20

[Freelance] I Hate My Hubby part 7

 

Title    : I hate My Hubby

Author : Kim Yurii

Length : Short Chaptered

Genre  : Sugary Sweet (romance)

Rating : All ages *tua muda kakek nenek juga boleh hha

Main Cast

  • Kim ki bum as Key
  • Choi Minho as Minho
  • Park Eunhye as Eunhye
  • Jung Yura as Yura

————————–

“Eunhye tunggu aku,…  Mianhae jeongmal mianhae,.. *Buaaghhhh seketika Key yang tengah berlari kencang menghantam keras tubuh minho.

“Key? Jadi yeoja yang barusan itu benar eunhye? Ada apa dengannya ? apa yang kau lakukan padanya pabo saram !!!!”

“Mian minho saat ini aku tak bisa meladenimu,.. “

“Chakaman,.. apa maksudmu? Atau kau menyakitinya lagi? Kau ini,… “ dengan sekuat tenaga Minho memukul wajah key hingga hidungnya berdarah,

“Apa yang kau lakukan ya~~ , saat ini aku tak punya waktu untuk meladenimu, kalau kau memang mengkhawatirkan Eunhye Bantu aku mencarinya bodoh, bukan malah memukulku,” Bentak Key keras

“Aiishh , kau ini! Lalu bagaimana harus mencarinya sosoknya bahkan menghilang begitu saja, Sebenarnya apa yang kau lakukan pada gadis itu ya~~?” teriak Minho

“Tutup saja mulutmu dan Bantu aku mencarinya, carilah kemanapun. Aku harus menemukannya,”  tanpa mempedulikan Minho Key berlari, terus berlari tanpa tujuan pasti sambil meneriakkan nama istrinya itu.

—————– Key’s pov —————-

Kenapa aku begini bodoh? Tangan kotorku ini bagaimana bisa menamparnya seperti itu, aku sungguh menyesal, tapi semuanya terlambat

Mungkin aku memang hanya namja yang egois bahkan aku terus menyakiti perasaanya.

Bagaimana bisa aku menemukannya, dimana aku harus mencarinya?

Sepanjang jalan ini telah kususuri tapi tak seujung rambutnyapun kulihat. Harus aku cari dimana lagi, ini sudah 2 jam berlalu dan dia sama sekali tak terlihat,

————— Key’s pov End ————–

————— Eunhye pov —————–

Key oppa, aku lelah harus terus berlari, Kakiku terasa sangat perih, tapi jauh dalam diriku aku merasakan rasa sakit yang lebih dari luka dikakiku ini, rasa sakit yang bida menghancurkan selluruh hidupku,

Kenapa oppa tega menamparku?, kenapa oppa marah padaku hanya demi gadis seperti Yura, apa karena aku memang tak pantas untukknya? Atau mungkin oppa masih mencintai gadis itu,

Setelah berlari untuk bebrapa jam, aku merasakan kakiku tak sanggup lagi untuk melangkah, kini kulitku tersayat-sayat, tergores oleh kasarnya aspal jalanan ini. Aku menghentikan langkahku di dekat sebuah danau, danau yang berada tak berapa jauh dari kediamanku.

Aku sungguh tak ingin kembali, aku takut pada Key oppa, aku takut dia akan memukulku lagi. Langit terasa semakin gelap mengimbangi jalanya suasana hatiku yang sedang terluka.

Aku hanya duduk terdiam disebuah bangku kecil berwarna putih, dibawah pohon yang rindang, menatap setiap mili darah yang keluar dari luka dikakiku semua ini hanya demi Key oppa. Tapi kenapa ia begitu tega kepadaku. Aku takut aku akan membencinya, aku takut aku tak sanggup lagi mencintainya.

—————- Eunhye pov End ————-

—————- author pov ——————–

“Bagaimana Kau sudah menemukannya Key ? “ Tanya minho khawatir,.

“ani,. Aku sungguh menyesal Minho, aku tal tahu lagi kemana aku harus mencari anak itu. Dia bahkan tak menjawab telfonnya, tuan Kim bilang dia tidak kembali kerumah Lalu apa yang harus kulakukan.” Ucap Key penuh keputusasaan.

“aku kecewa padamu Key, andai kutahu kau hanya akan melukainya seperti itu aku takkan pernah melepaskannya, Kau tahu aku mencintainya, aku mencintai Eunhye,”

“Apa kau bilang? Bagaimana bisa kau mengatakan hal konyol seperti itu ya~~ “Kini Key lah yang berhasil melayangkan pukulan keras pada Minho.

“Kau tahu betapa dia mencintaimu? Dia bahkan rela terluka, berlari dengan kaki penuh darah hanya untuk mencarimu, hanya karna mengkhawatirkanmu, tapi kenapa kau tega menyakitinya ha~!!! “ Minho yang tak terima melayangkan pukulan balasan.

“Aku tahu, aku salah, aku memang namja terbodoh di dunia ini, tapi sungguh aku juga mencintainya. Bahkan lebih dari apapun?! Apa kau tahu betapa kacaunya perasaanku? Betapa sakitnya hatiku melukai gadis yang kucintai “ sepanjang sore itu kedua pria ini hanya saling berbaku hantam hingga akhirnya keduanya tumbang,

Rintik hujan mulai membasahi tubuh kedua namja ini, dengan luka pukulan diwaja, hidung bibir bahkan tubuh mereka keduanya menangis untuk satu hal yang sama, meneteskan airmata untuk satu kata Cinta.

Duaarrr jlgeerrrrr,.. *suara petir mulai menyambar-nyambar.

“Hei Minho, kau dengar itu? Suara petir, bukankah Eunhye takut pada petir?”

“Ne. kau benar. Tak ada gunanya kita terluka seperti ini, seharusnya kita mencari Eunhye, dia pasti kedinginan ditengah hujan seperti ini, dia juga akan ketakutan.” Balas Minho dengan nafas tersengal,

“hey Minho, Mianhae, mungkin aku takkan bisa melepaskan Eunhye, aku akan berusaha menjaganya. Ayo kita cari dia.” Ucap Key sambil berusaha bangun dari tempatnya terbaring luka.

“Entahlah key, kalau kau masih terus menyakitinya, aku bahkan akan membunuhmu. Ayo kita cari,. Kajja!!,..”

Akhirnya kedua pria yang penuh luka itu meraih tangan satu-sama lain, bangkit dan berusaha mencari Eunhye meski mereka berdua harus berjalan ditengah derasnya hujan dengan luka memar diwajah mereka.

Eunhyee,.. dimana kau??,… Eunhyee,.. Suara mereka terus bersahutan mengharap balasan dari gadis kecil bernama Eunhye.

Setelah berjalan sekian lama mereka akhirnya tiba di danau yang sama seperti danau yang euhye singgahi,

*bledeerrrr,…. Suara petir kembali terdengar namun seiring dengan bunyi petir yang keras itu, terdengar suara isak seseorang,.

“Hikss,.. hikkss,. Aku takut, tuhan tolonglah aku , aku takut ,”

“Eunhye??!!! “ teriak Key dan Minho bersamaan sambil berlari menghampirinya

Ditengan hujan yang begitu deras Eunhye justru terduduk dibawah sebuah pohon yang bahkan takkan bisa menghalangi datangnya kubik2 air hujan.

“Gwenchanayo? Omo, Key badannya panas sekali, “ ujar Minho

“Eunhye mianhae, pulanglah bersamaku, “ucap Key lembut

“Andwae!! Siheryeo! Aku benci Key oppa, aku benci padamu!”

“Dengarkan aku, aku tak perduli kau membenciku, bahkan kau akan mengutukku selamanyapun aku takkan perduli, saat ini pikirkanlah kesehatanmu, aku tak ingin kau sakit Eunhye” Dengan paksa Key meraih tubuh istrinya dan menggendongnya.

Meski Eunhye terus saja memberontak tapi key tak pernah melepaskan tangannya. Berjalan ditengah hujan hingga akhirnya mereka sampai dirumah,

Sementara Minho hanya bisa terpaku melihat untuk pertama kalinya key begitu gigih untuk melindungi orang lain,

Setelah tiba dirumah Key membaringkan eunhye, lalu ia bergegas menelfon beberapa pekerja wanita dirumah lamanya untuk datang dan mengurus Eunhye smentara Key mencarikan dokter untuknya.

Setelah Mandi dan dirawat, Eunhye yang ternyata terkena demam akhirnya tertidur pulas diranjangnya.

“Eunhye, Jeongmal Mianhae, aku sungguh tak berguna. Aku terus saja menyakitimu, andai kau tahu betapa sakitnya diriku saat aku menghancurkanmu. Aku sungguh tak bermaksud seperti itu.” Semalaman penuh Key terus terjaga memandangi dan menggengam erat tangan Eunhye.

Berjuta kata maaf telah terucap malam itu. Key begitu menyesali semua ini.

Hari telah berganti, dan Key masih juga belum terlelap. Ia putuskan untuk membuat bubur terlebih dahulu. Hingga akhirnya Eunhye terbangun.

“Eunhye makanlah bubur ini, kau pasti sangat lelah kan?, makanlah sedikit agar kau tak sakit,”

“Aniyo, “ Melihat Key yang datang dengan semangkuk bubur, Eunhye justru memalingkan wajahnya.

“aku tahu kau masih marah padaku, tapi kau tak boleh menghiraukan kesehatanmu! Makanlah sedikit saja,.”

“Aku tak mau bodoh, pergi,.. “ Eunhye menolak keras permintaan Key, bahkan ia menghepaskan bubur itu hingga jatuh ke lantai.

Key benar-benar tak tahu lagi bagaimana caranya agar Eunhye mau memaafkannya. Pada akhirnya Key menyuruh beberapa pekerjanya untuk menyuruh Eunhye makan.

Tapi tak seorangpun berhasil, Eunhye marah dan menghempas setiap makanan dan obat yang disajikan padanya. Dia hanya terbaring lemah di ranjangnya dan tak mengatakan apapun selain tolakan2 pada orang yang membawa makanan untuknya.

Ting tong, Ting tong.

“Minho, Kenapa kau kemari? “ ucap Key yang baru saja membuka pintu rumahnya.

“Aku hanya ingin menjenguk Eunhye, bagaimana keadaannya.?”

“dia baik hanya sedikit demam, kau tak perlu begitu mengkhawatirkannya, kembalilah dan bekerja!” ujar Key

“cih, Kenapa kau begitu egois Key? Aku hanya ingin mengetahui keadaanya saja, kau pikir aku akan merebutnya darimu? Aku bukan namja sepertimu, bagiku melihatnya sehat saja itu sudah cukup. Jadi biarkan aku menemuinya.”

Minhopun menerobos masuk begitu saja, berjalan menuju kamar Eunhye.

“Eunhye, gwenchana?” ucap Minho

“Oppa, gwenchana , “balas Eunhye singkat.

“kau sudah makan? Kau sudah meminum obatmu?”

“ani, aku tak butuh semua itu.!!! “

“Gadis bodoh, kau tak perduli kesehatanmu ? kau pikir apa yang bisa kau dapatkan kalau kau sakit seperti ini ya~~ Apa kau sudah ingin mati??!! “ Minho berteriak keras pada Eunhye.

“Oppa,.. hiks, aku takut pada Key oppa. Aku takut dia akan menamparku lagi, aku sungguh takut dia membenciku” Eunhye bangung dan menangis dalam pelukan Minho, ia terus meronta, menangis dengan penuh rasa khawatir.

“gadis bodoh. Kay takkan melakukan hal seerti itu lagi padamu. Kalaupun dia memarahimu kau panggil saja akulalu aku akan menghajarnya untukmu, sekarang menangislah selagi kau bisa, menangis sepuasmu lalu setelah itu kau harus makan dan minum obatmu.” Ucap Minho sambil mengelus pelan rambut indah Eunhye.

“Key , dimana dapurmu??,..” ucap Minho yang barusaja keluar dari kamar eunhye

“di ujung ruangan ini, “jawab key,

*untuk apa anak itu pergi ke dapur?, apa ada sesuatu? * pikir Key yang kemudian mengikuti langkah Minho.

Key melihat Minho sibuk membuat sesuatu sepertinya dia juga sedang membuat bubur, setelah selesai Minnho bergegas pergi ke kamar eunhye dan Key mengendap-endap mengikutinya.

“Sekarang makanlah, bubur ini ya? Aku akan menyuapimu. “ ucap Minho pada Eunhye.

“Ne oppa,.. “ Sontak key yang melihat pemandangan itu begitu terkejut.

Key lalu berjalan menuju ruangannya,

“Bagaimana mungkin, aku berusaha memaksanya makan dan sama sekali tak berhasil,. Kenapa Minho justru dengan mudah menyuapinya,. Wae? Apa sebegitu bencikah Eunhye padaku?? Apa aku begitu melukainya? Atau mungkin eunhye pun menyukai Minho.!! >.,<

Andwae ini tak boleh terjadi..”

Pyyarrrr *dengan sekuat tenaga Key menghantam cermin yang ada dikamarnya, perlahan gumpalan cairan pekat berwarna merah mengalir dari tangannya. Terlihat beberapa pecahan kaca masih menancap di tangannya.

“Tuan Key apa yang terjadi? “ beberapa orang pekerja yang kaget dengan suara itu masuk dan menjumpai Key dengan kondisi tangan yang berlumuran darah.

“Apa yang terjadi tuan? Tunggu sebentar kami akan mengambilkan perban,” ucap pekerja itu

“tak perlu, ambilkan saja aku kain, cepat.”

*Ring ding dong Ring ding dong *suara ponsel Key berbunyi (ganti nada dering nih)

“Yeoboseyo? Rumah sakit Cheongnam? Ne , nae key imnida. Mwo? Masalah administrasi kim Yura? Baik saya segera kesana, araseo . annyeong “

Key bergegas pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada Eunhye maupun Minho.

“ahjumma, apa yang terjadi pada Key ? “ Tanya Minho pada salah seorang pekerja

“Entahlah tuan, saya tak tahu apa yang terjadi yang pasti tangan tuan Key terluka parah karena pecahan kaca,”

“Mwo? Tangan Key oppa terluka?,. sungguh? Tapi kenapa dia pergi?” Tanya Eunhye

“saya tidak tahu noona, sepertinya ada suatu hal yang penting, tuan bergegas pergi setelah menrima telfon dari , eumm rumah sakit cheongnam kalu tidak salah. Tuan bahkan belum mengobati lukanya.”.

“Yura, Key oppa terluka demi Yura,..”

—————- Meanwhile —————

## @ Hospital  ##

“Key, kau kemari?? “ ucap Yura Heran.

“Ne, aku harus menyelesaikan administrasimu,” jawab key lemas

“sebenarnya kau tak perlu melkukannya Key,  gomawo,”

“itu sudah seharusnya kulakukan,”

“Key? Apa yang terjadi pada tanganmu, bibirmu juga tergores, wae? Apa yang terjadi ?”

“Ini hanya luka kecil kok, kemarin aku berkelahi dengan seseorang.” Balas key

“Apa kau berkelahi dengan Minho? “ saat Yura bertanya tanpa sadar Key justru telah tertidur di sofa ruangan Yura, tentu saja kerena semua masalah ini Key jadi begitu lelah, bahkan dia belum tertidur sejak kemarin setelah berjuang menembus hujan untuk menemukan Eunhye.

“Key, au pasti sangat Lelah, apakau juga akan merasa lelah karena menjagaku?” Yura beranjak dari ranjangnya dan mendekat perlahan kearah Key, wajahnya yang namak begitu lelah dan tertekan, luka ditangannya juga beberapa bagian wajahnyapun terlihat memar mungkin akibat suatu perkelahian.

“Eunhye, jeongmal mianhae, jeongmal mianhae,.”………..

Curhat nggak penting dari author :

*huaaaa,… ini sudah Part Ke7 , ini rekor pertamaku bikin FF lebih dari 7 Part nyahahai (girang jejingkrakkan) sebelumnya debut Ffku sama Reilah yang jadi Ff dengan seri trebanyak yang kubuat *FF HeLLo maincastnya juga anak2 Shinee * hha

Tapi entah kenapa waktu aku bikin Ff yang ini rasanya aku masuk keduniaku sendiri, dan aku merasakan diriku sebagai Eunhye (mauan)

Yang pasti aku berharap Readers akan menyukai FF ini, meski ceritanya sangat panjan aku senang kalian tak bosan membacanya –jeongmal kamsahabnida- Nunduk 900

Tunggu Part berikutnya ea,.. Annyeong chingudeul ^0^ –

11

[Freelance] The Queen Of Evil Magnae Is Sick!

The Queen Of Evil Magnae Is Sick!

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Cho Kyuhyun and Lee Ahna

Support Cast: Yesung, Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook, Leeteuk, Siwon, Shindong, Heechul, Donghae

Rating: All Ages

Genre: all ages, romantic, humor, oneshot

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com

Tag: Cho Kyuhyun, Super Junior

.

~Kyuhyun’s POV~

“sini aku pegang dahimu.” Kataku sambil mengulurkan tanganku ke dahinya.

“panaskah?” tanyanya.

“tampaknya kau harus kurawat, bocah tengik.”

“mwoya?!” dia terperangah kaget.

“badanmu panas, bocah tengik.”

“boong ah?” ujarnya tidak percaya lalu memegang dahinya sendiri dan mengeriutkan dahinya.

“benar kan?”

“ga begitu panas ah.” Sergahnya.

Aku mengambil termometer dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya. setelah beberapa menit, kuambil termometernya dan kulihat panasnya mencapai 37,8 derajat dan memperlihatkan termometer itu pada Ahna, “lihat? Kau sedang demam. Mungkin karena kau kelelahan setelah merawatku. Lemah sekali kau.”

“yak! Abis dirawat bukannya bilang makasih malah ngejek lemah! Dasar ahjussi sialan! Tau gitu ga gue rawat.” Ujarnya sambil memanyunkan bibirnya.

“hahahaha,” aku tertawa keras melihat ekspresi wajahnya yang lucu ketika memanyunkan bibirnya, “aku bercanda, bocah tengik. sudah sana tidur, kamu kan lagi demam.”

Continue reading

6

[Freelance] That Should Be Me Being His Mom part 4

Author: Park Shilla

Cast : Siwon  Super Junior

 

Part 4 (end)

 

“Aku tahu aku salah Shilla-ya. Tapi aku juga tak bisa berbuat apa-apa..”

“Wae?”

“Karena Hyo.. dia.. Hyo…”

“Kenapa dengan Hyo? Dia mau membawa Joon? Andwe, aku tak akan mengijinkan.”

“Bukan begitu Shilla-ya.. Hyo..hanya.”

“Kenapa? Apa kau begitu menyayanginya? Semua untuk Hyo. Apa yang Hyo mau kau turuti. Sebenarnya kenapa? Katakan Oppa. Katakan!” kupukul punggungnya. Posisinya yang masih memelukku membuatku hanya bisa memukul punggungnya.

“Karena Hyo sakit Shilla-ya.”

“Sakit? Aku juga sakit, tapi kau bahkan tidak mempedulikanku dan masih tetap peduli pada Hyo dan Hyo saja. Aku muak Oppa. Muak”

“Cukup Shilla-ya. Jangan berbicara begitu tentang Hyo. Biarkan dia tenang disana”

“Tenang?” aku tak mengerti dengan maksud Siwon Oppa dengan kata ‘tenang’ itu.

“Hyo telah pergi Shilla-ya.” Siwon Oppa melepas pelukannya. Ia memegangi bahuku, menghadapkanku padanya. “Pergi untuk selamanya.”

“Maksud Oppa?”

“Hyo meninggal 3 hari yang lalu.”

Aku terkejut dengan yang dikatakan Siwon Oppa. Bagaimana mungkin?

“Oppa jangan bercanda”

“Aku serius Shilla-ya. Hyo meninggal 3 hari lalu karena Leukimia.”

“Mwo? Jadi? Selama ini?..”

“Ne. itulah alasan kenapa aku mengijinkan Hyo tinggal bersama kita. Dia sakit Shilla-ya, dan dia divonis hidupnya tak lama lagi. Karena itu dia ingin di akhir hayatnya bisa menghabiskan waktunya bersama Joon, anaknya.”

Aku benar-benar tak percaya dengan semua ini. Jadi selama ini aku cemburu untuk hal yang salah?

“Tapi kenapa Oppa tak pernah cerita padaku?”

“Hyo yang memintanya.” Siwon oppa menghela nafas.

“Dan maaf kalau selama ini aku selalu membuatmu tersika Shilla-ya. Hyo tidak boleh terluka karena ketika ia terluka akan sulit pembekuan darahnya. Karena itu aku begitu menjaganya. Aku menuruti semua permintaanya karena aku hanya ingin membuatnya bahagia di akhir hidupnya. Bagaimanapun dia tetap Ibu Joon.”

Air mataku tumpah lagi. Hyo mianhae. Aku salah sangka padamu.

“Lalu kenapa oppa memeluk Hyo dan menciumnya?”

“Itu karena..”

Flashback a week ago

<Siwon pov>

Aku  cepat-cepat menyelesaikan meeting dan langsung pulang. Tujuanku hanya satu yaitu segera bertemu Shilla. Hari ini ia pulang dari rumah sakit.

“Oppa” Hyo memanggilku. Kulihat ia sudah membawa kopernya. Ini saatnya ia pergikah?

“Hyo, kau mau kemana?”

“Oppa lupa? Hari ini kan saatnya aku pergi. Sudah dua minggu Oppa.”

“Ah ya kau benar. Tapi kau akan kemana?”

“Aku akan kembali ke Jepang Oppa. Ehm Oppa boleh aku minta sesuatu?”

“Ne, apa?”

“Ijinkan aku memelukmu untuk terakhir kali Oppa. Kumohon, untuk yang terakhir.” Aku tersentak dengan ucapanya. Terakhir?

Pada akhirnya aku mengijinkannya. Kubiarkan ia mendekapku untuk beberapa saat. Tapi diluar dugaan ia malah menciumku. Aku tersentak.

Kulepas pelukannya dengan segera. Aku risih diperlakukanya seperti ini.

“Sopir Han?” kulihat sopir Han sudah pulang dengan membawa koper Shilla. Dan, yah Shilla melihat apa yang terjadi barusan. Dan seperti dugaanku ia langsung berlari membawa Joon.

Aku berusaha mengejarnya tapi toh tak terkejar. Kucari ia ke segala tempat yang mungkin ia datangi, tapi tetap tak kutemukan sosoknya.

Hingga akhirnya aku tahu ia ada di rumah Eomonim. Aku berencana menjemput dan menjelaskan pada Shilla saat itu juga, tapi sebuah telepon dari Myung Ahjumma menggagalkan segalanya.

“Yoboseyo ahjumma” ucapku dengan malas.

“Tuan, Hyo agashi”

“Hyo? Wae?”

“Hyo agashi pingsan tuan. Sopir Han baru saja membawanya ke rumah sakit. Apa Tuan bisa kesini sekarang?”

“Mwo? Ne aku akan segera kesana.”

Aku sangat merasa bersalah pada Shilla. Tapi apa daya? Hyo lebih membutuhkanku sekarang.

Dan benar saja saat aku tiba di rumah sakit Hyo tak sadarkan diri. Ia dilarikan ke ruang ICU. Tubuhnya sudah penuh selang-selang yang aku tak tahu pasti apa gunanya. Tapi yang jelas keadaanya sekarang sungguh memprihatinkan.

“Anda kerabatnya?” Tanya Dokter yang entah sejak kapan sudah ada disampingku.

“Ah Ne. Na.. saya.. ehm saya kakaknya. Bagaimana kondisinya?” aku terpaksa berbohong. Karena sejujurnya aku sendiri juga bingung harus menjawab apa tentang hubunganku dengan hyo.

“Saya bingung harus berkata bagaimana dengan Anda.. ehm?”

“Ah, choneun Choi Siwon imnida.” Kataku memperkenalkan diri.

“Siwon-ssi kondisi adik Anda sudah sangat parah. Saat ini tidak ada yang bisa kami lakukan. Maaf jika saya harus mengatakan ini. Tapi sepertinya adik Anda tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Jweosonghamnida.”

Aku hanya bisa diam sambil memandang Hyo lekat. Itu artinya sudah tidak ada harapan untuk Hyo lagi?

“Jweosonghamnida Siwon-ssi”

Aku tak tahu apa yang aku rasakan sekarang. Yang jelas aku sedih mendengarnya. Seburuk apapun hubunganku dengan Hyo di masa lalu, tapi dialah yang telah memberiku malaikat kecil yang begitu berharga. Joon.

 

Sudah 3 hari tapi sampai sekarang Hyo masih belum sadarkan diri. Aku masih setia menunggunya. Meski aku juga tak lupa dengan pekerjaanku. Meski aku harus mengesampingkan urusanku dengan Shilla.

Ah bagaimana kabar Shilla dan Joon. Aku merindukan mereka. Sangat.

“Op..pa” suara lemah itu membuyarkan lamunanku. Kulihat Hyo perlahan membuka matanya. Dia sadar.

“Hyo kau sudah sadar? Aku panggilkan dokter” hendak aku pergi tapi tangan ringkih Hyo menahanku. Kubalikkan badanku menghadapnya.

“Aku baik-baik saja. Mianhae” kukerutkan keningku tak mengerti.

“Mianhae membuatmu dan Shilla jadi salah paham. Aku tak bermaksud begitu.”

“Sudahlah Hyo tenang saja. Aku dan Shilla akan baik-baik saja.” Aku tersenyum miris. Kenyataanya aku tak tahu pasti dengan yang aku ucapkan barusan. Apa Shilla mau memaafkanku?

“Dia benar-benar baik. Shilla.. dia begitu baik.” Ucap Hyo dengan pandangan menerawang. Aku duduk disamping ranjangnya. Masih menggenggam tanganya yang ringkih tersebut.

“Mungkin wanita lain tak akan ada yang bisa seperti Shilla. Begitu menyayangi Joon yang bukan anak kandungnya. Aku benar-benar kagum dengan semua cinta yang ia berikan pada Joon. Aku merasa aku tak pantas disebut Ibu untuk Joon.”

Aku menatap Hyo prihatin. Kulihat ia mengeluarkan air mata.

“Aku bersyukur kau mendapat istri seperti Shilla. Kalian berdua akan menjadi orang tua terbaik untuk Joon.” Air mata Hyo makin deras mengalir.

“Oppa, jaga Joon baik-baik. Mianhae aku tak bisa jadi Ibu yang baik untuk Joon. Tapi setidaknya aku bahagia karena Joon punya Shilla.” Hyo menyeka air matanya.

“Mianhae untuk semua sikapku di masa lampau. Aku tahu aku terlalu banyak berbuat salah padamu.” Hyo menghela nafas. Kulihat ia semakin sulit untuk bernafas.

“Katakan pada Joon aku menyayanginya.. tapi..jangan pernah katakan bahwa aku Ibu kandungnya.. “

“Tapi Joon harus tahu, Hyo-ah”

“Ani.. aku.. tidak pantas..disebut ibu untuk Joon” Hyo semakin tersengal.

Aku mulai panic dengan kondisinya sekarang.

“Jebal Oppa..” akhirnya aku hanya bisa mengangguk.

“Go..ma..wo..” kata itu adalah kata terakhir yang aku dengar dari Hyo. Dia pergi. Benar-benar pergi.

Aku hanya bisa menangis sambil terus menggenggam tangannya. Selamat tinggal Hyo-ya.

<End of flashback>

 

<Shilla pov>

Kutatap makam Hyo. Tanahnya masih basah. Kuberikan penghormatan terakhirku untuknya.bagaimanapun dia telah memberiku harta yang berharga. Joon.

Maafkan aku Hyo. Gomawo karena kau telah memberiku Joon. Gomawo karena telah melahirkan seorang malaikat kecil yang tampan dan baik. Aku berhutang budi banyak padamu.

Aku bangkit berdiri. Siwon Oppa memberiku sebuah surat.

“Ini. Kurasa ini ditujukan untukmu. Kutemukan surat itu dalam koper Hyo.”

Aku menerima sepucuk surat itu. Dan yeah, seperti kata Siwon Oppa, surat ini untukku. Ada namaku pada amplop surat tersebut.

Untuk Shilla-ssi

Mianhae Shilla-ssi. Aku tahu kehadiranku membuatmu sedikit banyak tersiksa.

Aku tahu aku merebut hampir semua perhatian Siwon Oppa. Aku tahu itu. Maafkan aku.

Tapi sungguh aku tak berniat sedikitpun untuk melakukan hal tersebut. Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersama putra kandungku.

Tapi, entah aku pantas atau tidak untuk disebut Ibu oleh Joon.

Kurasa aku hanya pantas disebut orang yang telah melahirkan Joon. Aku tak pantas disebut Ibu olehnya.

Mana ada Ibu yang meninggalkan anaknya sendiri. Mana ada Ibu yang bahkan tak mengasuh anaknya. Mana ada ibu yang tak menjadi saksi perkembangan anaknya. Mana ada Ibu yang tak mendidik dan mengasuh anaknya.

Aku tak pantas Shilla-ya. Kau yang pantas. Kau yang pantas menjadi Ibu Joon.

Kau yang menjaganya. Mendidiknya. ,membesarkannya.

Joon memang lahir karena kesalahanku. Hadirnya ia didunia ini karena sebuah kesalahan. Tapi Joon bukan suatu aib.

Kau tahu itu. Kau bahkan mengasuhnya layaknya Ibu kandungnya. Kau tak peduli masa lalunya.

Kau menerima Joon apa adanya. Kau tak pernah mempertanyakan bagaimana ia bisa hadir. Kau begitu baik.

Kau beri semua perhatian dan kasih sayang untuk Joon. Kau Ibu yang baik. Ibu yang terbaik untuk Joon.

Kumohon jagalah Joon. Dan aku yakin kau sangat sayang pada Joon. Aku bisa lihat kalian mendidik Joon dengan baik.

Sekali lagi maaf Shilla-ssi. Siwon Oppa begitu mencintaimu. Aku tahu itu. Jadilah orang tua terbaik untuk Joon.

Gomawo

Park Hyora

Aku menangis membaca surat dari Hyo. Kurasa ia juga tersiksa selama ini. Ibu manapun kurasa akan sedih jika harus berpisah dari anaknya. Apalagi ini untuk selamanya.

Di akhir hidupnya bahkan ia tak pernah mendengar anaknya sendiri memanggilnya ‘Eomma’. Di akhir hidupnya bahkan ia tak bisa di sisi anaknya. Dan itu karena kebodohanku. Mianhae Hyo.

Siwon Oppa menarikku dalam pelukannya. Aku masih menangis dalam pelukannya.

“Hyo ahjuma, selamat tinggal. Joon sayang ahjuma. Bahagialah disana ahjuma” ucap Joon di atas makam Hyo.

“Eomma, Appa. Joon mau berdoa untuk Hyo ahjuma.” Dia begitu serius mendoakan Hyo.

Aku tersenyum dengan kelakuannya. Dia benar-benar anak yang pintar.

“May be, it’s better for Joon to now that Hyo is his real mom ” ucapku pada  Siwon Oppa dalam bahasa Inggris. Bahasa yang belum dipahami lebih dalam oleh Joon. Sengaja memang. Agar Joon tak tahu maksud dari pembicaraan kami. Ya, aku dan Siwon Oppa seringkali menggunakanya jika sedang ingin bicara hal yang kami rasa Joon belum pantas untuk mendengarnya.
“Ani. No need ”
“But Joon should know. However Hyo  is.. ”
“That  Hyo’s last wish.”
“Eh?”
“Before Hyo died she told me to keep this secret from Joon. She wants you to become Joon’s mother completely . there’s only you as Joon’s Mom”

“Hyo..” aku terharu dengan ini semua. Dan tiba-tiba perasaan bersalah itu muncul.

Siwon Oppa menarikku ke tempat yang agak jauh dari makam Hyo, agar Joon tak mendengar percakapan kami. Dan yah dengan jarak 100 meter ini kurasa Joon tak akan mendengar apa yang kami ucapkan.

“Oppa, apa aku kejam terhadap Hyo? Aku jahat ya Oppa?”

“Kenapa kau berkata seperti itu?”

“Aku merasa aku tak memperlakukan Hyo dengan baik. Aku terlalu sibuk dengan rasa cemburuku. Aku..”

GREPPPP

Siwon Oppa menarikku lagi dalam dekapannya. Dia terkekeh pelan.

“Itu menunjukkan betapa kau mencintaiku.”

“Tapi kurasa tak seharusnya aku bertindak begitu. Aku merasa bersalah.”

“Hey, kau tak salah. Kenyataanya bukan kau yang salah tapi aku. Aku yang tak bisa bersikap dengan benar. Aku terlalu disibukkan dengan menjaga Hyo hingga aku melupakanmu.”

Kueratkan pelukanku padanya.

“Kau tak jahat. Justru kau begitu baik. Kau merawat Joon dengan baik. Mencurahkan segalanya pada Joon. “

“Kau relakan waktu tidurmu berkurang demi mengasuh Joon. Mengganti popoknya. Menimang dia saat ia menangis. Kau tahu? Aku begitu beruntung memiliki istri sepertimu. “

Seulas senyum menghiasi wajahku.

“Kau menerimaku apa adanya Shilla-ya. Kau bahkan tak peduli aku sudah memiliki anak. Kau tetap mau menerimaku menjadi suamimu. Kau tahu? Awalnya aku takut kau akan membatalkan pernikahan kita saat kau tahu kenyataan bahwa aku telah memiliki seorang anak.”

“Itu karena aku mencintaimu Oppa. Dan semua itu masa lalu.”

“Itulah kenapa aku tak pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu. Gomawo jagiya” Siwon Oppa mengecup puncak kepalaku. Dan tangannya masih erat memelukku.

“Appa, Eomma sampai kapan kalian akan berpelukan seperti itu?” sungut Joon. Aku dan Siwon Oppa hanya bisa terkekeh mendengarnya.

“Lalu kenapa kalian meninggalkanku sendiri di makam Hyo ahjuma? Malah bermesraan lagi disini. Sebal” Joon mengrucutkan bibirnya. Hahaha lucu sekali kalau dia sudah ngambek begini.

Siwon oppa melepas pelukannya kini. Dia jongkok menyamakan tingginya dengan Joon.

“Jadi kau ingin dipeluk juga?” ucap Siwon Oppa sambil mengacak-acak rambut Joon gemas.

Joon menatap Appanya dengan wajah berbinar. Dia mengangguk.

“Aigo anak Appa ini manja juga ternyata. Baiklah..” Siwon Oppa kemudian meraih Joon dalam dekapannya. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah Ayah anak ini.

“Eomma! Peluk Joon juga” pinta Joon dan langsung kuiyakan.

“Joon sayang Eoma dan Appa. Sayangggg sekali. Muach muach” Joon mengecup pipiku dan Siwon Oppa bergantian.

“Appa juga sayangggggg sekali sama Joon”

“Eomma juga.”

Kini balas aku dan Siwon Oppa yang mengecup pipi Joon.

Ya Tuhan terimakasih untuk kebahagiaan ini. Kesempurnaan ini. Terimakasih kau berikan aku suami dan anak yang begitu baik.

Hyo, terimakasih telah melahirkan Joon. Terimakasih kau telah memberiku kesempatan untuk menjadi Ibu Joon.

Yeah, kini aku bisa bangga mengatakan bahwa akulah ibu dari Joon. Yeah, I’m his Mom. Tapi kau juga tetap Ibunya Hyo. Gomawo.

 

~FIN~

 

Gomawo untuk semua readers yg udah nyempetin baca n komen di ff saya yg sangat amat gaje ini…

Gomawo jg wat silent readers yg tetep mau baca..

Maaf kalau masih kurang dari kata bagus.. hehe..

Ps: ni ff dah di publish dr kapan tau di blog saya… J

9

[Freelance] My Life Time part 8

Author             : Afi

Cast                 : all member super junior, khususnya Eunhyuk dan Kyuhyuh, dan beberapa cast tambahan dari JYPent {2PM, Jang WooYoung }

kategori           : on writing, 16+

#Part 08#

 

KyuHyun PoV

 

Kuhabiskan air minum yang ada ditanganku dalam satu tegukan. Aku tersenyum kecil dan mengalihkan pandanganku pada EunHyuk hyung yang terlihat sangat gelisah. Ia hanya berdiri dipojokan sambil menatap ponselnya, ia juga berjalan mondar mandir seperti sangat mengkhawatirkan sesuatu

 

Sebenarnya apa yang terjadi ? Apa ini ada hubungannya dengan artikel kemarin. Leukimia ? Siapa yang terkena penyakit itu. Tidak biasanya Eunhyuk hyung bersikap seperti ini. Aku menoleh sekali lagi dan berdercak pelan. Aish~ aku jadi sangat sangat penasaran. Sial !

 

“Yak, Kyunie ah wae ?”Tanya SungMin hyung yang sudah duduk disebelahku “dia terlihat sangat gelisah”

 

“Nde?”

Continue reading

17

[Freelance] I Hate My Hubby part 6

Title    : I hate My Hubby

Author : Kim Yurii

Length : Short Chaptered

Genre  : Sugary Sweet (romance)

Rating : All ages *tua muda kakek nenek juga boleh hha

Main Cast

  • Kim ki bum as Key
  • Choi Minho as Minho
  • Park Eunhye as Eunhye
  • Jung Yura as Yura

————————–

“Minho oppa maaf ya aku mengajakmu pulang,.. ada sesuatu yang tiba-tiba ingin kulakukan,. Kalau begitu aku masuk kerumah dulu,.. annyeong ^0^ “ setelah mengucapkan salam Eunhye bergegas memasuki rumahnya,

“Key oppa,.. aku ingin bicara sebentar” Perlahan dengan langkah yang pasti dan yakin Eunhye menginjak wilayah territorial Key, bahkan Eunhye telah memutuskan untuk menarik kembali kata-katanya yang menyatakan ingin berpisah dengan Key,..

“Mwo Key oppa belum pulang? Tapi ini kan sudah lewat tengah malam. , apa terjadi sesuatu hal yang buruk pada Key oppa? Oppa kenapa kau tak mengaktifkan ponselmu,.. Eotteohke.” Ucap Eunhye yang baru saja menyadari bahwa Key belum juga pulang.

Waktu terus bejalan tapi rasa khawatir Eunhye pada suaminya membuatnya terus terjaga, sudah puku 4 pagi dan Key tak juga kembali, lelah, mungkin itu yang tergambar dari raut Eunhye,  hingga akhirnya dia harus terlelap disebuah sofa,..

“Aigoo,.. Yura aku sungguh tak mengerti jalan pikirannya, semua ini membuatku sangat lelah,..”

—————- Key pov ————–

Sampai saat ini yura masih belum sadarkan diri, semua ini salahku >.< ya tuhan kenapa semua ini bisa terjadi padaku.

Continue reading

14

[Freelance] The King of Evil Magnae Is Sick!

The King Of Evil Magnae Is Sick!

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Cho Kyuhyun and Lee Ahna

Support Cast: Yesung, Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook, Leeteuk, Siwon, Shindong, Heechul, Donghae

Rating: All Ages

Genre: all ages, romantic, humor, oneshot

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com

Tag: Cho Kyuhyun, Super Junior

.

~author’s POV~

“hyung, gimana dong? Kita semua besok punya jadwal, tapi si Kyu sakit! Siapa yang mau ngerawat dia?” tanya Eunhyuk pada Leeteuk.

“aku juga gatau, ini anak tiba tiba sakit. Jangan jangan gara gara tadi dia ga makan dari pagi dan baru makan jam 3 sore?” tebak Leeteuk.

“iya itu gara gara dia ama Ahna masaknya lelet banget kayak siput!” celetuk Siwon.

“terus dia harus nganterin Ahna pulang ujan-ujanan pula. Yaiyalah sakit.” Tambah Shindong.

“nah!” kata Ryeowook tiba tiba.

“nah apaan Wook?” tanya Sungmin.

Continue reading