Grave Diggers: Prologue

Main Character(s): CN Blue
Other character(s): Super Junior, Kara
Genre: friendship, angst, tragedy

Rating: R, untuk kekerasan, obat-obatan, kehidupan malam, dsb.

Inpired by CN Blue’s Intuition.



null

Listen y’all, let me tell you this. We rule the night. We own the streets and nobody is save from us. So watch your step, babe, cause we’re back. CN Blue, the emperors of the night.

***

 

Seoul adalah kota yang membanggakan kehidupan malamnya yang semarak—mengutip resensi salah satu agensi perjalanan. Yah, Seoul pada malam hari hampir tidak ada bedanya dengan siang hari. Tetap ramai, tetap terang, tetap palsu. Seoul, kota mewah di mana tiap-tiap insan hidup dengan perilaku konsumtif, memilih untuk hidup pada saat sekarang daripada memikirkan hari esok. Kota hedonisme yang menilai bungkus dan melupakan isi.

Gedung-gedung mewah berdiri angkuh, toko-toko dengan harga barang yang cukup untuk menyekolahkan anak yatim piatu. Manekin-manekin yang menunjukan trend fashion saat ini berjejer di etalase tiap toko. Wanita-wanita berlomba-lomba mempermak tubuh dan wajah berusaha tampil semirip mungkin dengan sosok-sosok idola di layar kaca. Semua topeng, semua riasan wajah, pada akhirnya hanya menyembunyikan wajah asli mereka yang buruk rupa. Para prianya sibuk menjual diri, memamerkan tubuh hasil fitness dan menghabiskan waktu mematut diri di depan cermin. Melupakan arti dari patriotisme dan tugas seorang laki-laki.

 

Inilah Seoul tercinta.

 

Satu sosok bertudung abu-abu bersandar di depan pintu masuk Migliore, salah satu pusat perbelanjaan di distrik Dongdaemun. Jam dua malam dan sepanjang wilayah itu tetap ramai, wisatawan maupun warga lokal memenuhi jalan. Wajah sosok itu tersembunyi di bawah tudung jaket, tangan kirinya menggenggam kaleng bewarna biru sementara tangan satunya membawa sesuatu yang tampak seperti kotak perkakas. Ia membaur di tengah keramaian, mengecek jamnya sekali-kali. Hitungan detik sebelum jam menunjukan pukul 2.00.

Seringai keji.

 

“It’s show time, baby.”

 

Kemudian suara ribut terdengar. Tiga buah motor melaju dengan kecepatan tinggi. Pengendaranya mengenakan jaket dan helm, menyembunyikan identitas mereka. Orang-orang menepi, pekik kaget dan makian terdengar dari seluruh penjuru diikuti oleh suara pecahan kaca. Para pengendara motor itu melempari kaca etalase dengan batu. Keributan semakin menjadi-jadi. Kemudian terdengar suara ledakan—

dan semua lampu di distrik itu padam.

 

Seruan panik memecah malam. Suara tangis ketakutan dan teriakan marah menciptakan simfoni tragis dalam kegelapan. Kemudian seakan menjawab semua keributan itu, muncul cahaya. Mulanya hanya segari, kemudian membentuk sebuah tulisan. Di dinding Migliore, graffiti yang dibuat dengan cat fluoresen bersinar terang, seakan mengejek orang-orang di sana.

 

CN. BLUE

 

18 thoughts on “Grave Diggers: Prologue

  1. UAAA ! Keren ! Lanjut dong ! Siapa sih authornya? *nguber”*

    CN BLUE DAEBAK ! Wakaka~ Annyeong, Zen-imnida.

    Bahasanya keren banget XD.

  2. kereen =))
    ini diambil dari MV intuition kah? Mirip soalnya , kkekek .
    Kata-katanya juga keren, padahal masih prologue nya.
    Aku baca chap 1 aah .masih prologue nya.
    Aku baca chap 1 aah .

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s