20

[Freelance] This is What I Call Love [part 3]



Author : Han Hyo In

Cerita sebelumnya :

“Hyo In-ah” sapa seseorang. Seperti biasa, rutinitas dipanggil aku menengok dan mataku membelalak kaget , saat aku membalikkan badan sesuatu sudah menyentuh bibirku.

Hyo In’s Pov

APA-APAAN INI?!?! SIAPA DIA? Melihat mukanya saja belum sempat. Aku langsung mendorongnya dan tergagap ingin rasanya aku menangis

“Hai” sapanya.

“DASAR KAU LAKI-LAKI BRENGSEK! TIDAK TAU MALU SAMA SEKALI! KURANG AJAR KAU” semburku

“Aku sudah tidak peduli lagi, kupikir kau pasti menyukai bad boy kan? Hyo In-ah?” tanyanya. “kalau tidak mengapa dulu menerimaku?”

“Brengsek kau. Lee Hyukjae sudah berapa kali aku bilang padamu, jangan pernah temui aku lagi. Hubungan kita sudah berakhir dan tidak akan pernah kembali seperti semula. TIDAK AKAN. Ingat itu. Dan kurasa aku juga sudah pernah bilang bahwa menerimamu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku” jawabku

“Jangan munafik Hyo In. aku tau kau rindu padaku” lanjutnya lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Merasa wajahnya sudah cukup dekat aku menampar pipi kirinya sekuat tenaga.

PLAK

“Ya, Lee hyukjae. Aku rindu padamu. Rindu menamparmu dulu seperti aku menamparmu sekarang. Tidak ada yang berubah, aku melakukan keduanya didepan umum. Agar semua orang tau betapa kurang ajarnya dirimu” lanjutku lalu pergi. Aku sempat melihatnya merunduk, tapi memang aku peduli? Kaki k uterus melangkah, entahlah aku juga bingung sekarang aku ada dimana. Setahu ku, tadi aku ingin ke toko buku membeli peralatan.

“Dimana ini?” tanyaku pada diri sendiri. Aku hampir saja menangis, gila memang tapi kau tau kan aku benci jalan-jalan, jadi mana aku tau aku sekarang dimana.

“HUAAA, eomma appa maafkan anakmu ini. Aku tersesat disini” parah sekali ini. Sudah tiga jam mengelilingi tempat ini tapi aku tidak bisa menemukan kantor polisi atau orang. Tempat ini sepi sekali. Seperti tidak ada yang tinggal disini.

Aku melangkahkan kakiku goyah, capek sekali. Aku akhirnya meringkuk di etalase pertokoan dan menangis. Aku lupa membawa handphone ku. Tuhan, bagaimana ini?

“Hyo In?” ah, pasti aku sudah diambang kematian. Sebentar lagi aku akan menyusulmu nek.

“Hyo In?” tanyanya lagi. Tidak! Suara ini semakin dekat, aku harus bagaimana? Kalau aku mau lari aku tidak punya tenaga.

“Ya. Hyo In Pabo!” serunya lagi. Tunggu, suara ini… sret, aku merasa seseorang memelukku. “Heh, pabo. Sedang apa kau disini, hah? Kau tau tidak ini sudah malam?” serunya

Saking takutnya aku, aku langsung memeluk orang itu juga. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat Kyuhyun dengan muka paniknya sedang melihat kearahku. Ah, benar kan kataku? Aku pasti sudah diambang kematian.

“Aku sudah mau mati ya?” tanyaku. Pletak! Kyuhyun langsung memukul kepalaku.

“Appo, babo” seruku kesal

“Kau yang babo, kenapa sih kau bisa sebodoh ini? Kau ini masih hidup, memang kau sudah berapa lama disini? Kenapa kau disini? Kau tersesat ya?” tanyanya bertubi-tubi.

“Kenapa kau bisa menemukan aku?” tanyaku balik

“Jawab dulu pertanyaanku babo”

“Aku.. begini, Yo Jin sedang menginap dirumahku karena dia menyukai donghae. Dan donghae ada diruma….”

“Kau tinggal bersama donghae?” potongnya

“Ne. tapi, tunggu! Begini, rumah donghae baru akan jadi satu bulan lagi. Appanya teman baik appaku, makanya mereka menginap dirumahku” kataku cepat. Si bodoh ini bisa-bisa salah sangka lagi.

“Oh, lalu?”

“Yo Jin berbohong pada eomma dia bilang bahwa kami akan mengerjakan tugas kelompok. Terpaksa, aku keluar membeli alat-alat untung membohongi eomma. Tapi…. Di tengah jalan, aku..” aku malah menangis dan langsung memeluk kyuhyun. Aku tau dia bingung, tapi tangannya hanya balas memelukku dan mengelus rambutku. Sepertinya dia mencoba menenangkanku.

“Aku.. bertemu dengan mantan pacarku, dia…. Dia menghianati aku dulu. Dia berpacaran dengan sahabatku, bahkan mereka sudah berbuat sangat jauh,seperti yang biasa dilakukan oleh suami istri. Tentu saja aku sakit hati, aku berusaha menjauh dan berhasil. Tapi, beberapa hari yang lalu dia menemukanku dan mengikutiku kemana-mana dan tadi dengan tiba-tiba dia menciumk…”

BUK!

“Ya! Kyuhyun, kau kenapa?” tanyaku, “ kenapa kau memukul pintu itu?”

“Laki-laki seperti dia itu brengsek Hyo In. tidak seharusnya dia berbuat begitu” lanjutnya lalu memelukku. Aku hanya diam, tumben? Kenapa dia jadi baik begini?

“Heh, jangan cari kesempatan ya. Sudah ah, ayo mau kuantar pulang tidak? Cepatlah sedikit” katanya langsung berdiri dan menoel kepalaku. Baik? Sebutan tepat untuk manusia menyebalkan sepertinya. Aku pun berdiri dan berjalan disampingnya.

“Sampai, tuan putri” katanya

“Terimakasih. Jalannya sungguh melelahkan” ejekku dan dia tertawa “Terimakasih ya” kataku dan aku bersiap masuk

“Tunggu” cegahnya sambil menarik tanganku.

“Apa?”

“Nama laki-laki itu siapa?” tanyanya. Aku hanya terdiam “Tapi kalau kau tidak mau member tahu sih tidak apa-apa”

“Lee Hyukjae” kataku pelan “Selamat malam Kyuhyun-a, aku masuk dulu ya. Gomawo, annyeong”

“DARIMANA SAJA KAU HYO IN?!?!?!?!” seru Yo Jin marah

“Aduh, tolong Yo Jin-ah aku lelah. Aku baru saja dicium paksa oleh Hyukjae. Jadi tolong” kataku pelan

“Maaf” katanya lalu memelukku. Hanya dia yang tau seperti apa Hyukjae, karena hanya dengan dialah aku bercerita. Aku menangis di pelukannya dan dengan sabar dia menemaniku hingga aku puas. Aku sudah bilang kan dia sahabat paling baik yang aku punya?

“Hyo In-ah. Iroena! Kau sekolah tidak?” Tanya Yo Jin. Aku menggelengkan kepalaku.

“Aku pusing Yo Jin-ah. Aku mau istirahat saja dirumah” jawabku serak. Yo Jin hanya tersenyum

“Arraso, istirahat ya. Jangan sampai sakit” sarannya lalu pergi berangkat ke sekolah.

Lelah, tentu saja, mana mungkin aku tidak lelah. Setelah bertemu dengan Hyukjae kemarin, aku semakin bingung. Hari ini, firasatku sedang buruk dan sepertinya badanku juga mempunyai firasat yang sama. Jadi, aku tidak masuk ke sekolah hari ini.

“Hyo In-ah…”

“Hyo In-ah…”

“Bangun sebentar saja, aku punya kabar buruk” lanjut Yo Jin

Aku bangun dan menatapnya sambil terkantuk-kantuk

“Ada apa?”

“Kau sudah tenang?” tanyanya, ada apa sih ini?

“Sudah, ada apa?”

“Hyukjae…. Dia mendaftar disekolah kita dan dia… masuk di kelas kita” jawab Yo Jin

“MWO?!?!?!?!?!?!?!?!?!” teriakku. Jadi ini, maksud firasat burukku kemarin

TOK..TOK..

“Ya? Masuk saja tidak dikunci” jawabku. Dan donghae masuk, aku tau Yo Jin tegang, tapi aku yang lebih tegang dan saking tegangnya ekspresiku menjadi sama saja.

“Hyo In-ah…”

“Ne?”

“Ini…. Dari Kyuhyun, katanya untukmu” jawabnya murung lalu berlalu. Donghae dengan segera keluar dari kamarku. Tapi aku tidak memperhatikan mukanya lagi. Pikiranku beralih ke namja bodoh itu. Kenapa dia?

Aku cepat-cepat membukanya, penasaran sekali. Isinya surat.

Untuk : Han Hyo In babo

Kau kenapa? Tumben tidak masuk sekolah. Hari ini ada murid baru, namanya Lee Hyukjae. Sama seperti nama namja brengsek itu. Kau sudah tau ya? Pasti sudah, aku yakin Yo Jin sudah member tahu itu kepadamu.

Namja itu, seperti yang kau bilang dia benar-benar brengsek, dia masih berani bertanya tentang mu kepada teman-teman perempuanmu. Untung saja mereka bungkam. Sepertinya, sudah tau habitat asli Hyukjae.

Besok kau masuk kan? Iya kau harus masuk. Tidak ada kau kelas menjadi sepi, tentu saja karena kau yang biasanya selalu kujahili. Tidak, aku bercanda. Hanya bercanda kok. Cepat sembuh ya. Besok aku harus bicara denganmu. Temui aku di depan kolam saat pulang sekolah

Cho Kyuhyun

Aku semangat sekali hari ini. Entah karena surat kyuhyun atau bukan, pokoknya aku sangat senang. Meski namja brengsek itu mengekoriku seperti buntut. Untung saja ada Yo Jin. Hyukjae sangat takut pada Yo Jin. Gomawo Yo Jin-ah

“Aku pergi duluan Yo Jin-ah”seruku

“Ne”

Aku segera berangkat ke tempat janjian kami. Aku dan Kyuhyun. Saat membuka gerbang, aku melihat rambutnya yang berantakkan. Aku suka sekali pada rambutnya itu. Rasanya nyaman kalau menaruh tanganku dirambutnya seperti malam itu saat aku tersesat.

“Kyuhyun-a?”

“Hyo In. aku harus bicara padamu” katanya serius. Aku mengangguk sambil tersenyum

“Apa?”

“Ini.. masalah Hyukjae” lanjutnya

“Kenapa?” tanyaku. Aku langsung berubah dingin 100%

“Dia.. dia itu saudara tiriku”

“MWO?!?!?!”

To Be Continue

HAI! J buat BIASNYA EUNHYUK MAAF BANGET YA AKU BIKIN EUNHYUK BEGINI L tadinya sih nggak mau. POKOKNYA AKU MINTA MAAF YA KALAU ADA YANG SAKIT HATI SAMA FANFICT INI. Ini Cuma karangan anehku doang kok hehe. Oh iya, kalau seandainya commentnya banyak aku bakalan buat POV cast yang lain. Tapi kalau sedikit aku bikinnya Cuma HYO IN’s POV doang hehe. Sekali lagi makasih daan jangan lupa comment ya JJJ

Genre : Romance

Cast : Cho Kyuhyun, Han Hyo In, Lee Donghae, Yo Jin, Lee Hyukjae, Kim Ah Ra

9

[Freelance] My Life Time [part 6]

Author    : Afi

Cast   : all member super junior, khususnya Eunhyuk dan Kyuhyuh, dan beberapa cast tambahan dari SMent

kategori   : on writing, 16+

#Part 06#

Eunhyuk PoV

“Ne. Apa kabar ?”jawabnya sambil tersenyum kecil padaku

“Jinjja ? Kau Choi Mi Yeonnie . Aigooo~ kau be..berubah.”Pujiku yang masih terkejut melihat beberapa perubahan dari Mi Yeon

“Terima kasih banyak”

“Dan.. Apa yang kau lakukan disini ?”

“Bukankah aku sudah jauh lebih cantik dan lebih pantas ?”Tanyanya

“Choi Mi Yeon shi, cepat kemari latihan sudah mau dimulai”

Ia berbalik dan melambaikan tangannya padaku. Mwo ? Latihan ? Yak jangan jangan dia. Kulangkahkan kakiku menuju ruang audisi yang berada tidak jauh dari lobby. Ku alihkan pandanganku kearah salah satu kertas. Pengumuman model 3 bulan yang lalu. Choi Mi Yeon. Ada … Diurutan 3. Omo~ dia benar benar menepati janjinya

“Oh, sudah pulang rupanya ajusshi”ujar seseorang dibelakangku

Aku berbalik dan melihat senyuman menyebalkan dari seorang gadis dengan rambut pendek dan kacamata tebal yang melekat diwajahnya.

“Apa ? Tidak suka musuhmu kembali ke Seoul, monster ?”

“Ya tentu saja, seoul menjadi sangat sesak karna kehadiranmu disini. Aish jinjja 3 bulan terakhir aku merasakan bebas bergerak, sementara sekarang ? Anio… Aku tidak bisa bernafas lega”

“Benarkah ? Itu bagus. Daebak~”ejekku sambil melipat kedua tanganku didepan dada “kenapa kau ada disini ?”

“Wae ? Kau keberatan”

“Ya tentu, sebagai senior disini aku sangat keberatan kau ada diareaku. Dan lagi…”

“Wae ? Kenapa kau melihat ku seperti itu”

“Rambut pendek mu bagus juga, apa yang terjadi sampai kau memotong habis semua rambutmu ? Dan dandananmu, kau lebih terlihat seperti seorang wanita sekarang”

“Kau ! Kau tak perlu tahu-”

“Yak ! Kau… Aish pasti habis putus cinta, iya kan ? Dan kau bermaksud untuk tampil lebih cantik”

“Mwo ? Kau benar benar menyebalkan”

“Ah Kyunie ah”

Teriakanku membuatnya berbalik dan kembali menatapku dengan penuh amarah.

“Tidak ada siapapun disana. Babo !”Seruku dan segera berlari menuju mobilku yang sudah terparkir diluar

“Yak ! Kau.. Kau mau mati ditanganku ajusshi ah !”Teriaknya dibelakang membuat tawaku semakin keras saat memasuki mobil

***

Ji Rin PoV

Langit sore ini benar benar sangat indah. Angin hangat lebih sering berhembus di telingaku. Rambutku terasa ringan dan bergerak mengikuti irama angin. Sudah lama rasanya tidak jalan jalan disore hari seperti ini. Aku membuka bukuku dan memakai headphone. Mendengarkan lagu sambil menikmati chocolate hangat didepan sungai han.

Baru membuka halaman pertama aku tersenyum melihat foto Mi Yeon. Sudah lama rasanya tidak melihat Mi Yeon tersenyum seperti ini. Foto ini diambil saat Mi Yeon melakukan pemotretan pertamanya. Wajahnya terlihat sangat senang dan bahagia. Jauh berubah dari yang sebelumnya

Eunhyuk sshi. Meskipun kau menyebalkan, tapi kau benar benar sudah merubah Mi Yeonie menjadi lebih baik. Aku sempat takut, penyakit Mi Yeon akan menghalangi mimpinya. Tetapi tidak, Mi Yeon jauh lebih bersemangat dan jauh lebih memperhatikan dirinya semenjak terjun ke dunia model ini

Meskipun menyebalkan. Tapi aku sangat berterima kasih padamu. Eunhyuk sshi. Tiba tiba angin berhembus dengan kencang. Foto itu terbang menjauhiku. Sontak aku langsung berdiri dan mengejar foto itu. Baru ingin mengambil foto itu, kurasakan sentuhan hangat ditanganku.

Aku langsung mendongak dan melihat seseorang yang sejujurnya tidak ingin ku temui. Cho Kyuhyun. Ku tepis tangannya pelan dan langsung beranjak berdiri tegak. Ia menyodorkan foto itu padaku

“Itu Choi Mi Yeonie ?”

“Ne”jawabku singkat dan mengalihkan pandangaku kearah lain

“Jinjja ? Dia banyak berubah ”

“Ne”

“Sama sepertimu. Kau juga juga banyak berubah”

“Mwo ? A…aku.. Aku pulang dulu”

“Chakeman Ji Rin ah, aku ingin minta maaf”ujarnya dan menahan langkahku dengan menarik tanganku

“Ne, kau sudah ku maafkan. Jadi lepaskan tanganku”

“Tapi-”

“Kubilang lepaskan tanganku”ujarku dan langsung menarik tanganku secara paksa “aku sudah memaafkanmu, jinjja. Jadi sudahkan ? Tidak ada lagi”

“Ji Rin ah”

“Stop. Sudah cukup. Hentikan semua tingkah baikmu padaku, itu tidak akan berguna lagi. Kumohon hentikan”

Aku langsung menendang kakinya dan segera berlari meninggalkan Kyuhyun shi yang masih kesakitan dibelakangku. Bodoh ! Jangan berbalik Ji Rin ah. Jangan berbalik. Semakin kuat aku berteriak dalam pikiranku, langkahku semakin lama semakin terhenti. Hatiku bergemuruh kencang

Aku berbalik dan menghentakkan high heelsku. Kau bodoh Ji Rin ah, teriakku sambil menggeleng kuat kuat. Aku berjalan perlahan menghampiri Kyuhyun sshi yang masih memegang tulang keringnya. Ia mendongak perlahan dan melihatku dengan tatapan bingung

“Tidak usah bertanya kenapa. Aku masih tahu sopan santun dan menjaga sikapku. Aku minta maaf”ujarku sambil menunduk perlahan.

“Kau.. Kau harus membantuku pulang, aku tidak bisa jalan sendiri”

“Jangan berlebihan”

“Ya sudah jalanlah. Pergi”ujarnya membuatku mengigit bibirku

“Ok oke, ppalli”

Kuulurkan tanganku perlahan, ia mengalungkan lengannya di bahuku dan menyondongkan badannya bersandar padaku tubuhku. Aigo~ berat sekali. Aku memapah tubuhnya hingga ke mobil. Aku menghela nafas dan langsung meninggalkan pria itu didalam mobil silvernya

“Yak, kau bisa menyetir dengan baik kan ?”Tanyanya di tengah perjalanan.

Aku hanya mendengus dan menggerutu sendiri dibelakang. Eottohke ya, bagaimana aku bisa ada satu mobil dengan pria menyebalkan ini. Aigo~ Jin Ri ah.

“Berhentilah bicara atau aku akan menabrakkan mobilmu ini”

“Yak, miss arrogant ”

“Mwo ? Miss what ? Kau benar benar-”

“Mianhae mianhae tapi itu panggilan baru untukmu. Makanya cobalah tersenyum sedikit. Biar wajahmu jauh lebih ramah dan tidak menyeramkan begitu”

“Shut up !”Teriakku membuatnya berhenti bicara dan memalingkan pandangan kearah lain

“Aku disini hanya untuk mengantarmu dan bertanggung jawab karna kesalahanku. Bukan untuk mendengarkan semua nasehatmu”

Kuhentikan mobilnya tepat didepan lobby. Aku langsung keluar dari mobil dan berjalan menjauhi tempat itu. Ini sangat menyebalkan. Sangat sangat sangat menyebalkan. Langkahku terhenti sebentar, aku berbalik perlahan dan melihat mobil silver itu masih terparkir ditempat yang kutinggalkan.

“Sebenarnya aku tidak mau seperti ini, mianhae. Tapi hanya ini cara yang kutahu, agar hatiku tidak berbalik padamu lagi”

“Yak ! Kau mau mati berdiri disana ?” Teriak seseorang

“Mwo ?” Seruku dan melihat EunHyuk sshi yang baru keluar dari mobilnya

“Agashi. Cepat pergi , kau menghalangi jalanku”tambahnya dan langsung masuk ke mobilnya

“Tak perlu kau suruh aku juga akan pergi ! Dasar gila”gerutuku dan langsung berjalan setelah mendorong spion mobil hingga tertutup. Mereka berdua sama sama menyebalkan

***

KyuHyun PoV

Pandanganku terus terpaku pada punggung gadis itu yang sudah menghilang entah kemana. Jantungku kembali normal sekarang. Sempat kurasakan sesak saat dia menyuruhku untuk diam. Dia benar benar menyeramkan. Aku langsung membuka mobilku dan memberikan kunci pada petugas untuk memarkirkannya

Apa yang sudah kulakukan sampai dia semarah itu ? Apa karna kejadian malam itu ? Tapi… Saat itu aku sedang mabuk, dan aku benar benar tidak bisa mengontrol diriku. Dan aku benar benar lupa semuanya. Yang kuingat hanya saat ia meninggalkanku didepan bar sambil menangis

Wajahnya malam itu selalu menghantui pikiranku hingga hari ini. Yak~ babo ya, apa yang sudah kukatakan padanya malam itu. Apa aku mengatakan hal yang tidak tidak ? Eottohkeh. Aku menggeleng perlahan dan menghembuskan nafas panjang. Kubuka pintu rumah ku dan langsung beranjak menuju kamar

Jung Ji Rin. Kenapa aku terus memikirkannya akhir akhir ini. Apa makan bersama saat itu membuatku menyukainya. Ha ? Me..menyukainya ? Anio…aku langsung beranjak berdiri dan memukul kedua pipiku dengan kuat. Yak ! Aku tidak mungkin menyukai wanita seseram itu. Anio… Tidak mungkin !

“Kyunie ah ! Cepat makan malam”ujar SungMin hyung yang baru memasuki kamar

“Ne, arasso”

“Hei, kenapa wajahmu ? Pucat sekali. Wae ?”

“Aku.. Aku hanya bermimpi, bagaimana kalau aku menyukai seorang monster”

“Ha ? Apaan sih ? ”

“Ani… Aku sudah ngelantur. Itu tidak mungkin !”Gerutuku dan langsung beranjak keluar kamar

“Yak kau sudah gila ? Aku juga takut kau yang jadi monster”

Kututup pintu kamarku, bersiul membuatku sedikit melupakan kengerianku. Kudengar suara pintu yang baru ditutup. Aku menoleh sebentar dan terlihat Shindong hyung yang datang sambil membawa sebuah kotak ditangannya. Ia tersenyum padaku dan meletakkan kotak itu dimeja makan

Mataku langsung terpaku pada post-it berbentuk bintang yang menempel didekat pita besar berwarna hitam. Oppa fighting~ tulisan itu membuatku tertawa kecil. Pasti dari Choi Mi Yeon. Shindong hyung membuka kulkas dan menarik bangku sambil duduk didepan kulkas

“Ini apa ? Isi kulkas kalian hanya coklat, coklat dan coklat”gerutunya sambil melemparkan sebuah apel padaku

“Semuanya milik EunHyuk hyung”

“Aigo anak itu. Kyunie ah kemari, lihatlah coklat ini sudah berteriak memintaku memakan mereka. Ah aku rasa yang ini bisa ku makan”

“Coba saja kalau berani”ujarku sambil tertawa dan melahap apel yang ada ditanganku

“YAA ! Hyung !”Teriak seseorang membuatku tertawa dan berbalik

“Oh Hyuk Jae ah”

“YAA ! Apa yang kau lakukan ha ? Aigoo~ itu …itu mau dimakan ?”Tanyanya dan langsung meletakkan coklat yang ada ditangan Shindong hyung ke tempat semula

“Hyuk jae ah. Sampai kapan kau mau menyimpan coklat coklat itu ha ? Mereka sudah berteriak teriak minta dimakan”

“Hyung tidak akan memakannya. Soalnya itu hadiah dari kekasihnya”

“Jinjja ?”

“Ani..anio. Yaa ! Kau Kyunie ! Aku akan memakannya tapi tidak sekarang. Lagipula aku akan menaruh coklat coklat ini dikulkas kamarku”

“Yak, sebelumnya. Aku minta sedikit”tambah shindong hyung membuat Eunhyuk hyung menggeleng dan langsung masuk kekamar bersama semua coklatnya

Aku tertawa kecil melihat tingkah Eunhyuk hyung. Pandanganku terpaku pada kotak yang ada diatas meja. Eunhyuk hyung pasti tidak melihat kotak ini. Aku mengambil kotak itu dan mengantarkannya kekamar Eunhyuk hyung. Kubuka pintu kamarnya perlahan.

Ia masih sibuk mengatur letak coklat coklatnya di kulkas. Senyumannya terus merekah, ia bersiul kecil dan terkadang tertawa sendiri. Kulangkahkan kakiku membuatnya menoleh dan langsung berdiri. Senyumannya sudah berubah menjadi gugup sekarang. Itu membuatku ingin tertawa

“Mau apa ?”Tanyannya

“Ini ada titipan lagi tadi. Shindong hyung yang membawanya”

“Jinjja ?” Ia langsung membuka isinya dan tersenyum lega “aish syukurlah belum dimakan”

“Hyung ? Hyung menyukai Choi Mi Yeon ?”

“Ne ? Apa maksudmu ?”

“Ya dari sikap dan tingkah hyung padanya aku menyimpulkan seperti itu. Hyung menyukainya ?”

“Aku.. Anio. Ini hanya tata krama, aku hanya memperlakukan dia sebagai fans. Dia sangat baik padaku”

“Tapi kulihat hubungan kalian sangat dekat”

“Aniooo.. Tidak seperti itu”

“Ini sulit dan rumitkan ? Cinta memang begitu hyung”

“YAA ! Kau… Keluar sana. Ppalli !”

“Jangan bohong hyung”ejekku membuatnya menghela nafas pelan dan tersenyum

“Lalu bagaimana dengan Jung Ji Rin ? Sepertinya dia belum mau bertemu dengan mu. Ya kan ?”

“Aku mau makan dulu”

“YAA ! Kyunie ah !”

Kututup pintu kamar EunHyuk hyung. Jung Ji Rin, jinjja ! Wae ? Kau membuatku mati kutu setiap EunHyuk hyung bertanya tentang dia padaku. Sesungguhnya aku benar benar tidak enak saat mengingat malam itu. Aku lelah dan sangat frustasi karna seluruh perkerjaanku. Saat itu benar benar tidak tepat. Jinjja, mianhae.

***

EunHyuk PoV

Musik mengalun dengan lembut dikedua telingaku. Sudah lama tidak mendengarkan lagu cinta seperti ini. Jinjja. Perasaanku akhir akhir ini benar benar tidak karuan. Kukeluarkan selembar kertas dari saku jaketku. Aku menghela nafas perlahan dan kembali memasukkannya ke dalam sakuku.

Langkahku terhenti ketika melihat sesosok wanita yang berdiri di depan pintu rumahku. Siapa itu ? Gadis itu hanya berjalan mondar mandir didepan rumahku. Kulangkahkan kakiku perlahan, ia langsung berbalik dan tersenyum padaku. Choi Mi Yeon. Apa yang dia lakukan disini ? Jangan jangan dia mau menepati janjinya

“Yo, Mi Yeonie. Wae ? Ada apa datang kerumahku ?”

“Ani..anio”

“Kau datang untukku ?”Tanyaku membuatnya sedikit mengerutkan kening “Sepertinya bukan ?”

“Aku…”Jawabnya sedikit ragu

“Wae ? Ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku ?”Tambahku saat melihat wajahnya yang sedikit gugup

“Anio… Wae ? Apa oppa ingin mengatakan sesuatu ?”Tanyanya membuatku sedikit menghela nafas

“Aku-“ucapanku terhenti saat melihat KyuHyun yang sudah membuka pintu

“Aku sudah siap, kaja”kata Kyuhyun sambil menyodorkan lengannya pada Mi Yeon

“Y..YAA ! Kalian mau kemana ?”Tanyaku membuat langkah mereka terhenti

“Rahasia”jawab Kyuhyun dan langsung menarik tangan Mi Yeon

Mwo ? Kenapa mereka menyebalkan sekali. Dan kenapa Mi Yeon tidak bilang apapun padaku. Ada apa sebenarnya. Aku langsung membaringkan diriku ditempat tidur. Lelah, joengmal. Tiba tiba pintu kamarku terbuka. Ku lirik seseorang yang baru memasuki kamarku.

“Eunhyuk ah. Kau tidur ?”Tanya Leeteuk hyung saat memasuki kamarku

“Anio hyung. Wae ?”

“Ku dengar kau masih ragu untuk bergabung dengan SJ-M ? Benarkan ?”

“Ne, aku…akan sulit berkomunikasi disana. Aku..”

“Kenapa kau tidak mencoba dulu ?”

“Anio hyung… Aku tidak mau. Lagi pula sudah banyak dancer disana, rapper juga ada. Henry sshi dan Donghae sshi sudah cukup. Lagi pula SungMin hyung sudah menutup posisi Hankyung hyung kan ? Jadi untuk apa lagi aku disana”

“Ayo kita putuskan nanti, jangan terburu buru. Kalau begitu istirahatlah”ujar Leeteuk hyung membuatku mengangguk kecil

***

Sudah seminggu ini aku mengurung diri dikamarku. Tidak ada yang kulakukan selain makan tidur dan mandi. Management sudah membatalkan semua kontrakku di Seoul. Mereka benar benar memaksaku untuk debut di china sebagai anggota SJ-M. Aku menolaknya. Bahkan aku tidak pernah mengikuti latihan untuk album ini.

Aku benar benar menolaknya. Dan sekarang aku mengurung diri dikamar sebagai respon penolakanku pada kontrak itu. Aku tidak mengerti kenapa aku bersikap seperti ini. Rasa percaya diriku hilang. Kosong. Tidak ada yang bersisa sedikitpun. Ku kepal kedua tanganku dan langsung melayangkan pukulan ke tembok

Sial ! Tidak bisa seperti ini. Aku akan kehilangan semua mimpiku kalo aku bertindak seperti ini. Aku bisa gila kalau aku ada disini terus. Ku langkahkan kakiku cepat keluar dari kamar dan bergegas menuju SMent. Aku harus meyakinkan mereka. Aku tidak mau berada diposisi seperti ini

“Hyung kumohon. Aku masih ingin disini. Aku tidak ingin berada disana. Ku mohon hyung”pinta ku

“Yak ! Hyuk Jae ah. Kontrak sudah dibuat, semua jadwalmu sudah diganti dan beberapa di batalkan. Sudah sebaiknya kau kembali ke ruang latihan. Percuma kau memohon seperti itu”

“Kalau begini lebih baik aku keluar dari sini!”

Aku berdecak pelan dan langsung keluar dari ruangan itu. Emosiku tidak karuan, rasa marahku sudah tak terbendung rasanya. Ku banting pintu ruangan itu. Langkahku terhenti saat melihat sosok Mi Yeon yang sudah berdiri didepanku. Wajahnya terlihat kecewa sekali. Apa dia mendengar percakapan didalam ?

Belum sempat mengucapkan kata apapun. Ia berbalik dan menjauhiku. Aku mempercepat langkahku mengikuti arah langkahnya yang menyusuri koridor. Kuulurkan tanganku untuk  menarik tangannya. Langkahnya terhenti sekarang.

“Wae ? Kau.. Mendengar pembicaraan tadi”

“Aku.. Aku sudah mendengar permasalahan ini dari orang lain. Dan aku tidak mempercayainya sama sekali. Tapi…sekarang aku mendengar semuanya. Aku salah, ternyata SJ-M akan lebih baik tanpamu”

“Mwo ?”

“Eunhyuk sshi kau harus bekerja sangat keras jika ingin bergabung dengan mereka, kau saja tidak punya batasan yang jelas dalam mencapai sesuatu. Kau tidak punya kepercayaan diri, tidak ada tujuan, tidak ada mimpi. Dan tidak ada kemauan, iya kan ?”

“Mwo ? Kau mencoba mengejekku dengan mengajariku ?”

“Ani..aku mengatakan ini karna..karna aku kasihan padamu. Mianhae kalau aku menyinggungmu”jawabnya dan langsung berbalik meninggalkanku

“Kau… Awalnya aku tidak ingin membuatmu malu, tapi… Kenapa kau tidak menepati janjimu ?”Tanya ku membuatnya terdiam lagi

“Janji ? Ha.. Saat valentine”bisiknya dan kembali melihat ke arahku

“Aku.. Sulit rasanya menumbuhkan rasa percaya diri ini lagi. Ikut audisi, lelah menunggu, menurunkan berat badan, latihan dan semuanya itu. Aku berjuang dengan susah payah.”

“Tapi… Setelah kupikir lagi, aku melakukan semua itu untukmu. Aku merasa..semua itu sia sia “tambahnya sambil tersenyum kecil

“Aku-”

“Aku berjuang melakukan itu semua, hanya untuk orang yang tidak punya tujuan dan kemauan untuk berjuang. Sepertimu. Jadi… Aku menyerah untuk itu”

“Mwo ? Menyerah ?”Tanya ku dengan sedikit tawa kesal di wajahku

“Aku..sebagai penggemarmu, aku mengatakan hal ini karna aku adalah penggemar mu ”

“Ini yang dinamakan penggemar ? Penggemar yang mengejek dan menyudutkanku ? Iya ?”

“Penggemar yang ingin melihatmu lebih maju. Itu.. Itu yang kupikirkan”

“Gomawo. Tapi ini sudah sangat melebihi batasmu sebagai penggemarku. “Ujarku singkat dan langsung meninggalkan Mi Yeonnie yang masih berdiri mematung ditengah koridor

Ku hentikan mobilku didepan gedung yang cukup mewah ini. Aku melangkah dengan cepat menuju satu ruang yang sudah tidak asing bagiku. Aku menghela nafas panjang dan membuka pintu yang ada didepanku. Kau yang memaksaku melakukan ini. Aku akan menunjukkan padamu aku bukan laki laki lemah, Choi Mi Yeon shi

To Be Continue….

 

33

[Freelance] He’s Mine and That’s It [part 2]

Hei, it’s me Kei and yes, I’m back

Saya masih suka sama karakter antagonis. Jadi saya kembali dengan tokoh utama karakter antagonis. So, enjoy it, my lovely readers  (^^)v

Entah kenapa aku senang melihatnya salah tingkah karena di goda terus menerus oleh onnie-ku, nuna, dan ibunya.

**

“Omma, tidak tahu kalau kau sekarang punya pacar.” Kata perempuan paruh baya itu pada Hyori.

“Hah? Pacar? Omma dengar darimana?” jawab Hyori tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

“Tadi sore omma bertemu dengan Sora dan ibunya.”

“Iya?”

“Lalu Sora bilang kau sering sekali main ke rumah mereka dan bahkan kau juga akrab dengan adik laki-lakinya itu.”

“Kami hanya teman, omma.”

“Teman ya? Padahal kelihatannya ibunya sangat menyukaimu dan menginginkanmu menjadi menantunya.”

“Omma, pekerjaanku masih banyak.”

Continue reading

32

[Freelance] He’s Mine And That’s It part 1

He’s Mine and that’s It (part 1)

Hei, it’s me Kei and yes, I’m back

Saya masih suka sama karakter antagonis. Jadi saya kembali dengan tokoh utama karakter antagonis. So, enjoy it, my lovely readers  (^^)v

 

 

Menurutku di dunia ini tidak ada yang baik dan jahat. Hanya ada manusia yang menjalani takdir kehidupannya. Yang membuat kategori baik dan buruk itu bukan Tuhan yang menciptakan kita tapi masyarakat. Mereka yang memutuskan apa yang boleh apa yang tidak. Apa yang pantas dilakukan dan apa yang tidak pantas di lakukan. Mereka yang menciptakan norma, peraturan, bahkan hukuman. Katanya sih biar kita sebagai manusia berbudaya dan bersikap seperti layaknya manusia, tapi tetap saja penjara tidak kosong dan banyak manusia yang tidak bersikap selayaknya manusia.

Contoh simpelnya adalah tokoh antagonis. Yah, mungkin kalian sering mendengar kata itu. Antagonis itu sama dengan jahat, iri, kejam, menyebalkan, dan sederet kata-kata sifat yang tidak baik lainnya. Tapi tidakkah kalian pernah memikirkan bagaimana sebenarnya perasaan mereka? Mungkin karena kita selalu di sunguhi sudut pandang dari tokoh protagonis sehingga kita selalu senang apabila mereka mendapatkan “hukuman” dari apa yang mereka perbuat terhadap apa yang mereka rusak di kehidupan tokoh protagonis.

Continue reading

19

[Freelance] This Is What I Called Love part 2

This Is What I Called Love Part 2

 

Author : Han Hyo In

 

Cerita Sebelumnya :

Pulang sekolah. Waktu paling membahagiakan dalam hidupku. Bebas.

“Hyo In-ah” panggil seseorang, aku menengokkan kepalaku dan oh tuhan tidak. Jangan lagi

 

Hyo In’s Pov

Seoul, School

“Mau apa lagi kau?” tanyaku dingin

“Tidak. Hanya ingin menyapa. Kebetulan sekali kita bertemu”

“Kebetulan? Wow, sangat pas. Di tempat sepi seperti ini aku bisa bertemu dengan mu” kataku angkuh

Continue reading