Gallery

Coagulation *second part*

Author : Hyuniminnie a.k.a Lee Hyunjin

Title : Coagulation

Author said : HALLO HALLO^^ saya balik dengan cerita yg atu ini,,
mohon dibaca ya…tapi kalo kurang puas gebuk aja yang main*nah, bukannye elu ye yg maen di ni ep2??**ah iya,,lupa..hehe*
Please rate and koment ^^
Let’s Dance…eh salah let’s cekidot*kejedot aja sekalian thor..hehe*

Cerita sebelumnya : Si Donge dongkol ama cewek yang tiba2 aja nubruk dia,,nahh…kira2 sapa tu cewek??..baca aja dulu ya..

****

”Mianhae,,Saerin! Jangan bersikap seperti itu!” marah gadis satunya. ”Kami teman kantor Hyukjae. Dia Saerin dan aku Myunji, kami baru tau kalau Hyukjae masuk rumah sakit kemarin karena kami juga baru kembali dari pulau jeju” jelas gadis yang bernama Myunji itu.

”Hyuuukk~,,kenapa bisa seperti ini?? Bagaimana hal ini bisa terjadi??” tanya Saerin bertubi-tubi. Raut wajah Hyukjae langsung berubah. Yeongra langsung berlari kearah Hyukjae.

”Aaaarrrgghhhhh!!!! RIIIINNNNN!!!” teriak Hyukjae histeris.

”Jagi!! Tenanglah,,jangan seperti ini!!” Yeongra menenangkan Hyukjae. Donghae menahan Hyukjae yang mulai tak terkendali, Yoomin ikut membantu. Sedangkan Saerin dan Myunji hanya bisa melihat.

”RIINN!! Ini salahku!!! RIIN!! Maafkan Oppa!! RIIINNNN!!!” teriak Hyukjae tak karuan.

”Ini bukan salahmu!! Ini kecelakaan!!” teriak Yeongra.

”Yoomin-ah!! Panggil Dokter!” perintah Donghae. Yoomin langsung berlari keluar kamar dan memanggil Dokter. Tak lama kemudian Dokter pun datang dengan beberapa suster, mereka mengambil jarum suntik yang sudah diisi dengan obat penenang. Sehingga Hyukjae tertidur.

”Yeongra-ssi,,biarkan dia istirahat. Seharusnya kalian tidak usah mengingatkannya dengan kejadian itu” pesan Dokter. Yeongra menatap tajam kearah Saerin, dan dia menarik Saerin keluar rumah sakit. Yang lain langsung mengikuti, kecuali Donghae. Dia harus menjaga Hyukjae.

####

@taman rumah sakit

”PUAS KAU!!!!??” teriak Yeongra pada Saerin. ”Aku tidak peduli kau temannya atau siapa?? Yang jelas, jangan pernah datang kesini lagi!!” Yeongra terbawa emosi.

”Hah?? Memangnya kau siapa? Seenaknya saja mengaturku!”

”Kau tidak tau, dan tidak akan pernah tau akan keadaannya! Kau tidak tau penderitannya selam 2 bulan ini. Dan sekarang, kau datang dan membuat semua kacau. Dia kembali seperti ini! Dia kembali kehilangan kesadarannya!!  Dia…” Yeongra tak mampu melanjutkan kalimatnya karena tidak bisa menahan tangisnya.

”Kenapa kau sangat sedih seperti ini? Siapa kau sebenarnya? Apa hubunganmu dengan Hyukjaeku??” Saerin mendekatkan wajahnya pada Yeongra.

Dan sebuah tamparan mendarat tepat di pipi Saerin. ”Hyukjaemu?? Apa aku tidak salah dengar” si pemilik tangan menatap tajam kearah Saerin.

”Yoomin-ah~” panggil Yeongra parau.

”Kau tenang saja Yeongra-ah. Suamimu akan baik-baik saja” Yoomin mengusap punggung Yeongra.

”Suami? Jangan main-main denganku!!” teriak Saerin lagi.

‘PLAK’ sekali lagi tamparan dahsyat mendarat tepat dipipi Saerin.

“Tidak cukup sekali rupanya? Sekarang juga dengan hormat aku minta kau untuk pergi dari rumah sakit ini. Nona Myunji! Kau bisa membawa teman gilamu ini keluar?” usir Yoomin. Myunji menahan amarahnya, dan menarik Saerin yang kelihatannya masih tidak terima perlakuan Yoomin.

”Tenanglah, Hyukjae baik-baik saja” Yoomin membawa Yeongra kembali kekamar.

####

@mobil Myunji dan Saerin

”Seharusnya kau membiarkanku mencabik-cabik wanita itu” marah Saerin pada Myunji. Myunji hanya terdiam seribu bahasa.

Pikirannya hanya berpusat pada satu orang, Lee Donghae. Pewaris Lee’s Corp yang sangat terkenal.

”YAK!! Kau mendengarku tidak??” Saerin tambah emosi.

”Ya..aku..mian” Myunji kembali memfokuskan pikirannya untuk menyetir.

####

@rumah Donghae

Hyunjin POV

Aku berjalan keluar kamarku,,entah kenapa aku ingin bertemu dengan Rin saat ini. Aku sadar kalau dia sudah tidak ada, tapi aku hanya ingin selalu dekat dengannya. Saat masuk kekamarnya, air mataku langsung jatuh tak tertahankan.

Dulu sewaktu dia masih ada, aku tidak bisa bertemu dengannya jika ada Appa dan Eomma dirumah. Bahkan bertemu dengannya diluar pun akan sangat sulit. Karena ketatnya penjagaan terhadapku, ditambah lagi Rin yang memilih keluar dari rumah dan tinggal di rumah yang sudah disiapkan oleh Oppa. Aku tidak bisa semudah itu untuk keluar dari rumah. Jadi biasa Rin yang akan datang ke rumah, itu pun kalau orang tua kami tidak ada.

Flashback

”Sssstttt…sssstttt” suara itu mengalihkan perhatianku dari masakanku. Aku mengarahkan seluruh pandanganku ke sudut ruangan, tapi tak ada apapun.

”Aissshhh…Jin-ah!” teriak seseorang dari balik jendela. Omo!! Kenapa dandanannya seperti itu!..Rin??

”Cepat buka pintunya!” katanya sambil menggaruk kepalanya yang dihiasi dengan rambut yang acak-acakan. Aku membuka pintu itu dan langsung memeluknya. Sudah hampir 1 minggu aku tidak bertemu dengannya.

”Hwa~,,bogoshipta” kataku. Dia menepuk bahuku pelan.

”Haha,,sekarangkan aku sudah disini” aku menariknya masuk sebelum ketahuan para penjaga. Haha,,tidak akan masalah jika hanya housekeeper yang bertemu dengannya. Karena para housekeeper itu juga sangat menyukai Hyunrin-ku ini..haha

”Onni!!kau tidak menyisir rambutmu lagi?!” selidikku. Dia hanya nyengir dan menganggukkan kepalanya sedikit. Aku menggelengkan kepalaku, dan membongkar isi tasku. Mengambil sebuah sisir.

”Kya!! Mau apa kau?!” tanyanya panik melihat aku yang memegang sebuah sisir. Wajahnya seperti melihat orang yang sedang memegang pistol dan mengarahkan padanya. Dia tidak suka kalau aku menyisir rambutnya, dia bilang itu akan merusak gayanya..ck

”Tentu saja membenarkan dandananmu” aku mengejarnya yang sudah berlari duluan menghindariku.

”Kya!! ANDWAE!! Kau akan merusak rambutku Jin!!” teriaknya sangat panik.

Meskipun dia berlari sekuat tenaganya, tetap saja akan tertangkap olehku yang adalah juara lomba lari antar sekolah..haha

Dia hanya menekuk wajahnya ketika aku merapikan rambutnya..

Flashback end

Aku berjalan ke meja yang ada disamping tempat tidur, dimeja itu ada sebuah foto. Didalam foto itu ada Rin, aku, Donghae Oppa, Hyukjae Oppa, Yoomin Onni, dan juga Yeongra Onni. Foto itu diambil saat Donghae Oppa dan Hyukjae Oppa menikah..acara terakhir yang dihadiri oleh Rin bersama kami. Rin, apa kau merindukan saat-saat itu? Kau menggoda Hyuk Oppa agar mencium Yeongra Onni. Saat itu wajah keduanya menjadi merah karena malu..haha. Aku rindu tawamu Rin~

Mataku beralih dari foto itu menuju ke sekotak rokok.  Itu mengingatkanku pada sesuatu, perkataannya mengenai sebuah rokok.

Flashback

”Rin-ah..bisakah kau tidak merokok lagi? Donghae Oppa saja tidak menggunakan barang itu” omelku pada Rin saat kami sedang duduk di teras belakang rumah. Hari ini Rin juga sembunyi-sembunyi untuk menemuiku.

”Aniyo,,kau tau? Barang ini bisa menghilangkan stress, dan juga asik” jawabnya sambil menghisap rokoknya dan menggaruk-garuk kepalanya yang dihiasi oleh rambut yang tak terurus itu.

”Hei,,kita ini kembar, tapi kenapa sifatmu beda denganku?” tanyaku padanya berusaha tidak memperdulikan asap rokok yang tanpa sengaja kuhirup.

”Gurae,,aku juga tidak tau. Tapi, ada satu sifat kita yang sama…..” Rin memberi jeda sebentar, dan aku tersenyum mengetahui maksudnya.

”Sama-sama menyayangi Donghae Oppa!!!!” teriak kami bersamaan. Dan dengan cepat kami menutup mulut kami, karena itu akan membuat para penjaga akan mengetahui keberadaan Rin. Selanjutnya kami tertawa bersama tanpa suara.

Flashback end

Donghae POV

Saat aku sampai dirumah aku langsung masuk dan berlari kekamar Hyunjin, perasaanku mulai tidak enak sejak dijalan menuju pulang tadi. Betapa kagetnya aku saat membuka kamarnya dia tidak ada di kamarnya.

”HYUNJIN-AH!!!” panggilku, tapi tak ada yang menyahut.

”Yeobo, waeyo??” tanya Yoomin karena kaget mendengar teriakanku mungkin.

”Hyunjin tidak ada!” aku mulai panik, kulihat Yoomin kaget dan segera melihat kesekeliling. Tak lama kemudian dia terlihat tenang.

”Kau ini,,jangan asal menyimpulkan. Mungkin dia ada di kamar Rin” aku segera mengalihkan pandanganku ke kamar Rin yang sedikit terbuka, dan berlari kesana.

Aku membuka pintunya perlahan, dan menemukannya. Untunglah tidak terjadi apa-apa padanya. Dia duduk di sisi tempat tidur, tempat favoritnya untuk mengobrol dengan Rin. Dan dia…menangis??

”Hyunjin-ah! Waeyo??” tanyaku. Tanpa basa-basi dia langsung memelukku.

”Takuuutttt~” jeritnya. Aku melepaskan pelukannya.

”Sudahlah,,sebaiknya kembali kekamar” Dia pasti mengingat kejadian mengerikan itu lagi. Aku membawanya kekamarnya.

@rumah sakit

”Besok dia sudah bisa pulang, jadi selamat. Tapi, jangan buat dia stress dulu” pesan dokter kepada Yeongra. Dengan senyuman Yeongra mengiyakan pesan dokter itu, dan masuk ke ruangan Hyukjae.

”Jagi,,kau boleh pulang besok. Kita akan bertemu Hyunjin, kau harus semangat ya” Hyukjae melihat kearah Yeongra dan tersenyum tanpa mengucapkan satu kalimat pun, tentu saja senyuman pahit.

”Gwenchana,,kau pasti bisa menghadapinya” Yeongra mengelus pipi Hyukjae.

#Keesokan harinya

Sebuah taksi berhenti didepan rumah Donghae. Dengan cepat Donghae berlari menuju taksi itu.

”Akhirnya kalian sampai juga. Hyuk, bagaimana kabarmu hari ini??” tanya Donghae pada Hyukjae yang sedang mengambil beberapa barang di bagasi taksi.

”Sedikit lebih baik” jawabnya singkat.

Donghae membantu Hyukjae membawa barang, dan mereka masuk kedalam rumah.

”Dimana Hyunjin??” tanya Hyukjae.

”Dia ada dikamar, semalaman tidak tidur. Terus berteriak ’takut’..” jawab Yoomin yang langsung memeluk Yeongra.

Tanpa bicara apapun Hyukjae langsung berjalan menuju kamar Hyunjin.

”Tidak apa-apa jika dibiarkan seperti itu??” tanya Donghae pada Yeongra, dan hanya dibalas senyuman oleh Yeongra.

”Gwenchana,,dia sudah lebih baik”

@kamar Hyunjin

”Hyunjin-ah,,oppa masuk ya” Hyukjae membuka kamar Hyunjin. Dan langsung disambut oleh Hyunjin yang berantakan penampilannya.

”Um,,kata onnimu kau sedang tidur. Dan kenapa penampilanmu seperti ini? Dimana Hyunjin yang cantik dan ceria itu??” Hyukjae memaksakan diri untuk tersenyum, padahal dirinya juga hancur sama seperti Hyunjin.

”Oppa,,aku takuuutt~~” Hyunjin menenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya. Hyukjae memejamkan matanya, berusaha untuk menenangkan diri agar dia bisa lebih kuat dari dongsaeng didepannya.

”Gwenchana,,dia sudah tenang disana” Hyukjae mengusap kepala Hyunjin, dan tersenyum lagi.

####

Hyukjae sedang duduk di teras rumah, mencoba menghirup udara segar setelah 2 bulan lebih dia hanya menghirup udara di rumah sakit.

”Sudah lama sekali rasanya,,Rin..kau bahagia disana? Oppa janji akan menjaga 2 orang yang kau sayangi ini” Kata Hyukjae sambil tersenyum.

Tapi senyuman itu hilang ketika ia melihat hal yang sangat tidak ingin dilihatnya.

”ANDWAEEEEEE!!!!!!!!!!!!!”

TBC

****

Author said : Nah,,kenapa tu si Hyuk?? Ayo..ada yg bisa nebak gak??….*ini bukan kuis>>* Sekali lagi aq minta maaf kalo ada yang salah ketik ato ceritanya gx bagus sama sekali…jangan lupa koment yaaaa *hug reader,,*

12 thoughts on “Coagulation *second part*

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s