The Perfect Dream [1/?]

The Perfect Dream (1/?)

By Aprillie Kwon

Genre : Friendship (?)

Category : Chapters ♥

Also Published on : leedonghaera.wordpress.com

Cast :

– Nickhun 2PM as Kim Jokwon

– Seulong 2PM as Han Junhyoung

– Doojoon B2ST as Jang Donghyun

– Taecyeon 2PM as Shim Woojoo

– You as Lee Haera

– other cast

Disclaimer : This fanfic is adaption from other fanfic I’ve read, so don’t think I’m plagiat ^^. But don’t copy paste or hotlink this fanfic without my permission! Happy reading :)

***

“Haera-ya apa keputusanmu ini sudah benar-benar bulat nak?” Tanya seorang wanita paruh baya dengan nada cemas. Gadis yang ditanyainya itu mengangguk dengan yakin.

“Baiklah kalau memang keputusanmu sudah bulat. Eomma dan appa hanya bisa menyetujuinya. Kami tahu itu adalah impianmu sejak kecil untuk menjadi artis. Jadi jangan sampai mengecewakan keluargamu.” Wanita itu menghela nafas panjang.

“Gomawoyo eomma.” Haera memeluk eommanya dengan erat.

“Noona, hwaiting!!” ujar namja kecil sambil mengepalkan tangannya.

“Ne, Chihoon-ah. Hwaiting!” Haera menatap namdongsaengnya yang masih berusia 7 tahun itu sambil mengepalkan tangannya dan kemudian mengelus-ngelus kepala bocah tampan itu.

“Kajja Haera-ah, keretamu akan segera berangkat.” Ujar eommanya mengingatkan.

“Ne, eomma.” Sahut Haera.

“Annyeong noona!!” Chihoon melambaikan tangan kirinya pada Haera sedang tangan kanannya mengandeng tangan eommanya.

Haera menyinggungkan senyumannya begitu masuk ke dalam kereta yang akan membawanya ke Seoul itu. Sesaat kemudian pintu kereta menutup dengan sendirinya dan bergerak perlahan meninggalkan stasiun bawah tanah Mokpo itu.

***

Haera memandang hiruk pikuk Seoul dengan takjub. Gedung-gedung tinggi yang menghiasi matanya membuatnya tersihir beberapa saat oleh kemegahan kota Seoul. Ia sempat dianggap aneh oleh orang-orang sekitarnya yang tak sengaja memandang ke arahnya. Tak berapa lama kemudian ia akhirnya tersadar dari lamunan konyolnya itu dan mulai menyetop taksi yang kebetulan lewat.

“Ahjussi, ke gedung SMent.” Si supir mengiyakan tanda mengerti dan segera memasukkan koper putih milik Haera ke dalam bagasi.

Tak sampai 30 menit, taksi yang dinaiki oleh Haera telah sampai di depan sebuah gedung tinggi yang lagi-lagi berhasil membuat Haera takjub.

“Agassi sudah sampai.” Ujar supir taksi itu membukakan pintu bagi Haera.

“Akh, gomawoyo ahjussi.” Sahut Haera sambil menyerahkan beberapa lembar uang 20 ribu won.

Haera menyeret kopernya dan menuju bagian resepsionis.

“Permisi, dimana ruang training?” Tanya Haera sopan.

“Mianhamnida. Anda siapa?” Tanya resepsionis itu balik.

“Haera. Lee Haera.” Ujar Haera menyebutkan namanya pada resepsionis itu.

“Lee Haera dari Mokpo?”

“Ye.”

“Ruangannya berada di lantai 10.”

“Gamsahamnida.”

“Ne.”

Haera kembali menyeret kopernya dan berjalan menuju ke arah lift yang berada tak jauh dari bagian resepsionis itu.

Tak lama pintu lift itu terbuka dan Haera segera melangkah masuk ke dalamnya.

***

Akhirnya ia sampai juga di lantai 10 gedung itu. Ia melihat sebuah pintu di ujung ruangan. Ia berjalan mendekati pintu tersebut dan dengan ragu-ragu ia memutar kenop pintunya.

Laki-laki yang berkumpul di dalam ruangan itu menatap pintu yang barusan dibuka oleh Haera dengan tatapan ingin membunuh. Sedang para gadis-gadis antusias melihat bahwa satu anggota trainee mereka yang baru ternyata seorang gadis.

“Kau traineer yang berasal dari Mokpo itu?” Tanya seorang pria yang kelihatannya-paling-tua-dari-mereka-semua pada Haera yang baru datang itu.

“Ye.” Jawab Haera kikuk.

“Aigo~ Selamat datang di SMent. Mulai sekarang kamu akan di training bersama dengan yang lainnya. Perkenalkan aku Joowon sekaligus pelatih para traineer disini.” Ucap Joowon ramah.

“Akh ne, salam kenal oppa.” Ujar Haera yang masih kikuk.

“Hm, mari kuperkenalkan pada traineer-traineer yang lain. Itu Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Choi Minho dan Lee Taemin.” Ujar Joowon sambil menunjuk lima namja yang berkumpul di pojok ruangan itu. Haera mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Sedang yang berlatih dance itu namanya Shim Woojoo. Lalu yang main gitar itu Kim Jokwon, yang sedang berolahraga itu Jang Donghyun, kau tahu Donghyun itu anak pengusaha Jang yang sangat berpengaruh di dunia perbisnisan Asia (berbisik). Dan namja terakhir yang duduk di pojok ruangan sebelah sana itu Han Junhyoung, ia orangnya cuek dan dingin (berbisik). Dan 3 orang gadis itu masing-masing namanya Seo Hyejin, panggil saja dia Seojin. Lalu gadis di sebelahnya itu Park Hayeon dan yang terakhir Yeon Jihee.” Lanjut Joowon  yang lagi-lagi hanya menerima respon anggukan dari Haera.

“Ok. Mulai hari ini kau bisa tinggal di asrama bersama dengan para gadis yang lainnya. Seojin kemari kau!” Joowon mengisyaratkan sesuatu pada Seojin untuk mendekat padanya.

“Waeyo oppa?” Tanya Seojin begitu ia mendekat.

“Tolong antarkan Haera-ya ke asrama traineer.” Ujar Joowon.

“Ne oppa.” Jawab Seojin yang kemudian mengajak Haera keluar dari gedung itu dan membawanya ke suatu tempat yang letaknya tak seberapa jauh dari kantor SMent.

“Haera-ya kita sudah sampai. Oh iya Seo Hyejin imnida, panggil saja Seojin.” Seojin mengulurkan tangan kanannya.

“Haera imnida. Mannaseo bangapseumnida Seojin-ah.” Haera menjabat tangan Seojin.

“Nado. Mulai sekarang kau satu kamar denganku ya. Karena kebetulan aku sedang kesepian. Kamarku hanya aku yang menghuninya. Gwaenchanayo Haera-ah ?”

“Ne, gwaenchanayo Seojin-ah.” Jawab Haera.

Seojin mengantar Haera ke kamarnya dan ia membantu merapikan barang-barang Haera. Sambil merapikan barang-barang Haera, Seojin mengajak Haera mengobrol tentang banyak hal mulai dari para personal trainee dan sebagainya. Tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk segera akrab karena rupanya mereka ternyata sama-sama berasal dari Mokpo.

***

Hari ini memang tak ada jadwal latihan tapi tiba-tiba saja Seungwoo, orang yang mengawasi para traineer di SMent memerintahkan agar semua traineer untuk berkumpul di ruang koreo. Katanya ada sesuatu penting yang ingin dibicarakannya.

Haera buru-buru berjalan menuju ke ruang koreo karena menurutnya ia sudah sangat telat.

“Mulai hari ini beberapa dari kalian..” ucapan Seungwoo terputus karena Haera berdiri di ambang pintu dengan nafas yang memburu. Rupanya gadis itu datang tepat pada waktunya sebelum Seungwoo berkata sesuatu yang penting.

“Silahkan lanjutkan saja oppa.” Tandas Haera masih dengan nafas memburu dan perlahan ia bergerak mendekati Seungwoo.

“Ehem, mulai hari ini beberapa dari kalian akan menjadi satu tim dan tinggal seatap.” Ucap Seungwoo yang membuat para traineer yang ada di ruangan itu mengernyitkan alis heran.

“Kalian? Maksud hyung?” Tanya Shim Woojoo yang agak penasaran dengan kalimat Seungwoo selanjutnya.

“Maksudku yang akan jadi satu tim itu adalah Shim Woojoo, Kim Jokwon, Jang Donghyun, Han Junhyoung dan yang terakhir Lee Haera.” Lanjut Seungwoo yang langsung menuai kontrolversial dari para member namja.

“Mwo?! Kenapa harus dia yang satu tim denganku ani maksudku kita hyung?!” Sahut Woojoo, Jokwon, Donghyun, Junhyoung serempak menunjuk Haera yang menunduk takut di samping Seungwoo. Ya, Haera tahu tak ada satu traineer namja pun yang suka ada seorang gadis yang dekat-dekat dengan mereka apalagi gadis itu hanya bermodalkan suara saja.

“Aigo.. Kalian ini kompak sekali. Apa kalian tak tahu ini sudah perintah dari Sooman sajangnim untuk membentuk grup band baru dengan anggota 4 namja dan 1 yeoja huh?” Jelas Seungwoo yang seketika itu juga membuat keempat namja itu bungkam dan akhirnya memilih untuk menuruti apa perkataan managernya itu.

“Oh ya, Junhyoung dan Haera kemarilah sebentar.” Seungwoo memanggil mereka berdua setelah memastikan yang lainnya sudah bubar. Ada hal penting yang harus disampaikan khusus kepada mereka berdua. Hal tersebut tentu ada sangkut pautnya dengan kehidupan baru mereka.

“Aku titipkan mereka pada kalian. Buat mereka semua akur sebelum debut di televisi dan selesaikan semua masalah kalian masing-masing. Aku merasakan ada sesuatu yang kalian sembunyikan..” Seungwoo menghela napas pendek, “Geurae, aku percayakan semua itu pada kalian.” Seungwoo menepuk pundak Junhyoung dan Haera bersamaan lalu segera pergi meninggalkan Haera yang masih setengah sadar dan Junsu yang seolah-olah tidak mendengar. Sudah jatuh, tertimpa tangga lagi, Haera harus tinggal satu atap dengan 4 pria yang sudah benar-benar tak menyukai kehadirannya di grup ini ditambah lagi harus mendamaikan mereka semua. Sungguh mustahil.

“Ottokhae? Ottokhae? Ottokhae?” Haera mulai panik sendiri. Berbanding terbalik dengan Junhyoung yang sedari tadi sama sekali tak memikirkannya. Manager tidak menyuruh dirinya sendiri yang bertugas tapi juga Haera. Jadi tidak perlu susah payah Junhyoung bekerja biarkan saja Haera yang menyelesaikannya. Dengan gaya santai dan acuhnya, Junhyoung mulai berjalan mengikuti jejak Seungwoo meninggalkan Haera.

“Oppa.” Panggil gadis berambut lurus itu.

“Ottokhae?” Ia mulai memasang wajah puppy eyesnya. Ia sangat berharap Junhyoung akan membantu dan bersedia bekerja sama dengan dirinya.

“Mwo?” Junsu memasang ekspresi datar seperti biasanya.

“Lakukan saja sendiri. Mereka bukan urusanku”. Junsu kembali memalingkan wajah lalu melanjutkan jalannya yang terhenti. Tidak terima dengan jawaban Junhyoung memaksa Haera berlari mendahului Junhyoung dan menghalangi jalannya.

“Waeyo oppa berkata seperti itu? Bukankah tadi Seungwoo oppa sudah mempercayakannya kepada kita?” Haera merentangkan kedua tangannya. Junhyoung mendengus dan diam sejenak.

“Aku kemari bukan karena mereka. Untuk apa aku mengurusi mereka dan kau!”

“Nde?” Haera tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Tapi, aku tidak mungkin menyelesaikannya sendiri oppa.”

“Aku tidak peduli” Junhyoung mengambil jalan lain.

“Annyeong maknae!” Junhyoung melambaikan tangannya tanpa melihat Haera yang ingin menangis itu.

***

Donghyun meminta agar semua pelayan pribadinya untuk mengemasi barang-barang yang akan dibawanya ke rumah baru bersama para member yang lain. Selagi para pelayannya bekerja, ia hanya duduk santai di kursi impor mewahnya sembari membaca jadwal kegiatan bulan depan. Latihan dance, latihan vokal, pembuatan MV, pemotretan pra debut, pemotretan album dan masih banyak hal lainnya yang harus ia kerjakan bersama keempat member lain. 24 jam penuh akan dihabiskan bersama mereka itu membuat pria berumur 18 tahun ini pusing 7 keliling. Dia menggerutu sendirian tanpa mempedulikan para pelayan yang menatapnya dengan pandangan nanar.

Di lain tempat, Jokwon pun sedang sibuk berkemas lebih tepatnya sibuk menghalangi sang eomma yang membantunya mengemasi seluruh isi kamarnya untuk dibawa ke rumah baru grupnya. Karena selama ini eomma Jokwon lah yang memimpikan menjadi seorang artis tapi tak tersampaikan jadi Jokwon lah yang diorbitkan olehnya. Jadi wajar saja di malam itu eomma Jokwon sangat bersemangat dalam menyiapkan kehidupan baru anak semata wayangnya tersebut, Kim Jokwon. Wanita itu berusaha keras agar Jokwon tidak kekurangan apapun nanti.

Hal serupa pun dialami Haera, teman-teman satu asramanya ribut membicarakan kepindahan Haera. Sebagian dari mereka turut membantunya dalam membereskan seluruh perlengkapan.

***

Rumah baru yang dimaksud oleh Seungwoo adalah sebuah apartemen di daerah Incheon. Isi apartemen itu terdiri dari 1 dapur, 1 ruang tamu yang lumayan luas, 2 kamar mandi, dan 2 kamar tidur yang lumayan cukup untuk dihuni 5 orang di dalamnya. Semua kegiatan harus dilakukan di dalam apartemen tersebut. Tapi jika mereka sudah mendapatkan penghasilan yang cukup, mereka bisa pindah ke rumah yang lebih besar, begitu kata Seungwoo saat menunjukkan bagian isi apartemen itu. Donghyun, Jokwon dan Woojoo tidak bisa menutupi keterkejutan mereka dengan kondisi rumah baru mereka. Jika benar rumah tersebut hanya terdiri dari dua kamar, itu tandanya keempat member namja harus tidur sekamar karena yang satunya lagi pasti untuk Haera, terkecuali gadis itu bersedia tidur di luar.

“Hyung, tak adil!” Protes Donghyun dan Jokwon bersamaan.

“Tak adil? Apanya yang tak adil?” Seungwoo mengernyitkan alisnya bingung.

“Aku harus berbagi kamar dengan tiga orang lainnya tapi Haera satu kamar sendirian. Enak sekali dia, cish.” ketus Donghyun yang merasa tak suka harus berbagi kamar dengan yang lainnya.

“Cish, aku tak mau satu kamar dengan anak manja ini.” Tandas Woojoo yang langsung menunjuk Jokwon tepat di depan mukanya.

Manajer Seungwoo dibuat pusing oleh keributan mereka. Ia hanya bisa menepuk dahi sembari menggeleng. Emosi orang-orang di hadapannya sangat memusingkan dirinya. Tapi tidak mulai hari ini, ia kan sudah punya 2 asisten yang ditugaskan menyelesaikan permasalahan diantara mereka. Manajer Seungwoo langsung melihat kearah Junhyoung yang sedari tadi diam dan berdiri di seberang Haera. Junhyoung sama sekali tidak menyadari tatapan tersebut sampai akhirnya mendengar bisikan setan muda berkemeja hitam itu. Dengan cerdik Junhyoung mengalihkan pandangan manager hyung itu ke arah gadis berkaos abu-abu yang sedari tadi berdiri diantara pria-pria tinggi. Sadar akan hal itu, Haera langsung salah tingkah.

“Donghyun oppa bisa tidur dengan Woojoo oppa sedang Jokwon oppa bisa tidur dengan Junhyoung oppa” Ujar Haera agak sedikit takut. Namun ketakutannya itu justru membuat para namja yang berdiri di seberangnya itu tertawa puas. Haera menyadari kebodohannya dan akhirnya merutuki dirinya sendiri yang memutuskan untuk mengalah dari keempat namja itu.

***

Donghyun dan Woojoo akhirnya bisa tidur dengan nyenyak berbaring di kasur empuk dan dibalut selimut hangat. Isi kamarnya sudah rapi hasil kerja keras dari Haera seharian ini. Di kamar seberang pun juga sudah bersih, jerih payah Haera juga. Selepas Seungwoo pergi, Haera langsung diserbu orderan angkut sana angkut sini. Semua barang yang ada di rumah dibersihkan sekaligus dan ditata kembali oleh Haera seorang. Sedangkan yang lain pergi jalan-jalan menikmati keindahan sungai Han di sore hari. Pekerjaan Haera sangat banyak sehingga membuat seluruh badannya sakit serasa ingin remuk. Namun sayangnya malam ini dia harus tidur di futon yang tersedia di ruang tamu. Ia membaringkan tubuhnya diatasnya lalu menggerang kesakitan. Sungguh terasa remuk seluruh tulang pada tubuhnya.

Anggota segrupnya memang kejam-kejam, membiarkan seorang gadis yang masih berusia 17 tahun bekerja sendirian bahkan merapihkan seluruh barang-barang mereka yang beratnya terkenal minta ampun.

“Eomma, Appa, Chihoon.” Igau Haera tanpa sadar.

“Babo gateun.” Junhyoung melihat sinis dimana Haera terbaring, “Jeongmal babo-ya. Mau-maunya dia diperlakukan seperti itu.”

“Cish, dia memang pantas tidur di lantai.” gumam Woojoo menatap Haera sinis.

***

5 thoughts on “The Perfect Dream [1/?]

  1. Seru chingu,,
    huaaa,, knapa pd kejam kejam yah member yg lain..
    Jd magnae mmg sengsara…

    Segera part 2ny yg ching., oke..

    Oh ya, knapa g pke nm originalny aja??
    Susah ngingat nma bru mereka..

  2. yoiii ,,,
    heehee pada jahat2 ya,,
    ppie gpp dengan gitu bakal terbiasa sama kehidupan entertainment yg kejam2,,
    lanjut author …
    ada yang baik juga dong ….
    kalo bisa ada fans ppie yang rese

  3. ich pada jahat2 sih ma member lain..
    sabar ya..
    nickhun oppa saranghae..
    banyakin banget klo bisa part nickhun oppa..
    lanjutkan thor..
    kekekekeke~
    daebak..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s