5

[Freelance] Yeah, It Feels Good

Author : Adinda Putri aka JonghyunsAddict

Cast  : Lee Jinki and You (Anggap aja itu kamu)

Genre  : Fan Fiction, Humor, Romance, Parental Guidance

Annyeong! Ini FF pertama saya, mian ya kalau amatir banget hehe. Tolong comment nya ^^ Happy reading!

*******

Waenji deulddeo today…


Waenji ddeolryeo today…


Joeun ili ileonalgeot gata…

For some reason, I’m excited today…


For some reason, I’m trembling today…

I think something good will happen…

“Ayo Jinki! Kau pasti bisa!!!” Aku merapikan sedikit rambutku dan mulai tersenyum ketika melihatnya ada di depanku. Akupun langsung mengikutinya masuk kedalam.

Ia mempersilahkanku duduk di sofa ruang tamu. Aku hanya mengangguk pelan dan langsung duduk. Ia berlalu pergi menuju dapur. Aku menggosok-gosok kedua tanganku dan aku mulai tertawa sendiri. Aku sangat senang hari ini karena bisa melihat ia tersenyum lagi dan aku sangat senang dengan apa yang akan kubicarakan padanya nanti.

Tak lama kemudian ia datang dengan membawa dua gelas jus jeruk ditanganya. Ia tersenyum padaku dan mengulurkan segelas jus jeruk itu padaku. Langsung kuteguk cepat jus jeruk itu dan menaruhnya di meja.

“Tumben kau kesini Jinki.” tanya nya sambil tersenyum padaku.

“Memang kenapa? Ga boleh?” aku tertawa kecil kepadanya.

Ia pun ikut tertawa dan menaruh jus jeruknya di meja.

“Anio, apa ada yang ingin kau bicarakan?” aku kembali tertawa sambil meliriknya.

“Jinki yah~ malah tertawa.” Ia menggembungkan kedua pipinya sambil melipat kedua tanganya. Akupun mecubit pipinya pelan.

“Aww! Sakit tau.” Ia langsung mengelus kedua pipinya.

“Mian, sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu padamu.” Aku menatapnya dalam sambil tersenyum.

Dapat kulihat pipinya yang mulai berubah warna. Pipinya yang putih bersih sekarang berubah menjadi sedikit pink.

“Umm.. apa itu?” ia mendekatkan wajahnya kepadaku.

“Mendekatlah lagi kalau kau ingin tau.” Aku sedikit berbisik kepadanya.

Ia mendekatkan wajahnya kepadaku. Sekarang hampir saja pipiku dan pipinya bersentuhan. Kuharap ia tidak mendengar detak jantungku. Aku tidak bisa berhenti tersenyum sekarang. Kurasakan pipiku mulai memanas.

“Palli…” ia berbisik di telingaku.

“Kau yakin ingin tau?” sekarang wajah kami sudah sangat dekat. Desahan nafasnya terdengar sangat jelas di telingaku.

“Ne…”

“Johahae…” aku langsung mencium pipinya pelan.

*******

Seollaewa ddeoryeowa moo eonga
Yegam neomu joeungeol….

Dojeohee gamanhee maeumi
Jinjungdwaejiga anneungeol…

I’m nervous, I’m trembling…


Something feels really good…


My heart cannot calm down at all…

Aku sangat bosan sekarang. Pelajaran Minho seongsaniem memang tidak pernah mengasyikkan untukku. Sekarang aku hanya mencorat-coret bukuku dengan tulisan aneh. Tiba-tiba aku merasakan segulung kertas mengenai kepalaku. Kertas itu terjatuh dan langsung saja kupungut.

Jinki! Hari ini makan bareng yuk ^^

Hah? Siapa yang melempar ini padaku? Aku masih celingukan mencari orang yang melemparkan kertas itu padaku, tiba-tiba…

“PLETAK!!!” Penghapus papan tulis mengenai kepalaku.

“Jinki! Perhatikan kedepan!” Ternyata ini penghapus papan tulis yang dilempar oleh Minho seongsaniem. Kejam sekali dia T-T

*******

Bel istirahat telah berbunyi. Semua anak-anak berhamburan keluar kelas. Tak terkecuali aku. Aku masih berdiri diambang pintu dan masih melihat-lihat keadaan sekitar. Lalu ada seorang yeoja yang sudah berdiri di depanku sambil tersenyum…

“Mian Jinki-ssi. Gara-gara aku kau jadi dilempar penghapus papan tulis sama Minho seongsaniem.” Oh, ternyata itu dia. Aku tersenyum kecil padanya.

“Ne, kalau kamu sih gapapa. Mau dilempar pot bunga juga aku maafin kok.” Ia lalu tertawa. Matanya mulai menghilang. Aigo! Manis sekali sih dia. Aku dan dia saling berhadapan sekarang, kami berdua masih berdiri di ambang pintu kelas.

“Jinki-ssi.. apa kau mau makan bersama denganku?”

“My pleasure princess.” Aku langsung menggandengya dan mengajaknya untuk pergi ke kantin. Kami berdua begitu serasi.

********

“Onew PJ dong! PJ nih!”

“Iya nih Onew jadian ga PJ nih! Wuuuu!”

Suara kantin mulai ricuh ketika melihatku sedang menggandeng tangan seorang yeoja cantik. Akupun angkat bicara…

“Entar deh kalo jadian, ini masih PDKT.” Kataku pura-pura berbisik pada anak-anak sekantin. Kulihat wajah gadis disampingku ini mulai memerah.

“Ayo kita cari tempat duduk!” kataku sambil menarik tanganya mesra menuju tempat yang tersisa.

********

“Kau mau pesan apa?” tanyaku sambil tersenyum padanya.

“Hmm japchigeon sajalah. Aku lapar sekali.” ia mengusap-ngusap perutnya.

“Uh kasian… aku pesankan dulu ya.” Aku membelai sebagian rambutnya dan langsung pergi memesankanya makanan.

Tak sampai 5 menit makanan yang ia pesan pun datang.

“Gumowo Jinki-ssi.” Ia memakan makananya dengan lahap. Lucu sekali dia. Sepertinya tidak ada ruang yang tersisa lagi di mulutnya.

“Hmm enak sekali Jinki-ssi!” ia menatapku sambil mengangkat mangkok japchigeon nya. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya yang kekanak-kanakan itu. Daya tarik tersendiri bagiku.

“Habiskan palli! Aku punya surprise untukmu!” aku berbisik padanya. Sebenarnya aku belum mempersiapkan apa-apa padanya. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aha! Aku ada ide.

“Mwo?” ia menatapku heran. Dapat kulihat kedua bola matanya yang mulai membesar.

Aku hanya tertawa melihatnya.

*******

“Kita mau kemana Jinki-ssi?” ia terus bertanya padaku dengan pertanyaan yang sama.

“Kau lihat saja nanti. Kau berdiri disini saja ya, awas kalau kemana-mana!” kataku sambil mengacak-ngacak rambutnya dan langsung pergi menuju panggung permanen sekolah yang terletak di pinggir lapangan.

Kulihat dari kejauhan gadis itu masih berdiri menungguku melakukan aksiku. Aku sedang mempersiapkan semuanya disini. Mengambil microfon, gitar akustik dan juga sound system yang terletak di ruang OSIS. Setelah semuanya beres aku memetik setangkai mawar merah yang terletak di kebun sekolah. Letaknya tidak jauh dari lapangan.

Aku pun melangkahkan kaki ke atas panggung dengan gitar akustik yang sudah kukalungi. Sendirian.

“Annyeong semua! Onew disini. Aku minta tolong bantuan kalian untuk segera berkumpul di lapangan sekarang juga!” aku tersenyum padanya. Dan ia tertawa melihat aksiku ini.

Tak sampai 5 menit semua warga sekolah, termasuk teman-temanku sudah berkumpul dilapangan dan menatapku heran.

“Perkenalkan, Onew dari kelas 9-1 akan menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yang spesial.”

Sontak semua yeoja di sekolahku merasa kegirangan. Mungkin mereka mengira aku akan menyanyikan lagu itu untuk mereka. Tentu saja tidak! Dan semua namja melihatku takjub, seakan mereka semua ingin belajar dariku.

“Jreng..” petikan gitar pertamaku disambut oleh tepuk tangan dan teriakan-teriakan heboh teman-temanku.

Kutatap ia sejenak dari kejauhan dan aku tersenyum lembut padanya. Sepertinya ia membalas senyumanku. Ayo Jinki! You can do this!

“Seollaewa ddeoryeowa moo eongga
Yegam neomu joeungeol..”

Kuawali bait pertama laguku dengan sukses dan disambut tepukan meriah dari semua teman-temanku. Termasuk dia.


“Dojeohee gamanhee maeumi
Jinjungdwaejiga anneungeol
Waenji deulddeo today
Waenji ddeolryeo today
Joeun ili ileonalgeot gata, oh…
Eojjyeomyeon eojjyeomyeon bogopeun
Neoreul mannal geotman gateun day, eh…

Neol dalmeun saramiya…
My god, neojana…
Iriro ojana

Wowowow…
Neukkimi joa neomuna joa
Wowowow…
Dashi saranghal geot gata
Maleun anhaedo
Noonbit maneuro sarangiran geol
Al su itneungeol
Oh my sweet love…

Jiruhan nareunhan ddaboonhan
Naldeuleun da bye, bye, bye, bye
Geunyeoga naegae wa
Kotnoraeman jakku na oneungeol
Meoril manjigo geo oolbogo ddo bogo
Maeil maeil neo hanaro teukbyeolhae, eh…
Sarangae naneun ppajyeo beoringeol, oh…
Neo.aegaen meotjyeo bo eegopeungeol

Naegae eoseo bballi
Neomaneul saranghae
Soksakyeo jugireul

Wowowow…
Neukkimi joa neomuna joa
Wowowow…
Dashi saranghal geot gata
Maleun anhaedo
Noonbit maneuro sarangiran geol
Al su itneungeol
Oh my sweet love…

Sandduet han namanae haruneun
Mu euishikae heulleona oneun hwit param
Ee sunddeut daga on sarangeun
Oneuldo nae mamae beonjineun bombaram

Sweet…
Wowowow…
Neukkimi joa neomuna joa
Wowowow…
Oorin inyeoni boonmyunghae
Dashi saranghae
Dashi shijak.hae
Geureokgae haejweo
Nae son japajweo
Oh my sweet love

Wowowow…
Gijeokin geoya oonmyungin geoya
Say wowowow…
Oorin inyeoni boonmyunghae
Sarangi boonmyunghae
Dashi shijak hae
Dashi saranghae neol
Dashi shijak hae geureokgae haejweo
Dashi saranghae neol
Nae son japajweo
Oh my sweet love..”

Lagu pun selesai kunyanyikan. Aku tersenyum kepada semua orang.

“Gumowo guys! Lagu ini sebenarnya kupersembahkan untuk dia” aku menunjuknya. Ia tampak kebingungan karena semua orang yang ada di lapangan mulai menatapnya kagum.

“Bisa kau kesini gadis manis?” kataku dari microfon. Ia masih kebingungan namun hiruk pikuk semua orang yang ada di lapangan membuatnya memeberanikan diri untuk naik ke panggung ini.

“Ini untukmu…” aku berlutut padanya dan memberikan setangkai mawar merah yang kupetik tadi.

Ia hanya tersenyum padaku. Disambut tepuk tangan dan teriakan-teriakan dari warga sekolah yang menatap kami berdua. Aku menggenggam lembut kedua tanganya dan mengecupnya pelan. Aku bangun, meletakkan gitarku lalu berjalan mendekatinya sambil menggenggam kedua tanganya. Aku tidak tau aku harus mengatakan apa padanya, jadi kuputuskan saja untuk…

“CUP!”

Kucium keningnya lembut.

*******

“Jinki-ssi? Mengapa kau memberiku mawar ini?” ia menunjukkan mawar yang kuberikan kepadanya tadi siang disekolah.

Sekarang kami berdua sedang berjalan di taman kota karena jam sekolah memang sudah selesai.

Aku menoleh kepadanya dan hanya tersenyum kecil.

“Jinki yah! Waeyo?” ia menatapku kesal.

“Duduk disitu yuk.” Aku langsung menarik tanganya dan berlari menuju bangku yang terletak di tengah taman.

“Jinki yah! Kau belum menjawab pertanyaanku?”

Aku kembali menoleh padanya dan tertawa.

“Waeyo?! Malah tertawa!” ia melipat kedua tanganya. Sepertinya  ia mulai kesal padaku.

“Pabo yah! Sudah kubilang kan aku suka padamu!” sekarang aku yang pura-pura marah padanya.

“Jincha? Jinki jangan marah..” ia menggoyang-goyang tubuhku dari samping.

Aku langsung mendekatkan diri padanya dan langsung memeluknya.

“Pabo! Mana mungkin aku marah padamu, dasar gadis aneh!” aku tertawa sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“Jincha? Mianhae Jinki-ssi.”

“Ne. Sekarang kau mau kemana?” aku masih mendekapnya dalam pelukanku.

“Temani aku pulang saja, sudah mau senja.”

“Siap tuan putriku!” aku langsung berdiri dan bersiap-siap utnuk menggandeng tanganya.

Ia tertawa melihat tingkahku. Aigo! Membuatku makin jatuh cinta saja padanya.

********

“KRING!!!” suara alarm membangunkanku. Kulirik jam dan ternyata sudah jam 08.00! Cepat-cepat aku bangun dari tidurku dan langsung mencuci mukaku di wastafel. Aku bisa kena marah Minho seongsaniem lagi nanti.

********

Noonbit maneuro sarangiran geol…


Al su itneungeol…


Oh my sweet love…

Through glances…

I know it’s love…


Oh my sweet love…

Huff! Untung saja hari ini Minho soengsaniem juga telat masuk, jadi aku aman-aman saja. Aku mengistirahatkan kakiku sejenak sehabis berlari marathon keliling lapangan. Aku sangat lelah. Kuteguk sebotol air yang kubawa dari rumah. Tak sampai 15 detik air itu pun sudah habis tak tersisa. Cuaca hari ini memang panas sekali.

“Onew, mau main basket ga?” tanya Jonghyun padaku.

“Anio, aku lelah sekali.”

“Baiklah.” Ia lalu pergi meninggalkanku dengan bola basketnya.

Kuputuskan untuk membuka bajuku saat itu juga. Aku sudah tidak tahan karena cuaca sangat gerah sekali. Setelah membuka bajuku aku kembali duduk dan melihat-lihat keadaan sekitar. Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan seorang yeoja…

“KYAAA! Jinki-ssi apa yang kau lakukan?!” yeoja itu menutupi wajahnya dengan kedua tanganya.

Aku berjalan medekatinya dan melepaskan kedua tanganya.

“Waeyo? Aku kepanasan.”

“Jinki-ssi cepat pakai bajumu! Lihat semua yeoja-yeoja itu kegirangan melihatmu bertelanjang dada!” ia melirik kearah yeoja-yeoja yang sedang tertawa melihatku.

Aku  mendekapnya dalam pelukanku dan langsung mengajaknya untuk duduk bersamaku.

“Baiklah akan kupakai kaosku.”

Setelah selesai merapikan diri aku kembali duduk bersamanya.

“Jinki-ssi, bantu aku mengerjakan PR ya.” Ia menatap kearahku sambil tersenyum

“PR? PR apa?” aku menaikkan sedikit alisku.

“Bukan PR sih, semacam praktek biologi gitu.” Ia menggaruk-garuk kepalanya.

“Praktek? Tentang apa?”

“Judulnya sih aneh, tapi jangan ketawa ya…”

“HAHAHA! Kau ini, cepat katakan.”

“’Apa pengaruh first kiss pada remaja?’ Itu prakteknya.”

“HAHAHAHAHA!” aku tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasanya. Masa ada praktek biologi yang seperti itu?

“Bagaimana kau akan melakukanya? Kau dan aku belum pernah kiss kan? Jadi aku juga tidak tahu apa pengaruhnya.” Jelasku padanya.

“Iya juga sih. Makanya kita cari tau bersama.” Ia tersenyum kepadaku. Mukanya sangat kekanak-kanakan sekali.

“Baiklah, kalau begitu datanglah ke bukit di belakang rumahmu jam 8 malam ya.” Aku mengecup keningnya singkat dan langsung pergi meninggalkanya.

********

Meoril manjigo geo oolbogo ddo bogo…


Maeil maeil neo hanaro teukbyeolhae, eh…


Sarangae naneun ppajyeo beoringeol, oh…


Neo.aegaen meotjyeo bo eegopeungeol…

I fix my hair, I look at the mirror again and again…


Every day, every day is special just because of you, eh…


I have fallen in love, oh…

I want to appear cool to you…

Kuputuskan aku tampil adanya malam ini. Dengan hadiah yang sudah kupersiapkan untuknya sejak lama. Malam ini aku akan menyatakan cintaku padanya. Aku tidak akan mengatakan ‘Johahae’ lagi malam ini, tapi ‘Saranghae’. Kata yang sangat suci menurutku. Kata yang harus diucapkan dengan sepenuh hati. Ya! Aku akan melakukanya malam ini.

*********

Aku duduk di puncak bukit sendirian, menunggu kedatanganya. Suasana malam ini begitu hangat. Bukit ini tepat terletak dibawah bulan malam ini. Bulan dan bintang terlihat sangat serasi, bulan sebagai namja dan bintang sebagai yeoja yang selalu setia menemaninya.

Sesekali kulihat hadiah yang sudah kubawa untuknya. Aku tertawa, tertawa mengenang tingkah lucunya yang sangat membuatku semakin cinta padanya. Kuletakkan kembali hadiah itu didalam kantong jaketku. Aku kembali memandangi bulan dan bintang yang sedang asyik bercengkrama. Semakin kuperhatikan, kulihat jelas bahwa bintang sedang membentuk ‘Love’ dan bulan persis terletak ditengahnya. Indah sekali.

Tiba-tiba kudengar suara yeoja yang sedang kelelahan dari ujung bukit. Aku mendekati sumber suara dan ternyata itu dia. Badanya bermandikan keringat dan tanganya dipenuhi buku-buku biologi yang sangat banyak. Aku tertawa melihat wajahnya yang sangat keletihan.

“Jinki yah! Bantu aku!” ia menyadari kehadiranku. Aku masih tertawa namun aku berjalan mendekatinya dan menggendongnya.

“Dasar lemah! Baru naik bukit segini aja udah keringetan!” aku mengejeknya.

“Terserah kau lah Jinki!” ia membentakku. Kurasa dia marah padaku.

Sesampainya di puncak bukit aku segera menurunkanya. Ia sedang mengelap keringat di wajahnya dengan handuk yang dibawanya. Ia memandangku, namun tidak tersenyum dan tidak bicara. Kurasa ia marah padakku.

“Kau marah?” aku mendekatkan tubuhku padanya.

“…” belum  ada jawaban darinya. Ia malah memalingkan mukanya kearah bulan dan bintang.

“Princess! Kau marah?!” aku mulai menaikkan nada suaraku.

“…” ia menoleh sebentar lalu kembali menatap bulan dan bintang lagi.

“KYAAAA! Kumohon maafkan aku!” aku memeluknya dari belakang. Aku sangat takut jika ia benar-benar marah padakku.

“Pabo Jinki yah~ baru segitu saja sudah menangis!” ia tertawa.

“Terserah kau panggil aku pabo atau apa, aku tidak mau kehilanganmu.” Aku melepas pelukanku dan duduk disampingnya. Ia masih berdiri.

“Jadi tugasku bagaimana?” ia menoleh kearahku.

“…” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Terus kenapa kau membawaku kesini kalau kau tidak tahu yah~” ia ikut duduk disampingku.

“Sebentar, aku sedang berpikir.” Jawabku datar.

“Jinki yah~ besok lusa tugas itu harus dikumpul! Kalau aku tidak mengumpulkanya bisa-bisa Minho seongsaniem mar…”

CUP!

Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya aku sudah mencium bibirnya. Aku mendekap badanya di pelukanku. Tiba-tiba ia melepaskan ciumanku.

“JINKI YAH~!!!” ia membentakku sambil mengusap-ngusap bibirnya.

Aku tersenyum melihatnya.

“Saranghae…” aku menariknya lagi kedalam pelukanku. Aku mengusap rambutnya lembut dan memandang bintang dan bulan yang masih asyik melihat kami berdua bercengkrama.

“Jincha?” ia bertanya polos kepadaku.

“Jeongmal neomu saranghae!” aku berteriak pada bulan dan bintang.

Kami berdua tertawa bersama.

“Nado Jinki-ssi…” ia mencium bibirku singkat dan kembali mendekap di pelukanku.

“Aku punya hadiah untukmu.” Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru muda dari kantong jaketku.

“Mwo? Apa itu?” ia terkejut melihat sebuah kotak kecil berwarna biru muda yang sedang kusodorkan padanya.

“Buka saja.”

Ia membukanya dan…

“JINKI PABO YAH~!”

Aku segera berlari menjauh darinya. Ia terus mengejarku, berusaha untuk mendapatkanku dan memukuliku. Aku hanya tertawa melihat langkahnya yang lucu. Aku terus menggodanya dan terus menghindar darinya. Aku memelankan sedikit langkahku dan…

BRUK!

Kami berdua terjatuh bersama di atas rumput bukit. ia menimpaku dengan tubuhnya yang mungil. Aigo! Bisa kulihat pipinya memerah. Aku mengecup pelan bibir lembutnya.

-THE END-

 

10

[Freelance] I Just Love Kim Heechul

Author  : Adinda Putri aka JonghyunsAddict

Title  : I Just Love Kim Heechul
Genre  : Oneshot, Romance, Fan Fiction
Cast   : Kim Heechul and You

Your browser may not support display of this image.

Annyeong! Ini FF pertama yang main castnya Suju hehe. Bergantung bias aku di Suju si Chullie oppa ya gini deh jadinya. Maaf kalau kurang memuaskan ya chingu :) Happy reading!

@@@@@@

“Ya! Urusi saja terus kucingmu itu!” Bentakku pada namjachingu ku yang sedang asik mengelus ngelus kucingnya.

Hari ini adalah hari anniversary ke-1 kami. Ku kira ia sudah menyiapkan sebuah candle-lite dinner untukku. Ternyata ia hanya mengajakku menonton film yang sangat membosankan di apartemenya. Aku sungguh menyesal telah berdandan cantik dan datang ke apartemenya.

“Eung? Kau marah, jagi?” Ia menoleh padaku dengan tampang innocent nya. Merasa ia tidak melakukan kesalahan. Huh!

“Ani! Aku mau pulang. Annyeong!” Aku langsung mengambil tasku yang terletak di meja dan bangkit dari sofa.

“Kau pulang naik apa?” Tanya nya tiba-tiba namun ia tidak menatapku. Malah ia sedang mengelus ngelus perut kucingnya itu. Aku benar-benar kesal padanya.

“Bukan urusanmu!” Jawabku sesinis mungkin lalu segera berjalan ke pintu keluar. Kuputuskan untuk berhenti dan menunggu reaksinya.

“Oh~” Sialan! Ingin sekali aku melempar wajahnya dengan high heels yang sedang kupakai sekarang. Kukira ia akan menahanku seperti di film-film, tapi ia malah berkata singkat dan tidak peduli dengan entengnya.

Kau tidak akan kumaafkan, Kim Heechul!

@@@@@@

Setelah 3 hari semenjak kejadian itu aku tidak pernah berbicara, bertemu dan melihatnya. Ia juga tidak pernah berusaha menghubungiku. Ia sungguh keterlaluan. Walaupun aku rindu padanya namun aku masih membenci sifat cuek dan tidak pedulinya itu padaku. Ya, intinya aku masih marah padanya.

Untuk menghilangkan rasa jenuhku, kuputuskan untuk pergi makan ke cafe langgananku. Aigo! Ini kan cafe dimana aku dan Heechul pertama kali bertemu dan kami juga sering menghabiskan waktu di cafe ini. Ah! Kenapa aku masih mengingatnya? Apa aku keluar saja? Ah jangan, aku sudah terlanjur memesan makanan.

“Argh! Kucing saja yang ia perhatikan. Sedangkan yeojachingunya malah dicuekin!” Katakku tiba-tiba sambil melempar tasku ke meja.

“Siapa?” Aku menoleh ke sumber suara. Aigo aigo! Ottokhe?! Dia ada disini. Ah! Kenapa ia disini?

“Kau? Ngapain kau disini?” Kataku sedingin dan setenang mungkin. Walaupun aku sedikit senang karena bisa kembali melihat wajah tampanya itu. Kerinduanku sedikit terobati. Ah! Andwae! Aku masih marah padanya.

“Memangnya kenapa? Ini kan tempat umum.” Jawabnya cuek lalu menarik kursi dan duduk tepat di depanku. Ah! Ternyata ia tidak berubah.

“Aku pergi dulu. Annyeong!” Aku mengambil tasku dan segera bergegas bangkit dari kursi namun ia malah menarik tanganku.

“Yah! Kau marah?” Tanyanya sambil menatap mataku. Terlihat kesedihan di dalam matanya. Wajahnya sedikit melunak.

“…” Aku hanya diam dan menunduk, tidak berani menatap wajahnya.

“Mianhaeyo, jagi…” Ia menundukkan kepalanya dan suaranya sedikit melunak. Ia lalu duduk kembali dan akhirnya aku juga duduk di kursiku. Posisi kami kembali berhadapan.

“…” Aku hanya diam. Bingung harus menjawab apa. Di satu sisi aku merindukanya, di sisi lain aku sangat marah padanya.

“Aku tidak bermaksud mengacuhkanmu. Kau tahu? 3 hari tidak melihat dan mendengar suaramu aku sudah tidak bisa tidur.” Katanya pelan sambil berusaha menatapku. Ia meraih tanganku dan menggenggamnya erat dengan kedua tanganya. Aigo! Ini dia saat-saat yang kurindukan. Saat dimana ia memperlakukanku sebagai yeojachingu-nya.

“Hmm…” Aku hanya bisa menggumam karena aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa.

“Jeongmal mianhaeyo…” Ia makin menggenggam erat tanganku. Aku hanya menatapnya sekilas dan kembali mengacuhkanya.

“Nde. Aku pergi dulu.” Aku bangun dari kursi dan berusaha melepaskan genggaman tanganya namun ia malah ikut berdiri dan menarik tanganku.

“Yah! Bogoshipta!” Bentaknya padaku. Matanya menatapku penuh amarah seakan ia ingin memelukku sekarang.

“Lepaskan!” Aku membuang muka. Aku tidak ingin menatapnya. Aku berusaha melepaskan genggaman tanganya namun ia terlalu erat menggenggam tanganku.

“Semarah itukah kau padaku?” Genggaman tanganya mulai melunak dan perlahan aku bisa melepaskan tanganku. Suara dan tatapan matanya pun mulai berubah.

“Mollayo. Aku sedang tidak ingin berada di dekatmu.” Jawabku dingin dan kembali membuang muka. Aku benar-benar tidak ingin menatap wajahnya sekarang.

“Jincha?” Ia kembali menarik dan menggenggam erat tanganku.

“Sudahlah lepaskan aku!” Aku berusaha melepaskan tanganku dan akhirnya terlepas juga. Aku merasa sedikit lega dan aku menatap wajahnya sesaat.

“Saranghaeyo!!!” Ia berteriak. Otomatis seluruh penjuru cafe melihat ke arah kami. Aku menatapnya sambil tersenyum.

“Ani.” Ucapku sambil menatapnya. Aku tersenyum. Ya, senyum terpahit yang pernah kukeluarkan.

“Mwo?!!” Ia langsung membulatkan kedua matanya. Aigo! Ia tampak sangat menggemaskan. Ekspresi yang sangat alami.

“Kau tidak mencintaiku, Heechul-ah.” Lanjutku yang masih menatapnya dan tersenyum. Apa yang barusan kukatakan? Jelas jelas aku tau kalau ia begitu mencintaiku. Babo!

“Mwo?!! Jeongmal saranghaeyo, babo! Jeongmal!” Ia makin berteriak. Dasar bodoh! Sekarang seluruh orang sedang menonton kami.

“You should prove it then.” Tantangku santai padanya.

“Datanglah nanti malam ke dorm.” Ia mengubah tampangnya menjadi tampang cool. Ah! Dia keren sekali.

“Andwae! Aku akan ke taman kota nanti malam.” Kataku berusaha memancingnya. Padahal aku tidak punya rencana apa-apa nanti malam.

“Huh? Dengan siapa?” Ia menaikkan salah satu alis matanya. Berusaha mengintrogasiku.

“Datang saja dan buktikan bahwa kau mencintaiku. Annyeong!” Aku melambaikan tanganku padanya dan tersenyum jahil. Lucu sekali ekspresinya.

“Huh~” Aku tau ia kesal padaku. Hahaha! Rasakan pembalasanku, Kim Heechul!

@@@@@@

Aku berusaha dandan sejelek mungkin malam ini untuk membuktikan apa ia mencintaiku. Aku tersenyum dan mulai melangkahkan kakiku menuju taman kota yang kebetulan sangat dekat dengan apartemenku.

“Huh? Kenapa tamanya jadi sepi begini? Kenapa tidak ada orang sama sekali? Aigo semua lampu taman sudah di matikan juga. Ahh sebaiknya aku pulang.” Aku terkejut melihat taman kota yang biasanya ramai di malam hari sekarang menjadi gelap dan sunyi. Aku ketakutan dan kuputuskna untuk berjalan pulang.

“Jamkaman!” Reflek aku langsung menoleh ke sumber suara dan ternyata itu Heechul dengan pakaian serba putih. Ia tampan sekali. Rambut cepaknya, hidung mancungnya, semuanya sempurna. Seperti angel.

“Huh?” Aku menatapnya dingin. Tiba-tiba ia menatapku dan menyanyikan lagunya. Super Junior, Marry U. Ia menyanyikan lagu itu untukku dan semua lampu taman menyala dan membentuk kata-kata “Marry Me!” Apa Heechul yang menyiapkan semua ini? Ini, ini benar-benar romantis. Ini… Ah! Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba ia berlutut sambil memegangi kedua tanganku lalu tersenyum.

“Neo gateun saram tteo-eopseo yeobo… Saranghae.” Katanya pelan namun jelas. Ia menatapku dalam.

“Uh? Gomawo.” Jawabku singkat. Aku benar-benar speechless sekarang. Ia mengeluarkan kotak kecil berwarna pink dari saku jasnya. Apa… apa ia akan melamarku? Aigo! Aku ingin pingsan rasanya.

“Would you marry me?” Aaaah! Tebakanku tepat! Ia melamarku. Apa yang harus kukatakan?!

“Uh? Eh? What?” Jawabku gugup dan aku masih berusaha untuk tenang. Aku tidak berani menatap wajahnya.

“Saranghae… Would you marry me?” Ia mengeratkan genggaman tanganya padaku.

“Huh? Eh… I’d love to.” Jawabku cepat dan ia pun tersenyum lalu memasangkan cincin manis itu di jari manisku. Dan tiba-tiba saja ia menggendong sambil memutar-mutarkan tubuhku.

“Gomawo, yeobo! Saranghae!” Ia berteriak sekencang-kencangnya dan kembali berputar. Ah! Kim Heechul aneh!

“Yah! Turunkan aku!” Pintaku sambil memukul lenganya. Namun sepertinya ia tidak mendengarkanku dan malah semakin senang.

“Andwae! Popo dulu!” Ia langsung mendekatkan bibirnya ke arahku dan…

CHU~

Ia langsung mengeluarkan evil smilenya dan menurunkanku.

“Apa kau yang mempersiapkan semua ini?” Tanyaku padanya yang sedang asik merapikan rambutnya. Ia langsung menoleh dan tersenyum padaku.

“Tentu saja.” Ia menggandeng tanganku erat seakan tak mau kehilanganku. Aku juga mau tidak mau kehilangan dirimu, Heechul sayang!

“Ko bisa secepat ini?” Tanyaku lagi padanya. Ia malah menatapku sebentar dan lalu tertawa.

“The Almighty Kim Heechul! Hahahaha!” Ia tertawa dan langsung menarikku kedalam dekapanya. Ia masih menggenggam tanganku dan aku juga menggenggam tanganya. Kami berdua berjalan seiringan. Terimakasih, Tuhan. Semoga ia benar-benar yang terakhir.

-THE END-

 

12

Rap’s Teacher

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Rap’s Teacher

Genre : Comedy, Gaje

Author said : gak PD bwt ngepost ni FF cacat. Tapi, berharap kalian suka. Don’t be Silent Reader ok? Yang Silent reader, q doain kamu biar sadar..aminn

****

Disebuah rumah, yg gedeeeee buanget. Hidup seorang cewek yg hobinya ngayal. Namanya Fani. Dia punya bapak namanya Lee Donghae. Sekarang mereka ada disalah satu ruangan yang ada di rumah itu, tepatnya ada di sebelah barat rumah dekat pohon pisang kesayangan Bapak Donghae.

“Nak, kamu ngayalin apa lagi hari ini??” Tanya Donghae pada anakanya yang lagi komat kamit gak jelas sambil tangannya gerak-gerak gak jelas.

“Ihh…Papa gangguin aja deh!! Skarang Fani lagi ngayal ada dipanggung besar, dikelilingin banyak penonton. Seru deh!” cerita Fani heboh. Donghae antusias mendengar cerita anaknya yang paling disayang itu.

”Kamu jadi penyanyi??” tanya Donghae lagi. Tapi Fani malah menggelengkan kepalanya.

”Loh, terus jadi apa? Dancer??” tebakan Donghae salah lagi. ”Terus apa? Masa jadi tukang pel panggung??” Fani memonyongkan bibirnya.

”Papa tega banget. Masa anaknya yang cantik nan imut ini dido’ain jadi tukang pel. Aku tu lagi ngayal jadi rapper. Kan seru tuh!” Donghae manggut-manggut sambil geleng-geleng(?).

”Kamu mau belajar rap gak??” Fani dengan antusias langsung menganggukkan kepalanya. Dia menarik lengan kemeja Donghae.

”Mau banget Pa!! Papa mau ngajarin??” Donghae menggeleng.

”Bukan, nanti Papa cariin gurunya” Donghae mengambil ponselnya.

”SEKARANG!!” pinta Fani didepan telinga Donghae.

”Sakit telinga Papa kalau kamu teriak gitu” Donghae mengusap telinganya.

”Maunya sekarang~~” sekarang Fani meminta sambil ngigitin bajunya Donghae.

”Idih, ni anak. Kayak kucing aja ngigitin baju” Donghae menggelengkan kepalanya.

”Bukan kucing Pa, tapi tikus” koreksi Fani. Donghae hanya tersenyum, dan mulai menyuruh sekertarisnya Siwon untuk mencarikan guru rap untuk Fani.

”Bagus deh kalau kamu tikus, kalau kucing bisa-bisa Papa kamu makan lagi”

 

***

 

”Pak, gurunya sudah datang” lapor Siwon pada Donghae yang lagi asik meratiin anak kesayangannya yang lagi tampil dipanggung, yang pastinya hanya terjadi dialam khayalan anaknya itu aja.

”Oh bagus, suruh dia masuk segera” masuklah seorang cowok tegap dan berwajah sedikit garang. ”Nak, gurunya sudah datang” Fani langsung berdiri dan memperhatikan wajah calon gurunya itu.

”Hm,,namanya siapa??” tanya Fani.

”Nama saya TOP” jawab cowok itu.

“Namanya aneh, coba tunjukin cara rapnya” perintah Fani, Donghae hanya tersenyum melihat audisi dadakan dari anaknya itu.

TOP mulai menunjukkan aksi ngerapnya, dan ekspresi Fani>>>>>

“Kok jadi aneh gitu sih?? Suaranya berat banget” Fani mengubah suaranya seperti suara TOP ngerap.

”Hah??” TOP mengernyitkan alisnya.

”Kalau gitu kamu gak lulus jadi guru anak saya” kata Donghae sambil menyisip tehnya.

”What?? Awas kalian!! Apa kalian tidak tau kalau ibu saya sangat galak??” TOP malah bercucuran air mata.

”Gak! Sudah pergi ah!!” usir Fani enteng. ”SELANJUTNYAA!!!” teriak Siwon setelah TOP meninggalkan rumah dengan bercucuran air matanya.

Selanjutnya masuklah seorang cowok imut yang sebagian wajahnya tertutup oleh rambut.
”Kamu model atau rapper??” tanya Donghae.

”Ah, saya mah rapper Pak. Bukan model” jawab cowok itu.

”Kok rambutmu kayak gitu??” tanya Fani.

”Ini teh salah potong, mba tukang guntingnya kesukaan ngeliatin poto artis Indonesia jadinya modelnya gini deh”

”Serah deh, nama?” tanya Fani lagi.

”Mir”

”Lanjut aja” Mir mulai ngerap, dan ekspresi Fani >>>>>

”Yang kamu omongin tadi apa? Kok kayak lajunya kereta api ya?? Bisa-bisa kalau aku belajar dari kamu bibirku bisa jadi BIMOLI(Bibir Monyong Lima Senti)”

”Gitu ya? Yaudah deh, makasih udah dibolehin masuk kerumah besar ini” Mir malah tersenyum.

”Sebenarnya kamu dapat orang itu darimana??” tanya Donghae pada Siwon.

”Saya nemu di depan rumah lagi nyoba ngintip-ngintip lewat pagar rumah yang tingginya mencapai 5 meter itu, pake loncat lo Pak” jawab Siwon dengan kekaguman yang luar biasa.

”Yaudah Pa, aku terima dia jadi guru maling aku aja!!” Fani tersenyum senang, dan Donghae dan Siwon ternganga lebar mendengar ide dari Fani.

”Hehe” Donghae dan Siwon nyengir.

 

***

 

Sudah hampir sepuluh orang yang dibawa Siwon untuk menjadi guru rap Fani. Mulai dari Minho, Junhyung, Taecyeon, Nickhun, CAP, Dujun, Key, Simon, Kibum, dan yang terakhir..GD.

“Pa, aku mau dia jadi guru aku!!!” Fani histeris.

”GAK!!” tolak Donghae.

”Loh kok gitu?? PAPA!!!!!” teriak Fani di telinga Donghae.

”Skali gak tetap gak!!” Donghae bersikukuh.

”Alasannya apa??” tanya Fani dan GD barengan.

”Dia ngalahin tinggi badan Papa!!” jawab Donghae.

”Apanya, udah pasti sixpack-an Papa, gantengan dia sih. Dan udah jelas lebih tinggi Papa dari pada dia” Fani merengut kesal.

”Nah itu dia~~…dia lebih rendah dari Papa. Papa kan jadi minder” jawab Donghe.

”Apanya yang mau diminderin, kan tinggi Papa?” Fani masih bingung.

”Papa lebih tinggi dari dia, kan gak asik tuh”

”Bapak aneh” tanggap Siwon dan GD barengan.

”Udah deh, kamu gak usah jadi guru aja. Jadi pacar aja ya!!” Fani menggaet tangan GD.

”Iya deh, gapapa. Mending sama kamu..hehe” GD mencubit pipi Fani.

”Ah, kamu bisa aja” Fani menempeleng kepala GD keras. Sampai-sampai cowok itu terpelanting 50 meter(?).

”Trus siapa yang jadi gurunya Fani??” tanya Siwon.

” Yojeum manhi yawin nareul bomyuh chingudeuri marhae. Nuh gateun ae dashi mannajineun mallago marhae. Heundeuruh nohgo ddo woollyuh nohgo~” komat-kamit seseorang dari balik jendela mengalihkan pandangan keempat manusia itu.

Fani langsung tersenyum. ”Dia aja Pa!!” tunjuk Fani.

”Hah??” kaget Donghae melihat perawakan dari cowok yang ditunjuk Fani itu. Baju compang-camping dan topi ala petani dikepalanya sambil megang gunting gede.

”Sonsaengnim!!!!” teriak Fani. Cowok itu melihat kearah suara yang berasal dari cewek cantik dan imut.

”Saya??” tanyanya bingung. Fani mengangguk.

”Namanya siapa??” tanya Siwon.

”Eunhyuk” jawabnya.

”Haha..Eunhyuk Sonsaengnim! Ajarin saya ngerap ya” pinta Fani. Eunhyuk langsung tersenyum.

”Pasti Neng!!” jawabnya.

”Yah~~,,kenapa dia nak!! Dia kan tukang kebun!! Ah kayak nggak ada yang lain aja!!” Donghae histeris lagi.

”Yang penting dia kan lebih tinggi dari Papa” Fani nyengir kuda.

”Yuk kita ngerap bareng!!!!!!!” koor Fani. Dan pada hari itu, di seluruh rumah besar itu diharuskan untuk ngerap atas permintaan putri dari pemiliki ruma, FANI!

“Anakku emang the best+aneh…kkkkk”

END

8

[Freelance] Before The Dawn

Cast:

Lee Gikwang – Beast

Yang Yoseob – Beast

Kang Minhyuk – CNBlue

Krystal Jung – F(x)

Kim Myungsoo (L) – Infinite

Cho Kyuhyun – Super Junior

Han Nara

Jo Chaerin

Kim HyunAh (Nana)

And other cast

Length: Oneshoot

Genre: Friendship, Romance

Rate: AG (All Age)

Author : Anastasia

GiKwang POV

“ya!! babo namja!” “ya! chakkanman!” “babo gikwang” “sa-rang-hae-yo!”

 

sudah 1 tahun aku tak mendengar rentetan kalimat itu.

 

teriakan dari seorang babo yeoja yang sangat aku cinta.

 

“ah, masih saja ku pikirkan yeoja itu” keluhku dalam hati

 

yeoja bernama Jo Chaerin, cinta pertamaku. dia lebih memilih bersama namja pilihan orang tuanya, Cho Kyuhyun.

 

ya ku akui, Kyuhyun jauh lebih baik. aku masih Sekolah, sedangkan dia sudah kuliah di kedokteran. pantas saja aku di tinggalkan

 

#backsound : I Will Forget You – CNBlue

 

“ya!! kau sedang apa? memikirkan chaerin?” teriak sahabatku Yoseob. yoseob tak pernah ikut ribut ketika aku mulai berteriak mencaci maki chaerin. dia selalu bilang ‘sudah sudah’ aku merasa bodoh di depannya saat itu

“aniyo, kajja” aku bangkit dari rerumputan & segera ke sekolah dengan yoseob. yoseob paham masalahku, karena dulu ia pernah memiliki masalah yg sama.

 

Yoseob POV

dari jauh ku perhatikan gikwang merenung. sejak Chaerin meninggalkannya & memilih bertunangan dengan Kyuhyun, sifatnya menjadi lebih tertutup. dia selalu bilang tak apa, tapi aku mengerti apa yg ia rasakan. melihatnya sekarang, seperti melihatku 2 tahun yg lalu

 

**Flash back 2 years ago**

“mianhae, seobie!” tangis nana sambil memelukku erat

“kau tak harus ke Jerman bukan?” tanyaku ulang

“……” nana diam

“yaa!!!” bentakku pelan

“kau selalu bertanya ini setiap hari sejak ku beritahu tentang kepindahanku 1 bulan yg lalu, dan jawabanku sama, seobie!” jelas nana dengan nada sendu

“tapi kita bisa tetap berhubungan meski jarak jauh kan!” pintaku. hatiku sesak jika memikirkan nana tak di sampingku, memikirkan dia jauh saja rasanya seperti di cekik, sesak

“tak baik tuk hatimu, kita tak bisa. aku juga tak bisa. pilihanku adalah melepasmu” pelukannya makin erat

“aku tak bisa disini lagi, seobie” lanjutnya. nana menangis semakin keras. aku hanya terdiam di pelukannya

“Kim Hyun Ah?” panggilku pelan. dia melepaskan pelukannya. Dia mengusap air mataku & tersenyum manis di hadapanku

“carilah yeoja yg lebih baik dariku. yg mencintaimu apa adanya dirimu, dan akan selalu di sampingmu. saranghae, yeosob” dia melambai & berjalan mundur menjauhiku, memasuki mobilnya, lalu pergi meninggalkanku sendiri

“nana!! yaa!!! nana!!!” aku berlari mengejar mobilnya dengan sekuat tenaga sambil membawa boneka yg ia berikan padaku

“yaa!!! Kim Hyun Ah!! BAD GIRL!!” aku berteriak sekeras mungkin agar ia berhenti dan kembali. ternyata mobil itu tidak berhenti, hanya kecepatannya yg sedikit berkurang

“harus kuat!! yaa!! jeongmal saranghaeyo, uri Yang Yoseob!” Nara berteriak & melambaikan tangannya dari dalam mobil yg terus melaju

“ya!! nana! Hyun Ah!! Kim Hyun Ah!” suaraku habis, tenagaku habis, dan mobilnya melesat menuju bandara. jauh, jauh, dan semakin jauh

“sudah tak terlihat!!” teriak GiKwang dari arah belakang

“aaarrrrggghhh!!!!!”aku berteriak sangat keras hingga seluruh orang menatapku heran. aku menangis keras & menggenggam erat boneka pemberiannya

“jangan menatapku begitu!!!” aku berusaha membela diri di hadapan Gikwang yg iba melihatku

“harus kuat! harus kuat!” ingat GiKwang. GiKwang membantuku berdiri & kembali pulang dengan tubuh sempoyongan. meninggalkan tempat dimana aku di tinggalkan. meninggalkan tempat dimana aku harus mulai bangkit!

 

ya sejak hari itu, aku harus kuat! dia pergi untuk hidupnya, dan aku di tinggal demi hidupku. still love you, nana

**flash back end**

 

di sepanjang jalan kami diam. GiKwang ku rasa memikirkan Chaerin. dan aku? tetap bernostalgia dengan kenanganku dengan Nana. tak terasa sudah 2 tahun sejak kepergian Nana ke Jerman. dia sudah menemukan penggantiku. orang korea yg juga kebetulan sekelas dengannya, Kim Jong Woon. namun aku belum, belum bisa, belum rela melepasnya

“mianhae, nana” bathinku

 

“dooor~!!!” suara minhyuk mengagetkanku & gikwang

“yaaa!!” Gikwang kaget dengan tepukan minhyuk & berteriak. aku hanya tertawa. ya hanya minhyuk yg bisa membuat Gikwang menjadi terlihat stress begitu.

“kau lihat Key hyung tidak?” tanya minhyuk membuka pembicaraan. Gikwang hanya menggeleng

“kau, yoseob?” tanya Gikwang kepadaku

“aniyo, hyuk. waeyo?” minhyuk merangkul bahuku & Gikwang sehingga kami berdampingan

“ku lihat kemarin Key hyung ribut dengan Ye Eun noona gara-gara Jinwoon hyung!” minhyuk sangat update bila menyangkut gossip. aku aku menggeleng. Gikwang hanya tersenyum. minhyuk hny cengar-cengir “waeyo?” tanya Gikwang

“Jinwoon hyung tertangkap basah mengikuti Key hyung & Ye Eun noona” jelas minhyuk menggebu-gebu

“bukankah jinwoon hyung menyukai Ye Eun noona??” imbuhku

“dan mengapa sekarang dengan Key hyung??” lanjut Gikwang

“exactly!! makanya ribut tuh!” kalimat terakhir minhyuk membuatku tertawa geli. Gikwang hanya tersenyum. dia selalu update tentang gosip anak sekolah, dan tidak pernah mau melanjutkan ceritanya, katanya ‘sudah malas’. babo namja.

“lalu??” tanya GiKwang

“apanya??” jawab minhyuk dengan ekspresi bingung. Gikwang lagi-lagi hanya tersenyum & menghela napas

“ah, kajja. mendengar gosip pagi-pagi membuatku pusing” aku menarik mereka & berlari di selasar kelas. ya sedikit demi sedikit bebanku & GiKwang berkurang karena mereka. gamsahamnida.

 

#backsound : Angela – Super Junior

 

Gikwang POV

minhyuk & yoseob adalah sahabatku. yoseob sahabatku sejak smp, sedangkan minhyuk sahabat baruku di sma. sifat kami selalu bertentangan. namun kami selalu bisa bersama. aku jg msh pny 4 sahabat lagi, Choi Nara, L, Heechul, & Krystal Jung. Nara adalah adik kandung Sooyoung noona & Siwon hyung. sedangkan Krystal adalah adik dari Jessica noona yg skg sedang kuliah di LA bersama Sooyoung noona. sedangkan L adalah Kim Myung Soo. dia di panggil L krn tatapannya spt L di drama jepang death note. namja yg tegas & ramah. L adalah adik kandung Kim Sang Bum, sunbae kami yg sekarang di KyungHee bersama Siwon Hyung. dan Heechul? dia sudah pindah ke Italia, sekolah seni. mengikuti keinginan orang tuanya sekitar pertengahan semester 2 lalu. namja yg pernah di sukai oleh Nara. ketika Heechul pergi, Nara menjadi lebih pendiam. tapi sekarang dia sudah sangat normal (?)

 

** taman **

aku duduk sendirian di taman. hari ini adalah hari ke 365 sejak Chaerin meninggalkanku. butuh ketenangan. tapi hari ini aku mendapat 3 coklat, dari SoHee, SunKyu, & Gyuri. SunKyu & Gyuri adalah sunbae-nim ku, sedangkan SoHee ? ah ayolah, dia masih SMP. aku muak dengan perasaan yg menggantung seperti ini. aku rindu Chaerin. hmm, langit yg indah, kau suka kan, Chaerin.

“Chaerin, apa kabarmu?” aku membathin sendiri. merasakan sesaknya di tinggalkan. merasakan rapuhnya di jatuhkan

 

#backsound : You Wouldn’t Answer My Calls – 2AM

 

“babo Lee Gikwang!” aku mendengar suara Nara di belakangku. baru aku ingin menoleh, dia melingkarkan lengannya di leherku. memelukku dari belakang

“nara-ah?” aku menggenggam tangannya. akhir-akhir ini aku sering deg-degan bila dengannya

“come on! you have to moving on, baby!!” dia duduk di hadapanku. lengannya di atas lututku & tersenyum padaku

“apa artinya?” tanyaku. ya bahasa inggrisnya sangat baik, seperti L. namun aku tak suka! dia sering ngambek & marah menggunakan bahasa yg sulit di mengerti

“sudahlah. kau harus semangat Gikwang!” dia bangkit & memelukku erat. aku msh duduk & terdiam merasakan hangat pelukan & belaian lembutnya. nyaman sekali. entah sejak kapan aku mulai suka perhatian dari babo yeoja ini.

 

#backsound : Grumbling – Leeteuk SuJu ft Krystal F(x)

 

“gikwang-ah!” aku mendengar suara yeoja. suara yg tak asing di telingaku. aku langung bangkit & menatap yeoja yg saat ini ada di hadapanku & Nara. Yeoja yang membuatku mencintai dan membenci seorang yeoja untuk pertama kalinya. Yeoja yang meningalkanku saat aku benar-benar mencintainya. Napeun yeoja!!!

“Chaerin?” ucapku pelan sambil menatap miris yeoja ini

“apa kabar?” dia tersenyum, lalu mendekat & membungkukan tubuhnya di hadapanku & Nara

“annyeong, Chaerin” Nara dg sigap membalas salamnya & tersenyum

“ada apa kau kemari!?” tanyaku ketus & menatapnya tajam

 

“apa kau masih marah?” tanyanya halus dg suara rendah

“pergilah! aku muak melihatmu!” ujarku ketus lalu menatap Chaerin

“babo!” Nara menarik lenganku & berbisik ‘babo’ padaku. aku msh tajam menatap Chaerin yg sedikit tertuduk

 

“datanglah bersama yg lain!” Chaerin menyodorkan kartu undangan berwarna magenta ke arah kami

“ige mwoya, Chaerin?” tanya Nara

“aku & kyuhyun akan menikah sabtu besok. datang ya” aku shock mendengarnya. bagaimana bisa? kita masih kelas 2? pikiranku tambah kalut. aku mengambil kartu itu dari Nara, lalu membuangnya ke tempat sampah di samping Nara

 

*klontaang*

 

“Gikwang!!!” bentak Nara sambil menggenggam erat tanganku. mataku hanya fokus ke chaerin yg msh tersenyum pada kami

“jeongmal mianhae gikwang-ssi. aku tau aku terlalu jahat tuk kau maafkan. mianhae. aku hny berharap kalian, sahabat2 ku datang di hari bahagiaku” aku melihat air mata chaerin menetes di pipinya. entah mengapa aku tak peduli & rasanya aku ingin pergi saja dari sini. melihatnya masih terasa sangat sakit. sakit yg blm bisa hilang ketika ia pergi dari sisiku dengan yg lain

 

#backsound : The One I Love – SuJu KRY

 

“Kyu joha shireo, chaerin-ah??” Nara menanyakan hal yg membuat kupingku panas. chaerin menghapus air matanya & tersenyum lebar

“saranghae. kyuhyun jeongmal saranghae!” senyuman terlihat jelas di wajahnya ketika dia bilang ‘saranghae. kyuhyun jeongmal saranghae!’ Nara memeluknya. aku tak mengerti mengapa Nara selalu bersikap baik seperti ini. aku tau, aku sadar, chaerin sangat mencintai Kyu & aku ikhlas melepasnya, mulai sekarang! ya pasti bisa!!

“ah, arasseo. aku akan datang” aku menggeret lengan Nara & berjalan menjauhi chaerin. aku mendengar chaerin berteriak

 

“gamsahamnida, uri Gikwang” aku hanya melambaikan tangan sekali, dan Nara, dia terus melambaikan tangannya berkali-kali dengan berjalan mundur sampai dia hampir jatuh ke selokan berkali-kali “jeongmal babo yeoja” bathinku menatapnya heran

 

“i will find me a girl like you. better than you, chaerin” aku berjalan lebih cepat. nara hanya terdiam & tersenyum mendengar ucapanku. aku menatapnya & ikut tersenyum bersamanya

 

** 1 tahun kemudian **

 

author

nara, gikwang dan yang lain datang ke pernikahan chaerin. gikwang sudah lebih baik karena ada Nara di sampingnya. Kyuhyun & Chaerin pun sudah kembali menjadi teman baik Gikwang dan kawan-kawan. sekarang mereka sudah kelas 3, & setiap akhir pekan mereka selalu berkumpul bersama.

 

akhir pekan tiba. saatnya mengisi liburan bersama walaupun tanpa Chaerin & Kyuhyun yg sedang ada urusan di Namwon. minggu ini ber-BBQ di villa Yoseob di andong

 

@ Villa Yoseob

 

Nara POV

aku masih memikirkan apa yg Gikwang katakan setelah ia mengatakan bahwa ia akan datang ke acara pernikahan chaerin & Kyuhyun

“i will find me a girl like you. better than you”

kalimat simpel itu membuatku tertegun & mulai memahami hati seorang Lee Gikwang

“i love you so much!” bathinku mengingat hari itu dia menyatakannya padaku. bahwa ia mencintaiku.

 

#backsound : Found You – JYJ

 

“Nara-ah?” panggil krystal dari belakangku & membuyarkan lamunanku

“ppali. liat, kemarin aku melihat Seulong oppa membawa bunga. tak tau tuk siapa. aigoo, beruntungnya gadis itu!!” krystal menunjuk-nunjuk photo Seulong oppa padaku. krystal memang suka pada seulong oppa. dia hanya takut karena jarak tinggi mereka yg sangat jauh, dan krystal malas. bunga itu untukku sebenarnya. aku menolaknya. jelas saja, aku sudah punya Gikwang

“itu untukku!” tuturku pelan

“mworago, Nara-ah??” krystal kaget sampai mulutnya menganga lebar

“kau di tolak? ah, aniyo, menolaknya??” imbuh Krystal, & aku hanya mengangguk

“kau selalu menolak siapapun, nara-ah” suara itu? L ?

“L? kau datang?” krystal melompat ke arah L & meninju pelan bahu L

 

“haha. aniyo, L. skg sudah ada gikwang” elakku padanya. ya, setelah pernikahan chaerin, aku & gikwang memutuskan tuk bersama. beda dg krystal. dia mlh pacaran dg 5 namja berbeda.

 

“aish, arasseo. nara-ah, aku keluar sebentar ya. mau ke supermarket bersama minhyuk. bye!” krystal melangkah menghampiri minhyuk yg sudah berteriak-teriak dari tadi. dan bagus, dia meninggalkan aku & L di ruang tamu berdua. aku tak tau mengapa jika hanya berdua, pasti aku ataupun dia bingung harus memulai bicara dari mana. aku hanya diam & sibuk dengan IPhone-ku memutar-mutarnya

“tonight.. tonight… tonight…” L membuka pembicaraan dengan lagu BigBang. hahaha. selalu aneh, uri Kim Myung Soo

“hahaha. kau selalu bisa menirukan lagu BigBang dengan baik” banggaku padanya

“sejak smp aku bisa bernyanyi & dancing dengan sangat baik, bukan” dia selalu membanggakan bakatnya dan tersenyum

“harus bagaimana agar aku bisa melupakanmu, nara?” tanya L tiba2

“uhuuk, uhuuk” aku kaget & tersedak lalu menatapnya. tatapannya sedih. persis 4 tahun yg lalu ketika ia menangis & mengatakan ia terlalu mencintaiku. ya aku sudah bersahabat dengannya jauh sebelum di sma, & saat itu sudah beberapa kali ia ungkapkan isi hatinya, dan lagi-lagi aku hanya bisa bilang ‘kita sahabat bukan?’

“kita sahabat buk…..” belum sempat aku melanjutkan ucapanku, dia membekapku dengan telapaknya & tersenyum

“sudah lebih dari 10 kali kau katakan hal itu. tenang, aku msh ingat” dia tersenyum manis. Tuhan, berikanlah yeoja yg sesuai dengan Myungsoo, dia namja yg sangat baik

“uljima, nara” dia mengacak-acak rambutku & tersenyum

“……” aku terdiam karena hampir menangis

“aku sedang berusaha lupakanmu, nara. ku mohon bantu aku dengan jangan kau menangis & berwajah muram di depanku. arasso!!” ujarnya sambil tersenyum & aku hanya mengangguk

“Gikwang sangat mencintaimu kan? jangan kecewakan dia, ara??” imbuh myungsoo. aku tersenyum & bangkit memeluknya

“kajja. bau BBQ membuatku lapaar” aku menggandeng myungsoo & berlari ke arah depan.

myungsoo sahabatku, oppaku, dan segalanya bagiku

 

#backsound : It’s You – Super Junior

 

“ya!! cepat nyalakan musik” perintah Yoseob

“lagu apa??” tanyaku semangat

before the dawn!!” seru L

shock!!” seru Yoseob sambil melotot ke arah L

“aduh….” aku bingung

Bad Girl!” ujar GiKwang

“i’m not Bad Girl!!!” teriakku yg langsung membuat suasana hening

“maksudku lagu ‘Bad Girl’, babo Choi Nara!!” Gikwang memelukku erat & aku suka

chuu~ ” seru Krystal dari jauh

“yaa!! Love Light!!” imbuh Minhyuk. dan ku lihat mereka ribut. aku, GiKwang, L, & Yoseob hanya melihat mereka saja dari jauh

“sudah! yg adil kita putar Perfection, SJ-M. araa??” aku tau mereka semua suka lagu ini, terutama Yoseob & aku sendiri

 

#backsound : Perfection – Super Junior M

 

** 2 years later **

Author

persahabatan mereka menjadi lebih erat. mereka pun berkuliah di perguruan tinggi yang sama

 

GiKwang POV

4 bulan setelah kelulusan kami, Nara & aku bertunangan.

Chaerin melahirkan bayi laki-laki mungil hasil pernikahannya dengan Kyuhyun.

Yoseob memilih untuk sibuk dengan kuliah & cafe miliknya.

L sedang akrab dengan Minzy.

Krystal? babo yeoja, dia berpacaran dengan SeungRi hyung.

sedangkan Minhyuk? dia berpacaran dengan Song Eun Hwa, mahasiswi jurusan music post modern yg ia kenal dari Seungri hyung. Eun Hwa gadis yang baik, dan jarang bergosip. setidaknya dia cocok dengan minhyuk, bisa meredam kehebohan minhyuk di kampus

 

kami sudah kuliah

kami sudah dewasa

kami sudah mengerti

yang terpenting adalah,

kami selalu bersahabat

 

we can found the sun BEFORE THE DAWN

FF INI PERNAH DI PUBLISH DI BLOGKU ^^

Follow twitterku yaa, @keiichiro_nana :D

Gamsahamnida :D *bungkuk*

 

22

[Freelance] Antara Kau, Aku, dan Kucingmu

Author: Hamsterpumpkin a.k.a kintanrahmi

Main Cast: Park Rira, Cho Kyuhyun, Changmin, Chaeri

Genre: Comedy , romance?

Uda di post di www.kintanrahmi.wordpress.com

Park Rira POV

Sudah hampir sebulan aku menikah dengan suamiku Cho Kyuhyun. Yeah tau kan?? Magnae Super Junior itu loh~~ yang kurus itu~~~ ihihihihihihihi *ditabok Rira*

Rasanya bagaikan mimpi jika aku menikah dengannya dulu. Padahal dulu dia itu hanyalah pria yang cuek dengan hatinya yang tidak pernah mau dia buka untuk siapapun. Namun entahlah sepertinya dia berubah pikiran dan sekarang malah menikah denganku. Aku terbangun pagi ini karena merasa tempat tidurku dengan Kyuhyun terasa sempit. Ugh apa ini?? Kok ada benda berbulu hangat di sampingku?? Aku pun membuka mataku dan menoleh ke samping terkejutnya aku melihat apa yang di sampingku. Seekor kucing Persia berbulu tebal berwarna putih bersih. Eh?? KUCING!!!!!!

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!” Pekikku keras sehingga membuat Kyuhyun meloncat bangun dengan tatapan bingung.

“Rira? Gwaenchana???” Tanya Kyuhyun khawatir sambil memegang wajahku. Sedangkan kucing putih mengerikan itu menatapku dengan tatapan mengerikannya.

“Kenapa ada kucing di kamar kita!!!!” Pekikku histeris.

“Ha?? Oh kucing ini?? Ini kemarin aku di suruh ngerawat kucing ini sama Ara noona~~ ntar katanya dia bakal kesini lagi buat ngambilnya.. lucu kan?? Namanya Chaeri ^^” Kyuhyun memeluk kucing itu dengan kasih sayang bertimpah ruah (?)

“Kapan!!!!” Tanyaku tidak sabar.

“Ntahlah sampai dia dapat pasangan untuk Chaeri nanti dia akan mengambilnya ^^ waeyo?”

“Kyu!!! Kau lupa apa aku ini benci kucing??!! Hyah!! Kucing itu menatapku sinis!!” Aku menunjuk nunjuk kucing itu yang memang menatapku dengan sinis.

“Ah mianhe aku lupa~~ tapi mau gimana lagi?? Aku sudah menyanggupinya Rira~~ dan kucing itu tidak menatapmu dengan sinis malah dia tersenyum menatapmu aih Chaeri kau imut sekali~~ “ Kyuhyun tersenyum lalu semakin memepererat pelukannya pada kucing itu. Aku menatapnya kesal dan apa itu!! Sepertinya kucing itu kesenangan dipeluk Kyuhyunku!!! Ya!! Seolah olah kucing itu bilang “Hihihihi Kyuhyun tampan~~ untukku saja ya Rira??” Andwae!!! Kyuhyun itu milikku!!!!

“Hya!! Ayo kita sarapan Kyu!!! Aku muak sekali melihat kucing itu!!” Aku berjalan menuju dapur yang disusul dengan Kyuhyun yang masih memeluk kucing itu.

“Ya!! Dan bisakah kau menurunkan kucing itu!!! Aku benci melihatnya!!” omelku.

“Aigoo~~ istriku cemburu ya??” Kyuhyun meletakkan kucing itu dan memelukku erat. Namun entah perasaanku saja atau memang kucing itu menatapku dendam??

Author POV

“Ayo~~ bibimbap buatan nyonya Cho sudah jadi~~” Rira membawa piring untuknya dan Kyuhyun ke atas meja.

“Ah~~ gomawo~~” Kyuhyun mulai mengambil sumpit. Mereka berdua makan dengan tenang.

“Ayo Kyu aaaaa” Rira mulai menyuapi Kyuhyun makan. Kyuhyun melahapnya dengan senang.

“Rira aaaaa” Kyuhyun juga mau menyuapi Rira namun hampir sampai ke mulut Rira.

“Meong~~~” Chaeri menghampiri mereka. Kyuhyun menghentikan aktifitasnya.

“Chaeri?? Kenapa lapar??” Tanya Kyuhyun

“Meong~~~” Chaeri meloncat kepangkuan Kyuhyun.

“Aih kamu ini bentar ya~~ ntar makan kok~~” Kyuhyun mengelus kepala Chaeri pelan.

“Krrr =^^=” Chaeri menjilat tangannya.

“Aigoo kyeopta ><” Kyuhyun tersenyum senang lalu mengelus lagi. Rira yang melihat itu hanya bisa menahan amarahnya dengan menggigit sumpitnya. Krek!. Sumpitnya patah!! Aigoo~~ dia ngamuk loh~~~ Kyuhyun mulai makan lagi setelah itu berjalan meninggalkan Rira. Dia membawa Chaeri untuk makan. Rira dengan sisa kesabarannya membereskan piring piring yang berada di atas meja. Setelah itu dia menuju tempat Kyuhyun berada. Dilihatnya Kyuhyun tengah bermain psp sambil masih memangku kucing menyebalkan itu. Rira mendengus kesal lalu menghempaskan tubuhnya di samping Kyuhyun.

“Wae Rira??” Tanya Kyuhyun mematikan psp nya lalu menatap Rira.

“Entah kenapa aku kesal sekali hari ini Kyu -__-“ gumam Rira.

“Loh kok kesal??” Tanya Kyuhyun bingung.

“Tanya pada kucingmu itu…..” Rira menatap kucing itu. Kucing itu balas menatapnya tatapan setan. Aigoo~~ mengerikan sekali.

“Jangan bilang kau cemburu pada kucing ini Rira~~ “ Kyuhyun tertawa.

“Ya!!! Iya aku memang cemburu pada kucing itu!!!” pekik Rira esmosi. Kyuhyun kaget.

“Ah?? Wae?? Kok cemburu??”

“Kau sayang sekali dengan kucing itu bahkan melupakan aku dan membiarkanku sendirian di dapur tanpa mengajakku kesini!!” omel Rira.

“Aih.. mianhe…” Kyuhyun mengelus kepala Rira.

“Kau menyebalkan Kyuhyun…” omel Rira pelan

“Ok aku minta maaf nah sebagai permintaan maafnya….” Kyuhyun mendekat hendak mencium bibir Rira. Bibir mereka sudah bertemu.

“MEONG!!!!!” Kucing itu mengeong keras membuat Kyuhyun dan Rira tersentak kaget.

“Ahahahahaha kenapa Chaeri?? Kau bosan??” Tanya Kyuhyun.

“Krrr… meong…” Kucing itu melompat lalu berjalan namun sebelumnya menatap Rira dengan amarah seperti seorang yeoja yang tidak suka jika namjanya diambil yeoja lain. Ya!! Maksudnya yeoja lain itu aku!!! Pikir Rira kesal.

“Heh Chaeri?? Mau kemana??” Tanya Kyuhyun yang mengejar Chaeri lalu menggendongnya sayang dan menciumnya.

“Meong~~~~” Chaeri tersenyum cute sedangkan dia menatap Rira dengan dendam seolah olah berkata “Liat saja!! Tidak akan kubiarkan kau bisa bermer\sraan dengan tuanku yang paling tampan ini!!!” kira kira begitu artinya. Kemudian hari hari dilalui Rira dengan tekanan batin yang mendalam. Bagaimana tidak?? Dia harus rela sekamar dengan kucing itu, melihat kasih sayang Kyuhyun yang berlebihan pada kucing itu, dan dia juga merasa sepertinya kucing itu sudah seperti istri Kyuhyun dan bukan dia!!!!

“Kyu~~ ayo kita ke supermarket ~~ bahan makanan sudah menipis~~” Rira menarik lengan Kyuhyun manja.

“Oh?? Ayo~~” Kyuhyun berdiri dan menggandeng tangan Rira. Rira meresa sangat senang akhirnya bisa pergi berduaan dengan Kyuhyun juga!!!

“Meong~~” Chaeri menghampiri Kyuhyun dan Rira.

“Aigoo~~ aku lupa!!! Aku janji dengan Chaeri mau membawanya kesalon~~ kau pergi sendiri saja ya Jagi ^^ aku pergi dulu~~” Kyuhyun menggendong Chaeri. Terlihat dari tampangnya kucing itu tersenyum licik kearah Rira.

Cklek…

“Aku pulang…” Rira berjalan masuk dan terkejutnya dia melihat Kyuhyun tengah bercanda canda dengan Chaeri padahal selama ini Kyuhyun tidak pernah membiarkannya membawa barang barang belanjaan yang berat. Tanpa terasa air mata jatuh dari pelupuk matanya. Cukup dia sudah tidak tahan dengan semua ini.

“Aaaaaa!!!! Aku mau cerai denganmu saja Kyu!!!!” pekik Rira kesal dan berlari masuk kedalam kamar mengambil kopernya dan mengisi beberapa helai baju.

“Rira?? Kenapa??” Kyuhyun berjalan menghampiri Rira dan memeluknya.

“Aku sudah tidak tahan Kyu!!! Kau mau dekat dengan Seohyun Victoria atau siapapun aku tidak masalah!!! Tapi kalau kau dekat dengan kucing sialan itu aku tidak sanggup Kyu!!!” Rira menangis dipelukan Kyuhyun.

“Mianhe Rira.. bukan maksudku tidak memperdulikanmu aku…”

“Meong~~” Chaeri menghampiri mereka. Kyuhyun melepas pelukannya dan menggendong Chaeri dengan sayang.

“CUKUP!!! Tuan Cho Kyuhyun!!! Pilih aku atau Chaeri cepat!!!” pekik Rira dengan amarah yang sudah memuncak.

“Maafkan aku Rira bukan maksudku….” Kyuhyun menunduk.

“Ok!! Jawabanmu sudah dapat kutebak!! Kukira kau mencintaiku Kyuhyun!!” airmata mengalir dari pelupuk mata Rira. Dia lalu menarik kopernya keluar.

“Rira tunggu dulu!!” Kyuhyun mencegatnya

“Lepaskan Kyuhyun!!!” Pekik Rira.

BRAK!!!

“HI!!! Loh?? Ada apaan nih??” Tanya Ara bingung.

“Kami….”

“Hei ngomong ngomong aku sudah menemukan pasangan yang cocok untuk Chaeri loh~~” Ara tersenyum senang. Rira yang mendengar itu lalu sujud syukur. Ternyata tidak sia sia dia beroda sepangjang malam. Ternyata Tuhan masih menyayanginya.

“Jinjja?? Wah aku senang sekali~~” Rira menghapus air matanya lalu tersenyum evil kea rah Chaeri. Hahahahahahaha selamat tinggal Chaeri.

“Nde~~ nah ayo Chaeri kita pulang~~” Ara menyeret Chaeri pulang

“Meoooooooooooooooooooong!!!!!!”

Blam!

“Fiuh jadi?? Apa kau masih ingin bercerai denganku?? Nyonya Cho??” Tanya Kyuhyun.

“Ani~~” Rira memeluk Kyuhyun.

“Syukurlah kau tau aku ini tidak bisa hidup tanpamu Rira…” bisik Kyuhyun pelan ditelinganya.

“Ya~~ aku juga Kyuhyun…” Rira tersenyum.

Kring…

“Ah? Yoboseyo hyung??” Kyuhyun mengangkat telpon.

“Kyu!!! Bisa tolong aku!! Aku butuh bantuanmu!!” pekik Sungmin diseberang sana.

“Waeyo hyung??” Tanya Kyuhyun.

“Kintan menyuruhku membuang kucingku!!! Dia lagi ngidam nih!! Padahal aku suka kucingku kumohon tolong aku jaga kucingku sampai ngidamnya hilang!!” pekik Sungmin

“ah tapi hyung…”

“Kumohon!!”

“ba…baiklah hyung…”

Klek.. Kyuhyun menutup telpon

“Ada apa Kyu??” Tanya Rira

“Entah ini berita baik atau buruk untukmu tapi kita akan punya kucing baru!!” Kyuhyun tersenyum grogi.

“ANDWAE!!!!!!!” Pekik Rira histeris.

Sementara Chaeri….

“Chaeri~~~ perkenalkan calon suamimu~~ Changmin~~” Ara membuka kandang. Chaeri tengah menatap Ara kesal, namun ketika melihat kucing yang akan menjadi calon suaminya pikirannya berubah. Seketika pikirannya yang berisi Kyuhyun hilang begitu saja dan langsung diisi oleh kucing yang namanya Changmin. Mereka pun hidup bahagia selamanya~~~

“Ya!!!! Aku gak bahagia!!!” Pekik Rira.

Cut!!!

“Hadeh kita gak ada ya -__-“ gumam Rinhyo

“emanglah si author nih…” omel Ririn

“Ah ngantuk~~” Donghae nguap

“Oppa kita pulang aja yuk!!” Hyeonri menarik lengan Donghae manja.

“pasangan anjing pulang~~” gumam Heechul.

“Kita pulang yuk oppa~~” ucap Hany

“Hany ngantuk?? Ayo kita pulang ^^” Yesung membawa Hany pulang.

“Pasangan so sweat susah lepas…” Gumam Kintan

“Heeh…” dukung Ryeowook.

“Chagi!!!!” Chaeri meluk Kyuhyun

“Kau jadi kucing lucu chagi^^ imut~~” ucap Kyuhyun

“Heh heh jangan mesraan disini bikin mual” Usir Hankyung

“Alah syirik…” ucap Kyuhyun

“Ya!!! Uda jangan bikin rusuh!!” omel Leeteuk

“Tau nih dasar pasangan cacat gak kayak aku dengan Kibum iya kan bummie??” Rira tersenyum manis kea rah Kibum.

“Nde~~ kita kan pasangan paling normal disini^^” Kibum tersenyum

“Pasangan gak jelas iya!!!!” Celetuk Heechul

“Hahahahaha iya!!!” Sungmin ngakak

“udah udah gak baik loh~~~” Siwon menenangkan padahal ikutan ketawa

“Huh nyebelin!!!!”

“Kita tutup yuk oppa~~” ucap Ririn

“Ok mumpung hae hyeon hany dan yesung pulang~~”

“Ok saya Ririn!!

“Saya Hankyung~~”

“Ya!!! Yang tukang nutup kami!! Saya Donghae!!”

“Hany~~”

“Hyeonri~~”

“Yesung… hoaaam~~”

“Kim Tae hee~~~”

Bletak!!

“sejak kapan kau jadi Kim Tae hee !!!! kau itu Kim Kintan!!” omel Heechul

“Cih berisik “ gumam Kintan

“Sampai jumpaaaaaaaaaaaa!!!!!!”

The End~~~

Hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

ANNYEOOOOOONG!!!!!

Saya datang dengan ff geje~~~

Ini untuk pengalih saja buat yang nunggu S.A tunggu ya~~ harap bersabar sedikit~~

Saya lagi malas ngetik nih

Hiihihihihihi

Jadi bikin one shoot mulu~~

Nah silahkan kritik dan saran saya tunggu *bow*

 

9

[Freelance] You’re in My Heart Always

Author: Beauty

Cast: Lee Donghae, Kim Yesung, NN (a.k.a Beauty)

Category: OneShot

 

Kasihku,

Hihi, aneh deh nulis ‘kasihku’. Tapi emang kamu sekarang kekasihku, kan? Waah, aku sangat senang memikirkan hal itu. Kamu pacarku sekarang!

Terima kasih sudah mau menerima perasaanku. Akulah lelaki paling bahagia sedunia. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana perasaanku? Aku seperti sudah hilang akal sehat mengejarmu. Untung kamu akhirnya menerimaku.

Ah, mau ngomong apa lagi ya? Aku ga biasa nulis surat, tapi karena perasaanku tumpah-ruah, aku harus menyalurkannya ke sesuatu. Saat ini aku pikir aku akan mati malu kalau kamu sampai membaca suratku, tapi suatu saat nanti, aku ingin tersenyum membaca surat ini lagi, dengan kamu di sampingku, mengingat perasaan kita saat akhirnya memutuskan untuk bersama.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Kamu dimana? Aku baru tahu kalau kamu secuek ini. Aku tahu, kecuekanmu dulu adalah salah satu alasan kenapa aku tergila-gila sama kamu. Tapi masa kamu ga pengin tahu aku lagi apa, dimana, sama siapa, ngapain?

Oke, maaf. Aku yang salah. Aku bersyukur mendapatkan kamu. Aku sangat senang kamu menjadi pacarku. Kamu pacar yang sangat baik dan tidak menuntut. Terima kasih sudah memaklumiku, sudah memberiku keleluasaan berakivitas, dan yang terpenting, terima kasih sudah percaya padaku. Aku berjanji pada dirimu, dan diriku, bahwa kesetiaanku padamu ga akan berubah. Cintaku padamu selamanya.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Hari ini aku ingin menangis. Matamu berkaca-kaca melihatku. Apa kamu segitu rindunya sama aku? Kenapa kamu ga sms? Ga telepon? Aku rela kok langsung terbang dari tempat training. Aku rela bolos latihan dan bikin alasan hanya untuk ketemu kamu. Jangan tahan rindumu seperti itu lagi. Hatiku sedih melihatmu sakit menahan rindu.

Tapi aku bahagia melihat matamu yang mencintaiku ketika kita bertemu. Seolah mengatakan bahwa semua lukamu langsung sembuh hanya dengan melihatku. Sayang, kita sudah jalan 3 bulan, dan setiap harinya aku semakin mencintaimu. Jangan berpaling dariku, ya…

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Maafkan aku ga bisa menemuimu. Aku dapat proyek dance selama seminggu. Aku memang ga menjelaskan sama kamu, tapi aku tahu kamu percaya padaku. Aku bukan ingin mengabaikanmu, tapi aku ingin semuanya dapat berjalan dengan baik. Cintaku, ani, cinta kita, dan karirku.

Kamu tahu, aku punya cita-cita. Suatu saat nanti aku akan menerima penghargaan sebagai penyanyi terbaik, dan aku ingin kamu ada di sisiku saat itu. Saat ini aku mungkin baru mulai naik. Bebatuan di bawah sini masih sangat besar-besar. Tapi aku akan berusaha untuk mencapai puncak. Dan dari sana aku akan menurunkan kereta gantung untukmu, sehingga kau akan naik ke atas dengan mudah. Cukup aku saja yang susah.

Oh ya, terima kasih atas dukunganmu. “Aku hanya ingin mengirimimu sms ini untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu. Dan aku baik-baik saja. Aku merindukanmu, tapi aku baik-baik saja. Saranghe.” begitu bunyi sms-mu.

Aku hampir menitikkan air mata membacanya. Bahkan ketika aku tidak sempat, ani, tidak bisa membalas atau memberi tahu pun kamu tetap mendukungku. Kamu memang orang yang tepat untukku. Tunggulah aku, Sayang.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Hari ini Eomma menelepon. Dia mengatakan bahwa peringatan kematian ayahku sudah selesai dan semuanya berjalan dengan baik. Kamu tahu seberapa besar aku mencintai ayahku? Aku bahkan mencintai pekerjaan ini karena ayahku. Saat semuanya berjalan dengan sangat buruk, saat aku harus mundur lagi setelah berhasil maju, aku tetap mencintai menyanyi dan menari. Dan semuanya karena ayahku.

Tapi kenapa dia pergi meninggalkan aku dulu? Kenapa, Sayang? Padahal aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku sedang berusaha keras mewujudkan keinginannya agar aku menjadi penyanyi.

Ah, aku belum pernah bercerita padamu ya. Nanti, ketika aku sudah bisa menceritakan semua padamu, aku akan menceritakan semua tentang ayahku. Dia itu dulunya ingin jadi penyanyi, tapi ga kesampaian. Akhirnya aku lahir dan menurutnya sejak kecil aku selalu menyukai musik. Dia terus mendukungku hingga aku berani melangkah sendiri menjadi trainee di perusahan entertainment seperti sekarang.

Maaf tentang ini aku ga terbuka sama kamu. Tapi tunggulah sebentar lagi, ya.

Ah, yang jelas aku lega. Karena meskipun sedih memikirkan ayahku, Eomma kini sudah terdengar lebih tegar. Aku harus mengatakan terima kasih pada Hyung yang sudah selalu menjaga Eomma.

Oh, seandainya saja aku bisa menceritakan ini semua padamu secara langsung, Sayang. Bukan hanya lewat surat. Bogoshippo.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Hari ini aku melakukan kesalahan lagi. Entahlah, rasanya makin hari aku makin susah menghapal gerakan dance. Otakku makin beku. Rasanya latihan semakin berat saja. Kamu ingat waktu aku bilang bahwa saat ini bebatuan yang harus kudaki masih besar-besar? Well, saat ini bebatuan itu bukan cuman besar, tapi juga tajam. Aku sering dimarahi oleh Jeonghwa Hyung. Ish, orang itu memang monster. Dia bahkan rela mengkorupsi waktu istirahat kami. Ga sabaran banget!

Oh iya, hari ini masuk orang baru di kelasku. Namanya Eunhyuk. Menurut Jeonghwa Hyung, dia dari divisi lain, tapi lalu dipindah ke kelasku. Yah, kita lihat saja kemampuannya nanti. Dan mentalnya. Hahaha, kalau berurusan dengan Jeonghwa Hyung, dia harus mempunyai mental baja!

Oh iya, aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang. Dia seonbae-ku. Ketika aku masuk manajemenku, dia sudah satu tahun berada di sana. Dia sangat aneh, sekaligus sangat baik padaku. Aku heran aku belum pernah memperkenalkannya padamu sebelumnya. Harusnya aku kepikiran itu sejak awal. Dialah alasan aku bisa bertahan di kelas Jeonghwa Hyung hingga saat ini. Entah bagaimana dia selalu berhasil menahanku ketika aku hendak berhenti. Dan dengan caranya sendiri dia bisa memberi aku kekuatan.

Jangan cemburu ya Sayang, dia bukan kamu. Kamu menguatkanku dari hati yang terdalam. Sementara dia selalu siap sedia memapahku. Selalu berdiri di sampingku. Aku sangat berterima kasih padanya. Aku rasa kalau bertemu, kalian akan cocok satu sama lain, sebab dia sangat lucu bahkan tanpa berniat melucu sekalipun, sementara kamu sangat hobi tertawa. Hahaha.

TAPI. Tapi kamu ga boleh jatuh cinta sama dia ya. Dia itu cakep. Tapi kamu itu cuman milikku. Ingat itu! eh, aku belum sebutin namanya ya? Namanya Yesung. Yesung Hyung. Mungkin minggu depan aku akan memperkenalkannya padamu. Semoga saja aku tidak ada jadwal minggu depan.

Bogoshippo, Sarang.
Donghae.

 

Kasihku,

Apa kabarmu? Bener kan dugaanku. Kamu menyukai Yesung Hyung, kan? Syukurlah. Dia memang orang aneh yang baik. Aku harap kalian berdua bisa bergaul dengan baik. Aku akan sangat senang kalau kalian berdua bisa akur. Kalian orang-orang terdekatku saat ini.

Oya, aku sudah mulai berteman dengan Eunhyuk. Dia itu ternyata luar biasa. Dia pinter banget ngedance! Beneran deh. Pas pertama ketemu, aku pikir dia akan bersinar setelah diasah, tapi ternyata dia itu udah bersinar. Kalau sedang diam sih biasa saja, tapi begitu tampil, hmm… kamu harus melihatnya, Sayang.

Ah, aku jadi bersemangat lagi nih. Sayang, doakan aku!

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Jeonghwa Hyung memberi tahu kami. Aku dan Eunhyuk akan debut! Yeah! Akhirnya, Sayang! Akhirnya! Kami akan debut. Hanya kami berdua. Kami akan membentuk grup duo. Dia ngerap, dan aku nyanyi. Kami berdua sangat senang! Sayang, aku berhasil!

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Aku ga tahu bagaimana sebenarnya perasaanku. Jeonghwa Hyung mengatakan bahwa dia tidak akan menjadi manajer kami. Aku selama ini mengira dialah yang akan selalu di sampingku, mengajariku banyak hal. Meski dia menyebalkan, tapi kalau bersamanya sepertinya semua akan baik-baik saja. Hari ini dia membawa seseorang masuk. Namanya Sunam Hyung. Dia tampak dingin dan sangat profesional. Tapi aku ga menyukainya, Sayang. Dia seperti ga memandang kami. Dia hanya mengamati kami seolah kami ini bukan makhluk hidup.

Begitu dia pergi, aku mengejar Jeonghwa Hyung dan bertanya kenapa bukan dia saja yang menjadi manajer kami. Tapi dia hanya menjawab dingin, bahwa tugasnya sudah selesai. Aku sakit hati. Selama ini dia begitu total mengajari kami banyak hal, dan sekarang dia berlalu begitu aja dari hadapan kami? Aku ga ngerti jalan pikirannya.

Di saat begini aku sangat merindukanmu. Semoga kamu ga sibuk. Aku ingin ketemu.

Jeongmal bogoshippo,
Donghae.

 

Kasihku,

Aku baru tahu. Tadi aku habis mengantar Jeonghwa Hyung pulang. Dia mabuk berat. Rupanya dia benar-benar stres. Perusahaanlah yang menetapkan bahwa Sunam akan menjadi manajer kami. Dia ga diberi kesempatan sama sekali. Aku baru tahu.

Jeonghwa Hyung, maafkan kami yang hanya bisa merepotkanmu.

Tadi juga Jeonghwa Hyung menceritakan bagaimana dulu dia melatih Jungsoo. Iya, Jungsoo yang idol itu, kamu tahu kan? Dan kemudian harus menyerahkannya juga pada Sunam. Sepertinya Sunam ini memiliki hubungan yang kuat dengan direksi perusahaan. Entahlah, Sayang. Aku ga yakin aku menyukai ini.

Hyung juga menceritakan tentang salah satu trainee kami yang bernama Mirae. Dia berteman dengan Jungsoo dan Sunam tidak menyukainya. Tapi karena Jungsoo merasa Mirae adalah sahabatnya, dia terus mengajak Mirae untuk menjadi dancernya setiap ada kesempatan bagus. Kemarin Mirae terkena lemparan botol yang dilakukan oleh fans Jungsoo. Dan hyung menyalahkan Sunam tentang itu. Sunamlah yang menciptakan rumor bahwa Jungsoo memiliki hubungan dengan Mirae. Rumor itu membuat fans fanatik Jungsoo marah dan melakukan hal-hal yang mengerikan terhadap Mirae. Sunam benar-benar kejam.

Sayang, kita bagaimana ya?

Saranghe,
Donghae.

 

Sayang,

Aku takut. Sunam benar-benar mengerikan. Kami sudah menandatangani kontrak kami, dan salah satu isinya menyatakan tidak bolehnya kami terlibat hubungan pribadi. Aku harus bagaimana? Bukan aku suka mengumbar hubungan pribadiku, tapi… tapi aku mencintaimu, Sayang.

Aku takut jika Sunam tahu mengenai kita, akan terjadi sesuatu padamu. Aku benar-benar takut.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Ah, aku harus menelepon Yesung Hyung…

 

Kasihku,

Aku bertemu Yesung Hyung dan kami makan malam bersama. Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku akan debut. Sayang, aku benar-benar ga enak. Dia sudah jadi seonbae-ku sejak lama. Dan sekarang aku akan lebih dulu melakukan debut.

Seperti biasa, dia tidak memikirkan masalah itu. Justru dia yang duluan teriak menyelamatiku. Perasaanku kacau waktu memikirkannya. Banyak sekali yang kupikirkan akhir-akhir ini.

Pertama, latihan kami semakin padat. Eunhyuk bahkan sempat sakit, tapi terus ditahannya. Aku aja sampai heran, monyet itu bisa sakit. Kedua, aku sekarang sedikit menghormati Sunam, tapi tetap saja aku sebal dan takut padanya. Dia benar-benar berusaha melakukan segalanya untuk debut kami. Dan aku makin takut dia tahu mengenai hubungan kita. Ketiga, aku memikirkan keadaan Yesung hyung. Siapa nanti yang akan mengurus makannya kalau aku sudah terlalu sibuk? Keempat, aku selalu sedih setiap pulang latihan karena teringat ayahku. Entah kenapa aku sering memikirkan ayah akhir-akhir ini.

Kamu tahu, Sayang, di antara semua itu yang membuatku paling terpuruk adalah semakin sedikitnya waktu yang aku punya untuk bertemu denganmu. Aku sangat membutuhkanmu saat ini. Ingin menciummu, menghirup aromamu, membenamkan wajahku dalam lehermu, aku merindukanmu.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku, Sayangku, Cintaku,

Aku sudah ga tahan lagi. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu.

Pengin ketemu. Thank GOD besok hari Sabtu!

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Terima kasih untuk kencannya hari ini. Terima kasih kamu mau menemaniku hari ini. Meskipun 3 hari yang lalu kita juga baru kencan.

Oh, berat sekali untukku menulis ini. Tapi aku harus mengeluarkannya. Kalau tidak aku bisa stres.

Sunam hyung melihat kita berkencan yang kemarin itu. Dia kebetulan berada di taman. Besoknya dia menemuiku dan kami berbicara empat mata. Ya Tuhan, dia memang kejam sekali. pantas banyak orang tidak menyukainya. Dia tidak mengatakannya secara langsung, tapi dia menyiratkan bahwa dia tidak segan-segan menghentikan karirku kalau aku masih terus berhubungan denganmu. Dia pun sambil lalu mengatakan bahwa dia bisa melakukan apa saja untuk menjauhkanmu dariku.

Sayang, Sayang, Sayangku, aku mencintaimu. Kumohon jangan sampai kenapa-napa. Kumohon.

Ini akan berat, tapi aku tidak akan menemuimu hingga beberapa waktu. Aku gemetar memikirkan hal itu, tapi hanya itu yang bisa kulakukan untuk menjauhkanmu dari Sunam brengsek itu.

Kumohon kamu jangan kenapa-kenapa. Tetaplah baik-baik saja sampai saatnya aku menjemputmu.

Terima kasih sudah membiarkanku menciummu sangat lama tadi. Aku butuh tenaga, hehe.

Ya Tuhan, saat ini saja aku sudah sangat merindukanmu.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Sudah berlalu dua minggu sejak kencan terakhir kita. Aku latihan seperti orang gila hanya supaya aku tidak mengingatmu terus. Eunhyuk mengira aku sangat bersemangat dengan debut kami, sehingga dia pun ikut berlatih dengan sangat bersemangat. Dasar anak itu bodoh.

Haha, tapi aku sangat bersyukur ada dia. Kalau tidak aku akan makin terpuruk sendirian.

Kamu sedang apa, Sayang? Kamu kangen padaku? Maaf, aku bahkan ga sempat sms. Ani, bukan ga sempat. Aku ga mau sms kamu. Sekali saja aku tergoda menghubungimu, aku bisa gila karena menginginkanmu.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Sudah tiga minggu sejak kita terakhir ketemu. Ya ampun, aku harus menghentikan kebiasaanku menghitung waktu. Dan kebiasaanku membaca ulang semua smsmu.

Ada kabar baru, Sayang. Kami ternyata tidak akan debut hanya berdua. Kami akan menjadi trio. Bisa menebak siapa anggota ketiganya? Oke, aku beri tahu. Dia adalah Mirae. Iya, Mirae yang dulu aku ceritakan. Aku ga yakin tahu apa yang terjadi, tapi meskipun kami bisa merasakan betapa besar kebencian antara Mirae dan Sunam, tapi Sunamlah yang membawa Mirae pada kami. Dua orang itu seperti minyak dan air. Benar-benar tidak bisa disatukan. Mereka sih ga pernah teriak-teriakan atau bertengkar secara terbuka, tapi keduanya ga pernah betah lama-lama dalam satu ruangan.

Aku ga tahu harus bersimpati atau senang dengan adanya Mirae di antara kami. Yang jelas, sejak Mirae bergabung dengan kami, Sunam ga lagi terlalu sering mengontrol kami. Tadi udah kubilang kan, dia dan Mirae itu ga bisa lama-lama berada dalam satu ruangan yang sama. Kalau Sunam mau berlama-lama mengontrol latihan kami, itu artinya dia harus siap menonton kami latihan hanya berdua karena paling lama 10 menit setelah dia masuk, Mirae yang akan keluar.

Tapi satu yang ga berubah. Eh, berubah ding. Jadi makin kuat. Rasa rinduku ke kamu makin besar. Pasti menyenangkan kalau bisa kencan lagi denganmu meskipun hanya untuk tertidur di pangkuanmu selama 30 menit. Keberadaanmu saja sudah jadi segalanya yang aku inginkan.

Saranghe,
Donghae.

 

Sayang,

Hari ini aku lelah sekali. Kami terus berlatih selama hampir 24 jam. Mirae seperti orang kesetanan.

Donghae.

Your browser may not support display of this image.

Apa yang kamu lakukan, Sayang?! Kenapa kamu ada di tempat tidurku?! Kamu hampir membuatku melahapmu kalau saja Eunhyuk ga menggedor pintuku waktu itu.

Kapan kamu sampai di rumahku? Sejak kapan kamu tertidur di ranjangku? Kenapa waktu aku pulang aku ga nyadar ada orang tidur di tempat tidurku? Dan waktu kamu menciumku di kamar mandi, aku benar-benar jadi gila. Kamu ga tahu, sekali lagi ga tau, seberapa besarnya kangenku padamu. Kamu hampir membuatku jadi pemerkosa.

Untung ada Eunhyuk.

Untung Eunhyuk ga ngeliat kamu!

Aku pasti lelah sekali, sebab aku bisa ketiduran tanpa menyadari ada kamu di sampingku. Padahal aku cuman mau pulang sebentar, berganti baju lalu pergi lagi, ternyata aku malah ketiduran.

Dan aku marah padamu. Sangat marah. Sekarang aku pasti akan selalu teringat kamu setiap pulang ke rumah. Inilah sebabnya aku ga mau kamu datang ke rumahku. Aku pasti akan memiliki kenangan tentang kamu di rumah itu. Padahal rumah itu ga pantes untuk diisi dengan kenangan seindah kamu. Tempat itu hanya tempatku tidur selama ini. Ga pernah jadi rumahku. Tapi sekarang aku ga bisa tinggal di dalamnya tanpa membayangkan kamu juga sedang bersamaku di sana.

Ah, malam ini akan terasa berat untuk pulang ke rumah.

Saranghe,
Donghae.

 

Cintaku,

Maafkan kebejatanku. Aku terus-menerus membohongimu. Aku masih ga ingin kamu tahu aku hidup di dunia yang seperti apa. Aku ga mau kamu memutuskan untuk menjadi kuat untuk berada di sisiku. Aku ga mau kamu berubah jadi seperti Mirae. Cewek itu sangat kuat. Dan kurasa karena pengalamannya hingga saat ini, dia telah berubah menjadi perempuan yang ga pernah lagi nangis. Aku dan Eunhyuk merasa kasihan padanya.

Sekarang pun aku melarikan diri dari latihan karena aku sedang sangat kacau. Eunhyuk membantuku, dia mengatakan akan menutupi jejakku. Terserahlah nantinya aku mau diapain, tapi saat ini aku ga bisa berkonsentrasi sama sekali.

Setelah memelukmu semalaman tadi malam, aku jadi bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang kulakukan. Kebohonganku padamu membuatku merasa seperti orang paling brengsek di dunia. Yang ga tahu diri dengan jatuh cinta padamu.

Training? Posisi baru di kantor? Apa aku gila? Padahal aku tinggal mengatakannya saja padamu!

Tapi kalau kamu tahu, kamu akan… ah, sudahlah. Aku memang pengecut yang egois.

Yang jelas saat ini aku ga bisa berhenti memikirkan dirimu. Bibirmu, akhirnya aku merasakannya lagi tadi malam. Tubuhmu yang harum, akhirnya aku bisa memeluknya lagi. Ramyeon yang kita makan bersama tadi malam kurasa akan jadi ramyeon favorit di sepanjang hidupku. Apa kamu tahu, waktu kamu menciumku lagi setelah aku membawamu ke tempat tidur, spontan tubuhku mengeras. Aku menginginkanmu lebih dari apapun. Kamu yang selama ini aku rindukan. Cuman kamu.

Eh, kamu malah memelukku dari belakang. Aduh, aku harusnya sudah dapat penghargaan pengendalian diri untuk tindakanku tadi malam.

Ah, aku kangen banget sama kamu. Aku sms kamu aja ah.

 

Cinta,

Hari ini aku melihatmu. Aku sedang menuju studio tv untuk mengisi acara, dan aku melihatmu berjalan bersama teman-teman kuliahmu. Kenapa senyummu begitu, Sayang? Kenapa kamu tidak tersenyum lepas seperti kamu biasanya?

Aku berterima kasih padamu. Karena masih mau bersamaku. Setelah kebohonganku, setelah kamu mengetahui kenyataan yang sebenarnya, setelah aku mengatakan bahwa kemungkinan kita bertemu di masa depan sangat kecil, kamu masih mau mendampingiku. Masih menganggap air mataku yang memohonmu untuk tetap bersamaku. Meskipun kita menjalaninya diam-diam, kamu tetap bersamaku. Terima kasih. Kalau cinta itu berwujud, maka aku akan memenuhi kamarmu dengan cintaku. Semua yang aku punya kuserahkan padamu.

Terima kasih, Sayang,
Donghae.

 

Kasihku,

Hari ini kita bertemu lagi setelah sekian minggu ga ketemu. Aku kangen banget sama kamu, tapi aku malah tertidur sepanjang hari, sementara kamu berseliweran di sekitarku. Mengurusiku. Aku ini memang pacar yang payah.

Begitu bangun, tahu-tahu kamu sudah mau pulang. Padahal aku masih kangen padamu. Tapi aku ga bisa memaksamu karena kamu bilang besok ada kuliah pagi. Tunggulah sebentar ya Sayang. Kalau aku sudah punya daya merubah kontrakku, aku akan segera mengumumkan pada dunia bahwa aku milikmu. Bahwa aku not available lagi.

Saranghe,
Donghae.

 

Kasihku,

Siang ini aku berhasil ga tertidur saat bertemu denganmu. Tapi kenapa senyummu lemah sekali? kamu sakit? Kenapa kamu ga mau mengatakannya padaku? Apa aku membuatku marah? Aku salah? Tolong katakan padaku, Sayang. Jangan diam saja dan berusaha tersenyum sementara hatimu sakit. Aku kepikiran tentang kamu.

Oh ya, hari ini aku bertemu Yesung hyung. Kami mengisi acara yang sama. Dia akhirnya debut. Ah, tentu kamu sudah tahu ya. Dia tampak baik-baik saja meskipun kami sudah lama ga makan bersama. Hahaha, apa yang aku harapkan? Tentu saja dia baik-baik saja tanpa aku. Dia itu kan sebenarnya orang yang sangat kuat. Jauh lebih kuat dari siapapun yang aku kenal. Dan sangat hebat. Aku sangat mengaguminya. Dia selamanya akan jadi Hyung-ku.

Dia titip salam untukmu. Ah, bahkan itu pun lupa aku sampaikan untukmu. Aku ga puas-puas menikmati wajahmu. Aku kangen banget sama kamu setelah berminggu-minggu kita ga berkomunikasi.

Bogoshippo. Bogoshippo. Bogoshippo. Bogoshippo. Bogoshippo.
Donghae.

 

Kekasihku tercinta,

Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Aku ga bisa hidup tanpamu. Aku mohon tahankanlah sebentar lagi. Ku berlutut padamu, terimalah keegoisanku. Aku ga bisa kehilangan kamu. Setiap aku terpuruk, foto-fotomu di HP-ku lah penghiburnya. Kalau aku sedih, sms darimu yang menguatkanku. Saat aku marah, kenangan tentang senyummu menenangkan hatiku.

Terus kenapa hari ini kamu mengatakannya. Aku belum pernah melihatmu secantik hari ini. Kamu tampil fantastis untuk kencan kita. Tapi kenapa wajahmu sangat terluka? Kenapa kata-katamu sangat menyakitkan? “Uri haeyeojoyo,” katamu.

“Naega jalmothesso.” Semuanya memang salahku, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku. Kamu ga boleh ninggalin aku. Kalau kamu pergi, siapa lagi yang akan ku khawatirkan? Siapa lagi yang akan mengisi pikiranku? Tolong maafkan kesalahanku. Jangan tinggalkan aku.

Kenapa? kenapa kamu mau putus? Katakan alasannya dan aku akan memperbaiki diri. Aku akan merubah semuanya kalau kamu ga suka semuanya. Hanya untuk bersamamu, aku akan melakukannya. Jangan sakiti aku begini. Aku ga bisa berpikir bahwa di balik semua yang kulakukan, ga ada kamu.

Aku mohon…

Ingin kukatakan semua itu padamu, tapi aku tak bisa. “Aku tak bisa tersenyum lagi di sampingmu,” itu jawabanmu.

Aku pun sadar. Aku yang sudah merampas semua senyummu. Aku yang mengikisnya sedikit demi sedikit. Besarnya cintaku tidak bisa menutupi lukamu. Kamu lelah berhubungan denganku.

Harusnya aku sadar diri. Kamu terlalu baik untukku. Aku ga boleh jadi setan yang seenaknya menguasaimu hanya untuk membuatmu menangis. Karena aku ingin mengoleksi senyummu. Ingin berbagi kebahagiaan denganmu, bukan rasa frustasi.

Aku tak tahu apa nama perasaanku ini. Aku hidup tapi ga terasa demikian. Aku tertawa, tapi kenapa hatiku sangat dingin? Aku bergerak, tapi benarkah demikian? Ini apa namanya? Kamu dimana? Kamu sedang apa? Aku sudah tidak berhak mengetahuinya lagi, kan?

Tanganku tiba-tiba terasa kosong karena kehilangan objek untuk kupeluk. Tetesan air matamu saat meminta putus tadi, membekukan hatiku. Rasanya telingaku ingin ku ganti karena pernyataanmu. Aku ingin berteriak bahwa itu semua salah. Karena aku sangat mencintaimu. Tidak mungkin cintaku yang sedemikian besar akan menyakitimu.

Getaran bibirmu yang menahan tangislah yang menjawab bahwa aku memang menyakitimu. Lebih dalam dari yang pernah kubayangkan. Aku ingin mengatakan bahwa aku tidak sengaja, tapi aku telah melakukannya. Kau sudah terluka. Mungkin kau telah pecah, padahal selama ini aku ingin menjagamu seaman mungkin, tapi ternyata aku salah.

Apakah aku yang membuatmu tambah kurus? Benarkah senyummu sudah tak ada lagi di sana? Kenapa aku tidak bisa mengatakan apa-apa?

Kenapa ketika kamu bangun dari dudukmu, berlalu meninggalkanku, aku tidak mengejarmu? Tidak memohonmu? Oh aku ingat, saat itu aku telah mati. Aku sudah tidak mampu menghadapi kenyataan. Saat itu aku sudah mati.

Kamu separuh jiwaku, aku yakin itu. Tapi kamu harus pergi karena aku telah meremukredamkan perasaanmu. Karena aku telah menghancurkanmu menjadi serpihan. Semuanya salahku.

Maafkan aku. Karena membuatmu mengenalku. Membuatmu mencintaiku. Kemudian membantingmu hingga pecah.

Maafkan aku karena merampas senyummu. Membuatmu lelah. Menghapus cahaya dari matamu.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Maafkan aku karena masih mencintaimu.

Aku mohon, selanjutnya bahagialah. Temukan orang yang jauh lebih baik bagiku. Aku tak yakin hal itu akan berlaku untukku. Aku hanya cowok brengsek yang telah menghancurkan hatimu. Aku tak pantas mendapatkan yang lebih baik.

Tapi aku akan mendoakan kebahagiaanmu. Tersenyumlah sayangku, cintaku, kekasihku.

Karena senyummu memberikan senyum bagi yang lain. Hapuslah memorimu tentang aku karena itu hanya akan membuatmu menderita.

Berbahagialah. Jebal.

Aku akan menyimpan semua surat yang tak pernah ku kirimkan padamu, sebagai pengingat bahwa malaikat sepertimu pernah hadir dalam hidupku. Sebagai penanda bahwa aku pernah diberkahi dengan rasa bahagia memilikimu. Mencintaimu.

Sayangku, aku mencintaimu.
Selalu.
Donghae.