[Freelance] He’s Mine And That’s It Part 4

He’s Mine and that’s It (part 4)

Hei, it’s me Kei and yes, I’m back

Saya masih suka sama karakter antagonis. Jadi saya kembali dengan tokoh utama karakter antagonis. So, enjoy it, my lovely readers  (^^)v

“Auw.” Kata Hyori sambil memegang tulang keringnya. Dia berjalan tertatih menuju saklar dan menyalakannya. “KAU??”

**

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Hyori sambil mengelus-elus kakinya.

“Hmm… jam berapa sekarang?” Tanya laki-laki itu sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. “Kau kenapa? Perutmu sudah sembuh?”

“Sudah lebih baik dan kakiku sakit menabrak sesuatu.”

“Kau lapar? Akan kupanaskan bubur yang tadi.”

“Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak pulang? Ini sudah malam.” Kata Hyori sambil melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 11 malam.

“Aku tadi ketiduran disini.” Katanya sambil menuangkan bubur ke dalam mangkuk. “Ayo makan, nanti keburu dingin.”

Hyori berjalan pelan ke arah dapur dan duduk di stall dapurnya. Dia memakan bubur itu perlahan sambil meniupnya. Hyuk Jae menuangkan sisa bubur di mangkuknya dan menaruh panci di tempat cuci piring. Dia memperhatikan gadis itu sambil tersenyum.

“Kenapa kau melihatku terus?”

“Hah?”

“Awas nanti kau akan jatuh cinta kepadaku.”

“Hahahahaha. Kau itu.”

“Kau tidak memakan buburmu?”

“Kau masih lapar? Kau bisa memakan punyaku.”

“Ah, tidak. Aku sudah kenyang dan sekarang aku mau membuat kopi karena banyak tugas yang menunggu.” Kata Hyori sambil membawa mangkuknya ke tempat cuci piring.

“Hei, agashi. Kau tidak boleh minum kopi dulu. Kasihan lambungmu. Lebih baik ku buatkan susu hangat saja ya.”

“Aku bisa ngantuk kalau minum susu, Hyukie.”

“Ku temani kau mengerjakan tugasmu. Jadi kalau kau mengantuk aku akan mengajakmu mengobrol.”

“Terserah kau saja lah.” Jawab Hyori sambil berjalan ke arah sofa yang berada di depan TV dan mengeluarkan laptopnya. Dia duduk di karpet dan membuka-buka beberapa file yang tertata rapi di meja. Tak lama kemudian Hyuk Jae datang membawa dua buah mug besar berisi susu hangat.

“Kau membuat dua?” Tanya Hyori sambil mengambil mug yang diangsurkan kepadanya.

“Iya, kau satu dan aku satu. Kenapa?”

“Ku kira kau hanya meminum susu strawberry.”

“Memang dan aku menemukan sekotak susu strawberry di kulkasmu masih tersegel. Kau tidak pernah meminumnya?”

“Oh, aku membelinya untuk jaga-jaga kalau kau datang. Nunamu yang menyuruhku membelinya. Jadi kau jangan GR dulu.” Jawab Hyori tetap memandang layar laptopnya.

“Aku senang.” Jawabnya sambil memegang wajah Hyori dan mengarahkannya untuk menghadap wajahnya. Hyori yang kaget dengan gerakan tiba-tiba Hyuk Jae hanya bisa membulatkan matanya dan memandang mata laki-laki itu dan menahan nafasnya. “Tidak perlu sekaget itu dan bernafas, Hyo.”

“A.. a.. aku bernafas kok! Dan jangan kau membuatku kaget seperti itu lagi.” Kata Hyori terbata-bata dan kembali menatap layar laptopnya. Saat ini wajahnya pasti sudah memerah semerah kepiting rebus. Pipinya panas dan dia sangat gugup.

“Kau sedang mengerjakan apa?”

“Hah?” jawab Hyori kaget. Hyuk Jae menunjuk pada file-file yang betebaran di meja. “Oh, pembukaan hotel tadi siang.”

“Oh, projekmu bersama Jiwoon?” Tanya Hyuk Jae sambil mengambil salah satu file.

Ah, Jiwoon. Hyo, sadarlah. Dia punya pacar yang sangat dicintainya bernama Jiwoon. Kata Hyori dalam hati sambil memandang Hyuk sebal. Tapi kan aku mau membuat mereka putus. Hihihii

“Hei, kenapa kau tiba-tiba tersenyum sendiri?”

“Ah, ah, aku baik-baik saja. Lebih baik kau nyalakan musik saja sana!” kata Hyori sambil mendorong tubuh Hyuk menjauh dari file-filenya. Hyuk Jae berjalan menuju sebuah mesin pemutar CD yang terletak di samping televisi dan mulai melihat-lihat koleksi CD Hyori. Setelah beberapa kali memencet tombol, akhirnya dia memutuskan untuk mendengarkan album Chris Brown. Hyuk Jae berjalan kembali dan duduk di sofa yang berada di sebrang sofa yang dijadikan markas file-file Hyori. Dia membaca beberapa majalah yang ada sebelum akhirnya dia mengeluarkan ipodnya dan mulai sibuk sendiri.

“Ya, Hyukie. Ganti lagunya sana. Terlalu ramai, aku tidak bisa konsentrasi.” Kata Hyori sambil mengangkat beberapa lembar kertas yang menutupi mugnya. “Hyukie…” panggilnya lagi. Tapi sayang tidak ada jawaban. “Kau tidur, Hyuk?”

Hyori berjingkat mendekati Hyuk Jae yang ternyata tertidur. Dia lalu berjalan ke kamarnya dan mengambilkan bantal dan selimut. Dia mengangkat kepala Hyuk dan memberikannya bantal serta menyelimutinya. Ipodnya diletakkan di meja agar tidak rusak tertindih badan. “Terima kasih sudah menjagaku dan sekarang aku yang akan menjagamu.” Katanya sambil membenarkan beberapa anak rambut Hyuk Jae dan mencium keningnya perlahan.

**

“Hmmm…” kata Hyuk Jae menggeliat bangun. “Aduh, badanku sakit.”

Hyuk Jae mengerjap-ngerjapkan matanya sambil memandang ke sekeliling mencoba mengenali tempatnya tidur. Dia terduduk di kursi sambil memandang ke kanan kiri dan mengumpulkan kesadarannya. “Jam berapa sekarang? Hyori!” panggilnya.

Tak ada jawaban. Dia melihat sebuah catatan di kertas kuning yang ada di sebelah ipod dan handphonenya. Dari Hyori.

Hei, sleepy head!!

Bangun!!! Lihat sudah jam berapa sekarang?

Aku tidak tega membangunkanmu tadi. Jadi aku berangkat ke kantor terlebih dahulu. Aku sudah menyiapkan susu dan roti bakar. Semoga masih hangat sewaktu kau bangun (^^)v

Hyuk tersenyum setelah membaca pesan singkat itu dan berjalan ke arah dapur. Disana ada sepiring roti bakar dan segelas susu strawberry. Dia memencet tombol di handphonenya sambil memakan roti bakar.

Yoboseyo?”

“Ini aku.”

“Oh, kau sudah bangun?”

“Baru saja. Kau sudah di kantor? Kenapa tadi tidak membangunkanku?”

“Iya, pekerjaanku banyak. Kau tampak kelelahan, jadinya kubiarkan kau tidur. Bagaimana rotiku? Pasti sudah dingin ya?”

“Iya. Tapi tak apa. Aku juga yang salah bangun terlambat.”

“Cepat mandi dan berangkatlah ke kantor.”

“Kau sudah sarapan?”

“Eh?”

“Kau mau penyakit maagmu kambuh? Cepat makan sesuatu.”

“Iya aku tahu. Ini aku baru akan makan.”

**

“Ah, kau mengagetkanku saja.” Kata Hyori kaget karena melihat sebuah tas kertas berwarna putih yang tiba-tiba saja ada di depan matanya. Laki-laki yang membawa tas itu hanya tersenyum puas dan menaruh tas itu di meja.

“Kau tidak punya kerjaan hari ini?”

“Tidak. Aku sedang malas bekerja hari ini.”

“Kau pasti belum makan kan dari pagi. Ayo kita makan.” Katanya sambil mengeluarkan beberapa makanan yang dibungkus styrofoam.

“Nanti saja. Aku masih ada pekerjaan.” Tolak Hyori halus.

“Kau mau aku menyuapimu lagi?” tanyanya nakal.

“Ya!! Siapa yang minta kau suapi. Nanti aku akan memakannya.”

“Kau harus makan dulu. Nanti saja lagi bekerjanya.” Paksa Hyuk Jae. “Kalau kau tidak mau makan sendiri maka aku akan menyuapimu seperti anak kecil.”

“Aku bukan anak kecil, Hyukie. Aku bisa makan sendiri. Beri aku waktu lima menit, oke?!” Kata Hyori lagi.

“Sudah lima menit, Hyo. Kau harus makan!!” kata Hyuk Jae tepat lima menit setelahnya.

“Lima menit lagi.”

“Sudah lima menit.” Jawab Hyuk Jae asal.

“Belum ada satu detik dan kau sudah bilang sudah lima menit? ” Kata Hyori tetap memandang layar laptopnya. “Lima menit lagi dan a…” kata-kata Hyori terpotong karena Hyuk Jae telah berhasil menjejalkan sebuah bola-bola daging ke mulutnya.

“Anak pintar.”

“Kau mau memmbbuwhwuhku?” kata Hyori dengan mulut penuhnya.

“Telan dulu makananmu, Hyo.”

“Kau mau membunuh…” kata-kata Hyori kembali terpotong karena sebuah brokoli yang sekarang masuk ke mulutnya. Hyori yang marah hanya bisa memandang tajam ke arah Hyuk Jae yang terlihat senang. Dia mengunyah makanan itu sambil tetap bekerja. Tidak sampai lima menit jatah makan siang Hyori-pun sudah habis.

“Jadi kau sebenarnya mau aku suapi ya?” goda Hyuk yang sedang membereskan styrofoam bekas makanan mereka.

“Siapa bilang?”

“Lalu itu apa?” tanyanya sambil menunjuk tas kertas putih.

“Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja aku merasa kenyang dengan sendirinya. Padahal aku tidak memakan apapun. Aneh!” kata Hyori memandang Hyuk Jae sambil tersenyum.

“Wah, aneh sekali kantor barumu ini. Jangan-jangan ada penjaganya yang sangat menyukaimu sehingga dia menyuapimu makanan sampai kau kenyang.”

“Hmmm, bisa juga. Mungkin karena di masa lalu dia punya hutang budi padaku.”

“Kalau begitu sebaiknya aku cepat pergi dari sini sebelum penunggu ruanganmu mulai membuatku kenyang secara tiba-tiba.” Kata Hyuk Jae sambil tersenyum dan berdiri dari kursinya. “Kau mau pulang bersama?”

“Emmm, boleh. Tapi aku pulang pukul 4. Tidak apa-apa kau menunggu selama itu?”

“Tidak apa-apa. Aku sedang tidak ada kerjaan. Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi.” Katanya sambil pergi meninggalkan ruangan Hyori. Hyori hanya bisa tersenyum sambil kembali menekuni pekerjaannya. Dia melihat kursi yang tadi diduduki oleh Hyuk Jae sambil tertawa kecil. “Aku menyukainya dan aku mau dia menjadi milikku sendiri.” Kata Hyori dalam hatinya.

**

“Kau mau makan apa untuk makan malam? Kita bisa membelinya dulu.” Kata Hyuk Jae dari kursi pengendara sambil melihat toko-toko di jalan. “Hyo?”

“Terserah kau saja.” Jawabnya datar.

“Ya, yang mau makan itu kan kau. Bukan aku.”

“Terserah.”

“Bagaimana kalau pasta?”

“Terserah.”

“Kalau makanan China?”

“Terserah.”

“Atau kau mau kare?”

“Terserah.” Jawab Hyori datar sambil memandang jalanan dari jendela penumpang.

Tiba-tiba saja mobil itu berjalan kepinggir dan berhenti. Hyori yang bingung karena mobilnya berhenti menatap Hyuk Jae bingung.

“Kau ini kenapa sih? Tadi siang kau senang dan sekarang kau seperti ini. Ada apa sih?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya lelah. Bisakah kita pulang sekarang?”

“Tidak mungkin hanya karena itu. Kau marah padaku?”

“Hyuk, ayo pulang. Aku lelah.”

“Makan malam?”

“Bisa pesan.”

“Baiklah.” Jawab Hyuk Jae mengalah dan menjalankan mobilnya. Terlihat wajahnya yang masih memendam berbagai pertanyaan tentang sikap Hyori yang tiba-tiba berubah 180°. Tadi siang mereka terlihat bahagia dan rukun. Makan siang bersama bahkan bercanda dan kurang dari 4 jam setelahnya Hyori sudah bersikap aneh seperti ini.

Hyori hanya bisa menghela nafasnya setelah mobil itu berjalan kembali. Dia memutuskan untuk berusaha tidak melihat wajah Hyuk Jae hari ini. Dia merasa sangat kesal dan setiap dia melihat wajah laki-laki itu dia selalu teringat kejadian tadi sore. Kejadian dimana dia melihat laki-laki itu sedang berciuman dengan Jiwoon di tangga darurat hotel. Setelah tadi siang mereka bercanda dan bahkan kemarin dia menjaga Hyori seharian, sekarang dia berciuman dengan perempuan lain? “Aku kira kau sudah mulai melupakannya dan menyukaiku. Tapi apa?” kata Hyori dalam hati sambil mendengus kesal. “Apa yang harus aku lakukan?

“Kau benar-benar baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk di depan pintu apartemen Hyori.

“Iya. Sudah sana pulang.” Kata Hyori sambil memegang pintu.

“Kau menyuruhku pulang? Tumben. Biasanya kau selalu menawariku untuk mampir dulu.”

“Aku lelah.”

“Kau sakit lagi?” Tanya Hyuk Jae sambil menaruh tangannya ke kening Hyori untuk mengecek suhu tubuhnya.

“Selamat malam, Hyukie.” Kata Hyori sambil menutup pintu dan membuat laki-laki itu sedikit terhuyung dari posisinya. Untuk dia mempunyai fleksibilitas yang bagus sehingga dia bisa menyeimbangkan tubuhnya, terima kasih pada personal trainernya yang selalu menyuruhnya berolah raga dengan rajin.

Hyori berjalan malas ke arah dapur dan mengambil segelas air minum. Dia memandang ke arah sofa yang tadi pagi ditiduri oleh Hyuk Jae. Bantal dan selimut yang dipakainya telah di lipat dan tertata dengan rapi di situ.

Apa yang harus kulakukan sekarang? I think I have already fall for him. Dia bisa mengubah moodku dalam sekejap. Aku mati cemburu sewaktu dia mencium Jiwoon tadi siang. Ingin rasanya aku menghampiri mereka dan berteriak padanya.

Hyori mengacak rambutnya kasar sambil memejamkan matanya. Dia jongkok di depan meja dapurnya sambil memandang lantai. “Aku benar-benar sudah gila.” Pikirnya dalam hati. “Bagaimana bisa aku suka pada kata-kata manis seperti itu? Aku selalu menganggap itu semua sebagai omong kosong dan sekarang???

Hyori berdiri dan berjalan ke arah kamarnya. Setelah mengganti pakaiannya dengan piyama, Hyoripun mencoba untuk memejamkan matanya dan tidur. Tapi sayang hanya terdengar suara bag-bug pertanda bahwa dia hanya membolak-balikkan badannya di kasur. Dia membuka matanya dan memandang langit-langit kamarnya sambil berkata, “Tidurlah, Hyo. Kau tidak perlu memikirkannya lagi.”. Tapi sayang kata-kata itu tidak berpengaruh padanya. Dia malah semakin memikirkannya. Laki-laki yang berhasil membuatnya menginginkan sesuatu lebih dari apapun. Laki-laki yang diam-diam telah menguasai otaknya sehingga dengan mudah menggubah moodnya hanya dengan beberapa kalimat dan sentuhan ringan.

“Arhhhggg!! Awas kau Lee Hyuk Jae!!!” kata Hyori sambil meremas selimutnya.

TBC

Buat yag request tokoh Hyori-nya dibikin lebih jahat lagi

Maaf,,saya g bisa. Soalnya saya ga jahat (??)

Cuma mau menggaris bawahi apa yang pernah saya tulis di chapter 1 klu g semua tokoh antagonis itu jahat lahir-batin. Mereka sebenarnya cuma jahat di scene-scene tertentu aja. Cuma gara-gara kita g tahu kehidupan n pergolakan batinnya makanya kita selalu mikir klu mereka itu jahat lahir-batin ^^

Tag: Eunhyuk ( Lee Hyuk Jae)

32 thoughts on “[Freelance] He’s Mine And That’s It Part 4

  1. akhrnya post lg nie ff,aq kra ga ad lanjutannya :D

    Hyuk hyuk,ngapaen kissu d tngga darurat,ketahuan bgt deh nutupin hub lu T.T

    Hyo yg tabah ya :)

    daebakthor,ad wktu luang lanjutkan dgn ide2nya lg :)

  2. Setelah lumutan(?) Nunggu part 4 naa, akhirnya muncul jugaaaa~
    *lgs peluk author*
    ㅋㅋㅋ

    Sdh terasa kok jahatnya Hyori
    “̮♥hϱ♡hϱ♡hϱ♥”̮‎​

    Penasaran, knpa tba2 hyukjae baik..
    Tp dia malah ciuman jga ama Jiwoon!!!
    Sbnrnya apa mauny hyuk cba?
    Penasaraaaaan~

    Ooh iiaa, knp kejadian hyukjae ketauan ciuman gk dceritakn? Lgs sikap hyori yg tba2 berubah aja..
    Td saiia hampir bingung..

    Jangan lama2 yaaak part 5 naaa
    *toel2*
    ㅋㅋㅋ

  3. aku setuju porsi jahat y hyo udah pas kok, dia jahat cuma buat ngedapetin org yg d sayang n mudah2an jahat y dalam taraf wajar, jgn kyk film d indosiar si ‘ airi’ bener2 bikin dongkol

  4. Aigo aigo~ kunyuk oppa poppo ama jiwoon? Yaish~!!!! ~_~
    tumben2an tuh s kunyuk baek?! ada apakah gerangan my monkey yadong king? -_-‘

    Lanjut part 5… jng lama lg! :)

  5. segera lanjut thor…. ehehheeheh
    walo hyori disini agak “jahat”, tp entah knp aq ada dipihak dia yaw???? hehehehehe
    hahahahh seneng de liat hyuki penasaran ma sikap hyori…
    pokoknya segera lanjt yaw….

  6. bagus , suka karakter hyori di sini
    jarang ada ff yang tokoh utama karakternya antagonis

    punya blog gak ? boleh minta link , pengen baca ff yang lain gitu hehe :)

    • enggak ada blog tuuh…
      hehheee..
      soalny aku nulisny g rajin si..

      klu mau baca aku dulu pernah posting 3 ff ku disini kok
      kalau mau baca aja ^^
      “Love investment”
      “coffee latte”
      “Kau siapa?”

      semoga berkenan.jgn lupa komen yaa

  7. chingu, aku mau minta di awal chapter ada preview dari chapter yang sebelumnya, soalnya aku pas baca kadang lupa ini ff yang mana,,

    ff ini bagus, ditunggu next chapternya

  8. Baru baca FF ini dri awal smpe yg ke-4 ini sekarang …
    Seru ceritanya, setuju sama autor kadar jahatnya cukup sekian saja yah .. Aku ga bisa bayangin kalau hyo jadi tmbah jahat …
    Tapi aku masih aga bingung, sbnernya ini sudut pandangnya dr beberapa orang tw satu orang aja yah ?? Soalnya dr beberapa kalimat ada yang ga ngerti siapa yg ngomong.y … Maap panjang banget yah .. Hhe :)
    lanjutannya jangan lama-lama ^_^

    • masih binggung mslh POV yaa??

      jadi sbrnya itu klu di ‘italic’-in itu kata-kata dalam hatinya sang tokoh
      dan rata2 itu pk POVnya author kok

      maaf bkin bingung *bow

  9. idih hyuuk, kamu ngapain ciuman sama jiwoon..
    hyo, yang sabar aja yo!
    pengen cepet2 si hyuk jadi suka sama hyorin..
    thor, lanjutannya ditunggu ya!

  10. author, yang ini lama banget sih lanjutannya?? aku penasaran nih sama kelanjutannya~
    cepet posting lagi ya thor ^^

  11. dibikin jahat lagi? emang hyori jahat ya? *readerbego*
    perasaan hyori lucu kok ..

    “Aku menyukainya dan aku mau dia menjadi milikku sendiri.” << keren banget sumpah ^^V

  12. aigoo~
    itu si hyori knp teriak2 sih?
    lanjut thor.. keren ffnya..
    lgsg bca next part aja deh ak.. *kbur k next part* hehe.. :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s