15

Café

Halo!! Ane muncul lg dg ff oneshot. Sekarang nih lagi tergila-gila dengan lagu yg berjudul sama dg ni ff. Dan lagi kesem-sem sama pencipta lagunya. Siapa lagi, main cast ff ini. Kwon Jiyong..hoho

Tolong di rate ya!!!

****

“Maaf, hubungan kita sampai disini saja” katanya dan berlalu meninggalkanku yang masih terpaku manatap kepergiannya.

Lagi-lagi, untuk yang kesekian kalinya aku diputuskan. Di café yang sama dan tempat duduk yang sama. Oh Tuhan…apa dosaku??

Aku merutuki diriku sendiri. Sampai akhirnya terdengar suara merdu yang berasal dari panggung yang ada café ini.

Lagu yang dinyanyikan gadis itu sangat cocok dengan suasana hati ku sekarang..ouhhh

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun café

 

OH please don’t leave me alone na eotteokharago

Moduga jamdeun bam wae nal honja duryeogo

 

Tell me the truth eojewa dareun oneul neujeottago

Yaksokhaetteon seoro nanudeon maldeul da geojit irago

Don’t make me fool

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun café

 

You don’t need me anymore geu mareun marajweo

Geudaeneun jigeum naega shiltaneun deut jashineul sogigo

Nalgeun jeo chaeksang wie saegyeonoheun uri dul ireumkkajido

Gieoksoge chueoksoge geunyang mudeodunchaero OH OOH

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun cafe

 

Neo wiroweo hal ttaemyeon eonjedeun neol kidarigo inneun

Neo geuriweo bogo shipeun narimyeon neol bureugo inneun

Naega tajudeon kkeopiwa jeobeo dun chakgalpiwa

Geudaemaneui hayanjib wiro heureuneun bi baby

 

Nega anjaitteon geu hayan eui jamani

Ne hyanggireul gieokhago

Nega tteonan huro chagaun jeongjeokmani

Neol kidarigo inneun jageun cafe

 

Neo wiroweo hal ttaemyeon eonjedeun neol ..

Neo geuriweo bogo shipeun narimyeon neol ..

Naega tajudeon kkeopiwa ..

Geudaemaneui hayanjib wiro heureuneun bi baby

 

Oh tidak..aku seorang namja. Tidak seharusnya aku menangiskan? Ayolah Kwon Jiyong, kau harus kuat.

Namaku Kwon Jiyong, usiaku 23 tahun. Usia yang sudah cukup untuk menikah, tapi..detik ini aku diputuskan oleh pacarku. Sungguh malang nasibku ini. Dan kalian tau? Aku selalu diputuskan ditempat yang sama. Sebuah cafe favoritku.

Penyanyi cafe itu sudah menyelesaikan lagunya. Aku sedikit bernafas lega, karena aku berhasil menahan air mataku. Dan sekarang aku hanya akan menghabiskan Ice Coffee Espresso yang baru saja kupesan. Yah..paling tidak bisa mengobati sakit hatiku.

Tiba-tiba, seorang gadis tanpa permisi duduk dibangku yang sebelumnya diduduki oleh mantanku.

”Hai, naega Hyunjin. Lee Hyunjin. Neo?” tanyanya tiba-tiba mengagetkanku.

“Jiyong, Kwon Jiyong” jawabku gugup. Sejurus kemudian dia tersenyum, senyum yang sangat manis menurutku.

“Hmm…kulihat tadi kau sangat menghayati lagu yang kunyanyikan. Apa kau baru saja putus dengan pacarmu??” pertanyaannya berhasil membuka luka yang baru saja tertutup.

”Huaa…kenapa kau membicarakannya lagi?? Aku ingin menangis” histerisku. Dan hanya dibalas dengan tawanya.

”Hahaha..kau sungguh lucu. Aku juga pernah mengalami hal yang sama. Pengalaman menyakitkan yang terjadi di cafe. Makanya aku menyukai lagu tadi” ceritanya. Waw, dia berhasil membuatku tertarik.

”Benarkah..??” tanyaku.

”Ya, mungkin aku lebih parah darimu. Aku diputuskan oleh tunanganku. Tapi tiba-tiba dia memutuskanku tanpa alasan yang jelas. Tapi..untuk apa aku menyesalinya. Hidupku tidak berhenti sampai disitu kan??” ceritanya antusias. Ekspresinya sangat menggemaskan.

”Hyunjin-ah, ini syrupmu” seorang pelayan memberikan syrup pada gadis bernama Hyunjin ini.

”Terima kasih Yongbae” Hyunjin tersenyum.

”Jiyong-ah. Mana pacarmu??” tanya Yongbae, dia adalah temanku. Dan tentu pertanyaan itu adalah ejekan. Karena dia tau aku baru diputuskan.

”Aku tidak ada waktu untuk bercanda, Yongbae-ah. Kembalilah ke pekerjaanmu” suruhku pada Yongbae. Hyunjin tertawa melihatku.

”Hahaha…Seungri-ah. Apa Seunghyun oppa sudah kembali?? Aku ingin meminta bayaranku hari ini” teriak Hyunjin pada koki yang ada didapur.

”Belum, tunggulah beberapa menit lagi. Dia terkena macet” teriak Seungri.

”Kau bekerja disini?” tanyaku padanya. Dia mengalihkan pandangannya padaku.

”Ya. Sebagai penyanyi part time” jawabnya.

“Kau tau? Suaramu itu bagus sekali. Mau bekerja sama denganku? Jika aku mempunyai lagu baru maka kita akan berduet. Bagaimana?” tawarku.

”Benarkah?? Kalau begitu kuterima tawaranmu. Aku tunggu” katanya ceria.

”Hyunjin-ah!!” teriak Seunghyun saat memasuki cafe.

”Jangan berteriak seperti itu hyung” tegur Yongbae yang sedang melayani pelanggan. Seunghyun hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan berjalan menuju bangku kami.

”Ini bayaranmu. Maaf menunggu” Seunghyun memberikan amplop cokelat kepada Hyunjin.

”Terima kasih Seunghyun oppa. Kalau begitu aku pergi dulu. Daesung oppa sudah menunggu dari tadi” Hyunjin beranjak dari duduknya dan keluar cafe.

”Daesung-ah! Jangan telat besok!!” teriak Seungri pada Daesung yang hampir saja keluar cafe.

”Ya..ya. Aku tau!” Daesung melambaikan tangannya.

”Siapa dia??” tanyaku pada Seunghyun.

”Hyunjin, adik sepupunya Daesung yang baru saja pulang dari Daegu. Daesung yang merekomendasikannya. Dan hasilnya lumayan” jawab Seunghyun, aku hanya menaggukkan kepalaku.

”Dia cantikkan??” Seungri menyenggol bahuku. Dan refleks aku menganggukkan kepalaku.

”Dan kurasa dia lebih baik dari pacar-pacarmu dulu” sambung Yongbae.

”Hey! Aku baru saja putus!” teriakku tidak terima.

”Tapi kau suka kan~~~” goda Seunghyun.

”Yah..tidak kupungkiri dia gadis yang manis” jawabku.

”Oh iya, kudengar tadi kau mengajaknya kerjasama. Bagaimana kalau kau membuat lagu duet saja” usul Yongbae. Sepertinya ide Yongbae itu ada baiknya juga. Aku tersenyum. Dan langsung merangkul Yongbae.

”KAU PINTAR SEKALI!!!” aku menjitak kepalanya.

”Sakit tau!” erangnya.

”Hahahahaha….”

****

Aku mendapat nomornya setelah bersusah payah memohon pada Daesung. Dasar anak itu sangat protektif pada Hyunjin. Segera aku menghubunginya. Yah,,tak kupungkiri aku sekarang gugup.

”Yoboseo? Apa benar ini Hyunjin, Lee Hyunjin?” tanyaku saat telponku sudah tersambung.

”Ya, nuguseyo??” tannya. Huh..suaranya sangat merdu sekali.

”Ini aku Jiyong, yang waktu di cafe” jawabku.

”Oh, Jiyong-ssi. Ada apa??” tanyanya.

”Hmm..tidak. Aku hanya ingin memberi tau kalau lagu garapanku sudah selesai. Bisa kita bertemu besok?” tanyaku akhirnya.

”Benarkah? Wah..aku senang sekali. Baiklah, kita bertemu besok di cafe” sahutnya ceria.

”Baiklah di cafe” dia menutup sambungan.

Aku berlonjak di atas tempat tidur. Dan semua keteganganku hilang sudah.

Sekarang aku harus tidur.

****

Pagi-pagi sekali aku sudah ada di cafe. Aku datang bertepatan dengan datangnya Daesung.

”Jiyong-ah, apa kau menghubungi dongsaengku semalam?” selidiknya. Dengan ragu aku menganggukkan kepalaku. Dan tiba-tiba dia memelukku.
”Wah!! Bagus sekali. Aku harus berterima kasih denganmu. Hmm, bagaimana caranya ya? Ha! Kau akan makan dan minum gratis untuk hari ini. Biar aku yang bayar” aku menatap Daesung tidak mengerti.

”Kau kenapa?” tanya Daesung yang menatap wajah bingungku.

”Apa kau salah makan obat??” tanyaku. Ya, setauku Daesung adalah orang yang sangat pelit.

”Ani, aku baik-baik saja” jawabnya santai.

”Terus, kenapa kau mentraktirku??” tanyaku padanya. Dia tersenyum membuat kedua matanya menghilang.

”Karenamu adikku bisa jatuh cinta lagi..hahahahaha” jawab Daesung dan menyeretku masuk ke cafe. Aku masih berpikir keras tentang apa yang dikatakan Daesung barusan.

Jatuh cinta lagi, denganku? Benarkah??

”Benarkah??” tanyaku histeris pada Daesung. Dan dijawab dengan anggukan oleh Daesung.

”Dia menyukaimu” bisik Daesung. Senyum merekah dari bibirku. Dan aku banyak berharap hari ini.

****

Setelah latihan sebentar. Aku dan Hyunjin sudah siap untuk ditampilkan. Dan aku ingin memberikan kejutan padanya setelah kami tampil hari ini. Lagu duet yang kuciptakan yang terinspirasi olehnya.

”Baiklah, sekarang kita akan melihat penampilan duet kita. Jiyong dan Hyunjin, silahkan mulai” Seungri memberikan kata sambutan. Kami berdua naik keatas panggung dan duduk di kursi yang memang disediakan.

”Lagu ini adalah hasil ciptaanku sendiri. Judulnya ’My Valentine’. Semoga kalian menikmatinya” kataku sebelum memulai penampilan kami.

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

ijeneun neol saenggakhaedo apeujiga anha

neoreul miwohaetdeon gamjeongdeuri jogeumssik noga

johasseotdeon gieokdeulman dasi saenggagi na

deo isang niga mipji anha

 

(hamkke haetdeon sigandeuri) neomuna kkumgata)

(dasineun oji anketji) niga animyeon

 

nan mollasseulgeoya. jeongmal mollasseulgeoya.

geuraeseo neoege gomawo

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

niga cheom tteonasseul ttae jeongmal neomu apasseo

neomu apa niga miwotjiman

sigani galsurok sangcheoneun amulgo chueokdeureun keojyeo

 

jogeumssik misoreul chatge dwaesseo, Oh Yeah

 

(hamkke haetdeon sigandeuri) ijeneun sojunghae

(dasineun oji anketji) neo ttaemune

naneun neukkyeobongeoya sarangi mueonji

geuraeseo neoege gomawo

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

 

ulmyeo neol butjamneun nareul beorigo tteonatdeon ni moseup

meoreojyeo gadeon dwitmoseup

barabomyeonseo gwayeon seupgwancheoreom beeobeorin neol jiul su isseulkka

 

nan eonjenga neoreul tteoollyeodo useul su isseulkka,

geuttaen jasini eobseosseo, niga neomuna miwosseo.

hajiman sigani jinani saenggagi jogeumssik bakkyeosseo.

ije misoreul jieumyeonseo

I’m thinkin’ about you all the time

and I realized that u will always be my valentine

 

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

neoneun nal tteonatjiman geuraedo nae sarang

Aku berdiri dari dudukku dan sekarang jongkok dihadapannya. Mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru tua. Membuat Hyunjin menatapku bingung. Aku masih melahjutkan lagunya…

only you’re my Valentine

eonjekkajina neoneun naui sarang

only you’re my Valentine

Hyunjin menutup mulutnya, kaget. ”Hyunjin-ssi. Be my valentine, please” kataku mengungkapkan perasaanku. Hyunjin tidak kuasa menahan senyumnya.

”I’ll be your valentine, Jiyong-ssi” jawabnya. Semua pelanggan cafe mulai ricuh. Tepuk tangan membahana di seluruh cafe.

”CHUKAE!!!” teriak Seunghyun, Yongbae, Daesung, dan Seungri berbarengan. Aku memeluk Hyunjin dan kami membungkukkan badan kepada seluruh pelanggan cafe.

****

Inilah kisahku. Semuanya terjadi di cafe, tempat favoritku. Dan juga tempat favoritnya. Berawal dari lagu berjudul cafe, dan kisah cinta yang sama-sama berlatar di cafe. Dan tentunya tempat kami pertama bertemu, dan mengetahui perasaan kami. CINTA.

Cafe, my LOVE

By. Kwon Jiyong

5

[Freelance] Love, Mission, Betrayal [part 3/8]

By: NamHeeRin

Genre: action, romance

Tags : eunhyuk, heechul, hangeng, siwon [series]

-previous-

Di meja makan, kini tinggal tersisa empat pria yang menghentikan makannya sejenak dan menatap piring mereka dengan nafsu makan yang telah menghilang. Lalu mereka mendongakkan kepala dan kembali menatap satu sama lain dengan pikiran yang juga sama, “Malam ini akan menjadi gawat.”.

—–

Sejam sebelum berangkat, Heerin dan Siwon bersiap menggunakan penyamarannya sebagai jasa pembersihan keliling. Mereka menggunakan pakaian out of fashion yang dibeli Heerin dan berusaha agar tak tampak terlalu mencolok. Heerin menguncir rambut dan poninya ke belakang. Mereka berdua pun menggunakan kacamata berbingkai tebal. Namun, hal itu masih tampak cukup sia-sia, karena mereka tetap terlihat mencolok.

“Can’t you make yourself look more simple? You still look attracted, although you told me in your plan not to take much attention.” ucap Siwon.

“It’s still better then look glamour like what your plan said. In this disguise, the guard won’t be so protected over us.” sahut Heerin.

“Whatever, let’s go.” kata Siwon.

Sepuluh menit sebelum waktu yang dijadwalkan, mereka berlima tiba di tempat tadi siang mereka mengamati, menggunakan 2 mobil. Mobil pertama berisi Siwon Hangeng, dan mobil kedua berisi Heerin Heechul Eunhyuk.

“Are you ready?” tanya Siwon disahut anggukan keempat orang lainnya.

“Your time since entered the side door ’til you get out from the building is 20 minutes, in that time I’ll stop the CCTV so your movement inside won’t be seen. But I don’t want to make it longer because the guard would wondered if the situation on CCTV’s still the same as before in a long time. Moreover I believe that you can do it less than 20 minutes.” Jelas Heechul.

Setelah itu, Heerin dan Siwon pindah ke mobil layanan pembersih sewaan yang akan mereka gunakan untuk melaksanakan aksinya. Heerin Siwon berangkat menuju tempat target, Hangeng menggunakan mobil yang tadi ia gunakan bersama Siwon mengawasi dari jarak 100m, sedangkan Heechul Eunhyuk tetap di tempat mereka berkumpul di dalam mobil yang mereka gunakan, yang memang telah berisi berbagai peralatan komunikasi canggih.

Beberapa saat sebelum tiba di gerbang masuk, Siwon dan Heerin menggunakan earphone mikro untuk mendengar instruksi Heechul mengenai jalur tersingkat menuju ruangan target. Heechul melacaknya melalui CCTV yang terpasang, karena yang dinonaktifkan hanya sinyal yang terhubung ke ruangan pengawas di tempat target. Heechul juga menghubungkannya dengan LCD di mobil Hangeng, agar mereka semua bisa mengamati situasi. Mobil layanan kebersihan itu memasuki gerbang masuk.

“Excuse me, we received order to clean up this place.” Kata Siwon.

“Ah, I think I know that, but I thought you’ll come tomorrow because the schedule says so.” Jawab salah satu penjaga.

“Yeah, but tomorrow my partner and I won’t be able to work, since she has a family reunion and I need to go to my sister’s hometown because she’s sick now. Your boss told us that he wanted the best employees from the company to handle his house, and we’re the ones. Moreover I’ve told him about it and he said that he’ll tell the guard. Hasn’t he tell you all?” jelas Siwon.

“Wait, I’ll ask the other guards.” Kata penjaga itu.

Ia pun menghubungi penjaga lain, dan tanpa mereka ketahui, teleponnya telah disadap oleh Heechul, sehingga Heechul akan berpura-pura sebagai penjaga yang menjawab telepon. Kemudian penjaga itu kembali pada Siwon.

“The other guard told me that it’s true you’ll come tonight. Sorry for the mistaken, you may come in after we’ve done the standard security system.” Ucap penjaga itu.

Para penjaga itu melaksanakan prosedur keamanan, lalu setelah dirasa aman, van layanan pembersihan itu diperbolehkan masuk. Setelah memarkirkan vannya, mereka berdua turun dan segera menuju pintu belakang van, membukanya, dan menurunkan troli peralatan kebersihan yang di dalamnya tersembunyi beberapa senjata untuk digunakan. Mereka pun menuju pintu masuk.

“I’ll stop the CCTV in 3..2..and now.” Ujar Heechul dari earphone.

Mereka segera memasuki pintu masuk dan bertemu penjaga yang langsung mempersilakan mereka untuk masuk. Setelah beberapa saat berjalan di lorong, mereka bertemu penjaga yang memeriksa isi troli mereka, yang untungnya tidak terlalu teliti sehingga mereka lolos dari pemeriksaan.

Semakin dalam mereka berjalan, mereka menemui dua penjaga lagi, dan salah satunya memeriksa troli mereka dan akhirnya menemukan senjata yang mereka sembunyikan. Penjaga itu hendak mengambil pistol yang terletak di sabuknya, namun gerakannya terhenti. Ternyata Heerin yang sigap segera menembak penjaga itu dengan pistol kedap suara yang ia taruh di celah bajunya. Siwon terlihat agak kaget, namun ia juga dengan sigap menahan badan penjaga itu agar tak langsung terjatuh ke lantai.

“Hey, what happened?” Tanya penjaga yang satunya lagi seraya berjalan menghampiri mereka.

Heerin berjalan mendekat padanya dan menembaknya. Penjaaga itu langsung ambruk dengan ditahan Heerin terlebih dahulu, lalu ditaruh di lantai. Heerin menoleh ke arah Siwon yang telah menaruh penjaga pertama di lantai.

“Segera menuju ruangan target, sebentar lagi penjaga lain akan menemukan mayat mereka.” Ucap Heerin.

Mereka segera bergegas menuju arah yang diinstruksikan Heechul, meninggalkan troli mereka di tempat tadi setelah sebelumnya membawa segala senjata yang tersembunyi di sana, dan Siwon telah mengeluarkan pistolnya.

Sepanjang perjalanan, penjaga-penjaga langsung bersiaga saat melihat Heerin Siwon, teriebih karena mereka memegang pistol di tangan dan senapan di punggung. Namun, Heerin Siwon lebih terlatih dari mereka. Sebelum para penjaga sempat beraksi, mereka berdua telah melumpuhkan para penjaga.

Semakin dekat dengan ruangan target, penjaga yang menghalangin mereka semakin banyak, ditambah penjaga yang berdatangan karena mendengar kegaduhan yang disebabkan penjaga yang mengejar mereka berdua. Karena waktunya semakin mendesak akhirnya Heerin menyuruh Siwon untuk menuju ruangan target sementara Heerin melindungi dari belakang.

“But…” Siwon hendak protes.

“Just quickly go there and get what we need, we don’t have much time. Go!” sela Heerin.

Tanpa membuang-buang waktu lagi, Siwon segera menuju ruangan target sambil sesekali menembak penjaga yang menghalangi, diikuti dengan Heerin yang berjalan mundur karena menghadapi penjaga yang mengejar mereka. Beberapa saat kemudian, Heerin telah berhasil melumpuhkan seluruh penjaga yang menghalangi mereka.

Lalu, Ia melihat ke ruangan target, dan ia yakin bahwa Siwon sudah masuk cukup lama, tapi ia bertanya-tanya mengapa Siwon tak kunjung keluar. Akhirnya ia memutuskan untuk ikut masuk, untuk memastikan bahwa tak terjadi apapun pada Siwon. Di dalam, Heerin melihat bahwa target dalam keadaan terpojok dan cukup babak belur, sedangkan Siwon berdiri tak jauh menatap penuh amarah pada si target.

“What are you doing? Haven’t you get the data? We only have 7 minutes left!” ucap Heerin.

“I’ve asked him million times, also with some punches, but he doesn’t want to tell me about it. It’s hard to do, you know? If you want to finish it quickly, just ask him by yourself, so you’ll know how depressed I am.” Sahut Siwon tampak kesal.

Heerin tak membantah ucapan Siwon, dan langsung mendekati si target. Heerin berjongkok di sebelahnya, lalu mengucapkan sesuatu pada si target menggunakan bahasa asalnya, yaitu bahasa Belanda, yang tak dimengerti oleh Siwon.

“Hey, you, do you know that I’m in a bad mood now? And most of people that have been met me won’t dare to do something stupid to me in this situation, moreover something that waste my time like this. So, if you want your family be save from me, you better give me what we want.”ucap Heerin dalam bahasa Belanda.

“Cih, untuk apa aku memberimu data-data itu? Aku takkan takut pada wanita muda sepertimu.” Balas si target.

“I think you don’t know me yet. So, let me  introduce myself, as The Red Lady, and you should know that I’m not kidding about it, right? Now, do you still want to keep away the data from me?” kata Heerin.

Wajah si target seketika langsung memucat. Ya, ia mengetahui yang dimaksud dengan ‘The Red Lady’, dan ia pun yakin bahwa wanita di depannya ini tidak berbohong. Tak ada yang berani mengaku-ngaku sebagai ‘The Red Lady’, lagipula penampilan Heerin persis sama dengan isu yang beredar tentang ‘The Red Lady’.

“Hey, answer me! Do you prefer  watching your family die, or give the data to us?” Tanya Heerin.

“O, okay. I.. I’ll give you the data, ada di laptop di lemari antara textbook Manajemen Keuangan.” Jawab si target dengan gugup.

“Siwon-ah, cari sebuah laptop di lemari antara textbook Manajemen Keuangan, hurry up.” Pinta Heerin pada Siwon, kembali menggunakan bahasa asli mereka saat Heerin berbicara pada Siwon.

SIwon pun mencari sejenak lalu mendapati laptopnya. Ia segera membukanya dan mendapati bahwa ia membutuhkan password untuk memasukinya.

“Ask him the password.” Ucap Siwon.

Heerin pun menanyakan password yang segera dijawab oleh target itu. Kemudian ia kembali menanyakan letak file yang mereka cari, serta jumlahnya, sehingga tak ada yang terlewat.

“That’s all? Well, thank you, it’ll be useful for us.” Ucap Heerin sambil berdiri setelah melihat si target mengangguk.

Siwon pun kembali mematikan laptopnya dan menaruh di tempat asal ia menemukannya. Mereka pun segera bersiap-siap untuk meninggalkan tempat.

“Hey, you’ve promised that you’ll do nothing to my family and you’ll keep your promise, right?” Tanya si target.

Heerin sudah berjalan menuju pintu keluar ruangan, lalu berhenti  dan membalikkan badannya, dan segera menembak si target di kepalanya, kemudian kembali berjalan menuju pintu keluar.

“Your family will get more happiness if you died.” Gumam Heerin.

Mereka pun segera berjalan kembali menuju pintu keluar dan van mereka. Selama di perjalanan mereka tak bertemu banyak penjaga, karena penjaga-penjaga telah mereka lumpuhkan tadi. Mereka segera masuk ke dalam van dan melajukan vannya menuju gerbang keluar. Sepertinya kegaduhan di dalam tak terlalu terdengar keluar, karena penjaga di luar tampak tenang.

“Cepat sekali, apa kalian sudah menyelesaikan segalanya?” Tanya penjaga yang satu.

“Not everything, just some special places. Good night.” Jawab Siwon kemudian van mereka melaju setelah dipersilakan oleh penjaga.

Untunglah mereka menyelesaikan tugasnya semenit lebih cepat, sehingga Heechul tak perlu memperpanjang tindakannya memberhentikan CCTV. Heerin Siwon Hangeng melaju kembali ke tempat Heechul Eunhyuk menunggu mereka. Di van, Siwon yang merasa penasaran tak bisa membendung perasaannya.

“Hey, what did you say to him? He looked scared after you said that. And what about ‘The Red Lady’? I think it’s the most that scared him.” Ujar Siwon.

“Nothing, just a little conversation. And about ‘The Red Lady’? Maybe you’ll know later.” Jawab Heerin datar.

Meski Heerin menjawab dengan cuek, namun Siwon tahu bahwa mood Heerin telah membaik. Namun, hal ini semakin menambah kekhawatiran Siwon, karena ia tahu bahwa mood Heerin membaik setelah melampiaskan kekesalannya dengan kekerasan, terutama membunuh.

—–

DI perjalanan pulang menuju rumah khusus mereka, ternyata keempat pria itu telah menyadari perubahan mood Heerin, dan semua memiliki pikiran yang sama dengan Siwon, karena mereka memang melihat yang terjadi melalui CCTV. Bahkan Heerin bersenandung kecil menyanyikan lagu yang ia dengarkan dari iPod nya.

Setibanya di rumah, mereka berkumpul dulu di ruang tengah, karena Direktur mereka, Shin Donghee, melakukan panggilan.

“Good job, you five. You’re really the best agents we have in the company. Keep it up for your next tasks.” Ujar Direktur lalu memutuskan sambungan.

“Useless talk. I’ll go to my room.” Ucap Heerin lalu melangkah ke kamarnya di lantai atas.

—–

Keesokan harinya, mereka semua bangun dengan suasana bercampur antara lega dan tegang. Lega mereka berhasil menyelesaikan misi kemarin malam, tegang karena itu berarti mereka semakin dekat dengan misi utama. Selesai sarapan, mereka berlima mendiskusikan  hasil data yang kemarin malam mereka dapatkan.

“Berapa jumlah anggota mereka yang ada dalam data itu?” Tanya Siwon.

“There’s 37 people, but this isn’t the complete data. It only tells us about normal members, not even the higher member, moreover the highest president of the organization. It shows nothing about the important members so we still can’t do anything now.” Ujar Heechul.

“Aku salut pada petinggi organisasi ini. Dia baru membangun ini tak lebih dari 3 tahun, tapi sudah menyebar seluas dan sepenting ini, dan lagi kudengar ia belum terlalu tua. He must’ve much connections.” Komentar Eunhyuk.

“Let’s take a look at their victim’s list. Maybe it can give us something useful.” Kata Hangeng.

Mereka pun melihat data itu bersama-sama, banyak pejabat penting yang terdapat dalam daftar ini, namun bukan itu yang menarik perhatian Heerin. Ia merasa bahwa ia dapat melihat hubungan antar korban, tapi ia tak bisa mengingat apa itu.

“Sepertinya kita tetap tak mendapatkan sesuatu yang berarti, mungkin lebih baik kita lanjutkan lagi nanti malam. Now, you can take a rest or something you want to do.” Kata Siwon.

Mereka semua berpisah untuk melakukan kegiatan masing-masing. Merasa jenuh dan ingin melepaskan penat Heerin berganti baju dan menuju kolam renang untuk berlatih renang, hal yang sudah lama jarang ia lakukan, mengingat kesibukannya yang selalu menyita waktunya.

Setelah kira-kira satu setengah jam berlatih, Heerin beristirahat dengan mengambang di permukaan air dengan muka menghadap langit.

“Apa pikiranmu sudah dingin?” Tanya seseorang tiba-tiba.

Heerin tak perlu bangun dari acara tidur di airnya untuk mengetahui siapa yang berbicara dengannya. Eunhyuk.

“Mengapa kau pikir bahwa sebelumnya pikiranku tak dingin?” balas Heerin.

“Because you killed all those guard without any expression.” Sahut Eunhyuk.

“Isn’ it the first rule in our company?” kata Heerin.

“The rule tells us ‘not to hesitate in doing our mission’, not ‘kill people like throw away a trash’. How could you be this coldhearted? Kau bahkan tak terlihat iba sedikitpun pada korban yang kau bunuh.” Jawab Eunhyuk.

“So you tell me to stayed beside the victim for a while, looked sad for them, and took them to the right place, then go and kill the other?  If you give me 3 or 4 hours last night, maybe I can do the ‘looked sad for them’ thing.” Ujar Heerin.

“That’s not what I mean, and I know that you really understand what I meant.” Ucap Eunhyuk.

Heerin terdiam tak mengatakan apapun, hanya menatap langit di atasnya dengan datar.

“Tell me what else you want to say.” Kata Heerin.

“I don’t like the new you.” Kata Eunhyuk.

“Do you like the old me?” balas Heerin.

Kini giliran Eunhyuk yang terdiam, mereka sama-sama tahu bahwa ini sudah menyangkut masa sensitive mereka. Lalu, Heerin bangun dari posisi tidurnya dan menuju pinggir kolam renang kemudian naik ke atas dan mengambil handuk yang ia taruh di kursi santai.

“If you don’t have anything else to say, I’ll go to my room.” Ucap Heerin kemudian ia melintas pergi meninggalkan Eunhyuk yang termenung sendiri.

—–

Sore harinya, saat sedang merencanakan misi lain, terlihat bahwa mood Eunhyuk dalam keadaan tidak baik, diperkirakan karena kejadian di kolam renang tadi siang. Meski Eunhyuk tahu bahwa Heerin tak melakukan kesalahan, tapi fakta bahwa dirinya tak bisa melakukan apapun membuatnya kesal.

Akhirnya, karena tak ingin melihat muka kusut saat sedang rapat, mereka memutuskan untuk beristirahat malam ini dan pergi ke suatu club yang dulu sering mereka datangi. Setibanya disana, seperti biasanya, keempat pria itu langsung dikerubungi seperti bunga manis dikelilingi lebah. Namun, seperti biasanya pula, wanita-wanita iseng itu langsung kabur saat melihat Heerin.

Mereka sudah cukup nyaman saat akhirnya mendapat ruangan khusus dan jauh dari gangguan wanita iseng, karena tujuan mereka memang hanya melepas penat. Tiba-tiba, terlihat 2 wanita berpakaian mini berdiri d ambang pintu ruangan mereka.

“Hey, do you want to be accompanied by us?” tanya wanita yang satu.

“Can’t you see that we already have our girl?” sahut Heechul dingin.

“I don’t think one girl is enough for you four.” tambah wanita yang satu lagi.

“Hey, do you want to be with those two girls?” tanya Heerin yang disahuti gelengan keempat pria.

Heerin pun menoleh pada kedua wanita itu, “So, can you please just go and not disturb us?” sambung Heerin.

Ruangan yang awalnya remang-remang itu terkena kilasan lampu sorot, dan kedua wanita itu melihat sosok Heerin yang sedang duduk di antara Heechul dan Siwon, dan terlihat jelas dari wajahnya bahwa ia merasa terganggu. Merasa tak mungkin mengalahkan Heerin, akhirnya kedua wanita itu pergi dengan bersungut-sungut.

“So annoying.” gumam Heerin.

“Sudahlah, tak usah dipedulikan lagi, such a waste of time. Here’s your drink.” ucap Hangeng sambil memberikan gelas pada Heerin.

Mereka berlima pun bersenang-senang, sampai tak terasa mereka telah berada disana selama 4 jam. Heechul Eunhyuk sudah berada di alam bawah sadar, Siwon membayar bill dan mengambil mobil, dan untungnya mereka ke club hanya menggunakan satu mobil.

“Do you remember? Dulu kita sering kemari, kami selalu diganggu wanita dan kau yang membebaskan kami. Saat pulang mereka berdua selalu sudah terkapar, dan nanti kita yang membawa mereka.” kenang Hangeng.

“Yeah, the only different is in those past days we’re goodfriends, while now we’re just work partners.” sahut Heerin.

Mereka berdua pun kembali terdiam sampai handphone Hangeng berbunyi. Ia mengangkatnya lalu beberapa saat kemudian kembali menaruhnya di saku.

“The car’s ready. Lets bring them to the lobby.” kata Hangeng.

Mereka lalu menuju lobby, Hangeng memapah Heechul dan Heerin memapah Eunhyuk. Di mobil, sedikit percakapan yang terdengar, karena dua moodmaker sedang terkapar mabuk.

Setibanya di rumah, Heerin kembali memapah Eunhyuk ke kamarnya. Setelah membaringkan Eunhyuk di tempat tidur dan menyelimutinya, Heerin hendak beranjak menuju kamarnya ketika ada yang menahan tangannya, ia pun kembali berbalik dan dilihatnya tangan Eunhyuk yang menahan tangannya.

“Bisakah kau kembali menjadi seperti dulu?” tanya Eunhyuk dengan mata tertutup, sepertinya sedang melindur.

Heerin menatap sendu Eunhyuk, lalu melepas tangan Eunhyuk yang memegang tangannya.

“It’s too late, and it’s not that easy.” gumam Heerin, lalu keluar dari kamar Eunhyuk menuju kamarnya.

Yang tidak diketahui Heerin adalah, Eunhyuk telah sadar dari mabuknya dan membuka mata setelah pintu kamarnya ditutup oleh Heerin. Ia pun bangun dan bersandar pada pinggir tempat tidurnya.

“Did we make a wrong decision?” batin Eunhyuk.

tbc.tbc.tbc.tbc.tbc

18

[Freelance] Pyscholove [part 1]


Author : Cho Chae Hyun

Main Cast : Cho Kyuhyun (Super Junior), Park Yora (OCs)

Support Cast : Lee Donghae (Super Junior)

Rating : G

Genre : Romance

Ps : ff ini pernah di publish di blogku

——o——

awalnya biasa.tapi berubah jadi tidak biasa.perasaan ku… Begitu aneh sekaligus….. menyenangkan.

—-o—-

hot news~

 

‘penyanyi tampan, kebanggaan korea,muda,cerdas,kaya,dan berbakat adalah seorang gay?’

 

‘seorang fans ditemukan gantung diri mengetahui bahwa idola nya seorang gay’

 

‘Benarkah Cho Kyuhyun penyuka sesama jenis??’

Cho Kyuhyun pov

“cho kyuhyun seorang gay.Hmm… Hei kau mau dengan ku tidak?”

aku melempar beberapa majalah ke sembarang tempat dan memandang sangar manager ku,donghae-hyung.wajah nya amat menyebalkan sekarang.dia mengolok-olok ku dengan gosip gay buatan infotaiment,yang tidak tahu dapat ide dari mana sehingga mencantumkan nama ku di gosip itu.

“hahhaa,jangan emosi dulu.Itu wajar para wartawan menuduh mu gay,dekat dengan wanita saja kau tidak pernah” ujar nya masih menahan tawa.

“aku bukan nya tidak tertarik dengan wanita hyung,tapi setiap wanita didekat ku pasti semua nya centil lah,matre lah.Aku sungguh tidak suka wanita seperti itu”

“hah,kau terlalu pilih-pilih.Nikmati saja hidup mu sebagai laki-laki.banyak Didekati banyak gadis cantik dan seksi.Kau tidak butuh cinta didunia ini.yang kita butuhkan adalah kesenangan” ujar donghae-hyung santai sambil meneguk soju didepan nya.

“aku bukan playboy seperti hyung” ujar ku ketus.Susah juga punya hyung seorang playboy.

Aku memandang kejendela besar di sudut apartment ku,memandangi lampu-lampu kota seoul yang bersinar bak pertama.

Sedikit kecewa,bisa-bisa nya para wartawan itu mencoreng nama baik ku dengan berita yang tidak elite ‘gay’.ya aku akui,aku memang jarang terlihat dengan seorang wanita.tidak sepeti hyung ku ini,setiap malam pasti ada saja seorang wanita yang datang ke apartment nya.

”bagaimana cara nya agar berita ini bisa hilang,hyung.sebentar lagi aku akan melakukan comeback.kalau berita ini tetap menguak,bisa-bisa penjualan album ku anjlok” Aku mengacak rambut ku frustasi lalu memandang donghae-hyung,meminta pertanggung jawaban nya sebagai manager ku.Donghae-hyung mengelus dagu nya pelan.

“benar juga.Jalan satu-satu nya untuk memperbaiki image mu adalah berpacaran.Dengan perempuan,nanti kau pacaran dengan laki-laki lagi” ucapnya cengengesan.Ingin sekali aku melemparnya dengan sepatu ku.

“berpacaran dengan siapa.aku tidak mau kalau pacar ku itu matre.bisa-bisa,baru satu hari pacaran dengan nya,aku sudah bangkrut duluan” protes ku.donghae-hyung memandang ku sinis.

“ck,dari dulu kebiasaan pelit mu itu tidak pernah hilang.yasudah,kalau begitu kita bayar saja seorang gadis untuk menjadi pacarmu.Aku punya banyak gadis yang bersedia dibayar”

“aish… Aku tidak mau berpacaran dengan gadis-gadis centil pilihan hyung.Walaupun hanya sandiwara”

“lalu kau mau gadis seperti apa?”

”aku… Mau gadis yang baik,manis,tidak matre,tidak centil,dan mempunyai wajah cantik.aku tidak mau seorang cho kyuhyun mempunyai pacar berwajah buruk rupa.hehe”

”enak saja kau bilang ,Mana ada gadis baik-baik yang mau melakukan hal seperti ini”

—o—

Park Yora pov

Tuhan dimana lagi aku harus mencari kerja.Cita-cita sebagai model sama sekali tidak kesampaian.Aku sudah berpuluh-puluh kali atau mungkin beratus-ratus kali mengikuti casting,tapi tidak satu pun yang menerimaku.Tidak satu pun,kecuali pada saat aku mengikuti casting merk cosmetic.Aku diterima tapi…. Hanya figuran yang muncul 15 detik!!!

Apa kurang ku? Aku cantik (walaupun hanya kata ibu ku),tinggi ku 170,tubuh ku proposional (yaya walau ku akui dada ku kecil) tapi,hei memang nya aku mau jadi model majalah playboy apa.Menyebalkan.

Aku berjalan gontai menelusuri trotor.Aku berhenti pada etalase toko yang menderet kan tv-tv.Acara ditv-tv itu sama semua,gosip.

‘penyanyi muda cho kyuhyun adalah seorang penyuka sesama jenis.Banyak fans yang kecewa akan berita ini.Tidak ada pembelaan dari pihak cho kyuhyun atas berita ini.Jadi benarkah cho kyuhyun itu gay??’

aku menatap nanar berita di tv itu.Menjijikkan sekali,paras tampan tapi gay.apa asyik nya sih penyuka sesama jenis,memang nya tidak ada wanita cantik didunia ini sehingga mempasangkan hidup nya dengan laki-laki.Ihh~

aku merapatkan mantel ku.Malam semakin larut,aku harus cepat-cepat pulang.Aku menelusuri jalanan seoul yang mulai agak sepi.Lampu neon dari tempat-tempat kelab malam memincing silau.Musik-musik disco terdengar sampai ke pinggir jalan.Berisik sekali.Aku bersumpah tidak akan memasuki tempat maksiat itu.

Langkah ku terhenti saat melihat gerombolan laki-laki bertubuh besar dengan botol minuman keras di genggaman nya.Ugh~ bagaimana ini,jalanan cukup sepi.Hanya ini satu-satu nya jalan menuju apartment ku.Aku mencoba menjaga jarak dari mereka,tapi seperti nya percuma,mereka terus memperhatikan ku.

“nona manis.Maukah kau menemani kami disini hah? Hahaha!!” aku mendengar tawa mengerikan dari salah satu pria itu.Aku mencoba tak peduli dan meneruskan langkah ku.Aku merasa tangan ku terjegat.Aku menoleh kebelakang,salah satu dari mereka menarik tangan ku.

“hei,manis.Kau sombong sekali” katanya sambil meneguk botol minuman nya.Aku mencoba melepaskan tangan pria itu.Tapi percuma tangan nya kekar sekali.

“biarkan aku pergi!” berontak ku.Para pria itu hanya tertawa melihat perlakuan ku yang tak berguna.

“ayolah nona,temani kami disini”

“arg!!~ dasar pria kurang ajar.Lepaskan aku!” aku memukul-mukul pria itu.Tak peduli walaupun apa yang ku lakukan percuma.

Aku memberontak sampai akhirnya,aku tanpa sengaja mendorong tangan pria itu hingga botol dalam genggamannya terlepas.Bau alkohol menyeruak saat isi botol itu mengalir kemana-mana.Kami terdiam sejenak memperhatikan pecahan beling dari botol itu.Namun itu tak berlangsung lama,karna pria besar itu langsung menyegak ku.

“yak! Dasar gadis bodoh.Lihat kau telah menjatuh kan minuman ku.Kau tahu harga perbotolnya berapa hah?!” teriak nya lantang membuat telinga ku ingin meledak.Orang itu kembali mencengkram tangan ku.Kali dibantu dengan teman-teman nya.

“kau harus ganti rugi!” teriak nya.

“mwo? Ganti rugi? aku tidak punya uang!”

“aku tidak butuh uang mu.Cukup bayar dengan tubuh mu saja itu sudah cukup.Hahaha”

“mwo? Yak! Aku tidak mau.Tolong-tolong,ada pria gila yang akan memperkosaku!!” aku kembali memberontak.Tapi tenaga ku tak sebanding dengan mereka.Mereka bertiga sedangkan aku sendiri,bisa dipikirkan betapa lemah nya aku.

Orang-orang itu menarik ku ke sebuah lorong sempit.Aku semakin memberontak.Disini sepi sekali,siapa yang akan menyelamatkan ku.

Aku terus berteriak meminta pertolongan berharap akan ada orang yang mendengar.Tiga orang itu membantingku ke lantai.Tubuh ku sudah gemetaran.Aku tidak mau berakhir seperti ini.Tuhan berilah aku pertolangan.

Aku menutup wajah ku.Tak sanggup lagi melihat apa yang terjadi saat mereka bertiga mendekat kearah ku.Tidak ada yang dapat ku perbuat sekarang.

“hei,lepaskan gadis itu!” aku mendengar teriakkan seseorang.Sesaat kemudian aku mendengar tawa keras dari pria-pria besar itu.Aku menyingkirkan telapak tangan ku dari wajah ku.Mencoba mencari tahu siapa orang itu.

Aku memperhatikan sesosok seluit yang tak kukenal.Aku tak bisa melihat wajah nya karna cahaya lampu menghalangi wajahnya.

“hei,kau.Tubuh mu itu kecil dan pendek.Mau melawan kami bertiga hah?” ucap salah satu dari pria besar itu.

“tubuh ku memang pendek.Tapi aku ini jago taekwondo” ujar nya dengan berani.Wah dia memang pahlawan ku.

Sesaat kemudian pria-pria besar itu menyerang pahlawan ku.Ayo kau tidak boleh kalah!!

Aku memandang takjub saat pahlawan ku menghajar pria-pria itu dengan mudah.Kemampuan teakwondo nya memang hebat sekali!!

Para pria besar itu lari terbirit-birit saat pahlawan ku menghajar mereka habis-habisan.Keren…

“gwaenchana agashi?” tanya nya sambil mengulurkan tangan nya.Aku mengambit tangan nya dan berdiri.Sekarang aku bisa melihat jelas wajah nya.Benar-benar tampan! Ya,tuhan.

“agashi?” panggil nya sambil mengibaskan tangan nya diwajah ku.

“ne,ne.Nan gwaenchana.Gomawo,sudah menolong ku dari pria-pria mabuk itu.Aku tidak tahu bagaimana nasib ku kalau kau tidak datang menolongku”

“tak masalah.Bukakah tugas seorang pria adalah menjaga para wanita”

ugh~ ucapan nya benar-benar cool.

“ohya,apa kau terluka?” tanya nya.Eh,terluka.Aku baru sadar kalau siku ku terasa nyeri.Aku melihat siku ku,berdarah.Pasti gara-gara terjatuh tadi.

“bagaimana kalau agashi ikut ke apartment ku.Kita obati dulu luka mu,lalu aku akan mengantar mu pulang” tawarnya.Ke apartment nya.Jangan-jangan dia sama saja dengan pria-pria besar itu.

“tenang,aku tidak akan berbuat macam-macam padamu.Lagi pula di apartment ku ada teman ku yang tidak hobi perempuan,jadi kalau aku berbuat macam-macam pada mu teman ku bisa mencegah ku.Hehe” dia mengeluar senyum yang benar-benar aegyo!

Aku menganguk menerima ajakan nya.Dia menuntun ku kemobil nya.Dan langsung melaju ke apartment miliknya.

“agashi,kalau boleh tahu.Siapa namamu?” pria itu membuka pembicaraan.

“nama ku park yora” ucap ku agak membungkuk.

“oh,yora.Aku lee donghae.Salam kenal” nama nya lee donghae.Uwow

“kenapa kau masih berkeliaran malam-malam seperti ini.Lihat kau diganggu para pemabuk disana,untung aku mendengar teriakkan mu.Kalau tidak bagaimana” ucapnya masih fokus dengan jalan.

“aku hanya berjalan-jalan tadi.Aku tidak menyangka akan pulang selarut ini”

“oh,lain kali hati-hati.Kau kan bisa naik taxi” Wah,dia sangat perhatian.

“ne,aku akan hati-hati.Terima kasih donghae-ssi” aku mengeluarkan senyum termanisku.Berharap ia akan terpesona.Haha~

beberapa menit kemudian kami berhenti disebuah gedung apartment mewah.Wah,donghae tenyata orang kaya.Perfect sekali.Kami menaiki lift menuju apartment nya.

“nah,silahkan masuk yora-ssi.Duduklah disofa itu.Aku ambil P3k dulu” aku menuruti perintah nya dan duduk disofa.Apartment nya besar sekali.Donghae pasti sangat kaya.Hmm…

“hyung~ apa kau sudah pulang?” teriak seseorang.Aku melihat seorang pria keluar dari salah satu kamar dengan tampilan acak-acakan.

Pria itu… Aku seperti pernah lihat,dimana ya? Wajahnya familiar sekali.Apa ini yang disebut donghae teman nya yang tak hobi perempuan? Yang benar saja, pria ini bahkan lebih tampan dari donghae.

Pria itu hendak membuka mulut nya.ukh… Pasti dia mau menuduh ku pencuri.

“maaf,aku kesini bersama donghae-ssi.Jangan salah paham dulu” potong ku duluan.

“ya,aku sudah tahu.jadi kau gebetan baru donghae-hyung,Eh? Lebih baik kau menghindar dari sekarang dari pada menyesal nanti-nanti” ucapan nya membuat ku bingung.

Gebetan baru? Menghindar dari nya? apa maksud nya?????

“aku tidak mengerti maksud…”

“heh,kyuhyun-a.Apa yang kau bicarakan pada gadis ini” tiba-tiba donghae sudah ada dibelakang ku lengkap dgn kotak P3K.

“tidak ada apa-apa.Aku hanya memperingatkan gadis ini terhadap playboy seperti hyung”

“mwo? Yora-ssi tidak usah dengarkan dia” donghae duduk disebelah ku dan mulai mengobati luka disiku ku.

Aku merasa sedikit aneh dengan teman donghae itu.Nama nya kyuhyun,seperti pernah dengar.Dia… penyuka sesama jenis.Hmm… Jangan-jangan.

“donghae-ssi” panggil ku.Donghae menjawab ku dengan berguman.

“apa teman mu itu… hmm… Cho Kyuhyun penyanyi terkenal itu?”

“oh,kyuhyun.Iya benar dia Cho kyuhyun penyanyi terkenal dan gay itu,haha~.Aku manager nya.Kau tidak sadar?”

apa? Jadi benar dia cho kyuhyun itu? Huah… Aku tidak menyangka.Dan..dan donghae manager nya.Daebak~

“hei,agashi.kau tidak sadar dari tadi aku ini cho kyuhyun?” tanya pria itu sambil meneguk minuman nya di bar tender.

“aku-aku benar-benar tidak sadar.Pikiran ku masih blank oleh kejadian tadi.Jadi… Kau benar cho kyuhyun itu? Wah…,aku punya banyak pertanyaan untuk mu.Aku penasaran, jadi kau benar-benar gay ya? Wah, menyedihkan sekali fans mu” cerocos ku.dia berkacak pinggang dengan tampang singa mengamuk.

“yak,sembarangan.Aku ini bukan gay,aku normal.Sampai kapan orang-orang akan menanyai ku seperti itu terus”

“tapi menurut sumbernya kau itu gay”

—-o—-

kyuhyun pov.

“tapi menurut sumbernya kau itu gay” ujarnya dengan wajah innocent.

baru kali ini donghae-hyung mengajak seorang gadis seperti ini.biasa nya di mengajak gadis yang memakai make-up 1 kg,baju kurang bahan,atau sejenis nya.tapi kali ini berbeda,gadis ini berpakaian sopan,make-up di wajah nya juga tak berlebihan atau mungkin dia hanya memakai bedak biasa,rambut nya juga digerai biasa.

“menurut sumbernya itu siapa.Kau pasti hanya menonton infotaiment-infotaiment dengan berita yang mengada-ngada” ucap ku menanggapi ocehan nya tadi.

“tapi kalau kau itu bukan gay,kenapa kau tidak pernah terlihat dengan wanita.Kau kan tampan pasti banyak yang naksir”

“aigoo,kau membuat ku tambah pusing.Dengar,aku bukan tidak suka perempuan tapi aku tidak suka sifat perempuan yang, matre,centil,manja,dan sok aegyo.Itu menjijikkan”

“tidak semua perempuan seperti itu kyuhyun-a” timpal donghae-hyung.

“ahh…. bagi donghae-hyung perempuan itu sama.Asal cantik dan seksi pasti langsung ngiler” balas ku tajam.Donghae-hyung cengengesan.

“hey,jangan berprasangka buruk dulu.buktinya wanita didepanku tidak” donghae-hyung mengerling pada wanita didepan nya.benar-benar memalukan.aku melihat wajah gadis itu memerah.

”agashi,sebaiknya kau cepat pulang,sebelum kau menjadi mangsa berikut nya” ucap ku prihatin.

”ah.. Kyuhyun-ssi benar,se-sebaiknya aku cepat pulang.ini sudah larut” wanita itu berdiri dan membungkuk pada kami berdua secara bergantian.

”yora-ssi,ini sudah malam tidak mau ku antar.nanti kau….” belum sempat donghae-hyung menyelesaikan pembicaraan yang,tiba-tiba handphone nya berdering.

”sebentar” ujar donghae-hyung pada gadis itu. ”Yoboseyo? ne…. sekarang…. Ba-baiklah..” donghae-hyung mematikan telepon nya.aku bisa lihat wajah kecewa dari gadis itu.

”maaf yora-ssi,sepertinya aku tidak bisa mengantar mu pulang.aku ada urusan penting” ucap donghae-hyung sok menyesal.

”gwaenchana.aku bisa naik bus malam”

”nanti kau diganggu lagi.bagaimana… Kalau kyuhyun yang mengantar mu”

Apa? Kyuhyun? Kenapa aku yang mengantar gadis ini.belum sempat aku protes,gadis itu sudah menyelah duluan.

”ti-tidak usah.aku naik bus saja.tidak apa-apa”

”tidak apa-apa,lagi pula kyu juga mau pulang ke rumahnya.iya kan,kyuhyun-ah?” donghae-hyung melirik kearahku.dia menatap ku seolah-olah ‘ayo,aku tidak mau kehilangan maksa ku!!’

”ayolah kyuhyun-ah.kau tidak kasihan dengan nya.aku menemukan nya sedang diganggu para pemabuk di tengah jalan.tidak mungkinkan kita membiarkan para pemabuk itu mengganggu nya lagi” kata donghae hyung dengan puppy eyes.

”baik-baik,awas kalau sampai ketahuan paparazi” ancamku.donghae hyung semakin cengengesan.

”bagus dong kalau ketahuan paparazi.berarti cho kyuhyun terbukti normal dan tidak gay.hahaha”

”terserah hyung saja” ucap kumalas.aku melirik gadis itu.wajah nya pucat,apa dia terlalu gugup karna dia akan diantar pulang oleh cho kyuhyun yang tampan ini.

Donghae hyung keluar dari apartment.kini tinggal aku dan gadis ini.

”hei agashi,kau mau pulang tidak?” tanya ku saat dia tak bereaksi sedikit pun.

”a-apa? Pulang?” dia sedikit cengo.haha wajah nya lucu sekali kalau seperti itu.

”iya,kau dengarkan donghae-hyung sedang ada kerjaan.jadi aku yang mengantar mu pulang” Ucap ku lagi. Dia menganguk cepat.

aku mengambil 2 topi dan masker dikamar donghae-hyung.aku memakai topi dan masker untuk penyamaran.sedangkan topi yang lain kuberikan pada gadis itu.

”pakai,nanti ada yang mengenali kita” perintah ku.gadis itu memakai topi yang kuberi lalu ia mengikuti ku keluar dari apartment.

Didalam mobil kami hanya diam.wanita diseblahku ini,dia hanya membuka suara saat aku menanyakan alamat apartment nya.

”agashi,ini apartment mu” tanya ku berhenti disebuah gedung yang tak terlalu besar untuk ukuran apartment.

”ne,gomowo kyuhyun-ssi sudah repot-repot mengantar” gadis itu melepaskan sitbelt nya lalu tersenyum sambil agak membungkuk.

Aku mengerjapkan mata saat cahaya lampu memasuki bola matanya.mata coklat bersinar dan itu benar-benar membutakan.

aku mengerjapkan mata ku,kenapa aku berpikir sejauh itu.aku membalas senyuman nya sekilas sebelum ia membuka pintu mobil ku.aku memperhatikan punggungnya yang menjauh dan akhir nya menghilang dari pandangan ku.

—-o—-

Yora pov.

Aku berbaring dikasur ku.Aku masih tidak percaya kalau yang mengantar ku pulang tadi dalah cho kyuhyun.penyanyi terkenal yang sedang fenomenal dengan gosip gay nya.aku tidak peduli dia gay atau tidak,yang penting dia artis dan DIA MENGANTAR KU PULANG,itu sudah cukup membuat teman-teman ku iri,haha.kenapa aku tidak minta tanda tangan nya atau minta foto bersama,ugh~ bodooooh….

Aku memandang sebuah topi dimeja dekat kasir ku.itu topi kyuhyun,aku lupa mengembalikan nya.apa itu berarti aku bisa bertemu dengan nya lagi.oh tidak, kyuhyun tidak terlalu penting,yang terpenting adalah donghae.aku tidak pernah bertemu pria sebaik dia,walaupun kata kyuhyun dia playboy,tapi dia sangaaaaaat baik…..

—–o—–

ugh~ hari ini aku mau mengikuti casting lagi.awas saja kalau aku tidak diterima lagi.aku sudah dandan cantik seperti ini.

Aku menunggu giliran nama ku dipanggil.aku harus menyiap kan skill akting ku.

”park yora” seseorang memanggil nama ku.aku berjalan memasuki ruang casting.aku harus berjuang~~

Beberapa 1 jam kemudian

”huahhh…. Hiks..hiks… Kenapa hidup ku begitu berat.panitia sialan,aku sumpahi mereka agar perusahaan nya bangkrut!!!!!!” aku berjalan menuju lift dengan mengoceh tak jelas.aku berusaha agar mulut ku tidak mengeluarkan nama-nama binatang di kebun binatang.aku menekan tombol lift berkali-kali sampai pintunya terbuka.aku memasuki lift dan kembali dengan ocehan ku.

”yora-ssi?” panggil seseorang.aku menoleh dan ternyata… Lee donghae!

”donghae-ssi?” tanya ku tak percaya.jadi diseblahku dari tadi itu dia.akh… Aku malu sekali!!

”apa yang kau lakukan disini?” tanya nya.aku tersenyum seadanya.

”aku tadi.. Mengikuti casting” cukup ku dengan suara parau.

”casting? Kau diterima?” tanya nya lagi.aku menghelah nafas dan menggeleng pelan.Donghae tersenyum pada ku lalu menepuk punggung ku.

”sekarang kau mau kemana?” tanya donghae lagi.

”aku mau pulang.menangis sepuas nya” ucap ku cemberut.donghae cekikikan.pintu lift terbuka,tiba-tiba donghae sudah menarik tangan ku.

”Kau kenapa?” tanya ku bingung.

”kita minum coklat panas!” donghae mendorong ku masuk kemobilnya diikuti dengan dirinya.

Donghae membawa ku kesebuah cafe tidak jauh dari sana.donghae kembali menarik tangan ku dan mengajak ku duduk di salah satu meja di cafe itu.Pelayan menyodorkan menu,tanpa basa-basi donghae menyebutkan pesanan nya.sepertinya dia sudah hafal sekali menu disini.

Beberapa menit kemudian pelayan datang dengan 2 cangkir coklat panas dan 2 cake coklat.donghae tersenyum pada ku,lalu menyodorkan coklat panas beserta cake ke arahku.

”coba lah,kata orang-orang coklat bisa membuat mood kita lebih baik.agar kau tidak cemberut lagi kau makan cake ini” aku tersenyum mendengar kata-kata donghae.dia memang pahlawan ku.aku menganguk,memotong cake dihadapan ku,dan memakan nya.

”enak tidak?” tanya nya.aku menganguk pelan diikuti senyum singkat.

”jangan kau pikirkan casting itu.kau kan bisa mngikuti casting yang lain” ucap donghae tiba-tiba.

”mengikuti casting yang lain?casting apalagi yang akan aku ikuti kalau hasil nya selalu sama” aku kembali cemberut.

”memangnya sudah berapa kali kau mengikuti casting?”

”tidak tahu,mungkin sudah ratusan kali” jawab ku malas.aku bisa mendengar cekikikan donghae.huh!

”sebegitu obsesi nya kau sampai mengikuti ratusan casting”

”tentu saja! Cita-cita ku adalah menjadi seorang model terkenal.dan sampai sekarang belum kesampaian”

”model terkenal eh?” aku memandang donghae.nada bicara nya aneh sekali.kami diam beberapa saat,sampai akhirnya donghae kembali bicara.

”kau… Kau mau cita-cita mu terwujud tidak?” ucap donghae tiba-tiba,membuat ku menganguk cepat.dia kan manager artis terkenal,pasti dia punya banyak kenalan sutradara atau produser yang bisa mengorbitkan ku.

”aku punya pekerjaan untuk mu dan ini bisa mengangkat dirimu menjadi model terkenal atau mungkin lebih” wow kata-kata nya menggiurkan.

”pekerjaan apa? Aku mau kalau pekerjaan nya bisa membuat ku menjadi model terkenal” tanya ku penasaran.donghae tersenyum 3 jari pada ku.

”kau akan tahu besok”

—–o—–

Kyuhyun pov.

”kyuhyun-ah…kyuhyun-ah…kyuhyun-aaaaaa”

”aish… Apa? Suara donghae-hyung benar-benar mengganggu istirahat siang ku” aku menduduk kan posisi ku dia atas sofa sambil menatap donghae-hyung tersenyum-senyum tak jelas.

”kyuhyun-a,kau mau tidak gosip gay mu hilang” donghae hyung akut duduk disebelahku.aku menatap nya heran,tumben dia peduli dengan ku.

”mau,tapi aku tidak mau kalau disuruh pacaran dengan gadis-gadis centil pilihan hyung”

”kali ini lain,aku yakin kau juga tertarik dengan gadis satu ini.dia juga memenuhi kriteria mu.hehe”

”siapa?” aku penasaran gadis yang memenuhi kriteria ku.

”kau pernah bertemu dengan nya”

”siapa,salah satu mangsa donghae-hyung?”

”mangsa terbaik ku” ucap donghae hyung penuh makna.mangsa terbaik donghae-hyung.siapa??

—–o—–

Yora pov.

aku menatap sebuah gedung bertingkat didepan ku.donghae kemarin nyuruh ku untuk datang ke kantor nya.

Aku melangkah memasuki gedung dan menuju lobby.ternyata aku sudah di tunggu oleh donghae.aku buru-buru masuk ke lift dan menuju lantai 20.aku mencari pintu ruangan donghae,dan disini aku bertemu dengan banyak artis.maklum namanya kantor management pasti banyak artis.

Aku yang tak melihat jalan,ternyata menabrak seseorang didepan ku.

”mi..mianhamnida” ucap ku gugup,jangan-jangan yang kutabrak adalah artis.aku mendongak mencari tahu siapa yang kutabrak.dam ternyata… memang artis,artis gay,cho kyuhyun.

”hei,kau yang waktu itu datang ke apartment nya donghae-hyung kan?” tanya nya.aku menganguk.

”sedang apa kau disini.tidak sembarang orang loh bisa masuk kesini”

”aku disuruh donghae-ssi datang kesini”

”oh,pantas…. Aku mau keruangan donghae-hyung juga.mau ikut?”  aku menganguk cepat.dia berjalan duluan menuju kesebuah ruangan dan aku mengikutinya.

Kyuhyun membuka pintu ruangan yang bertulis kan ‘lee donghae’

”hyung~ ada mangsa mu datang” teriak kyuhyun.mangsa?

donghae membalik kursi nya dan menatap kami berdua bergantian dengan senyum khas.

”wah,kalian belum apa-apa sudah kompak ya” ucap donghae cengengesan.

”kompak apa?” kata kyuhyun tajam.

”sudah,jangan emosi dulu.mumpung kalian berdua sudah berkumpul,ayo kita rapat meja bundar dulu”

”rapat meja bundar??” aku menatap donghae bingung.aku mengikuti perintah donghae untuk duduk didepan nya diikuti kyuhyun.

”Jadi…. kyuhyun-a,kau mau kan gosip gay mu hilang?” tanya donghae pada kyuhyun.kyuhyun menganguk cuek.

”yora-ssi,kau mau kan cita-cita sebagai model terwujud” aku menganguk cepat.

”jadi… Karena kalian saling ketergantungan.bagaimana kalau kalian pacaran saja”

”mwo??!!” teriak ku kaget.aku tidak salah dengar kan.pacaran,dia pikir dirinya makcomblang apa.seenaknya saja bilang pacaran.

”hyung gila ya,jadi yang donghae-hyung maksud mangsa terbaik mu itu dia!” ucap kyuhyun lantang.

”tenang,tenang dulu.maksud ku bukan pacaran sungguhan,tapi kalian bersandiwara menjadi sepasang kekasih” aku mengerut dahi.apa maksud nya.

”kyuhyun-a,kau kan mau gosip gay mu hilang dan penjualan album mu melonjak,nah dengan bantuan yora sebagai ‘pacar’ mu,itu bisa menghilangkan gosip gay mu” jelas donghae pada kyuhyun.

”dan yora,kau kan mau jadi model terkenal.dengan mengaku sebagai pacar seorang cho kyuhyun,kau bisa lirik oleh sutradara atau pun bisa ikut pemotretan majalah.iya kan? Nah karna kalian saling membutuhkan,jadi mohon kerja samanya.deal?” donghae menjulurkan tangan nya pada kami berdua.

aku masih bingung,jadi maksudnya aku dan kyuhyun berpura-pura pacaran dan kami akan mendapatkan untung sendiri sesuai penjelasan donghae tadi.hmm… menarik juga.

”jadi bagaimana,jangan terlalu lama berpikir,karna kalau kalian setuju kita langsung memulai misi kita” aku menoleh ke arah kyuhyun.sepertinya dia masih menimang-nimang.

aku sih mau-mau saja kalau aku mendapatkan apa yang ku ingin kan.tapi dia… Apa dia mau berpura-pura pacaran dengan ku? Akan hanya gadis biasa.paling tidak,walau hanya sandiwara,tapikan dia bisa mencari gadis yang lebih cantik dari ku.

”yasudah,aku setuju.aku tidak mau ambil pusing.tapi aku tidak mau kalau kau kegenitan dengan ku” Ujar kyuhyun santai.

”enak saja.memangnya siapa yang meu kegenitan dengan mu” ucap ku tajam.aku membuang muka dari nya.

”ah,sudahlah.aku tahu dalam hati mu,pasti kau senang bisa berpacaran dengan ku.dasar wanita”

”apa? jangan mentang-mentang kau artis kau bisa bersikap seenaknya dengan ku yang hanya orang biasa” bentak ku marah.

”sudah-sudah,baru mulai kerja saja sudah seperti ini.bagaimana nantinya kalian ini” lerai donghae.

Pria menyebalkan,kalau bukan menager nya yang menawarkan pekerjaan pada ku,sudah ku bejek-bejek dia.

”nah,karna kalian berdua sudah setujuh,mari tanda tangan dulu…” donghae menyodorkan selembaran,seperti surat kontrak.apakah sampai sebegitunya.

”apa perlu pakai kontrak segala,donghae-ssi?” tanya ku.

”tentu saja,untuk jaga-jaga” ujar nya mengeluarkan senyum khas.

”nah,dalam perjanjian kita ini mempunyai peraturan dan sangsi.keterangan lebih lanjut baca ini” donghae menyodorkan 2 lembar kertas.dia membagikan nya pada ku dan kyuhyun.

‘peraturan dan sangsi perjanjian kyuhyun-donghae-yora

 

Peraturan

1.yang berkuasa pada perjanjian ini adalah aku,lee donghae.

2.karna aku yang berkuasa,jadi kalian berdua harus mengikuti perintah ku.

3.tidak boleh membantah apa yang aku perintahkan pada kalian.

4.tidak boleh membenci satu sama lain,karna kita kan dipenuhi cinta pada perjanjian ini :*

5.kalian harus terlihat mesra di depan umum.

6.kecuali di tempat-tempat tertutup atau tidak ada orangnya.kalian boleh saling menyakiti ^^

7.kalian harus ada jika diperlukan dan harus kompak ya!!

8.hal yang paling penting! Yang mengetahui perjanjian ini hanya kita bertiga.kalau ada yang membocorkan atau ada orang yang mengetahui perjanjian ini,apalagi sampai tersebar luas.bersiap lah wahai yang menyebarkan/membocorkannya akan ku kirim ke akhirat.

 

Sangsi

1.ini yang aku suka.

2.jika kalian melanggar salah satu peraturan diatas,kalian akan mendapatkan denda sebesar 500rb won  (tarif bisa berubah seiring keingin ku/hahahah…)

3.terkecuali peraturan no.8,karna disana sudah ku beri keterangan akan mengantarkan orang yang membocorkan nya ke akhirat

 

Sekian^^’

aku mengerut dahi membaca isi kertas itu.

”yak! semua isi peraturan ini berpihak pada donghae-hyung! Apa untung nya bagi kami” teriak kyuhyun.

”heh,kalian kan sudah mendapatkan untung masing-masing.kau mendapatkan popularitas mu kembali dan yora bisa menjadi model kan.kalian lihat,aku hanya mendapatkan 500rb won.itupun kalau kalian melanggar” ucap donghae innocent.

”aku tidak terima dengan peraturan nya” ucap kyuhyun sambil menyandarkan punggung ke kursi.

”belum apa-apa kau sudah melanggar peraturan no.2 dan 3,kyuhyun-a.semua nya jadi 1juta won” ucap donghae sambil mengadahkan tangan.

”mwo,aku bahkan belum menandatangani kontrak nya!” sungut kyuhyun.

”makanya cepat tanda tangan!” donghae menyodorkan sutar kontrak nya.

”sebentar!” kyuhyun merebut kertas yang berisi peraturan perjanjian kami.lalu menuliskan sesuatu.

”apa yang kau tulis kyuhyun-a!!!” teriak donghae.kyuhyun pura-pura tidak dengar dan langsung menanda tangani kontrak nya.

”semua peraturan berlaku juga pada lee donghae??” donghae membacakan yang kyuhyun tulis di kertas perjanjian tadi.kyuhyun menganguk puas sedangkan donghae mendengus kesal.

Aku mengambil surat kontrak kami lalu tanpa pikir panjang aku langsung menanda tangan surat itu.

”nah,karna kalian sudah menanda tangani kontrak nya,sekarang mari kita menjalan kan misi pertama!!” Teriak donghae.

misi pertama?????

—–o—–

suka gak suka komen!

by : Cho ChaeHyun

18

[Freelance] Harder Than You Know [part 1]

Annyeong!! Aku buat FF autis ini pas lagi dengerin lagunya Escape The Fate yang judulnya Harder Than You Know. Suka banget lagu ini. Jadi aku mau coba buat FF dengan inspirasinya lagu ini. Main-main ya ke http://irena040506.wordpress.com  :)

Don’t be silent reader please :) Happy Reading ^^

*** HARDER THAN YOU KNOW ***

Cast:

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Lee Donghae (Super Junior)

Yang Yoseob (BEAST)

Choi Minho (SHINee)

  • Choi Nara
  • Jo Chaerin

Support Cast:

Siwon, Heechul, Eunhyuk, Sungmin (Super Junior), Victoria (Fx), Lee Soo Man

Length: Part 1 – :)

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author: Nana (@keiichiro_nana)
**Prologue!!

Nara

Hey, my name is Choi Nara. I was 17 years. I went to Neul Paran Senior High School. I’m pretty, smart, kind, friendly, and rich. My nickname is a little Nara, because I’m cute. Everybody likes me. But there is one who does not like me!

** CHANGE **

Kyuhyun

Hey, my name is Cho Kyuhyun. I was 17 years. I went to Neul Paran Senior High School. I’m handsome, smart, friendly, and rich. My nickname is Evil Kyu, because I often nosy. Everybody likes me. But there is one who does not like me!

**End Prologue!!
Neul Paran High School

Class: 2 A

(AUTHOR)

kelas 2A adalah kelas terpilih. dimana di dalam kelas tersebut hanya ada 16 siswa/siswi berprestasi cemerlang. semua bersahabat dengan baik. salah satu dari mereka bernama Nara & Kyuhyun, dan menurut yang lain, mereka adalah rival abadi !!

“aku akan dapatkan nilai terbaik dalam matematika kali ini” ujar nara semangat dengan tangan di kepal ke atas. tanpa Nara sadari Kyuhyun sudah memandang Nara dengan perasaan menang

“jeongmal babo yeoja!!” sombong Kyuhyun yang langsung membuat Nara memerah kesal

“sudahlah, Kyu” ujar Donghae memperingatkan. terkadang ucapan Kyu terlalu tajam pada Nara dan Donghae harus mengingatkannya

“ah, arasseo!” Kyuhyun pun menurut dan diam menatap siwon seonsangnim. Mengabaikan Nara yg terus-terusan mendengus kesal ke arahnya walaupun sudah di redakan Chaerin

“baiklah akan saya bacakan nilai terbaik” seluruh murid penasaran akan hasil ujian yg akan di bacakan oleh Siwon seonsangnim. Hanya ada 2 pilihan, Cho Kyuhyun atau Choi Nara.

“Perfect score! chukkae, Nara!!” imbuh siwon seonsangnim. dan semua murid bersorak!

“do you hear?! i’m the winner! wooo” ujar nara bangga. Kyuhyun dengan wajah kesal menutup wajah dengan handuk miliknya. dan Donghae pun tertawa melihat kelakuan mereka

“chukkae nara!” ujar Donghae memberi selamat dan acungan jempol

“gomawoyo” sahut nara girang di ikuti Chaerin, teman dekatnya

Kyuhyun berusaha menutupi kupingnya dengan tangan agar tidak mendengar jeritan heboh Nara, Chaerin, dan yang lainnya

** ring ding dong **

“baiklah. cukup sekian pelajaran hari ini. selamat libur musim panas! annyeong!!”

setelah siwon seonsangnim meninggalkan kelas, tak lama satu persatu murid pun keluar. Donghae & Chaerin pun berpamitan pulang terlebih dahulu. Yang tersisa hanyalah Nara yg masih berbenah, dan Kyu yg wajahnya masih tertutup handuk

“yaa!! Kyu?” tanya Nara pelan sambil membuka handuk. Nara mendapati Kyu tertidur dengan wajah polosnya

“aigoo~!! ups! ya!! bangun!!!” Nara menutup mulutnya & menepuk keningnya pelan. lalu ia memukul kepala Kyu agar ia tak harus melihat wajah polos Kyu

“aish!! pakailah perasaan jika membangunkan. manusia bodoh! Biadab!” bentak Kyu pada Nara yang memandangnya aneh

* bruuuuk *

tas Kyuhyun jatuh. foto-foto mereka ketika perpisahan SD Kyu & Nara berserakan. Nara mengambil semua foto itu dan tersenyum. Kyuhyun yang sadar bahwa Nara melihat semua foto-foto dulu pun refleks merebut foto itu dengan kasar

“tak di ajarkankah kau tuk tidak mengambil yg bukan milikmu, Han Nara??” ketus Kyuhyun menutupi malu. nara yg kesal meninggalkan Kyu sendiran. Sebelum menutup pintu Nara berbalik & mengepalkan tangannya ke arah Kyu

“Don’t talk to me!!”

Nara langsung berlari meninggalkan Kyu sendirian di dalam kelas

“see! You ran away again!”

“how can i miss you if you never would stay?”

Kyuhyun meninggalkan sekolah dengan termenung memandang foto Nara & Kyuhyun yang tersenyum ketika masih SD. senyuman anak-anak yg sebenarnya bersahabat dengan baik.

“cause girl you drive me so crazy”

** 4 days later **

Nara

aku teringat photo-photo yg Kyu miliki. aku membuka album SD-ku dulu. ku buka satu persatu halaman dg sabar. semoga aku jg punya foto-foto menggemaskan itu.

“ah! ada!!” photoku bersama Kyuhyun dulu. sangat banyak dg berbagai pose-pose lucu ala anak SD. Ada juga foto bersama minho oppa & Ahra eonni. Sangat menyenangkan

“Actually, we are best friends aren’t we??”

sebenarnya aku tidak pernah membenci Kyu. entah sejak kapan teman2 selalu membandingkan aku dengan Kyu, dan tiba2 saja kami sudah menjadi rival selama 3 tahun

“yaa!! cepat beli susu! aku buat ice cream!” teriak oppa dari lantai 1 membuyarkan lamunanku. aku pun turun lalu membuka pintu depan, dan bersiap ke mini mart

“ne, oppa. aku berangkat!!

*blaaamm*

minggu ini giliranku membeli keperluan rumah tangga. maklum eomma & appa tinggal di amerika. dan sedari SD hanya ada aku di rumah bersama oppaku, Choi Minho. Terkadang Soo Man Ahjussi, datang melihat keadaan kami. Kami selalu bergantian mengurus rumah. Oleh karena itu aku tak pernah menghabiskan waktu tuk hal tak penting. waktuku ku habiskan di rumah bersama Kyuhyun. Tapi itu dulu.

@ mini mart

“mana, mana, mana. ah, ini dia!! ah~~” tanganku bersentuhan dengan tangan seseorang ketika ingin mengambil susu

“Nara??” ujar seseorang itu

“sungmin??” Lee Sungmin!! mantanku ketika smp, astaga dia makin manis

“hey, sudah 2 tahun tak bertemu” ujarnya penuh senyum

“hmm, kau tambah tampan, sungmin-ah!” ujarku malu-malu. dia pun tersenyum lalu mengambil 2 kardus susu dan di taruhnya ke dalam keranjangku

“he??” tanyaku bingung

“kau saja yg ambil. tak apa nara” imbuhnya penuh senyum. King of Aegyo, my first love, Lee Sungmin

“waeyo??” tanyaku lagi

“karena kau suka susu plain low fat. Right!” ujar Sungmin yang sukses membuatku tersenyum malu.

“ah, gomawoyo” aku merasa ada yg memperhatikan kami dari jauh, ku sipitkan mata

“mwo? Kyuhyun!!” panggilku padanya. matanya seram, aku langsung diam. lalu dia pergi meninggalkan kami

“kau masih bertengkar dengan Kyuhyun?” tanya sungmin tiba-tiba sambil menepuk kepalaku

“ah bagaimana dengan sekolahmu?” ujarku mengalihkan pembicaraan ini

“jangan mengalihkan pembicaraan!” Sungmin menjitakku dengan handphonenya

“…….” aku hanya diam. diam tak bisa menjawab. jawaban yg sebenarnya tak pernah ada alasan bagiku tuk membenci Kyu, sahabat kecilku. hanya saja terasa asing, sangat asing!!

“dia sahabatmu! kau menyayangi dia lebih dari yang kau tau. percayalah, nara” ujar sungmin mengingatkanku

aku terdiam sendirian. di jalan tatapanku kosong. berpikir dan berpikir. berhari-hari aku mengingat kenangan bersama Kyu. sejak pertama bertemu sampai saat itu. kami selalu bersama dan tak pernah jauh satu sama lain. walaupun sudah menjadi rival, kami selalu duduk & berdiri berdampingan. dan ketika sungmin mengatakan itu aku hanya diam

“how can i miss you if you never would stay?”

* 4 days later *

@ taman

“dia sahabatmu! kau menyayangi dia lebih dari yang kau tau. percayalah, nara”

kalimat itu terus terngiang di telingaku berhari-hari

“gerimis??” ku angkat tanganku tuk memastikan lagi

“ah! deras!!” makin lama makin deras, dan bajuku pun basah semua tanpa ada jeda untuk aku berteduh

“apa yg kau lakukan disini?” tanya seseorang padaku. payung menghalangi hujan membasahiku. ku tengadahkan kepala dan melihat siapa yg memayungkanku

“mwo??” dia ? dia memayungkanku?

“hmm” sahutnya singkat lalu tersenyum

“kau kehujanan!” ujarku sambil menepiskan payung ke arahnya

“gwenchana!” ujarnya singkat. Tatapannya selalu tajam melihatku

“na joha shireo?? imbuhnya tiba2 yg membuatku sangat kaget

“mwo??” ujarku ketus dan berusaha tenang

“na joha shireo?” tanyanya lagi. apa-apaan dia ini

“waeyo??” tanyaku tegas, matanya tajam memandangku

“na joha shireo!!!” teriaknya sambil membuang payung yg ada di atasku. kami berdua kehujanan, terutama dia

“waegeurae???” balasku berteriak. dia memelukku erat

“yaa!! Han Nara! chua aniya??” tatapannya menyedihkan. Aku tak ingin melihat matanya. Namun ia memaksaku melihatnya

“chua aniya??” tanya ulang

aku harus bicara apa? 5 menit aku terdiam memikirkan semua

aku tak pernah berpikir sejauh ini. aku tak pernah menyadari semuanya. semua yang ada di depan mataku. ini terasa sangat sulit. bagaimana ini??

“katakan!!” ujarnya sambil meletakan kedua tangannya di pundakku

“oppa!!” sudah lama aku tak memanggilnya ‘oppa’ lagi. Selama ini aku selalu memanggilnya sunbae. Dan dia terdiam

“ah, aku tau. sudahlah” ujarnya lemas

“oppa!!” panggilku. lalu dia tersenyum & mengacak-acak rambutku

“gwenchana!” ujarnya pasti. lalu aku memeluknya.

“kau lebih dari sekedar ini, oppa!” ujarku meyakinkan

“ne, ne, arasso, nara!” dia memelukku erat. di depanku aku melihat sesosok bayangan

“mwo?” babo namja? Ku melepaskan pelukan oppa dan memandang ke arah sosok tersebut

“waeyo?” tanya oppa melihat kemana mataku melihat

“Kyuhyun-ah!!” panggilku. dia mendekat tanpa ekspresi. hujan sudah reda tapi baju Kyuhyun terlihat sangat basah. seperti sudah lama di tempat yg terkena hujan

“hey, kyu!” tegur oppa. lalu Kyuhyun tersenyum ramah

“annyeong, hyung!” ujarnya singkat

“jangan lupa datang latihan besok” ujar oppa mengingatkan. Ya mereka sedang latihan drama untuk pentas bulan depan

“ne, hyung” jawab Kyuhyun

“ah, aku duluan ya” ujar oppa menepuk pundak Kyu. lalu Kyu tersenyum pada oppa

“gamsahamnida!!” teriakku pada oppa yg sudah agak jauh dari tempat kami berdiri. Kyu menatapku heran

Kyuhyun

“gamsahamnida!!” begitulah teriakan Nara setelah hyung meninggalkan kami berdua

“kau sedang apa di mini mart waktu itu?” Tanya Nara ramah padaku

“diam! bukan urusanmu!” ujarku ketus. ku lihat dia terdiam. aish, mulut ini memang terbiasa kasar

“lalu kenapa kau ada disini?” tanyanya padaku. dia sedikit menunduk & menutup matanya

“tak apa. hanya berjalan” ujarku lembut & matanya langsung terbuka dan tersenyum

“kau mau takoyaki? dulu kau suka takoyaki kan” ujarnya ramah. aku msh terdiam. ku pikir dia sudah melupakanku sebagai temannya. Tapi dia bahkan ingat makanan kesukaanku

“boleh” dia menyuapiku satu buah lalu tersenyum lagi

“enak?” tanyanya ramah

“sangat” ujarku singkat.

Entah sudah berapa lama aku dan dia tidak duduk berdampingan seperti ini. aku sangat merindukan sikapnya yg keibuan. dulu aku sangat sering makan satu piring dengannya, walau terkadang itu sangat kurang. Selalu bersama-sama melakukan semua hal. sangat menyenangkan

“tadi sunbae sedang apa?” tanyaku membuka pertanyaan

“dia bertanya ‘na joha shireo?’ ‘chua aniya?’ padaku” ujarnya bingung sambil memainkan garpu. aku sangat kesal mendengarnya

“kau menyukainya?” tanyaku padanya. dia diam dan memandangku aneh

“hyung-ah joha shireo?” ku ulangi pertanyaanku. Dan dia tetap diam memandangku. aku rasa aku tau maksudnya

“kau ini seperti wanita murahan!!” bentakku kesal

“mwo?” tanyanya memastikan

“nappa yeoja!!” ujarku setengah oktaf

“buruk?? yaa!! siapa yg kau maksud?” bentaknya padaku

“kau! siapa lagi! Han Nara” bentakku sambil mendorong Nara

“apa maksudmu Kyu!” ujarnya tegas memandangku

“waktu itu dengan sungmin, sekarang hyung, bsk siapa lagi. hah!!” bentakku di depan wajahnya persis

“sungmin memang masa laluku, dan oppa ? dia adalah sahabatku!!!” teriak Nara keras. matanya memerah. Sahabat? Jeongmal!!

cih! mana mungkin gadis sepertimu puas dengan 2 laki-laki!!” ujarku keras. lalu aku terdiam melihat Nara terpaku. dan aku rasa aku sudah keterlaluan

“puas?? ah, geurae! aku tak puas!” ujarnya dengan nada pasrah, lalu membuang takoyakinya ke arahku, dan menatapku sedih

Dia tidak akan pernah menyisakan makanan, apalagi membuangnya. Entah yang ia suka ataupun yang ia benci. Ia akan memakannya sampai habis. Tapi kini ia membuang takoyaki itu

“ah, ani, aniyo” aku mulai gelagapan, matanya memerah, dan menangis

“sungmin, sunbae, besoknya mungkin dengan asisten siwon seonsangnim, atau mungkin dengan siwon seonsangnim saja? bagus bukan?” ujar Nara sambil menangis

“ya! hentikan. minhae. aku tak bermaksud!” ujarku panik lalu mengusap air mata di wajahnya. Namun dia menepis tanganku

“kau tau. aku punya alasan tuk memastikan semua. dan aku MEMBENCIMU CHO KYUHYUN!!!” Nara mendorongku keras & berlari meninggalkanku. dia menangis.

Nara menangis. dia bahkan tak pernah menangis sejak SD hingga sekarang. Dan detik ini aku melihat ia menangis, di depanku!

“you said this would only get better. there’s no rush cause we have each other” 

“seharusnya aku paham hyung memang menyukai Nara sejak pertama masuk sekolah! Dan Nara selalu menganggapnya sebagai oppa-nya saja! Aish, babo namja!!!”

aku menampar diriku berulang kali, dan hujan pun datang lagi. Ini adalah kesalahan terbodoh yang pernah ku buat. aku pikir walaupun rival, kami selalu bersama. dan setelah ini, apakah kami bisa bersama, dan bersikap seperti biasanya??

Yak !! Part 1 is done ^^ Thanks For Reading, and of course thanks to Karyn :)

** Gamsahamnida, Chingu-ah **

22

[Freelance] In My Dream

Title : In My Dream

Author : ChunLism [tapi pake nama yg udah ada gapap sih min]

Main Cast : Cho Kyuhyun, Jung Soorim

Supporting cast : Lee Sungmin, Lee Donghae, Park Jungsoo, Cho Ahra

Rating : All ages

Genre : Romance, tragedy, one shot

Ps : pernah di publish di chunlism.tumblr.com

Disclaim : I own this FF and the characters inside this FF are all mine! hahahaha lol *ditimpuk*


Kyuhyun PoV

“Ya! Dasar gadis bodoh, masa begitu saja tidak bisa!” aku memukul pelan kepalanya dengan buku. Sudah 2 jam aku dan Soorim duduk di sudut perpustakaan ini, mengajarinya soal matriks yang begitu gampang, tapi dia tidak mengerti juga. Dia menatapku kesal, lalu membanting penanya.

“Ah, sudah, sudah! Aku pasrah saja ujian besok!” katanya menyerah. Giliranku yang menatapnya kesal.

“Ya! Jangan kau sebut dirimu sebagai pacar seorang Cho Kyuhyun kalau kau mendapat nilai jelek. Aku ajarkan sekali lagi. Sepertinya lain kali kau harus lebih banyak makan ikan agar otakmu yang lambat ini bisa bekerja lebih baik,” saranku. Dia membulatkan matanya.

“MWO?!”

*

“Kyuhyun-ah! aku dapat nilai 65!!!” jerit Soorim lantang sambil melompat-lompat ke kelasku. Astaga, gadis ini… Aku segera menariknya duduk di sebelahku.

“Babo ya! Dapat 65 seharusnya kau malu! Seumur hidupku tidak pernah dapat nilai sejelek itu untuk Matematika!“

“Setidaknya aku lulus!“ ucapnya sambil menjulurkan lidah padaku, “mana janjimu? Katanya kau akan mengajakku jalan–jalan kalau aku lulus?“

Aku menghela nafas, “Aku tidak mau! Kau lulus dengan nilai yang jelek! Kau harusnya belajar lagi!“ tolakku. Soorim mengerucutkan bibirnya, tanda bahwa ia sedang kesal.

“SHIRO!!! Aku sudah lulus! Aku tidak mau bertemu Matematika lagi! Pokoknya kau harus menepati janjimu!“ omelnya sambil berjalan keluar kelas. Aku menggeleng pelan, kenapa aku bisa begitu mencintai gadis pemalas yang sembrono itu

*

Karena tidak tahan dengan rengekan gadis itu, maka aku mengalah dan mengajaknya ke sebuah taman kecil di pinggiran kota Seoul. Soorim terlihat sangat senang. Ia menarik nafas dalam-dalam, menikmati udara hari pertama di musim gugur, musim yang paling disukainya. Ia memakai jaket hitam dan syal merah, dipadu topi rajut berwarna senada. Begitu sederhana, namun begitu menarik dan ceria.

“Kenapa memandangku seperti itu? Aku cantik, ya?“ tanyanya membuyarkan lamunanku.

“Ya! Ya! Kau tidak punya kaca dirumah? Atau kacamu sudah meretakkan diri karena tidak tahan melihat wajahmu itu?“ decakku sinis.

“Cho Kyuhyun! Neo jeongmal… Aish! Lidahmu sepertinya perlu kupotong sedikit agar tidak begitu tajam,“ gumamnya sengit. Aku hanya tertawa dan merangkulnya. Awalnya ia menolak, namun karena aku terus memaksa, dia akhirnya menyerah.

“Kyuhyun-ah…“ panggilnya tiba-tiba. Aku menoleh, menatapnya. Ia memandang danau di depan kami, “kenapa kau mencintaiku?“

Aku terpana menatapnya. 2 tahun kami menjadi sepasang kekasih, belum pernah ia bertanya hal ini dengan ekspresi seserius itu. Aku memegang dahinya, jangan-jangan dia mulai gila.

“Ya! Aku tidak gila!“ katanya seolah bisa membaca pikiranku. Aku tertawa.

“Kenapa kau tanya begitu?“

“Jawab saja.“

“Hmm…“ aku pura-pura berpikir, “mungkin karena kau terlalu bodoh. Kau tahu, aku tak tahan melihat orang bodoh, apalagi dalam Matematika.“ Dia menanggapi dengan sebuah pukulan keras di pundakku.

“Ya! Aish… Lagipula kenapa kau bertanya hal ini?“ tanyaku sambil mengusap pundak. Aku bertaruh, pundakku sudah lebam dibuatnya.

“Hanya ingin tahu. Kenapa kau memilihku sebagai kekasihmu? Padahal, kau begitu tampan, kaya dan cerdas. Sedangkan aku? Kenapa kau tidak memilih Shim Ae Rin saja yang jelas lebih cantik daripada aku,“ jelasnya. Aku mendesah. Shim Ae Rin adalah murid putri di sekolahku yang merupakan dari seorang pengusaha pemilik perusahaan ekspor-impor terbesar di Korea. Banyak yang bilang kalau ia menyukaiku, dan ia bahkan sudah pernah menyatakan perasaannya padaku.

Soorim masih menatapku, menunggu. Tapi aku hanya diam dan menatapnya balik. Gadis bodoh, apa masih perlu bertanya tentang hal yang sudah pasti jawabannya?

“Kau tidak menjawabku?“ ia terlihat kecewa, namun sedetik kemudian ekspresinya ceria kembali, “Ya sudah, aku tahu kau memang pelit! Aku mau membeli eskrim,“ katanya sambil menunjuk minimarket di seberang jalan.

Aku tersenyum, “Kau mau rasa apa? Biar aku belikan.“

“Ani. Biar aku yang membelinya. Kau tunggu saja disini,“ katanya sambil beranjak. Aku memandangnya. Banyak orang yang bilang kami tidak serasi, mereka bilang, ia terlalu sederhana untukku. Tapi entah kenapa, aku yang biasanya begitu peduli dengan omongan orang memilih untuk tidak menanggapi omongan mereka tentang hubunganku dengannya. Bukan aku tidak mau menjawab pertanyaannya, namun karena aku memang tidak tahu kenapa aku mencintainya. Yang aku tahu hanya, aku merasa dia diciptakan untuk melengkapiku. Ia begitu menghargaiku, bahkan untuk hal kecil saja, kadang ia memberi penghargaan yang berlebihan kepadaku, membuatku merasa dibutuhkan. Gadis bodoh yang polos, kenapa hari ini dia begitu aneh?

Tak lama kemudian Soorim keluar dari minimarket dengan membawa 2 buah eskrim sambil tersenyum lebar. Ia menyebrang jalan dengan langkah ringan, namun sebuah bus besar dengan kecepatan tinggi menghentikan langkahnya. Sedetik kemudian, aku hanya bisa diam melihat ia terhempas ke aspal dengan eskrim yang hancur di dekatnya. Orang-orang yang berlarian ke arahnya membuatku tersadar. Aku berlari seperti kesetanan ke arahnya. Aku mengangkatnya ke pangkuanku, berusaha menyeka darah segar yang mengalir begitu deras dari kepalanya.

“Soorim-ah…“ aku bisa mendengar suaraku yang serak. Aku bisa mendengar gumaman orang-orang di sekitar kami. Ada suara ambulance mendekat.

Andwe.. Kenapa bisa begini?

*

Rumah sakit ini membuat bulu romaku berdiri,  sangat mencekam dan dingin. Soorim sedang ditangani oleh dokter. Bajuku masih bersimbah darah dan aku hanya menunduk, berusaha mencerna kejadian ini. Tak kupedulikan Ahra noona yang sejak tadi membujukku untuk makan. Tidak lama kemudian dokter keluar. Aku segera menghampirinya.

“Mianhamnida… Kami sudah berusaha… “ dokter itu menunjukkan raut penyesalannya. Tiba-tiba ku merasa tubuhku begitu berat, kakiku limbung, Eomma dan Ahra noona memegangku.

“Kyuhyun-ah, sebaiknya kau pulang. Biar Appa yang mengurus Soorim disini,“ kata Eomma dengan suara begetar.

Aku menggeleng, “Eomma, biarkan aku melihatnya.“

”Kyuhyun-ah,“

“Noona, tolong, biarkan aku melihatnya..“ aku memohon. Akhirnya, Ahra noona menuntunku ke kamar itu. Banyak suster sedang sibuk membereskan sesuatu, namun tatapanku hanya terfokus pada sosok yang berbaring di ranjang. Aku mendekatinya. Apa maksud dokter itu meminta maaf? Tidak mungkin ia meninggal, bukan? Ia terlihat seperti sedang tidur! Namun, aku melihat mereka mulai menutupinya dengan kain.

“Apa yang kalian lakukan!!?” bentakku, menghentikan kegiatan para suster itu.

“Kyuhyun-ah… Jangan begini..“ kata Ahra noona sambil menangis.

“Noona, kau lihat mereka menutup tubuh Soorim seperti ia sudah mati! Rumah sakit apa ini? Memperlakukan pasien yang masih hidup seperti mayat?“ teriakku kalap.

“Kyuhyun-ah, Soorim-ssi, dia sudah pergi…“ Eomma mencoba menenangkanku.

“Pergi? Pergi kemana?! Jelas dia ada disana! Dia…“

PLAKK!!

Sebuah tamparan mendarat di wajahku. Ahra noona menatapku tajam dengan matanya yang berair.

“Kyuhyun-ah! Hentikan sikap kekanakanmu! Soorim-ssi sudah meninggal!“ bentaknya.

Aku menggeleng, “Andwe… Tidak mungkin…” sangkalku. Pandanganku mulai kabur. Aku tidak bisa mendengar jelas apa yang mereka katakan, yang terakhir kudengar adalah teriakan histeris Ahra noona memanggil namaku.

*

Author PoV

Ahra menatap adiknya pilu. Sudah 2 minggu sejak Soorim pergi, tetapi Kyuhyun masih seperti mayat hidup. Ia bahkan tidak menghadiri pemakamannya karena ia masih tidak terima kalau Soorim sudah tiada.

“Kyuhyun-ah, Makanlah sedikit…” bujuk Ahra. Kyuhyun memandang kakak satu-satunya itu. Ahra terperanjat, ia baru menyadari betapa pucatnya wajah Kyuhyun.

“Shiroyo, Noona… Aku tidak lapar,” jawabnya sambil berusaha tersenyum. Senyum pahit, Ahra tentu saja mengetahuinya. Ia mengenal adiknya lebih dari siapapun. Ia memeluk adiknya sambil menangis.

“Kyuhyunnie, jangan seperti ini…” Ahra terisak. Namun Kyuhyun tidak mengacuhkannya, pandangannya kosong.

*

Kyuhyun duduk di sudut perpustakaan, tempat ia duduk dengan Soorim terakhir kalinya. Ia memandang buku Matematika di depannya dengan nanar. Matriks. Bab terakhir yang diajarkannya kepada Soorim. Gadis itu membuktikan ucapannya bahwa ia tidak mau bertemu Matematika lagi.

Tiba-tiba Kyuhyun merasa kepalanya dipukul seseorang. Ia berbalik, menemukan sosok yang dirindukannya, berdiri tegak, begitu nyata di hadapannya. Itu Soorim!

Gadis itu… Bukankah ia sudah meninggal?

“Ya! Kenapa kau mengerjapkan matamu seperti orang cacingan?“ kata Soorim seraya mengambil tempat di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun terpaku menatap gadis itu.

“Cho Kyuhyun.. Gwenchanayo? Ah, jinja! Kenapa kau mepelajari matriks lagi! Menyebalkan sekali!“ omel Soorim sambil menutup buku matematika Kyuhyun.

“Soorim-ah… Ini benar kau?“ Kyuhyun tidak melepaskan matanya dari Soorim.

“Tentu saja aku… Kau ini kenapa, sih?“ tanya Soorim heran. Kyuhyun memeluknya. Soorim nyata, ia bisa merasakan nafas Soorim di telinganya.

“Jeongmal bogoshipeoyo,“ bisik Kyuhyun tertahan.

“Bogoshipeo apa? Aku tahu aku memang sosok yang selalu dirindukan semua orang, tapi kau ini sungguh aneh!“ kata Soorim sambil melepaskan diri. Kyuhyun tertawa lega. Ternyata ia benar, Soorim masih hidup. Ia mengelus rambut gadis itu dengan penuh kasih sayang.

“Jangan pergi lagi…“ bisiknya.

*

“Aerin-ah… Aku tahu kau menyukai Kyuhyun. Tapi lihatlah, apa kau tidak merasa dia sudah gila?” kata Ryeona, sahabat Aerin ketika melihat Kyuhyun tersenyum sendiri dan mengelus bayangan kosong. Aerin pun sebenarnya heran, jadi ia memutuskan untuk mendekati Kyuhyun.

“Kyuhyun sunbaenim.. Kau sedang apa?“ tanya Aerin centil sambil memegang tangan Kyu.

“Kau bisa lihat sendiri,” kata Kyu dingin dan menepis tangan Aerin. Dari dulu ia tidak suka dengan perempuan manja ini. Soorim tiba-tiba ingin ke WC pun pasti karena ia melihat perempuan ini, gadis itu memang tidak begitu suka dengan sifat Aerin.

Aerin kesal dengan reaksi dingin Kyuhyun, tapi ia menyembunyikannya, “Perlu kutemani?“

Kyuhyun menatap Aerin tajam, “Yang ada kau akan menggangguku!“ jawab Kyuhyun, membuat Aerin beranjak seketika.  Ia mendengus. Ah, jeongmal*! Kapan pria ini berhenti memikirkan gadis yang sudah beda alam itu?

*

Teman-teman Kyuhyun merasa semangat Kyuhyun mulai tumbuh lagi, entah karena apa. Namun, ada yang aneh, terkadang Kyuhyun bicara sendiri dengan raut wajah yang begitu bahagia. Donghae, Sungmin, dan Jungsoo bertanya-tanya mengenai keanehan sahabatnya ini, namun mereka tidak mau melihat Kyuhyun yang depresi lagi. Jadi, asal mereka bisa melihat Kyuhyun bahagia, semuanya tidak masalah. Walaupun semua ini sedikit aneh dan tidak wajar…………………….

*

Kyuhyun PoV

Soorim mengajakku ke perpustakaan lagi. Ah, sejak kapan itu jadi tempat favoritnya? Aneh sekali.

“Cho Kyuhyun!” panggilnya dari tempat duduk favorit kami. Aku tersenyum dan segera menghampirinya.

“Cepat sekali kau kesini, padahal kan kelasmu jauh dan bel baru saja berbunyi“ ucapku. Gadis itu meringis.

“Kyuhyun-ah… Kau ingat soal kecelakaanku?“ tanya Soorim.

“Jangan bahas itu lagi,“ aku bisa merasakan wajahku mengeras. Sungguh, aku tidak mau mengingat kejadian itu lagi. Benar-benar perih membayangkan gadisku hampir diambil maut.

“Apa mereka bilang padamu aku sudah meninggal?“ Soorim masih keras kepala. Aku hanya mengangguk. Dia ikut mengangguk.

“Tentu saja! Kau pingsan dan meninggalkanku begitu saja, lalu tidak datang-datang lagi! Aku hampir benar-benar meninggal kalau ahjussi*, ahjumma*, dan Ahra noona tidak merawatku!“ omelnya panjang lebar. Aku tertawa.

“Namun sekarang buktinya kau ada disini bersamaku.“ Kataku sambil mengangkat bahu. Soorim mengangguk-angguk lagi. Lalu, ia diam.

“Kyuhyun-ah… Kau tahu, aku sangat menyukaimu?“ kata Soorim sambil menatapku. Ekspresinya lucu sekali.

“Ne… Tentu saja aku tahu. Gadis mana di muka bumi ini yang tidak mencintaiku?“ candaku. Ia menggembungkan pipinya kesal, tetapi tidak menjawab.

“Kyuhyun-ah.. Kalau aku pindah, bagaimana?” tanyanya. Aku menatapnya tak mengerti.

“Kau mau pindah apartemen?” tanyaku. Ia menggeleng, “jadi?“

“Pindah dari Seoul. Bagaimana hubungan kita?“ aku menelan ludah. Apalagi ini, kenapa dia mau pindah tiba-tiba?

“Pindah dari Seoul kan, bukan dari Korea? Itu tidak masalah. Teknologi sudah canggih. Aku juga bisa mengunjungimu,” aku mencoba menghibur, menghibur diri sendiri sebenarnya. Tidak dapat kubayangkan kami hanya bertemu lewat webcam. Aku bisa mati karena merindukannya.

“Kau bisa menjaga diri kan kalau aku tidak dekat denganmu?“ tanyanya.

“Aish.. Jinja, seperti kau akan meninggalkanku selamanya saja! Kan kita cuma beda kota!“ kataku.

“Kau harus janji dulu?“ paksanya.

“Memangnya kau mau pindah kemana?“ tanyaku. Ia meletakkan telunjuknya di mulut.

“Bimil… Kau berjanji dulu akan menjaga diri baik-baik. Kau tahu kau itu sangat bodoh sehingga aku selalu cemas,“ katanya sambil tersenyum lebar. Aku mendengus.

“Ya! Kau tidak memberitahuku? Lagipula siapa yang bodoh? Kau bukan?“ aku mulai kesal. Gadis ini masih saja bermain-main di situasi seperti ini. Ia menyodorkan kelingkingnya padaku, tanda ia ingin aku berjanji. Dengan terpaksa, aku mengaitkan kelingkingku.

Ia tertawa puas. “Besok kau temui aku di alamat ini. Jam 3 sore.“ katanya sambil memberiku secarik kertas berisi sebuah alamat. “Aku akan menunggu! Awas kalau kau tidak datang! Dan jangan ingkar janji!“

Aku tersenyum dan memeluknya, “pernahkah seorang aku ingkar janji?“

*

Author PoV

Kyuhyun turun dari bus dan menuju ke alamat yang ditunjukkan Soorim kemarin. Betapa kagetnya ia, ketika Soorim ternyata memberinya alamat menuju sebuah komplek pemakaman. Jinja, gadis ini mau apa?!

Kyuhyun menuju ke pusara yang ditulis Soorim di kertas itu. Betapa terkejutnya Kyuhyun ketika melihat nama itu. Jung Soorim. Andwe… Ia pasti salah, Soorim tadi pagi baru saja meneleponku untuk tidak ingkar janji.

Kyuhyun mengamati pusara itu… Jung Soorim, 5 Mei 1988 – 19 November 2010. Itu tanggal lahir Soorim, dan itu hari kecelakaannya. Dan ia menemukan sebuah surat diatas pusara itu.

“Ya! Kenapa wajahmu kaget begitu?Kau sungguh terlihat bodoh tahu! Hahaha… Kyuhyun-ah, aku sudah berjanji memberitahumu tempat tinggalku bukan? Baiklah, sekarang, aku tinggal di sebuah tempat yang jauuuuuhhhh sekali dari Seoul, surga namanya, kau tahu kan? Dan kamar untukku pindah ke liang sempit ini! Menyebalkan sekali! Kau tidak bisa memelukku lagi karena sekarang aku dipeluk oleh bumi. Kalau mau, kau peluk saja guling yang penuh dengan air liurmu itu! Hahaha…

Yaya! Kenapa kau mulai menangis? Aish… bocah ini, sungguh tidak bisa membuatku tenang. Kau tahu tidak, aku sampai pulang-pergi dari seoul ke tempatku tinggal sekarang, hanya karena aku tak tahan melihat wajahmu yang sudah seperti tomat diinjak kuda itu karena kutinggalkan. Melelahkan sekali! Andai aku masih di Seoul, pasti aku sudah menyuruhmu operasi plastik untuk kedua kalinya! Untungnya, wajahmu normal kembali setelah aku menemuimu.

 

Jagi, kau tahu, surga sangat indah! Aku sangat populer disini. Beberapa pria tampan memperebutkanku! Ah, hampir saja aku melupakanmu. Tapi, untung aku ini orangnya setia, jadi aku menunggumu kemari. Ehhh! Jangan berpikir bodoh! Aku tidak mau kau mengakhiri sebelum saatnya! Kau sudah berjanji akan menjaga diri baik-baik bukan? Kau tidak boleh ingkar! Aku tidak akan mengakuimu sebagai kekasih kalau kau berani bertindak bodoh! Kau akan kuaniaya! Arraseo?

Meskipun jauh, aku terus ada di dalam hatimu. Bila kau membelahnya, kau akan menemukan diriku versi mini! Haha~

Kau tahu kenapa aku ke surga duluan? Itu karena aku seorang malaikat. Malaikat yang turun ke bumi dan mendampingi seorang evil sepertimu. Tuhan tidak rela, makanya aku ke surga duluan. Haha~ evilkyu! Kau benar-benar evil yang sering membuatku menangis karena tingkah kurang ajarmu. Tetapi aku tahu kau sebenarnya sangat baik. Evil diluar dan malaikat di dalam. Ah, kepalamu pasti besar!

 

Kyuyhun-ah, aku tidak akan menyuruhmu melupakanku, karena aku tahu akan sangat sulit. Tapi, aku mohon, cari seorang gadis yang lebih baik dariku untuk mendampingimu. Eh… tidak ada gadis yang lebih baik dariku! Aku yang terbaik di dunia ini! Haha~ setidaknya, carilah gadis yang bisa menjagamu. Ahh jnja! Aku cemas sekali padamu! Makanya, kau harus segera menemukan seseorang,agar aku bisa tenang dan tidak cemas. Kau tidak boleh menangisiku lagi! Menyebalkan, aku merasa seperti kekasih yang tidak berguna apabila kau menangis!

Anggap aku sebagai hal yang indah dalam hidupmu, tersenyumlah tiap kali kau mengingat aku. Kau mencintaiku kan? Orang yang mencintai pasti ingin melihat orang yang dicintainya bahagia. Makanya, kau harus selalu bahagia agar aku bahagia.

 

Jagiya.. aku ingin melihatmu dengan cucu-cucumu kelak! Mereka pasti begitu lucu dan menggemaskan! Kau harus bertahan sampai keinginanku terlaksana. Nanti kalau sudah waktunya, kita akan bertemu. Kau dengan rambut putihmu, dan aku dengan rona mudaku! Hahahahaah~ tapi aku akan tetap :D

 

Ah.. jinja bogoshipeoyo.. untung aku bisa melihatmu dengan jelas dari sini. Kau sekarang tersenyum bukan? Tetaplah seperti ini. Kau sangat tampan! Hahaha~

 

                                                                                Eonjena saranghae <3

 

 

 

                                                                                                Soorim“

 

 

Kyuhyun menyeka air matanya, menatap surat itu dan pusara Soorim bergantian. Ia tersenyum, lalu ia memandang langit.

“Soorim-ah, apa kau benar-benar bahagia disana? Kau tidak perlu cemas, aku tidak akan pernah ingkar janji,“ ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

3

Autizz_fam{Puasa!!}

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Autizz_fam{Puasa}

Cast : Autizz family

Genre : Gajelas, tentuin aja ndiri..*evilaugh*Author said : Nah..kali ini latarnya waktu bulan puasa*author bikinnya wkt bulan puasa taon kemaren..hahaha*. Diary Autizz_fam berlanjut..

****

“Huahh!!!” Hyunjin menguap lebar. Jam menunjukkan pukul 02.30 pagi.
“Pada belum bangun ya??” gumamnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.
“Noona!!!aku punya ide!!” Jongmin dan Hyunwoo tiba-tiba masuk dan sukses membuat Hyunjin kaget.
“Yak!! Ketuk dulu kek?? Main masuk aja!!” marah Hyunjin.
”Kenapa sih ribut-ribut??” Tiba-tiba Taemin sudah ada dibelakang Jong dan Woo. Hyunjin membelalakkan matanya. Dia sangat tidak menyukai orang lain masuk kedalam kamarnya, karena setiap ada yang masuk kekamarnya pasti barang-barangnya ada yang hilang. Contohnya lapotop dan poster yang diambil sama Jong dan Woo.
“Satu lagi!!! Keluar gak!!” Hyunjin tanpa segan-segan melempar saudara-saudaranya dengan kursi*mati dah tu betiga..pada benjol semua*.
“Aisshhhh,,Noona!! Bisa tidak kau hilangkan sifatmu yang satu itu!” marah Jongmin sambil mengusap-usap pelipisnya yang sedikit memar.
“Bagaimana kau bisa menikah kalau kau tidak membiarkan seorang pun masuk kekamarmu!! Mau tidur dimana suamimu itu!!” Taemin menelan air liurnya setelah mendengar perkataan Hyunwoo*cemburu nie..hihi*.
“Aku tidak perduli!!” ketiga namja itu pun duduk menunggu saudarinya yang aneh*ngatain diri sendiri..haha* itu keluar dari persembunyiannya*emang petapa??*.

“Ok, sekarang. Apa idemu??” tanya Hyunjin dengan senyuman yang paling manis.
”Tadi ngamuk, sekarang senyum-senyum gak jelas!!” gumam Hyunwoo.
”Udah deh, mau dilempar lagi?? Kebetulan disini ada vas bunga. Kalau kena, tu kepala bocor!!” kata Hyunjin datar, dan masih tersenyum.
”Nih!!” Jongmin menunjukkan sebuah kantong kresek.
”Apaan nih??” tanya Taemin.
”Senjata yang selalu kami gunakan untuk menyambut hari ini!” jawab Hyunwoo mantap. Hyunjin dan Jongmin tersenyum manis.
”Kita mulai sekarang! Oppa mau ikutan??” tanya Hyunjin dengan senyumnya, membuat Taemin ingin meleleh*huhuhuhuhuhu….jangan meleleh Oppaku..hahaha*.

Mereka berjalan dari satu kamar ke kamar lain..
”Jong,,simpan disini aja!!” Jongmin menyimpan sesuatu itu didepan pintu kamar si kembar, Hyunmin, dan Jiyeon.
Kemudian mereka berlari-lari kecil supaya tidak membangunkan seluruh orang rumah yang lain. ”Eh,,kira-kira Eomma tidur dimana??” tanya Hyunwoo.
”Mungkin dikamar Sung Appa” jawab Hyunjin.
”Tidak, Sung Appa tidur dengan Ddangkoma. Kan ddangkoma lagi sakit” jawab Jongmin.
”Dengan Taec Appa, Ho Appa, atau Su Appa kali” kali ini Taemin yang ngejawab.
”Ah Oppa gimana sih. Tadi jelas-jelas kita nyimpan ni barang di depan kamar mereka. Eomma gak ada disitu” Hyunjin berpikir keras.
”Mungkin Woon Appa!” tebak Hyunwoo. Hyunjin, Jongmin, dan Taemin tersenyum. “Mungkin!!”.
“Kalian lagi apa??” tanya seseorang yang membuat mereka kaget. ”APPA!!”
Dongwoon mengerutkan keningnya. ”Waeyo??”.
”A..aniyo,,Appa tidak dengan Eomma??” tanya Jongmin gelagapan.
”Aniyo,,dia dengan Hae Hyung!!” jawabnya. Keempat orang itu membulatkan mulutnya*nie cerita kenapa jadi nebak-nebak dimana Eomma sih?? Michyeo!!*.
”Itu apa??” tanya Dongwoon ketika melihat kantong kresek yang dipegang Jongmin.
”Haha..Appa ikut kami aja!!” Hyunjin menarik Dongwoon untuk gabung bersama mereka. Meletakkan sesuatu itu.

”Siap??” tanya Hyunjin*dasar biangnya nie orang..ck*.
”Kalian gila apa??” kaget Dongwoon ketika mengetahui siasat anak-anaknya itu. Maklumlah diakan orang baru dirumah autizz ini. Jadi belum pernah ngerasain yang namanya dikerjain sama biang keroknya kejahilan. Hyunjin dan Jongmin, kalau Hyunwoo itu hanya ikut-ikut aja.
”Hana, dul, SET!!”
’DUAR!!! DUAR!!! DUAR!!!’

”Huaaaa!!!!!!” seluruh orang yang ada dirumah itu keluar dari kamar masing-masing.
”Hyung!!! Lu apain nih!! Kok bisa berasep gini?? Trus tadi bunyi ledakan darimana asalnya??” Taecyeon panik dan marah-marah pada Junsu.
”Yee…mana aku tau? Aku kan juga baru bangun nih!!” Junsu panik karena dia tidak bisa melihat dengan jelas akibat asap yang memenuhi ruangan.

”Huaaa!!!! Gas elpiji 3 kilo kita meledak ya??..Hyunjin..Hyunwoo..dimana kalian nak?? Kalian gak papakan? Jin!!! Woo!!!!” Donghae berkeliling rumah mencari kedua anaknya itu, tapi sangat sulit karena asap itu.
”Elpiji meledak?? Duh..Yeon!!! kamu dimana?? Sini dengan Appa!!” Junho memeluk Jiyeon yang masih mengucek-ngucek matanya.
”Bangshin!! HEEBUM!! Kemari ke Eomma!!” Heechul panik.
”Appa!!! Bukannya aku yang dicari malah Bangshin ma Heebum” ambek Hyunmin.
”Udah deh, kamu ini. Situasi kayak gini masih aja mau ngambek!!” marah Heechul. Hyunmin memanyunkan bibirnya.
”HAE!!!!!!!!” teriak Yoomin.
”Yah!! Aku lupa kalau Yoomin tadi ada dikamar. Ne..Jagiya!!!” Donghae langsung masuk lagi kekamar dan membopong Yoomin yang karena kaget jadi nggak bisa ngapa-ngapain*beuh..bilang aja mau dimanjain ma Appa…(dilempar panci ma Eomma)*.

”Berhasil Noona..” Jongmin tersenyum dan memeluk Hyunjin.
“Tentu saja..” jawab Hyunjin.
“Kalau sampai terjadi apa-apa. Appa tidak mau ikut campur, apalagi kalau sudah berurusan dengan Eommamu” Dongwoon menggeleng-gelengkan kepalanya.
”Aku juga, kalian kan yang melakukannya. Bukan aku” Taemin duduk disamping Dongwoon.
”Huh,,dasar!!” Hyunjin, Jongmin, dan Hyunwoo masih asik memperhatikan seluruh orang rumah yang panik sambil tertawa.
”Ehem..sumber asapnya disini hyung” suara tersebut membuat ketiga biang masalah itu terdiam.
”Oh,,ya udah kita basmi aja” Hyunjin, Jongmin, dan Hyunwoo mengalihkan pandangannya kearah suara, dan menemukan 2 orang Appanya yang sedang tersenyum licik.
Taecyeon menarik telinga Jongmin, sementara Junsu langsung menarik kerah baju Hyunjin dan Hyunwoo yang ingin melarikan diri.
”Aduh! Appa!! Sakit!!!” rintih Jongmin.
”Appa..lepasin dong, udah sakaratul maut nih!! Kagak bisa napas!!!” kata Hyunwoo sementara Hyunjin hanya menganggukkan kepalanya.
”Noh!! Kalian liat tuh. Hasil perbuatan kalian!!” Seluruh lantai rumah penuh dengan debu akibat asap petasan yang meledak. Dan juga tentunya wajah panik, kecuali wajah Hyunmin yang kelihatan sangat kesal.

”HYUNJIN!!!!!!!” teriak Yoomin*tuh kan bener ditabok sama Eomma*.
”Ne Eomma..” jawab Hyunjin.
”JONGMIN!!!!!!!” teriak Yoomin lagi.
”YES MOM!!!” jawab Jongmin dengan suara lantang, karena Taecyeon makin keras menjewer kupingnya*hahahaha..rasain lu*.
”Hyunwoo~” Yoomin kehabisan tenaga*udah capek semaleman/PLAK*.

”Kalian bereskan semuanya!! Sampai bersih tanpa ada debu lagi!!!”
”Masak buat sahur!!!”
”Beri makan Bangshin sama Heebum!!”
”APPA!!!!!”
”Ne,,ne,,ne”
Itulah semua perintah, sebagai hukuman untuk ketiga orang itu.
”Dan kalian berdua!!!” Yoomin menunjuk Dongwoon dan Taemin. Kedua orang itu menelan air liur mereka.
“Besok kita jalan-jalan!!” Hyunjin, Jongmin, dan Hyunwoo cengo.
“EOMMA!!!!!” Yoomin tersenyum licik*tabokin Eomma..hahaha*.

“Makanan udah siap!!” teriak Hyunjin dari dapur.
Semua keluarga autizz mulai menikmati sahur mereka. Agar mendapatkan energi untuk puasa besok.
”Ah…kenyang,,” desah para Appa.
”Hyunwoo! Beresin..” perintah Hyunjin.
”Mwo?!”
”Kalau gak mau, yaudah..” Hyunjin menunjukkan ipod milik Hyunwoo. ”Ini gak bakal balik!” kata Hyunjin dengan evil smilenya.
”YAK!!! Hah,,baiklah!” Hyunwoo menyerah dan membereskan meja makan.

”Kayaknya ada yang kurang deh??” Hyunmin merasakan ada yang janggal.
”Mwoya??” tanya Junsu.
”GAWAT!!!!” teriak Hyunwoo dari dapur. ”YESUNG APPA GAK SAHUR!!!” lanjutnya ketika sampai diruang keluarga.
”MWO?!” kaget semuanya, dan segera berlari menuju kamar Yesung.
”APPA!!!!” Yesung masih belum juga bangun.
”Aku punya ide” seru Hyunjin, kemudian dia keluar kamar meninggalkan semua orang yang menebak-nebak apa yang akan dilakukan anak tertua,,eh gak yang kedua, kan udah ada Taemin.
”Mungkin dia mau minjem toa di masjid” tebak Junho. Yang lain pada geleng-geleng*duh..oppa! yang bener ngapa nebaknya..ck*.
”AHA!!!” seru Hyunjin ketika sudah sampai di kamar. Dia membawa kantong kresek warna item.
”Apaan tuh??” tanya Donghae. Jongmin dan Hyunwoo membelalakkan matanya.
”Noona!! Kau yakin?! Bahaya tau!” kaget Hyunwoo.
”Itung-itung balas budi kamu, yang udah nyaranin buat make ini” kata Hyunjin santai.
”Kan bisa sasarannya aku, bukan Appaku..Noona~” Jongmin mulai merengek. Tapi Hyunjin sama sekali gak ngegubris*hahaha…terus mohon sama Noonamu yang cantik ini Jong*.
Hyunjin mengeluarkan isi dari katong itu.
”Petasan?!*bayangin petasan yang biasa digunain buat kawinan orang betawi*” kaget para Appa kecuali Yesung. Hyunjin menganggukkan kepalanya, dia berjalan kearah Yesung yang masih pulesnya tidur*plus ada ilernya..ih jorok*.
”Noona~” Jongmin masih merengek. Makin dekat, makin dekat..Dan menyimpan petasan itu dekat dengan telinga Yesung. Petasan pun di bakar.
’DUAR..DUAR..DUAR~~’

”Huaaaaa!!!!” Yesung langsung melompat, tidak lupa dia mengambil Ddangkoma dan berlari keluar rumah. Seluruh orang rumah cengo ngeliat respon Yesung yang sungguh-sungguh lebay.
”MELEDAK!!! MELEDAK!! TOLONG!! TOLONG!! Anak gue mana?? Istri gue mana!! TOLONG!! TOLONG!!” Semua tertawa melihat tingkah Yesung yang sungguh-sungguh lebay..haha.
”Imsak~,,imsak~” seru orang yang ada di masjid. Yesung sadar dari mimpinya yang berkepanjangan.
”Imsak??” tanyanya pada dirinya sendiri. ”Yah!! Hari ini kan hari pertama puasa!! Aku gak sahur!!! Huaaaa!!! Otte?!” Yesung mencak-mencak*saya gak tau bahasa indonesianya apaan* kayak anak kecil di halaman yang super duper luas. Dan untuk pertama kalinya Ddangkoma digeletakin gitu aja di tanah..haha
”HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA” tawa seluruh orang rumah yang melihat aksi Yesung.

****

Author said : Duh.jujur deh bagi reader! Part yang ini gak bagus bgt kan..aku yang authornya aja gak yakin ma ni cerita..sama sekali kagak lucu,,menurutku garing banget dah..iya kan,,iya kan??..jujur, sejujurnya..ok?

13

[Freelance] My Life Time [Epilog]

Author  : Afi

Cast : all member super junior, khususnya Eunhyuk dan Kyuhyuh, dan beberapa cast tambahan dari JYPent {2PM, Jang WooYoung}

kategori   : on writing, 16+

#EPILOG#

Ji Rin PoV {backsound : what if – Super Junior}

Kukeluarkan ponselku dan segera mengirim pesan kepada Appaku. Dia pasti senang dengan keputusanku ini. Aku tersenyum kecil dan beranjak dari tempat dudukku. Kulihat seorang pria yang tengah sibuk menyeduh hot chocolate didapur, ia bersenandung kecil membuatku merasakan sesuatu. Seperti rasa ingin menyentuh pundaknya yang cukup jauh dari jangkauanku

“Wooyooung sshi” ujarku membuat pria itu berbalik dan tersenyum sambil menunjukkan 2 gelas couple yang kami beli dalam bazaar valentine kemarin

“Dua hot chocolate sudah siap”jawabnya

“Gomawo” jawabku dan langsung menghirup coklat panas buatan Wooyoung oppa “ahm.. Wooyoung sshi”

“Aigoo~ embel embel sshi lagi ? ” Gerutunya

“Aku mau pulang saja, aku sudah tidak apa apa”ujarku menggubris gerutuannya itu, kata kata ku membuatnya menoleh dan menatapku bingung

“Aku antar ya” jawabnya membuatku mengangguk pelan.

Mobil terhenti didepan gerbang hitam yang tinggi. Ia menghela nafas sebentar dan tersenyum padaku. Aku menoleh kearah kanan dan membalas senyumannya.

“Cah~ sudah sampai, kau yakin baik baik saja ?”

“Yap… Aku sangat sangat yakin”

“Oke, kalau begitu baguslah”

“Wooyoung sshi…gomawo”

“Ne ?”

“Sudah beberapa bulan ini aku mengenalmu, dan sudah beberapa bulan ini kita selalu bersama kan ? Aku melakukan itu semua karna Mi Yeonnie kan ?”

“Ya kau benar, aku mengerti maksud pembicaraanmu” ujarnya, aku menoleh perlahan dan melihat kesedihan yang tersirat di wajahnya

“WooYoung sshi…”

“Kalau begitu … Mulai besok kau tidak perlu datang lagi ke rumahku. Dan kau tidak harus membersihkannya lagi. Perjanjian…perjanjian kita-” ucapannya terhenti saat ia menoleh kearahku. Kulihat senyuman mirisnya mulai merekah diwajahny

“Perjanjian kita berakhir sampai disini” tambahku membuatnya mengangguk kecil

“Jadi pertemuan kita berakhir disini ?”Tanyanya membuatku mengangguk lagi

“Ya..kalau begitu…aku pulang dulu”ujarku membuatnya mengangguk “kita masih bisa bertemu ?”

“Nde ?”

“Suatu saat nanti kita pasti bisa bertemu lagi”ujarku membuatnya mengangguk “sampai jumpa”

Aku menutup pintu mobilnya perlahan, ku lambaikan tanganku mengantar kepergian mobil Wooyoung sshi yang melaju cepat meninggalkan gerbang rumahku. Perlahan tanganku kembali masuk kedalam saku mantel, tanganku menyentuh sesuatu disana. Aku merogoh saku ku dan mengambil sesuatu dari dalamnya

Inikan, aigo~ inikan kunci rumah Wooyoung sshi. Aku seharusnya mengembalikan kunci ini pada WooYoung sshi. Apa kita memang tidak boleh berpisah dengan cara ini. Perlahan ku baringkan diriku diatas tempat tidurku. Kukeluarkan ponselku perlahan. Terlihat wajahku dan WooYoung sshi dilayar ponselku.

Senyumanku perlahan merekah, dia benar benar pria yang baik untukku. Aku tidak tahu bagaimana harus menyampaikan rasa terima kasihku padanya. Awalnya dia memang benar benar menyebalkan. Satu satunya pria yang selalu serius dalam melakukan satu hal.

Dia juga punya sikap yang baik pada perempuan, sayang pada keluarga, bahkan sikapnya yang menyebalkan lama kelamaan menghilang. Rasanya beberapa bulan belakangan ini aku jadi mengenal sosoknya dengan baik. Apa lagi dia benar benar bisa diandalkan sebagai teman yang baik.

Aku menutup ponselku dan beranjak menuju meja belajarku. Tapi aku tidak bisa melakukan ini. Ku hela nafasku perlahan dan mengeluarkan kertas dan pulpenku. Jemariku mulai menari nari bersama pulpen diatas kertas putih yang polos. Setelah selesai menulis, aku langsung melipat kertas itu dan memasukkannya kedalam amplop kecil.

Perlahan ku tolehkan pandanganku kearah kunci yang tergeletak didekat tanganku. Chakeman~ aku baru sadar ini bukan kunci yang selama ini ku bawa. Aku mengambil kunci itu dan membuka botol kecil yang menjadi gantungan kunci itu. Ada kertas didalamnya. Aku membuka kertas itu dan tertawa kecil

Ini kunci Jang WooYoung sshi. Disini kertas ini tertulis namanya dan pin code untuk masuk keapartemen mereka. Dasar ceroboh. Aku benar benar harus mengembalikan kunci ini. Tok tok~ aku berbalik dan melihat sosok Appa yang berjalan memasuki kamarku. Aku beranjak berdiri dan menyambut kedatangannya dengan pelukan.

“Kau benar akan melakukan ini ?”Tanya Appa membuatku sedikit mengepal tanganku

“Ne…semua demi Mi Yeonnie. Apapun akan ku lakukan. Bahkan meninggalkan tempat ini”

Appa tersenyum kecil dan mencium keningku perlahan. Ia meletakkan sebuah amplop diatas meja belajarku. Ia menepuk pundakku perlahan dan berjalan menuju pintu kamar.

“Jangan seperti itu, kau punya kehidupan pribadikan ? Masih ada waktu untuk berubah pikiran, pikirkan sekali lagi”

Pintu sudah tertutup sekarang, tubuhku serasa lemas. Aku langsung duduk perlahan dan mengulurkan tanganku mengambil amplop putih itu. Appa…eottohkeh, aku tidak tahu. Keputusanku benar atau tidak. Anio… Aku tidak bisa begini. Aku harus melakukannya, aku bisa melakukannya.

*** {backsound : a short journey- Super junior/take off – 2PM}

Ku hirup udara pagi yang mulai menyapa paru paruku, ini hari terakhirku berada di Seoul. Ku langkahkan kakiku keluar dari perumahan dan memutuskan untuk berjalan jalan di dekat sungai han yang tidak jauh dari rumahku. Kulihat dua orang siswi yang berjalan berlawanan arah denganku

Seragam itu kan ? Aku berbalik dan melihat kedua gadis yang memakai seragam coklat. Aku tersenyum kecil saat mengingat kenangan bersama Mi Yeonnie. Kulangkahkan kakiku lagi hingga sampai di dekat Sungai Han. Aku menoleh kearah kiri dan menemukan sesosok pria yang sedang berlari mendekat kearahku. Ia membuka hoodie nya dan tersenyum padaku

“Apa kabar ? Kau baik baik saja kan ?” Tanya KyuHyun sshi membuatku tersenyum dan mengangguk pelan.

“Sedang berolahraga ?”

“Ne… Kaja kita duduk sebentar”

“Anio… Aku sedang buru buru, ingin kesuatu tempat. Oh ya bagaimana keadaan Eunhyuk sshi”

“Kepergian Mi Yeonnie shi memang sangat tiba tiba, itu yang membuat Eunhyuk hyung masih sama seperti kemarin, rasa sedihnya masih sering terlihat saat dia termenung sendiri. Tapi suatu saat nanti dia akan kembali, butuh waktu untuk mengubah itu semua. Iya kan ? Bagaimana dengan mu ?”

“Aku…aku tidak tahu bagaimana keadaanku. Aku tidak tahu bagaimana aku mengatakan perasaanku. Apa aku baik baik saja atau tidak”

“Aku tahu kau baik baik saja, kau hanya butuh sedikit cahaya untuk mewarnai kebingunganmu ini. Kau bisa melakukannya, karna yang kutahu… Kau adalah wanita yang tegar. Kau mandiri, dan kau sedikit galak”ujarnya membuatku tertawa

“Aku … Aku memang jatuh cinta padamu KyuHyun sshi. Sampai sekarangpun kurasa aku masih menyukaimu”

“Ji Rin ah… Aku tidak bisa menerima mu sebagai … Aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku… Aku belum memikirkan hal itu untuk hal hal seperti itu”

“Arasso… Humfh… Rasanya sudah kebal ditolak olehmu KyuHyun ah” gerutuku membuatnya tersenyum dan merangkul bahuku perlahan

Laki laki yang tersenyum disebelahku adalah cinta pertamaku, walaupun aku merasa sangat sedih tidak bisa mendapatkannya. Bahkan sampai sekarang. Sampai saat aku akan benar benar meninggalkannya.

“Boleh aku memelukmu ?” Tanyaku membuatnya tertawa dan langsung menarikku kedalam dekapannya

“Tentu… kita kan teman”

Kau benar… Aku hanya butuh satu warna di hidupku. Dulu cahaya itu adalah kau KyuHyun sshi. Kau yang mengubahku menjadi seperti sekarang. Selama ini aku berharap kau bisa mengerti perasaanku, mengerti kemauanku dan semua isi hatiku. Dan aku sudah mendapatkannya sekarang.

Tapi… Bukan kau lagi cahaya paling terang dihidupku. Masih ada yang lain. Mianhae KyuHyun sshi. Dan terima kasih karna kau sudah membantuku dan mengubahku menjadi seperti sekarang. Dan.. Sekarang aku akan menemukan cahayaku, cahayaku sendiri. Cahaya yang paling bersinar di hidupku.

Langkahku terhenti didepan pintu abu abu. Aku rasa ini rumahnya. Ku lirik jam tanganku dan tersenyum kecil. Ini masih jam 7 pagi, sudah ada yang bangun belum ya. Aku menekan tombol yang ada di gagang pintu sesuai dengan kode yang ada dikertas kecil kemarin. Pintu langsung terbuka, aku tersenyum nakal dan langsung masuk dengan semua keranjang belanjaan yang ada di tanganku.

Perlahan ku masuki ruang tamu yang terlihat sangat sepi. Langkahku kembali terhenti saat mendengar dengkuran halus dari dalam. Aku tersenyum kecil saat melihat WooYoung sshi yang tertidur disofa dan ChanSung sshi yang tertidur dilantai. Ini pertama kalinya aku melihat seorang idol tidur dilantai.

Aku berjalan menuju dapur dan meletakkan beberapa belanjaanku di atas meja dapur. Dengan hati hati aku mulai mengambil beberapa alat dan mulai memasak nasi, aku juga mengeluarkan daging untuk membuatkan mereka sarapan pagi. Sambil menungguk dagingnya mencair aku memutuskan untuk membantuku. Aku tidak tahu letak barang barang dirumah ini

Ku keluarkan kameraku dan mulai memotret WooYoung oppa yang terlihat sangat manis saat tidur. Dia selalu seperti ini. Kamar pertama, ini seperti kamar Nickhun sshi. Dia juga masih tidur. Kamar kedua, Junsu sshi dan Taecyeon sshi. Aku tertawa pelan saat melihat kasur yang bertingkat didalam kamar sekecil ini. Seperti di asrama sekolah.

Kamar terakhir. Ku lihat JunHo sshi yang masih menutup setengah wajahnya dengan selimut. Dia terlihat lucu. Setelah memotretnya seperti yang lainnya, aku langsung duduk disisi yang kosong dan menyentuh lengannya dengan ujung jemariku. Respon kecil yang diberikan JunHo sshi sampai ia benar benar membuka matanya.

“Oh Jung Ji Rin sshi” serunya yang sedikit terkejut melihat ku “apa yang kau lakukan disini ? Kenapa kau bisa masuk ?”

“Sssstttt, jangan berisik. Bantu aku ya, aku butuh asisten didapur. Nanti akan kuceritakan semuanya” pintaku

“Ok, tapi keluarlah dulu”

Aku langsung mengangguk dan berlari kecil menuju dapur. Setelah membersihkan dirinya. JunHo sshi langsung duduk dimeja makan sambil membantuku memberitahukan letak letak bumbu dapur ataupun alat masak yang ada didapur. Memang tidak salah aku membangunkannya

“Kenapa kau datang sepagi ini ?”Tanyanya sambil memnguap

“Sssstttt jangan berisik, kau bisa membangunkan yang lain”gerutuku sambil menyuapkan sepotong daging ke mulutnya yang masih terbuka karna menguap “enak ?”

“Sangat”bisiknya membuatku tersenyum

“Awalnya aku hanya mau mengembalikan kunci ini, tapi setelah dipikir pikir lebih baik aku membuatkan sesuatu untuk kalian”

“Bagus lah kalau begitu, kami memang selalu kelaparan setiap pagi. Bisa ku bantu ?”

“Ah ya, itu angkat sup kimchi itu dan letakkan di mangkok. Pelan pelan ya”

JunHo sshi langsung melakukan apa yang kuperintahkan. Sesekali aku tertawa saat ia mencuri curi kesempatan untuk mencicipi masakan yang sudah mulai tertata diatas meja. Sayur, daging, sup, nasi, dan pangsit sudah tersedia diatas meja. Aku tersenyum kecil dan langsung menepuk telapak tangan JunHo sshi.

“Kerja yang bagus”bisiknya sambil menatap puas tataan meja makan

“Kalau begitu bangunkan yang lain. Ppalli”

“Dengan ini…” Aku tersenyum lagi saat melihat JunHo sshi sudah memegang sebuah mangkok dan sendok “Bangun !!!!!” Teriaknya sambil memukul mukul mangkok dengan sendok itu.

Aku menutup telingaku dan terus tertawa melihat tingkah pria pria ini saat baru bangun tidur. Chansung sshi yang masih bergelut dengan selimutnya. Taecyeon sshi yang masih termenung di tempat tidurnya. Bahkan Junsu sshi tidak menunjukkan respon sama sekali. JunHo sshi tiba tiba menarik tanganku dan menunjukkan kamar Nickhun sshi. Aigooo~ dia terlihat manis sekali.

“Yak~ Ji Rin shi, kemari sebentar”ujar Chansung sshi sambil menarik tanganku dan menarikku hingga ke ruang tengah

“Bangunkan dia” ujar JunHo sshi sambil menunjuk kearah WooYoung sshi yang masih tertidur disofa

“Wae… Anio kalian saja”

“Cepat ! Nanti nasinya keburu dingin”ujar Taecyeon sshi yang sudah berdiri dibelakangku

Perlahan aku berjalan menuju sofa dimana Wooyoung sshi masih berbaring di sana. Perlahan ku ulurkan tanganku ke wajahnya. Aku berbalik sebentar dan melihat chansung sshi, JunHo sshi dan Taecyeon sshi yang menatapku dengan tatapan yang menakutkan untukku.

“Yak kenapa kalian melihatku seperti itu”

“Anio… Kami tidak lihat, kaja kita ke dapur saja”ajak Chansung sshi dan langsung beranjak menuju dapur

Aku tersenyum lagi dan kembali berbalik kearah WooYoung sshi yang masih tertidur

“Wooyoung sshi bangun, sarapan sudah siap” ujarku sambil menepuk pundaknnya

Tiba tiba tangannya bergerak perlahan dan menarik tanganku kedalam dekapannya. Jantungku serasa berdetak sangat cepat sekarang. Ini tidak seperti biasanya. Aku merasa sesuatu yang berbeda sekarang. Aku kenapa ?

“Jangan pergi, don’t go” serunya membuatku berbalik

Rasanya guntur mulai berbunyi nyaring di hatiku. Kata kata yang keluar dari mulutnya membuatku merasakan sesuatu yang hebat. Mataku mulai memanas sekarang, perlahan air mataku mulai jatuh ke pipiku hingga mengenai jemari nya. Mata Wooyoung sshi terbuka, dan ia sudah menatapku dengan tatapan bingung.

“Ji..Ji Rin ah” serunya saat melihatku dan langsung beranjak duduk sambil merapikan rambutnya “ke..kenapa kau bisa ada disini ?”

Aku langsung berbalik dan langsung menghapus air mataku yang terus mengalir. Aku menghela nafas dan mencoba memasang senyuman diwajahku

“Cepat makan, aku sudah siapkan makanan”

“Jinjja ? Ayo makan~” ujarnya dan langsung berdiri sambil menarik tanganku yang masih ada didalam genggamannya

Kutarik tanganku dan menepis genggamannya, itu membuat langkahnya terhenti dan berbalik melihatku dengan tatapan bingung

“Du..duluan saja. Aku mau membangunkan yang lain, kau duluan saja ” ujarku cepat dan langsung berlari menuju arah yang berlawanan.

Tidak seharusnya aku bersikap seperti ini. Aku tidak boleh merasa goyah karna hal ini. Aku menghela nafas panjang dan kembali berjalan menuju meja makan. Semua sudah berkumpul disana. Kurekahkkan senyumanku dan langsung duduk didekat JunHo sshi dan Junsu sshi. Mereka makan dengan lahap

Aku senang menerima pujian dari mereka semua. Aku jadi merasa sedih kalau tahu aku akan meninggalkan mereka semua. Aku menghela nafas sebentar dan langsung mematikan kran air yang masih menyala setelah cucian piringku sudah selesai. Aku berbalik dan menatap bingung ke enam pria yang sudah rapi dengan…baju mereka ?

“Kalian mau ke mana dengan baju seperti itu ?”

“Pantai !” Seru mereka dan langsung menarik tanganku berlari keluar rumah.

Ini..inikan masih pagi. Ke pantai sepagi ini ? Yang benar saja. JunHo sshi membantuku menaiki mobil hitam yang sudah terparkir didepan. JunHo sshi dan Wooyoung sshi langsung duduk mengapitku ditengah. Mobil pun mulai jalan meninggalkan apartemen mereka

Senyuman terus merekah diwajahku. Seperti berada di veriety show. Kami terus bercanda dan tertawa hingga sampai ditempat tujuan. Bahkan kami menggelar tikar diatas pasir yang lembut menyapa kakiku. Rasanya sangat menyenangkan bisa berada disini. Apapun yang terjadi aku tidak akan menangis hari ini. Aku tidak akan menangis.

{Backsound : a goose’s dream – many version (terserah mau versi siapa aja, tapi kalo author sukanya versi kyuhyun dan jonghyun)}

Langit mulai memerah. Rasanya matahari sudah siap untuk terbenam. Kami memutuskan untuk pulang. Lagipula aku memang harus segera pulang. Aku menghirup nafas panjang dan tersenyum kecil. Aku rasa aku akan sangat merindukan tempat ini. Aku membungkuk pelan dan menyentuh pasir putih yang lembut menggelitik telapak tanganku

“Yak~ apa yang kau lakukan disitu ?”

“Anio…tidak ada. Ke..kenapa kau masih ada disini”

“Yak~ Ji Rin shi. Wae ? Kau ada masalah ? Seharian ini kau terlihat berbeda”

“Anio… Aku baik baik saja, wae ?”

“Masa ? Aku melihat mu sangat berbeda hari ini. Sikap mu seperti wanita”

“Hah ? Memangnya kau pikir aku laki laki ?”

“Bukan begitu, biasanya kau tidak mau pergi bersama kami. Masak untukku kami, bahkan kau biasanya tidak mau di bantu. Kau bilang kau bisa melakukan semuanya sendiri. Tapi… Hari ini kau berbeda. Bahkan kau terus berfoto dengan JunHo sshi”

“Yak… Ini apa ? Pendapat atau cemburu ha ?”

“Sudah lupakan, ppalli. Kalau tidak kau akan ditinggal”ujarnya

“Aku pasti akan merindukan tempat ini”jawabku membuatnya menghentikan langkahnya, aku berbalik dan sedikit bingung melihat wajahnya “wae ? Kenapa tatapanmu seperti itu”

“Aku…aku akan membawaku kesini lagi, suatu saat nanti. Aku janji”ujarnya sambil mengulurkan tangannya perlahan

“Kau janji ? Hah ? Apaan sih ? Kau pikir aku mau pergi denganmu” ejekku membuatnya langsung memasang wajah kesal dan berbalik meninggalkanku

Aku tertawa kecil dan berjalan dibelakangnya. Entah kenapa aku sedikit berat meninggalkannya. Aku pasti akan kehilangan teman berkelahi nantinya. Angin berhembus cukup kencang, aku mengulurkan tanganku dan menyentuh jemari WooYoung sshi perlahan.

“Kata kata laki laki tidak bisa ditarik lagi loh, kau harus menepatinya” kataku sambil menggenggam tangannya

“Kau … Ms. Arrogant” gerutunya membuatku tertawa perlahan disampingnya

Perjalanan pulang tidak membosankan sedikitpun. Suasananya masih saja ramai seperti tadi saat berangkat. Mereka sama sekali tidak lelah membuat lelucon. Terutama JunSu sshi. Aku terus tertawa dengan lelucon yang dibuatnya bersama Taecyeon sshi. Tiba tiba mobil terhenti, tidak jauh dari rumahku.

“Wae ?”Tanya WooYoung sshi pada NicKhun sshi yang tiba tiba menghentikan mobilnya

“Sepertinya bannya bocor”

“Biar ku cek” seru WooYoung sshi yang sudah membuka pintu mobil

“Anio… Lebih baik kau mengantar Ji Rin shi, ini butuh waktu yang lama” jawab NicKhun sshi membuatku mengangguk pelan

“Ne… Ini tidak jauh dari rumahku kok. Aku bisa jalan sendiri”

“Anio… WooYoungie yang akan mengantarmu”ujar JunSu sshi yang langsung memukul pundak WooYoung sshi “yak~ apa yang kau lakukan ? Cepat antar dia… Ppalli !”

“Ne kaja”

“Terima kasih ya hari ini sangat menyenangkan, sampai jumpa lagi. Sekali lagi terima kasih”ujarku disambut riuh teriakan mereka “selamat tinggal” ujarku dan langsung menutup pintu mobil

Langkahku makin lama makin perlahan, semakin mendekati rumah langkahku makin berat. Aku berhenti sejenak dan membiarkan WooYoung oppa berjalan cukup jauh. Langkahnya juga terhenti sekarang, ia berbalik dan menatapku bingung.

“Wooyoung sshi”

“Apa ?” Tanyanya sambil terus berjalan

“Bagaimana kau tahu arah menuju rumahku ?”Tanyaku bingung

“Yak~ akukan pernah mengantarmu pulang”

“Iya ya ? Oh ya kau sudah 2 kali mengantarku. Kemarin dan hari ini” jawabku dan mulai melangkah disebelahnya

“3 kali”

“Ha ? Kapan ? Bukankah baru 2 kali ?”

“Saat kau tidur ditengah jalan seperti orang bodoh”

Aku menghentikan langkahku sebentar dan mengingat kejadian yang dia sampaikan. Jangan jangan saat malam itu, malam saat aku pertama kali kerumah kecil itu. Jadi yang selama ini ku kira Kyuhyun itu… Itu WooYoung sshi. Jantungku mulai berdebar dengan keras sekarang.

Kuulurkan tanganku perlahan dan menahan langkahnya dengan menarik tangannya. Ia berbalik dan menatapku bingung untuk kesekian kalinya.

“Gomawo”

“Untuk ?”

“Semuanya…aku.. Aku pertama kali aku melihatmu, kau sangat sangat menyebalkan” jelasku sambil melanjutkan langkahku hingga gerbang rumah “tapi aku tidak bisa bohong, semenjak bertemu denganmu. Aku merasa punya teman yang sangat perhatian padaku, dan teman yang mau mengerti aku. Kau sama seperti Mi Yeonnie”

“Anio… Jangan bicara begitu… Cah kita sudah sampai” ujarnya sambil melepaskan genggaman tangannya padaku

Aku hanya terdiam, pikiranku serasa berputar putar tak berarah. Aku tidak bisa berkata kata. Banyak yang ingin ku sampaikan padanya. Tapi tidak ada yang bisa keluar dari mulutku. Ku tolehkan pandanganku kearah gerbang tinggi yang ada disebelahku. Ia tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku hanya tersenyum miris dan menundukkan kepalaku

“Wae ?” Tanyanya sambil menepuk pundakku “tidak biasanya kau sesedih ini berpisah denganku”

“Jinjja… Jinjja !”Gerutuku sambil menghentakkan hak tinggiku ketanah “ini sangat menyebalkan”

“Wae Ji Rin ah ? Tingkah mu aneh sekali belakangan ini”

Aku langsung mengulurkan tanganku dan menariknya kedalam pelukanku. Perlahan kumasukkan kunci dan sepucuk surat ke saku mantelnya. Sepucuk surat yang menggambarkan persahabatanku dengannya. Aku menghapus air mataku dengan cepat

“Yak~ waeyo ?” Tanyanya bingung dan langsung melepaskan pelukanku

“Kau…” Mulutku terasa kaku sekarang, tubuhku mulai gemetar saat matanya menatap lekat kedua mataku. Ia seolah mencari tahu apa yang ku sembunyikan “kau harus bertambah keren ya, jaga dirimu”

“Mwo ?”

“Anio… Cepat pergi ! Aku harus masuk”

“Ppalli masuk, aku akan menunggumu sampai kau masuk”

Aku mengangguk pelan dan langsung membuka pintu gerbang rumahku, aku berbalik sebentar dan melihat WooYoung sshi yang masih berdiri sambil tersenyum padaku. Kulambaikan tanganku sebentar dan langsung masuk kedalam rumahku. Perlahan kututup gerbang dan menunggu sebentar

Apa dia sudah pergi ? Kubuka gerbangku perlahan. Aku menoleh kearah kanan dan melihat punggung nya yang mulai menjauh. Aku tidak mau berakhir seperti ini. Bahkan aku tidak mengucapkan selamat tinggal. Tapi aku tidak bisa berkata kata didepannya. Wae ? Kenapa rasanya berat meninggalkan orang itu.

Mataku serasa memanas. Air mata perlahan jatuh dari sudut mataku. Aku tersenyum kecil dan langsung melambaikan tanganku. Selamat tinggal WooYoung sshi. Terima kasih

***

(backsound : dreaming- Kim Soo Hyun )

Semua sudah siap, jam pun sudah menunjukkan pukul 7 malam. Keberangkatanku sebentar lagi. Pesawat akan tiba jam 8 malam, dan berangkat jam 9 malam. Aku terus membuka ponselku dan dia tidak menghubungiku. Apa… Apa dia tidak membaca suratku ? Sudahlah Jung Ji Rin kau tak perlu memikirkannya

Aku menoleh perlahan kearah keranjang kecil berwarna biru didekat koperku. Aku membuka keranjang itu dan mengambil sebuah album foto didalamnya. Aku tersenyum kecil dan langsung membuka album foto itu. Daebak~ ini farewell dari teman temanku. Album itu berisi foto fotoku dan pesan pesan dari teman teman di sekolah.

Aigo~ aku tidak mau meninggalkan tempat ini dengan tangisan. Aku tidak mau meninggalkan kepahitan di negara kelahiranku. Aku sudah mengambil ke putusan untuk ikut Appa dan eomma ke Los Angels. Aku tidak mungkin berhenti disini. Aku langsung memasukkan album itu ketas.

Pengumuman sudah terdengar ditelingaku, sudah saatnya berangkat. Aku memakai tasku dan menarik koperku mengikuti Eomma yang berada didepanku. Perlahan langkahku ku terhenti, aku seperti mendengar sesuatu. Aku berbalik dan tidak melihat apapun. Ini hanya perasaaanmu saja, Jung Ji Rin kau bisa kau pasti bisa.

“Jung Ji Rin !” Seru seseorang membuat langkahku benar benar terhenti sekarang. Aku menoleh kearah suara itu dan melihat sosok pria yang ku tunggu tunggu berlari mendekatiku

“Kau ! Apa yang kau lakukan ha ? Jinjja ! Kau selalu membuatku repot, kau menyebalkan. Kau sangat sangat menyebalkan !” Ujarnya dengan penuh amarah

Aku hanya tersenyum miris dan mencoba menahan tangisku. Kenapa kau datang kesini ? Kenapa kau membuatku makin susah.

“Ke..kenapa kau datang kesini.. Babo ya !” Ujarku membuatnya menatapku dengan penuh rasa kesal dan langsung berbalik memunggungiku

“Lupakan ! Aku sebaiknya pergi, kau… Kau benar benar…mengganggu pikiranku”

Ia berbalik dan berjalan meninggalkanku, aku hanya bisa menatapnya dengan perasaan sedih. Ini yang bisa kulakukan disaat terakhir. Aku senang dia datang, tapi… Aku makin sulit beranjak dari tempat ini.

“Selamat tinggal WooYoung sshi” ujarku membuat langkahnya terhenti

“Wae ? Kenapa kau lakukan ini padaku ? ” Serunya sambil memaksaku menatap wajahnya “wae Jung Ji Rin ah wae ?”

“Ini… Ini yang kau bilang teman ? Seorang teman pergi diam diam seperti ini ? Dan lihat surat ini… Ini apa ? Apa maksudmu ! Kenapa kau tidak memikirkanku… Kenapa kau tidak memikirkan perasaanku ! Kau sudah gila ha ? Kau gila…dan kau berhasil membuatku lebih gila…lebih gila”

“Kau… Ingat apa yang kau katakan padaku ?” Tanyaku membuatnya terdiam dan melepaskan tangannya dari bahuku “kau… Kau selalu punya tekad dan selalu mengatakan pada dirimu sendiri, aku bisa melakukannya. Ya kan ? Kau pernah bilang, dalam menjalani sesuatu kita harus serius dan tidak setengah setengah. Benarkan ?”

“Prinsipmu luar biasa WooYoung sshi, dan.. Aku ingin melakukannya. Kau punya kehidupan WooYoung sshi, kehidupanmu baik baik saja sebelum bertemu denganku. Iyakan ? Bukankah setelah bertemu denganku, hidupmu sulit ?”

“Mwo ? Kau bicara apa Ji Rin sshi”

“Kau bisa. Ada atau tidak ada aku, hidupmu sama saja kan ? Tidak ada yang berbeda. Iyakan ? Meskipun itu tidak berlaku untukku, Aku… Bertemu denganmu, awalnya .. Semua sangat menyebalkan. Kau yang selalu membuatku gila, Tapi… Sekarang kurasakan hal yang berbeda. Kau sudah jadi cahayaku yang paling terang dalam hidupku, kau membantuku, kau juga selalu menyemangatiku. Untuk semua itu… Terima kasih banyak”

Panggilan kedua sudah terdengar ditelingaku, aku menundukkan wajahku sekarang. Sudah saatnya aku pergi. Aku tidak boleh seperti ini. Air mataku mulai jatuh perlahan ke kedua pipiku. Aku mencoba menatap wajahnya, ia terlihat begitu sedih saat melihat air mataku yang sudah terjatuh ke pipi

(Backsound : it has to be you – yesung super junior )

“Kau.. Jangan lupa membersihkan rumah, jangan tidur di sofa lagi, arasso ?. Oh ya kau tidak boleh menaruh merica di sup kimci.. Kalau lapar jangan terus terusan makan ramen, kau bisa gendut ! Arasso ? Jangan lupa belajar bahasa inggris lagi, pelafalanmu masih banyak yang salah, dan jangan sibuk berlatih, kau harus istirahat, yak kau dengarkan apa yang ku katakan ?”Ujarku membuatnya terus terdiam dan mulai mengeluarkan air matanya

“yak kenapa kau menangis ! Kau harus lebih mandiri, kau bisa melakukannya. Sebelum ini kau bisa kan melakukannya sendiri. Karna itu, setelah aku pergi… Kau harus lebih lucu, jangan jadi pria yang terlalu serius, mengerti ?” Jelasku panjang lebar di balik isak tangisku yang makin menjadi jadi

“Kau harus lebih keren. Kau harus lebih dewasa lagi WooYoung sshi, setelah itu cobalah untuk menarik perhatianku”

“Hentikan ucapanmu Ms. Arrogant, berhenti membohongiku” gerutunya sambil mengontrol isak tangisnya “kau tidak mau pergi kan ? Kau tidak bisa meninggalkan negara ini kan ? Kenapa kau melakukan ini padaku, kenapa kau begitu membenciku ? Bukankah kita sudah berteman ?”Tanyanya sambil terus mengeluarkan air mata ke pipinya

“Anio… Aku tidak membencimu, aku ingin mencapai mimpiku di LA. Aku akan belajar disana bersama keluargaku. Keputusan ini sudah benar benar kupikirkan, dan aku yakin itu” jawabku yang langsung mengalihkan pandanganku kearah lain. Aku tidak bisa menahan tangisku kalau terus melihat wajahnya

“Yak ! Jung Ji Rin ah, kubilang hentikan omong kosong ini” serunya sambil menggenggam pundakku dengan erat “lihat aku… I understand you better than yourself, am I right ?”

“Anio… Kau salah. Aku.. Aku ingin sepertimu. Aku ingin menggapai mimpiku. Hanya itu… Jinjja, aku… Aku benar benar bahagia sekarang, aku benar benar senang” jawabku yang langsung menunduk dan mengeluarkan air mata yang makin deras

“Yak~ apa ini yang kau sebut bahagia ? Apa air mata seperti ini yang kau bilang senang, Yak ! Ms. Arrogant, kau benar benar.. Kau benar benar bodoh” ujarnya yang langsung memelukku untuk menyembunyikan tangisnya

“WooYoungie oppa, jangan … Kumohon berhentilah menangis, aku tidak mau meninggalkanmu dengan air mata seperti ini. Jebal, berhentilah menangis” pintaku dan langsung membalas pelukannya dengan erat “yak ! Kau kan laki laki, berhentilah menangis seperti ini”

Isak tangisnya masih terdengar di telingaku, ku mohon berhentilah menangis. Aku tidak mungkin meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini. Ia melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tanganku perlahan. Ia mengeluarkan sebuah kunci dari tangannya dan meletakkan kunci itu kedalam telapak tanganku.

“Ji Rin ah, pergilah. Tunjukkan padaku keseriusanmu. Biar aku melihat dari sini, apa kau bisa melakukan semua omong kosongmu” ujarnya di tengah isak tangisnya yang sudah terkontrol

“Ne…aku akan melakukannya. Oppa… Kau juga, lakukan yang terbaik agar aku tidak malu punya sahabat sepertimu. Dan satu lagi… Terima kasih banyak” ujarku sambil tersenyum kecil

Ia langsung menghapus air matanya, ia juga mengulurkan tangannya dan menghapus air mataku. Ia memelukku lagi dan langsung mundur beberapa langkah sambil melambaikan tangannya

“Selamat tinggal WooYoung oppa”ujarku membuatnya menoleh padaku dan menggeleng sambil tersenyum kecil padaku

“Aku akan tetap menepati janjiku, aku akan jadi lebih baik dan membuatmu berlari mengejarku. Dan… Sampai jumpa sampai saat itu tiba” jelasnya dan langsung memakaikan topi putih yang ada dikepalanya di kepalaku “hati hati Jung Ji Rin ah”

“Kita akan bertemu… Ya… Suatu saat nanti” jawabku “walaupun aku sudah jadi orang yang berbeda ?” Tanyaku membuatnya mengangguk

“Aku seorang pria. Dan pria tidak akan menarik kata katanya. Apapun yang terjadi”

Kulangkahkan kakiku memasuki ruangan untuk check in. Aku menoleh kebelakang dan melambaikan tanganku pada WooYoung oppa yang berdiri mengantar kepergianku. Aku tersenyum padanya, ia membalas senyumanku dengan senyuman miris. Aku berjalan lebih cepat sekarang

Kuulurkan tanganku sambil menghapus air mata yang ada dipipiku. Ku ketuk sudut bibirku dan merekahkan senyumanku lagi padanya. Ia mengepal kedua tangannya dan mencoba tersenyum padaku. Dengan begini, aku lebih mudah meninggalkanku. Aku membuka mulutku perlahan ‘tunggu aku’. Sambil tersenyum kulangkahkan kakiku memasuki ruangan dengan cepat

Ku hela nafas panjang saat pesawat siap di terbangkan. Aku menguatkan sabuk pengamanku. Eomma menepuk bahuku perlahan membuatku tersenyum saat pesawat siap lepas landas. Aku menyentuh kepalaku dan melepaskan topi yang masih lekat dikepalaku. Inikan topi WooYoung oppa

Aku mengambil topi itu dan menemukan sesuatu dibelakangnya. Aku tersenyum saat melihat nomor handphone yang tertulis disana dan juga kata kata ‘Jangan lupakan aku’. Kau tidak akan ku lupakan Jang WooYoung sshi. Sudah banyak kekuatan dan semangat yang kau ajarkan lagi.

Aku menutup kedua mataku saat sudah sampai didalam pesawat. Pesawat mulai melintas terbang dilangit. Aku menoleh kearah jendela dan melihat taburan lampu menghiasi langit malam negara kelahiranku ini. Sampai jumpa lagi Seoul, sampai jumpa lagi kenangan indahku. Dan.. Selamat datang kehidupan baruku.