23

[Freelance] The Marriage and Us {prolog}

Title : The Marriage and Us [prolog]

Author : Bee

Main Cast : Yesung, Bee

Support Cast : all members of Super Junior

Rating : all age (but kids, because they wouldn’t get it)

Genre : romance

Warning! : not in this part

Ps : Beberapa reader mungkin udah pernah baca ini di blog gw yang sepi komen. Jadi, di sini gw mau jadi pengemis kooooomeeeenn *teriakan a la Bang Rhoma*. Mohon komennya ya. Kalo pada suka, nanti diterusin. Kalo ga, ya udah, sampe prolog aja. Suka/ga-nya, diliat dari banyak/sedikitnya komen yang masuk.

Disclaim : biar kata terinspirasi dari WGM, alur cerita murni ide Bee. Oke? No plagiarism!

***

“Naneunnyeo?”, aku balik bertanya pada orang yang sedang mewawancaraiku. Bukan karena aku lagi budek, cuma emang karena ga denger pertanyaannya. Eh, sama aja ya?

Seperti biasa, pagi itu aku berangkat bekerja ke Rumah Sakit Seoul. Sebenarnya karena aku seorang pekerja freelance, maka otomatis aku tidak punya kantor, tapi sudah beberapa bulan ini aku terus datang ke Rumah sakit ini. Pekerjaanku adalah penerjemah Bahasa Indonesia dan Melayu untuk pasien-pasien yang  berasal dari Indonesia, dan kadang-kadang juga Malaysia.

Yang tidak biasa pagi ini adalah ketika aku mencapai pintu utama RS, tiba-tiba datang dua orang yang mendekatiku sambil membawa kamera dan microphone. “Anyeonghaseyo,” sapa pria yang membawa mik.

Aku melihat mereka dan tidak langsung menjawab. Pikiranku langsung berpikir, “Ada apa ini? Apa mereka wartawan? Apa telah terjadi kasus yang mengerikan dan korbannya dibawa ke sini? Wah, kalau begitu aku harus berhati-hati dalam berbicara…”

“Jeogiyo,” sapa pria itu sekali lagi. “Choisonghamnida, apa Anda pekerja di RS ini?”

Aku ga yakin apa yang harus aku jawab, tapi mungkin jujur adalah yang terbaik saat ini. Maka aku jawab aja, “Ne, benar.”

“Ah, kebetulan sekali. Kami kru dari televisi swasta. Saat ini kami sedang mengadakan survey untuk acara yang akan kami tayangkan. Acaranya nanti tentang Super Junior, apakah Anda tahu Super Junior?”

“Ne, geureomyeon,” sahutku. Ya iyalah aku tahu SJ. Maksudku, perempuan kisaran umur 5-70 tahun mana sih yang ga tau SJ?

Continue reading

21

[Freelance] {After Story} I Wanna Love U-Our Wedding Story, (Story 1)

Annyeong chingudeul… Nie After Story na I Wanna Love U.. mg gak kecewa…Happy reading.. ^_^

“Kau sudah tau siapa yang menjadi alasanku untuk bernapas. Alasan jantungku untuk terus berdetak. Aku tak bisa menemukan kata apapun yang bisa mengungkapkan betapa besarnya cintaku padamu. You’re my World. You’re my life. Would You Marry me??”

Gaeul’s POV

Tok… tok.. tok..

Kudengar suara ketukan di balik pintu ruangan ini. Kulihat Hyuk oppa menampakkan kepalanya dari celah pintu yang terbuka dan memamerkan senyumnya padaku.

Hyuk oppa menutup kembali pintu itu dan berjalan mendekatiku.

”Apa kau sudah siap???” tanyanya.

Aku menghembuskan napasku pelan dan berbalik memunggunginya. Kupandang dirinya dari cermin yang ada di hadapanku.

”Aku gugup oppa,” jawabku.

Ya, benar. Detak jantungku sudah tak beraturan sekarang. Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Donghae oppa. Dia sungguh tak main-main dengan ucapannya waktu itu dan tak membiarkanku mengundur hari pernikahan, meskipun hanya satu hari.

”Tenanglah,” ucap Hyuk oppa sembari merangkul punggungku. ”Wajar jika kau gugup, sebentar lagi kau akan menjalani hidup barumu. Bukan hanya kau, tetapi Donghae juga. Kau tau??? Sejak tadi Donghae tak bisa duduk dengan tenang,” lanjutnya lagi.

”Jincha??” tanyaku memastikan dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Hyuk oppa.

Hyuk oppa tersenyum padaku tapi matanya sedikit berkaca-kaca. ”Akhirnya adik kecilku lepas juga dari pelukanku dan berlari ke pelukan sahabatku sendiri,” ucapnya lirih.

”Oppa…”

”Kau harus jadi istri yang baik. Tunjukkan pada Lee Donghae bahwa Lee Hyuk Jae ini berhasil menjadi oppa yang baik bagi dirimu, menjaga dan mengajarimu dengan benar.”

Air mataku menetes mendengar ucapannya.

Hyuk oppa merengkuh wajahku dan menghapus air mata di pipiku. ”Ya, kenapa menangis?? Make up mu bisa rusak, dan kau tak mau kan Donghae akan ketakutan karena make up mu yang luntur??” candanya yang berusaha membuatku tertawa. Tapi sayang, jangankan tertawa, senyumpun tak mampu tersungging di bibirku.

Kupeluk tubuhnya.

”Oppa gomawo kau selalu menjagaku selama ini. Meskipun kau bukan oppa kandungku, tapi aku sangat menyayangimu, hiks..” ucapku serak karena menangis.

”Ya!!! Aku tak suka kau berbicara seperti itu. Aku oppamu dan jangan ditambah embel-embel kandung atau bukan di belakangnya. Aku tidak suka,” rajuknya.

Aku tersenyum melihat ekspresinya seperti itu.

”Arraseo.”

”Donghae sudah menunggumu, apa kau sudah siap turun??” tanyanya.

Aku menganggukkan kepalaku dengan mantap kemudian menggandeng tangannya. Di dunia ini aku tak memiliki siapapun selain Hyuk oppa dan Ahra Onnie. Ya, Hyuk oppa menggantikan appaku untuk mengantarku ke altar.

”Chakkaman,” ucapnya.

Kulihat dia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana, kemudian menyodorkannya padaku. Alisku bertaut melihat benda itu.

”Ini apa oppa??”

”Sesuatu yang tak bisa kukatakan langsung padamu. Tontonlah bersama Donghae setelah kalian menikah nanti dan jangan katakan pada Onniemu. Ini rahasia kita,” ucapnya.

Aku mengerutkan dahiku, mencerna ucapannya. Beberapa detik kemudian aku menganggukkan kepalaku dan melingkarkan tanganku di lengannya.

*****

Donghae’s POV

Hari ini aku benar-benar melihat bidadari yang dikirimkan tuhan hanya untukku. Gaun putih yang sedikit mengganggu langkahnya, tampak begitu sempurna membalut tubuhnya. Meskipun senyum manisnya tersungging di bibirnya, tapi aku bisa menangkap kegugupan dari sorot matanya.

Bidadari itu semakin mendekat padaku. Kusambut tangannya dan kubawa ke depan pendeta. Aku bisa merasakan tangannya yang membeku.

”Kau gugup??” bisikku.

Dia menganggukkan kepalanya pelan dan menggenggam tanganku dengan kuat.

”Tenanglah jagi, semuanya akan berakhir dengan indah.”

*****

Gaeul’s POV

Seusai pesta pernikahan Donghae oppa langsung membawaku ke rumahnya, bukan, tepatnya adalah rumah kami. Rumah ini terlalu besar untuk dihuni oleh dua orang.

Donghae oppa melingkarkan tangannya di pinggangku dan membawaku menaiki setiap anak tangga. Langkahku ikut terhenti ketika dia menghentikan langkahnya di depan sebuah kamar. Dia tersenyum padaku kemudian membuka knop pintu yang masih tertutup rapat itu.

”Selamat datang di istana pribadi permaisuri,” ucapnya.

Mataku membulat melihat kamar ini. Begitu besar dan tentunya indah. Warna biru mendominasi kamar ini, dengan sedikit sentuhan warna hijau-warna kesukaanku sebagai pemanisnya. Bahkan foto 5 tahun yang lalu terpajang jauh lebih besar dari foto yang ada di kamarku.

Aku menoleh ke arahnya yang masih berdiri di belakangku sembari melipat kedua tangannya di depan dada. Tatapan itu lagi. Tatapan yang selalu membuat ku meleleh, tapi tak pernah kuakui di depannya.

Dia berjalan mendekatiku dan langsung menarik pinggangku. Wajahnya hanya berada 2cm dengan wajahku.

”Istana kecil yang akan menjadi pusat kehidupan sang permaisuri yang akan terus menemani sang raja duduk di singgasananya,” ucapnya lagi.

”Maksudmu, kau ingin mengurungku seumur hidup di kamar ini?? Hoahhh kau tega sekali padaku!!!”

Aissss dasar bodoh kau Gaeul…

*****

Donghae’s POV

”Maksudmu, kau ingin mengurungku seumur hidup di kamar ini?? Hoahhh kau tega sekali padaku!!!”

Aissss jincha… Kenapa aku bisa menikah dengan yeoja sebodoh ini??

”Ya!!! Kenapa kau selalu merusak suasana romantis yang kuciptakan?? Kenapa kau selalu membuyarkan kata-kata romantis yang sudah kususun dengan rapi di otakku??” protesku dengan kesal. ”Apa kau tidak rela mengikat hidupmu denganku?? Apa kau masih mengharapkan si monyet atau laki-laki berpipi bakpao-mu itu??”

Wanita ini selalu mengaduk-aduk emosiku.

Tiba-tiba dia mendorong tubuhku pelan dan menatapku dengan mata besarnya.

”Mwoya?? Baru saja beberapa jam yang lalu kita menikah, tapi kau sudah marah-marah padaku. Bahkan kau mengungkit-ungkit dua nama itu. Ternyata kau tetap saja menyebalkan!!!” Teriaknya kesal.

Woahhh… Ige mwoya??

Aku baru saja membuka mulutku untuk membalasnya ketika dia membalikan badannya dan menuju kamar mandi. Dia membanting pintu kamar mandi dengan keras.

Aissss inikah nasibku???

*****

Gaeul’s POV

Mungkin hampir 1 jam aku berada di kamar mandi. Aku sungguh kesal dengannya. Kenapa dia selalu saja menyebalkan??? Aku tau, ini juga salahku tapi apa dia lupa bahwa aku sekarang adalah istrinya?? Apa dia tak bisa bersikap sedikit lebih manis pada istrinya?? *Yg slh siapa bego??*

Aissss kesabaranku benar-benar diuji oleh Tuhan karena memiliki suami super menyebalkan seperti itu. Haruskah aku keluar sekarang?? Tapi aku malas melihat wajahnya. Lagi pula, apa dia tak khawatir padaku?? Dia tak takut terjadi sesuatu padaku saat ini?? Sudah hampir satu jam berada di sini, tapi dia tak memanggilku keluar. Bagaimana jika aku pingsan?? Ahhhhhh kau sangat menyebalkan LEE DONGHAE!!!!

Sepertinya semua kata cintanya waktu itu bohong. Itu hanya rayuan gombalnya saja dan bodohnya diriku terbuai dengan kata-kata cintanya itu.

Ahhh terserah kau saja Lee Donghae. Aku tidak mau mati kedinginan di sini hanya karena dirimu.

Kutarik knop pintu kamar mandi. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Tak ada tanda-tanda keberadaannya. Hahhh bahkan dia meninggalkan pengantin wanitanya begitu saja.

Habislah kau Donghae!!!!

*****

Donghae’s POV

Aku masuk ke dalam kamarku dan kudapati dia sudah tertidur di atas ranjang sembari memunggungiku. Aku berjalan mendekatinya dan berbaring di sampingnya dengan hati-hati. Aku terus menatap punggungnya.

Kau berada tepat di depanku, tapi kenapa kau tak mau melihatku??

Aisss benar-benar menyedihkan. Apa ada pengantin pria yang pernah mengalami hal yang sama seperti ku ini?? Bagaimana mungkin, di malam pengantin yang indah, pengantin wanita bertengkar dengan pengantin pria?? Haruskah malam ini berakhir begini saja??

Tiba-tiba saja dia berbalik menghadapku, membuat wajahnya berada tepat di hadapanku. Melihat wajahnya yang polos seperti ini membuat dadaku naik turun. Wajah yang sama polosnya seperti 5 tahun yang lalu. Wajah yang hampir membuatku gila selama 5 tahun ini karena merindukannya. Napasnya menyapu wajahku dengan lembut. Membuat pikiran-pikiran bodoh memenuhi otakku.

Continue reading

59

untitled! [KyuJin]

Hahahahaha saya nongol lagi, Drabble (?) abal kali ini saya bikin sambil ngetik FF sinetron, eeeh malah jadi ini duluan *dirajam readers* Okey, judulnya pun saya bingung jadi saya tulis aja untitled! *gubrakk* karena saya hobi bikin FF gak jelas *evil smirk*


Chaejin’s pov

Annyeong.. kalian tahu? Akhir-akhir ini aku sedang ketagihan membaca fanfiction hahaha. Seperti yang sedang kulakukan saat ini, aku sedang membaca fanfiction. Agak aneh sebenarnya membaca cerita tentang mereka, tapi aku senang mebaca fanfiction tentang Siwon oppa atau Sungmin oppa. Mereka benar-benar hebat bisa berimajinasi sebaik itu, tapi entah kenapa.. dari semua  fanfiction aku tidak berani membaca fanfic tentang Kyuhyun (==’)

Okey, sebenarnya dari segudang fanfic yang pernah aku baca, rata-rata kebanyakan fanfic dengan pairing sesama member atau dipasangkan dengan member girlband. Untuk fanfic Kyuhyun, kebanyakan dia dipasangkan dengan Sungmin oppa atau dengan Victoria dan Seohyun eonni. Aissh~ aku kurang suka karena..

Continue reading

15

[Freelance] I Wanna Love U part 6 {END}

Gaeul’s POV.

Aku berjalan gontai menuju kamarnya. Ruangan yang selama 2 bulan ini menjadi istana kecil baginya. Kubuka lemari pakaiannya, berharap masih tertinggal beberapa barang miliknya, dengan begitu dia pasti akan kembali untuk mengambilnya.

Tapi itu semua hanyalah harapanku. Nyatanya tak ada satu pun barang yang tertinggal di lemari itu. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku pasrah.

Apa yang akan membuat kau kembali ke sini??

Drrdddtt.. drrrddttt..

Kuambil ponselku dari sakuku, kemudian kutekan tombol hijau di ponselku dan mendekatkannya ke telingaku.

”Yoboseyo,” ucapku lemah.

”Gaeul-ah,” jawab orang di seberang sana. Park Ga Eun. ”Kenapa kau tidak datang ke sekolah hari ini??” tanyanya.

”Aku hanya tidak enak badan,” jawabku. Meskipun Ga Eun sahabatku, tapi aku belum sanggup menceritakan semua perasaanku saat ini padanya.

”kau sakit??” tanyanya khawatir. ”Ya Cho Gaeul!! Kau harus menjaga kesehatanmu. Ujian sudah di depan mata,” lanjutnya lagi.

Aku tak menjawab ucapannya. Saat ini aku butuh ketenangan.

“Ya, apa kau tau?? Kita kedatangan guru musik baru. Katanya dia menggantikan Donghae Oppa. Benarkah Donghae oppa sudah pulang??”

Mataku mulai berkaca-kaca. Pembicaraan ini yang sangat ingin kuhindari sekarang.

”Ne,” jawabku singkat kemudian kuputuskan teleponnya.

Lagi-lagi kepelaku tertunduk lemas. Seolah-olah leherku tak memiliki tulang yang mampu menyanggah kepalaku untuk tegak.

Kupandangi ponselku yang masih kugenggam. Tapi tiba-tiba mataku melebar ketika melihat foto yang terpajang di layar ponselku. Wallpaper  ponselku.

Kupandangi foto itu lekat-lekat. Foto seorang pria tengah mencium pipi seorang gadis yang sedang tertidur sembari duduk di lantai dengan kepala yang direbahkan di atas ranjang.

Continue reading

16

[Freelance] Unusual Way part 6

Title       : Unusual Way Part 6 – The last opportunity

Genre    : Romance, a little bit action and tragedy

Rate       : PG15 (for this time I made it sure)

Tags       : Cho Kyuhyun Kim Kibum Lee Donghae

Author   : Kafkanisa Octaryoto (Hong Yoora)

NCS Barracks – Seoul 16 Januari 2011

Cho Kyuhyun P.O.V

“Awalnya begitu. Tetapi tidak setelah kau membuatku bertekuk lutut memohon cintamu, Nara-ya”

Aku menatapnya terdiam. Setetes air mata mengalir di pipinya. Aku melukainya, membuatnya menangis. Seburuk itukah aku?

“Kau menawanku, menawan hatiku,kau tahu itu?” tanyanya dengan suara lirih.

Kini ia bergantian menatapku lekat. Aku menjulurkan badanku kearahnya. Mencium bibirnya. Meskipun bukan yang pertama kali, ciuman kali ini… tak tahu apa namanya, tetapi aku benar-benar sama sekali tak berniat mengakhirinya.

Kutahan tengkuknya agar ia tak lepas, kini ia membalasnya. Terlalu banyak yang kami tahan sehingga akhirnya hari ini semuanya melebur seiring dengan ciuman kami.

***

Kim Kibum P.O.V

Baru seminggu Nara masuk sekolah, sekarang dia sudah absen lagi? Kurasa tak mungkin ia tak sadar kalau ujian sudah dekat. Ah ya, ngomong-ngomong soal Nara, ia berubah akhir-akhir ini. Wajahnya selalu pucat, sepertinya ia memikirkan sesuatu. Jika aku bertanya padanya kemana ia pergi saat absen sekolah, ia hanya menjawab ‘aku menemui teman oppaku di Jepang’. Kali ini aku yakin Yunho hyung sudah mengajari gadis ini berbohong.

Hari ini aku berniat mengunjungi rumah Nara. Otak yang bertengger dikepalaku ini memaksaku melakukannya. Wajar saja, jika dibuat daftar, pertanyaaku ini sudah bisa dibukukkan saking banyaknya.

Saat kuketuk pintu rumah itu, pintunya langsung terbuka. Pintu ini tidak dikunci, bahkan tidak ditutup dengan benar. Awalnya aku ragu untuk memasukinya, tidak lagi sampai aku mendengar desingan peluru dari dalam. Saat terdengar suara derap kaki menuju pintu, aku segera berlari menuju motor yang kuparkirkan diluar gerbang, cukup tersembunyi. Terlihat Yunho hyung berlari tergesa-gesa lalu diikuti beberapa orang berjas ikut berlari debelakangnya, beberapa kali mengarahkan pistolnya pada Yunho hyung.

Segera kunyalakan mesin motorku, lalu kulajukan cepat untuk mengikuti mereka.

Continue reading

11

[Freelance] Unusual Way part 5

Title       : Unusual Way Part 5

Genre    : Romance a little bit action and tragedy

Rate       : PG15 (Idk what the most exactly rate, maybe it goes higher)

Tags       : Cho Kyuhyun Kim Kibum Lee Donghae

Author   : Kafkanisa Octaryoto (Hong Yoora)

 

“Kau tahu sesuatu tentang cincin, Nara-ya?”

“Cincin apa?”

Aku tersenyum, lalu menoleh kearahnya.

“Aku rasa kau pernah memakai sebuah cincin perak 10 tahun yang lalu.. Kemana cincin itu?”

 

Kim Kibum P.O.V

Ini hari ke-3 Nara absen. Kemana bocah itu? Mau membuatku cemas huh? Yunho hyung mengatakan ia sedang mengunjungi saudaranya di Jepang, dan aku tahu ia berbohong. Bukan Nara, tapi kakaknya.

Nara pernah mengatakan padaku, setelah Ibunya tewas dalam insiden pembunuhan 10 tahun lalu, ia tak punya sanak saudara lain kecuali kakak kandungnya,Yunho hyung. Maka dari itu, apapun perlakuan Yunho hyung padanya, ia selalu menerima meskipun Yunho hyung terkadang benar-benar keterlaluan.

Jung’s Home 6 Januari 2011

Cho Kyuhyun P.O.V

“Dalam rangka apa kau membawa adikku ke Paris, Cho Kyuhyun-sshi?”

Aku tersenyum penuh kemenangan. Ternyata musuh Donghae hyung ini sudah selangkah didepannya.

“Perlukah aku menjawabnya? Kurasa kau sudah tahu.”

“Kuperingatkan kau mulai saat ini ! Adikku bukanlah hal yang bisa kau perlakukan layaknya incaranmu ! Hentikan semuanya sebelum aku bertindak lebih jauh Cho Kyuhyun-sshi !”

“Adikmu? benarkah?”

Seketika matanya membesar, sepertinya ia cukup terpana mendengar reaksiku. Tak sabar menunggu pernyataanku selanjutnya.

“Cho Kyuhyun !!“

“Kau lupa aku seorang agen? Ck. Kau dulu mengejarku karena aku seorang agen illegal. Bisakah sekarang aku saja yang mengejarmu untuk menyerahkanmu ke polisi, Jung Yunho-sshi?”

“Atas dasar apa kau melakukannya?! Jung Nara adalah adikku. dan kau tetap menjadi buronanku !”

Continue reading

7

[Freelance] Unusual Way part 4

Title       : Unusual Way Part 4

Genre    : Romance, a little action and tragedy

Rate       : PG15 (for the scurrility)

Tags       : Cho Kyuhyun

Author   : Kafkanisa Octaryoto (Hong Yoo Ra)

Airmataku mengalir, aku terisak lalu menyekanya kasar dengan punggung tanganku lalu melepas pelukannya. Kukumpulkan seluruh keberanianku untuk menatapnya, matanya memerah, ia.. menangis?

”Atau kau meminta maaf karena kau telah meninggalkanku dan tak melihat sedikitpun kearahku yang sekarat karena merindukanmu?”Suaraku melirih. Aku menyeka kembali air mataku yang jatuh, lalu menatapnya, menunggu jawaban.

 

Jung Nara P.O.V

“oppa, aku benar benar bodoh soal hal ini. aku tak mengerti apa yang berbahaya dari aku menyukaimu. Kalau kau tak mau menerimaku bilang saja ! tak usah mengatakan hal itu berbahaya untukku!”

Dia malah menertawakanku, lalu beranjak, dan mengambil sebotol minuman dari kulkas kecil, lalu duduk di meja yang terletak di seberang kasur. Ia menatapku, lalu kembali tersenyum.

“aku cukup penasaran dengan pertanyaan keduamu” lalu ia menenggak minuman itu sampai habis. aku kembali antusias.

“siapa yang datang kemarin sampai tempat kerja hyung-mu disulap menjadi medan perang?”

Ia menaruh minumannya di meja, lalu memasukkan tangannya ke saku celana.

“Kau tak akan mengerti meskipun kujelaskan panjang lebar–“

“Jelaskan saja!” aku memotong ucapannya. Ia cukup terkejut, lalu kembali berjalan, kini menghadap ke jendela besar di belakang kasur yang sedang kududuki. Jadi, sekarang posisinya, ia tidak menatapku. Aku harus memutar arah dudukku untuk melihatnya.

Sejenak ia menghela nafas, lalu menunduk.

Continue reading