[Freelance] May I Love You [part 5]

Author : Wella

 

Tags : Sungmin, Leeteuk

Genre : Romance, angst

Sebelunya uda di post :

http://ourfanfictionhouse.wordpress.com/

Cerita Sebelumnya :

Sungmin yang hanya mempermainkan Min Rin akhirnya meluluhkan hati Min Rin dan memulai rencananya untuk menyakiti Jung Soo yang belasan tahun yang lalu telah menyakitinya. Namun Sungmin sadar bahwa tidak mudah baginya untuk melakukan hal tersebut pada Jung Soo, dan pilihan terakhirnya adalah dengan membalaskan dendamnya pada Min Rin yang merupakan adik kandung Jung Soo. Akan hal tersebut berhasil? Lantas apa yang akan dilakukan Jung Soo begitu mengetahui bahwa adik yang sekaligus gadis yang teramat sangat dicintainya itu telah menjadi pacar seorang Sungmin?

Your browser may not support display of this image.

Cast :

~ Park Jung Soo

~ Park Min Rin

~ Sungmin

~ Jung Soo P.O.V ~

“Oppa…” Min Rin mengguncang badanku yang telah kaku itu dengan panik, namun tidak ada respon sama sekali dariku, badanku sudah sekeras hatiku

“Oppa!” dengan setengah teriak Min Rin memanggilku, ottokhe? Hatiku seakan telah beku. Jadi selama ini dia hanya menganggap aku bermain-main padanya? Betapa bodohnya ku sampai bisa berpikir Min Rin menyukaiku…..

Untuk beberapa saat kami berdua terdiam, aku bingung harus bagaimana. Tidak mungkin bagiku untuk marah padanya, apa dia salah? Kurasa tidak, bagaimana mungkin aku marah padanya hanya karena dia menyukai namja lain dan tidak membalas cinta ‘konyol’ku ini? Tapi aku tidak bisa ikut tersenyum bahagia bersamanya, hatiku sudah hancur…..

“Wae? Miane….” Min Rin menundukkan kepalaku, aku tau meski hatiku sudah luluh lantak tapi tetap saja aku harus menjadi oppa yang akan selalu turut bersamanya, aku bukanlah namja yang pantas bahagia disampingnya sebagai orang yang dicintainya, hanya sekedar oppa..

“Kau punya pacar?! Yha oppa sampai shock! Bagaimana mungkin gadis kecil oppa sudah bisa mencintai namja lain selain oppa?! Chukae…….” Aku memeluk Min Rin erat, aku menahan agar suaraku tidak bergetar tapi ini sangat susah

“Oppa tidak marah?” Min Rin bertanya dengan nada ketakutan, dari kecil dia tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dariku

“Marah? Menurutmu? Yha sejak kapan oppa bisa marah padamu? Yha kau ini mengada-ada saja! Oppa malah bahagia Min Rin a…. bawalah namja beruntung itu pada oppa, oppa harus memastikan dia orang yang bisa menjagamu” apa suaraku tidak bergetar? Kurasa aku akan menangis meraung-raung malam ini, rasanya seperti dihujat beribu belah samurai pada saat yang bersamaan, aku baru tau begini rasanya patah hati pantas saja orang lainnya sampai bunuh diri. Mungkin kalau bukan untuk menjaga Min Rin aku juga akan mengakhiri hidupku

“Oppa bukannya sangat marah kalau kau dengan namja manapun selain oppa? Kenapa sekarang oppa berbeda sekali?!” dia menatapku curiga, apa selama ini aku seperti itu?

“Eh? Kau tidak salah? Oppa tidak pernah begitu, yha tidurlah ini sudah tengah malam” aku mendorong tubuhnya untuk mengalihkan pembicaraan

“Ara! Aku rasa aku tidak akan bisa tidur malam ini, oppa harus cepat-cepat pacaran! Ini sangat menyenangkan oppa yha! Cepatlah cari yeoja, ini sangat memabukkan” Min Rin cekikikan dan berlari kearah kamarnya masih dengan senyum yang merekah

Pacar? Ha… bodohnya aku mengira dia mencintaiku, dia bahkan menertawakanku sekarang. Dia mengejekku? Memabukkan? Kaulah yang terlambat Min Rin yha, oppamu ini sudah merasakannya bahkan jauh sebelum kau tau apa itu cinta, jauh sebelum kau tau kejamnya dunia ini aku sudah menyukaimu. Belasan tahun yang lalu aku sudah mulai mencintaimu dan cinta ini tidak pernah padam sekeras apapun aku mencoba, setiap saat hanya ada kau yang menghiasi hariku bahkan mimpiku sekalipun. Kau tau itu memabukkan? Itulah sebabnya aku mencintaimu……

^^^^^^^^^

Min Rin sukses membuatku menangis semalaman, kamarku sudah akan banjir ketika aku sadar tangisanku terlalu keras untuk didengarnya dikamar sebelah. Sepertinya dia sudah mimpi sangat indah tadi malam, dia tidak sadar sama sekali kalau aku menangis sampai menggigit bantalku hingga robek. Kukira hatiku tidak akan sakit lagi kalau aku menggigit bantal itu hingga robek, faktanya sama saja. Meskipun bantalku sudah koyak sekalipun hasilnya tetap nihil, nol besar. Masih dengan rasa sakit ditusuk pelahan pedang aku mengaca di cermin putihku, mataku sembab. Kalau mataku tidak sembablah aku baru heran, apa kau bodoh sampai menangisi orang yang bahkan tidak sama sekali khawatir akan keadaanku orang yang bahkan sedang bahagia diatas kesedihanku yang teramat sangat. Hanya gadis itu yang bisa meluluhkan hatiku, hanya dia yang bisa membuatku rapuh seperti ini………

++++++++++

“Oppa! Matamu kenapa? Yha sembab! Oppa me..nangis?” Min Rin menunjuk-nunjuk mataku dengan semangat

“Ani, hanya salah tidur” Aku mengambil air putih dan meneguknya sebanyak yang kumampu, kata orang air putih itu sangat baik untuk kesehatan, dan aku membutuhkannya untuk menjaga agar jantungku tidak berhenti berdetak hanya karena hal itu

“Seumur hidup baru satu kali oppa salah tidur, isange!” Min Rin masih tidak percaya kata-kataku, sial kenapa dia memperhatikan mataku setiap hari?!

“Kau memperhatikan mataku? Apa karena jatuh cinta kau jadi begitu mengambang? Oppamu ini sudah sering seperti ini, kau saja yang kurang perhatian” entah kenapa aku merasa kesal ketika mengucapkan kata jatuh cinta, sepertinya aku agak kasar bicara padanya

“He? Oppa gwaenchana?” dia menatapku khawatir, wajar saja selama ini aku tidak pernah bersikap sekasar ini

“Gwaenchana….” Kali ini aku melembutkan nada bicaraku

“Sepertinya ada yang aneh, ah mulai hari ini aku diantar pacarku ya…” senyumnya kembali mengembang, tidak bisakah dia berhenti tersenyum? Senyum itu membuat hatiku semakin perih

“Benarkah? Baiklah” kuambil lagi air segelas penuh, aku harus tetap hidup walau nampaknya jantung dan hatiku tidak lagi berfungsi sebagaimana seharusnya

“Oppa berubah!” Min Rin menunjuk wajahku

“Berubah?! Apa tidak salah? Oppa tidak pernah berubah, yang berubah itu kau Min Rin yha, oppa tetap sama tetap Jung Soo yang biasanya” sebisa mungkin aku menjawab sesantainya walaupun aku agak gugup karena aku memang merasa agak berubah dari sebelumnya

“He?na? oppa yang berubah! Apa oppa tidak suka kalau aku pacaran?” gadis kecilku itu menatapku serius, aku ingin sekali berteriak IYA, AKU TIDAK SUKA! AKU BENCI ITU! Tapi itukah seorang oppa yang selama ini Min Rin kenal?!

“Apa harus oppa ulang lagi?! Oppa SENANG kalau kau SENANG” pada kata senang aku menggunakan penekanan yang sepetinya agak berlebihan

“Benar? Carilah yeoja! Aku yakin banyak yeoja yang menyukai oppa, aku juga mau punya onnie! Oppa sudah tua, pacar saja tidak punya. Payah!” aku tau dia sengaja memancingku, tapi aku sama sekali tidak tertarik makan pancingannya, jangan panggil aku Jung Soo kalau aku tidak kenal Park Min Rin

“Belum ada yeoja yang masuk kriteriaku” aku menjawab singkat berharap dia berhenti bertanya yang tidak-tidak lagi

Memang harus seperti apa?”

“Sepertimu”

“MWO?!”

“Kaget? Makanya jangan banyak tanya, oppa bisa mengurus masalah oppa sendiri. Urus saja namjamu itu” kulangkahkan kakiku menjauh darinya, dalam benakku hanya ada cara bagaimana aku harus melupakan yeoja itu

*0*

Setelah berkutat sekian lama akhirnya kuputuskan untuk menyuruh Min Rin memperkenalkan namja itu padaku agar aku bisa memastikan dia pantas menjaga malaikatku atau tidak . setelah itu aku akan pergi jauh darinya, aku tau aku akan amat sangat tersiksa karena ini tapi ini satu-satunya cara agar aku bisa melupakannya, selanjutnya aku hanya akan mencari yeoja yang akan kunikahi, kuharap aku akan sanggup mencintai yeoja lain selain Min Rin-ku….

~ Min Rin P.O.V ~

Akhir-akhir ini Jung Soo oppa aneh sekali, dia sudah bukan oppa yang dulu lagi. Aku tidak pernah mengerti kenapa dia selalu bersikap dingin padaku, seingatku dia berubah sejak aku memberitaunya bahwa aku sudah berpacaran. Tapi apa mungkin gara-gara itu semua dia berubah? Rasanya tidak mungkin, untuk apa Jung Soo oppa marah hanya karena aku sudah punya pacar? Lagipula dia selalu bahagia disaat bahagia, dia orang yang paling mengerti aku selain Sungmin tentunya.

Sudah 1 bulan ini Jung Soo oppa tidak terlalu memberi perhatiannya padaku seperti sebelumnya, dia lebih banyak keluar entah kemana, dia juga tidak pernah tanya apa-apa lagi. Aku kehilangan sosok seorang oppa yang telah membesarkanku sejak kecil, dia sudah berubah sekarang, bukan lagi Park Jung Soo yang kukenal.

Dia cuek sekali, dia tidak pernah peduli lagi apa yang kulakukan. Untung saja ada Sungmin yang walaupun belum bisa menggantikan peran Jung Soo oppa tapi setidaknya dialah yang menghiburku dan aku mendapat perhatian yang tidak lagi kudapat dari Jung Soo oppa padanya.

Tanpa kusadari aku sudah sangat dekat dengan Sungmin, namja yang selalu ada disampingku kapanpun kubutuhkan. Aku banyak curhat padanya tentang perubahan Jung Soo oppa, kurasa dia hanya ingin memihak padaku tapi perkataannya seperti menjelekkan Jung Soo oppa. Dari masukan yang selama ini dia berikan padaku kebanyakan menyuruhku menjauhi Jung Soo oppa, aku tidak tau kenapa dia sensitif sekali kalau aku curhat tentang Jung Soo oppa, dia selalu memojokkan Jung Soo oppa seakan-akan Jung Soo oppa 100% salah.

Aku tidak terlalu mengambil pusing masalah ini, mungkin dia hanya tidak senang aku yang pacarnya terlalu dekat dengan oppaku, aku selalu memaklumi hal ini. Sampai siang itu aku baru mengerti…………..

^^

Hari ini aku tidak kuliah, Sungmin juga sedang sibuk. Jadi aku putuskan hari ini untuk bersih-bersih rumah saja, sepertinya sudah lama sekali aku tidak mengurus rumah lagi. Pertama yang kumulai dari kamarku, tidak terlalu lama untuk mengatasi kamar petak itu. Selanjutnya ruangan lain seperti dapur, teras dan kawan-kawannya.

Semua sudut rumah sudah bersih kecuali satu ruangan, kamar Jung Soo oppa. Aku ragu apa harus membersihkan ruang yang 90% isinya berwarna putih itu, setelah bergulat dengan hatiku cukup lama kuputuskan untuk membereskan kamar itu juga. Memang sudah seharusnya kau membereskan kamar oppa kan?

Tidak terlalu kotor, walaupun ruangan berbentuk bujur sangkar itu identik dengan putih tapi tampak jelas kalau kamar oppa masih bersih. Hanya menyapu, ngepel dan membereskan file kerjanya yang berserakan dimeja kerjanya.

Kubereskan semua kertas yang sepertinya sangat penting itu kedalam laci meja kerjanya yang berwarna putih susu itu. Ketika kubuka isinya banyak foto, kuraih foto itu dengan semangat sepertinya itu foto masa kecil kami. Dan benar itu foto aku, oppa, seorang ajuma dan seorang ajussi yang sedang duduk disebuah teras rumah yang agak luas. Fotonya masih putih hitam, foto yang lama, meski aku tidak tau itu ajuma dan ajussi itu siapa tapi aku yakin itu pasti orang yang melahirkan aku dan Jung Soo oppa.

Dengan cepat aku mengganti foto itu dengan foto lainnya, terlalu menyakitkan untuk dikenang. Selanjutnya foto aku dan oppa di panti asuhan, disana aku sudah agak besar dengan menggandeng tangan Jung Soo oppa.

Kebanyakan tumpukan foto itu adalah foto masa kecil kami, sampai foto itu terganti menjadi fotoku dan oppa yang sudah dewasa. Aku tertawa pelan melihat foto itu, lucu.

Aku meletakkan kembali tumpukan foto itu ketempatnya semula, dan apa itu?

Kuraih sebuah note putih, ah diary! Diary Jung Soo oppa? Apa mungkin seorang namja menulis diary? Buka tidak buka, aku bingung sekali apa yang harus kulakukan dengan diary putih rapi itu, aku penasaran sekali apa isinya tapi itu privasi oppa kan?

Dengan keyakinan bahwa aku orang yang paling dekat dengannya akhirnya kuputuskan untuk membaca diary itu.

Aku mulai membuka lembaran pertamanya……

~ Sung Min P.O.V ~

Sudah 1 bulan, hah?

Aku sudah bersenang-senang selama satu bulan, meskipun aku agak kecewa dia tidak sama seperti yeoja lainnya. Dia tidak pernah sekalipun memberi lampu hijau kalau aku boleh menjamahnya lebih jauh, dia sangat tertutup.

Cih, pacaran seperti apa itu? Hanya untuk mengantarnya pulang balik kuliah, aku lebih mirip sopir pribadinya selama satu bulan ini. Dan bisakah dia berhenti membicarakan si brengsek Jung Soo OPPA-nya itu?!

Apa dia pikir aku dewa sampai bisa tau kenapa OPPA-nya itu berubah? Aku bersumpah akan membuatnya membenci Jung Soo, bukan kah bagus kalau sampai aku bisa menyakiti Jung Soo 2x lipat? Menyakitinya secara langsung dan tidak langsung.

Aku sudah menimbang semuanya secara matang-matang, dan ini rencana terbaik yang pernah ada. Jung Soo hanya tinggal tunggu saja aku, kau akan menyesal telah melakukan hal itu padaku.

~ Author P.O.V ~

Jung Soo menunggu dengan cemas, kakinya tidak berhenti mengitari ruang tamu berhias bulu-bulu putih itu dengan mimik cemas. Dia sedang menunggu seseorang yang mungkin akan mengubah hidupnya untuk selama-lamanya.

“Semuanya akan baik-baik saja, hanya memastikan dan semuanya selesai” Jung Soo bergumam sendiri untuk menghibur dirinya dari kesedihannya yang amat mendalam, tidak bisa disangkal lagi bahwa dirinya harus hidup jauh dari Min Rin setelah ini

“Aku tidak apa-apa, tidak masalah sakit ini masih bersamaku atau tidak yang penting aku tidak melihatnya dan aku akan melupakannya” masih bergumam lirih, Jung Soo menggenggam tangannya erat

Namja bertubuh tegap itu memegang dadanya “Masih perih? Kenapa bisa hal sekonyol ini terjadi?! Bahkan aku akan lebih memilih dikuliti daripada merasakan hal ini” namja itu tersenyum pelan, seluruh rencana sudah terancang sempurna diotaknya, hanya menunggu hari ini selesai dan semuanya juga akan selesai

Sebuah bunyi bel membuyarkan lamunannya, tangannya seketika bergetar hebat, ketakutan itu terlalu berlebihan pikirnya. Dengan kekuatan yang tersisa dibukanya pintu itu dengan lemas, dipasangnya seulas senyum tulus yang dipaksakan dan ini semua dilakukannya hanya untuk seorang gadis yang menunggunya diluar sana.

“Oppa aku menepati janjiku! Aku sudah membawa namaj itu kehadapanmu” gadis yang ditunggu-tunggunya tersenyum lebar tanpa tau sedikitpun kesedihannya amat sangat

“Ne, annyeong” Jung Soo menatap namja didepannya seksama, wajahnya tidak asing lagi dimata Jung Soo

“Annyeong” namja manis yang digandeng Min Rin menyunggingkan senyum kepada Jung Soo, senyum mengejek

“Masuklah” Jung Soo mempersilahkan namja itu masuk, ada keanehan yang dirasakannya. Memang tidak ada yang aneh dari pacar adiknya itu hanya saja wajah itu mengingatkannya pada sesuatu yang ia sendiri tidak mampu mengingatnya

“Min Rin yha masuklah kekamarmu, ada hal yang akan oppa bicarakan dengan namjachinggumu” tanpa menunggu lama Jung Soo sudah memulai semuanya, lebih cepat akan lebih baik pikirnya

“Owh, serahasia itukah? Ara, jangan lama-lama!” Min Rin melepas tangannya dari gandengan namja berambut hitam itu dan berlari kelantai atas tempat dimana kamarnya berada

“Duduklah, ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu” setelah Min Rin menghilang dari pandangan Jung Soo langsung to the point

“Kau lupa denganku Park Jung Soo yha” namja itu kembali menyunggingkan senyum mengejek yang pernah ditunjukkannya belasan tahun yang lalu

“Ne? apa ada yang kulupakan? Kalau ada maafkan aku, ada hal yang jauh lebih penting” Jung Soo tidak terlalu menganggap omongan Sungmin penting

“Kau bahkan berubah ratusan kali lebih sombong! Kau tidak pernah berubah! Itulah yang kubenci darimu, Park Jung Soo-sshi” namja itu menatap Jung Soo serius, tatapan mata itu kembali mengingatkan Jung Soo akan seseorang yang telah dilupakannya

Nugu? Sepertinya kau sudah mengenalku dengan baik, pertama aku ingin tau namamu. Sangat tidak adil kalau kau bahkan mengetahui segalanya dariku sedangkan namamu saja aku tidak tau” Jung Soo tidak lagi tersenyum pada namja itu, namja itu bukan orang yang bisa diajak kompromi secara baik-baik

“Mungkin kau masih ingat kata ini ‘Kau siapa? Hebat? Apamu yang hebat? Bajumu saja pink! Dasar banci!! Kalau mau melawanku kau harus berkaca dulu!’ itu kata-kata siapa? Kata itulah yang membuatku membencimu hyung” selesai namja itu bicara, wajah Jung soo seketika berubah

“KAU?!!! Aku bahkan masih ingat baju pink yang kau gunakan namun sayangnya kau lupa namamu, bajumu itu bahkan lebih berharga dari nama busukmu itu” Jung Soo menatap namja itu tajam

“Aku akan membuatmu mengingatku selama-lamanya, aku akan menjadi orang yang akan selalu kau sebut namanya, PARK SUNGMIN” lelaki bernama Sungmin itu menaikkan alisnya tinggi

“Oh benar, Sungmin. Orang yang bahkan aku tidak sudi punya appa yang sama, aku lebih baik kehilangan appa daripada harus melihat wajahmu satu detik lebih lama” Jung Soo menaikkan bibirnya

“Kau lihat betapa sombongnya dirimu, sayangnya itu tidak cukup. Aku butuh satu hal lagi, PENDERITAAN-mu” Sungmin mengangkat wajahnya tinggi

“Rupanya penderitaanku selama belasan tahun itu tidak cukup?! Kau mau apa lagi? Hartaku? Ambillah yang kau mau, itu tidak lagi penting untukku bahkan aku rela melepas ayahku hanya untuk orang sampah sepertimu” emosi Jung Soo perlahan-lahan mulai tersulut

“Aku bahkan sudah ratusan kali lebih kaya darimu, aku hanya ingin mengambil satu darimu. Adikmu yang cantik, Park Min Rin.” Sungmin terkekeh puas melihat wajah ucatJung Soo

“Kau BRENGSEK BAJINGAN! KEPARAT! Berhenti mengejar Min Rin dan pergi, aku akan melupakan semua yang telah terjadi asal kau pergi dari sini SEKARANG!” Jung Soo menahan tinjunya agar tidak melayang ke wajah mulus Sungmin

“Hahaha… apa kau pikir aku orang bodoh yang bisa kau gertak? Melupakan semuanya? Yha aku mau kau MENGINGATNYA DENGAN BAIK! SELAMA-LAMANYA!” Sungmin tertawa puas

“KELUAR DARI SINI!” Jung Soo menarik kerah baju Sungmin dan menyeretnya menjauh

“Lepas! Kau tidak bisa mengusirku begitu saja! Aku bahakan butuh belasan tahun untuk mencapai ini semua, ini tidak akan berakhir secepat ini hyung” Sungmin menepis tangan Jung Soo dan kembali lagi ketempat duduk awalnya

“Hyung?! Harus kukatakan berapa kali kalau aku tidak punya adik selain Min Rin! Berhenti sekarang juga atau aku akan memanggil Min Rin! Kau tidak akan pernah bisa menyentuh Min Rin lagi” Jung Soo menghampiri Sungmin dan menariknya keluar lagi

“KUBILANG LEPAS!!!” Sungmin menghentak tangan Jung Soo dan menatap Jung Soo tajam “Kau pikir aku tidak tau?! Aku tau semuanya! Adik bodohmu itu juga sudah tau! Dialah yang menceritakan semuanya padaku! Kau MENCINTAINYA! Kau TERGILA-GILA padanya! Kau BODOH! Berhenti seolah-olah kau berhak! Kau terlalu naif!” Sungmin berteriak seakan-akan ini rumahnya

“A… Tidak mungkin! Ti…dak mungkin Min Rin tau…kan?” Jung Soo seketika lemas, tubuhnya roboh begitu saja, ketakutannya selama ini akhirnya terjadi juga

~ Flash Back ~

Min Rin menatap diary putih itu dengan air mata yang siap tumpah, tangannya bergetar hebat. Apa yang dia baca bagai petir yang menyambar tubuhnya, kaget, shock, bersalah, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Perasaannya kini tidak berarah, gadis itu terus-menerus mengutuk dirinya sendiri yang bahkan tidak bisa mengartikan perhatian Jung Soo yang jelas-jelas berlebihan.

Gadis yang terduduk lemas itu hanya bisa menatap diary itu tidak percaya, semua rahasia Jung Soo telah terkuak. Semua telah dibaca Min Rin, tidak ada lagi salah paham diantara mereka. Permainan yang selama ini dikiranya hanya main-main ternyata diartikan lain oleh Jung Soo, bahkan tanpa sadar Min Rin telah memberi kebahagiaan palsu untuk Jung Soo.

Min Rin masih tidak mempercayai semua tulisan yang tertera rapi dalam note itu, kalimat yang singkat namun jelas sekali apa yang dituliskan disana. Kata-kata yang bahkan Min Rin tidak pernah terfikirkan akan ditujukan Jung Soo untuk dirinya. Bulu roma gadis itu berdiri, ketakutan melanda dirinya, imannya mulai goyah sekarang.

Min Rin tidak bisa menyalahkan oppanya itu, cinta itu tumbuh sendirinya seiring berjalannya waktu, Min Rin memang membutuhkan Jung Soo tapi ia hanya membutuhkan Jung Soo hanya sekedar butuh seorang oppa saja. Sayang Min Rin juga hanya sekedar sayang antar saudara saja, apakah salah jika Min Rin tidak bisa membalas perasaan Jung Soo?

“Oppa miane……” hanya kata itu yang terlontar dari bibir merahnya itu, perasaan bersalah mulai menggerogoti dirinya, air mata gadis itu tidak berhenti jatuh.

Hatinya sudah berlabuh pada Sungmin, namja yang dicintainya bukan Jung Soo…..

#.#

“Adikmu dan kau sama bodohnya! Dia menceritakan semuanya padaku, SEMUA!” Sungmin menatap Jung Soo kasihan “Silahkan saja kau racuni otak adikmu itu agar menjauhiku, katakana padanya kalau aku itu Park Sungmin, orang yang tidak jauh berbeda denganmu, aku oppanya juga bukan? Hanya saja dia lebih memilihku dari pada kau Jung Soo!”

“Hya! Jaga omonganmu! Aku bersumpah tidak akan membiarkan Min Rin meemuimu lagi! Apapun akan kulakukan, walau nyawa taruhannya aku tetap tidak akan membiarkan kalian melakukan hal ini!” Jung Soo menahan suaranya agar tidak terdengar oleh Min Rin

“Wae? Oh aku mengerti, kau sendiri bukan yang ingin memacari Min Rin? Kau sa…” sebuah tinju mendarat tepat di tulang pipi kiri Sungmin

“Berhenti mengatakan hal omong kosong!” Jung Soo menahan tangannya agar tidak melukai Sungmin lagi

“Kau! Kau berani memukulku HAH?! Bahkan orang tuaku saja tidak pernah menyakiti aku barang sehelai rambut pun! Kau akan menyesal! Kau tau apa yang akan kukatakan apa adikmu itu? ‘oppamu itu ingin memisahkan kita chagiya… kau tau kan kalau dia mencintaimu? Dia tidak suka kalau kita berpacaran, dia ingin mendapatkanmu’ kita lihat saja apa yang akan dilakukannya nanti” Sungmin memegang pipi kirinya yang lebam berkat Jung Soo

“Itu tidak masuk akal! Dia tidak akan mendengar ucapanmu, aku kenal betul siapa adikku” suara Jung Soo mulai bergetar, ada keraguan disana

“Baiklah, berpegang saja pada pendirianmu, tinggal kita lihat nanti” Sungmin melangkahkan kakinya menjauhi Jung Soo

“Jangan… jangan sakiti dia, lakukan saja apapun yang kau suka padaku, kumohon… jangan Min Rin” Jung Soo menahan Sungmin dan melemahkan suaranya

“Kau takut? Aigoo kau kasihan sekali yha Park Jung Soo… sayangnya aku lebih suka melihatmu tersiksa seperti ini, ini berkali-kali lipat lebih menyenangkan daripada aku langsung menyakitimu, ini jauh lebih sakit bukan?” Sungmin tertawa puas melihat wajah pucat Jung Soo “Ini belum apa-apa, lihat saja permainanku nanti” baru Sungmin akan melangkahkan kakinya lagi, kembali Jung Soo menahannya

“Lakukan apapun yang kau suka padaku” Jung Soo menekukkan kakinya dihadapan Sungmin, ia menundukkan kepalanya hingga kelantai. Jung Soo membuang segala keegoisannya, ia berlutut memohon-mohon bagai orang yang tidak lagi mempunyai harga diri

“Jilat kakiku” Sungmin mendekatkan kakinya pada Jung Soo

“Jilat dan aku akan melupakan semuanya”~~

TBC

 

5 thoughts on “[Freelance] May I Love You [part 5]

  1. Amit2 dah sungmin! Hoeeekk! Jng mw oppa, jng mau jilatin kaki s pinky boys itu! Bau asin! :P

    Lnjut lnjut,, jng kejem2 ama oppa gw noh! ~_~

  2. huwwaa… aku sambil nangis bacanya..
    jungsoo kasian banget..
    sungmin makin jahat aja.. pengen nabok sungmin..
    *ditabok sungmin duluan*
    jangan sampe minrin lebih milih sungmin!!

  3. Aish!! Umin!!! Pengen gw tabok nie oppa atu!
    Jahat amet sie!!
    Et dah!
    Tega amet si Umin!
    nyuruh jilat! Wah! Parah nie!
    Lanjut….

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s