Time To Love 4th : YooSu [yaoi]

Oiyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…..

TTL 4th version akhirnya kelar….

Mian kalo kurang dapet feel yaoi’na….

Saia kurang berpengalaman bikin ff yaoi,, kurang berbakat….*kalo NC bru berbakat//plakk//boong deng*

Hokeh,, enjoy it….

Time To Love [Version 4 : YooSu]

Tittle : Time to Love

Author : Honey Park

Cast : Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin (cameo), Jung Yunho (cameo), Kim Jaejoong (Cameo), and others.

Genre : drama/romantic, Angst(?), mpreg.

Rating : PG17

Summary : Apakah serendah itu aku dimatamu? Aku hanya menjadi pemuas nafsumu. Apakah aku tak ada artinya dihatimu? Ini bukan kehidupan yang aku inginkan. Tapi, tanpa sadar aku mencintaimu.

Disclaimer : I own nothing except the plot and story. The PLOT and the STORY BELONG to ROYAL ENTERTAINMENT!

Royal Company presented….

Royal Entertainment Company production…

163191_180390835325240_100000629751504_464227_2030822_n

Time to Love

Kim Junsu seorang pria yang manis. Ia sekarang tengah menangis dipojok sebuah ruangan gelap. Untuk yang entah keberapa ia disekap diruangan itu. Entah kenapa ia harus selalu disekap disana setiap teman-teman atau saat gadis-gadis Yoochun datang kerumahnya. Padahal ia berstatus sebagai istri dari seorang Park Yoochun, pengusaha terkaya di Korea.

Junsu mendekap lututnya. Ia takut. Sangat takut. Sebenarnya ia sangat takut gelap. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk melawan Yoochun. Dan yang bisa ia lakukan sekarang adalah menangis dan mencoba untuk tetap terjaga. Ya, Junsu selalu ditemukan tak sadarkan diri jika ia dikurung diruangan itu. Tapi entah kenapa Yoochun selalu menyekap Junsu disana.

Sementara itu Yoochun sedang berpesta dengan teman-temannya. Minum-minum dan bermain dengan gadis-gadis yang sudah disewa dari sebuah pub. Yoochun biasanya tidak akan membiarkan dirinya agar tidak mabuk. Ia masih mempunyai sebuah tugas yaitu membawa Junsu keluar dari ruangan gelap yang selalu menjadi tempat untuk menyekap Junsu.

Selama ini Yoochun tak pernah memperbolehkan anak buahnya menyentuh Junsu meski bisa dipastikan Junsu sudah pingsan sejak malam. Tapi Yoochun bersi keras bahwa yang boleh menyentuh Junsu hanyalah dirinya seorang. Alas an ia menyekap Junsu saat ia berpesta adalah agar tak ada yang menyentuh Junsu. Baik lelaki maupun perempuan.

Pukul 3 pagi pesta itu baru selesai dan Yoochun menyuruh salah satu anak buahnya untuk melihat keadaan Junsu. Dan seperti biasa, Junsu tidak bisa menahan kesadarannya. Yoochun segera menuju ruangan itu dan melihat Junsu terbaring tak sadarkan diri dilantai. Masih terlihat pipinya yang basah oleh air mata. Yoochun mengusapnya lalu menggendong Junsu kekamarnya.

Yoochun membaringkan Junsu diatas kasur empuknya dan menutupi tubuh Junsu yang dingin. Yoochun mengecup kening istrinya itu lalu mulai mengecup lembut bibir penuh Junsu. Yoochun sangat mencintai Junsu, tapi ia tak bisa menunjukkannya. Ia tak mau Junsu jatuh cinta padanya dan yang pasti Yoochun tidak mau Junsu terluka.

Setelah memastikan Junsu baik-baik saja, Yoochun keluar dari kamar Junsu.

“Sooman-ssi, jaga Junsu. Besok siang aku ada tugas.” Kata Yoochun tegas kearah seorang pria yang umurnya sudah setengah abad.

“Baik, Tuan.”

“Pastikan ia baik-baik saja.” Lanjut Yoochun.

“Pasti tuan.” Lalu pria itu membungkukkan badannya penuh hormat saat Yoochun melewati dirinya.

Yoochun berlalu kekamarnya, menyiapkan peralatan untuk melakukan pekerjaannya besok siang. Ia melihat foto Junsu dan dirinya beberapa bulan yang lalu saat mereka menikah. Senyuman Junsu terlihat kaku. Sejak dulu Junsu memang takut padanya. Tapi Yoochun sangat menyayanginya, apa boleh buat iapun memaksa Junsu untuk emnikah dengannya. Meski resikonya besar.

——————–

Seperti biasa Yoochun pergi sebelum Junsu bangun. Ia ingin membuat Junsu nyaman berada dirumahnya. Semua yang dibutuhkan Junsu tersedia dirumah itu. Karena Yoochun melarang Junsu keluar rumah. Jadi jika Junsu butuh sesuatu, pelayan atau anak buah Yiichun yang akan membelinya.

Junsu membuka matanya perlahan. Ia mengerjap beberapa kali sebelum ia benar-benar bangun. Ia turun dari tempat tidurnya dan mencuci muka. Selalu seperti itu. Setiap ia bangun, ia pasti sudah terbaring diatas tempat tidur dikamarnya.

Dan seperti biasa, ia bermimpi ada yang mencium kening dan bibirnya tapi ia tak bisa membuka matanya. Junsu selalu senang merasakan ciuman dimimpinya dibandingkan dengan ciuman yang diberikan Yoochun saat ia bernafsu. Rasanya pahit.

Junsu keluar dari kamarnya dan disambut oleh Sooman-ssi. Pelayan kepercayaan Yoochun untuk menjaga Junsu. Ia membungkukkan badannya saat Junsu keluar dari kamarnya.

“Sooman-ssi, Yoochun sudah pergi?” Tanya Junsu.

“Ne. Tuan sudah pergi sejam yang lalu.” Jawab Sooman sopan.

Junsu membulatkan bibirnya lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Sarapan sudah siap tuan. Apa anda mau sarapan sekarang?” tawar Sooman pada Junsu.

Junsu mengangguk lalu melangkahkan kakinya ke ruang makan. Junsu sudah biasa sarapan sendiri. Yoochun selalu menghindari berada ditempat yang sama dengan Junsu. Junsu merasa aneh pada Yoochun. Tapi ia senang jika tidak ada Yoochun, tapi ia juga merasa sepi karena tidak ada yang berteriak-teriak dirumah super duper megah itu.

“Sooman-ssi, setelah ini aku mau jalan-jalan ditaman dengan Shaki dan Harang.” Kata Junsu riang.

“Ne. Saya siapkan dulu Shaki dan Harang.” Sooman lalu undur diri.

Junsu melanjutkan sarapannya. Tiba-tiba telpon diruang tengah bordering. Junsu melihat Changmin, asisten sekaligus teman Yoochun mengangkatnya. Junsu melihat Changmin sangat serius menerima telepon itu. Junsu segera menyelesaikan sarapannya dan menemui Changmin.

“Changmin-ssi, siapa yang menelpon?” Tanya Junsu dengan suara dolphinnya.

“Yoochun-hyung.” Jawabnya singkat.

“Oh.” Kata Junsu pendek.

Junsu lalu pamit meninggalkan Changmin yang kemudian membuntutinya. Sooman menghampiri Junsu.

“Shaki dan Harang sudah siap, Tuan.” Lapornya.

Junsu segera berlari menghampiri anjing miliknya dan milik Yoochun. Yoochun mempunyai anjing tapi ia alergi anjing sehingga Junsulah yang lebih dekat dengan anjing itu. Taman yang mengelilingi rumah Yoochun sangat luas. Junsu bermain-main disana hingga siang hari dan saat ia hendak masuk kerumah. Ia melihat Yoochun sedang bicara dengan seseorang.

Saat Yoochun melihat Junsu, ia segera menghampiri Junsu dan memeluknya. Menyembunyikan wajah Junsu didadanya. Junsu terperanjat dan mencoba berontak.

“Diamlah. Aku tidak ingin kau kenapa-napa.” Bisik Yoochun pada Junsu.

“Jadi itu istrimu, Park Yoochun?” Tanya orang itu.

“Bukan urusanmu Youngmin! Sebaiknya kau enyah dari sini!” bentak Yoochun.

Junsu meremas baju Yoochun. Ia paling takut mendengar Yoochun berteriak. Yoochun memeluk erat tubuh Junsu. Ia tahu Junsu ketakutan.

“Sembunyikan wajahmu dibahuku.”Bisik Yoochun saat ia menggendong Junsu.

Junsu menuruti perintah Yoochun. Ia meremas kerah jas Yoochun saking takutnya. Ia merasa otot perutnya menegang dan isi perutnya bergejolak. Junsu sedikit terbatuk.

“Urusan kita belum selesai Park Yoochun!” teriak lelaki bernama Youngmin itu.

Yoochun tak menggubrisnya. Ia khawatir karena Junsu memeluknya dengan erat. Saat ia menurunkan Junsu dikamarnya, Junsu segera berlari kekamar mandi. Yoochun hanya menatap tingkah Junsu heran.

“HOEK… HOEK…”

Yoochun mendengar Junsu muntah-muntah dikamar mandi.

“SHIT!” umpat Yoochun lalu keluar dari kamar Junsu.

Saat ia bertemu Changmin ia segera menyuruh Changmin.

“Changmin, panggil dokter dan periksa Junsu. SEKARANG!” teriaknya.

“Ne, hyung.”

Changmin segera melaksanakan perintah Yoochun. Sementara Yoochun terlihat frustasi. Ia menatap foto Junsu sedih. Sesuatu yang ia hindari sepertinya terjadi. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.

“Hyung, Junsu hyung pingsan. Kau mau memindahkan atau aku saja?” terdengar suara Changmin dari luar.

“Biar aku saja.” Yoochun mendahului Changmin.

Sesampainya dikamar mandi Junsu, Yoochun segera mengangkat tubuh Junsu. Dan tak lama kemudian dokter datang dan segera memeriksa Junsu.

“Junsu-ssi baik-baik saja. Dia hanya stress. Dan selamat Yoochun-ssi, Junsu-ssi sedang mengandung delapan minggu.” Jelas sang dokter setelah selesai memeriksa Junsu.

Yoochun tersenyum miris. Ia membelai lembut wajah Junsu. Dokter itu segera pergi setelah menyerahkan resep untuk Junsu.

“Mianhae, Su.” Yoochun mengecup kening Junsu.

“Apa yang akan kau lakukan hyung?” Tanya Changmin saat Yoochun keluar dari kamar Junsu.

“Aku akan membuat Junsu semakin benci padaku. Jika ia meminta cerai aku akan memenuhinya. Aku tidak mau Junsu dan anakku terluka. Aku akan merelakannya pergi, Changmin-ah.” Tanpa terasa, air mata meluncur turun kepipi Yoochun.

“Bagaimana kalau Junsu hyung tidak mau?” Tanya Changmin lagi.

“Aku akan memaksanya.” Kata Yoochun lirih.

Changmin manatap Yoochun iba. Jika ia jadi Yoochun, ia bisa gila. Changmin hanya bisa tersenyum miris. Itulah kenapa sampai saat ini ia belum kembali pada kekasihnya. Ia tak mau seperti Yoochun.

———————

Junsu membuka matanya perlahan. Ia kenal pemandangan ini. Ia duduk diranjangnya dan Sooman membungkuk kearahnya.

“Apa anda baik-baik saja tuan?” Tanya pada Junsu.

“Ne.apa yang terjadi padaku, Sooman-ssi?” Junsu balik bertanya.

“Anda pingsan dikamar mandi.” Junsu mengangguk. “Anda harus lebih menjaga kesehatan anda mulai sekarang. Karena anda sedang mengandung dua bulan.” Lanjut Sooman.

Junsu menatap Sooman. Air mata menitik dari sudut matanya. Ia hamil disaat yang tidak tepat. Junsu memukul-mukul perutnya dan Sooman memegangi tangan Junsu agar Junsu berhenti. Junsu lalu menangis sesenggukan. Yoochun mendengar tangisan Junsu diluar pintu kamar Junsu. Ia ikut menitikkan air matanya.

“Hyung…” Changmin menepuk pundak Yoochun.

“Kajja…” Yoochun lalu mendahului Changmin.

———————

#Background song : 사랑아 울지마 – 동방신기#

Junsu mengetuk pintu ruang kerja Yoochun. Tak ada jawaban. Junsu akhirnya memberanikan diri memanggil Yoochun.

“Yoochun-ah, boleh aku masuk?” Tanya Junsu.

“…..” tak ada jawaban.

“Aku masuk.”

Junsu masuk dan melihat Yoochun sedang berkutat dengan laptopnya. Junsu menelan ludah lalu mendekati Yoochun. Ia sedikit takut. Perutnya terasa tegang. Ia mengelus perutnya yang mulai terlihat.

“Chunnie, aku… mau pulang kerumah noonaku.” Kata Junsu takut.

“Keure.” Jawab Yoochun tanpa mengalihkan pandangannya dari Junsu.

“Aku tinggal disana sampai anakku lahir.” Lanjut Junsu.

“Arasso. Aku akan menyiapkan surat cerai. Setelah anakmu lahir, kita akan bercerai.” Kata Yoochun tenang. Sebenarnya hatinya menjerit saat mengucapkan kata itu.

Junsu terperanjat. Air mata menggenang dipelupuk matanya. Ia menatap Yoochun. Yoochun tidak berani menatap Junsu. Ia tetap terpaku kearah laptopnya.

“Bagaimana dengan anak kita?” Tanya Junsu tersendat.

“Itu bukan anakku.” Jawab Yoochun tersendat.

Sakit sekali rasanya mengucapkan kata itu. Yoochun menggigit bibir bawahnya.

“Lalu anak siapa? Aku tidak pernah melakukan hal itu dengan laki-laki lain. Ini anakmu!” teriak Junsu.

Yoochun bangkit lalu mendekati Junsu. Dan tak disangka Yoochun menampar pipi Junsu hingga Junsu sedikit terhuyung.

“AKU BILANG ITU BUKAN ANAKKU!” bentak Yoochun.

“Yoochun-ah… setidaknya akui bayi yang sedang aku kandung ini. Kau boleh membenci aku, tapi jangan benci bayi yang kukandung.” Junsu menangis memeluk sebelah kaki Yoochun.

“Lepaskan dan cepat pergi dari sini!” Yoochun mengibaskan Junsu.

Junsu menatap Yoochun dengan air mata membasahi pipinya. Yoochun memalingkan wajahnya. Sudut matanya sudah tergenang air mata.

“Changmin! Bawa dia keluar! Aku tidak sudi melihatnya lagi!” perintah Yoochun pada Changmin.

‘Yoochun-hyung sudah memulainya.’ Batin Changmin lalu menghampiri Junsu yang terduduk dilantai.

Changmin mendekati Junsu dan membantunya berdiri. Junsu lalu dituntun Changmin menuju kamarnya. Yoochun menatap pintu yang tertutup. Air mata membasahi pipinya.

“Uljima, Su.” Bisik Yoochun lirih.

Tiga puluh menit kemudian terdengar deru mobil meninggalkan rumah besar Yoochun. Yoochun menatap kepergian mobil itu. Menatap mobil yang membawa istrinya ketempat yang lebih aman.

“Mianhae, Su. Jongmal mianhae.” Bisik Yoochun.

“Hyung, ayahmu ingin bicara denganmu.” Changmin menghubungi Yoochun lewat microchip.

“Ne.”

Yoochun lalu meninggalkan tempatnya dan mulai mengemudikan mobilnya menuju tempat orang tuanya. Yoochun sedikit tenang karena sekarang ia tidak perlu mengkhawatirkan lagi keadaan Junsu.

————————-

Yoochun melakukan semua tugasnya dengan baik tanpa harus mengkhawatirkan Junsu. Ia bahkan lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan sampingannya sebagai penerus ayahnya. Sudah empat bulan sejak Junsu pulang kerumah noonanya. Kadang-kadang Yoochun mengamati Junsu secara sembunyi-semnbunyi dan ia senang karena Junsu lebih bahagia berada jauh darinya.

Yoochun tahu semua kegiatan sehari-hari Junsu. Mulai dari bermain dengan keponakannya, periksa kedokter kandungan sampai Junsu membeli keperluan bulanannya. Kadang Yoochun juga melihat Junsu memandang langit malam dari jendela kamarnya.

Hari ini sangat cerah, tapi Junsu lebih memilih untuk berada dirumah. Noonanya pergi ke Amusement Park bersama suami dan anaknya. Saat Junsu sedang menonton TV, ada yang memencet bel rumahnya.

“Loh, siapa yang datang pagi-pagi begini?” Tanya Junsu heran pada dirinya sendiri.

Dengan sedikit terseok karena kandungannya yang sudah delapan bulan. Saat Junsu membuka pintu….

—————————

Yoochun seperti biasa sedang mengerjakan proyek perusahaan yang dipimpinnya saat ponselnya berdering. Yoochun melihat jam yang menempel didinding. Pukul 11.45. dengan malas Yoochun mengangkat telepon itu. Dilubuk hatinya ia merasa sangat khawatir.

‘Park Yoochun.’ Kata orang disebrang sana.

“Kim Youngmin. Ada apa kau menghubungiku?!” Kata Yoochun geram.

‘Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Setelah sekian lama, akhirnya aku menemukannya.’ Kata orang bernama Youngmin itu.

“Apa maksudmu?” Tanya Yoochun tidak sabar.

‘Aaaaaaaakh…!’ terdengar teriakan disebrang sana.

Yoochun kenal suara itu. “Apa yang kau lakukan padanya?!” teriak Yoochun.

‘kenapa kau tidak datang kesini dan melihatnya?’ tantang orang itu.

“Dimana dia?!” Tanya Yoochun emosi.

Setelah mendengar perkataan itu Yoochun segera menyambar jas dan mengambil sesuatu dari laci mejanya.

“Changmin, datanglah ketempat XXXX bersama Jaejoong dan Yunho. Junsu dalam bahaya.” Yoochun lalu memutuskan hubungannya dengan Changmin sebelum Changmin sempat menjawab.

#Background song : Dangerous Mind – 동방신기#

Yoochun mengemudikan mobilnya layaknya pembalap dilintasan balap. Ia sampai didepan sebuah gudang barang tak jauh dari pelabuhan. Yoochun membanting pintu mobilnya dan segera masuk ke salah satu gudang yang ada disana.

“Akhirnya kau datang.”

Yoochun menatap tajam orang yang ada didepannya. Ia lalu mengedarkan pandangannya.

“Dimana dia?” Tanya Yoochun tajam.

“Siapa?” Tanya orang itu tersenyum sinis.

“DIMANA ISTRIKU?!” teriak Yoochun.

Orang itu lalu menjentikkan jarinya. Dan beberapa orang membawa keluar seorang pria kecil. Mata Yoochun melenar saat melihat Junsu. Sudut bibir Junsu mengeluarkan darah dan pipinya lebam. Yoochun geram.

“Lepaskan Junsu!” bisik Yoochun.

“Tidak semudah itu. Aku harus membunuh apa yang dibawa istrimu.”

Yoochun menatap nanar pria menjijikan dihadapannya. “Kau menginginkanku kan?! Kenapa kau harus melukai JUNSUKU!” teriak Yoochun.

Junsu terperanjat. Ia menatap Yoochun. Air mata mengalir semakin deras membasahi pipinya. Bukan karena kesakitan, tapi karena senang mendengar perkataan Yoochun.

#Background song : Free Your Mind – 동방신기 feat. Trax#

“Lepaskan dia. Kumohon.” Yoochun berlutut dihadapan pria itu. “Selamatkan Junsuku.” Bisik Yoochun.

Lale terjadi sesuatu yang membuat Junsu menoleh kearah pintu gudang. Sebuah mobil medobrak masuk dan Junsu merasa tanya terbebas. Ia melihat orang yang membawanya menjauh dari keributan itu. Changmin. Changmin membawa Junsu keruangan sebelah dengan dilindungi anak buahnya.

Setelah yakin Junsu selamat dan tidak melihat apa yang akan ia lakukan, Yoochun segera menerima sebuah samurai yang diserahkan Yunho. Yoochun menyeringai dan mulai membabi buta membunuh anak buah musuh bebuyutannya, Kim Youngmin. Yoochun juga tak lupa menyiapkan senapan ditangan kanannya dan mengarahkannya pada Youngmin.

DOR!

Dalam sekali tarikan, peluru yang bersarang segera melesat dan menembus jantung KimYoungmin. Pria itu ambruk ketanah dan Yoochun meneruskan membantai anak buah Youngmin.

Sementara itu Changmin menggenggam erat tangan Junsu. Mencoba menenangkan Junsu yang mengalami pendarahan.

“Hyung, kalau kau sudah selesai segera kesini.” Lapor Changmin.

Yoochun yang mendengarnya segera datang ketempat Changmin dan Junsu. Ia melihat Junsu sedang mengerang kesaitan. Terlihat sedikit genangan darah disekitar tubuh Junsu. Yoochun segera merengkuh tubuh kecil Junsu.

“Su…” panggil Yoochun.

“Chu…Chunnie…”

“Bertahanlah, Su.”

Yoochun segera menggendong Junsu dan berlari melewati anak buahnya dan anak buah Yoochun yang masih bertarung sengit. Yoochun segera memasukan Junsu kedalam mobil yang dibawa Jaejoong menerobos keruangan itu. Dan melesat pergi meninggalkan tempat itu. Dengan erangan Junsu yang membuat Yoochun mengemudi seperti orang gila.

Sesampainya ditempat yang dituju Yoochun, yaitu rumah sakit. Junsu segera dibawa keruang UGD dan Yoochun menunggu diruang tunggu. Keadaan Yoochun tidak jauh lebih baik. Beberapa luka mewarnai beberapa bagian tubuhnya.

#Background song : You Only Love – 동방신기#

Sudah sejam Yoochun menunggu didepan ruang UGD. Noona Junsu dan keluarganya sudah datang beberapa menit yang lalu. Changmin, Jaejoong, Yunho, Sooman, dan orang tua Yoochun juga ada disana. Noona Junsu menangis khawatir. Sementara Yoochun. Tatapannya terlihat kosong. Ia tidak mengatakan sepatah katapun sejak menginjakkan kakinya di rumah sakit.

Sejam kemudian terdengar tangisan bayi. Yoochun mengangkat kepalanya. Dokter keluar dari ruangan UGD.

“Park Yoochun-ssi.” Panggil sang dokter.

“Ne.”

Yoochun menghampiri sang dokter.

“Mianhae. Bayinya selamat, tapi…” dokter berhenti sebentar. “Junsu-ssi mengalami pendarahan berat, kami tidak bisa menyelamatkannya.” Lanjut sang dokter.

#Background song : Senen Koi Uta – Tohoshinki#

Air mata Yoochun jatuh kelantai. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Mrs. Park memeluk tubuh kaku Yoochun dan menangis sejadi-jadi. Begitu pula dengan noonanya Junsu. Changmin, Jaejoong, dan Yunho menundukkan kepalanya.

————————

#Background song : Insa – 동방신기#

Suasana pemakaman Junsu terlihat kelam. Yoochun menyimpan seikat bunga mawar putih. Ia menyembunyikan wajahnya dibalik kaca mata hitamnya. Ia menatap tanah yang masih basah itu dan mengusap pusara yang menghiasinya.

“Su, saranghae…” bisik Yoochun. “Mianhae…” lanjutnya.

Angin lembut menerpa wajah Yoochun.

“Na do…” terdengar bisikan lembut ditelinga Yoochun.

Yoochun dan yang lain meninggalkan pemakaman. Yoochun menatap pemakaman itu untuk terakhir kalinya. Yoochun segera kembali ke rumah sakit untuk menjemput bayinya. Setelah itu ia akan membawa anaknya pindah ke Amerika. Yoochun akan memulai sebuah hidup baru bersama anaknya disana.

————————–

“Daddy, ayo cepat.” Seorang anak laki-laki berumur lima tahun berlari mendahului seorang pria.

“Michael Park, kau tidak sabaran.” Pria itu menyusul anaknya dan mengacak rambut anak semata wayangnya itu.

“Aku ingin segera bertemu mommy.” Katanya riang.

Pria itu Park Yoochu. Dia bersama putranya Michael Park atau Park Yoosu mengunjungi makan Junsu. Sudah lima tahun sejak ia meninggalkan tempat itu, tak ada yang berubah. Yoochun menyimpan seikat bunga mawar putih persis seperti yang ia lakukan lima tahun yang lalu. Begitu juga dengan Yoosu.

“Mommy, akhirnya aku bisa bertemu mommy. Meskipun tidak bisa melihat wajah mommy, tapi Mich senang bisa datang kemakam mommy.” Celoteh Yoosu.

Yoosu lebih senang dipanggil Mich dari pada dipanggil Yoosu atau Michael. Wajahnya mirip Yoochun, hanya saja mata bibir dan suaranya lebih mirip Junsu. Yoochun mengacak pelan rambut anaknya itu.

“Su, mianhae aku baru datang. Semoga kau bahagia disana.” Kata Yoochun parau.

“Daddy, ayo kita kerumah grandpa dan grandma.” Rengek Yoosu.

“Okay, tou think we have to buy something?” Tanya Yoochun menyelidik.

“Of course.” Jawab Yoosu bersemangat.

“Then, let’s go.”

Yoochun mengikuti Yoosu yang berlari. Ia tersenyum melihat Yoosu. Hari-harinya berubah semenjak ada Yoosu.

“Saranghae, Su.”

~FIN~

Gimana….?? Geje ya…..??

Ga seru ya….??

Mian kalo background songnya ga nyambung sama critanya…..

Author nyari tempo yg cocok ma critanya,, bukan liriknya…. *ditimpuk YooSu*

Hehe….

Silakan keluarkan semua protes dan kritik anda dibawah ini….

18 thoughts on “Time To Love 4th : YooSu [yaoi]

  1. wah,sedih….kasian junsu..tapi ga pa2,ada mich gantiin tu junsuu….ekh,ada yg nomer brapa aja neh? ne no 4,NO 5 nya?

  2. adeuh,napa Junsu-ny mti..hah pdhl dia ru tau kl Chun cnta ma dia.T.T.d tggu yg TTL 5..author,Hwaithing!!!

  3. Hadeuuuuuhhh, yaoi… :O
    Sad ending… :( Su oppa mninggal..
    But daebak! So sweet’a dpt.
    Aku tunggu 5th nya… Kyuhyun klo bsa, tp jng ama cwo!! :) hehehe~ nawar

  4. Chun pa……brhenti brsikap manis!itu hanya mmembuatku smakin tergoda untuk kabur dr plukan jaejoong!*gapen*
    ngakak abis bc sooman jd pelayan….wkwkwk
    awalnya bingung..sp youngmin?kyk pnh dgr….dan tyata…oh!br inget!CEO SMent yg baru….*pikun* *gapen lagi*
    gak tw knp y?q gak dpt feelnya..(mgkin krna q gak sreg ja klo yooosu d bikin yaoi)
    junsu wkt hamil wujudnya gmn tuh?apakah pake daster??susah bayanginnya…..
    Ok,udahan dlu nyampahnya….d tunggu part slnjutnya…
    Ps: d disclaimernya(?) biasanya d jlasin klo si tokoh utama jd pembantu d rmah si cow…tp kayaknya gak bwt junsu…junsu idupnya enak….#plakk

  5. aku baca…
    Mewek, kupikir junsu bisa menikmati hidup nya dengan bahagia setelah tau kalo yoochun ternyata mencintainya.
    Huhuhuhu ternyata malah dibuat mati…
    Kasian anaknya…
    Kasian jg yoochun oppa…
    T,T

  6. Yaahh junsunyaa :(
    Disini malah ku ngebayangin hyunjae bukan yoosu ._.v
    Tapi ceritanya bagus berhasil buat aku terharu T.T

  7. ooohhh…
    kenapa mesti mati Junsu nya…
    mataku berlinang…tapi gak meneteskan …

    patah satu datang satunya lagi yang bisa
    ngisi kebahagian YoocHun…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s