka berdua. Karena waktunya semakin mendesak akhirnya Heerin menyuruh Siwon untuk menuju ruangan target sementara Heerin melindungi dari belakang.

“But…” Siwon hendak protes.

“Just quickly go there and get what we need, we don’t have much time. Go!” sela Heerin.

Tanpa membuang-buang waktu lagi, Siwon segera menuju ruangan target sambil sesekali menembak penjaga yang menghalangi, diikuti dengan Heerin yang berjalan mundur karena menghadapi penjaga yang mengejar mereka. Beberapa saat kemudian, Heerin telah berhasil melumpuhkan seluruh penjaga yang menghalangi mereka.

Lalu, Ia melihat ke ruangan target, dan ia yakin bahwa Siwon sudah masuk cukup lama, tapi ia bertanya-tanya mengapa Siwon tak kunjung keluar. Akhirnya ia memutuskan untuk ikut masuk, untuk memastikan bahwa tak terjadi apapun pada Siwon. Di dalam, Heerin melihat bahwa target dalam keadaan terpojok dan cukup babak belur, sedangkan Siwon berdiri tak jauh menatap penuh amarah pada si target.

“What are you doing? Haven’t you get the data? We only have 7 minutes left!” ucap Heerin.

“I’ve asked him million times, also with some punches, but he doesn’t want to tell me about it. It’s hard to do, you know? If you want to finish it quickly, just ask him by yourself, so you’ll know how depressed I am.” Sahut Siwon tampak kesal.

Heerin tak membantah ucapan Siwon, dan langsung mendekati si target. Heerin berjongkok di sebelahnya, lalu mengucapkan sesuatu pada si target menggunakan bahasa asalnya, yaitu bahasa Belanda, yang tak dimengerti oleh Siwon.

“Hey, you, do you know that I’m in a bad mood now? And most of people that have been met me won’t dare to do something stupid to me in this situation, moreover something that waste my time like this. So, if you want your family be save from me, you better give me what we want.”ucap Heerin dalam bahasa Belanda.

“Cih, untuk apa aku memberimu data-data itu? Aku takkan takut pada wanita muda sepertimu.” Balas si target.

“I think you don’t know me yet. So, let me  introduce myself, as The Red Lady, and you should know that I’m not kidding about it, right? Now, do you still want to keep away the data from me?” kata Heerin.

Wajah si target seketika langsung memucat. Ya, ia mengetahui yang dimaksud dengan ‘The Red Lady’, dan ia pun yakin bahwa wanita di depannya ini tidak berbohong. Tak ada yang berani mengaku-ngaku sebagai ‘The Red Lady’, lagipula penampilan Heerin persis sama dengan isu yang beredar tentang ‘The Red Lady’.

“Hey, answer me! Do you prefer  watching your family die, or give the data to us?” Tanya Heerin.

“O, okay. I.. I’ll give you the data, ada di laptop di lemari antara textbook Manajemen Keuangan.” Jawab si target dengan gugup.

“Siwon-ah, cari sebuah laptop di lemari antara textbook Manajemen Keuangan, hurry up.” Pinta Heerin pada Siwon, kembali menggunakan bahasa asli mereka saat Heerin berbicara pada Siwon.

SIwon pun mencari sejenak lalu mendapati laptopnya. Ia segera membukanya dan mendapati bahwa ia membutuhkan password untuk memasukinya.

“Ask him the password.” Ucap Siwon.

Heerin pun menanyakan password yang segera dijawab oleh target itu. Kemudian ia kembali menanyakan letak file yang mereka cari, serta jumlahnya, sehingga tak ada yang terlewat.

“That’s all? Well, thank you, it’ll be useful for us.” Ucap Heerin sambil berdiri setelah melihat si target mengangguk.

Siwon pun kembali mematikan laptopnya dan menaruh di tempat asal ia menemukannya. Mereka pun segera bersiap-siap untuk meninggalkan tempat.

“Hey, you’ve promised that you’ll do nothing to my family and you’ll keep your promise, right?” Tanya si target.

Heerin sudah berjalan menuju pintu keluar ruangan, lalu berhenti  dan membalikkan badannya, dan segera menembak si target di kepalanya, kemudian kembali berjalan menuju pintu keluar.

“Your family will get more happiness if you died.” Gumam Heerin.

Mereka pun segera berjalan kembali menuju pintu keluar dan van mereka. Selama di perjalanan mereka tak bertemu banyak penjaga, karena penjaga-penjaga telah mereka lumpuhkan tadi. Mereka segera masuk ke dalam van dan melajukan vannya menuju gerbang keluar. Sepertinya kegaduhan di dalam tak terlalu terdengar keluar, karena penjaga di luar tampak tenang.

“Cepat sekali, apa kalian sudah menyelesaikan segalanya?” Tanya penjaga yang satu.

“Not everything, just some special places. Good night.” Jawab Siwon kemudian van mereka melaju setelah dipersilakan oleh penjaga.

Untunglah mereka menyelesaikan tugasnya semenit lebih cepat, sehingga Heechul tak perlu memperpanjang tindakannya memberhentikan CCTV. Heerin Siwon Hangeng melaju kembali ke tempat Heechul Eunhyuk menunggu mereka. Di van, Siwon yang merasa penasaran tak bisa membendung perasaannya.

“Hey, what did you say to him? He looked scared after you said that. And what about ‘The Red Lady’? I think it’s the most that scared him.” Ujar Siwon.

“Nothing, just a little conversation. And about ‘The Red Lady’? Maybe you’ll know later.” Jawab Heerin datar.

Meski Heerin menjawab dengan cuek, namun Siwon tahu bahwa mood Heerin telah membaik. Namun, hal ini semakin menambah kekhawatiran Siwon, karena ia tahu bahwa mood Heerin membaik setelah melampiaskan kekesalannya dengan kekerasan, terutama membunuh.

—–

DI perjalanan pulang menuju rumah khusus mereka, ternyata keempat pria itu telah menyadari perubahan mood Heerin, dan semua memiliki pikiran yang sama dengan Siwon, karena mereka memang melihat yang terjadi melalui CCTV. Bahkan Heerin bersenandung kecil menyanyikan lagu yang ia dengarkan dari iPod nya.

Setibanya di rumah, mereka berkumpul dulu di ruang tengah, karena Direktur mereka, Shin Donghee, melakukan panggilan.

“Good job, you five. You’re really the best agents we have in the company. Keep it up for your next tasks.” Ujar Direktur lalu memutuskan sambungan.

“Useless talk. I’ll go to my room.” Ucap Heerin lalu melangkah ke kamarnya di lantai atas.

—–

Keesokan harinya, mereka semua bangun dengan suasana bercampur antara lega dan tegang. Lega mereka berhasil menyelesaikan misi kemarin malam, tegang karena itu berarti mereka semakin dekat dengan misi utama. Selesai sarapan, mereka berlima mendiskusikan  hasil data yang kemarin malam mereka dapatkan.

“Berapa jumlah anggota mereka yang ada dalam data itu?” Tanya Siwon.

“There’s 37 people, but this isn’t the complete data. It only tells us about normal members, not even the higher member, moreover the highest president of the organization. It shows nothing about the important members so we still can’t do anything now.” Ujar Heechul.

“Aku salut pada petinggi organisasi ini. Dia baru membangun ini tak lebih dari 3 tahun, tapi sudah menyebar seluas dan sepenting ini, dan lagi kudengar ia belum terlalu tua. He must’ve much connections.” Komentar Eunhyuk.

“Let’s take a look at their victim’s list. Maybe it can give us something useful.” Kata Hangeng.

Mereka pun melihat data itu bersama-sama, banyak pejabat penting yang terdapat dalam daftar ini, namun bukan itu yang menarik perhatian Heerin. Ia merasa bahwa ia dapat melihat hubungan antar korban, tapi ia tak bisa mengingat apa itu.

“Sepertinya kita tetap tak mendapatkan sesuatu yang berarti, mungkin lebih baik kita lanjutkan lagi nanti malam. Now, you can take a rest or something you want to do.” Kata Siwon.

Mereka semua berpisah untuk melakukan kegiatan masing-masing. Merasa jenuh dan ingin melepaskan penat Heerin berganti baju dan menuju kolam renang untuk berlatih renang, hal yang sudah lama jarang ia lakukan, mengingat kesibukannya yang selalu menyita waktunya.

Setelah kira-kira satu setengah jam berlatih, Heerin beristirahat dengan mengambang di permukaan air dengan muka menghadap langit.

“Apa pikiranmu sudah dingin?” Tanya seseorang tiba-tiba.

Heerin tak perlu bangun dari acara tidur di airnya untuk mengetahui siapa yang berbicara dengannya. Eunhyuk.

“Mengapa kau pikir bahwa sebelumnya pikiranku tak dingin?” balas Heerin.

“Because you killed all those guard without any expression.” Sahut Eunhyuk.

“Isn’ it the first rule in our company?” kata Heerin.

“The rule tells us ‘not to hesitate in doing our mission’, not ‘kill people like throw away a trash’. How could you be this coldhearted? Kau bahkan tak terlihat iba sedikitpun pada korban yang kau bunuh.” Jawab Eunhyuk.

“So you tell me to stayed beside the victim for a while, looked sad for them, and took them to the right place, then go and kill the other?  If you give me 3 or 4 hours last night, maybe I can do the ‘looked sad for them’ thing.” Ujar Heerin.

“That’s not what I mean, and I know that you really understand what I meant.” Ucap Eunhyuk.

Heerin terdiam tak mengatakan apapun, hanya menatap langit di atasnya dengan datar.

“Tell me what else you want to say.” Kata Heerin.

“I don’t like the new you.” Kata Eunhyuk.

“Do you like the old me?” balas Heerin.

Kini giliran Eunhyuk yang terdiam, mereka sama-sama tahu bahwa ini sudah menyangkut masa sensitive mereka. Lalu, Heerin bangun dari posisi tidurnya dan menuju pinggir kolam renang kemudian naik ke atas dan mengambil handuk yang ia taruh di kursi santai.

“If you don’t have anything else to say, I’ll go to my room.” Ucap Heerin kemudian ia melintas pergi meninggalkan Eunhyuk yang termenung sendiri.

—–

Sore harinya, saat sedang merencanakan misi lain, terlihat bahwa mood Eunhyuk dalam keadaan tidak baik, diperkirakan karena kejadian di kolam renang tadi siang. Meski Eunhyuk tahu bahwa Heerin tak melakukan kesalahan, tapi fakta bahwa dirinya tak bisa melakukan apapun membuatnya kesal.

Akhirnya, karena tak ingin melihat muka kusut saat sedang rapat, mereka memutuskan untuk beristirahat malam ini dan pergi ke suatu club yang dulu sering mereka datangi. Setibanya disana, seperti biasanya, keempat pria itu langsung dikerubungi seperti bunga manis dikelilingi lebah. Namun, seperti biasanya pula, wanita-wanita iseng itu langsung kabur saat melihat Heerin.

Mereka sudah cukup nyaman saat akhirnya mendapat ruangan khusus dan jauh dari gangguan wanita iseng, karena tujuan mereka memang hanya melepas penat. Tiba-tiba, terlihat 2 wanita berpakaian mini berdiri d ambang pintu ruangan mereka.

“Hey, do you want to be accompanied by us?” tanya wanita yang satu.

“Can’t you see that we already have our girl?” sahut Heechul dingin.

“I don’t think one girl is enough for you four.” tambah wanita yang satu lagi.

“Hey, do you want to be with those two girls?” tanya Heerin yang disahuti gelengan keempat pria.

Heerin pun menoleh pada kedua wanita itu, “So, can you please just go and not disturb us?” sambung Heerin.

Ruangan yang awalnya remang-remang itu terkena kilasan lampu sorot, dan kedua wanita itu melihat sosok Heerin yang sedang duduk di antara Heechul dan Siwon, dan terlihat jelas dari wajahnya bahwa ia merasa terganggu. Merasa tak mungkin mengalahkan Heerin, akhirnya kedua wanita itu pergi dengan bersungut-sungut.

“So annoying.” gumam Heerin.

“Sudahlah, tak usah dipedulikan lagi, such a waste of time. Here’s your drink.” ucap Hangeng sambil memberikan gelas pada Heerin.

Mereka berlima pun bersenang-senang, sampai tak terasa mereka telah berada disana selama 4 jam. Heechul Eunhyuk sudah berada di alam bawah sadar, Siwon membayar bill dan mengambil mobil, dan untungnya mereka ke club hanya menggunakan satu mobil.

“Do you remember? Dulu kita sering kemari, kami selalu diganggu wanita dan kau yang membebaskan kami. Saat pulang mereka berdua selalu sudah terkapar, dan nanti kita yang membawa mereka.” kenang Hangeng.

“Yeah, the only different is in those past days we’re goodfriends, while now we’re just work partners.” sahut Heerin.

Mereka berdua pun kembali terdiam sampai handphone Hangeng berbunyi. Ia mengangkatnya lalu beberapa saat kemudian kembali menaruhnya di saku.

“The car’s ready. Lets bring them to the lobby.” kata Hangeng.

Mereka lalu menuju lobby, Hangeng memapah Heechul dan Heerin memapah Eunhyuk. Di mobil, sedikit percakapan yang terdengar, karena dua moodmaker sedang terkapar mabuk.

Setibanya di rumah, Heerin kembali memapah Eunhyuk ke kamarnya. Setelah membaringkan Eunhyuk di tempat tidur dan menyelimutinya, Heerin hendak beranjak menuju kamarnya ketika ada yang menahan tangannya, ia pun kembali berbalik dan dilihatnya tangan Eunhyuk yang menahan tangannya.

“Bisakah kau kembali menjadi seperti dulu?” tanya Eunhyuk dengan mata tertutup, sepertinya sedang melindur.

Heerin menatap sendu Eunhyuk, lalu melepas tangan Eunhyuk yang memegang tangannya.

“It’s too late, and it’s not that easy.” gumam Heerin, lalu keluar dari kamar Eunhyuk menuju kamarnya.

Yang tidak diketahui Heerin adalah, Eunhyuk telah sadar dari mabuknya dan membuka mata setelah pintu kamarnya ditutup oleh Heerin. Ia pun bangun dan bersandar pada pinggir tempat tidurnya.

“Did we make a wrong decision?” batin Eunhyuk.

tbc.tbc.tbc.tbc.tbc

5 thoughts on “[Freelance] Love, Mission, Betrayal [part 3/8]

  1. mereka ngelakuin apa sih ma heerin sampe b’rubah gt. . .
    Tp aku suka sama bagian heerin baku tembak cool siwon sampe kalah aura cool y, the red lady tu heerin ya, lanjut ah baca y

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s