5

[Freelance] Last Farewell

Last Farewell  (7 Days with Big Bang)

ONESHOT

 

Cast : Taeyang, Seungri, G Dragon (GD), TOP, Daesung, Hyori

Genre : Romance, gaje

by : Vinny

 

 

 

—————-Day 1—————–

Taeyang, Seungri, G-dragon, TOP, dan Daesung duduk di ruang ganti setelah selesai tampil di salah satu stasiun TV Seoul.

“Untunglah hari ini berjalan lancar.” Kata Daesung sambil melap keringatnya.

“Ya, meskipun tanpa manager.” Sambung Seungri.

Setelah meneguk air mineralnya, GD melanjutkan, “Tapi hari ini akan ada pengganti manager untuk sementara kan?”

Continue reading

56

[Freelance] Secret Marriage part 3

Secret Marriage part 3

Author : renz

Genre : Romance, a bit comedy

Cast : Eun hae, Cho Kyuhyun, Kim Kibum [superjunior]

Anyeongg..Akhirnya jadi juga secret marriage part 3..Mian buat reader semua karena lanjutannya lamaaa banget..Seperti biasa author ingatkan “please don’t be silent reader ea” cz nie lanjutannya belum saya buat sama sekali..hehehe xp

Selamat membaca..^.^

Previous : Part 1, Part 2

Eun Hae POV

“Hoahmmm…” Aku menutup mulutku untuk yang kesekian kalinya sambil mengucek mataku perlahan. Uhh!! Badanku benar-benar pegal semua. Ini semua gara-gara setan mesum itu. Kalau tau akan seperti ini aku tidak akan mau menginap di apartemennya. Aku benar-benar harus pindah!!

“Eun haeeeeee…..”

Aku menutup telingaku, menjauhkan diri dari hyo na. “Hyo naaaaa…bisa gak sih kamu gak teriak-teriak di kupingku.”

Continue reading

5

[Freelance] Meet You

Meet You

ONESHOT

Cast : Leeteuk, Donghae, Yoo Mi

Genre : Romance

By : Vinny

 

 

 

Leeteuk POV

Untunglah matahari bersinar cerah hari ini, jadi aku bisa menjenguk Yoo Mi.

Kumasuki ruang serba putih itu dengan membawa buket bunga mawar pink. Bunga kesukaan Yoo Mi. Dia pasti senang.

Begitu kubuka pintu kamar tempat Yoo Mi dirawat, sosok seseorang mengagetkanku.

“Donghae? Sejak kapan kamu pulang ke sini?” Donghae, teman baikku yang telah lama menuntut ilmu di Amerika, tiba-tiba hadir di depanku, seperti mimpi saja.

“Baru hari ini. Begitu tahu Yoo Mi sakit, aku langsung pulang. Apa kabar?” Kata Donghae sambil tersenyum.

“Baik. Tapi, bukankah biaya transportmu itu mahal? Lagipula Yoo Mi hanya terkena infeksi lambung. Tidak terlalu parah dan hanya perlu diopname beberapa hari. Ya kan Yoo Mi?”

“Ne.” Jawab Yoo Mi singkat, wajahnya berubah lesu.

“Wae Yoo Mi? Apa sakit lagi? Ada yang tidak enak?” tanyaku khawatir.

“Aniya.” Yoo Mi menjawab sambil tersenyum membuatku sedikit lega.

“Ya! Donghae a, sudah lama tidak bertemu, bagaimana kalau besok kita makan? Kapan kamu kembali ke Amerika?”

“Boleh. Aku belum tahu kapan.”

“Apa tidak mengganggu pelajaranmu?”

“….” Donghae hanya tersenyum kaku.

 

 

 

 

Aku dan Donghae sedang menyantap makan siang di sebuah cafe, sebelum pergi menjenguk Yoo Mi.

“Leeteuk, kamu masih ingat waktu kita kecil?”

“Tentu. Mana mungkin aku lupa saat-saat bersamamu dan Yoo Mi.”

“Baguslah.”

“Waeyo?” tanyaku heran.

“Aniya. Aku hanya berharap waktu berhenti saat itu.”

“Wae? Apa kamu menyesal pergi ke amerika meninggalkan kami?”

“Aniya.” Donghae tertawa kecil mendengar pertanyaanku.

 

 

 

“Yoo..” kata-kataku terhenti saat melihat pemandangan itu. Yoo Mi. Dia.. mulutnya mengeluarkan darah.

“Yoo Mi! Suster, tolong!” teriak Donghae memanggil suster.

Aku terpaku melihat keadaan Yoo Mi seperti itu. Kenapa dia sampai muntah darah?

Dokter segera datang dan meminta aku dan Donghae untuk menunggu di luar.

 

“Donghae, kenapa bisa begini? Apa infeksinya makin parah? Kemarin dia terlihat sehat-sehat saja.” Tanyaku dengan wajah yang masih pucat. Sekujur tubuhku terasa lemas.

“Semua akan baik-baik saja. Tenanglah.” Donghae mencoba menenangkanku.

“Dokter! Bagaimana keadaan Yoo Mi?” aku segera menginterogasi dokter begitu ia keluar dari kamar Yoo Mi.

“Dia akan sering mengalami muntah darah seperti itu. Apa kalian keluarganya?”

“Dia..” Yoo Mi adalah yatim piatu, dia tidak memiliki keluarga. Yang dia punya hanya aku dan Donghae.

“Saya kakaknya.” Donghae menerobos begitu saja.

“Kalau begitu, boleh bicara di kantor saya?”

Donghae mengangguk pelan kemudian mengikuti dokter.

 

“Yoo Mi, gwaenchanna?” tanyaku pelan ketika memasuki kamarnya.

Yoo Mi hanya tersenyum kecil. Saat itu aku tahu, dia sedang menderita karena sakitnya. Bisa kulihat di raut wajahnya. Aku sudah lama mengenalnya, walau dia tersenyum, dia tidak bisa membohongiku kalau dia sakit.

Aku memegang tangan Yoo Mi, dan duduk di sampingnya.

“Yoo Mi, kalau nanti kamu sudah sembuh, kita jalan-jalan ke Amerika ya? Kita lihat tempat Donghae tinggal dan belajar, hitung-hitung dia bisa jadi tour guide kita.”

“Itu.. ide yang bagus.” Kata Yoo Mi, namun senyum di wajahnya berubah menjadi tangisan.

“Yoo Mi a, wae? Apa sangat sakit?”

“Leeteuk, boleh tinggalkan aku sendiri? Sebentar saja.” Kata Yoo Mi memaksakan diri untuk tersenyum.

“Arasseo..”

 

Aku tidak mengerti, apa yang terjadi padanya?

Donghae, mungkin dia tahu sesuatu.

Aku bergegas ke ruangan dokter, begitu sampai, kulihat Donghae sedang berbicara serius dengan dokter. Wajahnya terlihat kacau.

“Maksud dokter?”

“Ne. Tinggal sebentar lagi. Buatlah dia bahagia.”

Apa maksud mereka? Apa mereka membicarakan Yoo Mi?

“Arasseo..”

Donghae berjalan keluar dan terlihat kaget saat mendapatiku di depan pintu.

“Lee.. Leeteuk?? Sejak kapan kamu di sini??”

“Donghae! Apa yang terjadi sebenarnya? Katakan padaku.”

“Aku..”

“Donghae!!”

 

Flashback

“Yobosseyo.”

“Donghae?”

“Yoo Mi! Apa kabar?”

“Baik. Kamu?”

“Ya begitulah. Ada apa? Tumben kamu meneleponku? Sedang bertengkar dengan Leeteuk?”

“aniya..”

“lalu?

“Donghae.. kamu bisa pulang?”

“Waeyo? Kamu kangen padaku?”

“Aku.. terkena kanker lambung. Umurku tidak lama lagi.”

“jangan bercanda seperti itu Yoo Mi.”

“Aku serius Donghae.”

“Apa.. Leeteuk sudah tahu?”

“Aniya. Aku tidak ingin dia tahu. Tolong, rahasiakan ini darinya.”

“Baiklah, aku akan segera pulang.”

Flashback end

 

“Begitulah, Yoo Mi memberitahuku lewat telepon. Dia yang memintaku untuk tidak memberitahumu.”

“Wae?! Kenapa Donghae?? Aku ini pacarnya? Kenapa dia malah memberi tahumu lebih dulu??”

“Leeteuk, kadang ada sesuatu yang tidak bisa dikatakan langsung..”

“Wae? Apa aku tak pantas untuk tahu?” air mataku perlahan mengalir. Aku tidak mengerti. Kenapa semua ini terjadi?

“Mungkin dia hanya tidak ingin membuatmu sedih..”

“Yoo Mi…”

Kenyataan ini terlalu pahit. Aku tidak bisa menerimanya. Kami sejak dulu selalu bersama, bagaimana mungkin bila kami harus kehilangan salah satu dari kami? Tuhan, kenapa kamu ingin mengambil Yoo Mi dari kami?

 

Aku memasuki kamar Yoo Mi, dan kulihat Donghae duduk di sampingnya. Namun ia segera beranjak saat melihat kedatanganku.

“Bicaralah..” katanya smabil menepuk bahuku kemudia keluar dari kamar.

 

Aku duduk di samping Yoo Mi, “Yoo Mi, kenapa tidak bilang padaku?”

“Aku..” Yoo Mi mengeluarkan air matanya, “Aku tidak ingin membuatmu sedih.”

“Aku akan semakin sedih karena tahu bahwa akulah yang terakhir tahu mengenai ini.”

“Mianhae Donghae..”

“Yoo Mi, apa kamu mencintaiku?”

“Tentu saja…” tangisannya semakin kuat.

“Bagaimana dengan Donghae?”

“Aku menyayanginya. Dia sudah seperti kakakku. Aku menyayangi kalian berdua.”

“Syukurlah..” aku memeluk Yoo Mi yang masih menangis.

“Mianhae.. kalau saja kalian tidak bertemu aku, kalian tidak akan sedih seperti ini.”

Perkataan Yoo Mi membuat air mataku kembali mengalir.

“Jangan bicara begitu. Justru aku bersyukur karena bertemu denganmu.”

Donghae kemudian masuk, dan tersenyum pahit melihat kami.

“Betul kata Leeteuk.”

“Aku.. benar-benar bersyukur bisa bertemu kalian berdua.” Kata Yoo Mi sambil tersenyum.

 

 

Itulah senyum terindah dan terakhir dari Yoo Mi untuk kami.

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa tahun kemudian

 

 

“Yobosseyo..”

“Ya Donghae! Apa kabar? Kapan kamu pualng ke sini?”

“Untuk sementara mungkin tidak bisa, di sini masih banyak tugas sih.”

“Kalau begitu, aku saja yang ke sana.”

“Gurrae?? Serius?”

“Ne. Tapi kamu harus menjadi tour guideku ya.”

 

 

 

END

 

http://bacabacacerita.blogspot.com/

6

[Freelance] My Fairy Girl

Tag :      Cho Kyuhyun

Kangin as King Jordan

Leeteuk as Dennis

Genre : Romance, Adventure, Humor (dikit2 lahh)

NB : Minny disini bukan minny si sungmin oppa lohh kalau yang sungmin oppa itu Minnie, hehe author takut reader nanggepnya salah,,, hehe

Author : Gita Alfaro a.k.a Han Sera

My Fairy Girl

 

Kyuhyun POV

Desiran ombak berkali-kali membasahi kakiku, gemerisik dedaunan mengaluni telingaku yang hampa akan kebisingan, tiupan angin menghembus di sekitar leherku membuatku mendelik geli berkali-kali, hamparan pasir putih yang terbentang luas di sekitarku telah menyelimuti kakiku saat ini. Ya.. surga dunia yang sedang kunikmati ini adalah pantai, aku sedang di pantai, menikmati desiran ombak dan hembusan angin yang berkali-kali menerpaku, aku senang berada di sini, namun… aku sangat takut. Sendiri, itu kata-kata yang selalu terngiang di benakku selama tiga hari ini, kalian tahu?? AKU TERDAMPAR seorang diri entah sekarang aku berada dimana.. yang kulihat selama tiga hari ini adalah hanya pantai saja,,

Continue reading

3

[Freelance] Unusual Way {Epilog}

Title       : Unusual Way (Epilog) – Nothing better than me !

Genre    : This part is full of Romance (^.^)V

Rate       : PG 15 (maybe it goes higher)

Tags       : Cho Kyuhyun Kim Kibum

Author   : Kafkanisa Octaryoto (Hong Yoora)

Incheon Airport , 5 februari 2015

Author P.O.V

Pria itu terus melangkah mantap, seunggah senyum tak kunjung lenyap dari wajahnya. Saat ia hendak memasuki pesawat, ia melangkah mantap, lalu menggumamkan sesuatu.

“Tunggu aku, Nara-ya”

***

Paris, at the same time

“Thank you, Sir”

Gadis itu tersenyum, lalu berjalan keluar taksi. Ia mendongak menatap suasana yang ia rindukan selama 4 tahun. Bukan Eiffel, melainkan bangunan disebrangnya. ya, hal itu mengingatkan Nara pada sosok pria tampan yang bahkan melupakannyapun Nara tak sanggup meskipun mereka hampir tak bertemu selama 2 tahun. Semenjak Nara kuliah di Hokkaido, Kyuhyun baru mengunjunginya satu kali, itu 2 tahun yang lalu saat Nara sedang libur semester dan Kyuhyun memaksakan untuk cuti karena katanya ia sekarat. Kau tahulah apa maksudku sekarat.

Selebihnya, mereka hanya komunikasi melalui email atau telepon, namun untuk yang satu itu mereka jarang melakukannya. Kyuhyun yang sibuk sebagai direktur baru, dan Nara juga sibuk sebagai mahasiswa. Keduanya merutuk diri saat mereka tahu kejadiannya akan sesulit ini. Sesulit mereka melupakan satu sama lain.

“Excuse me, madam. Can I help you?”

“Ah, yes. Just a cup of greentea. Thank you”

“Wait a minute, madam”

Nara tersenyum kepada pelayan muda itu, lalu duduk disebuah café masih di area menara Eiffel. handphonenya berdering. Sebuah email masuk.

From : marcuscho@yahoo.com

To   : nara_jung@plasa.com

Subject : (no subject)

mari kita bermain. jika kau dapat menemukanku besok pagi hingga tengah hari, aku akan memberikan kejutan untukmu nona jung.

Nara tersenyum, ia kembali membayangkan wajah pria itu untuk mengingatnya. Wajar saja, 2 tahun Nara tak melihat wajah sempurna itu.

“Here you are, madam”

Continue reading

7

[Freelance] Soul

SOUL

 

ONESHOT

Cast : Jiyeon (T-ara), Yoo Seung Ho

Cast from author : Han Kyeong

Genre : Horror, Romance

Author : Vinny

NB : CERITA INI SEMATA-MATA HANYA KARANGAN PENGARANG, TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN APAPUN DENGAN TOKOH YANG BERSANGKUTAN, DAN DENGAN CERITA APAPUN. NO BASHING

 

 

 

 

 

 

Seseorang menatapku. Aku bisa merasakan itu. Tatapannya begitu kuat. Tapi.. Siapa yang menatapku? Aku hanya sendiri di sini. Kelas sudah kosong sejak 30 menit yang lalu. Tinggal aku di sini untuk mengisi buku piket.

Buru-buru kubersekan barangku dan segera meninggalkan kelas.

“Seonsaengnim. Aku sudah selesai.”

“O. Gomabseumnida.”

“Saya permisi dulu.” Pamitku pada wali kelasku.

Continue reading

14

[Freelance] That Should Be Me Being His Mom part 3

Author: Park Shilla

Cast : Siwon Super Junior

Part 3

Memafkan mungkin bukan hal yang mudah. Tapi toh aku selalu melakukannya. Aku selalu memaafkan kesalahan Siwon Oppa tanpa ia minta.

Seberapapun aku marah padanya, aku tak akan sanggup membencinya. Maaf akan selalu dengan mudah aku berikan.

Sama halnya dengan kejadian dua hari lalu ketika ia membentakku dan memakiku. Meski sakit tapi entah kenapa maaf begitu mudah aku berikan untuknya. Aku juga tak tahu kenapa. Mungkin karena aku terlalu mencintainya.

Continue reading