[Freelance] I’m A Boice part 7

Title             : I’m A Boice  -Part 7-

Author       : Amy Lee

Genre          : Romance, Family

Cast             :

©               Cho Eun Hyo

©               Cho Kyu Hyun

©               Cho Ara

©               C.N Blue

©               Kim Tae Yi

©               Han Chae Sa

©               Han Mo Sun

©               Ai Suetsuna

©               Seo Hyun SNSD

©               Tiffany SNSD

 

Y¯Y

*AUTHOR POV*

Lee Jong Hyun memutar kepalanya ke arah escalator naik. Sudah hampir satu jam ia tetap menunggu di luar ruangan. Ia memperhatikan beberapa orang yang sedang menaiki escalator naik menuju lantai tempat ia berada saat ini.

 

Lalu, matanya tertumbuk pada seorang wanita yang mengenakan mantel hitam selutut, sepatu highells hitam, dan dengan rambut hitam yang digerai dengan bandana putih di atasnya.

“Seo Hyun?”ucapnya

“Oh,tidak!Apa yang harus kulakukan?!Hyung!”ucap Jong Hyun panik

Tanpa pikir panjang lagi, ia masuk ke dalam ruang perawatan dan meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya heran.

 

Hyung,ada Seohyun!”ujar Jong Hyun panik pada Yong Hwa yang sedang bercakap-cakap dengan Eun Hyo

Han Chae Sa, dan Kim Tae Yi menatapnya heran. Terlebih Chae Sa. Wajahnya benar-benar tampak sangat-sangat berubah.

“Apa maksudmu?”tanya Yong Hwa kemudian

“Seo Joo Hyun ada di sini! Dia sedang menuju ke sini,”

Yong Hwa mendesah, lalu menatap Eun Hyo yang sedang menatapnya juga. Pandangan mereka bertemu.

“Aku akan menemuinya dulu,”ucap Yong Hwa sambil mendorong kursi yang ia duduki dan berjalan keluar.

 

“Biar aku saja yang menemuinya. Kau di sini saja dulu,”jelas Chae Sa mencegat Yong Hwa

Chae Sa keluar ruangan dengan diikuti oleh Tae Yi.

 

*SEO HYUN POV*

“Ke mana dia?Bukankah tadi aku lihat Jong Hyun di sini?Kenapa dia bisa-bisa hilang begitu?Apa dia belajar magic?”desisku

Lalu, seseorang keluar dari pintu ruang perawatan yang ada di sebelah kiriku ini.

Mereka berdua. Yeoja pertama mengenakan jeans dengan jaket tebal hitam dan sepatu kets putih. Kemudian, yeoja kedua keluar. Yeoja yang kedua itu menatapku heran dan seperti kebanyakan fans. Ia menatapku dengan penuh harap seperti fans-fansku yang lain. Apa dia salah satu fansku? Tapi, kenapa yeoja yang pertama itu menatapku tidak suka seperti itu?
“Seohyun-ssi,”ucap yeoja yang pertama itu

Aku tersenyum padanya

Kemudian, seseorang datang. Dan aku yakin itu adalah Kyuhyun. Kenapa dia ada di rumah sakit ini?Apa temannya Yonghwa-oppa sama dengan temannya Kyu-oppa?

 

“Seohyun,”sapa Kyuhyun,”Ada apa malam-malam datang ke rumah sakit ini?”

“Tidak ada…”jawabku terpotong

“Yong Hwa-oppamu tidak ada di sini,”ucap yeoja yang pertama tadi ketus, lalu masuk kembali ke ruangan itu

Kyuhyun menatap pintu ruangan yang masih bergerak itu

“Maafkan dia,ya?O,ya ada apa kau datang ke sini malam-malam seperti ini?”tanyanya

Aku tersenyum, lalu menggeleng,”Tidak. Hanya… hanya menemani Tiffany-onni. KArena menunggu dia, aku jalan-jalan ke sekitar sini,”

Kyuhyun mengangguk

“Hmm…aku pulang dulu,ya,oppa. Annyeong!”

Aku berbalik setelah membungkuk terlebih dahulu pada Kyuhyun-oppa.

 

Dari sudut mataku, aku melihat seseorang di dalam ruangan itu yang mirip sekali dengan Yonghwa-oppa. Ia sedang duduk membelakangi pintu menghadap ke seseorang yang sepertinya adalah pasien itu.

Dan yeoja yang menatapku tidak suka tadi itu, berdiri di belakang Yong Hwa.

 

Aku makin mempercepat langkahku menuju parkiran. Namun, lagi-lagi langkahku melambat ketika aku melihat orang yang sangat mirip dengan Jung Shin-oppa dan Min Hyuk-oppa. Mereka sedang tertawa kecil sambil memegang sebotol jus.

Ketika tatapan mereka beradu dengan tatapanku, aku kembali berjalan cepat sambil menutupi wajahku dengan rambutku.

 

Y¯Y

*EUN HYO POV*

Hari ini, atau tepatnya setelah sehari aku dirawat di rumah sakit terbesar di kota ini. Appa,eomma,onni,oppa,Tae Yi, Chae Sa, Yong Hwa-oppa, Jong Hyun, dan dua orang wanita yang tidak kukenali datang ke ruang rawat inapku. Aku masih heran saat melihat dua orang wanita yang tidak kukenali ini.

Kyuhyun terus duduk di samping tempat tidurku. Ia terus memegangi tanganku. AKu sangat heran kenapa ia terus memegang tanganku seakan tidak mau membiarkanku keluar dari rumah sakit ini.

 

“Hyeo,”ucap eomma yang bahunya dipegangi oleh appa. Eomma sepertinya habis menangis semalaman

Kyuhyun makin menegangkan genggaman tangannya. Aku menatapnya heran, tetapi ia menunduk.

“Ada sesuatu yang harus eomma dan appa katakana padamu,nak,”

“Apa,eomma?”

 

“Kau akan kembali ke Amerika bersamaku hari ini,”ucap Kyu

Aku menatapnya terperangah,”Tap…tapi kan…”

“Kyu, jangan memotong pembicaraan!”nasihat appa

 

Kyu menatap appa geram. Baru kali ini aku melihatnya berani menatap appa seperti itu.

Ada apa ini?

 

“Ini bibi Han Mo Sun, dan ini bibi Ai,”jelas appa

Aku menatap kedua wanita itu bergantian. Yang disebut Han Mo Sun itu tersenyum padaku.

“Kau sudah besar ternyata,Min Ra,”ucapnya

 

Min Ra? Siapa dia? Kenapa ia memanggilku Min Ra?

 

”Entahlah. Mau apa sih mereka, kan masih dua tahun lagi! Apa Mister Choi sudah akan pensiun? Kenapa dulu ia membiarkan anaknya di Korea sedangkan ia dan keluarganya di Paris sana? Pokoknya,noona, aku tidak akan membiarkan Choi Min Ra ke Paris esok lusa,”

Aku kembali mengingat percakapan antara Kyu dan Ara-onni saat di pesawat waktu itu. Mereka sempat menyebut-nyebut Choi Min Ra. Apakah Min Ra yang disebut Han Mo Sun itu sama dengan Choi Min Ra? Lalu, kenapa waktu di pesawat Kyu bilang ia tidak akan mau melepaskan si Choi Min Ra itu? Atau… Choi Min Ra itu…

 

“Siapa Choi Min Ra itu?”tanyaku seketika

Appa,eomma,onni,dan Kyu langsung menegang. Han Mo Sun dan Ai juga ikut menegang. Lalu, Han Mo Sun tersenyum perlahan.

“Kau…”ucap Mo Sun terpotong karena Kyu menyela

“Choi Min Ra itu tidak ada!Yang ada hanya Cho Eun Hyo! Tidak ada lagi yang bernama Choi Min Ra!”teriak Kyu

“Kyu, ini rumah sakit,sayang,”nasihat eomma lagi

“Sudah kubilang, Choi Min Ra itu tidak ada! Kau!”ia menunjukku,”Kau adalah Cho Eun Hyo. Adikku! Anak dari keluarga Cho! Kau adik perempuanku!”

 

Tentu saja aku sangat kaget dengan ucapannya barusan. Apa maksudnya?

 

“Apa Eun Hyo itu Choi Min Ra?”tanya Tae Yi. Yaa, ia berlaku seperti biasa. Menatap kosong ke bawah dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ‘hebat’nya.

Han Mo Sun tersenyum, aku tidak tahu apa arti di balik senyumnya ini, “Ya. Hyeo, kau adalah Choi Min Ra, putri pertama dari Choi Kyung Heon dan Jang Geu Ri,”

“Tidak!”bentak Kyu,”Kau adikku!Sampai kapanpun!”

“Kyuhyun!Tahan dirimu!Biarkan Hyeo mengetahui siapa dirinya!”bentak appa

 

“Apa maksudnya?!”tanyaku sedikit dengan nada memaksa. Sebenarnya bukan nada memaksa lagi, aku sudah sangat ingin tahu dengan topic pembicaraan pagi ini.

“Kau adalah anak dari Choi Kyung Heon dan Jang Geu Ri. Teman dekat appamu yang sekarang. Mereka berdua berjanji akan membawamu ke Paris saat usiamu dua puluh nanti,sayang,”jelas eomma

“Kau tidak akan pergi ke Paris!”bentak Kyu padaku

“Kyu,tahan diri!”ucap Ara-onni yang berdiri di sebelah Kyu

 

“Tapi,bibi, umur Hyeo kan masih delapan belas?”imbuh Chae Sa

Aku bisa melihat sedikit raut ketakutan dan kesedihan di matanya. Ia bediri menopang dagu dengan tangannya.

“Ya. Tapi, tuan Choi meminta kami untuk membawa kembali Min Ra. Ia ingin Min Ra ada di Paris dan melanjutkan sekolahnya di sana. Lagi pula, Min Ra, kau belum pernah bertemu dengan kakakmu kan?”

“Kakak?”tanyaku penasaran di tengah rasa sedih yang mulai menggelayuti hatiku

“Ya. Kakakmu yang lima belas tahun yang lalu bersekolah di luar negri,”

Aku menggeleng,”Jadi, aku bukan…”

 

Kyuhyun langsung memelukku. Membiarkanku menangis di pelukannya. Aku bisa mendengar ia menangis sambil membelai pelan kepalaku.

 

 

“Choi Min Hwan, kakakmu sekarang ada di Seoul. Apa kau akan ikut dengan kami hari ini, Min Ra?”tanya bibi Han setengah jam kemudian, saat aku, bibi Han, Chae Sa, Yong Hwa, dan Kyuhyun duduk di dalam mobil yang sama menuju rumah Yong Hwa-oppa

“Choi Min Hwan?”ulangku

“Sepertinya aku pernah mendengar namanya,”pikirku dalam hati

“Ya,”

 

Aku menatap Kyu yang duduk di sebelahku. Ia menatap keluar jendela mobil. Aku tahu ia pasti mendengarkan percakapan ini. Hanya saja, ia berpura-pura tidak tahu. Aku tahu apa yang ia rasakan, karena aku juga merasa sedih jika harus berpisah dengannya. Bahkan mungkin bisa dibilang tidak rela.

 

“Nah, sudah sampai,”ucap Yong Hwa-oppa memecah keheningan

Aku melihat keluar. Halaman rumah itu sangatlah luas. Ada sebuah pohon besar di halamannya dan dibawah pohon itu ada bangku yang sepertinya terbuat dari kayu. Dan rumah itu hanya berlantai satu.

“Itu mobil siapa?”tanyaku sambil menunjuk sebuah sedan putih yang terparkir di halaman rumah

Chae Sa menatap lekat mobil itu. Yong Hwa-oppa tampak menyipitkan matanya.

“Aku tidak kenal,”ucap Yong Hwa-oppa kemudian,”Ayo,turun!Itu mungkin teman eomma,”

 

Kyuhyun berjalan di belakangku berdampingan dengan Chae Sa. Aku bisa merasakkan tatapannya. Aku menoleh ke belakang. Benar. Kyu memperhatikanku. Ia tidak mengalihkan pandangannya ketika pandanganku bertemu dengannya.

“Apa?”tanya ketus (lagi). Sepertinya kali ini, prilakunya sudah kembali ‘normal’

Aku menggeleng, lalu kembali berjalan berdampingan dengan Yong Hwa-oppa.

Ia membimbingku naik ke undakan di dekat pintu masuk. Tepat ketika itu seseorang keluar dari pintu.

Seorang yeoja berambut hitam berkilau yang diikat ke belakang. Yeoja itu menatapku, lalu bergantian dengan  itu menatapku, lalu bergantian dengan  itu menatapku, lalu bergantian dengan Yonghwa-oppa.

Oppa,aku ingin bicara sebentar denganmu,”ucapnya

Yong Hwa-oppa menatapku sebentar, lalu melepaskan tangannya dari tanganku, sementara otakku terus mencari-cari nama dari yeoja ini.

“Kau masuk saja dulu,ya!Chae Sa, bawa mereka masuk,ya!”

 

“Seohyun!”pekikku dalam hati ketika oppa dan Seohyun sudah berbalik dan berjalan menuju bangku kayu yang ada di bawah pohon

“Eh, ayo masuk!”perintah Chae Sa yang sudah berdiri di pintu masuk

“Sudahlah, kau kira hanya dia namja di Korea ini!”desis Kyu

“Apa?!”tantangku padanya

Chae Sa dan aku masuk bersamaan ke dalam rumah ini.

 

Tae Yi, Jong Hyun, Jung Shin, dan Min Hyuk sudah duduk di sekitar meja persegi yang ada di tengah ruangan itu. Tidak ada sofa atau kursi tamu. Mereka duduk mengelilingi meja itu.

Boodaejjigae,”ucapku seketika setelah melihat dan mengidentifikasi dengan penglihatanku, makanan yang ada di atas meja itu

“Hhusshh!Tidak sopan kau!”ucap Kyu

Aku mencibir padanya

“Ini memang untumu!Ayo, makan!”ucap Min Hyuk

“Panggil aku onni,Minhyuk!”perintahku

“Aku tidak mau!Jung Shin saja boleh tidak memanggilmu onni,kenapa aku tidak?”

“Itu karena biasnya adalah Jung Shin!”celetuk Tae Yi

Jung Shin mengangkat wajahnya dari buku yang ia baca,”Mwo?!”
“Yaa, Cho Eun Hyo kan ngefans berat padamu,Jung Shin. Kau tidak tahu,ya? Oh, kasihan!”lanjut Tae Yi

Dari sudut mataku, aku bisa melihat sikap Kyu yang menegang ketika Tae Yi menyebutkan namaku, eh namaku saat ini. Ia kemudian mengambil posisi duduk di sebelah Jong Hyun.

“Ayo!”ajak Tae Yi lagi

“O,ya hyung tadi masih menemui Seo Hyun,ya?”tanya Min Hyuk

Aku mengangguk sambil mengunyah sup favoritku itu.

“Kenapa dia ada di sini?”tanya Chae Sa seketika

“Itu kan haknya, datang ke rumah pacarnya,”jawab Kyu

“Ini kan rumah orang tua oppa,”balas Chae Sa menatap Kyu

Kyu mengangkat bahunya,”Terserah apa katamu. Apa kau punya PSP,Jong Hyun?”

Jong Hyun menggeleng,”Min Hyuk punya,”

“Boleh aku pinjam?”

“Ini,”Min Hyuk menyerahkan PSPnya pada Kyu

“Waah, PSP terbaru,ya?Sayang sekali…”ucapnya seperti mengeluh sambil menatapku

“Apha?!Khau menudhuh khu merushaknyha?!”tanyaku dengan mulut yang masih penuh

“Habiskan dulu makananmu!”peringat Jung Shin

Aku tersenyum padanya,”Iya, oppa!”

 

“Apa?!Oppa?Bukannya kau lebih tua darinya?Kenapa kau yang memanggilnya oppa?”protes Chae Sa

“Suka-suka aku!”

 

Yong Hwa-oppa masuk. Sepertinya wajahnya tidak terlalu senang.

 

“Apa dia putus dengan Seohyun?!”tanyaku senang dalam hati,”Kenapa aku senang?”lanjutku

 

“Ayo,makan,hyung!”ajak Min Hyuk

Ia mengangguk, lalu duduk di sebelahku. Ia menatapku yang sedang melahap sesendok sup.

“Apa supnya enak?Eommaku sudah memasaknya dari pagi tadi,”ucapnya

Aku mengangguk sambil menatapnya

“Apa yang Seohyun katakana padamu,oppa?”tanya Chae Sa

“Kalian berdua sama saja!”cetus Kyu

“Kalian berdua siapa maksudmu?!”tanyaku bersamaan dengan Chae Sa

“Ya kalian berdua. Chae Sa dan Hyeo,”ucapnya tanpa beralih dari PSP Min Hyuk,”YAAAA!!”pekiknya

Aku menjulurkan lidahku,”Kalah main game saja seperti itu! Berlebihan sekali! Aku saja kalah lomba skating tidak seperti itu!”

“Kau bisa main skating?”tanya Min Hyuk dan Tae Yi bersamaan

“Ciiieeee!!!”teriak kami bersama. Except Kyu tentunya yang sedang asyik dengan gamenya.

Min Hyuk dan Tae Yi hanya tersenyum. Tae Yi merangkul Min Hyuk.

“Dia kan adikku!”ucap Tae Yi,”Wajar dong, kakak dan adik sehati. Ya kan?”

Min Hyuk mengangguk

 

Y¯Y

 

“Apa kau jadi berangkat ke Paris?”tanya Yong Hwa-oppa malam itu, ketika selesai makan malam.

Kyu, Min Hyuk, Jung Shin dan Jong Hyun asyik adu kemampuan main video game. Sedangkan Chae Sa, Tae Yi, dan sepupu Yong Hwa-oppa pergi ke kota untuk jalan-jalan. Jadi, tinggallah aku sendiri bersama Jadi, tinggallah aku sendiri bersama Yong Hwa-oppa, yang sepertinya juga diacuhkan begitu saja oleh teman-temannya.

 

Aku mengangguk,”Tapi, kumohon!Jangan bilang pada Kyu-oppa,ya? Dia belum tahu tentang hal ini. Jadi, nanti biar aku saja yang memberitahunya,”

Yong Hwa-oppa menatapku dalam. Matanya memancarkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Aku tidak tahu apa itu.

“Kapan…hari itu?”tanyanya terbata lalu kembali menatap lurus

“Tiga hari lagi. Jadi, aku merayakan natal di Paris,”

“Apa kau… ah, lupakan saja!”ucapnya tidak jadi melanjutkan kalimatnya

“Apa?”tanyaku mendesak

“Tidak usah. Lupakan saja!”ucapnya

“Ada apa,oppa?”desakku lagi

Ia mendesah, lalu menatapku lagi seperti itu.

“Apa kau yakin dengan pilihanmu itu?”

Aku terdiam. Menatap mata coklatnya. Lalu, butiran-butiran hangan itu mengalir di pipiku.

Aku mengangkat tanganku untuk menghapusnya, tepat saat itu tangan oppa memegang tanganku. Lalu, tangan kanannya menghapus air mataku itu.

“Kau tidak usah menangis,”ucapnya,”Aku tahu apa yang kau rasakan,”
Ia memelukku. Aku menangis di lengannya. Terasa hangat memang. Perlahan, oppa membelai kepalaku. Aku menengadah untuk menatapnya. Ya, ia tersenyum padaku.

 

“Kau pasti ingin bertemu dengan orang tua kandungmu kan?”

Aku mengangguk,”Tapi, aku ingin appa,eomma,onni,dan Kyu juga ikut,”jawabku

Yong Hwa tersenyum,”Kau harus memilih,”

 

“Hyeo!”panggil seseorang

Aku dan Yong Hwa-oppa langsung duduk berjauhan lagi. Itu pasti Chae Sa dan Tae Yi yang sudah kembali.

 

Chae Sa menghampiri kami. Ia menatapku bergantian dengan oppa.

“Kau habis menangis?”tanyanya

Aku menggeleng

“Chae Sa!”teriak Tae Yi dari dalam

“Iya,iya,”jawab Chae Sa,”Eh, kalian mau makan roti nggak?”

“Roti apa?”tanya oppa

“Kami baru membeli roti,”jawabnya

“Han Chae Sa!Ayolah!Kau tidak mau kehabisan kan?!”teriak Tae Yi lagi dari dalam

“Ya,sudah kalau kalian tidak mau. Aku masuk dulu,”

Aku berdiri hendak menyusul Chae Sa, tetapi oppa menahanku.

“Sudahlah. Aku ingin bicara sesuatu padamu,”

Aku mengangkat alis, lalu kembali duduk di sebelah oppa.

“Ada apa?”

“Apa aku boleh mengatakan sesuatu?”

Aku mengangguk,”Tentu. Ada apa?”

“Aku…”

 

“Eh, kau tidak makan? Ayo!” Kyu muncul dari balik pintu

Aku mengangguk dan menurut saja saat Kyu menarikku. MEninggalkan Yong Hwa-oppa yang masih duduk di dengan pintu rumah.

 

Y¯Y

Komen ya readerssss???? Hehehe ^^ *authornya speechless gara2 manager SM,Lee So Man ke Indonesia!PEngen dibikinin GB* XD

6 thoughts on “[Freelance] I’m A Boice part 7

  1. Hah, penasaran
    si yong mau ngeconfess ya?
    Padahal kyu juga suka?
    Hyo milih yg mana nih?
    Lee sooman ke indo itu bukannya cuma hoax ya?*reader sok tau*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s