Love Is.. (Word That Make Ur Heart Beat) Part. 2

Sebelumnya… maaf yah lama banget lanjutannya~~
habis masih belum full nyawanya abis pulang dari MEdan.. kkkk…
okeh ini part 2 nya…

Love Is.. (Word That Makes Your Heart Beat)

Author : Vleese

Cast : SS501, Song Sum Yeong (fictional), Song Joong Ki, Lee Hyejin (cameo), EunHyuk (cameo)

Genre : drama

PART 2

~ H-1 Ulangtahun SumYeong ~ PART 2

— Autor P.O.V —

Sore itu, yang lain sengaja mengerjai YoungSaeng dan SumYeong. Mereka pura-pura sibuk dan datang telambat. Yang benar-benar sibuk sih hanya HyeWon dan HyungJun.
SumYeong terlebih dulu tiba. 30menit menunggu membuatnya bosan. Dan saat bosan, sifat ‘aneh’nya akan kumat. Dia ingin memanjat pohon yang ada ditempat berkumpul mereka.
SumYeong celingak-celinguk memastikan keadaan aman. Setelah yakin, dia langsung memanjat pohon tersebut. Sumyeong duduk di dahan yang tidak terlalu tinggi tapi cukup besar dan nyaman untuk bersandar.
Kyujong, HyunJoong dan Jungmin yang sejak awal memantau dari jauh shock dengan kelakuan SumYeong. Mereka melongo saling bertukar pandang benar-benar speechless.

‘Sudah lama aku tidak manjat pohon. nyaman sekali. Aku tunggu mereka disini saja. Nanti saat mereka sudah berkumpul, aku tinggal turun saja. Kekekeke..’ gumam Sumyeon.

Tak lama, YoungSaeng datang. Karena melihat belum ada siapapun, Youngsaeng duduk bersandar di pohon yang dipanjat Sumyeong. Menunggu yang lain datang. YoungSaeng tidak sadar kalau Sumyeong sudah datang. Begitu pula sebaliknya.

“YoungSaeng Oppa!!” teriak seseorang. SumYeong kaget dan nyaris jatuh.

—- SumYeong P.O.V —-

Wooopss~ Siapa sih yang teriak-teriak? Eh, YoungSaeng? Dia sudah datang?

Aku melongokkan kepalaku melihat siapa yang memanggil YoungSaeng. UPS! Semoga dia tidak melihatku. Aku sontak menegakkan badanku. Kuberanikan diri untuk mengintip lagi. Dia tersenyum? Siapa itu? Ada perlu apa dengan YoungSaeng? Eh? Apa peduliku?

“Annyeong, YoungSaeng oppa!”
“Annyeong Hyejin ah. Musun irriya?”
“Ahni.. hanya ingin ngobrol. Kebetulan aku melihatmu dan sudah lama tidak ngobrol.”
“Iya juga, ya. Sudah berapa lama kita tidak ngobrol sejak kita putus? 6 bulan?”

Oh.. Namanya Hyejin. Putus? Mantan pacar Youngsaeng? Kok aku tidak tahu.

“8 bulan oppa. 6 bulan itu hubunganku dengan EunHyuk.”

Ou~ Sekarang dia dengan monyet itu? *maap* Lalu, mau apa dia dengan Youngsaeng?

“Duduklah. Mana EunHyuk? Biasanya kau selalu dengannya.”
“Dia sibuk dengan festival Natal. Kami jadi jarang bersama. Aku kesepian, oppa.”
“Hehehe.. Dia kan wakil ketua panitia. Wajar kalau dia sibuk, maklumi saja.”
“Kau masih baik dan perhatian seperti dulu. Apa oppa sudah punya pacar sekarang?”

Kenapa dia tanya hal itu? Tidak takut si monyet cemburu? Wogh!! Sedang apa mereka disana!? Aku melihat HyunJoong, Kyu, Jungmin dan Hyewon di balik pagar rumput, sedang mengawasi… kami? Dasar bocah-bocah sialan! Awas kalian! Ups! Nyaris, Lagi! Pfiuhf~

“Oppa, Wae? Kenapa kau melihat keatas? Apa ada sesuatu disana?”
“Nde? Oh, ahni. Tidak apa-apa.”

Aigoo gawat! Apa YoungSaeng tau aku ada disini?

“Jadi, siapa chagiya mu oppa?”
“HYEJIN chagiya~”

Siapa lagi sih yang teriak? Lagi musim teriak ya sekarang? Waahh~ si monyet!

“Chaagiya~ Sedang apa disini? Oh, Annyeong Hyung.”

Canggung sekali si monyet.

“Aku mencarimu tapi kau tidak bisa dihubungi. Kebetulan aku melihat YoungSaeng oppa. Jadi kuputuskan menunggumu sambil ngobrol dengan Youngsaeng oppa.”
“Mianhae, chagi. Kalau begitu, kita pergi sekarang?”
“OK. YoungSaeng oppa, kami pergi dulu. Terima kasih sudah menemaniku ngobrol.”
“Hyejin-ah!” Dia bisa teriak juga? “Aku memang belum punya pacar saat ini. Tapi, ada seseorang yang kucintai. Nan Jeongmal Sarameul Sarang Haeyo!” YoungSaeng tersenyum. Kulihat Hyejin dan Eunhyuk tersenyum senang mendengarnya.

MWO?! “WWAAAA!” aku terjatuh dari pohon, kaget mendengar kata-kata Youngsaeng. Lho? Kok nggak sakit? Harusnya kan sakit kalau jatuh, tapi ini kok… hangat? Empuk?

“Sumyeong-ssi, gwenchana?” Eh? Kok aku bisa dipeluk YoungSaeng? E-E-EEEHHH?? “SumYeong-ssi.. Sum-”
“Kalian sedang apa? Hyung, kenapa kau menggendong noona?” HyungJun tiba-tiba sudah didepan kami. Dia bertanya dengan polosnya dan memegang es krim lolli nya.

Kami saling bertukar pandang, melihat keadaan kami, melihat HyungJun, dan saling bertatapan lagi. YoungSaeng refleks melepaskan pelukannya dan aku juga reflek menjauh. Kami berdua jadi salah tingkah. Ahkh.. kenapa tiba-tiba sakit. Aku memegang dadaku.

Drap.. Draaapp.. draaapp… BLETAK! PLAK!

“Dasar bayi bodoh! Kenapa kau merusak suasana?!” omel Jungmin.
“Apa salahku..” HyungJun meringis karena kepalanya dipukul Hyunjoong dan Jungmin.
“Masih berani tanya apa salahmu? Heeddeehh..” Hyewon meggelengkan kepalanya.
“Noona, gwenchana?” KyuJong yang melihatku memegang dadaku. Aku menggeleng.
“YA! KALIAAAANNN!!!!” teriakku. Mereka semua kaget. “Kalian datang daritadi tapi malah ngumpet!! Ngapain?!” teriakku. Aihh.. rasanya semakin sakit.
“Aku benar-benar baru datang kok noona.” jawab HyungJun takut-takut. Yang lain melotot ke HyungJun. Kulihat YoungSaeng cekikikan.
“Mianhae.. kami nunggu si bayi ini. Tapi dia gak tau malah kemana.” kata Jungmin.
“Kalian tidak bilang kalau kalian menungguku. Aku mana tau.” HyungJun membela diri.
Mereka mengepung HyungJun. Dia diomeli habis-habisan oleh Jungmin dan HyeWon. HyunJoong asyik mengompori kedua mahluk itu. Kasian bayiku. Ahkh.. Kenapa sakit lagi?

—- YoungSaeng P.O.V —-

“Hehehehe.. Sudah.. sudah.. Kasian HyungJun. Kekekeke..”
“YoungSaeng hyung~” HyungJun langsung sembunyi dibelakangku.
“Noona, gwenchanya?” Tanya Kyujong. Kulihat SumYeong memegang dadanya. Kenapa dengan nya?
“SumYeong-ss~” dia menatapku tajam. “SumYeong… Sakit?” lanjutku.
“Aku tidak apa-apa.” Tapi sepertinya tidak begitu. “Udah lengkap semua. Sekarang, DUDUK!” titahnya. Tidak perlu dua kali, kami semua langsung duduk. “So? Ide untuk kali ini?”
“Covering idol. Sekali-sekali ok juga kurasa.” HyunJoong menjawab.

HyungJoong menjelaskan konsepnya dan menyerahkan list dari idol yang rencananya akan kami cover. Dia serius sekali. Sesekali kulihat dia mengernyit menahan sakit. Sebenarnya ada apa? Kalau kuperhatikan, dia agak pucat dan sedikit lebih kurus.

“Er~ eng.. Aku dan HyungJun tidak bisa ikut. Musical teather kami tepat sebelum perform grup kita. Sorry.” Hyewon tiba-tiba setelah HyunJoong selesai menjelaskan.
“MWO?!” HyunJoong dan SumYeong kaget. “Haaaahh… Yahh.. mau gimana lagi. Kalo gitu kita harus mencari 2 orang untuk menggantikan kalian?” kata SumYeong.
“Aku sudah minta Kibum dan Kevin. Dan mereka menyanggupinya.” Jawab HyungJoon santai. Tumben sekali anak ini cepat tanggap.
“KURA-KURA!!!! Tumben kau tidak lemot! Ahahaha..” Jungmin meledek. “ah~ tapi aku harus bersama si rubah itu.” Tiba-tiba langsung tidak semangat. Hyungjun memukul bahunya.
“OK, akan ku review semua ini. Besok kuberi tau keputusan akhirnya. Sekalian aku akan buat format blocking nya.”

Besok? Aku tidak salah dengar? Besok kan ulang tahunnya.

“Sepertinya noona lupa kalau besok dia ulang tahun.” bisik Kyujong padaku. Aku mengangguk setuju.

“Aku pergi dulu. Ada yang harus kuurus.” Kata SumYeong sambil melihat jam. Kenapa akhir-akhir ini dia selalu sibuk. “Besok kita kumpul lagi. Jun-ah, ajak Kibum dan Kevin. Di…”
“Besok dirumah kita saja.” Kata Kyu. Sumyeong mengangguk dan berlalu pergi. “Besok kalian datanglah lebih awal. Bantu aku menyiapkan pesta untuk noona. Kecuali kau Hyungjun. Kau harus membuat noona sibuk sampai kuperbolehkan datang. Kau bisa mengajak Kibum dan Kevin. Buatlah alasan!
Arra?” perintah Kyujong. Kuakui, kadang dia hebat dalam hal ini.

—————————————————————————————————————-

— H-Day, SumYeong POV —

Jam berapa sekarang? Oh Damn! Kenapa aku bisa kesiangan? Bisa dibunuh oppa. Kenapa aku bisa punya oppa dan dokter yang menyeramkan seperti dia. Hiii~~ Ahkh~ a-ah~ kenapa akhir-akhir ini jadi lebih sering sakit.
Aku buru-buru mandi dan siap-siap untuk menemui oppa sekaligus dokter kejam itu. Kenapa ada dokter seperti dia. Saat turun, rumah sudah sepi. Sepertinya Kyu sudah berangkat kuliah. Aku menuju minibar dapur, ada ada note dari Kyu.

Noona, aku buatkan kau sandwich bakar. *bebeng*
HARUS kau makan! Awas kalau tidak!
Tadi, JoongKi Hyung menelepon ku. Memastikan kau datang atau tidak.
Telepon dia lagi ya. Sampaikan salamku pada Joongki hyung. *merong*
– Eagle Kyu ^^ –

Ps : Saat Makan Malam kau sudah harus dirumah!

Bocah ini. Eagle apanya. Gorila! Kau itu Gorila tau!
Kulihat 2 bungkus sandwich bakar di meja dan 1 kotak susu coklat. Hehehe.. dia benar-benar merawatku. Calon dokter yang baik. Sebaiknya aku segera pergi. Atau JoongKi oppa akan mendampratku habis-habisan.

—- HyungJun P.O.V.—
~ Rumah HyungJun ~

Aduh.. bagaimana ini? Aku harus buat alasan apa untuk menahan noona sampai mereka bilang noona boleh pulang. Aku harus bilang apa ke noona? Kenapa harus aku?
“Aaarrrggghhhh~~ otokhae.. otokhae~~~”

—- KiBum P.O.V —-

“Hyung? Gwencanya?” Hyung menatapku nyaris depresi. Hyung menceritakan inti masalah yang membuatnya terlihat seperti orang stres. Hanya hal sepele seperti itu?! Oh my…
“Otokhae kibum ah~” tanyanya.
“Hyung! Itu mudah sekali. Kau pasti lupa kalau ada aku dan Kevin. Kan?” Hyung seperti mendapatkan pencerahan mendadak. Is he really my older brother?
“Kibum ah~ Yo My Brother!! kalau gitu kau yang menghubungi noona. Sekalian kau hubungi Kevin. Kuserahkan semuanya padamu. Aku mau bersiap-siap. YEAH~ woohooo~~”

Oh GOD, why do I have brother like him..

Kutelepon Kevin lebih dulu sambil memikirkan alasan yang tepat ke noona. Kevin langsung OK! Mungkin efek nama noona. Ehehe.. he likes noona that much, so do I. jangan salah tangkap dengan apa yang kubilang. Nah.. sekarang noona. Ah, tersambung.

“Yeoboseyo, noona? … Noona, kau sibuk hari ini? Hyung bilang, kau ingin bertemu denganku dan Kevin hari ini…. Jam 3 di kawasan Gwangju? Ok. Aku akan datang dengan Hyung dan Kevin. Sampai nanti noona.”

Beres sudah. Entah kenapa Hyung bingung sekali. Sekarang jam 1. masih ada waktu.

—- SumYeong P.O.V —-

”Nugu?”
”Kibum. Dia mengajak bertemu. Jadi gimana? Tidak ada masalah kan?”
”Untuk saat ini, mingkin ya. Tapi, tetap saja kau harus menjalankan apa yang kusarankan Yeong-ah. Aku dan Kyu pernah membicarakan hal ini juga. Karena walaupun sampai saat ini tidak ada masalah yang berarti, kita tidak tahu besok akan seperti apa.”
”Oppa.. kau tau apa artinya kalau aku melaukannya? Orang lain akan kehilangan hidupnya hanya untuk membuatku bertahan hidup. Shiro yo!”
“Arra.. tapi apabila, orang tersebut bersedia?”
“We’ll see oppa.. we’ll see..” aku bisa merasakan oppa benar-benar khawatir.
“This one for you. Buka bila sudah sampai dirumah.” Dia memberiku bingkisan tebal.
“Untuk apa ini?” dia kaget dengan pertanyaanku. “Tumben sekali. Tapi.. gomawoyo oppa ku yang ganteng.” kusimpan bingkisan hitam itu di tasku. ”Oppa, aku pergi dulu.”
”Janji dengan Kibum tadi?” aku mengangguk. ”Araso.. hati-hati.” ucapnya.

— JoongKi P.O.V —

SumYeong ah.. kenapa kau sangat keras kepala. Fisikmu memang kuat, tapi sampai kapan. Walaupun tidak ada masalah, aku takut keadaan bisa berubah dengan begitu saja. Sebenarnya, ada yang sudah bersedia dan cocok. Dan, waktunya juga tidak lama lagi.
Lebih baik aku membahas ini dengan KyuJong. Ya, lebih baik kutelpon dia.

”Yeoboseyo, Kyu? …. bisa kita bicara? Ada yang perlu kubahas denganmu. Ini tentang SumYeong. … lebih cepat lebih baik … baiklah, aku tunggu. Sampai ketemu nanti.”

— SumYeong P.O.V —
~ Gwangju district, Coffee Shop ~

Mana mereka? Ah sudahlah ku tunggu saja. Croissant ini enak sekali.. ice peppermint mocca ini juga enak.. nyuuumm… *nyyuuuttt* ahk.. kenapa akhir-akhir ini sering sekali terasa sakit. Apakah bertambah parah? Tapi tadi kata oppa, tidak ada masalah.

”Noonaaaa….” Kevin? Akhirnya datang juga mereka. Aku melambaikan tanganku.
”Noona sorry, ini semua karena Hyung ngotot ingin membawa choco.” Kata Kibum.
“Kasihan kan kalau ditinggal.” Jawab HyungJun. ”Tapi akhirnya harus ditinggal juga ditempat Kevin.”
”Hehehehe.. Aku belum terlalu lama menunggu. It’s Ok. Kalian tidak beli minum? Karena kayanya akan agak lama kita disini.” kataku sambil menunjukkan notes ku.
”Hyung! Pesankan aku Venti Ice blended Javachip. untuk Kevin juga ya.” Suruh Kibum.
“Kenapa aku? Kenapa bukan kau yang pesan?” HyungJun protes. Kibum dan Kevin menatapnya. Yang satu dengan puppy eyes, yang satu lagi dengan evil death glare setengah memaksa. “Aiiisshhh.. baiklah.. baiklah.”

Aku menahan tawa ku sampai Hyungjun sudah agak jauh dari kami. “AHAHAHAHA.. Kibum ya.. kau ini. He’s your Hyung.”
“Sekali-sekali noona.” Dia dan Kevin tertawa penuh kepuasan. ”Jadi, yang perlu dibahas tentang festival Natal akhir tahun kan?”

Aku mengangguk. Kujelaskan secara garis besarnya saja. Supaya mereka mengerti seperti apa, dan mencocokkan jadwal untuk latiahan dengan mereka. Tak lama Hyungjun datang dengan membawa pesanan Kibum dan Kevin serta minuman miliknya. Dia mulai merecoki kami dengan ocehannya, keluhannya dan ide-ide nya.
Lama kami ada di coffee shop tersebut. Banyak yang kami bicarakan. Tak terasa, sudah gelap. Kami akan terus ngobrol kalau HyungJun tidak mengajak kami pulang.

”Noona.. Kyujong mengirimiku sms. Katanya, kapan kau akan pulang? Ini sudah jam makan malam. Dia tak bisa menghubungimu. Dia juga menyuruh kami datang.”
”Eh? Jam berapa sekarang?”
”Jam 7. Aku lapaarr..” rengek Kevin.
”Ouuhh.. uri Kevin.. Hungry?” Kevin mengangguk. Kibum juga. ”Kalo gitu, ayo.”

— YoungSaeng P.O.V —
~ Rumah Kyu~

Semuanya sudah siap. Makanan, OK! Kue, OK! Minuman, OK! Dekorasi, OK! Dan hadiah pun juga sudah. Apa SumYeong akan menyukai semua ini ya? Capeknya~~

”HyunJoong hyung, irrona!!! Jangan tidur di sofa! Aihss kau ini hyung.” Jungmin ngomel. ”YA! Bocah! Bantu aku mengatur makanan ini di meja makan. Jangan hanya duduk dan ngemil snack saja kau.” perintah Jungmin ke Hyewon.
”YA! Kuda cerewet! Kau ini cerewet sekali seperti ibu mertua! Semua sudah selesai kuatur dengan rapih. Memang kau kira aku ngapain dari tadi!?” bentak Hyewon balik.

Mereka berdua ini jarang bisa akur. Kalau Jungmin, Hyungjun, Hyewon dan Kibum berkumpul, itu merupakan satu tontonan gratis yang benar2 LUAR BIASA!

”Kyu.. bagaimana? Noona dan si kura-kura kapan akan sampai?” tanya Jungmin lagi.
”Sebentar lagi katanya. Mereka sedang dalam perjalanan. Mungkin 30 menit lagi.”
”Kalau gitu aku mau siap-siap dulu ah.” Jungmin melepas apron nya dan lari ke kamar mandi. Selesainya dari kamar mandi, dia menghampiri Hyunjoong yang sedang terlelap di sofa. ”HYUNJOONG HYUNG~~ IIRROONNAA!!” teriak jungmin. Tidak bergeming. ”Hyung, ada alien datang!” katanya lagi sambil menggoyang-goyang bandan Hyunjoong.
”haaahhhmm… mana? Mana?” Astaga?! Dia bisa terbangun dengan cara itu?
”Cepat cuci muka! Sebentar lagi SumYeong datang. Dasar Alien 4D!” perintah Hyewon.
”YoungSaeng Hyung, nanti kau yang membawa kuenya ya.” kata Kyujong. Aku? Kenapa aku? ”kau yang membuatnya, dan aku tau, itu special kan?” lanjut Kyu lagi.
”Mereka sudah mau sampai!! Cepat siap-siap semua.” Kami pun segera sembunyi.

Ting Tong~ Ting Tong~ Ting Tong~

”Wae Hyungjun ah?” kudengar SumYeong bertanya.
”Noona, apa kau bawa kunci rumah? Kok sepertinya tidak ada orang. Terkunci.” jawab Hyungjun.
”Ah, ada. Minggir sebentar.”

CKLEK. Kriieett~~

”Kok gelap? Kok sepi? Hyung, kau yakin tadi Kyujong hyung menyuruh kita cepat pulang?” tanya Kibum. ”HYAAA~~ Hyung kau ini apa-apaan sih? Kevin! Kau juga.”

Kulihat samar-samar, HyungJun dan Kevin beringsut dibalik Kibum. Saling nempel dan berpegangan. Membuat Kibum sulit untuk berjalan dan nyaris jatuh.

”Kibum ah~ Noona~ HYUUNNGG~~” panggil HyungJun. Itu kodenya. Tapi dari suaranya, aku yakin sebenarnya Hyunjun benar-benar sedang ketakutan. Anak itu.

Dan akhirnya kami semua keluar bersama-sama. Aku didepan sambil membawa Cake. Kami semua serentak menyanyi lagu ulang tahun.

Saengil chuka hamnida… Saengil chuka hamnida…
Sarang haneun Song Sum Yeong..
Saengil chuka hamnida…
YEEEIIIII~~~

”Noona~ Tiup lilinya! Jangan lupa make a wish!” teriak Kyu. SumYeong pun meniup lilin. Lampu langsung menyala.
”Happy Birthday, SumYeong ah~” ucapku. Dia masih kaget. Tapi, bisa kukatakan, dia sangat senang. Senyuman terus mengembang di wajahnya.
”Sampai kapan kalian mau terus pandang-pandangan seperti itu?” celetuk Hyungjun. ”Aku lap- AAAHHKKK… YA! Kalian ini kenapa sih?” 4 jitakan secara mulus mendarat di kepala Hyungjun. (Hyunjoong, Jungmin, Hyewon, Kibum *adek kurang ajar*).
”Hehehehe.. ayo kita makan.” ajak Kyu.

Kami semua secara teratur ke ruang tengah. Sengaja kami duduk dibawah agar lebih leluasa. Dan karena SumYeong juga lebih suka duduk dibawah bila kumpul seperti ini.

—- SumYeong P.O.V —-

Astaga… aku kenapa bisa lupa hari ini ulang tahunku. Dan mereka menyiapkan ini untukku? Bagaimana bisa aku tidak tahu..

”Noona~ Tiup lilinnya! Jangan lupa make a wish!” kata Kyu.

Dear God.. terima kasih untuk semua ini. Semoga aku bisa terus bersama mereka dan bersama dia yang sangat kucintai. Take care of them for me God. Amien. Kutiup lilinnya.

”Happy Birthday, SumYeong ah~” ucap YoungSaeng.

Kyopta~ Dia sudah bisa memanggilku seperti itu. YoungSaeng, gomawo.. Saranghae..

”Sampai kapan kalian mau terus pandang-pandangan seperti itu?” celetuk Hyungjun.

Hah? Eh? Youngsaeng~ ahahha.. mukanya memerah.

”Hehehehe.. ayo kita makan.” ajak Kyu.

Kyu mendorongku ke ruang tengah yang sudah disulap dalam arti, meja sudah berubah jadi meja pendek dengan berbagai hidangan dan dekorasi. Senangnya bisa berada di tengah-tengah mereka. Aku menatap mereka semua dengan rasa terima kasih.
Kami makan dengan lahap. Makanan ini enak sekali. Walaupun menyebalkan, kuakui Jungmin pandai memasak. Suasana makan yang damai? LUPAKAN! Dengan mereka semua berkumpul, tidak akan ada kata tenang dan damai. Hahahaha.. tapi ini sangat menyenangkan.

”Noona.. ini hadiah dariku.” Kevin memberiku bungusan pink. I hate pink.
”Kevin ah~ kenapa kau mendahului kami?” hardik Kibum. Kevin tidak peduli.
”RIILLLAAAA~~~ It’s BIG Rila. Gomawo kevin ah… hehehehe.. i Love it.”
”Ini dari kami.” HyungJun memberiku bungkusan agak besar.

Apa ini? Bantal besar dan bantal leher berkepala beruang dengan kantung mata?

”Itu, designku dan kibum. Namanya PiroPiro. Maskot perusahaan masa depan kami. Kau yang lebih dulu mendapatkannya, noona.”
”Gomawo~ aigo.. bayi kura-kura ku sudah agak dewasa. Hehehe..” dia cemberut. Kibum dan yang lainnya tertawa.

Hyewon memberiku heels hitam, agar aku lebih feminim katanya. Dari Kyujong, gelang silver dengan ornamen sayap dan cross. Jungmin memberiku Jam tangan unik. HyunJoong memberiku iPod hitam! HUUWAA~ aku langsung berlari memeluknya. Aku teringat hadiah dari Joongki oppa, WOALA~ Iphone! ITS PERFECT!

”Mana hadiah darimu?” aku menadahkan tanganku ke YoungSaeng. ”Jangan bilang hadiahmu kue itu tadi?”
”A-Aniyeo.. ehm..” dia nampak ragu saat mengeluarkan bingkisan kecil berwarna navy blue dan hitam dengan pita hijau lime. ”Ini untukmu.”

Sepertinya dia… malu? Kenapa dia malu?

Kubuka dan kukeluarkan isi dari kotaknya. Aku bengong melihatnya. Ini.. bagus sekali.. simple tapi.. Kalung emas putih dan liontin Lock dengan Half Winged menjuntai di lingkar Lock nya. Di atas Lock tersebut ada lambang Infinite dan huruf Y dan S di dalam lingkaran infinite. Aku speechless.

”Hyung, itu yang kau bilang, hanya ada 1 di dunia ini?” tanya Kyu.

Hanya ada 1?

”Erm.. Aku mendesignnya sendiri. Jadi yah,. tidak ada lagi.”
”Itu YS ato SY? Hyung ini inisialmu ato inisial Noona?” tanya Jungmin yang disebelahku.
”Kurasa inisial mereka berdua. Kan tinggal dibalik saja.” Hyunjoong asal menjawab.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kami mulai membereskan bekas-bekas makan kami. Hanya menyisakan minuman, cemilan, dan buah.

Ahhkk.. ukhh.. kenapa ini? Kenapa terasa sakit lagi? ”Aku ke kamarku sebentar. Kyu bantu aku membawa semua ini.” aku menunjuk hadiah dari mereka semua.

—- KyuJong P.O.V —-

Aku membantu noona membawa semua hadiahnya ke kamar. Sesampainya di kamar, badan noona oleng dan terjatuh di dekat tempat tidurnya.

”noona, wae? Gwencanya?” kulihat dia memegang dada nya dan menahan rasa sakit yang sangat. ”noona, dimana kau letakkan obatmu?”

Noona menunjuk laci disebelah tempat tidurnya. Buru-buru kuambil dan kuberikan padanya. Beberapa menit kemudian, noona terlihat lebih tenang dan tidak terlihat begitu sakit lagi.

”komawo, Kyu.. sudah tidak apa-apa.”
”noona, apakah akhir-akhir ini semakin sering terasa sakit?” dia mengangguk. ”sejak kapan? Apa kau sudah memberi tahu JoongKi hyung?” kali ini dia menggeleng. ”Noona!! kenapa kau tidak meberitahunya?!” kataku setengah berteriak. ”kau meminta kami tidak terlalu khawatir dan membatasimu, tapi kau sendiri tak mau menjaga kesehatanmu dan menganggap remeh. Aku akan menelpon Joongki Hyung sekarang.”
”Kyu ah~ jebal, andwae.”
”Shirro! Aku akan memberitahu Joongki hyung tentang ini.” aku menelpon Joongki hyung dan menceritakan yang terjadi. ”Lusa Joongki hyung meminta kita rumah sakit untuk pemeriksaan lengkap. Noona, mengertilah. Penyakitmu ini bukan masalah sepele.”
”Arasso. Lusa kita kesana setelah latihan.” baru aku akan menginterupsinya. ”Jangan mendebat. Sekarang kita turun.” titah noona. Susahnya ounya noona yang keras kepala.

—- KiBum P.O.V —-

Kenapa jadi aku yang harus memanggil noona. Tapi biarlah. Mana kamar noona?

”Lusa Joongki hyung meminta kita rumah sakit untuk pemeriksaan lengkap. Noona, mengertilah. Penyakitmu ini bukan masalah sepele.”

Noona sakit? Sakit apa?

CKLEK..

”Kibum?!” Aku masih terpaku didepan pintu. Kyujong Hyung dan Noona kaget melihatku disana. ”Apa kau mendengarnya?” tanya Kyujong hyung. Aku mengangguk.
”Kenapa menyembunyikannya?” tanyaku. Kusadari suaraku agak bergetar.
”Akan kujelaskan nanti. Tapi tolong, jangan bilang siapa-siapa.” pinta noona. Saat aku ingin mendebatnya, ”mereka pasti menyuruhmu memanggil kami kan. Ayo kita turun.”

—- YoungSaeng P.O.V —-

Kenapa kalung ini disini? Sumyeong meninggalkannya? Apa dia tidak suka hadiah dariku? Aaahhh… YoungSaeng babo! Berhentilah berpikiran negatif!

”Ayo kita ke Han river!!” seru Hyungjun. Kevin, Hyewon, dan Hyunjoong terlihat antusias.
”Diluar sedang hujan! Bagaimana kita mau jalan-jalan ke Han River?” Jungmin menunjuk kearah jendela. Hyungjun langsung mengecek. Dia kecewa mengetahui kalau ternyata memang hujan.

Hujan? Sepertinya tadi tidak hujan?

”Ya sudah.. Kalau gitu kita nonton film horor sama-sama disini.” usul SumYeong yang sudah duduk tak jauh dariku.
”Film.. ho..ror?” tanya Hyungjun. Sumyeong mengangguk. ”kenapa harus film horor? Nonton yang lain saja.” kulihat Jungmin dan Hyunjoong sudah mengeluarkan smirk evilnya.
”Ayo kita nonton film horor!! Kyu, kau punya kan?” tanya Hyunjoong.
”Aku tak punya. Tapi sepertinya EunAh punya. Akan kuambilkan.” Kyu pergi mengambilnya. Jungmin ikut dibelakangnya.

Sepertinya yang merasa takut bukan hanya Hyungjun. Kevin dan Hyewon juga. Mereka bertiga merapat membentuk satu grup. Hehehehe.. lucu melihatnya.

Tak lama kemudian, Jungmin datang dengan membawa 2 dvd film horor. Dia sangat puas. Sesaat setelah film diputar, kulihat formasi saat ini, Kevin semakin merapat ke Kibum. Hyungjun merapat pada Hyunjoong dan Hyewon merapat ke Hyungjun. Jungmin dan kyu duduk bersebelahan. Aku memilih duduk di sebelah Kibum.

Mana SumYeong? Sedang apa di minibar? Kuputuskan menghampirinya. Tidak lupa membawa hadiahku tadi.

”Sedang apa kau disini?” tanyaku. Dia sedikit terkejut.
”Aku membuat cappuccino. Mau?” tanyanya. Aku mengangguk. ”Aku tidak bisa minum disana. Hyunjoong bawel kalo dia mencium bau kopi. Hehehe.. Kau mau panas atau hangat?”
”ehm.. panas. Kau ingat hal seperti itu.” dia mengangguk.
”Tentu saja. Walaupun tidak semuanya kuingat, tapi aku tau apa yang kalian suka dan tidak suka.” jawabnya. ”Kau, tidak suka makan ikan dan selalu takut rambutmu berantakan.”

SumYeong menjabarkan semua tentang apa yang dia ingat. Aku tidak menyangka kalau ternyata dia juga mengingat hal-hal tentangku. Kurasa saat ini wajahku sedang tersenyum lebar. Dia menyodorkan segelas cappuccino panas padaku.

”Ahk.. panas.. Panashh! Huf huf..” benar-benar panas. Bibirku.. lidahku.. panas..
”Ahahahahaha.. makanya hati-hati. Ini, minum punyaku saja. Kurasa sudah tidak terlalu panas.” dia menukar milikku dengan miliknya. Gelasnya memang sudah lebih hangat. Aku melihatnya. ”Aku baru mencicipinya sedikit kok. Atau mau kutambahkan lagi?” tanyanya.
”Ahni.. eopso.” aku senyum-senyum sendiri. Untung saja disini agak gelap. ”Ah ya.. igeo.” aku menyerahkan kalung hadiah dariku. Dia terkejut dan… lega?
”Ternyata ada padamu? Syukurlah.. Aku takut kukira aku menghilangkannya.”

Ah, dahaengida.. kukira dia tidak menyukainya.

”Ehm.. bisa bantu aku memakainya?”

HA? Jackpot! YIIIPPIII!!! Kuambil kalung itu dari tangannya dan kupakaikan. Kenapa jantungku deg-deg an begini. Aku memakaikan kalung pemberianku di lehernya. ”Sudah.”
”Gomawo.. Jeongmal gomawo. Aku sangat menyukainya. ini bagus sekali YoungSaeng ah.”
Hey.. Boleh kan kalau aku mengatakannya sekarang? ”Saranghae SumYeong ah.” ucapku. Kenapa senyumanmu jadi seperti itu?

—- SumYeong P.O.V —-

”Saranghae SumYeong ah.” pelan namun jelas. <DEG! Andwae. Akhirnya terucap juga. Untuk sesaat aku tetap membatu ditempatku. Tidak yakin apa yang harus kulakukan. Aku senang, sangat senang. Tapi aku juga merasa sedih.
”YoungSaeng.. gomawo.. Jeongmal gomawo. tapi..” aku berhenti sejenak. ”aku tidak bisa. Mianhae.. Bukannya aku tidak menyukaimu, hanya saja… aku… tidak bisa.”

Mianhae.. mianhae YoungSaeng..

”Apa… sudah ada seseorang yang kau cintai?”
”Ne.” jawabku. ”Aku tidak mengira aku akan jatuh cinta padanya. Tanpa kusadari, aku sudah mencintainya.” Orang itu adalah kau. Kumohon jangan memberiku tatapan terluka seperti itu.
”Arraso..” jawabnya lemas. ”Apa masih ada harapan untukku?”
Aku menghampirinya dan menyentuh pipinya. Lembut. Sekali ini saja. Dia terkejut dengan apa yang kulakukan.

Maafkan aku YoungSaeng. Ya tuhan.. kenapa kau membuatnya mencintaiku. Aku tidak ingin melukainya. Aku juga mencintainya.

Kudekatkan wajahku ke telinganya. ”Aku tidak tahu.. Kumohon jangan berharap.” lalu kukecup pipinya. Entah apa yang ada dipikiranku saat itu sampai aku berani melakukan hal itu.

”AAAAAA!!!! SSTTTOOOPPP!! CUKUUUPP!!! KKKKYYAAAA…” teriakan Kevin dan Hyewon.
”MATIIKKAAAANNNN!!! AKU TIDAK MAU LIHAT LAGI!! MATIIIKAAANNN!!!” kali ini HyungJun.

Aku kaget karena teriakan mereka. Terlebih lagi, dengan apa yang baru saja kulakukan. Sekilas kulihat YoungSaeng juga kaget dan wajahnya memerah. Aku buru-buru menghampiri mereka yang menonton film.

”BWAHAHAHAHAHA…. AKAKAKAKAKAKAK…” HyunJoong, Jungmin dan Kibum tertawa puas.

—————————————————————————————————————-

– TO BE CONTINUED –

3 thoughts on “Love Is.. (Word That Make Ur Heart Beat) Part. 2

  1. HAHAHAHAHAHAHAHA~ ckckckckck~ heboh amat bang! :p wkwkwkwkwk~ lnjut lnjut lnjut,, I like it! Daebak!

    Yg sabar oppa, aq tw ini psti brt bgt bwt oppa. (mpreettt) lnjutan’a ppali y thor :)

  2. Wahahaha~
    Pulang dari showcase ukiss langsung ngebut ff ya Kak?
    Saya ngebut baca 2-2nya gitu td nyari ff u-kiss Ga dapet v,v .
    Ternyata authornya Kak vleese toh XDD~
    Seruuuu~
    Lanjut ya Kak.
    Btw itu bebeh kenapa begonya keliatan bener -,-

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s