Family By Accident [part 7]

Author : veahwa

Part 7

= kim yoon hye =

Aku termenung dibalkon kamar sambil menatap sebuah foto. Foto itu diambil saat aku pertama kali aku masuk kedalam rumah ini. Dan sekarang diruang tengah rumah terpasang foto yang sama dengan ukuran yang lima kali lebih besar dari foto yang kupandang sekarang.

Didalam foto itu, ada nenek deok dan kakek yu yang sedang duduk disofa. Kakek yu dan disebelahnya ada bibi kajol dan paman syah. Sedangkan disebelah nenek deok ada ayah dan ibu hyuki. Dibelakang mereka berdiri hisa kun dan disebelahnya ada hyuki dan aku.

Sedangkan dibelakang nenek deok dan kakek yu, berdiri avril dan ki jou koo juga ji eun eonni, disebelahnya ada young jae oppa, minyeo eonni dan taekyung oppa. Disebelah kursi samping kanan didekat hisa kun berdiri bibi jang dan disisi kursi kirinya ada paman jeong ho. Sedangkan justin duduk di pegangan kursi sofa di diantara bibi jang dan ayah hyuki, sedangkan di pegangan kursi kanannya diantara paman syah dan paman jeong ho duduk jeremy.

Aku ada diantara mereka. . . bila nanti aku pergi. . . apakah mereka akan melepas foto ini?? Atau parahnya lagi foto ini akan dibuang?? Apa yang akan terjadi bila aku meninggalkan rumah ini?? Bagaimana raut wajah mereka?? Apakah mereka akan sedih?? Kecewa? Marah? Atau mungkin biasa saja karna akan ada ang yang menggantikanku?? Ya, mereka pasti akan melepas foto ini dan menggantinya dengan foto bersama ang.

Kenapa aku jadi sedih begini?? Aku tidak ingin tempatku digantikan. . .

Kurasakan bayi dalam perutku menendang pelan beberapa kali. Kuraba perutku.

“apa kau ingin aku pergi juga. . .??” gumamku pelan. Tidak ada tendangan lagi.

“apa kau menyayangiku??” gumamku lagi. Sebuah tendangan terasa didalam perutku. Aku tersenyum “aku juga mulai menyayangimu. . .”

“yoonie ah???”

Terdengar suara panggilan ibu.

“ne!!!” jawabku dan berjalan menghampirinya yang sedang berdiri diambang pintu dengan ceria.

“wae??” tanyaku pelan.

“ayo ikut aku!!”

Ibu mengajakku kesebuah kamar disebelah kamar kami, ah tidak, disebelah kamar hyuki. Aku berdiri didepan pintu itu sambil mengerutkan alis bingung.

“ada apa ibu memanggilku??” tanya hyuki yang baru saja datang.

“kau sudah menemui hyung2mu??” tanya ibu.

“sudah, mereka ada diruang tengah sekarang bersama yang lain!!”

“si. . .siapa??” tanyaku bingung.

“anak2 super junior!!” jawab ibu.

Omooo. . . mereka lagi???

“tadi mereka datang kemari, dan kami semua membuat suatu kejutan untuk kalian!!” sambung ibu.

“benarkah??” tanya hyuki berseri2 “apa mereka membelikanku mobil baru??!”

Pletak. . .

Hyuki meringis kesakitan. Haha. . . ternyata bukan Cuma aku saja yang suka menjitaknya. Pantas  saja semakin lama otaknya semakin tidak beres. Apa mungkin karna terlalu sering dipukul??!

“jangan bicara yang tidak2!!” tatap ibu garang “kejutan kalian ada dibalik pintu itu!! lihatlah sendiri, ibu mau turun dulu!!”

Ibu melangkah menjauh sedangkan aku menatap hyuki yang juga tidak mengerti.

“kau mau membukanya??” tanyanya.

“kau saja!!” sautku pelan.

Ia memutar knop pintu itu dan membuka pintu kamar itu perlahan.

Aku, kami sama2 terpana menatapnya. Ruangan itu bernuansa biru. Sepertinya member lain berhasil menahan sungmin hyung memberikan warna pink. Biru lebih baik, cocok untuk perempuan ataupun laki2. Disudutnya ada sebuah tempat tidur bayi lengkap dengan ornamen2 dan pernak-perniknya. Dan disisi lain ada sebuah kursi sofa yang penuh dengan bermacam2 mainan. Disudut lain, ada sebuah piano kecil. Didindingnya penuh dengan hiasan2 gambar berwarna warni dan. . . poster2 super junior??? Apa maksudnya?!

“hyu. . .” aku menoleh menatapnya.

Ia tersenyum “mereka sangat baik bukan??”

“ya. . .”

Tapi tunggu dulu, di atas keranjang bayi itu ada foto keluarga yang sama besarnya dengan yang ada diruang tengah. Sedangkan disebrang foto itu tergantung dua buah foto berukuran besar. Fotoku dan. . . siapa namja cantik itu??

!!=_= “kenapa fotoku diganti fotonya heechul hyung??”

Aku menoleh dan terkikik melihat ekspresi wajah hyuki. Kemudian ia mengambil foto itu dan membaliknya hingga fotonya yang terlihat.

“aaaiiiiissh…….kenapa foto ini yang dipajaang???” gerutunya.

Aku tertawa melihat foto itu. difoto itu, ia sedang memakai kostum kelinci.

“yaak!! Berhentilah tertawa!!!”

Tawaku semakin keras “tampangmu konyol sekali!! Bahkan kalau bayi ini sudah lahirpun dia akan tertawa, hahaha. . . “

“benarkah??” tanyanya sambil berlutut dihadapanku dan memeluk perutku membuatku terkejut. “benarkah ia akan tertawa??” tanyanya lagi.

“yaak!! Apa yang kau lakukan?? Menyingkirlah bodoh!!”

“aku hanya ingin mendengarkannya, apa benar ia tertawa?!”

“pabo!! Kubilang kalau ia sudah lahir!!!”

“baiklah. . . “ katanya mengalah sambil melepaskan pelukannya.

“hyuki ah??”

Terdengar suara ang eonni dari balik pintu.

“ya?”

“kau dicari hyungmu!!” katanya lembut “ah, jadi ini kamar bayi yang mereka bicarakan itu. . .”

“ya, kalau begitu ayo kita turun!!” ajak hyuki.

“aku masih ingin melihat2!!” kata ang.

“kau mau ikut menemui mereka??” tanyanya kepadaku.

“apa kau gila???” tatapku garang.

Ia meringis “baiklah, baiklah, memang lebih aman kalau kau disini!!” Kemudian ia berjalan keluar meninggalkan aku dan ang berdua saja.

Kami saling diam untuk sejenak.

“aku sudah tau semua tentang kalian. . .”

Aku menoleh menatapnya. Ia tau semuanya?? Aku tidak terkejut kalau hyu menceritakanya pada gadis ini.

“tapi sebelumnya apa kau tau juga semua tentang kami??” tanyanya tanpa melihatku.

“ya. . . aku tau. . .” jawabku pelan.

“kau tau kenapa aku kembali lagi kesini??”

“tidak. . .”

“karna aku menyukai hyuki. . .”

Aku terdiam mendengarnya. Tiba2 saja aku merasa sesak nafas.

“aku kembali untuk mengambilnya lagi karna dia milikku!!” katanya dingin “aku tidak ada masalah dengan anaknya yang sedang kau kandung itu… aku bisa merawatnya seperti anakku. . . jadi jika setelah anak itu lahir kau ingin pergi, kami tidak keberatan. . . “ katanya kemudian melangkah pergi.

“hyu bukan barang yang harus diambil!!” kataku tiba2.

Ang berhenti berjalan, “barang atau bukan, ia tetap milikku dari dulu hingga sekarang dan sampai nanti!!” sautnya tanpa menoleh kemudian melangkah lagi.

Air mataku jatuh. . .aku menatap fotoku yang tergantung disamping foto hyuki. Nanti, foto itu akan digantikan dengan foto ang. . . dan anak ini akan memanggilnya ibu. . .

Aku terisak pelan menatap keranjang bayi itu kemudian menggeleng pelan. “aku tidak ingin kau memanggilnya ibu. . .” gumamku pelan.

Tidak, ini anakku!! Dan hanya aku yang akan menjadi ibunya!! Aku harus bicara pada hyuki!!

Aku berjalan cepat mencari hyuki. Rumah sudah sepi. Anak2 suju sepertinya sudah pulang. Dan keluarga yang lain sudah masuk kamar masing2. Dimana hyuki?? Aku melangkah cepat kekamar. Tapi tiba2 saja langkahku terhenti saat melewati kamar ang.

Aku mundur beberapa langkah dan mengintip dari pintu yang sedikit terbuka itu. Dia, gadis itu, sedang memeluk hyuki!!!

“ya, itulah alasanku kenapa aku kembali kekorea. . . aku sudah terbiasa hidup denganmu, jadi rasanya aneh jika tidak ada dirimu. . . “ kata ang “kau milikku hyuki ah, aku tidak keberatan jika kau ingin merawat anak itu, aku akan menjadi ibu yang baik untuknya. . . kita akan menjadi keluarga yang bahagia. . .”

Aku membekap mulutku menahan isak tangis. Tidak. . . ini anakku, tidak akan kubiarkan ia memanggil orang lain ibu selain aku!! Aku tidak akan menyerahkan anak ini pada gadis itu. tidak akan!! Aku harus pergi dari rumah ini sekarang!!

Aku berbalik dengan cepat dan menyenggol vas bunga yang ada dimeja didekat situ hingga pecah, tapi aku tidak perduli, aku harus pergi dari rumah ini!! Tidak akan kubiarkan mereka merampasnya dariku!! Termasuk hyu!!

Aku berlari dengan susah payah menuruni tangga. Kupegang perutku yang besar, menahannya. Aku berlari kehalaman, membuka pintu gerbang.

“yoonie!!!” kudengar teriakkan hyuki dibelakangku, tapi aku tidak perduli. Aku terus berlari dengan sekuat tenagaku dijalan. Kepalaku terasa begitu pusing, rasanya aku sudah tidak sanggup. Kurasakan sesuatu yang hangat mengalir dikakiku, darah!!

Aku menatapnya terkejut. Dalam keadaanku yang kacau tiba2 saja aku melihat sebuah cahaya menyilaukan menerpa tubuhku. Kemudian aku sempat melihat hyuki yang menarikku sebelum semuanya berubah menjadi gelap. . .

Kabur. . . itulah yang kulihat saat pertama kali aku membuka mataku. Aku mengerjap2kan mata perlahan untuk memandang lebih jelas.

“yoonie, kau dengar aku??”

Aku mendengar bibi jang memanggilku.

“bibi. . . aku haus. . .” kataku parau.

Seseorang langsung mengulurkan air dan membantuku meminumnya. “bagaimana rasanya??” tanya orang itu. hisa kun!!

“aku. . . pusing. . .” kataku sambil memegang kepalaku. “apa yang terjadi??”

“kau. . . mengalami kecelakaan, tapi hyuki menyelamatkanmu!!” jawab hisa kun.

Perlahan aku mulai mengingat semuanya, kemudian aku tersentak kaget “anakku???”

“jangan cemas, kandunganmu baik2 saja!!” kata bibi jang, menahanku untuk bangun dari tidurku “kau sempat mengalami pendarahan, tapi tidak apa2, tidak ada yang serius!!”

“sebenarnya apa yang sudah terjadi?? Kenapa kalian keluar rumah malam2 begini??” tanya nenek deok yang ada disampingku.

“aku. . . hyu. . . diamana hyuki??” tanyaku saat teringat kejadian itu.

Semua orang diam, tidak menjawab.

“ia baik2 saja!!” jawab bibi jang akhirnya. Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh.

“dimana dia sekarang??” tanyaku lagi.

“dia. . .” kata2 bibi jang tersendat “dia . . . terluka saat menyelamatkanmu, tapi ia sudah dibawa kerumah sakit, jadi kau tenang saja!!”

Apa?? Apa? Apa?? Hyuki terluka sampai dibawa kerumah sakit?? Seperti apa lukanya?? Seberapa parah??

“aku ingin kesana!!” kataku sambil berusaha bangun.

“tapi yoonie, kau belum pulih!!”

“aku ingin kesana!!!” air mataku mulai menetes.

“biar aku yang mengantarnya!!” saut hisa kun sambil membantuku berdiri.

Bagaimana keadaannya?? Apa dia baik2 saja??

“jangan berjalan terlalu cepat, itu berbahaya untuk kandunganmu!!” kata hisa kun saat kami sudah tiba dirumah sakit.

Aku mengangguk pelan tapi tetap tidak bisa menahan kakiku untuk tidak berjalan cepat. Sedikit lagi, itu kamar hyuki.

Jantungku benar2 terasa berhenti saat melihatnya dari kaca pintu kamar. Aku masih belum sempat masuk kekamarnya, tapi aku bisa melihat, ia sedang terbaring disana dengan banyak alat yang menempel ditubuhnya, juga dengan alat bantu pernafasan dan selang infus. Didekatnya, alat penunjuk detak jantung terus berbunyi teratur. Dan disampingnya, ang sedang menggenggam tangannya erat.

Aku benar2 mati rasa melihatnya. Tiba2 saja hisa kun memutar tubuhku dan memelukku sebelum kakiku tidak bisa menahan berat tubuhku. Aku terisak pelan sambil membenamkan wajahku kedadanya.

Aku benar2 sakit melihatnya seperti itu. . . melihat keadaannya dan melihat ang yang ada disisinya bukannya aku. Aku benar2 berharap mati saat ini juga. . .

Tubuhku terasa lemas akhir2 ini. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Semuanya melarangku untuk menemani hyuki dirumah sakit dengan alasan kandunganku yang sudah besar. Lagipula disana sudah ada ang yang menemaninya. Yang kulakukan hanya duduk disofa ruang bayi ini sambil memeluk salah satu boneka. Aku tidak nafsu makan dan keadaan perutku semakin buruk. Hampir semua makanan yang sudah kumakan kumuntahkan kembali. Karna itu aku merasa sangat lemas.

Hisa kun sering memainkan piano untukku, tapi itu tidak merubah keadaanku. Tidak ada yang ingin kulakukan. Aku benar2 seperti mayat hidup. Kadang air mataku menetes tiba2 saat memikirkannya. Bagaimana keadaannya saat ini?? Ini semua karna aku!! Karna menyelamatkanku ia jadi seperti ini, kenapa tidak ia biarkan aku mati saja saat itu??!

Sudah hampir tiga minggu. Tapi hyu belum pulang kerumah. Dan kandunganku sudah delapan bulan lebih. Aku menggenggam rosarioku erat, memohon kepada tuhan untuk kesembuhannya. Biarlah ia bersama gadis lain, asalkan ia bisa selamat.

“yoonie. . .”

Aku tersentak dan menoleh kearah pintu saat mengenali suara itu “hyu. . .”

Laki2 itu tersenyum menatapku kemudian berjalan menghampiriku dan berlutut didepanku. Ia memegang kedua lenganku “kau baik2 saja bukan??” tanyanya lembut.

Aku masih terdiam memikirkan ini nyata atau hanya halusinasiku?? Kupegang wajahnya dengan kedua tanganku “apa benar ini kau??” tanyaku pelan.

Ia menggenggam tanganku dan menekankannya dipipinya “ya. . . ini aku. . .”

Aku mendesah lega. Air mataku mengenang “syukurlah. . . syukurlah kau selamat. . .”

“bagaimana denganmu??” tanyanya sambil memeluk perutku yang besar “apa anak kita baik2 saja??”

“kami baik2 saja karna kau. . .”

“itu bagus. . .” katanya sambil tersenyum menatapku.

“ajhushi, ajhuma, ayo turun, ada perayaan pesta dibawah karna ajushi sudah pulang dari rumah sakit!!” kata jeremy diambang pintu tiba2.

“ayo turun!!” katanya hyuki sambil menarik tanganku.

= lee hyuk jae/hyuki =

“ya, itulah alasanku kenapa aku kembali kekorea. . . aku sudah terbiasa hidup denganmu, jadi rasanya aneh jika tidak ada dirimu. . . “ kata ang “kau milikku hyuki ah, aku tidak keberatan jika kau ingin merawat anak itu, aku akan menjadi ibu yang baik untuknya. . . kita akan menjadi keluarga yang bahagia. . .”

Aku membeku mendengar kata nonna. Ia memelukku erat, tapi aku tidak tau harus mengatakan apa. Tiba2 terdengar sesuatu diluar kamar. Aku menoleh terkejut, kulepaskan pelukan nonna dan berlari keluar. Kulihat ada vas bunga yang jatuh dan pecah berantakan. Yonnie. . . fikiranku langsung teringat kepadanya dan benar saja, aku melihatnya berlari menuruni tangga. Kukejar ia.

Aku berteriak memanggil namanya, tapi ia tetap berlari. Kemudian kulihat ada sebuah mobil yang meluncur cepat kearahnya, kupercepat lariku untuk menyelamatkannya. Dia tidak boleh terluka!! Aku menarik tangannya dan sedetik kemudian aku merasakan tubuhku dihantam keras sekali dan semuanya menjadi gelap. Jika masih bisa, sekali saja aku ingin melihat wajahnya lagi. . .

Aku membuka mataku pelan tapi kabur. Aku mengerjap2 pelan untuk melihat lebih jelas. Terdengar begitu banyak suara yang memanggilku, tapi aku tidak mendengar suaranya. Kemudian kulihat wajah ang yang lega di sampingku. Begitu banyak wajah yang kulihat, tapi kenapa aku tidak melihat wajahnya?? Dimana dia??

“yonnie. . .” gumamku pelan.

“dia baik2 saja dirumah!!” jawab ibu. Aku mendesah lega. Syukurlah ia baik2 saja.

Ternyata aku tidak sadar hampir seminggu. Aku ingin pulang kerumah, tapi dokter tidak mengijinkan karna lukaku dibagian lengan dan rusuk masih luka. Hingga aku terpaksa harus menginap dirumah sakit ini kurang lebih dua minggu.

Setelah hari2 yang membosankan itu berakhir, akhirnya aku boleh pulang kerumah. Begitu tiba dirumah aku langsung menuju kamar, tapi kosong, lalu dimana dia?? Apa ditaman atap?? Aku pergi kesana tapi ia juga tidak ada disana. Kalau begitu diamana dia?? Apa mungkin dia. . .

Aku melangkah kekamar bayi itu dengan cepat. Kubuka pintunya pelan dan kulihat ia sedang duduk disofa sambil memeluk sebuah boneka. Tatapannya terlihat kosong, ah, betapa aku sangat merindukannya. Aku benar2 ingin memeluknya saat ini.

“yoonie. . .” panggilku pelan sambil tersenyum.

Ia menoleh dan menatapku kaget. Aku menghampirinya dan berlutut didepannya “apa kau baik2 saja?” tanyaku.

Ia memegang wajahku dengan lembut “apa benar ini kau??” tanyanya.

“ya. . . ini aku. . .” jawabku sambil menekankan telapak tangannya kepipiku.

“syukurlah. . . syukurlah kau selamat. . .” desahnya lega.

“bagaimana denganmu??” tanyaku sambil memeluk perutntya yang besar “apa anak kita baik2 saja??”

“kami baik2 saja karna kau. . .”

“itu bagus. . .” aku tersenyum menatapnya.

“ajhushi, ajhuma, ayo turun, ada perayaan pesta dibawah karna ajushi sudah pulang dari rumah sakit!!” kata jeremy diambang pintu tiba2.

Aku berdiri dan menarik tangannya “ayo turun!!”.

To be continue. . .

Mohon saran dan kritiknya, please. . .

@_@

*puppy eyes*

34 thoughts on “Family By Accident [part 7]

  1. Hyukjae ku(euh?)emang keren abisss
    untung aja Hyuk bisa cpet narik istri nya dri bahaya ,,kLo ga …ga tw deh nasib istri sma calon bayi mreka
    nex part …

  2. Hyukjae ku(euh?)emang keren abisss
    untung aja Hyuk bisa cpet nylametin istri nya dri bahaya ,,kLo ga …ga tw deh nasib istri sma calon bayi mreka
    nex part …

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s