[4th CSS SERIES/KWANGSOO] Rain and Coffee ~part 3~

Udah saatnya melanjutkan series ini!!!! Yup!!! Series yang paling author suka!!!!! Seriesnya Kwangsoo-ssi….

*tiap nyebut nama itu yang kebayang di kepala author tuh perform RANDA jadinya langsung keinget 2 member lainnya juga, Geonil plus Sungmo #plakotakmesum*

Udah daripada author tambah mesum plus omesh plus NC dll,,,mending baca nih series ya… udah mulai g sesuai ma judul nih #plak

Dan maapin lagi….kepanjangan!!!!!!!!!

 

Cast :

–          Kim Kwangsoo

–          Kim Yoora

–          other cast

 

Disclimer : do not COPY PASTE, HOTLINK, MODIFY my FANFICTION without my permission!!!

 

=happy READing=

 

 

***************Rain and Coffee***************

 

“Omo! Kwangsoo-ah? Wae keurae yo?” Tanya Sungmo saat melihat Kwangsoo yang tiba dengan wajah babak belur

Kwangsoo sama sekali tidak menjawab pertanyaan Sungmo dan malah masuk dalam ruangannya dengan tatapan kosong

Sungmo pun menyuruh bawahannya untuk mengambil es batu untuk mengompres wajah Kwangsoo dan masuk ke dalam ruangan Kwangsoo setelah menerima es batu pesanannya

“Wae Keurae yo? Kenapa mukamu babak belur kayak gini?”

Kwangsoo diam saja

Sungmo pun segera mengompres wajah Kwangsoo dengan es batu. Bukannya kesakitan, Kwangsoo tetap diam aja. Malah Sungmo yang meringis waktu ngompres wajah Kwangsoo, dia yang ngrasa kesakitan

Karena Kwangsoo tetap diam saja akhirnya setelah mengompres wajah Kwangsoo dan mengobatinya dengan salep Sungmo pun keluar dari ruangan Kwangsoo

Saat dia keluar ternyata sudah ada Geonil disana mengagetkan Sungmo “OMO! Geonil-ah. Ada apa?”

Geonil nyengir “Hehe… aku ke sini mau ngasih tau kalo Aya ngajak kamu dan Kwangsoo buat barbeque an bareng Sungje dan yang lainnya Minggu malam. Gimana? Bisa?”

“Kalo aku sih ok ok aja, tapi kalo Kwangsoo…” Sungmo tidak meneruskan ucapannya malah memandang Kwangsoo yang masih saja melamun dari luar ruangannya

Geonil ikut-ikutan melihat Kwangsoo “Dia kenapa? Bukannya dia hebat berkelahi?”

Sungmo mengangkat bahu “Molla. Sejak dia pulang barusan dia udah kayak gitu”

“Emang dia dari mana?”

“Tadi sih ijinnya dia mau refreshing ke kedai kopi langganannya. Dia stress mikirin Shinwon dan komplotannya itu”

“Lho, belum ketangkep juga?”

Sungmo menggeleng

“Aish!!! Tuh orang! Awas aja! Ok, aku bakalan bantu kalian buat ngringkus orang-orang itu”

“Gomawo yo..” Sungmo menepuk-nepuk pundak Geonil

 

***************Rain and Coffee***************

 

“Hari ini kita akan membahas masalah Shinwon. Ok,Kwangsoo-ssi sebagai kepala pelaksana kasus ini, silakan jelaskan”

Hari ini ada rapat di kepolisian antara Kepala Inspektur, Kwangsoo, Sungmo dan polisi lainnya yang juga ikut membantu meringkus Shinwon dan komplotannya

Sungmo menyenggol siku Kwangsoo karena bukannya menjelaskan dia malah melamun dari tadi dan hanya diam saja

“Oh, jwaesonghamnida” Kwangsoo berdiri dan membungkuk “Sepertinya..saya tidak bisa meneruskan kasus ini”

Seketika ucapan Kwangsoo membuat semua orang terkejut termasuk Sungmo yang ada di sampingnya dan memukul tangannya berusaha untuk menyadarkan Kwangsoo kalo yang dikatakannya barusan itu salah

Kwangsoo menunduk “Jwaesonghamnida” sekali lagi dia membungkuk

Setelah itu Kwangsoo beranjak dari tempatduduknya dan pamit untuk pergi dari ruangan itu menyisakan berbagai pertanyaan di kepala tiap orang yang ada di sana termasuk Sungmo yang langsung mengejarnya

“Kwangsoo-ah!” panggil Sungmo setelah keluar dari ruangan. Kwangsoo berhenti

“Kamu apa-apaan?! Jangan bercanda seperti itu!”

Kwangsoo menggeleng “Aku tidak bercanda”

“Aish! Kwangsoo-ah! Jangan bertindak bodoh!” Sungmo menepuk pundak Kwangsoo yang masih membelakanginya

Kwangsoo menepis tangan Sungmo dan berbalik “Aku tidak bercanda! I’m Serious! I quit!” ucapnya tegas

Setelah itu dia meninggalkan Sungmo dan hampir menabrak Geonil serta Jihyuk yang baru sampai di kantor

“Kenapa lagi dia?” Tanya Geonil yang ingat kelakuan aneh Kwangsoo kemaren

Sungmo menghela nafas

“Kenapa wajahnya bisa babak belur kayak gitu?” Jihyuk minta penjelasan Sungmo

Sungmo kali ini menggeleng “Molla. Tiba-tiba saja dia minta keluar dari kasus Shinwon”

“Keluar?!!!” Tanya Geonil dan Jihyuk bareng “Bukannya dia yang  paling semangat mengusut kasus ini?” Tanya Jihyuk g percaya

Geonil dan Sungmo mengangguk menyetujuinya

“Apa ada hubungannya ma Shinwon? Apa mungkin dia diancam Shinwon?”

Geonil dan Sungmo saling pandang dan kemudian memandang Jihyuk “Mwo?” Tanya Jihyuk heran melihat kedua sahabatnya jadi aneh

“Kadang-kadang kamu pinter juga ya” ucap Geonil sambil menepuk-nepuk bahu Jihyuk membuat Jihyuk cengar-cengir percaya diri

“Aku khan he…” Jihyuk menghentikan ucapan menyombongkan dirinya saat melihat kedua sahabatnya itu bukannya menggubrisnya tapi malah bisik-bisik sendiri di belakangnya

“Mungkin saja khan?” bisik Sungmo. Geonil mengangguk “Kalo begitu, kita ikuti dia”

“YA! Kalian!!!” teriak Jihyuk melihat Sungmo dan Geonil pergi meninggalkannya dan dia pun berlari mengikuti mereka

 

***************Rain and Coffee***************

 

“Chogi, Kwangsoo-ssi”

Kwangsoo menoleh ke pelayan yang sudah ada di sampingnya. Kwangsoo mengerutkan kening “Aku tidak memesan apapun selain capuchino ini” ucap Kwangsoo sambil menunjuk ke cangkir yang ada di depannya karena melihat pelayan itu membawa bungkusan seperti bungkusan bekal

Pelayan itu menggeleng “Aniyo. Ini ada titipan untuk anda”

“Untuk aku?” pelayan itu mengangguk

Kwangsoo pun menerimanya dan membuka surat yang ada bersama bungkusan itu

Kwangsoo-ssi, oraemaneyo…

Sepertinya kamu sedang tidak di kondisi yang baik

Aku harap kamu baik-baik saja…

Makanlah bekal yang aku buat ini, semoga kamu menyukainya

Mungkin selamanya kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi

Jadi……

Semoga kamu bahagia dan mendapatkan pendamping yang bisa membahagiakanmu

Selamat tinggal…

Kwangsoo tau siapa pengirim pesan itu. Dia langsung memanggil pelayan tadi

“Mana dia?”

“Dia siapa, Kwangsoo-ssi?”

“Pengirim pesan itu!”

“Oh, itu dia” ucap pelayan itu sambil menunjuk ke seberang jalan. Disana ada seorang wanita yang memandang Kwangsoo di balik kacamata hitamnya

Seketika mata Kwangsoo melebar saat melihat orang yang sudah berhasil membuatnya seperti ini sedang ada di seberang jalan sambil memandangnya dan terlihat meregangkan bibirnya membentuk sebuah senyuman yang manis dan mempesona Kwangsoo

Wanita itu merogoh saku mantelnya ternyata mengambil hp dan memencet tombol di hp nya

Tak lama hape Kwangsoo berbunyi. Di layar tertulis ‘YooRa’

“Yoboseyo?!” Kwangsoo segera mengangkat telepon itu

Wanita itu tersenyum dan masih tetap memandang Kwangsoo dari seberang jalan “Kwangsoo-ssi”

“Kenapa kamu g ke sini? Bukannya kamu sekarang suka kopi?”

Yoora menggeleng “Maaf…”

“Wae? Aku ingin bicara denganmu”

Lagi-lagi Yoora menggeleng “Mianhae…”

“Mworago?!”

Yoora tersenyum saat melihat Kwangsoo memandangnya dengan ekspresi kaget “Selamat tinggal Kwangsoo-ssi” ucap Yoora sebelum menutup sambungan teleponnya

“Andwae! Andwae! Andwae!” Kwangsoo teriak saat melihat Yoora menutup sambungan telepon itu dan beranjak pergi dari tempatnya berdiri

Kwangsoo segera berlari keluar dari kedai ke tempat Yoora berdiri. Dan dia berhasil menangkap tangan Yoora

“Ah!” jerit Yoora saking kagetnya menyadari tangannya dipegang Kwangsoo

“Eodi kka yo?!!”

Yoora menunduk

“Kenapa kamu menghindar”

“Bukan urusanmu!”

Kwangsoo menggeleng “Apa karena Shinwon?”

“Bukan urusanmu!!!”

“Yoora-ssi!!”

Tiba-tiba Yoora yang menunduk terisak

“Wae keurae yo? Mianhaeyo…” Kwangsoo merasa bersalah karena telah membuat Yoora menangis

Yoora menggeleng “Jangan pernah lagi bertemu denganku. Aku tidak mau keselamatanmu terancam gara-gara aku”

“Apa Shinwon mengancammu? Katakan!” paksa Kwangsoo

Yoora semakin terisak

“Maafkan aku…” Kwangsoo segera memeluk Yoora tanpa peduli dengan sekitar. Tangis Yoora semakin menjadi di pelukan Kwangsoo

“Lepaskan aku!” Yoora berusaha melepaskan pelukan Kwangsoo

 

***************Rain and Coffee***************

 

Sejak saat itu Kwangsoo semakin tidak bisa menemukan keberadaan Yoora. Dan itu semakin membuat Kwangsoo terlihat depresi

“Kenapa dia semakin parah aja?” Tanya Geonil saat mereka barbeque an di rumah Geonil

Sungmo hanya menggeleng sambil miris memperhatikan Kwangsoo yangdari tadi terduduk melamun di pojok tanpa menghiraukan yang lainnya

“Yoonhak hyung, kamu harusnya bantu mereka meringkus komplotan itu!” perintah Geonil ke Yoonhak yang terlonjak kaget mendengar ucapan Geonil

“Aish! Geonil-ah, apa kamu lupa kalo aku itu penakut? Kwangsoo dan Sungmo aja takut apalagi aku”

Ucapan Yoonhak membuat semuanya tertawa menyadari seorang polisi seperti Yoonhak takut menangkap buronan *maapin yam as Yoon…*

Sungje pun berniat untuk mendekati Kwangsoo, paling g bisa bicara dari hati ke hati (?)

Namun belum sampai Sungje mendekat, Kwangsoo sudah menerima telepon yang membuat matanya melebar

“JANGAN MACAM-MACAM!” bentak Kwangsoo ke orang yang meneleponnya

“Kwangsoo-ah, ada apa?” Tanya Sungje yang kini sudah ada di dekatnya. Namun Kwangsoo tidak menggubrisnya dan malah berlari pergi dari sana

“Kwangsoo!!!” teriak Sungje, Sungmo, Geonil dan Yoonhak sambil berusaha mengejar Kwangsoo namun gagal karena Kwangsoo segera melarikan mobilnya pergi dari sana

“Dia mau kemana?” Tanya Sungmo sambil mengatur nafasnya

Sungje mengangkat bahu “Sepertinya ada yang tidak beres. Tadi dia dapet telepon dan raut wajahnya berubah setelah mendapat telepon itu”

“Terlambat kalo ngejar dia apalagi kita belum ambil mobil kita” Geonil terlihat pasrah

Tiba-tiba

BRUM….

Mobil jeep warna hitam muncul di depan mereka

“Masuk!” perintah orang yang ada di balik kemudi

“Jihyuk!!!” teriak mereka bersamaan. Jihyuk tersenyum bangga “Ayo masuk! Keburu kehilangan jejak Kwangsoo!”

Merekapun masuk ke dalam mobil Jihyuk yang langsung tancap gas mengikuti mobil Kwangsoo

“Dia mau kemana ya?” Tanya Geonil sambil memperhatikan jalan-jalan yang mereka lewati. Terlihat asing dan jarang dilalui Kwangsoo

Sungmo terlihat berpikir “Sepertinya ini jalan ke markasnya Shinwon!”

“MWO?!!!” mereka semua termasuk Jihyuk yang menyetir kaget

Yoonhak langsung ketakutan “Bagaimana ini?!!!”

“Kita harus bantu Kwangsoo meringkus mereka semua!” tekad Geonil yang diikuti anggukan yakin dari Sungje, Sungmo, Jihyuk dan Yoonhak yang sepertinya masih ketakutan

 

***************Rain and Coffee***************

 

Kwangsoo berhenti di depan sebuah bangunan yang terlihat kumuh tapi kokoh. Tepat saat dia tiba di depan bangunan itu hujan turun meski tidak deras membuatnya ingat seseorang yang suka menangis di kala hujan

Saat dia keluar dari mobilnya, dia langsung disambut oleh 2 orang berbadan besar dan bau alcohol

“Kau yang namanya Kwangsoo?” Tanya salah satunya kasar membuat Kwangsoo menutup mulutnya

Kwangsoo mengangguk

“Ikut kami!” ucap lainnya sambil menarik paksa Kwangsoo masuk ke dalam

Jihyuk dkk yang berada sekitar 50 meter dari Kwangsoo sudah mempersiapkan rencana untuk masuk ke dalam bangunan itu mengikuti Kwangsoo

“Kalian siap?” Tanya Sungmo

Jihyuk, Geonil, Sungje mengangguk. Namun Yoonhak malah menggeleng

“Aish hyung! Ayolah! Ini bukan saatnya takut seperti itu! Kita harus bantu Kwangsoo!” Sungmo terlihat kesal

“Baiklah” akhirnya Yoonhak pun setuju meski dengan sedikit terpaksa

Merekapun masuk ke dalam bangunan itu sambil mencari keberadaan Kwangsoo

“Eh, itu dia Kwangsoo!” ucap Sungje berbisik sambil menunjuk ke arah depannya. Semuanya mengikuti arah yang dituju Sungje dan benar saja, Kwangsoo diapit oleh dua orang bau tadi masuk ke dalam ruangan yang lebih terang daripada lainnya

Kwangsoo terlihat kesal karena dari tadi diapit terus oleh dua orang itu, apalagi badan mereka lengket dan bau membuatnya ingin muntah saja

Namun pandangan Kwangsoo seketika terpaku oleh pemandangan yang ada di depannya

“YOORA!!!!”

 

***************Rain and Coffee***************

 

Hehee…maapin ya kalo tambah geje….

Maap juga lama postnya soalnya ngurus kuliah dsb apalagi kampus kebakaran jadinya tambah ribet hehehe…..

5 thoughts on “[4th CSS SERIES/KWANGSOO] Rain and Coffee ~part 3~

  1. Iiiiiiiiiiiiiiikkhh,, aq ud lama tau nunggu ff ini ampe peot! :'( (?) *loh
    Next part jng lama hayo! :P

    I like this ff,, Daebak! Lanjut,, :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s