Time To Love 3rd : JaeHyo

Time To Love [Version 3 : JaeHyo]

Tittle : Time to Love

Author : Honey Park

Cast : Kim Jaejoong, Kim Hyori, Cho Kyuhyun (cameo), Park Yoochun (cameo), Jung Yunho (cameo), Shim Changmin (cameo), Tiffany SNSD.

Genre : drama/romantic.

Rating : PG17

Summary : Apakah serendah itu aku dimatamu? Kau memperlakukanku sebagai pembantu di apartemen mewahmu. Aku hanya menjadi pemuas nafsumu. Apakah aku tak ada artinya dihatimu? Ini bukan kehidupan yang aku inginkan. Tapi, tanpa sadar aku mencintaimu.

Disclaimer : I own nothing except the plot and story. The PLOT and the STORY BELONG to ROYAL ENTERTAINMENT!

Royal Company presented….

Royal Entertainment Company production…

164166_180390771991913_100000629751504_464226_7674639_n

Time to Love

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral yang harus didasari cinta. Tapi tidak dengan pernikahanku. Pernikahanku didasari oleh paksaan dari seorang KIM JAEJOONG. Kenapa aku menekankan namanya? Karena aku BENCI sekali padanya. Kuulangi, AKU BENCI PADANYA.

Wajahnya tampan bagaikan malaikat. Tapi hatinya lebih kejam dari pada iblis *dhajar Jae*. Mending dia hanya memaksaku menikah aku bisa terima. Tapi kalau untuk dijadikan bahan pelampiasan amarah dan nafsu, AKU TIDAK SUDI!

Aku sempat kabur beberapa kali tapi selalu tertangkap dan hasilnya, aku dihukum habis-habisan. Bahkan pernah suatu ketika aku tidak bisa bergerak selama 2 hari karena dia menghukumku. Keterlaluan memang. Dia telah merebut segalanya dariku. Kebebasan, kesucian, pekerjaan, dan kebahagiaanku.

Aku memang seorang pelayan bar, tapi aku bukan tipe gadis yang suka tidur dengan pelanggan. Aku hanya pelayan. PELAYAN. Dan entah bagaimana caranya ia bisa meyakinkan keluargaku. Aish,, aku seperti hidup di neraka.

Dan malam ini aku termenung sendiri dikamarku. Tak lupa kukunci. Aku tidak mau dia datang dan memperkosaku. Kenapa ku bilang memperkosa? Karena dia melakukannya secara paksa. Aku tidak mau dia menyentuh tubuhku. Tidak akan pernah.

Oh iya, aku datang langsung marah-marah. Jo neun Kim Hyori imnida. Istri dari pengusaha muda yang kasar Kim Jaejoong. Anyeonghi jumusaeyo, aku mau tidur.

~POV end~

~author POV~

Hyori tertidur dan Jaejoong baru saja pulang dari kantor. Ia memasuki rumah megahnya dan langsung menuju lantai dua. Ia masuk kekamarnya. Membuka jas dan dasinya lalu melemparnya sembarangan. Ia turun kembali kelantai satu dan masuk ke mini bar miliknya. Mengambil sebotol Whisky dan menegaknya langsung dari botolnya.

Setelah merasa puas ia kembali kelantai dua tapi bukan kekamarnya, melainkan kekamar disebelah kamarnya. Ia menggenggam handle pintu dan menekannya, tapi pintu tak bisa dibuka. Ia mendelik kesal lalu mengeluarkan kunci cadangan dari sakunya. Ia memasukkan lalu memutar anak kuncinya hingga pintu terbuka sempurna.

Ia menyeringai melihat seseorang yang tertidur diatas tempat tidur. Jaejoong mendekatinya perlahan dan menatap wajah istrinya yang sangat ia cintai sejak pertama kali ia melihat wanita dihadapannya itu. Makanya ia langsung mendatangi keluarganya dan meminta untuk menikahi gadis bernama Kim Hyori itu. Jaejoong berbaring disamping Hyori dan memeluk pinggang ramping Hyori dan mengecup tengkuknya. Lalu Jaejoong terlelap.

~POV end~

~Hyori POV~

Aku mengeliatkan badanku dan membuka mataku perlahan. Saat aku membuka mataku aku melihat pemandangan yang sangat mencengangkan *halah*. Wajah Jaejoong janya beberapa centi dari wajahku. Aku segera mendorong wajahnya dan segera bangkit dan kabur kekamar mandi.

Ya tuhan. Aku memegangi dadaku yang mendadak berdegup kencang. Baru kali ini aku melihat wajahnya yang polos seperti itu. Wajahnya yang tampan dan mampu membuat banyak gadis tergila-gila. Aku menggelengkan kepalaku lalu mencuci mukaku.

Andwe. Andwe. Aku tidak boleh suka pada lelaki kasar itu. Aku menggosok gigi lalu keluar perlahan dari kamar meninggalkan Jaejoong yang masih terlelap. Aku turun kedapur dan mulai membuatkan Jaejoong sarapan. Setelah itu aku sedikit menyeruput kopi.

Aku melihat jam dinding. Jam 06.15. mau tak mau aku membangunkan Jaejoong. Aku lama terdiam didepan pintu kamarku sendiri. Aku baru ingat, tumben Jaejoong tidak menyerangku tadi malam. Ah, kenapa aku memikirkannya. Aku membuka pintu dan segera menghampiri tubuh Jaejoong.

“Jaejoong-ah… ya, Jae… irona…” aku sedikit mengguncang tubuhnya yang tengkurap.

“Hmm…”

Hanya itu respon Jaejoong. Membuatku kesal. Aku mengambil guling yang tergeletak dan memukuli tubuh Jaejoong.

“Bangun kau pemalas!” teriakku.

Dan tanpa kusadari Jaejoong menarik tanganku dan aku terjatuh diatas tubuhnya. Aku menatapnya kaget dan senyuman licik terukir dibibir Jaejoong. Dengan sigap Jaejoong mencium bibirku yang masih belum sadar dari dunia kekagetanku. Aku segera sadar dan mencoba mendorongnya menjauh.

Bukannya lepas, Jaejoong semakin memperdalam ciumannya. Aish, aku tidak bisa menolak. Akhirnya aku membalas ciumannya dengan berat hati. *berat hati apa senang hati?//plakk!!ganggu*

Aku merasa aneh karena Jaejoong melakukannya dengan lembut. Tidak kasar seperti yang sudah-sudah. Setiap kecapannya terasa manis. Entah berapa lama ia menciumku hingga akhirnya aku melepas bibirku dan segera bangkit dari tubuhnya karena Jaejoong melepaskan pelukannya.

Dengan cepat aku keluar dari kamar dan mendengar Jae tertawa didalam kamar. Aku menggertakan gigiku kesal. Dasar namja menyebalkan. Aku kembali keruang makan dan menunggu Jae disana.

Lima belas menit kemudian Jae turun dan menyantap sarapannya. Dan tumben dia tidak protes dengan sarapannya. Padahal biasanya ia protes, kurang ini, kurang itu, kebanyakan ini lah, itulah. Tapi pagi ini tumben ia bungkam. Sudahlah, aku tak peduli. Lagipula aku sudah bosan mendengar ocehannya setiap hari.

Jae bangkit lalu mengambil tas kerjanya.

“Aku pergi dulu.” Pamitnya.

“Ne.” kataku pendek.

“Kau melepas suamimu untuk bekerja seperti itu?” protesnya.

“Ne. hati-hati dijalan.” Kataku sungkan.

“Jalga.”

CUP

Aku membeku ditempatku. Ada setan apa dia mencium keningku sebelum pergi bekerja. Apa Jae mengalami kecelakaan dan kepalanya terbentur sehingga dia berubah menjadi aneh seperti ini? Apa dia sedang mengerjaiku sebelum akhirnya dia akan menyiksaku lagi? Aku bergidik jika mengingat aku harus dipukuli Jaejoong. Aku segera membereskan meja makan dan melakukan kegiatanku sehari-hari.

~POV end~

~Jaejoong POV~

Aku tersenyum simpul melihat Hyori membeku ditempatnya. Aku tahu dia pasti bingung dengan sikapku. Ini pertama kalinya aku mengecup keningnya sebelum berangkat bekerja. Pasti dia berpikir ada setan apa aku melakukannya.

Aku melakukannya karena aku ingin berubah. Aku ingin berubah menjadi Jaejoong yang dulu. Aku ingin menunjukkan Jaejoong yang lembut pada Hyori. Aku tidak ingin ia terus-menerus takut jika berada disekitarku. Aku ingin ia merasa nyaman berada disisiku.

Sebenarnya aku tidak mau bersikap seperti itu. Tapi setiap aku ingat kejadian sehari setelah aku dan Hyori menikah, aku tidak bisa mengontrol emosiku. Tapi sekarang aku mencoba mengikuti saran Yoochun. Tapi tetap aku harus lebih bekerja keras jika aku ingat hal itu.

_flashback_

Aku menjalankan mobilku cukup pelan. Aku sedang dalam perjalanan pulang. Tapi saat aku melewati sebuah gang, aku melihat sosok yang kukenal. Aku menghentikan mobilku dan keluar dari mobilku. Aku menuju ke gang itu dan benar dugaanku. Itu Hyori dan seorang namja. Aku bersembunyi diujung gang. Tapi aku masih tetap bisa mendengar percakapan mereka.

“Hyo, kenapa kau melakukan semua ini? Aku sangat mencintaimu Hyo.” Kata namja itu.

Aku mengepalkan tanganku menahan amarah.

“Mianhae Kyu. Aku tidak bisa membantah orang tuaku. Aku tidak mau menjadi anak durhaka.” Kata Hyori terdengar sendu.

“Hyo…”

“Mianhae Kyuhyun-ah. Aku harus pulang. Sebentar lagi suamiku pulang.” Terdengar langkah Hyori yang akan meninggalkan namja itu.

Tapi aku melihat namja itu menarik lengan Hyori dan segera melumat bibir Hyori. Aku kecewa karena tak ada penolakan sedikitpun dari Hyori. Aku segera keluar dari tempatku bersembunyi dan segera menghampiri mereka. Aku segera menghajar namja itu dan menarik Hyori pergi.

“Kyuhyun-ah!” teriak Hyo. “Jaejoong-ah, apa yang kau lakukan?” bentaknya.

Aku tak mendengarnya. Aku segera membawa Hyori masuk kemibilku dan membawnya pulang. Setibanya dirumah aku segera menyeretnya kekamarku. Aku membanting tubuhnya keranjang.

“Jadi ini alasanmu menolak melakukan ‘itu’?! karena namja itu?! Huh, bagus. Bagus sekali. Mulai saat ini kau tak boleh keluar rumah dan bekerja lagi. Dan mulai saat ini aku tidak akan menahan emosiku padamu!” bentakku.

“Apa maksudmu?! aku belum siap melakukannya denganmu. Aku belum siap melakukan hal itu meski kau suamiku. Karena aku tidak mencintaimu!” teriak Hyori.

Aku tersenyum sinis. “Jadi kau lebih memilih melakukannya dengan namja itu dari pada dengan suamimu, hah?!”

“Aku tidak mengatakan demikian! Aku hanya belum siap!” bentak Hyo.

“Siap tidak siap kau harus melakukannya!”

Dan akupun segera menghujami tubuh Hyori dengan ciumanku dan aku segera menuntaskan amarah dan nafsuku saat itu juga. Aku tak mempedulikan tangisan Hyo. Setelah melakukan itu aku segera pergi ke pub untuk menghilangkan kepenatanku.

_flashback end_

Aku menghela nafasku. Dan membulatkan tekadku untuk berubah. Aku tak mau menyakiti Hyori lagi. Sudah enam bulan kami menikah dan sejak saat itu pula mimpi buruk Hyo dimulai. Aku kan mengubah mimpi buruk itu menjadi sebuah mimpi indah. Aku janji untukmu, Hyo.

~POV end~

~Hyori POV~

Aku baru saja selesai membereskan rumah saat bel berbunyi. Aku segera membuka pintu dan melihat seorang kurir mebawa sebuah kotak besar.

“Ada kiriman untuk Kim Hyori-ssi.” Katanya.

“Untukku?” tanyaku heran.

“Ne. Silakan tanda tangan disini.”

Aku segera menanda tanganinya dan kurir itu pergi. Aku membawa kotak itu dengan sedikit tenaga. Setelah sampai diruang tengah, aku segera membuka kotak itu. Dan SURPRISE… didalamnya ada boneka kelinci lucu, sebuket bunga, dan sebuah kotak lagi.

Aku mengambil buket bunga itu dan membauinya. Wangi. Aku lalu mengambil boneka kelinci lucu itu dan mencubit hidungnya yang menggemaskan. Dan terakhir, kotak kecil yang dihiasi pita pink yang indah.

Aku mengambilnya dan membuka nya dengan perlahan. Aku menemukan sebuah kartu yang isinya.

Semoga kau suka

Aku menyimpan kartu itu disampingku. Lalu mengeluarkan isi kotak itu. Sebuah gaun berwarna merah yang indah. Aku mengangkatnya tinggi-tinggi dan menempelkannya ketubuhku. Indahnya. Sudah lama aku tidak pergi ke mall dan shopping.

Tiba-tiba telepon bordering. Aku segera mengangkatnya.

“Yoboseyo.” Sapaku.

‘Kau sudah dapat kirimannya?’ Tanya orang disebrang sana dan aku kenal suara ini.

“Ne.” jawabku singkat.

‘Baguslah kalau kau suka. Pakai gaun itu malam ini. Aku ingin kau ikut aku makan malam dengan klienku.’ Katanya lagi.

“Ne.”

‘Aku jemput jam 8. Kau harus sudah siap.’ Lanjutnya.

“Arasso.”

‘Saranghae.’

KLIK

Aku tertegun dengan kata terakhir yang kudengar. Dan bisa kusimpulkan kalau Jaejoong sudah mulai gila. Aku menatap barang-barang yang baru kuterima. Aku tidak lagi berselera dengan barang-barang itu. Tapi tunggu dulu, kenapa aku merasa senang mendengar Jaejoong mengatakan hal itu.

“Aish, kau sudah gila Kim Hyori. Kau mulai gila seperti Jaejoong.” Rutukku.

~POV end~

~author POV~

Jam 8 tepat Jaejoong menjemput Hyori. Hyori sudah siap dengangaun yang dibelikan Jaejoong melekat ditubuhnya. Jaejoong tersenyum puas melihat Hyori memakai gaun itu. Dia semakin terlihat cantik dengan gaun merah yang membalut tubuhnya itu.

Hyori segera masuk kedalam mobil karena Jaejoong hanya diam dan tertegun melihat penampilannya. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Jaejoong menyetir dan Hyori menatap keluar jendela. Sesekali Jaejoong melirik Hyori. Dan setengah jam kemudian mereka sampai ditempat tujuan.

Jaejoong keluar dari mobilnya diikuti Hyori. Jaejoong lalu menggandeng tangan Hyori dan masuk kedalam restoran bertuliskan ‘9095 Restaurant’ dengan lima buah bintang menghiasi tulisan itu. Jaejoong menarik Hyori kesebuah meja yang telah ditempati seseorang.

“Anyeong, Jaejoong-ssi.” Sapa orang itu.

“Anyeong, Yunho-ssi. Sudah lama?” Tanya Jaejoong.

“Aniyo. Aku juga baru sampai.”

Mereka lalu berjabat tangan. “Oh ya, kenalkan. Ini istriku, Kim Hyori.” Jaejoong mengenalkan Hyo pada orang itu.

“Anyeong.” Sapa Hyori.

Ia tidak berani menjabat tangn pria itu. Mereka bertiga lalu duduk dan tiba-tiba datang seorang namja.

“Selamat datang di restoranku, hyung.” Kata namja itu.

“Changmin-ah. Apa kabar?” Jaejoong menjabat tangan namja jangkung itu.

“Aku baik-baik saja. Apa kabar Yunho-hyung?” tanyanya pada Yunho.

“Spektakuler.” Jawab Yunho lalu mereka saling berpelukan ala lelaki.

“Oh, anyeong agashi.” Changmin menyapa Hyori.

:Anyeong.” Balas Hyori.

“Kenalkan ini istriku Minnie.” Kata Jaejoong.

“Wow, yeppoda. Tapi tetap istriku yang paling cantik.” Kata Changmin cepat.

“Hey, kau menikah tidak mengundangku!” seru Yunho.

“Mian, hyung. Aku tidak tahu alamatmu. Aku sudah mencari alamatmu, tapi saat itu kau sedang di Inggris.” Jelas Changmin sekarang ia bergabung dengan Jaejoong, Hyori, dan Yunho.

“Kapan kau manikah? Kau juga tidak mengundangku.” Tanya Jaejoong.

“Setahun yang lalu. Mian, hyung. Aku lupa.” Dia tersenyum tanpa dosa.

“Kau ini.”

“Ya, Changmin-ah. Kau sudah punya Changmin junior belum?” Tanya Yunho.

“Aku dan istriku sedang menunggunya. Sebulan lagi dia datang, hyung.” Jawab Changmin dibarengi tawa renyah.

Jaejoong tersenyum simpul. Sementara Hyori hanya diam. Jaejoong menoleh sekilas melihat Hyori.

“Sebaiknya kita mulai dengan bisnis kita, Yunho.” Ajak Jaejoong.

“Kalau begitu aku permisi. Aku sepertinya mengganggu kalian.” Pamit Changmin.

Yunho dan Jaejoong lalu memulai bisnis mereka.

~POV end~

~Hyori POV~

Jaejoong mulai mengubah sikapnya padaku sebulan ini dan aku mulai nyaman dengan keberadaan Jaejoong disisiku. Getaran-getaran aneh selalu datang saat aku bersama Jaejoong atau saat Jaejoong menatapku.

“Apa aku sudah jatuh cinta padanya ya?” gumamku. “Aish, molla.” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Lebih baik aku buatkan makan siang untuknya. Diakan sudah memperbolehkanku keluar.”

Aku tersenyum dan mulai berkutat didapur. Sebelum jam makan siang aku sudah selesai dan segera pergi kekantor Jaejoong. Aku sampai disana dan segera naik kelantai 15. Aku melihat meja sekretaris Jaejoong kosong jadi aku langsung membuka pintu ruangan Jae. Saat pintu terbuka aku segera menjatuhkan bekal makanan yang kubuat dan segera berlari meninggalkan ruangan Jae.

PLUK

Aku masih sempat mendengar  teriakan Jae.

“HYO, TUNGGU!”

Aku tak peduli. Aku segera masuk kelift dan segera berlari keluar gedung. Tapi tiba-tiba.

TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT

BRAK!

Tubuhku terpental dan aku mendengar teriakan Jae.

“HYO!”

Lalu semua gelap.

~POV end~

~Jaejoong POV~

Aku sedang membuat sebuah proyek saat Sekretarisku Tiffany masuk. Aku tidak memperhatikannya. Dia menyimpan beberapa laporan dimejaku. Aku masih berkonsentrasi saat aku melihatnya dari sudut mataku ia mendekatiku.

“Ada perlu apa lagi?” tanyaku tanpa memperhatikannya.

Ia lalu merangkul bahuku dan mencium pipiku. Sontak aku berhenti dan menoleh padanya dan tanpa aku ketahui maksudnya ia mencium bibirku.

PLUK

Aku segera melepaskan ciuman Tiffany. Aku melihat Hyori berlari,

“HYO, TUNGGU!”

Aku segera berlari mengejarnya setelah menampar Tiffany dan berteriak aku memecatnya. Hyori menghilang ke lift dan aku masuk kelift sebelahnya. Aku melihat ia keluar dari pintu masuk kantor dan saat ia menyebrang jalan.

TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT

BRAK!

Aku berteriak dan segera merangkul tubuh Hyori.

“HYO!”

Dengan gerakan cepat aku membawa tubuh Hyo kemobilku. Tubuhnya bersimbah darah. Dan yang paling aku khawatirkan, tubuh bagian bawah Hyori lebih banyak mengeluarkan darah. Aku melajukan mobilku seperti orang kesetanan.

Sesampainya dirumah sakit, Hyori segera ditangani di ruang UGD. Aku menunggu dengan gelisah. Mondar-mandir tak karuan. Satu jam berlalu, akhirnya dokter keluar dari ruangan itu.

“Dokter, bagaimana keadaan istri saya?” aku segera menyerbu dokter dengan pertanyaanku.

“Istri anda tidak apa-apa. Hajiaman, mianhae.”

Kata-kata dokter terasa menusuk hatiku. “Ada apa dokter? Katakana. Apa yang terjadi pada Hyori?”  tanyaku panic.

“Mianhae, kami tidak bisa menyelamatkan janin yang dikandung istri anda.” Jawab sang dokter lalu meninggalkanku yang terpaku.

Tubuhku merosot ketanah. Tak terasa air mataku mengalir. Aku segera menghapusnya dan menemui Hyori yang terbaring lemah. Kepalanya terbalut perban. Aku menggenggam tangannya.

“Mianhae, Hyo. Mianhe.” Aku terisak memeluk tangan Hyori.

~POV end~

~Author POV~

Sudah seminggu Hyori terbaring diranjang rumah sakit. Dan dengan setia Jaejoong menjaganya. Hyori belum siuman sejak kejadian itu. Jaejoong terus berada disamping Hyori. Ia tidak pernah beranjak dari sisi Hyori.

“Hyo, irona…” bisik Jaejoong.

Jaejoong menundukkan kepalanya. Dan saat ia mengangkat kepalanya ia melihat Hyori membuka matanya. Jaejoong segera menyambutnya dengan senyuman terindahnya.

“Anyeong, jagi.” Sapa Jaejoong.

Dengan lemas Hyori melepaskan genggaman tangan Jaejoong. Membuat Jaejoong tertegun. Hyori lalu memalingkan wajahnya.

“Hyo, wae?” Tanya Jaejoong heran.

“Kau selingkuh.” Kata Hyori serak.

“Mwo? Jagi, yang kau lihat itu tidak benar. Wanita jalang itu menciumku paksa. Aku sudah memecatnya. Aku tidak mungkin selingkuh, jagi. Jika aku selingkuh aku tidak aka nada disini menunggumu bangun. Aku tidak akan mengejarmu dan tidak aka nada disampingmu selama seminggu ini.” Jelas Jaejoong panjang lebar. “Aku hanya mencitaimu”

Hyori hanya diam. “Hyo, mianhae. Aku harus memberitahumu sekarang. Karena kecelakaan itu kau… kita… harus kehilangan bayi kita.” Kata Jaejoong sedih.

Hyori menoleh kearah Jaejoong. Air mata menghiasi pipinya. Mulutnya terbuka dan tertutup. Jaejoong segera memeluk Hyori.

“Andwe…” bisik Hyori.

“Uljima…” Jaejoong membelai lembut rambut Hyori. “Uljima.”

~POV end~

~Hyori POV~

Dulu aku sangat menyesal menikah dengan seorang KIM JAEJOONG. Tapi sekarang aku merasa sangat beruntung menjadi istrinya. Ia selalu ada disampingku meski beberapa bulan kebelakang aku seperti orang gila. Tapi Jaejoong selalu ada disampingku. Mengurusku dengan sabar.

Terima kasih Tuhan kau telah mengirimkan Jaejoong sebagai suamiku. Aku tidak bisa membayangkan jika suamiku bukan dia. Mungkin aku sudah ditinggalkan dijalanan. Terima kasih Kau telah megirimkannya untukku. Dia adalah anugrah terinadah untukku.

~FIN~

Gimana…?? Geje ya…?? Tidak sesuai harapan…??

Melenceng dari tema ya….?? *kebanyakan nanya*

Ya sudahlah… saia pasrah… salah saia kalo geje…

Komen dan kritik selalu diterima dengan tangan terbuka….*selebar2nya*

Hehe,, saia mau lanjut TTL lg…

Masih da ver. 4 sma 6…..

23 thoughts on “Time To Love 3rd : JaeHyo

  1. lnjt k TTL 4..g sbr pgn bc.bru bc brita ttg Jae oppa,eh da TTL 3.mn poto d ats bkn lumer..Omo, Hyori 2 hr g bs brgrak emg d pain ma Jae oppa?trz sekretaris mksdny pa tu,mae nyosor ja.ktabrk kn jdny,kgu2rn lg#sbel bag ni#

  2. Daebak daebak,, I like it! Aku ska ff Time To Love,, seru!
    Lanjut lanjut,, aq pgn versi Kyuhyun donk! Hehehehe~ ^-^

    aku tunggu scepet’a vers 4-6! :) jng lama2 yah.. *byurrrr (d guyur author)

  3. Ah….oppaaaa…..kau memang suami yg paling baik….adudu…*jingkrak – jingkrak*
    akhirnya….ada jg ep ep nya suami ku(?) trcinta dsni…hahah
    bolehkah q mengkhayal klo hyori tu diriku??-d tabok author-
    Bukan melenceng dr tema thor…..tp melenceng dr rating….#plakk
    eh thor…..q lma bgt nungguin time to love 3rd lhoh…..suka bgt ma crtanya….yg slanjutnya cpet update yah??yah?yah?*maksa*
    oh iya thor…cm pndapat j yah…kayaknya yg ini kurang tragis yah?gak se melas(?) yg sblumnya…
    Tp q tetep SUKA!hahah*stress*

  4. nah kan,,,,benci akhirnya jadi cinta nih…kirain tadi Kyu bakal dateng lagi lho, taunya masalahnya malah dateng dari pihak si JJ….sama sekali nggak terduga nih XD

    keren…

    lanjut versi lainnya author. nggak sabar^^

    ah, annyeong…salam kenal. babyhae imnida..kalo ada waktu, mampir ke http://fransiscaisme.wordpress.com/
    ya…undangan terbuka buat siapa saja^^

  5. honeeey itu kyuhyun ngapain? *takol kyu*

    sukaaa tp aku ksel ama tiffany! nyosor2 aje -,-
    dan dan kyanya author narsis tersirat gtu .. Hahaha *plakk

    ayo lanjuuut ><

  6. hua ! Bagus banget
    Sampe nangis bacanya TT.TT
    Tp kurang panjang sama detail (?)
    Ga sekejam yg kyu sama hae !
    Tp itu sekretarisnya bikin emosi ya ? Huh !
    Part 4 cepet dong !

  7. keren bgtttttttttttt ff nyaaaaa…. aku sukanya sikap jae yg dulu *loh?* hahaha pasti keren gitu pas maksa hyori.. wkwkwkwk

  8. wowowowowoww….TTL mu semuanya oke…kekeke….tp yg yaoi q skip…pusing q bacanya….tiap kali bc yaoi q slalu jengkel…tp mrinding…kekeeke

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s