7

[Freelance] May I Love You part 4

MAY I LOVE YOU? (Part 4)

Author : Wella

Tags : Sungmin, Leeteuk

Genre : Romance, angst

Sebelunya uda di post :

http://ourfanfictionhouse.wordpress.com/

Cerita Sebelumnya :

Sungmin yang menngetahui kalau jung Soo dan Min Rin adalah saudara kandung, menyusun rencana untuk membalas sakit hatinya pada Jung Soo. Namun apa rencana tersebut? Dan apakah akan berhasil?

Cast :

~ Park Jung Soo

~ Park Min Rin

~ Sungmin

 

~ Min Rin P.O.V ~

Sungmin daritadi sengat aneh, dia tidak mau pulang padahal sudah sangat lama dia dirumahku, daritadi dia bertanya banyak tentang aku dan Jung Soo oppa, mungkin dia hanya penasaran.

Dia daritadi selalu tersenyum seperti sedang memikirkan sesuatu, sepertinya dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Setelah dia puas bertanya panjang lebar akhirnya dia berinisiatif untuk pulang.

“Oppa pulang dulu” dia berdiri dari sofa yang sudah didudukinya dari 2 jam yang lalu

Continue reading

Gallery
16

Jebal, be my girl Kyurin-ah!!

Author said: huahh..udh lama gak post FF, banyak bgt tugasku+ujian tengah semester. Dan sekarang udh selesai, do’ain dpt nilai yg bagus-bagus ya!!. Oh iya, special dedicated for my chingu,,Park Kyurin. Ini FF perdana-ku yg special tuk my bestfriend bersama istrinya yg baru seumur jagung. akhirnya my evil pny istri juga. Jadi gak perlu gangguin aku sama Umin lagi…happy reading chinguu~~

-evilevilevilevil-

“Kyurin-ah, saranghae..” kata Kyuhyun tiba-tiba, saat mereka berdua sedang makan siang di café kampus.

“Mwo? Jinjayo???” Tanya Kyurin enteng, sambil melahap jajangmyoennya.

“Aku serius!!” yakin Kyuhyun.

“Hah, aku harus mengetesmu dulu” Kyurin beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Kyuhyun yang sedang melongo.

“MWO? Tes?? Apa yang dipikirkan yeoja itu? Menolak namja setampan aku?? Micheo aniya??” omelnya sambil melemparkan sumpit dengan kasar.

”Animnida, yeoja itu tidak gila” suara seorang yeoja ampuh membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya.

”Noe?” Kyuhyun berdiri dari duduknya, senyum merekah dibibirnya. Dia segera berjalan dan memeluk yeoja itu. ”Bogoshipo!!!” teriaknya.

”Nado, bagaimana kabarmu?” tanya yeoja itu sambil melepaskan pelukan Kyuhyun.

”Baik, kau sendiri?? Hmm..kelihatannya kau semakin sehat, kelihatan lebih gemuk” Kyuhyun tersenyum lagi, membentuk bulan sabit dengan matanya. ”Hah, Hyunjin-ah!! BOGOSHIPO!!” Kyuhyun memeluk yeoja yang bernama Hyunjin itu lagi.

”Ne..ne, wajar kalau kau bersikap seperti ini. Sudah lama kita tidak bertemu. Hmm, boleh aku memesan makanan??” tanya Hyunjin.

Kyuhyun tersenyum, ”Biar aku yang pesan. Chogiyo!!” Kyuhyun memanggil pelayan. ”Aku pesan Ramyeon” teriaknya membuat Hyunjin sedikit kaget.

”Kau masih ingat makanan kesukaanku??” tanya Hyunjin.

”Tentu, aku tidak akan pernah melupakan itu” jawabnya.

Sementara tak jauh dari tempat mereka berdua duduk, seorang yeoja yang tak lain adalah Kyurin merungut sebal. ”Apa-apaan dia? Baru saja mengucapkan cinta padaku, sekarang sudah bermesraan dengan yeoja lain. Nappun namja! Jo Kyuhyun NAPPUN!!” geramnya, hingga buku tebal yang sedang dipegangnya menjadi kusut.

Kyurin pergi meninggalkan pemandangan yang membuat darahnya naik. ”Sebaiknya aku ke perpustakaan. Itu akan membuatku lebih santai” Kyurin melangkahkan kakinya menuju perpustakaan, tentu saja dengan perasaan yang panas.

***

”Ah maaf” Kyurin sedikit kaget saat ia secara tidak sengaja menjatuhkan sebuah kamus kekepala yeoja yang sedang asik membaca sebuah buku fiksi.

”Ne, gwenchana..” yeoja itu tersenyum pada Kyurin, dan Kyurin semakin kaget sewaktu melihat dengan jelas wajah yeoja itu.

”Kau??”

”Ah, Hyunjin imnida. Aku bukan mahasiswa disini. Jadi, wajar kalau kau tidak pernah melihatku sebelumnya.

”Oh, Kyurin imnida..” Kyurin mencoba seramah mungkin.

”Hyunjin-ah!!” teriak Kyuhyun dari luar pintu kampus. Dia langsung menghampiri Hyunjin. ”Eh, Kyurin? Dia Hyunjin, dia…” Kyuhyun mencoba mengenalkan Hyunjin pada Kyurin.

”Aku ada kelas, permisi!” kata Kyurin dengan ketus dan meninggalkan Kyuhyun yang sedang ternganga lebar lagi, dan Hyunjin dengan senyum misteriusnya.

”Ada apa dengan yeoja itu?? Dasar aneh” Kyuhyun memanyunkan bibrnya.

”Tapi kau menyukainya kan?? Dasar! My evil jatuh cinta pada yeoja yang lebih evil darinya!!” Hyunjin mengacak-acak rambut Kyuhyun.

”Yak!! Awas kau!!” Kyuhyun mengejar Hyunjin yang sudah lari duluan.

***

Kyurin POV

Apa-apaan mereka berdua? Pamer kemesraan dihadapanku? Dasar kau, Kyuhyun BABO!! Siapa tadi? Hyunjin? Ok, dia memang kelihatan lebih imut dibanding denganku-author PD-tapi,..akhhhh, untuk apa juga aku memikirkannya.

Aku melangkahkan kakiku kearah yang tidak jelas. Sebenarnya aku berbohong saat kubilang aku ada kelas. Habisnya dadaku sesak jika melihat mereka berdua. Sebaiknya aku makan di cafe favoritku, PUMPKIN CAFE.

Sejarah dari cafe itu sangat unik. Tentu saja sejarah dari pemiliknya. Dari cerita yang kudengar, pemilik cafe itu ada dua orang yang saling mencintai saat mereka pertama kali bertemu. Dan sang namja, pada saat mereka pertama bertemu itu tanpa basa-basi dia langsung menyatakan perasaannya. Dan hal yang tak terduga terjadi, sang yeoja juga tanpa ragu menerima pernyataan namja itu. Ah,,sungguh cerita yang menurutku liar. Tapi, yang membuatku kagum sampai sekarang mereka masih bersama. Dan terdengar kabar kalau mereka telah menikah. Aku juga ingin menikah dengan….

Argghhh, kenapa yang kupikirkan namja bodoh itu. Jo Kyuhyun, hilanglah kau dari pikiranku sekarang juga. Aku komat kamit membacakan mantra untuk mengusir bayangan Kyuhyun, tapi….

”Jagiya! Apa yang kau lakukan? Komat-kamit tidak jelas” suara ini, tak lain milik, Kyuhyun?

”YAK!! Micheo aniya!!” teriakku kesal, wajahku mulai memanas karena malu. Dia memanggilku apa tadi? Jagiya?? OH My…

”Anio, aku masih waras. Kau yang tidak waras, komat-kamit tidak jelas” Kyuhyun mengambil tempat duduk tepat dihadapanku. ”Ini tempat favoritku, kau juga sering kesini ya??” tanyanya sambil melihat kesekeliling.

”Ne” jawabku seadanya.

”Ya, cafe ini milik hyungku. Jadi aku sering datang kesini. Yang lebih asik, aku dapat discount” katanya berbisik. Membuatku mengulum senyum menahan tawa.

”Hmm..apa kau menerimaku??” tanya Kyuhyun membuatku menghentikan senyumku.

”Sudah kubilang aku akan mengetesmu dulu” jawabku.

”Jajangmyeon datang!!” Hyunjin membawa 2 piring jajangmyeon di tangannya.

”Aduh, gak usah repot-repot bawain kesini. Aku bisa kedalam kok” Kyuhyun menyambut Hyunjin, tapi matanya tertuju pada jajangmyeon itu. Dasar, pikirannya sekarang pasti dipenuhi dengan ‘betapa enaknya jajangmyeon ini’.

”Kyurin-ssi, silahkan dinikmati. Kubuat dengan tanganku sendiri. Selamat makan, aku kedalam dulu” Hyunjin tersenyum ramah padaku. Hey, dia membiarkan namchinnya makan berdua dengan yeoja lain? Dasar aneh.

”Kenapa melamun? Kalau tidak mau biar aku saja yang makan” Kyuhyun menarik piring jajangmyeonku, tapi kutahan.

”Aku juga lapar!”

***

”Kyurin-ah, terimalah daku!!” teriak Kyuhyun dari tengah-tengah kampus. Kyurin menutupi wajahnya dengan buku-buku yang ada ditangannya, menutupi malu.

”Kyurin-ah, jagiya…jebal~~” lagi-lagi Kyuhyun bertingkah gila.

”Ok! Kalau kau tidak mau menatapku sekarang, aku akan…” dia kelihatan berpikir. ”aku akan…ha! aku akan bermain PSP satu minggu penuh tanpa makan dan minum!!” ancaman Kyuhyun membuat Kyurin berhenti melangkah.

”Yak! Kau gila sekaligus aneh! BABO!!” teriak Kyurin dan melanjutkan langkahnya keluar dari lingkungan kampus. ”Dia sudah gila apa? Sudah jelas-jelas mempunyai yeochin yang cantik dan baik. Masih saja berniat selingkuh, bahkan terhadapku yang sudah pernah bertemu dengan yeoja yang bernama Hyunjin itu” langkah Kyurin terhenti ketika dilihatnya sosok yang sangat dikenalnya untuk 2 hari ini, Hyunjin. Dia sedang~~

”Tidak mungkin, pasti aku salah lihat” gumam Kyurin sambil mengucek-ucek matanya. Hyunjin sedang berciuman dengan namja, dan namja itu bukan Kyuhyun. ”Aku harus memberitahu Kyuhyun sekarang” aku berlari menuju kampus lagi.

”Kyuhyun-ah!” panggilku padanya yang sedang menyantap jus jeruknya. Senyum mengembang dikedua bibirnya.

”Apa kau berubah pikiran??” tanyanya senang. Kyurin memutar kedua bola matanya.

”Bukan itu, tapi kulihat Hyunjin sedang berciuman dengan namja lain?” bisik Kyurin ditelinga Kyuhyun. Tapi reaksi Kyuhyun>>

”Apa hubungannya denganku??” pertanyaan itu membuat Kyurin ternganga lebar.

”Apa maksudmu??” tanya Kyurin. ”Bukankah dia yeochin-mu??” Kyurin mengerutkan keningnya.

”Hahahaha, tentu saja bukan! Siapa juga yang mau dengan yeoja galak sepertinya” Kyuhyun bergidik ngeri-kyu minta dibanting-.

”Jadi maksudmu~” Kyurin masih bingung.

”Aahh…jangan bilang kau mengira dia pacarku!” tebak Kyuhyun. Kyurin menundukkan kepalanya, dan menganggukkan kepalanya.

”HAHAHAHAHAHA!!!” tawa keras keluar dari Kyuhyun.

”YAK! Jangan tertawa seperti itu, aku semakin malu! BABO!!” Kyurin menepuk kepala Kyuhyun, membuat Kyuhyun berhenti tertawa.

”Hah, baiklah..makanya kalau aku bicara dengarkan sampai tuntas, BABO! Hyunjin itu sahabatku, dia sudah lama tinggal di Jepang. Dan baru pulang 2 hari yang lalu. Hmm,, ikut aku!” Kyuhyun menarik Kyurin menuju Pumpkin Cafe. Dimana disana mereka bertemu Hyunjin tengah berbincang dengan seorang namja.

”Hyunjin-ah!! Hyung!!” panggil Kyuhyun. Kedua orang itu langsung tersenyum saat melihat orang yang memanggil mereka.

”Kyu, kau membawa yeochin-mu??” tanya namja itu.

”Hmm, jadi apakah kalian berdua sudah…” Hyunjin tersenyum penuh arti.

”Belum, bahkan dia mengira aku berpacaran denganmu. Kalau itu terjadi, aku pasti akan mati dibunuh Sungmin hyung” Kyuhyun melirik kearah namja yang bernama Sungmin itu.

”Ya, aku akan membunuhmu dengan cara halus. Tidak ada jajangmyeon dan GAME” Sungmin menekankan kalimatnya. Kyuhyun bergidik ngeri.

”Jadi, ini…” Kyurin masih bingung.

”Oh iya, ini Sungmin hyung. Pemilik cafe ini, dan dia adalah suami dari Hyunjin” jelas Kyuhyun. Kyurin baru mengerti sekarang.

”Bahkan sebentar lagi kami akan memberikan keponakan untuk Kyuhyun” sambung Sungmin.

”Jinja??” tanya Kyuhyun kaget.

”Loh, yeobo. Kau belum memberitahu Kyu??” tanya Sungmin.

”Hehe, aku kira dia sepintar yang kalian bilang. Tapi dia sama sekali tidak sadar dengan perubahan pola makanku yang bertambah 5x lipat dari biasanya. Ternyata Jo Kyuhyun itu babo” kata Hyunjin seenak teingnya.

”Yak, apa yang kau katakan?” Kyuhyun kelihatan tidak terima.

”Jadi, apa keputusanmu Kyurin-ah. Menerimanya??” tanya Hyunjin tanpa mempedulikan Kyuhyun.

Kyurin tertunduk malu, dan menganggukkan kepalanya. ”Mwo? Jeongmal?? HUAAAA!!! TUHAN TERIMA KASIH!! Jagiya!! GUMAWO!!!” Kyuhyun mengangkat Kyurin dan membawanya berputar-putar.

”AaAA~~~~~~~ KYU, turunkan aku!! PUSING!!” Kyurin meronta-ronta.

”Kyu, kasihan. Turunkan dia” suruh Sungmin. Dan Kyuhyun mengikuti permintaan itu.

”Gumawo Kyurin-ah!” Kyuhyun mengecup kening Kyurin, membuat pipi Kyurin memerah.

”Chukae!! Akhirnya evilku mempunyai yeochin juga” Hyunjin mendekati Kyurin. ”Kalau Kyuhyun macam-macam denganmu, bilang saja padaku atau Sungmin oppa. Kami tidak akan segan-segan untuk menghukumnya” kata Hyunjin dengan senyum evilnya.

”Hyunjin-ah, kau lebih evil dibandingkan denganku” Kyuhyun menarik Kyurin dan memeluknya.

Akhirnya, kedua orang itu memulai kehidupan baru mereka. Dan katanya mereka juga ingin mengikuti jejak Sungmin dan Hyunjin, yang langsung menikah setelah 1 bulan pacaran. Sungguh ajaib dua pasangan ini.

-evilevilevilevil-

Author said: mian kalo jelek,,dan terlalu pendek. Ini FF dadakan soalnya..hehe. Leave some koment please!!

21

7 YEARS WITHOUT LOVE PART I

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Han Chaeri

Lee Donghae

Support cast : Masih dalam proses

Genre : Romance

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), PG-13

Disclaimer : semua cerita hanya karangan aku, hanya imajinasi aku sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

POV : Ceritanya cuma aku ambil dari sudut pandang Chaeri dan Donghae

“Mencintai adalah sebuah alasan untuk bisa bernafas setiap hari” Ocha Syamsuri

***

7 YEARS WITHOUT LOVE

Han Chaeri POV

Aku memeluknya dengan sangat erat. Tak bosan-bosannya aku mensyukuri telah memiliki namja yang berada di sampingku ini. Aku beruntung sekali bisa mencintai dan di cintai seperti ini. Dan juga bisa di
cintai oleh namja super sempurna ini adalah hal yang luar biasa didalam hidupku. Aku tidak menginginkan hal yang lain selain hidup bersamanya. Aku mencintainya melebihi jumlah udara yang kuhirup setiap hari.

Kami memang saling mencintai tapi kami tidak bisa merefleksikan cinta kami secara nyata. Dia Lee Donghae, telah memiliki seorang calon istri, dan calon istrinya itu adalah sahabat karibku sendiri. Walaupun aku dan Lee Donghae telah saling mengenal sejak tujuh tahun yang lalu
dan terikat dalam suatu pernikahan tapi aku tetap tidak tega menyakiti hati sahabatku ini.

Aku cukup puas bisa berdekatan dengan suamiku seperti ini walaupun aku harus menahan hati melihatnya bersanding dengan yeoja lain.

“Demi tuhan Lee ChaeRi ! Hentikan sandiwara ini.. Aku tidak ingin melukaimu lebih dalam ini. Kau itu istriku! Apa kau gila menyuruhku menikahi yeoja itu?”

Aku menggelengkan kepalaku dan tetap membenamkan badanku kedalam pelukannya.

“Aku hanya tidak ingin melukai sahabatku sendiri oppa. Dia sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Selama kita berpisah dia lah yang terus membantuku.”

“Dan kau tidak memperdulikan perasaanku? Kau egois Lee Chaeri !”

“Oppa, jangan panggil aku Lee Chaeri di depan Kim Hyuna. Panggil aku Han Chaeri.”

“Andwae.. Sampai kapanpun kau adalah istriku, dan margamu adalah Lee. Kau adalah satu-satunya sumber oksigenku yang kuhirup setiap hari. Aku mohon Chaeri-ya, jangan siksa aku seperti ini.”

“Oppa…”

***

Lee Donghae POV

Astaga!

Apa istriku ini sudah gila?

Kenapa dia tetap saja menginginkan aku menikah dengan sahabatnya? Aku sudah pernah merasakan yang namanya HIDUP TAPI TIDAK ADA PERASAAN selama tujuh tahun karena berpisah dengannya dan kini setelah kami bertemu lagi dia malah menyuruhku menikahi seorang yeoja yang bahkan melihatnya pun aku tidak bisa. Mataku, hatiku, dan pikiranku semuanya di penuhi dengan nama Lee Chaeri. Bagaimana bisa aku menikahi yeoja itu?

Aku merasakan kemejaku yang basah karena airmata malaikat kehidupanku ini.

“Chaeri-ya, lebih baik kau membunuhku saja daripada kau menyuruhku melukaimu seperti ini. Dari dulu aku tidak pernah mengijinkanmu menangis, dan kau melupakan laranganku yang satu itu?”

Dia mengangguk didalam pelukanku. Aku mengelus rambutnya dan mengecup puncak kepalanya. Lee Chaeri adalah oksigenku, bagaimana mungkin aku hidup tanpa ada dirinya?

“Lee Chaeri berhenti menangis atau kau akan kubawa ke atas ranjang?”

Aku hampir frustasi melihatnya menangis seperti ini. Aku tidak ingin dia terluka, walau sedikit pun.

“Oppa, kau mesum sekali.”

Dia berkata dengan suara tertahan lalu menangis lagi.

Ya Tuhan, aku ingin tertawa karena kata-kata ‘MESUM’nya itu tapi aku tahan mengingat tangisannya semakin keras.

“Chaeri-ya, berhenti lah menangis. Nanti aku akan membelikanmu es krim stroberi ukuran jumbo deh.”

“Oppa, kau jahat.. Kau kira aku anak kecil? Aku sudah 26tahun oppa.”

“Chaeri-ya..”

“Es krimnya double jumbo ya oppa..”

Aku terkekeh mendengarnya. Lee Chaeri, istriku, sikapmu tidak pernah berubah dari tujuh tahun yang lalu. Kau selalu seperti ini. Kau selalu membuatku merasa seperti satu-satunya seorang namja yang bisa
memilikimu.

“Chaeri-ya, jangan mengelap ingusmu di kemejaku ya.”

“OPPA!”

Hahaha, senang sekali rasanya bisa mengerjainya seperti ini. Dan senang sekali ternyata reaksinya tetap sama seperti tujuh tahun yang lalu.

Lee Chaeri, kau ingin aku menikahi yeoja itu? Itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Aku tidak ingin kehilangan kau lagi, sumber oksigen satu-satunya tempatku bernafas.

***

Aku tersenyum kecil melihat wajahnya terlekuk sepuluh seperti itu. Sesekali ia mengacak rambutnya kesal. Aku memang sengaja memberinya tugas yang sedikit sulit. Ini adalah balasan karena dia berani
menangis di hadapanku.

Ada dua hal yang paling kularang di hidupnya, pertama ia menatap namja lain, kedua ia menangis di hadapanku dan di belakangku. Darahku akan mendidih kalau ia menatap namja lain dan aku tidak akan segan-segan untuk menyingkirkan namja itu dari kehidupannya.

Lee Chaeri itu milikku, hanya aku yang boleh menyentuh dan memilikinya. Karena aku pemiliknya, aku juga tidak mengijinkan dia menangis. Duniaku terasa runtuh jika melihat airmata itu mengalir di wajahnya. Aku tidak akan pernah mau menyakitinya. Dia itu milikku, permaisuri di singgasana cintaku.

Aku melirik ponselku yang bergetar di atas mejaku, dan senyumku makin mengembang takala melihat pesan darinya.

From : My Oxygen

Oppa~ aku kutuk kau!! Arghh~ kau tega memberiku tugas super sulit seperti ini..

Tanpa menghentikan senyumanku aku mengetik sederet kalimat membalas pesannya.

To : My Oxygen

Panggil aku Presdir Lee Donghae. Ini adalah kantor Lee Chaeri..

Tak lama kemudian pesan balasan darinya pun datang.

From : My Oxygen

Oke, presdir Lee Donghae yang terhormat.. Jangan harap kau bisa menyentuh diriku malam ini..

Aku terkekeh lagi dan melirik ke tempat meja kerjanya. Ia menoleh kearahku dan memeletkan lidahnya. Ia segera melanjutkan pekerjaannya saat salah satu supervisor berkeliling mengawasi kerja para karyawan.

Aku memang sengaja menaruh meja kerjanya berada di jangkauanku, agar aku bisa melihatnya setiap hari dan juga memantaunya. Aku tidak suka ia berhubungan dengan namja manapun walaupun hanya sebatas teman.

Aku menghirup udara sedalam-dalamnya. Sudah lama aku tidak bisa bernafas selega ini. Kulihat sekretarisku menatapku aneh, mungkin saja ia menganggapku setengah gila sekarang ini, tapi aku tidak peduli.

***
Aku terus terhanyut di dalam pekerjaanku sampai ketika sekretarisku masuk ke dalam ruanganku, ia menyerahkan beberapa berkas yang harus ku tandatangani.

“Beberapa hari ini anda terlihat sangat bercahaya Direktur Lee.” ujarnya lalu menyerahkan selembar berkas terakhir yang harus aku tandatangani.

Aku mengambil berkasnya dan menorehkan tandatanganku lalu menyerahkannya kembali.

“Benarkah? Memangnya selama ini wajahku bagaimana? Seram begitu?” ujarku setengah bercanda.

“Ah~ ye? Bukan begitu Direktur. Ahh, maafkan aku telah bersikap lancang.”

“Tidak apa-apa, katakan saja.”

“Aku sudah hampir tiga tahun menjadi sekretarismu, dan baru hari ini aku melihat anda benar-benar hidup.”

“Maksudmu selama ini aku mati?”

“Ani, maksudku selama ini anda memang hidup tapi hanya tubuhmu. Anda memang bekerja seperti biasa tapi anda tidak pernah tersenyum dan bercahaya seperti saat ini. Anda biasanya hanya menyahut jika ditanya, dan tidak suka jika diajak mengobrol terlalu lama. Bahkan selama tiga tahun ini baru hari ini kita mengobrol. Ahh, maafkan kelancanganku.”

“Gwaenchana, aku senang kau memperhatikan aku.”

“Ngomong-ngomong kalau boleh tau, apa penyebab anda bisa seperti ini direktur?”

“Aku hanya menemukan kembali sumber oksigenku..”

***

Lee Chaeri POV

Arghh~ dasar ikan nemo menyebalkan!

Kepalaku sudah cukup sakit memikirkan bagaimana menyelesaikan tugas ini. Sepertinya ia sengaja
menyalah gunakan kedudukannya sebagai Presiden Direktur untuk mengerjaiku habis-habisan.

Aku meregangkan tubuhku sehingga timbul bunyi yang cukup keras. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling kantor. Ini sudah jam 12 siang, pantas saja jika sudah sepi. Aku melirik ke ruangannya dan aku
menghela nafasku saat melihat dia masih hanyut dalam pekerjaannya. Dia selalu seperti itu. Aku mengambil bekal makananku yang sengaja aku bawa dari rumah. Segera saja aku memasuki ruangannya. Suasana kantor sekarang sudah sepi, aku tidak perlu lagi bertata krama.

Aku menaruh bekalnya di atas meja tamu, lalu berjalan kearahnya. Aku duduk diatas pangkuannya dan tanpa menghiraukan protesannya aku menyimpan filenya lalu mematikan komputernya.

“Kita makan dulu oppa..” ajakku lalu menariknya ke kursi tamu yang terletak tak jauh dari meja kerjanya.

“Aku kira kau masih ngambek karena tugas itu.”

“Ngambeknya nanti akan ku teruskan, sekarang kau makan dulu oppa.” Aku menaruh beberapa makanan ke atas wadah lalu menyuapinya makan. Lee Donghae memang seperti ini, ia selalu minta di suapin seperti anak kecil. Tapi tak apalah, aku senang melakukannya.

***

Sepulang dari kantor, kami mampir dulu ke supermarket karena persediaan makanan di Apartemen kami. Baru-baru ini aku memang tinggal di Apartemennya. Ia tidak mengijinkanku tinggal di Apartemen miniku dulu. Katanya ia tidak mau lagi melihatku hidup susah seperti tujuh tahun yang lalu.

“Oppa, jangan masukkan apapun lagi. Kau pikir kita mau berpesta hah?”

Aku menaruh kembali semua makanan yang dia taruh kedalam trolly. Astaga dia ini.. Masa semua makanan dia masukin semua ke dalam trolly. Dia pikir aku mau jualan apa?

“Tapi kita memerlukan semua itu kan?” protesnya tak terima.

“Tapi hanya secukupnya oppa, ini saja sudah terlalu banyak untuk kita berdua.”

“Tapi..”

Aku menghentikan ocehannya dengan sebuah kecupan kecil di bibirnya. Manusia ikan yang berotak mesum ini memang harus di cium begini baru dia berhenti mengoceh. Aku merangkul lengannya lalu mendorong trolly menuju meja kasir.

***

Lee Donghae POV

Hal yang paling aku sukai dari sumber oksigenku ini adalah ia selalu merasa cukup dan tidak pernah mengeluh. Kami pernah mengalami hal-hal tersulit tapi ia tidak pernah mengeluh, ia bahkan selalu bersyukur. Entah bersyukur dalam konteks apa.

Setelah memakirkan mobilku, aku menelpon petugas apartemen menyuruh mereka untuk membawakannya ke apartemenku. Aku menggendong istriku dengan hati-hati agar ia tidak terbangun. Ia pasti amat kelelahan sampai-sampai tertidur di dalam mobil.

Aku menaruh istriku ke atas ranjang lalu melepaskan high heelsnya dan menyelimutinya. Suara bel apartemen berbunyi, aku segera menuju ke pintu. Petugas keamanan menyerahkan barang belanjaanku. Setelah memberikan beberapa won ke petugas itu aku menuju ke dapur dan menaruh barang itu.

Setelah selesai merapikan diri dan mengganti pakaian, aku tidur di sebelah istriku lalu memeluknya sebelum aku terlelap.

***

Aku tidak pernah berhenti bersyukur bahwa wanita yang berada didalam
pelukanku ini adalah wanita yang telah kumiliki seutuhnya. Aku tidak
akan pernah berpikir untuk meninggalkannya lagi ataupun menuruti
permintaannya seperti tujuh tahun yang lalu. Seperti apapun ia
memohon, hal itu tidak akan pernah aku lakukan lagi. Cukup sekali saja
kebodohan yang kulakukan.

Yeoja yang berada didalam pelukanku ini menggeliat pelan, ia membuka matanya perlahan dan tersenyum tipis.

“Oppa, aku ingin mandi.” Suara seraknya membuat sistem aliran darahku terhenti.

“Oppa..” Ujarnya lagi. Kini ia mengelus wajahku. Aku mencium kedua kelopak matanya dan pipinya. Aku tidak sanggup untuk mencium bibirnya. Aku pasti akan menerkamnya pagi ini jika aku melumat bibirnya.

***

“Oppa, turunkan aku..”

Aku tidak menghiraukan teriakannya dan tetap menggendongnya menuju ke kamar mandi.

Ternyata aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menyentuhnya.

***

Lee Chaeri POV

Aku tersenyum malu mengingat perlakuannya tadi. Astaga, kami tadi melakukan ITU didalam kamar mandi. Dan ku akui dia sangat hebat tadi saat melakukan ITU.

“Chaeri-ya, jangan senyum-senyum begitu, kau membuatku ingin membawamu kembali ke Apartemen.” ia melirik kearahku dan menyunggingkan senyuman usilnya.

“Oppa~ kau benar-benar gila ya. Masa melakukan itu didalam kamar mandi?”

“Wae? Bukannya kau yang mendesah paling keras tadi?”

Aku memukul kepalanya cukup keras. “Dasar yadong!!”

Dan ia kembali menertawaiku, membuatku semakin malu saja.

***

Lee Donghae POV

Mukanya yang kemerahan menahan malu membuat pengendalian diriku sedikit goyah. Aku mohon Lee Chaeri, hentikan ekspresimu itu. Aku ada rapat penting hari ini, aku tidak ingin menikmati tubuhmu dulu, bisa-bisa aku lupa diri nanti.

“Dasar yadong!!”

“Berhenti mengatakan itu atau aku akan memutar kembali ke apartemen.” Bibirnya mengerucut menahan kesal. Maafkan aku istriku tersayang, tapi aku sangat senang menggodamu seperti ini.

***

Aku membalas salam hormat dari para karyawan yang ku lewati saat menuju ke ruanganku. Sementara Lee Chaeri berjalan tiga meter di belakangku. Sebenarnya aku tidak ingin begini, aku ingin memberitahu
jika wanita ini adalah milikku. Tapi karena permintaan bodohnya itu aku harus menahan diriku. Tapi kujamin hal ini tak akan lama. Secepatnya aku akan mengumumkan jika ia adalah milikku.

Baru saja aku mau memasuki ruanganku tiba-tiba saja rasa enggan menghinggapiku. Yeoja yang bernama Kim Hyuna ini dengan lancangnya duduk di atas kursiku. Ia tersenyum ke arahku lalu dengan serta merta menghambur ke pelukanku. Aku melirik ke arah istriku dan ku lihat ia menatapku dengan ekspresi yang sulit aku deskripsikan. Aku melepaskan pelukannya dengan kaku lalu mengambil ponselku dan mengetik sebaris kalimat.

To : My Oxygen

Jangan pikirkan apa yang kau lihat tadi. Aku hanya mencintaimu. Cinta yang sama seperti dulu.

Aku tersenyum saat melihat oksigenku menyunggingkan senyumannya setelah membaca pesanku tadi.

“Oppa, kau tidak kangen kepadaku?” ucap Hyuna dengan nada manja.

“Hyuna-ssi, ini di kantor. Aku mohon jaga tingkah lakumu.” Aku berusaha menahan ucapanku agar tidak berkata ketus terhadapnya.

“Mianhae oppa, tapi aku sangat merindukan oppa. Kita kan sudah seminggu tidak bertemu.”

Aku tidak menghiraukan ocehannya dan meneruskan pekerjaanku yang sempat tertunda.

***

Aku dan Lee Chaeri itu sudah menikah sejak tujuh tahun yang lalu. Mungkin karena aku memutuskan menikah di usiaku yang masih sangat muda sehingga membuat kedua orang tuaku menentang pernikahan ini. Singkat cerita, kami memutuskan kawin lari dan hidup di kota terpencil.

Walaupun kami hidup penuh dengan kesusahan tapi kami tidak pernah bertengkar. Hari-hariku saat itu penuh dengan kebahagiaan. Aku tidak peduli dengan badanku yang menghitam karena pekerjaanku sebagai kuli. Aku juga tidak peduli dengan tangan-tanganku yang menjadi kasar. Aku hanya ingin mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecilku.

Kami terus saja menikmati hari-hari kami sampai akhirnya hari itu datang. Hari dimana Chaeri memintaku untuk mengejar karirku di Seoul. Dan dengan bodohnya aku mengiyakan permintaannya, dan pergi ke Seoul seorang diri.

Jika aku tau sulitnya hidup seorang diri tanpa ada dirinya, tentu aku akan terang-terangan menolak permintaan konyolnya itu. Dia adalah oksigenku, bagaimana aku bisa hidup berjauhan dengannya?

Kembali kepersoalan utama, ketika aku kembali dari Seoul dua tahun sesudahnya, aku mendapati kabar jika istriku kabur entah kemana. Aku sudah mencari keberadaannya di seluruh Korea, bahkan ke Jepang. Tetapi hasilnya tetap nihil. Dan entah sejak kapan aku jadi enggan berbicara dengan orang lain. Yang ada di pikiranku hanya istriku seseorang.

Setelah beberapa bulan aku sibuk mencari istriku, orang tuaku mendatangiku dan memintaku untuk kembali lagi. Awalnya aku menolak tetapi dengan bujukan dan iming-iming mereka akan membantu mencari istriku, akhirnya aku menyetujuinya.

Beberapa tahun setelahnya aku mewariskan seluruh harta orang tuaku, dan aku juga menjabat sebagai Presiden Direktur di semua perusahaan orang tuaku.

Aku baru tau jika orang tuaku itu amat egois, mereka seenaknya memaksa dan menjodohkan aku dengan salah satu anak relasi mereka. Aku menolak? Tentu saja.. Tapi karena aku tidak tega dan juga karena tidak tahan dengan desakan mereka, akhirnya aku menyetujuinya.

Dan itu kebodohanku yang kedua.

Aku sudah mencoba untuk menerima yeoja yang di jodohkan denganku, tapi sekeras apapun aku mencoba, makin keras pula ingatanku akan penyesalanku karena telah meninggalkan istriku.

Setahun setelah perjodohan konyol itu, secara ajaib aku bertemu lagi dengan istriku. Dan ajaibnya lagi dia adalah sahabat dari yeoja yang di jodohkan oleh orang tuaku itu. Yang seharusnya aku lakukan saat ini adalah menariknya kembali sebagai Nyonya Lee. Tapi karena perjodohan itu, istriku menolak dan malah memaksaku untuk menikahi sahabatnya itu, karena dia merasa hutang budi dengan yeoja itu.

Sayangnya aku tidak mau lagi menjadi orang bodoh, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikahi yeoja itu. Jika bisa memilih, aku lebih baik melepaskan semua yang aku punya dibandingkan melepaskan istriku, sumber oksigenku.

***

TBC …..

AIGOO!! FF MACAM APA INI?? HANCUR BANGET -_______________-

Maaf banget udah ngepost FF hina dan busuk seperti ini… *deep bow*

Ehmm, sebenarnya aku ngebuat FF ini dalam dua versi. Ceritanya hampir sama, cuma berbeda versi.. Versi satunya bakal aku post, tapi nanti.. setelah FF ini tamat..

Dan, kalau ingin ngebaca kelanjutan dari FF ini.. Kembali ke peraturanku..

Komen sedikit = lanjutan lama

11

[Freelance] The Notes Temple {prolog}

The Notes Temple

[ prolog ]

 

Mungkin sekaranglah waktun bagiku untuk pergi dari kehidupannya , tapi haruskah aku pergi ?? Jujur aku tak ingin meninggalknnya . Kini aku mencintainya tapi salahkah bagiku untuk mencintainya?? Salahkah jika aku meminta dia untuk ada disampingku ?? aku hanya ingin dia ada disampingku saat  aku membutuhkannya .

Mungkin perkataan semua orang itu memang benar , aku mungkin hanyalah “Notes Temple” dihidupnya . mungkin hidupku ini hanyalah sebuah notes temple dimata semua orang , ya sebuah notes temple yang mudah untuk ditulisi apapun dan jika kau sudah tak membutuhkannya lagi kau bisa langsung membuangnya .

Ironi sekali hidupku ini ya memang sangat ironi  , mungkin bagi Sungmin Oppa pun aku hanyalah sebuah Notes temple dihidupnya . Ia dengan gampanya menyuruhku untuk melahirkan bayinya ini dan setelah itu ia memintaku pergi untuk selamanya dari kehidupannya . betapa mudahnya ia memintaku untuk melakukan itu semua , ia bahkan tak pernah memikirkan perasaanku . pernahkah ia berpikir aku juga seorang manusia , aku juga punya hati dan hati ini juga akan merasakan sakit jika ada yang menyakitinya .

Jangan pernah berpikir jika aku tak pernah merasakan sakit hanya  karena aku tidak pernah berteriak ataupun menangis dihadapannya lantas kau menganggapku tak tersakiti, jika boleh aku jujur sebenarnya aku ingin menangis . menangis sejadi-jadinya untuk mengungkapkan bagaimana sakitnya hatiku bila perlu aku ingin menangis dihadapannya agar ia tahu bagaimana sakitnya hatiku.

Dengan mudahnya ia berkata jika aku tak boleh sampai mencintainya , apakah ia berpikir aku tak pantas untuk  mendapat cinta , ia juga melarangku untuk menemui namja lain meskipun itu temanku sama sekali . tapi dia ?? dia bebas membenciku ataupun menyukaiku , ia juga bebas untuk bertemu dengan yoeja lain . apakah itu adil ??? apakah ia pernah berpikir jika aku ini sedang mengandung anaknya , dan betapa sakitnya hatiku untuk melihatnya bersama dengan yoeja lain.

Sekarang aku akan menyelesaikan tugasku yaitu melahirkan anaknya dan segera pergi dari kehidupannya , aku tak ingin merasakan sakit lebih dari ini.

*To Be Continue*

Author : Lee Jae Sung a.k.a Nuy

Tag : Sungmin superjunior , Teuki superjunior

Note : Gimana apakah prolognya jelek ????

Apakah harus dilanjutkan ???

Aku tunggu respon dari reader semua

Thanks for your reading ^o^

 

2

And Our Memories [Part4]

Title : And Our Memories

Main Cast :

Song Eunjin

Choi Jonghun

Other Cast : FT.Island

Image and video hosting by TinyPic

 

Suara bel pintu Apartemen Jonghun terdengar, aku membukanya.

Kulihat Hongki didepan pintu.

“Sebentar aku mengambil tas…” ujarku, aku berangkat kerja bersama Hongki, sejak hari kedua kerja, dia selalu mengantarku pulang dan menjemputku saat akan berangkat kerja.

Aku tak secanggung dulu dengan Hongki, kini aku lebih biasa dengannya. Continue reading

9

[Freelance] Ulysses Moore, Pintu Waktu {prolog}

Ulysses More ??????

Eps. Pintu Waktu [ prolog ]

 

 

 

 

 

 

Kulihat sejenak Rumah tersebut , entah kenapa hatiku mengatakan jika rumah tersebut seperti berbicara padaku. Pernah suatu hari saat aku pertama kali masuk kedalam rumah ini tiba-tiba aku mendengar sebuah suara

Temukanlah Rahasia

Yang tersimpan

Dibalik rumah ini

……………………..

Awalnya aku tak pernah percaya dengan semua itu , karena mana mungkin ada rumah yang bisa berbicara ??? . tapi beberapa hari setelah aku mendengar suara tersebut aku jadi sering mendengar suara derap langkah kaki seseorang di lantai atas padahal saat itu aku tengah sendirian dirumah .

Sempat terpikir olehku apakah itu hantu??? Tapi mana mungkin hantu bisa berjalan ?? itulah yang pertama kali aku pikirkan .tapi saat aku membaca sebuah buku paranormal , semua pemikiran awalku tiba-tiba berubah . sat aku membaca buku tersebut dalam buku tersebut ditulis jika hantu bisa menandakan keberadaannya dengan suara derap langkah kaki , maupun suara – suara aneh .

Aku kembali terpikir kejadian sehari sebelumnya , saat aku mendengar suara aneh itu .

Apakah benar ini semua ada hubungannya ????

Karena penasaran aku langsung membuka halaman terakhir buku itu , Dan aku mendapatkan sebuah tulisan yang berkata jika

“Hantu biasanya menghuni setiap rumah

yang memiliki sebuah masalah

Dan masalah itu belum sempat terselesaikan

……………………………………..:”

Tapi apakah aku harus benar-benar mencari tahu kebenaran dari semua ini ??

Ataukah aku tak perlu melakukan apa yang rumah ini katakan padaku

Tapi benarkah dirumah ini ada hantu ?? yang jelas aku tertantang untuk mencari tahu kebenaran dari semua ini .

Mungkin aku akan disebut gila bila menceritakan semua yang kualami ini kepada orang lain

Tapi aku mendapatkan sebuah misteri yang harus dipecahkan . Dan aku sangat menyukai misteri

………..

Kita lihat saja nanti apaka aku dapat menemukan Rahasia dibalik Rumah yang bernama “ Argon mayorn” ini …………

Atau seseuatu yang buruk akan terjadi padaku

…………..??????????????

Bersiap-siaplah hantu , sekarang aku akan menemukanmu ……

“Sekarang Pemburulah yang diburu”

# To Be Continue #

Author : Lee Jae Sung a.k.a Nuy

Tag : Ryeowook superjunior , Kim Ki Bum superjunior

Note : Annyeong,,, aku kembali dengan beberapa ff

Sebenarnya ini aku bikin saat aku baca bukunya , tapi aku gak copy paste koq

Gimana apakah harus dilanjutkan ????

Aku menunggu jawabannya ………..

Thanks for your reading ^o^

 

8

[Freelance] My First… {sequel Teach Me How To Love Somebody Else}

Title            : My First… (sequel Teach Me How To Love Somebody Else)

Author        : Amy Lee

Categories   : Fanfiction, All Ages, Romance

Genre                    : Friendship, Love

Cast             :

-Park Hyo Na

-Kim Hyun Joong

-Choi Min Hwan

-Park Hye Sa

-Lee Jae Jin

-Tiffany Hwang

-Im YoonA

-Park Mi Yoon

 

Readers WFF! Ini nih, yang minta after storynya Teach Me How To Love Somebody Else! Tapi, FF ini bukan afterstory, melainkan sequelnya. So, mohon dibaca,ya?? ATTENTION NOT FOR SILENT READERS!!!

Baca n komen,yaaa??? Makasih! ^^

☎☎☎

Apa kau masih tidak tahu bahwa aku sebenarnya mencintaimu? Apakah kau masih tidak menyadari kalau aku masih ingin kau bersamaku? Dan apakah kau benar-benar tidak tahu, kalau aku masih membutuhkanmu?

☎☎☎

“Hyona!Ireona!Kau tidak mau terlambat di hari pertamamu kuliah kan?”

Suara eomma menggema dari luar kamarku sambil mengetuk pintu kamarku. Akku segera bangun dan beranjak ke kamar mandi.

 

Ya. Hari ini adalah hari pertamaku masuk kuliah. Kau tahu di mana aku berkuliah? Kyunghee University! Aku begitu bersemangat saat mengetahui ia juga sedang melanjutkan kuliah di sana.

Setelah kejadian tiga bulan yang lalu itu, atau saat titik terendah di hidupku itu, aku tidak lagi memperdulikan dan tidak lagi mengetahui apa rencanaku di masa depan setelah aku lulus SMU nantinya.

Namun, minggu lalu, saat aku mengikuti ospek di kampusku, seolah semuanya menjadi titik balik dari hidupku ‘yang kelam’ saat itu. Aku melihatnya di salah satu sudut kampus saat ia sedang berbincang-bincang dengan salah seorang temannya.

Continue reading