36

[Freelance] Don’t You Dare To Touch Me Kyu! [Part 2]

Author: Park Shilla

Cast: Cho Kyuhyun, Siwon, Super Junior

Ga tahu disini kesannya Kyu bagaimana..

Mau bikin image Kyu evil, tapi sepertinya saya tidak berhasil..

Kalian saja yang menentukan Kyu disini sikapnya kaya gimana.. hehe….

Semoga suka.. J

[Sequel]Don’t You Dare To Touch Me Kyu!

Part 2

SooSeok masih kesal dengan sikap Kyuhyun yang menurutnya kekanakan. Bagaimana mungkin ia menentukan tanggal pernikahan tanpa berunding dengannya. Memangnya dia akan menikah seorang diri?

Dan apa katanya? Sudah mendapat persetujuan orang tua? Kapan Kyuhyun meminta persetujuan orang tuanya? Dan kenapa semudah itu orang tuanya memberi ijin?

Continue reading

Gallery
14

Coagulation *third part end*

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Coagulation

Author said : Akhirnya part end juga…ini udh tak panjangin, kalo msh kependekan juga author nyerah. Takut bgt ngengingat kejadian yg bikin nie ff lahir*nangis guling2*.

Part sebelumnya : Si Hyuk histeris lagi..apa yg diliatnya?? Baca aja yo!!

***

Sebuah mobil terpakir di depan rumah, teriakan Hyukjae membuat Donghae langsung keluar untuk melihat kadaan Hyukjae yang histeris kembali.

”Hyuk! Ada apa??” Hyukjae menunjuk mobil yang terparkir didepan rumah.

”Itu..itu…AAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!” Donghae langsung memeluk Hyukjae.

”Tenanglah, itu hanya mobil” Donghae menenangkan Hyukjae. ”Yeongra-ah!!” teriak Donghae memanggil Yeongra.

Dengan cepat Yeongra keluar dari dapur dan langsung kedepan. ”Mworago?” tanyanya.

”Bawa Hyuk kedalam. Aku akan menyambut tamu, dia histeris lagi” bisik Donghae dikalimat terakhir.

”Baiklah” Yeongra langsung menggiring Hyukjae kedalam sambil menenangkannya. ”Jagi, tenanglah…”

Donghae langsung menuruni anak tangga menuju kehalaman rumahnya menemui tamunya itu.

”HAI!!!” teriak 2 orang yeoja yang masih asing dimata Donghae.

”Ah, kalian teman Hyukjae yang kemarin ya?” tanya Donghae memastikan.

”Ya” jawab Myunji.

”Silahkan masuk, Hyukjae sedang tidak bagus keadaannya” Donghae berusaha ramah, padahal dia juga sedikit kesal dengan gadis yang bernama Saerin itu.

Saat sampai didalam rumah Myunji agak kaget melihat foto yang terpampang jelas diruang tamu. Foto pernikahan Donghae dan Yoomin. Jujur dia menyukai Donghae saat kemarin mereka bertemu. Bagaimana kalian tidak menyukai namja seperfect Donghae, pewaris perusahaan besar dan ganteng.

”Kau sudah menikah?” tanya Myunji pada Donghae.

”Kalau iya kenapa?” tanya Yoomin lagi yang tiba-tiba sudah ada disamping Donghae. Myunji menatap tak bersahabat Yoomin.

”Yeobo, Hyunjin sudah bangun belum?” tanya Yoomin tidak memperdulikan kedua tamunya.

”Molla, tadi aku kekamarnya dia sudah bangun. Tapi seperti biasa, dia menjadi patung” jawab Donghae.

”Ada apa kalian kesini?” tanya Hyukjae yang sudah baik keadaannya.

”Hyuk, kau sudah tidak apa-apa?” tanya Donghae. Hyukjae hanya menganggukkan kepalanya, kemudian menyuruh kedua temannya itu duduk.

”Ah, kalau begitu kalian berbincanglah. Aku harus memberikan Hyunjin obat. Jagi, kau ambilkan obatnya!” perintah Donghae sambil berlalu menaiki anak tangga.

”Adik kami sedang sakit, jadi memang agak sedikit sibuk” Hyukjae menjelaskan keadaan yang ada dirumahnya.

Saerin langsung mengambil tempat duduk disamping Hyukjae. ”Oppa, kau sudah baikan?” tanya Saerin.

”Ne,.” jawab Hyukjae berusaha melepaskan rangkulan Saerin.

”Bagaima…” pertanyaan Saerin segera diputus oleh Yeongra.

”Yeobo, dimana Donghae oppa?” tanya Yeongra sambil tersenyum melihat Saerin yang kelihatan kesal.

”Dia dikamar Hyunjin” jawab Hyukjae. Yeongra menganggukkan kepalanya.

”Oppa, jadi benr kau sudah menikah? Dengannya?” tanya saerin tidak percaya.

”Ya, dia istriku. Lee Yeongra” Hyukjae memperkenalkan Yeongra kepada kedua temannya. ”Jagi, ini Saerin..Park Saerin, dan disana Han Myunji” Yeongra menundukkan sedikit.

”ANDWAE!! JIN-AH!!!” teriak Donghae dari arah kamar Hyunjin. Terlihat Yoomin langsung keluar dari dapur dan melesat menaiki anak tangga. Semua orang mengikuti Yoomin termasuk Saerin dan Myunji.

”YEOBO!! Jangan berteriak padanya!” marah Yoomin. Terlihat Donghae sudah kehilangan kesadarannya dan berteriak pada Hyunjin, membuat yeoja itu histeris lagi.

”AAAAAAAAAAAAA~~~!!!!!!” teriakan Hyunjin menggema diseluruh rumah.

”HYUNJIN-AH!!!” teriak Donghae dan menarik tangan Hyunjin yang terus mencakar dirinya sendiri. ”ANDWAEYO!!!” sentakan Donghae berhasil menarik tangan Hyunjin. Donghae yang menggunakan baju putih warnanya sudah berubah menjadi bercak-bercak merah karena darah Hyunjin yang sedikit menciprat.

Melihat darah yang mengalir begitu deras, bayang-bayang kecelakaan yang mengerikan datang dibenak Hyukjae. Dia memegang kepalanya, dan berteriak lagi.

”AAAAAAAAa….hah…AAAAAA” Yeongra langsung sigap menangkan Hyukjae.

”Astaga!!” Yoomin langsung bertindak. Dia langsung mendorong Donghae agar melepaskan tangan Hyunjin, dan itu berhasil. Merasa tangannya terlepas Hyunjin langsung memukul-mukul Yoomin tanpa terkendali.

”Dongsaeng, tenanglah…” dengan sabar Yoomin menenangkan Hyunjin.

”Nona Saerin, tolong ambilkan tas itu” pinta Yeongra pada Saerin untuk mengambilkan tas yang berisi obat-oabatan Hyukjae.

”Ini” Saerin mengambilkan tas itu dengan panik. Meskipun dia tidak mengerti dengan keadaan yang sebenarnya, tapi dia sangat takut melihat keadaan ini. Bercak darah Hyunjin yang menciprat dilantai. Bahkan dikasurnya darah itu sudah mengering.

Yeongra menyuntikkan obat penenang pada Hyukjae. ”Yeobo, jangan bergantung pada obat ini lagi. Aku tidak tega kau harus disuntik seperti ini terus” Yeongra memeluk Hyukja eyang sudah mulai tenang.

Begitu juga dengan Hyunjin yang berhenti histeris. Tapi, air mata menggenangi wajahnya. Dia menangis sekarang. Yoomin merapikan rambut Hyunjin yang berantakan. ”Tenanglah, ada Oppa dan Onni disini” Yoomin memeluk Hyunjin. Myunji sedikit kaget melihat wajah Hyunjin. Wajah yang sangat diingatnya. Tiba-tiba perasaan itu muncul lagi, perasaan yang menghantuinya selama hampir 3 bulan ini.

”Myunji-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Saerin.

Mereka keluar dari kamar Hyunjin, karen ahYunjin sudah tenang dan dia sedang bersama Hyukjae tentu saja Yeongra menjaga mereka.

Keempat orang itu sedang duduk diruang tengah. ”Maaf membiarkan kalian melihat kejadian tadi” kata Yoomin sambil mengobati luka ditangan Donghae yang tanpa sengaja terkena cakaran Hyunjin. Donghae masih lemas, pandangannya masih kosong.

”Apa dia tidak apa-apa?” tanya Myunji melihat keadaan Donghae yang sama mengkhawatirkan.

”Ya, tidak seburuk Hyunjin dan Hyukjae” jawab Yoomin. ”Yeobo, sekarang istirahatlah” dengan lemah Donghae berdiri dan menuju kamarnya.

”Jagi, beri dia obatnya” ingat Donghae pada Yoomin.

”Ya, kau tenang saja” Yoomin tersenyum. Saat itu juga Hyunjin bersama Hyukjae danYeongra menuruni anak tangga. Senyuman itu, senyuman yang dirindukan oleh Donghae. Senyuman adiknya tercinta.

”Pagi Oppa!” sambut Hyunjin. Donghae langsung memeluk Hyunjin.

”Hyunjin-ah!!!” Donghae menitikkan air matanya.

”Oppa, aku sudah sembuh” kata Hyunjin diikuti anggukan oleh Hyukjae dan Yeongra.

”Bagaimana bisa?” tanya Yoomin. Saerin dan Myunji juga sedikit memiringkan kepalanya.

”Rin menemuiku” jawab Hyunjin. Yoomin dan Donghae ternganga dibuatnya. ”Dia sangat baik ada disana. Dia terlihat lebih baik, dia tidak sepucat yang waktu itu. Wajah mengerikannya sudah hilang. Dia sangat bahagia” jelas Hyunjin dengan wajah sangat berseri, meskipun terdapat banyak luka disekujur tubuhnya.

”Aku juga melihatnya, dia sangat cantik dan lebih sehat” sambung Hyukjae. Donghae dan Yoomin menatap Yeongra.

”Hah, dia tidak memperlihatkan dirinya padaku” jawab Yeongra, dan disambut dengan rangkulan Hyukjae. Mereka berlima berpelukan bersama, dan saat itulah sosok Hyunrin muncul didepan kamarnya dengan senyuman yang sangat manis. Dia terlihat bahagia melihat saudara-saudaranya sudah tidak akan merasa bersedih lagi akan kepergiannya yang bisa dibilang sangat tiba-tiba.

”Donghae oppa, Hyukjae oppa, Hyunjin-ah, nam dongsaeng” bisiknnya pelan. Ketiga orang yang dipanggil menatap tak percaya sosok Hyunrin yang berbaju putih bersih, dan wajah yang dihiasi oleh senyuman. ”Saranghamnida, jeongmal saranghae” dan saat itu juga sosoknya menghilang.

”Nado saranghae” kata Donghae, Hyukjae, dan Hyunjin bersamaan.

”Oh, oppa..nuguseyo?” tanya Hyunjin melihat 2 orang asing yang ada dirumahnya.

”Ah, Saerin imnida. Park Saerin” Saerin memperkenalkan dirinya. Saerin menjulurkan tangannya dan disambut oleh Hyunjin.

”Han Myunji imnida” dengan sedikit ragu Myunji mengulurkan tangannya. Saat tangan mereka sudah bertaut, raut wajah Hyunjin berubah.

”Neo! Kau orangnya!!!” Hyunjin berteriak keras dan menghentakkan dengan keras tangan Myunji.

”Hyunjin-ah, waeyo??” tanya Yoomin.

”Onni!! Meskipun aku dibilang gila. Aku tidak akan melupakannya! Orang yang membunuh Hyunrin!” Hyunjin berjalan mendekati Myunji dengan tatapannya yang sangat tajam. ”Kau yang mengendarai mobil waktu itu. KAU!!” Hyunjin mendorong dengan keras tubuh Myunji sehingga yeoja itu jatuh kelantai.

Meskipun Hyunjin yang dikenal dengan keanggunannya, dia tidak akan segan-segan untuk memukul orang yang dibencinya. Apalagi orang itu adalah orang yang membunuh Hyunrin, saudaranya.

”MWO?” mata Donghae terbelalak. Rahang Hyukjae mengeras, mereka menatap dengan tajam yeoja yang ada dihadapannya itu.

”Kau!” sebuah tamparan keras mendarat dipipi Myunji. Yoomin menamparnya tanpa segan-segan. ”Kau tau bagaimana menderitanya kami? Kenapa kau tega!!” air mata mengalir dari mata Yoomin.

”Yoomin-ah, tenanglah. Sekarang juga serahkan dirimu pada polisi” suruh Yeongra, dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Air matanya juga mengalir.

”SAERIN!! Ini salahmu!! Gara-gara kau aku menabraknya!!” Myunji malah menyalahkan Saerin.

”Mwo? Kau yang mengendarai mobilnya. Kenapa kau menyalahkanku!” Saerin tidak terima.

”Aku tidak mau tau!! Serahkan diri kalian kepada polisi sekarang!!” teriak Hyukjae. ”Kalian hampir merenggut nyawaku, dan bahkan sudah merenggut nyawa adikku. Aku tidak peduli kalau kalian adalah temanku”.

”Sebentar lagi polisi akan datang” kata Donghae yang baru saja mematikan sambungan di poselnya.

”Oppa, kumohon maafkan kami!!” pinta Saerin pada Hyukjae.

”Maaf? Kau sudah membuat Hyukjae kehilangan kesadarannya. Kalian memberikan trauma yang sangat parah pada Hyukjae. Dan sudah membuat Hyunjin seperti yang kalian lihat tadi. Tapi kalian dengan mudahnya meminta maaf. Kalian sungguh tidak mempunyai perasaan” Yoomin terduduk disofa.

”Aku minta maaf, tapi ini yang harus kalian tanggung. Kita lihat keputusan hakim nantinya” kata Hyunjin dengan wibawanya. Tak lama kemudian sebuah mobil polisi terparkir didepan rumah Donghae, dan menangkap kedua yeoja itu.

####

Flashback

”Baiklah, kita liburan kepantai sekarang!!” teriak Hyunrin kesenangan. Karena Appa dan Eomma mereka sedang ada diluar negeri. Hyunrin dengan bebas bisa bertemu dengan kedua saudaranya.

”Oppa, kami akan menyusul nanti. Karena disini masih banyak pekerjaan. Kami akan menyusul dengan bus” kata Yoomin lewat poselnya.

”Baiklah, kalau begitu kami duluan” jawab Donghae.

”Mereka akan menyusul?” tanya Hyukjae. Donghae hanya menganggukkan kepalanya.

”Kalau begitu ayo!” Hyunjin menarik tangan Donghae agar segera naik keatas motor. Dan Hyukjae ditarik oleh Hyunrin.

”Sepertinya dongsaeng-dongsaengku sudah tidak sabar” kata Hyukjae yang menggelengkan kepalanya.

Ditengah perjalanan kedua motor itu berjalan beriringan. Tak lama kemudian motor Donghae dan Hyunjin mendahului Hyukjae dan Hyunrin. Dan saat itu Hyukjae yang ingin mendahului mobil yang ada didepannya. Tapi hal yang tak terduga terjadi, jaket yang digunakan Hyunrin menyangkut di kaca spion mobil tersebut menyebabkan Hyunrin terlempar dan motor yang dikendarai Hyukjae oleng dan Hyukjae terlempar ketepi jalan, Hyunrin tergeletak di tengah jalan.

####

”Myunji-ah, kemana lipstikku??” tanya Saerin panik mencari lipstiknya yang jatuh kelantai mobil.

”Aisshhh, kau ini ada-ada saja” Myunji sedikit mendelik ke lantai mobil dan matanya mendapatkan sebuah lipstik yang berada tepat di dekat kakinya. ”Itu ada didekat kakiku” Myunji memberitahu Saerin.

”Ah, terima kasih” Saerin mengambil lipstiknya didekat kaki kiri Myunji. Tapi saat itu, mata Myunji menangkap seseorang yang terbaring di tengah jalan, tapi kakinya tidak bisa menekan pedal rem karena Saerin yang sedang mengambil lipstiknya.

”YAK!!! AAAA~~” teriak Myunji. Saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa. Hal yang tidak diinginkannya, dia melindas orang itu. Setelah Saerin berhasil mengambil lipstiknya, dengan cepat Myunji menekan pedal remnya.

”Kau kenapa?” tanya Saerin, memperhatikan Myunji yang sudah ketakutan setengah mati.

####

”RIN!!!!” teriakan Hyunjin membuat Donghae menghentikan motornya dan melihat kearah belakang. Mobil yang berhenti, motor yang terlempar ketepi jalan dan menimpa Hyukjae yang masih mengerang, tangannya terus melambai-lambai keseseorang yang sudah berlumuran darah, adiknya..sosok adiknya lah yang berlumuran darah itu.

”RIN!!!” teriak Hyunjin, dia segera turun dari motor dan berlari, dia sedikit melirik kearah sipemilik mobil ketika melewati mobil yang berhenti itu, mobil yang telah menlindas kembarannya.

”ANDWAE!! Rin sadarlah! Sadar!!” Hyunjin segera memeluk tubuh Rin yang sangat parah keadaannya. Donghae segera melemparkan dengan asal-asalan motornya dan segera berlari menuju kedua adiknya.

”Andwae Rin. Lee Hyunrin sadarlah!” Donghae menatap tubuh adiknya itu.

”Oppa! Telpon ambulans sekarang!” perintah Hyunjin. Donghae segera merogoh sakunya dan mengambil ponsel, kemudian menelpon ambulans.

Setelah itu, dia menghampiri Hyukjae. Mengangkat motor yang menimpa Hyukjae. Dan ternyata Hyukjae juga sudah tak sadarkan diri.

”Rin! Kumohon jangan pergi!! Rin!!” Hyunjin memeluk tubuh Hyunrin yang sudah tak bernyawa itu. Dia mati ditempat, tanpa mengucapkan salam perpisahan.

”ANDWAE!!!”

Hyukjae POV

Motorku oleng karena Hyunrin yang tertarik dan terlempar ketengan jalan. Aku tak bisa mengendalikan motorku dan juga ikut terjatuh. Aku tak bisa bergerak karena kakiku yang tertimpa motor.

”Rin-ah!” panggilku pada Hyunrin yang sudah tak sadarkan diri. Dan saat yang bersamaan sebuah mobil yang melaju kencang melindas tubuh Rin yang tak bisa berbuat apa-apa itu. Aku rasa tulang tengkoraknya sudah pecah, karena bagian kepalanyalah yang terlindas.

”ANDWAE!! RIN!!!!!!!!!!!” teriakku. ”Andwae! Andwae!” aku berusaha melepaskan diriku dari motor ini. Tapi, karena darah yang terus mengucur dari kaki dan kepalaku, aku menjadi merasa pusing dan akhirnya semua gelap. Untuk terkahir kalinya aku melihat Hyunrin, dalam keadaan yang sangat menggenaskan seperti ini.

Hyukjae POV end

Flashback end

####

END

Author said: hahaha,,mian endingnya gaje. Udh mumet kepala gimana cara masukin yeoboku. Dan akhirnya kepikiran caranya kek gitu…hahahaha

KOMENT YA!!! DON’T BE SILENT READERS PLEASE!!!

7

[FreeLance] It’s My Self [Part 4]

Part 1, Part 2, Part 3

Author : Wellkyu a.k.a Wella

Pernah dipost :

http://ourfanfictionhouse.wordpress.com

Category :

Yaoi, Romance

Cast :

~ Kim Heechul

~ Leeteuk

~ Eunhyuk

~ Kyuhyun

~ Other supports cast

~ Author P.O.V ~

Setelah pembicaraan rahasia yang sangat rahasia yang bahkan author pun tidak tau, ketiga sahabat itu langsung tancap gas ke kediaman Heechul yang ditinggali eomma dan keluarga Heechul lainnya.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai dirumah elit milik Heechul, seperti yang telah direncanakan mereka memang sengaja pergi ketika Heechul sedang tidak ditempat.

Leeteuk dan Kyuhyun dengan wajah berbinar-binar memencet bel dengan semangat, namun Eunhyuk hanya berdiri dibelakang dengan tampang kusut padahal tadi dia yang paling semangat dan dialah otak dari semua ini.

“Nugu?” terdengar suara seorang wanita menyahut dari dalam

“LeeEunHyun!” jawab Leeteuk cepat

Seketika terdengar deritan pintu dibuka “Ah… ayo masuklah, lama kalian tidak main kesini” Eomma Heechul melemparkan seulas senyum pada ketiga namja didepannya

Continue reading

18

[FreeLance] Secret Angel [Part 4]

Author: Hamsterpumpkin

Main Cast: Secret Angel member, Super Junior member, dan 2PM member

Genre: romance, comedy?

Kintan POV

“huaaaaam ngantuknya~~ Rin rin bangun~~” Aku mendorong dorong pelan roommate ku Park Ririn

“hmm.. Rin masi ngantuk Kin “ gumam Ririn pelan

“ya udah tidur yang nyenyak ya dongsaeng ^^” Ku elus pelan kepala dongsaeng kesayanganku itu lalu berjalan keluar kamar. Begitu di luar kulihat Hyeonri tengah asyik menonton tv sambil ngeteh. Hmm.. kayaknya itu teh hasil curian dari dorm atas deh~~

“Hyeon aku lapar~~” ucap ku manja lalu memeluk lengan Hyeonri.

“aish anak kecil ini aku mau bersantai bentar nih minum the aja dulu..” Hyeonri menyodorkan cangkir tehnya.

“Kayaknya ini tea set nya Hankyung oppa ya?? Kau nyolong juga??” tanyaku sambil menghirup teh panasnya. Hmm nikmat~~

“ehehehe iya ssst.. jangan kasi tau Kyung oppa ya?? Oh iya ngomong ngomong kau tau ini sarung tangan siapa?? “ Hyeonri menyodorkanku sebelah sarung tangan berwarna hitam. Elah kok cuman sebelah?

“cuman sebelah??” tanyaku

“Iya ini sarung tangan ini di peluk mulu ama Chaeri sampai pagi karna penasaran kuambil deh ehehehe kira kira punya siapa ya??” Tanya Hyeonri sambil memperhatikan bentuk sarung tangan itu.

“Ini pasti sarung tangan pria~~ aduuh Chaeriku sudah besar~~” ucapku sambil membolak balikkan sebelah sarung tangan tersebut.

“loh yang tadi malam ama Chaeri kan… jangan jangan..” Kalimat Hyeonri menggantung.

Brak!!

“ya!! Siapa yang mengambil sarung tangan Kyuhyun oppa ha!!” Teriak Chaeri di depan pintu kamar.

Aku dan Hyeonri tersenyum samar. Betul sekali yang kami pikirkan.

“Aish!! Ini sarung tangan Cho Kyuhyunmu~~” ucapku sambil melempar sarung tangan itu ke wajah Chaeri. Dan sukses membuat wajah Chaeri merona merah.

“Aaaaaa sudahlah!!! Aku mau mandi!!!!” pekiknya lalu berlari menuju kamar mandi.

Aku dan Hyeonri ngakak berdua.

Kring kring.. hp ku berbunyi. Ternyata dari Manajer Kim toh.

“Hm? Yoboseyo?” ucapku

“Kintan hari ini kalian latian ya terus lalu ada pemotretan untuk iklan pakaian seragam sekolah besok kalian mulai untuk latian untuk MV nya ok?? Kalian harus semangat!!! Hwaiting!!” pekik Manajer Kim yang membuat telinga ku hampir copot.

“Ne onnie kami akan berusaha..” ucapku

“oh iya van kalian sudah menunggu di luar nanti kita bertemu di tempat latihan annyeong..”

“ne annyeong..” aku memutus sambungan telpon.

“ada apa??” Tanya Hyeonri

“Hari ini kita ada latian sebentar sehabis itu kita akan pemotretan iklan seragam sekolah..” ucapku santai lalu mulai menyesap teh Hyeonri lagi.

Brak!!!

“Ya!!! Kalian!! Siapa yang menyuruh mengambil tea set ku ha!!!” Hankyung datang. Wowo kayaknya dia mengamuk deh~~ gawat nih~~

“Aish oppa berisiknya~~ santai dong kami hanya meminjam kok” ucapku santai

“Minjam kau bilang!!! Cepat kembalikan tea set ku!!!!!” Pekik Hankyung suaranya menggelegar di mana mana. Semua orang yang tengah tertidur keluar kamar.

Continue reading