21

[Freelance] Would (K) You ‘Try It’ With Me? part 3

Author: nisaa (nisaawss)

Title: would you ‘try it’ with me?

Status: on going!

Genre: romance

Cast: Goo Sa Rang, Cho Kyuhyun, Lee Donghae,  Seohyun SNSD

Rating: PG

Theme song: Sabrina – Insomnia (Craig David)

Ps: Ok. Sebenarnya cerita ini terilhami oleh salah satu novel favorit aku. Sering banget aku baca! Novel nya kereeeeeeen. Hehehe. Judulnya ‘philophobia’ hehehe. Hanya terilhami loh, bukan berarti aku mempelagiat cerita itu. Kalian boleh baca novelnya, ceritanya tentu aja beda sama yang aku ^^

Ok, happy reading ya!

—————————————————-

Cho Kyuhyun

Bahkan sekarang dia sedang bersama Donghae. Aish! Ini cukup membuatku kacau.

***

Evening~ @ Sa Rang’s apt

“kyu belum menghubungiku lagi, hah… dia sudah pulang belum ya?” guman Sa Rang. Dia sedang menonton sendirian malam ini di ruang tamu…

Tidak lama kemudian, ada seseorang yang datang

“Goo Sa Rang! Bogoshipo!!” teriak seseorang tiba-tiba

Sa Rang menoleh dan dengan cepat menghampiri orang itu. Tanpa berkata apa-apa… Sa Rang langsung memeluknya

“Appa!!! Menyebalkan sekali! Kenapa baru pulang? Aku hampir mati karena rindu!!” ujar Sa Rang sambil memukul-mukul dada Appa nya

Appa Sa Rang hanya tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Sa Rang dengan gemas, “mian mian! Kau baik-baik saja kan selama Appa pergi? Kyu selalu menemanimu kan?”

“tentu saja aku baik-baik saja, hehehe appa tidak usah khawatir! Hah, katanya hanya 1 minggu Appa pergi, tapi? Bukannya 1 minggu itu sama dengan 7 hari? Dan Appa pergi selama 10 hari! Menyebalkan”

Appa Sa Rang tertawa  kecil, “appa sangat sibuk! Mian, hehe dan… kenapa rambutmu menjadi seperti ini? Hah…”

“aish! Appa sama saja dengan Kyu, memprotes rambutku. Memangnya aneh ya?”

“tidak, kau semakin cantik hehehe…”

“wow, appa juga sangat tampan! Buktinya Kim Eun Ji mau dengan appa hahaha” gurau Sa Rang

Appa Sa Rang hanya tersenyum, tersipu malu.

Kim Eun Ji adalah kekasih Appa Sa Rang, masih berusia 29 tahun dan berprofesi sebagai model. Ya. Appa Sa Rang memang tampan, meskipun umurnya sudah kepala 4, tapi wajahnya masih terlihat sangat muda…

“ah, aku mau mandi dulu ya, sejak pagi aku belum mandi, aku ke kampus tidak mandi hehe”

“aish! Kau jorok sekali!!”

Belum sempat Appa Sa Rang mencubit pipi Sa Rang, Sa Rang sudah kabur.

***

Few moment later… (still) @ Sa Rang’s apt

“hey bodoh! kau dimana hah? Sudah mandi belum??” teriak Kyuhyun ketika masuk ke dalam apartment. Matanya beredar mencari sosok Sa Rang

Continue reading

98

my wedding [trouble]

Kemaren ada yang request, bikin Kyuhyun-Chaejin bertengkar hebat *lirik yang ngerasa* jadi saya memutuskan untuk bikin hehehe.. tapi, maaf kalo ngecewain.. *bow* selamat membaca dan tetap komen please ^^v

*gambarnya maksa hahahahaha~*pletak*

Chaejin pov

Aku membuka mataku perlahan lalu melihat jam, sudah jam 8 pagi. Astagaa~ kenapa rasanya aku masih butuh tidur? Kalau saja aku tidak memiliki janji dengan Jonghyun untuk mengerjakan tugas, aku pasti akan kembali tidur sekarang.

Hoaaaah pengap! Aku mencari penyebab apa yang membuatku pengap. Cih! Apalagi kalau bukan Kyuhyun yang sedang tidur sambil memelukku seperti guling? sialan! Dia berat sekali.. omo omo! Dia menggesekan kakinya ke kakiku.. kalian tahu? kaki Kyuhyun itu banyak bulunyaa dan ini sangat geli.. hahahahaha~ aissh

“Yak! Cho Kyuhyun.. berhenti menggesek-gesekkan kakimu!! aissh kenapa kau berat sekali?”, dengan susah payah akhirnya aku bisa melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. Hoaaaah~ pengap sekali rasanya.

Continue reading

38

THE BOYS [part 8]

Annyeooong.. mian saya postingnya lama *ditimpuk* okey, apakah masih ada peminatnya? semoga masih ada.. hehehe ceritanya makin geje dan kaya sinetron, kalau ada yang nanya ini beresnya berapa part, saya jawab secepatnya saya ingin bereskan *gubraakk* okey.. baca dan komen ^^

part1part2part3part4 | part5 | part 6 | part7

“MWO?? MEYEBALKAN DAN GILA KATAMU? awas kalau kau berani-berani menjemputku!! pulang sana!! dasar abnormal..”, aku membanting pintu. datang malam-malam hanya mau bertanya pertanyaan bodoh seperti itu lalu mengejekku? Sialan!

Ponselku berbunyi di kamar, aku berlari untuk mengangkat telepon. Aku melihat nama Kyuhyun di LCD.

“Ye? Waeyo? Mworago??”

Dengan cepat aku mengambil mantelku lalu berlari keluar kamar. Eomma sudah datang dan menatapku heran.

“Chaejin-ah, waeyo?”

“Kyuhyun dipukuli orang eomma!”

****

Kyuhyun pov

Aku mengerjapkan mataku perlahan. Dimana ini? nampaknya tidak asing.. aah ne~ ini kan kamarku! Eh, kompresan? aku mengambil kompresan yang ada di dahiku. Uwoooow kenapa ada Chaejin disini? aku melihat jam, jam 2 pagi. Dia tertidur dengan posisi duduk? ckckck..

Continue reading

9

[Freelance] Another Life part 1

Author: nisaa (nisaawss)

Title: Another Life [SuJu Version]

Genre: Fantasy/Romance

Status: on going!
Genre: romance
Cast: Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Shin Hye Ra
Rating: PG
Ps: Sebenernya aku udah bikin cerita ini yang TVXQ version, tapi… aku recycle lagi cerita ini supaya ELF bisa lebih gampang nge-visualisasiinya ^^ dan ntah kenapa, aku pake Kyu lagi haha soalnya lagi mabok sama nih bocah xD  Happy reading ya… tapi lanjutannya kayaknya agak lama. Soalnya… Cari inspirasi dulu ^^

_______________________________________

Donghae menatap batu nisan yang ada dihadapannya. Ia tidak percaya… kalau nama itu akan terukir di sana.

Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu merogoh secarik kertas dari saku celananya. Sebuah alamat tertera di kertas itu. Ada sedikit keraguan dalam hatinya.

“apa harus?” gumannya

Kemudian, ia menatap batu nisan dan kertas itu secara bergantian…

“sangat harus”

Dengan cepat ia pun beranjak pergi…

***

Aku, Shin Hye Ra, memproklamirkan diri sebagai orang tersial di dunia untuk hari ini!

Aku terlambat pergi ke sekolah. PR ku belum dikerjakan. Dan badanku basah kuyup karena kehujanan!

Aku juga tidak sempat sarapan. Dan ku pastikan. Ini adalah suatu keajaiban. Karena aku masih bisa berlari dengan kecepatan tinggi menuju lantai 5. padahal… badanku sangat lemas!

***

Hey. Sekarang… aku sudah berada di depan pintu kelasku. Rasanya. Ingin ku dobrak saja pintunya dan langsung duduk dengan manis di bangku ku. Tapi. Itu tidak mungkin. Sekarang, sedang pelajaran sejarah! Ya, Han sonsaengnim yang aku benci… sedang mengajar di dalam. Hah. Kenapa aku sampai terlambat di pelajarannya hari ini? Cari mati saja! Aku sudah lupa, ini kali ke berapa aku terlambat di pelajarannya? Aish. Feelingku benar-benar tidak enak sekarang…

Tok… tok….

Ku hela nafas panjang sebelum akhirnya aku mengetuk pintu kelasku. Aku hanya menunduk, tidak cukup sanggup menghadapi apa yang akan terjadi!

Tak lama kemudian, pintunya terbuka. Ku angkat wajahku, dan Han Sonsaengnim… sudah ada di depanku. Ia menatapku tajam dan berkacak pinggang…

“mau apa kau ke sini Shin Hye Ra?” itulah kata-kata yang menyambutku. Apakah tidak ada kata-kata yang lebih baik dari ini? Membuat mood ku hancur saja!

“mian, saya terlambat lagi…” ucapku sambil membungkukan badan. Aku tahu, ini tidak berguna

“mian, saya juga tidak bisa mentolerir siswa yang tidak disiplin sepertimu, dan saya sudah tidak butuh alasan-alasan bodoh mengapa kau terlambat! Sekarang, silahkan kau pergi ke perpustakaan, lalu rangkum pelajaran sejarah dari Bab 1 sampai Bab 5!”

Blam!

Han Sonsaengnim membanting pintu dengan sangat keras. Aku bersyukur, karena aku sekarang tidak mati terkena serangan jantung. Guru sialan!

***

Syukurlah. Perpustakaan ternyata sepi. Aku tidak suka kalau sedang badmood begini ada orang yang mengganggu!

Ku pilih bangku yang paling pojok. Agak tertutup, karena di kelilingi oleh rak. Ya. Ini tempat favoritku. Untuk bolos. Bukan untuk belajar. Sejak kapan aku menjadi anak yang rajin? Kalaupun itu terjadi, dunia sudah dipastikan kiamat.

Ku lempar tasku ke salah satu kursi. Aku pun duduk di kursi dekat jendela. Hujan masih turun. Tidak deras sih. Tapi cukup membuat badanmu basah kuyup. Udaranya juga lumayan dingin.

Ku pasang earphoneku. Ya, ku putuskan untuk mendengarkan music saja dari ipodku. Mengencangkan volumenya. Aku tidak sudi mengerjakan apa yang diperintahkan Han Sonsaengnim. Lagi pula, hari ini sepertinya aku akan membolos… aku sudah tidak ingin menyentuh buku, alat tulis, atau pun itu…

***

Mataku perlahan terbuka. Ah… rupanya aku tertidur. Ya, tadi kan suasananya sangat mendukung. Ku geliatkan tubuhku. Tidurku cukup nyenyak. Aku mengucek mataku, dan menengok ke arah jendela…

Eh? Hujannya sudah berhenti ya? Langitnya cerah sekali. Warnanya sangat bagus…ku perhatikan keadaan sekitar, jendela tidak basah, dan… di jalan sama sekali tidak ada genangan air. Ini aneh… secepat itukah air-air yang jatuh dari langit menguap?

Earphone masih terpasang di telingaku. Dan lagi-lagi, rasanya… ada yang aneh. lagu yang aku dengarkan? Sejak kapan aku memasukan lagu ini ke ipodku? Hah. Apa onnie ku? Ya mungkin saja. Lagipula… lagunya terdengar lawas sekali…

Ku lepaskan earphone ku, dan… aku pun membenamkan kepalaku di atas meja, rasanya… malas sekali

“sedang apa kau disini?”

Seseorang menyapaku. Aku pun menoleh ke sumber suara itu. Terlihat seorang namja sedang berdiri dan bersandar di salah satu rak buku. Di tangannya terdapat buku matematika, terlihat sedang asik membaca. Dia menoleh ke arahku, lalu… tersenyum

Aku hanya terpaku melihatnya. Kurasa, dia cukup tampan. Tatapannya meneduhkan, senyumannya hangat. Siapa dia? Rasanya aku belum pernah melihatnya. Seragamnya memang sama denganku. Tapi, aku cukup hafal murid-murid yang bersekolah disini. Dan, aku merasa asing melihat orang ini…

“aku sedang bolos” jawabku singkat

Ah ntahlah, rasanya aku malas untuk mempedulikan orang ini. Lagi pula, mood ku belum cukup baik. Berharap, dirinya enyah saja sekarang dari hadapanku. Nampaknya itu lebih baik…

Terdengar dia tertawa kecil. Dia menyimpan buku itu di rak dan berjalan menghampiriku. Aku mendongak. Kenapa? Rasanya aku mendadak lupa caranya untuk bernafas? Jantungku… berdebar-debar

Kini, dia duduk di depanku. Melipat tangannya di dada. Lalu sudut bibirnya tertarik. Aish! Menyilaukan! Senyuman itu membuatku sinting…

“mau jadi apa kau nanti kalau kau membolos seperti ini?”

Apa-apaan dia? Mau menggurui?

“bukan urusanmu” ucapku ketus…

Terdengar dia membuang nafas keras. Hembusan nafasnya sangat dingin…

Sejenak kami terdiam. Dan tiba-tiba saja… dia membelai puncak kepalaku. Aku tersentak kaget, aku menatapnya dengan mata yang melebar. Sentuhannya sangat lembut, setelah puas membelai puncak kepalaku, tangannya mulai turun membelai pipiku! Terasa sangat dingin… aku terpaku merasakannya. Sedikit ku nikmati sentuhannya. Tapi ntah kenapa, rasanya amarahku seakan tersulut!

Ku angkat wajahku. Dia masih tersenyum… senyumannya kali ini berbeda, seolah mendapat kepuasan! Aish! Apa-apaan ini?

“aku bisa menyentuhmu…” ucapnya pelan

Maksudnya apa? Dasar namja sialan!

Ku hempaskan tangannya dengan kasar, aku menatapnya tajam, “lepaskan!’

Dia tidak bereaksi. Dan terus menatapku…

“jangan ganggu aku, aku sedang malas! Mood ku sedang kacau, jadi… silahkan kau pergi” ucapku dengan tak peduli, aku pun membenamkan kembali kepalaku di atas meja…

Dia tidak bergeming. Lalu, dia beranjak dari kursi… kali ini, dia berjalan ke dekat jendela, dan duduk disamping jendela…

“pergi?” dia tertawa kecil, “sebenarnya, aku juga sedang bolos. Dan ini, adalah tempat favoritku. Tapi, saat aku kemari ternyata ada kau disini, tempatku di ambil alih”

Apa katanya? Diambil alih? Hey! Jangan suka mengaku-ngaku seperti itu. Menyebalkan…

Tatapan ku semakin tak bersahabat. Aku pun tidak lansung menanggapi perkataanya. Dia hanya memandang lurus ke jendela. Lalu… beberapa detik kemudian, dia menoleh ke arahku. Memperhatikan ekspresi ku… lagi-lagi dia hanya tersenyum. Jujur, aku tidak tahu arti dari senyumannya itu.

“tempat FAVORIT katamu?” aku memberi penekanan pada kata FAVORIT dengan sangat jelas, “asal kau tahu, aku sangat sering kemari, tapi aku tidak pernah sekalipun melihatmu disini” senyuman kecutku tersungging, “jadi, sebenarnya yang mengambil alih tempat ini siapa ya?”

Ku benamkan lagi kepalaku di meja, malasku sudah berada di level tertinggi. Tidak ada yang lebih baik dari melanjutkan tidurku disini. Persetan dengan keberadaannya. Hah!

Dia tertawa kecil. Tawanya menuntutku untuk mengangkat wajahku lagi. Apa yang dia tertawa kan?

Ku lihat kedua alisnya saling bertaut, “kau tak pernah melihatku? Jeongmal?”

Apa-apaan dia? Nada bicaranya sangat tidak bersahabat dengan telingaku. Aku membuang nafas keras, makhluk ini benar-benar mengangguku

“ya! Kau murid baru disini? Jangan banyak bertingkah”

“bukan, aku bukan murid baru. Sebaliknya, aku sudah lama berada disini”

Apa yang dia katakan? Bukan murid baru? Lantas kenapa aku baru melihatnya? Aish! Untuk apa aku memperdulikan dan mempermasalahkannya? Rasanya jauh dari penting!

Aku tidak menanggapi pernyataanya lagi. Hanya terdiam, sesekali menguap…

“siapa namamu?”

“Shin Hye Ra” jawabku malas

“oh…”

Kami terdiam kembali selama beberapa detik. Perasaan aneh tiba-tiba saja menyelinap masuk ke dalam diriku. Keadaannya? Kenapa aku merasa aneh dengan keadaan ini?

“apa kau tidak ingin tahu namaku?”

“apa itu penting?”

“menurutmu?”

Aku mengangkat bahu. Sial. Demi tuhan, kali ini aku benar-benar merasa terganggu!

“namaku Cho Kyuhyun, ingat itu Shin Hye Ra”

Apa perlu aku mengingat namanya? Rasanya tidak perlu. Lagi pula aku tidak peduli, sekalipun dia tidak memiliki nama pun aku tidak peduli!

Hah. Rasanya aku harus mengamankan diri. Kenyamananku benar-benar sudah di renggut olehnya!

“aku senang, ada yang menemukanku”

Apa maksudnya? Dasar namja gila.

Aku tidak menjawab. Dengan segera, ku bereskan semua buku dan alat tulisku yang ntah kenapa sudah berserakan di atas meja. Apa boleh buat? Aku harus pergi. Se-ce-pat-nya! Dia memperhatikanku, senyumannya perlahan menghilang. Aku tidak peduli. Yang terpenting aku pergi sekarang, sebelum keanehan dan kesintingannya menular padaku.

Setelah ku masukan semua barangku. Aku pun mengambil tas itu dan bersiap pergi. Saat aku berbalik…

“kau mau kemana?” dia sudah ada di depanku. Sejak kapan? Secepat itu kah dia berpindah tempat? Tanpa aku dengar suara langkah kaki nya?

Ku lihat kakinya. Ingin memastikan kalau kaki nya masih menapak ke tanah! Dan ternyata, tentu saja masih!

“aku akan pergi dari sini.sekarang silahkan ambil alih kembali tempat favoritmu. Aku janji aku tidak akan menganggumu lagi. Dan aku harap, kau juga tidak mengangguku lagi. Ok?” dengan segera ku langkahkan kaki ku untuk meninggalkan tempat itu…

Tapi, tiba-tiba saja. Dia menarik tubuhku ke dalam pelukannya yang dingin. Pelukannya sangat erat! Aku nyaris tidak bisa bernafas! Apa-apaan dia?!

“jangan pergi. Tetaplah disini, aku kesepian…” pelukannya semakin erat. Aku meronta dan berusaha membebaskan tubuhku dari pelukannya itu. Tapi, usahaku sia-sia. Pelukannya seperti belenggu. Sedikit pun aku tidak bisa bergerak!

Ku angkat wajahku. Terlihat matanya menatapku dalam. Dan tiba-tiba saja, kurang dari 1 detik ia menarik tubuhku lebih dekat dan menciumku! Kurasakan bibirnya yang dingin menghisap bibirku lembut. Apa-apaan ini! Kurang ajar sekali dia! Perlakuannya kali ini benar-benar membuat kekuatanku gila! Aku mendorong tubuhnya dengan sangat kuat! Ntah dia yang sengaja mengalah untuk melepaskanku atau memang tenagaku benar-benar besar pada saat itu. Beruntung, aku bisa terbebas darinya…

Aku menatapnya menyeringai. Kehabisan kata-kata! Tanpa pikir panjang, ku ayunkan tanganku untuk memberikannya sedikit pelajaran! Namja sialan seperti dia patut aku tampar! Tapi…

***

Mataku terbuka dengan tiba-tiba. Nafasku terengah-engah. Rasanya lelah sekali. Seperti sudah berlari ribuan mil. Keringat dingin mengucur perlahan dari keningku…

Aku terdiam mematung selama beberapa saat. Mencoba menelaah apa yang telah terjadi…

Apa aku bermimpi? Tidak, ini rasanya terlalu nyata! Ku sentuh bibirku dengan telunjuk yang agak sedikit bergetar… bibirku basah dan dingin. Aku hanya menggeleng tidak percaya! Lalu… kepalaku menoleh kea rah jendela. Hujan sudah reda. Jendela terlihat basah oleh butiran air, dan langitnya… gelap.

Aku melirik jam tanganku dengan reflek. Apa? Pukul 7 malam?

***

Beberapa hari kemudian….

Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Dan Cho Kyuhyun. Aish! Kenapa nama itu selalu terngiang-ngiang di telingaku? Sial. Sosoknya juga selalu mondar mandir di dalam kepalaku. Dan kejadian itu pun, masih bercengkrama dengan liar di ingatanku! Padahal aku tidak ingin mengingatnya! Sama sekali tidak ingin! Beberapa hari ini melamun menjadi kegiatan rutinku saat aku lengah, menyebalkan…

“frekuensi mu dalam melamun meningkat beberapa terakhir ini. Ada apa dan kenapa?”

Aku menoleh ke sebelahku. Lee Donghae duduk di sebelahku sambil bertopang dagu. Tatapannya menyiratkan kekhawatiran dan keheranan…

“gawaenchanhayo, aku baik-baik saja” jawabku singkat. Aku tidak berani kontak mata dengannya. Karena dia pasti tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu. Hah! Mana mungkin aku bercerita soal kejadian itu pada namja ini?

Aku pura-pura focus mengerjakan tugas matematika ku. Sial! Ketika ku lihat buku pun, bukan angka-angka yang ada di mataku! Lagi-lagi… wajah Cho Kyuhyun. Astaga!

“ok, gejala tak lazim lainnya adalah, sejak kapan kau serius mengerjakan soal matematika?” tatapannya semakin menjadi. Aish!

Aku tidak menjawab. Hanya menggaruk-garuk pelipisku. Aku berani bersumpah, soal matematika ini sulit sekali!

Sudut mataku melirik ke arah Donghae. Dia masih memandangiku. Rasa risih mulai menjalari diriku. Aku pun menoleh ke arahnya…

“sudah ku bilang aku baik-baik saja” ucapku datar

Dia tertawa kecil, “jangan berbohong padaku”

Bodohnya, aku lupa kalau Donghae terlalu pintar untuk di bohongi. Lee Donghae adalah sahabatku sejak SMP, dia sudah mengetahui diriku luar dalam. Mustahil sekali kalau dia percaya pada kebohongan murahanku itu

Aku mendesah pelan, “Donghae, ada yang ingin ku tanyakan padamu”

Matanya melebar, “apa itu?” ia terdengar antusias

“apa kau tahu atau bahkan kenal, dengan murid laki-laki yang bernama Cho Kyuhyun?” tanyaku langsung

Donghae terdiam. Sepertinya dia sedang berpikir. Aku hanya memandanginya. Menunggu jawaban…

“seangkatan dengan kita?”

Aku menunduk. Kalau dilihat dari wajahnya, rasanya tidak mungkin dia anak kelas 1 atau kelas 2. Pasti kelas 3, sama seperti aku dan Donghae… tapi, kalau dia memang seangkatan denganku. Kenapa aku tidak pernah melihatnya?

“aku kurang tahu…” jawabku jujur

“astaga, aku tidak menyangka, hanya karena seorang namja kau bisa berubah jadi seperti ini” Donghae berdecak. Hah. Dia salah persepsi…

“ah sudahlah jangan di bahas, nampaknya pernyataanmu melenceng dari pembicaraan”

“baiklah-baiklah” dia tertawa mengejek. Aku tak menghiraukannya. Sejenak kami saling terdiam…

“tapi sepertinya aku bisa memberimu jawaban” dia melipat tangan di dada, “rasanya aku tidak pernah mendengar nama itu, Cho Kyuhyun? Aku tidak pernah mendengarnya. Tapi, kalau kau mau, aku bisa mengecek setiap kelas di sekolah ini, mencarinya dan membawanya ke hadapanmu”

Aku hanya menatapnya sinis. Yang benar saja?

“sudahlah, tidak perlu”

Aku pun berkutat kembali dengan tugas matematikaku. Nampaknya ini lebih baik, daripada mendengarnya terus mengoceh. Itu bukan membantuku. Tapi, malah membuatku sinting karena jadi semakin mengingat namja itu. Ya, mengingat Cho Kyuhyun!

“siswa di sekolah ini kan banyak, mana mungkin kita mengingat dan mengenal setiap siswa. Hah. Memangnya kenapa kau bertanya soal Cho Kyuhyun?”

Aku tersenyum kecut. Dan lagi-lagi… mood ku menjadi buruk! Sudahlah, jawaban atas pertanyaanku sama sekali tidak membuatku puas dan merasa lebih baik. Sebenarnya aku hanya ingin tahu siapa dia. Agar aku lebih mudah memberinya pelajaran!

“sudahlah, aku mau ke perpustakaan dulu, aku mau mengerjakan tugasku disana. Siapa tahu aku mendapatkan ilham. Ok? Awas kalau kau mengikutiku!”

“dasar ratu bolos, kalau mau bolos ya bilang saja, jangan beralibi seperti itu”

“berisik!” tanpa berkata-kata lagi aku langsung meninggalkan Donghae, sudahlah, lebih baik aku mengamankan diriku! Aku tidak mau di serang oleh ribuan pertanyaan bodoh yang akan dia lontarkan padaku secara bertubi-tubi!

***

“kalau yang ini sih mudah…”

Suara itu berhasil membangunkanku dari tidur! Mataku terbuka seketika, ku dapati Cho Kyuhyun sedang duduk di sampingku. Mengerjakan tugas matematikaku! Dengan cepat ku rebut buku dan pensilku! Lancang sekali dia! Kenapa dia hobi sekali menyentuh semua yang bukan miliknya? Pertama, membelai rambutku dan pipiku! Kedua, menciumku! Ketiga, mengerjakan tugasku! Memangnya, dia pikir aku akan senang jika tugas matematika ku dikerjakan olehnya?

“siapa yang menyuruhmu mengerjakan tugasku? Menyebalkan!” bentak ku.

Dia tersenyum menanggapi reaksiku. Ok, ku tegaskan sekali lagi. Dia, sinting!

“tidak ada, itu inisiatifku, kulihat… soalnya sangat mudah. Jadi aku tergoda untuk mengerjakannya” jawabnya dengan suara lembut dan nyaris tenang…

Dia menjauh perlahan, kini ia berdiri menghadap jendela. Tangannya ia sembunyikan di balik saku celana…

Aku mendengus dan dengan cepat ku buka lembar demi lembar buku tugasku. Apa? Dia mengerjakan semuanya? Mataku melebar ketika mendapati semua soal-soal mengerikan itu berhasil ia kerjakan! Apa-apaan ini? Aku menatap buku tugasku dan Cho Kyuhyun secara bergantian! Aku benar-benar tidak bisa mempercayai ini. Dia, mengerjakan semuanya…

“kau mengerjakan semua ini. Hahaha…” terdengar sekali kalau tawaku itu dipaksakan, aku mendesah, “ini sulit”
“itu kan menurutmu, bagiku itu sangat mudah” ucapnya. Dia meoleh ke arahku. Dan lagi-lagi, melemparkan senyuman mautnya…

Sejujurnya, aku menyukai senyum itu. Rasanya, aku tidak pernah menemukan seulas senyum semanis itu. Maksudku, selain senyuman Lee Donghae sahabatku. Dia juga mempunyai senyuman yang menawan, ya meskipun tidak terlalu sering diumbar. Beda sekali dengan namja satu ini, rasanya… setiap saat dia tersenyum. Terkesan selalu bahagia. Aish! Kenapa aku jadi membanding-bandingkan seperti ini??

“jadi, lagi-lagi kau tertidur lagi di tempat ini?” ia bertanya dengan tiba-tiba

Aku hanya mengangkat alisku. Ya. Aku tertidur lagi di sini. Perpustakaan adalah lahan ternyaman dari seluruh penjuru sekolah untuk tidur. Sebenarnya, di taman belakang bisa. Hanya saja aku lebih suka disini, lebih tertutup…

“memangnya kenapa? Bukan urusanmu kan?”

“tentu saja bukan, tapi itu membuatku senang. Ketika melihatmu memejamkan mata dengan sangat dalam”

Apa katanya? Apa kesimpulannya adalah, dia memperhatikanku saat aku tertidur! Aish… itu kan hal yang paling aku benci! Diperhatikan saat tidur. Menyebalkan!

“ja, jadi kau melihat wajahku saat tidur?”

Dia tertawa kecil, “sebenarnya tidak ingin melihat, tapi tetap saja terlihat”

Aku membuang nafasku keras. Sejujurnya, aku sangat malu. Astaga! Bisa-bisanya wajahku di perhatikan orang asing saat aku tidur!

Aku tidak menjawab. Aku hanya pura-pura sibuk memperhatikan buku tugasku. Aku yakini 100 persen, Yoon Sonsaengnim pasti akan menanyai macam-macam saat melihat ini. Ya, pasti dia tidak percaya kalau aku mengerjakan seluruh soal ini. Dan pada kenyataanya, memang bukan aku yang mengerjakan. Hah! Jadi sebenarnya, dengan dia mengerjakan tugas ini membantu atau tidak? EN-TAH-LAH

“sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Lagi pula, ada hal yang lebih menarik daripada memandangi wajahmu terus-menerus. Soal matematika itu berhasil mengalihkanku”

Aku mendengus. Terserahlah. Aku tidak peduli dengan ocehannya lagi. Tapi, sepertinya aku harus sedikit berterima kasih padanya!

“gomawo” ucapku datar

“mwo?”

“gomawo” ucapku sekali lagi

Dia mendesah pelan, “kalau tidak tulus berterimakasih, jangan mengatakannya, lagi pula aku tidak butuh ucapan terimakasihmu”

Astaga! Apa-apaan dia? Perkatannya selalu saja membuatku seolah bodoh! Aku beranjak dari tempat duduk ku, dan berjalan menghampirinya. Kini, aku berada di depannya. Memandang wajahnya dengan sangat sinis…

“jadi, sebenarnya apa yang kau inginkan? Kau tahu? Kau itu sangat menyebalkan dan mengganggu!”

“dan sejujurnya selama ini aku tidak pernah menganggu siapa pun”

“dan kenapa aku yang harus kau ganggu?”

“aku tidak pernah merasa menganggumu”

“tidak merasa katamu?!” aku benar-benar merasa kesabaranku telah habis

“ya, aku tidak pernah merasa menganggumu. Aku merasa telah melakukan hal yang sewajarnya, walau sebenarnya… tidak masalah kalau aku melakukan selebrasi. Sebagai ungkapan bahagia ku, atas penantianku selama belasan tahun”

Kalimat yang ia lontarkan menciptakan beberapa kerutan di keningku, aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan! Dia benar-benar gila. Apa yang mengobsesinya? Sampai-sampai otaknya jadi terganggu seperti ini? Dan kalimat yang barusan aku dengar adalah salah satu bukti ketidakwarasannya!

“kau ini gila”

“aku juga merasa begitu”

“kalau begitu pergilah ke rumah sakit jiwa”

“percuma saja, mereka tidak akan bisa melihatku”

Aku membuang nafas keras. Dan mendorong tubuhnya pelan, hah! Aku benar-benar merasa kalau kesintingannya mulai menular padaku!

Eh? Ada yang aku lupa. Aku, belum memberinya pelajaran soal tindakan kurang ajarnya padaku waktu itu! Aish, kenapa aku bisa lupa? Hal itu terang saja sudah membuatku nyaris gila selama beberapa terakhir ini!

“ya! Aku hampir saja melupakan sesuatu!” aku memandanganya dengan lebih galak. Tapi apa yang aku dapat? Seperti biasa, dia hanya menanggapi reaksiku dengan tatapan teduh dan senyuman hangatnya! Menyebalkan!

“tentang apa? Ciuman itu?”

Dan satu lagi, kenapa dia seolah bisa membaca pikiranku hah? Sial.

Kami saling terdiam beberapa detik. Ketololanku yang lain adalah, kenapa aku jadi mematung seperti ini?

“sudahlah jangan terlalu di pikirkan” dia tertawa pelan, “mianhae, aku tahu itu perbuatan bodoh. Tapi…” ia menahan perkatannya, “aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku. Aku benar-benar tidak menyangka kalau… ada orang yang bisa menemukanku, melihatku…” tangannya bergerak menyentuh lembut pipi kananku, “bahkan, aku bisa menyentuhnya”

Segera ku singkirkan tangannya dengan kasar. Lihat? Belum apa-apa dia bahkan sudah berani menyentuhku lagi! Menyebalkan.

Dan tunggu, aku benar-benar tidak bisa mencerna apa yang diucapkannya barusan! Jadi sebenarnya, aku yang kelewatan bodoh? Atau memang orang ini abnormal? Sebenarnya, apa yang terjadi dengan Cho Kyuhyun? Aku benar-benar tidak mengerti dan aku merasa aneh!

“kau ini manusia atau bukan? Kalau iya, kenapa aku sama sekali tidak bisa mencerna apa yang kau katakan? Kau membuatku bingung!”

Kali ini. Perlahan senyumannya memudar. Dia menatapku lagi. Tatapannya benar-benar berbeda. Ada apa ini?

‘deg’

Sial. Tatapannya kali ini benar-benar membuat system kerja otak ku berantakan! Jantungku berdetak dengan cepat dan tidak teratur! Ada apa ini? Ada perasaan lain yang secara diam-diam masuk perlahan ke dalam tubuhku melalui tatapan matanya! Apa ini tatapan seorang manusia? Aku mulai meragukan!

“Shin Hye Ra” dia memanggil namaku dengan penuh penekanan.

Dan lagi-lagi, tubuhku dengan mudah sudah ada di dalam pelukannya kurang dari 1 detik! Tangannya yang kokoh sudah mendekapku erat! Terasa dingin, dingin seperti tembok! Mulutku mendadak membisu, aku tak bisa berkata-kata. Dan, anehnya… ada perasaan nyaman yang menghinggapi hatiku. Pelukan ini berbeda. Dari pelukan-pelukan yang selama ini pernah aku rasakan! Ada apa ini? Aku benar-benar tidak mengerti sekarang! Aku hanya diam mematung, dan… sialnya, aku menikmati semua ini…

“terimakasih telah menyelamatkanku dari rasa sepi. Maaf. Tapi mulai detik ini, sudah ku putuskan kau tak akan pernah bisa lari dari ku. Aku akan selalu berada di dekatmu, kapan pun… jika kau mengingatku”

Aku terpaku mendengarnya! Ini semua gila! Ini semua tidak nyata!

***

 

Drrtt.. Drrttt

Getaran itu menuntut untuk membuka mataku. Aku tahu getarannya tidak seberapa gaduh. Tapi karena disini terlampau sepi, getaran itu seakan mengguncangkan seluruh isi bumi. Berlebihan memang… tapi,itu memang benar.

Aku belum terjaga sepenuhnya. Aku hanya mengedip-ngedipkan mataku dengan lambat. Belum cukup kuat untuk menelaah apa yang terjadi. Yang aku ingat. Aku sedang membolos di pelajaran matematika. Dan aku tertidur lagi…

Saat semua nyawaku mulai terkumpul. Aku bisa merasakan sebuah getaran di atas meja, ternyata. Itu getaran Handphoneku. Aku tidak langsung mengangkatnya. Karena aku merasa amnesia tentang bagaimana caranya menggunakan benda itu. Tapi, rasanya aku cukup terganggu dengan suara gaduh yang di timbulkannya. Dengan cepat, ku raih benda itu…

Ku lihat LCD sebelum aku memencet tombol hijau, disana tertera dengan jelas nama ‘Lee Donghae’

Ah. Ternyata… dia meneleponku. Tumben sekali? Tanpa banyak bicara, ku tempelkan benda itu di telinga kanan…

“yeoboseyo?”

“ya! Kau ada dimana sekarang hah?! Orang tuamu mencarimu tahu!”

Aku memicingkan mataku, benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dia katakan. Aku merasa, kalau dia sekarang sedang sinting.

“apa maksudmu? Aku tidak mengerti Lee Donghae”

“Jangan berpura-pura bodoh seperti itu! Kau sekarang dimana pabo?! Hah? ayo jawab!”

Sebenarnya, dia khawatir atau murka padaku? Aku hanya berdecak….

“aku sedang berada di perpustakaan, kau tahu sendiri kan? Aku tadi sedang membolos pelajaran matematika? Hah. dan aku mohon dengan sangat, kecilkan suaramu itu. Kau tidak mau kan punya sahabat tuli”

Nada bicara ku pun masih terdengar tenang. Tapi, ada yang mengganjal di mataku. Kenapa semuanya gelap?

“oh ya? Membolos sampai semalam ini?! Dasar gila!”

Aish! Rasanya aku sudah tidak kuat di maki-maki tidak jelas oleh namja sinting ini!

“kau yang gila! Seenaknya saja kau mengomeliku! Kau pikir kau ini siapa hah? menyebalkan!”

“aish! Terserah kau saja lah! Terserah kau mengataiku gila atau apa, karena aku jamin kau akan menarik ucapanmu itu setelah kau sadar nanti! Sekarang, kau pulang! Sebelum orang tua mu mati karena di landa ke khawatiran!”tut—————————————————————-

Donghae memutus teleponnya. Sementara kepanikan mulai datang perlahan ke dalam diriku. Ya. Aku sudah sadar sepenuhnya sekarang. Dan sepertinya, bukan Donghae yang gila. Tapi, aku.

Mataku beredar mengitari keadaan. Semuanya gelap. Dan terasa sepi. Aku menoleh ke arah jendela. Langitnya hitam dan pekat. Ini sudah malam?

Dengan cepat ku tatap LCD handphoneku…

10 PM?

Aku menelan ludah pahit. Ku tekan angka 3. Itu panggilan cepat kepada…

“ada apa kau meneleponku?!”

Aku tidak peduli makian itu… bibirku terasa bergetar

“Donghae, jemput aku pulang. Aku… takut”

 

To Be Continue

Visit my blog : https: //nisafairytale.wordpress.com/

7

[Freelance] Kibum-ah, Please Speak A Lot!

It’s Wookhey

Fanfiction ini udah pernah saya publish diblog pribadi saya

www.fiksidunia.wordpress.com

 

Agak garing sih, tapi semoga pada suka. Dan semoga ini cukup untuk mengembalikan memory tnt kibum. We miss U Kibum.. (n_n)

 

Kibum-ah, please speak a lot!

 

 

Super junior, semakin hari semakin terkenal. Jadwal mereka pun semakin padat. Namun, disela-sela akitifitas mereka yang sibuk, mereka tetap menyempatkan waktu berkumpul untuk bertukar pikiran. Seperti saat ini, beberapa anggota super junior berkumpul untuk berdiskusi di ruang tengah didorm lt 11.

 

“sebagai leader super junior, aku sedikit khawatir mengenai keadaan salah satu member kita” ujar eteuk. Mimik mukanya yang begitu serius membuat enhyuk, sungmin, donghae, heechul dan yesung ikutan bersikap serius. Masing-masing dari mereka, kecuali heechul memasang wajah tegang.

Continue reading

21

[Freelance] When The Baby Sick…

Ryeowookhey Imnida.. hehehee

Lagi.. lagi.. tulisan ini udah pernah dimuat diblog ribadi saya

www.fiksidunia.wordpress.com

 

Semoga pada suka.. And buat yang baca, kritik dab sarannya sangat ditunggu lho..

 

When The Baby Sick…

 

Bulan september adalah bulan yang sibuk bagi member super junior, karena mereka harus melakukan SuShow dan SM Town secara marathon. Kesibukan ini menguras tenaga mereka, sampai-sampai salah satu diantara mereka jatuh sakit. Kyuhyun, sang magnae hari ini terlihat begitu tidak semangat. Sepanjang hari ia hanya tiduran dikamar.

 

 

Eteuk dan heechul masuk kekamar kyuhyun dan melihat keadaannya.

 

Eteuk               : kyuhyun-ah, apa kau baik-baik saja? Kenapa seharian ini kau mengurung diri dikamar?

Heechul           : kyuhyun, apa kau sakit? Mukamu pucat. (kyuhyun memejamkan mata dan tidak menjawab sama sekali)

Eteuk               : (meletakkan tangan di dahi kyu) Aigoo,, badanmu panas. Apa yang terjadi? Apa kau salah makan?

Continue reading

15

[Freelance] The Reaper [part 6]

5:43 PM

Kim’s mansion

Aku melihat bugatti hitam appa terparkir di luar rumah,aku segera memasuki rumah mencari keberadaan appa sudah lama aku tidak bertemu appa,terakhir kali aku bertemunya di narita airport saat dia sedang transit dalam perjalananya ke LA.

“jadi yang menghias pohon natal tahun ini adalah seorang model cantik kebanggaan Michael Kors?” goda appa sambil menuruni tangga “appa!!!” pekik ku senang dan langsung menghambur ke pelukanya.

“aigo…..apa-apaan ini?kau hanya memakai sweater tipis keluar rumah,tak sadar kah sayang ini sudah winter?” ucap appa “tenang saja,suhu badan ku kan selalu hangat” jawab ku sambil mengeratkan pelukan ku,mencium aroma badan appa membuat ku jauh lebih baik

“ne,arraseo kau kan werewolf-nya appa” jawab appa sambil tersenyum,senyuman yang selalu menguatkan ku dalam kondisi apapun

~~~

Aku menatap diri ku di cermin, LBD dorothy-perkins melekat sempurna di tubuh jenjang ku,rambut indahku kubiarkan terurai menutupi punggungku,aku merias wajah ku secantik mungkin aku ingin saat dinner terakhir ku bersama appa,aku terlihat sempurna.

“kau terlalu cantik untuk mati malam ini” bisik heechul,aku tersenyum mendengarnya “heechul-ah keluar lah aku tidak akan memarahi mu karna tadi kau telah mengkontaminasi pikiran ku saat memutuskan donghae”

Aku langsung bisa melihat pantulanya di cermin,ternyata dia takut juga dengan ku. Heechul memandang ku dengan tatapan iri,ani maksud ku dia melihat mascara estee lauder-ku dengan iri

“kau ini death reaper bukan sih?lihat mascara saja matamu sudah berbinar” desahku sebal sambil melempar mascara itu yang langsung ditangkap sempurna oleh heechul.

“kau pikir death reaper hanya bisa memakai jubah hitam dan sabit saja?death reaper juga harus stylish,yaa seperti diri ku lah contohnya. setidaknya aku harus ke Harry Winston sebulan sekali untuk melihat koleksi new arrival mereka”

Jawabnya santai sambil sibuk mengutak-ngatik mascara ku,aku menggelengkan kepalaku tak percaya “memangnya disana ada butik Harry Winston juga?” tanyaku sepertinya kebodohan ku semakin meningkat semenjak mengenal reaper-babo ini

“tidak lah,aku biasanya menyamar sebagai manusia untuk berbelanja” jawabnya aku hanya menatapnya dengan pandangan oh-apa-kau-juga-sempat-masuk-ke-Christophe Coppens-juga?

Satu-satunya yang membuatku percaya bahwa dia adalah death reaper adalah sayap hitamnya yang selalu mengepak sempurna di punggungnya yang indah,percayalah tidak ada sabit maupun topeng tengkorak yang menutupi wajahnya.

“lalu kemana sabit dan jubah-mu?” tanyaku sambil menyesap chammomile-tea yang tadi disiapkan gaeul. “sudah kubuang jauh-jauh saat mengetahui bahwa korban ku kali ini adalah seorang model terkenal,lagipula dengan wajah yang sangat tampan dan mirip taemin-Shinee ini aku memang tak cocok memakai dua aksesoris butut itu”

Ocehnya PD yang membuat ku tersedak teh yang sedang kuminum,aku melangkahkan kaki ku ke wastafel yang terdapat di dalam kamar mandi ku dan mengambil beberapa tabung pil itu

Lalu mulai mulai mengambil beberapa pil itu ke tangan ku,ya lagi-lagi obat penenang. Sudah kibilang kan aku tak bisa hidup tanpa mereka?

“berhentilah,kau harus mulai belajar menghadapi rasa takut mu” ucap heechul serius yang tiba-tiba sudah berada di samping ku “sudah kucoba dan akhirnya aku sekarat” jawab ku seadanya.

“mereka bahkan tak bisa membawa omma-mu kembali” lanjut heechul dingin tapi ntah lah aku merasa bahwa dia sedang mengkahwatirkan ku,oke aku tahu itu adalah hal terakhir yang akan dia lakukan ketika dunia akan berakhir.

“yeah,it was. Tapi setidaknya mereka bisa menghilangkan rasa takut ku dari kehilangan” jawabku pelan sambil menatap pil-pil itu yang berada di telapak tangan ku

Heechul menatap mata ku dalam,lewat pantulan cermin wastafel yang besarnya sama seperti di walk-in-closetku

“aku mulai mengosumsi obat-obat ini sejak 17 tahun,saat omma meninggal kan ku dan appa untuk seorang pria western di saat perusahaan appa sedang jatuh” ceritaku begitu saja

Aku menghela nafas panjang mengingat kisah itu kembali membuat dada ku sakit hingga sulit bernafas dengan baik.

“kau tau,sulit bagi ku untuk bertahan dalam kondisi seperti itu dimana aku tidak bisa hidup di bawah standart kehidupan seperti ini,satu-satunya jalan yang terpikir oleh ku adalah bunuh diri namun aku sadar bahwa aku masih mempunyai appa,lalu aku mulai mengosumsi obat-obat ini”

“tak lama kemudian perusahaan appa bangkit kembali bahkan lebih sukses dari sebelumnya,dari saat itulah aku menghapus nama wanita itu dalam kehidupan-ku” ini adalah pertama kalinya aku menceritakan kisah menyedihkan ini ke orang lain.

Kulihat heechul masih memandang ku serius dan sedetik kemudian wajahnya sudah berada tepat di depan wajah ku,membuang pil-pil itu ke tempat sampah dari telapak tangan ku dengan hanya satu gerakan dari jemari-jemarinya yang indah.

“kupikir hidupmu hanya berfoya-foya saja,tapi ternyata hidup mu berat juga huh?” ucapnya tak percaya sambil membetulkan leather jacketnya di cermin. Harus kuakui hari ini heechul terlihat sangat tampan

Dengan rambut khas tin-tin,kaus Lacoste warna putih polos,jeans hitam keluaran wrangler,sneakers putih kickers dan tak lupa leather jacket hitamnya yang kuyakin mereknya adalah jimmy choo. Dia terlihat seperti etalase berjalan bahkan donghae sekalipun tak pernah seber-merk itu(?)

Untuk info saja,setiap hari dia selalu merubah penampilanya dari ala Goo Jun Pyo sampai lady gaga di poker face (kurasa dia memang tidak waras sejak awal-_-)

Aku menatap wajah hee lewat cermin ,7 hari yang lalu dia masuk kedalam hidupku membuat hidupku jungkir balik,membuatku selalu berteriak karna ulah nya yang tidak waras,membuat ku selalu melemparkan barang ke arahnya

Membuat ku seperti orang gila,karna dianggap tak waras selalu berbicara sendiri,membuat ku tidak merasa kesepian,membuat ku merasakan indahnya memiliki teman,membuat ku sadar bahwa uang,kekayaan,dan kecantikan bukan lah semuanya.

“jeongmal,gomawoyo heechul-ah” ucapku sambil tersenyum tulus,heechul mengerutkan keningnya seakan aku baru saja mengatakan bahwa dia adalah kaka kandungnya taemin(?)

“terimakasih untuk 7 hari yang berarti ini”

Lanjut ku dan tetap tersenyum “tahu kah kau inilah pertama kalinya kau tersenyum kepada ku” jawab heechul heran,tanpa aku sadari,selama ini heechul sudah kuanggap sebagai sahabat ku sendiri bukan sebagai malaikat pencabut nyawaku.

“heechul-ah setidaknya biarkan lah aku hidup hingga dinner-ku dan appa selesai” balas ku sambil tersenyum lalu meninggalkan heechul yang masih tidak percaya dengan ucapan ku tadi

~~~

KIM’S MAIN BALLROOM

LAST DINNER

7:12 PM

“jadi mengapa kita hanya berdua saja disini?” suara appa memecah keheningan,aku mengerutkan kening ku,tak mengerti ucapan appa barusan.

“kemana siwon,hankyung dan donghae?” aku langsung tersedak mendengar ucapan appa “appa tahu?” tanya ku terkejut tentu saja karna appa adalah orang yang tidak terlalu peduli pada hal-hal kecil seperti ini.

“ya,appa tau dari gaeul,semenjak kau pindah dari apartemen mu 2 bulan yang lalu appa selalu mengecek kondisimu lewat gaeul” jawab appa santai sambil menyuap daging asapnya

“jadi kemana mereka?” tanya appa lagi,sepertinya dia benar-benar penasaran tentang ini “aku sudah memutuskan mereka semua” jawabku sambil pura-pura terlihat tak peduli tapi sebenarnya aku ingin menangis jika mengingat kejadian pagi ini.

“aigoo…..jadi model hati appa ini,telah memutuskan mereka semua?” tanya appa dengan nada yang sedikit berlebihan “kudengar mereka sangat tampan,bagaimana bisa kau mentigai mereka?” goda appa

Yang membuat pipiku bersemu merah “appa!!”  teriaku sebal “hahahaha ternyata anaku ini sudah pintar mempermainkan hati tiga pria tampan sekaligus” tawa appa bangga,oh ayolah appa bahkan ini bukan prestasi sama sekali—“

Appa selalu menganggap ku sebagai putri kecil kesayanganya grown-up bukanlah kata-kata yang appa senangi bahkan waktu photoshoot pertama ku,appa rela menunggui ku dan bilang kepada pimpinan agensiku “jika kau berani berbuat macam-macam pada putri ku maka kim’s group,akan menghancurkan agensi ini!”

Biarpun appa sedikit over terhadapku tapi aku sangant mencintainya appa lah yang membuat ku bertahan appa lah yang membuat ku menjadi gadis kuat sekuat gunung es,appa lah yang membuat ku tersenyum hingga saat ini dan

Appa lah kekuatan terbesar ku saat ini.

“yona-ah saat di new jersey appa bertemu ibu-mu” ucap appa nadanya mulai berubah serius “sudahlah appa aku sedang malas membahas ini” jawabku dingin sambil meneruskan suapan ku.

“yona,tapi kau harus mulai memaafkanya,bagaimanapun juga dia adalah omma mu” aku menghela nafas sebentar lalu menatap appa serius “appa ingat dia telah meninggalkan kita,dia telah meninggalkan kita disaat perusahaan appa sedang jatuh”

Jawabku serius,aku langsung merasakan mualnya perut ku saat mengucapkan itu  “appa yakin dia pasti mempunyai alasan yang kuat tentang ini” ucap appa nadanya seperti membela wanita itu “ya,alasanya adalah dia meninggalkan kita untuk pria western itu!!!!!!!”

Jawabku sinis sambil beranjak pergi. Samar-samar aku mendengar teriakan appa sebelum aku meninggalkan ballroom itu “yona,kau mau kemana?sebentar lagi kado natal mu akan datang!”

~~~

Aku menatap kosong ke arah jalan yang sepi sekali,ya pasti semua orang sedang merayakan natal bersama orang yang dikasihinya,aku jadi terpikir kembali kata-kata appa tadi,alasan yang kuat? cih aku  muak sekali mendengarnya.

Dulu aku memang sangat menyayanginya tapi sekarang aku sudah benar-benar membencinya “tidak menunggu sampai kado natal-mu datang?” ucap heechul tiba-tiba yang sudah duduk manis di jok sebelah ku.

“tidak tertarik” jawabku datar

“mungkin jika kau mengetahui isi kado-mu kau akan tertarik,tapi kau tak akan pernah tahu…..”

Ucapnya terputus

“selamanya…” lanjutnya pelan diikuti seringai evilnya.

-TO BE CONTINUE-

Hollla readers!!! Gimana part ini?makin garingkah?mianhee aku udah mendelep inspirasinya apalagi kalo mikirin rate komen ff ini yang semakin mendelep juga kaya otak author(?)

Lagi-lagi aku mau minta maaf kalo di setiap part tergolong pendek dan typo yang bertebaran seperti yang udah kubilang sebelumnya aku gabakat buat part panjang yang ada ceritanya malah makin geje dan komen makin seret(?)

Heechul: “OIYA MY LOPHLY READERS LEAVE SOME COMMENTS DONG BIAR GUE SEMANGAT JADI DEATH REAPER,gue udah rela-rela nih image gue dibuat seancur-ancurnya sama author geblek *digampar author*”

Donghae: “iya dong tinggalin komen pada ga kasian apa sama peran gue disini udah ditigain diputusin secara sepihak lagi bikin gue jiper aja,padahal dalam dunia nyata kan gue yang…………yahh you know me so well~ lah(?)”

Oke author stress anggep aja dialog yang diatas itu gaada hehehe peace^^V

By: the dreamer~hae

Tags: donghae,heechul,superjunior

Genre: romance,continue,humor,fanfiction